The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BULETIN EPIDEMIOLOGI BKK LHOKSEUMAWE MINGGU KE-1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Thahirah AR, 2026-02-04 04:24:29

BULETIN EPIDEMIOLOGI BKK LHOKSEUMAWE MINGGU KE-1

BULETIN EPIDEMIOLOGI BKK LHOKSEUMAWE MINGGU KE-1

bkklhokseumawe 1PENGANTAR REDAKSISalam hormat,Tim RedaksiBuletin EpidemiologiBKK Kelas II LhokseumaweBULETIN EPIDEMIOLOGISaiful Bahri, SKM, M.KesKepala BKK LhokseumaweKATA PENGANTARAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya BuletinEpidemiologi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Lhokseumawe Edisi 1 Minggu ke-1dapat diterbitkan. Buletin ini disusun sebagai media informasi dan komunikasi yangmenyajikan data, analisis, serta gambaran situasi epidemiologi penyakit dan faktor risikokesehatan di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Lhokseumawe.Buletin Epidemiologi ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan surveilans kesehatansecara berkelanjutan sebagai upaya kewaspadaan dini terhadap potensi masuk dankeluarnya penyakit serta faktor risiko kesehatan yang dapat berdampak pada kesehatanmasyarakat. Informasi yang disajikan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalampengambilan keputusan, perencanaan kegiatan, serta evaluasi program kekarantinaankesehatan.Penerbitan edisi perdana ini merupakan langkah awal dalam penyediaan informasiepidemiologi yang terstruktur, rutin, dan akuntabel. Ke depan, buletin ini diharapkan dapatterus disempurnakan baik dari sisi kualitas data, kedalaman analisis, maupun ketepatanwaktu penyajian.


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 2202601EDISI MINGGU KE - 1BKK LHOKSEUMAWE.Pelaksanaan Surveilans Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 3Seri 1Induk Kreueng Geuekueh0.00.20.40.60.81.01ALAT ANGKUT DALAM STATUS KARANTINAPENGAWASANGRAFIK KEDATANGAN ALAT ANGKUTDARI LUAR NEGERI DI PELABUHANAnalisis Situasi Epidemiologi Negara AsalSecara epidemiologis, Singapura merupakannegara dengan mobilitas penduduk danaktivitas perdagangan internasional yangtinggi. Kondisi tersebut berpotensimeningkatkan risiko penyebaran beberapapenyakit menular yang menjadi perhatianregional dan global, antara lain COVID-19,Demam Dengue, serta penyakit emerginglainnya yang dipengaruhi oleh faktorlingkungan dan mobilitas manusia. Olehkarena itu, pengawasan terhadap alat angkutyang berasal dari negara tersebut menjadiprioritas dalam rangka deteksi dini danpengendalian risiko kesehatan.Pada Minggu ke-1 bulan Januari Tahun2026, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas IILhokseumawe melaksanakan kegiatanpengawasan alat angkut laut dalam statuskarantina terhadap 1 (satu) kapal laut yangdatang melalui Pelabuhan Laut Lhokseumawe.Kapal tersebut diketahui berasal dari Singapuradan telah dilakukan pengawasan kekarantinaankesehatan sesuai dengan ketentuan peraturanperundang-undangan yang berlaku.Kegiatan pengawasan alat angkut dilaksanakansebagai upaya pencegahan masuk dankeluarnya penyakit menular, khususnya penyakitemerging dan re-emerging, melalui pintu masuknegara. Hal ini sejalan dengan peningkatanmobilitas transportasi internasional yangberpotensi menjadi faktor risiko penyebaranpenyakit lintas wilayah dan lintas negara.Berdasarkan hasil pengawasan kekarantinaankesehatan yang dilakukan terhadap kapal danawak kapal, tidak ditemukan adanya indikasikejadian penyakit menular maupun kondisikesehatan yang berpotensi menimbulkan risikokesehatan masyarakat. Seluruh persyaratankekarantinaan kesehatan telah dipenuhi,sehingga kapal dinyatakan memenuhipersyaratan kesehatan.Sumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II Lhokseumawe0


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 4Lanjutan...Pengawasan alat angkut laut dari negaradengan mobilitas internasional tinggi tetapmenjadi prioritas dalam rangka pencegahanmasuknya penyakit emerging dan re-emerging.Pelaksanaan pemeriksaan dokumenkesehatan kapal, pemantauan kondisi awakkapal, serta penilaian risiko kesehatanlingkungan kapal merupakan langkah strategisuntuk mendukung deteksi dini danpengendalian risiko kesehatan di pintu masuknegara.Hasil PengawasanPengawasan alat angkut laut pada Minggu ke-1Januari 2026 menunjukkan bahwa upayakewaspadaan dan pencegahan terhadappenyakit menular melalui alat angkut telahberjalan dengan baik. Kegiatan ini merupakanbagian dari komitmen berkelanjutan dalammenjaga keamanan kesehatan masyarakat sertamendukung sistem kewaspadaan dini di wilayahkerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas IILhokseumawe.KOTAK HIGHLIGHT – KEWASPADAAN EPIDEMIOLOGI


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 5BerangkatALAT ANGKUT DALAM NEGERIPENGAWASAN1. PENGAWASAN ALAT ANGKUT DI BANDARASumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II Lhokseumawe


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 6Berdasarkan hasil pengumpulan data pengawasan alatangkut laut pada wilayah kerja Balai KekarantinaanKesehatan Kelas II Lhokseumawe, tercatat jumlahkedatangan dan keberangkatan kapal pada beberapapelabuhan sebagai berikut. Pelabuhan Induk mencatatjumlah pengawasan tertinggi dengan masing-masing 30alat angkut datang dan 30 alat angkut berangkat,menunjukkan intensitas lalu lintas kapal yang relatif tinggipada lokasi tersebut.Selanjutnya, Pelabuhan Kreueng Geuekuh mencatat 8kapal datang dan 8 kapal berangkat, sementaraPelabuhan Langsa mencatat 13 kapal datang dan 13kapal berangkat, yang menggambarkan aktivitaspelayaran yang berjalan seimbang antara kedatangandan keberangkatan. Pada Pelabuhan Sigli, tercatat 4kapal datang dan 8 kapal berangkat, menunjukkanadanya selisih jumlah keberangkatan yang lebih tinggidibandingkan kedatangan pada periode pelaporan.2. PENGAWASAN ALAT ANGKUT DI PELABUHANLanjutan...DATANG BERANGKATINDUKKREUENG GEUEKUEHLANGSAIDISIGLI05101520253030 308 813 13480Sumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II LhokseumaweAdapun pada Pelabuhan Idi, tidakterdapat aktivitas kedatangan maupunkeberangkatan kapal (0 datang dan 0berangkat) selama periode pengamatan.Secara umum, distribusi pengawasan alatangkut menunjukkan bahwa aktivitaspelayaran masih terpusat padaPelabuhan Induk, dengan pelabuhanlainnya berkontribusi dalam skala sedanghingga rendah.Pengawasan dilakukan terhadapadanya faktor risiko yang meliputipemeriksaan sanitasi dan vektorserta dokumen kesehatan kapal.Seluruh kapal yang dilakukanpemeriksaan, memiliki faktor risikorendah.


BULETIN EPIDEMIOLOGI71. PENGAWASAN PELAKU PERJALANAN DALAM NEGERI DI BANDARAPENGAWASANPELAKU PERJALANAN DALAM NEGERIPada minggu pertama periodepelaporan, pengawasan pergerakanawak alat angkut udara dan penumpangdilakukan di tiga bandara, yaitu BandaraRembele, Bandara Malikussaleh, danBandara Patiambang.Di Bandara Rembele, tercatat jumlahawak kabin (ABK) datang sebanyak 136orang dan ABK berangkat sebanyak 136orang, dengan penumpang datangsebanyak 352 orang dan penumpangberangkat sebanyak 323 orang.Selanjutnya, Bandara Malikussalehmencatat ABK datang dan berangkatmasing-masing sebanyak 49 orang,dengan penumpang datang sebanyak308 orang dan penumpang berangkatsebanyak 133 orang.https://bkklhokseumawe.com bkklhokseumaweSumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II LhokseumaweSementara itu, di BandaraPatiambang tercatat ABK datangsebanyak 12 orang dan ABKberangkat sebanyak 12 orang,dengan penumpang datangsebanyak 38 orang danpenumpang berangkat sebanyak46 orang.Secara keseluruhan, pada edisiminggu pertama ini jumlah ABKdatang dan berangkat masingmasing sebanyak 394 orang.Adapun total penumpang datangberjumlah 1.200 orang danpenumpang berangkat berjumlah502 orang. Aktivitas pergerakanorang melalui jalur udara padaperiode ini didominasi olehBandara Rembele.


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 8Pengawasan pelaku perjalanandilakukan terhadap ABK danpenumpang kapal di 5 pelabuhanBKK Kelas II Lhokseumawe yaitupelabuhan Laut Induk(Lhokseumawe), Pos KreuengGeuekueh, pelabuhan KualaLangsa, Pelabuhan Kuala Idi danpelabuhan Kuala Sigli.Jumlah seluruh pengawasanadalah 2.020 orang dari jumlahtersebut jumlah pengawasankedatangan penumpang dan ABKkapal adalah orang 979 danjumlah pengawasan penumpangdan ABK keberangkatan adalah1.041 orang. jumlah pengawasantertinggi baik kedatangan maupunkeberangkatan ada di pelabuhanLaut Lhokseumawe (kantorInduk).2. PENGAWASAN PELAKU PERJALANAN DALAM NEGERI DI PELABUHANLanjutan...Tidak ada pengawasan penumpang datang atau berangkat di pelabuhan padaperiode ini, hal ini dikarenakan tidak ada penumpang yang datang atau berangkat.Pengawasan dilakukan terhadap adanya faktor risiko/ penyakit potensial KLB. HasilPengawasan tidak ditemukan penumpang atau ABK dengan tanda/gejala penyakitmenular yang berpotensi KLB.Sumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II Lhokseumawe


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 9PENGAWASAN PELAKU PERJALANAN LUAR NEGERI DI PELABUHANPENGAWASANPELAKU PERJALANAN DARI LUAR NEGERIPengawasan pelaku perjalanan dari luarnegeri dilakukan terhadap ABK kapalhanya terdapat di pelabuhan LautLhkseumawe (Kantor Indok) BKK Kelas IILhokseumawe yaitu pelabuhan LautInduk (Lhokseumawe), Pos KreuengGeuekueh,Jumlah seluruh pengawasan ABK kapaladalah 225 orang. Sedangkan jumlahABK kdatangan adalah 137 orang danjumlah pengawasan ABK keberangkatanadalah 88 orang. jumlah pengawasantertinggi baik kedatangan maupunkeberangkatan ada di pelabuhan LautLhokseumawe (kantor Induk).Pengawasan dilakukanterhadap adanya faktorrisiko/ penyakit potensial KLB.Pemantauan suhumenggunakan Thermo Gun,hasil pengawasan tidakditemukan ABK dengan suhu≥ 37.5 °C ataupun dengantanda/ gejala penyakitmenular yang berpotensi KLB.Pelaku perjalanan dari luarnegeri hanya ada diPelabuhan yaitu ABK kapalyang datang dari luar negeri.DATANG BERANGKAT0 5 10 15 20 25 30 35INDUKKREUENG GEUEKUEH3131Sumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II Lhokseumawe0


10BKK LHOKSEUMAWEVAKSINMENINGITISVAKSINTIFOIDVAKSINPOLIOVAKSINYELLOWFEVERICV /E-ICVINDUK 25 0 24 0 30BANDARA REMBELE 2 0 2 0 2LANGSA 11 0 0 0 0IDI 0 0 0 0 0SIGLI 22 0 28 0 27BULETIN EPIDEMIOLOGIVAKSINASI DAN PENERBITAN ICVhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumaweTABEL PENERBITAN ICV / E-ICV DAN VAKSINASIBerdasarkan data pelayanan vaksinasi danpenerbitan International Certificate of Vaccination(ICV/E-ICV) di wilayah kerja Balai KekarantinaanKesehatan Kelas II Lhokseumawe, diketahui bahwapelayanan terbanyak dilaksanakan di PelabuhanInduk Lhokseumawe, dengan total 25 pelayananvaksin meningitis, 24 vaksin polio, serta 30penerbitan ICV/E-ICV. Hal ini menunjukkan bahwaPelabuhan Induk merupakan titik layanan utamabagi pelaku perjalanan yang membutuhkanpersyaratan kesehatan internasional.Di Bandara Rembele, pelayanan vaksinasi tercatatrelatif rendah, masing-masing 1 pelayanan vaksinmeningitis dan 1 vaksin polio, dengan 2 penerbitanICV/E-ICV. Kondisi ini sejalan dengan terbatasnyajumlah pelaku perjalanan internasional melaluibandara tersebut pada periode pelaporan.Sementara itu, di wilayah Langsa tercatat 11pelayanan vaksin meningitis, namun tidak terdapatpelayanan vaksin polio maupun penerbitan ICV/EICV. Hal ini mengindikasikan bahwa pelayananvaksinasi di wilayah tersebut lebih banyak ditujukanuntuk kebutuhan tertentu dan belum seluruhnyaberkaitan dengan persyaratan perjalananinternasional.Pada wilayah Idi, tidak terdapat pelayanan vaksinasimaupun penerbitan ICV/E-ICV, yang menunjukkannihilnya permintaan layanan pada periode tersebut.Berbeda dengan Idi, wilayah Sigli menunjukkanangka pelayanan cukup signifikan, yaitu 22 vaksinmeningitis, 28 vaksin polio, serta 27 penerbitanICV/E-ICV, yang mencerminkan tingginya kebutuhanlayanan kekarantinaan kesehatan bagi pelakuperjalanan di wilayah tersebut.Secara keseluruhan, tidak terdapat pelayananvaksin tifoid dan vaksin yellow fever di seluruhwilayah kerja BKK Lhokseumawe. Hal ini dapatdisebabkan oleh tidak adanya persyaratan vaksintersebut bagi pelaku perjalanan pada periodepelaporan atau belum adanya permintaan layananterkait.Analisis ini menunjukkan bahwa pelayananvaksinasi dan penerbitan ICV/E-ICV di wilayah kerjaBKK Lhokseumawe terkonsentrasi pada PelabuhanInduk Lhokseumawe dan wilayah Sigli, sejalandengan dinamika mobilitas pelaku perjalanan dankebutuhan persyaratan kesehatan internasional.Sumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II Lhokseumawe


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 11KEKARANTINAAN1. LAYANAN KEKARANTINAAN DI BANDARALAYANANSKLT SIAOS SIAJ0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0Bandara RembeleBandara MalikussalehBandara Patiambang11erdasarkan data pelayanan dokumen kekarantinaan kesehatan di wilayah kerja BalaiKekarantinaan Kesehatan Kelas II Lhokseumawe, tercatat bahwa pelayanan Surat KeteranganLaik Terbang (SKLT) hanya dilakukan di Bandara Rembele dan Bandara Malikussaleh,masing-masing sebanyak 1 dokumen pada periode pelaporan.Sementara itu, tidak terdapat pelayanan Surat Izin Angkut Orang Sakit (SIAOS) maupun SuratIzin Angkut Jenazah (SIAJ) di seluruh bandara wilayah kerja, yaitu Bandara Rembele, BandaraMalikussaleh, dan Bandara Patiambang. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat kasusrujukan orang sakit maupun pengangkutan jenazah melalui moda transportasi udara selamaperiode pelaporan.Di Bandara Patiambang, tidak tercatat adanya pelayanan SKLT, SIAOS, maupun SIAJ, yangmengindikasikan nihilnya kebutuhan layanan dokumen kekarantinaan kesehatan padabandara tersebut.Secara keseluruhan, pelayanan dokumen kekarantinaan kesehatan pada periode ini bersifatsangat terbatas dan situasional, dengan aktivitas hanya berupa penerbitan SKLT dalam jumlahminimal. Kondisi ini mencerminkan bahwa situasi kesehatan pelaku perjalanan udara diwilayah kerja BKK Lhokseumawe berada dalam kondisi terkendali, serta tidak terdapatkejadian yang memerlukan penanganan kedaruratan kesehatan masyarakat.Sumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II Lhokseumawe


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 12BKKLHOKSEUMAWEPHQC COP P3K SSCEC HBSERTIFIKATAIRMDHINDUK 30 1 1 1 0 0 0KREUENGGEUEKUE8 0 0 0 0 0 0LANGSA 13 0 4 4 0 0 0IDI 0 0 0 0 0 0 0SIGLI 8 0 0 0 0 0 02. LAYANAN KEKARANTINAAN DI PELABUHANLanjutan...Sumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II LhokseumawePada Edisi Pertama Tahun 2026, pelaksanaan kegiatanpelayanan kesehatan dan sertifikasi di wilayah kerja BalaiKekarantinaan Kesehatan Kelas II Lhokseumawe didominasi olehkegiatan Port Health Quarantine Control (PHQC). KegiatanPHQC tercatat berlangsung di hampir seluruh wilayah kerja yangaktif, sebagai bentuk pengawasan kesehatan dasar terhadap alatangkut dan awaknya.Pelabuhan Induk Lhokseumawe mencatat jumlah kegiatan PHQCtertinggi, yaitu sebanyak 30 kegiatan. Selain PHQC, pada lokasiini juga dilaksanakan pelayanan Certificate of Pratique (COP),Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), dan ShipSanitation Control Exemption Certificate (SSCEC) masing-masingsebanyak 1 kegiatan. Sementara itu, pelayanan Health Book(HB), Sertifikat Air, dan Medical Declaration of Health (MDH) tidakdilaksanakan pada periode ini.Di Pelabuhan Krueng Geueukueh, pada Edisi Pertama Tahun2026 hanya tercatat 8 kegiatan PHQC, tanpa adanyapelaksanaan pelayanan COP, P3K, SSCEC, HB, Sertifikat Air,maupun MDH.Pelabuhan Langsa mencatat 13 kegiatan PHQC, disertai denganpelayanan COP, P3K, dan SSCEC masing-masing sebanyak 4kegiatan. Tidak terdapat pelayanan HB, Sertifikat Air, maupunMDH di wilayah kerja ini selama periode pelaporan.Sementara itu, pada Pelabuhan Iditidak tercatat adanya kegiatanpelayanan kesehatan kekarantinaanpada Edisi Pertama Tahun 2026.Adapun di Pelabuhan Sigli tercatat 8kegiatan PHQC, tanpa disertai jenispelayanan kesehatan dan sertifikasilainnya.Secara keseluruhan, pada EdisiPertama Tahun 2026, kegiatanpelayanan kesehatan di wilayahkerja Balai Kekarantinaan KesehatanKelas II Lhokseumawe masihberfokus pada pengawasankesehatan melalui PHQC,sedangkan pelayanan lainnya belumdilaksanakan secara merata danmenyesuaikan dengan kebutuhanoperasional serta karakteristik lalulintas alat angkut di masing-masingwilayah kerja.


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 13PEMERIKSAAN SANITASI PADA TEMPAT- TEMPAT UMUM (TTU)DAN TEMPAT PENGELOLAAN PANGAN (TPP)Pada edisi 1 minggu ke-1 tidak dilaksanakan pemeriksaan sanitasi Tempat-Tempat Umum(TTU) dan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) di seluruh wilayah kerja Balai KekarantinaanKesehatan Kelas II Lhokseumawe. Kondisi ini disebabkan karena pelaksanaan pemeriksaansanitasi TTU dan TPP dilakukan secara berkala per semester atau sebanyak dua kali dalam satutahun, sehingga pada periode tersebut tidak termasuk dalam jadwal pemeriksaan rutin.


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 14PENGAWASAN SANITASI ALAT ANGKUTSumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II Lhokseumawe“Seluruh kapal dan pesawat yang dilakukan pemeriksaan sanitasi dinyatakan Memenuhi Syarat (MS)”


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 15SURVEILANS VEKTOR DAN BINATANG PEMBAWA PENYAKITPada minggu pertama bulan Januari 2026, belum dilaksanakan kegiatan surveilans vektor danbinatang pembawa penyakit di seluruh wilayah kerja. Kondisi ini disebabkan oleh belum adanyapenjadwalan kegiatan surveilans rutin pada awal tahun serta fokus persiapan pelaksanaanprogram pengawasan kesehatan lingkungan dan kekarantinaan kesehatan lainnya.Meskipun belum terdapat kegiatan lapangan, kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensipenularan penyakit berbasis vektor tetap dipertahankan, khususnya terhadap penyakit yangberpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Kegiatan surveilans vektor dan binatangpembawa penyakit direncanakan akan dilaksanakan pada minggu berikutnya sesuai denganrencana kerja dan kalender kegiatan tahun 2026.


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 16BKK LHOKSEUMAWE HIPERTENSI DM DIARE AKUT ISPA LAIINYAMALIKUSSALEH 2 0 1 2 10SIGLI 11 6 0 0 0Berdasarkan hasil pemantauan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) dan PenyakitTidak Menular (PTM) pada minggu pertama pelaporan, tercatat kasus pada dua wilayah kerja,yaitu Malikussaleh dan Sigli. Di wilayah kerja Malikussaleh, kasus yang terlaporkan meliputiHipertensi sebanyak 2 kasus, Diare Akut 1 kasus, dan ISPA 2 kasus. Tidak ditemukan kasusDiabetes Melitus (DM) pada periode pelaporan. Selain itu, kategori penyakit lainnya tercatatcukup dominan dengan 10 kasus, yang menunjukkan adanya variasi masalah kesehatan di luarkelompok penyakit prioritas.Sementara itu, di wilayah kerja Sigli, kasus yang terlaporkan didominasi oleh penyakit tidakmenular, khususnya Hipertensi sebanyak 11 kasus dan Diabetes Melitus sebanyak 6 kasus.Tidak ditemukan kasus Diare Akut, ISPA, maupun penyakit lainnya pada wilayah ini selamaminggu pelaporan.Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa PTM, khususnya Hipertensi dan DM, masihmenjadi masalah kesehatan utama, terutama di wilayah kerja Sigli. Adanya kasus Diare Akut danISPA di wilayah Malikussaleh tetap perlu mendapatkan perhatian sebagai penyakit berpotensiKLB, meskipun jumlahnya relatif kecil. PENYAKIT POTENSIAL KLB & PTMSumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II LhokseumaweKesimpulan, situasi kesehatanpada minggu pertama masihdalam batas terkendali, namundiperlukan penguatankewaspadaan dini, terutamaterhadap peningkatan kasusPTM serta pemantauanberkelanjutan terhadap penyakitmenular berpotensi KLB gunamencegah terjadinyapeningkatan kasus pada mingguberikutnya.


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 17PERKEMBANGAN SITUS PENYAKITINFEKSI EMERGINGPenyakit infeksi emerging yang berkembang pada minggu epidemiologi ke-1 tahun 2026 meliputi,Legionellosis, Meningitis Meningokokus, Demam Lassa, Listeriosis, Mpox, COVID-19, danPenyakit virus West Nile. Dokumen selengkapnya terkait \"Perkembangan Situasi Penyakit InfeksiEmerging pada Minggu Epidemiologi ke-1 Tahun 2026\" dapat dilihat


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 18


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 19


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 20


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 21


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 22


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 23


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 24


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 25


BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 26EDUKASI KESEHATAN


Click to View FlipBook Version