915 S/D 21 MARET 2026BULETINEDIDI MINGGUKE-11
bkklhokseumawe 1KATA PENGANTARAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan karunia-Nya BuletinEpidemiologi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Lhokseumawe Edisi Minggu ke-11dapat diterbitkan. Buletin ini disusun sebagai media informasi dan komunikasi yangmenyajikan data, analisis, serta gambaran situasi epidemiologi penyakit dan faktor risikokesehatan di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Lhokseumawe.Buletin Epidemiologi ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan surveilans kesehatansecara berkelanjutan sebagai upaya kewaspadaan dini terhadap potensi masuk dankeluarnya penyakit serta faktor risiko kesehatan yang dapat berdampak pada kesehatanmasyarakat. Informasi yang disajikan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalampengambilan keputusan, perencanaan kegiatan, serta evaluasi program kekarantinaankesehatan.Penerbitan edisi perdana ini merupakan langkah awal dalam penyediaan informasiepidemiologi yang terstruktur, rutin, dan akuntabel. Ke depan, buletin ini diharapkan dapatterus disempurnakan baik dari sisi kualitas data, kedalaman analisis, maupun ketepatanwaktu penyajian.PENGANTAR REDAKSISalam hormat,Tim RedaksiBuletin EpidemiologiBKK Kelas II LhokseumaweBULETIN EPIDEMIOLOGI
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 2MINGGU KE-11
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 3PERKEMBANGAN SITUS PENYAKITINFEKSI EMERGINGPenyakit infeksi emerging yang berkembang pada minggu epidemiologi ke-11 tahun 2026 meliputi,COVID-19, Mpox, Legionellosis, Demam Lassa, Penyakit Meningokokus, Listeriosis, Polio, Penyakitvirus Hanta, Demam kuning, Avian Influenza A(H5N1), Crimean Congo Haemorrhagic Fever, danPenyakit Virus West Nile. Dokumen selengkapnya terkait \"Perkembangan Situasi Penyakit InfeksiEmerging pada Minggu Epidemiologi ke-11 Tahun 2026\"
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 4
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 5
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 6
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 7
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 8DATANG0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0IndukKreueng Geuekueh 3 3ALAT ANGKUT DALAM STATUS KARANTINAPENGAWASANSumber : Sinkarkes BKK Kelas II LhokseumaweBerdasarkan hasil pengawasan alatangkut pada wilayah kerja BalaiKekarantinaan Kesehatan Kelas IILhokseumawe pada minggu ke-11periode pelaporan, tercatat terdapat 3alat angkut yang berada dalam statuskarantina.Distribusi alat angkut tersebutmenunjukkan bahwa wilayah kerjaInduk mencatat 0 alat angkut datang.Sementara itu, wilayah kerja PelabuhanKreueng Geukueh mencatat jumlahyang lebih tinggi yaitu 3 alat angkutdatang dalam status karantina.Kondisi ini menunjukkan bahwakegiatan pengawasan kekarantinaankesehatan masih terus dilakukansecara aktif pada pintu masuk wilayahkerja untuk mencegah potensi masukdan keluarnya faktor risiko penyakit darialat angkut. Penerapan prosedurkarantina terhadap alat angkutdilakukan sesuai ketentuan gunamemastikan tidak terdapat risikopenularan penyakit serta menjaminkeamanan kesehatan masyarakat diwilayah pelabuhan dan sekitarnya.Secara umum, jumlah alat angkutdalam status karantina pada minggu ke11 masih tergolong rendah danterkendali, namun kegiatanpengawasan tetap perlu diperkuatterutama pada wilayah kerja denganaktivitas kedatangan alat angkut yanglebih tinggi seperti Kreueng Geukueh.Upaya ini penting sebagai bagian darideteksi dini dan pencegahanpenyebaran penyakit di pintu masuknegara.0Alat Angkut
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 92Sumber : Laporan Mingguan Wilker BKK Kelas II LhokseumawePENGAWASANALAT ANGKUT DALAM NEGERI DI BANDARA56266Total : 10 pesawat datang & 10 pesawat berangkatEdisi minggu ke - 11Berdasarkan hasil pengawasan alat angkut di bandara wilayah kerja Balai Kekarantinaan KesehatanKelas II Lhokseumawe pada minggu ke-11, tercatat aktivitas 13 alat angkut datang dan 14 alat angkutberangkat.Aktivitas tertinggi tercatat di Bandara Patiambang dengan 6 alat angkut datang dan 6 alat angkutberangkat, diikuti Bandara Malikussaleh sebanyak 5 alat angkut datang dan 6 alat angkut berangkat,ini disebabkan ada 1 alat angkut yang tidak berangkat dikarenakan ada kerusakan pada mesinnya,serta Bandara Rembele dengan 2 alat angkut datang dan 2 alat angkut berangkat.Secara umum, lalu lintas alat angkut di bandara pada periode pelaporan minggu ke-10 berjalan stabildan seimbang, sehingga pengawasan kekarantinaan kesehatan tetap dilakukan untuk memastikantidak adanya faktor risiko penyakit yang masuk maupun keluar melalui jalur transportasi udara.
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 10117000117100Sumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II LhokseumaweALAT ANGKUT DALAM NEGERI DI PELABUHANPENGAWASANada minggu ke-11, arus alat angkut dalam negeridi pelabuhan cenderung stabil, dengan aktivitastertinggi berada di Wilker Induk sebanyak 22 alatangkut (11 datang dan 11 berangkat). Hal inimenunjukkan bahwa Induk masih menjadi titikutama mobilitas transportasi laut dalam negeripada wilayah kerja pengawasan.Posisi kedua ditempati oleh Pelabuhan KreuengGeuekuh dengan total 14 alat angkut yang terdiridari 7 kedatangan dan 7 keberangkatan. Data inimengindikasikan bahwa pelabuhan tersebut jugamemiliki intensitas lalu lintas yang cukup aktifdan seimbang.Sementara itu, Wilker Langsa hanya mencatat 1keberangkatan tanpa adanya kedatangan padaperiode ini. Adapun Wilker Idi dan Wilker Siglitidak mencatat adanya aktivitas alat angkut, baikdatang maupun berangkat.Secara keseluruhan, jumlah keberangkatan (19alat angkut) sedikit lebih tinggi dibandingkanjumlah kedatangan (18 alat angkut). Perbedaanini menunjukkan bahwa pergerakan alat angkutdalam negeri masih relatif seimbang, sehinggapola arus transportasi pelabuhan pada mingguke-11 dapat dikategorikan normal dan terkendali.
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 11PENGAWASANPELAKU PERJALANAN DALAM NEGERI DI BANDARA6655 4121 23 89 10712 12 50 29Sumber : Laporan Mingguan Wilker BKK Kelas II LhokseumawePada minggu ke-11, pengawasan pelaku perjalanan dalam negeri dibandara menunjukkan bahwa penumpang masih menjadi kelompokpelaku perjalanan terbanyak dibandingkan ABK/Crew, yangmenggambarkan tingginya aktivitas transportasi udara domestikpada periode ini.Bandara Malikussaleh menjadi wilayah kerja dengan mobilitastertinggi, yaitu sebanyak 240 orang, terdiri dari 21 ABK datang, 23ABK berangkat, 89 penumpang datang, dan 107 penumpangberangkat. Data ini menunjukkan bahwa Bandara Malikussalehmerupakan titik aktivitas penerbangan domestik paling aktif padaminggu ke-11.Selanjutnya, Bandara Rembele mencatat total 108 pelakuperjalanan, dengan komposisi 6 ABK datang, 6 ABK berangkat, 55penumpang datang, dan 41 penumpang berangkat. Sementara itu,Bandara Patiambang mencatat total 103 pelaku perjalanan, yangterdiri dari 12 ABK datang, 12 ABK berangkat, 50 penumpangdatang, dan 29 penumpang berangkat.Secara keseluruhan, jumlahpenumpang datang (194orang) lebih tinggidibandingkan penumpangberangkat (177 orang), yangmenunjukkan adanya arusmasuk penumpang yangsedikit lebih besar padaminggu ke-11. Sementara itu,jumlah ABK datang (39 orang)dan ABK berangkat (41 orang)relatif seimbang,mencerminkan polaoperasional penerbanganyang stabil.
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 12230 230188 1880 300 00 0Sumber : Laporan Mingguan wilker dan Sinkarkes BKK Kelas II LhokseumawePELAKU PERJALANAN DALAM NEGERI DI PELABUHANPENGAWASANPada minggu ke-11, pengawasan pelaku perjalanan dipelabuhan menunjukkan bahwa seluruh pergerakanyang tercatat berasal dari kelompok ABK, tanpaadanya lalu lintas penumpang umum pada seluruhwilayah kerja pelabuhan yang dipantau.Wilker Induk menjadi lokasi dengan jumlah pelakuperjalanan tertinggi, yaitu sebanyak 460 orang, yangterdiri dari 230 ABK datang dan 230 ABK berangkat.Data ini menunjukkan bahwa aktivitas pelayarandomestik di wilayah tersebut berlangsung aktif danseimbang.Selanjutnya, Pelabuhan Kreueng Geuekuh jugamenunjukkan mobilitas yang cukup tinggi dengan total376 ABK, terdiri dari 188 ABK datang dan 188 ABKberangkat. Kondisi ini mengindikasikan adanya arusoperasional pelabuhan yang stabil dan didominasioleh aktivitas awak kapal.Sementara itu, Wilker Langsa hanyamencatat 30 ABK berangkat tanpa adanyakedatangan ABK maupun pergerakanpenumpang. Adapun Wilker Idi dan WilkerSigli tidak mencatat aktivitas pelakuperjalanan selama periode pengawasanminggu ke-11.Secara keseluruhan, jumlah ABKberangkat (448 orang) sedikit lebih tinggidibandingkan ABK datang (418 orang).Selisih ini menunjukkan adanyapeningkatan arus keberangkatan awakkapal, meskipun secara umum polapergerakan masih berada dalam kondisinormal dan terkendali.
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 13VAKSINASI DAN PENERBITAN E-ICVSumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II LhokseumaweBKKLHOKSEUMAWEVAKSINMENINGITISICVVAKSINPOLIOVAKSININFLUENZAE-ICVINDUK 0 0 0 0 0BANDARAREMBELE0 0 0 0 0LANGSA 0 0 0 0 0IDI 0 0 0 0 0SIGLI 0 0 0 0 0Pada minggu ke-11, tidak tercatat adanya pelayanan vaksin meningitis, vaksin polio, vaksininfluenza, maupun penerbitan ICV dan E-ICV di seluruh wilayah kerja Balai KekarantinaanKesehatan Kelas II Lhokseumawe. Secara umum, kondisi ini menunjukkan bahwa tidak terdapatpermintaan layanan vaksinasi dan dokumen kesehatan selama periode pelaporan.
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 14LAYANAN KEKARANTINAAN KESEHATANDI BANDARASumber : Laporan Mingguan Wilker BKK Kelas II LhokseumaweBerdasarkan rekapitulasi layanan kekarantinaan kesehatan pada pintu masuk bandara edisiminggu ke-11, tercatat bahwa di Bandara Rembele tidak terdapat penerbitan SKLT, SIAOS,maupun SIAJ. Hal yang sama juga terjadi di Bandara Patiambang, di mana seluruh jenis layanantercatat nihil pada periode pelaporan.Sementara itu, di Bandara Malikussaleh terdapat 2 penerbitan SKLT (Surat Keterangan LaikTerbang), sedangkan layanan SIAOS (Surat Izin Angkut Orang Sakit) dan SIAJ (Surat Izin AngkutJenazah) tidak tercatat.Secara keseluruhan, volume layanan pada moda udara tergolong sangat minimal. Tidak adanyapenerbitan SIAOS dan SIAJ menunjukkan tidak terdapat kasus rujukan medis maupunpengangkutan jenazah melalui jalur udara pada periode ini. Kondisi tersebut mencerminkan situasikesehatan pelaku perjalanan yang relatif stabil dan terkendali. Meskipun jumlah layananadministrasi rendah, pengawasan kekarantinaan kesehatan tetap dilaksanakan secara optimalsebagai bagian dari upaya kewaspadaan dini di wilayah pintu masuk kerja BKK Lhokseumawe.020
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 152. LAYANAN KEKARANTINAAN KESEHATAN DI PELABUHANSumber : Laporan Mingguan wilker dan Sinkarkes BKK Kelas II LhokseumaweLAYANAN KEKARANTINAAN KESEHATANDI PELABUHANBKK LHOKSEUMAWE PHQC COP P3K SSCEC HBSERTIFIKATAIRINDUK 11 0 1 1 2 0KREUENG GEUEKUE 10 3 0 0 1 0LANGSA 1 0 0 0 0 0IDI 0 0 0 0 0 0SIGLI 0 0 0 0 0 0Pelaksanaan layanan kekarantinaan kesehatan di pelabuhan pada minggu ke-11 menunjukkanbahwa jenis layanan yang paling banyak diberikan adalah PHQC, dengan total 22 layanan. Hal inimenunjukkan bahwa pelayanan administrasi dan dokumen kekarantinaan masih menjadi layananutama dalam mendukung operasional alat angkut di pelabuhan.Wilker Induk menjadi wilayah dengan jumlah layanan tertinggi, yaitu sebanyak 15 layanan, yangterdiri dari 11 PHQC, 1 P3K, 1 SSCEC, dan 2 HB. Data ini menunjukkan bahwa Induk memilikicakupan pelayanan yang paling beragam dibandingkan wilayah kerja lainnya.Selanjutnya, Pelabuhan Kreueng Geuekuh mencatat 14 layanan, terdiri dari 10 PHQC, 3 COP, dan 1HB. Tingginya layanan di wilayah ini menunjukkan bahwa aktivitas operasional kapal dan kebutuhandokumen kekarantinaan kesehatan masih cukup tinggi.Sementara itu, Wilker Langsa hanya mencatat 1 layanan PHQC, sedangkan Wilker Idi dan WilkerSigli tidak mencatat adanya pelayanan selama periode pengawasan minggu ke-11.Dari keseluruhan jenis layanan, tidak terdapat penerbitan Sertifikat Air pada minggu ini. Hal ini dapatmenunjukkan bahwa tidak ada permohonan atau kebutuhan layanan terkait pemeriksaan dansertifikasi air pada alat angkut yang diperiksa selama periode tersebut.
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 16Sumber : Laporan Mingguan wilker dan Sinkarkes BKK Kelas II LhokseumawePENGAWASAN SANITASI ALAT ANGKUT111010025635Edisi minggu ke - 11Pelaksanaan pengawasan sanitasi alat angkut pada minggu ke-11 menunjukkan bahwa kegiatanpengawasan masih didominasi oleh wilayah kerja pelabuhan, namun wilayah kerja bandara jugamencatat aktivitas pengawasan yang cukup aktif.Wilker Induk menjadi wilayah dengan jumlah pengawasan tertinggi, yaitu sebanyak 11 alat angkut,disusul oleh Pelabuhan Kreueng Geuekuh sebanyak 10 alat angkut. Tingginya angka pengawasanpada kedua wilayah ini menunjukkan bahwa aktivitas operasional alat angkut laut masih menjadi fokusutama pelaksanaan pengawasan sanitasi.Sementara itu, Wilker Langsa mencatat 1 alat angkut yang dilakukan pengawasan sanitasi, sedangkanWilker Idi dan Wilker Sigli tidak mencatat adanya kegiatan pengawasan pada periode ini.Pada sektor bandara, pengawasan sanitasi juga tetap berjalan, dengan Bandara Patiambang mencatatjumlah tertinggi yaitu 6 alat angkut, diikuti Bandara Malikussaleh sebanyak 5 alat angkut, dan BandaraRembele sebanyak 2 alat angkut. Data ini menunjukkan bahwa pengawasan sanitasi pada modatransportasi udara juga tetap dilaksanakan secara rutin sesuai aktivitas penerbangan yang ada.Secara keseluruhan, data minggu ke-11 menunjukkan bahwa pengawasan sanitasi alat angkutdilakukan secara menyeluruh pada moda transportasi laut dan udara, dengan fokus terbesar tetapberada pada wilayah pelabuhan.
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 17Sumber : Laporan Mingguan BKK Kelas II LhokseumawePENYAKIT POTENSIAL KLB DAN PTMHasil pemantauan pada minggu ke-11 menunjukkanbahwa tidak terdapat peningkatan kasus penyakitpotensial KLB di seluruh wilayah kerja. Tidakditemukannya kasus gangguan pencernaan, ISPA,maupun diare menunjukkan bahwa kondisi kesehatanlingkungan dan faktor risiko penularan penyakit menularmasih dalam keadaan terkendali.Kasus yang tercatat pada periode ini hanya berasal darikelompok penyakit tidak menular (PTM), yaitu 1 kasushipertensi dan 1 kasus diabetes melitus (DM) yangditemukan di Wilker Sigli. Temuan ini menunjukkan bahwagangguan kesehatan yang muncul pada minggu ke-11lebih mengarah pada penyakit degeneratif atau metabolik,bukan penyakit menular yang berpotensi menimbulkanKLB.Sementara itu, seluruh wilayah kerjalainnya seperti Langsa, Induk,Malikussaleh, Kreueng Geuekuh,Rembele, Patiambang, dan Idi tidakmencatat adanya kasus penyakitpotensial KLB maupun PTM selamaperiode pelaporan.Secara umum, kondisi ini mencerminkanbahwa situasi kesehatan masyarakatdan pelaku perjalanan pada pintu masuknegara/wilayah kerja masih relatif aman,dengan tidak adanya indikasi kejadianpenyakit menular yang perlu diwaspadaisecara khusus pada minggu ke-11.
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 18EDUKASI KESEHATAN
BULETIN EPIDEMIOLOGIhttps://bkklhokseumawe.com bkklhokseumawe 19TTIIMM RREEDDAAKKSSIIPPeennaanngggguunngg JJaawwaabbPPlltt.. KKeeppaallaa BBKKKK KKeellaass IIII LLhhookksseeuummaawweeNNss.. HHuussiinn,, SS..KKeepp,, MM..SS..MMPPeennggaarraahhKKeeppaallaa SSuubb BBaaggiiaann AAddmmiinniissttrraassii uummuummNNss.. HHuussiinn,, SS..KKeepp,, MM..SS..MMKKeettuuaa TTiimm KKeerrjjaa IISSuurrvvaaiillaannss ddaann PPeenniinnddaakkaann PPeellaannggggaarraannKKeekkaarraannttiinnaaaann KKeesseehhaattaannGGuunnaawwaann SS..KKeepp NNeerrss,, MM..KKeess ((EEppiidd))AAnnggggoottaaEElliissaawwaattii,, SS..KKeepp,, NNeerrss,, MM..SS..MM ((EEppiidd))RRiiaa RRoossmmaawwaarrddaannii,, AAMMdd,, KKeeppAAnnggggii AAnnddiinnii SSiirraaggiihh,, SSKKMMKKoonnttrriibbuuttoorrTTiimmkkeerr IITTiimmkkeerr IIIITTiimmkkeerr IIIIIITTiimmkkeerr IIVVTTiimmkkeerr VVPPeettuuggaass WWiillkkeerr BBaannddaarraa ddaann PPeellaabbuuhhaannEEddiittoorrTThhaahhiirraahh,, AAMMdd,, FFaarrmmPenanggung JawabPlt. Kepala BKK Kelas II LhokseumaweNs. Husin, S.Kep, M.S.MPengarahKepala Sub Bagian Administrasi umumNs. Husin, S.Kep, M.S.MKetua Tim Kerja ISurvailans dan Penindakan PelanggaranKekarantinaan KesehatanGunawan S.Kep Ners, M.Kes (Epid)AnggotaElisawati, S.Kep, Ners, M.S.M (Epid)Ria Rosmawardani, AMd, KepAnggi Andini Siragih, SKMKontributorTimker ITimker IITimker IIITimker IVTimker VPetugas Wilker Bandara dan PelabuhanEditorThahirah, AMd, Farm
BKK LHOKSEUMAWE