The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

2. MODUL PRAKARYA 7, SMT 2 22.23

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Iin Setya Rachmawati, 2024-05-08 00:36:43

Prakarya kelas 7 semester 2

2. MODUL PRAKARYA 7, SMT 2 22.23

Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 1 Kata Pengantar Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Alhamdulillah kami sampaikan ke hadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan karunia-Nya kepada kita sehingga sampai hari ini kita masih diberi Dinit kemudahan untuk selalu terbuka akal pikiran, mata, dan hati dalam rangka mencari ilmu, sehingga dapat menyusun Bahan Ajar ini. Bahan Ajar ini kami susun sebagai penunjang belajar anak didik yang kami buat berdasarkan Kurikulum Merdeka sesuai dengan ketentuan kurikulum 2013. Kurikulum Merdeka untuk SMP/MTs menyajikan organisasi Kompetensi Dasar kurikulum yang dilakukan dengan cara mempertimbangkan kesinambungan antarkelas dan keharmonisan antarmata pelajaran yang diikat dengan Kompetensi Inti. Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran sehingga struktur Kurikulum SMP/MTs menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran dan jumlah materi berkurang. Materi yang disusun dalam bahan ajar ini memperhatikan kejelasan dan kesantunan berbahasa sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Materi yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, kegiatan kreatif dan ilmiah, pendidikan antikorupsi, pilar-pilar kebangsaan serta tugas-tugas yang membentuk karakter mulia mewarnai penyajian buku ini secara keseluruhan. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal dalam pencapaian hard skill dan soft skill pada peserta didik. Dengan Bahan Ajar ini, siswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercapai tujuan pendidikan yang sebenarnya. Tujuan pendidikan yang ingin kita capai adalah membentuk siswa yang beriman, bertakwa, sehat, mandiri, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja keras, berpengetahuan dan menguasai teknologi serta memiliki life skill yang berdaya guna serta berkarakter. Kami sadar dan yakin bahwa Bahan Ajar ini masih banyak kekurangan sehingga kami mengharap adanya saran atau kritik yang bersifat membangun dari berbagai pihak dan tidak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang membantu atas tersusunnya Bahan Ajar ini. Semoga semua yang kita lakukan tercatat sebagai amal ibadah. Amiiin. Temanggung, November 2022 TIM PENYUSUN MODUL PRAKARYA VII SMP/MTS SEMESTER GENAP KURIKULUM MERDEKA Koordinator : Koordinator Penulis Prakarya SMP/MTs Temanggung Penyusun : Anggianti S, S.Pd Titik Hadiwiyati, S.Pd Khusnul Khotimah, S.Pd. Editor : Tim Editor Prakarya SMP/MTs Setter dan : Tim Setter dan Lay Outer Lay Out : Prakarya SMP/MTs Desainer : Tim Desainer Prakarya Sampul : SMP/MTs Cetak : Tim Cetak Penerbit dan Percetakan © Naskah 06 © BUKU INI MILIK : NAMA :…………………………………………………………………………... KELAS :…………………………………………………………………………... NO. ABSEN :…………………………………………………………………………... SEKOLAH :…………………………………………………………………………...


2 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) Kata Pengantar dan Tim Penyusun ……………………………………………………………………… 1 Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………….2 Modul 1. SAYUR BAIK BAGI KESEHATAN………………………………………………………………4 A. Ruang Lingkup Komoditas Sayur ................................................................................................. 5 1. Mengenal Sayuran di Lingkungan Kita ………………...……………………………………………5 2. Klasifikasi sayuran ................................................................................................................... 5 B. Kandungan dan manfaat sayur ......................................................................................................10 C. Latihan Soal ...................................................................................................................................11 D. Teknik Pengolahan Pangan ...........................................................................................................13 Latihan Soal 2 ................................................................................................................................15 E. Pengolahan Sayur Menjadi Minuman dan Makanan Menyehatkan.................................................17 1. Pengolahan sayur menjadi minuman sari sayur (Jus) ..............................................................17 2. Pengolahan sayur menjadi makanan tumisan sayur ……………………………………………....20 3. Pengolahan sayur menjadi makanan asinan sayur ……………………………………………......22 Latihan Soal 3 ……………………………………………....................................................................24 Praktik Pembuatan Olahan Pangan Sayur…………………………………………………………….. .27 Modul 2. Produk Olahan Non Pangan Sayur ..................................................................................34 A. Bahan Produk Olahan Non Pangan Sayur ....................................................................................35 B. Kemasan Produk Non Pangan Sayur ............................................................................................36 Latihan Soal 4 ……………………………………………....................................................................36 C. Pembuatan Kemasan dan Produk Olahan Non Pangan Sayur.......................................................39 Sumatif Asesment Lingkup Materi Semester Genap……………………………………………………42 Daftar Pustaka ..................................................................................................................................46 Daftar Isi ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) TOPIK SAYURAN Apakah kamu pernah makan atau membuat makanan dari sayur?


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 3 Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila Observasi dan Eksplorasi Peserta didik mampu mengamati secara sistematis modifikasi bahan, alat dan teknik sesuai potensi lingkungan/kearifan lokal serta mendeskripsikan produk budi daya dari berbagai sumber. 1. Peserta Didik Mampu mengamati sayuran menjadi produk olahan pangan higienis hasil modifikasi kearifan lokal/potensi lingkungan dan produk non pangan yang bernilai ekonomis dari berbagai sumber Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia,gotong royong, mandiri 2. Peserta didik Mendeskripsikan pengertian sayuran menjadi produk olahan pangan higienis hasil modifikasi kearifan lokal / potensi lingkungan dan produk non pangan yang bernilai ekonomis dari berbagai sumber. 3. Peserta didik Menjelaskan Klasifikasi sayuran berdasarkan bagian tanaman yang dimakan dan pigmenyang dikandung 4. Peserta didik Menyebutkan Kandungan dan Manfaat Sayuran 5. Peserta didik mampu menyebutkan teknik pengolahan pangan, alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan sayuran menjadi produk olahan pangan yang higienis hasil modifikasi kearifan lokal/potensi lingkungan dan produk non pangan yang bernilai ekonomis dari berbagai sumber 6. Peserta didik mampu mendeskripsikan prosedur pembuatan produk olahan pangan sayuran yang higienis hasil modifikasi kearifan lokal/potensi lingkungan dan produk non pangan yang bernilai ekonomis dari berbagai sumber 7. Peserta didik mampu mendeskripsikan penyajian dan pegemasan sayuran 8. Peserta didik mampu menunjukkan penggunakan penyajian dan pengemasan sayuran Desain/ Perencanaan Peserta didik mampu menyusun rencana pembuatan produk olahan pangan higienis dan non pangan melalui modifikasi bahan, peralatan dan teknik berdasarkan studi kelayakan produksi dan potensi lingkungan serta kearifan lokal. Peserta didik mampu menyusun rencana pembuatan produk olahan pangan sayuran yang higienis dan non pangan melalui modifikasi bahan, peralatan dan teknik berdasarkan studi kelayakan produksi dan potensi lingkungan serta kearifan lokal. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia,gotong royong, mandiri, kreatif Produksi Peserta didik mampu membuat produk olahan pangan higienis dan non pangan secara bertanggung jawab berdasarkan potensi lingkungan dan atau kearifan lokal dengan modifikasi bahan, peralatan atau teknik, serta ditampilkan dalam bentuk penyajian dan pengemasan yang menarik. Peserta didik mampu membuat produk olahan pangan sayuran yang higienis dan non pangan secara bertanggung jawab berdasarkan potensi lingkungan dan atau kearifan lokal dengan modifikasi bahan, peralatan atau teknik, serta ditampilkan dalam bentuk penyajian dan pengemasan yang menarik. Refleksi dan evaluasi Peserta didik mampu memberi penilaian hasil pembuatan modifikasi produk olahan pangan higienis dan non pangan yang bernilai ekonomis berdasarkan potensi lingkungan dan atau kearifan lokal. Peserta didik mampu memberi penilaian hasil pembuatan modifikasi produk olahan pangan sayuran yang higienis dan non pangan yang bernilai ekonomis berdasarkan potensi lingkungan dan atau kearifan lokal.


4 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) Materi Pokok Materi pokok pada Topik Sayuran yaitu: A. Ruang lingkup komoditas sayur 1. Mengenal sayur di lingkungan kita 2. Klasifikasi sayuran B. Kandungan dan manfaat sayur C. Teknik Pengolahan Pangan D. Pengolahan Sayur Menjadi Minuman Dan Makanan Menyehatkan 1. Pengolahan sayur menjadi minuman sari sayur (jus) 2. Pengolahan sayur menjadi makanan tumisan sayur 3. Pengolahan sayur menjadi makanan asinan sayur E. Membuat Produk Olahan Non Pangan Sayur F. Menyajikan dan Mengemas Produk Olahan Non Pangan Sayur Sayuran termasuk menu wajib makanan sehat, karena kandungan yang terdapat dalam sayuran sangat baik dan diperlukan untuk kesehatan tubuh. Mengapa setiap orang disarankan untuk mengonsumsi sayuran setiap hari? Secara umum, kandungan utama apa saja yang terdapat dalam sayuran? Nutrisi yang terdapat dalam sayuran sangat berkhasiat bagi kesehatan. Menurut pakar kesehatan, orang yang banyak mengonsumsi sayuran membuat tubuh lebih energik, tidak mudah lelah dan lebih sehat. Pada sayuran terkandung banyak nutrisi dan khasiat obat yang baik bagi tubuh. Selain itu, dengan mengonsumsi sayuran kebutuhan serat bagi tubuh dapat terpenuhi. Serat yang terkandung pada sayuran dapat memudahkan proses penyerapan makanan dan melancarkan sistem pencernaan. Sayuran merupakan makanan yang sangat baik bagi orang yang ingin diet secara sehat. Adakah diantara kamu yang memiliki tanaman sayuran di rumah?


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 5 Pentingnya Minuman dan Makanan Kesehatan Kesehatan Minuman dan Makanan yang sehat sangat diperlukan untuk menjaga tubuh agar tetap bugar dan sehat. Tidak semua makanan dan minumam yang ada di pasaran sehat dan aman dikonsumsi. Oleh karena itu, kalian harus berhati-hati memilih makanan dan minuman yang akan kalian konsumsi. Agar suatu produk pengolahan berhasil dengan baik maka perlu memperhatikan tahapan/ proses pembuatan pengolahan pangan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan pembuatan, penyajian/ pengemasan dan evaluasi. Mengapa? Agar dapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan, dan aman bagi kehidupan manusia. Manfaat Minuman dan Makanan Kesehatan Sesuai dengan kegunaannya, maka makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat dikelompokkan sebagai berikut. 1. Makanan sebagai sumber tenaga terutama yang mengandung hidrat arang seperti: beras, jagung, terigu, kentang, umbi-umbian, dan lain-lain; serta yang mengandung lemak seperti: ikan, daging, telur, dan jenis kacang-kacangan. 2. Makanan sebagai sumber zat pembangun. Protein oleh tubuh digunakan sebagai bahan pembentukan sel-sel jaringan tubuh yang baru, pembentukan sel darah merah, sel darah putih, serta zat kekebala atau antibodi. 3. Makanan sebagai sumber zat pengatur. Vitamin dan garam mineral diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang kecil, namun mutlak diperlukan tubuh. Makanan yang mengandung vitamin dan garam mineral adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Ketiga kelompok zat makanan tersebut, semuanya diperlukan dan penting bagi tubuh, sehingga kelompok yang satu tidak bisa menggantikan kelompok yang lain. Ketiga kelompok zat makanan harus terdapat dalam susunan makanan kita sehari-hari, yang biasa disebut dengan menu seimbang A. RUANG LINGKUP KOMODITAS SAYUR 1. Mengenal Sayuran di Lingkungan Kita Menurut ilmu pertanian, sayuran termasuk tanaman hortikultura. Hortikultura merupakan ilmu pertanian yang berkaitan dengan budidaya sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan termasuk tanaman obat- obatan. Sayuran merupakan bahan pangan yang berasal dari bagian vegetatif tumbuhan yang mengandung kadar air dan serat yang tinggi yang dikonsumsi dalam keadaan segar atau setelah diolah. Sayuran memiliki kandungan banyak nutrisi, seperti potassium, asam folat, serat makanan, vitamin A, vitamin E, dan vitamin C. Sebagian sayur mempunyai sifat mudah rusak (perishable) karena sayur memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga daya simpan sayur tidak tahan lama (umur pendek). Selain itu, sayuran tidak dapat dipanen setiap saat karena sayuran merupakan tanaman musiman. Tingkat kematangan dari sayuran mempengaruhi sifat fisik sayuran, maka setiap jenis sayuran memiliki sifat fisik yang berbeda mulai dari warna, rasa, aroma, kekerasan, tekstur dan penampakan. 2. Klasifikasi sayuran Klasifikasi sayuran dapat ditinjau berdasarkan bagian tanaman yang dapat dimakan dan pigmen yang dikandung. a. Berdasarkan Bagian Tanaman yang Dimakan Berdasarkan perkembangbiakannya, organ tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua bagian Rangkuman Materi


6 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) yaitu bagian vegetatif (daun, batang, akar) dan bagian generatif (buah, bunga, biji). Berikut ini klasifikasi sayuran berdasarkan bagian tanaman yang dapat dimakan. 1) Sayuran daun (leaf vegetables) Sayuran daun merupakan jenis sayuran yang dapat dikonsumsi pada bagian daunnya. Sayuran daun dengan kualitas bagus adalah jika bagian daunnya utuh, tidak berlubang atau terdapat bekas gigitan hama dan tidak busuk, serta batang dan daun berwarna segar. Contoh sayuran daun antara lain bayam, kangkung, sawi, kubis, daun kemangi, daun melinjo, daun singkong, pokcay, pohpohan dan lettuce/selada. (sumber : Dokumen Kemdikbud) Gambar 2. Sayuran daun sawi dan pohpohan 2) Sayuran batang (stem vegetables) Sayuran batang yang dimanfaatkan adalah bagian batang dari tumbuhan yang terdiri dari buku dan ruas sebagai tempat menempelnya daun. Sayuran batang yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri warna batang masih muda, berwarna cerah, dan bersih, biasanya didapat pada batang yang masih muda, serta tidak ada bagian yang busuk atau digigit hama. Contoh sayuran batang yaitu asparagus, rebung, paku, dan seledri, kecambah, dll. (sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 3 Sayuran batang: rebung dan asparagus 3) Sayuran akar (root vegetables) Sayuran akar berupa umbi-umbian, karena umbi merupakan akar menggembung. Sayuran akar banyak mengandung karbohidrat dan berbagai nutrisi sehat lainnya. Sayuran akar yang baik adalah yang sudah berumur cukup, ukurannya besar, tidak tumbuh tunas,dan tidak ada bagian yang membusuk. Contoh sayuran akar yaitu kentang, wortel, lobak, bit, talas, ubi kayu, ubi jalar. (sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 4 Sayuran akar: lobak dan kentang


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 7 4) Sayuran polong Sayuran polong yang dimanfaatkan tidak hanya pada bagian polongnya tetapi kulitnya bisa ikut dimakan juga. Kualitas sayuran polong yang baik biasaya yang muda, biji sayuran tidak menonjol dan kulitnya masih lurus. Warna buah terlihat segar dan tidak ada bagian yang rusak. Yang termasuk sayuran polong antara lain buncis, kapri, kacang panjang, kacang merah dan kedelai. (sumber : Dokumen Kemdikbud) Gambar 5 Sayuran polong: petai dan buncis 5) Sayuran bunga (flower vegetables) Tanaman sayuran yang berasal dari organ generatif dan yang dimanfaatkan pada bagian bunganya. Sayuran bunga dikatakan memiliki kualitas baik jika bunga/ kembang tersusun secara kompak, ukurannya besar, berwarna cerah segar dan tidak ada bagian yang rusak / digigit hama. Contoh sayuran bunga yaitu brokoli, kembang kol, kecombrang, dan bunga turi, bunga daun pepaya, dll. (sumber : Dokumen Kemdikbud) Gambar 6 Sayuran bunga: brokoli dan kembang kol 6) Sayuran buah (fruit vegetables) Sayuran buah dihasilkan dari penyerbukan dan pertumbuhan yang terjadi pada organ bunga, sehingga yang dimanfaatkan bagian buahnya. Sayuran buah yang memiliki kualitas baik biasanya dengan tingkat umur yang cukup (tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua), berukuran besar dan sayuran buahnya berwarna cerah segar serta tidak ada bagian buah yang busuk atau bekas gigitan hama. Contohnya tomat, cabai, paprika, timun, terong, pare, labu siam, jagung dan oyong. (sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 7 Sayuran buah: tomat dan timun


8 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) 7) Sayuran umbi batang Sayuran umbi batang adalah batang yang tumbuh ke dalam tanah, ujung batang membengkak membentuk umbi karena penimbunan makanan yang tertimbun tanah. Pada permukaan tanaman umbi batang terdapat daun yang berubah menjadi sisik dan pada ketiak sisik terdapat mata tunas sebagai calon tumbuhan baru. Kualitas sayuran umbi yang baik memiliki ciri-cii: sayuran umbi sudah cukup umur, berukuran besar, tidak tumbuh tunas dan bagian luar tidak ada yang busuk, memar atau bekas gigitan hama. Contoh sayuran umbi batang diantaranya singkong, talas, ubi jalar, gadung, gambili, dan umbi bit. (sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 8 Sayuran umbi batang: talas 8) Sayuran umbi lapis (bulb vegetables) Sayuran umbi lapis sayuran yang tumbuh di bawah permukaan tanah dan menghasilkan lapisan umbi tebal, rimbun, sudah berumur cukup dan menembak di atas tanah. Misalnya bawang merah, bawang putih, bawang bombay, daun bawang/bawang perai dan adas. (sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 9 Sayuran umbi lapis: bawang bombay dan bawang merah 9) Sayuran jamur (mushroom) Sayuran jamur secara ilmiah bukanlah tumbuhan, tetapi bagian cendawan dapat dimakan sehingga digolongkan sebagai sayuran. Sayuran jamur yang baik adalah yang masih muda, bersih dan tidak ada bagian yang rusak terkena hama atau busuk. Contohnya jamur merang, jamur kancing, jamur tiram dan jamur kuping. (sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 10 Sayuran umbi batang: talas


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 9 b. Berdasarkan Pigmen yang Dikandung 1) Sayuran berwarna hijau Sayuran berwarna hijau terbentuk oleh klorofil. Kandungan klorofil pada sayuran hijau dalam suasana asam akan berubah menjadi hijau tua dan dalam suasana basa menjadi hijau terang. Klorofil mengandung vitamin A, C, dan K yang bermanfaat untuk proses pembentukan sel darah merah sehingga dapat mencegah anemia, mempercepat proses penyembuhan pada luka, dan melancarkan proses detoksifikasi tubuh serta membantu dalam pembentukan tulang. Sayuran hijau kaya akan saponin, indoles, dan karetenoid yang dapat mengatasi radikal bebas, dan mencegah kanker. Selain itu juga mengandung unsur mineral di antaranya zat besi, zat kapur, magnesium dan fosfor. Sayuran berwarna hijau antara lain daun singkong, bayam, kangkung, sayur katuk, seledri, daun melinjo, daun singkong, daun kemangi, daun selada, genjer dan sebagainya 2) Sayuran berwarna ungu Sayuran berwarna ungu memiliki pigmen yang mengandung antioksidan, bermanfaat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular alias penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Kandungan flavonoid dan asam ellagic dalam sayuran berwarna ungu dapat menghancurkan sel kanker serta meningkatkan daya ingat. Semakin gelap warnanya, semakin banyak kandungannya. Selain itu juga mengandung vitamin A dan kalsium yang tinggi. Sayuran berwarna ungu juga mengandung antiosianin, resveratrol dan asam elagik yang bisa menangkap radikal bebas dan mencegah terserang penyakit kanker, diabetes dan serangan jantung. Yang termasuk sayuran berwarna ungu seperti terong ungu, bawang, bayam ungu, kol ungu dan paprika ungu. 3) Sayuran berwarna merah/biru Sayuran dapat berwarna merah / biru karena adanya zat anthocyanin yang sensitif terhadap perubahan pH dan dapat larut dalam air. Ketika pH dalam keadaan netral, pigmen berwarna ungu, ketika dalam keadaan asam, pigmen berwarna merah, sedangkan saat terdapat basa, pigmen berwarna biru. Contoh sayuran berwarna merah/biru yaitu kubis merah, bit, tomat, cabe,dan paprika. 4) Sayuran berwarna kuning/oranye Warna kuning / oranye pada sayuran berasal dari kandungan beta dan alfa karoten yang tidak akan berubah dengan pengolahan atau pH. Kandungan beta dan alfa karoten inilah yang dapat diolah menjadi vitamin A oleh tubuh manusia. Vitamin ini mampu meningkatkan penglihatan, kulit, gigi dan tulang. Selain itu juga mengandung vitamin B kompleks yang disebut folat membantu mencegah cacat janin pada ibu hamil. Beta karoten juga dapat berfungsi sebagai penghambat proses penuaan sel-sel dalam tubuh, membantu meremajakan sel-sel tubuh, dan memberikan sistem kekebalan agar tidak mudah terserang penyakit. Sayuran berwarna kuning/oranye adalah ubi jalar, wortel, biji melinjo, dan labu kuning.


10 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) B. KANDUNGAN DAN MANFAAT SAYURAN Indonesia memiliki kekayaan tanaman sayuran yang beraneka macam. Kita patut bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan pada bangsa Indonesia. Setiap tanaman sayuran memiliki kandungan dan manfaat yang berbeda-beda. Sayuran sangat baik untuk kesehatan tubuh karena kandungan serat yang tinggi serta nutrisi lainnya. Berikut ini kandungan dan manfaat dari beberapa sayuran. 1. Kangkung Sayur kangkung banyak terdapat di negara tropis dan subtropis. Ada dua varietas sayur kangkung yaitu kangkung darat dan kangkung air. Jenis kangkung yang biasanya digunakan adalah kangkung darat karena proses budidayanya lebih mudah, dapat dilakukan di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Sayur kangkung sangat mudah tumbuh di tanah lembab karena media hidupnya di air. Cita rasanya yang nikmat, daunnya yang lembut dan pengolahannya yang mudah menjadi berbagai macam menu membuat sayuran kangkung banyak disukai masyarakat. Daun dan batang ujung kangkung yang masih muda bisa dimakan mentah atau dimasak tumis hanya dengan bawang putih dan sedikit garam. Selain sayuran yang enak rasanya, sayur kangkung juga kaya kandungan nutrisi dan manfaat. Kangkung memiliki kandungan vitamin A yang sangat tinggi berguna sebagai antioksidan untuk menangkal serangan radikal bebas pada kornea mata, serta mengandung beta karotin yang menjaga mataagar tetap sehat. Selain itu, kangkung mengandung vitamin C lebih tinggi daripada buah-buahan yang dapat menangkal serangan virus flu dan sariawan. Kangkung mengandung zat besi yang baik untuk menambah hemoglobin, bermanfaat mencegah dan mengurangi anemia, mengandung serat untuk mengatasi sembelit, dan ekstrak sayur kangkung baik untuk penyerapan kadar gula di dalam tubuh dan menghambat proses kenaikan kadar gula di dalam darah (diabetes melitus). Apabila kita sulit tidur dengan mengonsumsi kangkung bisa tidur pulas karena mengandung unsur sedatif yang berfungsi sebagai obat tiduralami. 2. Jagung Jagung mempunyai berbagai khasiat bagi kesehatan kita. Jagung memiliki banyak serat sehingga dapat memperbaiki saluran pencernaan, mencegah wasir, sembelit, dan juga menurunkan tingkat risiko kanker usus besar. Antioksidan yang terkandung di dalamnya bisa membantu merawat kulit agar tetap awet muda. Jagung kaya akan mineral, memiliki kandungan zat besi, magnesium, serta fosfor yang tinggi yang sangat dibutuhkan oleh tulang agar tetap sehat dan bisa meningkatkan fungsi ginjal. Asam folat (vitamin B9) yang tinggi pada jagung dapat mencegah anemia, baik untuk wanita hamil karena dapat mencegah bayi kekurangan berat badan dan cacat lahir. Kandungan karotenoid, vitamin C, dan juga bioflavonoids yang terdapat di dalam jagung manis dapat membantu untuk menjaga jantung tetap sehat dengan cara mengendalikan kadar kolesterol di dalam darah serta meningkatkan sirkulasi darah di dalam tubuh. 3. Wortel Wortel (daucus carota) seringkali dikatakan sebagai buah karena banyak orang memakannya secara mentah, seperti buah yang dikupas kulitnya, dicuci lalu dimakan. Wortel dengan rasanya yang manis amat disukai anak-anak jika dibuat sayur sop. Wortel bagian akar/umbi yang dimakan dan umumnya bewarna oranye agak kemerahan. Ini menandakan wortel kaya akan kandungan betakaroten (vitamin A). Zat gizi ini sangat baik untuk kesehatan mata dan kulit. Wortel juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi sehingga membuatnya memiliki sifat antioksidan tinggi. Selain itu, wortel juga mengandung asam folat, kalsium, mangan, fosfor, kromium, zat besi, dan seng, serta serat. Kandungan wortel yang amat kaya ini menjadikan wortel sangat dianjurkan oleh ahli kesehatan untuk menambahkan wortel dalam


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 11 konsumsi harian. Banyak manfaat yang bisa dirasakan tubuh bila membiasakan mengonsumsi wortel. Berikut ini beberapa manfaat wortel: a. Dapat mengatasi sembelit dari kandungan serat wortel yang dapat menaikkan volume feses sehingga memperlancar buang air besar. b. Dapat menyehatkan kulit jika rajin makan wortel setiap hari. Kulit kering secara perlahan-lahan akan tampak sehat dan cemerlang. c. Dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin yang terdapat pada wortel, juga mempercepat penyembuhan luka dan peradangan yang disebabkan oleh virus d. Dapat mengatasi hipertensi, jika rutin meminum air wortel setiap harinya. e. Dapat menjaga kesehatan gigi jika suka mengunyah wortel mentah- mentah, f. Dapat menghilangkan plak dari gigi, mencegah perdarahan pada gusi dan memelihara gigi agar tetap sehat dan kuat. g. Menurunkan resiko stroke dan kanker. 4. Bayam Bagian bayam yang dikonsumsi adalah daunnya. Bayam memiliki daun lebar dan berwarna hijau cerah. Sayur bayam sangat digemari oleh anak-anak, anak muda, dan orang tua. Menurut hasil penelitian, bayam memiliki banyak kandungan dan manfaat bagi kesehatan. Flavonoid dalam bayam memiliki sifat antioksidan dan antikanker. Bayam mengandung vitamin K yang tinggi dan mineral lainnya seperti magnesium, seng, tembaga, dan fosfor. Kandungan mineral-mineral tersebut bermanfaat untuk melindungi pengeroposan tulang dan menguatkan tulang. Vitamin K pada bayam juga berperan menjaga kesehatan fungsi otak dan sistem syaraf. Magnesium dalam bayam membantu dalam menjaga tekanan darah normal. Vitamin C dengan sifat alkalinitas dalam bayam memberikan manfaat anti inflamasi dan peningkatan sistem kekebalan tubuh. Bayam sangat bermanfaat bagi kecerdasan otak dan menjaga kesehatan mata karena mengandung karetenoid. I. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C atau D pada jawaban yang paling benar ! 1. Berdasarkan perkembangbiakannya, organ tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu bagian vegetatif (daun, batang, dan akar) dan bagian generatif (buah, bunga, biji). Manakah yang termasuk jenis sayuran buah …. A. tomat, brokoli dan pare C. tomat, terong ungu dan pare B. terong ungu, buncis, kubis D. terong ungu, brokoli dan pare 2. Sawi, kubis, lettuce, pohpohan merupakan jenis sayuran yang dapat dikonsumsi pada bagian …. A. daun C. bunga B. batang D. biji 3. Perhatikan gambar berikut! Gambar disamping adalah contoh sayuran yang diambil dari bagian …. A. daun B. batang C. akar D. umbi lapis


12 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) 4. Bawang merah, bawang putih, bawang bombay, daun bawang/ bawang prei dan adas, merupakan jenis sayuran yang berasal dari bagian …. A. batang C. umbi lapis B. umbi batang D. akar 5. Jamur secara ilmiah bukanlah tumbuhan, tetapi bagian cendawan dapat dimakan sehingga digolongkan sebagai sayuran. Dibawah ini yang termasuk sayuran jamur adalah …. A. merang, tiram, kuping C. bulat, kancing, kuping B. tiram, bulat, kuping D. merang, tiram, bulat 6. Perhatikan tabel berikut! 1 Ada 2 varietas yaitu darat dan air 2 Mengandung vitamin A yang sangat tinggi sebagai antioksidan 3 Mengandung vitamin C lebih tinggi ari buah-buahan yang dapat menangkal serangan virus flu dan sariawan 4 Mengandung zat besi untuk menambah hemoglobin 5 Mengandur unsur sedative sebagai obat tidur alami Berdasarkan pernyataan diatas merupakan kandungan dan manfaat dari …. A. bayam C. jagung B. brokoli D. kangkung 7. Sayuran yang memiliki kandungan alfa dan beta-karoten yang tidak akan berubah dengan pengolahan atau pH. Zat tersebut dapat berfungsi sebagai penghambat proses penuaan sel-sel dalam tubuh, membantu meremajakan sel-sel tubuh, dan memberikan sistem kekebalan agar tidak mudah terserang penyakit. Pernyataan tersebut merupakan kandungan dan manfaat dari sayuran …. A. sayuran berwarna hijau C. sayuran berwarna merah/biru B. sayuran berwarna ungu D. sayuran berwarna kuning/oranye 8. Perhatikan tabel berikut ini! 1 Dapat mengatasi sembelit 2 Dapat menyehatkan kulit 3 Dapat meningkatkan daya tahan tubuh 4 Dapat mengatasi hipertensi 5 Dapat menghilangkan plak dari gigi Berdasarkan pernyataan diatas merupakan manfaat dari …. A. wortel C. kangkung B. bayam D. jagung 9. Sayur bayam sangat digemari oleh anak-anak, menurut hasil penelitian bayam memiliki banyak kandungan dan manfaat bagi kesehatan, diantaranya sangat bermanfaat bagi kecerdasan otak dan menjaga kesehatan mata karena bayam mengandung …. A. glukosa C. fruktosa B. karetenoid D. yodium 10. Perhatikan table dibawah ini! No Kandungan dan manfaat sayuran Jenis sayuran 1 Berwarna oranye agak kemerahan, mengandung betakaroten A Kobis 2 Mengandung vitamin K yang tinggi dan mineral lainnya seperti magnesium, seng, tembaga, dan fosfor yang bermanfaat untuk melindungi pengeroposan tulang dan menguatkan tulang B Kacang panjang 3 Dapat menurunkan resiko stroke dan kanker. C Sawi 4 Mengandung zat besi yang baik untuk menambah hemoglobin, bermanfaat mencegah dan mengurangi anemia, mengandung serat untuk mengatasi sembelit D Kangkung


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 13 Manakah yang tepat pasangannya …. A. 1 – A C. 3 - C B. 2 – B D. 4 –D II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Sayuran daun merupakan jenis sayuran yang dapat dikonsumsi padabagian daunnya. Sayuran daun dengan kualitas bagus adalah jika bagian daunnya utuh, tidak berlubang dan tidak busuk, serta batang dan daun berwarna segar, sebutkan contoh sayuran daun yang kalian ketahui! Jawab : ........................................................................................................................................... 2. Sayuran polong yang dimanfaatkan tidak hanya pada bagian polongnya tetapi kulitnya bisa ikut dimakan juga, sebutkan contoh sayuran polong yang kalian ketahui! Jawab : ........................................................................................................................................... 3. Sebutkan kandungan dan manfaatnya bagi tubuh dari sayuran yang berwarna ungu! Jawab : ........................................................................................................................................... 4. Sebutkan kandungan dan manfaatnya bagi tubuh dari sayuran wortel! Jawab : ........................................................................................................................................... 5. Sebutkan kandungan dan manfaatnya bagi tubuh dari sayur bayam! Jawab : ........................................................................................................................................... C. TEKNIK PENGOLAHAN PANGAN Pengolahan bahan pangan sayuran menggunakan teknik yang sama dengan pengolahan bahan pangan buah. Di sini akan diuraikan secara singkat teknik dasar pengolahan pangan yang dibedakan menjadi 2 yaitu, teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking). 1. Teknik Pengolahan Pangan Panas Basah (Moist Heat) Teknik ini merupakan suatu pengolahan bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Berikut ini yang termasuk teknik pengolahan pangan panas basah. a. Teknik Merebus (Boiling) Suatu cara mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Cairan yang digunakandiantaranyaberupaair, kaldu,dansusu. b. Teknik Merebus Menutup Bahan Pangan (Poaching) Cara memasak bahan makanan dalam sedikit cairan sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah (titik didih 92º - 96º C) agar jangan sampai mendidih. Bahan makanan yang digunakan biasanya berupa bahan pangan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknyasepertibuah-buahan, sayuran, telur,danikan. c. Teknik Merebus dengan Sedikit Cairan (Braising) Teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan, (kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan-lahan. Cara ini Nilai Catatan Paraf


14 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) sama untuk menyetup bahan makanan agararomayangkeluar menyatudengancairanbahan makanan dan menjadi lebih lunak. d. Teknik Menyetup/Menggulai (Stewing) Mengolah bahan makanan dengan cara menumis bumbu lebih dahulu, dan dilanjutkan dengan merebusnya dengan sedikit cairan dengan api sedang. Penggunaan api sedang dan dalam waktu yang sedikit lama dimaksudkan agar aroma dari bahan masakan keluar dengan sempurna. e. Teknik Mengukus (Steaming) Teknik memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Sebelum mengukus bahan makanan alat pengukus yang sudah berisi air harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih dan mengeluarkan uap, baru masukkan bahan makanan pada alat pengukus. Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak dan lembut, serta nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. f. Teknik Mendidih (Simmering) Teknik memasak bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu, baru api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama hingga muncul gelembung– gelembung kecil pada permukaannya. Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat kaldu yang mengeluarkan ekstrak dari daging yang direbus. g. Teknik Mengetim Teknik memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran di mana salah satu panci lebih kecil. 2. Teknik Pengolahan Pangan Panas Kering (Dry Heat Cooking) Teknik mengolah makanan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Yang termasuk teknik pengolahan pangan panas kering, sebagai berikut. a. Teknik Menggoreng dengan Minyak Banyak (Deep frying) Cara memasak bahan makanan dengan menggunakan minyak/ lemak yang banyak hingga bahan makanan benar–benar terendam sehingga memperoleh hasil yang kering (crispy). Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai bahan makanan termasuk buah, sayuran, daging dan unggas, serta ikan. Pada metode kering ini, karena dipanaskan dalam suhu tinggi, akan terjadi perubahan tekstur, warna, dan rasanya. Pada proses pengolahan dengan metode deep frying ini beberapa kandungan gizi akan rusak, tetapi kandungan energinya akan tinggi karena mengandung lemak. Kandungan vitamin biasanya lebih sedikit yang hilang. b. Teknik Menggoreng dengan Minyak Sedikit (Shallow frying) Suatu proses menggoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit pada wajan datar dengan bahan hanya satu kali dibalik. Dengan teknik ini bahan makanan tidak akan menjadi terlalu matang, asam amino yang terdapat pada bahan makanan akan tetap, meskipun protein akan menyusut, dan juga akan kehilangan beberapa jenis vitamin B. c. Teknik Menumis (Sauteing) Teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan yang dikerjakan dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk-aduk, serta ditambah sedikit cairan sehingga sedikit berkuah/basah. Biasanya cairan yang ditambahkan adalah saus, cream, dan sejenisnya yang dimasukkan pada saat terakhir proses pemasakan. Sebelum menumis hendaknya potongan/irisan bahan makanan dipersiapkan terlebih dahulu. Gunakan minyak zaitun atau minyak kanola yang mengandung minyak sehat dan membantu menurunkan kadar kolesterol berbahaya.


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 15 d. Teknik Memanggang (Baking) Teknik pengolahan bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala arah tanpa menggunakan minyak atau air. e. Teknik Membakar (Grilling) Teknik mengolah makanan di atas lempengan besi panas (gridle) atau diatas pan dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung. Suhu yang dibutuhkan untuk grill sekitar 292ºC. Grill juga dapat dilakukan diatas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya. Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak baik pada makanan yang akan diolah maupun pada alat yang digunakan. Kegosongan merupakan ciri khas dari makanan yang di-grilled. 3. Teknik Pengolahan Pangan Lainnya a. Menghaluskan Membuat bahan pangan menjadi halus dengan bantuan alat blender, parutan, maupun dengan cara diulek. b. Mencampur Menyatukan bahan pangan menjadi tercampur rata. c. Menyaring/Memeras Membuat bahan menjadi halus dengan alat penyaringan baik dari saringan kawat atau kain penyaring supaya diperoleh cairan yang jernih. d. Tidak dimasak Bahan pangan ada yang dapat dimakan mentah (raw food). Umumnya buah dan sayuran dimakan tanpa dimasak. Cara ini yang paling sehat karena kandungan vitamin, mineral, serat, dan enzim dalam sayuran dan buah tidak akan hilang. Selain teknik di atas ada teknik pengolahan yang lain seperti teknik mengasap, mengetim, dan menyangrai. Perbedaan pada teknik dan cara atau proses pengolahan pangan di Nusantara maupun seluruh dunia mencerminkan faktor-faktor sosial, ekonomi, agama, agrikultur, dan estetika yang dianut dan yang memengaruhinya. Walau menikmati makanan mentah atau eat raw food sudah menjadi tren baru bagi sebagian orang, tapi tahukah kamu bahwa beberapa jenis makanan justru meningkat nilai gizinya setelah dimasak. Wah menarik bukan? Apa saja sayuran yang sebaiknya kita masak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi? Sayuran itu adalah wortel, tomat, asparagus, jamur. I. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C atau D pada jawaban yang paling benar! 1. Ratih memasak terong dengan cara meletakkan terong di atas bara langsung dengan alat jeruji panggang, terong dilumuri dengan margarin dan bumbu-bumbu. Setelah masak permukaan terong terlihat ada bagian yang gosong berbentuk jeruji panggang. Teknik memasak ikan yang dilakukan Ratih disebut .... A. Grilling C. sauteing B. Steaming D. baking 2. Udara sangat panas, maka Bu Siti akan menyediakan menu siang hari ini dengan hidangan yang segar, salah satunya adalah urapan sayuran. Agar dapat menghasilkan urapan yang segar dengan warna yang menarik selera Bu Siti memasak dengan memasukkan sayuran ke dalam air yang sudah mendidih, setelah masak sayuran ditiriskan dan dicampur dengan bumbu kelapa. Teknik memasak sayuran yang dilakukan Bu Siti disebut .... A. stewing C. braising B. poaching D. boilling Sebaiknya Kamu Tahu


16 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) 3. Lita mendapat tugas praktik mengolah sayuran. Lita akan membuat cake wortel. Teknik pengolahan yang digunakan adalah dengan menuangkan adonan cake wortel ke dalam loyang kemudian dimasukkan ke dalam oven dengan panas dari segala arah. Teknik memasak cake wortel yang dilakukan Lita adalah .... A. baking C. deep frying B. simmering D. grilling 4. Teknik memasak yang benar sangat menentukan rasa dan nutrisi makanan. Teknik memasak dibagi menjadi 2 yaitu panas kering (Dry heat cooking) dan panas basah (Moist heat) yang termasuk panas basah adalah …. A. merebus (boiling) C. membakar (grilling) B. memanggang (baking) D. menumis (sauteing) 5. Setiap teknik memasak, menggunakan alat yang berbeda – beda. Yang membedakan teknik memasak panas kering antara teknik memanggang (baking) dengan teknik membakar (grilling) dengan adalah .... A. Teknik memanggang (baking) bahan makanan dimasukkan oven, sedangkan teknik membakar (grilling) bahan makanan diletakkan diatas lempengan besi / pan dadar B. Teknik memanggang (baking) bahan makanan diletakkan di atas lempengan besi / pendapar sedangkan teknik membakar (grilling) bahan makanan dimasukkan oven C. Teknik memanggang (baking) dengan menggunakan sedikit minyak, sementara dan cepat sedangkan teknik membakar (grilling) bahan makanan diletakkan diatas lempengan besi / pan dadar D. Teknik memanggang (baking) dengan menggunakan minyak yang banyak, sedangkan teknik membakar (grilling) bahan makanan diletakkan diatas lempengan besi / pan dadar 6. Pada proses pengolahan makanan dengan teknik ini beberapa kandungan gizinya akan rusak, tetapi kandungan energinya tinggi karena mengandung lemak dan akan menghasilkan makanan yang kering (crispy), teknik ini adalah …. A. shallow frying C. sauteing B. deep frying D. baking 7. Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak dan lembut. Nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. Makanan yang diolah dengan cara ini yaitu puding, bolu, sayuran, ikan dan ayam, teknik ini adalah .... A. Simmering C. steaming B. Stewing D. deep frying 8. Memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Bahan makanan diletakkan pada steamer atau pengukus, kemudian uap air panas akan mengalir disekeliling bahan makanan. Pernyataan di atas merupakan pengertian dari .... A. Teknik mengukur (steaming) B. teknik merebus menutup bahan pangan ( poaching) C. teknik merebus dengn sedikit cairan (braising) D. menyetup / menggulai (stewing) 9. Teknik braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan-lahan, tujuannya untuk .... A. bahan makanan lebih kenyal dan aroma keluar B. bahan makanan lebih lembut dan lebih praktis C. bahan makanan lebih keras dan aroma keluar D. bahan makanan lebih lunak dan aroma keluar 10. Memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran, salah satu panci berukuran lebih kecil merupakan pengertian .... A. teknik mengetim C. teknik menyetup B. teknik mendidih D. teknik mengukus II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Sebutkan macam-macam contoh teknik pengolahan pangan panas basah yang kalian ketahui Jawab : ........................................................................................................................................... 2. Sebutkan macam-macam contoh teknik pengolahan pangan panas kering yang kalian ketahui! Jawab : ...........................................................................................................................................


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 17 3. Jelaskan cara memasak makanan dengan menggunakan teknik poaching! Jawab : ........................................................................................................................................... 4. Jelaskan cara memasak makanan dengan menggunakan teknik sautéing! Jawab : ........................................................................................................................................... 5. Sebutkan macam-macam teknik pengolahan pangan lainnya yang kalian ketahui! Jawab : ........................................................................................................................................... D. PENGOLAHAN SAYUR MENJADI MINUMAN DAN MAKANAN MENYEHATKAN Sayuran baik dikonsumsi setiap hari, karena dapat menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bisa membantu menjaga kesehatan kulit. Sayur bisa diolah menjadi berbagai macam olahan, diantaranya adalah minuman sari sayur (jus), tumisan sayur, dan juga bisa dijadikan makanan asinan sayur. 1. Pengolahan sayur menjadi minuman sari sayur (jus) Sayur yang diolah menjadi minuman dapat dijadikan alternatif untuk orang-orang yang kurang suka makan sayur. Sayuran yang diolah menjadi minuman tidak mengurangi kadar nutrisi yang ada di dalamnya. Ada beberapa jenis sayur yang diperkaya dengan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan, yang bisa dikonsumsi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hanya saja tidak semua jenis sayur bisa diolah menjadi minuman Sayuran yang bisa diolah menjadi minuman diantaranya: a. Kale Kale adalah sayuran yang jika dilihat sekilas mirip dengan selada tetapi warnanya lebih hijau pekat. Namun, kale bukan keluarga selada melainkan kubis. Kale banyak ditemui di daerah Amerika Serikat dan Eropa. Selain itu juga tersedia di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia Sayur kale adalah salah satu jenis sayuran yang bisa diolah menjadi minuman jus. Karena kale memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, mangan, kalsium, potasium, magnesium, tiamin, niacin, dan zat besi. Kale juga kaya antioksidan dan beta karoten, yang bisa membantu mengontrol kadar kolesterol di dalam tubuh, serta mencegah penyakit jantung dan stroke. Selain itu, kale juga rendah kalori dan mengandung cukup banyak air, menjadikan kale pilihan yang tepat untuk dijadikan campuran membuat minuman sehat. b. Wortel Wortel adalah sayuran yang menghasilkan rasa manis saat diolah menjadi minuman. Wortel bisa dipadukan dengan beberapa jenis sayuran atau buah lainnya untuk dijadikan minuman. Wortel memiliki kandungan vitamin A, biotin dan potasium yang rendah kalori, yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, mencegah penyakit jantung dan mencegah kanker. c. Bayam Bayam merupakan jenis sayuran yang bisa diolah menjadi berbagai macam olahan makanan dan minuman. Karena bayam memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, serat dan antioksidan yang bagus untuk melancarkan sistem pencernaan dan mencegah resiko terkena penyakit jantung dan kanker. Selain itu, bayam juga kaya akan vitamin K Nilai Catatan Paraf


18 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) dan Kalsium. Minuman jus bayam memiliki kalori yang rendah tetapi kaya akan gizi. Sayuran bayam biasanya tidak banyak mengandung air, dan memiliki sedikit rasa pahit, sehingga perlu dikombinasikan dengan jenis sayuran lainnya. d. Brokoli Brokoli memiliki kandungan potasium, vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C. Brokoli dapat membantu mempercepat penyembuhan peradangan, mencegah pertumbuhan sel kanker dan menguatkan sistem imunitas tubuh. e. Timun Selain sering dijadikan lalapan, ternyata timun juga bisa diolah menjadi jus yang menyehatkan. Karena timun memiliki kandungan potasium, mangan, vitamin C dan vitamin K yang rendah kalori, sehingga melancarkan sistem pencernaan, mengurangi kadar lemak di dalam tubuh, menjaga kesehatan ginjal dan menghidrasi tubuh. f. Seledri Jus seledri kini sedang digemari banyak orang. Memang banyak manfaat yang kita dapatkan dengan minum jus seledri. Karena seledri memiliki kandungan air, zat besi dan magnesium yang tinggi. Sedangkan untuk kandungan gula dan kalorinya rendah. Selain itu, seledri juga mengandung potasium, beta karoten, dan vitamin A. Selain bisa menjaga kesehatan tubuh, mengurangi tekanan darah dan mencegah penyakit jantung, sledri juga bisa membantu proses penyembuhan jerawat dari dalam tubuh. Jus seledri bisa dikombinasikan dengan timun, wortel, atau tomat. g. Tomat Tomat adalah bahan dasar yang tepat untuk membuat minuman sehat dari sayuran, karena kaya akan antioksidan, vitamin C dan juga potasium. Tomat dapat membantu menjaga kesehatan mata, menghaluskan kulit, menghidrasi tubuh, dan meredakan peradangan. Rasa tomat juga pas untuk dikombinasikan dengan seledri, wortel, bit, maupun ketimun. h. Bit Jus buah bit terlihat menarik karena warnanya, selain itu bit juga mengandung kalsium, zat besi, vitamin C, serta beta karoten. Campur sayur bit dengan sayuran lain agar tidak terlalu kental dan juga untuk mendapatkan lebih banyak kandungan gizi. Misalnya dengan sayuran hijau, wortel, atau ketimun. Agar lebih nikmat, tambahkan sedikit jahe pada jus buah bit agar rasanya lebih nikmat. Meskipun menyehatkan, kita tidak bisa sembarangan mengolah jus sayur. Berikut ini tips membuat jus sayur yang sehat adalah : a. Pilih sayur yang segar Jika membuat jus sayur, pilih sayuran yang masih segar. Sayur yang sudah layu, tentu kandungan gizinya sudah berkurang. Sayuran organik yang tidak terkena pestisida adalah pilihan terbaik sebagai bahan pembuatan jus sayuran. Akan lebih baik lagi jika mengkombinasikan beberapa sayuran sehingga kandungan gizi yang diperoleh lebih beragam. b. Cuci sayuran hingga bersih Sayuran mentah yang hendak dikonsumsi dapat mengandung bakteri berbahaya di permukaannya. Saat mencuci, gosok permukaan sayur dengan tangan, dan gunakan air mengalir untuk membilasnya agar baktei dan pestisida terbuang terbawa bersama air. Selanjutnya, tempatkan sayuran yang sudah dicuci pada wadah yang kering dan bersih. c. Pastikan tangan dan peralatan yang digunakan bersih Wadah blender, pisau, sendok, dan gelas yang akan digunakan sebaiknya tidak digunakan bergantian untuk bahan makanan lain seperti daging atau ikan. Hal ini dapat


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 19 mengakibatkan kontaminasi silang, yaitu proses perpindahan mikroorganisme ke makanan melalui media tertentu. Kontaminasi silang dapat menyebabkan foodborne illness, yaitu penyakit bawaan pangan akibat kontaminasi bakteri atau patogen pada makanan. d. Buang sayuran yang sudah rusak Kualitas sayur yang baik tentu akan menghasilkan jus yang lebih sehat dan nikmat. Sebelum dimasukkan ke blender, buang daging sayur yang sudah rusak. Ada beberapa sayur yang lebih baik jika dikonsumsi bersama kulitnya, seperti timun, tomat, dan wortel e. Batasi penggunaan pemanis tambahan Salah satu cara membuat jus sehat yang mungkin orang lupa adalah membatasi gula tambahan. Akan lebih baik jika tidak menggunakan tambahan gula sama sekali ketika membuat jus. Namun, jika ingin sedikit manis, bisa menggunakan madu daripada gula. Jika ingin memakai gula, gunakan secukupnya. Terlalu banyak menambahkan gula bisa menambah jumlah kalori jus dan memiliki dampak tidak baik bagi kesehatan, misalnya memicu obesitas dan diabetes. f. Pilih alat pembuat jus yang tepat Banyak alat yang menawarkan proses yang lebih cepat, bahkan dapat menghilangkan ampas dari sayur yang akan dibuat jus. Akan tetapi, hal ini justru membuat jus yang dikonsumsi hanya berisi sari buah dan kehilangan serat karena proses pemisahan otomatis. Padahal, serat berperan sangat penting untuk memelihara kesehatan pencernaan. Untuk itu, pilihlah mesin pembuat jus yang tepat dan tidak menghilangkan manfaat dari sayu yang dikonsumsi. Prosedur pembuatan olahan pangan dari sayur menjadi minuman sari sayur : Sayuran dapat dikreasikan dengan berbagai kombinasi bahan sesuai keinginan. Bahkan bisa mencampurkan lebih dari 3 bahan sayur sekaligus untuk mendapatkan nutrisi lengkap. Biasanya sayuran dicampur dengan buah untuk mendapatkan rasa yang sedikit manis. Di bawah ini contoh resep pembuatan minuman sari sayur (jus sayur) a. Jus bayam, apel dan wortel Bahan yang dibutuhkan : 1) 15 helai daun bayam 2) 2 buah apel 3) 2 buah wortel 4) 400 ml air matang Cara membuat : 1) Cuci bersih semua bahan. 2) Apel dan wortel tidak dikupas kulitnya, karena kulit memiliki kandungan lebih banyak daripada dagin buah 3) Potong kecil-kecil semua bahan 4) Masukkan apel terlebih dahulu ke dalam blender, kemudian, wortel dan bayam. Tambahkan air jika diperlukan. 5) Setelah selesai, segera tuang pada gelas, dan tambahkan perasan jeruk nipis, madu atau chia seeds. 6) Jus bisa langsung diminum atau disimpan dalam lemari es.


20 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) b. Jus Brokoli, wortel, dan apel Bahan yang dibutuhkan : 1) ½ cangkir brokoli 2) 1 buah wortel 3) 1 buah apel 4) 1 sdm gula pasir 5) 400 ml matang 6) Es batu secukupnya Cara membuat : 1) Rendah sebentar brokoli di air panas, tiriskan. 2) Potong-potong semua bahan dan masukkan ke dalam blender 3) Campur gula pasir dengan air hangat sedikit, aduk hingga gula larut. Masukkan ke dalam blender 4) Tuang air matang dan es batu, lalu blender semua bahan hingga tercampur rata 5) Tuang ke dalam gelas, dan jus siap dinikmati 2. Pengolahan sayur menjadi makanan tumisan sayur Menumis menjadi salah satu cara pengolahan sayur yang paling banyak dipilih karena caranya yang praktis. Tumis adalah teknik menggoreng dengan sedikit minyak dan biasanya dilakukan dalam waktu sebentar. Berikut langkah tepat dalam pengolahan tumis sayur : a. Panaskan wajan hingga panas betul, tuang minyak memutar mengenai pinggiran wajan hingga seluruh permukaan wajan terkena minyak. b. Masukkan bumbu iris (bawang merah, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit) terlebih dahulu c. Masukkan sayuran atau bahan mulai dari yang paling lama matang, misalnya wortel dimasukkan lebih dulu daripada brokoli atau taoge. d. Tuang saus (terutama yang asin) menjelang akhir waktu memasak, karena kandungan garamnya akan menarik cairan yang terdapat dalam sayuran sehingga membuatnya menjadi tidak renyah. e. Sayuran umumnya akan matang setelah ditumis 5 – 10 menit. Segera pindahkan tumisan dari wajan, karena wajan masih menyimpan panas yang bisa menyebabkan proses pematangan berlanjut. Akibatnya tumisan bisa menjadi kehilangan rasa yang seharusnya, dan penampilannya pun menjadi kurang menarik. Kita seringkali melakukan kesalahan saat mengolah sayur, sehingga bisa membuat sayuran menjadi kurang sehat. Beberapa kesalahan yang paling sering kita lakukan saat menumis sayuran: a. Potong sayur sebelum mencucinya Banyak orang yang memotong-motong sayuran terlebih dahulu sebelum mencucinya. Hal ini ternyata bisa membuat berbagai kandungan di dalam sayuran seperti vitamin dan mineral justru ikut terbuang bersama dengan air yang dicuci. Kita pun tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan dari sayuran yang kita konsumsi. Pakar kesehatan menyarankan untuk mencucinya terlebih dahulu sebelum memotong-motongnya. Selain itu, sayuran yang telah dipotong sebaiknya segera diolah, bukan dibiarkan hingga berjam-jam lamanya. b. Memasukkan sayur saat minyak sudah mengeluarkan asap Jika sampai minyak sudah mengeluarkan asap, hal ini menandakan bahwa suhunya sudah sangat tinggi. Suhu yang bisa saja mencapai lebih dari 200 derajat Celcius ini berpotensi menyebabkan kanker. Selain itu, suhu ini juga bisa merusak kandungan gizi di dalam sayuran. Karena alasan inilah sebaiknya kita memasukkan sayur ke dalam minyak yang masih belum mengeluarkan asap.


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 21 c. Memakai minyak yang terlalu banyak Jika kita menggunakan minyak dalam jumlah yang banyak untuk menumis sayuran, maka sayuran ini akan memiliki kadar lemak yang berlebihan. Hal ini disebabkan oleh sayuran yang memang cenderung mudah menyerap minyak. Rasa dari sayuran juga akan berubah sehingga membuat kita ingin menambahkan penyedap rasa lebih banyak. Padahal, memakai penyedap rasa dengan berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan. d. Memasukkan penyedap rasa dengan berlebihan Penyedap rasa seperti garam, kecap, saus, dan lain-lain memang bisa membuat rasa sayur tumis menjadi lebih nikmat. Sayangnya, bahan penyedap rasa ini cenderung tinggi kandungan natrium. Padahal, jika kita mengonsumsi natrium dengan berlebihan, risiko mengalami hipertensi juga akan meningkat dengan signifikan. Sayuran yang ditumis sebenarnya bisa memberikan manfaat kesehatan meskipun tentu saja tidak sebaik sayuran yang diolah dengan cara lain seperti direbus, dikukus, atau dijadikan sup. Di bawah ini contoh resep pembuatan olahan sayur berupa tumisan sayur yang lezat dan bergizi : a. Tumis kangkung terasi Bahan yang dibutuhkan : 1) 3 ikat kangkung, petiki 2) 2 siung bawang merah iris tipis 3) 1 siung bawang putih iris tipis 4) ½ sdt terasi 5) 10 buah cabai rawit iris tipis 6) Garam, gula, dan kaldu jamur secukupnya 7) 50 ml air Cara membuat : 1) Tumis bawang merah, bawang putih dan cabai sampai harum. Masukkan terasi dan air. 2) Aduk-aduk agar bumbu tercampur rata 3) Masukkan kangkung, garam, gula dan kaldu jamur 4) Aduk kembali, tunggu sampai kangkung layu, tes rasa dan matikan kompor 5) Tumis kangkung siap disajikan dengan mangkuk sayur b. Tumis Brokoli Bahan yang dibutuhkan : 1) 4 buah bonggol brokoli potong 2) 5 butir bawang putih iris tipis 3) 1,5 sdm saus tiram 4) 1 sdm kecap manis 5) 1 sdt merica 6) Air secukupnya Cara membuat 1) tumis bawang putih hingga harum 2) masukkan brokoli, aduk tunggu sedikit layu 3) tambahkan air secukupnya 4) masukkan saur tiram dan kecap, aduk rat. Tes rasa dan sajikan


22 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) 3. Pengolahan sayur menjadi makanan asinan sayur Dalam memperpanjang masa simpan maka dapat dilakukan dengan berbagai pengolahan misalnya acar dan sayuran asin. Sayur asin merupakan produk hasil proses fermentasi bakteri asam laktat dengan cita rasa yang khas. Sayur asin yang bermutu baik mempunyai warna yang kekuningan, rasa enak, tekstur lunak dan bau yang sedap, yaitu antara asam dan alkohol (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Pangan, 1981). Kondisi saat fermentasi yaitu kedap udara, tetapi jika didalam wadah fermentasi terdapat udara, maka mengakibatkan terjadinya proses pembusukan pada sayur asin. Manfaat dari sayur asin yaitu antara lain untuk mencegah gangguan pencernaan. Sayur asin dapat dibuat melalui beberapa tahapan, yaitu: sortasi, pelayuan, peremasan, pengisian dalam wadah, penutupan serta proses fermentasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses fermentasi adalah dengan memanfaatkan air tajin. Proses fermentasi yang diperlukan dalam proses pembuatan sayur asin yaitu 3 hari sampai 4 minggu, hal ini disebabkan kondisi lingkungan fermentasi. Sayur asin harus diolah dengan baik agar tidak menimbulkan pembusukan. Oleh karena itu, dalam pembuatan sayur asin harus memperhatikan beberapa hal berikut ini : a. Tidak hanya daunnya saja yang diolah menjadi sayur asin, melainkan tangkai daun juga dapat diolah b. Sayur asin harus diletakkan pada tempat yang gelap agar proses peragiannya benar-benar sempurna, sehingga tidak berbau busuk. c. Penutup wadah atau stoples harus benar-benar rapat agar udara tidak masuk melalui celah-celah sehingga sayur asin benar-benar masak dan tidak mengalami pembusukan. d. Setiap selesai mengambil sayur asin, toples harus ditutup rapat kembali e. Asinan sayur ini akan terasa nikmat jika dinikmati saat santai siang hari. Ada banyak olahan asinan sayur yang dapat kita buat, misalnya: a. Asinan sayur segar b. Asinan Sayur Bogor c. Asinan sayur jepang d. Asinan sayur kuah bening e. Asinan sayur Jakarta f. Asinan campur g. Asinan saus kinca gula merah h. Asinan sayur pedas manis i.Asinan crispy makaroni


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 23 j. Asinan sayur kacang tanah oven k. Asinan sayur pedas l. Asinan jagung bakar m. Asinan sayur dan ubi jalar n. Asinan sayur buah o. Asinan sayur cuka p. Asinan nanas timun taoge q. Asinan sawi merah (kimchi) r. Asinan sawi hijau s. Asinan sayur bumbu ebi t. Asinan sayur bumbu kacang Di bawah ini contoh resep pembuatan olahan asinan sayur yang lezat dan bergizi : a. Asinan Sayur Segar Bahan yang dibutuhkan : 1) 100 gr tauge 2) 100 gr kol, iris tipis 3) 2 buah ketimun, potong dadu 4) 3 lembar selada 5) 50 gr kacang tanah 6) 5 buah tahu kuning, kukus, potong dadu 7) Kerupuk mie Bahan kuah : 1) 100 gr kacang tanah, goreng 2) 3 bungkus kecil ebi kering, rendam air panas 3) 5 biji asam jawa, remas dengan 150 ml air 4) 100 gr gula jawa, sisir 5) 2 siung bawang putih 6) 6 cabai rawit merah 7) 8 cabai merah keriting 8) 1 sdm cuka 9) 400 ml air Cara membuat : 1) Haluskan kacang tanah bersama cabai, bawang dan ebi. Kemudian rebus dengan air 2) Masukkan air asam jawa dan gula jawa. Masak sampai mendidih. Beri cuka, aduk rata lalu matikan api, dinginkan 3) Tata semua sayur di piring siram dengan kuah kacang


24 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) b. Asinan Saus kinca gula merah Bahan asinan : 1) Sealda, potong-potong 2) Kol, iris halus 3) Tauge, siangi 4) Wortel, serut kasar atau iris halus korek api 5) Timun, potong kotak 6) Nanas, potong kotak 7) Tahu putih rebus, potong kotak Bahan saus kacang: 1) Kacang tanah 2) Ebi, seduh air panas 3) Cabai merah dan rawit merah 4) Bawang putih 5) Cuka 6) Garam 7) Air secukupnya Bahan kinca gula : 1) Gula merah, iris-iris 2) Air secukupnya Pelengkap : 1) Kacang tanah goreng 2) Kerupuk mi Cara membuat : 1) Haluskan bahan saus kacang, masak hingga mendidih dan mengental, cicipi rasa, bila sudah pas angkat 2) Masak kinca gula hingga gula larut dan mengental, angkat 3) Susun dalam piring, selada, kol, tauge, wortel, timun, tahu, dan nanas 4) Tambahkan bahan pelengkap lalu kucuri saus kacang dan kinca gula I. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C atau D pada jawaban yang paling benar ! 1. Sayur yang diolah menjadi minuman dapat dijadikan alternatif untuk orang-orang yang kurang suka makan sayur, sayuran yang diolah menjadi minuman tidak mengurangi kadar nutrisi yang ada di dalamnya, hanya saja tidak semua jenis sayur bisa diolah menjadi minuman, dibawah ini adalah contoh minuman sari sayur …. A. jus mangga C. jus wortel B. jus nanas D. jus sirsat 2. Sebelum mengolah sayur menjadi minuman menyehatkan, sebaiknya sayur dicuci sampai bersih terlebih dahulu untuk mengurangi pestisida dan bakteri yang menempel pada sayur, pilihan terbaik sebagai bahan pembuatan jus sayuran adalah sayuran yang tidak terkena pestisida, sayuran yang tidak menggunakan pestisida disebut …. A. sayur organik C. sayur daun B. sayur anorganik D. sayur buah


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 25 3. Jenis sayuran yang jika dilihat sekilas mirip dengan selada tetapi warnanya lebih hijau pekat. namun bukan keluarga selada melainkan kubis. Jenis sayur ini banyak ditemui di daerah Amerika Serikat dan Eropa, selain itu juga tersedia di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia, sayuran ini adalah …. A. seledri C. kangkung B. brokoli D. kale 4. Sayur kale kaya akan antioksidan dan beta karoten, yang bisa membantu mengontrol kadar kolesterol di dalam tubuh, serta mencegah penyakit …. A. diabetes C. asam urat B. jantung dan stroke D. anemia 5. Perhatikan tabel di bawah ini! No Kandungan dan manfaatnya bagi kesehatan 1 Vitamin C 2 Vitamin K 3 mengurangi kadar lemak di dalam tubuh 4 melancarkan sistem pencernaan 5 menjaga kesehatan ginjal dan menghidrasi tubuh Data diatas adalah kandungan dan manfaat dari sayur dibawah ini …. A. brokoli C. timun B. seledri D. kale 6. Jus sayur bit terlihat menarik karena warnanya, selain itu bit juga mengandung kalsium, zat besi, vitamin C, serta beta karoten, Jus sayur bit bisa dicampur dengan sayuran hijau, wortel, atau ketimun, agar jus buah bit lebih nikmat, tambahkan sedikit …. A. jahe C. kunyit B. air jeruk nipis D. asam 7. Dibawah ini adalah langkah-langkah dalam pengolahan tumis sayur : 1) masukkan sayuran atau bahan mulai dari yang paling lama matang, 2) panaskan wajan hingga panas betul, tuang minyak memutar mengenai pinggiran wajan hingga seluruh permukaan wajan terkena minyak. 3) tuang saus (terutama yang asin) menjelang akhir waktu memasak, 4) segera pindahkan tumisan dari wajan, karena wajan masih menyimpan panas yang bisa menyebabkan proses pematangan berlanjut. Urutan langkah yang tepat adalah …. A. 2)-1)-3)-4) C. 3)-1)-2)-4) B. 1)-2)-3)-4) D. 2)-3)-4)-1) 8. Perhatikan kesalahan yang paling sering kita lakukan saat menumis sayuran berikut! 1) Potong sayur sebelum mencucinya 2) Memasukkan sayur saat minyak sudah mengeluarkan asap 3) Memakai minyak yang terlalu banyak 4) Memasukkan penyedap rasa dengan berlebihan 5) Memasukkan sayuran atau bahan mulai dari yang paling lama matang Dari pernyataan diatas yang bukan merupakan kesalahan yang sering kita lakukan saat menumis sayuran adalah …. A. 2 C. 4 B. 3 D. 5 9. Proses fermentasi yang diperlukan dalam proses pembuatan sayur asin yaitu …. A. 3 hari s/d 4 minggu C. 4 hari s/d 3 minggu B. 5 hari s/d 3 minggu D. 5 hari s/d 4 minggu


26 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) 10. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses fermentasi pada pembuatan sayur asin adalah dengan memanfaatkan …. A. air santan C. air jeruk B. air tajin D. air soda II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Sayuran bisa diolah menjadi berbagai macam olahan, sebutkan 3 macam olahan sayuran! Jawab : ......................................................................................................................................... 2. Sebutkan contoh macam-macam minuman sari sayur! Jawab : ......................................................................................................................................... 3. Sebutkan contoh macam-macam sayur asin! Jawab : ......................................................................................................................................... 4. Sayur asin dapat dibuat melalui beberapa tahapan, tuliskan tahapan dalam membuat sayur asin! Jawab : ......................................................................................................................................... 5. Sayur asin harus diolah dengan baik agar tidak menimbulkan pembusukan, sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sayur asin agar tidak busuk! Jawab : ......................................................................................................................................... Kerjakan tugas berikut secara mandiri! Praktikkan cara membuat tumisan sayur di rumah, selanjutnya nikmati tumisan sayur tesebut! Mintalah anggota keluarga Kalian untuk mencicipi tumisan sayur buatan Kalian tersebut! Kemukakan pendapat Kalian dan anggota keluarga Kalian terkait rasa, bentuk, dan warna tumisan sayur tersebut! Tuliskan pendapat tersebut dalam buku tugas Anda, kemudian kumpulkan kepada guru! Keselamatan Kerja Perhatikanlah! 1. Gunakan celemek. Ikat rambutmu jika panjang dan gunakan topi koki atau topi apa saja agar tidak ada rambut yang terjatuh pada makanan saat bekerja. 2. Cuci tangan sebelum bekerja atau gunakan sarung tangan plastik jika ada. 3. Hati-hatilah dalam bekerja baik saat menggunakan peralatan tajam, listrik, kompor gas/minyak tanah, maupun pecah belah. 4. Jaga kebersihan, kerapihan, dan kerja sama saat membuat olahan makanan dan minuman Nilai Catatan Paraf


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 27 Sayur-sayura di Nusantara cukup beragam. Kita harus mensyukuri anugerah Allah SWT atas limpahan tanah yang subur untuk menanam berbagai jenis sayuran tersebut. Dalam keadaan tertentu, sayuran yang dihasilkan cukup banyak jumlahnya, misalnya pada saat panen raya. Dalam kondisi tersebut, sayur tersedia secara berlebihan sehingga diperlukan alternatif untuk memanfaatkannya. Salah satu alternatif tersebut adalah menjadikan sayur sebagai produk olahan pangan. Dengan melakukan pengolahan terhadap sayur, maka harga jual dapat meningkat, masa simpan menjadi lama, dan jangkauan pemasaran lebih luas. Apakah kalian pernah membuat olahan dari sayur-sayuran? Bagaimana cara membuat olahan tersebut? Yuk kita bersama2 melakukan proyek pembuatan olahan pangan dari sayur menjadi berbagai olahan pangan. Sebelum melakukan Praktik pembuatan olahan pangan dari sayuran menjadi berbagai macam olahan, hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat olahan pangan adalah tahapan / proses pembuatannya, agar dapat dihasilkan olahan pangan yang sesuai dengan kegunaan, nyaman dalam rasa, dan tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan, serta aman bagi kehidupan manusia. Agar suatu produk pengolahan berhasil dengan baik perlu memperhatikan tahapan / proses pembuatan olahan pangan sebagai berikut : A. Tahapan Pengolahan Sayuran Menjadi Minuman dan Makanan Kesehatan 1. Perencanaan a. Identifikasi kebutuhan Tahap awal sebelum melakukan praktik pembuatan olahan pangan adalah identifikasi kebutuhan. Langkah yang dilakukan yaitu menganalisis kebutuhan pengelolaan pangan berdasarkan kondisi lingkungan kelas kelompok, keluarga saat ini. Sebagai acuan untuk tahap selanjutnya Contoh : Hari minggu besok, Dini bersama teman-temannya merencanakan untuk belajar kelompok di rumah. Dini ingin menyiapkan suatu minuman yang dapat menyegarkan tubuh, dan makanan yang sehat serta cepat dan mudah membuatnya b. Ide / gagasan Setelah dilakukan identifikasi kebutuhan, langkah selanjutnya adalah ide / gagasan. Dimana pada tahap ini membuat rencana / merancang suatu pembuatan olahan pangan. Contoh : Tercetus ide dalam benak Dini untuk membuat minuman Jus Wortel agar dapat menyegarkan tubuh di saat udara panas dan juga dapat menjaga kesehatan mata, serta makanan Tumis Kangkung yang menyehatkan dan mudah dibuat. Sayuran wortel dan kangkung menjadi pilihan karena mudah didapat dan mudah diolah menjadi minuman dan makanan kesehatan. Rangkuman Materi


28 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) 2. Pelaksanaan Pembuatan a. Persiapan Kegiatan awal yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan pembuatan olahan pangan adalah persiapan. Mempersiapkan segalanya mulai dari merencanakan pembelian bahan sesuai kebutuhan, alat dan pengolahan pangannya. Setelah semua kebutuhan tersedia, persiapan pembuatan mulai dari pencucian bahan, dan mempersiapkan bahan-bahan lain yang dibutuhkan. Contoh : 1) Membeli sayuran wortel dan kangkung serta bahan lainnya di pasar. Pilih sayuran yang masih segar 2) Mencuci peralatan yang dibutuhkan sebelum digunakan 3) Mempersiapkan bahan dan bumbu : a) Bahan untuk jus wortel : wortel dan gula pasir b) Bahan untuk tumis kangkung : kangkung, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, 4) Mempersiapkan alat: a) Alat untuk jus wortel : pisau, talenan, blender b) Alat untuk tumis kangkung : pisau, talenan, wajan, solet c) Penyajian jus wortel menggunakan gelas, sedangkan tumis kangkung menggunakan mangkok sayur b. Proses pembuatan 1) Jus wortel : a) Cuci bersih dan kupas wortel. b) Potong-potong wortel menjadi bagian kecil-kecil c) Masukkan wortel ke dalam blender kemudian tambahkan air matang dan gula pasir secukupnya. d) Tuang wortel ke dalam gelas saringan, dan peras wortel sampai habis. 2) Tumis kangkung : a) Cuci kangkung ketika masih utuh b) Potong-potong kangkung menjadi bagian yang kecil-kecil c) Siapkan bumbu iris yang diperlukan (bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit) d) Siapkan wajan dengan minyak sedikit e) Tumis bumbu iris, kemudian masukkan kangkung c. Keselamatan Kerja Pada saat proses pembuatan, harus memperhatikan keselamatan kerja dan hal khusus lainnya yaitu : 1) Gunakan celemek. Ikat rambutmu jika panjang dan gunakan topi koki atau topi apa saja agar tidak ada rambut yang terjatuh pada makanan saat bekerja. 2) Cuci tangan sebelum bekerja atau gunakan sarung tangan plastik jika ada. 3) Hati-hatilah dalam bekerja baik saat menggunakan peralatan tajam, listrik, kompor gas / minyak tanah, maupun pecah belah 4) Jaga kebersihan, kerapihan, dan kerja sama saat membuat olahan makanan dan minuman 3. Penyajian dan Pengemasan a. Penyajian 1) Jus wortel disajikan dengan menggunakan gelas 2) Tumis kangkung disajikan dengan menggunakan mangkuk sayur b. Pengemasan Jika ingin mengemas jus wortel, kemasan yang paling tepat adalah menggunakan cup plastik. 4. Evaluasi Di akhir pembuatan pengolahan sayur menjadi minuman dan makanan, ujilah hasilnya dengan cara mencoba/merasakan makananmu. Jika ada yang kurang sesuai, buatlah catatan evaluasinya sebagai bahan masukan dan bahan perbaikan saat akan membuat makanan olahan bahan lain di lain waktu.


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 29 Kegiatan Praktik Pembuatan Olahan Pangan Sayur Menjadi Minuman Makanan Kesehatan, terdiri dari 3 rangkaian kegiatan yaitu : 1. Pengolahan sayur menjadi minuman sari sayur (Jus) (P7 & P8) 2. Pengolahan sayur menjadi makanan tumisan sayur (P9 & P10) 3. Pengolahan sayur menjadi makanan asinan sayur (P11 & P12) Masing-masing kegiatan dilakukan dengan 2x Pertemuan, yaitu : 1. Perancangan dan praktik olahan sayur menjadi minuman dan makanan kesehatan 2. Evaluasi dan presentasi laporan hasil praktik olahan pangan dari sayur. PERTEMUAN 1 : PERANCANGAN DAN PRAKTIK PENGOLAHAN SAYUR MENJADI MINUMAN SARI SAYUR A. PENGANTAR PENILAIAN PRAKTIK 1. Soal Penilaian praktIk a. Buatlah rancangan pengolahan makanan dari sayur menjadi minuman sari sayur (jus) sesuai pilihan kelompok masing – masing, yang dilengkapi dengan daftar belanja, daftar kebutuhan alat, tertib kerja! b. Siapkanlah keperluan bahan dan alat! c. Lakukan proses pengolahan sayur menjadi minuman sari sayur! d. Sajikan dengan penyajian yang menarik! e. Perhatikan keselamatan kerja! f. Buatlah laporan praktek! 2. Ketentuan praktik a. Semua bahan berupa sayur dan sebagainya ( sesuai rencana) disiapkan secara lengkap b. Semua peralatan disiapkan secara lengkap c. Waktu mengerjakan 80 menit meliputi waktu untuk persiapan, pengolahan dan kebersihan 3. Aspek yang dinilai a. Perencanaan, meliputi : 1) Identifikasi kebutuhan 2) Ide gagasan b. Pelaksanaan / Pengolahan, meliputi : 1) Persiapan bahan 2) Persiapan alat 3) Proses Pengolahan c. Penyajian, meliputi : 1) Produk 2) Penyajian


30 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) B. LEMBAR PERANCANGAN PRAKTIK PENGOLAHAN 1. Kelompok : ……………………………… 2. Kelas : ……………………………… 3. Nama / No. absen : a. ………………………… b. ………………………… c. ………………………… d. ………………………… 4. Nama masakan : ……………………………… yang akan diolah 5. Resep Masakan : a. Bahan dan Ukurannya : 1) ……………………………… 2) ……………………………… 3) ……………………………… 4) ……………………………… 5) ……………………………… 6) ……………………………… b. Alat yang dibutuhkan : 1) ……………………………… 2) ……………………………… 3) ……………………………… 4) ……………………………… 5) ……………………………… 6) ……………………………… c. Langkah pengolahannya / Cara Membuat : 1) ……………………………………………………………………………………………….. 2) ……………………………………………………………………………………………….. 3) ……………………………………………………………………………………………….. 4) ……………………………………………………………………………………………….. 5) ……………………………………………………………………………………………….. 6) ……………………………………………………………………………………………….. d. Cara menyajikan : 1) ……………………………………………………………………………………………….. 2) ……………………………………………………………………………………………….. 3) ……………………………………………………………………………………………….. 4) ………………………………………………………………………………………………..


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 31 C. LEMBAR ISIAN PADA SAAT PRAKTIK PENGOLAHAN 1. Daftar Rencana Belanja NO NAMA BAHAN JUMLAH BAHAN HARGA 1) 2) 3) 4) 5) 6) 2. Daftar inventaris alat yang digunakan : NO NAMA ALAT JUMLAH ALAT PENGGOLONGAN ALAT MASAK MAKAN HIDANG 1) 2) 3) 4) 5) 6) 3. Tertib Kerja : NO URAIAN KEGIATAN WAKTU YANG DIBUTUHKAN PENANGGUNG JAWAB 1) 2) 3) 4) 5) 6) 4. Kemasan yang digunakan : ……………………………………


32 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) D. Lembar penilaian praktek Mata pelajaran : Prakarya ( Pengolahan ) Materi praktik : Olahan Pangan Sayur menjadi Minuman sari sayur (Jus) Kelas / semester : VII .../ Dua Waktu Penilaian : ....................... Nama peserta didik Aspek Yang Dinilai Total perolehan skor Nilai Akhir N o Perencanaan Pelaksanaan Penyajian Sesuai kebutuhan Orisinil Kelengkapan bahan Kelengkapan alat Teknik Tingkat kematangan Kesesuaian penyajian 1. Aa 4 3 4 4 3 3 3 24 24/7=3 ,4 2. Bb 3 3 4 2 3 3 3 21 21/7=3 3. Cc Keterangan : Skor 4 = Sangat Baik ( SB ) Skor 3 = Baik ( B ) Skor 2 = Cukup ( C ) Skor 1 = Kurang ( K ) E. Rubrik Penilaian Praktik Aspek yang dinilai Butir yang dinilai Pedoman Penilaian I.Perencanaan a. Identifikasi kebutuhan Kesesuaian dengan kebutuhan Skor 4 = Sangat baik ( SB ) Skor 3 = Baik ( B ) Skor 2 = Cukup ( C ) Skor 1 = Kurang ( K ) Nilai Akhir = Total perolehan Skor Jumlah butir yang dinilai b.Ide Gagasan Orisinalitas gagasan II.Pelaksanaan/ Pengolahan a.Persiapan bahan Kelengkapan bahan b.Persiapan alat Kelengkapan alat c.Proses Pengolahan Teknik yang digunakan III.Penyajian a.Produk Tingkat kematangan b.Penyajian Kesesuaian alat penyajian


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 33 PERTEMUAN 2: EVALUASI DAN PRESENTASI LAPORAN HASIL PRAKTIK A. EVALUASI LAPORAN PENGOLAHAN KARYA Laporan Pengolahan karya merupakan kumpulan portofolio dari : 1. Lembar Perencanaan Identifikasi kebutuhan, alasan dan ide / gagasan 2. Lembar Persiapan Perancangan, seleksi / mendata alat dan bahan, presentasi rancangan dan rencana kerja 3. Proses Pengolahan Pemotongan bahan, mencampur dan mengolah bahan menjadi olahan pangan sayur menjadi minuman sari sayur 4. Penyajian Penataan dan pengemasan 5. Evaluasi Analisis / evaluasi produk dari guru, teman, dan hasil penjualan produk B. PRESENTASI LAPORAN PENGOLAHAN KARYA RUBRIK PRESENTASI LAPORAN Indikator Rubrik Menyampaikan laporan dengan presentasi 4 = mampu mempresentasikan hasil Pengolahan olahan pangan dengan benar, bahasa mudah dimengerti, dan disampaikan secara percaya diri 3 = mampu mempresentasikan hasil Pengolahan olahan pangan dengan benar, dan mudah dimengerti 2 = mampu mempresentasikan hasil Pengolahan olahan pangan disampaikan kurang percaya diri 1 = tidak mampu mempresentasikan hasil Pengolahan olahan pangan dengan benar, bahasa sulit dimengerti, dan disampaikan tidak percaya diri 0 = tidak ada presentasi yang ditampilkan


34 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) Materi Pokok Materi pokok pada Topik Sayuran yaitu: A. Bahan Produk Olahan Non Pangan Sayur B. Mendesain dan Merancang Kemasan dan Produk Olahan Non Pangan Sayur C. Membuat Produk Olahan Non Pangan Sayur D. Menyajikan dan Mengemas Produk Olahan Non Pangan Sayur Apakah kaliah mengenal produk olahan nonpangan sayur yang memiliki peluang usaha? Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati, dan air baik yang diolah maupun yang tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. Termasuk di dalamnya ada tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam penyiapan, pengolahan dan Pengolahan makanan atau minuman. Pangan dibedakan menjadi 3 jenis menurut pengertiannya, yaitu : 1. Pangan segar adalah pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan 2. Pangan olahan adalah makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu, dengan atau tanpa bahan tambahan 3. Produk non pangan adalah produk selain pangan segar, pangan olahan, obat, obat tradisional, kosmetika, suplemen makanan, alat kesehatan, dan perbekalan kesehatan rumah tangga Apakah kamu pernah membuat Olahan dari Non pangan sayur?


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 35 A. BAHAN PRODUK OLAHAN NON PANGAN SAYUR Produk olahan nonpangan sayur adalah produk yang dihasilkan dari pemanfaatan sayuran yang diolah untuk kepentingan selain bahan makanan manusia. Tujuan dari Pengolahan produk olahan nonpangan sayur ini di antaranya adalah memberikan nilai tambah pada pangan sayur yang sudah tidak dapat diolah menjadi produk pangan. Manfaat lain ialah mencegah pencemaran lingkungan dari sampah sayuran yang sudah tidak dapat diolah menjadi produk pangan. Sayur selain untuk keperluan bahan makanan manusia. Sayuran yang sudah tidak layak konsumsi karena sudah layu ataupun digigit ulat atau hewan lainnya tidak akan dimanfaatkan menjadi bahan pangan untuk manusia. Seringkali, sayuran tersebut digunakan sebagai bahan pangan ternak, pupuk kompos ataupun bahan baku produk kecantikan. Pertumbuhan gerakan “power greens” menjadi semakin berkembang di industri kosmetik. Hal ini dikarenakan banyak beauty enthusiast yang percaya bahwa penggunaan bahan-bahan hijau alami, seperti sayuran, akan memberikan manfaat lebih baik bagi kulit. Bahan kosmetik untuk kulit sangat beragam jenisnya. Beberapa jenis kosmetik kulit yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia, yaitu bedak, pelembab, serum, masker, toner, facial foam, sunscreen, sunblock dan hand body lotion. Bahan pangan komoditas sayur dapat diolah menjadi produk nonpangan sayur. Beberapa jenis bahan pangan komoditas sayur yang banyak dimanfaatkan untuk produk nonpangan sayur adalah sebagai berikut : 1. Kale sebagai cleanser / pembersih wajah Kale memang salah satu sayuran yang menjadi primadona beberapa tahun belakangan ini. Kale ini mengandung vitamin A, B, C, E dan K serta mineral yang dibutuhkan tubuh. Kalau biasanya kale dikonsumsi dalam bentuk salag atau jus, tidak dengan produk yang sati ini. Kale sebagai Cleanser adalah pembersih wajah yang terbuat dari cold pressed extract kale yang kaya akan phytonutrients. Selain itu, produk ini juga mengandung teh hijau yang penuh akan antioksidan, dan bayam yang mampu mengantarkan antioksidan anti inflamasi. 2. Brokoli sebagai seed oil Produk ini sangat jarang sekali ditemukan. Fungsi dari produk ini adalah untuk perawatan kulit terbuat dari biji sayuran brokoli. Biji brokoli tidak dapat dimakan, namun kaya akan antioksidan yang menenangkan seperti vitamin A. 3. Wortel sebagai produk kecantikan Wortel kaya akan nutrisi, vitamin A dan C, anti-oksidan dan bahan-bahan alami lainnya untuk membantu dalam menajga kelembapan kulit dan bahan yang alami serta melindungi kulit dari buruknya polusi. Produk perawatan kulit dari wortel yang banyak digunakan adalah lotion, sabun, dan shampo. 4. Bayam sebagai bahan sampo bayam Salah satu pengobatan kerontokan rambut adalah dengan menggunakan penumbuh rambut (hair tonic) alami. Daun bayam digunakan sebagai penumbuh rambut karena mengandung protein (asam amino) dan vitamin (A,B,C dan E) serta mineral (Zn, Fe, dan Ca). 5. Timun sebagai masker atau toner Manfaat timun untuk wajah ada beragam, mulai dari mencegah jerawat sampai melawan tanda-tanda penuaan. Untuk memperoleh manfaat tersebut, timun bisa diolah menjadi masker atau toner wajah. Kandungan nutrisi seperti antioksidan, vitamin C, rendah kalori, natrium dan rendah lemak menjadikan timun digunakan untuk kesehatan dan perawatan kulit. Timun memiliki kandungan air yang tinggi yang menenangkan kulit dan


36 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) membuatnya tetap terhidrasi. Timun bertindak sebgai agen anti-inflamasi dan membantu mengurangi bengkak pada kulit. Selain itu, toner timun juga dapat membantu mengurangi keluhan kulit berminyak. Toner bekerja mengecilkan pori-pori dan menghasilkan sekresi minyak yang lebih sedikit. 6. Buah bit untuk jus kecantikan Buah bit dulu hanya sering diambil akarnya saja sebagai bahan pengobatan, namun seiring dengan berjalannya waktu, daging, buah, batang, dan daun dari tanaman bit juga diambil untuk dimanfaatkan. Bit mengandung banyak nutrisi yang baik dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh seperti protein, serat, vitamin C, kalium dan folat. Buah bit selain bermanfaat untuk kesehatan, juga bermanfaat bagi kecantikan, diantaranya mencegah dan mengatasi jerawat, mempercantik kulit, mencegah penuaan dini, menjadikan kulit wajah bersinar, memelihara kesehatan kulit kepala, menyuburkan rambut, dan juga bisa dijadikan sebagai pewarna alami. 7. Seledri dapat digunakan untuk penyubur rambut. Daun seledri mengandung antioksidan dan vitamin E yang dapat menutrisi kulit kepala secara mendalam untuk mendorong pertumbuhan rambut yang lebih kuat dan tebal. Seledri banyak digunakan sebagai shampo. 8. Kubis dapat dijadikan masker untuk kulit agar menjadi putih cerah dan bebas jerawat. 9. Bayam, kangkung, kembang kol digunakan untuk pakan ternak B. Kemasan Produk Non Pangan Sayur Kemasan merupakan pembungkus produk yang berfungsi untuk melindungi produk dari kerusakan saat penyimpanan dan pendistribusian. Pada penentuan jenis kemasan yang akan digunakan, kita harus memperhatikan kualitas bahan kemasan yang akan digunakan. Selain itu, kemasan pun menentukan ciri khas dari suatu produk. Kemasan juga akan dilengkapi dengan label sebagai penentuan merek, jenis produk, komposisi, cara penggunaan produk dan kadaluarsa dari produk. I. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C atau D pada jawaban yang paling benar! 1. Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati, dan air baik yang diolah maupun yang tidak diolah disebut dengan …. A. Produk C. pangan B. Kemasan D. komoditas 2. Produk yang dihasilkan dari pengolahan bahan pangan sayur untuk keperluan selain bahan makanan manusia, pernyataan di atas pengertian dari .... A. Produk olahan pangan komoditas impor B. Produk olahan non pangan komoditas sayur C. Produk olahan non pangan komoditas ekspor D. Produk makanan pendamping 3. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan dari sampah sayur yaitu .... A. Membuang sampah di keranjang sampah B. Mengolah sampah sayur menjadi kerajinan C. Membakar sampah sayur supaya tidak mencemari lingkungan D. Mengolah sampah-sampah tersebut menjadi pupuk organik cair dengan proses fermentasi


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 37 4. Pupuk organik cair sebaiknya dibuat dari .... A. Buah yang sudah tidak layak dikonsumsi karena terlalu masak bukan rusak karena penyakit/pencemaran mikroorganisme perusak buah B. Sayuran dan buah-buahan yang sudah membusuk karena pencemaran mikroorganisme C. Buah yang masih layak dikonsumsi karena sudah masak atau rusak karena penyakit atau pencemaran mikroorganisme perusak buah D. Semua limbah anorganik yang sudah mengalami pembusukan karena aktivitas mikroorganisme 5. Berdasarkan jenisnya, pupuk dibagi menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan mengakibatkan .... A. Membunuh organisme yang dapat menyuburkan tanah B. Tanaman cepat besar C. Buah yang dihasilkan melimpah D. Menyuburkan tanah lebih cepat 6. Mengandung antioksidan dan vitamin E yang dapat menutrisi kulit kepala secara mendalam untuk mendorong pertumbuhan rambut yang lebih kuat dan tebal, merupakan ciri-ciri dari sayur …. A. seledri C. kale B. timun D. brokoli 7. Produk olahan nonpangan sayur, selain dijadikan sebagai bahan kosmetik, juga dijadikan sebagai bahan baku pakan ternak. Contoh sayur yang dapat dijadikan bahan baku pakan ternak berikut ini, kecuali …. A. bayam C. kembang kol B. gambas D. kangkung 8. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan dari sampah sayur yaitu dengan cara mengolah sampah-sampah tersebut menjadi pupuk cair dengan proses ... A. Fermentasi C. Eksekusi B. Anaerob D. Oksidasi 9. Kaya akan nutrisi, vitamin A dan C, anti-oksidan dan bahan-bahan alami lainnya untuk membantu dalam menajga kelembapan kulit dan bahan yang alami serta melindungi kulit dari buruknya polusi. Produk perawatan kulit ini kebanyakan digunakan sebagai lotion, sabun, dan sampo. bahan sayur yang dimaksud adalah …. A. Bayam C. brokoli B. Kangkung D. wortel 10. Kemasan merupakan proses akhir pada suatu produk. Kemasan yang paling tepat untuk olahan non pangan adalah .... A. C. B. D.


38 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan tepat! 1. Apa yang kamu ketahui tentang produk olahan nonpangan sayur? Jawab : ........................................................................................................................................... 2. Sebutkan empat contoh produk olahan non pangan sayur! Jawab : ........................................................................................................................................... 3. Sebutkan kandungan dan manfaat dari sayur bayam sebagai bahan produk olahan nonpangan sayur! Jawab : ........................................................................................................................................... 4. Mengapa penggunaan pupuk kimia perlu kita batasi penggunaannya ? Jawab : ........................................................................................................................................... 5. Apa yang akan terjadi bila sampah sayur kita dibiarkan begitu saja? Jawab : ........................................................................................................................................... A. Lakukan Kegiatan Observasi / Eksplorasi terhadap Produk Olahan Non Pangan Sayur! Nama Produk Bahan Dasar Proses Pembuatan Jenis Kemasan Manfaat Harga Jual B. Kearifan Lokal 1. Apa nama produk olahan nonpangan sayur yang kamu temukan di daerahmu? 2. Komoditas sayur apakah yang menjadi kearifan lokal daerahmu? 3. Bagaimana cara pengolahan produk nonpangan sayur yang kamu temukan tersebut? Nilai Catatan Paraf


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 39 C. Pembuatan Kemasan dan Produk Olahan Non Pangan Sayur Salah satu produk kecantikan yang sering menggunakan sayur adalah penyubur rambut. Penyubur rambut adalah sejenis cairan yang sering digunakan untuk menumbuhkan rambut. Penyubur rambut yang baik terdiri atas bahan alami yang memiliki khasiat untuk menumbuhkan rambut secara cepat. Sayur yang sering digunakan untuk bahan menyuburkan rambut adalah seledri dan minyak kelapa. Pada daun seledri, terkandung vitamin A, vitamin SE, vitamin B komplek, dan minyak atsiri yang mampu menyuburkan rambut, mengatasi kerontokan rambut, serta mampu menghilangkan ketombe. Minyak kelapa mengandung vitamin E dan K yang mampu menjaga kelembaban dan kesegaran kulit kepala. Berikut ini langkah-langkah pembuatan penyubur rambut dari seledri. 1. Alat yang digunakan : a. Blender / penumbuk b. Saringan c. Mangkok d. Botol spray plastik ukuran kecil 2. Bahan yang dibutuhkan a. 100 gram seledri b. 3 sendok teh minyak kelapa 3. Langkah pembuatan : a. Cuci bersih seledri, lalu iris kecil-kecil b. Masukkan ke dalam blender atau tumbuk halus c. Saring dan pisahkan dari ampasnya d. Tambahkan 3 sendok teh minyak kelapa ke dalam cairan seledri, aduk rata e. Masukkan ke dalam botol spray plastik untuk memudahkan pengaplikasian f. Ramuan yang tersisa dapat disimpan di lemari es. Agar manfaatnya tidak hilang, penyimpanannya jangan terlalu lama


40 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) Perencanaan merupakan rangkaian tahapan dalam penyusunan rencana produksi untuk mencapai tujuan. Perencanaan suatu proses harus sesuai dengan: tujuan produksi, menentukan kebutuhan alat dan bahan, serta menentukan teknik pengolahan yang akan digunakan. Pada saat menentukan Perencanaan, kita harus mempertimbangkan beberapa hal agar tujuan produksi dapat terwujud, seperti realistis, logis, rasional, fleksibel, komitmen, dan komprehensif Pada Kegiatan ini, terdapat 3 kegiatan yang dilakukan, yaitu : 1. Perancangan produk dan kemasan produk olahan nonpangan sayur. 2. Pembuatan produk dan kemasan produk olahan nonpangan sayur 3. Evaluasi dan refleksi tentang produk yang telah dibuat Semua kegiatan dilakukan secara berkelompok KEGIATAN 1. PERANCANGAN PEMBUATAN KEMASAN DAN PRODUK OLAHAN PNONPANGAN SAYUR 1. Rancangan Produksi Kemasan Produk Olahan Nonpangan Sayur Perencanaan 1. Jenis Kemasan 2. Karakteristik Kemasan 3. Label Kemasan 4. Prosedur Pembuatan Kemasan Pelaksanaan 1. Tempat 2. Waktu 3. Pembagian tugas antar kelompok


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 41 2. Rancangan Produksi Produk Olahan Nonpangan Sayur Perencanaan 1. Nama Produk 2. Karakteristik Bahan Produk 3. Alat dan Bahan Pendukung 4. Prosedur Pembuatan Produk 5. Rancangan Promosi Produk Pelaksanaan 1. Tempat 2. Waktu 3. Pembagian tugas antar kelompok KEGIATAN 2. PROSES PEMBUATAN KEMASAN DAN PRODUK OLAHAN PNONPANGAN SAYUR Pada Kegiatan 2 ini, Siswa melakukan modifikasi produk olahan nonpangan sayur agar lebih menarik dan bernilai ekonomis. KEGIATAN 3. EVALUASI DAN REFLEKSI TENTANG PRODUK YANG TELAH DIBUAT Pada Kegiatan 3 ini, 1. Siswa mempresentasikan/menyampaikan hasil projek yang telah dibuat beserta kemasannya oleh kelpompok masing-masing 2. Siswa meksanakan kegiatan tanya jawab antar kelompok mengenai produk olahan nonpangan sayr yang telah dibuat oleh kelompok masing-masing 3. Siswa dapat mencoba menjual produk olahan nonpangan sayur yang sudah dikemas di lingkungan sekitar sekolah atau tempat tinggal atau dengan mengadakan bazar.


42 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) Bazar produk olahan non pangan sayur merupakan pameran dan penjualan produk-produk nonpangan sayur hasil karya dari kreativitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran pengolahan sayur yang sengaja diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari kegiatan bazar produk nonpangan sayur di antaranya adalah untuk memperkenalkan produk nonpangan sayur hasil karya dari kreativitas peserta didik kepada masyarakat sekitar terutama orang tua peserta didik. Tujuan lain ialah menumbuhkan jiwa wirausaha peserta didik dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar menjadi pelaku usaha dalam skala kecil. Melalui bazar, peserta didik juga dilatih untuk berkomunikasi yang baik dengan relasi maupun orang lain, bersikap jujur pada saat transaksi jual beli, bekerja sama, pantang menyerah, dan bertanggung jawab. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum pelaksanaan kegiatan bazar produk olahan nonpangan sayur adalah menyusun jadwal pelaksanaan bazar produk olahan nonpangan sayur, serta mempersiapkan undangan bazar, stan bazar, dan produk yang akan ditampilkan dalam kegiatan bazar produk olahan nonpangan sayur tersebut. Penyusunan jadwal dan persiapan pelaksanaan bazar produk olahan nonpangan sayur dapat dilaksanakan di luar jam kegiatan pembelajaran sebelum kegiatan pembelajaran bazar produk olahan nonpangan sayur dilaksanakan. LATIHAN SUMATIF AKHIR LINGKUP MATERI SEMESTER GENAP 2022/2023 I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar pada lembar jawab yang tersedia! 1. Perhatikan gambar berikut! Gambar disamping adalah contoh sayuran yang diambil dari bagian …. A. daun B. batang C. akar D. umbi lapis 2. Sayuran terbentuk oleh klorofil. Kandungan klorofil pada sayuran hijau dalam suasana asam akan berubah menjadi hijau tua dan dalam suasana basa menjadi hijau terang. Pernyataan tersebut merupakan kandungan dan manfaat dari sayuran …. A. sayuran berwarna hijau C. sayuran berwarna merah/biru B. sayuran berwarna ungu D. sayuran berwarna kuning/oranye 3. Sayuran ketika pH dalam keadaan netral, pigmen berwarna ungu, ketika dalam keadaan asam, pigmen berwarna merah, sedangkan saat terdapat basa, pigmen berwarna biru. Yang termasuk sayuran berwarna ungu yaitu …. A. terong C. wortel B. cabai D. sawi


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 43 4. Perhatikan tabel berikut ini! 1 Dapat mengatasi sembelit 2 Dapat menyehatkan kulit 3 Dapat meningkatkan daya tahan tubuh 4 Dapat mengatasi hipertensi 5 Dapat menghilangkan plak dari gigi Berdasarkan pernyataan diatas merupakan manfaat dari …. A. wortel C. kangkung B. bayam D. jagung 5. Sayur bayam sangat digemari oleh anak-anak, menurut hasil penelitian bayam memiliki banyak kandungan dan manfaat bagi kesehatan, diantaranya sangat bermanfaat bagi kecerdasan otak dan menjaga kesehatan mata karena bayam mengandung …. A. glukosa C. fruktosa B. karetenoid D. yodium 6. Lita mendapat tugas praktik mengolah sayuran. Lita akan membuat cake wortel. Teknik pengolahan yang digunakan adalah dengan menuangkan adonan cake wortel ke dalam loyang kemudian dimasukkan ke dalam oven dengan panas dari segala arah. Teknik memasak cake wortel yang dilakukan Lita adalah .... A. baking C. deep frying B. simmering D. grilling 7. Teknik memasak yang benar sangat menentukan rasa dan nutrisi makanan. Teknik memasak dibagi menjadi 2 yaitu panas kering (Dry heat cooking) dan panas basah (Moist heat) yang termasuk panas basah adalah …. A. merebus (boiling) C. membakar (grilling) B. memanggang (baking) D. menumis (sauteing) 8. Setiap teknik memasak, menggunakan alat yang berbeda – beda. Yang membedakan teknik memasak panas kering antara teknik memanggang (baking) dengan teknik membakar (grilling) dengan adalah .... A. Teknik memanggang (baking) bahan makanan dimasukkan oven, sedangkan teknik membakar (grilling) bahan makanan diletakkan diatas lempengan besi / pan dadar B. Teknik memanggang (baking) bahan makanan diletakkan di atas lempengan besi / pendapar sedangkan teknik membakar (grilling) bahan makanan dimasukkan oven C. Teknik memanggang (baking) dengan menggunakan sedikit minyak, sementara dan cepat sedangkan teknik membakar (grilling) bahan makanan diletakkan diatas lempengan besi / pan dadar D. Teknik memanggang (baking) dengan menggunakan minyak yang banyak, sedangkan teknik membakar (grilling) bahan makanan diletakkan diatas lempengan besi / pan dadar 9. Pada proses pengolahan makanan dengan teknik ini beberapa kandungan gizinya akan rusak, tetapi kandungan energinya tinggi karena mengandung lemak dan akan menghasilkan makanan yang kering (crispy), teknik ini adalah …. A. shallow frying C. sauteing B. deep frying D. baking 10. Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak dan lembut. Nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. Makanan yang diolah dengan cara ini yaitu puding, bolu, sayuran, ikan dan ayam, teknik ini adalah .... A. Simmering C. steaming B. Stewing D. deep frying


44 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) 11. Perhatikan tabel di bawah ini! No Kandungan dan manfaatnya bagi kesehatan 1 Vitamin C 2 Vitamin K 3 mengurangi kadar lemak di dalam tubuh 4 melancarkan sistem pencernaan 5 menjaga kesehatan ginjal dan menghidrasi tubuh Data diatas adalah kandungan dan manfaat dari sayur dibawah ini …. A. brokoli C. Timun B. seledri D. kale 12. Jus sayur bit terlihat menarik karena warnanya, selain itu bit juga mengandung kalsium, zat besi, vitamin C, serta beta karoten, Jus sayur bit bisa dicampur dengan sayuran hijau, wortel, atau ketimun, agar jus buah bit lebih nikmat, tambahkan sedikit …. A. jahe C. kunyit B. air jeruk nipis D. asam 13. Dibawah ini adalah langkah-langkah dalam pengolahan tumis sayur : 1) masukkan sayuran atau bahan mulai dari yang paling lama matang, 2) panaskan wajan hingga panas betul, tuang minyak memutar mengenai pinggiran wajan hingga seluruh permukaan wajan terkena minyak. 3) tuang saus (terutama yang asin) menjelang akhir waktu memasak, 4) segera pindahkan tumisan dari wajan, karena wajan masih menyimpan panas yang bisa menyebabkan proses pematangan berlanjut. Urutan langkah yang tepat adalah …. A. 2)-1)-3)-4) C. 3)-1)-2)-4) B. 1)-2)-3)-4) D. 2)-3)-4)-1) 14. Perhatikan kesalahan yang paling sering kita lakukan saat menumis sayuran berikut! 1) Potong sayur sebelum mencucinya 2) Memasukkan sayur saat minyak sudah mengeluarkan asap 3) Memakai minyak yang terlalu banyak 4) Memasukkan penyedap rasa dengan berlebihan 5) Memasukkan sayuran atau bahan mulai dari yang paling lama matang Dari pernyataan diatas yang bukan merupakan kesalahan yang sering kita lakukan saat menumis sayuran adalah …. A. 2 C. 4 B. 3 D. 5 15. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses fermentasi pada pembuatan sayur asin adalah dengan memanfaatkan …. A. air santan C. air jeruk B. air tajin D. air soda 16. Berdasarkan jenisnya, pupuk dibagi menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan mengakibatkan .... A. Membunuh organisme yang dapat menyuburkan tanah B. Tanaman cepat besar C. Buah yang dihasilkan melimpah D. Menyuburkan tanah lebih cepat 17. Mengandung antioksidan dan vitamin E yang dapat menutrisi kulit kepala secara mendalam untuk mendorong pertumbuhan rambut yang lebih kuat dan tebal, merupakan ciri-ciri dari sayur …. A. seledri C. kale B. timun D. brokoli


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 45 18. Produk olahan nonpangan sayur, selain dijadikan sebagai bahan kosmetik, juga dijadikan sebagai bahan baku pakan ternak. Contoh sayur yang dapat dijadikan bahan baku pakan ternak berikut ini, kecuali …. A. bayam C. kembang kol B. gambas D. kangkung 19. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan dari sampah sayur yaitu dengan cara mengolah sampah-sampah tersebut menjadi pupuk cair dengan proses .... A. Fermentasi C. Eksekusi B. Anaerob D. Oksidasi 20. Kaya akan nutrisi, vitamin A dan C, anti-oksidan dan bahan-bahan alami lainnya untuk membantu dalam menajga kelembapan kulit dan bahan yang alami serta melindungi kulit dari buruknya polusi. Produk perawatan kulit ini kebanyakan digunakan sebagai lotion, sabun, dan sampo. bahan sayur yang dimaksud adalah …. A. Bayam C. brokoli B. Kangkung D. wortel II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang lengkap dan benar pada lembar jawab yang tersedia! 1. Sayuran daun merupakan jenis sayuran yang dapat dikonsumsi padabagiandaunnya.Sayuran daundengankualitasbagusadalah jika bagian daunnya utuh, tidak berlubang dan tidak busuk, serta batang dan daun berwarna segar, sebutkan contoh sayuran daun yang kalian ketahui! Jawab : ......................................................................................................................................... 2. Sebutkan macam-macam contoh teknik pengolahan pangan panas kering yang kalian ketahui! Jawab : ......................................................................................................................................... 3. Sebutkan contoh macam-macam minuman sari sayur! Jawab : ......................................................................................................................................... 4. Jelaskan pengertian dari produk olahan non pangan sayur! Jawab : ......................................................................................................................................... 5. Sebutkan empat contoh produk olahan non pangan sayur! Jawab : ......................................................................................................................................... Nilai Catatan Paraf


46 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) Kinasih, Kenny Putri. 2022. Serat Pangan Manfaat tersembunyi di Sayuran. https://gizigo.id/serat-pangan-dietary-fiber/. (Diakses pada17 Februari, 2022). Ki Suratman. 1982. Pemahaman dan Penghayatan Azaz-Azaz Taman Siswa 1922, dalam buku Pendidikan Tamansiswa 60 Tahun 1922- 1982. Yogyakarta: Majelis Luhur Tamansiswa. Kumalasari, Rima, Ryanti Ekafitri, dan D. Desnilasari. 2015. Pengaruh Bahan Penstabil dan Perbandingan Bubur Buah terhadap Mutu Sari Buah Campuran Pepaya-Nanas. J. Hort. Vol. 25 No. 3 (September 2015): 266-276. http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id(Diakses pada 27 Februari, 2022). Lisdiana Fachruddin. 1998. Membuat Aneka Selai. Jakarta: Kanisius. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. 2013. Ki Hadjar Dewantara: Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka (Bagian I: Pendidikan). Yogyakarta: UST-Press. Nurani, Fesdila Putri. 2020. Penambahan Pektin, Gula, dan Asam Sitrat dalam Pembuatan Selai dan Marmalade Buah-Buahan. Journal of Food Technology and Agroindustry Volume 2 No 1. http:// ejournalwiraraja.com (Diakses pada 27 Februari, 2022). Purwiyatno Hariyadi. 2020. Teknologi Isi Panas Efektif untuk Produk Minuman. FOODREVIEW INDONESIA | VOL. XV/NO. 2 / Februari 2020. Rahmawati, Fitri. 2013. Pengemasan dan Pelabelan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.http://staffnew.uny.ac.id/upload/132296048/pengabdian/pengemasan-da n-pelabelan.pdf. (Diakses pada 06 Maret, 2022). Republik Indonesia. 2012. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. https://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/278.pdf. (Diakses pada 26 Februari, 2022). Republik Indonesia. 2020. Lampiran 1 Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020 – 2024. Jakarta: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Ridwan Abdul S. 2019. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Susanti Sufyadi, Lambas, dkk. 2021. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (SD/MI, SMP/ MTs, SMA/SMK/MA). Jakarta: Pusat Asesmen dan Pembelajaran,Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi


Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) | 47 Catatan _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________


48 | Prakarya Kelas VII/2 SMP (Nsk 03) Catatan _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________________


Click to View FlipBook Version