J
\-/
,O- SB.
JURNAL ISSN : 2087-5150
KESEHAIAN DAN
KEMASYARAKATAN Juni 2012, Volume 3, Nomor I
halaman t - 97
Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari
hasil penelitian dan kajian analisis-kritis di bidang kesehatan seperti Ilmu Keperawatan,
Kebidanan, dan Kemasyarakatan
Pembina
Direktur Akademi Kesehatan S apta Bakti Bengkulu
Ketua Penyunting
Amirizal
Dewan Penyunting
Sudirman Ansyar
Yansyah Nawawi
Djusmalinar
Rosdiana
Nur Elly
Elinofia
Siti Nurhadini
Meriwati
Dewan Penelaah
Prof.Dr.Johanes Sapri
Dr. Med. Hartian Pansori, M.Kes, PATH
Dr. Rostika Flora, S.Kep. M.Kes, AIF
Pelaksana Tata Usaha
Mardiyah
Suryadi Irawan
Untuk Berlangganan Hubungi Redaksi Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan padaAlamat
Jalan Mahakam Raya No.16 Lingkar Barat Bengkulu Telp.0736 346300,
email : sapta*bakti @yahoo.co. id
JURNAL KESEHATAN DAN KEMASYARAKATAN
Volume 3 , Nomor 1: hlm l-97, Juni Z0lz
Endang Sugiyanti Hubungan inisiasi menyusui dini dengan involusi uterus
pada Ibu Post Partum hari kesepuluh di Bidan Praktek
Swasta wilayah kerja Puskesmas Babatan dan Cahaya
Negeri Kabupaten Seluma Propinsi Bengkulu
LolliNababan Faktor-faktor yang berhubungan dengan
Yunita Hotmaria asuhan kebidanan III pada mahasiswa
Julita Cherly Bengkulu Tahun 2010
Misti, 24 Hubungan pengetahuan dan sikap Ibu tentang stimLrlasi
Tri Karlinda, perkembangan terhadap perkembangan motorik kasar Anak
Yosefin Sintarini
Rismayani usia 3-5 tahun di Kelurahan Kwala Bekala Kotamadya
Medan Provinsi Sumatera Utara
j :S Efektivitas teknik distribusi pernafasan dan pendengaran
dalam menurunkan nyeri persalinan pada Primigravida di
BPS Kota Bengkulu Tahun2012
I ql Cambaran stress keluarga pasien stroke ditinjau dari
pelaksanaan Follow Up di Poliklinik Syaraf RSUD DR. M.
Yunus Bengkulu
I
56 Hubungan mobilisasi dan status gizi dengan lama proses
penyembuhan luka pada pasien Postsectio Caesarea di
RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2012
I Hubungan sikap dengan perilaku perawat dalam
berkomunikasi terapeutik pada pasien di Ruang Rawat lnap
i Tri Endah Suryani
Seruni RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2012
I
7l Hubungan usia dan paritas Ibu dengan pemberian ASI
i Eksklusif di Wilayah kerja bJPTD Puskesmas Sawah Lebar
i
I Kota Bengkulu Tahun 2012
I
I
Maitis Alina 8l Gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang perilaku
Tri Karlinda hidup sehat pada remaja di SMA Palawa Kota Bengkulu
Riza Fitri Tahun 201 I
Meriwati Mahyuddin, | 88 Cambaran pelaksanaan standar Antenatal Care (7 T)
AIfina Hidayati, berdasarkan pendidikan dan masa kerja Bidan praktek
Metriyah Susti
Swasta di Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu
Jurnal Kesehatan dan KemasYarakatan ISSN:2087-5150 -150
GAMBARAI{ PELAKSAI\IAAI{ STAI\IDAR ANTENATAL CARE (7T) I
BERDASARKAN PENDIDIKAN DATI MASA KERJA lari
BIDAN PRAKTEK SWASTA DI KECAMATAI\I
MUARA BANGKAHTILU KOTA BENGKT]LU aJ1,
TAHTJN 2011
Meriwati Mahyuddin, Alfina Hidayati, Metriyah Susti
Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu
This study used a descriptive observational study design with cross sectional approach'
with the independent variables of education and employment, the dependent variable
implementation of standards of Antenatal care (7T). The population of 21 individuals,
samples were taken from a total population of2l people conducted in-Midwives Midwives
JrineusnPperoivn2ad9tee,n2tPs0r1ah1acvt.iecTeAhMeI ueraedrsuaucalDttsiiosontrfiacuntndBivaaalnmrgiaokstaethuaallnlu(a7Bl1yes%nisg) ksouhfluorewscepidtoyntdhineant2ts0a1lhm1a,ovfesrotamhsae2trf4v(ic4Me3a7lyiofe)s'ood'ff '
e" l0 years, and most (62%) respondents did not comply qntenotal care (7T)' Standatds
are not implemented most of the seven standards of antenatal care (7T) is a laboratory
in educational status of midwives and a full awareness of each
test. Expected increase personnel to maximize the implementation of the standards of
midwife as the service
midwifery antenatal care (7T) in the monitoring of pregnancy'
Keywords '. education, employment, standard of Antenatal Care QT)
TerwujudnYa keadaan sehat berencana, 2) Pelayanan Antenatal Care,
adalah keinginan semua pihak, tidakhanya 3) Persalinan yang aman, 4) Pelayanan
keinginan perorangan tetapi j uga keluarga,
obstetric essensial (Sarwono, 2002).
kelompok, bahkan masyarakat. Untuk
dapat mewujudkannya banyak hal yang Pilar yang kedua Yaitu PelaYanan
perlu dilakukan, salah satu diantaranya
yang dinilai mempunyai peranan yang antenatol core sebagai salah satu
pelayanan kesehatan untuk uPaYa
cukup penting adalah pelayanan kesehatan' pencegahan awal dari faktor resiko
Bagaimana kualitas pelayanan kesehatan kehamilan dengan standar antenatal care
akan sangat berdampak terhadap kondisi
kesehatan di suatu masyarakat (Nugraha, yang bertujuan utamanYa mencegah
komplikasi obstetri dan memastikan
2007). bahwa komplikasi dideteksi sedini
mungkin serta ditanani secara memadai
Salah satu indikator keberhasilan (WHO, 2006). Standar antenotal care (7 T)
pembangunan kesehatan dapat dilihat
melalui angka kematian ibu, bila angka yang meliputi, yakni Timbang berat badan
kematian ibu rendah berarti pelayanan dan tinggi badan, Tekanan darah, Tinggi
kesehatan ibu sudah baik sebaliknya bila
angka kematian ibu tinggi menunjukkan fundus uteri, TT lengkap, Tablet Fe, Tes
kualitas pelayanan kesehatan yang masih
penyakit Menular, dan Temu wicara dalam
rendah (Wiknjosastro, 2006). Maka sejak
rangka persiapan rujukan (Syaiffudin,
tahun 1990 sampai saat ini, Departemen 2OO2). Salah satu datnpak dari standar
Kesehatan dibantu oleh WHO, LTNICEF
antenatal csre ini tidak dilakukan antara
dan I-INDP melaksanakan Empat Pilar Safe
lain tidak terdeteksi terjadinya komplikasi
Mother Hood, yaitu I ) Keluarga
kehamilan yang dapat berujung pada
kematian ihl kelainan dan komplikasidalam
Vol. 3 No. l, Juni 2012 88
Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan ISSN:2087-5150
kehamilan (Saifu ddin, 2AA2). Pelaksanaan di kecamatan Muara Bangkahulu yang
standar antenatal care yang telah mempunyai 2 puskesmas yakni puskemas
ditetapkan dapat dilihat dengan Ratu Agung dimana cakupan pelayanan
menggunakan indikator cakupan yakni antenatal (Kl) 93% dan cakupan pelayanan
lengkap antenatal (K4) 70% Sedangkan
cakupan pelayanan antenotal (K1), cakupan pemberian Fel dalam pelayanan
antenatal (Kl)92% dan pelayanan lengkap
cakupan pelayanan lengkap antenatal
antenatal (K4) 77 oZ, cakupan pemberian
(K4), cakupan pemberian Fe (Fel, F3)
Fel dalam pelayanan antenatal (Kl)90%
dalam pelayanan antenatal (Kl) dan
dan pelayanan lengkap an tenatal (K4) 83%o
pelayanan lengkap antenatal (K4) upaya
dengan sasaran 275 ibu hamil (Dinkes
penurunanan Angka Kematian Ibu
Bengkulu,2010).
(Sarwono,2006).
Puskesmas kedua adalah
Berdasarkan Profil Kesehatan
puskesmas Beringin Raya cakupan
Provinsi Bengkulu tahun 2009, dilihat dari
pelayanan antenatal (KI) 92% dan cakupan
persentase cakupan yakni cakupan pelayanan lengkap antenatal (K4) 73o/o.
pelayanan antenatal (Kl) 9|Yo d,an Sedangkan cakupan pemberian Fel dalam
cakupan pelayanan lengkap antenatal (K4) pelayanan antenatal (Kl) 92% dan
85%o dengan sasaran 46.641 ibu hamil. pelayanan lengkap antenatal (K4) 77o/o,
Sedangkan secara Nasional, target cakupan pemberian Fe dalam pelayanan
antenatal (K1) 86% dan pelayanan lengkap
cakupan pelayanan antenatal (Kl) 100%,
antenatal (K4) 59% dengan sasaran 337
cakupan pelayanan lengkap antenatal (K4) ibu hamil. Hal ini menunjukkan kualitas
95o/o, cakupan pemberian Fel, cakupan pelayanan kebidanan dikota Bengkulu
pemberian Fe3 90Yo. Pada tahun 2009 di belum maksimal (Dinkes Bengkulu, 201 0).
kota Bengkulu, cakupan pelayanan Kualitas pelayanan dipengaruhi
antenatal (K1) 95% dan cakupan oleh kinerja kesehatan , sejalan dengan
pelayanan lengkap antenatal (K4) 87% pendapat Widia Tri (20A4), bidan berperan
dengan sasaran 9.076 ibu hamil (Dinkes penting dalam pelaksanaan standar
antenatal care yang telah ditetapkan
Bengkulu,2009).
sehingga cakupan pelayanan antenatol
Pada tahun 2010 mengalami meningkat. Faktor yang mempengaruhi
mengenai cakupan pelayanan antenatal bidan dalam pelaksanaan standar antenatal
(Kl) dan cakupan pelayanan lengkap care yang telah ditetapkan antara lain
antenatal (K4) di kota Bengkulu, yakni pendidikan dan masa kerja (OktarinaTria,
cakupan pelayanan antenatal (Kl) 9l%, 200e).
cakupan pelayanan lengkap antenatal (K4) Pendidikan bidan mempengaruhi
87%o dengan sasaran 6.867 ibu hamil. pelaksanaan standar antenatal care.
Sedangkan cakupan pemberian Fel dalam Semakin tinggi tingkat pendidikan akan
semakin banyak ilmu pengetahuan yang
pelayanan antenatol (Kl) 92% dan
dimilki dan semakin mudah ia untuk
pelayanan lengkap antenatal (K4) 77 %,
menerima informasi sehingga makin
cakupan pemberian Fe dalam pelayanan banyak ilmu pengetahuan yang dimiliki
(lcham, 2008). Jenjang pendidikan
ontenatal (Kl) 85% dan pelayanan
lengkap antenatal (K4) 65% dengan
sasaran 6.867 ibu hamil (Dinkes
Bengkulu,20l0).
Cakupan yang tertinggi tahun
2010 di kecamatan Sungai Serut yakni
puskesmas Sukamerindu dengan cakupan
pelayanan antenatal (Kl) 99.7% dan
cakupan pelayanan lengkap antenatol (K4)
97%. Sedangkan cakupan terendah
Vol. 3 No. l, Juni2012 89
Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan ISSN :2087-5150
bidan yang menjalankan praktik mandiri METODE PENELTTIAN
harus berpendidikan minimal D III kerena Jenis penelitian ini menggunakan
pendidikan bidan sebelumnya hanya DI
selama 1 tahun yang dinilai masih kurang observasional deskriptif dengan
(Depkes RI,2010).
pendekatan cross sectional, yaitu desain
Jenjang pendidikan yang masih penelitian yang menekan pada waktu
kurang mengakibatkan kualitas kinerja pengukuran /observasi data variabel
yang kurang dan pelaksanaan standar indenpeden dan dependen hanya satu kali
pada suatu saat (Notoatmodjo, 20 I 0).
antenatal care tidak efektif. Kualitas
kinerja bidan ialah masa ke{4 sebab masa Pada penelitian ini variabel yang
diukur adalah Pelaksanaan antenatal care,
kerja yang lebih lama umumnya pendidikan, dan masa kerja. Sub dari
menjadikan pekerja lebih banyak memiliki l.pelaksanaan antenotol care meliputi, yakni :
pengetahuan dan ide-ide lebih banyak
berdasarkan pengalaman yang dilalui, Timbang berat badan dan
Tinggi badan
sedangkan pekerja yang belum
2. Tekanan darah
berpengalaman mungkin sangat idealis 3. Tinggi fundus uteri
4. TT lengkap
sehingga kurang diapl ikasikan, sebal iknya 5. Tablet Fe
masa kerja yang lama memungkinkan 6. Tes penyakit menular
7. Temu wicara
timbulnya kejenuhan sehingga hasil yang
dicapai kurang optimal (Robin, 2000). Populasi dalam penelitian ini
Jumlah Bidan praktek Swasta di adalah seluruh Bidan Praktek Swasta yang
kota Bengkulu pada tahun 20 I 0 sebanyak
berada di Kecamatan Muara Bangkahulu
166 orang. Khususnya untuk di kecamatan Kota Bengkulu tahun 201I berdasarkan
estimasi tahun 2010 yang teregistrasi
Muara Bangkahulu berjumlah 2l orang
berjumlah 2l BPS.
dimana hampir sebagian berpendidikan Sampel dalam penelitian ini
DI, dimana rata-rata masa kerja > l0 tahun
(Dinkes,20l0). adalah Bidan Praktek Swasta yang berada
Melihat permasalahan di atas, di Kecamatan Muara bangkahulu Kota
maka peneliti tertarik untuk meneliti Bengkulu Tahun 201I pada bulan April.
distribusi frekuensi pelaksanaan standar Berdasarkan estimasi yang teregister pada
antenatal care QD berdasarkan bulan Februari tahun 201I berjumlah 2l
pendidikan dan masa kerja Bidan praktek BPS.
Swasta di kecamatan Muara Bangkahulu Pengumpulan data pada penelitian
ini dengan menggunakan cara wawancara
kota Bengkulu tahun 20ll yang
merupakan upaya men ingkatkan dan observasi. Alat ukur yang digunakan
pelaksanaan standar antenotal care secara untuk pengumpulan data adalah kuesioner
maksimal dengan Bidan praktek Swasta
dan check list
yang baik dan profesional untuk
Teknik analisa data yang
meningkatkan kunjungan ibu hamil secara
digunakan adalah teknik analisa univariat-
teratur, sehingga dapat menurunkan Angka Teknik analisa inidilakukan untuk melihat
Kematian lbu dan Anak.
gambaran distribusi masing-masing
variabel penelitian mengenai Gambaran
Pelaksanaan Standar antenatal care (7T)
berdasarkan pendidikan dan masa kerja
Bidan
Vol.3 No. l, Juni20l2 90
Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan ISSN:2087-5150
Praktek Swasta Di kecamatan HASIL PENELITIAN
Muara Bangkahulu kota Bengkulu
1. Gambaran pelaksanaan
Tahun 2011.
standar antenatal care (77)
Untuk menganalisa skor Bidan Praktek Swasta di
masing-masing variabel dihitung dari kecamatan Muara Bangkahulu
kota Bengkulu tahun 2011
frekuensi relatif (%).
dengan rumus (Arikunto, S 2010), Hasil pengumpulan data dengan
menggunakan analisis univariat dapat
yakni: dilihat distribusi frekuensi pelaksanaan
P- f X100% standar. antenatal care (7T)
-N berdasarkan pendidikan dan masa kerja
Keterangan : Bidan Praktek Swasta di kecamatan
Muara Bangkahulu kota Bengkulu
P : Persentase
F : Besarnyabagian aspekyang ingin tahun 201 1 dari tabel sebagai berikut :
dibandingkan
N : Keseluruhan aspek
Tabel 4.lDistribusi frekuensi responden pelaksanaan standar antenatal care (7T) Bidan Praktek
Swasta di kecamatan Muara Bangkahulu kota Bengkulu Tahun 20ll
Pelaksanaan standar antenatal care ( 7T ) Tidak Ya Jumlah
%
a. Timbang berat badan dan tinggi badan % Yo
b. Tekanan darah 3141886
c. Tinggi Fundus Uteri 142095 2t 100
d. TT 0021100 2l 100
e. Tablet Fe 0021100 21 100
f. Tes Penyakit Menular 0021r00
s.. Temu wicara 1362838 21 100
3141886
21 100
2t 100
2l r00
Sumber : Data penelitian, 201I
Berdasarkan tabel 4. I menunjukan 2. Gambaran pendidikan dan
bahwa sebagian besar (620/o) responden masa kerja Bidan Praktek
tidak melaksanakan standar ontenatal care Swasta di kecamatan Muara
Bangkahulu kota Bengkulu
ke-enam yaitu tes penyakit menular, tahun 2011
sebagian kecil (14%) respoden tidak
Hasil pengumpulan data
melaksanakan standar az tenatal carc ywrg
ke-satu dan tujuh yaitu timbang tinggi dengan menggunakan analisis univariat
badan dan temu wicara, dan sebagian kecil dapat dilihat distibusi frekuensi
(5 %) responden tidak melaksanakan pendidikan dan masa kerja Bidan
Praktek Swasta di kecamatan Muara
antenatal care yang ke dua" yaitu tekanan
Bangkahulu kota Bengkulu tahun 201 I
darah. dari tabel sebagai berikut :
Vol.3 No. l, Juni 2012 91
Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan ISSN: 2087-5150
Tabel 4.2 Distribusi frekuensi responden menurut pendidikan, dan masa kerja Bidan Praktek
Swasta di kecamatan Muara Bangkahulu kota Bengkulu tahun 20ll
Variabel o/o
l. Pendidikan 9 43
7
DI 5 24
21 r00
D III
DIV l5 7t
Jumlah 6 29
2. Masa Keria 2t I00
> l0 tahun
< l0 tahun
Jumlah
Sumber : Data penelitian, 2011
Berdasarkan tabel 4 .2 menunj ukan Kecamatan Muara Bangkahulu
bahwa hampir sebagian (43%) responden kota Bengkulu' tahun 2011
memiliki tingkat pendidikan DI, dan Hasil pengumpulan data dengan
menggunakan analisis univariat dapat
hampir semua (71%) responden memiliki dilihat distibusi frekuensi pelaksanaan
masa kerja e" l0 tahun. standar antenatal care berdasarkan
pendidikan Bidan Praktek Swasta di
3. Gambaran pelaksanaan standar kecamatan Muara Bangkahulu kota
ontenatol core berdasarkan Bengkulu tahun 2011 dari tabel sebagai
pendidikan Bidan Pral<tek Swasta di berikut :
Tabel 4.3 Distribusi frekuensi responden menurut pelaksanaan standar unlenotal care (7T)
berdasarkan pendidikan Bidan Praktek Swasta di kecamatan Muara Bangkahulu kota
Bengkulu tahun 2011
(TlPelaksanaan standar antenatal care ) Jumlah
Pendidikan Tidak Ya o/o
DI 9 43 0 0 9 43
D III 7 JJ
DIV 4 l9 3 l4 5 24
2t r00
Jumlah 0 0 5 24
l3 62 38
Sumber : Data penelitian, 201I
Berdasarkan tabel 4.3 menunjukan bahwa Bangkahulu kota Bengkulu
hampir sebagian (43%) responden tidak
tshun 2011
melaksanakan standar antenatal care (7T\
Hasil pengumpulan data dengan
dengan pendidikan D I. menggunakan analisis univariat dapat
dilihat distibusi frekuensi pelaksanaan
4" Gambaran pelaksanaan standar standar antenatal care berdasarkan masa
kerja Bidan Praktek Swasta di kecamatan
sntenalal care berdasarkan Muara Bangkahulu kota Bengkulu tahun
masa kerja Bidan Praktek 201 I dari tabel sebagai berikut :
Swasta di kecamatan Muara
Vol. 3 No. l, Juni 2012 92
Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan ISSN : 2087-51 50
Tabel 4'4 BDbeeisrndtgrakisbuaulurskaitanfrhemuknause2an0kslelirrjaesBpoidnadnenPrmaketenkurSuwt apsetlaakdsiakneacaanmasttaanndMauraarantBeannagtaklahcualtue (7T)
kota
Masa Kwja il 52 Jumlah
> l0 tahufl 2 l0 I5 7l
< l0 tahun 6 29
2t t00
Jumlah
Sumbcr : Data penetitian. 201 I
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukan juga selain memakan waktu yang cukup
bahwa sebagian besar (52yo) responden lama juga dikarenakan terdapat bidan
tidak melaksanakan standar antenatal care
" belum memahami konsep konseling
(7T) dengan masa kerja > l0 tahun.
sehingga terdapat beberapa bidan yang
PEMBAI{ASAI\i belum.memenuhi standar tersebut.
l. Gambaran pelaksanaan standar Pelaksanaan qntenqtal cme adalah
antenatol care Qry Bidan
salah satu indikator keberhasilan
Praktek Swasta di kecamatan pembangunan kesehatan. Dimana
Muara Bangkahulu kota pelaksanaan standar antencttal care (771
bertujuan untuk menyiapkan wanita hamil
Bengkulu tahun 2011
sebaik-baiknya fisik dan mental serta
Berdasarkan penel itian pada B idan_ menyelamatkan ibu dan anak dalam
Bidan Praktek Swasta pads tabel 4.1 kehamilan, persalinan, dan masa nifas,
sehingga keadaan mereka pada post partum
didapatkan dari 2l responden, dimana sehat dan normal, tidak hanya fisik tetapi
juga mental. Maka antenatal care (ZT)
sebagian besar (62%o) responden tidak sangat perlu diterapkan (Wiknjosastro, 2006)
melaksanakan standar an tenatal care yang
2. Gambaran pendidikan Bidan
ke enam yaitu tes penyakit menular,
sebagian kecil (14%) responden tidak Praktek Swasta di Kecamatan
melaksanakan standar antenaral care yang Muara Bangkahulu Kota
ke satu dan tujuh yaitu timbang tinggi Bengkulu tahun 2011
badan dan temu wicar4 dan sebagian tecit
(5%) responden tidak melaksanakan Berdasarkan hasil penelitian pada
Bidan-Bidan Parktek Swasta pada tabel
antenatal care yangke dua, yaitu tekanan
darah. 4.2 didapat dari Zl responden, dimana
Menurut hasil penelitian, hampir sebagian (43%) responden
pelaksanaan standar tes laboratorium memiliki tingkat pendidikan D I, dan
(c€k Hb, protein urine, reduksi urine, test pMS) (33%) responden memiliki tingkar
tidak dilakukan karena memakan waktu pendidikan D III, serta sebagian kecil
yang cukup lama dan tidak tersedianya
(24%) responden merniliki pendidikan D IV.
peralatan yang dibutuhkan untuk Pendidikan adalah suatu proses
pemeriksaan laboratorium, sehingga pengembangan kemampuan kearah yang
banyak bidan yang tidak melaksanakan
d i inginkan oleh organ isas i yang
standar tersebut, sedangkan standar temu
wicara bersangkutan (Notoadmojo, 2A04.
Pendidikan adalah usaha dasar dan
terencana untuk menjadikan suasana
Vol.3 No. l, Juni20l2 93
Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan ISSN:2087-5150
belajar dan proses pembelajaran peserta yang bertambah baik sehingga dapat
didik secara aktif mengembangkan potensi menyampaikan kepada orang lain serta
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual memiliki keterampilan kerja yang
keagamaan, pengendalian din, kepribadian,
bertambah dalam kualitas dan kuantitas
kecerdasan, akhlak mulia serta
( Harsiwi,2009 ).
keterampilan yang diperlukan bagi dirinya,
4. Gambaran pelaksanaan standar
masyarakat, bangsa dan Negara
antenatal care berdtsarkan
(UU RI No.23,2001). pendidikan Bidan Praktek
Berdasarkan tingkat pendidikan Swasta di kecamatan Muara
Bangkahulu kota Bengkulu
diketahui bahwa efisiensi kerja dan segi
tahun 2011
penampilan ditentukan oleh petugas
Berdasarkan penelitian Pada
kesehatan dengan pendidikan diploma ke
atas ( Arida,20A6 ). Bidan-Bidan Praktek Swasta didapat dari
3. Gambaran masa keria Bidan 2l responden, hampir sebagian (43%)
Praktek Swasta di kecamatan responden dengan pendidikan D I tidak
melaksanakan standar an tenotal care (7'l\
Muara Bangkahulu kota
yakni I orang tidak melaksanakan standar
Bengkulu tahun 2011 antenatal care ke-satu, dua, dan ketiga" 9
Berdasarkan hasil penelitian pada orang tidak melaksanakan standar
antenatal care ke-enam, serta 2 orang
Bidan-Bidan Praktek Swasta pads tabel 4.3
tidak melaksanakan standar onteruttal c(tre
didapat dari2l responden, dimana hampir
semua (71%) responden memiliki masa ke-tujuh. Hampir sebagian (19%\
kerja > 10 tahun, sebagian kecil (29%) responden dengan pendidikan D III tidak
melaksanakan standar an tenatal care (7T)
responden memiliki masa kerja < l0 tahun.
Dapat diketahui bahwa terdapat lebih yakni 4 orang tidak melaksanakan standar
banyak bidan dengan masa kerja > l0 tahun
antenatctl care ke-satu, 4 orang tidak
, dibanding bidan dengan masa kerja < l0
melaksanakan standar antenatal care ke-
tahun.
enam, I orang tidak melaksanakan standar
Masa kerja merupakan
antenatol care ke-tujuh. Sedangkan
keseluruhan pelajaran yang dipetik oleh
seseorang dari peristiwa-peristiwa yang sebagian kecil (24%) responden dengan
dilalui dalam perjalanan hidupnya pendidikan D IV melaksanakan standar
(Sondang, 2000). Masa kerja (lama kerja) antenotal care (7T) dan (14%) responden
seseorang perlu diketahui karena dapat
dengan pendidikan D III melaksanakan
menjadi salah satu indikator tentang
standar antenotal care (7T) yakni 3 orang
kecenderungan para pekerja (SiagiarL 2000). tidak melaksanakan standar antenatal care
t^ama kerja merupakan pengalaman ke-satu, 6 orang tidak melaksanakan
individu yang akan menentukan standar antenatal care ke'enam, 4 orang
pertumbuhan dalam pekerjaan" tidak melaksanakan standar antenatal care
ke-tujuh. Hasil penelitian ini menunjukan
Pertumbuhan pekerjaan dapat dialami bidan dengan pendidikan lebih rendah (D I)
lebih banyak tidak melaksanakan standar
seseorang apabila orang tersebut menjalani ontenatal care (7T) dibandingkan dengan
proses belajar dan berpengalaman serta bidan
memiliki sikap kerja yang bertambah maju
kearah positi f, mem i I iki pengetahuan kerj a
Vol.3 No. l, Juni 2012 94
Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan ISSN:2087-5150
pendidikan lebih tinggi (D III atau D 5. Gambaran pelaksanaan
standar antenatal core
IV).
berdasarkan masa kerja Bidan
Penelitian ini sesuai dengan
Praktek Swasta di kecamatan
pendapat yang dikemukakan Notoadmojo
Muara Bangkahulu kota
( 2002 ) bahwa semakin tinggi tingkat
Bengkulu tahun 2011
pendidikan semakin mudah menerima
Berdasarkan penelitian pada
informasi sehingga semakin banyak ilmu
Bidan-Bidan Praktek Swasta pada tabel
pengetahuan yang dimiliki. Pendidikan
yang kurang akan menghambat sikap 4.5 didapat dari 2l responden, dimana
seseorang terhadap nilai yang bare seb4gian besar (52o/o) responden tidak
melaksanakan standar mtenatal care (7T)
diperkenalkan, Salah satu faktor yang
dengan masa kerja > 10 tahun yakni 1
mempengaruhi seorang bidan orang tidak' melaksanakan standar
melaksanakan standar antenatal care (7T) Antenatal Care ke-satu,dua, dan tig4 I I
tidak melaksanakan standar antenatal
adalah tingkat pendidikan.
care ke-enam, serta 2 orang tidak
Tingkat pendidikan akan
melaksanakan standar qntenstal care ke -
mempengaruhi sikap seorang bidan tujuh. Hampir sebagian (10%) respoden
terhadap perubahan standar antenatql core tidak melaksanakan standar antendal cue
(7T) dengan masa kerja < l0 tahun yakni
yang sebelumnya terdiri dari 5T yaitu
tinggi dan timbang berat badan, tekanan 2 orang tidak melaksanakan standar
darah, imunisasi TT, tinggi fundus uteri, antenatal care ke-enam, I orang tidak
dan tablet fe, menjadi 7T dengan melaksanakan standar antenatal care ke-
tujuh. Sedangkan sebagian kecil (19%)
penambahan 2 item standar antenatal care responden tidak melaksanakan standar
yaitu test laboratorium dan temu wicara. antendal cue (7T) dengan masa kerja >
Pendidikan dengan berbagai l0 tahun,dan sebagian kecil (19%)
program mempunyai peranan penting
responden tidak melaksanakan standar
dalam proses memperoleh dan antenatql care (7T) dengan masa kerja <
l0 tahun.
meningkatkan kualitas kemampuan
Penelitian ini sejalan dengan
profesional individu (Hariandja, 2002).
yang dikemukakan oleh Robin ( 2000 )
Penelitian ini juga sejalan dengan Pohan ( masa kerja yang lebih lama umumnya
2002 ) yang menyatakan seorang tenaga menjadikan pekerja lebih banyak
kesehatan akan menerapkan standar
pelayanan kesehatan dalam setiap memiliki pengetahuan dan ide-ide lebih
pemberian layanan kesehatan kepada banyak berdasarkan pengalaman yang
dilalui, sedangkan pekerja yang belum
pasien setelah mempelajari dan memahami
berpengalaman mungkin sangat idealis
standar tersebut.
sehingga kurang dapat diaplikasikan,
Melalui pendidikan seseorang
diharapkan dapat memiliki bekal untuk sebaliknya masa kerja yang lama
mengenal dan mengernbangkan metode memungkinkan timbulnya kejenuhan
sehingga hasil yang dicapai kurang
berfikir secara sistematik, agar dapat
optimal
memecahkan masalah yang akan dihadapi
dalam pencapaian tujuan yang nantinya
akan berdampak pada kinerja seorang
pegawai (Hariandja, 2002).
Vol.3 No. l, Juni 2012 95
Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan ISSN:2087-5150
SIMPULAI\I b. Bagi bidan dengan masa kerja
kurang dari lebih dari l0 tahun
1. Pelaksanaan standar antenatal
care (7T) Bidan Praktek Swasta dan masih pendidikan DI
di kecamatan Muara Bangkahulu diharapkan dapat segera
kota Bengkulu tahun 201 I belum
dilakukan dengan standar yang menin gkatkan pengetahuan dan
telah ditetapkan. keterampilannya dengan
2. Pelaksanaan standar antenatal mengikuti program pendidikan
care (77) Bidan Praktek Swasta bidan D III, mengikuti seminar-
di kecamatan Muara Bangkahulu
sem inar,ataupun kegiatan
kota Bengkulu tahun 201 I belum
pelayanan kebidanan. Khusus
memiliki pendidikan formal yang
untuk masa kerja > 10 tahun
berprofesional.
diberikan reword atau penghargaan.
3. Pelaksanaan standar antenatal
care (7T) Bidan Praktek Swasta Mengingat berdasarkan hasil
di kecamatan Muara Bangkahulu
penelitian mayoritas bidan
kota Bengkulu tahun 201 I
yang belum melaksanakan standar
memiliki masa kerja > 10 tahun. antenatal cme (77).
4. Pelaksanaan standar antenatal
2. Bagi pengembangan penelitian. Bagi
care (7T) Bidan PraktekSwasta
di kecamatan Muara Bangkahulu pihak yang akan melakukan penelitian
yang serupa dapat mengembangkan
kota Bengkulu tahun 201 I variabel lain yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan standar pelayanan antenotal
berdasarkan pendidikan belurn care (77).
melaksanakan standar DAFTAR PUSTAKA
antenatal care (77) Arida. (2006). I lmu Pendidikan Kesehatan.
5. Pelaksanaan standar antenatal
(diakses 30 Juni 201 l) diunduh dari
care (77) Bidan Praktek Swasta
di kecamatan Muara Bangkahulu hup://www. IlmuPendidikanKesehatan.go.id.
Departemen Kesehatan RI. (2008). Perawatan
kota Bengkulu tahun 201 I
berdasarkan masa kerja > l0 Kehamilan (ANC). (diakses l5 Mare t
tahun mayoritas belum 20 I 0) diunduh dari http://www.depkes.eo.id
melaksanakan standar antenatal Dinas Kesehatan Bengkulu. (2010). Profil
care (77)
Kesehatan Kota Bengkulu. Bengkulu.
SARAN
Dinas Kesehatan Bengkulu. (2010). Profil
l. Bagi Bidan Praktek Swasta
Kese hatan Provins i Bengkulu, Bengkulu.
a. Bidan Praktek Swasta diharapkan Hariaadja. (2002).Pengaruh Masa Kerja Dalam
dapat melaksanakan standar Kehidupan.(diatues l0 Juli20l I )
antenatal care yang telah diunduh dari htF://www. info-wikipediaso.id
ditetapkan pada saat
memberikan pelayanan
antenatal care (77).
3 No. l, Juni 2012 96
Jurnal Kesehatan dan Kemasyarakatan ISSN: 2A87-51.5a
Harsiwi. 2(200t0l9))._MDaiusandkuerhjaD. (adniakFs:e\sKm30oJlaunni
K-ti\Kumoulan Kti\Data Anc\Teori
Lamakerja l.Htnt
Notoatmodjo . e A t q. Mel odologi penelitian
Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Nugraha, 2002- Bati posr. (diakses
l0 maret
20tI) Diunduh
dari
Httn://www.bali-travelnews com/
Komolikasi dalam Kehamilan
Robin. (2000). Asuhan pelayanan keihatan.
(diakses t5 Maret 20tf diunduh dari
- htrp://www.info-wikinedia.go.id.
Sarwono Prawirohardj o.(2 002). I t;u
kebidanan Jakarta : EGC
Siagian, QA1q. Masa Kerjo datam profesi.
(diakses 30 Juni 20tt) diwduhdair
http://www info-wikioedia.eo. id.
Syaifuddin, (2 002). Antenatal C are.
(diakses 05 Marct 20 I I ) diunduh dari
htto://www. info_wikipedia. go. id.
Winkjosastro. (2006). I t mu Keb;da;;jEp_
SR Edisi Ketigq Jakarta.
WHO. (2006). pelayanan
Kebidanon. Jakarta EGC
Vol.3 No. l, Jwi20l2 97