MODUL AJAR PAKAIAN MELAYU RIAU NO Informasi Umum Perangkat Ajar Nama Sekolah : SMKN 1 TT Alokasi Waktu: 90 Menit Jenjang Kelas : SMK /X Mapel : Budaya Melayu Riau Jumlah Siswa : 20 Model Pembelajaran : Discovery learning 2 Tujuan Pembelajaran Fase : E Elemen : Pakaian Melayu Riau Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menyebutkan jenis- jenis pakaian Melayu Riau 2. Peserta didik Mampu menjelaskan fungsi-fungsi pakian melayu Riau 3. Peserta didik mampu membedakan jenis- jenis pakaian Melayu Riau 4. Peserta didik mampu menentukan makna pakaian Melayu Riau 5. Peserta didik mampu mengaitkan makna pakaian melayu riau dengan jenis pakaian Melayu Riau 6. Peserta didik mampu mendemonstrasikan satu jenis pakaian Melayu Riau sesuai maknanya. Konsep Utama : Pakaian Melayu Riau Kata Kunci : Makna, fungsi dan jenis pakaian Melayu Riau Kompetensi yang Harus dimiliki Peserta Didik : Keterampilan Bertanya, memahami seluk beluk pakaian Melayu Riau 3 Profil Pelajar Pancasila yang Berkaitan Bernalar Kritis, Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia 4 Sarana dan Prasarana 1. Buku Teks Budaya Melayu Melayu 2. Spidol 3. Papan Tulis 4. Lembar Kerja
5. Akses internet 6. Laptop 7. Lcd , infokus 8. Hp 5 Target Peserta Didik Peserta Didik Reguler 6 Materi ajar, Alat dan Bahan PAKAIAN MELAYU RIAU A. Makna pakaian melayu Pakaian adat Riau adalah pakaian Melayu. Riau merupakan salah satu wilayah yang ada di pulau Sumatra, sehingga masyarakatnya banyak memiliki nilai-nilai Melayu dengan luhur yang berlandaskan agama Islam. Tak heran, jika model pakaian adat Riau memiliki corak dan kesamaan dengan tradisi Melayu. Hal itu juga berpengaruh pada bentuk pakaian adat Riau, yang memiliki model sesuai dengan kultur pada kebanyakan masyarakat Indonesia, yakni tertutup sehingga mampu mempresentasikan nilai kesopanan. Bentuk corak atau motif, warna, dan penggunaannya pakaian Melayu telah ditentukan oleh adat. Ketentuan adat tersebut diberlakukan untuk tujuan mendidik dan meningkatkan akhlak orang yang memakainya Baca artikel detikedu, "Mengenal Pakaian Adat Riau: Jenis dan Maknanya yang Mengandung Nilai Islami". Adapun ciri-ciri pakaian adat Melayu Riau, yaitu:Corak khas pakaiannya memakai sarung dan rok yang lebar, karena menjunjung tinggi nilai-nilai IslamBajunya berkerah tinggi dan longgar Pakaian akan terlihat lebih elegan dan bersinar. Pakaian Melayu memang memiliki beberapa macam, namun untuk di daerah Riau sendiri pakaian Melayu adalah pakaian sederhana yang sering digunakan untuk sehari-hari. Dalam setiap penggunaannya, pakaian adat Riau terbagi lagi menjadi berdasarkan jenis acaranya, seperti upacara penyambutan tamu, upacara pernikahan, upacara penerima anugerah atau penobatan raja, dan lain-lain. Selain pakaian sehari-hari, ada juga pakaian adat resmi khas Riau. Pakaian adat Riau yang resmi digunakan untuk acara-acara formal, seperti acara pemerintahan. Untuk para wanita memakai Kebaya Laboh. Sementara untuk pria pakaian resminya adalah baju Kurung Cekak Musang B. Fungsi Pakaian Melayu 1. Fungsi pokok
Fungsi pokok pakaian melayu riau dapat dibedkaan dapat di bedakan menjadi dua bagian yakni: a. Melindungi diri dari panas dan dingin b. Mendampak kan identitas c. Menjaga warwah keluarga d. Menutup aib e. Memelihara kesehatan 2. Fungsi adat Dalam ungkapan dikatakankalau memakai pakaian adat “ tuah bangkit marwah melekat”dari ungkapan itu pakaian melayu di yakni memiliki : a. Magis b. Kekuatan c. Energy d. Tuah e. Sastra social tinggi 3. Fungsi Estetis Fungsi estetis pakaian dapat dilihat dari motif dan model jahitannya. Fungsi estetis dalam pakaian orang melayu riau tidak terpisahkan dengan fungsi pokoknya di antara nya : a. Fungsi pokok adat estetis b. Pokok dan kemewahan c. Identitas dan estetis d. Identitas dan adat e. Adat dan identitas B. Jenis Pakaian Melayu Jenis pakaian dapat dibedakan dalam dua pembeda utama pakaian laki-laki dan pakaian perempuan. Tetapi, pakaian juga dapat dibedakan berdasarkan aktivitas dan umur pemakainya.Dalam pembahasan ini, anda diarahkan untuk memahami jenis-jenis pakaian tersebut secara jelas. 1. Pakaian Harian Pakaian harian dipakai untuk berbagai macam kegiatan.Mulai dari bermain, bekerja, atau pun di rumah. Orang Melayu sangat menjaga adab terutama dalam berpakaian. Tidak hanya pakaian upacara dan ritual saja yang diatur, pakaian yang dikenakan pakaian sehari-hari juga diatur agar nilai sopan santun tetap dijaga dalam berpakaian. Pakaian harian adalah pakaian yang dipakai oleh orang Melayu setiap harinya, baik masa kanakkanak, remaja, orang setengah baya maupun orang tua. Pakaian harian ini dipakai untuk melaksanakan kegiatan harian, baik untuk bermain, ke ladang, ke laut, di rumah maupun kegiatan dalam kehidupan di masyarakat a. Pakaian Harian Kanak-kanak Lelaki Pakaian harian anak masa kanak-kanak kita kenal baju monyet yang dipakai oleh anak-
anak lelaki. Kalau dia sudah meningkat besar dia memakai baju kurung teluk belanga atau baju kurung cekak musang dan adakala nya memakai celana setengah lutut, memakain kopiah atau ikat kepala dari kain empat persegi yang dilipat untuk menghindarkan sengatan binatang yang berbisa, memakai kain samping ada yang dikenakan secara utuh,adapula yang di belitkan di pinggang ataupun di sandang di bahu. Apabila ia pergi sholat dan mengaji kesurao atau masjid ia memkain sarung dan kopiah. b. Pakaian Harian Masa Kanak-kanak Perempuan Pakian harian anak perempuan menggunakan baju langsung (baju dan rok menyatu) yang terbuat dari bahan katun. Selain itu Juga memakai celana panjang yang tertutup roknya. Bagian kepal. menggunakan kerudung sarung yang mengguna kan pengikat Bila pergi mengaji ke masjid atau surau, la men88unakan baju Kurung atau baju gembang dan menggunakan kerudung. c. Pakaian Harian Anak Dewasa Laki-laki Pakaian harian untuk anak laki-laki dewasa memakai baju kurung cekak musang atau baju kurung teluk belanga, bertulang belut ditambah dengan kain samping yang diikat pada pinggang dan memakai kopiah atau destar (tanjak). Kain samping dipakai ketika ia hendak melaksanakan sholat ketika ke masjid atau surau. Cara memasangnya sama dengan mengenakan kain sarung Hanya saja, kain samping dipasang sesuai aturan yang dikenal juga sebagai penanda lajang. Tepi kain samping bila dikenakanmesti berada di atas lutut (bujang). d. Pakian Harian Anak Dewasa Perempuan Pakaian untuk anak perempuan yang sudah baligh adalah baju kurung, baju kebaya laboh, baju kebaya pendek yang selaras dan memakai kerudung. Apabila pakaian yang dikenakan oleh perempuan tidak menutup aurat, orang yang melihatnya akan menilai bahwa perempuan itu tidak baik. Pada perempuan vang telah masuk dewasa, ia memakai baju kurung, kebaya pendek. Kemudian memakai kain selendang atau belacu ( tengkuluk ) untuk penutup kepala apabila turun ke ladang. Ketika bepergian di sekitar kampong , ia memakai tudung linngkup yang terbuat dari selendang. Perkembangan kemudian, tudung ingkup yang dipakaikain sarung. Semakin kekinian, digantikan dengan kepala. Takaran nilai kemelayuan dalam kerudung setidaknya harus berukuran Panjang nmenutupi dada dan lebih lebar 1 hasta dari ukuran badan. Hal ini diwajibkan untuk menutupi bentuk tubuh perempuan yang memakainya. e. Pakaian Harian Orang Tua dan Setengah Resmi Baya Laki-laki Pakaian orang tua laki-laki dan setengah baya berupa baju kurung teluk belanga bertulang belut dan baju kurung cekak musang. Untuk pakaian harian baju ini terbuat
dari bahan katun dan kain samping pelekat, bentuk baju agak longgar. Baju Melayu bagi orang tua sering memakai baju melayu dagang luar digunakan untuk sholat dan bertamu ke tetangga. Jika berada di rumah, mereka menggunakan baju teluk belanga dan kain sarung. Dalam bekerja, orang tua Melayu menggunakan celana Gamban Panang dan baju sarung berkerah. Perlengkapan pakaian ketika Kerja yakni destar atau kain pengikat kepala. Konsep destar tanjak bagi Orang Melayu merupakan alat untuk melindungi kepala. Sebab, kepalah sebagai sesuatu fitrah yang harus dilindungi. berpantang bagi orang Melayu mempermainkan kepala. f. Pakaian Harian Orang Tuadan Setengah Baya Perempuan Pakaian perempuan tua adalah baju kurung teluk belanga dan pada lehernya bersulam bernama tulang belut. Baju ini longgar dan lapang dipakai, ada juga Kebaya laboh atau kebaya panjang hingga di bawah lutut. Kedua bentuk baju ini memakai pesak atau kekek. 2. Pakaian Setengah Resmi Pakaian setengah resmi adalah pakaian yang digunakandalam berbagai acara keluarga atau acara yang tidak berkenaan dengan negeri atau kerajaan, misalnya acara kenduri, menghadiri. acara keagamaan, perkawinan, dan sunah rasul. Orang Melayu menggunakan pakaian sesuai dengan tempat dan waktu. Dalam acara kekeluargaan biasanya, warna pakaian tidak diatur seperti dalam acara resmi. a. Pakaian Setengah Resmi Laki-laki Bentuk pakaian setengah resmi bagi kaum laki-laki adalah baju kurung cekak musang harus dilengkapi dengan kopiah, kain samping, sepatu atau capal. Kain samping yang dipakai tergantung pada kemampuan seseorang; boleh kain pelekat, kain tenunan Siak, Trengganu, Daek, Johor, dl1. Pakaian setengah resmi ini dipakai dalam upacara keluarga,seperti; menghadiri perkawinan, acara keagamaan, sunnat rasul, dll. Berbeda dengan pakaian resmi yang dipakai ketika menghadiri undangan dari Kerajaan, Lembaga Adat Melayu (LAM), Pemerintah atau menghadiri jemputan resmi dari suatu kegiatan. b. Pakaian Setengah Resmi Perempuan Bentuk pakaian resmi dan setengah resmi kaum perempuan adalah baju kurung teluk belanga dan baju kebaya laboh. Bahan baju ini dibuat dari bahan sutra, satin atau bahan brokat serta bahan yang bagus lainnya tergantung dengan kemanmpuan sipemakai.
Persyaratan baju Melayu kaum perempuan ini karena dia disebut baju kurung maka jelas baju ini mengurung bagian aurat di badan agar tidak kelihatan, tidak terlalu sempit, tidak terlalu tipis yang memperlihatkan kulit badan. Untuk kain yang dipakai adalah kain tenunan atau kain pilihan, seperti tenunan Daek atau kain tenunan lain yang bercorak Melayu. Hiasan di kepala harus memakai sanggul yang disebut sanggul Jonget, sanggul Lintang atau sanggul Lipat Pandan. Setelah rambut disanggul kepala ditutup dengan kain tudung yang seharusnya tidak kelihatan rambut. Kain tudung untuk pakaian resmi dan sekarang ini kaum wanita yang Islam umum nya memakai sendal jepit sebaiknya pakailah kasut yang memakai hak menggunakar jilbab kaki dipakai Alas kasut yang dipilih sesuai selera, tidak rendah dan Selera dan juga disesuaikan dengan suasana waktu siang atau hak tinggi. arna yang dipakai dapat dipilih sesuai atau malam, pagi atau sore. 3. Pakaian Resmi Tidaklah sopan seandainya menghadiri upacara atau jemputan yang terhormat dari suatu kegiatan pemerintah (masa dahulunya di zaman kerajaan-kerajaan), memakai pakaian Melayu namun tidak memakai kopiah dan juga kain samping, seseorang akan dicap orang yang tidak tahu adat sopan Melayu. Digunakan untuk menghadiri upacara resmi seperti menghadiri jemputan dari pemerintah, atau menghadiri rapat dewan yang resmi, harus berpakaian Melayu dan memakai sepatu kulit. Pada zaman dahulu, acara-acara resmi diatur oleh kerajaan, pada masa sekarang diatur oleh pemerintah atau lembaga adat.Yang dimaksud upacara adat adalah suatu kegiatan yang dibuatoleh pemerintah (kerajaan) antara lain: upacara penobatan raja & permaisuri; upacara pemberian gelar; upacara pelantikan datuk-datuk, ketua adat atau menteri kerajaan; upacara menjunjung dulu UPacara menyambut tamu-tamu agung atau tamutamu yang dihormati; dan dari adat menerima anugerah dan persembahan dari rakyat atau dari negara lain yang bersahabat. a. Pakaian Resmi Laki-laki Warna baju yang dipakai untuk upacara adat adalah warna hitam, berkain sanmping sesuai dengan tingkat kedudukannya.Setelan kuning dan setelan hitam adalah kain yang dipakai untuk sultan atau pemimpin negeri. Dalam upacara adat sultan memakai setelan berwarna hitam, maka tanjak juga berwarna hitam,demikian juga kalau memakai warna kuning harus seluruhnya berwarna kuning pula. Bagi datuk-datuk atau orang besar, dalam upacara adat memakai baju berwarna hitam berkain samping. Bagi masyarakat, mereka boleh saja memakai apa saja warnanya (selain kuning) sesuai dengan seleranya, itulah sebagai pertanda perbedaan pimpinan dan bukan pimpinan. Jenis pakaian dan bentuk baju yang dipakai dalam upacara adat bagi kaum lelaki adalah baju kurung cekak musang, tidak dipakai baju kurung teluk belangga .
warna pakian adat kaum lelaki berwarna hitam dari bahan satn atau stera yang dil dengan perlengkapan sebagai berikut: baju setelan dengan celana panjang sampai ke tumit ,.kain samping terbuat dari tenunan sendiri seperti daek, tanjak sebagai penutup kepala, bengkung pengikat pinggang, silah keris melayu sepukal, atau tuasik atau tilam upih ,dan kasut capal atau sepatu. Sultan atau pimpinan tertinggi memakai baju cekak berwarna kuning atau hitam satu setel, celana dan kain sang Setelan baju penuh dengan taburan bunga cengkeh, bintang dari ornament yang tenun khusus . sultan memakai tanjak yang bernama belah mumbang atau elang menyongsong angina serta bertingkat 3 atau 5. b. PakaianResmi Perempuan Jenis pakaian dan bentuk baju yang dipakai dalam upacara adat bagi kaum perempuan baik muda maupun tua sama saja. Baju yang dipakai adalah baju kurung teluk belanga, baju kebaya laboh, bagi anak gadis baju kebaya laboh cekak musang. Kepala memakai tudung mente dan tudung kain lingkup. Apabila masuk ke dalam ruangan, kain tudung lingkup dilipat atau dijepitkan ke pinggang Rambut disanggul dengan bentuk sanggul Melayu, seperu Sanggul jonget, sanggul lintang, dan sanggul lipat pandan kemudian ditutupi dengan kerudung. Perhiasan dipakai di dada yang disebut dokoh dan gelang serta anting-anting. Warna Kuning hanya dipakai oleh Sultan dan Permaisuri atau Pimpinan Tertinggi di daerahnya. Warna baju yang dipakai istri datuk-datuk dorang besar adalah warna hitam setelan dan berkain samping Tudung Lingkup yang berwarna lain. 4. Pakaian Upacara Keragaman (Ritual) Pakaian acara keagamaan ini disesuaikan pemakaiannya pada acara kegiatan keagamaan yang akan kita laksanakan atau yang akan hadiri. Bagi pembesar agama seperti tuan kadi, imam masjid memakai jubah berwarna hitam, panjang jubah sampai ke mata kaki, kepala memakai terbus dan dibelit dengan kain tipis berwarna putih, biasanya dibuat berwarna merah. Bilal biasanya memakai jubah berwarna hijau lumut di sebelah luarnya sedangkan di dalam tetap memakai baju kurung cekak musang dan juga memakai terbus dibalut kain putih tipis. Gharin masjd memakai baju Melayu dagang luar dengan kopiah hitam atau kopiah haji dan kain samping pelekat. Pakaian orang-orang biasa dalam acara agama terbagi dua: pakaian hari raya atau hari-hari besar agama memaka pakaian baju Melayu lengkap seperti baju Melayu cekak musang atau baju Melayu teluk belanga, yang disebut baju Melayu dagang dalam. salat Jumat biasanya memakai baju Melayu harian atau baju Melayu dagang luar dengan memakai kain samping kain pelekat dan pakai kopiah, pada umumnya kalau sudah pernah menunaikan ibadah haji bisa memakai kopiah haji. 5. Pakaian Upacara Pengantin
Orang Melayu juga mengatur jenis dan tata cara pemakaian baju pengantin. Pakaian pengantin Melayu tidak jauh berbeda dengan konsep dasar pakaian Melayu. Hanya saja, pakaian Pengantin dilengkapi dengan berbagai aksesoris dan perhiasan yang sesuai dengan simbol-simbol adat Melayu tempatan Alat dan Bahan 1. Alat dan bahan a. Pulpen b. Spidol c. Kertas HVS Ukuran F4 7 Persiapan Pembelajaran 1. Mempersiapkan gambar terkait pakain Melayu 2. Mempersiapkan materi lembar kerja materi ajar 3. Guru mempersiapkan materi ajar 4. Mempersiapkan peralatan yang di gunakan dalam kegiatan pembelajaran seperti LCD, Proyektor, dan Pointer 8 Urutan Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan (10 Menit) 1. Guru membuka kegiatan bersama siswa melakukan: Berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing Menanyakan keadaan siswa dengan mengecek kehadiran Mengkondisikan tentang aturan ketika belajar/kontrak belajar Kegiatan Inti (70 Menit) 1. Guru memberikan informasi umum tentang Pakaian Melayu Riau 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 3. Guru menentukan kelompok pesdik 4. Guru memberikan LKPD ke setiap kelompok untuk didiskusikan dan dipresentasikan 5. Dari jawaban siswa guru memberi penguatan tentang Menjelaskan tentang makna, jenis dan fungsi pakaian melayu riau Memberikan contoh dari pakaian melayu 6. Bersama-sama guru dan peserta didik memahami tentang makna, fungsi dan jenis jenis dari pakaian melayu serta dapat mendemontrasikan nya Penutup (10 Menit) 1. Guru dan siswa menyimpulkan tentang makna, jenis, dan fungsi pakaian melayu riau 2. Mengakhiri pembelajaran dengan doa 9 Refleksi Guru 1. Apakah kegiatan pembelajaran terlaksana sesuai dengan yang di rencanakan? 2. Bagaimana partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran? 3. Apa saja kekurangan dan kelebihan dalam kegiatan pembelajaran yang di laksanakan?
4. Bagaimanakah tanggapan peserta didik atas kegiatan pembelajaran yang di laksanakan? 10 Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dan Assesmennya A. Kompetensi yang di Nilai 1. Kompetensi Sikap : Ketaqwaan, Bersyukur, Kedisiplinan, Keaktifan 2. Kompetensi Pengetahuan untuk : Menyebutkan,menjelaskan ,membedakan dan mendemontrasikan pakaian melayu dalam kehidupan sehari-hari. 3. Kompetensi Keterampilan : mendemontrasikan tentang pakaian melayu riau B. Bagaimana Assesmen dilaksanakan 1. Penilaian sikap dilaksanakan dengan melalui pengamatan langsung (Observasi) saat kegiatan pembelajaran berlangsung 2. Penilaian pengetahuan di laksanakan melalui tes tertulis 3. Penilaian keterampilan di laksanakan melalui penilaian kinerja/performa saat pembelajaran berlangsung C. Kriteria Penilaian 1. Penilaian Sikap (Jurnal Observasi) No Nama Sikap Yang Di Nilai Jumlah Skor nilai Bertaq wa Bersyuk ur Kedisipli nan Keaktif an 1 Rahmat 2 Fiola 3 Dst Pedoman Penskoran : Skor 4 : Sangat Baik Skor 3 : Biak Skor 2 : Cukup Skor 1 : Kurang Rumus Penilaian N = Jumlah Skor X 100 16 2. Penilaian Pengetahuan Rumusan Soal Teknik Bentuk Bobot Nilai Jelaskan yang kamu ketahui tentang pakaian Melayu Riau…. Test 30 Jelaskan makna pakaian melayu Riau Test 40 Sebutkan jenis-jenis pakaian melayu Riau Test 30 Nilai Total 100
Rumusan Penilaian : N = Jumlah Skor Total 3. Penialain Keterampilan No Nama Keterampilan yang di Nilai Jumlah Skor Nilai Mengemukakan Pendapat Bertanya Bekerja Sama Mengum pulkan Informasi 1 Rahmat 2 Fiola 3 Dst Pedoman Penskoran Skor 4 : Sangat Baik Skor 3 : Baik Skor 2 : Cukup Skor 1 : Kurang Rumusan Penilaian : Nilai : Jumlah Skor X 100 Skor Maksimal 4 11 Pertanyaan Reflleksi untuk Peserta Didik Berikut di berikan table untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada modul ini, jawaban di sesuaikan dengan keadaan yang di raskan saat ini No Pertanyaan Ya Tidak 1 Setelah mempelajari makna , pakaian melayu saya memahami materi tersebut 2 Setelah mempelajari jenis pakaian melayu riau saya memahami materi tersebut. 3 4 Setelah mempelajari fungsi pakaian melayu riau saya memahami materi tersebut. Setelah melakukan demontrasi pakaian melayu riau kami dapat memahami tentang pakaian melayu riau sesuai dengan jenis jenis nya 12 Glosarium Tanjak: Topi Khas Melayu Yang Digunakan Sebagai Simbol Kewibawaan Masyrakat Melayu. Salah satu aksesoris pakaian untuk lelaki Melayu. Tanjak digunakan pada bagian kepala dan memiliki lambang kewibawaan dikalangan masyarakat Melayu
Pesak : kain yang dijahit pada kelangkang atau depan seluar (tempat kancing) atau di bawah ketiak Daftar Pustaka Jamil taufik ikram.dkk. 2018. Pendidikan Budaya Melayu Riau, buku Sumber Pegangan Guru.Pekanbaru: LAMR Modul pembelajaran SMK –Budaya Melayu Riau Selengkapnya: https://youtu.be/AH1BAp3V3tE https://youtu.be/Kzxzu0FxOiU https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5848406/mengenal-pakaian-adat-riau-jenis-danmaknanya-yang-mengandung-nilai-islami https://www.youtube.com/watch?v=urfAAe0UKbs https://anyflip.com/ytwba/tpaz/
Lampiran 1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran) Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan: Apa tanggapanmu terhadap gambar ini…. 2. Asesmen Formatif ( Selama Proses Pembelajaran) Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. 3. Asesmen Sumatif https://quizizz.com/join?gc=99696092 Refleksi untuk Siswa Nama Siswa : .................. Kelas : .................. Pertanyaan refleksi Jawaban Refleksi 1. Bagian manakah yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini? 2. Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu? 3. Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini? 4. Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang telah kamu lakukan?
Diferensiasi Guru menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai. https://youtu.be/AH1BAp3V3tE https://youtu.be/Kzxzu0FxOiU https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5848406/mengenal-pakaian-adat-riau-jenis-dan-maknanyayang-mengandung-nilai-islami https://www.youtube.com/watch?v=urfAAe0UKbs https://online.anyflip.com/ytwba/waer/mobile/index.html