The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by inongtrisna188, 2022-05-19 01:01:10

Materi Geografi Kelas 10 Semester Genap

Modul Geografi Kelas 10 Semester 2

Keywords: Geografi

MODUL
GEOGRAFI KELAS X MIPA DAN IPS

SEMESTER GENAP

NAMA : ..................................................................
KELAS : ...................................................................
SEKOLAH : MAN 4 TASIKMALAYA

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberi nikmat sehat sehingga modul
pembelajaran geografi kelas X ini dapat selesai tepat waktu tanpa ada halangan. Modul ini
dibuat sebagai bahan ajar pendamping untuk mempersiapkan kelas X menghadapi
pembelajaran luring dan Peniilaian Akhir Tahun (PAT) tahun ajaran 2021/2022.

Terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang turut berperan dalam penyusunan
modul belajar ini. Dalam penggunaannya nanti, pembaca mungkin akan menemukan beberapa
kekeliruan dan kekurangan di dalamnya. Penulis memohon pemakluman dan maaf sebesar-
besarnya.

Akhir kata, penulis selalu siap menerima kritik & saran untuk membangun serta memperbaiki
penulisan di masa depan.

Tasikmalaya,17 Januari 2022

Penulis

LEMBAR PENGESAHAN
MODUL PEMBELAJARAN GEOGRAFI

NAMA MAPEL : GEOGRAFI
KELAS / SEMESTER : X (Sepuluh) / 2
PROGRAM : MIPA DAN IPS
SEKOLAH : MAN 4 TASIKMALAYA
TAHUN PELAJARAN : 2021 / 2022

Disahkan pada :

Tanggal : 17 Januari 2022
Di : Tasikmalaya

Kepala Madrasah, Tasikmalaya, 17 Januari 2022
Guru Mata Pelajaran,
Enjang, S.Ag. M.Pd.I
NIP. 197406152005011006 Inong Trisnawati, S.Pd.
NIP.

MATERI GEOGRAFI KELAS X yang terjadi tidak sekompak batuan beku
Semester 2 dalam (struktur porfiri). Contoh : Granit,
porfiri, porfiri sienit, dan porfiri diorit
BAB 4 DINAMIKA LITOSFER DAN PEDOSFER • Batuan beku luar/effusive : Magma yang
A. Dinamika Perubahan Litosfer mencapai permukaan bumi, kemudian
• Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling membeku. Proses pembekuan cepat sekali.
Sehingga dapat terbentuk hablur. Contoh :
luar yang terdiri dari batuan Riolit, trahit, andesit. basalt
• Kevariasian bentuk muka bumi disebabkan 2. Batuan sedimen :
• Batuan beku yang tersingkap di permukaan
oleh proses endogen yang berasal dari dalam bumi bumi akan mengalami penghancuran
dan bersifat membangun, serta proses (pelapukan) oleh cuaca, kemudian
eksogenik yang berasal dari luar dan memiliki diangkut oleh tenaga alam seperti air,
sifat merombak angin, atau gletser dan diendapkan di
• Kandungan senyawa kimia yang paling banyak tempat lain
dalam litosfer yaitu oksida silikon(SiO2) • Menurut proses terjadinya :
• Penapang bumi, lapisan-lapisannya : 1. Batuan klastik/mekanik : Gumpalan

• Kesimpulan : batu besar yang diangkut dari lereng
1. Lapisan litosfer terluar terdiri dari SiO2 dan gunung, melalui air hujan lalu diangkut
Al2O3 atau sial oleh arus sungai dan kemudian
2. Lapisan litosfer terdalam terdiri dari senyawa diendapkan di daerah hilir dalam
kimia SiO2 dan MgO atau sima bentuk pasir yang susunan kimiawinya
3. Batas antara lapisan sial dan sima di dalam masih sama dengan batuan asal. Hanya
permukaan bumi tidak teratur proses mekanik. Contoh : batu breksi,
4. Di antara inti bumi dengan kulit bumi terdapat batu konglomerat, pasir, tanah liat
lapisan batuan 2. Batuan kimiawi : Terbentuk melalui
5. Inti bumi dinamakan barisfer/nife. Terdiri dari proses kimiawi. Contoh : Batu kapur,
susunan logam nikel dan logam ferum stalaktit, dan stalakmit
3. Batuan organis : Penumpukan
• Lapisan yang menyelubungi barisfer (akumulasi) sisa-sisa tumbuhan dan
disebut mantel (bersifat padat). Batas antara hewan. Contoh : Batu karang
mantel dengan kerak bumi dinamakan lapisan • Berdasarkan tenaga yang mengangkutnya
moho (medianya) :
1. Sedimen akuatis : Diendapkan oleh air.
• Proses terjadinya batuan dan klasifikasinya : Contoh : Batu pasir, tanah liat
1. Batuan beku : Dari magma yang mengalami 2. Sedimen aeolis (aeris) : Diendapkan
proses pendinginan, kemudian membeku. oleh angin (udara). Contoh : Tanah
Berdasarkan tempat pembekuannya : loss, tanah pasir
• Batuan beku dalam : Pembekuan terjadi di 3. Sedimen glasial : Diendapkan oleh
dalam, jauh di bawah permukaan bumi. gletser. Contoh : Batu-batu morena
Proses pendinginanya sangat lambat, • Berdasarkan tempat diendapkan :
mengakibatkan terbentuknya hablur-hablur 1. Sedimen teritis : Darat. Contoh : Batu
mineral besar-besar dan sempurna serta tuf, batu pasir, tanah loss
kompak (struktur plutonik). Batuan beku 2. Sedimen marine : Laut. Contoh : Batu
dalam disebut juga batuan abisis. Contoh : karang, batu garam
Granit, diorit, sienit, dan gabro 3. Sedimen fluvial : Sungai. Contoh :
• Batuan beku korok/gang/hipabisis : Sisa Pasir, tanah liat
magma yang masih cair meresap ke lapisan 4. Sedimen limnis : Danau/rawa. Contoh :
yang lebih atas dan menyusup ke sela-sela Tanah rawa, tanag gambut
pipa-pipa gunung api, kemudian menjadi 5. Sedimen glasial : Es. Contoh : Batu
dingin dan membeku. Proses pembekuan morena
relatif lebih cepat, sehingga hablur-hablur 3. Batuan metamorf : Batuan hasil ubahan dari
batuan asal akibat proses metamorfosis, yaitu
suatu proses yang dialami batuan asal akibat
tekanan dan suhu yang sama-sama meningkat.
Dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
• Batuan metamorf termik (kontak) : Akibat
kenaikan suhu. Contoh : Batu pualam
(marmer)

• Batuan metamorf dinamik (kinetis): Akibat
adanya tekanan dari lapisan di atasnya
dalam waktu yang lama. Contoh : Batu
tulis (sabak)

• Batuan metamorf kontak pneimotolotik :
Akibat adanya penambahan suhu disertai
menyusupnya unsur-unsur batuan lain (zat
lain). Contoh : Turmalin, topas

• Tenaga endogen bermacam-macam : • Gerak vertikal : Menghasilkan bentuk muka
1. Tektonisme bumi yang berupa patahan
2. Vulkanisme
3. Seisme (gempa bumi)

B. Tektonisme :

• Perubahan letak lapisan kulit bumi yang

disebabkan oleh tenaga endogen dengan arah

horizontal dan vertikal

• Menurut kecepatan geraknya :

1. Epirogenesa : Perubahan letak lapisan

bumi yang gerakannya lambat pada

wilayah yang luas

• Positif : Gejala turunnya daratan

sehingga seolah-olah air laut naik

• Negatif : Gejala naiknya daratan C. Vulkanisme :

sehingga seolah-olah air laut turun 1. Peristiwa yang berhubungan dengan

pembentukan gunung berapi & pergerakan

magma dari dalam perut bumi ke permukaan

2. Terdiri dari 2 macam :

1) Intrusi magma : Aktivitas magma yang

tidak sampai ke permukaan bumi.

Akibatnya terbentuk batuan :

1. Batolit, terbentuk di dapur magma yang

luasnya lebih dari 100 km2

2. Lakolit, magma yang menyusup

diantara 2 lapisan batuan yang

menyebabkan lapisan batuan di atasnya

terangkay sehingga cembung,

sedangkan alasnya rata

3. Sill, lapisan magma tipis yang

menyusup di antara batuan lapisan,

bentuknya pipih

4. Intrusi korok (gang), magma yang

menyusup menerobos lapisan batuan

5. Apofisis, semacam intrusi korok,

2. Orogenesa : Gerakan tenaga endogen yang namun lebih kecil, merupakan cabang
relatif cepat dan meliputi wilayah yang dari gang
relatif sempit. Terjadinya pegunungan dan 6. Diatrema, magma (batuan) yang
lipatan mengisi pipa letusan (pipa kawah)

• Gerak horizontal : Bergerak 1 arah dan

tertahan oleh lapisan lain akan membentuk

lipatan di permukaan bumi. Puncak lipatan

disebut antiklinal, sedangkan lembah dari

lipatan disebut sinklinal

Keterangan : 6) Apovisa/ apolisa • Tipe hawaii : Lavanya cairan encer,
1) Batholit 7) Pipa Kawah tekanan gas dan dapur magmanya sangat
2) Lakolit 8) Kawah utama dangkal. Berbentuk perisai
3) Sill 9) GA Parasit
4) Diatrema 10) kawah samping • Tipe stromboli : Lavanya cairan encer,
5) Interusi korok tekanan gasnya sedang. Letusan terjadi
berupa semburan gas yang membawa
2) Ekstrusi magma : magma dengan disertai bom dan lapili.
1. Aktivitas magma yang sampai ke Contoh : G. Stromboli
permukaan bumi, menghasilkan gunung api.
Hasilnya yaitu erupsi • Tipe merapi : Lavanya kental, sumber
2. Dilihat dari bentuknya : magma sangat dangkal, tekanannya
• Erupsi sentral : Gerakan magma yang gasnya rendah
keluar dari sebuah saluran magma.
Menghasilkan bermacam-macam bentuk 6. Penyebab gunung api meletus : Tekanan di
gunung api yaitu : bawah tanah bertambah hingga memaksa
1. Gunung api perisai : Erupsi bersifat magma naik dan keluar melalui retakan
efusif, bahan yang dikeluarkan hanya pada permukaan bumi. Magma yang
berwujud cair. Hanya cembung memancar melalui permukaan bersama
sedikit halnya perisai. Contoh : G. batu, debu, dan gas disebut lava
Kilauea, G. Maunaloa
2. Gunung api maar : Erupsinya bersifat 7. Tanda gunung api akan meletus :
eksplosif, bahan yang dikeluarkan • Suhu sekitar kawah naik
relatif sedikit, karena sumber magma • Sumber air banyak yang mengering
dangkal & sempit. Berbentuk seperti • Sering terjadi gempa vulkanik
cekungan dengan tanggul di • Sering terdengar suara gemuruh dari
sekitarnya. Contoh : Danau kelakah di dalam gunung
lereng gunung lamongan
3. Gunung api strato : Akibat erupsi 8. Menurut wujudnya, material yang
yang bersifat campuran antara dikeluarkan oleh letusan gunung api :
eksplosif dan efusif yang bergantian • Padat (eflata) :
secara terus-menerus ▪ Bom : Eflata yang berukuran besar
▪ Lapili : Eflata dengan ukuran kecil
• Erupsi linier : Erupsi yang terjadi pada seperti kerikil
lubang yang berbentuk celah ▪ Pasir vulkanik : Eflata sebesar batuan
memanjang. Contoh : Erupsi gunung api pasir
laki di pulau Eslandia ▪ Abu vulkanik : Eflata halus berupa
debu yang dapat terbang sampai
• Erupsi areal : Erupsi yang terjadi melalui ratusan km
lubang yang besar karena dapur magma ▪ Batu apung : Batuan porous
letaknya dekat sekali ke permukaan (berongga) berasal dari buih magma
bumi. yang terlontar keluar dan cepat
membeku
3. Berdasarkan kekuatannya : • Cair :
1) Erupsi efusif : Proses erupsi gunung api ▪ Lava : Aliran magma yang sampai ke
yang berupa ledakan lemah permukaan bumi dan suhunya sangat
2). Erupsi eksplosif : Erupsi gunung api tinggi
yang berupa ledakan kuat ▪ Lahar : Lumpur panas yang
merupakan campuran lava dnegan air
4. Faktor yang dapat mempengaruhi tipe dan bercampur dengan materi-materi
letusan gunung api : dipermukaan bumi
• Derajat kekentalan magma ▪ Gas :
• Tekanan gas magnetik ▪ Gas nitrogen
• Kedalaman dapur magma ▪ Gas karbondioksida
▪ Gas karbonmonoksida
5. Jenis tipe letusan gunung api :
9. Pengaruh menguntungkan dari erupsi
gunung api :

• Menyuburkan tanah
• Daerah penangkapan hujan
• Objek wisata
• Bahan galian

10.Pengaruh merugikan erupsi gunung api :

• Berbagai material, berbahaya dapat
mengancam jiwa dan harta

• Bom, lapili, dan pasir vulkanik, merusak
bangunan rumah, jembatan, ladang

• Abu vulkanik, mengganggu penerbangan, 4. Berdasar letak/kedalaman hiposentrumnya :
pemandangan menjadi gelap • Gempa dalam : 300-700 km
• Gempa menengah : 100-300 km
• Aliran lava dan lahar, merusak apa saja • Gempa dangkal : Kurang dari 100 km
• Awan panas, membunuh penduduk, hewan,
5. Berdasarkan jarak episentrumnya :
dan tumbuhan • Gempa dekat (lokal) : Kurang dari 10.000
11.Daerah gunung api : km
• Gempa jauh : Lebih dari 10.000 km
• Sirkum pasifik : Kep. Aleut -
semenanjung kamsyatka - Kep. Jepang - 6. Istilah yang berkaitan dengan gempa :
Taiwan - Filipina - Sangir Talaud - • Seismologi : Ilmu tentang gempa
Sulawesi Utara - Halmahera - Papua - • Hiposentrum : Pusat gempa di dalam bumi
Selandia baru - Peg. Andes • Episentrum : Tempat di permukaan
bumi/permukaan laut tepat di atas
• Sirkum mediterania : Laut mediterania - hiposentrum. "Pusat gempa dipermukaan
Peg. Atlas - Kaukasus - Himalaya - bumi"
Arakan Yoma - Busur dalam dan busur • Gelombang gempa :
luar di Indonesia 1. Gelombang longitudinal/gelombang
primer : Gelombang gempa yang
D. Gempa bumi : dirambatkan dari hiposentrum melalui
1. Gerakan/getaran di permukaan bumi yang lipatan litosfer secara menyebar dengan
berasal dari lapisan-lapisan bumi kecepatan antara 7-14 km per detik.
2. Berdasarkan peristiwa yang menyebabkan : Gelombang yang pertama kali tercatat
• Gempa tektonik : Gempa yang disebabkan pada seismograf
gerakan tektonik berupa retakan/patahan. 2. Gelombang transversal/gelombang
Terkuat, areal luas sekunder : Gelombang gempa yang
• Gempa vulkanik : Gempa yang terjadi dirambatkan dari hiposentrum ke
karena letusan gunung api. Kurang kuat, segala arah dengan kecepatan 4-7 km
hanya terasa di daerah sekitar gunung per detik
tersebut 3. Gelombang panjang : Gelombang
• Gempa runtuhan (terban) : Runtuhnya atap gempa yang dirambatkan dengan
gua yang terdapat dalam litosfer seperti kecepatan kurang dari 3.5 km/detik dan
gua kapur, dan terowongan tambang merupakan gelombang perusak
3. Berdasarkan bentuk episentrumnya : • Seismograf : Alat pencatat gempa
• Gempa linier : Berbentuk garis (linier), • Seismogram : Hasil pencatatan gempa oleh
gempa tektonik umumnya gempa linier. seismograf
Sebab "patahan" sudah tentu merupakan • Pleistoseista : Garis pada peta yang
suatu garis membatasi daerah yang mengalami
• Gempa sentral : Berbentuk titik. Gempa kerusakan terhebat di sekitar episentrum
vulkanik dan gempa runtuhan • Isoseista : garis yang menghubungkan
• Menghitung letak episentrum : titik-titik pada permukaan bumi dimana
intensitas gempanya sama
: jarak episentrum dari stasiun pencatat • Homoseista : Garis pada peta yang
gempa. menghubungkan tempat-tempat yang
mengalami/mencatat gelombang primer
S : waktu yang menunjukkan pukul berapa pada waktu yang sama
gelombang tercatat di stasiun itu. • Makroseista : daerah di permukaan bumi
yang mengalami kerusakan terberat akibat
P : waktu yang menunjukan pukul berapa gempa, dibatasi oleh pleistoseista
gelombang tercatat di stasiun itu.
7. Alat pencatat gempa (seismograf) :
Contoh kasus: • Seismograf horizontal
Berdasarkan stasiun pengamatan daerah A • Seismograf vertikal
tercatat getaran gempa sebagai berikut:
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25 8. Menentukan skala gempa :
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40 • Skala Omori : Dengan 7 tingkatan
Hitunglah jarak episentrumnya ! kekuatan
Jawab : • Skala Richter : Charles Francis Richter
= ((2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’) X 1.000 km
= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km 9. Pengaruh positif gempa bagi kehidupan :
= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ • Mengetahui jenis mineral yang ada di
maka dalam bumi
= (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000)) • Mengetahui struktur lapisan kulit bumi
= 1.250 km • Menentukan jenis konstruksi bangunan
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat
dari stasiun A berjarak 1.250 km.

10. Pengaruh negatif gempa bagi kehidupan : 1. Proses pengendapan batuan/tanah yang

• Bangunan roboh/ambruk dilakukan oleh air, angin, dan es

• Terjadinya kebakaran, karena terjadi 2. Digolongkan menjadi 3 jenis :

sambungan pendek aliran listrik • Sedimentasi fluvial : Proses pengendapan

• Terjadi banjir, karena bendungan/tanggul materi yang diangkut oleh air sepanjang

yang bobol aliran sungai. Bentuk lahan hasil

• Saluran pipa air dan gas putus sedimentasi fluvial :

• Terjadinya tsunami (gempa di dasar laut) 1. Delta : Endapan pasir, lumpur, &

• Sarana & prasarana transportasi rusak kerikil yang terdapat di muara sungai

• Distribusi barang & jasa terhambat 2. Bantaran sungai : Daratan yang

terdapat di tengah-tengah badan

B. Tenaga eksogen bermacam-macam : sungai/pada kelokan dalam sungai

1. Erosi sebagai hasil endapan

2. Sedimentasi • Sedimen eolis (terrestrial) : Di daerah

• Erosi : gurun/pantai

1. Proses pelepasan dan pemindahan massa • Sedimen marin : Proses pengendapan yang

batuan secara alamiah dari suatu tempat ke dilakukan oleh gelombang laut yang

tempat lain oleh suatu zat pengangkut yang terdapat di sepanjang pantai. Bentukan

bergerak di permukaan bumi alam dari sedimen marin :

2. Menurut kecepatannya : 1. Beach/bisik : Bentukan deposisional

• Erosi geologi : Suatu bentuk erosi dimana umumnya pada pantai yang landai,

proses pengahancuran tanah relatif terjadi jika swash membawa muatan

seimbang dengan proses pembentukannya. sedimen

Tidak menimbulkan kerusakan alam 2. Bar : Gosong pasir di pantai yang

• Erosi yang dipercepat : Erosi dimana arahnya memanjang sebagai hasil

proses penghancuran tanah lebih cepat pengerjaan arus laut

dibandingkan proses pembentukannya. 3. Tombolo : Gosong pasor yang

Mengakibatkan tanah menjadi tidak subur, menghubungkan suatu pulau karang

sehingga lahan kritis makin meluas dengan pulau utama

3. Menurut zat pelarutnya :

• Erosi air : Disebabkan oleh air, baik di C. Dinamika Perubahan Pedosfer

dalam tanah, permukaan maupun sungai. • Pengertian tanah : Bagian dari lahan yang tersusun

Dibedakan menjadi : dari bahan-bahan anorganik dan organik.

1. Erosi percikan : Disebabkan percikan • Pengertian lahan : Permukaan daratan dengan

air hujan kekayaan benda-benda padat, cair dan gas.

2. Erosi lembar : Terjadi pada lapisan • Komponen tanah :

tanah bagian atas, menyebabkan tanah • Udara

menjadi tidak subur • Mineral

3. Erosi alur : Terjadi pada saat air • Bahan organik

mengalir • Air

4. Erosi parit : Lereng yang terkena erosi • Faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah :

membentuk parit yang cukup dalam 1. Waktu

• Erosi angin (deflasi) : Disebabkan tenaga 2. Topografi

angin, biasa terjadi di gurun 3. Bahan induk

• Erosi es/glasial : Disebabkan oleh massa 4. Organisme

es yang bergerak 5. Iklim

• Erosi air laur (abrasi) : Disebabkan oleh • Profil tanah :

gelombang laut (erosi morena) 1. Horizon O: lapisan bahan organik.

4. Bentuk tanah sebagai akibat erosi : 2. Horizon A: tanah mengalami pencucian.

• Cliff : Pantai terjal & berdinding curam 3. Horizon B: tanah mengalami penimbunan.

sebagai akibat abrasi 4. Horizon C: Lapisan Bahan Induk Tanah.

• Relung : Cekung yang memiliki dinding 5. Horizon R: lapisan batuan induk.

cliff

• Dataran abrasi : Hamparan wilayah

daratan akibat abrasi

• Ngarai : Lembah yang dalam

• Batu jamur : Batu yang disebabkan erosi

angin

• Sedimentasi :

berwarna hitam sampai contohklat. Terdapat di

Kalimantan, Sumatra dan Papua.

• Tanah grumusol = tanah yang terbentuk dari

material halus berlempung. Terdapat di Jawa

Tengah, Jawa Timur, Madura, Sulawesi

Selatan dan Nusa Tenggara.

• Tanah latosol = tanah yang banyak

mengandung zat besi dan aluminium. Jens

tanah ini sering disebut tanah merah yang

banyak dijumpai di daerah pegunungan.

• Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah ada Tanahnya berwarna merah sampai kuning.

beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: Terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali,

1. pH tanah Lampung, Kalimantan Tengah, Sumatra Barat.

2. Kandungan mineral • Degradasi lahan sering disebut lahan kritis. Ciri-

3. Bahan organik ciri lahan kritis:

4. Keremahan tanah 1. Penutup vegetasinya kurang dari 25%.

• Manfaat tanah : 2. Tingkat kemiringan lebih dari 15%.

1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran 3. Terjadi gejala aerasi lembar (sheet erosion).

2. Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, 4. Terjadi gejala erosi parit (gully erosion).

udara, dan unsur-unsur hara) • Dampak degradasi lahan terhadap kehidupan :

3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat 1. Akibat proses erosi yang merupakan penyebab

pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam- lahan tanah menjadi tidak subur, karena

asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; lapisan top soil hilang.

enzim yang dapat meningkatkan kesediaan 2. Produktivitas pertanian menurun sehingga

hara) pendapatan petani berkurang.

4. Sebagai habitat biota tanah, baik yang 3. Terjadi banjir.

berdampak positif karena terlibat langsung 4. Menurunnya kemampuan lahan untuk

atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan menyerap air tanah.

primer dan sekunder tanaman tersebut, 5. Terganggunya ekosistem makhluk hidup.

maupun yang berdampak negatif karena • Lahan Potensial dan Lahan Kritis

merupakan hama & penyakit tanaman. • Lahan potensial adalah lahan yang secara fisis

• Jenis tanah : kimiawi dan ekonomi cukup menguntungkan,

• Tanah aluvial = tanah yang terbentuk dari tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

material halus hasil pengendapan aliran sungai. • Lahan kritis adalah lahan yang sudah tidak

Persebaran tanah aluvial di Indonesia terdapat berfungsi lagi sebagai media pengatur tata air

di dan unsur pertanian yang baik.

1. pantai Timur Sumatra • Faktor Penyebab Terjadinya Lahan Kritis :

2. pantai Utara Jawa Penyebab meluasnya lahan kritis atau degradasi

3. sepanjang Sungai Barito lahan di permukaan bumi yaitu akibat proses alam

4. sepanjang Sungai Mahakam dan perilaku manusia dalam memanfaatkan

5. sepanjang Sungai Musi lingkungan.

6. sepanjang Bengawan Solo. • Faktor penyebab lahan kritis sebagai akibat

• Tanah andosol = tanah yang berasal dari abu proses alam yaitu:

gunung api. Persebarannya terdapat di: 1. erosi,

Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera dan 2. tanah longsor,

Minahasa. 3. pencucian tanah.

• Tanah regosol = tanah berbutir kasar dan • Faktor penyebab lahan kritis sebagai akibat

berasal dari material gunung api. Terdapat di perilaku manusia misalnya:

Bengkulu, pantai Barat Sumatra, Jawa, Bali 1. perusakan hutan,

dan NTB. 2. pertanian sistem ladang berpindah,

• Tanah kapur = tanah yang terjadi karena hasil 3. kegiatan pertambangan terbuka,

pelapukan batuan kapur dan sifatnya tidak 4. sistem pertanian di pegunungan yang tidak

subur. Terdapat di Jawa Tengah, Aceh, dan menggunakan terassering (sengkedan).

Sulawesi Selatan. • Upaya pencegahan dan penanggulangan lahan

• Tanah litosol = tanah yang terbentuk dari karitis :

batuan keras yang belum mengalami 1. Reboisasi atau penghijauan adalah

pelapukan secara sempurna. penghutanan kembali tanah-tanah hutan yang

• Tanah argosol (tanah gambut) = tanah yang gundul dengan ditanami tanaman keras.

terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah Tujuan reboisasi yaitu memulihkan kembali

mengalami pembusukan. Jenis tanah ini

daya serap tanah terhadap air, sehingga proses 2. drainase kurang baik,

aerosi dapat diperlambat. 3. peka terhadap erosi,

2. Penghijauan adalah penanaman kembali tanah 4. kapasitas menahan air rendah.

yang gundul. Jenis tanaman yang digunakan • Kelas IV

dalam progam penghijauan misalnya: turi, 1. lereng miring/berbukit,

cengkeh, jambu monyet, petai, kayu manis, 2. kapasitas menahan air rendah,

nangka , kluwih, karet dan durian. 3. peka terhadap erosi,

3. Sistem penanaman searah garis kontur 4. sering banjir.

(contohuntur ploughing) adalah penanaman 5. solum dangkal,

tanaman yang searah atau sejajar dengan garis • Kelas V

kontur. Menurut R.L. Contohok (1962) 1. topografi relatif datar,

menyatakan bahwa penanaman secara kontur 2. tergenang air,

sangat sesuai bagi tanah-tanah yang memiliki 3. biasanya tanah berbatu,
kemiringan 3–8% akan tetapi kurang efektif 4. tidak sesuai untuk lahan pertanian.

pada tanah yang memiliki kemiringan kurang • Kelas VI

dari 3% atau lebih dari 8% sampai 25%. 1. lereng agak curam,

4. Sistem terassering atau sengkedan. Cara ini 2. ancaman erosi berat,

digunakan untuk mengurangi laju air yang 3. tanah berbatu-batu.

mengalir di permukaan bumi. • Kelas VII

5. Lahan yang kemiringannya lebih dari 45o 1. terletak pada lereng curam,

harus dijadikan areal hutan lindung. 2. erosi sangat kuat,

6. Pembuatan lorak-lorak mati berupa lubang 3. solum dangkal,

pada akhir guludan tanah agar air mengalir 4. untuk padang rumput/hutan produksi

tertampung pada lubang itu dan meresap ke terbatas.

dalam tanah, sehingga proses erosi dapat • Kelas VIII

dihindari 1. lereng sangat curam,

7. Pergiliran tanaman (croprotation) adalah suatu 2. kepasitas menahan air rendah,

sistem bercontohcontohk tanam pada sebidang 3. berbatu-batu,

tanah yang terdiri dari beberapa macam 4. harus dihutankan.

tanaman yang ditanam secara berturut-turut

pada waktu tertentu.
8. Pemulsaan (mulching) adalah menutupi BAB 5 DINAMIKA PERUBAHAN ATMOSFER

permukaan tanah dengan sisa-sisa tanaman.

Sisa-sisa tanaman yang biasa digunakan untuk

pemulsaan yaitu jerami. Menurut Dj.

Greenland dan R. Lal dalam Soil

Contohnservation and Managment in the

Humid Tropic, New York 1977. dengan

dilakukan pemulsaan konservasi air dalam

tanah dapat diperbaiki, jumlah pori-pori yang

dapat menginfiltrasi air meningkat dan

evaporasi yang berlebihan dapat dikurangi.

• Klasifikasi Kemampuan Lahan :
• Kelas I
1. topografi hampir datar,
2. tingkat erosi kecil,
3. mempunyai kedalaman efektif (solum)
yang dalam,
4. drainase baik,
5. mudah diolah,
6. kapasitas menahan air baik,
7. tidak terancam banjir.
• Kelas II
1. lereng landai,
2. struktur tanah kurang baik,
3. ancaman erosi lebih besar,
4. terancam banjir.
• Kelas III
1. lereng miring dan bergelombang,

BAB 5 DINAMIKA PERUBAHAN ATMOSFER • Faktor yang mempengaruhi banyak-sedikitnya
A. Struktur Lapisan Atmosfer dan panas yang diterima bumi antara lain:
Pemanfaatannya 1) Sudut datang matahari
1. Pengertian atmosfer : Berasal dari bahasa Yunani, 2) Lamanya penyinaran
3) Awan
yaitu atmos (uap) dan shpaira (bola/bumi). Jadi, 4) Keadaan tanah
atmosfer mempunyai pengertian selubung 5) Angin dan arus laut
berwujud gas yang mengelilingi bumi 6) Relief bumi.
2. Komposisi atmosfer : Atmosfer terdiri dari
berbagai macam gas. Ketebalan atmosfer • Pemanasan udara dibedakan atas:
mencapai 10.000 km dari permukaan laut. Makin 1) Langsung
tinggi, lapisan udara makin tipis. Dalam keadaan • Absorbsi: penyerapan radiasi matahari.
kering susunan udara adalah sebagai berikut : • Refleksi: pemantulan sinar matahari.
1) Nitrogen = 78,08% • Difusi: penghamburan sinar matahari.
2) Oksigen = 21% 2) Tidak langsung
3) Karbondioksida = 0,03% • Konduksi: penerusan energi.
3. Manfaat Atmosfer Bagi Kehidupan : • Konveksi: pemanasan udara secara
vertikal.
• Adveksi: pemanasan udara secara
horizontal.
• Turbulensi: pemanasan udara yang tidak
teratur.

2. Kelembapan

• Kelembapan/lengas udara: jumlah uap air yang

terkandung dalam udara. Alat pengukur

kelembapan disebut higrometer.

• Jenis kelembapan :

1) Kelembapan relatif/nisbi: perbandingan

jumlah uap air yang dikandung dengan

1) Untuk melindungi bumi dari jatuhnya batuan jumlah maksimal uap air yang dapat
meteor dikandung pada suhu dan tekanan yang
sama.
2) Memantulkan gelombang radio/TV 2) Kelembapan mutlak/absolut: jumlah uap air
3) Filter sinar ultrviolet matahari setiap 1 m3udara (gram/m3).
4) Tempat terjadinya gejala cuaca seperti hujan,

angin, awan 3. Curah hujan

4. Cuaca dan Iklim : • Curah hujan: banyaknya hujan yang jatuh.

a. Cuaca adalah rata-rata keadaan udara pada • Faktor yang mempengaruhi curah hujan di
suatu saat di suatu tempat. Ilmu yang
Indonesia
mempelajari cuaca dinamakan meteorologi.
1) Terletak di daerah tropis.
b. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada
2) Banyak terdapat pegunungan tinggi.
tempat yang luas dan dalam waktu yang
lama (10–30 tahun). Ilmu yang mempelajari 3) Terletak di antara dua samudera.
4) Dihembus angin muson barat.
iklim disebut klimatologi.
• Jenis-jenis Hujan :

B. Unsur-unsur Pembentuk Cuaca dan Iklim 1) Hujan Zenithal (Hujan Konveksi). Hujan
1. Suhu yang disebabkan karena uap air naik secara
2. Kelembapan vertikal. Hal ini disebabkan karena adanya
3. Curah hujan pemanasan matahari dalam jumlah besar
4. Angin sehingga udara renggang kemudian uap air
5. Tekanan udara naik biasanya terjadinya di daerah tropis
6. Penyinaran matahari (equator).

2) Hujan Orografis (Hujan Gunung). Hujan

KETERANGAN yang terjadi di lereng gunung.

1. Suhu 3) Hujan Frontal (Hujan Depresi). Hujan yang

• panas dinginnya udara. terjadi pada bidang front, yang mana masa

• Alat pengukur suhu disebut termometer. udaranya panas naik ke atas massa udara

• Pada umumnya suhu di permukaan bumi dingin. Hujan frontal sering terjadi di daerah

dipengaruhi oleh banyak-sedikitnya panas lintang sedang.

matahari.

4) Hujan Sinklonal. Hujan yang terjadi karena
udara panas naik dan disertai angin siklon.
Hujan siklonal terjadi di daerah sedang.

5) Hujan Musim. Hujan yang terjadi karena
angin muson yang lembab naik ke darat atau
pegunungan.

3) Angin darat, laut, gunung, lembah :
• Angin darat, bertiup malam hari.
• Angin laut, bertiup siang hari.

4. Angin • Angin gunung, bertiup malam hari.
• Angin: udara yang bergerak dari daerah • Angin lembah bertiup siang hari.
bertekanan tinggi → rendah. Alat pengukur 4) Angin fohn : angin yang tidak
kecepatan angin: anemometer. menganduang uap air, sehingga panas dan
• Hukum Buys Ballot: Angin bergerak dari kering,
daerah bertekanan udara maksimum ke daerah
bertekanan udara minimum. di belahan bumi contoh: Angin gending di Probolinggo dan
utara angin dibelokkan ke kanan dan di belahan Pasuruan, Angin bohorok di Deli Serdang,
bumi selatan, angin dibelokkan ke kiri. Angin brubu di Sulawesi Selatan, Angin
Penyimpangan ini disebabkan oleh perputaran kumbang di Cirebon, dan Angin Wambrau
bumi pada porosnya (rotasi bumi) yang disebut di Pulau Biak dan Papua.
gaya contohriolis.
• Gerakan udara, ada 3 (tiga), yaitu (1) konveksi
adalah perpidahan udara secara vertikal, (2)
adveksi, adalah gerakan udara secara
horizontal dan (3) turbulensi, adalah gerakan
udara yang tidak teratur.
• Jenis-jenis angin :
1) Angin Pasat : Angin yang berhembus
terus-menerus dari maksimum subtropik
utara dan selatan menuju khatulistiwa dan
berbias menurut hukum Buys Ballot.
2) Angin Muson : Angin yang berganti arah
setiap enam bulan sekali.

5. Tekanan udara
• Tekanan udara adalah tekanan yang diberikan
oleh udara (karena beratnya) kepada setiap
luas 1 cm2 bidang datar di permukaan bumi
sampai batas atmosfer. Alat pengukur tekanan
udara disebut barometer. Semakin tinggi
tempat semakin kecil tekanan udaranya.

6. Penyinaran matahari

• Penyinaran matahari: intensitas sinar matahari • Iklim B = iklim kering: tidak ada surplus air dan
yang jatuh ke bumi. Alat pengukur besarnya tidak dijumpai sungai permanen. Terbagi atas:
penyinaran matahari disebut solarimeter. 1) Iklim Bs = iklim stepa
2) Iklim Bw= iklim gurun
7. Awan
• Udara di sekeliling kita banyak mengandung • Iklim C = iklim hujan sedang: Bulan terdingin
uap air. Tidak terhitung banyaknya suhu rata-rata di bawah 10oC, tetapi di atas (–
gelembung udara yang terbentuk oleh busa 3oC) dan Sekurang-kurangnya satu bulan suhu
laut secara terus-menerus dan menyebabkan rata-rata di atas 10oC. Terbagi atas:
partikel-partikel air terangkat ke langit. 1) Iklim Cw = iklim hujan sedang (musim
Partikel-partikel yang disebut dengan aerosol dingin yang kering).
inilah yang berfungsi sebagai perangkap air 2) Iklim Cf =iklim hujan sedang, basah
dan selanjutnya akan membentuk titik-titik sepanjang tahun.
air. Selanjutnya aerosol ini naik ke atmosfer, 3) Iklim Cs =iklim hujan sedang, panas yang
dan bila sejumlah besar udara terangkat ke kering.
lapisan yang lebih tinggi, maka ia akan
mengalami pendinginan dan selanjutnya • Iklim D = iklim hujan bersalju dingin: Suhu rata-
mengembun. Kumpulan titik-titik air hasil rata pada bulan terdingin di bawah –3oC dan
dari uap air dalam udara yang mengembun Suhu rata-rata bulan terpanas di atas 10oC.
inilah yang terlihat sebagai awan. Makin Terbagi atas:
banyak udara yang mengembun, makin besar 1) Iklim Df = iklim hujan bersalju, basah
awan yang terbentuk. sepanjang tahun.
• Jenis-jenis awan berdasarkan ketinggiannya 2) Iklim Dw= iklim hujan bersalju, musim
dapat dilihat pada gambar berikut. kering dingin.

C. Klasifikasi Iklim • Iklim E = iklim kutub (es): Suhu rata-rata pada
1. Iklim Menurut Garis Lintang (Iklim Matahari) bulan terpanas di atas 10oC. Terbagi atas:
1) Iklim ET = iklim tundra (lumut).
2) Iklim EF = iklim es abadi.
3) Iklim EH = iklim daerah tinggi (lebih dari
300 m).

• Penyebaran tipe iklim Koppen
1) Iklim Af =Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,
Kepulauan Maluku dan Irian Jaya.
2) Iklim Am = Jawa Tengah, Jawa Barat,
Sulawesi Selatan dan Tenggara, Kepulauan
Arum, Kepulauan Kai dan Irian Jaya bagian
selatan.
3) Iklim Aw = sebagian Jawa Tengah bagian
timur Jawa Timur dan Nusa Tenggara.
4) Iklim Cf = Sumatra, Kalimantan, Sulawesi
dan Irian Jaya.
5) Iklim Cw = di pegunungan-pegunungan
Jawa Timur dan Irian Jaya.
6) Iklim D = di pegunungan salju Iran Jaya.
7) Iklim E = di Irian Jaya dan puncak-puncak
gunung tinggi.

2. Iklim Koppen

• Iklim A = iklim hujan tropis: Suhu rata-rata 3. Iklim Menurut Junghuhn
bulan di atas 18oC dan Hujan tahunan tinggi. • Junghuhn membagi daerah pegunungan di Jawa

Terbagi atas: menjadi 4 daerah:

1) Iklim Af = iklim hujan hutan tropis. 1) Zona panas = 0–650 m. Jenis vegetasi :
2) Iklim Am = iklim muson. jagung, padi, kelapa dan tebu.
3) Iklim Aw = iklim sabana.

2) Zona sedang = 650–1500 m. Jenis vegetasi: 1) Permukaan bumi.

sayur-sayuran, buah-buahan, kopi, kina, teh 2) Angin panas dan dingin.

tembakau, contohklat. 3) Arus panas dan dingin.
3) Zona sejuk= 1500–2500 m. Jenis vegetasi : 4) Relief bumi.

pinus dan cemara.

4) Zona dingin = lebih dari 2500. Jenis vegetasi D. Pola Curah Hujan di Indonesia

: lumut. Pola curah hujan di setiap wilayah di Indonesia

• Klasifikasi iklim menurut Junghuhn didasarkan sangat bervariasi dikarenakan berbagai faktor

pada ketinggian tempat dan vegetasi. seperti letak geografis, topografi, dan lainnya.

Jadi di Indonesia tidak ada batas yang jelas antara

musim penghujan dan musim kemarau, ini

dikarenakan Indonesia terletak di Daerah

Konvergensi Antar Tropik. Jadi kalau kalian

lihat di berita kadangkala pada bulan yang sama

di Jakarta banjir akan tetapi di Kupang dilanda

kekeringan. Jadi jangan beranggapan bahwa

ketika sudah masuk musim hujan, maka semua

daerah di Indonesia akan hujan. Berikut adalah

4. Klasifikasi Menurut Schmidt-Ferguson pola pergerakan curah hujan yang ada di
• Tahun 1951 Schmidt-Ferguson membagian Indonesia.
iklim di Indonesia berdasarkan sifat basah dan 1. Pantai sebelah barat setiap pulau memperoleh
keringnya bulan (curah hujan). Digunakan
simbol huruf A-H. curah hujan lebih besar dibandingkan pantai
• Untuk menentukan perbandingan bulan kering bagian timur.
dan bulan basah digunakan rumus: 2. Jumlah curah hujan di Indonesia bagian barat
lebih besar dibandingkan wilayah timur.
3. Curah hujan bertambah sesuai dengan

ketinggian tempat. Curah hujan terbanyak

terdapat pada ketinggian 600 - 900 mdpl.

Keterangan: 4. Di daerah pedalaman pulau, musim hujan
1) Bulan kering = bulan yang rata-rata curah
hujannya kurang dari 60 mm. jatuh pada musim pancaroba.
2) Bulan lembab= bulan yang rata-rata curah
hujannya antara 60–100 mm. 5. Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak
3) Bulan basah = bulan yang rata-rata curah
hujannya lebih dari 100 mm. DKAT.

6. Pola curah hujan bergeser dari barat ke timur
▪ Pantai barat Sumatera sampai Bengkulu

mendapat curah hujan terbanyak pada bulan

November
▪ Lampung dan Bangka yang berada di timur

Sumatera mendapat hujan terbanyak pada

bulan Desember
▪ Jawa bagian utara, Bali, Nusa Tenggara

mendapat curah hujan pada bulan Januari -

Februari.

7. Di daerah Sulawesi Selatan bagian timur,

Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah musim

hujan berlangsung sekitar bulan Mei - Juni.

Pada saat itu daerah lain sedang mengalami

musim kemarau. Batas daerah musim kemarau

dan musim hujan kira-kira terletak di sekitar

120 BT.

Terdapat 3 jenis pola hujan di Indoensia yaitu

1. Pola Monsoon: memiliki perbedaan yang jelas

antara musim hujan dan musim kemarau.

2. Pola Equatorial: memiliki 2 puncak musim

hujan (bimodial) yang biasanya terjadi pada

bulan Maret dan Oktober.

3. Pola Hujan Lokal: hanya memiliki satu puncak

musim hujan (unimodial)

5. Iklim Fisis
• Iklim fisis ialah iklim suatu daerah yang
dipengaruhi oleh:

Gurun merupakan daerah tandus yang
berbatasan dengan padang rumput dan semakin
menjauh dari padang rumput maka akan
semakin gersang. Fitur gurun adalah:
a) Curah hujan rendah (<25 cm per tahun)
b) Hujan turun tidak teratur dn tidk pernah
lebat
c) Matahari sng terik (pada musim panas suhu
bisa mncapai 40 o C)
d) Amplitudo harian sangat besar

Berikut adalah tabel curah hujan tahunan rata-rata
di Indonesia :

3. Tundra
Tundra adalah daerah dingin (beku), dengan
fitur-fitur:
a) Terletak di daerah kutub utara
b) Memiliki iklim kutub
c) Pohon rendah atau amat pendek (semak)
dan lumut
d) Masa pertumbuhan vegetasi sangat pendek

E. Jenis-jenis Vegetasi Alam Menurut Iklim 4. Hutan Basah
Ada beberapa jenis vegetasi alam berasarkan iklim, Hutan basah di daerah tropis dan subtropis
yaitu: .Hutan ini sepanjang tahun selalu mendapatkan
1. Padang Rumput air dan memiliki spesies pepohonan yang
Padang rumput adalah suatu wilayah yang beragam. Fitur adalah:
tumbuhannya di dominasi oleh rerumputan a) Waktu pertumbuhannya lama
dengan karakteristik wilayah sebagai berikut: b) Jenis tumbhannya banyak
a) Terletak di daerah tropis sampai subtropis c) Ketinggian 20 m sampai 40 m
b) Curah hujan antara 25-50 cm pertahun d) Berdaun lebar
c) Ada di derah bsah, seperti Amerika Utara e) Hutan basah
dan India. f) Jenis pohon sulur sampai kayu keras

Gambar Padang rumput 5. Hutan gugur/ hutan musim
2. Gurun Hutan ini selalu didominasi padang rumput,
juga memiliki tanaman yang daunnya gugur

pada musim gugur. adapu karakteristiknya (sisa-sisa tumbuh-tumbuhan, di samping CO2,
yaitu: unsur kimia yang dapat menyebabkan
a) Curah hujan merata sepanjang tahun terjadinya green house effect (efek rumah
b) Curah hujan antara 75 cm sampai 100 cm kaca) yaitu: chloroflorocarbons (CFC),
methane (CH4), nitrous oksida (N2O), ledakan
pertahun nuklir dan ledakan gunung api.
c) Ada di daerah yang memiliki 4 musim • Dampak perubahan iklim global:
d) Pohon tidak terlalu rapat 1. Menaikkan suhu permukaan bumi.
e) Ketinggian tumbuhan 10 m - 20 m 2. Permukaan air laut naik.
f) spesiesnya sedikit 3. Kutub utara dan kutub selatan mencair.
4. Banjir di daerah pantai.
5. Adanya penyusupan air asin ke dalam air

tanah dan sungai.

6. Taiga
Hutan yang didominasi oleh tanaman pinus
berdaun seperti jarum.Persebarannya di Indnesia
sangat merata dan beraneka. Banyak tanaman
yang hanya tumbuh di Indonesia
(endemic). Dari 300.000 jenis tumbuhan di
bumi ini, kurang lebih 37.000 jenis (12,3%) ada
di Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia
terletak di antara dua wilayah biogeografi, yaitu
Oriental dan Australia.
Ada beberapa jenis tanaman langka yang
tumbuh di Indonesia, misalnya bunga Raflesia
di Begkulu, Nangroe Aceh Drussalam, Sumatra
Barat, Kalimantan Timur, Jambi dan Jawa
Barat. Jenis tanaman yang mencirikan Taiga:
a) Salacca salcca kultivar pondoh (salak
pondoh) dari Yogyakarta (SleSman)
b) Salacca zalaccurtivar contohndet (salak
contohndet) dari DKI Jakarta
c) Santalum album (Cendana) dari daerah Nusa
Tenggara Timur (Pulau Timur)
d) Mextroxylon sagu (Sagu) dari daerah Maluku
dan Papua.

gambar Taiga

F. Perubahan Iklim Global dan Dampaknya
Terhadap Kehidupan
• Adanya perubahan kondisi iklim dunia
terutama meningkatnya temperatur di bumi
salah satunya disebabkan oleh aktivitas
manusia yang berupa meningkatnya kadar CO2
/karbondioksida sebagai hasil pembakaran fosil

BAB 6 DINAMIKA PERUBAHAN
HIDROSFER

1. Pengertian Hidrosfer
Hidrosfer adalah lapisan air yang menutupi

permukaan bumi.

A. Siklus Air (Siklus Hidrologi)

Penguapan  Kondensasi  Hujan salju
 salju mencair masuk kesungai/ laut

Unsur-unsur utama dalam siklus hidrologi :

Jumlah air di bumi ini tetap, akibat adanya sinar Unsur-unsur Penjelasan
Evaporasi
matahari terjadi siklus (daur) air. Transpirasi penguapan dari badan air secara
Respirasi
Proses terjadinya siklus air dapat Anda pelajari Evapotranspirasi langsung
melalui uraian berikut: Kondensasi
a. Siklus air pendek penguapan air yang terkandung
Presipitasi
Penguapan di laut  uap air nai ke atas  dalam tumbuhan
Kondensasi  Hujan di laut/ pesisir Infiltrasi
penguapan air dari tubuh hewan
Di udara uap air mengalami penurunan suhu Perkolasi
karena perbedaan ketinggian (setiap naik 100 meter dan manusia
suhu udara turun 0,65oC). Dengan demikian semakin Run off
ke atas suhu udara semakin rendah, sehingga terjadi perpaduan evaporasi dan
proses kondensasi (pengembunan).
b. Siklus air sedang transpirasi

proses perubahan wujud uap air

menjadi titik-titik air sebagai

hasil pendinginan

segala bentuk curahan atau hujan

dari atmosfer ke bumi yang

meliputi hujan air, hujan es,

hujan salju

air yang jatuh ke permukaan

tanah dan meresap ke dalam

tanah

air yang meresap terus sampai ke

kedalaman tertentu hingga

mencapai air

tanah ataugroundwater

air yang mengalir di atas

permukaan tanah melalui parit,

sungai, hingga menuju ke laut.

B. Perairan Darat
1. Air Tanah

Penguapan  awan terbawa angi ke daratan  Air tanah adalah air yang terdapat dalam
Kondensasi  Hujan di daratan  air hujan lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan
tanah.

mengalir masuk kesungai/ laut Penyebab perbedaan kedalaman air tanah

c. Siklus air panjang 1. Perbedaan topografi.

2. Perbedaan jenis tanah

3. Curah hujan.

Ada bermacam-macam jenis air tanah.

1) Menurut letaknya, air tanah dapat dibedakan danau.

menjadi dua, yaitu air tanah danau yang terdapat di daerah berbatu kap

permukaan (Freatik) dan air tanah dalam. Danau jenis ini terjadi akibat adanya erosi a

Jenis air tanah Penjelasan Karst pelaruCtoantobhatnutokhapur. Bekas erosi memben

Air tanah tanah yang terdapat di atas lapisan cAeikrungyaanngdanadcaekudnigan terisi air sehing
permukaan tanah / batuan yang tidak tembus steurmbeunrt-usukmlahurd, ansuaun.gai,
(Freatik)
air (impermeable). ddaannaauu dyaanngratwerajadi karena adanya erosiglets

Air tanah dalam air tanah yang terdapat di bawah lapisan Pencairan es akibat erosi mengisi cekung
tanah/batuan yang tidakGlasitaelmbus cSeukmuunrgabnor aytaanugartdeisleiswati sehingga terben

air (impermeable). danau.

2) Menurut asalnya air tanah dapat dibedakan Waduk atau danau yang sengaja dibuat oleh manus
menjadi air tanah yang berasal Bendungan Pembuatan waduk biasanya berkaitan deng
dari atmosfer(angkasa) dan air tanah yang berasal kepentingan pengadaan listrik tenaga
dari dalam perut bumi. perikanan, pertanian dan rekreasi.

Jenis air tanah Penjelasan 3. Rawa

Air Vadose air tanah berasal dari hujan Rawa atau paya-paya adalah daerah rendah yang

(meteoric) dan pencairan salju. selalu tergenang air. Air yang menggenangi rawa

air tanah turbir air tanah yang tersimpan di bisa berupa air hujan, air sungai maupun dari

dalam batuan sedimen sumber mata air tanah.

air tanah yang naik dari
magma bila gas-gasnya Ada dua jenis rawa yaitu:
air tanah juvenil dibebaskan melalui mata air 1) Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian,

panas. memiliki pintu pelepasan air sehingga airnya

selalu tergenang.

2. Danau 2) Rawa yang airnya selalu mengalami pergantian. 

memiliki pintu pelepasan air sehingga airnya
Danau merupakan suatu daratan yang cekung (basin) berganti.
yang digenangi air yang cukup banyak. Air yang

menggenangi danau bisa berasal dari mata air, air Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian
tanah, air sungai yang berpelepasan atau bermuara di memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
danau tersebut atau bisa juga berasal dari air hujan. 1) Airnya asam atau payau, berwarna merah, kurang

Berdasarkan proses kejadiannya danau dibedakan bagus untuk mengairi tanaman dan tidak dapat
menjadi 6 macam yaitu danau: dijadikan air minum. Kadar keasaman air (pH)
mencapai 4,5.

Jenis Penjelasan 2) Karena airnya asam, maka tidak banyak
Danau organisme (Cheowntaonhnmtoahupun tumbuhtumbuhan)

danau yang terjadi akibat adanya peristiywaang hidup.
tektonik seperti gempa. Akibat gempa 3t)erjPadadi a dabnaaguiaPnosdoa, sdaarnaurawTeampuem, umnya tertutup
proses patahan (fault) pada permukaan tangaahm. budtanyaungTtoenbdaalno, dan danau

Tektonik Permukaan tanah yang patah mengalami Towuti di Sulawesi. Danau

pemerosotan atau ambles (subsidencSe)edadnagnkanSinragwkarayka,ng airnya dmanenaugalami pergantian

menjadi cekung. Selanjutnya bagianmeymainligki cMirai-nciinrijayua,ng sdeabnalikndyanyaauitu:

cekung karena ambles tersebut terisi a1ir) dAainrnyTaatkideankgotenrldailuSuasmaamte.ra.

terbentuklah danau. 2) Banyak organisme yang hidup seperti cacing

danau yang terdapat pada kawah lubatanngah,Diaknaanu sKeretlaimtuumtubduih-Ftulomrebsu,han rawa seperti
kepunden bekas letusan gunung berapi. KeteikcaengKgaowndahok, pBorhoomnor,umbdiaandaaun lain-lain.
gunung meletus batuan yang menutup ka3w) asDaanpatgduinoulanhg mLaemnjoandigalanhdani Jpaewrtaanian.

Vulkanik kepunden rontok dan meninggalkan bekas Timur, danau Batur di Bali
lubang di sana. Ketika terjadi hujan Mluabnafnagat radwanaabuaKgiemrinanciusdiia,Saunmtaartaerlaain :
Tektono- tersebut terisi air dan membentuk 1se)buTauhmbBuahraant srearwtaaKaswepaehrtiguencuenngg gondok dapat
Vulkanik dijadiKkaenludb.ahan baku pembuatan biogas dan
danau.
danau yang terjadi akibat proses gabungbaanrang-barang kerajinan anyaman seperti tas,
antara proses vulkanik dengan proses tektondiokm. pet, hiasan dinding dan lain-lain,
Ketika gunung berapi meletus, se2b)agiaDnapdatandaijuadiTkoabnadadeiraShupmerattaenriaan pasang surut,
tanah/batuan yang menutupi gunung pat3ah) daSnebaUgtaairalahan untuk usaha perikanan darat, dan
merosot membentuk cekungan. Selan4j)utnyDaapat dikembangkan menjadi daerah wisata.

cekungan tersebut terisi air dan terbentuklah

4. Sungai

Sungai adalah bagian permukaan bumi yang letaknya Jenis Sungai Penjelasan

lebih rendah dari tanah di sekitarnya dan menjadi Sungai sungai yang airnya mengalir
mengikuti arah lereng awal
tempat mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau, Konsekuen

rawa atau ke sungai yang lain. Sungai

Berdasarkan sumber airnya sungai dibedakan menjadi Subsekuen sungai yang aliran airnya mengikuti
tiga macam yaitu: sungai hujan, sungai gletser dan atau strike strike batuan
sungai campuran. valley
sungai yang aliran airnya

Jenis Penjelasan Contohntoh Sungai berlawanan arah dengan sungai
Sungai Obsekuen konsekuen atau berlawanan arah
dengan kemiringan lapisan batuan
Sungai Sungai yang Sebagian besar Sungai serta bermuara di sungai subsekuen
Hujan airnya berasal sungai-sungai yang Resekuen
dari air hujan ada di Indonesia sungai yang airnya mengalir
atau sumber mengikuti arah kemiringan lapisan
mata air. batuan dan bermuara di sungai
subsekuen.

Sungai sungai yang Sungai Gangga di Sungai sungai yang mengalir tanpa
Gletser, airnya berasal India (yang berhulu Insekuen dikontrol oleh litologi maupun
dari pencairan di Peg.Himalaya) struktur geologi.
es.
dan hulu sungai

Phein di Jerman Berdasarkan struktur geologinya sungai dibedakan

(yang berhulu di menjadi dua yaitu sungai anteseden dan sungai

Pegunungan Alpen) sungai superposed.

sungai yang

Sungai airnya berasal sungai Digul dan Jenis Penjelasan
dari pencairan sungai Mamberamo Sungai

Campuran es(gletser), dari di Papua (Irian sungai yang tetap mempertahankan

hujan, dan dari Jaya). arah aliran airnya walaupun ada

sumber mata air. Sungai struktur geologi (batuan) yang
melintang. Hal ini terjadi karena
Berdasarkan debit airnya (volume airnya), sungai Anteseden kekuatan arusnya, sehingga mampu

dibedakan menjadi 4 macam yaitu sungai permanen, menembus batuan yang

sungai periodik, sungai episodik, dan sungai merintanginya.

ephemeral. Penjelasan Sungai sungai yang melintang, struktur dan
Jenis Sungai Superposed prosesnya dibimbing oleh lapisan
Cbaotnutaonhynatnogh menutupinya.

sungai Kapuas, Kahayan, Barito
sungai yang debit airnya sepanjang tahBuenrdadsaanrkaMn aphoalakaamliradninyKa asluimngaanitadnib. edakan menjadi
Sungai 6 maScaumngayiaitMu ursaid, iaBl,atdaenngdhraitriik, dtarnellis, rektanguler
Permanen relatif tetap dan piInnadtrea)g. iri di Sumatera.

sungai Bengawan Solo, dan
mpuasdiammhuusjiaSRmneandStJiurTSsdsaeieuniuiplnrnmgneDtigasatguaaaiareili.sruaOPnhrpgodkpaIagsieokiotldipamaBdudeiaesrarlaawnaiJntrh.aaatsaPwnbuYsoanayolsgaiadPgaTnniiyeineg(annicCkJjegmtaeaoekawlrrdeauhtdanaesn.agagpunaamnt )pul
Sungai sungai yang pada waktu menuju
Periodik airnya banyak, sedangkan
kemarau airnya kecil.

sungai yang pada musim kemarau airnya pola aliran yang menyebar

Sungai kering dan pada musim hujan airnyRaadiSaul ngai KalmadeanidnigpguallakuanSupmubsaatnya. Pola aliran
Episodik sentrifugal ini terdapat di daerah gunung yang
banyak.
berbentuk kerucut
Sungai sungai yang ada airnya hanya pada saat pola aliran yang tidak teratur. Pola
Ephemeral musim hujan. pada musim hujan sungai alirannya seperti pohon, di mana
jenis ini airnya belum tentu banyak.
sungai induk memperoleh aliran dari
Dendritik anak sungainya. Jenis ini biasanya
terdapat di daerah datar atau daerah
Berdasarkan arah alirannya, sungai dibedakan dataran pantai.
menjadi 5 jenis yaitu sungai konsekuen, sungai
subsekuen, sungai obsekuen, sungai resekuen dan Trellis pola aliran yang menyirip seperti

sungai insekuen.

daun. Aliran di daerah lipatan DAS yang relatif tidak luas sehingga

Rektangular . Aliran di daerah patahanpola aliran DAS daya tampung airnya kecil. Sungai
Pinate yang membentuk sudut siku-siku atau kurus dengan DAS semacam ini luapan airnya
Anular hampir siku-siku 90 tidak begitu hebat ketika bagian hulunya
pola aliran di mana muara-muara terjadi hujan lebat.

anak sungainya membentuk sudut

lancip Cara menjaga kelestarian DAS antara lain tidak

pola aliran sungai yang membentuk menggunduli hutan/tanaman-tanaman di areal DAS.

lingkaran. Mengalir melalui daerah Cara lainnya yaitu tidak mendirikan bangunan di areal

berstruktur dome (kubah). DAS sebagai tempat pemukiman atau keperluan

lainnya.

Bagian-bagian Sungai dan Ciri-cirinya Kerusakan DAS Dampak dari Kerusakan
Bagian-bagian dari sungai bisa dikategorikan menjadi DAS
tiga, yaitu bagian hulu, bagian tengah dan

bagian hilir. Lingkungan DAS air sungai meluap,

semakin bertambah sering terjadi banjir,

Bagian Ciri-ciri gundul, akan terbentuk delta
Sungai Di sekitar DAS sungai,
arusnya deras, menjadi tempat
daya erosinya besar, pemukiman dataran pantai (tempat
arah erosinya (terutama bagian dasar penduduk yang bermuaranya sungai)
sungai) vertikal. padat. bertambah luas.

Hulu Palung sungai berbentuk V dan

lerengnya cembung (contohnvecs), C. Perairan Laut

kadang-kadang terdapat air terjun atau

jeram Jenis Laut

tidak terjadi pengendapan. Menurut cara terjadinya kita mengenal adanya laut

arusnya tidak begitu deras, Transgresi, laut Ingresi dan laut Regresi.

daya erosinya mulai berkurang, Jenis Laut Penjelasan

Tengah arah erosi ke bagian dasar dan samping Laut terjadi karena adanya perubaha
(vertikal dan horizontal), Transgresi permukaan laut secara positif (secar
(laut yang meluas). Perubahan permukaan ini terjad
palung sungai berbentuk U (konkaf), meluas), karena naiknya permukaan air laut ata
mulai terjadi pengendapan (sedimentasi) daratannya yang turun, sehingga bagian
mulai terjadi meander atau lebih.yaitu bagian daratan yang rendah tergenang a
kelokan sungai yang mencapai 180

arusnya tenang, laut. Perubahan ini terjadi pada zaman es.

Hilir daya erosi kecil dengan arah ke samping laut yang terjadi karena adanya penuruna
(horizontal), tanah di dasar laut. Oleh karena itu laut in
Laut Ingresi juga sering disebut laut tanah turun
banyak terjadi pengendapan, Penurunan tanah di dasar laut aka
sering terjadi meander membentuk lubuk laut dan palung lau
di bagian muara kadang-kadang terjadi Lubuk laut atau basin adalah penurunan d
delta serta palungnya lebar

Daerah Aliran Sungai (DAS) dasar laut yang berbentuk bulat

Daerah Aliran Sungai sering disebut dengan Drainage Laut Regresi laut yang menyempit. Penyempitan terjad
Area, atau Rivers basin atau Watershed. karena adanya pengendapan oleh batua
DAS adalah daerah yang berada di sekitar sungai, (pasir, lumpur dan lain-lain) yang dibaw
apabila terjadi turun hujan di daerah tersebut, airnya oleh sungai-sungai yang bermuara di lau
mengalir ke sungai yang bersangkutan. tersebut
DAS dibedakan menjadi dua yaitu DAS gemuk dan

DAS kurus. Menurut letaknya, laut dibedakan menjadi tiga yaitu

laut tepi, laut pertengahan dan laut pedalaman.

Jenis Penjelasan

DAS suatu DAS yang luas sehingga memiliki Jenis Laut Penjelasan
daya tampung air yang besar. Sungai
DAS dengan DAS seperti ini, airnya Laut tepi laut yang terletak di tepi benu
gemuk cenderung meluap bila di bagian hulu (laut pinggir) (kontinen) dan seolah-olah terpisah da
terjadi hujan deras. samudera luas oleh daratan pulau-pula
atau jazirah.

d =Te½ng(aVh dxita)ntara benua Afrika-

Laut laut yang terletak di antara benbuear-ikuAt:sia dan Eropa, laut Es Utara
pertengahan benua. Lautnya dalam dan mempundyiaimadnia adn=tarkaedbaelnamuaanAlsaiuat, dVen=gaknecepatan suara
gugusan pulau-pulau. dalamAlmauetrdikaan t =dawnaktulaut-laut di
Laut pedalaman
MisalkneypaudlaiukaentaIhnudiowneaskitau. yang diperlukan untuk
laut-laut yang hampir seluruhnpyearamLbaautatnKabsopliaak,-blaaulitk H(itt)amaddaan4 detik dan
dikelilingi oleh daratan keceplaatuatnMsuatair.a dalam laut (V) = 1600 m/detik,

Berdasarkan kedalamannya laut dibedakan menjadi 4 maka kedalaman laut dapat dihitung sebagai
wilayah (zona) yaitu: zona Lithoral, zona Neritic, berikut:
zona Bathyal dan zonaAbysal. Maka :
d = ½ ( V x t)

d = ½ (1.600 x 4)

Jenis Laut Penjelads=an½ x 6.400 m

wilayah pantai atau pesisir atau shore. dD=i 3w.2il0a0yamh ini pada saat air pasang
Zone Lithoral tergenang air dan pada saat air laut sujarduit kbeedraulbaamhanmleanujtadaidadlaarhat3a.n2.00Olmeh

karena itu wilayah ini sering juga disebut wilayah pasang-surut.
Laut-laut yang memiliki kedalaman Manotrafroalo0gi–D5a0samreLtearu. tBanyak terumbu
Zone Seperti halnya bentuk muka bumi di daratan yang
Epineritik karang, padang lamun.
Laut yang memiliki kedalaman antabreara5n0ek–a 2r0a0gamm., Mbeenrtuupkakmanukzaonbeumlaiutdi lautan juga
Zone Neritik tempat hidup banyak organism lautbekraargeanma. sBineadranmyaatabheanrtiukmmasuihkatebmumbui sdi lautan tidak
sampai ke dasar laut, sehingga mesmeruudnachinkgandatnumsebkuahsaanr rlealuattifmdeiladkauraktaann. Keadaan ini
akibat dari erosi dan pengupasan olah arus laut.
fotosintesis.

Zone Bathial LoLraaguuattnyiysaamnngglamumteemmiliilkikiikekdeadlaalmamanananatnaBbrt1aaeer.rna2ikt0Luu20kat.0-n:–b0de02an.st0u–0kk0o5mn.m0tu0i.nk0Seanumbd(ua.chmosniamntduogilhaatnliatujjiaantrraeaannnntggaadl aslhahelfs)e,byaagitaui
Zone Abbysal organism laut. Tempat hidup predatorwilpaeymahaklaanut byaannggkaduanygaknagl ddiapseapt anjang pantai
Zone Hadal memancarkan cahaya sendiri. Contohntohdieknagnaannkgeledra.laman kurang dari 200 meter, dengan
Laut yang memiliki kedalaman lebih dari k5e.0m0i0rimng.an kira-kira 8,4 %. Landas kontinen

merupakan, dasar laut dangkal di sepanjang

Cara Mengukur Kedalaman Laut pantai dan menjadi bagian dari daratan. Contoh
Ada dua cara yang dapat ditempuh untuk mengukur Dangkalan Sunda yang merupakan bagian dari
kedalaman laut yaitu : Benua Asia yang terletak antara Pulau
Kalimantan, Jawa dan Sumatra.

a. Teknik Bandul Timah Hitam (dradloading) 2. Lereng benua (contohntinental

slope), merupakan kelanjutan dari
Teknik ini ditempuh dengan menggunakan tali contohntinental shelf dengan kemiringan antara 4
panjang yang ujungnya diikat dengan bandul timah % sampai 6 %. Kedalaman lereng benua lebih
sebagai pemberat. Dari sebuah kapal tali dari 200 meter.
diturunkan hingga bandul menyentuh dasar laut. 3. Dasar Samudra (ocean floor), meliputi:
Selanjutnya panjang tali diukur dan itulah 1. Deep Sea Plain, yaitu dataran dasar laut dalam
kedalaman laut.
dengan kedalaman lebih dari 1000 meter.

b. Gema duga atau Echo Sounder atau 2. The Deep, yaitu dasar laut yang terdalam yang

Echoloading berbentuk palung laut (trog).

Pada ocean floor terdapat relief bentukan antara
Penggunaan teknik ini didasarkan pada hukum lain:
fisika tentang perambatan dan peantulan bunyi

dalam air. Isyarat bunyi yang dikeluarkan dari Relief Penjelasan
sebuah peralatan yang dipasang di dasar kapal

memiliki kecepatan merambat rata-rata 1600 meter Gunung gunung yang kakinya di dasar laut se
per detik sampai membentur dasar laut. Setelah laut badan puncaknya muncul ke atas permu
membentur dasar laut bunyi dipantulkan dalam dan merupakan sebuah pulau.
bentuk gema dan ditangkap melalui sebuah Seamount gunung di dasar laut dengan lereng yan
peralatan yang juga dipasang di dasar kapal. Jarak dan berpuncak runcing serta kemu
waktu yang diperlukan untuk perambatan dan Guyot mempunya tinggi sampai 1 km atau leb
pemantulan dapat diterjemahkan sebagai Punggung tidak sampai ke permukaan laut.
kedalaman laut. laut (ridge) gunung di dasar laut yang bentukny
dengan seamount tetapi bagian puncakny
Rumus untuk mencari kedalaman laut melalui
teknik gema duga adalah sebagai punggung pegunungan yang ada di dasar

Ambang pegunungan di dasar laut yang terletak diantara ambang lautdan saurluus, dingin.
Laut dua laut dalam.
Lubuk laut dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang ambang laut sularwuessi. dingin yang
(basin) terjadi karena ingresi.
didorong oleh angin

timur dan mengalir

Palung laut lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut Palung Sunda,daPrai lungselat Bering

(trog) terjadi karena ingresi Mindanao, mPenaluujnugke selatan dan

Mariana. berakhir di sebelah

timur Kepulauan

Gerak Air Laut Jepang bertemu
Gerakan air laut yaitu: arus laut, gelombang laut, dan
pasang surut air laut. dengan arus Kuroshio

(terhambat oleh

Arus kuroshio). Di tempat
Oyashio
Arus laut pertemuaan arus
Arus laut (sea current) adalah gerakan massa
dingin Oyashio
air laut dari satu tempat ketempat lain baik secara
vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal dengan arus panas
(gerakan ke samping).
Faktor-faktor yang mempengaruhi arus laut, antara Kuroshio terdapat
lain :
1. Gaya contohriolis, yaitu gaya yang membelok daerah perikanan yang

arah arus dari tenaga rotasi bumi. Pembelokan itu kaya, sebab plankton-
akan mengarah ke kanan di belahan bumi utara
dan mangarah ke kiri di belahan bumi selatan. plankton yang terbawa
2. Angin yang bertiup
3. Perbedaan kadar garam. oleh arus Oyashio

berhenti pada daerah

pertemuaan arus panas

Kuroshio yang hangat

dan tumbuh subur.

arus panas yang

mengalir menuju ke

Nama-nama arus yang terdapat di samudra-samudra Arus barat sejajar dengan
:
a. Di Samudera Pasifik Khatulistiwa garis khatulistiwa.

Selatan Arus ini ditimbulkan

Letak Nama Arus Penjelasan atau didorong oleh

arus panas yang angin pasat tenggara.

mengalir menuju ke lanjutan dari sebagian

arah barat sejajar Arus arus angin barat yang

Arus dengan garis Humboldt mengalir di sepanjang
Khatulistiwa
Utara khatulistiwa dan atau Arus barat Amerika Selatan

Arus disebabkan oleh Peru menyusur ke arah
Kuroshio
dorong angin pasat utara.
Arus
Kalifornia timur laut. Selatan merupakan lanjutan
Khatulistiw
Arus ini merupakan a arus khatulistiwa

arus panas yang Di Arus selatan yang mengalir
sepanjang Australia di sepanjang pesisir
mengalir dari utara garis Timur Australia Timur dari
khatulistiwa arah utara ke selatan
Kepulauan Filipina,

menyusur sebelah (sebelah timur Great

Utara timur Kepulauan Barrier Reef).
Khatulistiw
a Jepang dan terus ke lanjutan dari sebagian

pesisir Amerika Utara arus Australia timur

(terutama Kanada). yang mengalir menuju

Arus ini didorong oleh ke timur (pada lintang
30°- 40°LS) dan
angin barat. Arus Angin sejajar dengan garis
Barat
mengalir di sepanjang

pesisir barat Amerika ekuator. Arus ini

Utara ke arah selatan didorong oleh angin

menuju ke barat.

khatulistiwa. Arus ini Arus Arus Khatulistiwa

merupakan lanjutan pengisi/arus Utara dan Arus

arus kuroshio, perata Khatulistiwa Selatan

termasuk arus disebut setelah
“arus bergerak,meninggalka
menyimpang

(pengaruh daratan) kompensasi n tempat yang tinggi

” airnya lebih rendah arus menyimpang

dari sekitarnya, dan termasuk arus

sehingga segera dingin. Arus ini

tempat ini diisi oleh merupakan lanjutan

aliran air laut baru sebagian arus teluk

yang membentuk arus. Arus Canari yang mengubah

Contoh adalah Arus arahnya setelah

Sungsang pengaruh daratan

Khatulistiwa, yang Spanyol dan mengalir

mengalir sepanjang ke arah selatan

garis khatulistiwa ke menyusur pantai

timur dan merupakan barat Afrika Utara.

arus panas. arus panas yang

mengalir menuju ke

b. Di Samudera Atlantik Arus barat sejajar dengan
Khatulistiwa
Selatan garis khatulistiwa.

Letak Nama Arus Penjelasan Arus ini ditimbulkan

arus panas yang atau didorong oleh

mengalir menuju ke angin pasat tenggara.

arah barat sejajar lanjutan dari sebagian

Arus dengan garis arus angin barat yang
Khatulistiwa
Utara khatulistiwa dan mengalir ke arah

ditimbulkan serta selatan menyusuri

didorong oleh angin pantai timur Amerika

pasat timur laut. Arus Brazilia Selatan (khususnya

arus menyimpang Brazilia). Arus ini

yang segera diperkuat termasuk arus

oleh dorongan angin menyimpang dan

besar dan merupakan merupakan arus

arus panas. Arus panas.

khatulistiwa utara Selatan lanjutan dari sebagian

(ditambah dengan Khatulistiwa arus angin barat,

Arus Teluk sebagian arus yang mengalir ke
Gulfstream
khatulistiwa selatan) arah utara menyusuri
Utara
Khatulistiwa semula masuk ke Arus pantai barat Afrika

Arus Tanah Laut Karibia terus ke Benguela Selatan. Arus ini
Hijau Timur
atau Arus Teluk Mexiko dan merupakan arus
Greenland
Timur, keluar dari teluk ini dingin, yang akhirnya

Arus melalui Selat kembali menjadi
Labrador
Florida(sebagai Arus Arus Khatulistiwa

Florida). Selatan.

arus dingin yang lanjutan dari sebagian

mengalir dari laut arus Brazilia yang

Kutub Utara ke mengalir menuju ke

selatan menyusur timur (pada lintang
pantai timur Tanah
Hijau. Arus ini Arus Angin 30°- 40°LS) dan
Barat
sejajar dengan garis

didorong oleh angin ekuator. Arus ini

timur (yang berasal didorong oleh angin

dari daerah kutub). barat dan merupakan

berasal dari laut arus dingin.

Kutub Utara yang c. Di Samudera Hindia
mengalir ke selatan

menyusuri pantai Letak Nama Arus Penjelasan
timur Labrador. Arus
arus panas yang
ini didorong oleh mengalir menuju ke
timur menyusuri
angin timur dan Utara Arus Musim Laut Arab dan Teluk

merupakan arus Khatulistiwa Barat Daya

dingin.

Benguela. Arus ini

ditimbulkan dan Peta Arus Laut Dunia

didorong oleh angin

musim barat daya.

Arus ini berjalan

kurang kuat sebab

mendapa hambatan

dari gerakan angin

pasat timur laut.

arus panas yang

mengalir menuju ke

barat menyusuri

Arus Musim Teluk Benguela dan
Timur Laut
Laut Arab. Arus ini
Arus
Khatulistiwa ditimbulkan dan
Selatan
didorong oleh angin

musim timur laut.

arus panas yang

mengalir menuju ke

barat sejajar dengan

garis khatulistiwa Gelombang laut

yang nantinya pecah Gelombang terjadi karena beberapa sebab, antara lain:

menjadi dua (Arus a. Karena angin. Gelombang terjadi karena adanya

Maskarena dan Arus gesekan angin di permukaan, oleh karena itu arah

Agulhas setelah gelombang sesuai dengan arah angin.

sampai di timur b. Karena menabrak pantai. Gelombang yang

Madagaskar). Arus sampai ke pantai akan terjadib hempasan dan

ini ditimbulkan dan pecah. Air yang pacah itu akan terjadi arus balik

didorong oleh angin dan membentuk gelombang, oleh karena itu

pasat tenggara. arahnya akan berlawanan dengan arah datangnya

arus menyimpang gelombang
dan merupakan arus c. Karena gempa bumi. Gelombang laut terjadi
panas. Arus ini juga karena adanya gempa di dasar laut. Gempa terjadi
merupakan lanjutan karena adanya gunung laut yang meletus atau
dari pecahan Arus adanya getaran/pergeseran kulit bumi di dasar laut.

Selatan Arus Khatulistiwa Selatan.
Khatulistiwa Maskarena Arus Maskarena Gerakan permukaan gelombang dapat dikelompokan
dan Arus mengalir menuju ke sebagai berikut:
Agulhas,
selatan, menyusuri

pantai Pulau Gerakan Penjelasan

Madagaskar Timur. permukaan

Arus Agulhas juga gerak gelombang akibat molekul air

mengalir menuju ke bergerak melingkar. Gerak osilasi

selatan menyusuri biasanya terjadi di laut lepas, yaitu

pantai Pulau pada bagian laut dalam. Adanya

Madagaskar Barat. gelombang dibangkitkan oleh

lanjutan dari Gerak kecepatan angin, lamanya angin

sebagian arus angin osilasi bertiup, luas daerah yang ditiup angin

barat, yang mengalir (fetch), dan kedalaman laut.

ke arah utara Gelombang ini memiliki tinggi dan

menyusur pantai lembah gelombang. Puncak

barat Benua gelombang akan pecah di dekat pantai

Arus Angin Australia. Arus ini yang disebut breaker atau gelora.
Barat
termasuk arus gelombang osilasi yang telah pecah

menyimpang dan lalu seperti memburu garis pantai,

merupakan arus Gerak bergerak searah dengan gerak
dingin yang akhirnya translasi gelombang tanpa diimbangi gerakan
kembali menjadi mundur. Gelombang ini tidak

Arus Khatulistiwa memiliki puncak dan lembah yang

Selatan. kemucian dikenal dengan istilah surf.

Gelombang ini dimanfaatkan untuk sinar datang dan menimbulkan nilai kelembaban

olah raga surfing. udara yang tinggi. Adapun di daerah subtropik,

Gerak swash berbentuk gelombang telah insolation yang tinggi tidak diikuti oleh kelembaban
dan back
swash menyentuh garis pantai. Kedatangan dan keawanan sehingga di daerah ini lebih panas.

gelombang disebut swash, sedangkan Berdasarkan kedalamannya, sinar matahari banyak

ketika kembali disebut back swash diserap oleh lapisan permukaan laut hingga
kedalaman antara 200 – 1000 meter suhu turun secara

Pasang Surut (Ocean Tide) drastis, dan pada daerah yang terdalam bisa mencapai

Pasang naik dan pasang surut merupakan bentuk suhu kurang dari 2°C.

gerakan air laut yang terjadi karena pengaruh gaya

tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Pola suhu di perairan laut pada umumnya:

Ada dua macam pasang surut.

a. Makin ke kutub makin dingin.

1) Pasang Purnama, ialah peristiwa terjadinya Pada permukaan samudera, umumnya dari
pasang naik dan pasang surut tertinggi (besar). khatulistiwa berangsur-angsur dingin sampai ke laut-

Pasang besar terjadi pada tanggal 1 (berdasarkan laut kutub, di khatulistiwa ± 28° C, pada laut-laut
kalender bulan) dan pada tanggal 14 (saat bulan kutub antara 0° sampai 2° C.

purnama). b. Makin ke bawah makin dingin

2) Pasang Perbani, ialah peristiwa terjadinya Panas matahari hanya berpengaruh di lapisan atas

pasang naik dan pasang surut terendah (kecil). saja. Di dasar samudera rata-rata 2° C (juga di dasar

Pasang kecil terjadi pada tanggal 7 dan 21 samudera daerah tropik). Sebab yang utama adalah
kalender bulan. Pada kedua tanggal tersebut karena air dingin yang berasal dari daerah kutub

posisi Matahari - bulan - B u m i membentuk mengalir kearah khatulistiwa.

sudut 900. Gaya tarik Bulan dan Matahari

terhadap Bumi berlawanan arah sehingga 2. Kecerahan/ warna Air Laut

kekuatannya menjadi berkurang (saling Kecerahan air laut ditentukan oleh kekeruhan

melemahkan) dan terjadilah pasang terendah air laut itu sendiri dari kandungan sedimen yang
dibawa oleh aliran sungai. Pada laut yang keruh,
(rendah).
radiasi sinar matahari yang dibutuhkan untuk proses

Terjadinya peristiwa pasang surut permukaan fotosintesis tumbuhan laut akan kurang dibandingkan
air laut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, dengan air laut jernih. Air laut juga menampakan
antara lain: untuk kepentingan penelitian, usaha warna yang berbeda-beda tergantung pada zatzat
pertambakan, kepentingan militer misalnya untuk organik maupun anorganik yang ada.

mengatur pendaratan pasukan katak, sumber energi

listrik, usaha pertanian lahan pasang surut. Warna

air Penyebab

B. Kualitas Air Laut laut
sinar matahari yang bergelombang pendek

Air Laut dipermukaan bumi dapat dibedakan Biru (sinar biru) dipantulkan lebih banyak dari

antara wilayah laut yang satu dengan wilayah laut pada sinar lain.

yang lain. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari suhu, Kuning dasarnya terdapat lumpur kuning, misalnya
kecerahan, dan salinitas. sungai kuning di Cina.

adanya lumpur yang diendapkan dekat

1. Suhu air laut Hijau pantai yang memantulkan warna hijau dan
juga karena adanya planton-planton dalam

Karena bentuk bumi bulat, di daerah tropis jumlah besar.

sinar matahari jatuh hampir tegak lurus, sedangkan di Merah banyaknya binatang-binatang kecil
daerah kutub umumnya menerima sinar matahari berwarna merah atau ganggang
dengan sinar yang condong. Sinar jatuh condong Ungu merah yang terapung-apung.
bidang jatuhnya akan lebih luas dari pada sinar jatuh Hitam adanya organisme kecil yang
tegak. Selain oleh kemiringan sinar jatuh, di daerah Putih mengeluarkan sinar fosfor seperti di laut
kutub banyak sinar dipantulkan kembali ke atmosfer ambon.
sehingga semakin menambah dingin keadaan suhu di di dasarnya terdapat lumpur hitam seperti
daerah kutub. di laut hitam

Walaupun di daerah tropis lebih panas dari permukaannya selalu tertutup es seperti di
kutub, daerah tropis memiliki suhu air lebih rendah laut kutub utara dan selatan.
dibandingkan suhu air laut di daerah subtropis. Hal ini

karena faktor keawanan yang menutupi di daerah 3. Salinitas Air Laut
tropis banyak awan yang menutupi dibandingkan

dengan di daerah subtropik. Awan banyak menyerap

Salinitas atau kadar garam ialah banyaknya di dasar laut baik yang menempel pada

garam-garaman (dalam gram) yang terdapat dalam 1 pasir maupun lumpur. Bentos
Kg (1000 gr) air laut, yang dinyatakan dengan ‰ atau dibedakan menjadi dua jenis, yaitu

perseribu. 1) Bentos sesil adalah organisme dasar

Salinitas umumnya stabil, walaupun di laut yang tidak bergerak contoh

beberapa tempat terjadi fluktuasi. Laut Mediterania terumbu karang, koral, dll,
dan Laut Merah dapat mencapai 39 ‰ – 40 ‰ yang 2) Bentos vagile adalah organisme dasar

disebabkan banyak penguapan, sebaliknya dapat turut laut yang bergerak, contoh kerang,

dengan drastis jika turun hujan. bulu babi, bintang laut, cambuk laut

dan lain-lain.

Tinggi rendahnya kadar garam (salinitas) sangat

tergantung kepada faktor-faktor berikut : Pembagian wilayah perairan laut di Indonesia

a. Penguapan, makin besar tingkat penguapan air

laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi. Ada tiga hal yang akan dikupas dalam masalah

b. Curah hujan, makin besar/banyak curah hujan di ini yaitu Batas Laut Nusantara, Batas Landas kontinen

suatu wilayah laut maka salinitas air laut itu akan dan Zona Ekonomi Eksklusive (ZEE).

rendah dan sebaliknya makin sedikit/kecil curah Tentang batas perairan suatu negara telah

hujan yang turun salinitas akan tinggi. disepakati oleh negara-negara yang tergabung dalam

c. Banyak sedikitnya sungai yang bermuara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sesuai dengan

laut tersebut, makin banyak sungai yang bermuara hasil Konferensi Hukum Laut Internasional yang telah

ke laut tersebut maka salinitas laut tersebut akan disepakati, Indonesia memiliki tiga batas wilayah laut

rendah. yaitu Batas Laut Teritorial, Batas Landas Kontinen

dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Organisme Laut

Organisme Penjelasan Wilayah Penjelasan
Laut Laut
Batas Laut Teritorial merupakan
Plankton terdiri dari dua jenis Batas Laut batas kedaulatan penuh negara
Teritorial Indonesia artinya negara-negara lain
yaitu fitoplankton (golongan tumbuh- tidak diperbolehkan memasuki
Batas wilayah ini tanpa izin negara kita.
tumbuhan) dan zooplankton (golongan Landas Namun demikian Indonesia juga
Kontinen menyediakan jalur pelayaran sebagai
hewan). prasarana lalu lintas damai. Di jalur
ini Indonesia mempunyai hak penuh
1) Fitoplankton, adalah tumbuh- untuk memanfaatkan sumberdaya
yang terkandung di dalamnya.
tumbuhan air yang berukuran kecil, ia Batas Laut Teritorial ini ditarik
sejauh 12 mil laut dari garis pantai
melayanglayang di air merupakan yang terjauh menjorok ke laut (1 mil
laut = 1,852 km).
organisme laut yang menjadi makanan
Untuk menentukan apakah dasar laut
utama bagi ikan-ikan laut berukuran merupakan kelanjutan dari suatu
benua, biasanya dilihat dari struktur
sedang dan kecil. Ia mampu batuan pembentuknya (kondisi
geologi). Yang paling mudah
memproduksi makanannya sendiri diamati, landas kontinen memiliki
kedalaman tidak boleh lebih dari
melalui proses fotosintesis. Contoh 150 meter.
Sedangkan Batas Landas Kontinen
Alga merah di Laut Merah, Alga biru merupakan batas dasar laut yang
sumberdaya alamnya dapat dikelola
Plankton di Laut Tropik, Dinophysis, Navicula oleh negara yang bersangkutan.
dan lain-lain. Batas Landas Kontinen diukur dari
garis dasar ke arah luar paling jauh
2) Zooplankton, adalah sebuah koloni 200 mil laut.
Jika terdapat 2 negara yang
(kelompok) yang terdiri dari berbagai- berdampingan dalam satu landas
kontinen dengan jarak yang kurang
jenis hewan kecil yang sangat banyak dari 200 mil, maka untuk

jumlahnya. Contoh : Copepoda,

Tomopteris, Arrow Wori, Jelly Fish

(ubur-ubur) dan Crustace.

Tumpukan bangkai plankton di laut

dangkal juga merupakan bahan dasar

bagi terbentuknya mineral laut seperti

gas dan minyak bumi setelah

mengalami proses panjang dalam

jangka waktu ribuan bahkan jutaan

tahun.

Nekton adalah hewan-hewan laut yang

Nekton dapat bergerak sendiri ke sana ke mari
seperti ikan-ikan laut, reptil laut,

mamalia laut, cumi-cumi dan lain-lain.

Bentos Bentos adalah organisme yang hidup

Zona menentukan batas landas kontinen
Ekonomi bagi kedua negara tersebut
Eksklusif dilakukan dengan cara membagi dua
(ZEE) wilayah tersebut yang sama jauhnya
dari garis pantai masing-masing.
Negara kita terletak pada 2 landas
kontinen (landas kontinen Asia di
bagian barat dan landas kontinen
Australia di bagian timur), maka
baik batas Indonesia dengan
Malaysia dan Thailand (di bagian
barat) serta Indonesia dengan
Australia (di bagian timur)

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
adalah daerah-daerah yang diukur
sejauh 200 mil laut dari garis pantai
yang paling jauh menjorok ke laut
(garis dasar). Di wilayah ini
Indonesia memiliki hak dan
kesempatan yang pertama untuk
mengelola sumber daya alam yang
terdapat di dalamnya dengan tanpa
mengganggu jalur lalu lintas damai
yang terdapat di wilayah tersebut.
Di luar ZEE adalah laut bebas yang
siapapun boleh memanfaatkannya
sepanjang ia mampu.

ULANGAN HARIAN 1 (LAPISAN LITOSFER)

A. Berilah tanda silang (x) hurup a, b, c, d, dan e pada jawaban yang benar !

1. Contoh batuan sedimen aeolis yaitu ....

a. batu gambut dan morena d. liat danau dan tuff danau

b. tanah loss dan tanah tuff e. breksi dan konglomerat

c. batu karang dan batu koral

2. Di daerah Padalarang (Bandung) dan daerah Tulungagung terdapat tambang marmer. Batu

marmer termasuk jenis batuan...

a. Beku c. Beku luar e. Metamorf

b. Beku dalam d. Sedimen

3. Jenis batuan:

(1) Konglomerat (3) Batu pasir (5) Pualam

(2) Breksi (4) Granit

Yang tergolong jenis batuan sedimen adalah...

a. 1, 3, 4 c. 1, 2, 3 e. 2, 4, 5

b. 1, 3, 5 d. 1, 2, 5

4. Perhatikan gambar berikut:

Proses yang terjadi pada huruf "x" adalah akibat ....

a. pembekuan c. kompaksi e. peleburan

b. tenaga eksogen d. suhu dan tekanan

5. Bentuk-bentuk muka bumi:

1) mushroom rock

2) sand dunes

3) graben

4) block mountain

5) peneplain

Bentuk muka bumi yang disebabkan tenaga tektonik ditunjukkan oleh nomor...

a. 1 dan 2 c. 2 dan 5 e. 4 dan 5

b. 1 dan 4 d. 3 dan 4

6. Letusan gunung api dapat memberikan dampak positif. Akibat letusan gunung api yang

memberikan kontribusi positif untuk kemajuan bangsa yaitu....

A. Munculnya sumber air mineral

B. Pasir vulkanik sebagai bahan bangunan

C. Gas belerang untuk pengobatan

D. Sumber air panas untuk pemandian

E. Debu vulkanik mengatur cuaca menjadi sejuk

7. Komposisi kimia dari kerak samudera adalah ....

a. silikon magnesium c. nikel ferum e. silikon besi

b. silikon aluminium d. nikel alumunium

8. Perhatikan gambar dibawah !

Angka 2 menunjukan fenomena alam berupa ....

a. gosong pasir c. flood plain e. meander

b. oxbow lake d. braided stream

9. Manakah diantara tanah berikut yang termasuk jenis tanah vulkanik?

a. laterit dan organosol d. andosol dan regosol

b. organosol dan alluvial e. terarosa dan alluvial

c. permafrost dan regosol

10. stratovolcano, kecuali ....

a. Galunggung c. Kilauea e. Fuji

b. Sinabung d. Slamet

11. Sifat fisik tanah yang berhubungan dengan halus atau kasarnya tanah dinamakan ....

a. Tekstur tanah c. Warna tanah e. Ph tanah

b. Horison tanah d. Erosi tanah

12. 5% tanah tersusun atas ....

a. Bahan organic c. Air e. Batu

b. Udara d. Mineral

13. Penerobosan magma dari perut bumi ke atas kerak bumi tapi tidak mencapai permukaan bumi

dinamakan ....

a. Ekstrusi c. Eksplosif e. Ekstaterestrial

b. Efusif d. Intrusi

14. Berikut ini beberapa dampak positif dari erupsi gunung api, kecuali ....

a. Tanah di sekitar lereng akan menjadi subur karena endapan abu vulkanik kaya mineral.

b. Dapat digunakan menjadi tempat wisata alam.

c. Material endapan letusan banyak digunakan masyarakat seperti pasir dan batu.

d. Sebagai energi geotermal.

e. Merusak vegetasi pada lereng gunung yang dilintasi abu piroklastik

15. Gas asam arang yang dihasilkan dari kegiatan vulkanisme dinamakan ....

a. Solfatar c. Mofet e. Geyser

b. Fumarol d. Lakolit

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Jelaskan faktor terjadinya erosi air!
2. Gambarkan horison tanah lengkap beserta penjelasan tiap lapisannya!
3. Jelaskan metode mekanik konservasi tanah!
4. Jelaskan 3 jenis material yang dikeluarkan gunung api!
5. Apa perbedaan orogensa dan epirogenesa!

Good luck !

ULANGAN HARIAN 2 (LAPISAN ATMOSFER)

A. Berilah tanda silang (x) hurup a, b, c, d, dan e pada jawaban yang benar !

1. Berikut ini unsur-unsur cuaca dan iklim, kecuali....

a. Suhu c. Kelembaban e. Meteor

b. Tekanan udara d. Angin

2. Jenis awan yang berpotensi menghasilkan hujan badai dan petir adalah....

a. Cumulus c. Cumulonimbus e. Altostratus

b. Stratus d. Cirrus

3. Anomali mendinginnya suhu permukaan laut di wilayah Pasifik Ekuator bagian tengah dan

timur yang mengakibatkan pada cuaca dan iklim di dunia dinamakan....

a. La Nina c. Dipole Mode e. Sirkulasi Walker

b. El Nino d. Monsoon

4. Perhatikan gambar di bawah ini!

Gambar di samping merupakan jenis awan ….
a. Cumulus
b. Nimbus
c. Altocumulus
d. Cirrus
e. Cumulonimbus

Jenis Awan

5. Dampak El Nino bagi Indonesia adalah ….

a. Hujan deras c. Badai topan e. Kekeringan

b. Hujan salju d. Hujan es

6. Hujan yang terbentuk karena udara yang menaiki pergunungan kemudian awan hujan

terbentuk di lereng gunung dinamakan hujan....

a. Orografis c. Zenithal e. Kondensasi

b. Front d. Konveksi Konveksi

7. Koppen mengklasifikasi iklim dengan menggunakan kode huruf. Af merupakan tipe iklim
….

a. Sabana c. Gurun e. Pegunungan

b. Hutan hujan d. Tundra

8. Schmidt Ferguson mengklasfikasi iklim menurut bulan basah dan bulan kering. Bulan basah
memiliki rata-rata curah hujan ….

a. < 100 mm c. < 60 mm e. > 40 mm

b. > 100 mm d. 60 – 100 mm

9. Dalam iklim Junghuhn, daerah sejuk berada pada ketinggian 1.500 – 2.500 mdp. Tumbuhan

yang paling cocok di budidayakan di daerah tersebut adalah ….

a. Padi c. Tebu e. Sawi

b. Jagung d. Kelapa sawit

10. Angin yang berhembus 6 bulan sekali di Indonesia dinamakan ….

a. Siklon c. Angin laut e. Angin muson

b. Tornado d. Angin gunung

11. Perhatikan gambar di bawah ini!

Lapisan Atmosfer

Lapisan nomor 1 berfungsi sebagai …. d. Menghancurkan meteor
a. Penyaring ultraviolet e. Tempat pesawat jet mengudara
b. Tempat terjadinya cuaca
c. Pemantul gelombang radio Pola pergerakan angin di samping
12. Perhatikan gambar berikut ini! menghasilkan musim ..... di Indonesia
a. Kemarau
b. Penghujan
c. Semi
d. Panas
e. Gugur

13. Hujan yang terjadi akibat pertemuan dua massa udara hangat dengan massa udara dingin

dinamakan ....

a. Hujan orografik c. Hujan frontal e. Hujan siklonal

b. Hujan konvektif d. Hujan badai

14. Saya bangun pagi jam 5 subuh lalu ke luar rumah untuk berolahraga. Dari jam 5 pagi

sampai jam 7 pagi saya berolahraga di depan rumah dan merasakan sinar matahari hangat

menyentuh kulit. Faktor yang mempengaruhi intensitas panas di pagi hari tersebut adalah ....

a. Lama penyinaran c. Sudut datang matahari e. Angin kencang

b. Letak lintang d. Tutupan awan

15. Manakah diantara fenomena berikut yang merupakan dampak global warming di bidang

ekonomi?

a. Munculnya wabah penyakit d. Mencairnya es di kutub

b. Serangan hama pada lahan e. Kebakaran lahan gambut

c. Hilangnya lapangan kerja

B. Jawablah pertanyaan ini dengan benar !
1. Jelaskan tentang proses terjadinya el nino!
2. Jelaskan proses terjadinya angin Fohn!
3. Gambarkan klasifikasi iklim Junghuhn!

Good luck !

ULANGAN HARIAN 3 (LAPISAN HIDROSFER)

A. Berilah tanda silang (x) hurup a, b, c, d, dan e pada jawaban yang benar !

1. Siklus hidrologi menunjukkan bukti bahwa....
a. lapisan air berbentuk cair, padat dan gas
b. semua air yang jatuh akan meresap ke dalam tanah
c. volume air di Bumi tetap sama
d. air menguap akibat pemanasan matahari
e. air merupakan sumber daya alam vital

2. Pengecualian dari proses daur hidrologi adalah ....
a. evaporasi
b. presipitasi
c. pemanasan
d. kondensasi
e. turbulensi

3. Contoh nyata dari fenomena run off adalah ....
a. air danau
b. air rawa
c. air tanah
d. air sumur
e. air sungai

4. Perbedaan siklus panjang, siklus pendek, dan siklus sedang adalah pada ....
a. presipitasi
b. evaporasi
c. transpirasi
d. kondensasi
e. adveksi

5. Air tanah yang terperangkap dalam batuan sedimen disebut ....
a. air artesis
b. air freatik
c. air juvenil
d. air connate
e. air vados

6. Daerah karst rawan kekeringan disaat musim kemarau dikarenakan ....
a. curah hujan rendah
b. sumber air berada jauh di bawah tanah
c. kurangnya vegetasi tumbuhan kayu
d. pengetahuan masyarakat yang kurang
e. kondisi kelembaban tanah yang sangat tinggi

7. Rongga-rongga dalam tanah zona tidak jenuh berisi ....
a. air dan mineral
b. batuan dan tanah
c. udara dan tanah
d. air dan batuan
e. air dan udara

8. Air hujan yang meresap ke dalam tanah dan berkumpul di atas lapisan impermeabel disebut
....
a. air tanah dalam
b. air sumur
c. air artesis
d. air tanah freatik
e. air tanah tertekan

9. Manakah diantara sungai berikut ini yang berlokasi di pulau Jawa?
a. Musi
b. Kapuas
c. Memberamo
d. Kampar
e. Serayu

10. Palung terdalam di dunia adalah ....
a. Palung Sunda
b. Palung Jepang
c. Palung Banda
d. Palung Mariana
e. Palung Pasifik

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Mengapa di daerah kapur sering terjadi kekeringan saat musim kemarau?
2. Kemukakan beberapa manfaat rawa bagi kehidupan?
3. Apa perbedaan karakteristik sungai bagian hulu dan hilir?
4. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya arus laut!
5. Apa perbedaan rip current dan longshore current!

Good luck !


Click to View FlipBook Version