MODUL
GEOGRAFI KELAS XI MIPA DAN IPS
SEMESTER GENAP
NAMA : ..................................................................
KELAS : ...................................................................
SEKOLAH : MAN 4 TASIKMALAYA
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberi nikmat sehat sehingga modul
pembelajaran geografi kelas XI ini dapat selesai tepat waktu tanpa ada halangan. Modul ini
dibuat sebagai bahan ajar pendamping untuk mempersiapkan kelas XI menghadapi
pembelajaran luring dan Peniilaian Akhir Tahun (PAT) tahun ajaran 2021/2022.
Terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang turut berperan dalam penyusunan
modul belajar ini. Dalam penggunaannya nanti, pembaca mungkin akan menemukan beberapa
kekeliruan dan kekurangan di dalamnya. Penulis memohon pemakluman dan maaf sebesar-
besarnya.
Akhir kata, penulis selalu siap menerima kritik & saran untuk membangun serta memperbaiki
penulisan di masa depan.
Tasikmalaya,17 Januari 2022
Penulis
LEMBAR PENGESAHAN
MODUL PEMBELAJARAN GEOGRAFI
NAMA MAPEL : GEOGRAFI
KELAS / SEMESTER : XI / 2
PROGRAM : MIPA DAN IPS
SEKOLAH : MAN 4 TASIKMALAYA
TAHUN PELAJARAN : 2021 / 2022
Disahkan pada :
Tanggal : 17 Januari 2022
Di : Tasikmalaya
Kepala Madrasah, Tasikmalaya, 17 Januari 2022
Guru Mata Pelajaran,
Enjang, S.Ag. M.Pd.I
NIP. 197406152005011006 Inong Trisnawati, S.Pd.
NIP.
DAFTAR PUSTAKA
Utoyo, Bambang. 2009. Geografi 1 Membuka Wawasan Cakrawala Dunia. Jakarta : Pusat
Perbukuan.
Samadi. 2017. Geografi untuk SMA kelas X Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta : Quandra.
Setiawan, Agnas. 2016. Membuka Wawasan dengan Geografi untuk kelas X SMA/MA.
Yogyakarta : Deepublish.
Sinartejo, Wisnu. 2019. GEOLEARNING (Bahan ajar SMA/MA kelas X. E-book.
Sindhu P, Yasinto. 2015. Geografi untuk SMA/MA kelas X. E-book.
http://geospasial.bnpb.go.id/wp-content/uploads/2010/02/201002 10_hazard_gempa_bumi_
kabupaten_bnpb-585x413.jpg
BAB 5
DINAMIKA KEPENDUDUKAN INDONESIA
A. SUMBER DATA KEPENDUDUKAN
1. Sensus Penduduk
Yaitu proses pencatatan, perhitungan, dan publikasi data demografis yg dilakukan terhadap
semua penduduk yang tinggal menetap di suatu wilayah atau negara tertentu secara
bersamaan. Tujuannya untuk mengetahui jumlah dan perkembangan penduduk dalam
periode waktu tertentu, mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk di berbagai
wilayah, serta mengetahui kondisi demografis lainnya (kelahiran, kematian, komposisi dan
migrasi).
a. Ciri-Ciri Sensus
- Bersifat individu - Dilaksanakan serentak diseluruh negara
- Bersifat Universal - Dilaksanakan secara periodik
b. Jenis-jenis sensus
1) Sensus De Jure, yaitu dilaksanakan terhadap orang yang benar2 tercatat bertempat
tinggal di suatu wilayah / Penduduk asli saja.
2) Sensus De Facto, yaitu dilaksanakan terhadap semua orang yang ditemui oleh
petugas ketika melaksanakan sensus baik itu pendatang maupun penduduk asli.
c. Metode Sensus
1) Metode House Holder / mengisi daftar pertanyaan
2) Metode Canvasser / wawancara
2. Survei
Survey hamper sama dengan sensus, perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaan,
wilayah dan jumlah penduduk yang di data.
3. Registrasi penduduk
Yaitu proses pengumpulan keterangan yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa
kependudukan harian dan kejadian yang mengubah status seseorang seperti kelahiran,
kematian, pernikahan, dsb.
B. KOMPOSISI PENDUDUK (perbandingan/ susunan penduduk berdasarkan kriteria
tertentu)
a) Komposisi Penduduk menurut Umur dan Jenis Kelamin
1) Komposisi penduduk menurut Umur
Usia dapat dikelompokan menjadi :
- Usia belum produktif ( < 14 tahun)
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 1
- Usia Produktif ( 15 – 64 tahun)
- Usia tidak produktif ( > 64 tahun)
Rasio Beban Ketergantungan/ = Penduduk usia belum produktif + Usia non produktif x 100
Dependency Ratio (DR) Penduduk usia produktif
Contoh :
Suatu wilayah mempunyai data kependudukan sebagai berikut :
Penduduk dengan kelompok umur 0 – 14 tahun sebanyak 510 jiwa, umur 15 – 64
tahun sebanyak 400 jiwa dan umur 65 tahun ke atas sebanyak 110 jiwa. Berapakah
angka beban ketergantungan daerah tersebut !
Jawab
DR = 510 + 110 x 100 = 620 x 100 = 1,55 atau 2 orang
400 400
Artinya, tiap 1 orang penduduk usia produktif harus menanggung beban 2 orang
penduduk usia belum produktif atau tidak produktif.
2) Komposisi penduduk menurut Jenis Kelamin (ntuk mengetahui perbandingan
jumlah laki-laki dan perempuan)
Sex ratio (SR) = L/P x 100 Ket : L = penduduk laki-laki P = penduduk
Perempuan
Contoh :
Suatu wilayah data kependudukannya sebagai berikut :
Penduduk laki-laki berjumlah 1.159.903 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak
1.110.693 jiwa. Berapakah Sex Ratio daerah tersebut .
Jawab
SR = L x 100 = 1.159.903 x 100 = 104
P 1.110.693
Artinya, tiap 100 orang penduduk perempuan terdapat penduduk laki-laki sebanyak
104 jiwa.
b) Komposisi penduduk menurut Tingkat pendidikan
- Kemampuan membaca
- Tingkat pendidikan yang ditamatkan
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 2
c) Komposisi penduduk berdasarkan status perkawinannya
- Belum Kawin - Cerai
- Kawin - Duda atau Janda
d) Komposisi Penduduk berdasarkan ciri-ciri ekonomi
Meliputi angkatan kerja, jenis pekerjaan, status pekerjaan, dsb.
e) Piramida Penduduk
Berdasarkan Komposisi Penduduk, maka dapat dibuat Piramida penduduk
1) Piramida Penduduk Muda (Ekspansif)
Cirinya angka kelahiran tinggi sehingga banyak penduduk usia muda dan angka
kematian yang rendah. Contohnya Negara-negara berkembang.
2) Piramida Penduduk Dewasa (stasioner)
Cirinya, jumlah penduduk tua dan muda seimbang atau angka kelahiran dan
kematian hamper sama. Contohnya negara2 Eropa Barat, Inggris , Brunei, dsb.
3) Piramida Penduduk Tua (Kontruktif)
Cirinya jumlah penduduk usia kerja yang lebih besar dibanding jumlah anak-anak
dan orang tua. Hal ini menandakan piramida tersebut mempunyai angka kematian
yang rendah dan kelahiran yang juga menurun sengan cepat. Contohnya Negara
maju.
Gambar 1. Piramida Penduduk
C. DINAMIKA PENDUDUK
Dinamika penduduk merupakan jumlah penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran,
kematian dan migrasi.
1. Pertumbuhan Penduduk
a. Pertumbuhan Penduduk Alami
Pt = L-M Ket : Pt = Jumlah Penduduk pada akhir tahun
L = Jumlah Kelahiran
M = Jumlah Kematian
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 3
b. Pertumbuhan Penduduk Total
Ket : Pt = Jumlah Penduduk pada akhir tahun
Pt = (L-M) + (I-E) L = Jumlah Kelahiran I = Imigrasi
M = Jumlah Kematian E = Emigrasi
Contoh :
Diketahui jumlah penduduk A pada tahun 2018 adalah 16.700 jiwa. Jumlah penduduk yang
lahir sebanyak 128 jiwa, yang meninggal 112 jiwa, penduduk yang pindah masuk sebanyak
48 jiwa dan penduduk yang pindah keluar seanyak 25 jiwa. Berapakan pertumbuhan
penduduk total dan jumlah penduduk daerah tersebut !
Jawab !
Dik : jumlah penduduk awal tahun = 16.700 L = 128 M = 112 I = 48 E =
25
Pt = (L-M) + (I-E)
= (128 – 112) + ( 48 – 25) = ( 16 ) + ( 13) = 19 jiwa
Jadi pertumbuhan penduduk A adalah sebanyak 19 jiwa, sedangkan jumlah
penduduk daerah tersebut adalah 16.700 jiwa + 19 jiwa = 16.719 jiwa.
2. Angka Kelahiran (Natalitas/Fertilitas)
a) Faktor pendorong Kelahiran /Pronatalitas
Pernikahan usia dini/muda
Tingkat kesehatan
Anggapan banyak anak banyak rezeki
Kurangnya informasi tentang KB
b) Faktor Penghambat Kelahiran /Anti natalitas
Pembatasan usia pernikahan
Pelaksanaan program KB
Anggapan bahwa anak adalah beban
c) Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
CBR = B / P x K Ket : CBR = angka kelahiran kasar
B = Jumlah bayi yang lahir dari setiap usia
P = Jumlah penduduk K = Konstanta (1.000)
3. Angka Kematian (Mortilitas)
a) Faktor yang mempengaruhi tingginya angka kematian
Bencana alam
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 4
Rendahnya tingkat kesehatan
Kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai
b) Faktor penghambat kematian
- Tingginya kesadaran akan pentingnya kesehatan
- Fasilitas kesehatan yang memadai
- Lingkungan yang bersih dan teratur
- Ajaran agama yang melarang bunuh diri
c) Angka kematian Kasar / Crude death rate (CDR)
CDR = D / P x K Ket : CDR = angka kematian kasar
D = Jumlah kematian
P = Jumlah penduduk K = Konstanta (1.000)
4. Migrasi (perpindahan penduduk)
- Inmigration (Perpidahan penduduk yang dilakukan dalam suatu negara)
- Outmigration (Perpindahan penduduk yang dilakukan antar negara)
5. Proyeksi Penduduk (perhitungan jumlah penduduk di masa yang akan datang
berdasarkan asumsi arah perkembangan fertilitas, mortalitas dan migrasi)
a. Rumus Aritmatika (jika pertumbuhan penduduk tiap tahun sama)
Pn = Po (1+rn) Ket : Pn = Jumlah penduduk setelah n tahun ke depan
Po = Jumlah penduduk pada tahun awal
r = angka pertumbuhan penduduk
n = jangka waktu dalam tahun
b. Rumus Geometris
Pn = Po (1+r)n Ket : Pn = Jumlah penduduk setelah n tahun ke depan
Po = Jumlah penduduk pada tahun awal
r = angka pertumbuhan penduduk
n = jangka waktu dalam tahun
Contoh :
Pada tahun 2016, jumlah penduduk A sebanyak 175.000 jiwa. Tingkat pertumbuhan
penduduk wilayah tersebut per tahun adalah 2,5 %. Hitunglah proyeksi penduduk A
pada tahun 2022 dengan menggunakan rumus Geometris!
Jawab r = 2,5 % n = 2022 – 2016 = 6
Po = P2016 = 175.000
Proyeksi penduduk pada tahun 2022 adalah :
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 5
Pn = Po (1+r )n
P2022 = 175.000 (1 + 2,5 %) 6
= 175.000 (1 + 0,025)6
= 175.000 (1,025)6
= 204.916 jiwa
Jadi, proyeksi penduduk wilayah A pada tahun 2022 dengan tingkat pertumbuhan
penduduk sebesar 2,5% per tahun adalah 204.916 jiwa.
6. Kepadatan Penduduk (banyaknya jumlah penduduk per satuan wilayah)
a) Kepadatan Penduduk Aritmatik (kepadatan penduduk terhadap luas wilayah)
= Jumlah penduduk suatu wilayah (jiwa)
Luas wilayah (km2)
b) Kepadatan penduduk Fisiologis (kepadatan penduduk terhadap luas lahan pertanian)
= Jumlah penduduk suatu wilayah (jiwa)
Luas wilayah pertanian (km2)
c) Kepadatan Penduduk Agraris (jumlah penduduk petani terhadap luas lahan pertanian)
= Jumlah penduduk petani (jiwa)
Luas lahan pertanin (km2)
d) Kepadatan Penduduk Ekonomi (jumlah penduduk suatu wilayah berdasarkan
kemampuan wilayah tersebut)
Contoh :
Luas suatu wilayah kecamatan 160 km2. Luas lahan pertaniannya 120 km2. Jumlah
penduduknya tahun 2017 sebanyak 12.000 jiwa. Sebagian dari penduduknya yaitu
9.420 orang bekerja sebagai petani. Berapakah angka kepadatan penduduk aritmatik,
fisiologis dan agraris kecamatan tersebut !
Jawab :
a. Angka kepadatan penduduk aritmatik kecamatan :
= Jumlah penduduk 12.000 75 jiwa/km2
Luas wilayah (km2) 160
b. Angka kepadatan penduduk fisiologis
= Jumlah penduduk 12.000 100 jiwa/km2
Luas lahan pertanian (km2) 120
c. Angka kepadatan penduduk agraris
= Jumlah penduduk petani 9.420 77 jiwa/km2
Luas lahan pertanian (km2) 120
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 6
D. MOBILITAS PENDUDUK (gerak penduduk yang melewati batas wilayah dan dalam
periode waktu tertentu)
1. Mobilitas Vertikal
Sering disebut dengan perubahan status dan salah satu contohnya adalah perubahan
status pekerjaan.
2. Mobilitas Horizontal (mobilitas penduduk geografis)
a. Mobilitas Permanen (Migrasi)
1) Mobilitas Internal (perpindahan penduduk masih dalam suatu Negara)
a) Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
b) Ruralisasi yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa.
c) Reurbanisasi yaitu Kembalinya penduduk suatu wilayah ke wilayah asal
d) Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya
ke daerah yang jarang penduduknya. Ada beberapa jenis transmigrasi seperti
Transmigrasi umum, transmigrasi spontan, transmigrasi sektoral, transmigrasi
swakarsa, dan transmigrasi khusus.
2) Mobilitas Eksternal (Perpindahan penduduk antar Negara)
a) Emigrasi yaitu perpindahan penduduk dari tanah air sendiri ke Negara lain untuk
tinggal menetap disana.
b) Imigrasi yaitu perpindahan penduduk dari Negara lain masuk ke Negara kita.
c) Remigrasi yaitu kembalinya penduduk suatu Negara ke tanah airnya sendiri
setelah pindah dan menetap di Negara asing.
b. Mobilitas Nonpermanen (Perpindahan penduduk dengan tidak ada niatan menetap di
daerah tujuan)
1) Commuter /Ulang alik
Yaitu gerak penduduk dari daerah asal menuju ke daerah tujuan dalam batas waktu
tertentu dan kembali ke daerah asal pada hari itu juga. Contoh, seseorang
berdomisili di Tangerang tetapi bekerja di Jakarta.
2) Sirkuler / Sirkulasi
Yaitu perpindahan penduduk dengan bermukim/menginap namun bersifat
sementara waktu.
Faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi :
Faktor Ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 7
Faktor Keamanan dan keselamatan, yaitu ingin mencari tempat yang lebih aman
dari tempat asal, karena tempat asal merupakan wilayah rawan bencana alam atau
konflik.
Faktor Agama, yaitu terjadi akibat perbedaan agama, sehingga ada sebagian
penduduk yang merasa kurang bebas dalam menjalankan agama di tempat
asalnya.
Faktor sosial, yaitu terjadi akibat tekanan-tekanan soaial dari tetangga maupun
masyarakat atau kelompok orang yang telah dianggap merugikan orang lain.
Faktor pendidikan, yaitu terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi.
Faktor tugas, yaitu disebabkan penugasan kerja yang diberikan oleh atasannya.
E. KUALITAS PENDUDUK DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
1. Kualitas penduduk
Diukur dari tingkat kesehatan, pendidikan serta pendapatan per kapita.
a. Pendidikan
Semakin tinggi tingkatan sekolah yang dilalui, semakin berkualitas penduduk suatu
Negara.
b. Kesehatan
Tingkat kesehatan penduduk dikatakan tinggi apabila angka kematian kasar dan angka
kematian bayi rendah, tetapi usia harapan hidup tinggi
c. Pendapatan Per kapita
Sering digunakan sebagai parameter kekayaan suatu Negara khususnya untuk
membandingkan dengan Negara lain.
2. Indeks Pembangunan Manusia
Yaitu pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek hurup, pendidikan dan standar
hidup untuk semua Negara seluruh dunia. Ada dimensi pembentuk indeks pembangunan
manusia, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
F. BONUS DEMOGRAFI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN
1. Pengertian Bonus Demografi
Merupakan bonus yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi
penduduk produktif. Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada tahun
2020 – 2030.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 8
2. Faktor-faktor Penentu Keberhasilan Pemanfaatan Bonus Demografi
- Peningkatan kualitas pendidikan - Peningkatan kualitas kesehatan
- Konsistensi dalam penurunan angka kelahiran - Ketersediaan lapangan Kerja
3. Dampak Bonus Demografi terhadap Pembangunan
Bonus demografi data menjadi anugerah bagi bangsa indonesia dengan syarat pemerintah
harus menyiapkan generasi muda yang berkualitas tinggi SDM-nya melalui pendidikan,
kesehatan, penyiapan lapangan kerja dan investasi. Namun, jika bangsa indonesia
menyiapkan akan terjadi bonus demografi, seperti penyediaan lapangan kerja, dan
peningkatan kualitas SDM dan pelayanan kesehatan serta gizi yang memadai maka akan
terjadi permasalahan, yaitu terjadinya pengangguran yang besar dan akan menjadi beban
negara.
G. PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
1. Permasalahan kependudukan Indonesia
a. Terjadinya ledakan penduduk (over population)
b. Persebaran penduduk yang tidak merata
c. Tingkat kesehatan penduduk yang rendah
d. Pendidikan yang rendah
e. Banyaknya jumlah penduduk yang miskin
2. Solusi dari masalah kependudukan di Indonesia
a. Melaksanakan program KB
b. Menunda masa perkawinan
c. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
d. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
e. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
ULANGAN HARIAN 1
A. Berilah tanda silang (x) hurup a, b, c, d, dan e pada jawaban yang benar !
1. Salah satu akibat langsung dari ledakan penduduk yaitu …..
a. Tingkat kriminalitas mmeningkat d. Pendapatan masyarakat menurun
b. Jumlah penduduk sangat besar e. Pendapatan masyarakat meningkat
c. Rendahnya sumberdaya manusia
2. Berikut ini adalah tujuan utama sensus penduduk indonesia, kecuali ……
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 9
a. Mengetahui persebaran penduduk d. Mengetahui jumlah kekayaan penduduk
b. Mengetahui ngka kepadatan penduduk e. Mengetahui perkembangan penduduk
c. Mengetahui berbagai keterangan penduduk
3. Ketidakseimbangan penduduk laki-laki dengan perempuan lebih dominan akan
mengakibatkan …..
a. Emansipasi kaum wanita meningkat d. Tenaga kerja wanita lebih banyak
b. Kematian ibu melahirkan tinggi e. Banyak wanita melahirkan
c. Banyak wanita putus sekolah
4. Pencacahan penduduk yang hanya dilakukan pada penduduk yang benar2 mendiami
daerah tersebut sesuai E-KTP disebut …..
a. Sensus De Jure c. Gemente Volkstelling e. Registrasi penduduk
b. Sensus De Facto d. Survei penduduk
5. Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan
disebut….
a. Persentase pasangan usia subur c. Angka ketergantungan e. Married ratio
b. Pertumbuhan penduduk d. Sex ratio
6. Masyarakat Tangerang yang bekerja di Jakarta dilakukan dengan cara pagi hari
berangkat dan sore atau malam hari pulang ke rumah disebut migrasi ….
a. Sirkuler b. Reguler c. Ulang alik d. Temporer e. Permanen
7. Suatu wilayah pada tahun 2015 jumlah penduduknya 7.584.000 jiwa. Dari jumlah
tersebut 2.050.000 jiwa adalah penduduk yang bekerja sebagai petani, sedangkan luas
wilayah lahan pertaniannya adalah 154.820 km2. Kepadatan Agraris wilayah tersebut
adalah ….
a. 11 jiwa/km2 b. 12 jiwa/km2 c. 13 jiwa/km2 d. 14 jiwa/km2 e. 15 jiwa/km2
8. Diketahui jumlah penduduk A adalah 60.790.000 jiwa, jumlah kelahiran 20.270.000 jiwa
sedangkan jumlah kematiannya 15.560.440 jiwa. Angka kelahiran kasarnya adalah ….
a. 444,34 b. 333,34 c. 334,43 d. 335,34 e. 336,34
9. Sasaran utama Program Keluarga Berencana adalah ….
a. Ibu-ibu usia subur c. Keluarga yang banyak anaknya e. Keluarga miskin
b. Pasangan usia subur d. Keluarga yang sedikit anaknya
10. Faktor yang menghambat angka kelahiran adalah ….
a. Penundaan usia pernikahan d. Orang tua lebih dihargai oleh masyarakat
b. Anak membantu mencari nafkah e. Anak laki-laki dianggap penerus keturunan
c. Perkawinan pada usia muda
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 10
B. Jawablah pertanyaan ini dengan benar !
11. Sebutkan dampak yang diakibatkan dari rendahnya tingkat pendidikan bagi
pembangunan !
12. Apa yang akan terjadi jika tidak ada keseimbangan antara jumlah penduduk dengan
ketersediaan lapangan pekerjaan !
13. Gambarkan bentuk piramida penduduk ekspansif dan deskripsikan !
14. Apa manfaat jumlah penduduk yang banyak bagi suatu negara!
15. Hasil sensus penduduk indonesia tahun 2010 adalah 237.641.334 jiwa, dengan rincian
119.630.913 jiwa penduduk laki-laki dan 118.010.413 jiwa penduduk perempuan.
Hitunglah SR (sex ratio)nya !
Good luck !
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 11
BAB 6
KERAGAMAN BUDAYA BANGSA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL
A. KONSEP KEBUDAYAAN
1. Definisi Kebudayaan
Kata Budaya berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk
jamak dari budhi (budi/akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia.
Menurut Koentjaraningrat, Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan
dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri
manusia dengan belajar.
2. Wujud Kebudayaan
Terdiri dari gagasan, tindakan dan hasil karya manusia.
3. Unsur-unsur kebudayaan
a. Bahasa e. Sistem peralatan hidup dan teknologi
b. Sistem pengetahuan f. Sistem mata pencaharian hidup dan ekonomi
c. Sistem Organisasi kemasyarakatan g. Sistem teligi
d. Kesenian
B. PERSEBARAN KERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA
1. Faktor Penyebab Keragaman Budaya
a. Kondisi Geografis Indonesia
Indonesia berada di lokasi yang strategis, yaitu diantara 2 samudra (Samudra Hindia
dan Samudra Pasifik) dan 2 Benua (Benua Asia dan Benua Australia), sehingga
mengakibatkan wilayah indonesia menjadi jalur perdagangan internasional.
Lalu lintas perdagangan selama berabad-abad tidak hanya membawa komoditas
dagang, namun juga pengaruh kebudayaan mereka terhadap budaya indonesia.
Kedatangan bangsa asing yang berbeda ras, kemudian menetap di Indonesia
mengakibatkan kemajemukan ras, agama dan Bahasa.
b. Persebaran nenek moyang bangsa indonesia
- Kekayaan alam yang dimiliki bansa indonesia membuat pedagang dari berbagai
penjuru dunia datang ke nusantara. Para pedagang dari benua Eropa dan Asia,
selain berdagang mereka juga menyebarkan agama. Ajaran agama Hindu dan
Budha dibawa oleh bangsa India yang sudah lama berdagang dengan Indonesia.
Ajaran agama Islam dibawa oleh pedagang Gujarat dan Parsi sekitar abad ke-13.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 12
Kedatangan bangsa Eropa membawa ajaran agama Kristen dan Katolik, sedangkan
pedagang dari Tiongkok menganut agama Kong Hu chu. Berbagai ajaran agama
diterima oleh bangsa Indonesia karena masyarakat sudah mengenal kepercayaan
seperti Animisme dan Dinamisme.
- Masyarakat indonesia memiliki keberagaman ras. Setiap manusia memiliki
perbedaan ras dengan manusia lainnya karena adanya perbedaan ciri-ciri fisik,
seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk muka, ukuran badan, bentuk
badan, bentuk dan warna mata, dan ciri fisik yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh
kedatangan bangsa asing ke wilayah indonesia, sejarah penyebaran ras di dunia,
serta letak dan kondisi geografis wilayah indonesia.
2. Sebaran Keragaman Budaya Indonesia
a. Rumah Adat
Contoh Rumah adat Krong Bade (Aceh), gadang (SumBar), Honai (Papua), Joglo
(JaTeng), Tongkonan (SulSel dan Sul Bar), dsb
b. Pakaian adat dan senjata tradisional
Gambar 2. Pakaian Adat Indonesia
Contoh pakaian adat, Baju Surjan dan Blangkon dari D.I Yogyakarta, jas tutup dan
destar dari DKI Jakarta (Betawi), dsb.
Contoh Senjata Tradisional, golok (DKI Jakarta), Kujang (JaBar), keris (JaTeng dan D.I
Yogyakarta), rencong (Aceh), clurit (JaTim) dsb.
c. Kesenian
1) Tarian Tradisional
Contoh, tari Seudati dan saman (Aceh), tari Piring (SumBar), tari topeng (DKI
Jakarta), Jaipong (JaBar), tari Kecak (Bali), tari bondoan (D.I Yogyakarta), dsb.
2) Lagu Daerah
Contoh, Bungong Jeumpa (Aceh), Butet (SumUt), Kicir-kicir (DKI Jakarta), Cing
Cangkeling (JaBar), Gundul Pacul dan Gambang suling (JaTeng), dsb.
3) Alat Musik Tradisional
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 13
Contoh Angklung (JaBar), gamelan (JaTeng), Sasando (NTB), Salung (KalBar),
Kolintang (SulUt), tifa (Papua), dsb.
4) Seni Pertunjukan
Contoh, lenong dari Jakarta, ketoprak dan wayang orang dari JaTeng, Ludruk dari
Jawa Timur dan Debus dari Banten.
5) Seni sastra
Berkaitan dengan cerita atau dongeng rakyat. Contoh cerita Tangkuban perahu,
Timun Mas, atau cerita Malin Kundang.
d. Bahasa daerah
Contohnya Sunda, jawa, betawi, toraja, dayak, dsb
e. Keragaman Religi
C. PEMBENTUKAN KEBUDAYAAN NASIONAL
Syarat unsur kebudayaan dapat menjadi kebudayaan nasional :
a. Hasil karya zaman lampau yang berasal dari daerah2 yang sekarang termasuk wilayah
indonesia.
b. Tema pikirannya harus mengandung ciri2 khas indonesia
c. Menjadi kebanggaan banyak orang
d. Menunjukan sikap toleransi dan empati sosial terhadap keberagaman budaya
1. Bentuk Kearifan Lokal dalam Budaya Nasional
Kearifan Lokal adalah perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan
lingkungan tempatnya hidup secara arif. Kearifan lokal berasal dari nenek moyang yang
menyatu dalam kehidupan manusia yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Bentuk2 kearifan lokal dalam masyarakat desa berupa nilai, norma, kepercayaan
dan aturan2 khusus. Beberapa bentuk kearifan lokal dalam pengelolaan SDA dan
lingkungan sebagai berikut :
a) Kearifan Lokal dalam bidang pertanian, misalnya Subak di Bali, Pranoto mongso di
Jawa, Nyabuk Gunung di Jawa, dan masyarakat Undau Mau di Kalimantan barat.
b) Kearifan lokal dalam falsafah, tradisi dan kepercayaan, misalnya Kearifan Suku
Mentawai di SumBar, Falsafah hidup Suku Baduy di Banten.
c) Kearifan lokal dalam pemandaatan SDA, antara lain konservasi Laut Orang Bojo di
Togean, kepercayaan terhadap alam di Papua, Traidisi Tanah Suku Dayak Kenyah di
KalTim.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 14
d) Kearifan lokal dalam mitos masyarakat, misalnya hutan larangan di Kampung Naga
Jawa Barat, Lubuk Larangan di SumBar, dan mitos2 terhadap pohon2 dan hewan
keramat.
e) Kearifan lokal dalam seni arsitektur rumah adat, misalnya rumah adat Bali dengan
kearifan lokalnya terbukti ramah lingkungan.
D. PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN PRODUK KEBUDAYAAN INDONESIA DALAM
BIDANG EKONOMI KREATIF DAN PARIWISATA
1. Potensi Wisata
a. Seni Bangunan
Contohnya Candi Prambanan, Borobudur da Mendut yang dijadikan tempat wisata.
b. Wayang
Contoh wayang golek, ludruk, ketoprak, lenong dan wayang orang.
c. Tarian
Contoh, tari Serimpi dan serampang dua belas, dsb.
d. Musik Gamelan
e. Tekstil (seperti batik, songket dan tenun ikat)
f. Ukiran kayu
2. Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif mempunyai peranan untuk mempromosikan sekaligus melestarikan
budaya tradisional. Contoh daerah2 yang mengembangkan ekonomi kreatif sebagai
potensi budaya tradisional :
a. Daerah Tapanuli, Sumatera Utara
Di daerah ini berbagai budaya tradisional telah dikembangkan menjadi ekonomi kreatif
seperti tari Tor-tor, Rumah Adat Bolon, dan kain ulos.
b. Daerah Kampung Laweyan Solo, Jawa Tengah
Sejak abad XIV, Laweyan sudah menjadi pasar perdagangan pakaian, dan saat ini
terkenal sebagai kampung batik.
c. Daerah kalimantan (masyarakat suku Dayak)
d. Daerah Ubud, Bali
Pesona Desa Ubud telah diketahui hingga ke Mancanegara, Tidak hanya karena
pemandangan alamnya tetapi juga potensi budaya tradisional. Pertunjukan seni seperti
sendratari kecak dan pameran lukisan juga pameran ukiran merupakan pertunjukan
yang selalu digelar setiap harinya di museum dan galeri desa Ubud.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 15
e. Raja Ampat, Papua
E. KEBUDAYAAN INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI KEBUDAYAAN GLOBAL
1. Pengertian Globalisasi
Globalisasi merupakan suatu proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar
masyarakat diseluruh dunia. Ciri-ciri yang menyebabkan terjadinya globalisasi :
a) Perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga tidak ada lagi batasan ruang
dan waktu dalam berkomunikasi
b) Munculnya masalah2 besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh
beberapa negara.
c) Masuknya budaya2 asing dengan mudah
2. Dampak Globalisasi terhadap Kebudayaan Nasional
a) Dampak positif
1) Informasi dan komunikasi dapat dilakukan dengan mudah
2) Sistem pembelajaran menjadi semakin mudah
3) Kebutuhan manusia semakin mudah terpenuhi
4) Berbagai hal dapat diinformasikan dengan mudah
b) Dampak negatif
1) Penyimpangan perilaku sosial, seperti gaya hidup konsumtif, gaya perilaku dan
penampilan yang kebarat-baratan, tutur kata yang tidak sopan dan lebih lagi lupa
akan budayanya sendiri.
2) Perkembangan alat komunikasi menyebabkan berbagai hal dapat diakses dengan
mudah dan murah.
3) Banyak pemuda indonesia yang kini tidak memiliki kepekaan sosial terhadap
lingkungan sekitarnya. Contoh banyaknya geng-geng motor yang sering membuat
keonaran di masyarakat.
3. Upaya Mengurangi Dampak Globalisasi
1) Menumbuhkan semangat nasionalisme
2) Selektif terhadap pengaruh globalisasi
3) Lebih menguatkan pendidikan moral dan karakter di sekolah
4) Mendidik anak sedini mungkin dengan kebudayaan indonesia, sehingga mereka dapat
mencinta kebudayaan indonesia
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 16
ULANGAN HARIAN 2
A. Berilah tanda silang (x) hurup a, b, c, d, dan e pada jawaban yang benar !
1. Gagasan sebagai wujud kebudayaan ideal bersifat abstrak, tidak dapat diraba atau
disentuh. Berikut yang bukan bentuk gagasan antara lain ....
a. Ide-ide b. Norma-norma c. Nilai-nilai d. Peraturan e. Tata upacara
2. Perhatikan pernyataan berikut ini
(1) Sistem organisasi kemasyarakatan (4) Sistem Sosial
(2) Sistem Peralatan hidup dan teknologi (5) Sistem nilai pribadi
(3) Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
Unsur kebudayaan ditunjukan angka ....
a. (1), (2), dan (3) c. (2), (3), dan (4) e. (3), (4), dan (5)
b. (1), (2), dan (5) d. (2), (3), dan (5)
3. Pembauran dua atau lebih kebudayaan yang ditandai dengan hilangnya kebudayaan asli
dan terbentuknya suatu kebudayaan yang baru disebut ...
a. Difusi b. Akulturasi c. Amalgamasi d. Imitasi e. Asimilasi
4. Berikut termasuk pengaruh dan dampak dari globalisasi adalah .....
a. Keberanian c. Individual e. Teknologi
b. Kebebasan d. Kemandirian
5. Candi Borobudur merupakan salah satu objek wisata budaya indonesia yang sangat
mendunia, dan merupakan objek wisata budaya dalam kategori pengembangan wisata ....
a. Sejarah dan religi c. Kuliner e. Perdesaan dan Perkantoran
b. Tradisi dan Seni budaya d. Spa
6. Seri Sinetron Si Doel Tukang Insinyur maupun Tukang Bubur Naik Haji, adalah ceritera
sinetron yang mengangkat budaya suku ....
a. Badui b. Betawi c. Minang d. Batak e. Jakarta
7. Terjadinya perubahan mata pencaharian dari tradisional menjadi modern disebabkan
oleh....
a. Keinginan untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik
b. Rasa tidak puas terhadap keadaan
c. Menyesuaikan dengan perkembangan jaman
d. Kebutuhan yang semakin bertambah
e. Berpegangan terhadap pedoman hidup
8. Perubahan kebudayaan terjadi karena adanya ketidak sesuaian diantara unsur-unsur
kebudayaan yang saling berbeda sehingga akan tercapai keadaan yang saling ....
a. Menguntungkan c. Melengkapi e. Memadai
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 17
b. Berintegrasi d. Tidak Serasi
9. Globalisasi terjadi karena ...
a. Jumlah penduduk di dunia bertambah
b. Kesejahteraan masyarakat dunia meningkat
c. Kemajuan pesat bidang teknologi informasi
d. PBB semakin berperan dalam masyarakat
e. Kualitas SDM yang terus meningkat
10. Pertanian dengan sistem subak adalah salah satu kearifaan lokal yang berasal dari
daerah....
a. Jawa b. Bali c. Sumatera d. Kalimantan e. Sulawesi
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar !
11. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan !
12. Sebutkan 3 upaya mengantisifasi dampak negatif globalisasi terhadap kehidupan
berbangsa !
13. Jelaskan yang dimaksud dengan budaya lokal !
14. Sebutkan cara untuk dapat menerima dan menghargai suku bangsa lain !
15. Apa saja yang dapat anda lakukan dalam membina / menjaga kebudayaan daerah !
Selamat Mengerjakan !
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 18
BAB 7
MITIGASI BENCANA
A. PENGERTIAN BENCANA ALAM
Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana
menyebutkan definisi bencana sebagai berikut :
“Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu
kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau
faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa
manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis”.
B. JENIS-JENIS BENCANA ALAM
Berdasarkan penyebabnya bencana alam dibedakan menjadi tiga jenis sebagai berikut :
1. Bencana alam geologi yaitu bencana yang disebabkan oleh aktivitas bumi, seperti gempa
bumi, gunung meletus, Tsunami, abrasi, dan gerakan tanah.
2. Bencana alam klimatologi yaitu bencana yang disebabkan oleh pengaruh iklim seperti
banjir, angin topan, dan kekeringan.
3. Bencana alam ekstrateristrial yaitu bencana yang disebabkan oleh bendabenda dari luar
angkasa seperti jatuhnya meteor.
C. KARAKTERISTIK BENCANA
1. Bencana Alam Geologis
a. Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan getaran bumi yang disebabkan pelepasan energi karena
pecahan dan gerakan batuan pada bagian dalam bumi secara tiba2. Ada 2 tipe gempa
bumi yaitu gempa tektonik (gempa yang terjadi karena proses pergeseran lapisan
batuan dalam lapisan litosfer), dan Gempa Vulkanik (gempa yang terjadi karena
aktivitas gunung api).
b. Tsunami
Tsunami diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan
oleh gangguan implusif dari dasar laut berupa gempa, letusan gunung berapi, tanah
longsor atau kejadian mendadak lainnya.
c. Letusan Gunung Berapi
Yaitu bagian dari proses vulkanik yang dikenal dengan istilah erupsi. Bahaya letusan
gunung api berkaitan dengan proses dan material yang dikeluarkan ketika gunung api
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 19
itu meletus diantaranya lelehan lava, awan panas, abu pasir vulkanik, erupsi gas dan
lahar.
d. Tanah Longsor
Yaitu gerakan masa tanah atau batuan yang menuruni lereng atau tebing dibawah
pengaruh gravitasi bumi. Gerakan ini dikendalikan oleh kondisi geologi, curh hujan dan
kemiringan lereng.
Jenis-jenis tanah longsor :
1) Rayapan
Yaitu gerak masa tanah dengan kecepatan lambat, kurang dari 1 meter/thn. Terjadi
pada lereng landai dengan kemiringan 100-200. Biasanya hanya merusak
bangunan dan tidak menimbulkan korban jiwa.
2) Luncuran
Terjadi pada lereng dengan kemiringan 200-400. Kecepatannya mencapai 25 m
/menit.
3) Jatuhan
Yaitu keadaan ketika sejumlah besar batuan atau material lainnya bergerak ke
bawah dengan cara jatuh. Kondisi ini paling umum terjadi di sepanjang jalan dan
pematang yang terjal atau tebing yang curam.
4) Aliran
Yaitu keadaan ketika ada campuran tanah, batuan, dan air yang membentuk suatu
cairan kental.
Gambar 3. Jenis-jenis longsor
2. Bencana Alam Klimatologis
a. Banjir
Banjir yaitu dimana suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam jumlah
yang begitu besar diluar batas normalnya, terutama diatas tanah yang biasanya
kering.
Jenis-jenis banjir :
1) Banjir sungai, disebabkan oleh curah hujan yang terjadi di daerah aliran sungai
secara luas dan berlangsung lama.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 20
2) Banjir Bandang, merupakan banjir besar yang terjadi secara sesaat dan tiba-tiba
karena ada curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi jangka waktu yang
pendek.
3) Banjir pantai/ banjir Rob, terjadi karena pengaruh air pasang yang tinggi atau
gelombang.
b. Angin Topan
Merupakan pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih
sering terjadi di wilayah tropis diantara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah
yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa. Angin topan disebabkan oleh perbedaan
tekanan dalam suatu sistem cuaca.
c. Kekeringan
Kekeringan disebabkan penurunan curah hujan alami selama periode waktu yang
lama.
d. Kebakaran Hutan
Merupakan keadaan ketika hutan dilanda api. Akibatnya, kerusakan hutan atau hasil
hutan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan.
D. DAMPAK BENCANA TERHADAP KEHIDUPAN
1. Dampak Positif
1) Letusan Gunung Berapi
Letusan gunung berapi juga sebenarnya membawa berkah meski hanya bagi
penduduk yang ada di sekitar. Berikut uraiannya:
a. Tanah yang dilalui oleh hasil abu vulkanis gunung berapi sangat baik bagi
pertanian sebab tanah tersebut secara alamiah menjadi lebih subur dan bisa
menghasilkan tanaman yang jauh lebih berkualitas. Tentunya bagi penduduk
sekitar pegunungan yang mayoritas petani, hal ini sangat menguntungkan.
b. Terdapat mata pencaharian baru bagi rakyat sekitar gunung berapi yang telah
meletus, yaitu penambang pasir. Material vulkanik berupa pasir tentu memiliki
nilai ekonomis.
c. Selain itu, terdapat pula bebatuan yang disemburkan oleh gunung berapi saat
meletus. Bebatuan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangungan warga
sekitar gunung.
d. Meski ekosistem hutan rusak, namun dalam beberapa waktu, akan tumbuh lagi
pepohonan yang membentuk hutan baru dengan ekosistem yang juga baru.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 21
e. Setelah gunung meletus, biasanya terdapat geyser atau sumber mata air panas
yang keluar dri dalam bumi dengan berkala atau secara periodik. Geyser ini baik
bagi kesehatan kulit.
f. Muncul mata air bernama makdani yaitu jenis mata air dengan kandungan
mineral yang sangat melimpah.
g. Pada wilayah vulkanik, potensial terjadi hujan orografis. Hujan ini potensial terjadi
sebab gunung adalah penangkap hujan terbaik.
h. Pada wilayah yang sering terjadi letusan gunung berapi, sangat baik didirikan
pembangkit listrik.
2) Tanah Longsor
Dampak positif dari tanah longsor adalah:
a. Tanah kembali menjadi gembur
b. Perubahan tekstur dan bentuk gunung.
c. Mempercepat dan memperbanyak proses peleburan batu dalam tanah
3) Gempa Bumi
Dampak positif dari gempa bumi adalah:
a. Menciptakan alat-alat teknologi pendeteksi gempa
b. Menjadikan kita peduli pada sesama
c. Meningkatkan kewaspadaan manusia
d. Menjadi tempat pariwisata
e. Menjadi sumber berita
f. Mengurangi kepadatan penduduk
2. Dampak Negatif
1) Letusan Gunung Berapi
Gunung berapi yang meletus tentu akan membawa material yang berbahaya bagi
organisme yang dilaluinya. Karena itu kewaspadaan mutlak diperlukan. Hal negatif
yang terjadi saat gunung meletus sebagai berikut :
a. Tercemarnya udara dengan abu gunung berapi yang mengandung bermacam-
macam gas mulai dari Sulfur Dioksida (SO2), gas Hidrogen sulfida (H2S), Nitrogen
Dioksida (NO2) serta beberapa partikel debu yang berpotensial meracuni makhluk
hidup di sekitarnya.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 22
b. Dengan meletusnya gunung berapi bisa dipastikan semua aktifitas penduduk di
sekitar wilayah tersebut akan lumpuh termasuk kegiatan ekonomi.
c. Semua titik yang dilalui oleh material berbahaya seperti lahar dan abu vulkanik
panas akan merusak pemukiman warga.
d. Lahar yang panas juga akan membuat hutan di sekitar gunung rusak terbakar dan
hal ini berarti ekosistem alamiah hutan terancam.
e. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi berpotensi menyebabkan sejumlah
penyakit misalnya ISPA.
f. Desa yang menjadi titik wisata tentu akan mengalami kesulitan dengan adanya
letusan gunung berapi. Sebut saja Gunung Rinjani dan Gunung Merapi, kedua
gunung ini dalam kondisi normal merupakan salah satu destinasi wisata terbaik
bagi mereka wisatawan pecinta alam.
2) Tanah Longsor
Dampak negatif dari tanah longsor adalah:
a. Korban jiwa
b. Rusaknya infrastruktur
c. Rusaknya sumber mata pencaharian warga
d. Buruknya sanitasi lingkungan
3) Gempa Bumi
Dampak negatif dari gempa bumi adalah:
a. Membuat banyak orang meninggal
b. Merusak fasilitas umum
c. Wilayah menjadi rusak
d. Banyaknya pengangguran karena kantornya hancur
e. Berkurangnya sumber daya alam dan sumber daya manusia
f. Jaringan transportasi dan komunikasi terganggu.
E. MITIGASI BENCANA ALAM
Menurut UU no. 24 tentang penanggulangan bencana, Mitigasi adalah upaya untuk
mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan
peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
1. Tahap Penanggulangan Bencana
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 23
Penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan
pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahanbencana, tanggap
darurat dan rehabilitasi.
a. Tahap Prabencana
1) Pencegahan Bencana (serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi
atau menghilangkan risiko bencana).
2) Kesiapsiagaan (kegiatan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian
serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna)
3) Peringatan Dini (kegiatan pemberian peringatan secepat mungkin kepada
masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana di suatu tempat oleh
lembaga yang berwenang)
4) Mitigasi (upaya untuk mengurangi risiko bencana, melalui pembangunan fisik
maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman
bencana).
b. Tanggap Darurat
Yaitu serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian
bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, meliputi kegiatan
penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenyhan kebutuhan dasar,
perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan sarana dan
prasarana.
c. Tahap Pasca Bencana
1) Rehabilitasi ( perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau
masyarakat sampai tingkat yag memadai terhadap wilayah pascabencana dengan
sasaran utama untuk normalisasi)
2) Rekonstruksi (pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan
terhadap wilayah pascabencana).
2. Usaha Pengurangan Risiko Bencana Alam
a. Pembuatan Peta Risiko Bencana
b. Sistem Peringatan Dini
c. Simulasi Bencana
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 24
F. PERSEBARAN WILAYAH RAWAN BENCANA DI INDONESIA
1. Gempa Bumi
Gambar 4. Peta Pesebaran daerah rawan gempa bumi
Berdasarkan peta indeks ancaman bencana gempa bumi di Indonesia di atas
menunjukan bahwa hampir semua wilayah Indonesia memiliki risiko gempa bumi. Bagian
selatan Indonesia tepatnya di pulau Sumatera, Jawa, Nusa tenggara memiliki risiko
bencan gempa bumi yang tinggi. Ancaman gempa bumi yang tinggi juga ditunjukan di
wilayah Papua bagian utara dan wilayah ambon dan Sulawesi bagian utara. Ancaman
sedang ditunjukan pada wiayah sumatera bagian tengah jawa bagian tengah dan daerah
Maluku. Sementara pulau Kalimantan menunjukan bahwa miliki ancaman yang paling
rendah dari gempa bumi.
Hampir seluruh kejadian gempa berkaitan dengan suatu patahan, yaitu satu
tahapan deformasi batuan atau aktivitas tektonik dan dikenal sebagai gempa tektonik.
Sebaran pusat-pusat gempa (epicenter) di dunia terbesar di sepanjang batas-batas
lempeng (divergent, konvergent, maupun transform), oleh karena itu terjadinya gempa
bumi sangat berkaitan teori tektonik lempeng. Indonesia merupakan salah satu negara
yang berada pada batas lempeng. Hal tersebut membuat Indonesia memiliki jumlah
patahan yang sangat banyak sehingga menjadikan Indonesia rawan bencana gempa
bumi. Potensi gempa bumi di Indonesia dapat dijumpai di pulau sumatera, jawa, nusa
tenggara, papua yang berada di dsebelah utara, dan Sulawesi bagian utara.
2. Letusan Gunung Berapi
Gambar 5. Peta Sebaran gunung berapi
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 25
Berdasarkan persebaran peta di atas dapat diketahui bahwa Indonesia memiliki
banyak sekali gunung berapi. Daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan daerah
subduksi seperti di pulau Sumatera, Jawa , Nusa tenggara, Maluku, dan Sulawesi utara
terdapat gunung berapi. Pulau Kalimantan dan Papua adalah pulau besar di Indonesia
yang tidak dijumpai gunung berapi
3. Tsunami
Gambar 6. Peta sebaran daerah rawan tsunami
Berdasarkan peta indeks ancaman tsunami di Indonesia kepulauan Maluku, papua
bagian utara dan sumatera bagian selatan memiliki risiko tsunami yang tinggi. Bagian
pegunungan di Sumatera dan di jawa relatif mempunyai risiko tsunami yang rendah.
Bagian Barat di pulau Kalimantan juga menunjukan risiko tsunami yang rendah
4. Banjir
Gambar 7. Peta sebaran Banjir di Indonesia
Berdasarkan peta risiko bencana banjir di Indonesia dapat dilihat bahwa hampIr
semua wilayah di Indonesia mempunyai potensi terkena bencana banjir. Bencara banjir
tersebut dari yang tinggi sampai yang rendah banyak sekali faktor yang
mempengaruhinya. Wilayah papua bagian selatan yang daerhnya berupa rawa-rawa
sangan rentan terhadap bencan abanjir. Banjir juga dapat ditimbulkan dari Curah hujan
yang tinggi yang datang dalam intensitas yang tinggi pula.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 26
5. Kekeringan
Gambar 8. Peta Sebaran kekeringan
Berdasarkan peta di atas menunjukan bahwa ancaman bencana kekeringan yang
tigggi di Indonesia tedapat di pulau sumatera, jawa, Kalimantan, dan papua.kondisi curah
hujan sangat mempengaruhi kekeringan suatu daerah. Selain itu el nino juga berpengaruh
terhadap kekeringan di Indonesia.
Penyebab kekeringan pada suatu wilayah disebabkan oleh beberapa hal , dari
wilahya sendiri beriklim kering, lahan yang mampu meloloskan air, atau akibat dari
fenomen el nino. Selain itu Kekeringan di Indonesia biasanya terjadi di wilayah pertanian
tadah hujan, wilayah irigasi golongan, wilayah gardu liar dan juga titik endemic
kekeringan.
6. Angin Puting Beliung
Gambar 9. Pet sebaran Angin putting beliung
Mayoritas ancaman angin puting beliung di Indonesia relative rendah. Akan tetapi di
wilayah pulau jawa terdapat ancaman putting beliung dari sekala sedang hingga tinggi.
Hal tersebut membuat pulau jawa harus mendapatkan perhatian khusus dari ancaman
bencana putting beliung.
Penyebab Terjadinya Angin Puting Beliung disebabkan karena Udara panas dan
dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung. Selain itu juga
karen Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik
air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 27
Puting beliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh
selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan
menimbulkan angin puting beliung.
Berikut ini adalah ciri-ciri angin puting beliung:
- Kehadirannya belum dapat diprediksi.
- Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
- Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
- Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
- Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah
7. Tanah Longsor
Gambar 10. Peta sebaran longsor
Berdasarkan peta yang dikeluarkan oleh PNPB menunjukan bahwa wilayah
Indonesia mempunyai potensi rawan tanah longsor. Hal tersebut diperkuat dengan
kejadian longsor yang belum lama terjadi seperti yang ada di purworejo dan ponorogo
8. Kebakaran Hutan
Penyebab Kebakaran Hutan Di Sumatera Dan Kalimantan adalah Pembakaran
lahan yang tidak terkendali sehingga merembet ke lahan lain. Pembukaan lahan tersebut
dilaksanakan baik oleh masyarakat maupun perusahaan. Namun bila pembukaan lahan
dilaksanakan dengan pembakaran dalam skala besar, kebakaran tersebut sulit terkendali.
Hal inilah yang menjadi faktor utama kebakaran hutan di pulau sumatera dan Kalimantan
G. LEMBAGA KEBENCANAAN
1. Kementerian Sosial
Memiliki wewenang dalam memberikan bantuan, misalnya bantuan bencana alam,
perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 28
2. Palang Merah Indonesia (PMI)
Merupakan organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak di bidang sosial
kemanusiaan. Kegiatan respon bencana yang diutamakan PMI meliputi evakuasi
penyelamatan korban dan pertolongan pertama dengan memprioritaskan kaum rentan,
seperti ibu hamil/menyusui, anak-anak dan manusla.
3. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Menurut UU. No 24 tahun 2007 pasal 13 bahwa BNPB mempunyai fungsi meliputi
perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan
pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat serta efektif dan efisien, dan
pengoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana,
terpadu, dan menyeluruh.
4. Badan SAR Nasional (Basarnas)
Merupakan lembaga pemerintah non Kementerian yang bertugas melaksanakan tugas
pemerintah di bidang pencarian dan pertolongan. Tugas dan fungsi BASARNAS adalah
penanganan musibah pelayaran, penerbangan dan bencana alam dalam upaya pencarian
dan pertolongan saat terjadinya bencana.
5. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Merupakan lembaga pemerintah non Departemen di bidang meteorologi, klimatologi dan
geofisika.
6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
Adalah salah satu unit di lingkungan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian, penyelidikan,
perekayasaan dan pelayanan di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.
H. Potensi Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana
Masyarakat Indonesia diwarisi dengan pengetahuan dari berbagai peristiwa alam yang
kerap terjadi.Karena posisi geografis dan geologisnya yang tepat di atas pertemuan tiga
lempeng samudra yang terus bergerak dan sering bertumbukan, menyebabkan gempa dan
tsunami kerap terjadi. Kondisi wilayah Indonesia dengan banyaknya gunung api, memberikan
banyak pengalaman empiris kejadian letusan yang membawa korban. Dari pengalaman ini
masyarakat lokal umumnya memiliki pengetahuan lokal dan kearifan ekologi dalam
memprediksi dan melakukan mitigasi bencana alam di daerahnya.Pengetahuan lokal tersebut
diperoleh dari pengalaman yang kaya akibat berinteraksi dengan ekosistemnya. Berbagai
contoh bentuk kearifan lokal dalam mitigasi bencana alam antara lain:
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 29
1. Masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Merapi, di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta,
telah mempunyai kemampuan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya letusan. Selain
masih kuatnya keyakinan spiritual, masyarakat disana biasanya membaca tandatanda alam
melalui perilaku hewan, seperti turunnya hewan-hewan dari puncak atau keluar dari rimbun
hutan, burung-burung atau hewan lainnya mengeluarkan bunyi suara yang tidak biasa, atau
adanya pohon-pohon di sekeliling kawah yang kering dan mati layu.
2. Semong adalah kearifan lokal masyarakat di Pulau Simeulue dalam membaca fenomena
alam pantai telah menyelamatkan banyak masyarakat dari bencana tsunami. Teriakan
semong merupakan peringatan dini yang diartikan adanya situasi dimana air laut surut dan
masyarakat harus lari ke bukit. Ini adalah pengetahuan yang diperoleh dari leluhur belajar
dari kejadian bencana yang pernah terjadi puluhan tahun lalu. Semong ini yang
menyelamatkan masyarakat di pulau Simeulue, padahal secara geografis letaknya sangat
dekat dengan pusat gempa. Semong bagi masyarakat pulau Simeulue disosialisasikan
turun temurun melalui dongeng dan legenda oleh tokoh masyarakat sehingga istilah ini jadi
melekat dan membudaya di hati masyarakat pulau itu. Dengan pengetahuan ini yang
dimiliki orang Simeulue banyak masyarakat pesisir pantai lainnya di Aceh terselamatkan
saat tsunami terjadi. Mereka memaksa orang untuk lari ke gunung. yang lebih besar yang
sulit diprediksi terjadi kapan dan dimana.
3. Konstruksi bangunan tradisional yang menggunakan bahan material yang ringan seperti
kayu dan bambu memungkinkan bangunan tradisional tidak mudah roboh karena memiliki
kelenturan terhadap gempa. Selain itu struktur bangunan yang dikaitkan satu sama lain
menggunakan pasak bisa lebih dinamis dan kokoh sehingga tahan terhadap guncangan
gempa. Beberapa contoh rumah tradisional yang tahan terhadap gempa antara lain:
a. Rumah Gadang Pasti sudah banyak yang mengenal bangunan adat yang berasal dari
Minangkabau, Sumatera Barat ini.Yang paling dikenal, rumah Gadang memiliki
konstruksi atap berbahan ijuk yang melengkung ke dalam.Pada 2009 lalu saat terjadi
gempa, rumah Gadang ini banyak yang tetap kokoh bertahan kala itu.
b. Rumah Tua Bali Utara Rumah-rumah yang berada di kawasan Bali Utara ini dianggap
tahan akan gempa, karena memiliki konstruksi yang memanfaatkan saka atau tiang
kayu dan lambang serta sineb sebagai balok. Hal ini bertujuan untuk melindungi
penghuninya dari reruntuhan bangunan akibat gempa.Arsitek lokal sejak peradaban
Bali Kuno sudah melakukan ujicoba yang panjang untuk membangun rumah tahan
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 30
gempa yang dapat diwariskan ke generasi selanjutnya.Bangunan adat di Bali Utara ini
menjadi salah satu temuan penting dalam kesejarahan gempa di Indonesia.
c. Rumah Woloan Bangunan adat dari Tomohon, Sulawesi Utara ini sudah sejak dulu
dikenal sebagai rumah yang tahan guncangan gempa.
d. Rumah Omo Hada Kehebatan konstruksi bangunan adat Nias ini terlihat pada 2010
silam, saat itu Nias dilanda gempa berskala cukup besar.Bangunan adat ini masih
kokoh berdiri dan posisinya hanya sedikit bergeser.Konstruksi rumah Omo Hada
menggunakan pasak dari kayu untuk menyatukan antarbagian, tidak memiliki jendela
namun diganti dengan semacam model teralis untuk ventilasi dan memiliki atap yang
oval.Uniknya bangunan adat ini memiliki tiang-tiang penyangga yang tidak beraturan
arahnya.Ada yang ke atas, ke samping maupun ke bawah.Konon hal itulah yang
menjadikan bangunan ini tahan gempa.Rumah adat Omo Hada ini banyak dijumpai di
desa Tumori dan desa Bawomataulo.
e. Rumah Lahei Hampir sama dengan rumah Omo Hada, bangunan adat yang berasal
dari Kerinci, Riau ini juga tersusun dari kayu yang saling disatukan dengan
menggunakan pasak kayu dan ikatan tambang yang terbuat dari ijuk.
ULANGAN HARIAN 3
A. Berilah tanda silang (x) hurup a, b, c, d, dan e pada jawaban yang benar !
1. Di Indonesia sering terjadi Gempa bumi dan terdapat gunung api, hal ini akibat ....
a. Indonesia dilewati deretan Pegunungan Mediterania
b. Indonesia dilewati deretan Pegunungan Sirkum Pasifik
c. Pertemuan antara deretan Pegunungan Sirkum Pasifik dengan Mediterania
d. Indonesia terdiri atas kepulauan dan banyak menganadung mineral belerang
e. Wilayah laut Indonesia yang lebih luas dari pada daratan
2. Berikut merupakan penyebab kebakaran hutan yang sifatnya alami adalah .....
a. Pembakaran untuk lahan baru
b. Menebang hutan secara liar
c. Membuang puntung rokok sembarangan
d. Geseran ranting kering yang terjadi saat musim kemarau
e. gesekan daun kering yang terjadi pada saat musim penghujan
3. Bencana alam apakah yang ditimpahkan kepada pengikut LGBT, khususnya homoseksual
pada kaum Nabi Luth As ....
a. Gunung meletus d. Banjir bandang
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 31
b. Angin yang sangat dingin e. Kekeringan selama tujuh tahun
c. Gempa vulkanis dengan letusan lava dan menenggelamkan
4. Serangkaian kegiatan pemberian peringatan secepat mungkin kepada masyarakat tentang
kemungkinan terjadinya bencana di suatu tempat oleh lembaga yang berwenang disebut....
a. Pencegahan dini c. Kesiapsiagaan e. Mitigasi
b. Peringatan dini d. Rekonstruksi
5. Tindakan yang akan anda lakukan jika tiba-tiba terjadi gempa ketika anda berada di dalam
ruangan gedung bertingkat adalah....
a. Gunakan lift untuk keluar ruangan d. Berdiri disamping dinding tembok
b. Berlindung sementara di bawah meja e. Berlindung di dalam lemari
c. Keluar ruangan melalui jendela
6. Upaya mitigasi yang dilakukan untuk mengatasi bencana gelombang pasang adalah ....
a. Reklamasi pantai d. Melakukan penelitian geologi
b. Memasang early warning system e. Menentukan jalur evakuasi
c. Melakukan penelitian tentang jenis tanah
7. Pulau manakah di Indonesia yang jarang mengalami bencana gempa bumi ....
a. Sumatera b. Jawa c. Kalimantan d. Sulawesi e. Papua
8. Lembaga penanggulangan bencana yang bertugas dalam pencarian dan pertolongan
korban bencana alam adalah ...
a. BASARNAS B. BMKG C. LAPAN D. BAKOSURTANAL E. BNPB
9. Berikut ini yang bukan merupakan tujuan dilakukannya sosialisasi mengenai bencana alam
adalah ....
a. Agar masyarakat paham mengenai bencana alam
b. Pemberian informasi mengenai bencana alam
c. Untuk mencegah terjadinya bencana alam
d. Mengurangi jumlah korban bencana alam
e. Membiasakan masyarakat agar tanggap darurat jika bencana alam datang
10. Upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghindari dan mencegah terjadinya
tanah longsor, kecuali ....
a. Reboisasi dan penghijauan
b. Melestarikan hutan bakau di daerah pantai
c. Pengolahan sistem terasering pada daerah lahan miring
d. Menanam tanaman keras di lereng-lereng perbukitan
e. Memperkuat tanggul-tanggul jalan di daerah perbukitan
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 32
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar dan jelas !
11. Apa yang dimaksud dengan mitigasi bencana !
12. Sebutkan usaha-usaha yang dilakukan pada tahap pascabencana !
13. Apa tujuan penanggulangan bencana alam !
14. Apa yang dimaksud dengan tanggap darurat !
15. Sebutkan tindakan-tindakan manusia yang dapat menyebabkan tanah longsor !
Selamat Mengerjakan !
Materi Geografi Kelas XI Semester 2 Oleh : Inong Trisnawati, S.Pd. 33