The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

2. Bahan Ajar-GLOBAL WARMING

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by feverara, 2023-08-09 23:11:55

Pemanasan Global

2. Bahan Ajar-GLOBAL WARMING

Kompetensi Dasar: Tujuan Pembelajaran: 3.8.1. Menjelaskan pengertian pemanasan global 3.8.2. Menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya pemanasan global 3.8.3. Menganalisis dampak yang diakibatkan karena pemanasan global 3.8.4. Menganalisis usaha mengurangi dampak pemanasan global. Tujuan Pembelajaran: 1. Setelah melakukan kegiatan diskusi dan kajian literatur, peserta didik mampu menjelaskan pengertian pemanasan global dengan benar. 2. Setelah melakukan diskusi dan kajian literatur, peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya pemanasan global dengan benar. 3. Setelah melakukan diskusi dan kajian literatur, peserta didik diharapkan mampu menganalisis dampak yang diakibatkan karena pemanasan global dengan benar. 4. Setelah melakukan diskusi dan kajian literatur, peserta didik diharapkan mampu menganalisis usaha mengurangi dampak pemanasan global secara tepat. Petunjuk Belajar: A. Bagi Peserta Didik Untuk membantu memahami penggunaan Bahan Ajar ini, perhatikan petunjuk berikut: 1) Bacalah uraian materi mencakup pokok bahasan mengeanai gejala pemanasan global, dampak pemanasan global, solusi pencegahan pemanasan global, dan hasil kesepakatan dunia Internasional. 2) Bacalah berbagai informasi tambahan yang termuat dalam kegiatan pembelajaran ini, yakni: Fitur “Mari Kita Kunjungi !”, berisi alamat website yang dapat peserta didik kunjungi untuk menambah informasi pemanasan global.


3) Diskusikan latihan yang ada pada bahan ajar ini dengan teman sekelompokmu di luar jam pelajaran. Hasil diskusi kalian dapat diserahkan kepada guru pada saat pertemuan selanjutnya. 4) Buatlah peta konsep berdasarkan materi yang telah dipelajari. B. Bagi Guru Dalam setiap aktivitas pembelajaran, guru harus: 1) Membantu peserta didik dalam mempersiapkan diri untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran. 2) Memfasilitasi peserta didik dalam melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Menciptakan suasana belajar yang kondusif, kolaboratif, demokratif dan dinamis. 4) Menjadi mediator yang menengahi atau memberikan jalan keluar atau solusi ketika diskusi tidak berjalan dengan baik. 5) Menilai dan mengamati aktivitas peserta didik selama pembelajaran. Pendahuluan Salam dan Bahagia! Bagaimana kabar kalian anak-anak hebat Indonesia? Apakah kalian pernah mendengar tentang pemanasan global atau biasa dikenal dengan istilah global warming ? Atau mungkin pernahkah kalian mendengar istilah efek rumah kaca? (ini bukan nama grub band yaaa…. ) Atau mungkin kalian pernah mendengan lapisan ozon yang berlubang? Kira-kira apa ya penyebabnya ya? dan apa dampaknya bagi kehidupan manusia dan bumi? Nah….. coba perhatikan gambar berikut ini.


Kalian tentu pernah mendenga berita tentang banjir rob bukan? Pada pembahasan ini kita akan mempelajari dampak terjadinya pemanasan global terhadap bumi ini. Mari kita pelajari!!! Salam dan Bahagia!


Uraian Materi A. Pemanasan Global Apa itu Pemanasan global ? Jangan-jangan taunya cuma “Pemanasan Gombal?” Duh, gawat kalau iya! Pemanasan global (global warming) adalah suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Global warming merupakan suatu proses yang ditandai dengan naiknya suhu atmosfer , laut, dan daratan. Sekedar info , Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah melonjak 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) dalam seratus tahun terakhir. Jadi,fix bumi kita sudah makin memanas. B. Penyebab Pemanasan Global Apa sebenarnya yang menyebabkan bumi ini semakin panas? Mengapa bumi bisa mengalami kenaikan suhu? Nah,Ini dia penyebabnya 1. Efek Rumah kaca Pemanasan Global Efek rumah kaca Karbon dioksida atau CO2 yang dihasilkan oleh kegiatan di bumi ini seperti pernafasan dan hasil pembakaran bahan bakar menyelubungi bumi. Karena kadarnya sudah berlebihan maka CO2 seolah seperti kaca yang menutup permukaan bumi. Mari Kita Kunjungi ! Scan Barcode berikut untuk meliat informasi tentang ozon


Selain karbon dioksida juga sulfur dioksida dan metana pun sama seperti CO2 menyelubungi bumi. Layaknya sifat kaca, gas-gas yang melapisi tadi akan memantulkan infrared dari matahari yang seharusnya dikembalikan lagi ke angkasa. Infrared terperangkap di bumi. Emang kenapa kalau infrared wara-wiri di bumi ini? Begini ya, Sinar inframerah memiliki panjang gelombang antara 760 nm sampai 1000 µm dan frekuensi 30 GHz sampai 40.000 GHz. Tahu tidak?, benda panas akibat getaran atomik dan molekuler dianggap memancarkan gelombang panas dalam bentuk sinar inframerah. Makanya, sinar inframerah sering disebut dengan radiasi panas. Sebenarnya efek rumah kaca itu ada gunanya untuk bumi kita dalam hal memberi panas. Jika tak ada efek rumah kaca maka bumi ini akan diselimuti oleh dingin. Kebayang dong kalau bumi ini dingin? Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya sebelumnya. Andaikan tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Karena efek inilah ,bumi menghangat, namun jika kadar berlebihan maka akibatnya terjadilah yang dinamakan pemanasan global. Silakan scan barcode berikut untuk melihat informasi tentang penyebab efek rumah kaca Mari Kita Kunjungi ! Scan Barcode berikut untuk meliat informasi tentang penyebab efek rumah kaca


2. Efek Umpan Balik Selain efek rumah kaca, efek umpan balik juga memberi pengaruh pada pemanasan global. Duh umpan balik berasa nonton bola. Umpan balik disini contohnya adalah penguapan air. Proses pemanasan selain menghasilkan karbondioksida juga menghasilkan uap air. Contoh ya reaksi pembakaran hidrokarbon seperti berikut ini: CxHy + O2 → CO2 + H2O Nah tuh ada H2O alias air dihasilkan. Semakin banyak pemanasan yang terjadi akibat efek rumah kaca karbon dioksida semakin melimpah uap air yang membumbung ke atmosfer. Uap air sendiri ternyata memberi efek rumah kaca, seperti gas CO2. Pemanasan yang terus terjadi itu menambah jumlah uap air secara terus menerus hingga akhirnya tercapai kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca dari penguapan air disinyalir lebih besar dari efek rumah kaca gas CO2 yang menghasilkannya. Aneh ya kan kalau banyak air rasanya lembab? Ya memang kelembaban meningkat, namun meskipun kelembaban meningkat karena kandungan air banyak, kelembaban relatif udara malah nyaris konstan bahkan berkurang karena udara malah menghangat. Lamanya umpan balik perlahan mengingat CO2 di atmosfer betah dan berumur panjang. Umpan balik yang kedua disebabkan penguapan awan. Jika dilihat dari bawah, memang awan terlihat memantulkan lagi radiasi ke permukaan, akibatnya akan terjadi peningkatan efek pemanasan. Namun lain lagi jika kita mengintipnya dari atas. Dari atas awan terlihat memantulkan lagi radiasi infra merah kembali ke angkasa sehingga menurunkan panas dan ada efek pendinginan. Jadi ingat


lagu Ariel Noah ” Sempat kumelihat di balik awan, aku melihat di balik hujan!” Waw ini lagu pas sekali untuk umpan balik efek penguapan awan dan air, jangan-jangan Ariel membuat lagu setelah belajar penyebab pemanasan global Kita lanjutkan ya obrolan seriusnya, nah apakah yang akan dihasilkan penguapan awan itu berupa pemanasan atau pendinginan, itu tergantung pada beberapa hal seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Umpan balik selanjutnya adalah sirnanya kemampuan es dalam memantulkan cahaya. Ketika terjadi pemanasan global tentu es di daerah kutub mencair. Ironisnya makin lama pencairannya makin cepat. Ketika es mencair, daratan atau air dibawahnya akan jadi terbuka. Jika ketika ditutupi es, eslah yang memantulkan cahaya, namun ketika daratan atau perairan sudah terbuka, maka baik daratan atau daratan ternyata hanya mampu memantulkan cahaya lebih sedikit dari es. Kedua bagian itu malah lebih cenderung menyerap panas dari matahari, akibatnya pemanasan meningkat dan espun cair dan cair lagi. Umpan balik tak selalu negatif. Ada juga positifnya, Umpan balik positif muncul karena terlepasnya CO2 dan CH4 atau gas metana dari melunaknya tanah beku (permafrost). Proses ini adalah mekanisme lainnya yang juga memberikan pengaruh terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang ternyata menimbulkan umpan balik positif. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon kurang maksimal jika suhunya naik, mengapa? Hal ini disebabkan oleh berkurangnya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga pertumbuhan diatom


terbatas dibanding fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah. 3. Variasi matahari Kenalan dulu yuk sama variasi matahari, variasi matahari adalah perubahan jumlah energi radiasi yang dilepaskan matahari. Variasi matahari dipengaruhi siklus matahari 11-tahunan (siklus bintik merah) selain fluktuasi-fluktuasi lainnya yang tidak periodik Ada dugaan bahwa adanya variasi matahari disebabkan oleh umpan balik dari awan telah memberi andil dalam pemanasan saat ini. Penyebab pemanasan global karena variasi matahari dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah pada variasi matahari terjadi peningkatan aktivitas matahari. Aktivitas tersebut mampu menaikkan suhu stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan menurunkan suhu stratosfer. Semenjak tahun 1960, pendinginan stratosfer ini sebenarnya sudah teramati. Peristiwa ini sepertinya tidak mungkin terjadi jika penyumbangnya adalah aktivitas matahari, Penipisan lapisan ozon juga memberikan kontribusi dalam pendinginan. Kombinasi Fenomena variasi Matahari dengan aktivitas gunung berapi sepertinya telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950. Diperkirakan bahwa matahari mungkin telah memberikan pengaruh terhadap 45-50% peningkatan suhu rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa walaupun ada peningkatan sensitivitas iklim terhadap pengaruh matahari.


Namun sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini fix disebabkan oleh gas-gas rumah kaca. Beberapa ilmuwan berpendapat Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat terang yang dihasilkannya selama 30 tahun terakhir. Dengan angka sekecil ini sepertinya Efek ini terlalu kecil untuk menyumbang terhadap pemanasan global. Bahkan Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada pemanasan global dengan variasi matahari sejak tahun 1985 sebenarnya tak ada hubungan sama sekali , baik melalui variasi dari output matahari maupun variasi dalam sinar kosmis. Seperti yang sudah kita ketahui sekarang bahwa terdapat berbagai proses yang membuat terjadinya pemanasan global yang dapat berdampak pada kehidupan makhluk hidup di bumi. Hal ini juga dipaparkan pada buku Pemanasan Global – Solusi dan Peluang Bisnis. C. Dampak Pemanasan Global 1. Es Di Kutub Mencair Pemanasan Global dapat berdampak negatif bagi daerah kutub karena membuat es menjadi cair. Es di kutub mencair disebabkan karena suhu bumi meningkat karena beberapa faktor. Terhitung dalam 30 tahun terakhir, es di kutub sudah mencair karena pemanasan global dengan jumlah mencapai 28 triliun ton. Mari Kita Kunjungi ! Scan Barcode berikut untuk meliat informasi tentang mencainya es di kutub


Mencairnya es dikutub ini juga akan menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem alam, mulai volume air meningkat, naiknya permukaan air laut, bahkan kehilangan banyak satwa-satwa kutub. 2. Volume Air Meningkat Pemanasan global dapat berdampak pada volume air menjadi meningkat karena debit air meningkat setelah es di kutub mencair triliunan ton. Volume air yang meningkat tentu dampak yang sangat buruk dari pemanasan global yang menyebabkan banyak wilayah bisa tergenang banjir. Selain itu pulau-pulau kecil juga terancam hilang karena tenggelam. 3. Krisis Air Bersih Pemanasan global juga bisa berdampak pada ketersediaan air bersih. Ketersediaan air bersih yang kurang akan membuat krisis air bersih yang sangat merugikan umat manusia. Krisis air bersih ini bisa terjadi karena pemanasan global bisa membuat air di dalam tanah banyak yang menguap sehingga air bersih pun sulit didapatkan. 4. Kebakaran Hutan Pemanasan Global yang parah akan mengakibatkan peningkatan suhu yang sangat tinggi sehingga dapat memicu kebakaran hutan. Kehilangan hutan tentu adalah hal yang paling buruk bagi alam dan bumi. Seperti yang pernah terjadi di California, Amerika Serikat kebakaran hutan besar-besaran yang kemudian menurut ilmuwan disebabkan karena meningkatnya suhu akibat pemanasan global. 5. Kabut Asap


Dampak pemanasan global seolah-oleh tersebar menjadi bentuk dampak-dampak yang lebih spesifik merugikan alam dan umat manusia. Seperti kabut asap yang ditimbulkan karena kebakaran hutan akan berdampak pula bagi kesehatan manusia. Pemanasan global memang sangat berdampak besar bagi kelangsungan hidup di bumi. 6. Munculnya Wabah Penyakit Pemanasan global dapat mempengaruhi imunitas makhluk hidup menjadi menurun karena kenaikan suhu dan kondisi musim yang tidak stabil. Karena imunitas yang kurang baik akan membuat kita mudah terserang penyakit. Bahkan dampak kenaikan suhu ini dapat berdampak ke banyak orang sehingga menjadi wabah penyakit. 7. Terjadi Krisis Pangan Pemanasan global dapat berdampak bagi ketersedian pangan karena dapat meningkat suhu laut sehingga berpengaruh pada kematian biota laut. Jika kita kekurangan pasokan populasi ikan dan hewan laut, maka kita akan mengalami krisis pangan yang dapat sangat menyulitkan manusia. 8. Kasus Alergi Meningkat Semakin hangatnya suhu karena Pemanasan global dapat menyebabkan tanaman melakukan penyerbukan lebih lama. Jumlah serbuk sari yang meningkat di udara dapat menyebabkan meningkat pula jumlah penderita alergi karena serbuk sari tanaman adalah penyebab alergi yang paling umum dan paling banyak menjatuhkan korban. 9. Peristiwa Alam Ekstrim Pemanasan global tentu akan berdampak pada kondisi alam yang menyebabkan peristiwa alam terjadi sangat ekstrim, misalnya banjir besar, badai besar, dan tsunami.


Selain membuat peristiwa alam menjadi ekstrim, pemanasan global juga membuat intensitasnya menjadi semakin meningkat. Akibatnya semakin banyak pula manusia yang kehilangan tempat tinggal atau harta bendanya karena bencana alam yang menimpa mereka. Bencana yang besar juga akan mendatangkan kerugian yang besar bagi manusia. 10. Kepunahan Hewan Pemanasan global dapat meningkatkan resiko memusnahkan populasi hewan. Hal ini bisa terjadi karena banyak populasi hewan yang kehilangan habitatnya karena perubahan iklim yang ekstrim akibat pemanasan global. Jika habitat asli mereka hilang maka akan membuat hewan-hewan bermigrasi. Namun jika mereka tidak bisa beradaptasi dengan habitat baru, hewan tidak bisa bertahan hidup dan banyak yang mati. 11. Rusaknya Ekosistem Laut Pemanasan global dapat merusakan ekosistem laut, mulai dari merusak terumbu karang sehingga juga berakibat pada biota-biota laut lainnya. Terumbu karang adalah elemen penting yang perlu dimiliki laut karena karang lah tempat biota-biota laut bertahan hidup. Jadi jika terumbu karang banyak yang rusak akan berdampak pula pada ekosistem laut lainnya. 12. Berdampak Pada Tanaman dan Pertanian Pemanasan global dapat berdampak pada pertumbuhan tanaman dan gagal panen karena cuaca ekstrim seperti banjir, naiknya permukaan laut dapat mengganggu musim tanaman. Pemanasan global memiliki dampak yang buruk bagi tanamantanaman sehingga membuatnya sulit tumbuh dan gagal panen.


Kurangnya ketersedian hasil panen juga dapat menimbulkan krisis pangan. 13. Gelombang Panas Pemanasan global dapat menimbulkan gelombang panas yang berbahaya. Dalam beberapa tahun terakhir banyak kematian yang disebabkan oleh gelombang panas dibandingkan dengan dalam jangka waktu 60 tahun sebelumnya. Seperti yang diberitakan oleh The Guardian telah terjadi gelombang panas yang mengerikan melanda India. 14. Meningkatkan Frekuensi Badai Saat pemanasan global berakibat pada kenaikan suhu air laut, maka akan menimbulkan pula angin topan dan badai semakin kuat. Pemanasan global dapat meningkatkan suhu air laut dan memanaskan udara di sekitarnya, sehingga angin topan akan tercipta dengan frekuensi yang sangat tinggi. D. Solusi Pencegahan Pemanasan Global 1. Menggunakan Energi Terbarukan Pemanasan global dapat dicegah dengan mengurangi penggunaan energi fosil seperti BBM dan menggantikannya dengan energi terbarukan. Contoh energi terbarukan yang bisa Kalian pakai untuk menggantikan BBM adalah energi solar (matahari), energi arus air, energi angin, energi biomassa, dan energi panas bumi atau geothermal. Jika kesadaran masyarakat meningkat pada pemanasan global maka akan banyak muncul produsen produk-produk ramah lingkungan. Salah satunya dengan mendukung dan mendorong penggunaan produk-produk hasil dari penggunaan energi terbarukan.


Mulai menggunakan energi terbarukan dapat mencegah pemanasan global di masa datang karena manusia lebih memilih teknologi ramah lingkungan untuk melakukan aktivitasnya setiap hari. 2. Mengurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi dan Lebih Menggunakan Moda Transportasi Umum yang Hemat Energi Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi pemanasan global adalah dengan memilih moda transportasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Pilihan ini bisa mengurangi emisi karbondioksida atau CO2 yang memperparah Efek Rumah Kaca pada lingkungan. 3. Menghemat Penggunaan Energi dan Air Perlu teman-teman Kalian ketahui bahwa pemanasan air AC, penggunaan lampu yang berlebihan, dan alat elektronik lainnya juga dapat meningkatkan jumlah produksi CO2 di atmosfer bumi. Jadi juga berpotensi besar menyebabkan pemanasan global. Nah itulah sebabnya kita bisa meminimalisir penyebab tersebut dengan cara menghemat energi dan air yang kita gunakan setiap harinya. Contohnya dengan cara mengganti lampu bohlam dengan jenis yang lebih hemat energi, matikan lampu jika sudah tidak digunakan, lebih memilih menggunakan pancuran air, segera memperbaiki kebocoran, dan sebagainya. 4. Gunakan Produk Ramah Lingkungan Lebih memilih produk ramah lingkungan bisa menjadi cara bijak untuk mengatasi pemanasan global. Misalnya memilih produk elektronik yang sudah teruji lebih hemat energi, menggunakan barang yang tidak menghasilkan banyak sampah, dan produk ramah lingkungan lainnya. Mari Kita Kunjungi ! Scan Barcode berikut untuk meliat informasi tentang teknologi inverter


5. Jalankan Pola Hidup Sehat Melakukan pola hidup sehat dapat Kalian lakukan untuk bertahan hidup di tengah pemanasan global saat ini. Pola hidup sehat untuk mengatasi pemanasan global bisa Kalian lakukan dengan bersepeda atau berjalan kaki saat bepergian jarak dekat. Selain itu Kalian bisa mengkonsumsi produk sehat atau organik yang tidak menghasilkan banyak sampah bagi lingkungan. 6. Melestarikan Hutan dan Pertanian Pemanasan global dapat dapat dicegah dengan cara menggunakan produk perhutanan dan pertanian bebas bahan kimia. Selain itu pembakaran hutan juga harus dihentikan dan melakukan penghijauan atau reboisasi secara signifikan. Cara spesifik yang bisa Kalian lakukan adalah menanam pohon atau melakukan penghijauan disekitar rumah terlebih dahulu. Untuk tindakan yang lebih luas Kalian bisa mengikuti gerakan donasi pohon sebagai upaya untuk mencegah pemanasan global. 7. Melakukan Daur Ulang Cara mengatasi pemanasan global berikut adalah dengan cara mengurangi limbah sampah dan penggunaan plastik. Mengurangi limbah Sampah bisa dilakukan dengan cara mendaur ulang sampah dan barang-barang bekas lainnya yang masih bermanfaat. Kalian juga bisa mengurangi penggunaan kantong plastik dengan membawa tote bag atau tas belanjaan sendiri saat berbelanja di minimarket, supermarket, pasar, dan sebagainya. Mendaur ulang dapat menjadi upaya kita untuk menjaga kelestarian lingkungan yang bersih dan asri.


E. Hasil Kesepakatan Dunia Internasional Berikut ini hasil kesepakatan Dunia Internasional dalam upaya penanggulangan dampak pemanasan global : 1. IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) Pada tahun 1988, Badan PBB untuk lingkungan (United Nations Environment Programme) dan organisasi meteorologi dunia (World Meteorology Organization) mendirikan sebuah panel antar pemerintah untuk perubahan iklim yang dikenal dengan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) yang terdiri atas 300 lebih pakar perubahan iklim dari seluruh dunia. IPCC bersekretariat di Jenewa (Swiss) dan bertemu satu tahun sekali di sebuah rapat pleno yang membahas tiga hal utama : a) Informasi ilmiah mengenai perubahan iklim b) Dampak, adaptasi dan kerentanan c) Mitigasi perubahan iklim Pada tahun 1990 dan 1992, IPCC menyimpulkan bahwa penggandaan jumlah gas rumah kaca di atmosfer mengarah pada konsekuensi serius bagi masalah sosial, ekonomi, dan sistem alam di dunia. Selain itu, IPCC menyimpulkan bahwa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia juga memberikan kontribusi pada gas rumah kaca alami dan akan menyebabkan atmosfer bertambah panas. IPCC memperkirakan penggandaan emisi gas rumah kaca akan menyebabkan pemanasan global sebesar 1,5 – 4,5 derajat celcius. Majelis umum PBB menanggapi seruan IPCC dengan secara resmi membentuk sebuah badan negosiasi antar pemerintah, yaitu Intergovernmental Negotiating Commitee(INC) untuk merundingkan sebuah konvensi mengenai perubahan iklim. Laporan IPCC terakhir tahun 2007 secara garis besar terdiri dari : Laporan Kelompok Kerja I dikeluarkan pada Februari 2007, menekankan bahwa manusia adalah penyebab utama peningkatan gas rumah kaca (GRK) di lapisan udara


Laporan Kelompok Kerja II mengenai dampak dan adaptasi perubahan iklim dikeluarkan awal April 2007, membeberkan perkiraan ancaman bencana di banyak negara apabila tidak dilakukan upaya segera untuk mengurangi kegiatan yang dapat menyebabkan pemanasan global Laporan kelompok kerja III yang dikeluarkan Mei 2007 menganalisis proses pengurangan emisi karbon yang sudah dan harus dilakukan, dan strategi adaptasi untuk bertahan terhadap dampak perubahan iklim yang tidak bisa dihindari. 2. Protokol Kyoto Protokol Kyoto diadopsi pada sesi ketiga Konferensi Pihak Konvensi (UNFCCC) pada 1997 di Kyoto, Jepang. Semua pihak dalam UNFCCC dapat menanda tangani atau meratifikasi Protokol Kyoto, sementara pihak luar tidak diperbolehkan. Negara-negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya, atau bekerja sama dalam perdagangan emisi jika mereka menjaga jumlah atau menambah emisi gas-gas tersebut, yang telah dikaitkan dengan pemanasan global. Jika sukses diberlakukan, Protokol Kyoto diprediksi akan mengurangi rata-rata cuaca global antara 0,02 °C dan 0,28 °C pada tahun 2050. Menurut rilis pers dari Program Lingkungan PBB : “ Protokol Kyoto adalah sebuah persetujuan sah di mana negaranegara perindustrian akan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun 1990 (namun yang perlu diperhatikan adalah jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah emisi pada tahun 2010 tanpa protokol, target ini berarti pengurangan sebesar 29%). Tujuannya adalah untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca : karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC yang dihitung sebagai rata-rata selama masa lima tahun antara 2008


– 2012. Targer nasional berkisar dari pengurangan 8% untuk Uni Eropa, 7% untuk AS, 6% untuk Jepang, 0% untuk Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Islandia.” . 3. Asia Pacific Partnership on Clean Development and Climate (APPCDC) Asia Pacific Partnership on Clean Development and Climate (APPCDC) merupakan kerjasama internasional yang bersifat sukarela antara Australia, Kanada, India, Jepang, Republik Rakyat Cina, Korea Selatan yang mengumumkan pembentukannya pada tanggal 28 Juli 2005, Menteri Luar Negeri, Lingkungan dan Energi dari negaranegara peserta sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan dan transfer teknologi yang memungkinkan pengurangan emisi gas rumah kaca yang bersesuaian dengan UNFCC dan perangkat internasional lainnya seperti Protokol Kyoto. 4. Protokol Montreal Protokol Montreal adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan ozon, dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon. Traktat ini berlaku sejak 1 Januari 1989. Traktat ini difokuskan pada beberapa kelompok senyawa hidrokarbon, halogen, yang diyakini memainkan peran penting dalam penipisan lapisan ozon. Semua zat tersebut memiliki klorin atau bromin.


RANGKUMAN Jika kamu sudah selesai membaca materi dalam bahan ajar ini, cobalah membuat rangkuman dalam bentuk peta konsep pada kotak berikut secara mandiri di rumah. Pokok bahasan yang dapat kalian petakan mencakup dampak pemanasan global, penyebab, dan dampaknya. Selamat berkreasi ! DAFTAR PUSTAKA Catatan: Silahkan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya supaya mendapatkan nilai tambahan dari guru.


Daftar Pustaka https://www.gramedia.com/literasi/efek-rumah-kaca/ https://www.gramedia.com/literasi/pemanasan-global/ https://www.gramedia.com/literasi/dampak-pemanasan-global/ https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Pemanasan%20Gl obal-ns/Topik-3.html https://www.cnbcindonesia.com/news/20221031071124-4-383702/awases-di-kutub-mencair-kota-atlantis-muncul-di-pantura


Click to View FlipBook Version