BPP KECAMATAN PURWODADI DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2023 BUKU SAKU CSA SIMURP CLIMATE SMART AGRICULTURE STRATEGIC IRRIGATION MODERNIZATION AND URGENT REHABILITATION PROJECT TAHUN 2023
02 DAFTAR ISI DAFTAR ISI | HAL. 02 PENDAHULUAN | HAL. 02 PRAKATA | HAL. 03 PENERAPAN TEKNOLOGI | HAL. 04-17 PENDAHULUAN Kegiatan utama SIMURP adalah penerapan budidaya Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA). Diseminasi materi mengenai CSA yang bertujuan untuk meningkatkan intensitas pertanaman, meningkatkan pendapatan petani serta mengurangi emisi gas rumah kaca, saat ini sudah semakin dekat dengan sasaran dari kegiatan SIMURP, yaitu petani itu sendiri. Kegiatan CSA pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman dalam hal ini padi, mengajarkan budidaya pertanian yang mampu tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi risiko terjadinya gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani khususnya yang berada di Daerah Irigasi Proyek SIMURP. Implementasi CSA juga wajib diterapkan oleh seluruh pengelola SIMURP baik di Pusat maupun di daerah secara baik dan terintegritas. Program ini merupakan upaya untuk mengendalikan hubungan timbal balik antara sumber daya alam dengan manusia dengan tujuan membina kelestarian ekosistem dan meningkatkan manfaat secara berkelanjutan seperti konsep dasar Climate Smart Agriculture (CSA) atau kegiatan pertanian cerdas iklim, pembuatan pupuk organik dan penerapan sarana produksi yang ramah lingkungan. Sehingga kegiatan CSA ini sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan agar produktivitas padi semakin meningkat, petani sejahtera dan tidak merusak lingkungan.
03 PRAKATA "Kecamatan Purwodadi menjadi salah satu pelaksana kegiatan CSA SIMURP di Kabupaten Purworejo pada tahun 2023. Sebanyak 24 kelompok tani menjadi sasaran penerima manfaat dari kegiatan ini. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purwodadi yang menjadi pusat pembelajaran bagi petani dan kelompok tani, berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam kegiatan usaha taninya. Kegiatan CSA SIMURP ini dapat menjadi stimulus bagi petani dalam beradaptasi pada kondisi iklim yang kurang menentu. Melalui berberbgai macam aplikasi teknologi yang dikenalkan pada kegiatan ini, seperti halnya sistem tanam jajar legowo, aplikasi bahan organik dan hayati, teknologi hemat air, serta tentunya pemilihan benih yang rendah akan emisi diharapkan mampu tetap menunjang keberhasilan petani dalam berusaha tani khususnya padi, di tengah kondisi iklim yang tidak menentu. Tidak hanya berfokus di sektor hulu saja, kegiatan CSA SIMURP ini juga memperhatikan di sektor hilirnya, dengan adanya pembinaan pada pengolahan industri rumah tangga melalui kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) serta pengembangan produk dan jejaring pasar melalui Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) khususnya di Kecamatan Purwodadi ini." Suyudiyono, S.ST. Koordinator BPP Kecamatan Purwodadi
04 Penggunaan Bahan Organik Selama ini petani cenderung menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus dalam jumlah yang tidak sedikit pula. Pemakaian pupuk anorganik yang relatif tinggi dan dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan, baik pada tanah maupun tanaman itu sendiri, sehingga hal tersebut akan menurunkan produktivitas lahan pertanian. Kondisi inilah yang menimbulkan pemikiran untuk kembali menggunakan bahan organik. Penggunaan bahan organik mampu menjaga keseimbangan pada lahan dan meningkatkan produktivitas lahan serta dapat mengurangi dampak lingkungan tanah. Pupuk organik pada dasarnya merupakan hasil dekomposisi dari bahan-bahan organik yang diurai (dirombak) oleh mikroba, yang mana hasil akhirnya dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk organik sangat penting artinya sebagai penyangga usinfatut fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga dapat meningkatkan efisiensi pupuk dan produktivitas lahan. Kotoran hewan adalah salah satu sumber nutrisi yang baik untuk menambah kesuburan dan kegemburan lahan pertanian. Untuk membuat kotoran hewan bisa dipakai dengan maksimal, maka kotoran hewan tersebut perlu diolah menjadi pupuk kompos terlebih dulu. Rata-rata para petani banyak yang mempunyai ternak sapi dan kotoran sapi masih banyak yang belum termanfaatkan. Pengolahan kotoran sapi yang memiliki kandungan N, P dan K tinggi sebagai pupuk kompos bisa memenuhi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan memperbaiki struktur tanah agar menjadi lebih baik.
05
06 Mengelola Sampah Organik dengan Ember Tumpuk Ember tumpuk merupakan alat pemroses pupuk yang dibuat dengan menyatukan 2 buah ember yang disusun bertingkat. Ember tumpuk digunakan untuk mengolah sampah dengan bantuan larva pada skala rumah tangga. Metode ember tumpuk menggunakan peralatan sederhana dan murah diperoleh. Teknologi ini sangat mudah diaplikasikan di rumah. Ember tumpuk mampu mengolah sampah organik menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. Sampah organik dimasukan, dianjurkan sampah buah yang terlebih dahulu dimasukan selama 2 minggu pertama, hingga setengah ember atau hampir penuh dan terdapat maggot, buah tidak perlu dipotong-potong atau dicuci. Ember ditutup kembali hingga rapat. Suasana panas dan lembab di dalam ember tersebut yang membuat mikrobia bawaan dari buah akan cepat berkembang. Aroma senyawa volatil yang dihasilkan akan keluar melalui lubang kecil disamping ember, mengundang induk lalat Hi (Hermetia illucens) untuk datang meletakkan telur. Telur akan menetas menjadi larva muda dalam beberapa jam dan bergerak masuk menuju material yang mulai terombak.
07 Mengelola Sampah Organik dengan Ember Tumpuk Setelah dua minggu tambahkan sampah organik lainnya seperti sisa sayur, makanan, limbah atau dedaunan, secara berkala ke dalam ember hingga penuh. Lindi yang dihasilkan dibiarkan saja di dalam ember bawah selama kurang lebih 45 hari. Setelah itu baru dapat diteruskan proses pematangan menjadi pupuk organik cair (POC). Proses pematangannya yaitu dengan cara membuka kran dan memasukan hasil lindi ke dalam botol bening, cukup separuh saja, dan tutup botol yang digunakan dikendorkan, kemudian dijemur di terik matahari sampai warna berubah menjadi hitam coklat dan aroma sudah tidak terlalu menyengat (kurang lebih selama 1 minggu). POC dapat disimpan dalam drum tanpa batas kadaluarsa untuk digunakan pada musim berikutnya.
08 Maksimalkan Pertanaman dengan Varietas Unggul Penggunaan benih varietas unggul oleh petani masih didominasi oleh varietas-varietas yang sudah dilepas lebih dari 5 (lima) tahun. Penggunaan varietas secara terus menerus tanpa adanya rotasi varietas mengakibatkan ketahanan varietas terhadap hama dan penyakit menjadi menurun. Ciherang dan IR64 seiring berkembangnya waktu sudah tidak tahan terhadap hama dan penyakit tanaman padi. Hal ini dikarenakan penanaman varietas yang secara terus menerus menyebabkan ketahanan terhadap hama penyakit menjadi menurun. Salah satu upaya peningkatan produksi padi dilakukan melalui penerapan teknologi budidaya yang optimal, penggunaan benih varietas unggul bersertifikat dan penggunaan pupuk seimbang. Peningkatan produksi yang dihasilkan melalui penggunaan VUB lebih cepat dirasakan petani, dan meningkatkan produksi lebih tinggi. VARIETAS UMUR GENJAH
VARIETAS TOLERAN KERING 09 VARIETAS RENDAH EMISI
Seleksi Benih untuk Memilih Benih Bermutu Benih yang ditanam seringkali memiliki daya tumbuh yang kurang baik atau tidak seragam. Padahal, benih yang digunakan tersebut sudah berlabel dan juga bersertifikat, namun setelah ditanam hasilnya tetap saja kurang memuaskan. Hal tersebut menunjukkan bahwa benih yang beredar di pasaran saat ini tidak semuanya mempunyai kualitas yang baik. Untuk meminimalisir hal tersebut, maka sebelum melakukan persemaian ataupun penanaman, alangkah baiknya untuk melakukan treatment benih atau perlakuan khusus untuk mendapatkan benih yang baik dan bernas saat ditanam. Salah satu bentuk treatment yang bisa dilakukan adalah dengan cara seleksi benih. Seleksi benih sangat perlu dilakukan untuk memisahkan benih padi yang baik dan kurang baik. Seleksi benih yang umum dilakukan oleh petani adalah dengan menggunakan larutan air garam. benih padi yang akan diseleksi dimasukkan ke dalam larutan air garam tersebut. Hasil akan menunjukkan bahwa benih padi yang bernas akan tenggelam di dalam larutan garam, tetapi untuk yang hampa akan mengapung. Jika ada benih yang terapung, maka sebaiknya segera dibuang, sementara benih yang tenggelam segera ditiriskan untuk kemudian dibilas dengan air mengalir agar kandungan air garamnya hilang. 10
11 Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo Teknologi budi daya jajar legowo, merupakan budidaya padi yang dapat meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanamnya sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan. Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Tanaman padi yang berada di pinggir akan memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman padi yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi, yang disebabkan karena tanaman yang dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir). Pada penerapannya, perlu diperhatikan tingkat kesuburan tanah pada areal yang akan ditanami. Jika tergolong subur, maka disarankan untuk menerapkan pola tanaman sisipan hanya pada baris pinggir kiri dan kanannya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kerebahan tanaman akibat serapan hara yang tinggi. Sedangkan pada areal yang kurang subur semua barisan disisipkan tanaman. Saat ini, sistem logowo sudah mulai banyak diadopsi oleh petani di Indonesia. Banyak petani yang sudah merasakan manfaat dan keuntungannya dengan menggunakan teknik tersebut. Dengan sistem tanam legowo, populasi tanaman dapat ditingkatkan yang pada gilirannya diperoleh peningkatan hasil gabah.
TEGEL JAJAR LEGOWO 2:1 12
13 Hemat Air di Sawah dengan Teknologi AWD Salah satu jenis irigasi yang diterapkan dalam teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) adalah irigasi berselang atau disebut Alternate Wetting ang Drying (AWD) atau Pengairan Basah Kering. Sistem pengairan AWD merupakan pengairan dengan penggenangan air terputus yang bertujuan untuk Untuk mengontrol atau menghemat penggunaan air dalam budidaya tanaman padi, karena perlu diingat padi merupakan tanaman yang memerlukan air, tetapi bukan tanaman air. Langkah pembuatan pipa AWD adalah dengan menyiapkan pipa sepanjang 40 cm dengan diameter 15 cm, membuat lubang kecil-kecil setinggi 20 cm pada pipa, pipa yang sudah diberi lubang ditanam pada petakan sawah dan diatas permukaan tanah setinggi 20 cm. Teknologi ini merupakan salah satu teknologi untuk menghemat penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas tanaman padi. Prinsip AWD adalah melakukan pemantauan kedalaman air di bawah permukaan tanah menggunakan alat bantu berupa pipa. Setelah sawah digenangi, maka di hari berikutnya akan terjadi penurunan kedalaman air secara bertahap. Jika didalam pipa terdapat air dengan kedalaman kurang dari 15 cm dari permukaan tanah maka belum perlu dilakukan penggenangan, Namun jika kedalaman air di dalam pipa telah mencapai 15 cm di bawah permukaan tanah, maka tanah barulah diperlukan penggenangan sawah tersebut sampai ketinggian 5 cm
14 Pemupukan Berimbang dengan Penggunaan PUTS mengalami kekurangan maupun kelebihan asupan unsur hara. Keadaan kekurangan maupun kelebihan unsur hara ini tentunya akan berdampak yang kurang bagus bagi pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Penetapan dosis pupuk didasarkan pada konsep pemupukan berimbang, dimana pupuk yang ditambahkan harus sesuai dengan kesuburan tanah dan kebutuhan hara tanaman. Penerapan pemupukan berimbang membutuhkan data analisa tanah terkait kandungan hara N-P-K dan kondisi pH tanah berdasarkan pengujian dengan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Pengujian tanah menggunakan PUTS ini sangan direkomendasikan untuk mengetahui berapa banyak jumlah pupuk yang harus diberikan pada musim selamjutnya. Waktu yang tepat untuk melakukan pengujian ini adalah setelah panen dan sebelum dilakukannya pengolahan tanah untuk musim sebelumnya, karena pada rentang waktu itu kondisi tanah bebas dari perlakuan. Sampel tanah yang diambil minimal mulai kedalaman 20 cm dari permukaan tanah. Dengan adanya PUTS ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam peningkatan efisiensi pemupukan dalam usahatani lahan sawah. Pemupukan berimbang adalah salah satu teknologi yang diharapkan bisa diterapkan oleh petani dalam berbudidaya tanaman. Dengan diterapkannya pemupukan secara berimbang maka tanaman tidak akan
15 Pengendalian OPT dengan Agen Hayati Beauveria bassiana adalah salah satu jamur entomopatogen yang dapat digunakan untuk pengendalian hama pada tanaman padi. Selain dapat digunakan untuk pengendalian hama pada tanaman pangan khususnya padi, Beauveria bassiana juga dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada beberapa tanaman atau komoditas lain seperti tanaman sayur-sayuran, maupun tanaman perkebunan seperti kopi atau kakao. Dalam mengendalikan hama terutama golongan serangga, Beauveria bassiana menginfeksi tubuh serangga dimulai dengan kontak inang, masuk ke dalam tubuh inang, reproduksi di dalam satu atau lebih jaringan inang, kemudian kontak dan menginfeksi inang baru. Setelah beberapa hari kemudian seluruh permukaan tubuh serangga yang terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur yang berwarna putih. Keunggulan penggunaan agen hayati dalam hal ini Beauveria bassiana dibandingkan dengan penggunaan insektisida kimia adalah tetap terjaganya keseimbangan ekosistem seperti populasi musuh alami hama wereng dan walang sangit yang tidak ikut mati seperti dalam penyemprotan pestisida kimia. Bahan pembuatan agen hayati Beauveria bassiana adalah rendaman air kentang, air matang, gula pasir, dan isolat jamur Beauveria bassiana. Cara pembuatannya adalah dengan merebus kentang kemudian diambil airnya, ditambahkan gula pasir dan direbus kembali, lalu setelah dingin dimasukkan ke galon dan ditambahkan isolat Beauveria bassiana dimasukkan ke dalam galon. Selanjutnya inkubasi dilakukan selama 14 hari baru kemudian cendawan beauveria bassiana dapat diaplikasikan.
16 Pemanfaatan Bahan Nabati sebagai Pengendali OPT Cepat terurai / terdegradasi oleh sinar matahari, Memiliki pengaruh yang cepat, yaitu menghentikan nafsu makan serangga walaupun jarang menyebabkan kematian, Daya racun/Toksisitasnya umumnya rendah thd hewan dan relatif lebih aman pada manusia dan lingkungan, Memiliki spectrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif, Dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida kimia, Phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman, serta Murah dan mudah dibuat oleh petani Pengendalian umumnya menggunakan pestisida kimia karena hasilnya cepat terlihat dan praktis (bahan tersedia di pasar). Berbagai jenis tanaman diketahui mempunyai potensi sebagai bahan baku pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan yang digunakan untuk memberantas organisme pengganggu tumbuhan berupa hama dan penyakit tumbuhan maupun tumbuhan pengganggu (gulma). Pestisida nabati merupakan hasil ekstraksi bagian tertentu dari tumbuhan baik dari daun, buah, biji atau akar. Biasanya bagian tumbuhan tersebut mengandung senyawa atau metabolit sekunder dan memiliki sifat racun terhadap hama dan penyakit tertentu. Kelebihan pestisida nabati : Adapun kriteria tumbuhan yang dapat menjadi sumber dari pestisida nabati adalah bahan tersebut mengandung racun (bahan aktif), berbau menyengat, dan mempunyai rasa yang ekstrem/tidak enak.
17 Pemanfaatan Kalender Tanam KATAM (Kalender Tanam) adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi tentang prediksi iklim, estimasi waktu dan potensi luas tanam, potensi kerusakan akibat banjir, kekeringan dan OPT, rekomendasi varietas, rekomendasi pemupukan, neraca alsintan, dan potensi pakan ternak, serta sistem pemantauannya, berdasarkan kondisi prediksi iklim dan tipologi lahan, hingga ke level kecamatan. Pengembangan Kalender tanam terpadu menjadi sebuah kebutuhan, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan dapat mengurangi kerugian panen akibat kekeringan dan banjir. Tidak hanya itu sebuah informasi yang terangkum dalam satu data base menjadi sebuah kebutuhan untuk mendapatkan berbagai informasi dalam waktu cepat. Kalender tanam ini memberikan informasi yang lengkap bagi petani. Panduan operasional tersebut ditetapkan pada level masyarakat dan kecamatan. Katam diperlukan sebagai rujukan yang dapat memandu penyuluh dan petani dalam memulai tanam.
2023 BPP KECAMATAN PURWODADI