E-MODUL PEMBELAJARAN SMA
Biologi
Metabolisme
DIVI SELUI LORENZA ANINDI XII
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas limpahan rahmat-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan Elektronik Modul
Biologi untuk peserta didik kelas XII Sekolah
Menengah Atas (SMA). E-modul ini disusun
berdasarkan Standar Isi pada kurikulum 2013
yang terintegrasikan dengan pembelajaran
hybrid. E-Modul ini didilengkapi dengan
animasi 3D yang akan membantu siswa/i
untuk memahami materi Metabolisme.
Komponen lain dalam e-modul dilengkapi
dengan latihan soal dan praktikum untuk
menguji pemahaman peserta didik terkait
materi Metabolisme.
Penulis menyadari masih banyak
kekurangan dalam menyusun e-modul ini
sehingga sangat mengharapkan kritik dan
saran sebagai perbaikan serta kesempurnaan
bahan ajar. Penulis mengucapkan terimakasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu
proses penyelesaian e-modul ini. Harapannya
e-modul ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca khusunya, peserta didik kelas XII.
Yogyakarta, 2 Juni 2022
Penulis
Halaman ii
Daftar Isi
HALAMAN SAMPUL............................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................ ii
DAFTAR ISI.............................................................................. iii
KOMPETENSI INTI dan KOMPETENSI DASAR................ iv
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI........................ iv
PENGENALAN IKON E-MODUL........................................... v
PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODUL.............................. vi
FAKTA UNIK........................................................................... 1
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1........................................... 2
1.METABOLISME................................................................. 2
2.ENZIM................................................................................. 3
a. Struktur Enzim........................................................... 3
b. Cara Kerja Enzim........................................................ 4
c. Sifat-Sifat Enzim......................................................... 5
d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Kerja Enzim.................................................................. 5
RANGKUMAN......................................................................... 8
TUGAS...................................................................................... 9
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2...........................................10
KATABOLISME....................................................................... 11
1. RESPIRASI AEROB......................................................... 12
a. Glikolisis...................................................................... 13
b. Pembentukan Asetil KoA....................................... 14
c. Siklus Krebs................................................................ 14
d. Transpor Elektron..................................................... 15
2. RESPIRASI ANAEROB................................................... 16
a. Fermentasi Alkohol................................................. 17
b. Fermentasi Asam Laktat........................................ 18
RANGKUMAN......................................................................... 19
TUGAS...................................................................................... 20
Halaman iii
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3........................................... 22
ANABOLISME......................................................................... 22
1.Fotosintesis...................................................................... 22
a. Tempat Berlangsungnya Fotosintesis.................. 23
b. Tahap-Tahap Fotosintesis....................................... 24
c. Jenis Tumbuhan C3, C4, dan CAM.......................... 26
d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Fotosintesis................................................................. 28
2. Kemosintesis.................................................................. 29
RANGKUMAN......................................................................... 31
TUGAS...................................................................................... 32
DAFTAR PISTAKA................................................................. 34
Halaman iv
Kompetensi Inti &
Kompetensi Dasar
KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan Mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
3. Memahami, menerapkan, manganalisis pengetahuan factual,
konseptual, procedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
yangdipelajari disekolah secara mandiri serta bertindak secara
efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.
5. Mengolah, menalar, menyaji,dan mencipta dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak
secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR
3.2 Menjelaskan proses metabolisme sebagai reaksi enzimatis
dalam makhluk hidup.
4.3 Menyusun laporan hasil percobaan tentang mekanisme kerja
enzim, fotosintesis, dan respirasi anaerob.
Halaman v
Indikator Pencapaian
Kompentensi
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
3.2.1 Menjelaskan prinsip dasar enzim pada Metabolisme
3.2.2 Menjelaskan struktur enzim pada Metabolisme
3.2.3 Menguraikan sifat-sifat enzim pada Metabolisme
3.2.4 Membedakan cara kerja enzim pada proses Metabolisme
3.2.5 Menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim
4.2.1 Melakukan percobaan tentang uji enzim katalase pada ekstrak hati ayam
4.2.2 Menyusun laporan hasil pengamatan dan percobaan tentang mekanisme
kerja enzim pada ekstrak hati ayam
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
3.2.6 Menjelaskan proses Katabolisme pada respirasi aerob dan anaerob
meliputi bahan, proses, hasil, dan tempat berlangsungnya
3.2.7 Membedakan proses Katabolisme pada respirasi aerob dan anaerob
meliputi bahan, proses, hasil, dan tempat berlangsungnya
4.2.3 Melaksanakan percobaan respirasi anaerob dalam kegiatan praktikum
pembuatan tapai
4.2.4 Menyajikan hasil laporan percobaan respirasi anaerob dalam kegiatan
praktikum pembuatan tapai
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
3.2.8Menjelaskan proses Anabolisme pada fotosintesis meliputi bahan, proses,
hasil, dan tempat berlangsungnya
3.2.9Membedakan proses Anabolisme pada kemosintesis meliputi bahan, proses,
hasil, dan tempat berlangsungnya
4.2.5 Melaksanakan percobaan fotosintesis dalam kegiatan Ingenhouse
4.2.6 Menyajikan hasil laporan percobaan fotosintesis dalam kegiatan
Ingenhouse
Halaman vi
Pelajari Ikon-Ikon
dibawah ini Yuk!
Daftar Isi Memahami Isi Materi Soal Pemahaman aMpemalbaeninlajcualtakptaaihni aKmnKasMtoearil
Tugas Harian Mencatat Kesulitan Fakta Unik Bionews
Materi
Rekaman Suara Praktikum Rangkuman
Sederhana
1
Halaman vii
Petunjuk
Penggunaan E-Modul
1
Pelajari daftar isi
dengan cermat
7 CkaotdnaittsleuamlhtaukGsieiukksreauumnlitukadenipayanadnag 2
Pelajari dan
Pahami isi materi
6 3
Jawablah latihan
Apabila terdapat soal dengan tepat
penugasan, kerjakan
tugas tersebut
4 dAmiplaeannbjcuislaatekpljaaaanniwKjakuKbetnMakyn,eadgsauiapdtaaathn
Halaman viii
Peta Konsep
METABOLISME
Melibatkan Terdiri Atas
Enzim Katabolisme Anabolisme
Struktur
Meliputi
Cara Kerja Terbagi Menjadi
Sifat-Sifat Terbagi Menjadi
Faktor-Faktor Respirasi Aerob Fotosintesis
Respirasi Anaerob Kemosintesis
Halaman ix
FAKTA UNIK
KOMPAS.com - Sudah rajin berolahraga demi menurunkan berat badan, tapi yang terjadi
timbangan malah makin berat?
Olahraga memang dianggap sebagai salah satu cara efektif untuk menurunkan berat
badan. Namun ternyata, rutinitas berolahraga yang dibarengi dengan hasil timbangan yang
malah menjadi semakin berat merupakan suatu hal yang normal. Sehingga, para ahli
mengingatkan kita untuk tidak terlalu sering menimbang berat badan karena dapat memberikan
dampak negatif dan kerap menjadi beban pikiran.
Ahli Endrokrinologi, Kathleen Wyne mengatakan, kenaikan berat badan ketika sudah rutin
berolahraga dapat disebabkan oleh banyak faktor. Misalnya asupan garam pada konsumsi
makanan sehari-hari, jumlah makanan. Beberapa jenis olahraga tertentu juga dapat
membangun massa otot. Pembentukan massa otot ini pada awalnya juga terlihat seperti terjadi
penambahan berat badan. Meski begitu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semakin banyak
massa otot yang dibentuk, maka semakin cepat pula tubuh melakukan proses metabolisme.
Proses metabolisme dapat membantu dalam proses pembakaran kalori dan lemak berlebih
di tubuh untuk menjadikannya energi. Di samping itu, berat badan seseorang juga berasal dari
kombinasi massa tulang, lemak, darah, otak, saluran saraf, otot bahkan kapasitas udara di paru-
paru. "Ketika rutin olahraga, presentase massa di masing-masing kategori tersebut berubah
sebanyak 15 persen." Demikian kata Jeffrey A. Dolgan, Ahli Fisiologi latihan klinis di Canyon
Ranch, Miami Beach, Florida, AS. Kondisi tersebut memang terasa membuat tubuh semakin
berat, namun sifatnya sementara. Dengan penjelasan itu, para ahli menyarankan jangan lantas
berhenti olahraga ketika mengalami situasi ini. Terlepas dari kenaikan berat badan yang
dialami, sebenarnya rutin berolahraga memiliki lebih banyak manfaat yang positif bagi
kesehatan tubuh.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rutin Olahraga tapi Badan Malah Makin
Berat? Mungkin Ini Penyebabnya", Klik untuk baca:
https://lifestyle.kompas.com/read/2022/03/15/190000320/rutin-olahraga-tapi-badan-malah-
makin-berat-mungkin-ini-penyebabnya?page=all.
Penulis : Dinno Baskoro
Editor : Glori K. Wadrianto
Halaman 1
METABEONLZIISMME DAN
1. METABOLISME
Apakah tubuh Anda sering merasakan lelah? Atau Anda sering
melewatkan makan siang sehingga tubuh menjadi lemas? kemudian saat
Anda makan menjadi bersemangat dan memiliki banyak energi? Perlu
Anda ketahui bahwa peristiwa tersebut adalah metabolisme yang terjadi
di dalam tubuh kita.
Jadi apakah metabolisme itu? Metabolisme merupakan serangkaian
peristiwa reaksi-reaksi kimia yang berlansung dalam sel mahkhluk hidup
agar tetap hidup. Reaksi-reaksi tersebut berupa pengambilan dan
sintesis atau pemecahan molekul dari biomolekul nutrisi (protein,
karbohidrat, dan lemak) yang menghasilkan energi berupa molekul
Adenosine Trifosfat (ATP). Metabolisme dapat dibagi menjadi dua, yaitu
pembongkaran atau katabolisme dan penyusunan atau anabolisme.
BIONEWS Gambar 1.1 Molekul ATP
sumber : quora.com
Adenosine trifosfat (ATP) adalah
molekul berenergi tinggi yang
dapat digunakan mekhluk hidup
sebagai energi. ATP tersusun
dari adenosine (basa adenin dan
gula ribosa) dan tiga gugus
fosfat. ATP bersifat labil karena
mudah melapaskan gugus fosfat
ketika mengalami hidrolisis
sehingga berubah menjadi ADP
(adenosine disfosfat).
Ambilah 1 sampai 2 sendok makan Peristiwa apa yang terjadi di dalam
nasi kemudian kunyah dan rasakan mulut? Lalu rasa apa yang timbul pada
nasi tersebut selama 2 menit! lidah Anda? Mengapa peristiwa
tersebut dapat terjadi? Apa yang
membuat
Halaman 2
2. ENZIM Manis
Pada kegiatan praktikum sederhana yang telah Anda lakukan dapat
disimpulkan bahwa peristiwa tersebut hasil dari kerja enzim yang
ada di mulut, yaitu enzim amilase atau ptialin. Enzim tersebut
bekerja dengan cara memecah karbohidrat berupa amilium yang
terdapat di nasi menjadi gula atau glukosa sehingga menimbulkan
rasa manis di mulut.
Jadi apakah yang dimaksud dengan enzim? Sebagaian besar
enzim tersusun atas protein yang berfungsi untuk mempercepat laju
reaksi kimia. Oleh karena itu, enzim adalah katalis organik yang
berarti saat terjadi reaksi-reaksi kimia molekul-molekul enzim tidak
mengalami perubahan. Tanpa enzim, resksi-reaksi kimia di dalam sel
tubuh makhluk hidup akan berjalan sangat lambat.
Gambar 1.2 Struktur Enzim
sumber : Hisham.id
Keseluruhan enzim dinamakan dengan Holoenzim. Komponen utama
enzim, yaitu :
1.Gugus protein disebut apoenzim, yaitu bagian enzim yang tersusun
atas molekul protein
2.Gugus non protein, yaitu bagian enzim yang tersusun atas senyawa
non protein
Enzim terdiri atas sisi akif yang berfungsi sebagai tempat
menempelnya substrat. Substrat akan menempel pada sisi aktif enzim
sehingga dapat menghasilkan produk baru. Gugus non protein atau
gugus prostetik dibedakan menjadi kofaktor dan koezim. Kofaktor
tersusun atas zat organik berupa logam seperti Cu, Fe, Mn, Zn, Ca, K,
dan Co. Koenzim tersusun atas senyawa organik non protein seperti
NAD, NADP, dan Koenzim A
Halaman 3
1. Teori gembok dan anak kunci (Theory Lock and Key)
Gambar 1.3 Teori Gembok dan Kunci Teori ini menggambarkan cara kerja
sumber : Les Cekrisna enzim seperti gembok dan anak kunci.
Ibaratkan saja terdapat anak kunci
(substrat) yang memiliki ukuran sama
dengan lubang gembok (sisi aktif enzim)
yang dapat menghasilkan produk.
Apabila anak kunci lebih kecil, lebih
besar, atau tidak memiliki kesamaan
bentuk substrat (anak kunci) maka tidak
dapat masuk pada enzim (gembok). Hal
ini yang membuat enzim memiliki sifat
spesifik.
1. Teori gembok dan anak kunci (Theory Lock and Key)
Teori ini menggambarkan bahwa setiap
molekul substrat memiliki permukaan
yang hampir sesuai dengan permukaan
sisi aktif enzim. Oleh karena itu, bentuk
sisi aktif substrat dapat berubah pada
saat molekul (menyesuaikan dengan
bentuk substrat. Hal ini yang membuat
enzim bersifat fleksibel sehingga
permukaan molekul substrat akan seduai
denga sisi aktif enzim.
Gambar 1.3 Teori Gembok dan Kunci
sumber : Les Cekrisna
Halaman 4
1.
Biokatalisator 3. Spesifik
Enzim hanya mengubah Enzim bekerja secara
kecepatan reaksi dengan spesifik, artinya enzim hanya
meningkatkan laju suatu mempengaruhu substrat
reaksi dan tidak merubah tertentu agar dapat
produk akhir. menghasilkan produk.
2. Protein 4. Bekerja
bolak-balik
Enzim adalah protein
sehingga memiliki sifat Enzim diperlukan dalam
seperti protein. Apabila pH
yang terlalu asam atau basa jumlah sedikit dan enzim
maka enzim akan kehilangan
aktivitasnya. bekerja secara bolak-balik.
Hal ini berarti enzim adalah
katalisator yang dapat
digunakan kembali oleh
substrat lain untuk
menghasilkan produk.
1 Suhu
Grafik disamping menunjukkan aktivitas Gambar 1.5 Pengaruh suhu
enzim akan meningkat seiring dengan terhadap laju enzim
meningkatnya suhu hingga mencapai
optimum. Suhu optimum merupakan suhu sumber : roboguru.ruangguru.com
dimana enzim dapat bekerja secara maksimal.
Semakin jauh di atas suhu optimum, enzim
akan mengalami kerusakan atau denaturasi.
Enzim memiliki suhu optimum yang berbeda-
beda. Enzim selulase memiliki suhu optimal
20°C - 50°C sehingga dapat bekerja dengan
maksimal.
Halaman 5
2 pH
Grafik disamping menunjukkan sedikit Gambar 1.6 Pengaruh pH
perubahan pada pH medium dapat terhadap laju enzim
mempengaruhi laju reaksi enzim yang
dikatalisis. Enzim dapat bekerja maksimal sumber : roboguru.ruangguru.com
pada pH optimum. pH optimum merupakan
pH di mana enzim menyebabkan laju reaksi
yang maksimal. Sama seperti suhu, pada
masing-masing pH memiliki perbedaan angka
optimum sehingga mampu mempercepat laju
reaksi kimia dengan sempurna.
3 Konsenstrasi Substrat & Enzim
Grafik disamping menunjukkan konsentrasi
atau jumlah enzim dan substrat harus
seimbang. Apabila enzim sedikit tetapi
substrat lebih banyak maka reaksi berjalan
lambat atau tidak terkatalisasi
Gambar 1.7 Reaksi enzim dan
substrat
sumber : pak.pandani.web.id
4 Aktivator (Zat-Zat Pengaktif)
Aktivator atau zat-zat pengaktif memiliki
fungsi untuk mempercepat reaksi-reaksi pada
enzim meliputi garamgaram, logam alkali
yang encer (2% - 5%), Ca, Mg, Mn, dan Cl.
5 Inhibitor
Inhibitor atau zat-zat penghambat merupakan senyawa kimia yang
menghambat enzim. Makin banyak jumlah inhibitor, makin lambat laju reaksi
yang dikatalisis oleh suatu enzim. Contoh : air raksa (Hg), senyawa yodium
asetat, fluorida, sianida, dan karbon monoksida. Inhibitor dapat bersifat
reversible (dapat balik) dan irreversible (tidak dapat kembali seperti semula).
Berikut merupakan jenis-jenis zat penghambat kerja enzim :
1.Inhibitor Reversible
Inhibitor Reversible merupakan penghambatannya yang dapat
kembali seperti semula. Inhibitor reversible dibedakan menjadi
inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif.
Halaman 6
Inhibitor kompetitif ini bersaing dengan substrat untuk berikatan
dengan sisi aktif enzim. Penghambatannya dapat diatasi dengan
menambahkan konsentrasi substrat.
Gambar 1.8 Inhibitor kompetitif
sumber : rumushitung.com
Inhibitor nonkompetitif sebagian berupa senyawa kimia yang tidak
mirip dengan substrat dan berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim.
Hal ini dapat merubah bentuk enzim sehingga sisi aktif tidak sesuai
dengan substratnya.
Gambar 1.9 Inhibitor nonkompetitif
sumber : masarul.com
2. Inhibitor Ireversible
Inihibitor ireversible ni berkaitan dengan sisi aktif enzim secara
kuat sehingga tidak dapat terlepas. Oleh karena itu, enzim menjadi
tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula (Irreversible).
Halaman 7
Rangkuman
1.Metabolisme merupakan serangkaian
peristiwa reaksi-reaksi kimia yang
berlansung dalam sel mahkhluk hidup
agar tetap hidup.
2.ATP tersusun dari adenosine (basa
adenin dan gula ribosa) dan tiga gugus
fosfat sebagai molekul berenergi tinggi
yang dapat digunakan mekhluk hidup
sebagai energi.
3.Enzim tersusun atas protein yang
berfungsi untuk mempercepat laju
reaksi kimia (katalisator).
4.Komponen utama enzim, yaitu berupa
protein disebut apoenzim sedangkan
komponen enzim yang bukan protein
dinamakan kofaktor.
5.Sifat-sifat enzim, yaitu berupa protein,
biokatalisator, tidak menentukan arah
reaksi, spesifik, bekerja secara bolak
balik, dan diutuhkan dalam jumlah
sedikit.
6.Enzim bekerja dengan cara saling
mengikat substrat, ada 2 teori yang
menjelaskan, yaitu Teori Gembok dan
Anak Kunci (Theory Lock and Key) dan
Teori Cocok Terinduksi (Induced Fit
Theory).
Halaman 8
TUGAS
Halaman 9
LKPD
Latihan SOal
Praktikum
Mandiri
Pembelajaran tidak didapat dengan
kebetulan. Ia harus dicari dengan
semangat dan disimak dengan tekun.
- Abigail Adams -
Halaman 10
KATABOLISME
TAUKAH KAMU?
Gambar 2.1 Sistem Pencernaan Manusia Apakah Anda masih ingat dengan
sumber : canva.com materi Bab Sistem Perncernaan di
kelas XI? Yap, Pada bab ini telah
menjelaskan bahwa sebelum diserap
oleh usus halus, makanan yang kita
konsumsi harus dipecah atau
dirombak menjadi molekul-molekul
yang sederhana sehingga mampu
menghasilkan energi.
Peristiwa ini terjadi pada makanan
yang mengandung karbohidrat harus
dipecah menjadi molekul-molekul
glukosa, makanan yang mengandung
protein dipecah menjadi molekul-
molekul asam amino, dan makanan
yang mengandung lemak dipecah
menjadi asam lemak. Oleh karena itu
pada materi ini akan mempelajari
proses pemecahan atau katabolisme
karbohidrat, protein, dan lemak.
KATABOLISME
Katabolisme atau desmilasi adalah
proses pembongkaran, penguraian atau
pemecahan molekul atau senyawa
kompleks menjadi sederhana bersama
reaksi-reaksi kimia dengan bantuan
enzim. Proses katabolisme ini akan
menghasilkan dan melepaskan energi
berupa ATP (adenosine triphosphate).
Gambar 2.2 Sumber Energi Makanan
sumber : canva.com
Halaman 11
Katabolisme Karbohidrat
Sebagaian besar, manusia mengkonsumsi
makanan yang terdiri atas karbohidrat seperti
nasi, roti, kentang, dan sumber karbohidrat
lainnya. Hal ini karena karbohidrat adalah salah
satu sumber energi utama bagi tubuh. Makanan
yang kita konsumsi berupa karbohidrat akan
mengalami proses penceraan yang dibantu
enzim-enzim pencernaan. Hasil pencernaan
karbohidrat (polisakarida) adalah monosakarida.
Selanjutnya, dimetabolisme untuk digunakan
oleh sel-sel tubuh sehingga dapat melakukan
aktivitas. Proses pemecahan karbohidrat
tersebut dapat kita lihat pada respirasi aerob Gambar 2.3 SumberKarbohidrat
dan respirasi anaerob. sumber : canva.com
BIONEWS Sumber karbohidrat utama pada makanan
adalah amilum atau pati, yaitu suatu polisakarida
Gambar 2.4 Reaksi Kimia yang dibuat oleh tumbuhan dengan cara
sumber : canva.com fotosintesis. Pada tubuh manusia dan hewan juga
memiliki cadangan karbohidrat yang disimpan di
hati dan otot dalam bentuk glikogen. Adapun
fungsi karbohidrat selain sebagai sumber energi,
yaitu memenuhi fisiologis sel-sel tubuh, sintesis
asam lemak, sintesis senyawa alfa ketoglutarat,
dan melindungi sel darah merah dari radikal
bebas.
1.Respirasi Aerob
Respirasi aerob merupakan respirasi yang membutuhkan Oksigen (O2)
bebas yang berasal dari udara sehingga dapat menghasilkan energi.
Respirasi aerob tentunya berlangsung pada respirasi sel yang dilakukan
oleh mitokondria sehingga dapat menghasilkan energi. Selain
menghasilkan energi, respirasi aerob juga melepaskan energi. Energi yang
kita dapatkan juga berasal dari hasil metabolisme tumbuhan. Respirasi
aerob dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif
atau pembentukan asetil koenzim A, siklus Krebs atau siklus asam sitrat,
dan transport electron.
Halaman 12
Glikolisis merupakan peristiwa penguraian glukosa (suatu senyawa kimia
dengan 6 atom karbon) menjadi 2 asam piruvat (suatu senyawa dengan 3
atom karbon). Glikolisis terjadi di dalam sitoplasma sel dengan 10 tahapan.
Perhatikan gambar 2.5 Siklus Glikolisis.
Gambar 2.5 Siklus Glikolisi
sumber : biologiedukasi.com
Pada 1 molekul glukosa dari proses glikolisis, yaitu 2 molekul asam piruvat, 2
molekul NADH sebagai sumber elektron berenergi tinggi, dan 2 molekul ATP.
Perhatikan tayangan video dibawah ini!
Halaman 13
Molekul-molekul piruvat yang terbentuk pada tahapan glikolisis
terjadi di mitokondria diubah menjadi asetil Koenzim A (asetil KoA).
Asam piruvat ini akan mengalami dekarboksilasi oksidatif. Pertama,
gugus karboksil dilepaskan sebagai karbon dioksida (CO2) ke luar sel.
Terdapat dua karbon yang tersisa kemudian dioksidasi. Hydrogen
yang dilepaskan dari hasil oksidasi kemudian diterima oleh NAD+.
Maka dari itu, oksidasi dua gugus karbon adalah gugus asetil yang
melekat pada gugus sulfidril koenzim A (KoA-SH) sehingga
membentuk asetil koenzim A. Hasil akhir pembentukan asetil koenzim A,
yaitu Asetil KoA dan 2 molekul NADH.
Gambar 2.6 Pembentukan Asetil KoA
sumber : robi-biologi.blogspot.com
Gambar 2.7 Siklus Krebs Siklus asam sitrat atau siklus asam
sumber : twitter.com trikarboksilat dapat disebut dengan
siklus krebs yang berlangsung di
matriks mitokondria. Siklus krebs
ditemukan pada tahun 1937 oleh Sir
Hans Krebs. Siklus krebs merupakan
tahap ketiga dalam respirasi aerob
yang memiliki tiga fungsi, yakni
menghasilkan NADH, FADH2 dan ATP
serta membentuk kembali oksaloasetat
sehingga siklus dapat berkelanjutan.
Pada tahap ini dihasilkan 2 ATP dimana
satu molekul Asetil Ko-A menghasilkan 1
ATP.
Halaman 14
Transpor elektron adalah tahap paling akhir dalam respirasi sel
yang berlangsung di dalam membran mitokondria. Transpor elektron
adalah serangkaian peristiwa sebagai pemindahan elektron dan ion
hydrogen (H+). Bahan dari transpor elektron adalah 10 NADH dan 2 FADH
sehingga masing-masing NADH menghasilkan 3 ATP dan 1 FADH
menghasilkan 2 ATP. Oleh karena itu, total ATP yang dihasilkan adalah 34
ATP.
Gambar 2.8 Transpor Elektron
sumber : theory.labster.com
Halaman 15
Pro
ses Akse
ptor AT
P
GPilrikuovlaitsis =
> 2 Asam 2 NADH
2 ATP
2 ATP
22SAisAkeAlstuesisaltiKmKlorKeAoPb
A+isr2=u>CvO4aCt2O=2> 2 NADH
N2+ER10l2aAFenHNAkDt2DtA+arOHDi+oT21Hnr0+a+H
On5s202fO2e=>r=>FA10D 6 NADH
30 ATP
4 ATP
1.Respirasi Anaerob
Respirasi Anaerob merupakan peristiwa respirasi yang tidak
menggunakan O2 dalam menghasilkan energi. Respirasi Anaerob sering
disebut juga dengan fermentasi. Respirasi Anaerob menggunakan Substrat
berupa glukosa. Pada fermentasi, glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam
piruvat, 2 NADH, dan terbentuk 2 ATP. Tetapi, fermentasi tidak bereaksi
secara sempurna memecah glukosa menjadi karbondioksida dan air, serta
ATP yang dihasilkan pun tidak sebesar ATP yang dihasilkan dari glikolisis.
Fermentasi dibedakan menjadi 2, yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi
asam laktat
Halaman 16
a. Fermentasi Alkohol
Pastinya Anda tidak asing dengan
makanan pada gambar disamping. Makanan
tersebut adalah tapai singkong yang salah
satu proses pengolahan dengan cara
fermentasi alkohol yang dilakukan oleh ragi
atau khamir, misalnya (Saccharomyces).
Khamir bersifat anaerob fakultatif, artinya
hidup secara aerob tetapi dapat hidup atau
tumbuh secara anaerob jika tidak ada
Oksigen (O2) bebas.
Gasummbbaer r2:.9poTpampaaimsian.gckoomng
1. PLeafmleubrbmeanegtnuatkiamasniaGtnelairsjpearrdooisl?es
Gambar 1.10 Fermentasi Alkohol
sumber : gurupendidikan.com
Berikut merupakan proses fermentasi alkohol :
1.Proses fermentasi alkohol berlangsung dalam kondisi anaerob
sehingga asam piruvat yang terbentuk pada akhir glikolisis tidak
berubah menjadi asetil koenzim A.
2.Asam pirufat akan mengalami dekarboksilasi menjadi asetaldehid
yang dikatalis oleh enzim piruvat dehidrogenase dengan melepas
CO2.
3.Asetaldehid mengalami reduksi menjadi alkohol dengan bantuan
enzim dehidrogenase.
Selama proses fotosintesis alkohol hanya menghasilkan 2 ATP. Hal ini
karena NADH + H+ tidak masuk ke mitokondria untuk fosforilasi oksidatif.
Halaman 17
b. Fermentasi Asam Laktat
Siapa sih yang tidak suka
mengkonsumsi minuman Yoghurt?
minuman ini sangat digemari oleh
para masyarakat diberbagai
kalangan lo, selain rasanya yang
enak, tentunya dapat menjaga
keseimbangan jumlah bakteri baik di
dalam saluran pencernaan sehingga
mampu mempelancar sistem
pencernaan tubuh kita. Yoghurt
merupakan salah satu hasil dari
fermentasi asam laktat yang
termasuk bakteri Lactobacillaceae,
yakni Lactobacillus bulgaricus dan
Lactobacillus casei. Proses
Gambar 2.11 Fermentasi asam laktat fermentasi asam laktat, asam piruvat
sumber : diamondfair.co.id tidak diubah menjadi asetil KoA
untuk diteruskan ke siklus Krebs,
tetapi diubah menjadi asam laktat, Berikut merupakan proses
perubahannya :
Gambar 2.12 Fermentasi asam laktat
sumber : diamondfair.co.id
Fermentasi Asam Laktat juga dapat terjadi dalam sel-sel otot. Hal ini
saat tubuh bekerja keras maka sel-sel otot mengalami kekurangan pasokan
O2 sehingga mengalami anaerob. Kondisi ini, sel-sel otot melakukan
fermentasi asm laktat untuk membentuk ATP.
Fermentasi Asam Laktat dihasilkan 2 ATP setiap molekul glukosa. Hal ini
karena NADH + H dari proses glikolisis digunakan untuk mereduksi asam
piruvat menjadi asam laktat.
Halaman 18
Rangkuman
1.Katabolisme atau desmilasi adalah
proses pembongkaran, penguraian atau
pemecahan molekul atau senyawa
kompleks menjadi sederhana bersama
reaksi-reaksi kimia dengan bantuan
enzim.
2.Katabolisme dibagi menjadi dua, yaitu :
3.Respirasi Aerob yang membutuhkan
oksigen dari udara untuk menghasilkan
energi. Respirasi aerob dibagi menjadi
empat tahap, yaitu glikolisis,
dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs,
transport elektron.
4.Respirasi Anaerob atau fermentasi
adalah yang tidak menggunakan O2
dalam menghasilkan energi. Respirasi
anaerob dibedakan menjadi dua, yaitu
fermentasi asam laktat dan fermentasi
alkohol.
5.Proses katabolisme pada respirasi
aerob menghasilkan energi sebanyak 38
ATP dan respirasi anaerob
menghasilkan energi sebanyak 2 ATP.
Halaman 19
TUGAS
Halaman 20
LKPD
Latihan SOal
Praktikum
Mandiri
Mempunyai ketetapan, tidak
tergoyahkan, berisi dengan berilmu
pengetahuan, hingga yakin dengan
seyakin-yakinnya bahwa apa yang
dilakukan adalah benar dan baik
-Ki Hadjar Dewantara-
Halaman 21
ANABOLISME
Uji Kemampuan
Katabolisme merupakan peristiwa proses pembongkaran, penguraian
atau pemecahan molekul atau senyawa kompleks menjadi sederhana. Lalu,
apakah yang disebut dengan Anabolisme?
ANABOLISME
ANABOLISME atau BIOSINTESIS atau ASIMILASI merupakan rangkaian
proses reaksi kimia yang berkaitan dengan proses penyusunan atau sintesis
molekul/senyawa kompleks dari molekul atau senyawa sederhana atau
penyusunan zat dari senyawa atau molekul sederhana menjadi senyawa yang
kompleks”. Misalnya, pada katabolisme saat kita berolahraga akan terjadi
pembakaran lemak dan glukosa menjadi energi panas. Sebaliknya, anabolisme
akan memerlukan energi, baik energi panas maupun energi kimia sehingga
membentuk senyawa kompleks. Adapun hal-hal yang dibahas dalam proses
anabolisme, yaitu fotosintesis dan kemosintesis.
1. Fotosintesis Fotosintesis merupakan peristiwa
penyususnan senyawa karbon organik
Gambar 2.1 Fotosintesis (glukosa) dari senyawa karbon organik
sumber : ruangguru.com (karbon dioksida) dan air dengan bantuan
energi cahaya. Fotosintesis hanya dapat
digunakan oleh organisme fotoautrotof,
seperti tumbuhan hijau, ganggang, dan
bakteri tertentu. Hal ini karena, organisme
tersebut memiliki pigmen fotosintetik
(perangkat untuk menangkap cahaya
matahari). Termasuk pigmen fotosintetik,
yakni klorofil, karoten, fikoeritrin, dan
fikosianin.
Halaman 22
Reaksi Gelap
Reaksi Terang
Proses fotosintesis ini memerlukan energi cahaya matahari sebagai
energi untuk berfotosintesis. Besar kecil energi dari cahaya tergantung
pada panjang gelombangnya. Oleh karena itu, cahaya matahari yang dapat
digunakan tergantung pada panjang gelombangnya. Contoh : Klorofil a
hanya menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang ±600-700
nm. Klorofil b hanya menyerap cahaya matahari dengan panjang
gelombang ±400-500 nm.
a. Tempat Berlangsung Fotosintesis
Anatomi Daun Dasar yang perlu diketahui adalah
memahami anatomi daun dan struktur
Gambar 2.2 Anatomi daun kloroplas yang merupakan tempat
sumber : bondowoso-jawa.blogspot.com fotosintesis berlangsung di dalam daun
terdapat dua jaringan mesofil, yakni
mesofil palisade (tiang) dan mesofil bunga
karang (spons). Jaringan mesofil adalah
jaringan yang mengandung organel
kloroplas.
Kloroplas Kloroplas adalah organel yang
ditemukan pada tumbuhan dengan fungsi
Gambar 2.3 Anatomi kloroplas sebagai alat fotosintesis. Di dalam
sumber : ruangguru.com kloroplas terdapat pigmen klorofil (zat
hijau daun). Kloroplas memiliki dua lapis
membran yang di dalamnya berisi cairan
stroma dan berisi tumpukan keping yang
disebut granum (jamak:grana). Tiap keping
penyusun grana disebut tilakoid.
Halaman 23
Membran Tilakoid
BIONEWS
Kloroplas =
Organel sel tumbuhan
untuk berfotosintesis
Klorofil =
Pigmen atau zat hijau
daun pada kloroplas
Stroma =
Cairan kloroplas
Grana =
Struktur tumpukan Gambar 2.4 Anatomi Tilakoid
kepingan /cakram sumber : generasibiologi.com
Tilakoid =
Satu keping / cakram Pigmen penyerap cahaya tersusun atas
dari grana klorofil a dan klorofil b terdapat pada
Lumen = membrane tilakoid dan membentuk
Rongga di dalam tilakoid kelompok-kelompok disebut fotosistem.
Fotosistem merupakan satuan fungsional
penangkap cahaya. Satu fotosistem tersusun
atas 200 molekul klorofil. Fotosistem dibagi
menjadi 2, yaitu Pigmen penyerap cahaya
tersusun atas klorofil a dan klorofil b terdapat
pada membrane tilakoid dan membentuk kelompok-kelompok disebut fotosistem.
Fotosistem merupakan satuan fungsional penangkap cahaya. Satu fotosistem
tersusun atas 200 molekul klorofil. Fotosistem dibagi menjadi 2, yaitu :
a) Fotosistem I (FS I) yang sebagaian besar tersusun oleh klorofil a sehingga
menyerap cahaya dengan panjang gelombang 600-700 nm
b) Fotosistem II (FS II) yang sebagaian besar tersusun oleh klorofil b sehingga
menyerap cahaya dengan panjang gelombang 400-500 nm
b. Tahap-Tahap Fotosintesis
1) Reaksi Terang
Reaksi terang terjadi apabila terdapat cahaya matahari di dalam grana.
Reaksi terang juga terjadi proses fotolisis, yaitu penguraian air oleh cahaya
sehingga menghasilkan ion hydrogen dan oksigen. Pada reaksi terang terjadi
penyerapan energi matahari oleh klorofil untuk diubah menjadi energi kimia.
Reaksi terang yang terjadi di grana, energi cahaya berfungsi memacu
pelepasan elektron dari fotosistem di dalam membran tilakoid kloroplas.
Terdapat 2 jenis fotosistem, yaitu fotosistem I dan fotosistem II yang berfungsi
manghasilkan ATP dan NADPH. Terdapat 2 aliran electron, yaitu jalur non siklik
dan aliran siklik.
Halaman 24
Jalur Non-Siklilk Jalur elektron non-siklik, digunakan
FS I dan FS II. Pada jalur ini hanya
Gambar 2.5 Jalur non-siklik mempuh satu arah aliran elektron,
sumber : generasibiologi.com terutama dari air ke NADP+. Setiap 2
Jalur Siklilk electron masuk dalam jalur non siklik
maka akan menghasilkan 2 ATP dan 1
NADPH.
Jalur elektron siklik adalah reaksi
terang paling sederhana (hanya
melibatkan FS I). Elektron yang masuk ke
dalam jalur ini disintesis 1 ATP melalui
proses kemosintesisi sehingga jalur ini
tidak membentuk NADPH dan O2.
Gambar 2.6 Jalur siklik
sumber : generasibiologi.com
2) Reaksi Gelap
Reaksi gelap dapat dapat
berlangsung, baik ada cahaya
maupun tidak ada cahaya. Reaksi
gelap terjadi pada stroma. Pada
reaksi gelap, ATP dan NADPH yang
dihasilkan dari reaksi terang
digunakan sebagai sumber energi
untuk mereduksi CO2 menjadi gula
atau glukosa. Pembentukan glukosa
dari CO2 melalui siklus Calvin
Benson.
Gambar 2.7 Siklus calvin benson
sumber : ruangguru.com
Halaman 25
Fase Pertama : Fiksasi CO2
CO2 difiksasi oleh molekul akseptor CO2, yaitu ribulose 1,5-bifosfat (RuBP),
suatu gula berkarbon 5, menghasilkan 2 molekul gliseraldehid 3-fosfat (G3P)
atau fosfogliseraldehid (PG).
Fase Kedua : Reduksi
Kemudian tiap molekul G3P difosforilasi menggunakan ATP, lalu diresuksi
menggunkan NADPH membentuk 2 molekul gliseraldehid 3-fosfat atau triosa
fosfat (gula berkarbon 3).
Fase Ketiga : Regenerasi
Selanjutnya, dengan menggunkan ATP, beberapa molekul triosa fosfat
digunakan untuk meregenerasi RuPB melalui serangkain reaksi.
Gambar 2.8 Proses fotosintesis tanaman C3, C4, dan CAM
sumber : brainly.co.id
Halaman 26
Proses Fotosintesis Tumbuhan C3
1.Enzim rubisco akan menangkap CO2 dan
menggabungkannya dengan ribulosa
bifosfat menjadi 3-fosfogliserat yang
merupakan molekul berkarbon 3.
2.Molekul berkarbon 3 ini selanjutnya akan
menjalani serangkaian proses siklus
calvin dan melepaskan glukosa sebagai
hasilnya.
Contoh : Kedelai (Glycine max), Padi (Oryza
sativa), Gandum (Triticum), dan Kentang
(Solanum tuberosum).
Gambar 2.9 Oryza sativa
sumber : brainly.co.id
Proses Fotosintesis Tumbuhan C4 Gambar 2.9 Zea mays
sumber : kompas.com
1.Pada tanaman C4, CO2 yang diikat sel-sel
mesofil akan diubah terlebih dulu menjadi
oksaloasetat (senyawa 4C), setelah
bereaksi dengan PEP (fosfoenolpiruvat).
Penggabungan ini dikatalisir oleh PEP
karboksilase.
2.Selanjutnya dengan bantuan NADPH2,
oksaloasetat diubah menjadi malat
(senyawa 4C).
3.Senyawa ini kemudian memasuki sarung
berkas pembuluh.
4.Malat, dalam sel-sel sarung berkas
pembuluh, mengalami dekarboksilasi
menjadi piruvat dan CO2.
5.Selanjutnya, CO2 memasuki jalur siklus
Calvin menghasilkan karbohidrat.
Contoh : Jagung (Zea mays), Sorghum
(Sorghum), dan Tebu (Saccharum
officinarum).
Halaman 27
Proses Fotosintesis Tumbuhan CAM
CAM (crassulacean acid metabolism)
merupakan tanaman yang mengikat CO2
pada malam hari dan melepaskan CO2 pada
siang hari untuk menjalankan Siklus Calvin.
Prosesnya sebagai berikut :
1.Penambatan CO2 terjadi pada malam hari
ketika stomatanya membuka.
2.Oksaloasetat yang diubah menjadi malat
akan disimpan dalam vakuola.
3.Ketika stomata menutup pada siang hari,
malat mengalami reaksi dekarboksilasi
dan menghasilkan piruvat dan CO2. Gambar 2.10 Saccharum officinarum
4.Selanjutnya, CO2 memasuki siklus Calvin sumber : bobo.grid.id
untuk membentuk PGAL (G3P)
menghasilkan glukosa.
Contoh : Kaktus (Saccharum officinarum), Lili
(Lilium), dan Anggrek (Lilium).
d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis
Tahukah Anda? Pada proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan
tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu internal (dari dalam) dan
faktor eksternal (dari luar). Faktor dari dalam adalah genetik. Faktor dari
luar, yaitu suhu, cahaya, air, karbon dioksida (CO2), dan mineral. Oleh
karena itu berikut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi
fotosintesis :
1.Faktor Genetik
Faktor genetik atau sering disebut dengan keturunan adalah penentu
berjalannya proses fotosintesis tumbuhan. Hal ini karena kondisi genetik
setiap tumbuhan berbeda sehingga menimbulkan fasilitas fotosintesis
yang berbeda. Tumbuhan yang memiliki kandungan klorofil sangat banyak
maka aktivitas fotosintesisnya sangat baik.
2. Suhu
Pada proses fotosintesis tumbuhan diperlukan enzim-enzim. Oleh
karena itu, enzim dapat bekerja secara maksimal apabila suhu
lingkungannya optimum. Apabila suhu berada diatas maupun dibawah
optimum maka laju fotosintesis akan bekerja dengan lambat.
Halaman 28
3. Cahaya
Cahaya adalah sumber energi yang paling utama dalam proses
fotosintesis. Hal-hal penting dari cahaya, yaitu lama pencahayaan,
intensitas cahaya, dan panjang gelombang cahaya. Apabila semakin lama
pencahayaan, maka semakin banyak aktivitas fotosintesis. Semakin tinggi
intensitas caahaya, semakin cepat laju fotosintesis pada tumbuhan.
4. Air
Proses fotosintesis memerlukan air untuk sintesis glukosa dari karbon
dioksida (CO2). Air juga memiliki fungsi pada proses fotolisis yang
menjadi pemasok elektron dalam fotofosforlasi pembentukan ATP dan
NADPH. Selain itu, air menjadi salah satu energi yang dibutuhkan
tumbuhan untuk berfotosintesis dan membantu berjalannya reaksi-reaksi
metabolisme. Apabila kekurangan air, maka tumbuhan mengalami
gangguan fisik dan terjadi penghambatan reaksi-reaksi metabolisme.
5. Karbon Dioksida (CO2)
Proses fotosintesis memerlukan karbon dioksida (CO2) untuk sintesis
glukosa.Prosesnya, (CO2) di udara difiksasi oleh tumbuhan lalu direduksi
menjadi glukosa. Apabila (CO2) di udara sedikit, kemungkinan besar
proses fotosintesis terjadi dengan lambat
6. Mineral
Mineral berupa magnesium dan besi memiliki peral dalam menyusun
molekul klrofil, tumbuhan dapat mengalami kekurangan klorofil sehingga
akan terjadi gangguan proses fotosintesis.
2. Kemosintesis Gambar 2.10 Kemosintesis
sumber : Penjaskes.co.id
Kemosintesis merupakan proses
pembentukan zat organic dengan Halaman 29
memanfaatkan sumber energi dari reaksi
kimia. Pada kemosintesis menghasilkan
karbohidrat yang dibentuk dari CO2 dan
H2O menggunakan energi kimia yang
dihasilkan selama oksidasi biologi
terhadap substansi kimia tertentu. Energi
yang diperoleh dari hasil oksidasi
molekul anorganik yang diserap dari
hasil oksidasi molekul anorganik yang diserap dari lingkungan, yaitu sulfur,
hydrogen, besi, ammonia, dan nitrit hydrogen sulfida. Kemosintesis dilakukan
oleh beberapa jenis bakteri, yaitu bakteri nitrit (Nitrosomonas dan
Nitrosococcus), bakteri nitrat (Nitrosobacter), bakteri belerang (Thiobacillus),
Beggiatoa, dan Thiothrix dan bakteri besi (Cladothrix). Berikut merupakan
reaksi-reaksi kemosintesis :
a) Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi
Beberapa bakteri nitrit mengoksidasi amonia menjadi nitrat. Tahap pertama
adalah oksidasi ammonium menjadi nitrit oleh bakteri Nitrosomonas atau
Nitrosococcus sebagai berikut :
Tahap ke dua adalah Nitrobacter (bakteri nitrat) mengoksidasi nitrit menjadi
nitrat dalam keadaan aerob sebagai berikut :
b) Kemosintesis oleh Bakteri Belerang
Bakteri Thiobacillus thio-oxidans mengoksidasi logam sulfida menjadi sulfur
dan bakteri Thiobacillus fero-oxdians mengoksidasi besi. menurut reaksi
berikut :
Halaman 30
Rangkuman
1.Katabolisme atau desmilasi adalah proses
pembongkaran, penguraian atau
pemecahan molekul atau senyawa
kompleks menjadi sederhana bersama
reaksi-reaksi kimia dengan bantuan enzim.
2.Katabolisme dibagi menjadi dua, yaitu :
Respirasi Aerob yang membutuhkan
oksigen dari udara untuk menghasilkan
energi. Respirasi aerob dibagi menjadi
empat tahap, yaitu glikolisis,
dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs,
transport elektron.
Respirasi Anaerob atau fermentasi
adalah yang tidak menggunakan O2
dalam menghasilkan energi. Respirasi
anaerob dibedakan menjadi dua, yaitu
fermentasi asam laktat dan fermentasi
alkohol.
3.Proses katabolisme pada respirasi aerob
menghasilkan energi sebanyak 38 ATP dan
respirasi anaerob menghasilkan energi
sebanyak 2 ATP.
Halaman 31
TUGAS
Halaman 32
LKPD
Latihan SOal
Praktikum
Mandiri
Memang baik merayakan
kesuksesan, tapi hal yang lebih
penting adalah untuk mengambil
pelajaran dari kegagalan
-Bill Gates-
Halaman 33
Daftar Pustaka
Ferdinand, Fictor dan Moekti, Ariebowo. Praktis Belajar Biologi.
Penerbit Visindo Media Persada : Jakarta Timur
Pujiyanto, Sri & Rejeki, Siti, Ferniah. (2016). Buku Siswa
Menjelajah Dunia Biologi 3. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri :
Solo
Sherwood, Lauralee. (2012). Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.
Cengage Learning : Singapore
Silverthorn, Dee Unglaub. (2012). Penerbit Buku Kedokteran EGK :
Indonesia
Halaman 34
Profil Penulis
Penulis di lahirkan di Gunungkidul, 2
September 2000. Penulis dengan nama
lengkap Divi Selui Lorenza Anindi ini
biasa dipanggil "Divi". Menamatkan
pendidikan di TK PKK Caturtunggal, SD N
Kemadang, SMP Bopkri Wonosari, dan
SMA Dominikus Wonosari. Menempuh
pendidikan di Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta, Program Studi Pendidikan
Biologi angkatan 2018.
Penulis mengharapkan, sebuah media pembelajaran berupa
e-modul Interaktif Biologi ini yang ditujukan kepada siswa/i
kelas XII dapat meingkatkan motivasi belajar pada materi
Metabolisme khususnya di massa pandemi Covid-19. Selain
itu, penulis mengharapkan e-modul ini dapat mempermudah
para pendidik dalam menjelaskan materi Metabolisme.
Terimakasih.