The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by habibahn09, 2021-03-23 21:04:13

Pendidikan Keterampilan Hidup

Buku Guru PKH versi 2020

Buku Panduan Edisi Revisi
Kerja Guru 2020

Untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK



Buku Panduan Kerja Guru
Edisi Revisi 2020

PENDIDIKAN
KETERAMPILAN
HIDUP

Untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Hak Cipta © pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Dilindungi oleh Undang-Undang. Buku panduan ini dapat diperbanyak untuk tujuan
non-komersil atau dengan izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia

Diterbitkan oleh:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Dengan dukungan teknis dari:
United Nations Children Fund (UNICEF) Indonesia dan pendanaan dari DOVE, ING
dan 7: The David Beckham UNICEF Fund

Buku Panduan Kerja Guru Pendidikan Keterampilan Hidup Untuk
Siswa-Siwi SMP dan SMA/SMK
Edisi Revisi 2020, Cetakan Kedua
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

ISBN 978-623-94690-3-0 6. Abdul Hafid, UNIMUDA
7. Marni Marsuki, Guru SMP
Penasihat Teknis 8. Rizki Amrinsta Andamsary, Guru SMP
1. Ticiana Garcia-Tapia 9. Irna Ganda Setyawati, UNIMUDA
2. Emilie Minnick 10. Erwin Elitrika, UNIMUDA
3. Chizuru Iwata 11. Raisa Anakotta, UNIMUDA
4. Annisa Elok Budiyani 12. Anang Riadi, UNIMUDA
5. Yuanita Marini Nagel 13. Damaryanti Nala Lathidah,
6. Febryanthie Apituley
7. Rashidah Airin UNIMUDA
14. Siti Aminah Saing, Guru SMP
Penulis 15. Nursalim, M.Pd.
1. Kiri Dicker – Konsultan UNICEF.
2. dr. Farida Fauziah, UNIMUDA Peneliti Teks
3. Roida Natalia Siagian, UNIMUDA 1. Yayu Mukaromah
4. Trendi Adzan Wahyudi, UNIMUDA 2. Rukita Widodo
5. Sunaryadi, Dinas Pendidikan Kab.

Sorong

Kontributor
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat GTK Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus: Umi Fatimah
Nugraheni, S.Psi., Psi; Ellya, S.Pd; Zainun Misbah, S.S., M.Sc; Nur Leili Bashir, S. Pd;
Dra. Tina Jupartini, M.Pd; Dewi Woro Harjanti, S.Sos.

Direktorat GTK Pendidikan Dasar: Dra. Elis Widiarti Rahayu, M.Pd;
Dr. Irmawati, M.Pd; Dr. Akbar, S.Pd., M.P


Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Direktorat Sekolah Menengah Pertama: Rois Hidayat; Umi Syarifah Hidayati

Pusat Kurikulum dan Perbukuan: Dra. Ranti Widiyanti, M.Psi;
Nina Purnamasari, S.H., M.Ak; Maria Chatarina Adharti Sri Sursiyamtini;
Dr. Christina Tulalessy; Drs. Jarwadi, M.Pd

PPPPTK Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling:
Ibu Musyarofah, M.Pd; Ibu Ana Susanti, M.Pd; Bapak Ahmad Zainudin, M.Pd.kons;
Ibu Eny Usmawati, M.Pd; Bapak R. Roy Miftahul Huda, M.Pd

Kementerian Kesehatan: Dr. Weni Muniarti; Dhefi Ratnawati

Dinas Pendidikan Sorong: Sunaryadi S.Pd.M; Marni Marsuki; Mashuri M., S.Pd., M.Pd

Dinas Pendidikan Bone: Mukhlis, S.Pd, M.Pd

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor: Putri Dian Pratiwi, S.Psi.

Guru: Moch. Alex Farhan, S. Pd., M. Psi.; Haerul, S.Pd., M.Pd; Dwi Oktadinata, S.Pd;
Drs. I Wayan Gebloh; Juli Sugiati, M.Pd; Erni Marlina, S.Pd., M.Pd;
Abdul Mazid, S.Pd,M.I.Kom; Cut Novi Sri Mulyani, S.Pd.,M.Ed

Body Image Expert: Dr Bernie Endyarni Medise; Dr Ayu Saraswati;
Chairunnisa Rizkiah, S.Psi; Dr Kholisah Nasution, Philippa Diedrichs, Nadia Craddock,
Kirsty Garbett and Sharon Haywood.

UNILEVER: Marini Fabiano

UNFPA Indonesia: Sandeep Nanwani, Neira Budiono, Mawarnita Pohan

UNICEF Indonesia: Ticiana Garcia-Tapia, Ali Aulia Ramly, Airin Roshita,
Artha Camellia, Suhaeni Kudus, Reza Hendrawan, Annisa Elok Budiyani,
Emilie Minnick, Chizuru Iwata, Kiri Dicker, Vania Santoso, Clarissa Jazzlyne,
Yuanita Nagel, Yayu Mukaromah, Tanti Kostaman, Rashidah Airin, Joan Wicitra,
Samuel Kareth, Hendriyadi Daeng Sila, Aline Ardhiani

Tata Letak dan Penyuntingan
1. Desiree Tilaar
2. Bagus Belo Prayogo

Fotografer
1. Fauzan Ijazah
2. Kate Rose
3. Liz Pick
4. Rian Pramudia

Illustrator
1. Syafiuddin Halid
2. Bagus Belo Prayogo

Edisi Revisi 2020

Daftar Isi

8 Ucapan Terima Kasih
10 Tentang Buku Panduan Kerja
14 Cara Menggunakan Buku Panduan Kerja
16 Latihan Relaksasi dan Pemberi Semangat

1 Modul 1:
Gambaran Umum Modul 1

27 Pertemuan 1: Pengantar
37 Pertemuan 2: Identitas Saya
51 Pertemuan 3: Mengekspresikan Perasaan
64 Pertemuan 4: Menjalani Pubertas
77 Pertemuan 5: Kepercayaan Diri Terhadap Tubuh

2 Modul 2:
Membentuk Kebiasaan Sehat

97 Pertemuan 6: Kebersihan Diri
108 Pertemuan 7: Olahraga dan Gizi
116 Pertemuan 8: Merokok, Alkohol, dan Obat-obatan
126 Pertemuan 9: Internet dan Media Sosial

Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

3 Modul 3:
Mengembangkan Hubungan yang Saling Menghormati

140 Pertemuan 10: Berteman
151 Pertemuan 11: Cinta
158 Pertemuan 12: Kesehatan Reproduksi
171 Pertemuan 13: Kesehatan Seksual

4 Modul 4:
Menciptakan Dunia yang Lebih Baik

187 Pertemuan 14: Hak Asasi Manusia
201 Pertemuan 15: Kesetaraan Gender
208 Pertemuan 16: Perdamaian dan Konflik
213 Pertemuan 17: Kepedulian terhadap Lingkungan

5 Modul 5:
Melakukan Aksi

231 Pertemuan 18: Mengidentifikasi Masalah
236 Pertemuan 19: Menganalisis Masalah
242 Pertemuan 20: Menentukan Sasaran dan Tujuan
249 Pertemuan 21: Merencanakan Sebuah Proyek
257 Pertemuan 22: Kesimpulan

Edisi Revisi 2020

Ucapan Terima Kasih

Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru
dan Tenaga Kependidikan

Perkembangan kemampuan dan keterampilan remaja peserta didik kita, baik dalam
lingkungan sekolah maupun kesehariannya diluar sekolah, merupakan hal yang sangat
penting untuk kita dukung bersama dalam upaya membantu mereka berkembang,
bertransisi ke masa dewasa, dan mempersiapkan masa depan mereka dengan lebih
baik. Hal ini merupakan cita-cita kita bersama untuk menciptakan generasi masa
depan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.
Dalam kesehariannya, remaja usia sekolah mengalami berbagai tantangan yang
cukup kompleks, baik tantangan internal dari dirinya sendiri maupun yang eksternal,
dalam lingkungan pergaulan dan sosialnya. Remaja-remaja abad ke-21 membutuhkan
kemampuan dan keterampilan untuk menavigasi masa remaja dari berbagai
permasalahan, seperti kesehatan dan nutrisi, kebersihan, interaksi satu sama lain,
kekerasan atau perundungan, teknologi digital lingkungan hidup, hingga masalah-
masalah sosial yang luas dan mengglobal.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui visi Profil Pelajar Pancasila,
percaya bahwa peserta didik kita memiliki potensi, kemampuan, dan keterampilan
untuk menghadapi tantangan tersebut. Kami percaya pelajar Indonesia abad ke-21
adalah pribadi-pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, merefleksikan sikap gotong-royong dan berkebhinekaan global,
merupakan pribadi yang mandiri, kreatif, dan juga bernalar kritis. Dalam mewujudkan
nilai-nilai dan kompetensi ini, saya percaya bahwa proses pendidikan dan pembelajaran
merupakan sarana yang sangat ideal, dimana peserta didik kita dapat dibekali dengan
informasi yang relevan terkait isu disekitar mereka dan didukung oleh para guru-guru
yang cakap dan kompeten dengan sarana pembelajaran yang partisipatif.

8 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Saya menyambut baik terbitnya Buku Panduan Kerja Guru dan Siswa Pendidikan
Keterampilan Hidup Untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK yang mendukung visi
membantu menciptakan generasi muda Indonesia abad ke-21 yang cakap dan tangguh
untuk menghadapi tantangan-tantangan kedepan. Panduan ini merefleksikan 13
keterampilan hidup seperti bagaimana kita membangun hubungan, memecahkan
masalah, membuat keputusan, mengelola resiko, dan bekerja sama dengan orang
lain. Hal ini membantu mewujudkan visi dari Profil Pelajar Pancasila. Dari panduan ini,
kita juga dapat belajar menggunakan pendekatan-pendekatan yang partisipatif dan
kreatif seperti bermain peran, permainan (games), untuk membantu menyampaikan
materi-materi ini pada peserta didik kita. Saya berharap panduan ini dapat menjadi
bahan dan acuan bagi para pihak yang berkepentingan baik dipusat dan daerah untuk
membantu remaja-remaja di Indonesia.

Penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada tim penyusun dan
kontributor yang telah menyusun Buku Panduan Guru dan Siswa ini dengan baik;
tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Guru-guru
dan Dinas Pendidikan, para ahli serta UNICEF. Harapan saya, agar panduan ini
dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan kemampuan dan
keterampilan remaja usia sekolah di Indonesia.

Edisi Revisi 2020 Jakarta, 27 November
Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru

dan Tenaga Kependidikan

Dr. Praptono

9

Tentang Buku
Panduan Kerja

Buku panduan kerja ini dikembangkan oleh UNICEF Indonesia bekerja sama dengan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2020 untuk
mendukung program Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH) dalam berbagai konteks.
Buku panduan kerja ini dibuat berdasarkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat
(PKHS) untuk siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama yang diterbitkan pada tahun
2014, mencakup informasi terkini dan pilihan tema yang diperluas. Buku panduan
kerja ini dirancang untuk digunakan oleh para guru (termasuk Guru Bimbingan dan
Konseling) di Sekolah Menengah Pertama di Indonesia. Untuk memastikan bahwa
kurikulum ini disampaikan secara sesuai, para guru harus terlebih dahulu berpartisipasi
dalam program pelatihan bagi pelatih (Training of Trainers/ToT) yang komprehensif,
yang mengajarkan cara penggunaan dan penyampaian kurikulum ini di kelas.

10 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Apa itu keterampilan hidup?

Keterampilan hidup menggambarkan kemampuan seseorang dalam menghadapi
tantangan kehidupan sehari-hari, termasuk menjalin hubungan sosial, menyelesaikan
masalah, mengelola risiko, membuat keputusan, dan bekerja sama dengan orang lain.
Pendidikan komprehensif membutuhkan:
• Keterampilan akademik (Academic skills) sehingga kita dapat memahami

konsep-konsep seperti matematika, sains, dan literasi
• Keterampilan penghidupan (Livelihood skills) sehingga kita dapat menguasai

tugas-tugas praktis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari; dan
• Keterampilan hidup (Life skills) sehingga kita dapat berkomunikasi dengan

orang lain, membuat keputusan yang baik, dan mengatasi tantangan hidup
Keterampilan hidup berbeda, tetapi sama pentingnya dengan keterampilan
penghidupan dan keterampilan akademik.

Keterampilan penghidupan mengajari kita cara mengerjakan tugas, keterampilan
akademik mengajarkan kita cara memahami suatu konsep, tetapi keterampilan hidup
adalah yang membuat kita dapat menggunakan keterampilan ini di dunia nyata,
yang sering mengharuskan kita untuk bekerja dengan orang lain. Tabel di bawah
ini menunjukkan beberapa contoh umum keterampilan akademik, keterampilan
penghidupan, dan keterampilan hidup:

Keterampilan Keterampilan Keterampilan Hidup
Akademik Penghidupan

Matematika Pertukangan Komunikasi
Ilmu Pengetahuan Alam Menjahit Bekerja dalam Kelompok
Ilmu Pengetahuan Alam Pembukuan Kesadaran Diri
Ilmu Pengetahuan Alam Pertanian Berpikir Kritis

Apa itu Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH)? 11

Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH) mendukung remaja untuk mengembangkan dan
menggunakan berbagai keterampilan yang telah diidentifikasi sebagai hal penting dalam
konteks individu mereka. PKH dapat diimplementasikan dalam program terpisah atau
diintegrasikan ke dalam program lain. Untuk memastikan bahwa PKH relevan dengan
kehidupan remaja, PKH diajarkan dalam konteks permasalahan yang spesifik, serta
tantangan khusus yang dihadapi remaja dalam kehidupan mereka, yang disebut dalam
kurikulum ini sebagai ‘pengetahuan kritis’. Pengetahuan kritis terdiri dari tema-tema
penting yang perlu diketahui oleh remaja agar keamanan dan kesehatan mereka tetap
terjaga saat menjalani masa remaja. Dalam setiap pertemuan, siswa-siswi diajarkan
bagaimana mereka dapat menggunakan keterampilan hidup dan pengetahuan tertentu
untuk mengendalikan sebuah situasi atau memecahkan masalah umum yang mereka
hadapi. Terkadang masalah tersebut bisa bersifat sensitif, tabu, atau kontroversial
untuk dibahas, namun jika kita menghindar untuk mengajarkannya kepada remaja, ada
kemungkinan mereka dapat membuat keputusan yang buruk yang dapat berdampak
negatif bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka! Perbedaan utama antara PKH dan

Edisi Revisi 2020

beberapa bentuk pendidikan lainnya adalah PKH menuntut guru untuk menggunakan
pendekatan partisipatoris dalam pelibatan siswa-siswinya saat proses belajar-
mengajar. Tabel di bawah ini menguraikan perbedaan antara pendekatan ‘tradisional’
untuk mengajar, dan pendekatan partisipatoris yang diperlukan saat mengajar PKH.

Aspek Pendekatan Pendekatan Partisipatoris
Pendidikan Tradisional

Terminologi Istilah pelajaran digunakan Istilah pertemuan digunakan untuk
untuk menekankan apa yang menekankan bahwa siswa-siswi berkumpul
akan dipelajari oleh siswa- untuk mengeksplorasi tema yang sedang
siswi di kelas. dibahas.

Peran guru Guru adalah ahli dan sumber Guru adalah fasilitator dalam proses
Peran siswa-siswi utama informasi tentang belajar-mengajar siswa-siswinya. Tujuan
tema yang dibahas. Tujuan yang dimiliki oleh guru adalah mendukung
yang dimiliki oleh guru adalah siswa-siswinya untuk memanfaatkan
menginformasikan siswa- pengalaman hidup mereka dan dapat
siswinya tentang fakta yang menyimpulkan sendiri apa yang benar bagi
ada. mereka.

Diasumsikan bahwa Diasumsikan bahwa siswa-siswi sudah
siswa-siwi tidak memiliki memiliki pengetahuan tentang tema
pengetahuan apapun tentang yang dibahas berdasarkan pengalaman
tema yang dibahas, oleh hidup mereka, dan dengan dukungan
karena itu peran mereka dari guru dan sesama siswa-siswi, dapat
adalah belajar dari guru. mengemukakan pendapat mereka serta
membuat kesimpulan.

Isi pelajaran Guru memutuskan apa yang Guru mengawali dengan rencana
akan dibahas dalam setiap pembahasan untuk setiap
pelajaran dan apa hasil pelajaran, kemudian mengubah dan
belajarnya. menyesuaikannya berdasarkan kebutuhan
siswa-siswinya.

Gaya komunikasi Guru menghabiskan sebagian Guru menghabiskan waktu sebanyak
guru besar waktunya dengan mungkin untuk mendengarkan. Guru
berbicara. Guru memberitahu bertanya kepada siswa-siswinya, apa yang
siswa-siswi apa yang mereka mereka pikir/ketahui benar dan berbicara
pikir/ketahui benar, dan dengan rasa ingin tahu.
berbicara dengan otoritas.

Metode Pelajaran biasanya Pertemuan bersifat menyenangkan dan
penyampaian disampaikan oleh guru, yang
berdiri di depan ruangan melibatkan berbagai kegiatan yang
dan menghabiskan sebagian
besar waktunya berbicara, memungkinkan siswa-siswinya untuk
sementara siswa-siswi melihat
buku panduan kerja mereka. berpikir secara mendalam tentang masalah

yang sedang dihadapi. Contoh kegiatan

partisipatoris meliputi:
• Bermain peran
• Berdebat
• Menggambar
• Bermain kartu
• Studi kasus

12 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Keterampilan hidup apa yang termasuk
dalam kurikulum PKH ini?

Kurikulum ini mencakup 13 keterampilan hidup penting, yang berasal dari kerangka
keterampilan hidup UKS dan kerangka keterampilan yang dapat digunakan untuk
berbagai jalur karir (transferrable skills) UNICEF. Tabel di bawah ini menunjukkan 13
keterampilan hidup yang termasuk dalam kurikulum ini:

Keterampilan Hidup Definisi

Mengatur Diri Sendiri Kemampuan untuk memahami dampak potensial dari pikiran dan
tindakan seseorang pada diri mereka sendiri dan orang lain, dan
Kreativitas mengubahnya jika diperlukan.
Berpikir Kritis
Kemampuan pendekatan terhadap masalah dan tugas dengan
Mengambil Keputusan cara yang baru dan berbeda.

Bernegosiasi Kemampuan untuk menganalisis informasi secara menyeluruh,
termasuk membedakan mitos dan fakta, dan mempertimbangkan
Bekerja Sama berbagai pendapat dan perspektif.
Menyelesaikan Masalah
Berpartisipasi Kemampuan untuk memilih tindakan terbaik dari berbagai
Mengelola Stres dan Emosi kemungkinan dan mempertimbangkan konsekuensi dari
Resilien (Ketahanan) keputusan yang berbeda.
Berempati
Berkomunikasi Kemampuan untuk mempertimbangkan kebutuhan dan cara
Menghargai Perbedaan pandang orang yang berbeda untuk mencapai hasil yang terbaik
bagi semua orang yang terlibat.

Kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain dalam
mencapai tujuan bersama.

Kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan hasil yang
memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.

Kesediaan untuk menjadi bagian dari kegiatan tim atau diskusi
kelompok.

Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola perasaan dan
emosi.

Kemampuan untuk 'bangkit kembali' setelah pengalaman yang
sulit.

Kemampuan untuk mempertimbangkan kebutuhan dan perasaan
orang lain.

Kemampuan untuk mengekspresikan ide dan keyakinan seseorang
dengan cara yang meyakinkan.

Kemampuan untuk menghargai perspektif, kepercayaan, ide, dan
pendapat orang lain yang mungkin berbeda dengan kita.

Edisi Revisi 2020 13

Cara Menggunakan
Buku Panduan Kerja

Struktur Buku Panduan Kerja

Buku Panduan Kerja Guru ini terdiri dari lima (5) Modul, yang mendukung siswa-siswi
untuk menempuh pijakan yang penting dalam perjalanan mereka untuk menjadi
remaja yang sehat dan bahagia. Setiap modul mengeksplorasi empat tema (satu
tema tiap pertemuan) dan keterampilan-keterampilan hidup secara lebih rinci:

Modul 1: • Identitas Saya
Mengenal • Mengekspresikan Perasaan
diri sendiri • Menjalani Pubertas
• Kepercayaan Diri Terhadap Tubuh

Modul 2: • Kebersihan Diri
Membentuk • Olahraga dan Gizi
kebiasaan • Merokok, Alkohol, dan Obat-obatan
• Internet dan Media Sosial
sehat

Modul 3: • Berteman
Mengembangkan • Cinta
• Kesehatan Reproduksi
hubungan • Kesehatan Seksual
yang saling
mengormati

Modul 4: • Hak Asasi Manusia
Menciptakan • Kesetaraan Gender
dunia yang • Perdamaian dan Konflik
• Kepedulian terhadap Lingkungan
lebih baik

Modul 5: • Mengidentifikasi Masalah
Melakukan • Menganalisa Masalah
aksi bersama • Menentukan Sasaran dan Tujuan
• Merencanakan Sebuah Proyek

14 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Menfasilitasi Pertemuan

Ada total 22 pertemuan dalam kurikulum (pertemuan tambahan di awal dan akhir
kurikulum mencakup pengantar dan kesimpulan). Setiap pertemuan dirancang
untuk disampaikan dalam satu pelajaran di kelas sekitar 80-90 menit, keseluruhan
kurikulum dapat diselesaikan dalam dua (2) semester. Setiap pertemuan berisi rencana
pertemuan, yang mencakup semua yang perlu Anda ketahui untuk memfasilitasi
pertemuan, termasuk materi, hasil pembelajaran, pesan utama, dan panduan langkah
demi langkah saat memfasilitasi. Setiap pertemuan diawali dengan perkenalan dan
relaksasi atau latihan pemberi semangat (lihat halaman 16-23) untuk memastikan
bahwa siswa-siswi tenang dan fokus pada pertemuan tersebut. Rencana pertemuan
kemudian dibagi menjadi beberapa bagian:

• Informasi Penting: Bagian-bagian ini mencakup informasi penting tentang tema
yang harus disampaikan kepada siswa-siswi dengan cara yang menyenangkan

dan menarik;

• Kegiatan: Bagian-bagian ini termasuk kegiatan untuk memperagakan pesan-
pesan utama pertemuan. Beberapa kegiatan lebih aktif daripada yang lain,

misalnya kerja kelompok, sementara pada kegiatan lain siswa-siswi akan diajak

untuk beraktivitas di luar ruangan.

• Tantangan untuk Dikerjakan Di Rumah: Ini adalah kegiatan yang dirancang
untuk diselesaikan di waktu pribadi yang dimiliki oleh masing-masing siswa-siswi

(seperti pekerjaan rumah). Siswa-siswi kemudian membagikan hasil kegiatannya

dalam pertemuan minggu berikutnya;

• Pelajaran Keterampilan Hidup: Ini adalah saat/bagian yang tepat (dalam rencana
pertemuan) dimana Anda dapat menekankan keterampilan hidup tertentu kepada

siswa-siswi Anda;

• Materi: Mencakup hal-hal seperti lembar kerja, bacaan/artikel atau referensi untuk
siswa-siswi dan sumber-sumber lainnya untuk membantu Anda memfasilitasi

pertemuan.

80 Setiap bagian dari rencana pertemuan menyarankan
menit berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memfasilitasi.
Dengan memantau waktu, maka dapat dipastikan
bahwa Anda dapat menyertakan semua materi dalam
satu pertemuan. Jangan lupa membaca setiap rencana
pertemuan sebelum melakukan pertemuan untuk
memastikan Anda sudah memahami dengan jelas setiap
bagiannya, dan telah menyiapkan semua materinya!

Edisi Revisi 2020 15

Latihan Relaksasi
dan Pemberi Semangat

Anda dapat menggunakan latihan-latihan singkat ini di awal setiap pertemuan
untuk menciptakan suasana santai atau agar siswa-siswi menjadi lebih bersemangat.
Anda dapat memilih latihan-latihan yang sesuai dengan suasana hati siswa-siswi
ketika memasuki ruangan (kelas). Saat Anda memfasilitasi sebuah latihan relaksasi,
usahakan agar durasinya tidak lebih dari 10 menit. Cobalah untuk mempraktikkan
semua latihan yang tertera di bawah ini, dan ulangi latihan-latihan yang digemari
oleh siswa-siswi Anda.

16 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Latihan Relaksasi

Pilihlah salah satu latihan relaksasi yang ada dalam daftar ini jika Anda mengamati bahwa
ketika memasuki ruangan (kelas), siswa-siswi cenderung hiperaktif, tidak fokus, berisik, atau
mengganggu. Latihan relaksasi akan membantu mereka menjadi tenang dan fokus secara mental,
yang pada akhirnya akan membantu jalannya proses pembelajaran menjadi lebih teratur.

Kiat untuk memfasilitasi latihan relaksasi:
• Cobalah untuk menciptakan suasana tenang, tanpa gangguan suara keras maupun orang

keluar masuk ruangan (kelas).

• Saat melakukan latihan relaksasi, siswa-siswi sebaiknya berdiri atau duduk di kursinya masing-
masing atau duduk di lantai (namun tidak disarankan untuk berbaring).

• Selama latihan, siswa-siswi dapat memilih untuk memejamkan atau membuka mata mereka.

• Saat memandu latihan relaksasi, turunkan nada suara Anda, gunakan suara yang lembut dan
tidak tergesa-gesa sehingga membantu siswa-siswi merasa rileks.

• Untuk memulainya, Anda dapat langsung membaca isi naskah yang disediakan di bawah ini.
Nantinya, ketika Anda sudah lebih percaya diri dalam memfasilitasi latihan relaksasi, Anda
mungkin tidak perlu lagi berpatokan pada naskah.

Latihan Relaksasi 1: Pernapasan dasar (duduk atau berdiri)

Guru Berkata:

“Ambil posisi yang nyaman, pastikan kamu dapat bergerak leluasa dan usahakan tidak terlalu
berdekatan dengan (tidak menyentuh) orang lain. Kamu dapat memilih untuk duduk di kursimu,
atau duduk di lantai atau berdiri, tetapi jangan berbaring di lantai. Kalau menurutmu nyaman,
kamu boleh memejamkan atau membiarkan matamu tetap terbuka selama kita melakukan latihan
relaksasi ini, kamu bebas memilih. Mohon untuk bersikap tenang atau tidak bersuara agar kita
dapat memulai latihan relaksasi”.

Tunggu sampai semua siswa-siswi diam

“Marilah kita sekarang memperhatikan napas kita. Bernapaslah secara alami. Tidak perlu mengubah
gaya pernapasan kita. Tidak perlu memperdalam atau memperpanjang pernapasan kita. Kita hanya
perlu perhatikan pernapasan kita baik-baik. Apakah napasmu saat ini cepat? Lambat? Dangkal?
Dalam? Mari kita memperhatikan pernapasan kita selama satu menit ”.

“Sekarang mari kita menarik napas dalam-dalam, lebih dalam dan lebih lama. Ambil napas melalui
hidung, dan keluarkan melalui mulut”.

“Berikutnya, mari kita kembali menarik napas dalam-dalam, dan tahan napas selama tiga hitungan
(selama tiga detik) ...... 1 …… 2 …… 3 (Guru/fasilitator menghitung sampai tiga secara perlahan)
kemudian buang atau hembuskan perlahan-lahan dalam tiga hitungan (selama tiga detik) ......1 ……
2 …… 3 (Guru/fasilitator menghitung sampai tiga dengan lambat)”.

“Berikutnya, mari bersama-sama kita ambil napas panjang dan dalam lalu hembuskan perlahan,
kembali kita ambil napas panjang dan dalam lalu hembuskan perlahan “.

Edisi Revisi 2020 17

Tunggu sekitar 1 menit

“Nah, jika kamu merasa sudah siap, silakan membuka matamu perlahan-lahan, lakukan beberapa
gerakan peregangan ringan (seperti menundukkan kepala ke bawah dan menengadahkan kepala
ke atas, lalu menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri selama beberapa hitungan/detik), dan silakan
kembali ke tempat dudukmu”.

Latihan Relaksasi 2: Meletakkan akar (berdiri)

Guru Berkata:
“Ambil posisi berdiri yang nyaman sehingga kamu bisa bergerak dengan leluasa tanpa menyentuh
orang lain. Kamu boleh memejamkan atau membiarkan matamu tetap terbuka selama kita
melakukan latihan relaksasi ini, kamu bebas memilih. Mohon untuk bersikap tenang atau tidak
bersuara agar kita dapat memulai latihan relaksasi”

Tunggu sampai semua siswa-siswi diam

“Tekan atau pijakkanlah kakimu dengan kuat ke tanah (lantai). Bayangkan seolah-olah kakimu
adalah pangkal sebuah pohon yang kokoh dan tak tergoyahkan. Rasakan telapak kakimu
menyentuh tanah yang ada di permukaan bumi. Bayangkan betapa dalamnya bumi tempat kamu
berpijak saat ini. Selama puluhan bahkan ribuan tahun, bumi yang tua ini adalah tempat kita dan
para leluhur kita berjalan, bermain, bercocok tanam, dan melakukan berbagai kegiatan.”

“Berdirilah dengan tegak, tekan atau pijakkanlah kakimu ke tanah, dan bayangkan seolah-olah
ada energi lembut namun penuh kekuatan dan kebijaksanaan muncul dari dalam bumi tempat
kamu berdiri saat ini, kemudian perlahan-lahan energi tersebut mengaliri tubuhmu. Bayangkan
energi itu bergerak perlahan mulai dari telapak kaki, lalu menuju ke arah kedua kakimu, lalu
naik hingga ke perut dan dadamu. Energi itu lalu mengalir memenuhi ruang hatimu; rasakanlah
sensasinya. Kemudian energi itu kembali bergerak mengalir di sepanjang lenganmu, lalu bergerak
naik perlahan ke bahu, punggung, dan leher, sampai ke ubun-ubunmu.”
“Bayangkan bumi ini memberikan kita energi kebijaksanaan dan ketenangan yang kita perlukan
untuk menghadapi tantangan dalam hidup ini. Bumi membisikkan rahasia kehidupan dengan
lembut di telinga kita.”

“Ingatlah bahwa kamu bisa melakukan kegiatan ini kapan saja, bumi tempat kamu berpijak ini akan
selalu siap memberikanmu ketenangan dan kekuatan di saat kamu merasa lemah atau takut.”

“Nah, jika kamu merasa sudah siap, silakan membuka matamu perlahan-lahan, cobalah melihat
sekelilingmu, lakukanlah beberapa gerakan peregangan ringan, dan silakan kembali ke tempat
dudukmu”.

Latihan Relaksasi 3: Balon Merah (duduk atau berdiri)

Guru Berkata:
“Ambil posisi berdiri yang nyaman sehingga kamu bisa bergerak dengan leluasa tanpa menyentuh
orang lain. Kamu boleh memejamkan atau membiarkan matamu tetap terbuka selama kita
melakukan latihan relaksasi ini, kamu bebas memilih. Mohon untuk bersikap tenang atau tidak
bersuara agar kita dapat memulai latihan relaksasi”

18 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Tunggu sampai semua siswa-siswi diam

“Marilah kita mengambil napas dalam-dalam secara perlahan. Bernapaslah melalui hidung,
dan hembuskanlah melalui mulut. Berikutnya, mari kita kembali menarik napas dalam-dalam,
dan tahan napas kita selama tiga hitungan (selama tiga detik) ...... 1 …… 2 …… 3 (Guru/fasilitator
menghitung sampai tiga secara perlahan) kemudian buang atau hembuskan perlahan-lahan
dalam tiga hitungan (selama tiga detik) ......1 …… 2 …… 3 (Guru/fasilitator menghitung sampai tiga
dengan lambat).”

Ulangi proses ini beberapa kali

“Sekarang marilah sama-sama kita membayangkan seolah-olah kita sedang memegang sebuah
balon berwarna merah. Saat meniup balon, bayangkanlah semua pikiran dan emosi negatif yang
mungkin kita rasakan saat ini keluar dari tubuh dan pikiran kita, lalu bergerak masuk, berpindah ke
dalam balon. Mungkin itu adalah hal negatif yang kita rasakan terhadap orang lain, atau pikiran
negatif tentang diri kita sendiri. Sekaranglah waktunya untuk menyingkirkan semua itu.”

“Sekali lagi, mari kita bayangkan bahwa kita sedang meniup balon merah tersebut sembari
membersihkan tubuh dan pikiran kita dari semua pikiran dan perasaan negatif”.

“Saat balon merah yang kita tiup sudah penuh dan menjadi keras, mari kita bayangkan kita
memegang balon yang sudah penuh/keras tersebut di tangan kanan kita, dan memegang sebuah
peniti yang tajam di tangan kiri kita. Kita akan meletuskan balon merah kita dan membayangkan
semua pikiran negatif yang tadi sudah kita tiupkan ke dalam balon sekarang melayang-layang di
udara”.

“Silakan kembali mengambil napas panjang dan dalam lalu hembuskan secara perlahan, jika sudah
siap, silakan letuskan balonmu sekarang”

“Perlahan-lahan bukalah matamu, lakukanlah beberapa gerakan peregangan ringan, dan silakan
kembali ke tempat dudukmu.”

Latihan Relaksasi 4: Apa yang dapat kamu dengar? (duduk atau berdiri)

Guru Berkata:
“Ambil posisi berdiri yang nyaman sehingga kamu bisa bergerak dengan leluasa tanpa menyentuh
orang lain. Kamu boleh memejamkan atau membiarkan matamu tetap terbuka selama kita
melakukan latihan relaksasi ini, kamu bebas memilih. Mohon untuk bersikap tenang atau tidak
bersuara agar kita dapat memulai latihan relaksasi”

Ulangi proses ini beberapa kali

“Marilah kita memperhatikan bunyi atau suara yang bisa kita dengar di sekitar kita. Mulailah dengan
memfokuskan pada satu bunyi yang dapat kita dengar di dalam ruangan kita saat ini . Mungkin
bunyi detak jarum jam, atau suara cabang pohon yang tertiup angin yang terdengar seolah-olah
sedang mengetuk-ngetuk jendela ruangan kita. Perhatikanlah bunyi itu dengan seksama”.

Jeda sejenak

“Sekarang marilah kita mengalihkan fokus pikiran kita pada suara yang bisa kita dengar dari
luar ruangan. Mungkin suara burung, atau desiran angin yang bertiup di antara pepohonan.
Perhatikanlah suara itu dengan seksama ”.

Edisi Revisi 2020 19

Jeda sejenak

“Sekarang marilah kita mengalihkan fokus pikiran kita pada semua bunyi atau suara yang dapat
kita dengar di sekitar kita”.

Jeda sejenak

“Silakan kembali mengambil napas yang dalam dan hembuskan secara perlahan, jika sudah selesai,
bukalah matamu perlahan-lahan, lakukanlah beberapa gerakan peregangan ringan, dan silakan
kembali ke tempat dudukmu.”

Latihan Relaksasi 5: Mantra positif (duduk atau berdiri)

Guru Berkata:
“Ambil posisi yang nyaman, leluasa dan tidak terlalu berdekatan dengan (tidak menyentuh)
orang lain. Kamu dapat memilih untuk duduk di kursimu, atau duduk di lantai atau berdiri, tetapi
jangan berbaring di lantai. Kalau menurutmu nyaman, kamu boleh memejamkan atau membiarkan
matamu tetap terbuka selama kita melakukan latihan relaksasi ini, kamu bebas memilih. Mohon
untuk bersikap tenang atau tidak bersuara agar kita dapat memulai latihan relaksasi”.

Tunggu sampai semua siswa-siswi diam

“Marilah kita pelan-pelan mengambil napas dalam-dalam. Tariklah napas melalui hidung, dan
hembuskanlah melalui mulut. Berikutnya, mari kita kembali menarik napas dalam-dalam, dan
tahan napas selama tiga hitungan (selama tiga detik) ...... 1 …… 2 …… 3 (Guru/fasilitator menghitung
sampai tiga secara perlahan) kemudian buang atau hembuskan perlahan-lahan dalam tiga
hitungan (selama tiga detik) ......1 …… 2 …… 3 (Guru/fasilitator menghitung sampai tiga dengan
lambat)”.

Ulangi proses ini beberapa kali

“Sekarang kita akan berlatih mengatakan hal-hal positif tentang diri kita sendiri. Tarik napas
dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan. Saya akan membacakan beberapa pernyataan dan
kamu akan membayangkan atau memvisualisasikannya dalam pikiranmu....”

Guru membaca pernyataan berikut dengan lantang, beri jeda 5 detik untuk masing-masing
pernyataan

• Saya sempurna
• Saya berbakat
• Saya aman
• Saya memiliki kendali atas tubuh saya sendiri
• Saya unik
• Saya dihormati

Guru dapat menambahkan beberapa pernyataan positif lain ke dalam daftar ini jika mau

“Silakan kembali mengambil napas yang dalam dan hembuskan secara perlahan, jika sudah selesai,
bukalah matamu perlahan-lahan, lakukanlah beberapa gerakan peregangan ringan, dan silakan
kembali ke tempat dudukmu.”

20 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Latihan Pemberi Semangat

Pilihlah salah satu latihan pemberi semangat yang ada dalam daftar ini jika Anda mengamati
bahwa ketika memasuki ruangan (kelas), siswa-siswi terlihat malas, lelah, bosan, atau lesu.
Latihan pemberi semangat akan membantu menghidupkan suasana, membuat mereka kembali
bersemangat, sehingga mereka akan tertarik dan terlibat penuh dalam pembelajaran.

Kiat untuk memfasilitasi latihan pemberi semangat:
• Bersihkan ruangan atau pindah ke luar ruangan di mana siswa-siswi dapat lebih leluasa bergerak
• Semakin banyak siswa-siswi yang terlibat, maka kegiatan ini akan semakin menyenangkan
• Saat memberikan instruksi, bersuaralah dengan lantang, penuh energi dan bersemangat agar

siswa-siswi lebih termotivasi untuk terlibat, perbanyaklah gerakan-gerakan yang menarik

Latihan Pemberi Semangat 1: Ikuti Saya

Mintalah siswa-siswi untuk berdiri membentuk sebuah lingkaran yang menghadap ke dalam.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa meregangkan bagian-bagian tubuh merupakan cara yang
baik untuk menghilangkan stres serta membantu memulihkan energi dengan cara yang sehat.

Berilah siswa-siswi sebuah contoh gerakan peregangan dan jelaskanlah manfaatnya, misalnya,
jelaskan bahwa dengan mengangkat kedua lengan ke atas (hingga melebihi) kepala, kita dapat
merasakan peregangan di lengan serta peregangan di sepanjang punggung dan sisi kanan-kiri
tubuh kita. Peragakan gerakan peregangan ini dengan mengangkat kedua lengan Anda hingga
melewati kepala dan minta para siswa-siswi untuk mengikuti/mencontohi gerakan Anda.

Mintalah siswa-siswi memikirkan/mengidentifikasi bagian tubuh mereka yang dirasa tegang
atau lelah, baik karena stres, ataupun karena sudah lama tidak digerakkan atau sudah lama tidak
berolahraga.

Mintalah siswa-siswi Anda membentuk sebuah lingkaran, dan sampaikan bahwa mereka akan
bergantian memimpin gerakan peregangan untuk bagian tubuh yang berbeda (misanya: siswi
A akan memimpin/mencontohkan gerakan peregangan bahu, siswa B akan memimpin gerakan
peregangan pinggang, dan seterusnya sampai semua mendapat kesempatan ).

Ingatkan siswa-siswi untuk tidak memaksakan diri melakukan gerakan peregangan yang terlalu
keras/sulit atau mempraktikkan posisi-posisi yang tidak nyaman!

Mintalah salah satu siswi (atau siswa, misalnya Dita) untuk memimpin satu latihan peregangan
dan siswa-siswi lainnya untuk menirukan gerakan yang diperagakan oleh Dita. Setelah selesai,
maka giliran siswa/siswi yang berada di sebelah (kanan/kiri) Dita untuk bergantian memimpin
gerakan. Doronglah mereka untuk memikirkan gerakan peregangan baru untuk dicoba bersama-
sama, namun jika mereka ingin mengulang gerakan peregangan yang telah dilakukan/diperagakan
sebelumnya, maka biarkanlah mereka melakukannya.

Ulangi tiap-tiap gerakan peregangan sebanyak sekali atau dua kali, pastikan sesuai urutan dan
dimulai dari awal.

Akhiri kegiatan dengan bertepuk tangan, atau dengan melakukan satu gerakan peregangan
terakhir bersama-sama.

Edisi Revisi 2020 21

Latihan Pemberi Semangat 2: Hafalkan Gerakan Saya

Mintalah siswa-siswi berdiri membentuk lingkaran yang menghadap ke dalam.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa salah satu dari mereka akan memulai permainan dengan
menunjukkan sebuah gerakan atau gerakan tarian (joget) secara cepat kepada teman-temannya,
misalnya meloncat-loncat, melompat tinggi, atau berputar di tempat.

Beritahu siswa-siswi bahwa tujuan permainan ini adalah agar semua orang dalam lingkaran
mendapat giliran memperagakan gerakan teman-temannya dan menambah satu gerakannya
kreasinya sendiri, dan melakukan semua gerakan tersebut tanpa kesalahan. Orang terakhir yang
mendapat giliran harus menghafal dan memperagakan semua gerakan/tarian yang diberikan oleh
teman-temannya.

Mulailah dengan menyepakati siapa yang akan memulai, misalnya Ani menjadi orang pertama,
dia memutuskan untuk memperagakan gerakan berputar di tempat sebanyak satu kali, kemudian
orang di sebelah kanan Ani, misalnya Dodi, harus kembali memperagakan gerakan Ani (berputar di
tempat sebanyak satu kali) lalu menambahkan satu gerakan kreasinya sendiri misalnya meloncat
ke kanan dan ke kiri, berikutnya akan diikuti oleh orang di sebelah kanan Dodi, misanya Putri, yang
akan memperagakan gerakan Ani (berputar di tempat sebanyak satu kali) dan Dodi (meloncat ke
kanan dan ke kiri), serta menambahkan satu gerakan kreasinya sendiri, begitu seterusnya, sampai
semua orang mendapat giliran dan memperagakan semua gerakan tanpa kesalahan.

Latihan Pemberi Semangat 3: Voli Balon!

Catatan Guru: Anda akan membutuhkan satu atau beberapa balon untuk kegiatan ini

Mintalah siswa-siswi untuk berdiri membentuk lingkaran yang menghadap ke dalam.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa tugas mereka adalah menjaga agar balon tetap berada di
udara (melayang) selama mungkin. Setiap orang hanya diperbolehkan menyentuh balon sekali,
dan hanya boleh bergerak di sekitar lingkaran mengikuti urutan yang disepakati bersama (misalnya
ke arah kanan atau ke kiri lingkaran).

Ingatkan siswa-siswi untuk menghormati ruang pribadi orang lain dan tidak melukai siapapun.

Jelaskan kepada siswa-siswi tentang aturan permainannya (setiap orang hanya diperbolehkan
menyentuh balon satu kali, dan harus bergerak dalam urutan yang sudah disepakati bersama dan
harus tetap berada/berdiri di sekitar lingkaran/tidak keluar).

Mulailah permainan dengan melemparkan balon ke udara ke arah salah satu siswa/siswi yang
ada di lingkaran. Siswa/siswi tersebut harus menangkap balon dan kemudian mengoper balon ke
orang di sebelahnya, begitu seterusnya.

Pilihan/opsi:
• Mainkan ronde eliminasi. Misalnya dengan peraturan dimana siswa-siswi yang menyentuh

balon lebih dari satu kali atau membiarkan balon menyentuh lantai, akan dikeluarkan dari
lingkaran dan permainan akan terus berlanjut sampai hanya ada satu orang yang tersisa.
• Buat peraturan baru, misalnya, siswa-siswi hanya dapat menyentuh balon dengan tangan
kanan atau kiri, atau dengan lutut atau siku.

22 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Latihan Pemberi Semangat 4: Zip, Zap, Zum!

Minta peserta untuk membentuk lingkaran yang menghadap ke dalam.

Beritahu siswa-siswi bahwa mereka akan menggunakan jari telunjuk mereka untuk menunjuk ke
arah kanan, kiri, dan depan mereka.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa mereka harus membayangkan diri mereka saling mengalirkan
‘arus listrik’ dari satu orang ke orang lain sambil mengucapkan kata-kata ‘Zip’, ‘Zap’, atau ‘Zum’:
• Untuk memberikan ‘arus listrik’ kepada orang yang duduk di sebelah kiri mereka, mereka harus

menunjuk ke arah orang tersebut sembari mengatakan ‘Zip’;
• Untuk memberikan ‘arus listrik’ kepada orang yang duduk di sebelah kanan mereka, mereka

harus menunjuk ke arah orang tersebut dan mengatakan ‘Zap’;
• Untuk memberikan arus kepada orang yang duduk di seberangnya, mereka harus menunjuk

mereka ke arah orang tersebut dan mengatakan ‘Zum’.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa permainan akan terus berlanjut sampai ada peserta yang
salah menyebutkan kata (selain Zip, Zap, Zum) atau mengacaukan pola permainan (misalnya: tidak
berkata apa-apa atau diam saja, atau merasa ragu-ragu untuk mengucapkan sesuatu setelah
lebih dari beberapa detik), maka orang tersebut akan dikeluarkan dari lingkaran.

Tunjuk satu siswa-siswi untuk memulai permainan.

Mainkan satu putaran sehingga siswa-siswi dapat memahami aturannya.

Edisi Revisi 2020 23

Modul 1:

Gambaran
Umum Modul 1

24 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Rangkuman Modul 1

Modul 1 adalah titik di mana perjalanan pendidikan keterampilan hidup siswa-
siswi dimulai. Dalam Modul ini, siswa-siswi akan mengalihkan perhatian mereka ‘ke
dalam’ dan berpikir tentang siapa diri mereka dan apa yang membuat mereka unik
dari teman sebaya dan anggota keluarga mereka yang lain. Pertama, mereka akan
membangun landasan identitas pribadi mereka dengan merenungkan kekuatan,
kelemahan dan nilai-nilai mereka. Kemudian, mereka akan belajar tentang perasaan
dan cara mengekspresikannya dengan cara yang memiliki hasil positif bagi diri
mereka sendiri dan orang lain. Dalam Modul 1, siswa-siswi juga akan belajar tentang
cara mempertahankan pencitraan tubuh yang positif saat mereka melewati pubertas,
termasuk menerapkan kemampuan berpikir kritis terhadap apa yang mereka lihat
di media dan terhindar dari jebakan untuk berpikir negatif. Modul 1 diakhiri dengan
bagaimana siswa-siswi belajar tentang perubahan fisik, perasaan dan sosial yang
terjadi pada tubuh mereka selama pubertas, dan bagaimana mereka dapat saling
mendukung dan menjalani perubahan-perubahan tersebut dengan optimis dan penuh
percaya diri.

Bersiap-siap untuk Mengajar Modul 1

Saat mempersiapkan diri untuk mengajar Modul 1, mulailah dengan membaca
gambaran umum tiap-tiap pertemuan (terdapat 5 (lima) pertemuan dalam Modul 1
ini) dan tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut:

• Seberapa yakin Anda berbicara kepada siswa-siswi tentang masing-masing tema
tersebut? Apa yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan tingkat kepercayaan
diri Anda?

• Apakah ada tema yang membuat Anda merasa tidak nyaman? Apakah ada materi
yang secara pribadi tidak Anda setujui? Bagaimana Anda akan mengatasi ini?

• Apakah Anda memiliki materi yang dibutuhkan untuk masing-masing pertemuan?
Jika tidak, bagaimana Anda bisa menyesuaikan kegiatan agar sejalan dengan
materi yang Anda miliki?

Edisi Revisi 2020 25

Disarankan juga agar Anda meluangkan waktu untuk merenungkan pengalaman
remaja dan pubertas Anda sendiri. Anda mungkin ingin mendiskusikan hal-hal berikut
dengan seseorang yang Anda kenal dan percayai:
• Bagaimana perasaan Anda menjalani pubertas?
• Kepada siapa Anda meminta saran?
• Apakah Anda mendapatkan semua informasi yang Anda butuhkan?
• Bagaimana Anda dapat menggunakan pengalaman ini untuk mendukung siswa-

siswi melalui perjalanan mereka sendiri?

Bersiaplah untuk menghadapi kenyataan bahwa siswa-siswi (atau bahkan diri Anda
sendiri!) mungkin menemukan beberapa tema yang dibahas dalam Modul 1 sebagai
sesuatu yang canggung atau memalukan. Selalu ingat bahwa cara terbaik untuk
mempersiapkan siswa-siswi untuk pubertas dan remaja adalah dengan memberi
mereka informasi faktual sebanyak mungkin, sehingga jangan terpengaruh untuk
menghapus informasi atau mengubah pesan-pesan apapun yang sifatnya penting.

Kiat-kiat Memfasilitasi Modul 1

Berikut adalah beberapa strategi praktis yang dapat Anda gunakan untuk mendukung
siswa-siswi dalam menyelesaikan Modul 1:

Yang Disarankan Untuk Dilakukan

• Berlatih memimpin sesi atau berbicara dalam pertemuan dengan rekan kerja,
sebelum pertemuan dengan siswa-siswi berlangsung;

• Minta orang lain atau tenaga ahli/profesional di bidangnya untuk mendukung
Anda, khususnya saat Anda harus memfasilitasi pertemuan-pertemuan yang
Anda rasa sulit atau sensitif;

• Bahas tema-tema yang canggung dengan selera humor yang baik – tidak ada
salahnya untuk tertawa!

Yang Tidak Disarankan Untuk Dilakukan

• Menghindari tema tertentu hanya karena membuat Anda atau siswa-siswi
merasa tidak nyaman;

• Meminta siswa-siswi untuk membagikan informasi pribadi yang dapat
mengakibatkan mereka dirundung (di-bully);

• Mengolok-olok siswa-siswi jika mereka mengutarakan jawaban yang salah.

26 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Pertemuan 1

Pengantar

Waktu Fasilitasi Media, bahan dan alat pembelajaran yang dibutuhkan
80
• 1 atau lebih salinan Kartu Keterampilan Hidup
menit • Kertas flip chart (plano berukuran besar) untuk menulis aturan

kelompok
• ‘Kotak pertanyaan’ yang dapat dibuat dari wadah atau kotak

kardus apapun

Catatan Guru Rangkuman Pertemuan
Sesi Pertanyaan
Dalam pertemuan ini, siswa-siswi akan
belajar tentang Pendidikan Keterampilan
Hidup, termasuk 13 keterampilan
hidup yang berbeda yang terdapat
dalam kurikulum ini. Mereka juga akan
belajar tentang bagaimana Pendidikan
Keterampilan Hidup berbeda dari praktik
atau kegiatan pendidikan lainnya.

Keterampilan hidup yang Pengetahuan penting yang
dipelajari dalam pertemuan ini dipelajari dalam pertemuan ini

Siswa-siswi akan meninjau secara singkat Konsep Pendidikan Keterampilan Hidup
semua keterampilan hidup yang terdapat
dalam kurikulum ini

Edisi Revisi 2020 27

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

Hasil Pembelajaran

Pada akhir pertemuan ini, siswa-siswi akan dapat
• Mengidentifikasi bagaimana Pendidikan Keterampilan Hidup berbeda dari mata

pelajaran/kelas-kelas lainnya;
• Menentukan 13 keterampilan hidup yang termasuk dalam kurikulum Pendidikan

Keterampilan Hidup;
• Menyepakati komitmen belajar /tata tertib kelas.

Pesan Penting

Hal terpenting yang perlu diketahui siswa-siswi tentang tema ini adalah:
• Pendidikan Keterampilan Hidup berbeda dari bentuk pendidikan lainnya, ditandai

dengan empat cara utama yakni siswa-siswi akan belajar dengan cara-cara yang
menyenangkan; mencari tahu apa yang terbaik bagi mereka dan lingkungan sekitarnya;
membahas kehidupan yang sesungguhnya, dan semua pertanyaan, apapun itu, dapat
ditanyakan (‘tidak menganggap bahwa ada pertanyaan yang bodoh’);
• Komitmen belajar memastikan setiap orang diperlakukan sebagaimana mereka
ingin diperlakukan;
• Keterampilan hidup sama pentingnya dengan keterampilan lainnya (seperti
keterampilan akademik) dalam mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam
hidup.

10 Pengantar
menit
Sambutlah siswa-siswi ke dalam pertemuan dan informasikan kepada mereka tentang
tema pertemuan: Pengantar.

Mulailah pertemuan dengan relaksasi atau latihan pemberi semangat yang
disesuaikan dengan suasana hati siswa-siswi saat memasuki kelas.

Sampaikan kepada siswa-siswi tujuan pembelajaran pada pertemuan ini:
• Memahami bahwa Pendidikan Keterampilan Hidup berbeda dari mata pelajaran/

kelas lainnya;
• Menentukan 13 keterampilan hidup yang termasuk dalam kurikulum Pendidikan

Keterampilan Hidup;
• Menyepakati komitmen belajar /tata tertib kelas.

28 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

Informasi Penting: Memperoleh Pengetahuan Sebanyak- 10
Banyaknya Dari Pendidikan Keterampilan Hidup menit

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa Pendidikan Keterampilan Hidup sedikit berbeda
dengan pelajaran lain yang telah mereka ikuti/pelajari sebelumnya. Tanyakan kepada
siswa-siswi apakah mereka dapat memikirkan perbedaan Pendidikan Keterampilan
Hidup dari mata pelajaran/kelas-kelas lain?

Beritahu siswa-siswi bahwa ada empat cara/hal utama yang membedakan kelas ini
dari kelas-kelas lainnya lainnya (Anda dapat menuliskannya di papan tulis atau kertas
flip chart):

1. Pendidikan Keterampilan Hidup itu menyenangkan
Ketika belajar tentang Pendidikan Keterampilan Hidup, siswa-siswi akan
menghabiskan sebagian besar waktunya ‘terlepas’ dari kursi mereka, melakukan
berbagai kegiatan seperti bermain peran, permainan dan hal-hal menyenangkan
lainnya;

2. Pendidikan Keterampilan Hidup adalah tentang kehidupan yang sesungguhnya
Ketika belajar tentang Pendidikan Keterampilan Hidup, siswa-siswi akan
berbicara tentang tema yang relevan di dunia nyata. Himbaulah siswa-siswi untuk
menggunakan contoh nyata dari kehidupan mereka, tetapi tidak menggunakan
nama asli orang yang bersangkutan;

3. Dalam Pendidikan Keterampilan Hidup, siswa-siswi adalah pihak yang
mengetahui segalanya
Ketika belajar tentang Pendidikan Keterampilan Hidup, siswa-siswi mungkin akan
lebih banyak tahu tentang beberapa tema yang diajarkan oleh guru. Oleh karena
itu, penting untuk berbicara dan berbagi tentang apa yang mereka ketahui dengan
siswa-siswi lainnya.

4. Dalam Pendidikan Keterampilan Hidup, tidak ada pertanyaan yang dianggap
bodoh
Himbaulah siswa-siswi untuk mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya
selama kelas berlangsung, tidak ada pertanyaan yang dianggap bodoh.

Tunjukkan ‘kotak pertanyaan’ kepada siswa-siswi, yang harus diletakkan di depan
ruangan di meja guru. Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa kotak pertanyaan adalah
wadah bagi mereka untuk menuliskan pertanyaan apapun, termasuk hal yang mereka
anggap memalukan untuk ditanyakan secara langsung.

Beritahu siswa-siswi bahwa semua pertanyaan yang ditempatkan di kotak pertanyaan
bersifat anonim (siswa-siswi tidak diperbolehkan untuk menuliskan nama mereka di
bagian manapun pada lembaran kertas tersebut) dan bahwa semua pertanyaan yang
ditempatkan di kotak pertanyaan akan dijawab pada awal pertemuan berikutnya.

Tanyakan kepada siswa-siswi apakah mereka memiliki pertanyaan tentang apa yang
baru saja Anda diskusikan.

Edisi Revisi 2020 29

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

15 Kegiatan 1: Komitmen Belajar
menit
Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa untuk mendapatkan hasil terbaik dari proses-
proses di kelas, pertama-tama penting untuk mengembangkan beberapa komitmen
belajar atau aturan kelompok (kelas). Beritahu siswa-siswi bahwa mereka akan
menyusun komitmen belajar bersama-sama dan poin-poin komitmen belajar yang
disepakati akan ditampilkan di depan ruangan selama setiap pertemuan berlangsung.

Mulailah dengan bertanya kepada siswa-siswi:

Bagaimana kamu ingin diperlakukan oleh siswa-
siswi lain di kelas ini?

Catatan Guru

Karena ini adalah pertemuan pertama, siswa-siswi mungkin malu untuk berbicara,
jadi beri mereka waktu yang cukup untuk memikirkan pertanyaan tersebut. Jika
tidak ada yang berbicara, arahkan pertanyaan ke siswa-siswi tertentu, dengan
memastikan bahwa proporsi jumlah remaja laki-laki dan perempuan yang Anda
pilih sudah sama/seimbang.

Beberapa contoh yang mungkin disarankan oleh siswa-siswi termasuk:
• Saya tidak ingin orang lain menertawakan saya atau mengolok-olok saya;
• Saya tidak ingin orang lain mengganggu saya ketika saya berbicara;
• Saya ingin orang lain mendengarkan apa yang saya katakan.

Mintalah siswa-siswi untuk menyarankan aturan-aturan mana saja yang harus
diberlakukan di kelas untuk memastikan bahwa siswa-siswi lain memperlakukan
mereka dengan cara yang mereka inginkan. Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa lebih
baik jika aturannya bersifat positif, bukan negatif. Misalnya, daripada mengatakan
‘Jangan mengganggu siswa lain’, mereka bisa mengatakan ‘Tunggu sampai temanmu
selesai berbicara sebelum kamu berbicara’.

Tulislah aturan-aturannya di selembar kertas besar.

Sekarang tanyakan kepada siswa-siswi:

Bagaimana kamu ingin saya (guru)
memperlakukanmu dan siswa-siswi lainnya?

Beberapa contoh yang mungkin disarankan oleh siswa-siswi termasuk:
• Saya ingin Bapak/Ibu Guru mendisiplinkan siswa-siswi yang berperilaku buruk;
• Saya ingin Bapak/Ibu Guru membuat pelajaran menjadi menyenangkan dengan

banyak kegiatan;
• Saya ingin Bapak/Ibu Guru memahami jika saya merasa tidak ingin berpartisipasi.

30 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

Mintalah siswa-siswi untuk menyarankan peraturan yang perlu diberlakukan di kelas
untuk memastikan Anda memperlakukan mereka seperti yang mereka inginkan, dan
memastikan bahwa peraturannya sudah bersifat positif.

Tambahkan aturan-aturannya di selembar kertas besar.

Terakhir, tanyakan kepada siswa-siswi:

Menurut kamu, bagaimana saya (guru)
ingin diperlakukan olehmu?

Beberapa contoh yang mungkin disarankan oleh siswa-siswi termasuk:
• Bapak/Ibu Guru ingin kami menghormati aturan kelas;
• Bapak/Ibu Guru ingin kami tidak terlambat masuk kelas;
• Bapak/Ibu Guru tidak ingin kami berperilaku tidak sopan atau mengganggu kelas.

Mintalah siswa-siswi untuk menyarankan aturan-aturan yang perlu diberlakukan
di kelas untuk memastikan agar Anda diperlakukan sebagaimana Anda ingin
diperlakukan.

Aturan-aturan kelas ini kemudian bisa dituliskan kembali pada selembar kertas besar
untuk kemudian ditempelkan di kelas.

Tanyakan kepada siswa-siswi apakah ada hal lain yang ingin mereka tambahkan ke
aturan kelas. Ketika daftar sudah selesai disusun, letakkan aturan kelompok di suatu
tempat di mana semua orang dapat melihatnya.

Pilihan:
• Minta siswa-siswi untuk menyetujui sanksi/ganjaran yang cocok bagi siapa saja

yang melanggar peraturan kelas sebanyak satu kali. Sanksi ini sifatnya jangan
terlalu memalukan (seperti menyanyikan lagu kebangsaan di depan kelas);
• Tambahkan sanksi lain bagi siapapun yang melanggar aturan kelas berulang kali.
Ini bisa ditentukan oleh guru tetapi tidak boleh melibatkan kekerasan.

Informasi Penting: Apakah Keterampilan Hidup Itu? 15
menit
Tanyakan kepada siswa-siswi apakah ada yang tahu maksud dari istilah ‘keterampilan
hidup’? Tanyakan apakah ada yang bisa memberikan contoh, kira-kira apa yang
dimaksud sebagai keterampilan hidup.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa ada banyak definisi yang berbeda tentang
apa yang dimaksud dengan istilah keterampilan hidup, namun dalam kurikulum ini,
keterampilan hidup menggambarkan keterampilan yang membantu kita mengatasi
tantangan kehidupan sehari-hari, antara lain menjalin hubungan, menyelesaikan
masalah, mengelola risiko, membuat keputusan dan bekerja sama dengan orang lain.

Edisi Revisi 2020 31

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

Keterampilan akademik Beritahu siswa-siswi bahwa sebuah pendidikan yang lengkap membutuhkan tigaKeterampilan penghidupan
Keterampilan hidupjenis keterampilan:
1. Keterampilan akademik (academic skils) sehingga kita dapat memahami konsep-

konsep seperti matematika, sains dan literasi;
2. Keterampilan penghidupan (livelihood skills) sehingga kita dapat menguasai

tugas-tugas praktis seperti menjahit, pertanian dan pertukangan; dan
3. Keterampilan hidup (life skills) sehingga kita dapat memahami diri kita sendiri,

orang lain dan dunia tempat kita hidup.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa keterampilan hidup sama pentingnya dengan
keterampilan akademik dan keterampilan penghidupan. Salah satu cara untuk
menjelaskan hal ini adalah dengan menggunakan contoh/perumpamaan bangku
berkaki tiga.

Gambarlah bangku berkaki tiga di bawah ini di papan tulis atau pada selembar kertas
flip chart:

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa bangku berkaki
tiga di samping mewakili tiga jenis keterampilan yang
berbeda-beda (keterampilan akademik, keterampilan
penghidupan, dan keterampilan hidup), yang dibutuhkan
dalam sebuah pendidikan yang lengkap.

Tanyakan kepada siswa-siswi apa yang akan terjadi
jika mereka duduk di atas bangku tersebut dan salah
satu kakinya patah? Mereka akan jatuh! Beritahu
siswa-siswi bahwa tanpa keterampilan hidup mungkin
kita mengetahui banyak hal, tetapi kita akan merasa
sulit untuk bekerja sama dengan orang lain, membuat
keputusan yang sehat dan aman dan menghindari
situasi berbahaya.

Tanyakan kepada siswa-siswi apakah ada yang
mengetahui maksud dari istilah ‘pengetahuan hidup’?
Tanyakan apakah ada yang bisa memberikan sebuah
contoh, apa yang menurut mereka bisa menjadi contoh
pengetahuan hidup.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa selain keterampilan hidup, ada beberapa
informasi faktual tentang situasi dan tantangan tertentu yang mungkin kita temui
dalam kehidupan, terutama selama masa remaja. Ini dikenal sebagai pengetahuan
hidup. Beritahu siswa-siswi bahwa di Pendidikan Keterampilan Hidup, pertemuan
setiap minggunya disusun berdasarkan bidang pengetahuan kehidupan yang penting
menurut kaum muda.

Berikan siswa-siswi gambaran umum tentang tema pertemuan mingguan (termasuk
subtema utama) dalam kurikulum Pendidikan Keterampilan Hidup. Tanyakan kepada
siswa-siswi apa pendapat mereka tentang tema tersebut? Apakah mereka senang
mempelajari hal-hal tersebut? Apakah ada bahasan yang kurang lengkap/jelas dan
ingin mereka bahas lebih lanjut?

32 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

Kegiatan 2: Pertandingan Keterampilan Hidup 20
menit
Pilihan 1: Kegiatan Kelompok Besar
(jika siswa-siswi di kelas Anda jumlahnya kurang dari 26 orang)

Bagikan salah satu Kartu Keterampilan Hidup yang terdapat pada halaman 35-36
buku ini kepada setiap siswa-siswi secara acak (siswa-siswi tidak boleh mengetahui
kartu mana saja yang merupakan pasangan dari kartu yang mereka miliki, karena
tujuan dari kegiatan ini adalah agar mereka mencari tahu sendiri pasangan dari kartu
tersebut).

Catatan Guru

Jika jumlah siswa-siswi di kelas Anda angkanya ganjil, maka tunjuk satu siswa/siswi
untuk menjadi pendamping guru. Berikan siswa/siswi yang menjadi pendamping
guru jawaban yang benar (kunci jawaban) sehingga siswa/siswi tersebut dapat
memutuskan jika siswa-siswi lainnya sudah mencocokkan kartunya dengan benar.
Jika jumlah siswa-siswi di kelas Anda kurang dari 26 orang, maka ambil dan simpan
beberapa kartu (pastikan kartu sudah lengkap dan tiap kartu memiliki pasangan).

Bacakan aturan kegiatan ini kepada siswa-siswi:
1. Masing-masing darimu telah diberikan kartu. Separuh kartu berisi nama

keterampilan hidup yang akan dibahas dalam kurikulum keterampilan hidup.
Separuh yang lain adalah kartu berisi definisi keterampilan hidup tersebut;

2. Tujuan dari latihan ini adalah agar kamu dapat berjalan di sekitar ruangan dan
menemukan orang yang kartunya cocok dengan kartumu, sehingga kamu bisa
berpasangan dengan orang tersebut;

3. Jika menurut kamu pasangan kartu yang ditemukan sudah tepat, angkat
tanganmu dan saya (guru) atau pendamping saya akan memutuskan apakah
jawabanmu benar atau tidak;

4. Kegiatan dianggap selesai ketika semua pasangan kartunya sudah cocok.

Pilihan 2: Kegiatan Kelompok Kecil
(jika siswa-siswi di kelas Anda jumlahnya lebih dari 26 orang)

Bagi siswa-siswi ke dalam kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 6 orang.
Siapkan satu set Kartu Keterampilan Hidup yang lengkap untuk setiap kelompok.
Berikan satu set kartu lengkap (yang sudah dikocok) untuk masing-masing kelompok.
Siswa-siswi tidak boleh mengetahui kartu mana saja yang berpasangan, karena
tujuan dari kegiatan ini adalah agar mereka mencari tahunya sendiri.

Bacakan aturan kegiatan ini kepada siswa-siswi:
1. Setiap kelompok telah diberikan satu set kartu. Separuh kartu berisi nama

keterampilan hidup yang akan dibahas dalam kurikulum keterampilan hidup.
Separuh lainnya adalah kartu yang berisi definisi dari keterampilan hidup tersebut;

Edisi Revisi 2020 33

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

2. Tujuan dari latihan ini adalah agar kamu dapat mengetahui dan menemukan
pasangan dari kartu yang kamu pegang;

3. Jika menurut kamu kelompokmu sudah mencocokkan semua kartu dengan benar,
angkat tanganmu dan saya (guru) atau pendamping saya akan memutuskan
apakah jawabanmu benar atau salah. Jika salah satu (atau lebih) pasangan
kartumu salah, kamu akan diberi kesempatan untuk terus mencoba;

4. Kelompok yang menang adalah yang pertama mencocokkan semua pasangan
kartu dengan benar.

Ketika kegiatan selesai, mintalah tiap pasangan/kelompok untuk membacakan hasil
permainan Kartu Keterampilan Hidup mereka beserta definisi yang benar. Setelah itu,
siswa-siswi dapat kembali ke tempat duduk masing-masing.

Catatan Guru

Definisi yang benar dari setiap keterampilan hidup terdapat di halaman 35-36
pada buku kerja ini.

Diskusikan hasil dari kegiatan ini dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
berikut kepada siswa-siswi:
• Pernahkah kamu mendengar semua kata-kata ini sebelumnya atau apakah kamu

mempelajari sesuatu yang baru?
• Apakah ada kata-kata yang masih belum kamu mengerti atau ingin kamu ketahui

lebih lanjut?
• Apakah kamu menganggap keterampilan hidup ini sebagai bagian penting dari

pendidikan? Mengapa?

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa semua bentuk keterampilan hidup memiliki
tingkat kepentingan yang sama dan saling terhubung melalui beberapa cara. Sebagian
besar situasi dan tantangan yang kita hadapi akan mengharuskan kita untuk memiliki
perpaduan keterampilan hidup yang berbeda

10 Kesimpulan
menit
Akhiri sesi dengan mengingatkan siswa-siswi tentang apa yang telah mereka capai
34 hari ini dan mengulangi pesan-pesan utama dalam pertemuan ini. Anda dapat melihat
ini pada kolom pesan penting.

Beri siswa-siswi beberapa menit untuk menuliskan apapun pertanyaan yang mungkin
mereka miliki untuk dimasukkan ke dalam kotak pertanyaan.

Ucapkan terima kasih kepada siswa-siswi atas keterlibatan mereka dalam pertemuan
hari ini dan beritahu mereka tentang tema pertemuan minggu depan: Identitas Saya.

Jangan lupa membaca rencana pertemuan minggu
depan dan pastikan semua materi sudah siap!

Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

Kartu Keterampilan Hidup

Petunjuk 1. Potonglah kertas mengikuti garis putus-putus di bawah ini, sehingga Bapak/Ibu
Guru akan mendapatkan 26 kertas untuk 26 siswa-siswi;

2. Jika jumlah siswa-siswi dalam kelas Bapak/Ibu Guru lebih dari 26 orang, maka
Bapak/Ibu Guru bisa memfotokopi atau menulis ulang jenis-jenis Pendidikan
Keterampilan Hidup beserta deskripsinya sesuai dengan jumlah siswa yang ada;

3. Bagikan kartu kepada siswa-siswi secara acak sehingga siswa-siswi tidak
mengetahui pasangan dari masing-masing kartu, karena tujuan dari kegiatan ini
adalah agar mereka mencari tahu sendiri pasangan dari masing-masing kartu
tersebut.

Keterampilan Hidup Deskripsi Keterampilan Hidup Deskripsi

Mengelola Diri Kemampuan untuk Berpartisipasi Kesediaan untuk
Sendiri memahami dampak menjadi bagian dari

potensial dari sebuah kegiatan
pikiran dan tindakan tim atau diskusi

seseorang pada kelompok.
diri mereka sendiri
dan orang lain, dan
mengubahnya jika

diperlukan.

Kreativitas Kemampuan Berempati Kemampuan untuk
Berpikir Kritis untuk melakukan mempertimbangkan
Menghargai
pendekatan Perbedaan kebutuhan dan
terhadap sebuah perasaan orang lain.

permasalahan Kemampuan untuk
maupun tugas, menghargai dan
dengan cara-cara menilai orang
yang baru dan yang berbeda-
beda, berikut
berbeda.
dengan perspektif,
Kemampuan untuk kepercayaan, ide dan
menganalisis
pendapat mereka.
informasi secara
menyeluruh,
termasuk

membedakan antara
mitos dan fakta dan
mempertimbangkan
berbagai pendapat
dan sudut pandang.

Edisi Revisi 2020 35

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

Keterampilan Hidup Deskripsi Keterampilan Hidup Deskripsi

Mengambil Kemampuan untuk Berkomunikasi Kemampuan untuk
Keputusan memilih tindakan mengungkapkan
terbaik dari berbagai ide dan keyakinan
Bernegosiasi kemungkinan dan seseorang
mempertimbangkan dengan cara yang
meyakinkan.
akibat-akibat
(konsekuensi-
konsekuensi) dari
keputusan yang
berbeda-beda.

Kemampuan untuk Resilien (Ketahanan/ Kemampuan untuk
mempertimbangkan Ketangguhan) ‘bangkit kembali’
setelah melewati
kebutuhan dan
perspektif yang pengalaman-
pengalaman yang
berbeda dari
sekelompok orang, sulit.
untuk mencapai hasil
terbaik bagi semua
orang yang terlibat

di dalamnya.

Bekerja Sama Kemampuan untuk Mengelola Stres dan Kemampuan untuk
bekerja sama dengan Perasaan mengidentifikasi dan
mengelola perasaan
orang lain untuk
menuju sebuah diri sendiri dan
tujuan bersama. perasaan seseorang.

Menyelesaikan Kemampuan untuk
Masalah menyelesaikan
masalah demi

mencapai kepuasan
semua pihak yang

terlibat.

36 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 1
Pengantar

Pertemuan 2

Identitas Saya

Waktu Fasilitasi Media, bahan dan alat pembelajaran yang dibutuhkan
80
• Kertas flip chart
menit • Spidol
• Kertas A4
• Penggaris

Catatan Guru Rangkuman Pertemuan
Wawasan Yang
Didapat Dalam pertemuan ini, siswa-siswi akan
Sesi Cerita belajar bahwa masa remaja adalah masa
ketika mereka akan mulai membentuk
identitas unik mereka sendiri. Siswa-
siswi kemudian akan mengeksplorasi
dua komponen kunci dari identitas
mereka - nilai-nilai pribadi serta ciri-ciri
kepribadian.

Keterampilan hidup yang Pengetahuan penting yang
dipelajari dalam pertemuan ini dipelajari dalam pertemuan ini

• Mengelola Diri Sendiri • Nilai-nilai
• Menghargai Perbedaan • Ciri-ciri Kepribadian

Edisi Revisi 2020 37

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Hasil Pembelajaran Pesan Penting

Pada akhir pertemuan ini, siswa-siswi Hal terpenting yang perlu diketahui
akan dapat: siswa-siswi tentang tema ini adalah:
• Mengidentifikasi setidaknya lima nilai • Masa remaja adalah masa ketika

pribadi mereka; kita membentuk identitas unik kita
• Mengidentifikasi beberapa ciri sendiri;
• Setiap orang memiliki identitas unik
kepribadian mereka. yang harus dihargai;
• Memiliki kelemahan tidak menjadi
masalah, selama kita berkomitmen
untuk memperbaiki diri.

5 Pengantar Mintalah siswa-siswi untuk mengingat
menit pesan-pesan penting dan hal-hal
Sambut siswa-siswi ke dalam pertemuan yang mereka pelajari dari pertemuan
dan beritahu mereka tentang tema sebelumnya.
pertemuannya: Identitas Saya.
Sampaikan kepada siswa-siswi tujuan
Mulailah pertemuan dengan relaksasi pembelajaran pada pertemuan ini:
atau latihan pemberi semangat, • Mengidentifikasi setidaknya 5 (lima)
disesuaikan dengan suasana hati siswa-
siswi saat memasuki kelas. nilai pribadi mereka;
• Mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian
Berikan jawaban untuk semua
pertanyaan di kotak pertanyaan dari mereka.
pertemuan sebelumnya

15 Informasi Penting: Apa Itu Identitas
menit

►► Sumber: Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK
Google Images

38

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Mintalah siswa-siswi untuk merujuk Masa pembentukan identitas ini dimulai
pada gambar orang-orang terkenal di selama masa remaja dan berlanjut
buku kerja mereka. Jelaskan bahwa ini hingga dewasa ketika kita mengalami
adalah beberapa orang terkenal yang tonggak sejarah baru dan belajar lebih
memiliki latar belakang, keterampilan, banyak tentang diri kita sendiri.
kegemaran, keyakinan yang berbeda.
Ini adalah contoh dari konsep ‘identitas’ Ingatkan siswa-siswi bahwa ketika kita
di mana seseorang dapat memiliki masih bayi dan anak-anak, orang tua
kepercayaan yang berbeda dan lain-lain, dan keluarga kita melakukan segalanya
namun mereka dapat mencapai berbagai untuk kita; mereka memutuskan apa
hal dalam hidup mereka. Beberapa yang terbaik untuk kita, termasuk apa
dari mereka bekerja secara perorangan dan kapan kita harus makan, bagaimana
(individual), dan sebagiannya lagi bekerja kita harus berpakaian, kewajiban
secara berkelompok (tim/grup). Semakin budaya apa yang harus kita patuhi dan
Anda mengenal diri dan identitas Anda seterusnya. Ketika kita memasuki masa
dengan baik, maka semakin Anda akan remaja, kita mulai membentuk pendapat
merasa nyaman dengan diri Anda dan dan membuat keputusan untuk diri kita
itu akan membantu Anda saat harus sendiri. Ini semua adalah contoh dari
membuat keputusan dalam hidup Anda. proses pengembangan identitas.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa Beritahu siswa-siswi bahwa identitas
masa remaja (antara usia 10-19 tahun) kita adalah kombinasi dari semua
adalah salah satu masa paling penting hal yang membentuk siapa diri kita
dalam perjalanan hidup manusia. Bukan sebenarnya. Identitas kita tidak hanya
hanya masa di mana tubuh kita berubah mengacu pada karakteristik fisik kita,
dengan cepat sebagai persiapan tetapi hal-hal ‘yang tak terlihat’ yang
memasuki masa dewasa, tetapi juga membuat kita unik, seperti nilai-nilai,
masa di mana kita mulai membentuk kepercayaan, sikap dan kualitas diri kita.
identitas unik kita sendiri. Ini juga termasuk hal-hal seperti jenis
kelamin, etnis dan lain sebagainya.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa beberapa contoh hal yang menggambarkan
identitas mereka meliputi:

• Latar belakang budaya atau etnis;
• Keyakinan agama;
• Ekspresi gender;
• Status sosial ekonomi (mampu dan kurang mampu, dan lain-lain);
• Afiliasi (pertalian) dengan berbagai kelompok atau gerakan;
• Komposisi keluarga;
• Keyakinan politik;
• Apa yang disukai dan apa yang tidak disukai (olahraga, buku, mode, kegiatan di

luar ruangan, dan lain-lain);

• Jenis kepribadian (suka berbicara, pemalu, ramah).

Edisi Revisi 2020 39

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Pelajaran Keterampilan Hidup: Mengelola Diri Sendiri

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa mengelola diri sendiri adalah kemampuan
untuk memahami diri kita sendiri dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
nilai-nilai, perspektif, karakter, kebutuhan, harapan dan aspirasi kita. Mengenal diri
sendiri melalui melatih kesadaran diri adalah langkah pertama dalam membentuk
identitas kita. Ini juga merupakan keterampilan hidup yang paling penting
dan mendasar bagi semua keterampilan hidup lainnya, karena hanya dengan
memahami diri sendiri kita dapat membuat keputusan yang tepat tentang cara
berpikir, berperilaku dan berhubungan dengan orang lain. Kesadaran diri bukan hal
yang mudah untuk dilakukan, karena dibutuhkan keberanian untuk jujur tentang
kekuatan dan kelemahan kita dan mengidentifikasi hal-hal yang dibutuhkan untuk
memperbaiki diri sendiri.

15 Informasi Penting: Nilai-Nilai
menit
Beritahu siswa-siswi bahwa nilai-nilai pribadi kita adalah dasar dari identitas kita.

Tanyakan kepada siswa-siswi apakah ada yang mengetahui apa yang dimaksud
dengan istilah nilai-nilai pribadi?

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa nilai-nilai hanyalah hal yang penting bagi kita.
Nilai-nilai bukanlah benda fisik, seperti uang atau mobil (meskipun hal-hal ini mungkin
penting bagi kita), sebaliknya, mereka lebih seperti prinsip dan tolak ukur yang kita
gunakan untuk menilai apa yang penting dalam hidup kita.

Berikan beberapa contoh nilai kepada siswa-siswi:
• Spritual;
• Saling menghargai;
• Kerja keras;
• Humor;
• Keadilan.

Beritahu siswa-siswi bahwa nilai-nilai kita penting karena dapat membantu kita:
• Memahami mengapa kita merasakan hal tertentu;
• Memutuskan apa yang benar atau salah;
• Memilih cara berperilaku dalam situasi tertentu;
• Memahami dan menghargai apa yang penting bagi orang lain;
• Memahami mengapa orang lain berperilaku atau bereaksi dengan cara tertentu;
• Membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang lain.

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa nilai-nilai kita dipengaruhi oleh pengalaman
hidup kita, termasuk cara kita dibesarkan oleh orang tua kita. Nilai-nilai kita sangat
dipengaruhi oleh keluarga kita, tetapi ketika kita mulai mengembangkan identitas
kita saat memasuki masa dewasa, kita mungkin mengembangkan nilai-nilai yang
berbeda.

40 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa nilai-nilai kita dapat berubah seiring dengan
berjalannya waktu, ketika kita memperoleh pengalaman hidup dan mencapai pijakan
hidup yang berbeda seperti menikah dan memiliki anak.

Ingatkan siswa-siswi bahwa tidak ada nilai yang benar atau salah, namun nilai-nilai
tertentu lebih mungkin untuk membantu kita berhasil dalam hidup kita daripada yang
lain. Setiap orang memiliki nilai yang berbeda-beda, namun perbedaan-perbedaan
tersebut harus dihargai .

Bahan bacaan lain untuk guru tentang nilai-nilai (karakter) dapat diunduh pada
tautan/URL berikut:

▲▲ Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ▲▲ Buku Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang https://bit.ly/2TZZyV0
Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan
Pendidikan Formal

https://bit.ly/2Ihvqlw

Kegiatan 1: Mengidentifikasi Nilai-Nilai Pribadi 15
menit
Mintalah siswa-siswi untuk merujuk ke bagian buku kerja mereka, yang berjudul Nilai-
nilai Saya. Beritahu siswa-siswi bahwa apa yang tercantum pada bagian tersebut
adalah beberapa contoh nilai yang umum, namun ada beberapa ruang kosong jika
mereka ingin menambahkan nilai lain ke dalam daftar tersebut.

Berikan contoh di bawah ini untuk membantu siswa-siswi memahami konsep ‘nilai’:

Tiga orang; Desi, Ria dan Irwan masing-masing memiliki sejumlah uang di rekening
bank mereka. Desi menggunakan sebagian besar uangnya untuk bepergian dan
menjelajahi dunia, Ria menggunakan sebagian besar uangnya untuk membeli
mobil, Irwan memberikan sebagian besar uangnya untuk beramal atau membantu
orang yang membutuhkan. Ini adalah contoh bagaimana orang menerapkan nilai-
nilai mereka. Desi, Ria dan Irwan memiliki jumlah uang yang sama tetapi mereka
memiliki nilai yang berbeda tentang apa yang penting dalam hidup mereka, yang
kemudian membantu mereka membuat keputusan tentang cara membelanjakan
uang mereka.

Edisi Revisi 2020 41

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Baca setiap nilai yang terdapat pada lembaran beserta definisi yang diberikan. Beri
siswa-siswi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan jika mereka merasa ada yang
tidak jelas dari definisi nilai-nilai tersebut.

Mintalah siswa-siswi untuk memberi tanda pada lembaran tersebut, apakah nilai
tersebut penting dan menjadi prioritas bagi mereka, penting tapi tidak menjadi
prioritas bagi mereka atau tidak penting bagi mereka (masing-masing nilai harus
terdiri dari satu pilihan).

Kemudian, mintalah siswa-siswi untuk memilih dan melingkari lima nilai yang paling
penting dan menjadi prioritas bagi mereka.

Catatan Guru

Siswa-siswi mungkin ingin melingkari semua nilai, jika mereka pikir itu semua
penting, namun penting untuk mendorong mereka agar memprioritaskan nilai-nilai
yang lebih penting daripada yang lain. Dalam menjalani hidup, kita sering harus
memprioritaskan hal-hal yang berbeda. Jika kita tidak dapat melakukannya, maka
akan sulit bagi kita untuk membuat keputusan.

Mintalah untuk saling menceritakan salah satu dari lima nilai yang menjadi prioritas
mereka, dan mengapa nilai tersebut penting bagi mereka (pastikan terdapat
keseimbangan jumlah remaja perempuan dan laki-laki yang mendapat giliran untuk
bercerita/berbagi).

Diskusikan hasil dari kegiatan ini dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
berikut kepada siswa-siswi:
• Apakah kamu merasa kegiatan ini bermanfaat atau menarik? Mengapa?
• Apa yang kamu perhatikan tentang nilai masing-masing? Apakah ada nilai yang

disebut oleh semua orang? Apakah beberapa orang memiliki nilai yang berbeda
dari yang lain?
• Hal-hal apa saja yang memengaruhi nilai-nilai kita?

15 Kegiatan 2: Ciri-Ciri Kepribadian Saya
menit
Beritahu siswa-siswi bahwa tujuan atau kelemahan (sesuatu yang ingin kita
kegiatan selanjutnya adalah membantu perbaiki).
mereka mengidentifikasi ciri-ciri
kepribadian mereka dan bagaimana ciri- Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa ciri-
ciri tersebut dapat menjadi kekuatan dan ciri kepribadian kadang-kadang dapat
kelemahan mereka. tumpang tindih dengan nilai-nilai kita,
tetapi dapat juga berbeda. Contohnya ciri
Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa ciri- kepribadian kita adalah pemalu, tetapi
ciri kepribadian kita adalah deskripsi nilai-nilai atau keyakinan kita adalah
tentang bagaimana cara kita berpikir keberanian. Ini bisa saja terjadi ketika
dan berperilaku. Ciri-ciri kepribadian kita kita berani membela hal yang benar,
dapat berupa kekuatan (sesuatu yang tetapi kita tidak ingin menyampaikannya
baik atau positif tentang diri kita sendiri) di depan umum dan lebih memilih untuk

42 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

menyampaikannya secara anonim atau Jelaskan kepada siswa-siswi bahwa apa
tanpa nama. Jadi, kita yakin bahwa kita yang tercantum pada bagian tersebut
harus berani membela yang benar, tetapi adalah beberapa ciri kepribadian yang
karena kita adalah seorang yang pemalu, bersifat umum, yang menggambarkan
maka terjadilah tumpang tindih antara bagaimana kita berpikir dan berperilaku
kepribadian dan nilai-nilai kita, sehingga (terdapat banyak ciri lainnya).
membuat kita merasa bingung.
Beritahu siswa-siswi bahwa untuk setiap
Ciri-ciri kepribadian adalah deskripsi dari ciri kepribadian, ada dua pernyataan.
diri kita sendiri, sedangkan nilai-nilai Pernyataan di sebelah kanan
mengacu pada keyakinan kita tentang menggambarkan bahwa ciri tersebut
apa yang penting dalam hidup. ‘sangat benar’, sedangkan pernyataan
di sebelah kiri menggambarkan bahwa
Mintalah siswa-siswi untuk merujuk pada ciri tersebut ‘sangat salah’. Garis yang
bagian buku kerja mereka, yang berjudul membatasi keduanya menggambarkan
Ciri-Ciri Kepribadian Saya. perbedaan yang mencolok dari kedua
pernyataan tersebut.

Tidak Terlalu Sangat

Murah Hati Saya menempatkan kebutuhan saya Saya selalu memberikan waktu saya
sendiri di atas kebutuhan yang lain. kepada orang lain ketika dibutuhkan.

Beri siswa-siswi 10-15 menit untuk memberi tanda ‘X’ pada garis, sesuai dengan
seberapa jauh ciri-ciri kepribadian tersebut berlaku pada diri mereka (sangat benar
atau sangat salah)

Catatan Guru

Ingatkan siswa-siswi bahwa tujuan dari latihan ini adalah untuk menilai diri mereka
sendiri dengan jujur berdasarkan ciri-ciri tersebut, bukan untuk menunjukkan
gambaran terbaik tentang diri mereka.

Tanyakan kepada siswa-siswi apakah ada yang mau menceritakan kepada yang
lain tentang beberapa ciri kepribadian utama mereka (pastikan remaja laki-laki dan
perempuan yang mendapat giliran jumlahnya sama).

Diskusikan hasil dari kegiatan ini dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
berikut kepada siswa-siswi:
• Apakah kamu merasa kegiatan ini bermanfaat atau menarik? Mengapa?
• Kapan atau dalam keadaan yang seperti apakah ciri-ciri kepribadian dikatakan

sebagai kekuatan atau kelemahan?
• Apakah menurut kamu penting untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan kita?

Mengapa?

Edisi Revisi 2020 43

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Ingatkan siswa-siswi bahwa ketika kita mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
kita, penting untuk bersikap baik kepada diri kita sendiri. Terkadang kita adalah musuh

terbesar kita sendiri, dengan kata lain, kita terlalu kritis terhadap diri kita sendiri. Yang

paling penting adalah kita berkomitmen untuk memperbaiki diri sendiri.

5 Tantangan Untuk Dikerjakan Di Rumah
menit
Mintalah siswa-siswi untuk merujuk ke bagian Bintang Identitas pada buku kerja
mereka. Jika waktu memungkinkan, lakukan kegiatan tersebut bersama-sama di
kelas, jika tidak, siswa-siswi dapat mengikuti petunjuknya dan memainkannya sendiri
dengan teman-teman atau saudara mereka di rumah.

10 Kesimpulan
menit
Akhiri sesi dengan mengajak siswa-siswi berdiskusi singkat:
1. Hal baru apa saja yang siswa-siswi pelajari dari sesi ini?
2. Informasi apa yang paling mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Mengingatkan siswa-siswi tentang apa yang telah mereka capai hari ini dan
mengulangi pesan-pesan utama dari pertemuan tersebut.

Mintalah siswa-siswi untuk menuliskan setidaknya satu hal yang akan mereka lakukan
atau ubah sebagai hasil dari apa yang telah mereka pelajari minggu ini. Beberapa
contoh yang memungkinkan termasuk:
• Mengidentifikasi kekuatan pada teman dan anggota keluarga mereka dan

memberi tahu mereka mengenai hal tersebut;
• Berkomitmen untuk memperbaiki kelemahan yang diidentifikasi;
• Bertindak sesuai dengan nilai-nilai pribadi mereka.

Mintalah siswa menjabarkan cara atau strategi yang akan mereka lakukan untuk
mencapai hal yang mereka ingin lakukan diatas.

Beri siswa-siswi beberapa menit untuk menuliskan pertanyaan apapun yang mungkin
mereka miliki untuk dimasukkan ke dalam kotak pertanyaan.

Ucapkan terima kasih kepada siswa-siswi atas partisipasi mereka dalam pertemuan
hari ini dan beritahu mereka tentang tema pertemuan minggu depan: Mengekspresikan
Perasaan.

Jangan lupa membaca rencana pertemuan minggu
depan dan pastikan semua materi sudah siap!

44 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Nilai-nilai Saya Penting Penting Paling
dan Tapi Tidak Tidak
Nilai Menjadi Menjadi Penting
Prioritas Prioritas

Kebijaksanaan
Memiliki pemahaman, wawasan yang baik,
akal sehat dan perspektif

Kepercayaan
Percaya dan berserah diri pada sesuatu yang lebih
besar dari diri kita sendiri

Perfeksionisme/Kemahiran
Kesediaan untuk mengulangi sesuatu atau
sikap bersikeras untuk melakukan sebuah
tugas sesering mungkin untuk memperoleh hasil
yang tepat

Dedikasi
Tidak pernah meninggalkan sesuatu dalam kondisi
yang tidak utuh/lengkap, tetap berkomitmen pada
tugas hingga selesai

Keadilan
Keyakinan bahwa setiap orang memiliki hak
untuk mencari kebenaran dan memperoleh
ganti rugi atas kesalahan yang dilakukan
terhadap mereka

Kesetiaan
Mendampingi seseorang, kelompok, atau
organisasi, bahkan selama masa-masa sulit

Cinta
Menghibur, peduli dan mendedikasikan diri kepada
orang lain

Pelayanan
Berkomitmen untuk mencapai tujuan
bersama, bekerja untuk kebaikan orang lain
atau komunitas

Kepemimpinan
Mengambil sikap terhadap apa yang penting,
kemauan dan keberanian untuk mengambil
tindakan pertama bahkan ketika dihadapkan
dengan kritik dari orang lain

Edisi Revisi 2020 45

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Nilai Penting Penting Paling
dan Tapi Tidak Tidak
Menjadi Menjadi Penting
Prioritas Prioritas

Integritas
Selalu melakukan apa yang telah kita katakan
untuk kita lakukan (tidak ingkar janji)

Keingintahuan
Keinginan untuk mengeksplorasi suatu hal secara
mendalam, termasuk sudut pandang orang lain
yang berbeda-beda

Keadilan
Memperlakukan orang lain dengan adil berdasarkan
kebenaran dan fakta, tidak memilih satu orang
daripada yang lainnya tanpa alasan yang baik

Kejujuran
Bersikap jujur dan tulus kepada semua orang,
tidak pernah berbohong meski kebenaran dapat
menyakitkan dan tidak menguntungkan

Keberanian
Kesediaan untuk melakukan apa yang benar dan
adil, meskipun hal tersebut mungkin sulit atau
menakutkan

Kreativitas
Mencoba hal baru atau cara baru dalam melakukan
sesuatu, kemauan untuk bereksperimen dan
berinovasi

Kehidupan
Penghargaan dan rasa hormat untuk semua
makhluk hidup tanpa terkecuali

Keberagaman
Penghargaan atas perbedaan seseorang, termasuk
berbagai ide dan pendapat

Keberhasilan/Keunggulan
Keinginan untuk unggul dalam tugas apapun, untuk
‘menjadi yang terbaik’

Berbelas Kasih
Memahami penderitaan orang lain dan ingin
melakukan sesuatu terhadap hal tersebut

46 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Nilai Penting Penting Paling
dan Tapi Tidak Tidak
Menjadi Menjadi Penting
Prioritas Prioritas

Kebebasan
Keyakinan bahwa setiap orang harus dapat
bertindak, berbicara, atau berpikir,
tanpa adanya upaya untuk dihentikan oleh
orang lain

Dedikasi/Kerja Keras
Tindakan mengikat diri sendiri (secara fisik atau
emosional) terhadap suatu tindakan, seberapa
kecilnya hal tersebut

Akuntabilitas
Kewajiban untuk menjelaskan tindakan seseorang
dan memperbaiki kesalahan seseorang

Humor
Kemampuan untuk menertawakan diri sendiri dan
menemukan humor/kelucuan bahkan dalam hal-hal
serius sekalipun

Bekerja Sama/Bekerja dalam Kelompok
Kesediaan untuk bekerja dengan orang lain untuk
mencapai tujuan bersama

Kesetaraan
Kepercayaan bahwa kita semua harus diperlakukan
dengan nilai yang sama, terlepas dari perbedaan
yang kita miliki

Kesabaran/Komitmen
Kemampuan untuk menanggung kesulitan atau
ketidaknyamanan untuk mencapai kondisi yang
pada akhirnya menguntungkan

Pengorbanan
Kesediaan untuk melupakan keuntungan jangka
pendek atau pribadi demi orang lain, atau demi
keuntungan jangka panjang yang lebih besar

Saling Menghargai
Tindakan mempertimbangkan dan
memperhitungkan hak, nilai,
kepercayaan dan kepemilikan semua orang
tanpa terkecuali

Edisi Revisi 2020 47

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Ciri-ciri Kepribadian Saya

Tidak Terlalu Sangat

Taat Saya beribadah apabila saya sedang Saya selalu beribadah sesuai
Beribadah dalam keadaan tertentu saja. dengan perintah agama baik dalam

keadaan senang maupun susah.

Murah Hati Saya menempatkan kebutuhan saya Saya selalu memberikan waktu saya
sendiri di atas kebutuhan yang lain. kepada orang lain ketika dibutuhkan.

Hemat Saya menghabiskan uang yang saya Saya menyimpan uang yang saya
miliki untuk barang-barang mewah miliki untuk masa depan.
(makanan, mode, film dan lain-lain).

Adil Saya biasanya takut untuk mengatakan Saya selalu berbicara tentang apa
apa yang saya pikirkan seandainya orang yang benar, bahkan jika orang lain
lain berpikir negatif tentang diri saya. berpikir negatif tentang diri saya.

Humoris Saya menganggap semuanya sangat serius. Saya selalu bercanda.

Berkomitmen Saya jarang menyelesaikan apapun. Saya tetap fokus pada tujuan
saya, apapun yang terjadi.

Kreatif Saya lebih suka melakukan hal-hal dengan Saya selalu mencari cara-cara
cara yang sama, seperti yang selalu saya baru dalam melakukan sesuatu.
lakukan.

Terbuka Saya mengetahui apa yang saya sukai, Saya suka mencoba hal-hal baru.
dan berpegang erat pada hal tersebut.

Seperti Saya senang jika hanya harus mengikuti Saya biasanya membuat keputusan
Pemimpin apa yang dilakukan oleh orang lain. yang mewakili kelompok saya.

48 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Patuh Tidak Terlalu Sangat

Saya tidak menerima perintah atau Saya selalu mengikuti perintah
saran dari siapapun. dari orang-orang yang memiliki
otoritas (atasan, guru, orang tua).

Mandiri Saya tidak bisa melakukan apapun Saya lebih suka melakukan
tanpa teman/orang tua saya. berbagai macam hal sendirian.

Bijaksana Saya selalu ‘berhasil’ mengatakan hal Saya pandai menyampaikan
yang salah atau menyinggung perasaan berita buruk atau informasi
orang lain dengan ucapan saya. negatif dengan cara yang peka.

Percaya Diri Saya malu dan lebih suka membiarkan Saya berbicara dengan terus terang
orang lain yang berbicara. dan berteman dengan semua orang.

Tepat Waktu Saya selalu terlambat. Saya marah jika semuanya
tidak berjalan tepat waktu.

Sabar Saya frustrasi ketika sesuatu tidak Saya bersedia menunggu selama
segera terjadi. mungkin, agar sesuatu terjadi.

Optimis Saya selalu menunjukkan sisi negatif Saya selalu tetap positif dan berusaha
dari seseorang atau sebuah situasi. melihat yang terbaik dari diri seseorang

atau sebuah situasi.

Disiplin Saya tidak memiliki rutinitas dan Saya menjaga rutinitas yang ketat
menjalani kehidupan sehari-hari dan saya selalu mengendalikan
seperti adanya. perasaan saya.

Bangga Saya merasa sulit untuk melihat sesuatu Saya tidak keberatan mengumbar
yang baik tentang diri saya. prestasi saya.

Edisi Revisi 2020 49

Modul 1 Pertemuan 2
Identitas Saya

Bintang Identitas

Apa satu kata positif
untuk menggambarkan

dirimu?

Apa kekuatan 1
terbesarmu?
Sebutkan satu hal yang
6 membuatmu unik!

2

5 4 3

Apa yang membuatmu Sebutkan satu dari Sebutkan sebuah bakat
dianggap sebagai seorang nilai pribadimu! atau keterampilan yang

teman yang baik? kamu miliki!

50 Pendidikan Keterampilan Hidup untuk Siswa-Siswi SMP dan SMA/SMK


Click to View FlipBook Version
Previous Book
รายงานประจำปี พ.ศ. ๒๕๖๓ สำนักงานอธิบดีผู้พิพากษาภาค ๘
Next Book
Buku PdP Pem. Khas BM