The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by supri adi, 2023-11-16 04:59:33

Modul Ajar

Fikih

Keywords: Fikih kelas 8

MATERI FIKIH MACAM-MACAM PUASA WAJIB FIKIH MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VIII FASE D Disusun Oleh SUPRIADI MTs. MATHLAB EL AWAM Cikande – Serang – Banten


MACAM-MACAM PUASA WAJIB A. PENGERTIAN PUASA Secara bahasa, puasa dalam bahasa Arab َ َص – َ ُصْْ ُم ام َص – ٌ – ْْ ًها َّ ِصٍَا ًها yang berarti menahan atau mencegah. Sedangkan secara istilah puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari yang disertai dengan niat. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt : َّن اَتِ و َّ ۖ ثُ ْجِش فَ ْ ْصَِْد ِه َي ال ْْلَ َخٍْ ِط ا ْ ْبٍَ ُض ِه َي ال ْْلَ ُط ا ًخٍْ ْ َبٍَّ َي لَ ُكُن ال ٰى ٌَتً َحتَ َّ ْش َشبُْا ْْا ِل ُكل ) البقشة: ُ ٍْ َّ اِلَى ال َ ْاال ۷۸۱ِّ ) صٍَام Artinya : “… dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang Hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. (Q.S. Al- Baqarah : 187) Dilihat dari segi hukum, puasa terbagi menjadi 4 macam, yaitu : 1. Puasa Wajib (Fardhu) Puasa wajib adalah puasa yang harus dilaksanakan karena sebagai kewajiban. Jika dilaksanakan menadapatkan pahala, jika ditinggalkan mendapatkan dosa. 2. Puasa Sunah Puasa sunah adalah puasa yang dianjurkan. Jika dilaksanakan mendapatkan pahala, jika ditinggalkan tidak mendapat dosa. 3. Puasa Makruh Puasa makruh adalah puasa yang lebih baik ditinggalkan. Jika ditinggalkan mendapat pahala, jika dilaksanakan tidak berdosa 4. Puasa Haram Puasa haram adalah puasa yang dilarang atau tidak boleh dilakukan. Jika dilakukan mendapatkan dosa, jika ditinggalkan mendapat pahala. B. MACAM-MACAM PUASA WAJIB 1. Puasa Ramadhan a. Pengertian dan dalil puasa Ramadhan Puasa Ramadhan adalah puasa yang diwajibkan atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat berpuasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan pertama kali diperintahkan Allah swt pada tahun kedua Hijriyah saat Rasulullah diberi perintah memindahkan arah kiblat dari Baitul Maqdis (Palestina) ke arah Masjidil Haram (Makkah). Firman Allah swt : ٰ ِزٌْ َي ا َّ ْْ َى َِاال ُكْن ٌَاٌَ تَتَّقُ َّ ْبِل ُكْن لَعَل ِزٌْ َي ِه ْي قَ َّ ُم َكَوا ُكتِ َب َعلَى ال ٍْ ُكُن ال ِّصٍَا َهٌُْا ُكتِ َب َعلَ Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (Q.S. Al- Baqarah : 183) Puasa Ramadhan juga sebagai Rukun rukun islam sehingga wajib dilaksankan, sebagaimana sabda Rasulullah saw.: ِى َعْبِذال َّش ْح َو ِي َعْبِذ ّٰللاِ ِي ال َخ ََّار َس ِي ًَ َع ّٰللاُ ْي اَب ِي ُع َوَشْب ْب ا َ : ٌْ َُِوا قَ َصِو ْع ى ُت َع َس ُصْْ َ ّٰللاِ َّ َصل ّٰللاُ ّٰللاُ ْْلِ ْصَمام َعلَى َم ْو ٍش : َش َِادَةُ اَ ْى َْلاِلَََ اِْلَّ ًَ ا ْْ ُ : بٌُِ ن ٌَقُ َّ َّ َصل َِ ٍْ َ َس ُصْْ ُ َعل ّٰللاِ َّاَ َّى ُه َم َّوذًا بَ ٍْ ِت َّ َصْْ ُم َس َه َض ْ َّ َح ج ال ُء ال َّز َكاةِ ٌْتَا ِ َّإ ُم ال َّصَماةِ َّاِقَا اى )سّاٍ التشهزي ّهضلن( Artinya : “Dari Abu Abdurrahman Abdillah bin Umar bin Khattab Radhiyallahu ‟anhuma berkata : aku mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Islam itu ditegakkan atas 5 dasar, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang


patut disembah) selain Allah, dan bahwasanya Nabi Muhammad saw. itu utusan Allah (2) mendirikan shalat lima waktu (3) membayar zakat (4) mengerjakan Haji ke Baitullah (5) Berpuasa pada bulan Ramadhan”. (HR. Attirmidzi dan Muslim) b. Cara menentukan awal dan akhir Ramadhan Cara untuk menentukan awal dan akhir bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu : 1. Ru‟yatul Hilal, yaitu dengan cara melihat terbitnya bulan dihari ke 29 bulan Sya‟ban. Firman Allah swt : َو ْي َش فَ ٍَ ُص ْوَُ ْ ِِذَ ِهٌْ ُكُن ال َّش َِْشفَل Artinya : „Barang siapa diantara kamu melihat bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu (QS. Al- Baqarah : 185) Nabi saw. bersabda : ْمبَ َش َس اِ َّى اْب َي ُع ُص ُل ّٰللاِ َوَش َس ِي ًَ ّٰللاُ َ ٍُ فَخ َ َسه ٌْ َُِوا َع ى ّٰللاُ َّ َص َهَش ل َ َ َّه ِزَاِل َ َّ َصام ب َ ن َّ َّ َصل َِ ٍْ َعلَ ِ ِصٍَا ِهَِ )سّاٍ ابْداّد( َس ب الٌَّا Artinya : “Bahwasanya Ibnu Umar telah melihat Bulan, maka diberitahukannya hal itu kepada Rasulullah saw., lalu ia berpuasa dan menyuruh orang-orang agar berpuasa juga (HR. Daud) 2. Istikmaal, yaitu menyempurnakan bilangan bulan Sya‟ban atau Ramadhan menjadi 30 hari jika Ru’yatu Hilal tidak tampak atau tidak jelas. Nabi saw. Bersabda : َشةَ قَا َ : قَا َ َس ُص ُل ّٰللاِ ِى ُُشٌْ َع ى ّٰللا ْي اَب ف َِ ُشّا ِل ُش ْؤٌَتِ َِ ّ َّاَْ ن : ُصْْ ُهْْ ِل ُش ْؤٌَتِ َِ ّ ٍْ َِ ّصل صل َعلَ ٍْ ُكُن ال َّش ُِْش فَعُذ ّا ثََما ثِ ٍْ َي )سّاٍ الٌضائً( ْى ُغَّن َعلَ ِ فَإ Artinya : “Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw. bersabda : ”Berpuasalah kalian sewaktu melihat bulan (di bulan Ramdhan), dan berbukalah kamu sewaktu melihat bulan (di bulan Syawal). Maka jika ada yang menghalangi (mendung), sehingga bulan tidak kelihatan, hendaklah kamu sempurnakan bulan Sya‟ban tiga puluh hari (bulan Sya‟ban). (HR. An Nasa‟i) Dalam Al Qur‟an Allah swt. berfirman : ِ ُشّا ّٰللاَ َِّلتُ َكبّ ِعذَّةَ ْ ُْا ال َِّلتُ ْكِول ٰ ُكْن تَ ْش ُكُشّْ َى ا َُ ٰذ َعل َّ َّلَعَل ً َه ُكْن Artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya kepadamu, supaya kamu bersyukur (QS. Al- Baqarah : 185) 3. Hisab, yaitu memperhitungkan peredaran bulan dibandingkan dengan perbedaan matahari. Nabi saw. bersabda : َع ُصْْ ُهْْا ٌْ َُِوا قَا َ : َصِو ْع ُت َس اْب ُص َل ّٰللاِ ِي ُع َوَش َس ِي ًَ َع ّٰللاُ ْي َعْبِذ ّٰللاِ ُوٍُْ فَ ٌْتُ َساَ ْْ ُ اِرَا ٌَقَ ِذُسّا لََُ )سّاٍ التشهزي ّ هضلن( ٍْ ُكْن فَاقْ ْى ُغَّن َعلَ ِ َِ ُشّا فَإ فْ َ ُوٍُْ فَخ ٌْتُ َساَ َّاِرَا Artinya : “Dari Umar bi Abdullah ia berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda : “apabila kamu melihat bulan (dibulan Ramadhan) hendaklah kalian berpuasa dan apabila kamu melihat bulan (di bulan Syawal) hendaklah kamu berbuka. Maka jika ada yang


menghalangi (mendung) sehingga bulan tidak kelihatan, hendaklah kalian kira-kirakan bulan itu (HR. At Turmuzi dan Muslim) c. Amalan sunah pada bulan Ramadhan 1. Shalat Tarawih, karena hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan 2. Shalat witir dan shalat sunah lainnya 3. Jika ada kelebihan rizki, bersedakah kepada yang berpuasa atau dengan mengajak berbuka puasa 4. Memperbanyak membaca Al- Qur‟an (Tadarrus) 5. I‟tikaf di masjid untuk beribadah d. Hal-hal membolehkan tidak puasa Puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang tidak boleh ditinggalkan. Akan tetapi jika ada yang menghalangi („udzur) dibolehkan tidak berpuasa namun ketentuannya. 1) Boleh tidak berpuasa namun harus mengqadha‟nya puasanya, yaitu : a. Orang sakit jika berpuasa akan bertambah parah b. Dalam perjalanan jauh (musafir) c. Bagi wanita haid atau nifas 2) Boleh tidak berpuasa namun harus menggantinya dengna membayar fidyah, yaitu : a. Orang tua lanjut usia (sangat tua) b. Sakit menahun sehingga tidak dapat mengqadha‟ puasanya c. Wanita sedang mengandung (hamil) d. Ibu yang menyusui anak e. Pekerja yang tidak memungkinkan dapat berpuasa dan tidak dapat mengqadha‟ puasanya 2. Puasa Nazar a. Pengertian Puasa Nadzar dan Dalilnya Nazar artinya menjadikan sesuatu yang tidak wajib menjadi wajib, atau adanya ikatan janji yang menjadikan sesuatu itu menjadi wajib. Puasa Nazar adalah puasa yang sebelumnya dijanjikan untuk melaksanakannya karena mendapatkan suatu kebaikan. Allah swt berfirman : ّْ َس ُُ ْن ٍُْفُْا ًُزُ ْ َّل ُِْن ُضْا تَفَثَ ٍَقْ ْ َّن ال ِق ثُ عَتٍِْ ْ بَ ٍْ ِت ال ْ ِال ْْا ب َََّّْفُ ٍَ ْ َّل Artinya : “Dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (QS. Al- Hajj : 29) b. Hukum puasa Nazar Puasa Nazar merupakan puasa yang sudah dijanjikan oleh yang bersangkutan sebelumnya untuk dilaksanakan, maka hukumnya wajib. Dengan demikian, jika tidak dilakanakan akan mendapatkan dosa. Nabi saw. bersabda : َس ِي ًَ ّٰللاُ َع ا َ َس ُص ْي َعائٍِشتَ َِا قَالَ ْت : قَ ٌْ َ ّٰللاُ َع ّٰللاِ َس اَ ْى ٌُ ٍَِْ َه ْي ًَزَ َّى ّٰللاُ : َ ْ ُ َصل ن َّ َّ َصل َِ ٍْ َعلَ َس اَ ْى ٌُ ْع ِصٍََُ فَماَ ٌُ ْع ِص َِ )سّاٍ البخاسي ّهضلن( َّ َه ْي ًَزَ َِْعَِ ٍُ ْ فَل Artinya : “Dari Aisyah ra. Ia berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Barang siapa bernazar akan menta‟ati Allah swt. maka hendaklah ia menta‟ati-Nya dan barang siapa bernazar akan bermaksiat kepada Allah, maka janganlah ia melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim)


3. Puasa Kafarat a. Pengertian Puasa Kafarat Kafarat berasal dari kata Kafran yang berarti menutupi atau cara pengganti. Puasa Kafarat adalah puasa untuk menebus suatu kesalahan tertentu yang telah ditetapkan oleh Allah swt. b. Macam-macam Puasa Kafarat Ada beberapa macam sebab wajib puasa kafarat, yaitu : 1) Melanggar larangan Haji Bagi yang melaksanakan haji dengan cara Tamatu‟ atau qiran wajib membayar denda 1 ekor kambing/domba. Bila tidak mampu maka berpuasa selama 3 hari di tanah suci dan tujuh hari di tanah kelahiran. Allah swt berfirman : ِ فَ َ ب َوتَّ َو ْي تَ ْن فَ ِهٌْتُ ِرَا اَ َِْذيِ إ ۚ ْ َوا ْصتٍَْ َض َش ِه َي ال فَ ِ َم ّخ ْ لَى ال ِ عُ ْوَشةِ إ ال ِت اٌََّاٍم ْ ُم ثَ َماثَ ِصٍَا ْن ٌَ ِج ْذ فَ َو ْي لَ فَ ۗ ْن َس َج ْعتُ ٍت اِرَا ِ َّ َصْبعَ َم ّخ ْ فًِ ال َ َع َش َشةٌ َكا ِهلَتٌ ْ تِل Artinya : “.... Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang sudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Siksaan-Nya. (Al- Baqarah : 196) 2) Melanggar sumpah atau janji Bagi seseorang yang melanggar sumpah janjinya, maka ia wajib berpuasa selama tiga hari ketika tidak mampu memberi makan sepuluh orang miskin. Allah swt berfirman dalam QS. Al- Maidah ayat 89 yang artinya : “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak.barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya berpuasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumnya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).” 3) Karena sumpah Zihar Zihar adalah seorang suami yang menyerupakan istrinya sama dengan punggung ibunya. Jika ia ingin berdamai, maka ia wajib membayar kafarat dengan berpuasa dua bulan berturut-turut. Sebagaimana firman Allah swt dalam surat Al- Mujaadilah ayat 3 dan 4 yang artinya : “orang-orang yang menzihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barang siapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur”.


4) Karena pembunuhan tanpa sengaja Puasa kafarat karena pembunuhan tanpa sengaja yaitu berpuasa selama dua bulan berturut-turut 5) Karena berhubungan suami istri di siang hari saat bulan Ramadhan Kafarat bagi yang melanggar ini ada tiga tingkatan, yaitu Membebaskan budak belian. Jika tidak mampu maka berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak kuat berpuasa, maka bersedekah kepada fakir miskin sebanyak 60 orang dengan makanan pokok yang mengenyangkan atau masing-masing ¾ liter perhari


Mata Pelajaran : Fikih Materi Pelajaran : Macam-macam Puasa Wajib dan Ketentuannya Kelas/Semester : VIII (Delapan) / II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP) Kelompok : ... Nama : 1. ... 2. ... 3. Dst Tugas Kelompok 1 PUASA RAMADHAN 1 Pengertian puasa Ramadhan 2 Dalil puasa Ramadhan 3 Tiga cara menentukan awal dan akhir bulan Ramadhan 4 Amalan sunah di bulan Ramadhan 5 Hal-hal yang membolehkan tidak puasa Ramadhan Tugas Kelompok 2 PUASA NAZAR 1 Pengertian puasa Nazar 2 Dalil Al-Qur‟an puasa Nazar 3 Dalil Al- Hadits puasa LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


Nazar 4 Sebab wajibnya puasa Nazar 5 Contoh seseorang yang bernazar sehingga ia wajib berpuasa Nazar Tugas Kelompok 3 PUASA KAFARAT 1 Pengertian puasa Kafarat 2 Alasan wajibnya puasa kafarat 3 Puasa kafarat melanggar larangan Haji 4 Puasa kafarat melanggar sumpah / janji 5 Puasa kafarat karena Zihar


Media pembelajaran yang digunakan pada materi “Macam-macam Puasa Wajib dan Ketentuannya” : A. Laptop B. Infokus C. Infografis Infografis dapat dilihata pada link berikut : https://docs.google.com/presentation/d/1FUPyReLd6Tspr3MBEowFDS otxCQjy4qE/edit?usp=sharing&ouid=101320456422327739621&rtpof= true&sd=true MEDIA PEMBELAJARAN


Rubrik dan Penilaian Kerja Kelompok No. Kelompok Aspek yang di nilai Skor Keterangan 1 K 1 Kesesuaian Keaktifan Kerjasama 2 K 2 Kesesuaian Keaktifan Kerjasama 3 K 3 Kesesuaian Keaktifan Kerjasama Lembar tes tertulis 1. Kelompok puasa wajib yang paling tepat dibawah ini adalah ... a. Puasa „Arafah, puasa Ayyamul Bid dan puasa Nazar b. „Asyura, puasa Daud dan puasa Kafarat c. Puasa Ramadhan, puasa „Arafah dan puasa Asyura d. Puasa Ramadhan, puiasa Nazar dan puasa Kafarat 2. Dalil diwajibkannya puasa Ramadhan terdapat pada Al- Qur‟an surat ... a. Al- Baqarah ayat 181 b. Al- Baqarah ayat 182 c. Al- Baqarah ayat 183 d. Al- Baqarah ayat 184 3. Perhatikan pernyataan berikut ! (1) Shalat Tarawih (2) Memperbanyak baca Al- Qur‟an (3) Bersiwak atau sikat gigi di siang hari (4) Memperbanyak sedekah (5) Tidur di siang hari (6) Memasukan benda kedalam rongga badan (7) I‟tikaf Dari pernyataan tersebut diatas, yang termasuk amalan sunah di bulan Ramadhan adalah ... a. (1),(2),(3) dan (4) b. (2),(4),(5) dan (6) c. (1),(2),(4) dan (7) d. (2),(4),(6) dan (7) 4. Orang yang dibolehkan tidak puasa di bulan Ramadhan dan wajib mengqadha‟nya adalah ... a. Orang yang sudah tua renta b. Orang yang sedang bepergian c. Orang sakit yang tidak mungkin sembuhnya d. Wanita yang sedang menyusui 5. Puasa yang harus di laksanakan karena sudah dijanjikan sebelumnya karena mendapatkan suatu kebaikan disebut dengan puasa ... a. Puasa Ramadhan b. Puasa Ayyamul Bid c. Puasa Nazar d. Puasa Kafarat 6. Dalil diwajibkannya puasa Nazar dijelaskan pada Al- Qur‟an Surat .... INSTRUMEN PENILAIAN


a. Al- Hajj ayat 27 b. Al- Hajj ayat 28 c. Al- Hajj ayat 29 d. Al- Hajj ayat 30 7. Perhatikan potongan hadits berikut ini ! َ َس اَ ْى ٌُ ٍَِْ َْ ّٰللاُ ِعَِ َه ْي ًَزَ ٍُ ْ فَل Kalimat di atas menunjukan wajibnya melaksanakan ... a. Puasa b. Ayyamul Bid c. Nazar d. Kafarat 8. Puasa yang dimaksudkan memenuhi denda atau tebusan adalah puasa .... a. Ramadhan b. Nazar c. Kafarat d. Ayyamul Bid 9. Puasa kafarat karena melanggar janji atau sumpah, maka berpuasa sebanyak ... a. 3 hari b. 4 hari c. 5 hari d. 6 hari 10. Puasa kafarat karena zihar sebanyak ... a. Satu bulan berturut-turut b. Dua bulan berturut-turut c. Tiga bulan berturut-turut d. Empat bulan berturut-turut Lembar Pengamatan Sikap No. Nama Aspek yang diamati Keaktifan Kerjasama Kepedulian 1. Admar 2. Al Rizki Naufal Althaf 3. Dst


Click to View FlipBook Version