Bentuk kegiatan
ekonomi
Sikap yang
harus dimiliki
wirausahawan
Penokohan dan
sifat dalam cerita
fiksi
Keberagaman
karakteristik di
lingkungan
sekitar.
Pada suatu siang, Dina pergi ke toko serba ada (toserba)
milik tetangganya. Dina membeli buku tulis karena buku
tulisnya sudah habis untuk mengerjakan tugas. Sesampainya
di rumah, Dina tiba – tiba berpikir.
Mengapa buku ini bisa
sampai dijual di toko ini?
Kegiatan Dina membeli buku tulis termasuk dalam kegiatan
ekonomi.
Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan
individu atau kelompok untuk memperoleh barang
dan atau jasa guna memenuhi kebutuhan
hidupannya.
Kegiatan ekonomi diklasifikasikan menjadi 3 yaitu:
Produksi
Produksi adalah segala kegiatan yang menghasilkan dan
menambah nilai guna suatu barang serta jasa.
Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.
Distribusi
Kegiatan menyalurkan barang hasil produksi dari produsen
kepada konsumen.
Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distribu-
Konsumsi
Kegiatan menggunakan barang atau menikmati jasa.
Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut sebagai
konsumen
Buku tulis yang dibeli Dina, diproduksi di sebuah pabrik.
Kegiatan membuat buku tulis di pabrik, disebut dengan kegiatan
produksi. Pengusaha pemilik pabrik buku tulis disebut produsen.
Buku tulis yang sudah dibuat di pabrik disalurkan ke toko.
Kegiatan tersebut disebut distribusi. Orang yang melakukan
penyaluran buku tulis itu disebut distributor.
Kegiatan yang dilakukan Dina menggunakan buku tulis dise-
but kegiatan konsumsi sehingga Dina merupakan konsumen.
Bagan kegiatan ekonomi tersebut dapat dilihat dalam bagan di
bawah ini.
Setelah menyelesaikan tugas dari ibu guru, Dina mengambil
majalah anak – anak. Dina tertarik untuk membaca salah satu
cerita di bawah ini:
Tukang Susu yang Serakah
Suatu hari, tinggal sepasang suami istri di desa. Suami istri
itu bernama Pak Henri dan Bu Gloria. Pak Henri adalah tukang
susu. Pasangan suami istri itu memiliki beberapa sapi perah.
Pasangan ini memberi jerami dan merawat sapi – sapi itu
dengan baik. Hal tersebut membuat sapi – sapi Pak Henri
menghasilkan susu yang berkualitas baik.
Semua orang di desa sering membeli susu dari peternakan
Pak Henri. Pak Henri memiliki penghasilan dan kehidupan
yang baik tetapi hal tersebut belum memberikan kepuasan
pada Pak Henri. Dia selalu bermimpi membeli rumah besar,
mobil dan pakaian yang mahal.
―Aku melihat rumah besar di
pinggiran desa kita. Kita
harus membelinya, bu. Kita
juga harus membeli mobil
dan mencari banyak pelayan
yang melayani kita,‖ ucap
Pak Henri
―Kita akan mengenakan pakaian sangat mahal dan semua
penduduk desa yang miskin akan iri pada kita,‖ lanjutnya.
―Keserakahan ini tidak ada gunanya. Kita mendapat cukup
uang dan kita harus senang dengan apa yang kita miliki,‖
jawab Bu Gloria
―Bagaimana bisa bahagia di rumah kecil ini dan bau bau sa-
pi ini sangat menyengat,‖ sangkal Pak Henri
Setiap hari ketika Pak henri pergi menjual susu, penduduk
desa memujinya.
―Pak Henri, susu susu ini sangat enak dan berkualitas. Pasti
Anda mearawat sapi – sapi dengan dengan baik,‖puji salah
satu penjual di pasar.
―Ya ya ya, itu benar. Tapi tidak lama lagi, begitu aku menajdi
kaya. Aku akan menjual semua sapi itu. aku tidak suka bau
sapi di rumah,‖jawab Pak Henri.
―Tapi sapi- sapi itu adalah sumber mata pencaharianmu. Kau
seharusnya tidak mengeluh tentang pekerjaannmu. Itu
membantumu bertahan hidup. Aku juga menjual telur untuk
mencari nafkah. Itu juga pekerjaan yang bau tetapi aku
tidak keberatan,‖ Pak Rendi memperingatkan.
―Ya ya ya, mungkin kau ditakdirkan untuk menjadi telur.
Tetapi aku akan melakukan hal-hal yang bisa untuk mem-
beli barang-barang mahal dan pakaian mahal,‖ jawab Pak
Henri dengan sombongnya.
Pak Rendi menjawab,―Keserakahan ini, tidak akan berguna
teman. Semakin cepat kau memahaminya akan semakin
baik.
―Baaah, aku sudah cukup membuang waktu di sini semoga
sukses dengan bisnis telur baumu itu. sampai jumpa,‖jawab
Pak Henri sampai berjalan pergi.
Pak Henri terburu-buru untuk mendapatkan lebih banyak
uang. Setelah seharian berjualan, Pak Henri mengocok kan-
tung uangnya dan berkata,‖Hanya ini? Ini sangat kurang.
Bagaimana caraku menjual lebih banyak susu? Hmm sapiku
sangat sehat aku tidak bisa memaksa mereka memberikan
banyak susu. Aku harus membli sapi lagi. Tetapi aku harus
mengeluarkan banyak uang untuk membelinya.‖
Henri berjalan – jalan sambil berpikir solusi untuk mendapat-
kan banyak keuntungan. Tanpa disadarim dia sampai di sebuah
sungai dekat rumahnya. Tiba – tiba ide muncul dari dalam
pikirannya,‖Bagaimana kalau aku mencampur sedikit air
dengan susu? Dengan begitu aku tidak perlu membeli sapi
lagi dan dapat menjual susu lebih banyak. Oh ini ide yang brilli-
an. Tidak ada yang memperhatikan jika kau menambahkan
sedikit air.‖
Pagi harinya, Pak Henri menuangkan susu hanya sampai
setengah botol lalu membawa botol botol itu ke sungai dan
mengisi botol tersebut sampai penuh.
Hari tersebut, penduduk membeli susu Pak Henri dan mem-
bayarkan dengan harga yang sama seperti biasnaya. Malam
harinya, Pak Henri sangat senang karena mendapatkan
keuntungan lebih banyak. Hari- hari berlalu dan Henri menjadi
lebih kaya dari sebelumnya.
Namun kemudian, ada produk susu dari peternakan lain
yang dijual pada penduduk desa tersebut. Penduduk mulai
menyadari bahwa susu dari Henri lebih encer. Penduduk ber-
encana menyelidiki dan melakukan pengawasan pada Pak
Henri.Penduduk menyaksikan Pak Henri mencampurkan air
sungai ke dalam botol susunya. Penduduk sepakat memberi
pelajaran pada Pak Henri
Keesokan paginya, Pak Henri menemui penjual kacang
tetapi dia tidak mau mengembalikan uang yang digunakan
untuk membeli kacang. Pak Henri pulang dan membeli selusin
telur. Ketika dia kembali ke rumah dan mencoba memeca-
hkannya, ternyata 10 dari 12 telur merupakan batu. Kesokan
harinya dia mau beli baju sutra, namun dalam perjalanan pu-
lang hujan mulai turun air memudarkan semua warna kemejan-
ya. Hal tersebut berlangsung selama beberapa hari. Setiap kali
Pak Henri dan Bu Gloria pergi membeli sesuatu, mereka pulang
dengan sesuatu yang berbeda.
―Aku bosan dengan ini mengapa mereka tidak menjual
kepada kita yang benar,‖ kata bu Gloria
Seiring berjalannya waktu, semua penduduk desa ber-
henti membeli susu dari Pak Henri. Pak Henri dan Bu Gloria
terpaksa menjual barnag – barang mahal mereka dan kembali
menjadi tukang susu sederhana.
Berdasarkan cerita di atas, kita dapat merefleksikan sikap
seorang wirausahawan yang baik diantaranya:
1. Memiliki kepercaya diri.
2. Selalu bersikap disiplin.
3. Jujur dan apa adanya.
4. Berani untuk mengambil resiko.
5. Kemampuan untuk memimpin yang baik
6. Kreatif dan inovatif dalam
mengembangkan produk.
7. Mampu menggunaka fakta sebagai
landasan berpikir.
8. Bertanggung jawab pada tugas dan
perencanaan yang disusun.
Cerita Tukang Susu yang Serakah merupakan salah satu
contoh cerita fiksi.
Cerita fiksi adalah cerita khayalan yang tidak
terjadi sebenarnya. Cerita fiksi dibuat berdasarkan
pada imajinasi dan kreativitas dari si penulis cerita.
Sebuah cerita fiksi, memilik beberapa unsur – unsur diantaranya :
1. Tema
2. Tokoh
3. Alur
4. Latar
5. Amanat
6. Sudut pandang
Namun yang akan dibahas lebih mendalam adalah penokohan
dan sifatnya. Penokohan berdasarkan sifatnya biasanya dibagi
menjadi 3 yaitu :
Tokoh Antagonis Tokoh yang bersifat jahat
Tokoh Protagonis Tokoh yang bersifat baik
Tokoh Tritagonis Tokoh yang memiliki sifat penengah
antara antagonis dan protagonis
Berdasarkan cerita Tukang Susu yang Serakah, Dina
menemukan beberapa keberagaman yaitu keberagaman jenis
kegiatan ekonomi dan keberagaman karakteristik penduduk
desa
Terdapat penduduk desa yang berprofesi sebagai penjual
telur, penjual kacang, penjual sutera. Selain itu terdapat juga
penduduk desa yang memiliki kulit berwarna gelap dan terang.
Keberagaman karakteristik tersebut juga dapat kita lihat di
lingkungan sekitar rumah.
Keberagaman karakteristik individu adalah
perbedaan ciri khas antara masing — masing orang.
Keberagaman karakteristik individu terdiri atas :
1. Keberagaman fisik
Keberagaman ini contohnya perbedaan warna kulit, tinggi
tubuh, berat badan dan postur tubuh antara satu orang
dengan lainnya.
2. Keberagaman pekerjaan
Keberagaman ini contohnya pekerjaan — pekerjaan yang
sering kita temui di lingkungan sekitar, seperti
wirausahawan, doker, guru, montir, penjahit baju dan
lainnya.
3. Keberagaman usia
Keberagaman ini membuat adanya beragam sebutan
untuk orang — orang di sekitar kita sesuai rentang usianya
seperti nenek, kakek, ayah, ibu, paman, bibi, kakak, dan
adik.
4. Keberagaman suku
Bangsa kita memiliki beragam adat dan budaya yang
berdampak pada banyaknya suku yang ada di sekitar kita,
seperti suku jawa, sunda, sumatera, bali, Madura, ambon
dan lainnya.
5. Keberagaman kesenangan/ kegemaran
Setiap orang memiliki kesenangan, yang berbeda,
contohnya adanya yang gemar bermain sepak bola, bulu
tangkis, bernyanyi, menari, melukis, berkebun dan lainnya.
6. Keberagaman agama/ kepercayaan
Negara Indonesia mengakui adanya 6 agama atau ke-
percayaan yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan
Konghucu. Oleh karenanya sering kita temui orang—orang di
sekitar kita memiliki kepercayaan atau agama yang
berbeda dengan kita.
Adanya keberagaman tersebut justru memberikan beberapa
manfaat, diantaranya:
1. Belajar untuk saling menghargai.
2. Menumbuhkan keinginan untuk saling mengenal kelebihan
dan kekurangan orang lain.
3. Meningkatkan rasa toleransi
4. Menumbuhkan motivasi untuk bersatu.
5. Meningkatkan keharmonisan dan persaudaraan.
“Jujur dan kepercayaan adalah modal
awal dan paling dasar dari pengusaha”
“Lama memang, tapi itu caranya.
Semua harus dilewati seperti anak tangga.
Satu persatu, jangan lompat-lompat karena
kalau melompat kemungkinan terpelesetnya tinggi.“
(Chairul Tanjung – Wirausahawan Sukses)
Kamu sudah berhasil
Mempelajari MODUCIL ini.
Profil Penyusun
Anita Wibawanti S.Pd.
NIM 20121299417
[email protected]
e-book dari MODUCIL ini dapat kalian buka melalui link berikut:
atau dengan scan QR code berikut: