The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gimbal.wiwi, 2020-10-19 10:45:49

Preview_Majalah MARINIR Edisi 189_small

Preview_Majalah MARINIR Edisi 189_small

TEKNOLOGI MILITER

Spesifikasi Tehnis Umum RPB & RAB

NO JENIS SPESIFIKASI TEHNIS RPB RAB

1 Ukuran dimensi badan (PxL) ( m) 11,59 x 3,1 10,06 x 2,74

2 Tinggi garis batas rendam air (draft) (m) 0,61 0,61

3 Bobot total kosong (ton) 6,30 6,08

4 Bobot total muatan penuh (ton) 10,07 10,01

5 Sistem penghasil tenaga gerak 2x mesin disel 6LY2A-STP 440 bhp 2x mesin disel 6LY2A-
(330 kW) @ 3.300 rpm dengan STP 440 bhp (330 kW) @
driver tipe ZF 280 (1,214 : 1) 3.300 rpm dengan driver tipe MARINIR Edisi : 189 - 482020
ZF 220 (1,237 : 1)
2x mesin jet air HJ292 (tenaga
pendorong 15,5 kW) 2x mesin jet air HJ292 (tenaga
pendorong 15,5 kW)

6 Jenis bahan bakar solar JP-5, JP-8 atau Marine Diesel solar JP-5, JP-8 atau Marine

Fuel # 2 Diesel Fuel # 2

7 Daya tampung tangka bahan bakar (liter) 1.135 liter 946 liter

8 Kecepatan jelajah (knot) 35 knot (normal), 40 knot (sprint) 35 knot (normal), 40 knot (sprint)

9 Kecepatan akselerasi awal (knot) 25 knot dalam tempo kurang 25 knot dalam tempo kurang
dari 15 detik dari 15 detik
10 Jangkauan jelajah maksimum (mil laut) lebih dari 250 mil laut
11 Radius putar haluan kurang dari separuh panjang kapal lebih dari 250 mil laut

12 Kondisi lingkungan operasi optimal Sea State 2 (optimal) kurang dari separuh panjang
13 Rentang suhu lingkungan operasi (°C) - 6,67°C – 51,67ºC (air tawar) ; kapal
0,55°C - 35ºC (air asin / payau)
14 Jumlah awak + juru senjata (orang) 2+3 Sea State 2 (optimal)
15 Jumlah penumpang (orang) 13
16 Persenjataan 1x M240G, 1x Mk.49 Mod.0, 1x - 6,67°C – 51,67ºC (air tawar) ;
M2HB / Mk.19 Mod.3, 16x tabung 0,55°C - 35ºC (air asin / payau)
pelontar granat penghasil tabir
asap M257 2+5

8

3x M240G, 1x Mk.49 Mod.0, 1x
M2HB/Mk.19 Mod.3, 16x tabung
pelontar granat penghasil tabir
asap M257

17 Alat navigasi GPS terintegrasi AN/PSN-11 (PLGR), GPS terintegrasi AN/PSN-11
kompas magnetik, radar SL72, (PLGR), kompas magnetik,
18 Alat komunikasi alat pengukur kedalaman perairan radar SL72, alat pengukur
19 Alat penjejak objek berbasis tehnologi (depth sounder ) ST60 kedalaman perairan (depth
sounder ) ST60
elektro optik
RAY53 (VHF), SINCGARS (VHF), RAY53 (VHF), SINCGARS (VHF),
interkom AN/VIC-3 interkom AN/VIC-3

FLIR tipe Safire 3 FLIR tipe Safire 3

JALASENASTRI

49 Edisi : 189 - 2020 MARINIR JALASENASTRI KORPS MARINIR

IKUTI PELATIHAN
MEMBATIK VIRTUAL

SEKALIGUS KUNJUNGAN KETUA UMUM
DHARMA PERTIWI DI BHUMI MARINIR

TEPAT HARI INI setiap Tanggal 2 Oktober telah pendapatan masyarakat yang terlibat di dalamnya.
ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional, mewarisi
budaya nenek moyang Republik Indonesia yang Selain itu, Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya
sudah mendunia. Tampak semangat Ibu Ibu Dharma secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam
Pertiwi dalam memperingati hari Batik Nasional sekaligus pada kain yang diproses dengan cara tertentu yang
mempraktekkan secara langsung cara membatik secara memiliki kekhasan. Menurut Ny. Nanny Hadi Tjahjanto,
Virtual dipandu langsung dari Kepengurusan jajaran saat ini kemajuan dan perkembangan batik tidak diimbangi
Dharma Pertiwi, Gedung Gada Pasmar 1 Cilandak Jakarta oleh regenerasi para pembatik itu sendiri. Minimnya
Selatan, Jumat (02/10/2020). regenerasi para pembuat batik menjadikan jumlah mereka
makin lama makin sedikit dan didominasi oleh kaum
Membatik secara virtual berlangsung serentak di tua. Memang diperlukan kesabaran dan ketelitian dalam
jajaran Ibu- Ibu Dharma Pertiwi seluruh Tanah Air mulai membatik, tapi bukan berarti kesabaran dan ketelitian itu
dari IKKT Pragati Wira Anggini, Persit Kartika Candra hanya dimiliki oleh kaum tua saja, sehingga hanya mereka
Kirana, Jalasenastri dan Pia Ardhya Garini, diikuti yang mampu membuatnya.
sekitar 3000 peserta dari Sabang sampai Merauke. Dalam
pelaksanaanya setiap tim dari Ibu Ibu Dharma Pertiwi di Agar eksistensi batik Indonesia tetap terjaga di masa depan,
batasi para pesertanya dengan menegedepankan protokol diharapkan Ibu-ibu harus mulai sadar untuk turut terjun
kesehatan mengingat masih dalam keadaan Pandemi dalam pembuatan batik. Jangan sampai dituntut oleh pihak
Covid 19. lain hanya karena keengganan kita untuk melestarikan
dan mewarisi seni budaya membatik itu sendiri. Ini adalah
Secara Virtual Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny tugas kita bersama untuk mewariskannya kepada generasi
Hadi Tjahjanto dalam sambutannya mengatakan berikutnya atau generasi muda kita.
“Ketum Dharma Pertiwi mengatakan bahwa kegiatan
pelatihan membatik bersama secara virtual diharapkan Selanjutnya disampaikan bahwa, kita pun patut bangga
dapat membantu upaya pembangunan ekonomi yang bahwa respon dunia terhadap batik Indonesia sangat-sangat
dapat mempengaruhi sektor perekonomian nasional, baik sehingga mendapatkan pengakuan dunia melalui
diantaranya adalah dapat menjadi lapangan usaha yang UNESCO-PBB yang mengukuhkan batik sebagai Intangible
mandiri bagi jutaan orang yang berpotensi meningkatkan Cultural Heritage of Humanity peninggalan budaya
dunia dari Indonesia pada tanggal 29 September 2009 di

JALASENASTRI

Abu Dhabi.

Pengukuhan UNESCO-PBB ini MARINIR Edisi : 189 - 502020
membawa konsekuensi bahwa pihak
pemerintah Indonesia maupun
organisasi kemasyarakatan terkait
harus terus menerus secara nyata
melestarikan dan mengembangkan
warisan budaya tersebut.

Kepada para peserta pelatihan,

Ketum Dharma Pertiwi berharap

untuk selalu mengobarkan

semangat pantang mundur,

semangat belajar serta semangat

kemandirian dan solidaritas yang

akan menjadikan semua tumbuh

berkembang untuk meraih

kesejahteraan yang didambakan.

Ketum Dharma Pertiwi juga
mengingatkan kembali, jangan
lengah dan jangan bosan untuk
terus untuk selalu melaksanakan
protokol kesehatan sesuai anjuran
pemerintah, sehingga COVID-19
dapat segera teratasi.

Jajaran Pengurus Gabungan
Jalasenastri Korps Marinir (PG
Kormar) juga serentak mengikuti
virtual membatik ini mulai dari
jajaran Koordinasi Cabang (Korcab
Pasmar 1 Jakarta, Pasmar 2 Surabaya
dan Pasmar 3 Sorong), hingga ke
tingkat Cabang. Dalam kesempatan
ini juga Jalasenastri Korps Marinir
mendapat kunjungan secara
langsung oleh Ketua Umum Dharma
Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto.

JALASENASTRI

51 Edisi : 189 - 2020 MARINIR NY. HARTATIK BERSAMA SUAMI KOPKA MAR TISYANTO

SUKSES BUKA 115 OUTLET AYAM GORENG

BERMODAL KERJA KERAS

Ny. Hartatik bersama suami tercinta Kopka mar “Setiap hari jam 01.00 dini hari saya diantar suami ke
pasar untuk belanja sayur, dan sehabis subuh kami sudah
Tisyanto berhasil membangun usaha. Saat ini mengggelar dagangan di depan rumah. Suamipun tetap
berangkat ke kantor seperti biasa. Hasil dari berjualan
usahanya sudah memiliki 115 outlet dengan jumlah sayur kami sisihkan sedikit demi sedikit. Dan selama
berjualan sayur, gaji suami tidak saya ambil. Kebetulan
karyawan sebanyak 280 orang yang memproduksi fried pengambilan gaji sudah menggunakan ATM, sehingga
kami menggunakan uang tunai hasil berjualan sayur untuk
chicken atau ayam goreng tepung dengan memotong memenuhi kebutuhan keluarga,” kenangnya.

ayam 6000 ekor perhari. Outlet tersebar di beberapa Pada tahun 2013 dia mencoba usaha baru dengan
bergabung dalam kemitraan usaha dengan orang lain yang
daerah yaitu di Sukabumi, Bogor/Depok, Bandung, bergerak dalam produksi Fried Chicken. Selama kurang
lebih 3 tahun, profit dari usaha ini juga dikumpulkan.
Purwakarta/Cikampek dan Pemalang/Brebes. Dari usaha Hingga akhirnya pada tahun 2016 mulai berpikir untuk
merintis usaha Fried Chicken sendiri. Sebelum memulai
ini, dia mendapatkan profit atau keuntungan antara Rp.300jt usaha sendiri, dia sharing dengan saudaranya yang
kebetulan bekerja di salah satu outlet fried chicken tentang
– Rp.400 jt perbulan. Outlet yang terbesar ada di Sukabumi resep dan cara membuat fried chicken yang enak. Pada
mulanya dia membeli ayam di pasar, memotong ayam
yaitu 90 outlet, Bogor/Depok 7 outlet, Bandung 5 outlet, sendiri, membuat bumbu, memasak dan memasarkan
sendiri. Ternyata anak-anaknya suka, tetangga dan
Purwakarta/Cikampek 7 outlet, Pemalang/Brebes 6 outlet. teman-teman juga suka. Bahkan untuk uji rasa dan
kualitas, dia memberikan tester hasil produksinya dan
Outletnya bernama “D’Top Fried Chickhen”. beberapa produk fried chicken lain sebagai perbandingan.
Dan hasilnya, semua memilih fried chicken yang ia buat.
Ny. Hartatik yang merupakan anggota Jalasenastri Ranting
B Cabang 2 Brigif 1 Mar menceritakan bagaimana awal “Akhirnya, kami berunding dengan suami untuk membuka
usahanya dilakukan. Ternyata perlu kerja keras dan usaha fried chicken yang membutuhkan modal awal
kencangkan ikat pinggang demi untuk mengumpulkan
modal usaha. “Pada tahun 2006, saya berpikir membuat
suatu usaha, untuk mengisi waktu dirumah dan sekaligus
membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Saya menyampaikan rencana tersebut ke suami sekaligus
meminta ijin. Pada awalnya suami bertanya, Mau usaha
apa? Dan saya menjawab mau berjualan. Tetapi pada saat
itu belum terbayang mau jualan apa. Akhirnya terpikir
untuk berjualan barang yang setiap hari dibutuhkan oleh
warga sekitar, yaitu berjualan sayur. Dan mulailah kami
membuka usaha berjualan sayur di rumah,” ujarnya
mengenang masa lalunya dalam merintis usaha.

JALASENASTRI MARINIR Edisi : 189 - 522020

fried chicken kami, kami beri nama D’Top Fried Chickhen,”
tutur wanita yang Bersama keluarganya tinggal di Jl.
Pesantren Al Makmur RT.003 / 003, No 99 Kreo Selatan,
Larangan, Ciledug ini.

Ny. Hartatik menceritakan bahwa pada awalanya hanya
memiliki 2 outlet dengan memotong ayam 200 ekor per lima
hari. Dia pun pernah mengalami masa-masa sulit diawal
menjalankan usaha ini.Tapi dia tetap yakin dan berusaha
bisa melalui kendala-kendala yang ada. Hingga akhirnya
outletnya berkembang lagi dan mampu memproduksi
fried chicken dengan memotong ayam 500 ekor per hari.

“Alhamdulillah juga, dalam menjalankan usaha ini kami
mendapat dukungan dan respon yang baik dari ibu
ketua ranting, ibu ketua cabang dan ibu ketua gabungan
dengan mengikutsertakan produk kami dalam acara-
acara Jalasenastri maupun acara dinas Korps Marinir,
sehingga pemasaran produk kami dapat berkembang,”
ucap syukurnya atas rejeki melimpah yang telah diberikan
Tuhan Yang Maha Esa.

Jumlah karyawan untuk masing-masing outlet
menyesuaikan besar kecilnya resto dan omsetnya. Untuk
resto yang besar ada 8 karyawan per outlet, dan resto yg
kecil dengan omset standar ada 2-3 karyawan per outlet.
Semua outlet yang ada didaerah-daerah dikelola sendiri
dan ada juga yang difranchise kan.

“Alhamdulillah dari hasil usaha ini, kami dapat membantu
kehidupan ekonomi keluarga kami baik ibu sendiri maupun
ibu mertua yang sudah ditakdirkan janda,dan adik-adik
kami yang sudah menjadi anak yatim. Terima kasih kepada

Jalasenastri Korps Marinir, terutama
kepada Ibu Ketua Gabungan
Jalasenastri Korps Marinir yang
senantiasa memberikan
support dan dukungan
kepada kami,” tutur
wanita yang gemar
berbagi ini kepada
MARINIR. (SUN).

sebesar Rp.250 juta. Alhamdulillah, dari

pengumpulan gaji suami dan keuntungan

usaha kami dapat memenuhi

modal tersebut tanpa meminjam

dari bank. Selama 10 tahun

kami berusaha untuk tidak

konsumtif dalam memenuhi

kebutuhan keluarga, tetapi

tetap memberikan keluarga

makanan yang bergizi,

hingga akhirnya tanpa

terasa kami mempunyai

simpanan yang cukup

untuk membuka

usaha baru. Produk

SERDA MARINIR RECKY SAMUDRA
MUHAMMAD TADARRUS

KECIL-KECIL
CABE RAWIT

53 Edisi : 189 - 2020 MARINIR CABE atau yang dikenal nama lain lombok merupakan tapi mempunyai sesuatu yang lebih.
salah satu sayuran yang sangat disukai oleh orang
Indonesia. Kecil tapi pedas, kecil tapi bisa membuat Seperti halnya, prajurit Mairnir yang berdinas di Kompi
orang mandi keringat jika memakannya. Pedes membuat Jaguar Batalyon Infantri 6 Marinir yang berada di Ksatrian
mata bisa “melek” jika disantap. Ada jenis masakan yang Marinir Hartono Bhumi Marinir Cilandak Jakarta Selatan.
bahan utamanya dari barang yang satu ini yaitu sambal. Bagi yang belum mengenalnya jika bertemu dengannya
Salah satu makanan khas Indonesia menjadi andalan dan yang bersangkutan tidak memakai seragam TNI
tatkala orang Indonesia makan, tak lengkap jika di meja tentunya akan biasa-biasa saja. Pria asal Leuwiliang Bogor
makan tidak ada sambal. Ada satu istilah yang sering ini posturnya tinggi dan ramping, berkulit hitam manis dan
diungkapkan untuk menggambarkan sesuatu yang diluar murah senyum. Tutur sapanya pun lembut khas “kulonan”
dugaan dimana jika hal itu dipandang “sepele” namun dan sangat santun. “Ayah saya mengajarkan kepada
dibalik itu menyimpan sesuatu yang menggetarkan muncul saya sedari kecil , jangan pernah kita sombong tetaplah
dari “cabe”. Istilah itu adalah “Kecil-Kecil Cabe Rawit”.. selalu sopan santun dan rendah hati kepada orang lain
Istilah ini untuk menggambarkan seseorang walau kecil walaupun ada sesuatu yang lebih dalam dirimu,” ujarnya
menceritakan pesan ayahnya yang juga merupakan pelatih
dan gurunya.

Dikatakan “guru” karena memang ayahnya yang bernama
Bapak Toni Tadarrus adalah seorang Guru di SMA
Negeri 1 Leuwiliang di Bogor. Sedangkan disebut “pelatih”
pasalnya sejak Kelas 3 SD usia 10 tahun ayahnya melatih
kemampuan Recky untuk menjadi seorang petarung
sejati. Sehingga didikan dan latihan yang diberikan oleh
sang ayah dan ibunya Ny. Nur Sobariah yang juga seorang
Karateka mampu membawanya dapat meraih cita-cita dan
mengumpulkan segudang prestasi.

Usianya kini baru 24 tahun namun Serda Marinir Recky
Samudra adalah seorang Karateka pemegang Sabuk Hitam
DAN III. “Saya berada di INKAI. Karena ayah saya aktif di sini
dan ayah saya adalah Karateka juga, ayah pemegang DAN
IV. Ayah saya dulu atlet nasional. Terinspirasi dari sinilah
saya meneruskan jejak ayah. Ayah melatih saya dengan
keras dan disiplin. Beliau tidak membeda-bedakan dalam
melatih, Waktu sekolah, saya sekolah, untuk latihan di luar
jam sekolah, ayah melatih di lapangan sekolah yang dekat
dekat dengan rumah kami, yaitu SMP Pelita, ayah sering

melatih kami di malam hari, setelah Berikut beberapa catatan prestasi Serda Marinir Recky Samudra MARINIR Edisi : 189 - 542020
ayah pulang mengajar, Saya diikutkan Komandan Regu 1 Pleton 3 Kompi Jaguar Yonif 6 Marinir.
kejuaraan pada umur 10 tahun.
Kata ayah bukan untuk mencari 1. Juara 3 Kumite -60 Kg Putra Piala Panglima TNI Tahun 2016
juara tapi untuk melatih mental 2. Juara 2 Kumite -68 Kg Under 21 Kejurnas Forki Sunan Kalijaga
bertarung, namun saya berhasil
jadi Juara 3 pada Kata Beregu, Cup Tahun 2016
seingat saya itu kejuaraan setingkat 3. Juara 3 Kumite Beregu Kejurnas INKAI Tahun 2017
kabupaten, ” tutur pria yang terlahir 4. Juara 2 Kumite -60kg Kejurnas INKAI 2017
kembar ini. “Saudara kembar saya 5. Juara 3 Kumite -60kg Kejurnas FORKI Piala Danjen Kopassus 2017
Ricky Samudra juga seorang anggota 6. Juara 3 Kumite Beregu Putra Senior INTERNASIONAL KARATE
TNI AL. Kini dia berdinas di Pangkalan
Utama TNI Angkatan Laut III Jakarta, SHOTO CHAMPIONSHIP Tahun 2016
saya masuk tentara pada tahun yang 7. Juara 3 Kumite Perorangan Putra Senior -60 kg Kejurnas INKAI
sama tahun 2018, ” jelas prajurit
kelahiran 21 Desember 1996 ini. Tahun 2018
8. Juara 3 Kumite Beregu Putra Senior Kejurnas INKAI Tahun 2018
Untuk menjadi anggota TNI Serda 9. Juara 1 Kumite Perorangan Putra -60 Kg Piala Kemenpora
Marinir Recky Samudra ternyata
penuh perjuangan. Dia pernah Tahun 2019
gagal mengikuti tes.”Saya pernah 10. Juara 3 Kumite Beregu Putra POMNAS Tahun 2019
gagal tes pada tahun 2017. Pada 11. Juara 3 Kumite -60 Kg Piala Gubernur DKI Tahun 2019
tahun itu saya coba mendaftar di 12. Juara 1 Kumite -55 Kg Piala Danpasmar 1 Tahun 2020
TNI AD tapi rejeki belum ada untuk 13. Juara Best Of The Best Kumite Piala Danpasmar 1 Tahun 2020
saya. Kemudian saya kuliah di 14. Juara 1 Kumite -55 Kg Piala Dankormar Tahun 2020
Uninersitas Pendidikan Indonesia. 15. Juara 1 kumite Beregu Piala Dankormar Tahun 2020
Pada tahun 2018 saya coba lagi
mengikuti tes. Namun kalai ini saya
nyoba di TNI AL. Alhamdulillah saya
lulus tes Pendidikan Pertama Bintara
Angkatan 38 Gelombang 1 dan
mengikuti pendidikan. Saya mendapat
Korps Marinir. Selesai pendidikan
mendapat penugasan di Batalyon
Infantri 6 Marinir sebagai
Komandan Regu.”

Ketika ditanya cara membagi
waktu antara dinas dan latihan ,
salah satu Komandan Regu Kompi
Jaguar ini mejelaskan , “Saya tetap
mengutamakan tugas sebagai Dan
Ru, setelah sholat shubuh , setiap pagi
melakukan lari pagi. Apel pagi seperti
biasa.Kemudian melaksanakan rutin
kegiatan batalyon jika tidak ada jadwal
latihan. Komandan Pleton, Komandan
Kompi dan Komandan Batalyon
memberikan dukungan penuh
kepada saya untuk mengembangkan
kemampuan saya. Saya berlatih
dengan teman-teman yang lain sudah
terjadwal waktunya. Jika ada training
centre atau latihan pemusatan, saya
diberikan ijin khusus untuk itu dalam
rangka menghadapi kejuaraan. Dan
saya serius dalam berlatih , saya
tidak menyia-nyiakan amanah dan
kepercayaan yang diberikan kepada
saya, saya harus menjadi juara itu
tekat saya dalam berlatih. ”

Pria yang mempunyai semboyan
hidup “Seberat Apapun Rintangan
, Kita Harus Mampu Mengatasi

55 Edisi : 189 - 2020 MARINIR dan Jangan Pernah Lari dari Masalah” ini menyatakan beri kesempatan mereka untuk mengembangkan potensi
cita-citanya untuk bisa mengukir prestasi di tingkat yang mereka miliki. Mereka saya dewasakan untuk
internasional. “Ini target saya, saya harus mempunyai mengatur antara dinas dan latihan sesuai yanus masing-
prestasi yang level internasional. Saya akan terus berlatih masing. Latihan jalan , dinas jangan diabaikan . Saya selaku
berlatih dan berlatih.” komandan bangga jika mereka bisa mengukir prestasi.
Olah raga dan bela diri adalah kegiatan yang sangat
Sementara itu, Komandan Batalyon Infantri 6 Marinir Letkol mendukung profesioanlisme prajurit baik secara fisik
Marinir Dwi Hartono menyampaikan, “Saya mendukung maupun mental.” (M3S).
kegiatan positif yang dilakukan oleh para prajurit. Saya

Foto bersama warga kehormatan BIN, Rabu(9/9/ 2020) di STIN Sentul Bogor.

Tim Super Marines mendapat Piala Apresiasi Presiden RI atas
keberhasilannya menjadi juara 1 dalam Lomba Video Kemenparekraf dalam

rangka HUT RI ke-75, Cilandak (22 September 2020).


Click to View FlipBook Version