The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Preview_Majalah WARTA PERTANIAN Edisi JULI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gimbal.wiwi, 2020-08-09 14:51:58

Preview_Majalah WARTA PERTANIAN Edisi JULI

Preview_Majalah WARTA PERTANIAN Edisi JULI

DAFTAR ISI | VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

11 3 5
27 38
47 Sejak awal, Kementerian Pertanian
(Kementan) tak bisa tinggal diam

menghadapi Virus Covid-19 yang sudah
mewabah di Indonesia.

14

Dalam upaya mencari solusi untuk
menangani penyebaran Virus Corona
jenis baru atau Covid-19, Badan Penelitian
Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)
Kementerian Pertanian (Kementan) telah

menggelar penandatangan MoU
dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter

Indonesia (PB IDI).

26

Kementerian Pertanian (Kementan)
mengupayakan diversifikasi pangan
sebagai salah satu program peningkatan
ketersediaan pangan di era New Normal

atau kenormalan baru.

30

Kementerian Pertanian (Kementan)
kembali meraih opini Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa

Keuangan (BPK).

36

Pendekatan online system atau sistem
online adalah sebuah keharusan,
terutama pada saat memasuki era
New Normal.

46

Dalam Sidang Isbat, pemerintah
memutuskan perayaan Hari Raya Idul
Adha 1441 Hijriah/2020 Masehi bagi umat
muslim jatuh pada Jumat (31/7/2020).

48

Di tengah Pandemi Covid-19 justru tak
menyurutkan kesejahteraan petani.

3VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

Eucalyptus, Inovasi dan Riset Kementan

CBEORSVAMIDA -L1AW9AN

Sejak pertama kali terdeteksi
pada 17 November 2019 di
Kota Wuhan, Provinsi Huberi,
China, Virus Corona baru
atau Covid-19 hingga kini
belum ditemukan obat
dan vaksinnya. Sementara
itu, virus tersebut terus
menyebar ke seluruh
dunia, termasuk Indonesia.
Sejumlah negara pun
berlomba-lomba mencari
solusi menangani wabah
Covid-19. Bagaimana dengan
RI? Seperti apa riset yang
dilakukan Kementerian
Pertanian (Kementan)?

4 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

SEJAK awal, Kementerian Pertanian (Kementan) tak bisa tinggal Sudah lima bulan (Maret-
diam menghadapi Virus Covid-19 yang sudah mewabah di Juli 2020, red) negara kita
Indonesia. Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan diliputi tekanan akibat
Pertanian (Balitbangtan) Kementan, Indonesia berhasil menciptakan keberadaan Virus Corona.
inovasi produk aromaterapi berbahan dasar tanaman eucalyptus. Karena itu, kita tidak
diam, apapun akan kita
“Sudah lima bulan (Maret-Juli 2020, red) negara kita diliputi tekanan lakukan demi bangsa dan
akibat keberadaan Virus Corona. Karena itu, kita tidak diam, apapun negara,”
akan kita lakukan demi bangsa dan negara,” tegas Menteri Pertanian
(Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Jakarta, belum lama ini. Syahrul Yasin Limpo

Menteri Pertanian RI
Dia menyampaikan bahwa pihaknya melalui Balitbangtan telah
melakukan penelitian dan pengembangan awal untuk melahirkan
varian dari produk eucalyptus sebagai jawaban terhadap kondisi
bergelutnya masyarakat dengan wabah Covid-19.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menjelaskan, riset yang dilakukan
Balitbangtan sudah sesuai dengan arahan Mentan RI yang meminta
menggali potensi besar obat dan penawar untuk manfaat bangsa
dan negara.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai produk dalam
negeri sendiri. Semua ikhtiar yang dilakukan untuk berkontribusi
kepada negara menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan
masyarakat,” tegasnya dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta
pada Senin (6/7/2020).

5VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

Bahkan, Kementan mengajak seluruh komponen eucalyptus antara perwakilan Balitbangtan dan PT Eagle
bangsa untuk bekerja sama dan saling bersinergi. Indo Pharma (Cap Lang) dilaksanakan di Bogor, Jawa
Fadjry menilai semua kementerian dan lembaga (K/L) Barat (Jabar) pada pertengahan Mei 2020. Perusahaan
memiliki kompetensi untuk berkonstribusi memerangi swasta tersebut sudah tidak asing lagi lantaran sudah
Pandemi Covid-19. “Kalau kita tidak mulai, lalu kapan melakukan produk seperti minyak kayu putih.
lagi? Kita punya potensi tanaman herbal yang sangat
berlimpah dan dari beberapa telusur ilmiah ini bisa Fadjry menegaskan bahwa produk antivirus Corona
dimanfaatkan,” tandasnya. berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) ini akan diproduksi
masal melalui pihak swasta. Kementan hanya
Antivirus buatan Balitbangtan ini bahkan telah melakukan penelitian serta uji laboratorium saja. “Kita
berhasil mendapatkan hak paten. Selain itu, Kementan sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan
juga menggandeng PT Eagle Indo Pharma untuk swasta dan mereka sepakat untuk memproduksi produk
pengembangan dan produksinya. Penandatanganan tersebut secara massal,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu
perjanjian Lisensi Formula Antivirus Berbasis Minyak (4/7/2020).

6 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

Fadjry menerangkan, langkah kerja sama dengan betacoronavirus. Penemuan tersebut disimpulkan
pihak swasta ini ditujukan sebagai bagian dari melalui uji molecular docking dan uji in vitro di
ikhtiar pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam Laboratorium Balitbangtan.
menyikapi Pandemi Covid-19 yang tengah mewabah.
Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari Ia menjelaskan, laboratorium tempat penelitian
upaya pemerintah untuk menghargai dan mendukung eucalyptus telah mengantongi sertifikat level
karya anak bangsa. keselamatan biologi atau biosavety level 3 (BSL 3) milik
Balai Besar Penelitian Veteriner. Virologi Kementan pun
”Para peneliti di Balitbangtan ini juga bagian dari anak sudah melakukan penelitan sejak 10 tahun lalu dan
bangsa. Mereka berupaya keras menghasilkan sesuatu tak asing dalam menguji golongan virus corona seperti
yang bermanfaat untuk bangsanya. Semoga hal ini influenza, betacorona dan gammacorona.
mampu menjadi penemuan baik yang berguna bagi kita
semua” tandasnya. “Setelah kita uji ternyata Eucalyptus sp. yang kita uji
bisa membunuh 80-100 persen virus mulai dari avian
Tak hanya dalam negeri saja, Balitbangtan juga influenza hingga Virus Corona. Setelah hasilnya kita lihat
tengah melakukan pendekatan kerja sama dengan bagus, kita lanjutkan ke penggunaan nanoteknologi
mitra asing seperti perusahaan pharmaceuticals agar kualitas hasil produknya lebih bagus” bebernya.
dari Jepang, Kobayashi dan Aptar Pharma dari Rusia.
Kedua perusahaan tersebut sudah memiliki cakupan Dalam berbagai studi dikatakan, obat ini hanya cukup
pemasaran di berbagai negara mulai dari Asia Tenggara, lima sampai 15 menit diinhalasi akan efektif bekerja
Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Rusia sampai Eropa. sampai ke alveolus. Ini artinya dengan konsentrasi
satu persen saja sudah cukup membunuh virus 80-
“Saya harap kerja sama yang kami coba lakukan ini bisa 100 persen.
mempercepat produksi massal produk antivirus itu
demi memenuhi permintaan masyarakat luas. Sehingga Bahan aktif utamanya, terdapat pada cineol-1,8 yang
paling tidak kita bisa berkontribusi juga terhadap memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus
penekanan penyebaran Covid-19,” katanya. melalui mekanisme M pro. M pro adalah main protease
(3CLPro) dari Virus Corona yang menjadi target
Fadry menjelaskan, penelitian eucalyptus diawali potensial dalam penghambatan replikasi Virus Corona.
dengan studi literatur dan juga pengalaman empiris
tanaman potensial antivirus dan penambah daya Penelitian menunjukkan Eucalyptol ini berpotensi
tahan tubuh. Selanjutnya terpilih sekitar 50 tanaman mengikat protein Mpro, sehingga menghambat replikasi
potensial. Kemudian dilakukan ekstraksi maupun virus. Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol
destilasi untuk mendapatkan bahan aktifnya. Bahan dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi
aktif yang diperoleh lalu diuji karakteristik dan dengan transient receptor potential ion chanel yang
kemampuan anti virusnya dengan pengujian in vitro terletak di saluran pernapasan.
pada telur berembrio.
Terkait dengan banyaknya keraguan terhadap antivirus
Hasilnya, beberapa bahan aktif menunjukkan bahwa ini, Fadjry mengatakan, hingga saat ini, banyak negara
eucalyptus mampu membunuh virus influenza maupun yang berlomba-lomba menemukan antivirus Corona,
Corona. Tahapan selanjutnya adalah mengembangkan begitupun di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian
minyak eucalyptus tersebut menjadi beberapa varian dan Lembaga (K/L) terus mencoba mencari cara dan
produk di antaranya roll on, inhaler, balsam, diffuser, menemukan obat untuk mencegah serta menangani
dan kalung aromaterapi. Virus Covid-19 yang masih mewabah di Indonesia.

“Produk ini masuk dalam kategori jamu, dan “Ini bukan obat oral, ini bukan vaksin, tapi kita sudah
registrasinya memang tidak harus uji klinis. Tapi lakukan uji efektivitas. Secara laboratorium, secara
Kementan melanjutkan riset ini dan akan uji klinis. ilmiah kita bisa buktikan. Paling tidak ini bagian dari
Balitbangtan tidak punya wewenang dan kompetensi upaya kita, minyak eucalyptus ini juga sudah turun
melakukan uji klinis. Namun saat ini tawaran untuk menurun digunakan orang dan sampai sekarang tidak
uji klinis sudah datang dari Universitas Hasanuddin ada masalah, sudah puluhan tahun lalu orang mengenal
(Unhas) Makassar dan Universitas Indonesia (UI) eucalyptus atau minyak kayu putih, meskipun berbeda
Jakarta,” katanya. sebenarnya, tetapi masih satu famili hanya beda genus
di taksonomi” paparnya.
Eucalyptus selama ini dikenal mampu bekerja melegakan
saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Balitbangtan
pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, Indi Dharmayanti menjelaskan, produk ini efektif
mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut. digunakan setiap hari. “Produk ini dapat melegakan
saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir,
Menurut Fadjry, minyak atsiri eucalyptus citridora pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri,
bisa menjadi antivirus terhadap virus avian influenza mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut,”
(flu burung) subtipe H5N1, gammacorona virus, dan katanya.

7VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

Dukungan dan Apresiasi

Di samping itu, dukungan terhadap pengembangan
eucalyptus terus mengalir. Salah satunya diberikan
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
(UI) Prof Ari Fahrial. Menurut dia, dalam
melakukan uji invitro produk ini cukup efektif
bekerja untuk menetralisir virus.

“Tentunya kami mengapresiasi apa yang
telah diupayakan dari Balitbangtan
dan Balitvet yang melakukan riset
berbahan alami yang sudah
digunakan sejak zaman nenek
moyang kita,” katanya.

Untuk dukungan pengembangan
riset tersebut, Ari siap bekerja
sama untuk melakukan riset
lebih jauh baik ditingkat
biomedical, identifikasi virus,
dan riset-riset lainnya. “Kami
berharap dapat menjawab
harapan dari pemerintah
dan masyarakat yang begitu
besar terhadap inovasi
produk ini,” ujarnya.

Guru Besar Biologi

Molekuler Universitas

Airlangga (Unair) Surabaya,

yang juga Ketua Tim Riset

Corona dan Formulasi

Vaksin di Professor Nidom

Foundation (PNF) Chairul

Anwar Nidom menilai inovasi

produk antivirus Corona dari

tanaman eucalyptus merupakan

temuan awal yang sangat bagus.

Menurut dia, riset mengenai
eucalyptus harus diteruskan karena
penelitian ini menjadi kabar yang
menggembirakan. Apalagi bahan yang
diteliti merupakan bahan alami Indonesia
untuk mengatasi penyakit, baik yang
disebabkan oleh virus, bakteri atau potensi
terhadap Covid-19.

“Bahkan penelitian bahan alami ini sampai ke fasilitas,
luar negeri. Saya kira ini sangat berpotensi adanya
fakta bahwa minyak eucalyptus bisa dibuat sebagai
antivirus,” kata Chairul, Senin, (6/7/2020).

Karenanya, Chairul berharap para peneliti litbang dan SDM
Kementan melakukan kolaborasi dengan para
peneliti penyakit dan kuman penyakit (patogen) (Sumberdaya
untuk melakukan riset lebih dalam pada eucalyptus,
serta ditingkatkan dengan fasilitas riset yang Manusia) yang
canggih berteknologi.
unggul,” tandasnya.

“Harus diselesaikan dengan dukungan dana riset, Sementara sejumlah Anggota Komisi IV DPR RI juga
mengapresiasi inovasi produk aromaterapi berbahan
dasar tanaman eucalyptus yang dibuat Balitbangtan

8 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

Kementan. Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman benar eucalyptus ini memberikan kesegaran dan
L. Hamzah mengatakan, inovasi tersebut kelegaan setelah digunakan. Manfaatnya sangat cepat
merupakan suatu langkah yang maju untuk dirasakan,” tandasnya.
membantu negara dalam mencari
solusi atas wabah virus yang ada. Untuk itu, Alien berharap produk unggulan dari dalam
Menurutnya, inovasi tersebut negeri mendapat tempat khusus di masyarakat,
merupakan temuan yang baru sehingga tidak lagi membutuhkan produk dari luas
dan perlu didukung oleh negeri. “Semoga apa yang saya rasakan bisa dirasakan
semua pihak. pula oleh masyarakat luas,” ujarnya.

“Langkah yang dilakukan Perlu diketahui, Kementan sudah bekerja sama
dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB
Balitbangtan perlu IDI), Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK
Unhas) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
mendapat apresiasi (FK UI) untuk pengembangan riset tahap uji klinis.

dan dukungan dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin
meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk
semua pihak. Ini menindaklanjuti hasil temuan Kementan yang berhasil
mengkaji manfaat eucalyptus dalam mengurangi
adalah hal yang terpaan Virus Corona.

baru yang bisa kita ”Kementan dan Kemenkes ini harus segera melakukan
sinkronisasi. Kalau memang produk ini sedang
manfaatkan,” kata dibutuhkan dunia kesehatan, ya harus secepatnya
dilakukan (sinkronisasi, red) itu,” ungkapnya saat
Hamzah, Selasa, ditemui saat rehat Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama
Menteri Pertanian RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan,
(7/7/2020). Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020) siang.

Karena itu, Saat ini tiga produk turunannya yang berbentuk roll
on, inhaler, dan kalung aromaterapi telah mendapat
Hamzah izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
untuk kriteria jamu. Sejumlah pihak mendorong
berharap ada Kementan untuk secepatnya melakukan uji klinis,
sehingga statusnya bisa dinaikkan menjadi Obat Herbal
dukungan lain Terstandar (OHT). Karena itu, Hasan meminta Kemenkes
untuk secepatnya bekerja sama dengan Kementan.
dari dunia
“Saya minta sahabat-sahabat di komisi yang bermitra
kedokteran dengan Kemenkes, marilah penemuan ini kita hargai.
Apalagi Kemenkes dan Kementan ini sama-sama
serta anak buah Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo, red),”
tandasnya.
akademisi
Di tempat terpisah, Abdul Kholik, wakil ketua Komite I
untuk Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)
menyatakan, riset eucalyptus harus tetap dilanjutkan
membantu riset Kementan, karena ini temuan penting untuk bangsa
Indonesia.
medis yang lebih
Kholik mengatakan, di saat pandemi ini penularannya
lanjut. Sehingga cepat dan obat atau vaksinnya belum ada, temuan
apapun yang berkaitan untuk mengatasi Covid-19 ini
hasil riset yang sangat dibutuhkan sekarang, termasuk eucalyptus.

ada nantinya bisa Lebih lanjut Kholik menambahkan, temuan ini harapan
sebagai solusi di tengah masalah besar yang sedang
digunakan untuk dihadapi bangsa, harapannya Kementan terus maju.
Dia juga akan mendorong pada akan forum DPD RI.
menangani virus-
“Saya termasuk yang berharap besar pada temuan
virus berbahaya ini untuk menghasilkan produk yang bisa mengatasi

seperti Corona.

Senada, Anggota Komisi
IV DPR RI lainnya, Charles
Melkiansyah mengatakan
bahwa inovasi yang dibuat
kementan perlu dilakukan
bukti dan riset yang lebih
mendalam lagi supaya masyarakat
percaya akan khasiat yang terkandung
didalam eucalyptus.

“Kuncinya ada di kerja sama yang dilakukan
oleh Kementan melalui Balitbangtan. Ini tugas
Kementan bagaimana meyakinkan publik dan kami di
Komisi IV sangat mendukung,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Alien Mus mengaku telah
merasakan manfaat yang baik usai menghirup
aroma dari eucalyptus. Aroma tersebut membuat
pernapasannya menjadi lega dan menghilangkan
sesak berlebih. “Setelah saya mencoba ternyata

9VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

wabah virus. Seberapa pun sumbangannya untuk kalung, inhaler ataupun roll on sangat bagus dan harus
mengatasi wabah ini, diteruskan dan diupayakan diapresiasi. Kenapa demikian, karena inovasi ini adalah
produk-produknya lebih banyak lagi untuk menangani sebuah usaha peneliti kita yang tentu sudah dikaji
virus ini. riset ini tetap harus dilanjutkan Kementan, dengan riset secara dalam, sehingga perlu didukung
tinggal skemanya apakah dalam bentuk kolaboratif, untuk memperbanyak produksinya oleh industri atau
kementerian/lembaga lain tidak masalah,” ujarnya, swasta” ujar Satria, panggilan akrab Nur Ahmad Satria
Jumat (10/7/2020). ketika dihubungi, Minggu, (5/7/2020).

MoU Balitbangtan Kementan dengan IDI beberapa Sebagai akademisi, Satria menyayangkan pandangan
waktu lalu, Kholik merasa momen ini harus didorong sejumlah pihak atas ketidakpercayaan atas hasil
agar lebih meyakinkan publik. Sebagai organisasi riset dari Balitbangtan Kementan. Namanya ilmiah,
profesi yang berkaitan dengan pengobatan, dan punya pendekatan yang dilakukan otomatis bukan pendekatan
tanggung jawab berkaitan dengan Covid-19 ini, IDI lebih asal-asalan atau penelitian tanpa riset.
relevan untuk bisa membantu meng-clear-kan kepada
masyarakat. “Saya itu orang akademisi yang harus saintifik dalam
melihat sesuatu. Artinya kalau pendekatanya ilmiah dan
“DPD RI mempunyai program pengembangan potensi kalau produk itu sudah diuji oleh para ahli setidaknya
daerah, diharapkan dapat bersinergi dengan Kementan. kita harus mengapresiasi. Ini kan bukan penelitian
Dia berharap hasil-hasil penelitian Litbang Kementan hayalan atau megic. Ini penelitian ilmu,” katanya.
yang bisa disinergikan dengan daerah nantinya,”
tambahnya. Dari sisi agama, Satria juga menerangkan kalau kalung
aromaterapi eucalyptus bukan sesuatu yang dilarang.
Cendikiawan Muda Nahdatul Ulama (NU) Nur Ahmad Kalung tersebut layak pakai untuk semua orang,
Satria turut serta mengapresiasi penelitian dan riset termasuk kaum pria karena bukan terbuat dari emas
yang dilakukan Kementan terhadap inovasi antivirus dan perak. “Apalagi ini untuk kesehatan. Karena itu, bagi
berbahan dasar tanaman eucalyptus. teman-teman yang menggugat dengan konteks agama,
bagi saya aga aneh juga ya. Apalagi ini ada pendekatan
Menurut dia, inovasi ilmiah tersebut sangat diperlukan kesehatannya,” tandasnya.
karena eucalyptus dibanyak negara juga dikenal
sebagai antivirus. “Saya kira kontribusi para ahli dan Terakhir, Satria percaya langkah kementan yang sudah
peneliti kita terhadap inovasi eucalyptus baik berupa melakukan kerja sama dengan perusahan swasta

10 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

produsen minyak kayu putih Caplang merupakan tanaman dalam negeri untuk dilakukan pengembangan
langkah yang tepat dan sangat bermanfaat bagi serta uji coba yang bermanfaat untuk petani dan
rakyat Indonesia. masyarakat. “Alhamdulillah saya melihat Kementan
selalu berpikir untuk kepentingan orang banyak.
“Saya percaya kerjasama dengan pihak ketiga adalah Saya berharap masyarakat bisa merubah mindsetnya
langkah tepat. Apalagi perusahaan Caplang adalah dan mencoba untuk turun langsung kelapangan dan
perusahan besar yang bergerak di ranah minyak merasakan manfaatnya,” ujar Ali.
eucalyptus,” ujarnya.

Pengamat Pertanian yang juga Ketua Harian DPD HKTI Jangan Dicemooh
(Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Jawa Barat ( Jabar)
Entang Sastraatmaja menilai inovasi yang dilakukan Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta
Kementan patut diapresiasi dan harus didukung oleh publik untuk tidak mencemooh penelitian dan
semua pihak. Inovasi ini sangat dinantikan rakyat riset yang dilakukan Kementan terhadap tanaman
Indonesia. Mestinya ide dasar ini ditangkap oleh publik eucalyptus. Menurut Fahri, Indonesia sebagai negara
sebagai ikhtiar yang butuh pengkajian lebih lanjut. agraris memang memiliki kekayaan alam yang luar
biasa dengan aneka ragam tumbuhan obat herbal.
“Semua kementerian, lembaga ataupun perguruan
tinggi dan lembaga penelitian yang ada di negeri ini “Jangan-jangan obat ini memang nanti akan ditemukan
perlu mengembangkan hasil uji invitro, sehingga di Indonesia yang kaya raya ini. Lautnya kaya, hutannya
menjadi karya anak bangsa yang sangat bermanfaat. kaya, herbalnya kaya, memang jangan-jangan
Bahkan Presiden Jokowi harusnya menjadi sosok yang ketemunya di kita. Biarkan saja jangan mencemooh,”
tepat untuk membawa samua ini guna mengawal dan tandasnya, Senin (6/7/2020).
mewujudkan vaksin antivirus berbasis eucalyptus,”
katanya. Fahri mencontohkan Indonesia sejak lama memiliki
tanaman anti nyamuk seperti halnya tanaman
Mengenai munculnya tanggapan yang keliru dari lavender. Kemudian memikiki tanaman jahe, kunyit dan
masyarakat, menurut Entang, Balitbangtan Kementan temulawak yang dipercaya sebagai ramuan kesehat.
harus lebih serius dan meningkatkan kinerja penelitian Lalu saat ini ada tanaman herbal eucalyptus yang
ini sebagai pengalaman berharga. “Jadi saya kira kritik sedang ramai diperbincangkan.
yang disampaikan publik itu dijadikan motivasi saja
untuk ke depannya. Mereka akan berpikir ulang ketika “Kan gini, di rumah saya itu ada tanaman yang ditakuti
hasilnya benar-benar dirasakan,” tandasnya. oleh nyamuk, katakanlah virus itu adalah semacam
nyamuk dalam bentuk yang tidak nampak lebih
Senada dengan Enterprenur Milenial Mochamad Ali kecil, mungkin dia (Virus  Corona, red) ada rasa takut
Rizaldi yang berpendapat bahwa setiap inovasi yang dengan bau-bau tertentu, ya mungkin saja tapi jangan
dikembangkan Kementan selama ini selalu dirasakan mencemooh biar saja dia dibuktikan,” tegasnya.
dampak dan manfaatnya masyarakat luas.
Di sisi lain, lanjut Fahri, masyarakat harus sadar bahwa
Kementan, lanjut dia, selalu mengutamakan hasil

11VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

Indonesia dari Sabang sampai Merauke sudah mengenal Adapun penelitian yang dilakukan Balitbangtan
obat yang berasal dari akar-akaran. Tapi kenapa ada Kementan perlu mendapat dukungan untuk memberi
tanaman eucalyptus yang kini sedang diteliti dan diriset manfaat yang lebih besar dalam upaya meningkatkan
Balitangtan Kementan malah jadi cemoohan. pelayanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Jangan-jangan itu memang temuan lalu dicek suruh “Karena tidak sedikit jurnal yang menyatakan bahwa
ke WHO (World Health Organization atau Badan tanaman ini (eucalyptus, red) memang memiliki potensi
Kesehatan Dunia, red), tapi WHO ini kan konspiratif. menghambat virus dan bakteri tertentu, termasuk
Suruh itu lembaga Eijkman kita, suruh itu Biofarma cek family coronaviridae. Kini kita perlu melihat sejauh
benar atau tidak. Rakyat tahu ada jamu ada empon mana efektivitasnya jika diperhadapkan dengan SARS-
empon, ada akar kayu, ada segala macam. Ini keajaiban Cov-2. Hal ini perlu penelitian lebih lanjut dan kolaborasi
obat-obatan lokal kita ini belum kita ungkap banyak. Itu stakeholder terkait,” katanya.
yang saya kira jadi salah satu PR (pekerjaan rumah) kita
ke depan,” katanya. Andi berharap para peneliti, termasuk peneliti di
Kementan mampu menemukan formula yang pas
Mengenai hal ini, Peneliti Pusat Studi Biofarmaka dan menghasilkan produk yang lebih efektif dalam
Tropika IPB, Wisnu Ananta Kusuma mengatakan bahwa upaya menjaga kesehatan masyarakat di masa wabah
pro kontra eucalyptus terjari karena kemunculan pandemi ini. “Sekali lagi, saya sangat mendukung. Kita
produk ini datang secara tiba-tiba. Padahal, dalam perlu mendorong bentuk inovasi seperti ini dalam
kondisi seperti sekarang ini, peranan para peneliti framework pelayanan berbasis riset,” katanya.
sangat penting untuk mencari alternatif produk
herbal berpotensial. Mengenai hal ini, mantan pembawa acara televisi swasta
nasional ‘Jejak Petualang’ Riyanni Djangkaru juga turut
“Sementara masyarakat yang tidak melihat proses memberi komentar atas inovasi penelitian eucalyptus.
panjang yang berliku dan telah ditempuh para peneliti
itu hanya melihat tampilan luarnyanya saja, yang
kadang-kadang dibahasakan berlebihan (overclaim,
red),” jelasnya.

Chairman Junior Doctor Network, Andi Khomeini
Takdir Haruni turut memberikan advis dalam ramainya
perbincangan publik soal inovasi berbasis eucalyptus
hasil penelitian Balitbangtan Kementan.

Menurut dia, inovasi Kementan merupakan karya anak
bangsa yang patut didukung dan diapresiasi. “Inovasi
ini bagus. Bisa kita sebut sebagai bentuk implementasi
nasionalisme kita karena diproduksi anak bangsa.
Dengan kita memproduksi sendiri maka kita bisa sejajar
dengan bangsa-bangsa lain. Kita bisa bekerja sama
dengan Amerika, juga dengan China, Jepang, Korea, tapi
dengan tidak kehilangan jati diri kita,” kata Andi, Rabu,
(8/7/2020).

Menurut Andi, sebagai negara agraris Indonesia
memiliki banyak kekayaan. Misalnya tanaman kopi yang
sering dipuji sebagai kopi terbaik dan banyak sumber
daya alam lain yang disanjung sebagai sumber daya
alam unggul. Maka itu, tidak tertutup kemungkinan
bahwa eucalyptus Indonesia adalah tanaman yang
memiliki kualitas terbaik di dunia.

“Setiap upaya anak bangsa untuk berdikari, termasuk
terobosan dari teman-teman peneliti di Kementan
selayaknya kita apresiasi,” tandasnya.

Dijelaskan Andi, tanaman eucalyptus memang sudah
lama menjadi bahan dasar minyak dan balsem yang
bagus untuk kesehatan. Bahkan, banyak yang coba
meneliti potensi tanaman ini untuk membantu
mengatasi infeksi virus dan bakteri. Karenanya,
masyarakat perlu menyikapi dan menyampaikan ide-
ide baik dengan bijak dan melihat data.

12 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

Kata dia, tanaman ini memang tanaman tua yang sejak teknik serta metoda penyidikan dan pengujian veteriner.
dulu terbukti memiliki khasiat untuk kesehatan.
BBVet Maros dikatakan sudah memiliki fasilitas Bio
“Aku emang suka pake sih di masker sejak wajib masker, Safety Laboratorium Level-2 (BSL-2) dan tersertifikasi
dan beberapa essential oil lain yg diketahui fungsinya SNI ISO/IEC 17025 sejak bulan Mei 2020 dan melakukan
untuk anti virus. Jadi aku percaya penelitian Kementan pengujian covid-19 berdasarkan rekomendasi
sangat ilmiah dan penuh riset,” katanya. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementan.

Menurut Riyanni, pengetahuan dan riset yang dihasilkan Dengan banyaknya tugas dan fungsi yang dimiliki BBVet
orang-orang dari negara bagian timur seringkali Maros, Risman berharap DPRD bisa terus mengawal dan
diremehkan, bahkan dikucilkan. Sehingga banyak orang bersinergi dalam meningkatkan kepedulian masyarakat
lebih percaya pengobatan modern ketimbang apa yang untuk memahami tentang pentingnya kesehatan
disebut tanaman herbal. hewan khususnya yang berdampak pada manusia
atau zoonosis maupun sebaliknya. “Kami harapkan
“Pengetahuan dunia timur ini seringkali dianggap pula DPRD dapat memberikan prioritas anggaran di
bertolak belakang dengan apa yg dipercaya dan bidang kesehatan hewan dinas provinsi maupun dinas
dibuktikan oleh dunia barat. Menurut saya, tidak ada kabupaten yang membidangi fungsi peternakan dan
salahnya hasil penelitian dari kementan ini diapresiasi kesehatan hewan,” tambahnya.
sebagai salah satu alternatif pendukung gaya hidup
pada situasi pandemi seperti sekarang ini tanpa Kepala Bidang Yanvet sekaligus Ketua Tim Covid-19
mengkompromisir ketentuan protokol kesehatan yang BBVet Maros Muflihanah menjelaskan, proses
sudah ditentukan,” ujarnya. penerimaan spesimen di tahap pelaporan hasil uji,
dilakukan Running RT-PCR sebanyak dua sampai tigakali
Pengujian Spesimen sehari dan disesuaikan dengan jumlah spesimen yang
diterima dari Faskes. Sementara kapasitas maksimal
Di lain pihak, Kementan melalui Direktorat Jenderal sebanyak 93 spesimen dalam 3 sampai 5 jam sekali
Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) running--proses penerimaan sampel, ektraksi RNA dan
menugaskan lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai penambahan RNA.
Besar Veteriner (BBVet) dan Balai Veteriner (BVet) untuk
melaksanakan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) “Adapun lama proses penerimaan hingga pelaporan
Covid-19 di wilayah kerja masing-masing. Kelima UPT hasil uji dapat dilakukan sehari dengan memulai
tersebut antara lain Balai Besar Veteriner Wates, Balai proses uji PCR jam 10 pagi dan pelaporan dilakukan
Besar Veteriner Maros, Balai Veteriner Bukittinggi, Balai pada malam hari antara pukul 20.00 sampai 22.00,”
Veteriner Lampung, dan Balai Veteriner Subang. jelas Muflihanah.

Salah satu UPT yang ditunjuk adalah BBVet Maros di Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel Muzayyin Arif
Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam pelaksanaan pengujian menyampaikan dukungan dan apresiasi atas
spesimen Covid-19, BBVet Maros mendapat dukungan pelaksanaan pemeriksaan spesimen Covid-19 yang
langsung dari DPRD Sulsel. dilakukan BBVet Maros. Ia juga memastkkan akan
menindaklanjuti potensi yang dapat diusulkan
Dukungan hadir langsung dari Wakil Ketua DPRD dan dikembangkan guna meningkatkan kinerja
dan seluruh Anggota Komisi E DPRD Sulsel yang BBVet Maros.
mengunjungi BBVet Maros selama dua hari
pada 7 dan 8 Juli 2020. Kunjungan ini untuk melihat Misalnya penambahan alat Polymerase Chain Reaction
pelaksanaan pemeriksaan spesimen. “Selain itu, juga (PCR) dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan
menanyakan apa saja hambatan atau kendala yang ada kebutuhan percepatan pelaksanaan Uji Covid-19.
dalam percepatan proses penerimaan spesimen sampai Pada kunjungan ke BBVet Maros, Muzayyin Arif juga
pada penyampaian hasil uji, agar dapat diberikan sudah melihat laboratorium pengujian covid-19. ”Apa
dukungan oleh DPRD,” ujar Kepala BBVet Maros Risman yang menjadi catatan kami selama kunjungan dua
Mangidi, Kamis (9/7/2020). hari ini akan kami tindaklanjuti dalam rapat bersama
pemerintah maupun dengan Gugus Tugas Sulsel,”
Dia menyampaikan, perkembangan status pelaksanaan tegas Muzayyin.
pemeriksaan spesimen Covid-19 ini tidak terkendala.
Per 8 Juli 2020, secara kumulatif spesimen yang Sementara itu, Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita
diperiksa sebanyak 2.014. Spesimen yang diperiksa juga memberikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin
dari 14 puskesmas, 9 RSUD, dan tiga Dinas Kesehatan, di BBVet Maros dan pejabat daerah Sulsel. Ia berharap
yakni Kabupaten Barru, Pangkep, dan Maros. sinergi ini bisa terus berjalan guna mendukung
program-program pemerintah. “Saya sangat apresiasi
Selain itu, Risman juga menerangkan, BBVet Maros ini peran DPRD Sulsel dalam mendukung BBVet Maros.
mempunyai tugas dan fungsi pokok sebagai pelaksana Kami harapkan sinergitas keduanya bisa berjalan lancar
penyidikan, pengujian veteriner dan pengembangan dan berkelanjutan,” tuturnya. (tim humas)

13VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

PENELITIANBerkolaborasi Lanjutkan

DALAM upaya mencari solusi untuk menangani berkompeten, bahkan kami pernah berkontribusi
penyebaran Virus Corona jenis baru atau dalam penanganan wabah flu burung. Tidak ada alasan
Covid-19, Badan Penelitian Pengembangan untuk kita tidak membantu negara,” katanya saat
Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut di
(Kementan) telah menggelar penandatangan MoU Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (8/7/2020).
dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB
IDI). Penandatangan ini bertujuan untuk kolaborasi Untuk itu, Mentan berharap kerja sama ini dapat
penelitian lanjutan tanaman obat sebagai kandidat mempercepat penelitian tanaman eucalyptus agar bisa
antivirus dan obat. dimanfaatkan masyarakat luas dan membantu negara
dalam menanggulangi wabah Pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian (Mentan)
Syharul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan bahwa ”Litbang kami ini di dalamnya punya laboratorium
kerja sama ini menandakan bahwa hasil penelitian untuk meneliti, lalu ada tanamannya, dan penelitinya
Balitbangtan sepenuhnya akan diserahkan kepada IDI juga ada. Kalau tidak bergerak potensi ini akan
untuk dilakukan uji klinis dan riset-riset lainnya sesuai percuma. Protokol kesehatan tetap dipakai, dan ini ada
dengan prosedur yang ada. pencegahan virusnya, kita perlu uji lanjutan bersama
IDI,” terangnya.
SYL mengatakan, pihaknya memiliki balai penelitian
yang menangani komoditas tanaman obat. Kementan Penandatangan Nota Kesepahaman antara
juga memiliki Balai Besar Pascapanen. Selain itu, Balitbangtan dengan PB IDI yang dilakukan itu
Kementan juga memiliki Balai Besar Veteriner yang merupakan sinergitas lintas sektoral mendukung
memiliki fasilitas laboratorium yang memedai untuk konsep One-Health, kesehatan manusia, hewan,
meneliti virus. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh IDI dan lingkungan bagi masyarakat. ”Kerja sama antara
untuk melakukan pengembangan riset dan uji klinis. Kementan dan IDI kali ini dilakukan, harapannya
terdapat tahapan riset lanjutan yang dilakukan secara
“Kami memiliki 300-an profesor dan peneliti yang bersinergi sesuai dengan kompetensinya” tambah

14 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

Mentan. ”Kawan-kawan peneliti dari Kementan sudah
melakukan penelitian awal, dan hasilnya menunjukan
Sekertaris Balitbangtan Kementan Haris Sihabudin baik. Kalau mau dipakai untuk pengobatan untuk
memberikan penjelasan terjadap varian produk manusia dari hasil penelitiannya harus dilanjutkan. Ini
eucalyptus yang telah dikembangkan pihaknya. ”Ada yang dikerjasamakan, kita akan support,” ungkapnya.
empat varian produk yang telah didaftarkan sebagai
paten di Kemenhukum dan HAM, yakni Formula Lebih lanjut Daeng menegaskan, kerja sama yang
Aromatik Antivirus, Inhaler, Serbuk, dan minyak atsiri dilakukan merupakan awal kebangkitan kemandirian
eucalyptus,” paparnya. dengan penggalian potensi alam yang dimiliki bangsa
Indonesia, mengingat bahan obat dan yang digunakan
Sebagai informasi, Formula Aromatik Antivirus Berbasis oleh masyarakat saat ini mayoritas masih berasal dari
Minyak Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten impor, sehingga apabila dapat diproduksi sendiri akan
P00202003578, Ramuan Inhaler Antivirus Berbasis lebih baik.
Eucalyptus dan Proses Pembuatannya dengan nomor
pendaftaran paten P00202003574, Ramuan Serbuk ”Ini murni berangkat dari kekayaan alam Indonesia, ini
Nanoenkapsulat Antivirus Berbasis Eucalyptus dengan yang strategis, ini yang perlu didorong untuk menjawab
nomor pendaftaran paten P00202003580, dan Minyak kemandirian kita, dan IDI menganggap itu penting.
atsiri eucalyptus citridora sebagai antivirus terhadap Tonggak awal komitmen dan kemampuan, supaya
virus avian influenza subtipe H5N1, gammacorona kemandirian industri kesehatan tergerak, kita nggak
virus, dan betacoronavirus. masalah munculnya dari mana. Kebetulan munculnya
dari Kementan” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum PB IDI Daeng
Muhammad Faqih menilai kerja sama ini akan Daeng menilai penelitian Balitbangtan Kementan
menciptakan suatu terobosan yang memberikan terhadap tanaman eucalyptus dapat mengurangi
harapan dan dorongan terhadap Indonesia dalam ketergantungan impor pada bahan obat. “Temuan
memerangi wabah virus. kandungan pada tanaman eucalyptus oleh Balitbangtan
Kementan telah menyadarkan kita bahwa kita kurang
“Dunia kesehatan sebenarnya banyak menggunakan memanfaatkan produk dalam negeri yang kita olah
bahan dari Indonesia. Tapi sampai sekarang memang sendiri,” katanya.
belum dibudidayakan untuk dilakukan riset. Untuk itu,
kami siap menggali potensi bangsa supaya betul-betul Menurut dia, selama ini alat kesehatan dan obat-obatan
dimanfaatkan di dalam industri kesehatan maupun di Indonesia hampir seluruh produknya diimpor dari
dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya. berbagai negara. Impor terbayak dilakukan dari China
dan India. Padahal, selama ini Indonesia merupakan
Menurut Daeng, ada dua hal penting yang ingin negara agraris yang kaya akan tumbuhanya.
dilakukan. Pertama, berkomitmen untuk mendorong
semua inovasi yang berbasis riset anak bangsa dan Oleh sebab itu, Daeng berharap tanaman obat yang ada di
harus didorong dan diteliti dengan baik. Kedua supaya Indonesia bisa dibudidayakan untuk penelitian dam riset
memberikan manfaat dsri hasil riset kepada bangsa lebih mendalam dan memastikan kesehatan masyarakat
dan memanfaatkan sebesar-besarnya tantangan dan agar tidak melulu bergantung pada bahan impor.
peluang yang sedang dihadapi.
“Ini menjadi tantangan kita apakah ingin tetap
“Barangkali sekarang inilah saatnya peluang kita bisa bergantung pada impor ataukah ingin memberi
menggali dan dorong penelitian dalam negeri supaya peluang pada obat hasil dari dalam negeri. Saya
nantinya bisa dimanfaatkan oleh banyak masyarakat,” sudah bicara dengan Pak Mentan untuk mendorong
tandasnya. kemandirian bangsa di bidang industri kesehatan dan
di bidang pelayanan kesehatan. Mudah-mudahan
Daeng juga menyampaikan dukungannya terhadap kemandirian bangsa di bidang obat-obatan di Indonesia
penelitian dan pengembangan tanaman eucalyptus dapat dibantu dengan kontribusi sektor pertanian,”
yang telah dilakukan oleh para peneliti Kementan. terangnya. (tim humas)

15VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

16 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

//

POLITIKUS Partai Nasional Demokrat (Nasdem) nonaktif Irma Suryani Chaniago
merespon cibiran masyarakat terkait kalung aromaterapi eucalyptus hasil penelitian
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian
(Kementan).
Menurut Irma, kalung aromaterapi eucalyptus harus mendapat dukungan karena merupakan
buatan ilmuwan Indonesia yang didukung Kementan. “Saya merasa prihatin dengan
banyaknya kalangan yang berpikir negatif atas temuan kalung antivirus-Corona itu. Jangan
kita underestimate dengan penemuan karya anak bangsa sendiri,” tandasnya.
Irma mengaku sudah merasakan manfaat dan khasiat dari aromaterapi eucalyptus tersebut.
Aroma yang keluar membuat dada terasa nyaman dan badan terasa sehat.
“Mulai dari situ saya percaya bahwa kalung eucalyptus bisa mencegah Virus Corona hinggap
di badan dan Insya Allah dapat menjadi pertolongan pertama untuk membunuh Virus Corona
pada stadium awal belum menyebar kemana-mana di dalam tubuh,” katanya.
Di samping itu, Irma juga menyakini bahwa kalung tersebut sudah melalui tahap penelitian di
bidang kesehatan.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Balitbangtan Indi Dharmayanti
mengatakan bahwa saat ini penelitian tentang eucalyptus sudah memasuki uji praklinis dan
klinis. Pengujian tersebut akan dikerjakan bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (UI) dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). “Dalam melakukan
riset yang lebih mendalam kami bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk
mempercepat uji klinisnya,” jelasnya.
Menurut dia, untuk mendapatkan khasiat dari eucalyptus ini memang harus terhiirup langsung
ke saluran pernapasan. Meski demikian, apapun bentuk inovasinya, kalung ini terbukti
memiliki kekuatan vapour substrat yang keluar dari eucalyptol. “Para peneliti terus bekerja
menggali terus potensi eucapyptus. Kami disini berbekal data ilmiah dalam bekerja,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa
kalung aromaterapi ini memiliki kemampuan khusus karena mengandung bahan yang dapat
mencegah Virus Corona.
Menurut dia, jika kalung ini dipakai 15 menit, keberadaannya bisa melumpuhkan 42 persen Virus
Corona. Sedangkan bila dikenakan lebih lama, yakni 30 menit, kalung bisa mematikan 80 persen
virus Corona dalam tubuh. (tim humas)

17VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

Gerak Cepat
Bangun
Food Estate

Mentan SYL Dampingi
Presiden Jokowi di Kalteng

PEMBANGUNAN food estate merupakan langkah nyata
pemerintah dalam membangun lumbung pangan
nasional. Ini untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan
sebagaimana yang diingatkan FAO (Food and Agriculture
Organization) atau Badan Pangan Dunia akibat dampak
Pandemi Virus Corona. Konsep pengembangan food estate, yakni
dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan,
bahkan peternakan di suatu kawasan.

“Food estate ini yang bertanggung jawab pada produksinya
adalah Menteri Pertanian (Mentan) dan bersinergi dengan
kementerian lainnya. Di food estate ini tidak hanya pada
kegiatan produksi, melibatkan BUMN dalam processing hingga
pengemasnya. BUMN yang bertanggung jawab bangun
industrinya,” ujar Presiden Joko Widodo ( Jokowi) saat kunjungan
ke lokasi food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih
Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng),
Kamis (9/7/2020).

Selain ke Belanti Siam, Jokowi juga meninjau food estate di Desa
Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas dan
Desa. Dalam kunjungan itu, Presiden RI didampingi Mentan
Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Pertahanan Prabowo
Subianto, Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat) Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan
Moeldoko, dan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Selain itu
hadir pula Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto,
Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, serta
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin.

Dalam peninjauan ini, Jokowi secara langsung juga mendapat
penjelasan dari Mentan SYL dan Menteri PUPR Basuki terkait
lahan yang akan dikerjakan sebagai proyek pangan nasional itu.

Program pengembangan food estate seluas 165 ribu hektare (ha)
akan melibatkan beberapa kementerian mulai dari Kementan,
Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, Kementerian
Pertahanan, dan Kementerian Desa PDTT.

18 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

Food estate merupakan salah satu Program Strategis
Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan
nasional pada lahan seluas 165.000 hektare (ha) dan
pada 2020 dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model
percontohan penerapan teknologi pertanian 4.0.

Potensi lahan pengembangan food estate di Kalteng ini
seluas 165 ribu ha. Saat ini seluas 85.500 ha merupakan
lahan fungsional yang sudah berproduksi tiap tahunnya.
Korporasi petani akan menjadi basis pengembangan
kawasan lumbung pangan baru di Kalimantan Tengah ini
yang akan dilakukan secara terintegrasi di suatu kawasan.

“Para petani yang menggarap lahan dan peternakan itu
selanjutnya akan terkonsolidasi dalam kelompok-kelompok
tani dengan terlebih dahulu difasilitasi baik sarana maupun
prasarana serta pendukung lainnya,” sambung Jokowi.

Mentan Syahrul mengatakan, Kementan bersama
kementerian lainnya bekerja keras dan fokus mempercepat
pembangunan food estate berbasis korporasi dengan konsep
klaster yang mencakup semua komoditas pangan, sehingga
tidak hanya padi dan jagung. Pembangunan food estate
dengan membangun sarana produksi dan infrastruktur
pertanian seperti embung dan irigasi dan sarana pasca
panennya yang modern.

“Kegiatan intensifikasi awal 2020 ini seluas 30 ribu ha yang
meliputi 20 ribu ha di Kabupaten Kapuas dan 10 ribu ha di
Kabupaten Pulang Pisau. Kami perbaiki varietas, pupuk
dan unsur haranya agar produktivitas mencapai tujuh ton.
Kemudian meningkatkan penanganan pasca panen. Maunya
kita wujudkan pengelolaan modern, petani modern. Kita
kalahkan pertanian di Pulau Jawa,” jelasnya.

Lebih lanjut Syahrul menegaskan, pengembangan food
estate di Kalteng ini, yakni mengintensifkan lahan pertanian
yang ada, sehingga terjadi peningkatan indeks pertanaman.
Dengan begitu, bukan membuka kembali lahan eks
Pengembangan Lahan Gambut (PLG), tapi mengoptimalkan
pemanfaatan lahan exsisting eks PLG dan non-eks PLG
untuk pangan.

“Lahan ini merupakan lahan rawa yang meliputi rawa pasang
surut dan lebak. Lahan tersebut mengandung dominan
tanah mineral dibanding tanah gambut. Gambut yg ada
umumnya gambut dangkal-sedang, yakni kurang dari satu
meter,” ucapnya.

Syahrul menekankan pengembangan food estate berbasis
korporasi di lahan rawa ini merupakan investasi dalam food
estate yang terintegrasi dari hulu-hilir menjadi target utama
dalam upaya peningkatan produksi pangan bagi 267 juta
rakyat Indonesia. Karena itu, pengembangan food estate
ini merupakan program dan sinergi seluruh komponen
di pemerintah pusat dan daerah dengan dukungan
pengawasan serta pembiayaan mulai dari subsistem hulu,
on farm, hilir hingga ke distribusi pasar, untuk peningkayan
kapasitas dan diversifikasi produksi pangan.

“Pengembangan ini dijalankan dengan penataan
kawasan dan pengembangan prasarana dan sarana serta
pengembangan SDM (sumberdaya manusia) dan korporasi

19VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

petani. Kementan berperan dalam proses subsistem alsintan sebanyak traktor roda 4 sebanyak 10 unit,
hulu yang turut serta dalam menyiapkan lahan dengan traktor roda dua sebanyak 84 unit, pompa air 60 unit,
pola intensifikasi pertanian,” terangnya. Rice Transplanter 250 unit, 1.200 hand Sparyer, drone
tabur benih 15 unit dan combine harvester 20 unit.
“Intensifikasi pertanian dilakukan sebagai usaha
meningkatkan hasil pertanian dengan mengoptimalkan “Untuk sarana produksi, Kementan menyiapkan
lahan pertanian yang sudah ada dengan sentuhan benih 1500 ton, dolomit 30.000 ton, pupuk hayati
teknologi seperti pemberian bibit unggul, pemupukan 150.000 ton, urea 6.000 ton, NPK 4500 ton, dan pupuk
berimbang serta penggunaan alat mesin pertanian herbisida 120.000 ton,” jelasnya.
(alsintan) dalam menunjang seluruh proses budidaya
tanam pada food estate,” lanjut Mentan. Sebagai informasi, Kalteng merupakan wilayah subur
yang berhasil mengembangkan Padi Inbrida Varietas
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga membenarkan Unggul Baru Inpari-42 dan Padi Hibrida SUPADI.
bahwa dari total luas 165 ribu ha lahan yang akan Selain padi, provinsi ini juga berhasil memproduksi
digarap. Pemerintah memprioritaskan agar dapat jagung untuk kebutuhan nasional. Pada 2015 misalnya,
mengejar musim tanam tahun ini untuk tahap awal. produksi Jagung mencapai 8.940 ton Pipilan Kering dan
Sementara sisanya ditargetkan selesai penggarapan pada 2019 sebesar 71.000 sampai 118.000 ton pipilan
pada 2022, sehingga secara bertahap bisa dikerjakan. kering atau naik hampir 1.000 persen.
Khusus untuk peningkatan irigasi, dikerjakan
secara bertahap mulai dari 2020-2022 dengan Sebelum kunjungan Presiden Jokowi pada Kamis
rincian 2020 seluas 1.210 ha senilai Rp73 miliar, (9/7/2020), Mentan Syahrul rapat dengan Menteri PUPR
pada 2021 seluas 33.335 ha senilai Rp484,3 miliar, Basuki membahas pengembangan food estate di Kalteng
dan 2022 seluas 22.655 ha senilai Rp497,2 miliar. di kantor Kemen PUPR, Jalan Pattimura 20, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2020).
“Kami menyiapkan untuk musim tanam besok, Oktober-
Maret 2020. Jadi kami (PUPR, red) memperbaiki Menurut Mentan, pertemuan ini bertujuan untuk
saluran irigasinya, beliau (Mentan, red) dari Kementan melaksanakan program-program yang terprioritas
menyiapkan semuanya untuk bisa tanam Oktober- antar kementerian di kabinet kerja sesuai arahan
Maret 2020,” pungkasnya. Presiden Jokowi. “Sesuai arahan Presiden RI kami
saling kompak di kabinet. Insya Allah kami siap, setelah
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Kemen PUPR mempersiapkan water management,
Sarwo Edhy menambahkan Kementan menyiapkan tinggal Kementan yang melakukan budidayanya sampai
sejumlah alsintan hingga bibit dan benih untuk selesai,” katanya.
mendukung food estate. Pengembangan food estate yang
dilaksanakan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas Menteri PUPR Basuki memaparkan bahwa dari total
Provinsi Kalteng seluas 30.000 ha, membutuhkan 165.000 ha lahan eks-PLG yang akan digarap, saat

20 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

ini sudah ada sekitar 85.500 yang digunakan untuk yang terbarukan.
berproduksi setiap tahun.
”Bawang (putih, red) itu harganya mahal, kentang itu
“ Mentan Syahrul ditugaskan Presiden RI untuk harganya mahal, bawang merah itu harganya mahal,
mempersiapkan food estate ini agar berjalan dengan lahan kualitasnya bagus, dan kualitas komoditasnya
baik. Jadi kami saling berkoordinasi supaya apa yang bagus, oleh karena itu intervensi yang dilakukan di sana
direncakan bisa berhasil,” tegasnya. adalah dengan hi-tech,” jelas Mentan.

Dalam pertemuan ini, Mentan didampingi Dirjen Menko Maritim Luhut menyatakan dukungannya
Tanaman Pangan Suwandi, Dirjen Prasarana dan Sarana terhadap program SP3 yang digagas Mentan SYL
Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, Dirjen Perkebunan Kasdi sebagai plot awal model bagi percontohan pertanian di
Subagyono, Kepala Badan Litbang pertanian Fadjri daerah yang lainnya. “Saya hanya mengusulkan supaya
Jufri, dan Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil. ada tanah-tanah yang di ketinggian, yang subur bisa
dibuat satu pertanian yang mekanis. Itu bisa jadi model
Garap Humbang Hasundutan nanti di tempat-tempat lain. Dan ternyata tanah itu ada
di Kabupaten Humbang Hasundutan. Tanah yang subur
Selain di Kalteng, pemerintah juga akan menggarap dan pak menteri baru dari sana.” ungkapnya.
food estate di Sumatera Utara (Sumut). Ini terungkap
dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Dari lahan khusus tersebut, diharapkann pengembangan
Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan komoditas lainnya dapat berhasil dibudidayakan tidak
bersama Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) di ruang hanya terbatas kepada tiga komoditas yang disebutkan
kerja Mentan, Gedung Kementan, Ragunan Jakarta

Selatan, Rabu (1/7/2020). di atas. Menko Luhut menaruh harapan pengembangan
komoditas pertanian serta yang lainnya itu pada Badan
Pertemuan tersebut dalam rangka menindaklanjuti Litbang Kementan.
lumbung pangan melalui Super Prioritas Program
Pertanian (SP3) di lahan khusus berkualifikasi tinggi Konsolidasi Nasional
dengan komoditas tertentu. ”Sesuai petunjuk Bapak
Presiden dan kepada Pak Menko (Luhut Binsar Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, saat ini
Pandjaitan, red), saya sebagai menteri teknis di bidang ketahanan pangan nasional memiliki tantangan yang
pertanian membuat langkah. Atas koordinasi di bawah kuat. Utamanya pada masa pandemi ini. Menghadapi
Pak Menko, ini menjadi SP3 dan itu ditujukan pada ancaman krisis pangan dunia akibat Pandemi Covid-19,
lahan lahan khusus yang berkualifikasi tinggi untuk melaksanakan program pertanian dibutuhkan kerja
sebuah komoditas dan yang berkualitas tinggi,” ujar sama yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah.
SYL usai pertemuan.
Ini ditekankan Mentan saat membuka Musyawarah
Pada pembahasan itu, Kabupaten Humbang Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional
Hasundutan, Sumut dipilih sebagai percontohan. (Musrenbangtannas) 2020 di Auditorium Utama, Kantor
Ini karena daerah tersebut berpotensial untuk Pusat Kementan melalui video conference (vicon), Senin
dikembangkannya beberapa komoditas terpilih dengan (13/7/2020).
menggunakan sumberdaya dan sistem pertanian

21VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

Pertemuan yang dihadiri para pemangku kepentingan berbagai kebutuhan pangan secara holistik dalam
pertanian se-Indonesia ini, baik secara daring maupun satu lahan. Pola ini merupakan pengelolaan pertanian
langsung, mengangkat tema Pertanian yang maju, terpadu dalam satu hamparan dibudidayakan banyak
mandiri, modern dan langkah percepatan pemulihan komoditas antara lain padi, sayur, ayam, lele, sapi
ekonomi serta kesejahteraan petani pasca Pandemi dan sebagainya.
Covid-19.
Di sisi lain, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan
”Bisa kah ini hanya pemerintah pusat, hanya terus menggenjot kegiatan di daerah agar segera
daerah saja? Tidak bisa. Pertanian membutuhkan terealisasi dan masyarakat dapat bergeliat di tengah
kebersamanan. Semua memiliki harapan dan cita cita Pandemi Covid-19 yang masih melanda.
yang sama. MT II ini tugas bangsa, tugas nasionalisme,”
tandas SYL. Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi mengatakan,
dalam situasi Pandemi Covid-19 saat ini, kegiatan
Dia menyebutkan, meski dilaksanakan secara virtual, pemberdayaan masyarakat yang ada di BKP sangat
mulai 13-17 Juli 2020 itu harus sesuai dengan sasaran penting. ”Saya ingin mengingatkan bahwa kegiatan-
prioritas pembangunan pertanian nasional, walaupun kegiatan di BKP sebagian besar adalah pemberdayaan
telah banyak dilakukan pemotongan anggaran masyarakat,” tegasnya dalam Rapat Evaluasi Kegiatan
pelaksanaan kegiatan Kementan. BKP bersama dinas pangan provinsi seluruh Indonesia
melalui vicon pada Senin (20/7/2020).
Di tempat terpisah, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi
mengatakan, dalam mewujudkan kemandirian pangan, Dikatakan Agung, kegiatan seperti Pekarangan Pangan
Kementan juga sangat mendukung petani dalam Lestari (P2L), Pertanian Keluarga (PK), Pengembangan
melakukan metode pertanian integrated farming Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), dan Pengembangan
dengan zero waste. ”Ini artinya penggunaan eksternal Industri Pangan Lokal (PIPL) menggerakkan masyarakat,
input diminimalisir, apa yang ada di institusinya diputar sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat.
agar efisien di sisi input,” ujarnya saat mengunjungi
pola integrated farming menuju zero waste seluas dua Hadapi Pandemi
ha di Desa Jagan Kecamatan Bendosari, Kabupaten
Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (12/7/20). Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL)
mengaku sudah menyusun langkah-langkah antisipasi
Pola integrated farming dengan menerapkan zero waste dampak wabah Pandemi Covid 19 selama dua tahun ke
belakangan ini banyak ditekuni petani untuk memenuhi depan. “Mengurusi pertanian bukan hanya menghadapi
cuaca saja, tetapi banyak persoalan-persoalan yang

22 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

muncul. Untuk itu program kita sudah harus siap,” lintas K/L--, program pendidikan dan pelatihan vokasi,
katanya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dan program dukungan manajemen.
bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Jumat, (10/7/2020).
Di tempat terpisah, Direktur Utama (Dirut) Perum
Menurut Mentan, program-program Kementan sudah Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso (Buwas)
sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi) menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu berjalan
yang sangat konsistensi melihat permasalahan yang bersama dengan Kementan dalam menolak impor
ada di Tanah Air. Meski demikian, memberi makan pangan.
pada 267 juta rakyat Indonesia tidaklah mudah.
Karena itu, pihaknya tidak bisa berjalan sendiri. Yang Menurut dia, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan
pasti, harus ada dukungan dari semua pihak dan para sendiri tanpa harus melakukan impor. “Beras yang ada
pemangku kepentingan pembangunan pertanian untu di Bulog semuanya beras yang berkualitas. Karena itu,
merealisasikan semua target dan program lima tahun kami bersama Kementan akan memastikan pangan
ke depan. “Tugas saya adalah membantu kepentingan nasional selalu tersedia khususnya beras. Bulog juga
rakyat kecil. Jangan sampai rakyat kecil semakin sudah membangun gudang-gudang yang ada di daerah,”
menderita,” tegasnya. ujarnya dalam webminar Sarasehan Kebangsaan 24,
Kamis (2/7/2020).
Walau begitu, Mentan menyampaikan bahwa cadangan
pangan nasional, khususnya untuk beras masih Buwas menyampaikan, Bulog dan Kementan
memiliki stok hingga dua tahun ke depan. Dalam merupakan garda terdepan dalam mengurus pangan.
menjaga stok beras, Syahrul mengaku sudah memiliki Karena itu, sinergitas yang ada akan semakin diperkuat
gudang-gudang penyimpanan yang memadai di seluruh untuk menghasilkan pangan yang mudah dan
Indonesia. Sebagai informasi, ada lima fokus kerja berkualitas. “Insya Allah sampai dengan akhir tahun ini
Kementan dalam mempercepat pemulihan ekonomi kita tidak akan impor beras,” katanya.
dan reformasi sosial pasca Pandemi Covid-19.
Asuransi dan Apresiasi
Program tersebut antara lain program ketersediaan
akses dan konsumsi pangan berkualitas--program Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen
spesifik--, program nilai tambah untuk daya saing Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) meminta para
industry--program lintas K/L--, program riset dan petani di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan
inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi--program (Sumsel) memanfaatkan asuransi untuk menjaga lahan

23VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

tidak impor lagi beras, bahkan tahun ini berdasarkan
data BPS kita akan surplus beras 4,5 juta ton,” ujarnya.

pertaniannya. Terlebih tidak kurang dari enam hektare Gairah Daerah
(ha) lahan sawah di Empat Lawang rusak tersapu alisan
Sungai Keruh. Daerah-daerah terus bergairah atau bersemangat
meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga
Mentan Syahrul Yasin Limpo mengaku bersimpati ketahanan pangan nasional. Salah satunya, Kabupaten
dengan situasi yang dihadapi petani di Empat Lawang. Banyuasin, Sumatera Selatan sebagai salah satu
Ia berharap petani mengikuti asuransi sebagai langkah lumbung pangan nasional. Ini dilakukan dengan
antisipasi. ”Petani harus selalu menyiapkan langkah memaksimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian
antisipasi agar lahan pertaniannya tidak terganggu. (alsintan).
Apalagi jika sampai menyebabkan gagal panen. Deteksi
segera ancaman-ancaman seperti perubahan iklim Apresiasi diberikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul
yang bisa menyebabkan kekeringan, banjir hingga Yasin Limpo (SYL) untuk pertanian Banyuasin yang
longsor atau luapan sungai. Ada juga ancaman penyakit mampu memproduksi beras dalam jumlah besar.
seperti serangan hama. Antisipasi hal-hal itu dengan ”Produksi beras di Banyuasin sangat tinggi. Karena
memanfaatkan asuransi,” tuturnya, Selasa (28/7/2020). itu, Banyuasin menjadi lumbung padi nomor satu di
Sumsel dan masuk dalam empat besar penyumbang
Di tempat berbeda, Anggota Komisi IV DPR RI Andi pangan nasional. Kita berharap Banyuasin bisa terus
Akmal Pasluddin memuji kegigihan Mentan Syahrul meningkatkan produksinya. Petani Banyuasin bisa
turun ke lapangan untuk memotivasi petani, salah memanfatkan alsintan agar hasil panen lebih maksimal
satunya di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan losses lebih sedikit,” tuturnya, Rabu (29/7/2020).
yang tengah terdampak banjir. “Di tengah Covid-19
Mentan Syahrul masih keliling Indonesia untuk Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan
pertanian. Ini kegigihannya untuk memberikan Sarwo Edhy mengutarakan hal serupa. Ia berharap
semangat kepada kita semua, terutama petani agar kita Banyuasin bisa memaksimalkan penggunaan alsintan
semangat turun ke sawah, memastikan bahwa produksi untuk mendukung aktivitas pertanian.
pangan kita terpenuhi,” ucapnya saat memyerahkan
bantuan di Wajo pada Selasa (28/7/20). Di Kalimantan Barat (Kalbar), Bupati Kapuas Hulu
Abang Muhammad Nasir melakukan panen perdana
Bahkan Akmal mengatakan, produksi beras pada tahun padi musim gadu milik petani di Desa Tani Makmur,
ini diprediksi tetap akan melimpah. Berdasarkan data Kecamatan Hulu Gurung, wilayah Kapuas Hulu di lahan
Badan Pusat Statistika (BPS), secara nasional beras seluas 97 ha.
mengalami angka surplus hingga mencapai 4,5 juta ton.
“Dalam kurun dua tahun terakhir ini Pak Menteri kita Setiap tahunnya petani di Desa Tani Makmur tersebut
menghasilkan 170 ton beras yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan di Kecamatan Hulu Gurung,
bahkan dipasarkan juga ke Kecamatan Jongkong
dan Selimbau di wilayah Kapuas Hulu. “Saya minta
petani Kapuas Hulu tanam padi dilakukan dua kali
dalam setahun, hal tersebut untuk meningkatkan
produksi pertanian dalam ketahanan pangan,” kata
Abang M. Nasir saat panen perdana padi milik petani
di Kecamatan Hulu Gurung, Kapuas Hulu, Selasa
(28/7/2020).

Sementara Kabupaten Halmahera Timur juga berhasil
melakukan panen perdana korporasi benih padi
varieats Mekonggo. Pelaksanaan program Kementerian
Pertanian (Kementan) yaitu Pengembangan Benih Padi
Berbasis Korporasi Petani ini dilakukan di Kelompok
Tani Suka Maju (Paito), Desa Akedaga, Kecamatan
Wasile Timur seluas 25 ha.

Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara (Malut) Rijal
mengatakan, panen perdana benih padi ini sangat
memuaskan sebab produksi yang dicapai sebesar 7,2
ton gabah kering panen per hektare. Gabah hasil panen
ini segera mungkin diambil sampel calon benihnya
untuk diujikan ke Laboratorium Balai Pengawasan dan
Sertifikasi Benih dan selanjutkan diterbitkan label hasil

24 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

sertifikasi mutu benihnya. Padang Pariaman yang berlokasi di Kelompok Tani
Rawang Lokan, Kecamatan Lubuk Alung, Minggu
”Dan kami dari Dinas Pertanian Malut siap mendukung (19/7/2020). Acara tersebut dihadiri Bupati Padang
program Kementan. Kita bisa mandiri benih, tidak Pariaman, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan,
lagi mendatangkan benih padi dari luar,” ujar Rijal di Kepala Dinas Pertanian Sumbar dan Kepala Dinas
kantornya, Selasa (7/7/2020). Pertanian Kabupaten Padang Pariaman.

Di Sumatera Barat (Sumbar), Kementan aktif turun ke Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan Takdir
lapangan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Mulyadi mengapresiasi upaya yang dilakukan petani
(pemda) melakukan Gerakan Percepatan Olah Tanah dalam percepatan menanam padi di Musim Tanam ke
dan Tanam. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar II (Gadu). Dengan tambahan produksi padi, ia optimistis
mengimplementasikan cepat gerakan ini untuk dapat menjaga persediaan pangan Nasional di masa
meningkatkan produksi padi guna mengamankan stok Pandemi Covid-19. (tim humas)
agar dampak Pandemi Covid-19 tidak berdampak pada
ketersediaan beras. 25VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

Kementan bersama Gubenur Sumbar Irwan Prayitno
melakukan gerakan percepatan tanam di Kabupaten

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) ”Diversifikasi pangan ini, bagaimana kita tidak
bergantung pada pangan tertentu, khususnya beras.
mengupayakan diversifikasi pangan sebagai salah Kita punya kearifan lokal untuk diangkat sebagai
komoditas alternatif pengganti beras. Itu yang harus
satu program peningkatan ketersediaan pangan kita dorong di semua daerah” ujarnya saat dihubungi,
Minggu (26/7/2020).
di era New Normal atau kenormalan baru. Program
Melalui video conference (vicon) bersama dinas pangan
ini sebagai Cara Bertindak (CB) 2 yang mencakup provinsi seluruh Indonesia, Kamis (23/7/2020), Agung
meminta setiap daerah untuk fokus pada satu atau dua
diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal yang fokus komoditas pangan lokal sumber karbohidrat non-beras.
Ini agar potensi pangan lokal dapat secara optimal
pada komoditas pangan lokal tertentu, pemanfaatan dikembangkan sesuai keunggulan wilayah.

pangan lokal secara massif, dan pemanfaatan lahan Di lain waktu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah (Menteri KUKM) Teten Masduki mendukung
pekarangan. gerakan disertifikasi pangan lokal yang digagas
Kementan. Gerakan tersebut memilki kekuatan
“Kita kampanyekan gerakan diversifikasi pangan lokal. ekonomi yang cukup besar karena melibatkan seluruh
Kita nyatakan diverifikasi pangan lokal adalah kekayaan lapisan masyarakat.
dan budaya bangsa. Bukan hanya beras yang kita miliki.
Tapi yang kita miliki berbagai pangan lainnya. Ada ubi- “Karena itu, saya sedang menyiapkan program
ubian, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu dan lainnya” penguatan warung sembako yang akan menjadi rantai
ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo perdagangan distribusi pangan kita dengan warung
(SYL) dalam kampanye Gerakan Diversifikasi Pangan, di warung sembako tradisional,” ujarnya usai bertemu
Jakarta, Minggu (28/7/2020).

Senada dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung
Hendriadi yang mengungkapkan bahwa terdapat banyak
potensi pangan lokal untuk mendukung ketahanan
pangan yang dapat diidentifikasi dan didorong agar tiap
provinsi mempunyai komoditas pangan lokal andalan.

26 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

Mentan Syahrul di ruang kerjanya, Jumat, (24/7/2020). pemerintah saat ini terus menggalakkan
program peningkatan produksi tanaman
Secara teknis, Teten mengatakan, pihaknya akan menyiapkan pangan. ”Saya dan Kementan serta
segala sesuatunya dari sisi hilir. Sedangkan perlengkapan dari sisi pemda tidak mau petani hidup di bawah
hulu akan disiapkan oleh Kementerian Pertanian. Misalnya kata kesehjahteraan. Jika hasil panen bagus,
dia, KUKM menyiapkan ribuan warung sembako di Jabodetabek petani pasti memperoleh kecukupan dalam
( Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) yang siap memasarkan memenuhi kebutuhan. Tapi kalau hasilnya
produk pertanian. tidak bagus, ini bagaimana? Makanya, kami
mengambil terobosan walaupun tidak
“Jadi kita siapkan ribuan warung di Jabotabek yang terhubung populer, kami menyetop semua bibit yang
lewat aplikasi. Saya sudah lihat prakteknya termasuk inventory tidak unggul setelah adanya pengaduan
managementnya. Artinya begitu ada kebutuhan sembako, maka dari petani mengenai bibit yang kurang
secara otomatis barangnya sudah ke input di data digital,” tandasnya. baik,” ujarnya saat bersama Dirjen Tanaman
Pangan Kementan Suwandi melakukan
Teten mengatakan, secara garis besar dua Kementerian ini akan panen raya jagung seluas 250 ha di Kelompok
saling bekerja menjalankan semua visi Presiden Joko Widodo Tani Maju, Desa Marga Catur, Kecamatan
( Jokowi). Kerja sama tersebut meliputi korporatisasi petani yang Kalianda, Kabupaten Lampung selatan,
memiliki alur kerja integrasi dari petani kecil hingga koprasi Senin (20/7/2020). Kunjungan kerja ini
berskala besar. “Kami akan mengkonsolidasi petani petani sekaligus mendukung program pemerintah
perorangan yanh menggarap lahan lahan sempit, kemudian dalam menggenjot peningkatan produksi
dikoperasikan dalam bentuk koperasi berskala besar. Kami butuh pangan agar dampak Pandemi Covid 19 tidak
bantuan Kementan karena beliau memiliki banyak kelompok- menurunkan ketersediaan pangan.
kelompok tani,” katanya.
Selain panen raya, lanjut Sudin, tapi
Mentan Syahrul menyambut baik kerja sama antar dua yang lebih penting menampung semua
kementerian ini. Sektor pertanian merupakan pilihan pasti permasalahan pertanian di lapangan,
karena merupakan kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, pertanian sehingga Komisi IV DPR RI dapat bersinergi
juga adalah kekuatan besar dari sebuah negara agraris. “Inilah dengan Kementan untuk mencari solusinya.
yang kami sikapi berdua antara Kementan dan Kementerian
Koperasi. Lebih khusus kami tentu akan mempersiapkan Dalam kesempatan berbeda, Kementan
aktivitas di hulu dalam meningkatkan produktivitas pertanian juga fokus mengembangkan komoditas
terutama di subsektor holtikultura, tanaman pangan perkebunan kedelai yang terintegrasi dari hulu sampai
dan peternakan,” ujarnya sambil berharap dengan kerja sama ini hilir. Menurut Dirjen Tanaman Pangan
harga sembako tetap dalam kondisi stabil serta mampu memutus Suwandi, kedelai sebagai salah satu tanaman
mata rantai yang terlalu besar. pangan yang utama terkendala dari sisi
produksi yang belum mampu mencukupi
Di sisi lain, sejumlah Anggota Komisi IV DPR RI mendukung kebutuhan. ”Karena itu, perlu adanya peran
program optimalisasi lahan dan modernisasi pertanian yang serta para pemabgku kepentingan untuk
tengah dijalankan Kementan. Dukungan tersebut misalnya intens menggenjot kembali kejayaan kedelai
seperti gerakan disertifikasi pangan lokal dan pengembangan di Indonesia,” ujarnya dalam Focus Group
sumberdaya manusia (SDM) melalui pemanfaatan teknologi. Discusssion (FGD) membahas bersama
para pakar untuk merumuskan strategi
“Saya kira program yang disampaikan Kementan sangat menarik pengembangan kedelai lokal di masa datang,
dan saya kira terobosan seperti ini harus kita dukung,” ujar Kamis (16/7/2020).
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan dalam Rapat Dengan
Pendapat (RDP) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu Di Polewali Mandar, Gubernur Sulawesi
(1/7/2020). Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar menggalakkan
penanaman kedelai berskal luas dalam
Di tempat terpisah, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan, rangka mensukseskan program ketahanan
pangan. Dia mengawali kegiatan tersebut
dengan melakukan penanaman benih kedelai
pada lahan di Desa Sumberjo, Kecamatan
Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar,
Rabu (22/7/2020).

”Tentu kita berharap program ini dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya ini, pertama produksi
kedelai kita bisa mengurangi impor,
kedua bagaimana bisa mensejahterakan
masyarakat,” kata Ali Baal. (tim humas)

27VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

EMPATI BANJIR
LUWU UTARA DAN WAJO

Mentan SYL Serahkan Bantuan tandon air. Bantuan kemanusiaan tersebut diangkut
menggunakan 10 truck, dengan tambahan bantuan
PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian program pertanian pemerintah pusat untuk Kabupaten
(Kementan) merasa prihatin dan bersimpati atas Luwu Utara dengan total sebesar Rp17,5 miliar.
bencana alam yang menimpa wilayah Sulawesi
Selatan (Sulsel). Ini di antaranya banjir bandang  yang Pada kesempatan tersebut, Mentan menyampaikan rasa
menerjang wilayah Kecamatan Masamba, Kabupaten prihatinnya atas bencana yang terjadi di Luwu Utara.
Luwu Utara pada Senin (13/7/2020). Banjir di Luwu “Saya menyampaikan rasa prihatin, ikut merasakan segala
Utara terjadi akibat meluapnya tiga sungai, yakni Sungai hal. Saya laporkan kepada Bapak Presiden bahwa saya
Rongkong di Sabbang, Sungai Meli di Radda, dan Sungai ke Luwu, dan ini menjadi bagian keprihatian dari Bapak
Masamba di Masamba. Kemudian banjir yang terjadi di Presiden, Bapak Jokowi. Sebelum saya jalan, Bapak Presiden
Kabupaten Wajo pada Kamis (16/7/2020). menyampaikan pesan agar memperhatikan Luwu, segera
pulihkan yang bisa dipulihkan di sana.” ungkapnya.
Untuk menunjukkan rasa empati atas musibah itu,
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) SYL berharap masyarakat harus tetap kuat dan
meninjau langsung lokasi dan menyerahkan bantuan tabah menghadapi cobaan yang menerpa, dan dapat
pada Selasa (28/7/2020). Dalam kunjungannya, Mentan mengambil hikmah atas apa yang terjadi. “Di balik
memberikan bantuan kemanusiaan yang diterima Bupati segala hal dan lainnya itu, Allah menaruh hikmah, fa
Luwu Utara  Indah Putri Indriani. Bantuan ini berupa inna ma’al ‘usri yusraa, inna ma’al ‘usri yusraa. Jangan
sembako dan kebutuhan lain seperti minyak goreng, pernah ada khawatir, sedih boleh merasa prihatin
gula, air mineral, mie instant, beras, biskuit, telur, ikan boleh, tapi tidak boleh berlebihan. Karena pasti ada
kaleng, susu, kopi, abon, alat masak, kompor gas, sabun, hikmah dibalik semua itu,” lanjutnya.
popok, sarung, handuk, tikar, selimut, perlengkapan
salat, hand sanitizer, detergen, pasta gigi, sikat gigi, juga Pada kunjungan di lokasi tersebut, Mentan memastikan bahwa
benar bantuannya telah benar tiba, dan dapat digunakan
untuk membantu revitalisasi dari bencana. “Saya datang ke sini

28 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

memastikan benar eksavatornya sudah datang, sudah, dan pada bencana banjir di Kabupaten Wajo yang terdiri lahan
catat aja apa yang ada (bantuan, red) di sini,” tegasnya. persawahan lebih dari 8.000 ha lahan pertanian gagal panen
atau puso. “Kita mengalami bencana banjir dan utamanya
Mentan menegaskan, bantuan pemulihan bencana dari areal pertanian kita kurang lebih 8.000 ha yang ada di wilayah
sektor pertanian untuk Agustus 2020 dapat diusahakan Kabupaten Wajo mengalami genangan air,” ucapnya.
selesai. Sementara itu, Bupati Luwu Utara mengungkapkan
bahwa kehadiran Mentan sangat berarti bagi pemerintahan Seusai banjir surut, lanjut Bupati Amran, maka petani di
dan masyarakat Luwu Utara di tengah pasca bencana. wilayahnya akan segera kembali menanami lahan sawah
yang berkendala. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 14 ribu
”Peristiwa banjir bandang yang lalu, yang paling banyak ha sudah dipersiapkan, untuk menambah target luas tanam.
terdampak adalah lahan perkebunan dan pertanian, “Begitu air surut untuk menambah target luas tanam sejak
hampir warga kami sebanyak 80 persen bergerak di April -September 2020 kurang lebih 123 ribu ha. InsyahAllah
pertanian. Kehadiran Bapak Menteri sangat berarti bagi kami optimistis memenuhinya,” terangnya.
kami dan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengatakan, Kabupaten Wajo sebagai salah satu
Terkait lahan pertanian yang terdampak, Bupati kabupaten penyangga besar/lumbung
menyebutkan terdapat padi sawah seluas 2.460,50 pangan di Sulsel, sekaligus penghasil
ha dan puso seluas 1.774 ha; jagung seluas 1.394 jagung. Petani Wajo butuh bantuan
ha dan puso seluas 902 ha; jeruk siam seluas 111 ha berupa benih padi, jagung dan pupuk,
dan puso seluas 74 ha; kakao seluas 1.436,5 ha dan baik itu pupuk anorganik dan organik.
puso 539 ha; sawit seluas 161 ha dan puso 49 ha. Total
lahan pertanian terdampak seluas 5.563 ha dan puso Selain itu, Amran juga menyatakan
seluas 3.338 ha pada 46 desa di sembilan kecamatan. bahwa saat ini Kabupaten Wajo
sebagai salah satu lumbung pangan
Selain Luwu Utara, Mentan Syahrul juga meninjau di Sulawesi Selatan, juga sedang
kondisi petani dan lahan pertanian yang terdampak mencanangkan untuk menjadi
bencana banjir di Kabupaten Wajo, Sulsel. Dalam daerah lumbung daging.
kunjungannya, ia sekaligus menyerahkan bantuan Ke depan ini
untuk sektor pertanian senilai Rp35,7 miliar dan lima bisa menjadi
truk bantuan kemanusiaan senilai Rp250 juta. salah satu
program
“Sesuai perkiraan dalam 1 bulan ke depan sawah andalan dari
yang tergenang air akan surut. Ini waktunya kita integrated
persiapkan bibit dan mekanisasi yang memadai, untuk farming.
menggantikan lahan sekitar 9 ribu ha yang gagal panen. ”Kami
Bahkan berharap target bisa naik mencapai 14 ribu ha akan
untuk memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya saat
acara penyerahan bantuan kemanusian di Kabupaten mengawal
Wajo pada Selasa (28/7/2020). betul amanah target.
Kami akan bekerja
Bantuan untuk sektor pertanian yang serahkan di sekuat tenaga untuk
antaranya alat mesin pertanian (alsintan), Usaha membantu Bapak Menteri
Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) senilai Pertanian dalam mewujudkan
Rp500 juta, Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai garda ketahanan pangan,”
Rp1,8 miliar, serta Program Asuransi Usaha tukasnya.
Tani Padi (AUTP) dengan memperoleh
tanggungan/klaim sebesar Rp9 juta. Dalam kunjungan ini turut
hadir Anggota Komisi IV DPR
Selain itu, Mentan juga serahkan lima RI Andi Akmal Pasluddin,
Wakil Gubernur Sulsel,
truk bantuan kemanusian yang terdiri serta para pejabat eselon I
Kementan. (tim humas)
dari bahan pangan pokok dan sandang dan

papan. “Sulsel merupakan salah satu daerah

lumbung pangan, sehingga jika ada gangguan di

sini maka bisa mengganggu produktivitas kita,” katanya.

Syahrul juga meminta Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Wajo membangun sektor pertanian yang
lebih kuat, sehingga bisa menjadi daerah contoh
untuk daerah lain. “Jika diperlukan ambil KUR.
Mudah-mudahan Wajo bisa menjadi contoh. Tidak
hanya untuk Sulsel, tapi untuk nasional,” tuturnya.

Bupati Wajo Amran Mahmud mengatakan, sektor
pertanian merupakan salah satu sektor yang berdampak

29VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

JAGA AKUNTABILITAS DAN
TRANSPARANSI KEUANGAN

Kementan Empat Kali WTP harus makin kreatif dan harus terus bertahan menjadi
kementerian yang maju dan modern dengan memanfaatkan
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) kembali Agriculture War Room (AWR) yang sudah komprehensif
meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menyediakan informasi tentang pangan di Indonesia.
dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Prestasi
ini sekaligus mencatat selama empat tahun berturut- “Kami atas nama Pimpinan BPK RI mengucapkan terima
turut Kementan dinilai telah menjalankan pengelolaan kasih atas jalinan komunikasi yang berjalan dengan
anggaran secara akuntabel dan kredibel, transparan baik dan sinergi yang konstruktif antara BPK dengan
serta sesuai standar akutansi pemerintah. Pimpinan dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian
sehingga proses pemeriksaan BPK RI berjalan dengan

Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara IV BPK
Isma Yatun mengatakan, opini WTP diserahkan BPK
berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas
Laporan Keuangan Kementan 2019 dan LHP atas
Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan
Bagian Anggaran 999.07 (Belanja Subsidi Pupuk) 2019.

“Terima kasih kepada Menteri Pertanian beserta jajarannya
atas komitmennya untuk terus mendukung transparansi
dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,” ujarnya
saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan hasil
pemeriksaan BPK RI pada Kementan di Auditorium Gedung
F, Kanpus Kementan, Selasa(21/7/2020).

Menurut Isma, Mentan sudah menunjukkan kerja
keras dan kerja cerdas dalam menjalankan tugasnya,
sehingga menghasilkan pencapaian yang sangat baik.
“Ini adalah kedatangan pertama saya di Kementan dan
saya sangat mengapresiasi terobosan-terobosan yang
sudah Mentan Syahrul lakukan,” katanya.

Isma menambahkan, pemeriksaan keuangan
bertujuan untuk memberikan opini atas laporan
keuangan. Pemeriksaan keuangan tidak secara
khusus dimaksudkan untuk mengungkapkan adanya
penyimpangan atau fraud dalam pengelolaan keuangan.

“Meski demikian, jika pemeriksa menemukan adanya
penyimpangan, kecurangan atau pelanggaran terhadap
ketentuan perundang-undangan, khususnya yang
berdampak adanya potensi dan indikasi kerugian negara,
maka hal ini harus diungkap dalam LHP,” tambahnya.

Ia juga mengatakan Kementan ke depannya dituntut

30 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

baik dan lancar,” terang Isma. Apresiasi KIP

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara Sementara itu, Komisi Informasi Pusat (KIP)
langsung menerima WTP BPK RI mengatakan, langkah dan mengapresiasi komitmen Kementerian Pertanian
upaya dalam mewujudkan Laporan Keuangan Kementan (Kementan) dalam memberikan layanan informasi
yang berkualitas, akuntabel dan sesuai Standar Akuntansi publik, khususnya saat menghadapi Pandemi Covid-19.
Pemerintahan (SAP) serta pelaksanaan program-program
Kementerian Pertanian merupakan kerja keras dari seluruh Ketua KIP Gede Narayana mengatakan, apa yang
jajaran Kementan dan BPK RI. dilakukan Kementan di masa pandemi seperti sekarang
ini menunjukkan komitmennya dalam memberikan
“Salah satu bukti keberhasilan adalah opini WTP dan layanan informasi publik kepada masyarakat.
saya bahagia Kementan bisa mendapatkan penghargaan
hebat,bergengsi yang membangun gengsi derajat harga ”Pimpinan di Kementan telah menunjukkan good
diri para pejabat Kementan,” ucap Syahrul. will melalui berbagai inovasi dan kebijakan layanan
informasi publik yang dilaksanakan seluruh jajarannya.
Menurut dia, WTP artinya melakukan semua kerja Ini sejalan dengan ketetapan Komisi Informasi Pusat yang
sesuai dengan target tanpa melupakan administasinya. mengkatagorikan Kementan sebagai Badan Publik yang
Ia mengatakan pengelolaan keuangan sejalan Informatif,” ucapnya dalam Webinar ‘Inovasi Pelayanan
dengan program kinerja. “Sasaran harus dicapai tapi dan Penyebaran Informasi Publik yang Cepat dan Tepat
administrasi harus selesai,” tandas Mentan. Berbasis Teknologi Informasi’, Rabu (15/7/2020).

Syahrul juga meminta ke BPK RI untuk terus Menurutnya, keterbukaan informasi publik sesuai Undang-
berdampingan dengan Kementan dalam melakukan Undang No 14/2008 dilaksanakan untuk mewujudkan
pengelolaan keuangan anggaran sehingga kedepan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.
segala kekurangan dapat terus dilakukan perbaikan. Dengan demikian, diharapkan tumbuh dukungan dan
“Tim auditor BPK secara keseluruhan terima kasih partisipasi publik terhadap program pemerintah.
atas saran dan masukan dalam upaya perbaikan
penyusunan laporan keuangan Kementan. Kami terus Karena itu, badan publik harus bisa menyediakan
berharap kedepan kami terus diarahkan,” tukasnya. informasi publik yang akurat, tepat waktu, berbiaya
ringan, dan dapat diakses dengan cara yang sederhana.
Informasi yang disampaikan harus dapat diterima dan
bernilai manfaat bagi publik.

”Kondisi stok pangan aman, ini adalah informasi publik
yang perlu secara luas disampaikan oleh otoritas
pangan yang membuat masyarakat nyaman dan
tenang. Dengan teknologi informasi dan komunikasi,
informasi bisa disampaikan dengan cepat dan mudah
diakses oleh publik,” papar Gede.

Selain itu, tambah dia, informasi yang disampaikan
oleh badan publik harus akurat, benar dan tidak
menyesatkan. Karenanya, melalui Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi Publik (PPID), informasi
yang akan disampaikan harus dikelola, disusun secara
sistematis dan dikaji, untuk disampaikan.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan
Kuntoro Boga menyampaikan bahwa selama masa
Pandemi Covid 19 ini, PPID Kementan telah secara
aktif melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada
para petani dan masyarakat umum. Kementan juga
menjembatani petani dengan para pengusaha terkait
pemasaran produk pertanian secara digital.

”Di masa pandemi ini, Kementan berinovasi melalui
layanan informasi publik secara online, termasuk
perijinan produk pertanian, pendaftaran varietas
tanaman, pengurusan impor produk pertanian,
penanganan wabah penyakit hewan dan OPT, sosialisasi
budidaya tanaman, hingga permohonan informasi
publik melalui portal PPID,” jelasnya. (tim humas)

31VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

TAK HANYA ROKOK,

TEMBAKAU
BISA UNTUK
PARFUM

SALAH satu komoditas unggulan di Indonesia Menurut Elda, tembakau memiliki aroma yang khas
adalah tembakau. Tanaman tembakau atau karena di dalam tembakau terkandung senyawa-
Nicotiana tabacum L. telah lama dibudidayakan senyawa aromatis yang mudah menguap atau biasa
di Indonesia untuk diambil daunnya. Pemanfaatan disebut dengan minyak atsiri. ”Minyak atsiri tembakau
tembakau pada umumnya masih terbatas hanya dapat diekstrak dengan cara destilasi. Hasilnya adalah
sebagai bahan baku pembuatan rokok. berupa minyak berwarna kuning kecoklatan dengan
aroma tembakau yang khas dan menyengat, “ jelasnya.
Namun, dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) No
109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Kandungan senyawa utama dalam minyak atsiri tembakau
Zat Aditif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan atau adalah neofitadiena. Neofitadiena adalah senyawa yang
PP Tembakau, pada Pasal 58 disebutkan bahwa perlu terdapat dalam minyak atsiri tembakau dengan jumlah yang
dilakukan upaya diversifikasi produk tembakau. lebih besar 40 persen. Minyak atsiri tembakau memiliki
aroma yang khas, sehingga dapat digunakan sebagai bahan
Karena itu, perlu diciptakan produk-produk lain dari campuran pembuatan parfum badan. ”Balitbangtan telah
tembakau yang bermanfaat dan memberikan nilai meneliti dan memanfaatkan minyak atsiri tembakau sebagai
tambah bagi petani namun tetap aman bagi kesehatan. salah satu bahan pembuatan parfum badan,“ tambah Elda.
”Daun tembakau mengandung senyawa-senyawa
kimia, mulai dari golongan asam, alkohol, aldehid, Hasil uji organoleptik parfum terhadap 30 orang
keton, alkaloid, asam amino, karbohidrat, ester dan responden wanita kebanyakan memilih parfum minyak
terpenoid. Kandungan utama dari tembakau adalah atsiri tembakau yang dicampur dengan aroma
alkaloid (nikotin),” ungkap Elda Nurnasari, peneliti dari jeruk, jasmine dan lavender. ”Invensi ini juga telah
Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dalam mendapatkan paten dari Kemenkumham dengan
keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2020). nomor IDS000001735 sejak 2018,” ungkap Elda.

32 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

Sementaradisektorhulu,sejak1997hingga2019Balitbangtan Sumintawikarta, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat ( Jabar).
telah melepas 82 varietas unggul baru (VUB) tembakau
yang memiliki beragam keunggulan. ”Beberapa di “Riset Litbang menjadi sangat strategis dan penting
antaranya adalah VUB Tembakau Temanggung Kemloko untuk mendapatkan cara-cara peningkatan
4, 5, dan 6 Agribun yang penelitiannya bekerjasama produktivitas pertanian yang lebih baik. Karena itu,
dengan Pemkab Temanggung,“ jelas Kepala Balitbangtan bentuk-bentuk pertanian yang harus kita optimalkan
Fadjry Djufry. besok harus diperkuat dengan riset-riset Litbang yang
benar. Katakanlah yang lebih aplikatif atau lebih mudah
Dia menambahkan, ketiga VUB yang telah dilepas diterapkan masyarakat,” ujar Mentan, Jumat (3/7/2020).
sejak 2017 yang lalu ini sangat sesuai untuk ditanam
di lahan endemik penyakit, khususnya nematoda Menurut Mentan, riset dan penelitian menjadi kunci
Meloidogyne spp, bakteri Ralstonia solanacearum, dan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
cendawan Phythopthora nicotianae. Riset dan penelitian juga menentukan bagus tidaknya
sebuah benih dan bibit yang akan ditanam secara luas.
”Keunggulan lain dari ketiga VUB ini adalah pada postur
dan performanya lebih besar. Daun lebih panjang “Kalau kita mau naikkan produktivitas harus bibitnya
lebar bulat, batang lebih kuat. Dari sisi produksi bisa dulu yang lebih bagus. Dan bibit itu harus dikawal
menghasilkan lebih banyak, karena daun bisa tumbuh dengan pemurnian pemurnian di semua provinsi dan
hingga 26 helai sedangkan varietas di bawahnya kabupaten kota yang ada di seluruh Indonesia,” ujarnya.
hanya 20 helai daun,“ tambahnya.
Syahrul mengatakan, pihaknya juga akan mendorong
Tembakau dari varietas Kemloko 4, 5, dan 6 ini mampu para peneliti Litbang untuk melakukan penelitian
menghasilkan tembakau kering di atas rata-rata, di serius di laboratorium pertanian Indonesia. Uji coba ini
mana varietas lain rata-rata hanya 0,7 ton per ha penting dilakukan karena tidak semua provinsi memiliki
sementara dengan varietas ini diharapkan bisa sampai kesamaan pengembangan pertanian.
0,9 hingga satu ton per ha.
“Pertanian yang ada di seluruh Indonesia tentu saja berbeda
Riset Harus Mudah dengan Papua. Begitu juga dengan Papua yang berbeda
dengan Jawa dan dengan Kalimantan. Intinya daerah rawa
Di tempat terpisah. Menteri Pertanian (Mentan) jelas berbeda dengan dataran gunung dan dataran gunung
Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa riset dan berbeda dengan dataran rendah,” katanya.
penelitian yang dilakukan Balitbang Pertanian harus
makin mudah dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Ini Lebih lanjut dia berharap semua hasil riset Litbang
disampaikan Mentan saat menghadiri pertemuan para mampu diterapkan dilapangan dan secara demonstratif
peneliti litbang seluruh Indonesia di Auditorium Sadikin di kebun-kebun percobaan sehingga setiap orang dapat
dengan mudah menjadikannya menjadi pertanian
percontohan. (tim humas)

33VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

2020DI MUSFROEKUMSBKAENMGENTTAANN
SELURUH perangkat kerja Ditjen Perkebunan jagung, dan serealisasi lainnya, pengelolaan kedelai
Kementerian Pertanian (Kementan) diminta dan aneka kacang umbi, pengelolaan perbenihan,
melakukan terobosan dan inovasi sesuai arahan perlindungan tanaman dari OPT dan PDI.
Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo (SYL).
Sejauh ini Kementan memiliki enam fokus program “Selanjutnya kami juga memfokuskan pada pasca
utama perkebunan yang akan dilakukan selama lima panen, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman
tahun ke depan. pangan serta gaji, operasional kantor, pengelolaan
satker, honor petugas lapangan dan monev,” katanya.
“Program tersebut antara lain pengembangan logistik
benih, peningkatan produk serta produktivitas dan Kepala Badan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP)
optimasi lahan, peningkatan nilai tambah daya saing dan Dedi Nursyamsi memaparkan bahwa indikator kinerja dalam
pangsa pasar,” ujar Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi peningkatan SDM pertanian terus mengalami peningkatan
Subagyono saat menghadiri Musyawarah Pembangunan kualitas. Peningkatan kualitas itu karena selama ini
Pertanian (Musrembangtan) di Auditorium Utama Kementan juga fokus pada kegiatan prioritas peningkatan
Kementan, Jakarta, Senin, (13/7/2020). produktivitas yang terintegrasi dengan keberlanjutan
SDM dan kepastian pasar. Di samping itu, Kementan terus
Dia mengatakan, program lainnya melakukan modernisasi melakukan penguatan basis data petani dan pendidikan.
perkebunan dan optimalisasi stakeholder. Kemudian
melakukan peningkatan kapasitas SDM (sumberdaya “Untuk pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian akan
manusia) dan kelembagaan ekonomi perkebunan. memprioritaskan kegiatan berbasis industri dengan
reformasi penyelenggaraan pendidikan dan vokasi serta
Menurut dia, pagu anggaran yang digunakan lebih penguatan sistem sertiffikasi kompetensi,” jelasnya.
didominasi pada kepentingan logistik benih yang
mencapai Rp442,8 miliar dari total Rp1,192 triliun. Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) yang diwakili
“Untuk peningkatan produksi kami mengeluarkan Direktur Alsintan Andi Nur Alam Syah menargetkan
sebesar Rp 332 miliar, Optimasi jejaring stakeholder peningkatan ketersediaan pangan naik secara signifikan.
Rp170 miliar, peningkatan nilai tambah, daya saing Dia juga menargetkan akses dan kualitas konsumsi
dan pangsa pasar Rp152 miliar, peningkatan SDM dan pangan terus membaik. Adapun target tersebut
kelembagaan ekonomi perkebunan Rp74 miliar, dan diantaranya meliputi produksi padi 62,5 juta ton GKG,
modernisasi perkebunan Rp20 miliar,” terang Kasdi. produksi jagung 25,38 juta ton PK, dan produksi daging
sapi atau kerbau 463,22 ribu ton.
Dalam acara yang sama, Ditjen Tanaman Pangan
Kementan Suwandi mengatakan, sejauh ini ada enam “Untuk itu kamu melakukan rehabilitasi jaringan irigasi
kegiatan prioritas yang terus dikerjakan. Enam fokus tersier 269.884 hektare (ha), irigasi perpompaan 1.100 unit,
tersebut mengacu pada program jangka panjang irigasi pempipaan 138 unit, embung pertanian 600 unit,
Kementan yang meliputi pengembangan produksi padi, optimasi lahan 100.000 ha, serta pengembangan dari
rehabilitasi JUT 20.000 ha,” ujarnya. (tim humas)

34 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

“Untuk peningkatan produksi kami
mengeluarkan sebesar Rp 332 miliar,
Optimasi jejaring stakeholder Rp170 miliar,
peningkatan nilai tambah, daya saing dan
pangsa pasar Rp152 miliar, peningkatan
SDM dan kelembagaan ekonomi
perkebunan Rp74 miliar, dan modernisasi
perkebunan Rp20 miliar.”
Kasdi Subagyono

Dirjen Perkebunan Kementan

35VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

KEMBANGKAN
HORTIKULTURA

DENGAN ONLINE SYSTEM

PENDEKATAN online system atau sistem online Koordinasi Ditjen Hortikultura dengan Dinas Provinsi se
adalah sebuah keharusan, terutama pada saat Indonesia di Jakarta, Jumat (17/7/2020).
memasuki era New Normal. Karena itu, seluruh
masyarakat dan insan pertanian harus menggunakan Mentan mengatakan, online system dapat dimanfaatkan
pendekatan digital sebagai salah satu upaya dalam untuk memperoleh ilmu mengembangkan tanaman
meningkatkan produksi pertanian. hortikultura yang jauh lebih baik. Karena itu, SYL
meminta setiap daerah harus sudah siap dengan sistem
“Dulu untuk bisa mengetahui informasi-informasi di online dan juga fasilitas yang ada. “Saya meminta jajaran
daerah perlu berhari-hari. Tapi sekarang kita sudah Hortikultura turun langsung membantu masyarakat
mempunya fasilitasnya,” kata Menteri Pertanian supaya sejahtera. Kita harus berkontribusi secara
(Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menggelar vertikal dan horizontal. Ajarkan masyarakat bagaimana

36 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

cara membudidayakan tanaman mahal,” ujarnya. aman konsumsi dengan harga yang terjangkau bagi
konsumen,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya,
Syahrul menambahkan, subsektor Hortikultura Senin (6/7/2020).
merupakan salah satu subsektor pertanian yang
memiliki banyak kelebihan. Hortikukultura punya buah Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka penerapan
tropis, sayuran tropis, dan tanaman tropis yang tidak sistem pertanian ramah lingkungan dalam sistem
dimiliki semua negara. budidaya hortikultura merupakan upaya yang tepat
untuk dikembangkan. Dalam pertanian ramah
Perlu diketahui, buah-buahan dan sayuran asal lingkungan bahwa pengelolaan Organisme Pengganggu
Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Tumbuhan (OPT) tidak hanya menggunakan pestisida
Hal itu dibuktikan dengan konsistensi perkembangan sintetik. “Begitu pun dengan pupuk yang dapat
ekspor pertanian yang terus diperlihatkan secara disiapkan sendiri sehingaa lebih murah dan terjangkau,
bulanan. “Ini adalah era yang penuh dengan berkah sekaligus sehat bagi ekosistem pertanian. Ini
dan sayang sangat bahagia apabila setiap daerah sebagaimana yang sering diinstruksikan Bapak Menteri
bisa menerapkannya. Tunggu saya di daerah kalian Pertanian (Syahrul Yasin Limpo),” beber dia.
karena saya selalu turun kelapangan untuk mengecek,”
tandasnya. Sementara untuk benih, Direktur Perbenihan
Hortikultura Sukarman mengatakan, penggunaan
Di tempat terpisah terkait pengendalian hama, Dirjen benih bermutu merupakan suatu keharusan dalam
Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto menyatakan, agroindustri hortikultura. ”Berkembangnya usaha
pihaknya mendukung produksi sayuran, buah, dan agroindustri hortikultura di antaranya sangat
tanaman obat yang dibudidayakan secara sehat dan ditentukan ketersediaan benih bermutu,” ujarnya
ramah lingkungan. “Untuk pasar lokal, tentunya kami dalam webinar dengan tema ‘Peningkatan Ekonomi di
sudah mengupayakan produk yang berkualitas dan

37VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

Tengah Pandemi Covid-19’ yang diikuti produsen benih Saya meminta jajaran
dan petani hortikultura beberapa hari lalu. Hortikultura turun langsung

Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pengembangan membantu masyarakat
perbenihan hortikultura, yakni peningkatan supaya sejahtera. Kita harus
penggunaan benih bermutu. Untuk mendukung berkontribusi secara vertikal
kebijakan tersebut Direktorat Perbenihan Hortikultura
terus mendorong munculnya varietas hortikultura baru, dan horizontal. Ajarkan
khususnya varietas lokal yang memiliki keunggulan masyarakat bagaimana
dan diminati masyarakat namun belum didaftar. cara membudidayakan
Kemunculan varietas baru turut menjamin ketersediaan
benih melalui pengembangan dan pembinaan produsen tanaman mahal.”
benih baik yang milik pemerintah maupun swasta.
Syahrul Yasin Limpo
Di Jawa Barat (Jabar), Dampak Perubahan Iklim (DPI)
yang terjadi di Indonesia telah mempengaruhi sektor Menteri Pertanian
pertanian dalam hal produktivitas. Salah satu solusi
yang belum banyak diketahui masyarakat dalam mencapai lebih dari 100 ha. “Umur tanamannya
mitigasi dampak perubahan iklim adalah peran bervariasi antara 10-100 tahun,” ujarnya dalam
komoditas tanaman buah dalam penyerapan karbon keterangannya, Selasa (14/7/2020).
di udara. Beberapa tanaman buah yang memiliki Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto menyampaikan
potensi dalam penyerapan karbon atau dikenal sebagai bahwa mitigasi DPI dapat dilakukan dengan
penyimpan stok karbon adalah komoditas durian, pengembangan kawasan buah-buahan seperti
mangga, dan manggis. Salah satu lokasi kawasan manggis, durian dan mangga. Untuk tanaman manggis,
manggis terdapat di Desa Puspahiang, Kecamatan berdasarkan data pusat terdapat lebih dari dua juta
Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya. pohon yang ada di Indonesia. “Jika diasumsikan setiap
pohon dapat menyerap 0,10 ton per tahun, maka stok
Ketua kelompok tani Sari Puspa, Sukena menerangkan, karbon total pada tanaman manggis bisa mencapai
kawasan manggis seluruhnya di Desa Puspahiang

38 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

200.000-an ton per tahun!,” pungkasnya. biasa juga bisa. Sekaligus untuk penyiraman.” tandasnya.

Sedangkan untuk tanaman cabai, teknologi rain shelter Bagaimana dengan tomat? Juhara, petani sayuran asal
menjadi solusi untuk menjaga produktivitas tanaman Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jabar ini kerap
cabai di musim hujan. Rain shelter merupakan atap menanam tomat dengan sistem budidaya monokultur
sungkup dari plastic UV yang dipasang menggunakan alias tidak ditumpangsari dengan tanaman lain. Biaya
kerangka bambu, besi, dan sejenisnya diatas yang dikeluarkankannya untuk menanam satu hektare
pertanaman cabai. Penggunaan rain shelter pada tomat bisa mencapai Rp100,8 juta. Hasilnya, Juhara
pertanaman cabai di musim hujan memberikan banyak bisa memproduksi 40 ton tomat segar. “Dengan harga
manfaat di antaranya petani menjadi lebih tenang jual normal Rp3.000 per kg saja, paling tidak saya bisa
karena tanamannya terlindungi dari guyuran air hujan memperoleh pendapatan Rp120 juta per hektare atau
secara langsung sehingga bunga tidak rontok. buah untung sekitar Rp19 juta per musim per hektare,”
tidak busuk. Kelembapannya pun terjaga sehingga ungkapnya tersenyum.
dapat mencegah serangan penyakit yang sangat
ditakuti petani yakni antraknosa dan phythoptora. Tidak sampai di situ, ternyata Juhara punya strategi
khusus untuk meningkatkan keuntungan dari budidaya
Bambang Nuryono, petani cabai asal Purbalingga telah tomat yang digelutinya. Caranya dengan menanam di
melakukan budidaya cabai menggunakan rain shelter lahan yang sama sebanyak dua kali tanam. Setelah tanam
sejak 2007. Sepanjang pengalamannya hampir tidak pertama selesai panen dan dibongkar, lahan tersebut
pernah gagal. “Salah satu kelemahan budidaya cabai ditanami kembali sebanyak pertanaman yang pertama.
dengan rain shelter memang serangan (hama, red)
thripsnya lebih banyak, makanya tetap perlu penyiraman Dengan cara itu, Juhara menyebut bisa menghemat
dan 20 hari sekali plastic UV harus digulung. Tapi buat biaya saprodi, terutama mulsa, ajir, tali, semat,
saya mengendalikan thrips lebih gampang dibandingkan peralatan serta biaya tenaga kerja olah tanah hingga
antraknose, sehingga saya suka budidaya cabai dengan pemeliharaan. “Total penghematan bisa mencapai Rp32
rain shelter ini,” ujar Yoyon, sapaan akrabnya saat juta. Dengan produksi per hektare sebanyak 40 ton,
dihubungi via telepon pada Senin (27/7/2020). maka penghematan biaya tersebut menjadi keuntungan
tambahan bagi saya,” ujarnya antusias saat dihubungi,
”Pengendalian thrips lebih mudah, disemprot dengan air Minggu (26/7/2020). (tim humas)

39VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

JUNI 2020

MELEJIT,

EKSPOR PERTANIAN TERUS

KONSISTEN

DI TENGAH wabah Pandemi Covid-19 yang masih Suhariyato berharap ke depan ekspor Indonesia bisa
melanda dunia, ekspor pertanian Indonesia terus meningkat dan capaian baik ini tidak hanya terjadi
justru terus mengalami pertumbuhan positif, pada Juni tetapi pada bulan-bulan lainnya. Selain itu,
bahkan signifikan. Tercatat nilai ekpor pada Juni ia juga meminta sektor lain untuk mencontoh sektor
tumbuh tinggi sebesar 18,9 persen dibanding pada Mei pertaian yang terus tumbuh. “Tentunya ini tren yang
2020. sangat menggemberikan dan bisa menjadi angin segar
ditengah keadaan sekarang ini,” ujarnya.
Berdasarkan sektornya, hanya ekspor pertanian saja
yang terus konsisten menunjukkan kenaikan secara Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul
Yeay of Year (YoY). Bahkan kenaikannya juga jauh Yasin Limpo (SYL) mengajak para pelaku bisnis
lebih tinggi dibanding Juni 2019. “Dibanding bulan yang tergabung dalam Kadin (Kamar Dagang dan
sebelumnya, ekspor pertanian meningkat cukup besar Industri) Indonesia untuk menyampaikan gagasannya
dan merupakan sinyal bagus,” kata Suhariyato, kepala mendorong ekspor komoditas pertanian pada masa
Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta. tatanan hidup baru Pandemi Covid-19 ini.

Dia melanjutkan, komoditas pertanian yang memiliki ”Di era New Normal ini, Kadin mau apa? Saya juga bisa
peran besar dalam peningkatan ekspor ini antara lain backup apa? Menurut pikiran saya, sampai dua tahun ke
komoditas kopi, tanaman obat aromatik dan rempah, depan, bisnis yang bisa berjalan hanya pertanian. Kalau
biji kakao, dan sarang burung walet. begitu, kita butuh kiprah Kadin, negara butuh Kadin,”
kata Mentan saat membahas peluang ekspor dalam
Lebih dari itu, sektor pertanian juga memiliki webinar yang dihelat Kadin dengan tema ‘Ayo Jual dan
kontribusi besar terhadap kenaikan ekspor Indonesia. Beli Produk Sendiri’, Rabu (22/7/2020).
Berdasarkan catatan BPS, ekspor Indonesia pada
Juni 2020 mencapai USD12,03 milar. Capaian ini Hasil pertanian Indonesia, lanjut, Syahrul memiliki
meningkat 15,09 persen dibandingkan Mei 2020 yang potensi besar dalam meningkatkan kinerja ekspor,
mencapai USD10,53 miliar. “Peningkatan ekspor dari karena sangat dibutuhkan oleh negara lain. ”Di
Mei ke Juni terjadi karena adanya peningkatan terhadap pertanian kita punya kekuatan di hortikultura cukup
migas sebesar 3,8 persen, tetapi non migasnya jauh bagus. Kita punya kekuatan di tanaman pangan. Kita
lebih tinggi yaitu 15,73 persen,” terangnya. bisa ekspor tanaman pangan. Siapa bilang negara

40 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

lain tidak membutuhkan beras kita? Saya di Makassar Dalam menggerakkan kegiatan usaha ekspor
ekspor ke Korea Selatan, Filipina, beras premium utama komoditas, Mentan SYL menitipkan pada para
kok yang kita ekspor” ungkap Syahrul. pengusaha Kadin agar menambah mitra dagang
ke semua negara, meningkatkan volume ekspor,
Berkaca pada neraca perdagangan Indonesia pada mendorong pertumbuhan eksportir baru dan
periode Januari hingga Juni 2020, Mentan menyebutkan meningkatkan frekuensi pengiriman.
kegiatan ekspor Indonesia dari pertanian mendapatkan
nilai yang cukup memuaskan dan ini merupakan celah Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan
yang dapat dijemput oleh para pengusaha di Kadin. Kuntoro Boga Andri mengatakan, peningkatan ekspor
pertanian harus dijaga dan ditingkatkan dengan
Mentan menambahkan, ekspor perkebunan penyokong melakukan pemetaan daya saing atau keunggulan
ekspor antara lain, dihasilkan dari kelapa sawit, karet, komparatif produk pertanian Indonesia. Selain itu,
kakao, kelapa, kopi, pala, kayu manis, lada, cengkeh dan identifikasi produk dan negara pesaing bagi komoditas
teh. Sedangkan negara tujuan utama ekspor pertanian pertanian dalam negeri.
secara keseluruhan per Januari sampai dengan
Juni 2020 antara lain India, China, Amerika, Pakistan, ”Hasil FGD Indonesia-Malaysia-Thailand Growth
Belanda, Jepang, Malaysia, Bangladesh, Italia, dan Triangle (IMT-GT) dan Brunei-Indonesia-Malaysia-
sebagainya. Philippines East ASEAN Growth (BIMP-EAGA) yang
dilakukan rekan-rekan kami di Biro Kerja sama Luar
Mentan menyampaikan kegiatan ekspor komoditas Negeri pada Senin, 13 Juli 2020 menunjukkan komoditas
pertanian membuatnya bersemangat, Ia mengajak subsektor perkebunan seperti minyak atsiri, pinang,
agar Kadin bersinergi mendukung program tersebut. kapas, cempedak, kakao, sangat potensial di pasar
”Kalau bicara ekspor saya paling bergairah, saya paling Filipina. Kemudian kelapa kita di Thailand mampu
siap. Tahun lalu ekspor kita sekitar Rp400 triliun kita bersaing dengan kelapa Vietnam,” katanya.
buat sampai Rp1.000 triliun yuk! Kita punya komoditi
yang luar biasa. Kita punya banyak seller, orang Eropa, Kuntoro lebih lanjut menjelaskan, perdagangan
Amerika, dan Asia yang lainnya cari buah kita. Sayur pertanian Indonesia dengan mitra dalam kerangka kerja
kita bahkan beras kita dicari, tanah kita subur banget.” sama IMT-GT dan BIMP-EAGA masih mengalami surplus.
katanya.

41VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

Pengamat Pertanian, yang juga Ketua Harian DPD
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat
(Jabar) Entang Sastraatmaja mengatakan bahwa suatu
kekeliruan yang sangat besar jika tidak memberikan
perhatian yang serius terhadap sektor pertanian.
Menurut Entang, kekeliruan itu terbukti setelah
hitungan BPS memperlihatkan adanya kenaikan lalu
lintas ekspor yang cukup signifikan. Ini sudah cukup
memberi bukti bahwa keragaman ekspor sektor
pertanian 2019-2020 menunjukkan keandalannya.
“Mestinya semua pihak belajar dari pengalaman. Waktu
krisis multy-dimensi pada 1997/1998, dari semua sektor,
hanya pertanian yang tumbuh positif dan sektor lainnya
malah cenderung negatif,” katanya, Kamis (16/7/2020).
Lebih lanjut Entang menilai ekspor pertanian bisa
lebih meningkat tajam jika didukung oleh anggaran
yang memadai--APBN dan APBD. ”Tapi kenyataannya,
anggaran untuk sektor pertanian dipatok tidak lebih
dari lima persen,” tandasnya.

42 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

Dari Daerah untuk Dunia Di pertanian kita punya kekuatan
di hortikultura cukup bagus.
Di Sulawesi Selatan (Sulsel), Menteri Pertanian (Mentan)
Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus meningkatkan budidaya Kita punya kekuatan di tanaman
porang guna mendongkrak komoditas pertanian pangan. Kita bisa ekspor
berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,
nilai ekspor dan peningkatan kesejahteraan petani tanaman pangan. Siapa bilang
itu sendiri. Pasalnya, porang merupakan salah satu negara lain tidak membutuhkan
komoditas pertanian yang sedang tren diminati
pasar ekspor. beras kita? Saya di Makassar
ekspor ke Korea Selatan, Filipina,
Perihal ini, mantan Gubernur Sulsel ini melakukan beras premium utama kok yang
penanaman perdana porang di kebun milik
Dandim 1420 Kabupaten Sidrap dan mengunjungi kita ekspor.”
kebun porang Kelompok Tani Semangat Milineal di Desa Syahrul Yasin Limpo
Talumae Kecamatan Watang Sidendreng, Sidrap, Selasa
(28/7/2020). Sulsel termasuk salah satu daerah yang Menteri Pertanian
gencar dalam mengembangkan tanaman porang yang
hasil produksinya diekspor.

SYL mengatakan, Kementan tengah fokus
mengembangkan tanaman porang karena memiliki

pasar ekspor yang sangat menjanjikan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan
pertumbuhan ekonomi nasional. Pasar ekspor porang
seperti ke Jepang, Taiwan, Korea dan Tiongkok serta
beberapa negara Eropa.

Di Banten, Mentan Syahrul secara simbolis melepas
ekspor 4000 ton hasil produk turunan jagung dan
gandum asal Banten senilai Rp16,2 miliar ke negara tujuan
Tiongkok dan Filipina. Ia juga mendorong agar perluasan
akses pasar ekspor untuk produk turunan jagung dan
gandum terus dilakukan hingga ke banyak negara.

“Kita melakukan pelepasan ekspor komoditas pertanian
Indonesia dari PT Bungasari. Saya kira ini salah satu dari
aktivitas untuk mengakselerasi ekspor Indonesia yang lebih
kuat,” ujar Syahrul saat diwawancarai dalam kunjungannya
ke Pabrik Pengolahan Gandum milik PT Bunga Flour Mills
Indonesia di Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera, Tegal
Ratu, Ciwadan, Cilegon, Banten, Sabtu (18/7/20).

Lompat di Jawa Barat ( Jabar), Mentan SyahruI
mengunjungi Kebun Anggrek milik PT Eka Karya Graha
Flora di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang,
Minggu (12/7/2020). Di sana, Mentan memantau sistem
budidaya anggrek, sekaligus mendorong perusahaan
tersebut agar memperluas akses pasar ekspor ke
negara di seluruh dunia.

Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian
(Kementan) Liferdi Lukman menjelaskan bahwa

43VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

perkembangan anggrek yang dikelola PT Eka Karya dan nilai yang sama. “Memang belum banyak frekuensi
merupakan tanaman berkualitas siap ekspor yang sudah untuk ekspor kaktus ini, namun permintaan tetap ada,”
memiliki pasar tetap seperti Jepang, China, bahkan Amerika. katanya di Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

“Menteri (SYL, red) tadi menyampaikan agar Sementara ekspor produk pertanian dari Bangka
perusahaan ini membuka kemungkinan ekspor ke Belitung (Babel) juga dilaporkan Kementan melalui
negara lain dengan menggunakan media. Kemudian Karantina Pertanian Pangkalpinang yang menunjukkan
beliau mengingatkan Atase Pertanian di Eropa, Amerika tren membaik. “Ada tiga komoditas pertanian unggulan
Serikat, Timur Tengah, Singapura, dan Malaysia untuk ekspor asal Babel, yakni lada, karet dan produk olahan
membuka market secara luas,” katanya. sawit,” kata Kepala Karantina Pertanian Pangkalpinang,
Saifudin Zuhri saat mendampingi Menteri Koperasi
Masih di Jabar, peluang pasar ekspor mangga gedong dan UKM Teten Masduki dan Gubernur Babel melepas
gincu asal Kabupaten Sumedang cukup tinggi. Meski ekspor perdana lidi nipah di Pelabuhan Pangkal Balam,
demikian, produk mangga yang akan diekspor sering Pangkalpinang, Senin (6/7/2020).
mengalami penolakan dari negara produsen akibat hama
lalat buah. Kerusakan itu diperkirakan mencapai 30-40 Di Sulawesi Utara (Sulut),  Kementan melalui Karantina
persen dan tentu sangat merugikan petani mangga. Pertanian Manado untuk pertama kali pasca pelonggaran
PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besa) memfasilitasi
Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto memaparkan, ekspor 21 ton kopra Tahuna tujuan India. Data pada
dalam rangka mendorong peningkatan ekspor sistem perkarantinaan, IQFAST mencatat nilai ekonomi
hortikultura, maka dilakukan Gerakan mendorong ekspor perdana kali ini mencapai Rp200 juta. Dan
produksi, meningkatkan daya saing dan ramah komoditas ini berangkat dengan menumpang KM Logistik
lingkungan hortikultura (GEDOR Horti). ”Kita harus Nusantara I menuju Surabaya sebelum ke India. “Satu
mampu menghasilkan produk bebas Organisme lagi sentra produk pertanian yang berorientasi ekspor,
Pengganggu Tumbuhan (OPT), utamanya lalat buah semoga kesdepan makin banyak produk asal batas negeri
sesuai permintaan dan persyaratan negara mitra ini yang bisa bersaing,” kata Kepala Karantina Pertanian
dagang. Tentunya upaya tersebut dapat dicapai apabila Manado Donni Muksyidayan Saragih melalui keterangan
semua pihak yang terkait dapat bersinergi dan ikut tertulisnya, Sabtu (11/7/2020).
berkontribusi dalam pengelolaan lalat buah skala
luas,” ujar Anton sapaan akrabnya melalui keterangan Beralih ke Jambi. Untuk pertama kalinya, 15,9 ton kopi
tertulis, Selasa (7/7/2020). asal Kabupaten Kerinci, Jambi diberangkatkan menuju
Belgia dari Pelabuhan Talang Duku, Jambi. Ini merupakan
Di Jawa Timur ( Jatim), Kementan melalui Balai Karantina salah satu capaian kinerja dari Tim Percepatan Ekspor
Pertanian Surabaya melepas ekspor kaktus hias yang Komoditas Pertanian Provinsi Jambi yang diinisiasi
menjadi incaran masyarakat Korea Selatan (Kolsel) Kementan melalui Karantina Pertanian Jambi.
karena warnanya yang unik. Pohon kaktus hasil
budidaya tersebut dilepas sebanyak 11 pohon yang “Alhamdulilah, dengan kerja sama semua pihak akhirnya
nilainya mencapai Rp5 juta. Pelabuhan Talang Duku dapat melakukan direct call,”
kata Kepala Karantina Pertanian Jambi Guntur saat
Kepala Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi mendampngi Gubernur Jambi yang melepas ekspor
menjelaskan, ekspor kaktus tersebut merupakan kedua kopi di Dermaga Pelabuhan Talang Duku, Jambi, Selasa
kalinya. Sebelumnya, pada September 2019, pihaknya (28/7/2020). (tim humas)
juga telah mengirimkan kaktus dengan jenis, jumlah

44 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

45VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

TENANG
DAN MERAYAKAN

AMAN IDUL ADHA

Kita sudah memberikan
unit pengolahan pakan, unit
pengolahan pupuk jadi harus
dimanfaatkan dengan betul. Jadi
peternak tidak lagi menunggu
bantuan dari pemerintah.”

Syahrul Yasin Limpo

Menteri Pertanian

DALAM Sidang Isbat, pemerintah memutuskan
perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah/2020
Masehi bagi umat muslim jatuh pada Jumat
(31/7/2020). Nah untuk memenuhi permintaan hewan
kurban, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo
(SYL) mengunjungi unit pengolahan pakan dan kandang
pembiakan, serta penggemukan sapi di desa Neglasari,
Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat
(Jabar), Minggu (12/7/2020). Kawasan tersebut merupakan
wilayah ternak dan Korporasi Brahman Sejahtera.

Dalam kesempatan ini, Mentan meminta kepada para
peternak agar terus melakukan produksi, meski saat ini
Indonesia tengah dilanda pandemi. Dia juga berharap
agar peternak tidak selalu bergantung pada bantuan
pemerintah, melainkan harus mampu mengembangkan

46 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

bantuan-bantuan yang sudah diberikan. Dijelaskan Agung, sesuai arahan Mentan Syahrul, pihaknya
mengupayakan stabilisasi pasokan dan harga pangan
“Kita sudah memberikan unit pengolahan pakan, unit khususnya bagi 11 komoditas pangan utama, berkoordinasi
pengolahan pupuk jadi harus dimanfaatkan dengan dengan dinas pangan provinsi secara rutin. ”Kita rutin
betul. Jadi peternak tidak lagi menunggu bantuan dari melakukan pemantauan terhadap kondisi ketersediaan dan
pemerintah,” tandasnya. stabilitas pasokan pangan,” pungkasnya.

Untuk merealisasikan pengembangan 1.000 desa sapi, Sementara untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan
Mentan berharap para peternak bisa memfokuskan cara pangan menjelang Idul Adha atau Lebaran Haji,
kerjanya kepada orientasi bisnis, serta menambah rata- pasokan pangan di Pasar Mitra Tani Kementan dalam
rata kepemilikan sapi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). kondisi cukup dan aman. ”Pasokan pangan kita ke Pasar
Mitra Tani ini cukup dan mampu memenuhi kebutuhan
“Dengan memanfaatkan pinjaman dari KUR, yang pangan masyarakat,” ujar Kepala Pusat Distribusi dan
baru mempunyai dua sampai tiga ekor sapi bisa terus Cadangan Pangan Risfaheri pada Senin (6/7/2020).
bertambah. Saya sudah berkoordinasi dengan pusat
supaya KUR untuk pertanian bisa tiga kali lipat,” katanya. Lebih lanjut dijelaskan Risfaheri, berbagai komoditas
pangan pokok seperti beras, daging ayam, minyak goreng,
Sebagai informasi, Korporasi Brahman Sejahtera gula pasir tersedia dengan harga yang terjangkau untuk
meliputi 16 kecamatan, 66 desa, dan 117 kelompok mengantisipasi naiknya kebutuhan. ”Harga di pasar mitra
dengan yang aktif 66 kelompok. Adapun jumlah peternak tani berada di bawah harga pasar, sehingga kita harapkan
sebanyak 1.834 orang, dan jumlah ternak 2.705 ekor dapat menstabilkan harga,” jelasnya.
dengan rata-rata kepemilikan dua sampai tiga ekor.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Distribusi Pangan
Di tempat terpisah, Kepala Badan Ketahanan Pangan Inti Pertiwi mengungkapkan, pihaknya mendapat
(BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung bahan pangan dari gapoktan (gabungan kelompok
Hendriadi memastikan ketersediaan pangan dalam tani). ”Di Pasar Mitra Tani Pasar Minggu, pasokan kami
kondisi aman dan terkendali menjelang Idul Adha, cukup, beras 16,2 ton, bawang merah 8,4 ton, bawang
bahkan hingga akhir 2020. putih 6,6 ton, minyak goreng 12.137 pcs, telur ayam 15,4
ton, cabai merah keriting 6 ton, cabai rawit merah 5 ton,
Dia mencontohkan, komoditas beras sebagai pangan gula pasir 22,2 ton, daging ayam 6,6 ton, daging sapi
utama diperkirakan mengalami surplus sebesar 6,1 juta ton 8,4 ton ini cukup untuk kebutuhan pangan jelang Idul
pada Desember 2020. Surplus tersebut berasal dari selisih Adha,” jelas Inti. (tim humas)
produksi beras dengan kebutuhan pada tahun berjalan
ditambah dengan carry over stock tahun sebelumnya.

47VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

SEMAKINDAN PETANI PUN TERSENYUM

DI TENGAH Pandemi Covid-19 justru tak kualitas yang sama pada bulan sebelumnya,” terangnya.
menyurutkan kesejahteraan petani. Sebaliknya,
petani semakin tersenyum berkat kerja kerasnya. Dikatakan Suhariyanto, rata-rata harga GKG di tingkat
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai petani mencapai Rp 5.845 per kg atau naik sebesar 4,61
Tukar Petani (NTP) pada Juni 2020 mengalami kenaikan persen. Sedangkan di tingkat penggilingan harganya
yang cukup signifikan, yakni sebesar 99,60 persen atau Rp5.958 per kg atau naik 4,39 persen. Sementara untuk
naik 0,13 persen dibanding NTP sebelumnya. Kenaikan harga gabah luar kualitas di tingkat petani mencapai
ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Rp 4.374 per kg atau naik 4,28 persen. “Dan di tingkat
Petani (It) naik sebesar 0,23 persen. Dengan begitu penggilingan mencapai sebesar Rp 4.469 per kg atau
angka yang ada nilainya jauh lebih tinggi dari kenaikan naik 4,31 persen,” katanya.
Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), yakni sebesar
0,11 persen. Di samping gabah, BPS mencatat rata-rata harga beras
berkualitas premium di penggilingan mencapai sebesar
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menjelaskan, faktor lain Rp9.919 per kg. Harga tersebut mengakami kenaikan
yang menyebabkan angka NTP naik adalah perubahan sebesar 0,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) yang mencapai Sedangkan beras berkualitas medium di penggilingan
0,08 persen. Kenaikan juga diikuti oleh naiknya mencapai Rp9.445 per kg atau turun sebesar 0,85 persen.
sembilan dari sebelas kelompok pembentuk indeks
konsumsi rumah tangga. “Dibandingkan dengan Juni 2019, rata-rata harga beras
di penggilingan pada Juni 2020 untuk kualitas premium
“Kemudian NTUP (Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga dan kualitas medium masing-masing naik sebesar 4,24
Pertanian) nasional pada Juni 2020 juga naik sebesar persen dan 3,04 persen. Untuk beras luar kualitas
100,25 atau 0,08 persen dibanding NTUP bulan mengalami penurunan sebesar 0,95 persen,” katanya.
sebelumnya,” ujar Suhariyanto, Rabu, (1/7/2020).
Sebagai informasi, NTP adalah rasio antara indeks harga
Suhariyanto mengatakan, BPS juga mencatat perkembangan yang diterima dengan indeks yang dibayar petani. NTP
harga gabah dan beras di penggilingan selama bulan merupakan salah satu indikator dalam menentukan
juni 2020. Kata dia, dari 1.732 transaksi penjualan gabah tingkat kesejahteraan petani.
di 26 provinsi, nilai gabah kering panen (GKP) mencapai
58,60 persen, kemudian gabah kering giling (GKG) 24,48 Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri
persen, dan gabah luar kualitas 16,92 persen. (Kadin) Bidang Perdagangan Benny Soetrisno menyatakan
bahwa sektor pertanian merupakan basis penting yang
“Di bulan yang sama, rata-rata harga GKP di tingkat secara konkret berhasil menyumbang kontribusi besar pada
petani Rp 4.720 per kilogram (kg) atau naik 2,11 persen. pertumbuhan ekonomi nasional. Ini terutama disaat krisis dan
Adapun di tingkat penggilingan harganya Rp 4.819 per Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia.
kg atau naik 1,88 persen dibandingkan harga gabah
“Dari mulai timur sampai barat kita memiliki kopi, Sulawesi

48 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020

Menurut Mardani, sektor pertanian memiliki potensi
besar dan mampu menyelamatkan negara dari ancaman
krisis global. Sektor pertanian adalah sektor utama yang
memilki tingkat prioritas dalam menghadapi Pandemi
Covid-19. “Sektor pertanian bisa kita seriuskan dengan
mengajak anak muda masuk ke sana dan memaksimalkan
program pemerintah,” ujarnya, Minggu, (26/7/2020).

Dari mulai timur sampai barat Mardani mengatakan, perkembangan teknologi dan alat
kita memiliki kopi, Sulawesi mesin pertanian yang begitu pesat membuat akses bisnis
Selatan produksi utamanya semakin terbuka lebar. Di samping itu, peluang tersebut
coklat. Selain itu merica di juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menerapkan
konsep family farming dengan menjadikan lahan sempit dan
belitung dan bangka jadi suplai pekarangan rumah sebagai lahan hidroponik dan aereponik.
merica dunia. Jadi pertanian kita
“Seiring berjalannya waktu dengan berbagai macam
ini sangat unggul.” teknologi yang ada, kita bisa lihat di perkotaan banyak
inisiatif melakukan pertanian berskala besar dengan basis
komunitas seperti hidroponik dan aereponik,” tandasnya.

Siap Kerja dan Job maker

Benny Soetrisno Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta politeknik
pembangunan pertanian (polbangtan) terus berinovasi
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri dalam melahirkan sumberdaya manusia (SDM)
(Kadin) Bidang Perdagangan pertanian yang siap kerja, bahkan sebagai job maker atau
menciptakan lapangan kerja ketika terjun ke masyarakat.
Selatan produksi utamanya coklat. Selain itu merica di Ini menjadi agenda penting untuk diwujudkan mengingat
belitung dan bangka jadi suplai merica dunia. Jadi pertanian saat ini sektor pertanian menjadi tumpuan utama dalam
kita ini sangat unggul,” ujar Benny dalam webminar bersama menggerakkan roda perekonomian.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL)
melalui video conference (vicon), Rabu (22/7/2020). “Polbangtan ini salah satu kekuatan pertanian di masa
depan yang menggagas pendidikan advokasi untuk
Melihat perkembangan yang ada, lanjut Benny, semua pihak, mempersiapkan pertanian yang tentu berkembang
terutama para pengusaha harus mendukung dan mendorong lebih maju, lebih modern dan mampu membangun
bisnis yang bergerak dari sektor pertanian menjadi luas dan kemandirian petani daerah dan kemandirian nasional
besar. Apalagi, Indonesia memiliki kelebihan comperative terhadap kebutuhan kita,” ujarnya dalam acara
komoditi yang tidak dimiliki oleh semua negara. peresmian sarana dan prasarana Polbangtan Gowa,
Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu (29/7/20) malam.
Mengenai hal ini, Mentan Syahrul menilai bahwa
dalam dua tahun ke depan, bisnis yang masih bisa Mantan Gubernur Sulsel dua periode itu menekankan
berjalan dengan baik adalah bisnis di sektor pertanian. polbangtan dapat merubah agenda pertanian yang
Ini terlihat dari perkembangan ekspor yang terus beradaptasi dengan tantangan tantangan sektor
meningkat setiap bulannya. “Berdasarkan data yang pertanian baik dalam bidang keilmuan, riset, sains
ada ekspor yang tumbuh selama Pandemi Covid-19 maupun dengan teknologi teknologi yang ada. Karena
hanya sektor pertanian,” ujarnya. itu, ia meminta SDM lulusan polbangtan harus
menjadi enterpreneur pertanian di daerah yang turut
Mentan menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh memberikan energi terhadap pertanian daerahnya
dari BPS, neraca perdagangan pertanian surplus sebesar bahkan menjadi bagian penggerak job maker.
Rp55,09 triliun. Dari angka tersebut, komoditas tanaman
pangan menyumbang Rp52,07 triliun, hortikultura “Pembekalan yang diberikan yakni pembekalan
Rp11,81 triliun, dan peternakan Rp20 triliun. “Komoditas nasionalisme, pembekalan agama sebagai pendekatan
perkebunan menyumbang paling banyak yakni sebesar filosofis dan yang paling penting pembelajaran mekanisasi
Rp138, 76 triliun. Untuk komoditinya yang menjadi pertanian serta teknologi pertanian,” tegas SYL.
andalan adalah kelapa sawit, karet dan kakao,” terangnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
Di tempat terpisah, Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedy Nursyamsi
Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mengatakan, Polbangtan Gowa adalah pabriknya
mendorong para pengusaha yang berasal dari kalangan petani milenial yang akan melanjutkan pembangunan
generasi milenial terjun langsung dan berkecimpung di pertanian. “K edepan alumni dari Polbangtan Gowa
dunia bisnis yang bergerak di sektor pertanian. ini akan menjadi qualified jobseeker dan jobcreature,”
ujarnya. (tim humas)

49VOLUME XIX/EDISI JULI 2020 MAJALAH WARTA PERTANIAN

50 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XIX/EDISI JULI 2020


Click to View FlipBook Version