The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gimbal.wiwi, 2023-06-11 15:31:49

Preview Majalah BERITANI Edisi MEI 2023

Preview Majalah BERITANI Edisi MEI 2023

Beritani Beritani Volume XLVIII/Edisi Mei 2023 www.pertanian.go.id www.pertanian.go.id MAJU MANDIRI MODERN Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Kemarau Ekstrem Mulai Juni-Agustus 2023 Strategi Perang HADAPI EL NINO Kementerian Pertanian (Kementan) mengatur strategi ëperangí menghadapi ancaman El Nino atau cuaca ekstrem berupa kemarau panjang. Ini dilakukan untuk mengamankan kondisi pangan dalam negeri.


PENGARAH: Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian PENANGGUNG JAWAB: Kepala Biro Humas dan Informasi Publik PENYUNTING: Drh. Moch. Arief Cahyono, M.Si REDAKSI PELAKSANA: Abiyadun, SE, MM ANGGOTA REDAKSI: Desi Natalia Pasaribu, S.Ikom Dra Ria Satiti Tuyono, SP Imam Santoso, SE Isi diluar tanggungjawab percetakan Dilarang mengutip tanpa izin Majalah Beritani Beritani Beritani Volume XLVIII/Edisi Mei 2023 www.pertanian.go.id www.pertanian.go.id MAJU MANDIRI MODERN Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Kemarau Ekstrem Mulai Juni-Agustus 2023 Strategi Perang HADAPI EL NINO Kementerian Pertanian (Kementan) mengatur strategi ëperangí menghadapi ancaman El Nino atau cuaca ekstrem berupa kemarau panjang. Ini dilakukan untuk mengamankan kondisi pangan dalam negeri. BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan El Nino atau cuaca ekstrem berupa kemarau panjang akan mulai terjadi sekitar Juni dan semakin intens atau puncaknya pada Agustus 2023. Fenomena El Nino merupakan ancaman serius terhadap produksi pangan, baik di subsektor tanaman pangan, peternakan, dan perkebunan. Sejak akhir Mei 2023, sekitar 10 persen dari wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau yang berlangsung di sejumlah sentra pertanian. Karenanya, untuk menghadapi ancaman EL Nino, semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi, dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Sejumlah langkah yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) antara lain mengerahkan gerakan mitigasi El Nino melalui penggunaan pompa air di wilayahwilayah rentan kekeringan atau menyiapkan sumber pengairan baik yang berasal dari sumur bor maupun aliran irigasi. Lalu membangun/memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, saluran irigasi. Setiap daerah juga diminta untuk menampung air, sehingga pada saat El Nino terjadi, ketersediaan untuk menanam bisa tercukupi. Kemudian, mendorong percepatan tanam dengan menggunakan varietas yang tahan kering seperti cakrabuana, pajajaran, inpari 13, 42, 46, dan Inpago. Selanjutnya, mekanisasi seperti penggunaanTraktor Roda 4 dan Traktor Roda 2. Selain itu dilakukan pengembangan komoditas 1.000 hektare (ha) serta pengembangan pupuk organik secara masif dan mandiri. Langkah lain, pendampingan terhadap petani, salah satunya melalui pelatihan-pelatihan. Berikutnya, sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Kementan menargetkan AUTP seluas 652.778 hektare (ha). AUTP merupakan upaya Kementan untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Para petani bisa pula menggunakan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian sebagai permodalan utama dalam meningkatkan produktivitas budidaya. Petani bisa memperbaiki lahan kering dengan membeli alsintan (alat mesin pertanian) maupun mesin pencacah untuk panen Kementan juga berencana membentuk gugus tugas yang dibentuk di setiap wilayah. Setiap wilayah membutuhkan penanganan yang berbeda. Ada wilayah kategori hijau yang tidak terdampak, sehingga produksinya tidak terganggu. Tapi ada juga wilayah kategori kuning dan merah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karenanya, setiap pemerintah daerah harus jeli membaca kebutuhan wilayahnya. (*) Beritani Beritani Salam Redaksi Kolaborasi, Adaptasi, Antisipasi


5 CUACA ekstrem yang melanda dunia saat ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama adalah El Nino atau fase hangat dan kedua El Nina atau fase dingin. 15 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis sebanyak 18 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2023. Kenaikan tertinggi terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel) dengan kenaikan mencapai 1,15 persen. 19 Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pasokan dan harga pangan usai Idulfitri 2023 dalam kondisi melimpah. Selain itu juga kondisi harganya yang saat ini dalam kondisi stabil. 25 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertanian bahkan disebut Presiden memiliki peran yang sangat strategis karena berhasil menyumbang 11,8 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. 31 Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku Menteri Perindustrian (Menperin) Ad Interim melakukan kunjungan ke Kementerian Perindustrian sekaligus mengkonsolidasikan sinergitas program pertanian dan perindustrian, khususnya memajukan hilirisasi produk pangan. Sesuai dengan surat permohonan Menperin bernomor B/139/M-IND/KP/IV/2023, Presiden Joko Widodo menunjuk Mentan SYL sebagai Menteri Perindustrian Ad Interim menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang memohon cuti kerja dari 15 hingga 23 Mei 2023. 44 Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mendatangani kesepakatan kerja sama dalam usaha pengembangan peternakan. Daftar Isi 5 16 23 32 43 Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 3


KEGIATAN IRIGASI 2023 - Alokasi embung sebanyak 500 unit - Perpompaan sebesar 629 unit - Perpipaan sebanyak 250 unit - Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) 3.213 unit 2020, 2021, 2022 - Alokasi RJIT sebanyak 11,866 unit - Perpompaan sebesar 2.177 unit - Perpipaan sebanyak 439 unit - Embung sebesar 1.531 unit Sumber : Ditjen PSP Kementan ASURANSI USAHA TANI PADI (AUTP) 2018 - Target 1 juta ha - Terealisasi 806.199 ha (80,6 %) 2019 - Target 1 juta ha - Realisasi 971.218,76 ha (97 %) 2020 - Target 1 juta ha - Realisasi 1.000.001 ha (100 %) 2021* - Target 1 juta ha - Realisasi 400.000 ha 2022* - Target 1 juta ha - Realisasi 353.258 ha Sumber : Ditjen PSP Kementan Catatan : *Kecilnya realisasi 2021 dan 2022 karena Pandemi Covid-19 4 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Kemarau Ekstrem Mulai Juni-Agustus 2023 Strategi Perang HADAPI EL NINO


Kementerian Pertanian (Kementan) mengatur strategi ‘perang’ menghadapi ancaman El Nino atau cuaca ekstrem berupa kemarau panjang. Ini dilakukan untuk mengamankan kondisi pangan dalam negeri. CUACA ekstrem yang melanda dunia saat ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama adalah El Nino atau fase hangat dan kedua El Nina atau fase dingin. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino kemungkinan akan mulai terjadi sekitar Juni dan semakin intens atau puncaknya pada Agustus 2023. Sejak akhir Mei 2023, sekitar 10 persen dari wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau yang berlangsung di sejumlah sentra pertanian. Nah dalam menghadapi cuaca ekstrem El Nino, Kementerian Pertanian (Kementan) berencana membentuk gugus tugas. îSaya meminta untuk dibentuk gugus tugas di setiap wilayah. Kita semua harus duduk bersama untuk merumuskan semuanya, dimulai dari pemetaan wilayah, konsep kelembagaan hingga rencana aksinya,î ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Saya meminta untuk dibentuk gugus tugas di setiap wilayah. Kita semua harus duduk bersama untuk merumuskan semuanya, dimulai dari pemetaan wilayah, konsep kelembagaan hingga rencana aksinya,” Syahrul Yasin Limpo “ Menteri Pertanian RI Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 5


Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melakukan rapat koordinasi bersama pejabat Kementan dan aparatur pemerintah daerah (pemda) melalui teleconference pada Senin (22/5/2023). Menurut Syahrul, gugus tugas berbasis wilayah penting untuk segera dibentuk. Setiap wilayah membutuhkan penanganan yang berbeda. îAda wilayah kategori hijau yang tidak terdampak, sehingga produksinya tidak terganggu. Tapi ada juga wilayah kategori kuning dan merah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Setiap pemerintah daerah harus jeli membaca kebutuhan wilayahnya,î tandasnya. Manajemen air untuk kebutuhan pertanian menjadi titik krusial dalam menghadapi El Nino. Setiap daerah diminta untuk menampung air, sehingga pada saat El Nino terjadi, ketersediaan untuk menanam bisa tercukupi. Selain manajemen air, Syahrul meminta daerah untuk juga memerhatikan varietas yang digunakan. Untuk menghadapi El Nino, varietas yang disarankan adalah varietas yang tahan kekeringan. Sementara untuk pemupukan, daerah diharapkan dapat menerapkan metode pemupukan berimbang. “Pengembangan pupuk organik harus dilakukan secara masif dengan tetap seimbang menggunakan pupuk kimia tidak lebih dari 50 persen,” tutur SYL. Dalam menghadapi El Nino, dirinya meminta semua jajaran Kementan dan pemda bersiap untuk hal yang terburuk seraya tetap menjaga optimisme. îKita bersiap dengan mengambil prediksi terjelek (terburuk, red), tapi jangan sampai melemahkan kita,î tegas Syahrul. Sementara upaya pemerintah 6 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


dalam memastikan ketersedian pangan utamanya menghadapi El Nino, Mentan SYL membuka pelatihan petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jawa Barat (Jabar). Sedikitnya sekitar 13 juta penyuluh dan petani mengikuti pelatihan tersebut. Diketahui, pelatihan ini sudah dilakukan sejak empat tahun lalu melalui Program Sejuta Petani Milenial oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan. Dalam arahannya, SYL meminta pelatihan tersebut dapat dilakukan serentak di seluruh Indonesia serta Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 7


membentuk gugus tugas El Nino dan melakukan mitigasi adaptasi. “Pelatihan-pelatihan petani dan PPL ini harus terorganisir dengan baik, sehingga seluruh insan pertanian memiliki kemampuan mengantisipasi berbagai tantangan yang muncul akibat El Nino,” ujar Mentan, Selasa (23/5/2023). SYL mengatakan, pelatihan adalah langkah yang tepat dalam memberikan pemahaman El Nino secara konkret dan menyeluruh. Dengan begitu, petani dan penyuluh dapat menumbuhkan kepekaan serta ‘sense of crisis’ dalam menghadapi semua persoalan. “Saya juga minta agar jajaran SDM (BPPSDMP, red) mampu memanfaatkan jaringan Kostratani di berbagai level untuk mengaktualisasikan penerapan hasil pelatihan ini,” katanya. Mentan mengatakan, fenomena El Nino merupakan ancaman serius terhadap produksi pangan, baik di subsektor tanaman pangan, peternakan dan perkebunan. “Oleh karena itu, sekali lagi diperlukan langkah antisipasi dan adaptasi dengan pelatihan petani dan penyuluh,” katanya. Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pelatihan ini secara khusus mengundang para mentor yang konsen di bidang perubahan cuaca seperti BMKG dan juga lembaga 8 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


lainya. Dia berharap, pelatihan ini dapat membawa dampak baik terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia melalui pelatihan mitigasi dan adaptasi. “Yang pertama saya menyampaikan terimakasih karena saat ini sudah mencapai 13 juta peserta. Kedua pelatihan kali ini dibuat khusus untuk menghadapi el nino. Kami undang juga BMKG dalam memastikan prediksi dan kondisi yang ada saat ini,” jelasnya. Gencarkan Asuransi Di sisi lain, sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) akan digencarkan Kementan untuk mengantisipasi terjadinya El Nino. Kementan menargetkan AUTP seluas 652.778 hektare (ha). AUTP merupakan upaya Kementan untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT. Mentan SYL menyebutkan, dengan ikut asuransi pertanian petani akan merasa aman untuk berproduksi. “Kita tidak ingin jika terkena bencana seperti banjir, kekeringan, atau serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menyebabkan petani rugi,” katanya, Selasa (2/5/2023). Setelah bergabung dalam sebuah kelompok tani atau gabungan kelompok tani, dan memahami manfaat jaminan kerugian yang didapat dari Program Asuransi Pertanian, maka petani bisa segera mendaftarkan diri. Waktu pendaftaran dilakukan sebelum tanam dan maksimal umur tanaman 30 hari setelah tanam. “Untuk mendaftar sebagai peserta AUTP, petani akan difasilitasi oleh PPL, kemudian direkapitulasi oleh petugas UPTD dan disampaikan kepada Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk menjadi dasar keputusan penetapan Daftar Peserta Definitif (DPD),” terang SYL. Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, realisasi AUTP tiap tahun cenderung meningkat (Lihat grafis). Program AUTP ini hanya mewajibkan petani membayar Rp36.000 per hektare per musim tanam, sedangkan sisanya atau sebesar Rp144.000 ditanggung oleh pemerintah. Bila terjadi gagal panen akibat serangan OPT, kekeringan, dan banjir, maka petani bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per ha. “Preminya murah karena dapat subsidi dari pemerintah, jadi hanya Rp36 ribu per hektare per musim tanam dari aslinya Rp180 ribu per hektare per musim tanam. Sayang sekali kalau petani tidak ikut. Karena jika mereka gagal panen, kan ada uang yang akan cair sebesar Rp6 juta per hektare. Ini kan sangat membantu petani,” pungkas Ali Jamil. Adanya tren positif peserta AUTP, lanjutnya, karena pelaksanaan asuransi pertanian yang bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 9


(Jasindo) ini memberikan berbagai keuntungan bagi petani/peternak. Bukan hanya nilai premi yang dibayarkan petani cukup murah, tapi juga memberikan ketenangan dalam berusaha. Dampingi Petani dan Pengairan Di tempat terpisah, Mentan SYL juga perintahkan jajarannya untuk mempersiapkan musim kemarau ekstrem El Nino. Ini di antaranya mendampingi petani dan menyiapkan sumber pengairan baik yang berasal dari sumur bor maupun aliran irigasi. “Menghadapi musim kering ekstrem atau El Nino saya minta jajaran Kementan berada di lapangan membantu para petani yang kesulitan. Kemudian saya juga meminta persiapan dari semua daerah di seluruh Indonesia,” tegasnya, Kamis (4/5/2023). Kementan terus mendorong para petani untuk mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP), mengerahkan gerakan mitigasi El Nino melalui penggunaan pompa air di wilayah-wilayah rentan kekeringan serta mendorong percepatan tanam dengan menggunakan varirtas tahan kering, mekanisasi seperti penggunaan Traktor Roda 4 dan Traktor Roda 2. “Dan seperti yang selalu saya sampaikan bahwa sintesa dalam menghadapi El Nino itu adalah membuat kelembagaan yang kuat dan bernilai ekonomi. Ini termasuk di dalamnya menyiapkan teknologi dan mekanisasi,” katanya. Selain itu, lanjut SYL, para petani juga bisa menggunakan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian sebagai permodalan utama dalam meningkatkan produktivitas budidaya. Petani bisa memperbaiki lahan kering dengan membeli alsintan (alat mesin pertanian) maupun mesin pencacah untuk panen. “Kita harus memperkokoh kekuatan SDM kita melalui KUR. Kemudian memperkokoh produksi kita dengan benih unggul dan pengembangan pupuk organik,” tandasnya. Di Lembang, Jabar, Mentan SYL mendorong para petani untuk membuat Indonesia menjadi negara paling kuat terhadap ancaman El Nino, salah satunya dengan mengembangkan tanaman hortikultura. “Apalagi saat ini semua orang bisa membuat kelembagaan pertanian bernilai ekonomi. Kita tidak usah bicara modal karen pemerintah siap membantu melalui program KUR,” ujarnya di BSIP Balai Penelitian Tanaman Sayur di Lembang saat berdialog dengan para petani milenial, Sabtu (6/5/2023). SYL mengatakan, sektor pertanian adalah sektor 10 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


strategis yang memberi kepastian keuntungan yang berlimpah. Pertanian juga terbukti menjadi sektor terkuat selama Indonesia dan juga dunia dilanda berbagai krisis. Karena itu, dia ingin petani milenial membuat gebrakan baru dengan menjadikan pertanian sebagai sektor yang paling menjanjikan. “Saya makin yakin kalau pertanian itu baik, maka masalah apapun yang dihadapi bangsa ini bisa teratasi. Dan itu bisa kita buktikan dimana panen kita cukup untuk rakyat”, ujarnya. Yang pasti, kata SYL, semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Ini termasuk dalam menghadapi cuaca ektrem El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang. “Saya kira dari apa yang kira lakukan tiga tahun ini semua sudah baik. Hanya memang kita tidak boleh puas dan harus terus kita tingkatkan. Dan saya minta semua siapkan pasukan bantu petani, bantu petani milenial untuk menjaga makanan pangan kita dalam kondisi aman,” pungkasnya. Kepala BSIP Kementan Fajri Jufri menyampaikan terima kasih atas arahan dan dorongan Mentan SYL terhadap jajarannya dan petani milenial Jabar untuk sama-sama menjadikan Indonesia sebagai negara paling kiat terhadap ancaman El Nino.”Kita menyiapkan benih unggul untuk pengembangan produktivitas,” tandasnya. Ais, salah satu petani milenial horti yang menjadi pengusaha cabai†Katokkon memastikan bahwa sektor pertanian adalah pilihan pasti bagi semua orang untuk meraup untung hingga miliaran rupiah. Dia sendiri bercerita mampu mengantongi omzet Rp1 miliar dalam setiap kali panen. “Dalam satu hektare omzet kita Rp1,5 miliar. Satu kilonya Rp50 ribu. Modalnya Rp250 sampai 300 juta. Alhamdullilah kita mengurus dari on farm sampai off farm secara mandiri, sehingga kita bisa memanajemen sendiri baik harga maupun kualitas,” jelasnya. Masih di Jabar, Wakil Bupati Subang Agus Maskur Rosyadi mendukung langkah Kementan dalam menyiapkan berbagai sumber air untuk menghadapi cuaca ektrem El Nino. Menurut Agus, langkah tersebut merupakan langkah Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 11


cekatan yang harus didukung bersama, terutama para pimpinan daerah di seluruh Indonesia. “Sesuai arahan Bapak Menteri (Syahrul Yasin Limpo, red) dimana setiap daerah harus mendampingi petani, kami siap berada di lapangan menyiapkan apa saja yang dibutuhkan petani, terutama yang terkait pengadaan air baik melalui irigasi maupun embung,” ujarnya, Jumat (5/5/2023). Seperti diketahui, Kabupaten Subang adalah salah satu sentra padi nasional yang memiliki produktivitas cukup tinggi. Kabupaten ini terbukti mampu memenuhi kebutuhan nasional baik saat musim penghujan maupun kemarau. Gertam Dalam rangka percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan, Mentan Syahrul Yasin Limpo melakukan tanam padi di Desa Kalelantang Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya mitigasi dan antisipasi Kementan menghadapi ancaman kekeringan El Nino. Kementan, menurut SYL, terus turun ke lapangan bersama pemerintah daerah menggerakkan penyuluh dan petani untuk tetap berproduksi bagaimanapun kondisinya. “Dulu, waktu Covid, kita tetap turun. Hasilnya 280 juta penduduk kita kebutuhan makannya aman. Dan, hari ini, kita hadiri di sini adalah bukti komitmen sekaligus rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil yang diraih selama ini” ungkapnya. Seperti diketahui, selama kurang lebih dua tahun pandemi Covid 19, sektor pertanian menjadi salah satu bantalan ekonomi nasional. Sejak 2019, nilai ekspor pertanian mengalami peningkatan, termasuk 2022 meningkat menjadi Rp658,18 triliun atau naik 6,79 persen dibandingkan dengan 2021, dengan nilai ekspor sebesar Rp616,35 triliun. Andi Rijal Mustamim, asisten Pemerintahan dan Kesra Kab Takalar menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kehadiran Mentan SYL dan jajaran. “Kehadiran Bapak Menteri adalah kehormatan dan berkah bagi desa kami. Peristiwa ini sangat istimewa, karena di tengah kesibukannya, Pak Mentan berkenan memenuhi undangan dari seorang Kepala Desa, ini bukti, menunjukkan beliau memang mutiara hitam dari timur,” ungkap Andi Rijal. Sebagai informasi, selain percepatan tanam memanfaatkan sisa hujan, upaya lain Kementan dalam upaya mitigasi dan antisipasi El Nino adalah meningkatkan ketersediaan air dengan membangun/memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, saluran irigasi. Melakukan introduksi varietas tahan kering seperri cakrabuana, pajajaran, inpari 13, 42, 46, dan Inpago. Selain itu juga dilakukan engembangan komoditas 1.000 ha serta pengembangan pupuk organik secara masif dan mandiri. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan bahwa acara Gerakan Kejar Tanam (Gertam) padi di Kabupaten Takalar ini dtargetkan 1.000 ha sebagai bentuk aksi dari petunjuk bapak Menteri sebagai bagian gerakan nasional menghadapi ancaman El Nino dan krisis pangan global. “Setiap kabupaten ditarget minimal 1.000 ha kejar tanam dengan berbagai rangkaian kegiatan percepatan 12 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


panen, bufferstok pangan, jarak panen ke tanam maksimal 10-15 hari sehingga mesti kejar air, kejar benih semai di luar, asuransi, KUR, offtaker, kemitraan dari hilirisasi,” pungkasnya Suwandi menambahkan, bagi yang wilayah waspada dan wilayah aman dilakukan pendekatan dengan mengejar indek pertanaman dan produktivitas. “Untuk wilayah rawan kekeringan perlu kompensasi tanam di tempat lain, dan optimalisasi sumber sumber air,” tandasnya. Penas dan Konsolidasi Bersama Pekan Nasional (Penas) XVI Petani dan Nelayan akan berlangsung di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada 10-15 Juni 2023. Mentan Syahrul Yasin Limpo saat meninjau kesiapan lokasi di Lanud Sutan Stahrir Padang, menyebut bahwa Penas tahun ini harus menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan. “Ini adalah bagian-bagian untuk mengkonsolidasi, kekuatan dan potensi pertanian, di dalam menjaga ketahanan pangan nasional kita,” ungkap Syahrul usai meninjau lokasi bersama Gubernur Sumbar, Wali Kota Padang dan Ketua KTNA. Dampak fenomena iklim El Nino berpotensi memberi ancaman kekeringan yang cukup parah terhadap pertanian, Mentan SYL menambahkan, selain iklim yang cukup ekstrem, ketegangan politik yang terjadi di berbagai belahan dunia turut memberi tantangan yang cukup besar terhadap pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan negara. “Acara Penas nanti ini harus menjadi puncak komunikasi emosional kita, bukan hanya konsepsi atau idealisme saja, besok ada El Nino, besok ada warning terhadap krisis pangan dunia, karena cuaca ekstrem, serangan hama dimanamana. Karena itu, Penas ini sangat penting untuk menyatukan visi dan pandangan kita dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tegas SYL. Sebagai tuan rumah perhelatan Penas untuk pertama kalinya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan pandangan senada dengan Mentan. Ia menyebut Penas kali ini harus mampu mengadirkan hal-hal berbeda, dan menjadi momentum pembangunan pertanian yang adaptif, inovatif, dan akseleratif. Sebagai informasi, Penas 2023 akan dihadiri petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, termasuk gubernur, bupati dan wali kota. Diperkirakan kehadiran peserta mencapai mencapai 20.000 hingga 40.000 orang. (tim humas) Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 13


BPS : Pangan Ramadan dan Lebaran Terpenuhi NTP 18 Provinsi dan NTUP 16 Provinsi Naik NTP APRIL 2023 - NTP Nasional April 2023 sebesar 110,58 - NTP subsektor tanaman pangan naik 0,22 % dari 103,83 jadi 104,06 - NTP sektor peternakan naik 0,73 % dari 100,34 jadi 101,07 NTUP APRIL 2023 - NTUP tanaman pangan naik 0,23 % dari 104,51 jadi 104,74 - NTUP sektor peternakan naik 0,76 % dari 101,44 jadi 102,21 Sumber : BPS 14 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


Badan Pusat Statistik (BPS) merilis sebanyak 18 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2023. Kenaikan tertinggi terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel) dengan kenaikan mencapai 1,15 persen. “Sedangkan untuk NTUP (Nilai Tukar Usaha Petani) sebanyak 16 provinsi mengalami kenaikan. Juga kenaikan tertingginya masih dari Sumsel,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam saran berita resmi statistik, Selasa (2/5/2023). Data NTP Januari-April tahun ini menunjukkan kenaikan bila dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data BPS, secara nasional, NTP JanuariApril 2023 lebih tinggi 1,5 persen dibandingkan NTP 2022 pada periode yang sama. Perubahan tertinggi terjadi pada subsektor tanaman hortikultura sebesar 9,35 persen. Sejalan dengan kenaikan NTP, ketersediaan dan pasokan produksi pangan selama bulan puasa dan lebaran kemarin dalam posisi aman alias mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini didorong oleh panen raya yang terjadi di sejumlah sentra. “Ketersediaan untuk komoditas hortikultura menjelang puasa dan lebaran cukup tersedia dengan baik, demikian juga untuk panen raya padi yang terjadi di beberapa produksi diantaranya di Karawang kemudian Indramayu, Ngawi, Lamongan Grobogan, Sragen dan lain-lain,” katanya. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan terima kasih atas kinerja jajaran Kementan yang sukses menyiapkan kebutuhan bahan pokok pangan selama Ramadan dan Lebaran. Baginya, ketersediaan adalah hal yang paling penting karena berkaitan dengan kesiapan BPS : Pangan Ramadan dan Lebaran Terpenuhi NTP 18 Provinsi dan NTUP 16 Provinsi Naik Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 15


negara dalam menghadapi krisis global. “Tentu saya menyampaikan terimakasih kepada petani dan jajaran kementan karena terus bekerja mempersiapkan kebutuhan bahan pokok pangan selama Ramadan dan Lebaran,” katanya. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa produksi pertanian selama ini berjalan cukup baik yang ditandai naiknya produksi padi, komoditas hortikultura, dan juga subsektor perkebunan maupun peternakan. “Alhamdulillah meski kebutuhan puasa dan lebaran meningkat, kami dari sisi produksi dalam negeri mampu memenuhinya,” jelasnya. Kedaulatan Pangan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan kuliah umum di Baruga Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, Fakultas Hukum Unhas. Pada kuliah umum tersebut Mentan SYL membawakan tema ìKebijakan Negara Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan”. Menurut Mentan SYL potensi sumberdaya lokal Indonesia sebagai bahan pangan sangat melimpah. Karena itu, kebutuhan pangan bagi 270 juta penduduk Indonesia bisa dioptimalkan dari produksi dalam negeri. “Impor bukan sesuatu yang haram, tapi tentu akan jauh lebih baik jika kita mengkonsumsi beras produksi petani kita karena dengan begitu, dampak perputaran ekonominya besar,” katanya, Jumat (26/5/2023). Kehadiran dan peran negara dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan, lanjutnya, bisa dilakukan salah satunya melalui memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan mengoptimalkan penyerapan gabah petani. “Hadirnya pemerintah yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat, membuka dialog terbuka, dan menghadirkan kepastian hukum adalah syarat menjadi ëgood governanceí,” ungkap Mentan. Lebih lanjut, SYL menjelaskan bahwa capaian kinerja sektor pertanian yang terus menunjukkan performa positif menurutnya tidak terlepas dari tiga hal tersebut. “Sektor pertanian adalah kebutuhan dasar dan menjadi sangat penting oleh karena itu kedaulatan dan kemandirian pangan menjadi hak setiap negara,” ujarnya. (tim humas) 16 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 17


KUR PERTANIAN 2020 - Target sebesar Rp50 triliun - Realisasi Rp55,30 triliun atau 110,62 % 2021 - Target sebesar Rp70 triliun - Realisasi Rp85,62 triliun atau 122,31 % 2022 - Target sebesar Rp90 triliun - Realisasi per 31 Desember Rp113,43 triliun atau 126,04 % LUAS PANEN PADI - Pada 2021 capai 10,41 juta hektare (ha) - Pada 2022 menjadi 10,45 juta ha - Luas 2022 naik 0,39 persen dibandingkan 2021 Sumber : Kementan 18 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pasokan dan harga pangan usai Idulfitri 2023 dalam kondisi melimpah. Selain itu juga kondisi harganya yang saat ini dalam kondisi stabil. Menurut Presiden, stabilitas harga tersebut sangat bagus karena bisa menjaga inflasi agar tetap terkendali. “Yang paling penting sekarang ini adalah yang berkaitan dengan inflasi. Harga barang barang yang utamanya bahan pangan yang dijual di pasar ini (Lampung Selatan, red) saya cek telur harganya sangat bagus sekali. Cabai Rp20.000, bawang merah dan putih juga baik. Jadi saya kira kalau harga ini bisa kita turunkan terus, maka inflasi juga akan semakin menurun,” ujar Presiden usai blusukan atau mengunjungi pasar di Lampung Selatan, Jumat (5/5/2023). Presiden mengatakan, stabilitas pangan yang terjadi saat ini harus dijaga bersama agar daya beli masyarakat bisa meningkat. Apalagi pasokan komoditas di tingkat petani juga dalam kondisi melimpah. “Inilah yang kita harapkan pasokan banyak, harga USAI IDULFITRI, Pasokan Melimpah & Harga Stabil Presiden Blusukan ke Pasar Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 19


bisa dikendalikan dan daya beli rakyat meningkat. Contohnya pasokan telur melimpah dan harga pasti turun cabai produksinya melimpah harganya juga pasti turun,” jelasnya. Berikutnya, kata Presiden, pemerintah akan fokus pada perbaikan infrastruktur untuk menurunkan biaya logistik pangan ke Pasar-pasar yang ada di seluruh Indonesia. Karena itu, Presiden meminta agat jalanjalan yang ada di Lampung segera diperbaiki untuk memudahkan petani mengirimkan hasil produksi. “Infrastruktur jalan itu dalam rangka menurunkan biaya logistik yang akan berpengaruh pada harga harga yang ada di pasar pasar. Saya mau melihat jalan jalan yang ada di Lampung ini menjadi kunci biaya logistik murah,” katanya. Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan ketersediaan bahan pokok pangan dalam kondisi aman. Dia menjamin produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan masyarakat seiring panen raya petani yang terus berlangsung di sejumlah sentra. “Kita pastikan ketersediaan aman. Kita sudah menerima laporan dari daerah dan dari hasil pemantauan di lapangan 13 komoditas kita aman. Walaupun ada 4 komoditas yang didatangkan dari luar negeri seperti kedelai, gula, daging dan bawang putih. Tapi saya pastikan semuanya aman,” jelasnya. Sementara itu, Pakar Pangan dari Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat Muhammad Makky mengapresiasi upaya pemerintah dalam menyediakan ketersediaan pangan nasional. Menurutnya, pasokan pangan dalam beberapa bulan terakhir cukup melimpah sehingga berdampak pada stabilitas harga di lapangan. “Saya kira sudah benar apa yang dikerjakan Kementan (meningkatkan produktivitas, red) sehingga pangan tersedia berlimpah dan harga juga stabil,” ujar Makky, Rabu (10/5/2023). Senada dengan Muhammad Makky, ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) Yadi Sofyan Noor juga mengapresiasi kinerja jajaran Kementan dalam menjaga produksi nasional. Dengan ketersediaan itu, pasokan pangan di beberapa daerah melimpah dan daya beli masyarakat terus menguat. “Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, pangan kita memang melimpah. Itu artinya produksi dalam negeri dalam kondisi cukup. Tidak heran harga juga stabil dan daya beli masyarakat menguat,” tandasnya. Ajak Kader HKTI Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak semua kader Wanita Tani Indonesia HKTI untuk mendukung 20 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


dan menyukseskan semua program pemerintah yang berkaitan dengan kedaulatan pangan dan peningkatan produktivitas. Salah satunya dengan membumikan kembali penanaman pangan pekarangan rumah sebagai basis ketahanan pangan keluarga di seluruh Indonesia. “Saya mendorong pemberdayaan wanita melalui program penganekaragaman konsumsi pangan dari unit terkecil yaitu keluarga dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah melalui kegiatan P2L atau Pekarangan Pangan Lestari dan Pertanian Keluarga,” ujar SYL saat melantik sekaligus membuka rapat kerja I DPP Wanita Tani Indonesia HKTI Periode 2, Rabu (17/5/2023). SYL mengatakan, sejauh ini Kementan memiliki banyak program unggul yang bisa diakses semua orang, termasuk kader wanita tani HKTI. Salah satunya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa digunakan sebagai permodalan usaha tani. Genjot Produktivitas Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi meninjau panen raya padi di Desa Pulomulya, Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 21


Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini digelar bersama BSIP Jawa Barat di lahan seluas 10 hektare (ha) dengan jenis padi Inpari 36 dan Inpari 37. Menurut Harvick, Karawang adalah salah satu sentra padi terbesar yang ada di Jabar dengan ratarata produktivitas produksi di atas 7 ton per ha. Selain tanah yang subur, Karawang juga merupakan wilayah sentra padi terluas yang ada di Indonesia. “Saya tidak pernah meragukan sektor pertanian di Kabupaten Karawang, terutama pada komoditas padi. Sebagaimana kita tahu, Kabupaten Karawang merupakan penghasil beras terbesar kedua nasional. Dengan adanya padi varietas unggul dari BSIP Jawa Barat ini, saya berharap produktivitas padinya terus meningkat,” ujar Wamentan, Rabu (24/5/2023). Terkait hal ini, Wamentan meminta agar pemerintah daerah terus menjaga produksi dan produktivitas pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Apalagi saat ini, Indonesia sudah memasuki cuaca ektrem El Nino alias musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang. Kawal Panen Raya Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan Jan Samuel Maringka memantau jalanya panen raya padi di Desa Jagapura Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat Senin (15/5/2023). Kegiatan panen raya yang dilakukan di Poktan Sri Jaya ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan tercukupi dengan baik. “Dengan hasil panen kali ini kita berharap dapat menambah jumlah ketersediaan beras nasional di pertengahan tahun 2023,” ujar Jan Maringka. Dia mengatakan, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah penyangga padi terbesar yang ada di Provinsi Jawa Barat. Di sana, luas panen yang ada mencapai 84.892 hektare atau 5,11 persen dari luas panen Jabar seluas 1,6 juta ha. Hasil tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan menjadi salah satu sentra penyumbang stok beras nasional khususnya di Jawa Barat. “Di sini saja, luasan hamparan panen kita mencapai 75 hektare dengan produksi 457,5 ton dan produktivitasnya mencapai 475,5 ton per hektare atay provitas 6,1 ton/ha,” katanya. Di Bogor, Irjen Kementan Jan Samuel menyampaikan pentingnya penguatan sinergitas antara Aparat Pengawas Internal Pemerintah dengan Aparat Penegak Hukum (APIP-APH) dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama menghadapi ancaman El Nino. “Kita harus memperkuat kolaborasi pengawasan dalam rangka mendorong dan mempercepat 22 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


program strategis, program prioritas dan program super prioritas kementan,” ujar Jan Maringka dalam rapat koordinasi pengawasan bidang ketahanan pangan bertema ìSinergi Pengawasan terhadap Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan,î Selasa (30/5/2023). Menurut Jan, saat ini pihaknya terus melakukan upaya khusus mendorong tiga kementerian yang ada, yakni Kemendagri, Kementerian PUPR dan Kementerian ATR/BPN serta Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) untuk sama-sama menjaga pangan Indonesia. (tim humas) Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 23


24 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Pertumbuhan Sektor Pertanian - Saat Covid-19, pertanian tetap tumbuh positif 1,77 % - Pada 2021 sektor pertanian tumbuh 1,87 % - Pada 2022 sektor pertanian tumbuh 2,25 % - Pada 2022 berkontribusi pada perekonomian nasional 12,40 % - Februari 2023, pertanian serap 40,69 juta tenaga kerja atau 29,36 % Sumber : BPS


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 25 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertanian bahkan disebut Presiden memiliki peran yang sangat strategis karena berhasil menyumbang 11,8 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. “Data yang ada di saya (pertanian, red) menyumbang 11,8 persen terhadap total PDB kita. Besar sekali! Apalagi kita tahu sektor ini memiliki peran yang sangat strategis. Sektor ini memegang peran yang sangat penting ke depanya dan ini juga menyediakan lapangan kerja 40 juta orang. Sektor ini sudah 29 persen dari total angkatan kerja yang ada,” ujar Presiden saat membuka Sensus Pertanian 2023, Senin (15/5/2023). Meski demikian, Presiden mengingatkan adanya kemungkinan krisis pangan besar yang diakibatkan cuaca ektrem dan perang di eropa yang terus bergejolak. Ancamannya adalah 345 juta orang di dunia terancam kekurangan pangan dan kelaparan. “Hati-hati di sektor ini sekarang sangat rawan dan kita tahu krisis pangan dimana-mana. Jadi sekali lagi saya mendukung sensus pertanian pada 2023 ini. Saya juga minta seluruh pelaku kepentingan di sektor pertanian mensukseskan sensus ini,” tegasnya. Terakhir, Presiden ingin pelaksanaan sensus ini digelar lima tahun sekali untuk menghasilkan sebuah data yang akurat dan berkualitas. Baginya, data adalah modal bagi sebuah keputusan dan kebijakan. “Menurut saya juga kelamaan udah berjalan berubah 10 tahun. Mestinya ini setiap lima tahun. Kan biayanya juga tidak banyak mungkin sekitar Rp3 triliunan,” tandasnya. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan bahwa selama ini data sektor pertanian terus mengalami peningkatan dari tahun ke Pertanian Sumbang 11,8 % PDB, Jokowi : Besar Sekali!


26 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI tahun. Bahkan sesuai tema tahun ini, sensus pertanian Indonesia terus berfokus pada kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. “Hasil sensus pertanian 2023 diharapkan dapat dijadikan landasan yang valid dalam perumusan kebijakan di bidang pertanian,” ungkap Margo saat memberi sambutanya di hadapan Presiden Jokowi dalam pelaksanaan sensus pertanian 2023 di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/5/2023). Margo mengatakan, sesuai jadwal sensus ini akan dilaksanakan pada 1 Juni hingga 31 Juli 2023 dan mencakup tujuh sub sektor utama seperti tanaman pangan, hotikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan dan jasa pertanian. îHasil sensus pertanian 2023 diharapkan dapat menjadi landasan yang valid dalam perumusan kebijakan di bidang pertanian,î pungkasnya. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa pentingnya pelaksanan sensus ini untuk sebuah kebijakan yang tepat sasaran. Salah satunya mengenai pupuk subsidi yang harus tersedia sebanyak 24 juta ton. “Tapi kemampuan uang negara hanya 8 juta ton dan memang kita ini memiliki keterbatasan. Karena itu, kita perlu mendorong masyarakat untuk ëby name by addressí. Sekarang itu Insya Allah kita sudah menggunakan geometrik. Karena itu, dari pusat menyalurkan ke provinsi, provinsi ke kabupaten dan kabupaten ke petani. Semua bisa kita awasi dengan baik. Dan perlu diketahui, pupuk itu tidak hanya bersoal di indonesia saja, tapi juga seluruh dunia. Nah selama ini kita terlalu manja dengan Pupuk kimia. Kenapa kita tida buat pupuk organik,” jelasnya. Sektor Paling Dominan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif, baik secara lapangan usaha maupun distribusinya terhadap perekonomian Indonesia pada Triwulan I 2023. Pertanian bahkan disebut sebagai sektor yang paling dominan dengan angka pertumbuhanya sebesar 0,34 persen serta kontribusi yang mencapai 11,77 persen. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan bahwa sektor pertanian pada Triwulan I berhasil masuk pada posisi empat besar sektor paling berkontribusi yang tumbuh bersama sektor industri, pertambangan dan juga sektor konstruksi. “Jadi kalau kita hitung pertumbuhan keempat sektor tersebut mencapai 65,02 persen dari total PDB Triwulan 1 2023. Kemudian kalau kita lihat dari sisi distribusi perekonomian kita yang paling dominasi itu


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 27 ya industri, pertanian pertimbangan dan konstruksi,” ujarnya, Jumat (5/5/2023). Selanjutnya, Edy mengatakan sektor yang pada triwulan ini menjadi pendorong utama kegiatan ekonomi di antaranya berasal dari industri pengolahan yang didalamnya terdapat produksi CPO serta makanan dan minuman. Menurutnya, industri pengolahan dan CPO tumbuh positif, yaitu sebesar 5,33 persen. “Utamanya permintaan domestik jelang persiapan ramadhan dan lebaran. Jadi seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada Triwulan 1 2023 terutama terhadap lapangan usaha yang dominasinya cukup besar seperti sektor pertanian, industri dan perdagangan,” katanya. Laporan World Bank World Bank atau Bank Dunia melaporkan bahwa sektor pertanian selama ini konsisten menjadi pendorong utama pengentasan kemiskinan ekstrem di tanah air. Pendapatan pertanian secara perlahan tapi pasti telah mengurai angka kemiskinan di wilayah pedesaan. “Sektor pertanian dan jasa dengan nilai tambah rendah (NT rendah) tetap menjadi pendorong utama pengentasan kemiskinan,” demikian Bank Dunia menuliskan dalam laporan bertajuk ëIndonesia Poverty Assessmentí. Meski demikian, laporan tersebut mengungkap bahwa perubahan iklim atau cuaca ekstrem bisa menjadi ancaman kemiskinan berikutnya. Dampak perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan frekuensi tingkat keparahan guncangan alam dan juga dapat menjebak rumah tangga menjadi miskin. “Di sini lain, sebagian besar subsidi BBM berkontribusi terhadap emisi GRK yang lebih tinggi. Juga pembelanjaan dua hingga tiga persen dari PDB untuk pertanian yang sebagian besar untuk subsidi produksi pertanian,” jelasnya. Turut memberikan pengantar pada laporan ini, Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia atau Country Director World Bank Satu Kahkonen mengatakan, Indonesia berhasil mencapai tujuannya dalam memberantas kemiskinan ekstrem ketika angkanya mencapai 1,5 persen pada 2022. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan juga perlindungan sosial merupakan dua aspek penting yang berkontribusi besar pada kemajuan tersebut. Saat bertandang ke Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (12/5/2023), Satu Kahkonen juga mengapresiasi capaian sektor pertanian Indonesia yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan dari waktu ke waktu. “Indonesia sudah banyak melakukan terobosan dalam meningkatkan sektor pertanian pada beberapa tahun belakangan ini dan meraih peningkatan produksi yang signifikan,” ujarnya. Meskipun begitu, ada beberapa isu yang menjadi tantangan sektor pertanian ke depannya. “Kalau kita melihat ke masa depan, terutama meneropong ke tahun 2045, Indonesia saat ini sedang membangun visinya dan topik itu yang kami diskusikan, seperti bagaimana kita akan meningkatkan sektor pertanian lebih tinggi juga bagaimana kita meningkatkan pendapatan petani sehingga mereka tidak rentan dan terjebak dalam kemiskinan,” katanya. Dorong Semangat Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak seluruh jajaran Kementan dan stakeholder untuk memperingati


28 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2023 sebagai momentum menjaga persatuan dan nasionalisme dalam peningkatan dan penguatan kinerja sektor pertanian. Untuk itu, kontribusi dan kinerja positif dari sektor pertanian dalam 3 tahun terakhir harus mampu dijaga bahkan ditingkatkan. “Saya bersama Pak Wamen (Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi, red) bersama pejabat dan seluruh jajaran Kementan, hari ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke115. Ini menjadi momen untuk kita mengkonsolidasi nasionalisme kita, juga idealisme kita bahwa bangsa besar ini hanya ada kalau rasa patriotisme, rasa nasionalisme kita terjaga dalam kesatuan dan kebersamaan,” kata Mentan SYL dalam arahannya pada upacara Peringatan Harkitnas di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (22/5/2023). Di tempat terpisah, Mentan SYL juga mengajak para pengusaha dan pedagang besar Indonesia untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai sektor yang paling strategis dalam meningkatkan ekspor nasional. “Semua yang hadir saat ini harus lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya bagi rakyat Indonesia. Bapak dan Ibu, pertanian itu memperkokoh negara kita. Karena itu, saya berharap expo ini menjadi kebersamaan kita bahwa kita tidak boleh kalah dengan negara lain. Tentu saja kita berharap produksi pertanian yang ada di Indonesia tidak hanya dikonsumsi bangsa ini tetapi juga dikonsumsi bangsa bangsa lain di seluruh dunia,” ujarnya saat menghadiri Pameran Food Beverage Indonesia, IISM dan Indonesia Cold Chain atau ICA Expo 2023, Rabu (10/5/2023). Di Bogor, Mentan SYL turut pula mengajak Pemuda Pancasila (PP) sebagai salah satu organisasi kemasyarakat dan kepemudaan yang berkiprah dalam pembangunan nasional untuk terjun memperkuat sektor pertanian guna menghadapi tantangan global. Sebagaimana diketahui, setelah melewati Covid 19, dunia saat ini tengah ini dan ke depan menghadapi tantangan perubahan iklim (climate change) ekstrem dan adanya ketegangan Rusia-Ukraina yang mempengaruhi aktivitas ekonomi di segala sektor, termasuk pertanian. “Kita hadir ini agar idealisme Pancasila tetap terjaga. Kita sama-sama membangun konsolidasi kebangsaan. Memperbaiki bangsa ini harus diawali dari daerah, apakah di kelurahan dan kecamatan apakah masih terpelihara Pancasila. Kehadiran Pemuda Pancasila harus menciptakan kedamaian dan terlibat dalam pembangunan, khususnya sektor pertanian untuk memperkuat penyediaan pangan dari daerah,” ujar SYL dalam Musyawarah Cabang (Muscab) XI Pemuda Pancasila Kota Bogor, Minggu (28/5/2023) malam.


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 29 Benih Unggul Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan perkembangan varietas-varitas tanaman unggul terus dilakukan dari waktu ke waktu. Hasilnya, Indonesia mampu menjadi salah satu negara pertanian kuat di dunia yang memiliki ketahanan pangan berkualitas dan berkelanjutan. Menurut SYL, faktor pendorong dari keberhasilan ini adalah hadirnya teknologi dan sistem pertanian mumpuni, serta kemampuan SDM pertanian unggul di seluruh Indonesia. “Teknologi yang berkembang saat ini telah membuat Indonesia memiliki varietas unggul dan mampu beradaptasi dengan tantangan yang ada. Saya mendapatkan banyak masukan dari apa yang kita lihat hari ini sebagai salah satu tantangan besar, terutama dalam menghadapi kekeringan. Karenanya, varietasvarietas tanaman pangan kita sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa karena hasilnya, misal padi bisa rata rata di atas 10 ton bahkan ada yang 14 ton per ha,” ujarnya saat menghadiri Gebyar Perbenihan Nasional VIII 2023 di Kulon Progo, Rabu (31/5/2023). Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan, selama ini pemerintah terus berupaya mengembangkan benih unggul bersertifikat yang dipersiapkan khusus untuk peningkatan produktivitas. Bahkan dalam gelaran ini saja benih padi yang dihadirkan mencapai 60 varietas. “Padi saja ada 60 varietas unggulan termasuk yang tahan hama penyakit dan kekeringan. Untuk jagungnya ada 20 varietas jagung ibrida dan hasilmya tinggi ada yang 2.5 meter 3 meter ada yang tongkol 2 bahkan ada yang warnanya ungu. Untuk rata rata padinya semua di atas 8-7 ton tinggi-tinggi 9, bahkan ada yang 11 sampai 12 ton. Begitu juga dengan kedelai dan varietas lainya,” katanya. (tim humas)


30 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 31 “Hari ini saya datang karena ini amanah dari Bapak Presiden yang tentu diusulkan Menteri Perindustrian, minimal saya datang sama Pak Sekjen dan Dirjen di sini bahwa yang diperintah juga hadir di sini. No news is it good news. Iya kan, kalau tidak ada kabar dari Pak Sekjen dan Dirjen semua berjalan baik-baik saja. InsyaAllah semua baik,” ujar SYL sekaligus Menperin Ad Interim dalam kunjungan tersebut yang disambut Sekjen dan Dirjen lingkup Kementerian Perindustrian, Rabu (17/5/2023). Ia menambahkan, selain menjalankan tugas sebagai Menperin Ad Interim, kunjungan ini sekaligus meningkatkan sinergitas Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sebab, kedua kementerian ini memiliki keterkaitan yang erat dalam menciptakan teknologi dan nilai tambah produk pangan petani yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani bahkan untuk pertumbuhan ekonomi nasional. ”Bahkan kita sama-sama ikut memarketkan produk pangan. Oleh karena itu, antara Kementan dan Kemenperin mau ada Ad Interim atau tidak, selalu sama-sama,” ucap SYL. Pada kunjungan ini, SYL mengajak jajaran Kemenperin untuk datang ke Kementan untuk menguatkan pembahasan program sinergitas. Dengan demikian, hilirisasi pangan di tingkat masyarakat semakin berkembang dan tentunya petani mampu menghasilkan secara mandiri produk pangan berkualitas ekspor. (tim humas) Ketika Mentan SYL Menjadi Menperin Ad Interim Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku Menteri Perindustrian (Menperin) Ad Interim melakukan kunjungan ke Kementerian Perindustrian sekaligus mengkonsolidasikan sinergitas program pertanian dan perindustrian, khususnya memajukan hilirisasi produk pangan. Sesuai dengan surat permohonan Menperin bernomor B/139/M-IND/KP/IV/2023, Presiden Joko Widodo menunjuk Mentan SYL sebagai Menteri Perindustrian Ad Interim menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang memohon cuti kerja dari 15 hingga 23 Mei 2023.


32 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Cerita Idealisme, Diversifikasi Pangan Hingga Hubungan Kemendag


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 33 “Kementan ini bicara produksi dan tidak boleh gontok-gontokan dengan Kemendag. Kami harus bicara ketersediaan dan petani yang jumlahnya 41 juta. Tetapi dalam rangka menurunkan inflasi dan menormalisasi harga itu wajar negara harus tampil di situ. Kan konsumen kita juga banyak,” katanya. Pertanyaan berikutnya adalah mengenai diversifikasi pangan lokal sebagai pengganti makanan pokok. Ini di antaranya adalah gandum, sorgum, singkong dan juga tanaman lain yang tumbuh di seputar tanah kering Indonesia. “Kan kita makan ini tidak harus beras. Sejak dulu kami ini orang-orang dari timur termasuk saya terbiasa dengan sagu itu bisa diformat menjadi makanan apa saja. Saya selalu katakan Indonesia itu negara yang cukup komplit,” jelasnya. (tim humas) Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bercerita mengenai pentingnya prinsip dan idealisme bagi seorang pemimpin yang berada di lingkaran birokrasi. Cerita ini disampaikan SYL usai mendapat pertanyaan Rektor IPB Arif Satria dalam program Q&A MetroTV, Minggu (14/5/2023). Menurut SYL, idealisme ibarat karang di tepi laut yang tetap berdiri kokoh meskipun terhantam ombak setiap saat. Idealisme harus menjadi kenyataan bagi setiap harapan yang tersimpan dalam benak rakyat. Pemimpin dan idealisme bagi SYL adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. “Yang paling penting kita harus mewujudkan kenyataan bagi setiap harapan rakyat. Dan birokrat itu harus berpikir memecahkan masalah. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri, dia harus bersama rakyat dan menjaga kepercayaannya,” ujarnya. Di sisi lain, SYL menjawab kecurigaan publik mengenai hubungannya dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Menurutnya, selama ini hubungan kedua lembaga ini dalam kondisi baik. Hanya saja, kata dia, tugas Kementan dan Kemendag memang berbeda.


34 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Mengejar Target Rp1.000 Triliun SYL Lepas Ekspor Produk Pertanian ke 23 Negara


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 35 Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor produk pertanian senilai Rp25,5 miliar ke 23 negara. Komoditas yang diekspor di antaranya sarang burung walet, bulu bebek, produk hewani dan juga tanaman pakis yang dilepas ke Jepang dan China. “Kekuatan Republik ini ada di sarang burung walet, pakis dan sebagainya. Karena itu, energi ini harus kita jaga bersama. Kemudian kita jaga kepercayaan dunia internasional agar produk kita tetap jadi unggulan. Saya selalu katakan kita boleh cepat, tetapi juga harus berkualitas,” ujarnya di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Senin (22/5/2023). Menurut SYL, pemerintah telah menargetkan capaian nilai ekspor produk pertanian sebesar Rp1.000 triliun dengan penambahan negara tujuan di wilayah Amerika, Eropa dan Asia. Meski demikian, SYL minta pengusaha tetap menjaga kualitas serta menjaga sinergitas satu dengan yang lainya. “Kita berharap ekspor pertanian kita bisa di atas Rp1.000 triliun, tetapi ini kan berproses dan tentu semua harus menjaga kualitas dan sinergitas. Dan ini juga menjadi harapan Bapak Presiden kepada Kementerian Pertanian agar semua komoditi komoditi strategis yang ada untuk dipersiapkan ekspor,” katanya. Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Bambang mengatakan, selama ini jajarannya terus bekerja dalam waktu 24 jam baik melalui layanan langsung maupun online. Bambang mengatakan, kolaborasi karantina, pengusaha maupun eksportir sejauh ini cukup baik dalam meningkatkan ekspor. “Kami laporkan Bapak Menteri, kami selama 24 jam terus mengawal teman-teman pengusaha untuk dapat melepas ekspornya. Alhamdulliah terus meningkat dari waktu ke waktu. Karena itu saya minta kita semua kompak, saling bergandengan memajukan ekspor produk pertanian Indonesia,” katanya. Kepala Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Andi Yusmanto menambahkan, sejauh ini pelayanan karantina semakin


36 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI dipermudah dengan aplikasi Q Corner yang dapat melayani para pengusaha dan importir seluruh Indonesia. Aplikasi ini dinilai mampu mempercepat sekaligus mengurai antrean tetap muka secara cepat dalam mengajukan proses izin. “Saya pastikan 90 persen para pengusaha yang memohon izin sudah teregistrasi. Bahkan per hari ada sekitar 30 perusahaan yang mengajukan. Melalui aplikasi itu mereka dapat mendaftarkan dokumen hewan/animal dan pendaftaran dokumen tumbuhan atau plant,” pungkasnya. Salah satu pengusaha dari PT Plore Parmindo, Arga Wiranda mengatakan, pelayanan karantina saat ini semakin mudah karena bisa dilakukan melalui online tanpa harus datang ke Kantor pengajuan karantina. Pengusaha lainnya dari PT Cempaka Mega Mandiri, Nova Hasan menyampaikan apresiasi atas berbagai layanan yang diberikan karantina Soekarno Hatta. ”Kami siap menjaga komitmen program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) Kementan,” tandasnya. Di sisi lain, Indonesia kembali menorehkan prestasi baru di sektor pertanian, Mentan Syahrul menyampaikan, pada Jumat (12/5/2023), Indonesia mendapatkan persetujuan dari Singapura untuk ekspor ayam hidup ke negaranya. ”Keberhasilan uji pengiriman ayam hidup ke Singapura pada Jumat lalu merupakan sejarah baru bagi Indonesia. Ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan karena sebelumnya ekspor dilakukan dalam bentuk ayam karkas,” katanya melalui siaran persnya pada Senin (15/5/2023) di Kantor Pusat Kementan. Sebagai informasi, uji pengiriman ayam hidup broiler ke Singapura telah berhasil dilakukan oleh salah satu perusahaan unggas nasional pada 13 Mei 2023 sekitar 23.000 ekor ayam atau setara berat 41,47 ribu ton. Dari Indonesia menargetkan bisa ekspor ayam hidup sebanyak 1.500 ton atau 900 ekor (dengan asumsi berat rata rata 1 ekor ayam, yaitu 1,7kg) sampai dengan akhir 2023. Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah mengatakan, Ditjen PKH telah memastikan produk yang akan dikirim ke Singapura merupakan komoditas unggas yang berasal dari Farm yang bebas outbreak (kompartemen bebas) penyakit Avian Influenza (AI). Nasrullah menjelaskan, Indonesia telah melakukan harmonisasi persyaratan teknis kesehatan hewan negara Singapura, dalam menjamin kesesuaian persyaratan, melakukan monitoring pengujian penyakit seperti AI dan Salmonella yang dilakukan Balai Veteriner


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 37 Kemendagri Apresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi capaian sektor pertanian Indonesia selama empat tahun terakhir. Pertanian, bahkan disebut berkontribusi besar karena mampu menyumbang Rp2 ribu triliun lebih terhadap perekonomian nasional. Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan, Selasa (30/5/2023). “Sektor pertanian mampu memberikan kontribusi sebesar Rp2.428,9 triliun dari nilai total Rp19 ribu triliun. Ini merupakan sektor yang sangat penting sebagai sumber mata pencaharian 26.87 persen total angkatan kerja kita,” ujarnya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono mengatakan, sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dari waktu ke waktu. Sebagaimana data BPS Pada 2020, sektor pertanian menjadi kunci karena mampu tumbuh disaat sektor lainya terkontraksi akibat pandemi Covid 19. “Waktu itu hanya satu sektor saja yang tumbuh 16,24 persen. Jadi ini adalah pertumbuhan dari sektor pertanian yang sangat luar biasa. Ekspor kita dalam tiga tahun meningkat sangat signifikan salah satu yang sangat penting jumlah naiknya sangat luar biasa sebesar 63 persen,” tutupnya. (tim humas) Ditjen PKH. ”Pelaksanaan uji coba pengiriman ayam hidup dari Pulau Bintan telah dilakukan pada Jumat, 12 Mei 2023 lalu di bawah supervisi Ditjen PKH dan Singapore Food Agency (SFA),” jelasnya. Di lain tempat, pengusaha pangan berbasis teknologi dari Perwiratama Group, Cecep Muhammad Wahyudin mendukung upaya Kementan dalam meningkatkan produktivitas pangan yang bisa diolah menjadi bahan baku makanan siap ekspor. “Sesuai yang disampaikan beliau, kementerian saat ini mendorong tokoh tani dan kebetulan kami konsentrasi pada proses digitalisasinya teknologinya jadi memang matching dan sesuai dengan programnya Kementan. Tentu kami mendukung upaya Pak Menteri dalam meningkatkan produktivitas bahan makanan siap ekspor,” ujarnya usai menerima kunjungan Mentan Syahrul Yasin Limpo di kantornya, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (17/5/2023).


38 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Pesan Penting Mentan RI di National Day Uni Eropa


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 39 Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan pesan penting Pemerintah Indonesia, tentang kekawatiran dan dampak terhadap petani kecil akibat Regulasi Deforestasi Uni Eropa yang disahkan Parlemen Eropa, yang berpotensi menghambat ekspor barang dari Indonesia ke Uni Eropa. ”Perayaan ini juga menggambarkan hubungan kemitraan antara Indonesia dan Uni Eropa yang terus berkembang dan semakin kuat dari tahun ke tahun. Saya optimis bahwa Indonesia dan Uni Eropa akan menemukan solusi bersama yang saling menguntungkan, berdasarkan prinsip demokrasi dan prinsip kemitraan setara,” kata SYL saat mewakili Pemerintah RI hadir dalam National Day European Union 2023 di Jakarta, Selasa (9/5/2023). Mentan melanjutkan bahwa dalam waktu dekat, Delegasi Indonesia dan Malaysia yang dipimpin bersama oleh Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof akan melaksanakan Misi Bersama ke Brussel dalam rangka menyuarakan kekhawatiran akan regulasi tersebut, terutama akan dampak buruknya terhadap petani kecil. Dari sisi ekonomi, lanjut SYL, Uni Eropa merupakan salah satu mitra perdagangan terbesar Indonesia, dengan nilai perdagangan mencapai lebih dari USD 33 miliar pada 2022. Total investasi Uni Eropa di Indonesia pada 2022 mencapai hampir USD 2 miliar. Hubungan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa tumbuh semakin kuat dengan adanya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Eropa. SYL mengatakan, bersamaan dengan perayaan malam ini, Perundingan Putaran ke-14 sedang berlangsung di Brussel. Penyelesaian substansi perundingan tersebut pada tahun ini akan membuka jalan untuk memaksimalkan berbagai potensi ekonomi yang belum dimanfaatkan. Terlepas dari kemajuankemajuan yang telah dicapai, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. ”Suatu kehormatan bagi saya dapat bergabung bersama pada malam ini untuk merayakan Hari Eropa. Memperingati Deklarasi Schuman yang ke-73, Hari Eropa menggambarkan keberagaman, perdamaian, dan persatuan di Eropa yang terus menginspirasi komunitas global, termasuk ASEAN dan Indonesia,” tambah Mentan. Sebagai sahabat sejati Uni Eropa, Indonesia akan selalu mendukung setiap upaya damai dan segala cara yang memungkinkan bagi terbukanya kesempatan penyelesaian masalah melalui jalur diplomasi. ”Saya yakin, dengan nilai-nilai dan tujuan bersama yang kita anut, Indonesia dan Uni Eropa dapat mengatasi tantangan dan meraih peluang yang ada di depan. Mari kita terus bekerja sama untuk membangun dunia yang lebih tangguh, makmur, dan bersatu untuk generasi mendatang,” tegas SYL. Sebagai informasi, dalam acara perayaan Hari Eropa, hadir Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, para Duta Besar negara-negara Anggota Uni Eropa, dan para tamu Korps Diplomatik. (tim humas)


40 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Kawal Alih Fungsi Lahan, Perkuat APIP-APH


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 41 I nspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Jan Samuel Maringka mengajak Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menguatkan kolaborasi pengawalan alih fungsi lahan di Jawa Timur (Jatim). Menurut Jan, Jatim adalah salah satu provinsi yang menjadi andalan lumbung pangan nasional karena sukses meningkatkan produktivitas dari tahun ke tahun. Karena itu, alih fungsi lahan merupakan salah satu praktek kotor yang harus mendapat tindakan dan pengawasan ketat. “Jawa Timur adalah lumbung pangan nasional dan menjadi success story bagaimana mengelola pertanian di Indonesia, sehingga harus bisa bertahan menghadapi krisis pangan di berbagai negara di dunia,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan di Surabaya, Jatim, Kamis (11/5/2023). Berdasarkan data yang dihimpun kementan, dari total luas lahan sawah 7,46 juta hectare (ha), terdapat 659.200 ha yang mengalami alih fungsi lahan dengan rincian 179.539 ha terbangun infrastruktur maupun perumahan, dan 479.661 ha menjadi perkebunan. Jan mengatakan, alih fungsi wajib mendapat sangsi tegas sesuai UndangUndang Nomor 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Bahkan dalam aturan tersebut terdapat sangsi pidana sekurang-kurangnya lima tahun penjara. Karena itu, Jan mengajak semua pihak terkait agar terus berupaya meningkatkan pengawalan terhadap program pembangunan pertanian. Salah satu langkah yang diambil dengan melakukan kolaborasi melalui Program Jaga Pangan, Jaga Masa Depan. “Bersama-sama agar program-program pertanian kita bisa berjalan tepat waktu tepat mutu dan tepat sasaran,” tandasnya. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi langkah Kementan yang terus memperkuat Kolaborasi APIP dan APH dalam menjaga lahan-lahan pertanian Indonesia. Ini terlebih kemungkinan adanya alih fungsi lahan di Jatim. “Sebab kalau kita bicara ketahanan pangan, passwordnya adalah Lahan dan SDM (sumberdaya manusia). Bicara tentang lahan, permasalahannya adalah alih fungsi, sedangkan SDM kaitannya produktivitas. Produktivitas bisa dicapai maksimal kalau kesejahteraannya (petani) terpenuhi,” katanya. “Alhamdulliah di Jatim ini ada Perda Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) dan Perda Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD),” tambahnya. Mengenai penegakan hukum pelanggaran aturan perda mengenai LP2B maupun LSD, Emil mengungkapkan aparat hukum seperti Polisi dan Satpol PP perlu bersinergi bersama dengan jajaran pengawas lainnya dari pemerintah. “Karenanya, sinergi dalam Rakorwas ini sangat penting, duduk bersama dalam pengendalian alih fungsi lahan,” tandasnya. Melansir dari data BPS, Jatim adalah salah satu penghasil panen padi terbesar di Indonesia. Pada tahun 2022 saja totalnya mencapai 9,69 juta ton GKG. Kabar baiknya adalah pada tahun 2023 Pemprov Jawa Timur menargetkan produksi padi meningkat drastis menjadi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), setelah produksi tahun sebelumnya hanya mencapai 9,53 juta ton GKG. Sebagai informasi, rakorwas ini melibatkan 340 peserta dari dinas yang membidangi pertanian, Bapeda, ATR/BPN, Kepolisian, Kejaksaan dan akademisi dari Universitas Gajah Mada. Beberapa poin yang dibahas adalah mempercepat penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dalam Perda RTRW kabupaten/kota serta mendorong kabupaten/kota untuk melengkapi data spasial atas LP2B yang telah ditetapkan. (tim humas)


42 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Yuk Kembangkan Sawit Jadi Bahan Bakar Alternatif Harganya Jauh Lebih Murah


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 43 Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong pengembangan produksi kelapa sawit menjadi bahan pengganti minyak kendaraan BBM yang berbiaya rendah, namun memiliki kualitas tinggi. Komoditas sawit bisa diolah menjadi pengganti solar dengan harga yang jauh lebih murah. “Sawit besok turunannya itu akan membuat negara ini makin sehat, kian kuat, dan makin kokoh. Bukankah solar yang selama ini kita ambil dan gali dari bawah tanah bisa diganti dengan sawit. Solar kalau dipakai dari sawit (lebih murah, red), beda dengan solar yang sekarang Rp4.000,” ujar SYL saat melepas Tim Gugus Tugas Peremajaan Kelapa Sawit di Jakarta, Selasa (16/5/2023). Meski demikian, diakui SYL, sejauh ini masih banyak tantangan dan persoalan yang dihadapi produsen sawit dalam mengembangkan minyak bahan bakar. Walaupun begitu, SYL meminta agar semua pihak tetap fokus membela kepentingan petani sawit serta bangsa dan negara. “Kalau cari salahnya dan kurangnya pasti banyak, tantangan pertanian itu nggak bisa dipikir dengan ilmu. Pertanian itu sesuatu yang sangat komplek dan bercabang-cabang. Tidak ada yang bisa langsung sukses, semua mesti ada proses dan ada tantangan. Tetapi dorongalah kemauan yang cukup itulah yang sangat penting untuk kita teruskan,” katanya. Yang paling penting, lanjut SYL, semua harus mulai memperbaiki manajemen yang terukur serta menetapkan daerah mana saja yang berkategori merah, kuning dan daerah hijau. Artinya, kata dia, kalau hijau berarti ‘clean and clear’, kuning butuh klarifikasi dan merah masih ada masalah. “Nah tugas kita di sini adalah membela rakyat dan membela bangsa. Tapi yang ketiga ini bagaimanapun juga kita harus mengorganisasi ini agar menjadi planning ke depannya. Jadi saya katakan ini adalah sektor yang sangat penting karena besok kita mau bensin kita diganti dengan minyak sawit,” katanya. Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan Andi Nuralamsyah mengatakan, saat ini jajarannya tengah fokus pada peningkatan tata kelola industri kelapa sawit serta optimalisasi penerimaan sesuai Kepres Nomor 9/2023 dengan memperbaiki Izin Usaha Perkebunan (IUP). “Kami juga telah mengembangkan platform digital Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (SIPERIBUN) sebagai suatu sistem berbasis aplikasi nasional yang akan digunakan oleh Satgas Sawit melalui self reporting,” jelasnya. Bukan hanya itu saja, Andi juga tengah melakukan pengembangan integrasi antara program yang satu dengan lainya agar terbentuk ekosistem kelapa sawit rakyat yang berstruktur dan dapat menghela peningkatan. “Jadi program-program pengembangan kelapa sawit rakyat harus terintegrasi antar program yang satu dengan yang lainnya agar terbentuk satu ekosistem kelapa sawit rakyat yang terstruktur dan dapat menghela peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit rakyat yang cukup dengan satu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan). Seperti juga program pengembangan tanaman kelapa sawit baik melalui peremajaan atau pemeliharaan tanaman kelapa sawit yang pada saatnya dapat dilanjutkan dengan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sawit rakyat,” tutupnya. (tim humas)


44 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Sebuah Simbol Komitmen Kementan dan Kemenkop Ukm Kerja Sama Hilirisasi Peternakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mendatangani kesepakatan kerja sama dalam usaha pengembangan peternakan. Menurut Mentan, momen penandatanganan MoU ini merupakan simbol komitmen Kementan dan Kemenkop UKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Pandemi Covid mengajarkan kita bahwa pertanian menjanjikan dalam kondisi apapun. Saya harap hari ini akan menjadi sebuah simbol penting. Jangan ragu-ragu kerja sama dengan kami. Kami sudah siap bersama membangun pertanian dengan koperasi,”


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 45 ucap SYL pada hari Selasa (9/5/2023). Kesepakatan Bersama Kementan dan Kemenkop UKM ini bertujuan untuk meningkatkan akselerasi penumbuhan dan pengembangan usaha peternakan serta hilirisasi produk hasil peternakan melalui koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang peternakan. Menkop UKM Teten Masduki mengatakan bahwa kerja sama antara Kementan dan Kemenkop UKM sebenarnya sudah terjalin sejak lama di lapangan. Sebab banyak pekerja sektor pertanian yang termasuk ke dalam pengusaha mikro hingga menengah. “Tantangan yang kita hadapi, yaitu 13,4 juta pelaku usaha di sektor peternakan masih kecil-kecil dan perorangan. Sekitar 90 persen dari pelaku usaha perunggasan di Tanah Air merupakan peternak unggas mandiri dan perorangan, sehingga sulit menghadapi konglomerasi,” ujarnya. “Kerja sama ini saya kira dalam upaya untuk bagaimana mengembangkan modal bisnis peternakan dan pertanian. Dari petani-petani perorangan dalam skala kecil kita konsolidasi dengan koperasi, sehingga skala ekonominya bisa meningkat,” lanjutnya lagi. Dalam kesempatan ini, Mentan SYL kembali menekankan pentingnya koperasi dalam sektor pertanian. Dengan adanya KUR, peternak akan mampu menggunakan teknologi hilirisasi baru untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk perternakan olahan yang memiliki daya saing dan daya jual yang baik di dalam dan luar negeri. Model bisnis dan perencanaan pasar dari koprasi juga dapat membantu peternak untuk menyalurkan komoditas peternakan dengan lebih sustainable dan efisien sehingga pendapatan dan taraf hidup peternak yang tergabung dalam koperasi dan UMKM dapat meningkat. “Kementan akan bermain dibudidaya. Dan tentu saja kami berharap Kementerian Koperasi dan UMKM akan fasilitasi bisnis plan hingga marketnya dengan baik,” tutup SYL. (tim humas)


Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI - 47 PENGARAH: Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian PENANGGUNG JAWAB: Kepala Biro Humas dan Informasi Publik PENYUNTING: Drh. Moch. Arief Cahyono, M.Si REDAKSI PELAKSANA: Abiyadun, SE, MM ANGGOTA REDAKSI: Desi Natalia Pasaribu, S.Ikom Dra Ria Satiti Tuyono, SP Imam Santoso, SE Isi diluar tanggungjawab percetakan Dilarang mengutip tanpa izin Majalah Beritani Beritani Beritani Volume XLVIII/Edisi Mei 2023 www.pertanian.go.id www.pertanian.go.id MAJU MANDIRI MODERN Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Kemarau Ekstrem Mulai Juni-Agustus 2023 Strategi Perang HADAPI EL NINO Kementerian Pertanian (Kementan) mengatur strategi ëperangí menghadapi ancaman El Nino atau cuaca ekstrem berupa kemarau panjang. Ini dilakukan untuk mengamankan kondisi pangan dalam negeri. BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan El Nino atau cuaca ekstrem berupa kemarau panjang akan mulai terjadi sekitar Juni dan semakin intens atau puncaknya pada Agustus 2023. Fenomena El Nino merupakan ancaman serius terhadap produksi pangan, baik di subsektor tanaman pangan, peternakan, dan perkebunan. Sejak akhir Mei 2023, sekitar 10 persen dari wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau yang berlangsung di sejumlah sentra pertanian. Karenanya, untuk menghadapi ancaman EL Nino, semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi, dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Sejumlah langkah yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) antara lain mengerahkan gerakan mitigasi El Nino melalui penggunaan pompa air di wilayahwilayah rentan kekeringan atau menyiapkan sumber pengairan baik yang berasal dari sumur bor maupun aliran irigasi. Lalu membangun/memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, saluran irigasi. Setiap daerah juga diminta untuk menampung air, sehingga pada saat El Nino terjadi, ketersediaan untuk menanam bisa tercukupi. Kemudian, mendorong percepatan tanam dengan menggunakan varietas yang tahan kering seperti cakrabuana, pajajaran, inpari 13, 42, 46, dan Inpago. Selanjutnya, mekanisasi seperti penggunaanTraktor Roda 4 dan Traktor Roda 2. Selain itu dilakukan pengembangan komoditas 1.000 hektare (ha) serta pengembangan pupuk organik secara masif dan mandiri. Langkah lain, pendampingan terhadap petani, salah satunya melalui pelatihan-pelatihan. Berikutnya, sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Kementan menargetkan AUTP seluas 652.778 hektare (ha). AUTP merupakan upaya Kementan untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Para petani bisa pula menggunakan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian sebagai permodalan utama dalam meningkatkan produktivitas budidaya. Petani bisa memperbaiki lahan kering dengan membeli alsintan (alat mesin pertanian) maupun mesin pencacah untuk panen Kementan juga berencana membentuk gugus tugas yang dibentuk di setiap wilayah. Setiap wilayah membutuhkan penanganan yang berbeda. Ada wilayah kategori hijau yang tidak terdampak, sehingga produksinya tidak terganggu. Tapi ada juga wilayah kategori kuning dan merah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karenanya, setiap pemerintah daerah harus jeli membaca kebutuhan wilayahnya. (*) Beritani Beritani Salam Redaksi Kolaborasi, Adaptasi, Antisipasi


48 - Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Majalah BERITANI Beritani Beritani Volume XLVIII/Edisi Mei 2023 www.pertanian.go.id www.pertanian.go.id MAJU MANDIRI MODERN Volume XLVIII/Edisi MEI 2023 Kemarau Ekstrem Mulai Juni-Agustus 2023 Strategi Perang HADAPI EL NINO Kementerian Pertanian (Kementan) mengatur strategi ëperangí menghadapi ancaman El Nino atau cuaca ekstrem berupa kemarau panjang. Ini dilakukan untuk mengamankan kondisi pangan dalam negeri.


Click to View FlipBook Version