The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Preview_Majalah WARTA PERTANIAN Edisi JUNI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gimbal.wiwi, 2020-07-13 17:18:15

Preview_Majalah WARTA PERTANIAN Edisi JUNI

Preview_Majalah WARTA PERTANIAN Edisi JUNI

Inilah yang perlu ditekankan KOMISI Informasi Pusat (KIP) mengapresiasi keseriusan Kementerian
untuk disampaikan kepada Pertanian (Kementan) dalam mengelola keterbukaan informasi
masyarakat, bahwa sektor publik. Keseriusan Kementan ini telah dibuktikan dengan
pertanian tetap siap untuk ketersediaan informasi, budaya, dan kesungguhan Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi (PPID) mulai dari tingkat pusat hingga Unit
menyediakan pangan. Pelaksana Teknis (UPT) di daerah dalam memberikan pelayanan informasi.
Petani kita tetap bekerja
dan kita yang berada di ”Tidak heran jika tahun lalu Kementan meraih predikat sebagai
Kementerian Pertanian Badan Publik dengan kategori informatif, kategori tertinggi pada
tetap membantu masyarakat penilaian keterbukaan informasi publik,” ujar Wakil Ketua KIP Hendra
J. Kede dalam Webinar bertajuk ‘Inovasi Pelayanan Informasi Publik
untuk berproduksi.” Kementan di Masa Pandemi Mendukung Pertanian Maju, Mandiri,
Kuntoro Boga Andri dan Modern’ yang digelar Kementan di Jakarta, Jumat, (5/6/2020).

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Dia menambahkan, Kementan bahkan bisa menjadi pelopor sebagai
Kementan PPID utama yang mengkoordinasikan seluruh informasi yang
berkaitan dengan informasi tentang pangan dan pertanian dari
seluruh lembaga publik lainnya. ”Jadi sejauh isu ketahanan pangan
dan pertanian, secara de facto PPID Kementan diperlakukan dan
memposisikan sebagai PPID Utama bagi seluruh PPID kementerian
dan lembaga lain,” paparnya.

Hendra menilai saat ini ada tiga kementerian dan lembaga yang bisa
berperan sebagai PPID Utama berbasis isu. Pertama, Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait isu penanganan Covid-19.
Kedua, Kementerian Keuangan terkait isu keuangan dan moneter,
dan ketiga Kementan terkait isu pangan dan pertanian.

Isu ketahanan pangan jadi sangat penting pada saat sekarang, di
samping isu Covid-19. Isu pangan bisa berimplikasi luas pada kerawanan
sosial. Inilah yang menurut Hendra yang menjadi tugas PPID Kementan
menyampaikan informasi kepada masyarakat. ”Ketika Covid-19 itu bisa
dikendalikan dengan diam di rumah dan tidak beraktivitas, maka akan
muncul pertanyaan, bisakah mereka makan dalam konteks mereka
bekerja hari ini untuk makan besok,” ungkapnya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga
Andri mengungkapkan, dalam masa Pandemi Covid-19, Kementan
telah melaksanakan program tanggap covid 19 secara terstruktur.
Informasinya disampaikan kepada masyarakat melalui kanal-kanal
komunikasi yang tersedia.

Ada tiga agenda dalam yang disusun Kementan dalam menghadapi
Covid-19. Agenda darurat atau SOS, salah satunya dengan meluncurkan
program ATM beras Sikomandan, untuk memberikan bantuan langsung
kepada masyarakat. Ada juga kegiatan mengembangkan pasar dan toko
tani serta usaha kemitraan di 34 provinsi dengan menggandeng start
up di bidang pertanian dan ojek online.

Selain itu ada juga agenda temporary atau jangka menengah. Dalam
satu tahun ini program, papar Kuntoro Kementan tetap mendorong
akselerasi ekspor. “Kegiatan ini masih menjadi backbone ekonomi
kita dan menjadi sangat penting untuk memberikan nilai tambah
bagi pendapatan petani,” tambahnya.

Sementara untuk agenda jangka panjang, Kementan mesih
menitikberatkan pada peningkatan produksi, ekspor, kesejahteraan
petani, memunculkan petani milenial, juga meningkatkan cadangan
beras secara nasional.

“Inilah yang perlu ditekankan untuk disampaikan kepada masyarakat,
bahwa sektor pertanian tetap siap untuk menyediakan pangan. Petani
kita tetap bekerja dan kita yang berada di Kementerian Pertanian tetap
membantu masyarakat untuk berproduksi,” pungkasnya. (tim humas)

5511VVOOLLUUMMEEXXVVIIII//EEDDIISSIIJJUUNNII22002200 MMAAJJAALLAAHHWWAARRTTAAPPEERRTTAANNIIAANN

52 MAJALAH WARTA PERTANIAN VOLUME XVIII/EDISI JUNI 2020


Click to View FlipBook Version