The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by B2P2TOOT Tawangmangu, 2020-09-17 03:57:10

Warta Hortusmed Edisi 2 2018

Warta Hortusmed Edisi 2 2018

Assalamualaikum wr. wb. POJOK REDAKSI

Salam sehat dan bugar dengan Jamu

Pembaca yang kami hormati

Perjalanan hari mengantarkan kita di penghujung tahun. Berbagai kegiatan baik yang
termasuk tugas utama kelitbangan maupun tugas tambahan berupa pelayanan kepada
masyarakat telah dilaksanakan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman
Obat dan Obat Tradisional. Intensitas pekerjaan meningkat di tiga bulan terakhir dan
menjadi luar biasa padat pada bulan Desember. Kesibukan yang sama kami yakini terjadi
di seluruh instansi dan perusahaan. Oleh karena itu Warta HortusMED edisi 2 tahun 2018
terbit untuk mengajak seluruh pembaca dimanapun berada untuk sejenak relaks sambil
menambah wawasan.

Topik utama yang kami sajikan dalam edisi ini adalah Hari Kesehatan Nasional ke 54 dengan
tema “Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita”. Selanjutnya kami ajak pembaca untuk mengenal
Sosok, yang kali ini menampilkan Direktur Yankestrad, Ditjen Yankes, Kementerian Kesehatan.
Secara lugas Direktur Yankestrad memberikan gambaran tentang perkembangan pelayanan
kesehatan tradisional di Indonesia termasuk juga peran Saintifikasi Jamu dalam memberikan
bukti imiah jamu sebagai salah satu upaya akselerasi integrasi penggunaan jamu (obat
tradisional) di fasilitas kesehatan.

Salah satu yang berbeda dalam edisi Desember 2018 ini adalah dimuatnya dua tulisan
pemenang lomba esai Jamu untuk Masyarakat Sehat. Lomba yang diadakan dalam rangka
Diseminasi Hasil Penelitian dan Pameran, TOJA EXPO 2018, diikuti 33 peserta siswa SMP
se-Kabupaten Karangnyar. Seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaik dalam
karya tulisnya. Sebagai hasilnya, tulisan juara satu berjudul Pemberdayaan Jamu Gendong
Upaya Melestarikan Warisan Budaya Nusantara dan tulisan pemenang kedua dengan judul
TOSAH (Tanaman Obat Sekolah) Sebagai Media Pendidikan Karakter dan Pelestarian Obat
Tradisional dapat pembaca nikmati di sini. Pada warta edisi selanjutnya secara berturut-
turut akan dimuat tulisan peserta lomba yang lain yang telah diperbaiki sehingga lebih laik
muat. Terkait dengan TOJA EXPO, liputannya kami laporkan dalam Serba Serbi.

Interaksi dengan pembaca yang budiman kami sampaikan dalam rubrik Surat Pembaca dan
kami sediakan kuiz bagi pembaca dari eksternal B2P2TOOT. Akhirnya kami ucapkan SELAMAT
TAHUN BARU 2019, semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang
Maha Esa.

Bravo Jamu

Wassalamualaikum wr wb.

Kepala B2P2TOOT

Akhmad Saikhu

Warta HortusMed Edisi 2 2018 1

Susunan Redaksi: DAFTAR ISI
pengarah
Kepala B2P2TOOT 1 POJOK
REDAKSI
Pemimpin Redaksi
Nita Supriyati 2 DAFTAR
ISI
Redaktur
Tri Widayat 3 TOPIK
Kristoforus Ivan PW UTAMA

Layout dan Grafis 11 SOSOK
Antonius Febrian 15 TANAMAN OBAT &
Pulung
OBAT TRADISIONAL
Sekretariat
Erna Wahyuningsih 18 OPINIKU
28 SERBA -
Redaksi Bidang
Program,Kerjasama SERBI
dan Jaringan Informasi
Balai Besar Penelitian 32 SEPUTAR
dan Pengembangan KESEHATAN
Tanaman Obat dan obat
tradisional 34 TRAVEL
Jl.Raya Lawu No.11 36 B2P2TOOT
Tawangmangu
Karanganyar TERKINI
Jawa Tengah 57792
Telp.0271-697010 40 RESEP KITA
Fax.0271-697451 41 SURAT

2 Warta HortusMed Edisi 2 2018 PEMBACA

42 TTS/KUIS

TOPIK UTAMA

HARI KESEHATAN
NASIONAL (HKN)
KE- 54, AYO HIDUP
SEHAT, MULAI DARI
KITA

Setiap tanggal 12 November diperingati Dalam peringatan HKN ke-54 kali ini
sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) diadakan ragam rangkaian kegiatan yang
dimana beragam rangkaian kegiatan turut mengikutsertakan berbagai pihak
kesehatan dilaksanakan baik di pusat dari masyarakat, dunia usaha, profesional,
maupun daerah. Tema dalam Hari mitra, organisasi hingga tokoh masyarakat.
Kesehatan Nasional ke-54 kali adalah “Aku Tujuan dari rangkaian kegiatan ini adalah
Cinta Sehat” dengan subtema “Ayo Hidup untuk menciptakan kesadaran pentingnya
Sehat, Mulai Dari Kita” dimana tema ini pembangunan kesehatan oleh semua pihak.
sejalan dengan Program Indonesia Sehat
melalui pendekatan keluarga, dan mengajak Diharapkan seluruh lapisan masyarakat
bangsa Indonesia untuk lebih sadar, mau dapat terlibat dalam mendukung
dan mampu berperilaku sehat sehingga momentum ini untuk mewujudkan
kualitas hidup meningkat. masyarakat Indonesia yang sadar, mau
dan mampu berperilaku hidup sehat
Slogan “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita” sehingga kualitas hidup semakin meningkat
diharapkan dapat dijalankan oleh seluruh dan mampu bersaing dengan khalayak
lapisan masyarakat dan efeknya dapat Internasional.
mengubah wajah kesehatan di Indonesia.
Momentum Hari Kesehatan Nasional Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
(HKN) ke-54 ini juga bertujuan sebagai Tanaman Obat dan Obat Tradisional
langkah mewujudkan peningkatan kualitas Tawangmangu sebagai salah satu Unit
kesehatan setinggi-tingginya, dengan Pelaksana Teknis Badan Penelitian dan
melibatkan seluruh komponen bangsa Pengembangan Kesehatan, Kementerian
mulai dari pemerintah hingga masyarakat Kesehatan turut memeriahkan peringatan
berperan aktif dan semakin menggalakkan Hari Kesehatan Nasional ke-54 dengan
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) berbagai kegiatan.
dalam aktivitas sehari-hari.

Warta HortusMed Edisi 2 2018 3

Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan Berlanjut dengan partisipasi B2P2TOOT
Kegiatan Seminar Tumbuhan Obat Nasional di booth Badan Litbangkes pada kegiatan
ke-55 bertempat di Kota Magelang yang “Pameran Pembangunan Kesehatan dan
berlangsung tanggal 17-18 Oktober 2018. Produk Dalam Negeri” dalam rangka Hari
Kegiatan ini secara resmi di buka oleh Kesehatan Nasional ke-54 di ICE BSD
Kepala Badan Litbang Kesehatan yang Tangerang Selatan yang berlangsung pada
mewakili Ibu Menteri Kesehatan RI yang tanggal 8-10 November 2018 dan pada
pada kesempatan yg sama tidak dapat tanggal 16 November dilakukan kegiatan
hadir. Seminar tersebut terselenggara jalan sehat dalam rangka yang diikuti oleh
atas kerjasama Univeritas Tidar Magelang seluruh pegawai B2P2TOOT Tawangmangu.
dan Kelompok Kerja Tanaman Obat dan
Obat Tradisional (Pokja TOOT). Pada event Sebagai penutup rangkaian kegiatan Hari
tersebut B2P2TOOT turut berpartisipasi Kesehatan Nasional ke 54 adalah TOJA
dengan membuka stand pameran yg EXPO 2018 yang merupakan tajuk dari
menyediakan informasi hasil hasil penelitian kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian yang
tanaman obat dan obat tradsional. diselenggarakan oleh Balai Besar Litbang
Tanaman Obat dan Obat Tradisional
Kegiatan selanjutnya adalah Upacara Hari (B2P2TOOT) Tawangmangu dalam angka
Kesehatan Nasional ke-54 di B2P2TOOT melaksanakan tugak pokok sebagai
Tawangmangu pada tanggal 12 November lembaga riset dan juga upaya partisipasinya
2018 dengan pembina upacara Kepala dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten
B2P2TOOT, Akhmad Saikhu, M.Sc. Karanganyar ke-101. TOJA EXPO, akronim
Ph dan diikuti oleh seluruh pegawai. dari Tumbuhan Obat dan Jamu Expo,
Pada kesempatan itu, KaB2P2TOOT diselenggarakan selama dua hari pada
menyampaikan sambutan Menteri tanggal 30 November 2018 dan 1 Desember
Kesehatan RI dalam peringatan HKN ke-54. 2018 di Gedung Wanita Karanganyar

4 Warta HortusMed Edisi 2 2018

GELARAN AKBAR TOJA EXPO

Penulis: Nina Kurnianingrum, S.Si (Staf B2P2TOOT)

HARI PERTAMA

TOJA EXPO 2018 adalah kegiatan diseminasi WIB. Bupati memberikan sambutan dan
dilanjutkan dengan menabuh gong sebagai
hasil penelitian yang dilakukan Balai besar tanda kegiatan Toja Expo 2018 resmi dibuka.
Sebelum Bp. Yuliatmono meninggalkan
Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional lokasi kegiatan, Kepala B2P2TOOT
menyerahkan 1000 bibit tanaman obat
(B2P2TOOT) Tawangmangu, yang secara simbolis kepada Bupati Karanganyar.

digabungkan dengan kegiatan pameran Dalam sesi pembukaan tersesbut para
tamu undangan dan peserta seminar
sebagai promosi hasil litbang dan non litbang dihibur oleh lima penari profesional yang
membawakan tarian Gandrung Jamu.
terkait tanaman obat dan obat tradisional. Gandrung Jamu menggambarkan interaksi
antara sesama penjual jamu gendong serta
TOJA EXPO 2018 dilaksanakan pada hari menggambarkan keakraban penjual jamu
gendong dengan konsumennya. Komunikasi
Jumat - Sabtu tanggal 30 November - serta keakraban yang terjalin antara bakul
jamu dan konsumen ini dikarenakan
1 Desember 2018 di Gedung Wanita konsumen merasakan khasiat jamu yang
ternyata membuat raga menjadi sehat,
Kabupaten Karanganyar. Dalam acara ini segar dan bertenaga.

dipaparkan hasil Riset Tanaman Obat dan

Jamu (RISTOJA) yang telah berlangsung

sampai 3 putaran kegiatan yaitu RISTOJA

2012, RISTOJA 2015, dan RISTOJA 2017.

Selain itu dipaparkan pula hasil riset-riset

hulu-hilir Saintifikasi jamu kepada pihak

terkait dan masyarakat sekitar.

Kegiatan hari pertama pada Jumat, 30
November 2018 dibuka oleh Bupati
Karanganyar, Yuliatmono, pada pukul 09.45

Warta HortusMed Edisi 2 2018 5

Seusai pembukaan, acara dilanjutkan proses mengilmiahkan khasiat tanaman
dengan seminar. Salah satu pengisi materi obat dan obat tradisional yang dilakukan
seminar adalah dokter di Rumah Riset melalui tahapan penelitian secara ilmiah
Jamu yaitu dr. Danang Ardianto, beliau oleh peneliti-peneliti berpengalaman di
menyampaikan materi mengenai studi bidangnya dengan proses yang benar dan
klinik. Materi disampaikan secara apik, jelas, berkelanjutan sehingga menghasilkan data
singkat dan padat, serta interaktif. Materi yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan
Studi Klinik menjelaskan bagaimana proses kebenarannya.Dari riset Saintifikasi jamu
seorang dokter dapat memberikan jamu dihasilkan ramuan jamu saintifik yang
(sebagai alternatif pengobatan) kepada terbukti aman dan berkhasiat. Sampai saat
masyarakat, dimana ketika kata “JAMU” ini peneliti di B2P2TOOT telah menghasilkan
disebutkan, masyarakat menerimanya 11 ramuan jamu saintifik yang meliputi:
sebagai ramuan turun temurun yang ramuan hiperurisemia (penurun asam urat),
diwariskan dari orang tua kepada anaknya hipertensi (penurun tekanan darah tinggi),
tanpa didasari bukti secara ilmiah, osteoartritis (radang sendi), hemoroid
sedangkan dokter yang berpegang pada (wasir/ambeien), gastritis (peradangan
EBM (Evidence-Based Medicine), dimana lambung), obesitas (kegemukan), urolitiasis
“segala sesuatu yang diberikan pada pasien (batu ginjal), hepatoprotektor (pelindung
harus berdasarkan bukti ilmiah” tidak fungsi hati), hiperkolesterolemia (penurun
bisa memberikan JAMU kepada pasien kolesterol), dan diabetes melitus (penurun
untuk pengobatan. Untuk meningkatkan kadar gula darah). Sampai saat ini ramuan
derajat JAMU di mata masyarakat dan jamu saintifik tersedia untuk masyarakat
tenaga medis maka dimunculkan istilah dalam bentuk sediaan simplisia (daun
“Saintifikasi Jamu”. Saintifikasi Jamu adalah kering), dan kapsul (serbuk).

6 Warta HortusMed Edisi 2 2018

HARI KEDUA Kombinasi sayur dalam pecel sehat ini
diantaranya adalah daun pepaya, daun
Acara hari ke-2 Toja Expo, diramaikan dengan adas, daun pegagan, daun bayam merah,
kedatangan lansia dari perkumpulan Senam daun sambang colok, wortel, dan bunga
Sehat Indonesia (SSI). Lebih dari sekitar 150 kecombrang. Seperti yang kita ketahui
lansia dari seputaran Karanganyar tampak daun pegagan dengan nama ilmiah Centella
antusias untuk mengikuti jadwal senam asiatica (L.) Urban disebut juga “brain tonic”
sehat yang diselengarakan di halaman karena rebusan herba maupun daun pegagan
Gedung Wanita Karanganyar. Lansia yang memiliki efek untuk mengurangi kepikunan,
sebagaian besar berusia di atasu 55 tahun selain itu pegagan juga bermanfaat untuk
itu sangat piawai dalam melakukan gerakan menurunkan tekanan darah tinggi. Begitu
senam mengikuti gerakan instruktur senam, pula dengan daun sambang colok (Aerva
bahkan beberapa diantaranya ikut maju ke sanguinolenta (L.) BI.), rebusan daun
depan membantu instruktur memimpin sambang colok memiliki khasiat untuk
senam. Senam sehat berlangsung sekitar mengurangi nyeri haid, selain itu memiliki
1,5 jam di bawah siraman sinar matahari sifat diuretic (melancarkan buang air kecil).
pagi yang cukup menyengat saat itu, bahkan Dengan disiapkannya pecel sehat sebagi
beberapa peserta senam yang kepanasan kudapan diharapkan masyarakat dapat lebih
sampai menepi di area yang lebih teduh. memanfaatkan tanaman yang berkhasiat
Kelelahan yang di alami peserta senam sebagai obat tradisional untuk melengkapi
terbayar dengan disediakannya kudapan kebutuhan vitamin serta serat harian untuk
sederhana nan sehat oleh panitia berupa tubuh, selain itu juga untuk menunjukkan
“Snack Sehat, Pecel Sehat, dan Jamu”. kepada masyarakat bahwa bahan untuk
obat tradisional dapat dikonsumsi harian
Pecel Sehat tidak begitu berbeda dengan selayaknya sayuran bukan hanya sebagai
pecel pada umumnya, hanya saja sayuran jamu.
yang digunakan adalah daun-daunan yang
biasa digunakan untuk meracik jamu. Warta HortusMed Edisi 2 2018 7

Kegiatan pada hari kedua dilanjutkan minuman kesehatan, sabun herbal, balsam,
dengan lomba mewarnai untuk anak-anak lilin aroma terapi, kripik pegagan dan
TK; lomba menulis esai tentang jamu untuk pare, juga jamu yang dapat dicoba oleh
anak-anak SMP; serta pelatihan pembuatan pengunjung stand pameran secara gratis.
balsam cengkeh, hand wash, dan lulur susu Disamping itu terdapat stand dari Gujati,
untuk ibu-ibu. Sebagai bentuk pelayanan Prodia, Deltomed, Wardah Kosmetik, CV.
terpadu kepada masyarakat, B2P2TOOT Tri Buwana Winata Darma yang menjual
juga menyedikan layanan periksa dan produk Minyak Telon Doodle, Jamu Ar
pengobatan gratis. Disediakan empat orang Royan, Griya Herban Hana, Banyu Lemon,
dokter jamu berpengalam yang siap melayani dan industri kecil lainnya yang bergerak di
masyarakat sekitar sampai kegiatan berakhir. bidang jamu. Lalu lalang warga masyarakat
Antusiasme warga masyarakat lebih terlihat menarik perhatian pedagang-pedagang
pada hari ke-2 TPJA EXPO. Hal ini dibuktikan lokal untuk mengerumuni venue TOJA
dengan banyaknya warga masyarakat yang EXPO. Salah seorang warga Karanganyar
membanjiri Gedung Wanita pada hari itu. menuturkan bahwa acara semacam ini
Selain itu hampir seluruh stand pameran sangat baik, karena acara yang melibatkan
yang ikut memeriahkan acara disambangi anak-anak TK, maupun pelajar di Kabupaten
oleh warga yang tertarik untuk sekedar Karanganyar sangat jarang, kalaupun ada
melihat-lihat atau bahkan membeli produk kebanyakan diselenggarakan di luar wilayah
yang ditawarkan. Setidaknya ada sekitar 16 Karanganyar. Untuk itu harapan masyarakat
stand pameran yang memeriahkan acara, sangat besar supaya acara serupa di tahun
diantaranya ada stand Balai Besar Litbang depan dapat diselenggarakan lagi.
Tanaman Obat dan Obat Tradisional yang
menyediakan pameran produk seperti

8 Warta HortusMed Edisi 2 2018

Mendekati penghujung siang, satu persatu
acara berakhir, dan akhirnya sampailah
pada acara yang dinantikan peserta lomba,
baik lomba esai maupun lomba mewarnai
yaitu acara pengumuman pemenang lomba.
Dari lomba esai dan mewarnai masing-
masing terpilih lima orang pemenang. Para
pemenang mendapatkan piala, sertifikat
dan uang pembinaan. Sebagai juara
pertama lomba menulis esai adalah Falesha
Libertalea Taufik dari SMPN 1 Karanganyar
dan lomba mewarnai dimenangkan oleh
Muh. Hammam Nugroho dari TK/RA Al
Amin Tegal Asri sebagai juara pertama.

Warta HortusMed Edisi 2 2018 9

10 Warta HortusMed Edisi 2 2018

SOSOK

WAWANCARA
DIREKTUR PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

Jakarta, 30 Oktober 2018
Sejauh mana integrasi pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad) di Fasilias Kesehatan
saat ini? Apa tujuan program Asman TOGA? Dan, seberapa luas Saintifkasi Jamu mewarnai
integrasi Yankestrad di Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan kita kita ketahui
jawabannya dari penjelasan Dr. dr. Ina Rosalina Sp.A(K). M.Kes. M.H.Kes, Direktur Yankestrad,
Ditjen Yankes, Kementerian Kesehatan, yang diwawancarai oleh tim WHM di penghujung
Oktober lalu.

Apakah pelayanan obat herbal dan yankestrad integrasi di Rumah sakit sudah terlaksana
sesuai harapan?

Pelayanan obat herbal maupun pelaksanaan integrasi yankestrad di RS belum berjalan
sesuai harapan oleh karena pemahaman masing-masing praktisi, manajemen penentu
kebijakan tentang batang keilmuan masing-masing yang masih kurang sehingga
menimbulkan lebih banyak pertentangan dan tumpang tindih peran, kewenangan dan
atnggung jawab.
Seharusnya hal ini tidak harus terjadi apabila masing-masing stakeholder saling
mengerti dan memahami tentang batang keilmuannya sehingga akan lebih mudah
dalam mekanisme pengaturan dan implementasinya.
Dari skala 1-10, pelaksanaan integrasi Yankestraddi Rumah Sakit saat ini sudah berada di
angka berapa?
Skala penerimaan implementasi integrasi yankestrad di RS menurut saya berada pada
skala:

a. Skala 7 apabila dilaksanakan oleh tenaga kesehatan sesuai dengan
kewenangannya.

b. Skala 3 apabila dilaksanakan oleh Nakestrad sebagai asisten atau di bawah
supervisi dokter.

Skala yang dimaksud dengan pengertian: 1 berarti penolakan dan 10 berarti penerimaan
di segala disiplin ilmu yankes konvensional.

Warta HortusMed Edisi 2 2018 11

Modalitas apa yang paling dibutuhkan di dalam Yankestrad Integrasi di RS?
Modalitas yang paling diminati dan diterima oleh sebagian besar praktisi yankes
konvensional adalah akupunktur medik dan pemanfaatan ramuan sebagai produk.

RS mana yang menjadi percontohan implementasi integrasi pelayanan kesehatan
tradisional ini?

Sudah terdapat 213 RS yang memiliki tenaga terlatih yankestrad (akupunktur dan
ramuan) namun hanya beberapa RS yang dapat menyelenggarakan integrasi pelayanan
kesehatan tradisional dengan berbagai bentuk dan penerimaan baik yang dikerjakan
oleh nakes konvensional maupun nakestrad.

Apakah program Asman TOGA yang dilaksanakan secara rutin oleh Direktorat Yankestrad
terbukti berkorelasi dengan kebiasaan pemanfaatan TOGA dalam upaya promotif
preventif kesehatan di masyarakat?

Ada beberapa alasan tentang pentingnya penyelenggaranaan Asman TOGA, yaitu:
a. Pemanfaatan yankestrad sudah merupakan bagian dari budaya Indonesia
b. Indonesia memiliki potensi keanekaragamanan tanaman obat yang sangat
besar
c. Adanya keterbatasan dalam penyelesaian masalah kesehatan

Bersadarkan hal tersebut kami berusaha untuk melakukan pembinaan dalam rangka
menanamkan kembali dan meningkatkan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan
TOGA antara lain melalui kegiatan penilaian Asman pemanfaatan TOGA serta kegiatan
evaluasi pasca penilaian. Sampai saat ini kami belum melakukan kajian ilmiah terkait
korelasi kegiatan Asman TOGA dengan perubahan perilaku masyarakat dalam
memanfaatkan TOGA. Hal ini dapat dilakukan dnegan memanfaatkan SP3T yang
tersebar di berbagai provinsi.

Bagaimana cara membangun kesadaran masyarakat untuk menjadikan TOGA sebagai
bagian hidup sehat khususnya untuk daerah-daerah yang belum mengenal TOGA secara
baik?

Cara membangun kesadaran masyarakat agar memanfaatkan TOGA dalam memelihara
kesehatannya adalah dengan cara membangun kepercayaan masyarakat terhadap
memanfaatkan TOGA melalui pendekatan ilmiah. Jadi pemahaman kita tentang batang
keilmuan serta pembuktian ilmiah dalam kesehtan tradisional menjadi hal yang mutlak.

Apakah program Saintifikasi Jamu menjadi bagian dari upaya integrasi Yankestrad ke RS/
fasyankes?

Benar, SJ merupakan bagian dari upaya integrasi, yaitu sebagai upaya mengumpulkan
pendekatan dan pembuktian ilmiah pemanfaatan jamu dalam pelayanan kesehatan.

Bagaimana pendapat Ibu tentang Saintifikasi Jamu?
SJ merupakan suatu langkah terobosan yang harus dipertahankan dan dikembangkan
sebagai salah satu upaya dalam memberikan landasan ilmiah untuk meningkatkan
pemanfaatan jamu yang aman, efektif , bermutu baik di masyarakat maupun di fasilitas
pelayanan kesehatan.

12 Warta HortusMed Edisi 2 2018

Bagaimana pendapat Ibu mengenai hasil-hasil Litbang terkait yankestrad dan jamu?
Bagaimana hasil Litbang terkait yankestrad dan jamu dari Badan Litbangkes, seperti
Jamu registri; jamu saintifik berperan dalam pengambilan keputusan atau penyusunan
program di Dit. Yankestrad?

Menurut pandangan saya sampai saat ini belum terbentuk korelasi yang signifikan
antara hasil SJ dengan implementasi pelayanan kesehatan tradisional. Ke depan
perlu dilakukan koordinasi yang lebih intens agar tercipta korelasi antara kebutuhan
pelayanan dengan hasil penelitian.
Terhadap hasil Litbang tersebut, apa yang akan dilakukan oleh Dit. Yankestrad?
Hasil dari Litbang sebaiknya dapat digunakan baik untuk mendukung pelayanan
kesehatan tradisional di fasyankes maupun mandiri oleh masyarakat.
Terobosan apa dalam Saintifikasi Jamu yang harus dilakukan agar tujuannya mendukung
percepatan penggunaan jamu di fasyankes dapat segera diimplementasikan.
Sebagaimana saya katakan sebelumnya bahwa perlu koordinasi yang kuat antara
kebutuhan pelayanan baik oleh masyarakat maupun di fasyankes dengan hasil penelitian
yag didapat. Dengan koordinasi yang baik maka masing-masing stakeholder dapat
saling memberikan informasi dan membuka peluang dalam mendukung perkembangan
implementasi pemanfaatan jamu di bidang kesehatan.

Warta HortusMed Edisi 2 2018 13

14 Warta HortusMed Edisi 2 2018

MOMOK GUDANG SIMPLISIA, TANAMAN OBAT &
Lasioderma serricorne(F.) OBAT TRADISIONAL

M. Bakti Samsu Adi (Peneliti B2P2TOOT)

*Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Obat dan Obat Tradisional, Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Jl. Raya Lawu No 11 Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Email: [email protected]

Pendahuluan L. serricorne (F.) atau yang lebih dikenal
sebagai kumbang tembakau merupakan
Jaminan kontinyuitas bahan simplisia salah satu momok bagi para pengelola
dengan kualitas yang memenuhi standar gudang. (Gambar 1). Kumbang ini cukup
untuk kebutuhan bahan baku jamu harus kecil dengan ukuran dewasa kurang dari
dipastikan sehingga proses peresepan 2-3 mm, sehingga seringkali tidak terpantau
ramuan tetap berjalan dengan lancar. dengan mata telanjang. Serangga ini
Banyak aspek yang harus diperhatikan bersifat kosmopolitan,hidupnya tersebar
dalam penyimpanan bahan baku untuk luas dan menjadi hama utama pada produk
menjaga agar kualitasnya tidak menurun. tembakau, yang juga dapat menyerang
Penurunan kualitas bahan salah satunya berbagai produk makanan di gudang
disebabkan oleh serangga pengganggu, (Kucerová & Stejskal, 2010)
yang sering ditemukan menyerang bahan
baku yang disimpan di gudang, seperti
Lasioderma serricorne (F.).

Gambar 1. Lasioderma serricorne (F).
Warta HortusMed Edisi 2 2018 15

Kerusakan tertinggi bahan simplisia terjadi paling mudah mendeteksi kerusakan adalah
pada saat pertumbuhan larva. Mahroof dengan melihat kondisi kemasan tersebut.
& Phillips (2008) menyatakan bahwa Jika kemasan sudah mulai menggembung,
penyebab kerusakan simplisia terbesar artinya sudah terdapat lubang udara yang
adalah karena proses makan dari larva patut untuk dicurigai. Contoh kerusakan
yang sedang tumbuh. Sementara, serangga yang ditimbulkan oleh L. serricorne pada
dewasa lebih banyak merusak kemasan simplisia jahe merah yang disimpan di
simplisia untuk keluar. Pada simplisia yang gudang ditampilkan dalam Gambar 2.
dikemas dengan metode vacuum, cara

ab c

Gambar 2. a. kemasan Jahe merah yang rusak.
b, c. Kerusakan yang terjadi pada jahe merah

Kemasan simplisia yang didalamya Gambar 3. Bahan pencemar pada simplisia
terdapat serangga, selain rusak juga jahe merah dengan perbesar 5x
tercemari oleh bahan-bahan organik dari
siklus hidup serangga tersebut. Sekresi Kerusakan yang disebabkan oleh serangga
hasil metabolisme serangga, organ tubuh tersebut harus segera ditangani agar
serangga yang mati, sisa kepompong, tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut.
telur, dan serangga hidup itu sendiri, Berbagai cara penanganan dan pengendalian
merupakan bahan-bahan yang banyak hama gudang dapat dilakukan, mulai
ditemukan bersama simplisia. Mahroof dari tahap pasca panen hingga simplisia
& Phillips (2008) yang menyatakan bahwa tersebut disimpan dalam kemasan di
serangga mati, dan residu tahap kehidupan gudang. Proses pengendalian hama gudang
serangga akan menjadi kontaminan. Hal tersebut tetap harus memperhatikan agar
ini menyebabkan simplisia tersebut tidak
layak untuk digunakan atau dikonsumsi.
Contoh beberapa bahan pencemar yang
ditemukan bersama serbuk simplisia
ditunjukkan pada Gambar 3. Pemusnahan
harus dilakukan untuk simplisia yang
sudah terserang oleh hama gudang.

16 Warta HortusMed Edisi 2 2018

tidak menurunkan atau merusak kualitas Daftar Pustaka
simplisia.
Allahvaisi, S., Pourmirza, A. A., and

Supervisi pada seluruh proses pengelolaan Safaralizade, M. H. 2009.
pasca panen dilakukan untuk menemukan
dan memperbaiki celah yang masih belum Packaging of Agricultural Products
sempurna. Manajemen pascapanen,
mekanisme proses, penambahan proses, for Preventing Tobacco Beetles
penambahan alat dan bahan hingga
perbaikan alat merupakan hal-hal yang Contaminations. Not. Bot. Hort.
dapat dilakukan evaluasi untuk perbaikan.
Agrobot. Cluj (2); 218-222.

Salah satu yang penting untuk diperhatikan Kucerová, Z. and Stejskal, V. 2010. External
adalah bahan kemasan. Kenyataan bahwa egg morphology of two stored-
ada kemasan berlubang menunjukkan bahan product anobiids, Stegobium
yang digunakan masih dapat ditembus oleh paniceum and Lasioderma serricorne
serangga. Allahvaisi et al (2009) menyatakan (Coleoptera: Anobiidae). Journal of
bahwa L. serricorne mampu menembus Stored Product Research 46: 202-
bahan kemasan dari polyethylene dan 205.
polyvinyl chloride dan Cellophane dengan
ketebalan yang digandakan, tetapi tidak Mahroof, R. M. and Phillips, T. W. 2008. Life
mampu menembus polimer polypropylene history parameters of Lasioderma
(PP) setebal 16,5 μm. serricorne (F.) as influenced by food
sources. Journal of Stored Products
Research 44: 219-226.

Pengendalian hama gudang dengan Jahromi, M. G., Pourmirza, A. A., and
Safaralizadeh, M. H. 2012. Repellent
cara pencegahan juga dapat dilakukan. effect of sirinol (garlic emulsion)
against Lasioderma serricorne
Pemanfaatan emulsi bawang putih (Coleoptera: Anobiidae) and
Tribolium castaneum (Coleoptera:
Tenebrionidae) bythree laboratory
method. African Journal of
Biotechnology Vol. 11(2), pp. 280-
288.

menurut Jahromi et al (2012) cukup efektif Phoonan W., Deowanish, S, and Chavasiri,
W. 2014. Food attractant from
mengusir L. serricorne dari gudang. mulberry leaf tea and its main
volatile compounds for the
Metode pengalihan dengan menggunakan biocontrol of Lasioderma serricorne
F. (Coleoptera: Anobiidae). Journal
makanan yang lebih menarik juga dapat of Stored Products Research 59
(2014) 299-305
dilakukan, sehingga L. serricorne lebih

memilih makanan tersebut daripada bahan

yang disimpan digudang seperti penelitian

Phoonan (2014) sehingga lebih mudah

untuk dipisahkan dari bahan baku utama.

Warta HortusMed Edisi 2 2018 17

Disusun oleh: Falesha Libertalea Taufik
Dari SMPN 1 KARANGANYAR

OPINIKU PEMBERDAYAAN JAMU GENDONG
UPAYA MELESTARIKAN WARISAN

BUDAYA NUSANTARA

Jamu, Warisan Budaya Nusantara berkeliling dari pintu ke pintu , dikenal
sebagai jamu yang diracik dari bahan-bahan
Indonesia adalah negara yang sangat segar di rumah penjualnya. Jamu gendong
beruntung. Posisi geografis negara kita harganya murah, dan dapat menjadi
yang berada di wilayah tropis menghadiahi alternatif bagi penggemar pengobatan
penduduknya dengan tanah yang subur. tradisional yang tidak memiliki waktu untuk
Bentuk negara kepulauan dengan kondisi membeli jamu kemasan, lalu menyeduhnya
alam tiap pulau yang berbeda-beda juga sendiri.
memberi sumbangan berupa keragaman
cara hidup dan pencaharian. Letak Indonesia Namun akhir-akhir ini, masyarakat mulai
yang berada di lintasan jalur perdagangan meninggalkan jamu gendong. Hal ini terjadi
dunia membuat banyak budaya asing ikut karena:
mewarnai budaya yang ada di Indonesia.
Ketiga hal tersebut menjadikan Indonesia 1. Proses pembuatan jamu rumahan
sebagai negara yang kaya warisan budaya. dianggap tidak higienis, kualitasnya
pun dianggap kurang standar.
Salah satu produk kebudayaan kita yang
sudah ada sejak zaman dulu adalah jamu. 2. Masyarakat modern menuntut solusi
Jamu bahkan sudah ada sejak zaman yang bisa mereka peroleh secara instan
Mataram Kuno, atau sekitar abad VI Masehi dan cepat bagi gangguan kesehatan.
. Banyak sekali jenis jamu dan khasiatnya Jamu, terutama jamu gendong sebagai
bagi tubuh yang sudah terbukti. Inilah ramuan tradisional, dianggap kurang
alasan jamu dahulu amat ditumpukan, menjawab kebutuhan tersebut.
sebelum munculnya obat modern. Sejak
tahun 2013, jamu bahkan sudah mulai 3. Mulai tersingkirkannya jamu dari
dirintis pengajuannya untuk mendapatkan khasanah budaya Indonesia, digantikan
pengakuan UNESCO sebagai warisan oleh suplemen dan pengobatan
budaya dunia . modern. Hal ini tentu saja berimbas
pada keberadaan jamu gendong
Saat ini, jamu gendong bisa dibilang sebagai mata pencaharian sekaligus
sebagai salah satu pelestari budaya jamu sebagai salah satu pelestari budaya
di tengah masyarakat. Keberadaan jamu Jamu, Warisan Budaya Nusantara
gendong yang mampu menerobos hingga
ke perkampungan menjadikan jamu tetap Membongkar Hambatan yang Dihadapi
dikenal sebagai salah satu solusi dalam Jamu, Khususnya Jamu Gendong
membantu menjaga kebugaran tubuh.
Apa itu jamu? jamu adalah istilah yang
Jamu gendong adalah jamu yang dijajakan berawal dari akronim ‘jampi’ dan ‘usada’

18 Warta HortusMed Edisi 2 2018

yang berarti ‘ramuan’ dan ‘kesehatan’. cobek, lumpang, alu, tampah, ember,
Maksudnya, jamu adalah penyembuhan saringan, dan lain-lain. Seperti wajarnya
yang menggunakan ramuan obat-obatan peralatan rumah tangga, maka cara
maupun doa-doa dan aji-ajian (Djojoseputro pembersihan dan penyimpanannya pun
dalam Fibiona dan Lestari, 2015). Jamu relatif berbeda-beda, tergantung kebiasaan
adalah sebutan untuk obat tradisional di tiap-tiap rumah. Faktor kebersihan
Indonesia, yang belakangan populer dengan tersebut membuat jamu gendong yang
sebutan herba atau herbal. Jamu dibuat dijual dianggap kurang terjaga kualitasnya.
dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari
tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), Teknik penjualan ‘jemput bola’ dari rumah
daun-daunan, kulit batang, dan buah. ke rumah yang di satu sisi dianggap
Ada juga menggunakan bahan dari tubuh memudahkan pembeli, juga akhirnya
hewan, seperti empedu kambing, empedu menyisakan permasalahan. Peralatan racik
ular, atau tangkur buaya. Seringkali kuning dan saji yang digunakan penjual jamu,
telur ayam kampung juga dipergunakan seperti sendok, gelas, dan cawan pun harus
untuk tambahan campuran pada jamu. dibersihkan secara seadanya. Biasanya
Jamu dikemas dan dijual dalam bentuk penjual jamu akan menenteng ember kecil
jamu segar yang biasa dijajakan keliling berisi air cucian. Air cucian dalam ember
(jamu gendong), jamu racikan yang dijual yang tidak sering diganti padahal sudah
segar di konter-konter serta toko jamu, digunakan mencuci lebih dari sepuluh gelas
jamu godogan yang diperoleh dari merebus ini pun memicu keengganan calon pembeli.
satu komposisi bahan-bahan jamu kering,
jamu serbuk (berupa bahan jamu sesuai Jamu atau obat tradisional bahan atau
takaran dan komposisi tertentu yang telah ramuan yang berupa bahan tumbuhan,
dikeringkan dan dikemas per porsi), serta bahan hewan, bahan mineral, sediaan
jamu kemasan siap saji. sarian (galenik), atau campuran dari bahan
tersebut yang secara turun temurun telah
Sebagai salah satu pelestari budaya, peran digunakan untuk pengobatan, dan dapat
jamu gendong sebenarnya penting. Jamu diterapkan sesuai dengan norma yang
ini dapat menjadi salah satu solusi bagi berlaku di masyarakat. Untuk menjaga
masyarakat dalam menjaga kesehatan. kesehatan dan mencegah serangan penyakit,
Jamu gendong juga menjadi ‘agen jemput nenek moyang kita mengonsumsi jamu
bola’ bagi sosialisasi pentingnya pelestarian secara rutin. Kebiasaan ini diteruskan secara
budaya tradisional. Untuk itu, sungguh turun-menurun hingga sekarang. Di sini kita
disayangkan saat masyarakat yang diharap melihat, bahwa kesehatan yang didatangkan
menjadi terbiasa dan kembali mengonsumsi oleh jamu, sebagian besar adalah hasil
jamu, justru mulai menyangsikan jamu dari rutinitas pengonsumsian. Jamu bukan
gendong. Karena itu diperlukan solusi bagi herba penyembuh instan. Efek sembuh
permasalahan ini agar kehadiran jamu instan inilah yang tidak didapatkan oleh
gendong kembali dinanti. masyarakat modern, sehingga membuat
sebagian besar mulai menyangsikan khasiat
Proses pembuatan jamu gendong dilakukan jamu.
di rumah-rumah warga. Mereka membuat
menggunakan peralatan rumah dan dapur Kalau begitu, mari kita lihat masyarakat
tradisional, seadanya. Misalnya parutan, sekarang yang lebih memercayai obat
dari dokter atau apotek. Memang obat

Warta HortusMed Edisi 2 2018 19

modern banyak terbukti manjur dan pembuat jamu pabrikan sebagai konsumen
dapat meredakan hingga menyembuhkan mereka. Jamu pabrikan yang dikemas dalam
penyakit secara relatif cepat, tidak seperti bentuk serbuk dan pil, lebih tahan lama,
jamu yang efeknya terasa pelan-pelan. sehingga pemasarannya lebih fleksibel.
Namun, obat modern yang mendatangkan
efek kuratif sebenarnya bukan solusi yang Kenyataan tersebut akan membuat
dianjurkan untuk merawat kesehatan. Efek napas industri jamu, terutama industri
samping dari obat modern lumayan banyak rumahannya menjadi tersendat. JIka
jika dibandingkan dengan jamu, karena dibiarkan, maka para pedagang jamu
sebagian besar obat modern menimbulkan gendong akan mempertimbangkan alih
ketergantungan, atau bahkan lebih parah profesi. Padahal seperti yang telah kita
lagi, jika dikonsumsi secara berlebihan, sadari sebelumnya, jamu gendong adalah
justru menyebabkan tubuh menjadi resisten salah satu ujung tombak pelestarian budaya
dan kebal terhadap efek penyembuhannya. jamu Nusantara.
Obat modern juga dapat menyebabkan
gejala samping seperti kerusakan hati, Maraknya industri kuliner jalanan
kerusakan ginjal, penyakit jantung, susah sebenarnya dapat juga dijadikan sebagai
tidur, dan sebagainya5 . pemancing proses rejuvenasi industri
jamu rumahan, terutama jamu gendong.
Rutinitas dan kesibukan masyarakat maju Hobi makan enak, rentan mendatangkan
membuat mereka terlenakan dari keharusan penyakit. Di sinilah peran jamu sebagai
menjaga kebugaran tubuh. Jamu sebagai suplemen tradisional yang membangtu
ramuan yang bersifat preventif sebenarnya menjaga kebugaran tubuh. Pelaku usaha
sejak dulu diakui mampu menawarkan solusi jamu gendong yang telah dilatih tata cara
bagi terjaganya kesehatan jika dikonsumsi pengemasan modern, dapat digandengkan
secara teratur. Jamu memicu enzim-enzim dengan pelaku usaha kuliner jalanan.
tubuh sehingga bekerja lebih optimal. Saat
organ dan enzim berfungsi secara baik, Jamu sebagai warisan budaya tak teraba
maka kesehatan akan dapat diraih. Jamu bahkan telah diajukan sebagai warisan
gendong yang diracik dan disajikan tanpa budaya dunia ke UNESCO. Apa keuntungan
proses pengawetan, akan menghasilkan yang dapat dipetik saat sebuah budaya
suplemen herba segar. mendapatkan pengakuan sebagai warisan
budaya dunia oleh UNESCO? Banyak sekali.
Dalam dunia jamu baik skala besar maupun Wilayah-wilayah yang menjalankan warisan
skala kecil, jamu gendong adalah profesi di budaya tersebut akan mendapatkan banyak
posisi hilir yang paling dekat menjangkau liputan pemberitaan. Wilayah tersebut
masyarakat. Penjual jamu gendong adalah juga akan masuk ke dalam peta kunjungan
salah satu pihak yang paling terdampak wisatawan lokal dan mancanegara.
saat masyarakat mulai meninggalkan Imbasnya, perekonomian di wilayah-wilayah
pengobatan tradisional, karena memang tersebut akan maju. Bagi warisan budaya itu
pendapatan mereka didapatkan hanya dari sendiri, penetapan menjadi warisan budaya
menjual jamu. Berbeda dengan misalnya dunia juga akan membawa pada kesadaran
pedagang akar-akaran dan empon- masyarakat untuk mempelajari serta
empon, pedagang bahan baku masih bisa melestarikannya . Rasa bangga serta sense
mengandalkan industri makanan serta of belonging akan muncul. Jika predikat
warisan budaya dunia ini berhasil disandang
20 Warta HortusMed Edisi 2 2018

jamu, maka jamu akan banyak dipelajari penyeduhan dengan memakai metode
serta digali manfaatnya. “perendaman” selama minimal 8 jam.
Untuk menyeduh (brewing), yang
Strategi Opsi untuk Melestarikan Jamu digunakan umumnya adalah air biasa
dengan suhu ruang atau dengan air
Solusi yang dapat diterapkan dingin. Ini jugalah yang membedakan
bagi kendala-kendala yang dihadapi jamu cold brew dengan minuman seduh
gendong sebagai salah satu pelestari budaya lainnya, Minuman cold brew tidak
Nusantara adalah: pernah terkena paparan (suhu) panas
sehingga tidak ikut mengekstraksi
1. Pemerintah, melalui instansi terkait karakter acidity dari bahan baku. Selain
(di sini adalah Dinas Kesehatan, Dinas itu, hasil cold brew pun cenderung
Perindustrian dan Perdagangan, dirasa lebih ringan dan istimewa.
dan atau Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan) dapat melakukan 4. Strategi pemasarannya memanfaatkan
pembinaan dan penyuluhan bagi para maraknya bisnis kuliner dengan
pelaku usaha jamu rumahan, terutama tumbuh pesatnya kafe jalanan.
jamu gendong. Penyuluhan ini berupa Caranya dengan menempatkan jamu
penyuluhan jamu sebagai warisan hasil kemasan di kafe-kafe jalanan,
budaya Nusantara, jamu sebagai salah sehingga hasil edukasi dapat langsung
satu solusi dalam menjaga kebugaran diterapkan dan dipetik manfaatnya.
tubuh, serta pentingnya menjaga
kehigienisan perlengkapan berdagang. 5. Menelusuri kembali langkah-langkah
yang perlu ditempuh untuk mengajukan
2. Dilakukan sosialisasi di kalangan jamu sebagai salah satu warisan
warga masyarakat mengenai khasiat- budaya dunia. Tujuannya adalah
khasiat tanaman obat. Penyuluhan agar jamu mendapatkan perhatian
dapat dilakukan di tingkat RT/RW saat penikmat dan penyelenggara industri
pertemuan bulanan, atau saat ekspo/ pariwisata, dan perkampungan sentra-
pameran pembangunan, atau di sentra jamu mendapatkan nyawa
instansi-instansi serta sekolah-sekolah. sebagai destinasi wisata. Dampak yang
Tujuan penyuluhan ini adalah untuk diharapkan adalah terbangkitkannya
mengingatkan kembali masyarakat perekonomian warga sentra industri
mengenai pentingnya menjaga jamu perumahan.
kesehatan, serta keberadaan bahan-
bahan tradisional yang mudah didapat Jika semua langkah di atas sudah
serta diolah di lingkungan warga dilakukan, maka saya harap kesadaran
sebagai alternatif dalam menjaga masyarakat Indonesia akan manfaat jamu
kebugaran tubuh. Harapannya, jika dapat terbangun. Selanjutnya, kualitas
masyarakat telah teringatkan dan jamu akan membawa manfaat ekonomi
teredukasi, maka kehadiran penjual bagi perajinnya. Masyarakat yang sudah
jamu gendong akan kembali dinanti. teredukasi akan manfaat menjaga kebugaran
dengan mengonsumsi jamu secara rutin pun
3. Mengadopsi strategi pembuatan kopi. akan mendapatkan manfaat berupa tubuh
Membuat jamu sebagai minuman yang lebih bugar.
suplemen dan dikemas seperti coffee
cold brew . Cold brew7 adalah cara

Warta HortusMed Edisi 2 2018 21

DAFTAR PUSTAKA

1Magnis-Suseno, Franz. Etika Jawa: Sebuah Alodokter, “Ini Lho, Manfaat Jamu yang
Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Sudah Teruji Secara Klinis”, https://www.
Jawa. 2003, 23. alodokter.com/ini-lho-manfaat-jamu-
yang-sudah-teruji-klinis, 12 November
2Jaya Suprana, “Jamu sebagai Warisan 2018.
Budaya Dunia”,

h t t p s : //n a s i o n a l . k o m p a s . c o m / AntaraNews, “Indonesia Daftarkan 23
read/2013/03/30/02473044/jamu.sebagai. Warisan Budaya ke UNESCO”, https://
warisan.budaya.dunia, 15 November 2018. www.antaranews.com/berita/159337/
indonesia-daftarkan-23-warisan-
3KBBI Online, Arti jamu tradisional berupa budaya-ke-unesco, 14 November 2018.
minuman dl botol yg dijajakan di dalam
bakul yg digendong; (arti)

Jamu gendong adalah jamu/obat tradisional Jaya Suprana, “Jamu sebagai Warisan Budaya

buatan orang lain yang dijajakan dengan Dunia”, https://nasional.kompas.com/

berkeliling baik dengan cara menggendong, read/2013/03/30/02473044/jamu.

mengendarai sepeda/sepeda motor, sebagai.warisan.budaya.dunia, 15

atau gerobak. (glosarium), https://www.

kamusbesar.com/jamu-gendong, 15 November 2018.

November 2018. KBBI Online, Arti jamu tradisional berupa
minuman dl botol yg dijajakan di dalam
4 Alodokter, “Ini Lho, Manfaat Jamu yang bakul yg digendong; (arti)
Sudah Teruji Secara Klinis”, https://www.
alodokter.com/ini-lho-manfaat-jamu-yang- Jamu gendong adalah jamu/obat tradisional
sudah-teruji-klinis, 12 November 2018. buatan orang lain yang dijajakan
dengan berkeliling baik dengan cara
5 Setiaputri, “5 Tanda Anda Sudah Terlalu menggendong, mengendarai sepeda/
Banyak Minum Obat”,HelloSehat, sepeda motor,
https://hellosehat.com/hidup-sehat/
tips-sehat/tanda-terlalu-banyak-minum-
obat/,13November 2018.

6 AntaraNews, “Indonesia Daftarkan 23 Magnis-Suseno, Franz. Etika Jawa: Sebuah
Warisan Budaya ke UNESCO”, https://www. Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan
antaranews.com/berita/159337/indonesia- Hidup Jawa. 2003, 23.
daftarkan-23-warisan-budaya-ke-unesco, 14
November 2018. Setiaputri, “5 Tanda Anda Sudah Terlalu
Banyak Minum Obat”, HelloSehat,
7 Yulin Maskadati, “Apa Beda Cold Brew, Cold https://hellosehat.com/hidup-sehat/
Drip, dan Iced Coffee?”, https://majalah. tips-sehat/tanda-terlalu-banyak-
ottencoffee.co.id/apa-beda-cold-brew-cold- minum-obat/, 13 November 2018.
drip-dan-iced-coffee/, 15 November 2018.

atau gerobak. (glosarium), https://www. Yulin Maskadati, “Apa Beda Cold Brew,
Cold Drip, dan Iced Coffee?”, https://
kamusbesar.com/jamu-gendong, 15 majalah.ottencoffee.co.id/apa-beda-
cold-brew-cold-drip-dan-iced-coffee/,
November 2018. 15 November 2018.

22 Warta HortusMed Edisi 2 2018

Penulis : Izzulhaq Ath Thoriq
SMPIT TQ Muhammidayh Darul Arqom

TOSAH (TANAMAN OBAT SEKOLAH)
SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER
DAN PELESTARIAN OBAT TRADISIONAL

Mengenal TOSAH Arab dan Persia, telah diterjemahkan baik
ke dalam bahasa Jawa maupun bahasa
TOSAH (Tanaman Obat Sekolah) adalah Melayu. Semua ini berlangsung tanpa
penanaman tanaman yang berkhasiat terputus, sampai bangsa kita mengenal
sebagai obat di lingkungan sekolah. ilmu kedokteran dari Eropa pada zaman
Penanaman dapat dilakukan di halaman penjajahan.
sekolah ataupun di pot - pot yang disusun
rapi di depan kelas. Fungsi dari TOSAH Keahlian nenek moyang Indonesia dalam
adalah memenuhi keperluan warga sekolah meracik jamu didukung oleh alam Indonesia
akan obat- obatan tradisional. TOSAH yang subur . Indonesia memiliki sekitar 30
dapat digunakan sebagai media pendidikan ribu jenis tanaman (vascular plants), dan 7
karakter dan pelestarian warisan budaya ribu di antaranya berpotensi dikembangkan
bangsa dalam hal ini pengobatan tradisional menjadi tanaman obat. Keragaman obat
menggunakan tanaman berkhasiat obat. tradisional di Tanah air, telah memperkaya
khazanah ilmu pengetahuan dan kesehatan
Jamu dan Tanaman Obat di Hati Masyarakat bangsa Indonesia. Saat ini, Indonesia telah
Indonesia menjadi salah satu pusat tanaman obat
di dunia. Jamu dan obat tradisional, telah
Nenek moyang bangsa Indonesia terkenal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
pandai meracik jamu dan obat tradisional. kehidupan masyarakat Indonesia. Penelitian
Beragam jenis tumbuhan, akar – akaran senyawa kimia tananam pertama dilakukan
dan bahan bahan alamiah lain diracik di Indonesia pada abad ke-19. Pada tahun
sebagai jamu untuk berbagai keperluan. 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch
Ramuan ramuan itu digunakan untuk Laboratorium sebagai bagian dari Kebun
menjaga kondisi badan supaya tetap sehat, Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki
mencegah penyakit dan mempercantik bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat
diri. Banyaknya suku dan budaya di dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat
Indonesia pun mendorong timbulnya cara digunakan untuk obat-obatan.
pemeliharaan kesehatan dan pengobatan
yang sangat beragam. Di Tawangmangu, Karanganyar berdiri Balai
Besar Penelitian dan Pengembngan Tanaman
Peralihan dari zaman Hindu-Buddha ke Obat dan Obat tradisional ( B2P2TOOT ).
zaman Islam, telah memperkaya khazanah Bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat,
tradisi pengobatan dalam masyarakat dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo
Indonesia. Sementara itu, berbagai buku sejak awal tahun kemerdekaan,
kedokteran Islam yang ditulis dalam bahasa
Warta HortusMed Edisi 2 2018 23

menggambarkan semangat yang tekun dan biasanya warga sekolah sibuk mencari
sangat mencintai budaya pengobatan nenek obat dan melakukan pertolongan pertama.
moyang. Beliau mewariskan semangat Pertolongan pertama dapat juga dilakukan
dan kebun tersebut pada negara.Mulai dengan menggunakan tanaman obat yang
April 1948, secara resmi Kebun Koleksi dapat mengurangi akibat dari kecelakaan
TO tersebut dikelola oleh pemerintah di kecil tersebut.Manfaat tanaman obat di
bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama sekolah untuk membantu meredakan sakit
“Hortus Medicus Tawangmangu”. Kegiatan akibat dari kecelakaan/luka antara lain
di B2P2TOOT ini mulai dari penanaman sebagai berikut :
tanaman herbal, proses pemanenan, sampai
dengan penilitian tanaman obat. 1. Lidah buaya ( Aloe vera )
Tanaman ini mudah tumbuh dapat
Kepekaan dan pandangan para pelajar ditanam di pot atau halaman
terhadap pengembangan budidaya sekolah. Tanaman ini memiliki khasiat
tanaman obat di sekolah masih kurang dan antiinflamasi, mengurangi iritasi,
minus dorongan dari pihak sekolah dan melembabkan dan memperbaiki
pemerintah setempat. Masih banyak pelajar jaringan yang rusak. Lidah buaya dapat
yang tidak paham dan peduli akan manfaat dimanfaatkan untuk luka berdarah
tanaman obat. Mereka hanya mengetahui ringan, biasanya terjadi ketika anak-
bahwa tanaman itu adalah sebuah tanaman anak terjatuh ketika sedang berlarian,
yang seperti jenis tanaman lainnya. bermain bola atau sedang menggunakan
Kebanyakan dari mereka bahkan sama peralatan seperti gunting atau cutter di
sekali tidak mengenal bentuk tanaman obat. pelajaran seni budaya dan keterampilan.
Padahal di beberapa sekolah banyak yang Luka berdarah ringan yang terjadi di
telah menanam tanaman-tanaman obat sekolah dan tidak tersedia betadin atau
di perkarangan sekolah karena memang obat merah, dapat diberi pertolongan
tanaman ini begitu bermanfaat. Kebanyakan dengan pemberian lidah buaya dengan
para pelajar tersebut hanya mengetahui cara sebagai berikut: Ambil daun lidah
namanya saja, tetapi tidak mengetahui buaya secukupnya, daun lidah buaya
apa fungsi atau pun khasiat dari tanaman- dibersihkan, dikupas, lalu getahnya
tanaman obat tersebut. Hal tersebut sangat ditempelkan/dioleskan pada kulit yang
tidak baik. Tanaman obat yang sering luka atau bagian yang tersiram air
ditanam di sekolah antara lain jahe, sirih, panas, kemudian dibiarkan hingga getah
lidah buaya, lengkuas, kencur, binahong, yang terdapat pada bagian yang luka /
sambiloto dan lain-lain. Manfaat lain dari tersiram tersebut mengering, setelah
TOSAH ini untuk mendukung pelajaran IPA mengering diolesi kembali dengan
Biologi karena pelajar dapat melihat contoh getah lidah daun buaya, hal ini dilakukan
langsung misal macam-macam bentuk daun, berulang sehingga rasa nyeri reda.
fisik tanaman ataupun jenis akar.Dengan
tersedianya tanaman obat di sekolah maka 2. Sambiloto ( Andographis paniculata )
warga sekolah dapat mengatasi masalah- Tanaman herbal ini merupakan perdu
masalah kesehatan yang dihadapinya. yang mudah tumbuh, berasa pahit.
Pada saat terjadi kecelakaan kecil dan luka, Tanaman ini memiliki khasiat sebagai
anti-radang, menurunkan panas,
24 Warta HortusMed Edisi 2 2018

menghilangkan nyeri, penawar racun, tumbuh-tumbuhan akan mengalami
menghilangkan bengkak, menstimulasi kepunahan. Contoh tanaman
system imun dan menghambat berkahasiat obat yang sudah sulit di
sel tumor. Kemampuannya untuk temukan ke beradaannya seperti duwet
menawarkan racun dan mencegah luka dan jamblang (Eugenia cumini Merr)
infeksi dapat dijadikan sebagai alternatif
pertolongan pertama pada gigitan 3. Sarana penyebaran gerakan
serangga yang diderita anak dan terjadi
di sekolah. Cara pemakaiannya adalah penghijauan.
daun sambiloto segar segenggam
ditumbuk hingga halus kemudian Tanaman berkhasiat obat ada yang
ditempelkan pada bagian luka/bengkak
yang tersengat. Balut luka dengan kain bentuknya pohon tinggi dan rindang
kasa. Lakukan hal ini 2 sampai 3 kali
sehari. seperti jambu biji dan pohon cengkeh.

3. Sirih ( Piper betle) Kita membutuhkan khasiat dari tanaman
Tanaman sirih adalah tanaman
merambat yang berkhasiat sebagai tersebut dan rimbunnya dedaunan
anti jamur, anti-radang dan antiseptik.
Daun sirih dapat digunakan bila ada tanaman tersebut dapat digunakan
anak yang mimisan di sekolah. Cara
pengobatannya adalah ambil daun sirih sebagai penghijauan.
secukupnya, lalu cuci bersih. Kondisikan
anak yang mengalami mimisan untuk 4. Sarana keindahan.
tenang, kemudian perintahkan untuk Bila ditata dengan baik maka hal ini akan
duduk dengan kepala tegak tidak menghasilkan keindahan lingkungan
boleh menunduk. Daun sirih di gulung sekolah. Beberapa tanaman obat juga
dan dimasukkan dalam hidung yang berpenampilan cantik seperti melati,
mimisan. tapak dara dan puring. Melati dapat
dimanfaatkan sebagai obat sakit kepala,
Fungsi TOSAH daun puring dapat digunakan sebagai
penghangat perut.
1. Sebagai sumber gizi,
Banyak tanaman obat yang kita Pendidikan karakter yang didapatkan
konsumsi sebagai buah-buahan atau dari TOSAH ( Tanaman Obat Sekolah)
sayur-sayuran misalnya tomat, buah Manfaat tanaman sebagai obat yang
naga, jeruk nipis, papaya, seledri dan didapatkan dari penanaman obat di sekolah
pare. begitu besar. Pembentukan karakter
juga akan terbina dengan menggalakkan
2. Sarana untuk pelestarian alam. penanaman obat di sekolah. Karakter yang
Jika penggunaan tanaman obat dapat terbina dari TOSAH ini antara lain
tidak diikuti dengan upaya-upaya adalah :
pembudidayaannya kembali, maka
sumber bahan obat alam ini terutama 1. Berpikir kreatif dan tidak mudah
menyerah
Di sekolah penulis yaitu SMP
Muhammadiyah Darul Arqom terdapat
hambatan terbatasnya lahan untuk
penanaman. Hal ini dapat disiasati
dengan penanaman tanaman obat
dalam pot ataupun botol minuman

Warta HortusMed Edisi 2 2018 25

kemasan yang sudah tidak terpakai yang kesulitan, dan sebagai fasilitator pada anak
dicat berbagai macam warna. didiknya bila anak didik membutuhkan
sarana prasarana dan ilmu tambahan
2. Tanggung Jawab tentang penanaman obat. Pihak sekolah
Perawatan dan pemeliharaan tanaman dapat merangsang keberlangsungan TOSAH
sehari – hari dilaksanakan oleh regu ini dengan memberikan penghargaan pada
piket kelas tersebut. Hambatan kegiatan kelas yang aktif dan berkelanjutan dalam
ini adalah adalah pelajar sudah sibuk penanaman obat di sekolah.
dengan tugas dan kegiatan lain dari
sekolah. Di sini sangat di perlukan Simpulan
tanggung jawab. Jika sudah timbul
sikap tanggung jawab maka perawatan TOSAH merupakan merupakan kegiatan
tanaman dapat berjalan dan tugas yang layak diusulkan menjadi program
sekolahpun akan dikerjakan dengan pengenalan tanaman obat kepada generasi
lancar. muda karena memiliki berbagai dimensi
manfaat salah satunya adalah mendukung
3. Tolong menolong dan kebersamaan pendidikan karakter berpikir kreatif dan
Di depan kelas masing – masing memiliki ulet; tanggung jawab, tolong-menolong dan
lahan atau pot – pot tanaman. Setiap kebersamaan; dan cinta lingkungan.
kelas dapat berkreasi membentuk
tanaman supaya sedap di pandang atau Referensi :
pun bersama – sama mewarnai atau
melukis pot. Kegiatan ini dilaksanakan Aziz, Nurjaman. 2014. Pemanfaatan
bersama - sama , setiap anak dapat Tanaman Herbal. Bekasi:Mitra
memiliki peranan dalam kegiatan Utama.
ini,Sehingga timbul rasa kebersamaan,
dan tolong menolong. G., Kartasapoetra. 2006. Budi Daya
Tanaman Berkhasiat Obat. Jakarta:
4. Cinta lingkungan dan belajar Rineka Cipta.
melestarikan alam.
Dari penanaman tanaman obat yang Hembing, Wijaya Kusuma,. 2008. Ramuan
pelajar lakukan, mereka dapat belajar Lengkap Herbal Taklukkan Berbagai
secara langsung bahwa keindahan dan Penyakit. Jakarta: Pustaka Bunda.
manfaat tanaman akan didapat jika
tanaman tersebut dirawat secara rutin, Rahmat, Yuliayanto. 2013. Budidaya
dipupuk supaya tumbuh subur, disiram Tanaman Berkhasiat .Bekasi: Mitra
supaya tidak mati karena kekeringan Utama.
dan perawatan lain supaya tanaman
tidak rusak dan di ganggu hama. Suerna, Dwi Lestari. 2013. Mengenal
Khasiat dan Pemanfaatan Apotik
Peran wali kelas sebagai motivator Hidup. Bekasi: Mitra Utama
sangat diperlukan dalam keberhasilan
TOSAH (Tanaman Obat sekolah) dan
pendidikan karakter. Dalam hal ini wali
kelas memberikan motivasi, membantu

26 Warta HortusMed Edisi 2 2018

Warta HortusMed Edisi 2 2018 27

SERBA-SERBI

Advokasi Naskah Rekomendasi Hasil
RISTOJA

Bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam Pada tahun 2018, Balai Besar Penelitian dan
etnis dikaruniai oleh Tuhan kekayaan hayati Pengembangan Tanaman Obat dan Obat
yang melimpah dengan diversitas salah Tradisional memformulasikan hasil RISTOJA
satu yang tertinggi di dunia. Kekayaan dengan menyusun tiga Rekomendasi
hayati yang dimiliki memunculkan kekayaan Kebijakan yaitu: 1) Menyelamatkan
pengetahuan etnomedisin pada semua Pengetahuan Lokal dengan Pencatatan
etnis yang ada di nusantara ini Ramuan Obat Tradisional; 2) Penguatan
Eliminasi Malaria di Papua dan Papua Barat
RISTOJA (Riset Tumbuhan Obat dan Jamu) dengan Tanaman Obat; dan 3) Pemprov
hadir untuk mengungkap data yang Sulteng Harus Segera Melakukan Konservasi
sebenarnya jumlah tumbuhan obat dan Tumbuhan Obat Langka.
ragam pengetahuan etnomedisin di etnis-
etnis yang ada di Indonesia. Kegiatan ini Pada 30 Oktober 2018, Tim Peneliti yang
dilakukan secara purposive sampling dengan dipimpin oleh Kepala B2P2TOOT didampingi
entry point informasi adalah penyehat oleh Kepala Puslitbang Sumber Daya dan
tradisional (dikenal juga sebagai hattra). Pelayanan Kesehatan, melakukan advokasi
RISTOJA yang dilakukan secara bertahap kepada Direktur Pelayanan Kesehatan
pada tahun 2012, 2015 dan 2017 tersebut Tradisional, Kementerian Kesehatan RI; dr.
menghasilkan ; 32.014 informasi ramuan, Ina Rosalina Dadan Sp.A(K). M.Kes. M.H.Kes.
47.466 informasi tumbuhan obat, 2.848 dan jajarannya.
spesies tumbuhan obat dan 27.743 nomor
koleksi.

28 Warta HortusMed Edisi 2 2018

Slamet Wahyono menyampaikan topik hasil riset kepada pemangku kepentingan.
advokasi “Menyelamatkan Pengetahuan Mari kuatkan kolaborasi dengan semua
Lokal dengan Pencatatan Ramuan Obat pihak untuk terus mengeksplorasi dan
Tradisional”. Harapannya Direktorat memanfaatkan tumbuhan obat Indonesia
Yankestrad dapat melakukan pencatatan dengan bijak demi kelestarian budaya dan
ramuan melalui optimalisasi peran SP3T keanekaragaman hayati Bangsa Indonesia.
(Sentra Pengembangan dan Penerapan
Pengobatan Tradisional). Hal ini dilakukan Warta HortusMed Edisi 2 2018 29
untuk menghindari hilangnya pengetahuan
ramuan pada generasi berikutnya. Di sesi
selanjutnya, Sari Haryanti menyampaikan
topik advokasi dengan judul “Penguatan
Eliminasi Malaria di Papua dan Papua
Barat dengan Tanaman Obat” yang berisi
pembatasan dalam penggunaan tanaman
obat (hanya dalam keadaan darurat) dan
perlu dikembangkannya tanaman obat dalam
bentuk repelen, tidak dalam bentuk minum.
Terakhir, Yuli Widyastuti menyampaikan
perlunya dilakukan “Konservasi Tanaman
Obat Langka di Propinsi Sulawesi Tengah”.
Hasil Ristoja mengungkap bahwa sebagian
besar tumbuhan obat di Sulawesi Tengah
yang digunakan hattra mengalami
pengikisan (kelangkaan). Bahkan beberapa
dari tumbuhan obat tersebut sudah
dikategorikan sebagai spesies yang terancam
punah oleh Badan Konservasi Dunia (IUCN)
International Union for Conservation of
Nature and Natural Resources.

Direktur Yankestrad Ina Rosalina,
memberikan apresiasi kepada Badan
Litbangkes, khususnya B2P2TOOT
Tawangmangu yang telah mengadvokasikan
hasil penelitiannya kepada Direktorat
Yankestrad. “Hasil penelitian Badan
Litbangkes seperti ini sangat diharapkan
oleh Yankestrad. Kita perlu banyak berdiskusi
untuk mensosialisasikan hasil Litbangkes
kepada masyarakat”, ujarnya.

Advokasi kebijakan tersebut menjadi salah
satu kiprah B2P2TOOT dalam menyampaikan

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI
ke B2P2TOOT

Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja tergantung pada bahan baku obat impor. 
spesifik ke B2P2TOOT untuk memberikan Padahal,  bahan baku obat melimpah di
dukungan terhadap pengembangan riset Indonesia. Karenanya, ia berharap industri
tanaman obat dan obat tradisional menuju farmasi Indonesia mampu bertransformasi
kemandirian bahan baku obat menjadi industri farmasi yang berbasis riset
dan pengembangan, sehingga nantinya
Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi dapat bersaing di pasar obat. 
IX DPR RI Syamsul Bachri yang sekaligus
sebagai pemimpin rombongan disela-sela Dirinya juga mendorong Kementerian
kunjungan kerja Komisi XI ke Balai Besar Kesehatan RI untuk aktif mensosialisasikan
Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional potensi dan manfaat tanaman obat
(B2P2TOOT) Kementerian Kesehatan   di tradisional. Menurutnya,  masyarakat dapat
Tawangmangu,  Jawa Tengah,  Sabtu memanfaatkan obat-obat tradisional seperti
(08/12/2018). tanaman jamu sebagai langkah preventif
untuk mencegah timbulnya suatu penyakit. 
Lebih lanjut Syamsul Bachri menyampaikan
bahwa Komisi IX mendukung pengembangan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
dan pemeliharaan terutama obat tradisional Kesehatan Siswanto yang turut hadir juga
yang sudah terbukti selama ratusan tahun menjelasakan bahwa kegiatan penelitian
secara turun temurun berkhasiat dan dan pengembangan dilakukan di hulu
membantu kesehatan masyarakat. Selama dan di hilir. Bersinergi dengan stakeholder
ini industri farmasi nasional  masih sangat terkait, saat ini B2P2TOOT melaksanakan

30 Warta HortusMed Edisi 2 2018

riset dan pengembangan bahan baku obat,
diantaranya artemisinin untuk produksi obat
malaria DHP, Silybum marianum sebagai
bahan baku obat hepatitis, dan budidaya
daun johar (Cassia siamea) sebagai obat
malaria.

Kabalitbangkes menambahkan bahwa
hilirisasi riset dilakukan bersama dengan
industri dengan orientasi pada pemanfaatan
tanaman obat dan jamu oleh masyarakat.
Pada tahap ini, hasil riset dipersiapkan
untuk komersialisasi produk jamu dalam
skala besar. Menurutnya, pemerintah perlu
memberikan dukungan anggaran maupun
regulasi untuk memanfaatkan hasil riset
jamu agar dapat dimanfaatkan menuju
masyarakat sehat dan sejahtera.

Kunjungan ke B2P2TOOT dimulai dengan
meninjau Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo
Tawangmangu, Rumah Riset Jamu Hortus
Medicus, Laboratorium Pascapanen dan
diakhiri dengan sesi diskusi di Aula RM.
Santoso

Warta HortusMed Edisi 2 2018 31

SEPUTAR KESEHATAN PELUANG HERBAL MENDUKUNG SISTEM
PERAWATAN PALIATIF DI INDONESIA

Penulis: dr. David Abiyoso (peneliti B2P2TOOT)

Definisi menghadapi setiap tahapan penyakit yang
diderita dan mempersiapkan diri untuk
Paliatif berasal dari kata Latin “Pallium” menghadapi kematian dengan tenang
yang berarti jubah atau mantel yang biasa dan nyaman tanpa merasa tertekan atas
dipergunakan untuk melindungi si pemakai penyakit yang diderita, baik secara fisik (
dari kedinginan. Sebagai analogi, pallium nyeri, mual, muntah ) maupun psikis yang
dalam pelayanan kesehatan dimaknai berbasis spiritual.
sebagai melindungi penderita dari berbagai
penderitaan yang disebabkan oleh penyakit Tahapan sistem paliatif :
yang dideritanya. 1. Pra-operasional
2. Operasional
Oxford English Dictionary kata “palliative” 3. Pengembangan
berarti meringankan atau membebaskan
tanpa menyembuhkan Efek Kemoterapi

Definisi WHO 1990 ialah perawatan total Sama seperti pengobatan lain, kemoterapi
dan aktif bagi penderita yang penyakitnya juga mempunyai banyak efek samping.
tidak lagi responsif terhadap pengobatan Efek samping ini merupakan reaksi dari
kuratif. obat sitotoksik yang digunakan untuk
menyerang sel – sel kanker yang sifatnya
WHO 2005, perawatan paliatif adalah sistem cepat membelah. Obat ini dapat memiliki
perawatan yang terintegrasi yang bertujuan efek pada sel – sel tubuh normal yang
meningkatkan kualitas hidup, dengan mempunyai sifat cepat membelah seperti
cara meringankan nyeri dan penderitaan rambut, mukosa, sumsum tulang, kulit dan
lain, memberikan dukungan spiritual dan sperma. Beberapa efek samping kemoterapi
psikososial mulai saat diagnosa ditegakkan yang sering ditemukan pada pasien, yakni :
sampai akhir hayatnya dan memberikan
dukungan kepada keluarga yang merasa Supresi sumsum tulang, mukositis, mual
kehilangan / berduka. dan muntah, diare, alopesia ( kerontokan
rambut ), infertilitas
SK Menkes No.812?Menkes/SK/VII/2007
mengatakan perawatan paliatif adalah Jenis herbal
pendekatan yang bertujuan memperbaiki
kualitas hidup pasien dan keluarga yang Banyak sekali keuntungan yang bisa diambil
menghadapi masalah yang berhubungan ketika seseorang memutuskan untuk
dengan penyakit yang dapat mengancam mengonsumsi obat herbal, diantaranya
jiwa, melalui pencegahan dan peniadaan, murah dan mudah didapat, praktis dan
melalui identifikasi dini dan penilaian yang efektif, hampir tanpa efek samping, bekerja
tertib serta penanganan nyeri dan masalah - secara komplit.
masalah lain, fisik, psikososial dan spiritual .
Tumbuhan obat dapat melindungi kita
Tujuan dari kanker karena kaya anti oksidan, dan
senyawa anti inflamasi, diantaranya :
Perawatan paliatif bertujuan untuk
meningkatkan kualitas hidup pasien dalam 1. Daun sirsak
Zat aktif acetogenins dalam daun sirsak

32 Warta HortusMed Edisi 2 2018

dapat menghambat pembentukan ATP, stadium pra kanker, dan dapat
sehingga kalo ATP tidak terbentuk, mencegah perkembangan sel kanker.
maka menghambat sel kanker untuk
mendapatkan energi.Ekstrak etanol 10. Daun dewa
daun sirsak memiliki sifat sitotoksik Flavonoid, minyak atsiri, saponin,
sehingga sel kanker akan mengalami alkaloid dan tanin .
apoptosis ( membunuh dirinya sendiri )
11. Bawang merah
2. Bunga rosela Mengandung Sulfur untuk mencegah
Banyak mengandung vitamin C, D, B1, pertumbuhan sel kanker
dan B2, A, kalsium tinggi, magnesium,
omega 3, zat besi, potassium, beta 12. Sirih
karotin, dan asam essensial. Mengandung styptic dapat
menghentikan perdarahan, vulnerary
3. Kulit manggis dapat menyembuhkan luka, stomachic
Kandungan zat xanthone akan dapat mengobati permalahan
menetralkan radikal bebas dalam pencernaan, eugenol dapat meredakan
tubuh dan menjadi zat anti bakteri dan nyeri, alkaloid dapat menghambat
anti kanker, memperlancar peredaran pertumbuhan sel kanker.
darah.
13. Benalu teh kering
4. Kunyit Mengandung octadeca dan triynoic acid
Kandungan zat curcumol dapat yang merupakan zat aktip anti kanker
melawan sel kanker
14. Cakar ayam
5. Tapak dara Mengandung lignan yang berfungsi anti
Mengandung vinkristin dan vinblastin kanker
yang berkhasiat menghambat
perbanyakan dan penyebaran sel 15. Binahong
kanker. Mengandung flavonoid sebagai anti
oksidan, zat saponin sebagai anti kanker
6. Kunyit putih
Mengandung ribosome inacting 16. Herbal jali
protein yang mampu menonaktifkan Biji buah mengandung coixol sabagai
perkembangan sel kanker, zat anti anti kanker
oksidan sebagai pencegah kerusakan
gen, zat curcumin sebagai anti 17. Mahkota dewa
inflamasi. Flavonoid dan saponin

7. Keladi tikus 18. Sambung nyawa
Mengandung flavonoid, saponin, tanin,
8. Temulawak dan steroid
Mengandung curcumol dan curdione
yang berkhasiat sebagai antikanker dan 19. Bidara Upas
anti tumor Umbinya mengandung triterpenoid
sebagai anti bakteri
9. M engkudu
Daging buah mengkudu mengandung 20. Sambiloto
dammacanthel mampu melawan Daun sambiloto mengandung
pertumbuhan sel abnormal pada andrographolide menghambat
pertumbuhan sel tumor.

Warta HortusMed Edisi 2 2018 33

TRAVEL

SURGA TERSEMBUNYI
DI SULAWESI

Indonesia memang sangat beragam mata telanjang saja wisatawan sudah
kebudayaan beserta keindahan bisa melihat betapa eloknya dasar laut
alamnya, tak terhitung mulai dari Sabang yang berisikan terumbu karang dan
sampai Merauke. Luar biasa kan? Ada aneka biota laut yang terus melintas
yang pernah ke Sulawesi? Sulawesi bergantian kesana kemari. Sebuah
memiliki banyak spot pemandangan pemandangan yang memberikan
laut dan yang bisa dibilang surga bagi sensasi tersendiri bagi siapa saja
para pecandu snorkeling maupun yang berkunjung kesana. Untuk bisa
diver (penyelam) bawah laut mulai mengunjungi berbagai pulau maupun
dari Bunaken di Sulawesi Utara, pulau resort di Togean, wisatawan sebaiknya
Takabonerate di Sulawesi Selatan menyewa kapal untuk moda transportasi
dan masih banyak surga tersembunyi antar pulau. Wisatawan juga tidak perlu
lainnya, salah satunya adalah Togean. khawatir untuk kebutuhan konsumsi
Kepulauan Togean berada di teluk ataupun penginapan, karena sudah
Tomini yang secara administratif ada beberapa resort representatif
termasuk ke dalam Kabupaten Tojo salah satunya Paradise Resort tempat
Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah. kami singgah. Resort-resort di Togean
Kepulauan Togean memang masih sangat memanjakan wisatawan.
awam ditelinga sebagian orang, tapi Bayangkan saja tepat didepan
mungkin justru terdengar familiar oleh penginapan disuguhkan hamparan
turis mancanegara apalagi pehobi laut dengan airnya yang sangat jernih
snorkeling maupun diving karena beserta pantai berpasir putih yang
mempunyai keindahan bawah laut menyempurnakan keindahannya. Tugas
yang memanjakan mata. Dengan kita hanyalah menjaga keindahannya

34 Warta HortusMed Edisi 2 2018

dan menjauhkan dari tangan jahil yang
berusaha merusak keindahan dan
kelestarian alamnya. Selain keindahan
laut yang ditawarkan, ada juga hutan
yang hijau dan asri bisa dijadikan
untuk area camping seolah-olah lost in
paradise bak di film layar kaca.

Oya, untuk akses menuju pulau Togean
ada beberapa rute. Rute yang kami
pakai adalah Palu – Ampana yang
ditempuh sekitar 11 Jam perjalanan
darat dan dilanjutkan perjalanan laut
dari Wakai ke Kadidiri sekitar satu jam
dengan kapal cepat. Saat ini sudah ada
akses lebih mudah menuju Ampana
baik dari Palu maupun dari kota yang
memberikan jadwal penerbangan ke
bandar udara Ampana. Tapi wisatawan
juga bisa memilih jalur lain sesuai tujuan
masing-masing. Penasaran? Silahkan
masukkan Togean dalam agenda liburan
anda.

Warta HortusMed Edisi 2 2018 35

B2P2TOOT TERKINI

B2P2TOOT...

menuju lembaga litbang unggul, inovatif dan berdaya saing

Pada tanggal 13 Desember 2018, Balai unggul bertaraf internasional dalam bidang
Besar Litbang TOOT ditetapkan sebagai prioritas spesifik agar terjadi peningkatan
lembaga yang akan dibina oleh Kemenristek relevansi dan produktivitas serta
Dikti untuk menjadi pusat unggulan iptek pendayagunaan iptek dalam sektor produksi
(PUI) pada periode 2019-2021. Kepala untuk menumbuhkan perekonomian
B2P2TOOT bersama 30 lembaga litbang, nasional dan berdampak pada
menandatangani masterplan PUI 2019- peningkatan kesejahteraan masyarakat.
2021. Penetapan ini diumumkan pada acara Lembaga litbang yang menjadi PUI akan
Apresiasi Lembaga Litbang tahun 2018 memperoleh manfaat: (1) Memperoleh
bertempat di gedung Nusantara Convention dana insentif operasional Pengembangan
Hall II, Indonesia Convention Exhibition (ICE) Pusat Unggulan Iptek Kementerian
BSD City, Tangerang Selatan. Dalam acara Riset, Teknologi, dan Pendidikan
tersebut juga diberikan apresiasi terhadap Tinggi setiap tahun selama maksimum 
BPPD berkinerja utama tahun 2018, 3 (tiga) tahun. Diharapkan lembaga litbang
penyerahan sertifikat akreditasi pranata menyediakan dana pendampingan sebesar
Litbang tahun 2019, dan apresiasi lembaga minimum 10% dari total dana insentif
Litbang Industri Inovatif 2018. yang diperole, (2) Kemudahan (prioritas)
mendapatkan program insentif lain yang
Dikutip dari https://pui.ristekdikti.go.id/, ada di Kementerian Riset, Teknologi,
Pengembangan PUI bertujuan untuk dan Pendidikan Tinggi, (3) Mendapatkan
meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pembinaan secara kelembagaan dengan
lembaga litbang menjadi lembaga litbang

36 Warta HortusMed Edisi 2 2018

tujuan meningkatkan kinerja (output) pengembangan di bidang tanaman obat
lembaga litbang dari sisi akademik dan dan jamu. Salah satu upaya mewujudkan
komersialisasi hasil litbang sehingga komitmen tersebut adalah dengan
dapat berkontribusi lebih besar dalam mengembangkan diri menjadi Pusat
pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Unggulan IPTEK dengan harapan dapat
kesejahteraan masyarakat. menjadi lembaga litbang yang unggul,
bermutu, berdaya saing dan menghasilkan
Kegiatan pembinaan PUI diharapkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat
dapat menghasilkan lembaga litbang: secara luas.
unggul, inovatif dan berdaya saing.
Unggul artinya Menghasilkan lembaga Unggulan dari B2P2TOOT adalah
litbang yang unggul dalam kegiatan koleksi tanaman obat dengan spesies
riset. Inovatif artinya Membina lembaga terbanyak di Indonesia, standarisasi
litbang yang mampu menghasilkan hasil proses pascapanen tanaman obat, koleksi
riset yang inovatif sehingga memberikan spesimen herbarium tanaman obat
manfaat bagi masyarakat luas. Berdaya terbesar di Indonesia dan Saintifikasi
saing artinya Menghasilkan lembaga litbang Jamu. Riset dilakukan dari hulu ke hilir
yang mampu bersaing di tingkat nasional bertujuan untuk mendapatkan evidence
maupun internasional. base jamu berbasis etnomedisin, melalui
penelitian berbasis pelayanan (Saintifikasi
B2P2TOOT mengusung PUI Saintiffikasi Jamu). Dari kegiatan Saintifikasi Jamu,
Jamu dengan fokus unggulan jamu B2P2TOOT merupakan sumber perolehan
saintifik untuk penyakit tidak menular. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hasil
Dalam mengemban amanat sebagai UPT inovasi berupa kandidat tanaman obat
rujukan pelaksanaan Saintifikasi Jamu, unggul, formula jamu dan bentuk sediaan
B2P2TOOT senantiasa berkomitmen untuk jamu modern. Inovasi hasil riset didukung
meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya oleh sumber daya yang memadai antara
dalam melaksanakan penelitian dan lain kebun percobaan, laboratorium

Warta HortusMed Edisi 2 2018 37

terpadu (Labdu), laboratorium pascapanen SDM, pemenuhan sarana prasarana yang
dan Klinik Saintifikasi Jamu serta sumber terstandar dan akses informasi yang
daya manusia yang mumpuni. Fasilitas sisi memadai; (2) Menguatnya kapasitas
dan kapabilitas riset; (3) Meningkatnya
hulu adalah kebun tanaman obat seluas produktifitas riset; (4) Menguatnya
18 Ha dengan berbagai ketinggian tempat hilirisasi hasil riset dengan meningkatkan
tumbuh sebagai kebun percobaan, kebun kemampuan diseminasi. Strategi penguatan
koleksi dan kebun produksi. Labdu lembaga ditekankan pada penguatan
dikelola untuk memfasilitasi aktifitas iptek SDM dengan menambah jumlah SDM
dalam penyediaan bahan baku terstandar yang tugas belajar untuk menaikkan
dan formula jamu. Selain itu labdu juga jenjang pendidikannya baik ke universitas
berfungsi sebagai pusat pembelajaran dalam negeri maupun luar negeri serta
iptek untuk pihak akademisi/ilmuwan, memberikan pelatihanpelatihan teknis
pemerintah, dunia usaha, pelajar dan lainnya, penguatan manajemen lembaga
kelompok masyarakat. dengan target memperoleh akreditasi
KNAPPP dan ISO 17025 dan penguatan
Hilirisasi hasil-hasil riset diarahkan untuk sarana prasarana penelitian dengan fokus
mendapatkan bahan baku obat, bentuk- anggaran untuk riset yang memadai.
bentuk sediaan jamu dan tanaman obat Penguatan kapasitas dan kapabilitas riset
terstandar. Semua hasil riset tersebut dilakukan dengan menjalin kolaborasi
berorientasi pada pemanfaatan oleh riset untuk menghasilkan riset yang
masyarakat melalui kerjasama sinergi bermanfaat, bermutu dan berdaya saing.
ABGCM dalam bentuk antara lain penelitian Diseminasi hasil riset didorong dengan
lanjut dengan lembaga penelitian lain, indikator publikasi jurnal ilmiah di jurnal
pendampingan dan pelatihan kepada terakreditasi nasional dan internasional,
kelompok tani atau instansi lain serta komersialisasi paten dan jumlah kebijakan
scaling up oleh industri obat tradisional. (policy option) yang dimanfaatkan oleh
para stakeholder. Produk unggulan yang
Usulan sebagai Pusat Unggulan IPTEK dihasilkan oleh pusat unggulan Saintifikasi
Saintifikasi Jamu, B2P2TOOT diharapkan Jamu adalah jamu saintifik, yaitu jamu
dapat menguatkan kapasitas lembaga, yang telah teruji secara ilmiah yang aman,
menguatkan kapabilitas riset lembaga bermutu dan bermanfaat khususnya untuk
dan produktivitasnya sesuai fokus unggulan penyakit tidak menular.
dan meningkatkan diseminasi hasil
riset yang kemanfaatannya dirasakan
oleh pengguna teknologi (masyarakat,
industri obat tradisional/farmasi dan
pemerintah). Sasaran yang ingin dicapai
B2P2TOOT sebagai pusat unggulan
adalah (1) Menguatnya kapasitas
lembaga melalui tata kelola organisasi,
peningkatan kapasitas dan kompetensi

38 Warta HortusMed Edisi 2 2018

Seminar Nasional Tumbuhan Obat
Indonesia ke-55

Seminar Tumbuhan Obat Nasional ke-55 merupakan peneliti, dosen, industri jamu/
bertempat di Kota Magelang berlangsung obat herbal serta pemerhati dan pengguna
pada tanggal 17-18 Oktober 2018. Dengan tumbuhan obat. Kajian untuk semnas toi
mengambil tema “Merawat Tumbuhan kali ini difokuskan pada tumbuhan kelembak
Obat Menuai Manfaat” kegiatan ini secara (Rheum officinale) dan tumbuhan nagasari
resmi dibuka oleh Kepala Badan Litbang (Mesua ferrea) dan review pada Tanaman
Kesehatan dr. Siswanto, MHP, DTM yang Pare (Momordica charantia).
mewakili Menteri Kesehatan RI.  Turut hadir
dalam kegiatan ini adalah Wakil Walikota Seminar Nasional ini terselenggara atas
Magelang Dra. Windarti Agustina, Sekjen kerjasama Univeritas Tidar Magelang dan
Kelompok Kerja Nasional Tumbuhan Obat Kelompok Kerja Tanaman Obat dan Obat
Indonesia sekaligus Kepala B2P2TOOT; Tradisional. B2P2TOOT turut berpartisipasi
Akhmad Saikhu, MSc.Ph  serta Plt. Rektor dengan membuka stand pameran yg
Universitas Tidar, Prof. Drs. John Hendri, menyediakan informasi hasil hasil penelitian
M.Si., Ph.D tanaman obat dan obat tradsional, taman
tanaman obat serta free drink jamu.
Narasumber dalam seminar ini adalah
perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM), Gabungan Perusahaan
Jamu, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-
KR (Universitas Gajah Mada), Budayawan,
Sutanto Mendut, Prof. dr. Gemini Alam, MS.,
Apt dan perwakilan dari Dinas Pertanian dan
Ketahanan Pangan, Provinsi Jawa Tengah.
Seminar Tumbuhan Obat Indonesia ke-55
juga merupakan rangkaian kegiatan Hari
Kesehatan Nasional ke 54. Tiga ratus orang
peserta yang terdiri dari pemakalah oral,
poster, peserta umum dan tamu undangan
hadir mengikuti kegiatan ini. Peserta

Warta HortusMed Edisi 2 2018 39

RESEP KITA PECEL JAMU
NUSANTARA

Bahan :

1. Pegagan (Centella asiatica),
Khasiat: tonik otak

2. Wortel (Daucus carota),
Khasiat: menjernihkan mata

3. Adas (Foeniculum vulgare) ,
Khasiat: Mencegah batuk

4. Krokot (Portulaca Olerasia),
Khasiat: membantu pencernaan
dan mencegah Wasir

5. Kecombrang (Nicolaia speciosa),
Khasiat: menghilangkan bau
badan

6. Sambang colok (Aerva
sanguinolenta),
Khasiat: mengurangi nyeri

7. Kecipir (Psopocarpus
tetragonolobus)
Khasiat: memperlambat penuaan
dini

Cara Membuat :

1. Siapkan bahan dan sambel pecel

2. Cuci sampai bersih bahan bahan
tersebut

3. Didihkan air

4. Masukkan bahan-bahan tersebut

5. Rebus bahan bahan tersebut
hingga matang lalu tiriskan

6. Siapkan sambel pecel dan
diencerkan dengan air matang

7. Siapkan piring dan tata bahan
pecel tersebut

8. Siram bumbu pecel sesuai denga
selera

9. Tambahkan pelengkap seperti
tahu, tempe dan telur

10. Pecel Jamu Nusantara siap untuk
disajikan

40 Warta HortusMed Edisi 2 2018

SURAT PEMBACA SURAT PEMBACA
WARTA HORTUSMED

?? Azizah ?? Mahira

Assalamu’alaikum wr wb. Saya mahasiswi Mohon info apakah B2P2TOOT menerima

farmasi UGM. Apakah di B2P2TOOT jasa lab dari luar untuk pengujian kandungan

Tawangmangu tersedia tanaman daun senyawa dalam tanaman obat? Kebetulan

ungu untuk dijadikan bahan penelitian? saya memerlukan uji kandungan senyawa

Bagian yang hendak digunakan yakni untuk bahan jamu saya. Terima kasih
Untuk pelayanan pengujian kandungan
daunnya dalam bentuk segar. Terimakasih senyawa hanya dapat kami fasilitasi
untuk beberapa tanaman, untuk info
sebelumnya. tanaman yang dapat kami fasilitasi
Sebagai informasi, sesuai dengan silahkan menghubungi nomor berikut
layanan PNBP kami untuk daun ungu +62 821-3599-3564(WA only).
hanya tersedia dalam bentuk simplisia Terima kasih
(bahan kering). Terima kasih

?? Imam ?? Wahyu

Selamat Pagi Bapak/Ibu. Saya Nur Yth B2P2TOOT Apakah Rumah Riset
Jamu Hortus Medicus bersedia melayani
Hikmah dari Universitas Muhammadiyah pasien tanpa pasien dibawa serta (karena
kondisi pasien lemah). Salah satu keluarga
Yogyakarta. Saya mau bertanya apakah membawa hasil pemeriksaan patologi
anantomi dan hasil lab PSA saja. Apakah
Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan bisa diterima ya? Terimakasih

Obat Tradisional menerima mahasiswa Bisa dengan syarat :
• membawa rujukan dokter untuk
untuk magang? jika menerima, Lalu apa
diagnosis sebelumnya
saja persyaratannya dan kuota kebutuhan • hasil lab/pa 3 bulan terakhir
• riwayat obat/terapi yang sudah
mahasiswa magang? Terimakasih.
dijalani
B2P2TOOT menerima magang/PKL. • ktp/bukti diri pasien
Untuk info jadwal dan pendaftaran
magang/PKL dapat diakses di laman
www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id.
Alur pendaftaran sebagai berikut:
Mahasiswa mengunduh borang
pendaftaran kemudian diisi dan
diemail ke yanlit.b2p2to2t@gmail.
com dilengkapi dengan transkip nilai
dan proposal.

Warta HortusMed Edisi 2 2018 41

TTS/KUIS QUIZ Warta HORTUSmed

Nama Latin

1. Tumbuhan obat apakah yang dipilih sebagai tema Seminar
Nasional Tumbuhan Obat Indonesia ke 56 oleh Fakultas Farmasi,
Universitas Andalas Padang?

2. Buku apakah yang dipergunakan sebagai petunjuk bagi dokter
dan apoteker yang telah mengikuti pelatihan Saintifikasi Jamu
di B2P2TOOT?

3. Sebutkan 5 judul buku (buku berjilid hanya dihitung 1 judul) yang
telah diterbitkan oleh B2P2TOOT Tawangmangu?

4. Tumbuhan obat ini banyak tumbuh di lingkungan keraton dan
menjadi kegemaran puteri keraton lantaran memiliki nilai filosofi
sebagai perlambang kesatuan dan keutuhan mental dan fisik
serta mempunyai berbagai khasiat di bidang kecantikan.

5. Pada tanggal berapakah Rumah Riset Jamu diresmikan oleh Ibu
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi?

Format jawaban:

Quiz Warta Hortusmed Jilid 2

Nama :

No. HP :

Alamat lengkap :

Jawaban : 1.

2.

3.

4.

5.

Jawaban dapat dikirimkan melalui email: [email protected].

Dapatkan souvenir menarik dari kami bagi 3 pengirim jawaban yang

paling cepat dan tepat! Quiz ini tidak diperuntukkan bagi seluruh Pegawai

B2P2TOOT Tawangmangu.

42 Warta HortusMed Edisi 2 2018

Karya Juara Lomba Mewarnai Tingkat TK
Se-Kabupaten Karanganyar Dalam Rangka

TOJA EXPO 2018

Karya HAMMAM
JUARA 1 Lomba Mewarnai

Warta HortusMed Edisi 2 2018 43

Karya RAIHAN
JUARA 2 Lomba Mewarnai

44 Warta HortusMed Edisi 2 2018

Karya NADIN
JUARA 3 Lomba Mewarnai

Warta HortusMed Edisi 2 2018 45

Karya KINARA
JUARA HARAPAN 1 Lomba Mewarnai

46 Warta HortusMed Edisi 2 2018

Karya HILGA
JUARA HARAPAN 2 Lomba Mewarnai

Warta HortusMed Edisi 2 2018 47

Karya ANASTASYA
JUARA HARAPAN 3 Lomba Mewarnai

48 Warta HortusMed Edisi 2 2018


Click to View FlipBook Version