MODUL AJAR 1. INFORMASI UMUM A. Identitas Umum Nama Penyusun Arif Hidayatullah, S.Pd Kelas/ Semester X TKRO/ 1 (Ganjil) Nama Sekolah SMK Negeri 1 Cangkringan Alokasi Waktu 12 x 45 menit (2 pertemuan) Tahun Pelajaran 2021/2022 Program Keahlian Teknik Otomotif Jenjang Sekolah SMK Mapel Dasar-Dasar Otomotif Fase/ Elemen E/ Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industri Deskripsi/ Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedur prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). B. Kompetensi Awal Peserta didik peserta didik mampu memahami teknik dasar bidang otomotifmelalui pengenalan dan praktik singkat penggunaan alat ukur, pemeliharaan, perbaikan, pembentukan body kendaraan, perakitan, serta pengenalan alat berat, dump-truck, dan sejenisnya. C. Profil Pelajar Pancasila 1. Mandiri 2. Gotong Royong 3. Bernalar Kritis 4. Kreatif D. Sarana & Prasaran yang Digunakan 1. Daring Sarana : PC/Laptop, Jaringan internet, HP, Aplikasi Prasarana : Buku K3LH dan Buku Penerapan Budaya kerja Industri 2. Luring Sarana : Lcd proyekyor, PC / Laptop, Alat-alat Keselamatan kerja, Unit Kendaraan Prasarana : Buku K3LH dan Buku Penerapan Budaya kerja Industri E. Target Peserta Didik Peserta didik reguler/umum F. Model Pembelajaran yang Digunakan Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan Daring/ Luring, Model Problem Based Learning (PBL) dengan metode demonstrasi, diskusi, penugasan, dan presentasi. 2. KOMPONEN INTI A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu secara mandiri mendemonstrasikan prosedur K3LH 2. Siswa mampu menggunakan alat perlindungan diri sesuai kegunaan dibengkel 3. Siswa mampu menentukan bahaya di tempat kerja serta menyiapkan alat penanggulangan bahaya 4. Siswa mampu secara mandiri mendemonstrasikan prosedur dalam keadaan darurat 5. Siswa mampu memperagakan budaya kerja safety talk dan budaya kerja 5R/5S dengan tahapan tahapan yang benar B. Pemahaman Bermakna 1. Penggunaan alat keselamatan kerja dengan Benar Menghasilkan Kinerja yang Optimal 2. Lingkungan Kerja Ringkas, Rapi, Resik, Terawat menjadikan pekerjaan lebih mudah.
C. Pertanyaan Pemantik 1. Mengapa bisa terjadi kecelakaan kerja saat dibengkel ? 2. Apa Akibatnya jika bengkel kelihatan kotor, kumuh dan mekaniknya berpakaian Lusuh/ Kotor ? Persiapan Pembelajaran 1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok 2. Peserta didik diberi tahu untuk mempersiapkan dan membawa alat dan bahan yang diperlukan D. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke 1 ( 6 X 45 Menit) Pendahuluan (15 menit) 1. Pengkondisian peserta didik lewat Whatsapp. 2. Peserta didik diminta untuk masuk di google meet lewat link yang telah dibagikan guru di Whatsapp. 3. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. 4. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai Pembelajaran 5. Memeriksa kehadiran peserta didik lewat chat di google meet sambil menanyakan keadaan siswa. 6. Peserta didik bersama dengan guru membahas tentang kesepakatan yang akan diterapkan dalam pembelajaran 7. Peserta didik dan guru berdiskusi melalui pertanyaan pemantik. Kegiatan Inti (230 menit) Langkah Kerja Aktifitas Guru Aktivitas siswa 1. Orientasi peserta didik pada masalah (merumuskan uraian masalah) Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan secara kelompok. Masalah yang diangkat hendaknya kontekstual. Mekanik bengkel sering mengalami kecelakaan kerja, Penyebabnya apa dan bagaimana solusinya? Kelompok mengamati dan memahami masalah yang disampaikan guru 2. Mengorganisasi dan membimbing penyelidikan peserta didik (menetapkan dan mengembang kan masalah) Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing-masing. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data/bahanbahan/alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah dengan menguraikan permasalahan. 3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok Guru memantau keterlibatan peserta didik dalam pengumpulan data/ bahan selama proses penyelidikan. Peserta didik melakukan penyelidikan (mencari data/referensi/sumber) untuk bahan diskusi kelompok 4. Mengembang kan dan menyajikan hasil karya Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sehingga karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan Kelompok melakukan diskusi untuk menghasil-kan solusi pemecahan masalah dan hasilnya dipresentasikan/disajikan dalam bentuk karya. 5. Menganalisa dan Guru membimbing presentasi dan Setiap kelompok melakukan
mengevaluasi proses pemecahan masalah mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi presentasi, kelompok yang lain memberikan apresiasi. Kegiatan dilanjutkan dengan merangkum/ membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari kelompok lain Penutup (15 menit) 1. Guru dan peserta didik merangkum pembelajaran 2. Peserta didik mengerjakan soal individu sebagai bahan evaluasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran 3. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik dalam menguasai materi yang telah dipelajari. 4. Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya. 5. Pelajaran ditutup dengandoa bersama Pertemuan ke 2 ( 6 X 45 Menit) Pendahuluan (15 menit) 1. Pengkondisian peserta didik lewat Whatsapp. 2. Peserta didik diminta untuk masuk di google meet lewat link yang telah dibagikan guru di Whatsapp. 3. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. 4. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai Pembelajaran 5. Memeriksa kehadiran peserta didik lewat chat di google meet sambil menanyakan keadaan siswa. 6. Peserta didik bersama dengan guru membahas tentang kesepakatan yang akan diterapkan dalam pembelajaran Peserta didik dan guru berdiskusi melalui pertanyaan pemantik. Kegiatan Inti (240 menit) Langkah Kerja Aktifitas Guru Aktivitas siswa 1. Orientasi peserta didik pada masalah (merumuskan uraian masalah) Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan secara kelompok. Masalah yang diangkat hendaknya kontekstual. Pada saat pembukaan bengkel kondisi bengkel bersih dan rapi, akan tetapi saat proses kerja kondisi bengkel tidak teratur, berantakan dan kotor bagaimana cara mengatasi masalah tersebut ? Kelompok mengamati dan memahami masalah yang disampaikan guru 2. Mengorganisasi dan membimbing penyelidikan peserta didik (menetapkan dan mengembang kan masalah) Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing-masing. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data/bahanbahan/alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. 4. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok Guru memantau keterlibatan peserta didik dalam pengumpulan data/ bahan selama proses penyelidikan. Peserta didik melakukan penyelidikan (mencari data/referensi/sumber) untuk bahan diskusi kelompok 4. Mengembang kan dan menyajikan hasil karya Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sehingga karya setiap Kelompok melakukan diskusi untuk menghasil-kan solusi pemecahan masalah dan hasilnya
kelompok siap untuk dipresentasikan dipresentasikan/disajikan dalam bentuk karya. 5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membimbing presentasi dan mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi Setiap kelompok melakukan presentasi, kelompok yang lain memberikan apresiasi. Kegiatan dilanjutkan dengan merangkum/ membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari kelompok lain Penutup (15 menit) 1. Guru dan peserta didik merangkum pembelajaran 2. Peserta didik mengerjakan soal individu sebagai bahan evaluasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran 3. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik dalam menguasai materi yang telah dipelajari. 4. Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya. 5. Pelajaran ditutup dengandoa bersama Asesmen 1. Asesmen Diagnostik non kognitif : menggunakan instrumen berupa kuesioner Diagnostik kognitif : menggunakan instrumen untuk mengetahui kemampuan awal Formatif : menggunakan instrumen untuk mengetahui kemampuan peserta didik saat pembelajaran berlangsung Sumatif : menggunakan instrumen untuk mengetahui kemampuan akhir Observasi : untuk menilai karakter kreatif, mandiri dan bernalar kritis a. Asesmen Diagnostik non Kognitif Informasi apa saja yang ingin digali? Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi siswa Bagaimana perasaanmu mau belajar Dasar Dasar Otomotif hari ini? Aktivitas siswa selama belajar di rumah Apa aktivitasmu selain belajar Dasar Dasar otomotif ? Kondisi keluarga siswa dan pergaulan siswa Sering belajar Dasar Dasar otomotif sama siapa? Gaya belajar, karakter, serta minat siswa Sudah siap belajar Dasar Dasar Otomotif hari ini? Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? Alat bantu apa yang dibutuhkan? Memberikan pertanyaan dalam google form untuk kemudian diisi oleh peserta didik dan dianalisis untuk menentukan kesiapan peserta didik - Untuk peserta didik yang sudah siap: beri apresiasi agar kesiapannya lebih mantab - Untuk peserta didik yang belum siap: beri semangat dan dorongan agar muncul semangat dan siap belajar Google form Internet HP Pelaksanaan 1. Berikan penguatan dan/atau pertanyaan lanjutan saat peserta didik menjawab pertanyaan
2. Arahkan dan langsung menjawab jika peserta didik balik bertanya 3. Beri waktu peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Jika merasa kesulitan memahami pertanyaan, sederhanakan pertanyaan dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami. Tindak lanjut 1. Jika peserta didik menyampaikan masalah, ajak berdiskusi untuk menentukan penyelesaiannya atau paling tidak mengurangi bebannya 2. Jika diperlukan komunikasikan permasalahan tersebut dengan orang tua 3. Lakukan asesmen diagnostik non kognitif secara berkala sesuai kebutuhan Diagnosis Kognitif Apa saja yang kamu ketahui tentang alat alat APD dalam Bengkel ? b. Asesmen Formatif Informasi apa saja yang ingin digali? Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan IdentifikasiAlat alat kesematan kerja Menganalisis alat alat kesematan kerja yang standar Faktor penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja Mengevaluasi Data tentang penyebab terjadinya kecelakaan di kerja dibengkel Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? Alat bantu apa yang dibutuhkan? Membuat perangkat asesmen Menggandakan perangkat asesmen Menyiapkan lembar jawaban Membagikan lembar asesmen dan lembar jawaban Meminta siswa mengerjakan asesmen Memeriksa hasil asesmen Melakaukan penilaian Menganalisis hasil penialan Menindaklanjuti hasil penilaian Kertas HVS A4 Tinta Printer Komputer Waktu Asesmen Di Akhir Pembelajaran Durasi Asesmen 30 Menit Identifikasi materi yang akan diujikan Pertanyaan Kemung-kinan Jawaban Skor (Kategori) Rencana Tindak Lanjut IdentifikasiAlat alat kesematan kerja Identifikasikan ciri ciri alat Keselamatn Kerja yang standar ? APD : Topi standar ISN Baju Kerja Sepatu standar ISN Kaos tangan semi finil warna gelap Keselamatan Benda Kerja : Cover sheet B = 2 S = 0 Bila peserta didik menjawab salah, maka perlu diberikan pendampingan untuk memahami materi
Lingkungan : Alat kebersihan APAR Kesehatan : Kotak P3K Bagaimana cara pemeriksaan APAR ? Kebocoran Masa kadaluawarsa B = 2 S = 0 Bagaimana langkah Penggunaan Apar pada saat terjadi kebakaran ? Cek Kondisi APAR Lepas pengunci Tuas APAR Arahkan selang APAR ke API Pasang kembali Pin Pengunci Mengisi data penggunaan APAR B = 0 S = 2 c. Asesmen Sumatif Waktu Asesmen 2 Jam Pelajaran Durasi Asesmen 30 Menit Identifikasi materi yang akan diujikan Pertanyaan Kemungkinan Jawaban Skor (Kategori) Rencana Tindak Lanjut Faktor penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja Faktor Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kerusakan ? SDM Peralatan kerja Budaya kerja Bengkel Managemen Bengkel 4 Bila peserta didik menjawab salah, maka perlu diberikan pendampingan untuk memahami materi Hanya menyebutkan 3 Faktor 3 Hanya menyebutkan 2 Faktor 2 Fanya menyebutkan 1 Faktor 1 Pengayaan & Remidial Siswa melakukan • Pengayaan untuk peserta didik dengan capaian tinggi. • Remedial untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan dalam memahami materi atau pembelajaran mengulang Refleksi Peserta Didik & Guru
Sleman, 12 Juli 2022 Kepala Sekolah, Guru Pengampu Dra.Nurlatifah Hidayati, M.Hum Arif Hidayatullah, S.Pd NIP 19690513 199303 2 007 NIP 19740717 200604 1 007 1. Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran? 2. Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran? 3. Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada kegiatan pembelajaran? 4. Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik? 5. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran ini? 6. Apakah seluruh siswa dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran? 7. Apa strategi agar seluruh siswa dapat menuntaskan kompetensi?
LAMPIRAN A. Lembar Kerja Peserta Didik DASAR-DASAR OTOMOTIF NAMA KELOMPOK : 1. 2. 3. 4. Memahami prinsip - prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PARAF & NILAI: Start: KELAS Finish: Keselamatan dan kesehatan kerja I. TUJUAN PENGAJARAN a. Siswa dapat memahami jenis-jenis alat perlindungan diri b. Siswa dapat menjelaskan fungsi dari alat perlindugan diri II. PETUNJUK PENGERJAAN a. Kerjakan setiap tugas dengan hati-hati dan teliti III. KESELAMATAN KERJA a. Gunakan pakaian dan perlengkapan keselamatan kerja dengan baik b. Lakukan persiapan tempat kerja dan peralatan dengan baik c. Lakukan penggunaan peralatan sesuai dengan fungsinya d. Tempatkan komponen-kompnen pada tempat yang aman IV. ALAT DAN BAHAN a. Alat Nama Alat Spesifikasi Jumlah 1. Peralatan tulis Buku jurnal, alat tulis dll 1 set b. Bahan Nama Bahan Jenis Bahan Spesifikasi Jumlah 1. V. LANGKAH KERJA a. Persiapkan peralatan tulis dengan lengkap b. Lakukan pegamatan dan mengidentifikasi alat–alat perlindugan diri c. Tuliskan dengan rapi hasil pegamatan pada lembar job sheet
Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1. Sebutkan alat-alat pelindung diri yang ada pada gambar disamping a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. 2. Jelaskan fungsi alat pelindung diri pada gambar diatas ! ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ……………………..………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ……………………
………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… …………………… 3. jelaskan faktor-faktor kecelakaan kerja ! ………………………………………………………………………………………………… …………………………..…………………………………………………………………… ………………………………………………………..……………………………………… ……………………………………………………………………………………..………… ………………………………………………………………………………………………… ………………..……………………………………………………………………………… ……………………………………………..……………… 4. Sebutkan dan jelaskan pencegahan kecelakan kerja! ………………………………………………………………………………………………… …………………………..…………………………………………………………………… ………………………………………………………..……………………………………… ……………………………………………………………………………………..………… ………………………………………………………………………………………………… ………………..……………………………………………………………………………… ……………………………………………..………………
VI. LEMBAR PENILAIAN No. ASPEK PENILAIAN NILAI KETERANGAN MAKSIMUM PEROLEHAN 1. alat-alat pelindung diri 25 2. Menjelaskan fungsi alat pelindung diri 25 3. Menjelaskan faktor-faktor kecelakaan kerja 25 4. pencegahan kecelakan kerja 25 Total nilai 100 Sleman, ....................... 2021 Guru/Pengajar Arif Hidayatullah, S.Pd
Lembar Observasi (diisi guru) No. Aktivitas Hasil Observasi 1. Siswa menggunakan APD 2. Siswa melakukan pendataan alat, bahan alat, pekerja (siswa) 3. Siswa bekerja secara berkelompok • Mandiri • Gotong royong • Benalar kritis 4. Siswa menyiapkan alat dan bahan 5. Siswa melakukan pengamatan, mencatat hasil pengamatan, mengumpulkan data, menganalisis data, mengevaluasi data, membuat laporan 6. Siswa melakukan diskusi dan presentasi B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik Bahan Bacaan Guru : 1 Buku New Step 1 Toyota 2 Buku Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif 3 https://www.sekolahkami.com/2019/04/-k3-dalam-bidang-otomotif.html Bahan Bacaan Siswa: 1. Buku New Step 1 Toyota 2. https://www.sekolahkami.com/2019/04/-k3-dalam-bidang-otomotif.html Ringkasan Materi K3LH (Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup) dan Budaya kerja industri 1. K3LH (Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup) A. Pengertian Setiap melakukan suatu pekerjaan kita harus memperhatikan K3LH agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat fatal. Selain itu kita harus memperhatikan kebersihan yang ada pada lingkungan kerja agar dapat menciptakan suasana yang nyaman dan sehat. Sehat artinya bahwa lingkungan itu telah benar-benar bersih. Nyaman memiliki arti yang menunjukan bahwa tempat itu memang rapi dan indah serta enak untuk dipandang B. Keselamatan Kerja Yaitu usaha untuk sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat untuk mencegah kecelakaan,cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja pada setiap karyawan dan untukmelindungi sumber daya manusia. Faktor-faktor pendukung keselamatan kerja yaitu: 1. Pengaturan jam kerja dengan memperhatikan kondisi fit untuk pekerja 2. Pengaturan jam istirahat yang memadai untuk menjaga kestabilan untuk bekerja 3. Pengaturan Penggunaan peralatan kantor yang menjamin kesehatan kerja pekerja 4. Pengaturan Sikap tubuh dan anggota badan yang efektif yang tidak menimbulkan gangguan ketika
bekerja 5. Penyediaan sarana untuk melindungi keselamatan kerja pekerja 6. Kedisiplinan pekerja untuk mentaati ketentuan penggunaan peralatan kerja dan perlindungan keselamatan kerja yang telah disediakan dan diatur dengan SOP (Standard Operating Prosedur) yang telah ditetapkan C. Kesehatan Kerja Yaitu Suatu kondisi yang optimal/ maksimal dengan menunjukkan keadaan yang fit untuk mendukung terlaksananya kegiatan kerja dalam rangka menyelesaikan proses penyelesaian pekerjaan secara efektif. Faktor-faktor pendukung kesehatan kerja yaitu: 1. Pola makan yang sehat dan bergizi 2. Pola pengaturan jam kerja yang tidak menganggu kesehatan pekerja 3. Pola pengaturan istirahat yang cukup pada pekerja/ profesiona 4. Pola pengaturan tata cara sikap bekerja secara ergonomi 5. Pola pengaturan lingkungan yang harmonis yang tidak mengganggu kejiwaan 6. Pola pengaturan tata ruang kerja sehat 7. Pola pengaturan tata warna dinding dan perabotan yang tidak ganggu kesehatan 8. Pola pengaturan penerangan ruang kerja yang memadai 9. Pola perlindungan atas penggunaan peralatan yang menimbulkan gangguan kesehatan D. Dasar Hukum K3 Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Yang diatur oleh UndangUndang ini adalah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. E. Tujuan K3 1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan produktivitas nasional 2. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja tersebut 3. Memeliharan sumber produksi agar dapat digunakan secara aman dan efisien F. Kebijakan dan Prosedur K3 a) Unsur manusia : Merupakan upaya preventif agar tidak terjadi kecelakaan atau paling tidak untuk menekan timbulnya kecelakaan menjadi seminimal mungkin (mengurangi terjadinya kecelakaan). Mencegah atau paling tidak mengurangi timbulnya cidera, penyakit, cacat bahkan kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Menyediakan tempat kerja dan fasilitas kerja yang aman, nyaman dan terjamin sehingga etos kerja tinggi, produktifitas kerja meningkat. Penerapan metode kerja dan metode keselamatan kerja yang baik sehingga para pekerja dapat bekerja secara efektif dan efisien. Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. b) Unsur pekerjaan : Mengamankan tempat kerja, peralatan kerja, material (bahan-bahan), konstruksi, instalasi pekerjaan dan berbagai sumber daya lainnya. Meningkatkan produktifitas pekerjaan dan menjamin kelangsungan produksinya. Terwujudnya tempat kerja yang aman, nyaman dan terjamin kelangsungannya. Terwujudnya pelaksanaan pekerjaan yang tepat waktu dengan hasil yang baik dan memuaskan. c) Unsur perusahaan : Menekan beaya operasional pekerjaan sehingga keuntungan menjadi lebih besar, perusahaan bisa
lebih berkembang dan kesejahteraan karyawan dapat ditingkatkan. Mewujudkan kepuasan pelanggan (pemberi kerja) sehingga kesempatan perusahaan untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan lebih banyak. Terwujudnya perusahaan yang sehat Kecelakaan Kejadian yang tidak terduga (tidak ada unsur kesengajaan) dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya. Penyebab Kecelakaan a) Faktor Internal 1. Kecenderungan seseorang untuk mendapatkan kecelakaan, apabila sedang melaksanakan pekerjaan tertentu. 2. Kemampuan dan kecakapan seseorang yang terbatas dan tidak berimbang dengan pekerjaan yang ditangani. 3. Sikap dan perilaku yang tidak baik dalam melaksanakan pekerjaan misalnya merokok di tempat yang membahayakan, bekerja sambil bercanda, tidak mematuhi peraturan keselamatan kerja dsb. b) Faktor External 1. Pendelegasian dan pembagian tugas kepada para pekerja yang tidak proporsional dan kurang jelas. 2. Jenis pekerjaan yang ditangani mempunyai resiko kecelakaan cukup tinggi (rentan). 3. Prasarana dan sarana kerja yang tidak memadai. 4. Upah dan kesejahteraan karyawan yang rendah. 5. Timbulnya gejolak sosial, ekonomi dan politik yang mengakibatkan munculnya keresahan pada para pekerja. 6. Lingkungan dan peralatan kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan kerja, misalnya lantai berair dan licin, ruangan kerja berdebu, ruangan kerja bersuhu tinggi, mesin-mesin yang tidak dilindungi, kondisi hujan, peralatan kerja rusak dsb. Akibat Kecelakaan 5K ,yaitu : 1. Kerusakan 2. Kekacauan Organisasi 3. Keluhan dan Kesedihan 4. Kelaianan dan Cacat 5. Kematian Klasifikasi Kecelakaan a) Menurut jenis kecelakaan ( Terjatuh) – Tertimpa benda jatuh – Tertumbuk atau terkena benda – Terjepit oleh benda – Pengaruh suhu tinggi – Terkena sengatan arus listrik – Tersambar petir b) Menurut sumber kecelakaan a. Dari mesin b. Alat angkut dan alat angkat c. Bahan/zat erbahaya dan radiasi d. Lingkungan kerja c) Menurut Sifat Luka atau Kelainan Patah tulang, memar, gegar otak, luka bakar, keracunan mendadak, akibat cuaca
Keadaan yang tergolong Berbahaya: 1. Peralatan kerja yang rusak dan tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. 2. Mesin-mesin yang tidak terlindungi dengan baik. 3. Tempat kerja yang membahayakan (berdebu, licin, becek, berminyak, panas, berbau menyengat, terlalu dingin dsb). 4. Konstruksi atau instalasi pekerjaan yang tidak memenuhi syarat. Perbuatan yang Berbahaya : 1. Bekerja sembarangan tanpa mengindahkan ketentuan dan peraturan keselamatan kerja. 2. Bekerja tanpa menggunakan baju atau menggunakan baju yang kedodoran. 3. Bekerja sambil bersendau gurau, merokok 4. Membuka dengan sengaja perlengkapan pelindung mesin dan instalasi pekerjaan yang membahayakan. Pencegahan Kecelakaan: 1. Mempersiapkan pekerja untuk dapat bekerja dengan aman dengan cara : a. Memberikan penjelasan dan contoh bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan. b. Memberikan penjelasan dan contoh bagaimana suatu pekerjaan harus dikerjakan dengan aman. c. Menjelaskan peralatan kerja dan alat-alat keselamatan kerja yang dipakai, termasuk cara penggunaannya. d. Menjelaskan tentang tempat dan jenis pekerjaan yang mempunyai tingkat bahaya tinggi dan menjelaskan upaya penanganan serta pencegahannya agar tidak timbul kecelakaan. e. Memberikan buku pedoman keselamatan kerja. f. Memasang poster, slogan, spanduk dll di tempat tertentu dan di tempat kerja. g. Memberikan pendidikan dan pelatihan keselamatan kerja. Penaggulangan kecelakaan akibat kebakaran 1. Jangan membuang puntung rokok ke tempat yang mudah terbakar 2. Hindari sumber-sumber menyala di tempat terbuka 3. Hindari peralatan yang mudah meledak Perlengkapan pemadam kebakaran Terdiri dari 2 macam yaitu: 1. Alat pemadam yang dipasang di tempat. Contohnya yaitu air otomatis,pipa air,pompa air dan selang untuk aliran listrik. 2. Alat pemadam yang dapat di bawa yaitu alat pemadam kebakaran dan bahan kering CO2 atau busa. Kebakaran akibat instalasi listrik dan petir: 1. Buat instalasi listrik sesuai dengan aturan 2. Gunakan sekring/MCB sesuai ukuran 3. Gunakan kabel standart yang baik 4. Hindari percabangan antar rumah 5. Ganti kabel dan instalasi yang telah usang Kecelakaan terhadap zat berbahaya a) Bahan eksplosif yaitu bahan yang mudah meledak. Contoh: garam logam yg dapat meledak krn oksidasi diri, tanpa pengaruh tertentu dari luar. b) Bahan-bahan yang mengoksidasi yaitu bahan ini kaya O2, sehingga resiko kebakaran sangat tinggi c) Bahan-bahan yg mudah terbakar yaitu tingkat bahaya bahan-bahan ini ditentukan oleh titik bakarnya, makin rendah titik bakarnya,makin berbahaya. d) Bahan beracun e) Bahan korosif meliputi asan alkali, atau bahan lain yg menyebabkan kebakaran pd kulit yang tersentuh f) Bahan radioaktif yaitu meliputi isotop radioaktif dan semua persenyawaan yg mengandung bahan radioaktif.
Budaya kerja industri A. Pengertian Budaya Kerja Industri Budaya Kerja adalah falsafah yang didasari pada pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok yang tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja (Gering Supriyadi dan Tri Guno). Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku sumber daya manusia agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Pembentukan budaya kerja memerlukan proses yang panjang, Dimulai dari karakter kerja individu yang baik yang menjadi kebiasaan dan akhirnya membentuk karakter kerja secara kolektif yang disebut budaya kerja. Budaya kerja di dunia terdapat faktor – faktor yang dapat mempengaruhi manajemen SDM Global, yakni politik, ekonomi, budaya, dan hokum. Didalam faktor – faktor yang mempengaruhi manajemen SDM Global salah satunya adalah budaya. budaya suatu organisasi yang mensosialisasikan orang Robbins (2003 : 312 dalam Septiadi dan Zunaidah, 2014 : 76). Jadi budaya adalah suatu faktor yang dapat mempengaruhi manajemen SDM, yang dapat menjadi masalah apabila keadaannya terhalang pada suatu hal tertentu. Untuk itu manajemen SDM harus memperhatikan faktor terkait khususnya budaya, karena apabila kebiasaan terus dibiarkan akan merusak budaya yang ada pada suatu perusahaan khususnya pada manajemen perusahaan atau organisasi (Septiadi dan Zunaidah, 2014 : 76). Suatu budaya yang kuat akan mendesak lebih banyak pengaruh serta mendukung atau mempengaruhi kinerja dan kepuasan karyawan dengan dampak yang lebih besar pada budaya yang lebih kuat Robbins (2003 : 308 dalam Septiadi dan Zunaidah,2014 : 76). Banyak karyawan yang kurang memperhatikan standar operasional kerja, sehingga tercipat sebuah budaya kerja yang menurunkan produktivitas kerja. Budaya kerja yang diterapkan oleh karyawan dapat menjadikan suatu kebiasaan yang sulit dirubah, sehingga memerlukan waktu untuk mengubahnya kembali. B. Produktivitas Kerja Produktivitas kerja adalah perbandingan kegiatan antara efektivitas keluaran dengan efektivitas masukan, artinya sebagai sikap mental yang diperlukan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam setiap pekerjaannya Muchdarsyah (2010 : 102 dalam Septiadi dan Zunaidah, 2014 : 79 Produktivitas kerja mencakup sikap mental patriotic yang memandang hari depan secara optimis dengan berakar pada keyakinan diri bahwa kehidupan hari ini adalah lebih baik dari hari kemarin dan hari esok adalah lebih baik adri hari ini. (Sinungan,2008 : 2) C. Nilai – nilai dan Budaya Kerja Nilai dan budaya kerja merupakan bagian dari revolusi mental untuk mewujudkan manusia yang berintregitas. Mau bekerja keras dan semangat bergotong – royong. Terdapat lima nilai – nilai dan budaya kerja yang ditetapkan sebagai acuan para karyawan untuk dipahami dan diamalkan dalam bekerja, bersikap dan berkontribusi dalam pengembangan industri. 1. Intregitas Jack Weich, dalam bukunya yang berjudul “Winning” mengatakan, “intregitas adalah sepatah kata yang kabur (tidak jelas). Orang – orang yang memiliki intregitas mengatakan kebenaran, dan orang – orang itu memegang kata – kata mereka. Mereka bertanggung jawab atas tindakan – tindakan mereka di masa lalu, mengakui kesalahan mereka dan mengoreksinya. Mereka mengetahui hokum yang berlaku dalam Negara mereka, industry mereka dan perushaan mereka, baik yang tersurat maupun yang tersirat dan mentaatinya. Mereka bermain untuk menang secara bersih (benar), seturut peraturan yang berlaku. “berbagai survey dan studi kasus telah mengidentifikasi intregitas atau kejujuran sebagai suatu karakteristik pribadi yang paling dihasrati dalam diri seorang pemimpin. Jack Weich. (2005). Winning. 2. Profesional
David H. Maister (1998 : 56) mengatakan bahwa orang – orang profesional adalah orang – orang yang diandalkan dan dipercaya karena mereka ahli, terampil, punya ilmu pengetahuan, beratnggung jawab, tekun, penuh disiplin, dan serius dalam menjalankan tugas pekerjaannya. Semua itu membuat istilah profesionalisme identic dengan kemampuan, ilmu atau pendidikan dan kemandirian. 3. Produktif Produktif adalah sikap yang berkonsep pada hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. (Bambang Tri Cahyono, 1996 : 283). 4. Kompetitif Kompetitif adalah sebuah kata yang menggambarkan siuasi kerja saat ini. jika dibandingkan dengan era yang terdahulu, lingkungan kerja saat ini jauh lebih kompetitif. Persaingan yang semakin ketat menuntut kita untuk terus memiliki sikap kompetitif. 5. Inovatif Inovatif adalah mencurahkan segala pikiran atau kemampuan diri dalam berfikir untuk menghasilkan sesuatu yang baru bagi diri kita, masyarakat dan lingkungan kerja. D Penerapan Budaya Kerja Industri : Seringkali kita mendapati ketidakteraturan dalam lingkungan dimana kita berada saat ini. Saat melihat ketidakteraturan tersebut, yang kita rasakan adalah ketidaknyamanan. Hal ini tentulah sangat menganggu konsentrasi kita dalam melakukan suatu pekerjaan. Ketika ketidakteraturan tersebut berubah menjadi suatu kebiasaan, maka hal tersebut mempengaruhi budaya kerja kita ke depannya. Solusi untuk masalah ketidakteraturan ini adalah dengan menerapkan Konsep 5R. Konsep 5R berasal dari terjemahan Konsep 5S yang diterapkan oleh negara Jepang pada mulanya. Dalam bahasa Jepang, 5S merupakan singkatan dari 5 kata, yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Adapun dalam bahasa Indonesia, kelima kata tersebut diterjemahkan menjadi 5R yang merupakan singkatan dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Dengan menerapkan konsep 5R, maka akan terbentuk suatu budaya kerja yang dapat dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas kita di dalam bekerja. Konsep 5R 1. RINGKAS (SEIRI)
Ringkas adalah membedakan antara item yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan dan selanjutnya menyingkirkan item yang tidak diperlukan tersebut. Ringkas dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan semua sampah/benda yang tidak diperlukan dari lingkungan kerja. Langkah-langkah penerapan Ringkas, yaitu : • Memisahkan barang/peralatan yang diperlukan dan tidak diperlukan. • Membuang barang yang tidak diperlukan, serta tidak meletakkan barang pada suatu area yang tidak berhubungan dengan pekerjaan di area tersebut. • Tidak meletakkan peralatan tanpa kejelasan, karena suatu saat peralatan tersebut akan dibutuhkan. 2. RAPI (SEITON) Rapi adalah menata item yang diperlukan pada tempat yang memudahkan untuk segera mengambil item tersebut. Rapi berarti menyimpan barang dalam tata letak yang benar mengikuti suatu aturan yang ditetapkan. Langkah-langkah penerapan Rapi, yaitu : • Menandai barang/peralatan yang rusak, ditempatkan terpisah dan segera dicari penggantinya. • Meletakkan barang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. • Memastikan semua barang memiliki tempat khusus dan memastikan semua barang berada di tempat khusus tersebut. • Mendorong semua orang untuk mengembalikan barang pada tempatnya setelah digunakan. 3. RESIK (SEISO) Resik adalah menjaga lingkungan kerja dan seluruh item dalam keadaan baik dan bersih. Resik berarti menjaga agar tempat kerja bersih dan rapi, serta melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi tempat kerja dan barang dalam keadaan baik dan pada tempatnya. Langkah-langkah penerapan Resik, yaitu : • Mencari sumber kotoran dan menentukan apa saja yang hendak dibersihkan. • Membagi tugas untuk bertanggung jawab pada kebersihan area masing-masing tempat. • Memilih peralatan kebersihan yang akan digunakan. • Melakukan pembersihan sesuai dengan daftar cek dan jadwal. • Memeriksa dan mengevaluasi tempat kerja yang telah dibersihkan. 4. RAWAT (SEIKETSU) Rawat adalah membuat suatu standar/kondisi yang mendukung untuk memelihara ketiga komponen 5R, yaitu Ringkas (Seiri), Rapi (Seiton), dan Resik (Seiso). Rawat berarti memelihara lingkungan yang sudah bersih dan rapi sepanjang waktu dengan membuat standar prosedur yang diketahui dan dipahami semua orang. Langkah-langkah penerapan Rawat, yaitu : • Mempertahankan tempat kerja yang ringkas, rapi dan bersih dg melakukan pemantapan (usaha terus-menerus).
• Melakukan metode visual manajemen dengan label atau kode sebagai standar prosedur. 5. RAJIN (SHITSUKE) Rajin adalah membuat 4R sebelumnya menjadi suatu kebiasaan untuk pengembangan yang berkelanjutan. Rajin berarti mempertahankan standar prosedur yang telah ada untuk menjalankan Ringkas, Rapi, Resik, dan rawat secara berkelanjutan. Langkah-langkah penerapan Rajin, yaitu : • Membuat standar persyaratan dan peraturan secara prosedural, misalnya penjadwalan, urutan prosedur yang harus dikomunikasikan dan diajarkan pada setiap karyawan untuk memahami standar prosedur tersebut. • Menerapkan disiplin yang tinggi atas standar prosedur tersebut, sehingga menjadi kebiasaan atau sikap kerja seluruh karyawan. • Membuat suasana yang kondusif sehingga setiap orang saling menghormati satu sama lain. C. Glosarium HAZARD (POTENSI/SUMBER BAHAYA: sumber bahaya potensial yang dapat menyebabkan kerusakan (harm). Hazard dapat berupa bahan-bahan kimia, bagian bagian mesin, bentuk energi, metode kerja atau situasi kerja. HARM : kerusakan atau bentuk kerugian berupa kematian, cidera, sakit fisik atau mental, kerusakan properti, kerugian produksi, kerusakan lingkungan atau kombinasi dari kerugian-kerugian tadi. ACCIDENT : Suatu kejadian yang tidak diinginkan berakibat cedera pada manusia, kerusakan barang, gangguan terhadap pekerjaan dan pencemaran lingkungan. INCIDENT :Suatu kejadian yang tidak diinginkan, bilamana pada saat itu sedikit saja ada perubahan maka dapat mengakibatkan terjadinya accident. Contohnya sebagai berikut; Seseorang sedang duduk di suatu ruangan, setelah itu dia berdiri beberapa saat dengan maksud hendak berjalan ke depan. Saat dia sedang berdiri untuk siap-siap melangkah, tiba-tiba sebuah benda jatuh dari lantai atas tepat sejengkal di depan badannya. Seandainya orang itu lebih cepat saja dia untuk melangkah, tentu dia akan mendapat kecelakaan. DANGER (BAHAYA) : Merupakan tingkat bahaya dari suatu kondisi di mana atau kapan muncul sumber bahaya. Danger adalah lawan dari aman atau selamat.
AMAN / SELAMAT (SAFE CONDITION) : suatu kondisi di mana atau kapan munculnya sumber bahaya telah dapat dikendalikan ke tingkat yang memadai. RISK (RESIKO) : ukuran kemungkinan kerugian yang akan timbul dari sumber bahaya (hazard) tertentu yang terjadi. Untuk menentukan resiko membutuhkan perhitungan antara konsekuensi / dampak yang mungkin timbul dan probabilitas, yang biasanya disebut sebagai Tingkat Resiko (level of risk). PENILAIAN RESIKO : pelaksanaan metode-metode untuk menganalisa tingkat resiko, mempertimbangkan resiko tersebut dalam tingkat bahaya (danger) dan mengevaluasi apakah sumber bahaya itu dapat dikendalikan secara memadai serta mengambil langkah-langkah yang tepat. D. Daftar Pustaka Achdiani, Y. (2013). Keamanan, kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). (Modul). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Ali, M. (1998). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Anizar. (2009). Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri.Yogyakarta: Graha Ilmu. Daryanto. (2007). Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bengkel. Jakarta: Rineka Cipta.
ASESMEN FORMATIF 1 1. Tidak cukup alat-alat, perlengkapan dan barang-barang atau bahan-bahan, sehingga kecelakaan dapat terjadi termasuk faktor….. a. manusia b. pengusaha c. perusahaan d. undang-undang e. lingkungan 2. Kurang atau lemahnya pengetahuan dan keterampilan keahlian termasuk faktor….. a. manusia b. pengusaha c. perusahaan d. undang-undang e. lingkungan 3. Kondisi-kondisi yang tidak standar merupakan tindakan yang akan menyebabkan….. a. ketenangan b. keraguan c. kecelakaan d. kebiasaan e. ketegangan 4. Terburu-buru atau tetesa-gesa dalam melakukan pekerjaan termasuk tindakan tidak aman dari….. a. lingkungan tempat kerja b. pengusaha industri
c. orang yang bersangkutan d. pengawas pekerjaan e. direktur perusahaan 5. Untuk mengetahui adanya kondisi berbahaya yang harus dilakukan pengawasan yang seksama terhadap….. a. pengurus tempat kerja b. direktur tempat kerja c. para pekerja d. Iingkungan kerja e. undang-undang K3 6. Untuk mengendalikan sumber bahaya secara teknis, pada bejana-bejana tekanan tinggi, dipasang alat-alat kontrol berupa..... a. fuse warning b. safety valve c. switch warning d. tube valve e. fuse hight pressure 7. Kenakan pakaian yang tahan terhadap api, tertutup rapat, dan….. a. longgar b. berdasi c. berlubang d. berwarna gelap e. berkancing 8. Suatu usaha untuk menghindarkan tindakan-tindakan yang tidak aman dan pekerja serta mengusahakan lingkungan kerja yang tidak mengandung faktor-faktor yang membahayakan disebut…..
a. pencegahan kecelakaan b. tindakan tidak aman c. tindakan pengamanan d. pencegahan tindakan e. menghindarkan keamanan lingkungan 9. Kecelakaan kerja banyak terjadi di perusahaan industri maupun di tempat umum, sehingga kita perlu….. a. mewaspadai terjadinya kecelakaan b. menjauhi tempat tersebut c. mencari tempat kerja yang aman d. mempelajari tempat tersebut e. mengambil tindakan pada tempat kerja tersebut 10. Untuk menghindarkan tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia dibutuhkan….. a. alat pelindung kepala b. alat pelindung mata c. alat pelindung tangan d. alat pelindung badan e. alat pelindung kaki 11. Pada waktu menempa dan mengelas, lengan baju hendaknya….. a. digulung b. jangan digulung c. terbuat dari bahan wol d. dibuat ketat e. berlubang
12. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan adalah salah satu tindakan tidak aman yang dilakukan oleh….. a. lingkungan b. tempat kerja c. peralatan kerja d. seorang pekerja e. undang-undang K3 13. Pada waktu bekerja sebagai operator, haruslah memenuhi hal berikut, kecuali….. a. memakai pakaian kerja yang rapi b. rambut harus pendek c. memakai dasi d. lepaskan semua cincin e. jangan menyimpan benda tajam dalam saku 14. Berikut ini saran dalam memilih pakaian kerja yang aman, kecuali….. a. pemilihan pakaian b. pemilihan bahan c. pemilihan kain yang mahal d. pemilihan pakaian kerja e. pemilihan sepatu 15. Beberapa titik rawan dalam tubuh yang perlu mendapat perhatian pada saat kerja di bengkel adalah….. a. mata harus terlindung b. rambut panjang c. memakai dasi d. memakai pakaian berlebihan
e. memakai jam 16. Berikut ini yang tidak termasuk cara berpakaian yang benar dalam bekerja adalah….. a. baju lengan pendek b. menggunakan pelindung kepala c. menggunakan kacamata kerja d. menggunakan arloji e. tidak memakai dasi 17. Tukang las pada saat bekerja di bengkel harus menggunakan….. a. helm b. dasi c. sarung d. celana jeans e. kacamata hitam 18. Api kelas B tidak boleh dipadamkan menggunakan air karena..... a. dapat menyebabkan kerusakan pada benda b. dapat membasahi benda c. dapat menyebarkan cairan yang disiram d. dapat menyebabkan api membesar e. dapat membahayakan yang berada disekitarnya 19. Menanggulangi api kelas C dengan cara….. a. menyiram dengan air b. memadamkan dengan kain basah c. semprotkan dengan air
d. menggunakan Apar e. menggunakan BCE 20. Memadamkan api yang berisi cairan yang mudah terbakar seperti cat yang mempunyai panas dan bisa menyala lagi jika terkena oksigen harus dipadámkan menggunakan….. a. pemadam berisi zat cair b. pemadam karbon dioksida c. menggunakan BCF d. pemadam dan busa e. pemadam dan bubuk kering 21. Pada waktu bekerja sebagai operator, haruslah memenuhi hal sebagai berikut, kecuali….. a. memakai pakaian kerja yang rapi b. rambut harus pendek c. memakai dasi d. lepaskan semua cincin e. jangan menyimpan benda tajam dalam saku 22. Masker yang berguna untuk melindungi pernapasan dari serbuk logam, penggerindaan atau serbuk kasar lainnya adalah….. a. masker penyaring debu b. masker berhidung c. masker berselaput d. masker kain e. masker asbes 23. Dalam memilih pakaian kerja yang aman adalah sebagai berikut, kecuali….. a. nyaman untuk dipakai
b. bahan dan katuri c. bahan dan wool d. ukuran pakaian harus longgar e. berkancing 24. Berikut yang tidak termasuk cara berpakaian kerja yang benar adalah..... a. baju lengan pendek b. menggunakan kaca mata kerja c. tidak menggunakan dasi d. menggunakan arloji e. menggunakan pelindung kepala 25. Berikut ini cara mengangkat dan memindahkan barang yang benar, kecuali….. a. mengangkat dengan punggung rata b. mengangkat dengan punggung miring c. mengangkat dengan punggung tertekuk d. mengangkat dengan posisi jongkok e. mengangkat sedekat mungkin dengan benda 26. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengangkat benda atau barang adalah….. a. bentuk benda yang akan diangkat b. kekuatan tubuh c. postur tubuh d. jenis benda e. fungsi benda 27. Dalam mengangkat benda yang cukup berat usahakan posisi punggung lurus dan pergunakan otot…..sebagai tumpuan.
a. tangan b. paha c. perut d. punggung e. leher 28. Dalam mengangkat barang di atas bahu akan mengakibatkan beban bertumpu pada….. a. otot paha b. seluruh badan c. otot pinggang d. otot perut e. otot lengan 29. Untuk para pekerja diperlukan perlengkapan kerja sebagai berikut, kecuali….. a. sepatu b. tas c. topi d. jaket e. rambu-rambu 30. Peralatan kerja yang berfungsi untuk melindungi kepala dan benda yang jatuh sewaktu bekerja adalah….. a. kedok atau pelindung hidung dan mulut b. pelindung telinga c. helm d. topeng e. sepatu las
RUBRIK ASESMEN PRESENTASI HASIL AKTIVITAS PRAKTIK ASPEK Belum Kompeten (0- 6) Cukup Kompeten (6-7) Kompeten (8-9) Sangat Kompeten (10) Proses menJelas kan pengertia n K3 LH Peserta didik tidak terlibat dalam menjelaskan pengertian K3LH Peserta didik terlibat dalam penyusunan menjelaskan pengertian K3LH namun kurang aktif Peserta didik terlibat dalam menjelaskan K3LH tetapi menutup diri untuk diskusi Peserta didik terlibat dalam menjelaskan pengertian K3LH secara aktif dan terbuka untuk diskusi menJelaska n Menyelesaik an cara penerapan keselamatan kerja dalam bengkel Peserta didik tidak mampu mempresentasikan hasil cara penerapan keselamatankerja dalam bengkel Peserta didik mampu mempresentasikan hasil namun dengan sikap yang kurang cara penerapan keselamatankerja dalam bengkel Peserta didik mampu mempresentasi kan hasil cara penerapan keselamatanker ja dalam bengkel dengan sikapyang baik namun tidak mampu berdiskusi Peserta didik mampu mempresentasik an hasil dengan sikap yang baik cara penerapan keselamatankerj a dalam bengkel dan mampu berdiskusi Hasil penyusu na cara penerapa n keselam atan kerja dalam bengkel Peserta didik tidak membuat hasil penyusunan cara penerapan keselamatanker ja dalam bengkel Peserta didik kurang mampu mengidentifikasi permasalahan dan kurang mampu menyusun langkah kerja dalam cara penerapan keselamatankerja dalam bengkel dengan baik Peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan tetapi tidak mampu menyusun langkah kerja cara penerapan keselamatankerja dalam bengkel dengan baik atau sebaliknya Peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan dan menyusun langkah kerja dalam cara merancang usaha pemeliharaan ternak dengan baik
Keterangan : Siswa yang belum kompeten maka harus mengikuti pembelajaran remediasi. Siswa yang cukup kompeten diperbolehkan untuk memperbaiki pekerjaannya sehingga mencapai level kompeten PEMBELAJARAN REMEDIASI Siswa melakukan • Pencarian contoh laporan identifikasi alat alat kesalamata kerja dalam bengkel • Wawancara dengan mekanik/ kepala/ pemilik bengkel tentang alat2 alat kesalamatan kerja pada bengkel