Apresiasi Perkembangan Genre Sastra Indonesia Materi Bab V Kelas Pak Astra
Genre sastra mengacu pada klasifikasi berdasarkan kelompok atau kategori dari karya sastra yang berbeda. Ini dibagi berdasarkan struktur yang mereka miliki serta isinya. A p a i t u g e n r e s a s t r a ? .Referensi pertama, dan juga klasifikasi pertama genre sastra berasal dari Aristoteles. Secara khusus, dalam karyanya La Poética, ia berbicara tentang tiga jenis genre: naratif, liris, dan dramatis.
periode dalam kesusastraan adalah sebuah bagian waktu yang dikuasai oleh suatu sistem norma-norma sastra, standarstandar, dan konvensikonvensi sastra yang kemunculannya, penyebarannya, keberagaman, integrasi dan kelenyapannya dapat dirunut. Apa itu periodisasi sastra? Angkatan, di sisi lain, sering disamakan dengan generasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999: 44), angkatan diartikan sebagai kelompok orang yang lahir sezaman (sepaham dsb). Apakah sama antara angkatan dan Periode?
Kesimpulan Periode lebih menekankan rentang perkembangan sebuah karya sastra pada masa tertentu dari berbagai sudut pandang: pengaruh politik, pengaruh perubahan paradigma sastrawan, perkembangan sastra dsb. Angkatan lebih menekankan pada peran pengarang atau sastrawan dalam mengembankan kesusastraan sebagai tanggapan terhadap angkatan sebelumnya.
Kesustraan Indonesia dibagi ke dalam beberapa priode. Pembagian tersebut dikenal dengan istilah periodisasi sastra. Terdapat berbagai periodisasi yang digagas para ahli sastra. salah satunya adalah Rachmat Djoko Pradopo. Adapun periodisasi yang dipaparkan adalah sebagai berikut. Mari Analisis Genre Sastra Indonesia
Balai Pustaka Dilatarbelakangi pemerintah Hindia Belanda mendirikan sekolah-sekolah seperlunya, untuk menjadikan mereka sebagai pegawai pemerintah Hindia Belanda yang dapat digaji lebih murah daripada mengangkat pegawai dari negeri Belanda atau Eropa lainnya. Makin banyak rakyat ingin membaca, makin banyak buku yang dibutuhkan. Usaha yang dilakukan menghimpun dongeng, menerjemahkan cerita eropa, menerbitkan majalah, dan membuka perpustakaan rakyat. Dampaknya : percepat pertumbuhan kesusastraan, perkembangan bahasa terpelihara, membangkitkan semangat pengarang, hingga sekarang menjadi tempat penerbit buku. Ciri karya estetik, tokoh watak datar, latar menggunakan daeah, dan lain-lain.
KARYA ZAMAN BALAI PUSTAKA Pengarang Balai Pustaka : Nur Sutan Iskandar, Abdul Muis, Marah Rusli, Muhammad Kasim, dan Merari Siregar.
Pujangga Baru dipelopori oleh empat orang tokoh, yaitu Sutan Takdir Alisyahbana, Sanusi Pane, Armyn Pane, dan Amir Hamzah. Pujangga Pujangga Baru dilatarbelakangi Baru semangat persatuan yang hidup dalam msyarakat Indonesia. Semangat ini dipelopori oleh kaum muda yang pada tanggal 28 Oktober 1928 telah mencetuskan Sumpah Pemuda. Sebagai sebuah gerakan baru pada waktu itu, perbedaan karakteristik Pujangga Baru pasti dilatarbelakangi oleh sejarah sebelumnya. Jika dirunut kebelakang, Pujangga Baru dipengaruhi setidak-tidaknya empat negeri, yaitu Belanda, India, Parsi, dan Jawa.
Karakteristik Karya Pujangga Baru? Puisi : dibuat estetik, diksi diwarnai indah, romantik,
Periode Angkatan 45 dimulai tahun 1942, tidak lama sesudah masuknya Jepang ke Indonesia. Periode ini merupakan pengalaman dan saat yang penting dalam sejarah bangsa dan juga sastra Indonesia. Pada masa ini, Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda dan diganti dengan bahasa Melayu. Hal ini memberi dampak pada intesifikasi pada penggunaan bahasa Melayu (Indonesia) dan, tentu saja, mengintensifkan perkembangan kesusastraan Indonesia. Angkatan 45 Penamaan angkatan ini dengan nama Angkatan 45 didasarkan pada peristiwa politik, yaitu kemerdekaan Indonesia. Tokoh 1. Bachtiar Siagian 2. Bakri Siregar 3. Bandaharo Harahap 4. Buyung Saleh 5. Chairil Anwar 6. Dodong Jiwapraja 7. H.B. Jassin 8. Ida Nasution 9. Idrus
KARAKTERISTIK KARYA A.45
CONTOH KARYA: PUISI "AKU" KARYA CHAIRIL ANWAR
Nama Angkatan 66 digunakan pertama kali oleh H.B. Jassin dalam Angkatan 66: Prosa dan Puisi. Dalam buku ini pertama kali ia menyampaikan penolakannya terhadap angkatan 50 dengan mengutip pernyataan Ajip Rosidi dalam Simposium Sastra Pekan Kesenian Mahasiswa di Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1960 Angkatan 66 Karakteristik angkatan 66 meliputi karakteristik dalam isi, faham yang dianut, struktur estetika, dsb. Karakterisasi ini menggunakan istilah Pradopo yaitu struktur estetik dan ekstra estetik. Tokoh 1. Ajip Rosidi, 2. Aris Siswo, Soewardi Idris, dan Lain-lain.
Angkatan Pada angkatan ini, banyak 2000 bermunculan karya sastra yang lebih modern dengan tema puisi dan prosa yang beragam. Sudut pandang orang pertama ("aku") mulai mendominasi karya sastra prosa. Tema-tema yang diusung lebih variatif.
Sekian dan Terima Kasih Semoga Bermanfaat Om Santih, Santih, Santih, Om
Lampir an