The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Tomi Crui, 2020-12-15 08:37:37

BIMBINGAN KONSELING KARIR REMAJA

MAKALAH BKKR

Keywords: BKPI

MAKALAH BIMBINGAN KONSELING KARIR
SEJARAH BIMBINGAN KARIR DAN URGENSI BIMBINGAN

KONSELING KARIR

Disusun Oleh Kelompok 1 :
Rafli Aji Santoso (1911080363)
Resti Firda Fauziyah (1911080172)

Kelas A Semester 3
Dosen : Belardo Farjantoky, M.Pd

BIMBINGAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
2020/2021

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya berupa kenikmatan, kesehatan, keselamatan kepada penulis dalam
menyusun makalah ini dengan judul “Sejarah Bimbingan Karir dan Urgensi Bk
karir”. Dalam menyusun makalah ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada
Bapak Belardo Farjantoky, M. Pd selaku dosen mata kuliah Bimbingan Konseling
Karir yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Apabila makalah ini belum lengkap dan belum sempurna baik isi maupun
sistematika penyajian, penulis mohon maaf dan kepada Allah SWT penulis mohon
ampun. Penulis sangat menghargai kritik dan saran yang bersifat membangun dan
penulis sangat menghargai masukan yang diharapkan untuk kesempurnaan gagasan
yang telah dibuat.

Kalianda, 11 Oktober 2020

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………….1

A. Latar Belakang………………………………………………………....1
B. Rumusan Masalah……………………………………………………..1
C. Tujuan Penulisan………………………………………………………1
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………..2
A. Sejarah Bimbingan Karir di Dunia…………………………………….2
B. Perkembangan Bimbingan Karir di Indonesia………………………...5
C. Urgensi Bimbingan Karir……………………………………………...7
BAB III PENUTUP…………………………………………………………..9
A. Kesimpulan…………………………………………………………....9
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………10

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman dengan munculnya berbagai

teknologi yang canggih, belum lagi dengan adanya berbagai macam pekerjaan
menjadi sebuah tantangan hidup sebuah insan di dunia yang memerlukan
pemahaman dan kesadaran akan adanya hal tersebut. Dengan ini perlu adanya
sebuah pemahaman, pengarahan dan menumbuhkan kesadaran pada masyarakat
atau pun peserta didik yang harus dilakukan oleh seorang guru karena betapa
pentingnya kesadaran akan kemajuan zaman dan berbagai macam kegiatan atau
pekerjaan disekitar lingkungan peserta didik yang nantinya akan memicu pada
sebuah karir yang paling tidak menjadi sebuah cita dari peserta didik.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah Bimbingan Karir di Dunia?
2. Bagaimana Perkembangan Bimbingan Karir di Indonesia?
3. Apa Urgensi adanya Bimbingan Karir?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui Sejarah Bimbingan Karir di Dunia.
2. Mengetahui Perkembangan Bimbingan Karir di Indonesia.
3. Mengetahui dan Memahami Urgensi Adanya Bimbingan Karir.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Bimbingan Karir di Dunia
Kegiatan bimbingan karir bermula dari bimbingan jabatan yang mulai

dipergunakan frank person pada tahun 1908. Beliau membentuk suatu lembaga
yang bertujuan membantu anak-anak muda untuk memperoleh pekerjaan. Pada saat
itu, bimbingan karir dipandang sebagai salah satu cara untuk mendapatkan
pekerjaan, dengan cara mencocokkan ciri-ciri dan faktor individu dengan ciri-ciri
dan faktor pekerjaan yang ada di lingkungannya. Pada awalanya penggunaan
istilah vocational huidance lebih merujuk pada usaha membantu individu dalam
memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan, termasuk didalamnya berupaya
mempersiapkan kemampuan yang diperlukan untuk memasuki suatu pekerjaan.1

Selama ini frank person dikenal sebagai tokoh dalam merintis bimbingan
karir, sejak 1000 tahun sebelum beliau mengemukakan gagasannya itu, sebelumnya
telah ditemukan di basrah bahwa ada tokoh-tokoh islam klasik yang merintis
kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan 3 variabel dalam pengambilan keputusan
karir. Oleh karena itu praktik-praktik cara mencocokkan ciri-ciri individu dengan
ciri pekerjaan telah berlangsung sejak lama, namun kala itu belum disebut sebagai
bimbingan karir.

Konsep bimbingan yang bermula di Amerika serikat ini dilatari oleh
berbagai kondisi objektif pada waktu itu diantaranya:
a. Keadaan ekonomi.
b. Keadaan sosial, seperti urbanisasi.
c. Kondisi ideologis, seperti adanya kegelisahan untuk membentuk kembali dan
menyebarkan pemikiran tentang kemampuan seseorang dalam rangka
meningkatkan kemampuan diri dan statusnya.
d. Perkembangan ilmu, khususnya dalam bidang ilmu psiko-fisik dan psikologi
eksperimental.

1Gibson, Robert L dan Marrianne H. Mitchell, ”Bimbingan dan Konseling”, 2010, hal. 120

Atas desakan kondisi tersebut, maka munculah gerakan vocationl guidance
yang kemudiaan tersebar keseluruh negara, termasuk ke indonesia. Selanjutnya,
perkembangan penggunaan bimbingan karir, seperti pada tahun 1911 dibentuk biro
jabatan dengan editor-editor Frederick J. Alien yang menerbitkan Vocational
Guidance News Letter sebagai jurnal pertama yang kemudian berganti menjadi
Vocational Guidance Magazine, kemudian Occpation Guidance, dan di olah lagi
menjadi Personal and Guidance Journal.2

Pada tahun 1913, fledgling guidance movement yang berarti gerakan
bimbingan anak muda yang berpengalaman dalam bekerja diwadahi dengan
organisasi yang bernama National Vocational Guidance Association dengan
menerbitkan jurnal pertamanya yang dikenal dengan nama Vocational
Guidance. Enam puluh tahun kemudian ciri kegiatan yang sama dengan tersebut
bermunculan dengan dipertegas dengan nama career education and guidance
movement sehingga untuk membedakan dengan gerakan sebelumnya
yaitu vocational guidance.

Pada tahun 1920-an beberapa SMA melihat keberhasilan gerakan
bimbingan yang menggunakan tes standar untuk bidang kerja yang cocok bagi
mereka nantinya. Pada tahun 1925, Harry D. Kitson seorang pionir dalam latihan
konselor vokasional, mula-mula di Indiana University, kemudian berkembang
ke Teachers College dan Columbia University sehingga menerbitkan buku yang
berjudul The Psychology of Vocational Adjustment dimana memandang bimbingan
dan konseling karir itu suatu bidang khusus yang harus diajarkan oleh para
profesional terlatih dan dilakukan juga oleh para profesional terlatih pula. Bahkan
muncul konsep magang sejak dekade 1930-an yang kemudian secara antusias
sekolah mengadopsi sistem tersebut yang menjelaskan konseling itu sangat
dibutuhkan. Pada masa ini istilah konseling belum terlalu dikenal yang sama
labelnya dengan bimbingan yang memberikan bantuan tentang jenjang pendidikan
dan pilihan karir mana yang terbaik buat mereka per individu.

Pada tahun 1931, The Minnesota Employment Stabilization Research
Institute dibawah pimpinan Dolald G. Paterson dan rekan-rekannya dari University

2Gibson, Robert L dan Marrianne H. Mitchell, ”Bimbingan dan Konseling”, 2010, hal. 125-128

of Minnesota meneliti faktor psikologis dalam pekerjaan dan pengangguran yang
berkesimpulan pada prinsipnya teknik layanan bimbingan dan seleksi karyawan
harus lebih baik sehingga membantu menyehatkan dunia usaha dan membina
tenaga kerja agar lebih stabil lagi.

Di akhir 1950-an dan 1960-an, dengan lahirnya national defense Education
Act tahun 1958, penempatan dan tindak lanjut juga menjadi aktivitas yang
signifikan bagi fase bimbingan karier disekolah-sekolah dan lembaga-lembaga
AS. Pada tahun 1951, Donald E. Super meluncurkan The Career Patters
Study yang menjelaskan pembebasan bimbingan dan konseling karir dari konsep
pengambilan keputusan yang statik dan single choiche at a point in time yang
menempatkan studi perilaku karir dalam konteks perkembangan manusia.

Pada masa ini dikenal dengan National Defense Education Act yaitu
September 1958 dimana merupakan satu tonggak penting dalam pendidikan di
Amerika karena monumen kesuksesan gerakan bimbingan demi memaksimalkan
fungsi pendidikan dan proses dalam bimbingan tersebut. Di tahun 1960-an,
terbit Statement of Policy for Secondary School Counselors dari Asosiasi Konselor
Sekolah dimana tidak cukup memahami dinamika anak muda saja tetapi bagaimana
semua generasi dewasa berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan cepat
teknologi dan sistem dunia.

Pada tahun 1964, terbitlah publikasi The National Vocational Guidance
Association yang berjudul Man in a World at Work yang disunting oleh Henry
Borow yang menggambarkan dimulainya membangun kembali bimbingan dan
konseling karir yang telah ketinggalan jauh dari psikologi vokasional sejak tahun
1950-an. Pada tahun 1966, beberapa konselor karir yang berorientasi behavioral
menggemborkan katakan “revolusi dalam konseling”. Tokohnua Krumblotz
mencoba teknik baru dalam pengambilan keputusan karir, termasuk counselor
modelling, goal setting, dan reinforcement.3

Namun di tahun 1971 Departemen Pendidikan AS, lewat komisioner
pendidikan saat itu, Sidney P.Marland Jr., mengalokasikan labih dari $9 juta dana
untuk riset dan proyek pengembangan yang berfokus kepada penetapan model

3Gibson, Robert L dan Marrianne H. Mitchell, ”Bimbingan dan Konseling”, 2010, hal. 129-132

pendidikan karier yang komprehensif. Melalui undang-undang ini, konsep
pendidikan karier sebagai tanggung jawab semua sekolah diresmikan, dan konselor
bukan lagi satu-satunya professional yang mengemban tugas menyediakan
konseling dan bimbingan Karier untuk siswa-siswa disekolah.

Pada tahun 1973, National Commission on The Reform of Secondary
Education menerbitkan laporan yang merekomendasikan pemfungsian konselor
SMP untuk memfokuskan bimbingan kepada arah penempatana pendidikan sesuai
dengan karir terbaik yang bisa atau ingin diraih nantinya. Pada masa ini juga,
muncul instrumen yang bernama Career Maturity Invertory dan kemudian direvisi
pada tahun 1978 sebagai suatu model hierarkis dari kematangan karir yang
didasarkan pada isi dan proses pilihan karir yang sebelumnya.

Ditahun 1990-an, sebuah kecendrungan yang muncul sekali lagi mengakui
konselor sebagai profesional utama menyediakan bimbingan dan konseling karier.
contohya, di tahun 1994 Kongres As mengakui peran konselor menyediakan
bantuan karier dengan diberlakukannya school-to-Work Opportunities
Act. Undang-undang ini menyediakan sebuah kerangka kerja di semua Negara
bagian, dengan konseling karier sebagai prioritas tertingginya. Kecendrungan
tambahan mencakup pula perkembangan dan pengakuan terhadap spesialis
konseling karier dan pembangunan pusat-pusat karier untuk populasi tertentu
seperti mahasiswa, akademi, wanita, kaum minoritas dan para pensiunan. Selain itu,
kita juga mulai melihat perluasan layanan konseling bagi warga miskin dan para
tunawisma, selain juga munculnya spesialis bagi konsultasi manajemen dan
professional. Perubahan yang terus terjadi di dunia kerja akan menuntut kebutuhan
akan konseling karier lebih jauh kedepan di semua lingkup.4

B. Perkembangan Bimbingan Karir di Indonesia
Perkembangan BK di Indonesia tidak sama dengan perkembangan BK di

Amerika. Perkembangan BK di Amerika dimulai dari usaha perorangan dan pihak
swasta, kemudian berangsur angsur menjadi usaha pemerintah. Sementara di

4Gibson, Robert L dan Marrianne H. Mitchell, ”Bimbingan dan Konseling”, 2010, hal. 133-135

Indonesia, perkembangannya dimulai dengan kegiatan di sekolah dan usaha-usaha
pemerintah.

Pada tahun 1960 tepatnya pada tanggal 20 sampai tanggal 24 Agustus, di
adakan konferensi FKIP seluruh di indosneia, dan telah diputuskan bahwa
bimbingan dan penyuluhan dimasukkan dalam kurikulum FKIP, keadaan ini
menunjukkan adanya langkah yang lebih maju, di mana pengupasan masalah
bimbingan dan konseling sebagai suatu ilmu yang di dalamnya di kupas juga
mengenai karir dapat dikupas secara ilmiah.5

Perumusan dan pencantuman resmi di dalam rencana pelajaran SMA ini di
susul dengan berbagai kegiatan pengembangan Layanan BK di Sekolah, seperti
rapat kerja, penataran, dan lokakarya. Puncak dari usaha ini adalah didirikannya
jurusan bimbingan dan Penyuluhan di Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP ( intitut
keguruan dan ilmu pengetahuan) Negeri. Salah satu yang membuka jurusan BP
adalah IKIP Bandung, yaitu pada tahun 1963. IKIP Bandung ini sekarang sudah
berganti nama menjadi Universitas Pendidikan Indonesia. Dengan di adakannya
bermacam-macam latihan jabatan oleh yang berwenang menunjukkan bahwa
masalah bk karir di indonesia pada waktu ini mengalami perkembangan yang pesat,
baik dalam sekolah maupun dalam masyarakat yang luas.

Secara formal BK diprogramkan disekolah sejak diberlakukannya
kurikulum 1975, yang menyatakan bahwa BK merupakan bagian integral dalam
pendidikan di sekolah. Pada tahun 1975 berdiri Ikatan Petugas Bimbingan
Indonesia (IPBI) di Malang. IPBI ini memberikan pengaruh yang sangat berarti
terhadap perluasan program bimbingan di sekolah. Setelah melalui penataan, maka
dalam dekade 80-an bimbingan diupayakan agar lebih mantap. Pemantapan
terutama diusahkan upaya dalam dekade ini lebih mengarah pada profesionalisasi
yang lebih mantap. Beberapa upaya dalam pendidikan yang dilakukan dalam
dekade ini adalah Penyempurnaan Kurikulum, dari Kurikulum 1975 ke Kurikulum
1984. Dalam kurikulum 1984 telah dimasukkan bimbingan karir didalamnya.

Pada tahun 1981 dikukuhkan Kurikulum Inti Program Studi Bimbingan dan
Konseling pada Strata I dan D3. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi sudah

5Gibson, Robert L dan Marrianne H. Mitchell, ”Bimbingan dan Konseling”, 2010, hal. 136-137

membuka biro konsultasi atau pusat bimbingan di kampus unyuk menampung
mahasiswa-mahasiswi yang membutuhkan bantuan psikologis dalam menghadapi
berbagai tantangan hidup dewasa ini.

Di tahun-tahun sebelumnya pelayanan bimbingan terfokus pada beraneka
kesulitan yang dialami oleh siswa selama belajar di SMA, sekarang ini fokus
diarahkan ke masa sesudah pendidikan di SMA selesai, sehingga pelayanan
bimbingan lebih bermakna sebagai penunjang pada persiapan siswa-siswi bagi
masa depannya (studi di perguruan tinggi dan kemudian membangun suatu karir di
masyarakat). Tujuan pergesaran dalam perumusan bimbingan karir, yaitu agar
membantu siswa dalam memahami diri sendiri, dalam memahami lingkungan
hidupnya, dan dalam mengembangkan rencana masa depannya.6

Perkembangan BK di Indonesia menjadi semakin mantap dengan terjadinya
perubahan nama organisasi Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) menjadi
Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) pada tahun 2001.
Pemunculan nama ini dilandasi terutama oleh pemikiran bahwa BK harus tampil
sebagai profesi yang mendapat pengakuan dan kepercayaan publik.

C. Urgensi Bimbingan Konseling Karir
Layanan bimbingan karir sulit dipisahkan dari konsep vocational guidance

yang berubah menjadi career guidance seperti yang dikemukakan oleh National
Vocational Guidance Association (NVGA) pada tahun 1973, yang diartikan sebagai
proses membantu dalam memilih pekerjaan, mempersiapkan, memasuki dan
memperoleh kemajuan di dalamnya.7

Rochman Natawidjaja memberikan pengertian bimbingan karir sebagai
berikut: “Bimbingan karir adalah suatu proses membantu seseorang untuk mengerti
dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja
di luar dirinya, mempertemukan gambaran diri tersebut dengan dunia kerja itu

6Gibson, Robert L dan Marrianne H. Mitchell, ”Bimbingan dan Konseling”, 2010, hal. 138-140

7Manrihu, Mohammad Thayeb. “Pengantar Bimbingan dan Konseling Karier”, 1992, hal. 9

untuk pada akhirnya dapat memilih bidang pekerjaan, memasukinya dan membina
karir dalam bidang tersebut”.

Conny Semiawan memberikan definisi bimbingan karir lebih luas, yaitu
seperti berikut:
“Bimbingan karir (BK) sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan
individu yang harus dilihat sebagai bagian integral dari program pendidikan yang
diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi. Bimbingan karir
terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif dan afektif, maupun
keterampilan seseorang dalam mewujudkan konsep diri yang positif, memahami
proses pengambilan keputusan maupun perolehan pengetahuan dan keterampilan
yang akan membantu dirinya memasuki kehidupan, tata hidup dari kejadian dalam
kehidupan yang terus-menerus berubah; tidak semata-mata terbatas pada
bimbingan jabatan atau bimbingan tugas”.
Mohamad Surya menyatakan bahwa bimbingan karir merupakan salah satu jenis
bimbingan yang berusaha membantu individu dalam memecahkan masalah karir,
untuk memperoleh penyesuaian diri yang sebaik-baiknya antara kemampuan
dengan lingkungan hidupnya, memperoleh keberhasilan dan perwujudan diri dalam
perjalanan hidupnya.8

Dengan mencermati uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan
karir adalah suatu proses bantuan, layanan, pendekatan terhadap individu agar dapat
mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja, merencanakan masa
depan yang sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu
menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab atas
keputusan yang diambilnya itu sehingga mampu mewujudkan dirinya secara
bermakna. Dengan demikian, bimbingan karir difokuskan untuk membantu
individu menampilkan dirinya yang memiliki kompetensi/keahlian agar meraih
sukses dalam perjalanan hidupnya dan mencapai perwujudan diri yang bermakna
bagi dirinya dan lingkungan di sekitarnva.

8Amin Budiamin, Educati: “Penyuluhan Karir” (Bandung: Publikasi Jurusan PPB
FIP IKIP, 1992), hal. 15

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Istilah bimbingan karir bermula dari Isitilah vocational guidance yang

pertama kali dipopulerkan oleh Frank Pearson pada tahun 1908 ketika ia berhasil
membentuk suatu lembaga yang bertujuan untuk membantu anak-anak muda dalam
memperoleh pekerjaan. Konsep bimbingan di amerika dilatatari oleh berbagai
kondisi objektif, diantaranya: Keadaan ekonomi, kondisi sosial, Kondisi ideologis,
perkembangan ilmu.

Di Indonesia, perkembangannya dimulai dengan kegiatan di sekolah dan
usaha-usaha pemerintah. Bimbingan Konseling di Indonesia telah mulai
dibicarakan secara terbuka sejak tahun 1962. Perkembangan BK di Indonesia
menjadi semakin mantap dengan terjadinya perubahan nama organisasi Ikatan
Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) menjadi Asosiasi Bimbingan dan Konseling
Indonesia (ABKIN) pada tahun 2001.

Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan, pendekatan terhadap
individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja,
merencanakan masa depan yang sesuai dengan bentuk kehidupan yang
diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan
bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya itu sehingga mampu
mewujudkan dirinya secara bermakna. Dengan demikian, bimbingan karir
difokuskan untuk membantu individu menampilkan dirinya yang memiliki
kompetensi/keahlian agar meraih sukses dalam perjalanan hidupnya dan mencapai
perwujudan diri yang bermakna bagi dirinya dan lingkungan di sekitarnva.

DAFTAR PUSTAKA

Amin Budiamin. (1990). Penyuluhan Karir. Bandung: Publikasi Jurusan PPB
FIP IKIP

Gibson, Robert L dan Marrianne H. Mitchell. 2010. Bimbingan dan Konseling.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Manrihu, Mohammad Thayeb. 1992. Pengantar Bimbingan dan Konseling Karier.
Jakarta: Bumi Aksara

MAKALAH
TUJUAN, FUNGSI DAN PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN KARIR

Disusun oleh :

Kelompok 2

Nama : 1. Adella Sisilia (1911080001)

2. Famella Buana Dewi (1911080307)

3. M. Aldi Ferdiansyah (1911080122)

Kelas :A

Prodi : BKPI

Dosen Pengampu : Belardo Farjantoky, M.Pd

Mata Kuliah : Bimbingan dan Konseling Karir

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

TA 2020/2021

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya berupa kenikmatan, kesehatan, keselamatan kepada penulis dalam
menyusun makalah ini dengan judul “Tujuan, Fungsi Dan Prinsip-Prinsip Bimbingan
Karir”. Dalam menyusun makalah ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada
bapak Belardo Fanjartoky, M.Pd. selaku dosen mata kuliah Bimbingan dan Konseling
Karir yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Apabila
makalah ini belum lengkap dan belum sempurna baik isi maupun sistematika
penyajian, penulis mohon maaf dan kepada Allah SWT penulis mohon ampun.
Penulis sangat menghargai kritik dan saran yang bersifat membangun dan penulis
sangat menghargai masukan yang diharapkan untuk kesempurnaan gagasan yang
telah dibuat.

Bandar Lampung, 14 Oktober 2020

Penyusun,

DAFTAR ISI
Halaman

HALAMAN JUDUL ...............................................................................................
KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1

A. Latar Belakang........................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................... 1
C. Tujuan Masalah.......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 2
A. Pengertian Bimbingan dan Konseling Karir.............................................. 2
B. Tujuan Bimbingan Karir ............................................................................ 3
C. Fungsi Bimbingan Karir ............................................................................ 5
D. Prinsip Bimbingan Karir............................................................................ 7
BAB III KESIMPULAN......................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bimbingan dan konseling jalur pendidikan formal merupakan bagian integral

dalam program atau sistem pendidikan nasional. Sesuai isi yang terkandung
dalam Undang-undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 menyatakan bahwa konselor
adalah guru. Bimbingan dan konseling bukanlah pelayanan eksekutif yang harus
terpilih dari pendidikan. Pelayanan bimbingan dan konseling pada dasarnya
memiliki derajat dan tujuan yang sama dengan pelayanan pendidikan lainnya,
yaitu mengantarkan peserta didik untuk memperoleh perkembangan diri yang
oprimal. Perbedaan terletak dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, dimana
masing-masing memiliki karakteristik tugas dan fungsi yang khas dan berbeda.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian dari bimbingan dan konseling karir?
2. Apa saja tujuan bimbingan karir?
3. Apa saja fungsi dari bimbingan karir?
4. Apa saja prinsip-prinsip bimbingan karir?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian dari bimbingan dan konseling
karir
2. Untuk mengetahui dan memahami tujuan bimbingan karir
3. Untuk mengetahui dan memahami fungsi dari bimbingan karir
4. Untuk mengetahui dan memahami prinsip-prinsip bimbingan karir

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Bimbingan dan Konseling Karir
Bimbingan karir merupakan bagian dari proses akhir studi siswa, setelah

menyelesaikan studinya mereka memerlukan arahan, bimbingan serta
pembelajaran dalam memilih dan mencari identitas dirinya dalam dunia karir
sehingga mereka tahu akan melangkah kemana untuk mencari karir yang cocok
bagi dirinya.

Beberapa pengertian bimbingan karir yang ditulis oleh beberapa tokoh,
antara lain:
1. Winkel (2005:114)1

Bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi
dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan/profesi tertentu serta
membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri
dengan berbagai tuntutan dari lapangan pekerjaan yang dimasuki.
2. Mohamad Surya (1988: 31)

Bimbingan karir merupakan salah satu jenis bimbingan yang berusaha
membantu individu dalam memecahkan masalah karir, untuk memperoleh
penyesuaian diri yang sebaik-baiknya antara kemampuan dengan lingkungan
hidupnya, memperoleh keberhasilan dan perwujudan diri dalam perjalanan
hidupnya.
3. Dewa Ketut Sukardi

1Ita Juwitanigrum, “Program Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa
SMK”. Jurnal Bimbingan dan Karir “Psikopedagogia”, Vol. II No.4 (2013), h. 137

Bimbingan karir merupakan sebuah layanan yang diberikan untuk membantu
dalam perkembangan individu sesuai dengan program pendidikan, dimana terkait
dengan kognitif, afektif, maupun keterampilan yang mengarah pada pikiran
positif.

Berdasarkan definisi diatas dapat diambil dua intisari terpenting yaitu yang
pertama bahwa bimbingan karir merupakan proses membantu individu dalam
memahami dan menerima diri sendiri dan yang kedua membantu memahami
sekaligus menyesuaikan diri dengan dunia kerja nyata. Dengan demikian hal
yang terpenting dalam bimbingan karir adalah adanya pemahaman, penerimaan,
dan penyesuaian diri baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap dunia kerja,
pemecahan masalah-masalah karir yang dihadapi.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir
merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami
dirinya, mengenal dunia kerjanya, menembangkan masa depannya sesuai dengan
bentuk kehidupannya yang diharapkan. Lebih lanjut diharapkan dengan layanan
bimbingan karir, individu mampu menentukan dan mengambil keputusan karir
secara tepat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga
mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna.

B. Tujuan Bimbingan karir
Tujuan bimbingan karir dapat dibagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan

tujuan khusus. Tujuan umum dari bimbingan karir di sekolah adalah untuk
membantu peserta didik memiliki keterampilan dalam mengambil keputusan
mengenai karirnya di masa depan.2

2Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan Karir di Sekolah – Sekolah, (Denpasar: GI, 1984), h.224

Sedangkan tujuan khusus bimbingan karir ialah membantu peserta didik
sebagai berikut:3
1. Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri, terutama yang berkaitan dengan

potensi yang ada dalam dirinya, mengenai kemampuan, minat, bakat, sikap,
cita-cita.
2. Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada
dalam masyarakat.
3. Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang
ada dalam dirina, pengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang
diperlukan bagi suatu bidang tertentu, memahami hubungan usaha dirinya
yang sekarang dengan masa depannya.
4. Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul yang disebabkan oleh
dirinya sendiri dan faktor lingkungan, serta mencari jalan untuk dapat
mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
5. Para siswa merencanakan masa depannya serta menemukan karir dan
kehidupan yang serasi, yang sesuai.

W.S. Winkel berpendapat bahwa bimbingan karir memiliki tujuan agar
siswa:4
1. Memahami sisi dunia kerja, serta faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan

untuk memilih program atau jurusan secara tepat
2. Memiliki sifat positif terhadap diri sendiri serta pandangan yang objektifdan

maju terhadap dunia kerja, dan
3. Membuat keputusan yang realistis tentang karir yang dipilih sesuai dengan

kemampuannya.

3Bimo Walgito, Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karir), (Yogyakarta: CV. Andi Offset,
2005), h. 195 - 196

4Winkle, Bimbingan dan Konseling di Instusi Pendidikan, (Jakarta: PT. Gramedia, 1991), h.
551

Menurut B. Suryosubroto tujuan bimbingan karir di sekolah untuk membantu
siswa agar memperoleh pemahaman diri dan pengarahan dalam proses
mempersiapkan diri untuk bekerja dan berguna kelak dalam masyarakat.20 Lebih
lanjut lagi, Suryobroto membedakan tujuan bimbingan karir menjadi dua jenis,
pertama; tujuan jangka pendek, yaitu untuk membantu siswa memilih jurusan
bagi kelanjutan studinya, dan kedua; tujuan jangka panjang yakni membantu
siswa memilih pekerjaan yang sesuai denganminat, bakat dan kemampuannya.5

Dari uraian di atas nampak bahwa bimbingan karir merupakan usaha untuk
mengetahui dan memahami diri, memahami apa yang ada dalam dirinya sendiri
dengan baik, dan di pihak lain untuk mengetahui dengan baik pekerjaan apa saja
yang ada, persyaratan apa yang dituntut untuk pekerjaan itu. Dengan demikian ia
akan dapat memadukan apa yang dituntut oleh sesuatu pekerjaan atau karir
dengan kemampuan atau potensi yang ada dalam dirinya. apabila terdapat
hambatan-hambatan, hambatan apa yang sekiranya ada dan bagaimana cara
mengatasinya. Dengan mengatasi hambatan yang mungkin ada berarti salah satu
masalah telah dapat diatasinya.

C. Fungsi Bimbingan Karir
Fungsi bimbingan karir diciptakan dan diselengarakan di sekolah. Masing –

masing fungsi itu berguna dan memberikan manfaat untuk memperlancar dan
memberikan dampak positif sebesar – besarnya terhadap kelangsungan
perkembangan dan kehidupan itu. Fungsi bimbingan karir yang diberikan oleh
guru bimbingan karir di sekolah dapat berupa pemberian bantuan kepada siswa/i
dalam usaha belajar seperti memilih perguruan tinggi dan jurusan yang sesuai
degan minat dan bakat.

5B. Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), h. 253

Menurut Hallen (2002), fungsi bimbingan sering diartikan sebagai sifat
bimbingan. Fungsi utama bimbingan karir dibagi menjadi dua, yaitu :6
1. Fungsi Penyaluran

a. Memperkenalkan kepada siswa/i pendidikan dan pekerjaan.
b. Memperkenalkan pada siswa/i kemampuan dan minat serta kerbatasan.
c. Membantu siswa/i pada suatu saat untuk memilih dan memutuskan.
2. Fungsi Penyesuaian
a. Memberikan bantuan pada siswa/i untuk memperoleh penyesuaian pribadi.
b. Memberikan bantuan pada siswa/i untuk memperoleh kemajuan dalam

perkembangannya secara optimal.

Fungsi bimbingan karir dilaksanakan dalam rangka membantu siswa/i untuk
rnengidentifikasikan, rnemaharni, menghadapi, dan memecahkan masalah –
masalahnya.

Fungsi bimbingan karir sangat penting diberikan kepada siswa dengan alasan
sebagai berikut:7
1. Para siswa di tingkat SMA pada akhir semester dua perlu menjalani pemilihan

program studi atau perjurusan, yaitu apakah memilih program A1, A2, A3,
atau A4. Kenyataan menunujukkan bahwa program A5 secara praktis belum
atau tidak dapat berlangsung.
2. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua siswa yang tamat dari SMA akan
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
3. Siswa SMA merupakan angkatan kerja yang potensial. Merekalah yang akan
menentukan bagaimana keadaan negara yang akan datang.
4. Suatu kenyataan pula bahwa para siswa SMA sedang dalam masa remaja yang
merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa.

6Ujang Sukendar, “Hubungan Fungsi Bimbingan dan Karir dengan Minat Melanjutkan
Pendidikan ke Perguruan Tinggi pada Siswa/Siswi SMAN 7 Jakarta”. (Skripsi Program Gelar Sarjana
Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2008), h. 32

7Bimo Walgito, Bimbingan dan Konseling (Yogyakarta: C.V. Andi Offset,2005)h. 196 - 197

Seperti telah dipaparkan di depan, bimbingan karir merupakan salah satu
aspek dari bimbingan dan konseling secara keseluruhan. Karena itu kurang
bijaksana apabila melaksanakan bimbingan karir ini terlepas dari secara
menyeluruh, sehingga bimbingan yang lain jadi terbengkalai. Walaupun demikian
saat ini bimbingan karir.

D. Prinsip Bimbingan Karir
Bimbingan karir merupakan agar dapat menemukan perjalanan layanan

pemenuhan kebutuhan perkembangan individu sebagai bagian integral dari
program pendidikan. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan
kognitif, afektif, maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri
yang positif, memahami proses pengambilan keputusan, maupun perolehan
pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki
kehidupan sosial budaya yang terus berubah. Mengingat fungsinya yang sangat
penting dalam upaya membantu siswa memperoleh kompetensi yang diperlukan
untuk dapat mengmbangkan karir yang dipilihnya secara optimal, maka perlu
diperhatikan prinsip-prinsip bimbingan karir. Surya (1988: 27) menyatakan
beberapa prinsip bimbingan karir, yaitu:8
1. Seluruh siswa hendaknya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan

dirinya dalam pencapaian karir yang tepat.
2. Program bimbingan karir hendaknya memiliki tujuan untuk menstimulasi

pendidikan siswa.
3. Sehubungan dengan hal diatas, setiap siswa hendaknya memahami karir

sebagai suatu jalan hidup dan pendidikan sebagai suatu persiapan dalam
kehidupan.
4. Siswa hendaknya dibantu dalam mengambangkan pemahaman yang memadai
terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial pribadinya
dan perencanaan pendidikan karir. Siswa pada setiap saat dan tingkat
pendidikan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang
hubungan antara pendidikandan karir.
5. Siswa memerlukan pemahaman tentang di mana dan mengapa mereka dalam
suatu alur pendidikan.

8Ita Juwitanigrum, “Program Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa
SMK”. Jurnal Bimbingan dan....., h. 138 - 139

6. Setiap siswa pada tiap tahap program pendidikan hendaknya memiliki
pengalaman-pengalaman yang berorientasi pada karir secara berarti dan
realistik.

7. Siswa hendaknya memiliki kesempatan untuk mengetes konsep dirinya,
keterapilan dan peranan untuk mengembangkan nilai-nilai yang memiliki
aplikasi bagi karirnya di masa depan.

8. Program bimbingan karir berpusat pada kelas, dengan koordinasi
pembimbingnya, disertai partisipasi orang tua dan masyarakat. Program
bimbingan karir berpusat pada kelas, dengan koordinasi pembimbingnya,
disertai partisipasi orang tua dan masyarakat.

9. Program bimbingan karir disekolah hendaknya diintegrasikan secara
fungsional dengan program bimbingan dan program pendidikan secara
keseluruhan. Program bimbingan karir disekolah hendaknya diintegrasikan
secara fungsional dengan program bimbingan dan program pendidikan secara
keseluruhan. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut diatas, jelaslh bahwa
keberadaan bimbingan karir sangat diperlukan dalam membimbing siswa
menuju masa depan yang lebih baik.

BAB III
KESIMPULAN

Bimbingan karir merupakan proses membantu individu dalam memahami
dan menerima diri sendiri dan yang kedua membantu memahami sekaligus
menyesuaikan diri dengan dunia kerja nyata. Tujuan bimbingan karir dapat dibagi
menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari bimbingan
karir di sekolah adalah untuk membantu peserta didik memiliki keterampilan dalam
mengambil keputusan mengenai karirnya di masa depan. Fungsi bimbingan karir
dilaksanakan dalam rangka membantu siswa/i untuk rnengidentifikasikan,
rnemaharni, menghadapi, dan memecahkan masalah-rnasalahnya. Mengingat
fungsinya yang sangat penting dalam upaya membantu siswa memperoleh
kompetensi yang diperlukan untuk dapat mengmbangkan karir yang dipilihnya secara
optimal, maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip bimbingan karir.

DAFTAR PUSTAKA

Bimo Walgito, Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karir), Yogyakarta: CV. Andi
Offset, 2005.

B. Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.

Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan Karir di Sekolah – Sekolah, Denpasar: GI, 1984.

Ita Juwitanigrum, Program Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kematangan Karir
Siswa SMK, Jurnal Bimbingan dan Karir “Psikopedagogia”, Vol. II
No.4, 2013.

Ujang Sukendar, Hubungan Fungsi Bimbingan dan Karir dengan Minat Melanjutkan
Pendidikan ke Perguruan Tinggi pada Siswa/Siswi SMAN 7 Jakarta”.
Skripsi Program Gelar Sarjana Fakultas Psikologi UIN Syarif
Hidayatullah, Jakarta, 2008.

Winkle, Bimbingan dan Konseling di Instusi Pendidikan, Jakarta: PT. Gramedia,
1991.

MAKALAH BIMBINGAN & KONSELING KARIR
PERKEMBANGAN & KEMATANGAN KARIER ANAK-ANAK

Dosen Pengampu : Belardo Farjantoky, M.Pd

Disusun Oleh :

Kelompok 3

DIAN SETIANI YUNIAR 1911080288

FAZAL FAUZI 1911080310

ZULFA MAULIDA 1911080240

Kelas A

BIMBINGAN DAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
TA 2020/2021

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan penulis kemudahan sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tanpa pertolongan-Nya tentunya penulis
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik
berupa fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu menyelesaikan pembuatan makalah
dengan judul “Perkembangan dan Kematangan Karir Anak-Anak”

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Belardo
Farjantoky, M.Pd selaku dosen Bimbingan & Konseling Karir yang telah memberikan tugas ini
sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang penulis
tekuni.

Penulis berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun
terlepas dari itu, penulis memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga
penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya
makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Bandar Lampung, 20 Oktober 2020

Penulis

DAFTAR ISI

JUDUL ……………………………………………………………………………… I
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………... II
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….. II

BAB I PENDAHULUAN 1
1
A. LATAR BELAKANG ……………………………………………………….. 1
B. RUMUSAN MASALAH ……………………………………………………..
C. TUJUAN MASALAH........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN

A. PERKEMBANGAN DAN KEMATANGAN KARIR ANAK......................... 2
B. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN KARIR ANAK............................... 3
C. INDIKATOR KEMATANGAN KARIR ANAK.............................................. 4
BAB III PENUTUP
7
A. KESIMPULAN ……………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Berbagai perubahan
perkembangan terjadi selama masa remaja. Sebagai individu yang sedang mengalami proses
peralihan dari masa anak-anak mencapai kedewasaan, remaja memiliki tugas-tugas
perkembangan yang mengarah pada persiapan memenuhi tuntutan dan harapan peran sebagai
orang dewasa (Desmita, 2005).

Setiap individu memerlukan suatu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Melalui
pekerjaannya seseorang mampu melayani kebutuhan masyarakat, mendapat imbalan untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan menumbuhkan rasa harga diri. Selain itu, karir atau
pekerjaan yang dimiliki seseorang akan menentukan pola kehidupannya sehari-hari dan
lingkungan pergaulan sosialnya. Gaya hidup seseorang juga dipengaruhi oleh karir atau
pekerjaannya sehingga pekerjaan tersebut sebagai refleksi diri dari orang itu sendiri. Dengan
demikian pilihan karir merupakan bagian dari kehidupan seseorang. Bahkan karir bagi sebagian
orang dianggap sebagai status sosial yang dapat menggambarkan identitas dan eksistensi dirinya.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Perkembangan dan Kematangan Karir anak-anak?
2. Bagaimana Perkembangan Karir anak-anak?
3. Bagaimana Indikator-Indikator Kematangan Karir anak-anak?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui Karakteristik Perkembangan anak-anak
2. Untuk mengetahui Perkembangan anak-anak
3. Untuk mengetahui Indikator Kematangan Karir anak-anak

BAB II
PEMBAHASAN

A. Perkembangan dan Kematangan Karir
Hurlock (2004) menjelaskan bahwa tugas perkembangan pada masa remaja dipusatkan

pada penanggulangan sikap dan pola perilaku yang kekanak-kanakan dan mengadakan
persiapan untuk menghadapi masa dewasa. Havighurst (1974, dalam Monks,dkk, 2006)
berpendapat bahwa persiapan mandiri secara ekonomis, pemilihan dan latihan jabatan
merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dilalui selama masa remaja.

Pada masa remaja seorang anak membebaskan diri dari perlindungan orang tua. Anak
dalam usahanya untuk berdiri sendiri, mencoba membebaskan dirinya dari pengaruh kekuasaan
orang tua baik segi afektif maupun dalam segi ekonomi seperti halnya remaja yang bekerja.
Dalam masa remaja ini pula minat yang dibawa dari kanak-kanak cenderung berkurang dan
diganti oleh minat yang lebih matang (Monks,dkk, 2006).

Menurut teori perkembangan karir yang dikemukakan oleh Super (1984, dalam Winkel,
1997) individu dengan umur 15-24 tahun masuk dalam fase kedua yaitu fase eksplorasi
(exploration) dimana pada tahap ini individu mulai memikirkan berbagai alternatif jabatan,
tetapi belum mengambil keputusan yang mengikat. Kaitannya dengan remaja, pada tahap ini
remaja mulai mengidentifikasi kesempatan serta jenis pekerjaan yang sesuai dengan diri remaja.

Kematangan karir juga merupakan kesiapan afektif dan kognitif dari individu untuk
mengatasi tugas-tugas perkembangan yang dihadapkan kepadanya, karena perkembangan
biologis, sosial dan harapan dari masyarakat yang telah mencapai tahap perkembangan tersebut.
Kesiapan afektif terdiri dari perencanaan karir (career planning) dan eksplorasi karir (career
exploration) sedangkan kesiapan kognitif terdiri dari kemampuan mengambil keputusan (career
decision making) dan informasi mengenai dunia kerja.

Kematangan karir menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari proses
perkembangan, namun apabila kematangan karir tersebut tidak tercapai sesuai tahapan
perkembangan maka akan menjadi suatu hambatan dalam melewati tahap perkembangan
selanjutnya. Oleh karena itu, masalah ini menjadi perlu untuk dipahami agar tidak
menimbulkan permasalahan yang serius. Hal ini dirasakan semakin besar pentingnya karena
remaja dalam tugas perkembangannya dituntut untuk memulai memikirkan kemandirian secara

ekonomi, dan mulai melakukan pilihan karir.
Kesimpulan kematangan karir dari beberapa pendapat tersebut adalah sikap dan

kompetensi individu dalam menentukan keputusan karir yang ditunjang oleh faktor kognitif dan
afektif dengan meningkatkan pengetahuan dan keahlian. Kematangan karir ini merupakan
hubungan antara usia individu dengan tahap perkembangan karir yang mempunyai peran dalam
kematangan karir yang harus dijalankan sesuai dengan tahapan perkembangannya.

B. Perkembangan Karir Anak-Anak
a. Konsep Dasar Teori Perkembangan Karir Anak

Konsep dasar yang mendasari perkembangan karir Super adalah bahwa perkembangan
karir dipengaruhi oleh beberapa faktor – faktor yang berada dalam diri individu (internal) seperti
kecerdasan, bakat khusus, minat, dan yang ada di luar individu (eksternal) yaitu aspek – aspek
lingkungan sosial – ekonomi seperti lingkungan masyarakat, sekolah, dan keadaan ekonomi. Hal
ini sejalan dengan yang dikemukakan Hadiarni ( 2009 : 127) yang mengatakan bahwa perpaduan
antara faktor internal dengan faktor eksternal diri individu melahirkan pilihan karir seseorang,
namun yang amat dominan dalam mempengaruhi karir diri seseorang adalah faktor yang berada
pada diri individu. Gabungan dari keseluruhan faktor tersebut berpengaruh terhadap pandangan
individu mengenai karir dan harapan individu terhadap masa depannya. Faktor – faktor tersebut
juga berpengaruh terhadap perkembangan individu yang akan membentuk konsep diri idividu.
Berdasarkan asumsi ini, Super membagi teorinya kedalam dua konsep utama yaitu konsep peran
kehidupan dan tahap kehidupan.

Bagi Super peran – peran hidup menggambarkan 6 peran utama individu yaitu pelajar
(student), pekerja (worker), warga negara (citizen), aktivitas waktu luang (leisurute), keluarga
(homemaker), dan anak (child).

Konsep ini digambarkan oleh Super dalam pelangi kehidupan karir life career
rainbow (Sidik, 2012) dimana bagian luar dari pelangi menggambarkan usia dan tahapan
kehidupan. Seperti tergambar dalam diagram life career rainbow, terdapat lima tahapan
pengembangan vokasional, yaitu : pertumbuhan, eksplorasi, pemantapan, pembinaan/
pemeliharaan, dan kemunduran. Tahapan ini berkaitan erat dengan tahap perkembangan
kehidupan, yaitu masa anak – anak, remaja, dewasa awal, dewasa, dan masa tua, kedua konsep
tahapan perkembangan ini kurang lebih sama dalam rentang usia masing – masing.

Menurut Super (Sharf, 1992:127) perkembangan karir pada masa anak – anak
dipengaruhi oleh adanya dorongan atau yang lebih dikenal dengan perasaan curiga (coriouscity).
Bentuk kecurigaan diimplementasikan dengan bentuk eksplorasi (eksploration). Masa eksplorasi
adalah suatu perkembangan karir yang penting dan tidak boleh berhenti. Hadiarni (2009:130)
mengatakan masa ekplorasi itu dari umur 15 tahun sampai 24 tahun. Tahap eksplorasi menurut
Sukardi ( 1987 : 68) diawali sejak seseorang memiliki kesadaran bahwa pekerjaan itu merupakan
suatu aspek daripada kehidupannya, pada masa fantasi seseorang menentukan arah pilih
seringkali tidak realistis dan sering dikaitkan dengan permainannya.

Eksplorasi adalah suatu upaya yang dilakukan anak menuju kearah mendapatkan sumber
informasi (information). Anak akan mengupayakan bagaimana informasi itu didapatkan dengan
berbagai cara. Salah satu sumber informasi bagi anak adalah figur seseorang yang menjadi idola
(key figures). Proses kematangan anak, berkembang dari dalam diri anak sendiri (internal
control) dan lingkungan yang mempengaruhinya (eksternal control). Cara anak dalam membuat
keputusan karir, berkembang berdasarkan perspektif (time perspective) terhadap suatu pekerjaan
tertentu dan harapan dimasa yang akan datang. Konsep diri (self concept) yang positif akan
mempercepat kearah pengambilan keputusan karir. Perkembangan konsep diri adalah suatu tahap
yang penting dari keseluruhan proses perkembangan karir. Konsep diri berasal dari upaya anak
dalam mengeksplorasi lingkungan yang dapat dijadikan media pembelajaran kearah informasi
karir, peniruan, menemukan figur orang dewasa yang sesuai dan pengembangan minat.

b. Kesadaran Karir pada Anak
Perkembangan karir adalah suatu proses yang terikat secara sosial, artinya perkembangan
karir ikut dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan, kondisi ekonomi, kondisi geografis, status
kesukuan, jenis kelamin dan kelompok sosial. Karir adalah suatu rentangan aktifitas pekerjaan
yang saling berhubungan antar individu untuk memajukan kehidupannya yang melibatkan
berbagai perilaku, kekuatan motivatif, kemampuan, sikap, kebutuhan, aspirasi, cita – cita sebagai
suatu rentang kehidupannya sendiri.
Pada usia sekolah dasar kesadaran karir lebih dititik beratkan pada eksplorasi karir dan
pengenalan jabatan yang ada dalam lingkungan masyarakat. Meskipun anak belum sampai pada
tahap pemilihan karir, namun pemilihan karir sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga,
masyarakat, media atau faktor lain yang ikut dalam membantu mengambil keputusan dalam
karir. Pihak sekolah membantu anak mendapat informasi karir, mengenal karakteristik diri serta

hubungan antara pekerjaan dan belajar dalam kehiduan sehari – hari. Pada waktu yang sama,
kurikulum sekolah hendaknya menjaga dari bias gender mengenai informasi pekerjaan.

Rumusan kompetensi kesadaran karir siswa sekolah dasar dikembangkan berdasarkan
perkembangan anak dan aspek kesadaran karir anak yang meliputi:

 Aspek kesadaran diri,
 Kesadaran pengetahuan karir,
 Kesadaran mencari informasi karir,
 Sikap terhadap karir,
 Kesadaran membuat pilihan sehat dan keputusan efektif,
 Kesadaran keterampilan karir
Dalam perkembangan, suatu aspek dengan aspek lainnya saing berkaitan dan saling
mempengaruhi serta bergerak berdasarkan pola – pola tertentu. Oleh karena itu, perkembangan
dapat dimaknai sebagai serangkaian perubahan dinamis yang melibatkan seluruh aspek
kehidupan individu sebagai hasil dari kematanga dan pengalaman baik secara internal maupun
eksternal.

C. Indikator–Indikator Kematanngan Karir Anak-Anak
Berdasarkan pernyataan yang dikemukakan oleh para ahli tersebut, maka dapat

disimpulkan bahwa kematangan karier merupakan keberhasilan individu untuk menjalankan
tugas perkembangan karier sesuai dengan tahap perkembangan yang sedang dijalani, meliputi
pembuatan perencanaan, pengumpulan informasi mengenai pekerjaan, dan pengambilan
keputusan karier yang tepat berdasarkan pemahaman diri dan pemahaman mengenai karier yang
dipilih. Pendekatan multidisipliner pada pengembangan karier yang dipergunakan oleh Super
tercermin dalam minatnya terhadap psikologi diferensial atau teori trait dan faktor sebagai media
pengembangan instrument testing dan norma-norma asesmen yang menyertainya.

Istilah kematangan karir untuk siswa sekolah dasar adalah kesadaran karir (career
awareness) karena pada tahap ini anak masih berada pada tingkatan kesadaran sebagai bentuk
kematangan karir pada tahapannya. Terdapat beberapa kompetensi karir bagi siswa sekolah
dasar, antara lain :

1. Pentingnya pengetahuan konsep diri yang positif tentang perkembangan karir,
2. Keterampilan berinteraksi dengan orang lain,

3. Kesadaran pentingnya perkembangan emosi dan fisik permbuatan karir,
4. Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir,
5. Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar,
6. Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir,
7. Kesadaran hubungan antar tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik dan

kesempatan karir,
8. Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di masyarakat,
9. Memahami bagaimana cara mengambil keputusan dan memili alternative berdasarkan

pendidikan dan tujuan akhir,
10. Kesadaran hubungan antara peran dalam kehidupan karir,
11. Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki dan

perempuan,
12. Kesadaran terhadap proses perencanaan karir.

Adapun Faktor-faktor kematangan karir yang dikemukakan Crites (Manrihu, 1986)
meliputi:

a. Sikap. Mengukur sikap-sikap klien terhadap pemilihan karir, kecenderungan-
kecenderungan disposisional yang dimanifestasikan
dalam: Keterlibatan, Independensi, Orientasi, Ketegasan, dan Kompromi.

b. Kompetensi. Aspek ini meliputi: Penilaian diri, yakni penilaian dari sifat-sifat dan
kecenderungankecenderungan hipotesis seseorang yang berkaitan dengan
keberhasilan dan kepuasan karir; Informasi, yakni pengetahuan tentang syarat-syarat
pekerjaan, pendidikan atau latihan dan pengetahuan praktis tentang pekerjaan; Seleksi
Tujuan, yakni nilai-nilai pribadi yang dikejar dalam pekerjaan; Perencanaan, yakni
langkah-langkah logis dalam pengambilan keputusan karir; Pemecahan, yakni
pemecahan masalah dalam proses pengambilan keputusan karir

Crites (Manrihu, 1986) menyatakan bahwa pengukuran kematangan karir mengandung
dua manfaat yaitu :

1. fungsi penelitian, dalam hal ini memungkinkan kita “mengetes” aspek-asek teoretis da ri
perkembangan karir;

2. fungsi praktis, yakni menyajikan suatu diagnosis tentang laju dan kemajuan individu,
dank arena itu menyarankan strategi-strategi intervensi guna peningkatan perkembangan
tersebut.

Menurut Super (Manrihu, 1986) pengukuran karir merupakan usaha menilai kesiapan
individu utuk mengambil keputusankeputusan yang diperlukan pada saat tertentu.

BAB III
PENUTUP

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Salah satu tugas
perkembangan remaja adalah mencapai kemandirian dan pemilihan karir. Kematangan
karir merupakan keberhasilan seseorang dalam mencapai tugas perkembangan karir sesuai
tahapan perkembangannya.

Bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal
dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depannya sesuai
dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan, lebih lanjut diharapkan dengan layanan
bimbingan karir, individu mampu menentukan dan mengambil keputusan karir secara tepat
dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu
mewujudkan dirinya secara bermakna.

DAFTAR PUSTAKA

Hadiarni dan Irman. 2009. Konseling Karir. Batusangkar : STAIN Batusangkar Press
http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_conten&task=view&id=329&itemid=148
diakses 21 Oktober 2020

Richard, S. Sharf. 1992. Applying Career Development Theory to
Counseling(Terjemahan). California.
http://sidikapriansyah.blogspot.com/2012/03/teori-donald-e-super.html diakses 21 Oktober 2020.

Sukardi, Dewa Ketut. 1987. Bimbingan Karir Di Sekolah – Sekolah. Jakarta : Ghalia
Indonesia.

Risa Suryanti, Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatna. Hubungan Antara Locus Of
Control Internal dan Konsep Diri. Studi Psikologi Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas
Maret: Surakarta.
https://jurnalwacana.psikologi.fk.uns.ac.id/index.php/wacana/article/download/46/46 diakses 21
Oktober 2020

Agung Edi Rustanto. Kepercayaan Diri dan efikasi Diri terhadap Kematangan Karir
Mahasiswa. JURNAL LENTERA BISNIS VOL. 5 NO. 2 NOVEMBER 2016 / ISSN 2252-9993.
https://plj.ac.id/ojs/index.php/jrlab/article/download/31/20 diakses 21 Oktober 2020

Indah Lestari. Meningkatkan Kematangan karir Remaja Melalui Bimbingan Karir
Berbasis Life Skills. Prodi Bimbingan dan Konseling. Universitas Muria Kudus. Jurnal Konseling
GUSJIGANG Vol. 3 No. 1 (Januari-Juni 2017) Print ISSBN 2460-1187, Online ISSBN 2503-
281X
https://jurnal.umk.ac.id/index.php/gusjigang/article/download/859/1061 diakses pada 21 Oktober
2020

MAKALAH BIMBINGANGANG DAN KONSELING KARIR

PERKEMBANGAN DAN KEMATANGAN KARIR REMAJA
DOSEN PENGAMPU : Belardo Farjan Toky M. Pd

Disusun Oleh :
KELOMPOK 4
Aditya tri nugroho (1911080003)
Afni prastiwi (1911080245)
Puput Lestari (1911080361)

Kelas : A
Prodi : BKPI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
TA 2020/2021

0

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................3
LATAR BELAKANG..........................................................................................3
A. RUMUSAN MASALAH.................................................................................3
B. BAB II PEMBAHASAN..................................................................................4
A. Karir..................................................................................................................5
1. Pengertian Karir....................................................................................................5
B. Perkembangan Karier Remaja.........................................................................6
1.pengertian Perkembangan Karier...........................................................................6
2. karakteristik perkembangan ...................................................................................7
3. Perkembangan Karier Remaja (SMP/SMA)...........................................................8
C. Kematangan Karir...............................................................................................9
1. Faktor Kematangan Karir...................................................................................... 9
2.Layanan Bimbingan dan Kematangan Karir..........................................................10
3.Pengalaman Pribadi dan Kematangan Karir...........................................................11
KESIMPULAN..........................................................................................................12
DAFTAR ISI.............................................................................................................15

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya berupa
kenikmatan, kesehatan, keselamatan kepada penulis dalam menyusun makalah ini dengan judul
“perkembangan dan kematangan karir remaja”

Dalam menyusun makalah ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada bapak Belardo
Farjan Toky M.pd selaku dosen mata kuliah Bimbingan konseling karir yang telah memberikan
tugas ini kepada kami.

Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Apabila makalah ini belum
lengkap dan belum sempurna baik isi maupun sistematika penyajian, penulis mohon maaf dan
kepada Allah SWT penulis mohon ampun. Penulis sangat menghargai kritik dan saran yang
bersifat membangun dan penulis sangat menghargai masukan yang diharapkan untuk
kesempurnaan gagasan yang telah dibuat.

Bandar Lampung, Oktober, 2020

Penyusun

2

BAB I
PENDAHULUAN
C. LATAR BELAKANG
Layanan atau program Bimbingan karir di Indonesia seharusnya memahami dan memenuhi
kebutuhan-kebutuhan siswa dalam perkembangan karir sehingga memeiliki keterampilan karir
pada saat meninggalkan bangku sekolah. Hoyt (2001) mengemukakan ada empat kebutuhan
utama yaitu kebutuhaan untuk: merencanakan pendidikan pasca sekolah menengah yang
berorientasi karir, memperoleh ketrampilan umum dalam cakap kerja, adaptasi kerja, dan
peningkatan kerja sehingga mampu mengikuti perubahan dunia kerja setelah dewasa,
penekanan pentingnya nilai-nilai kerja, merencanakan cara-cara menyibukkan diri dalam
pekerjaan sebagai bagian dari keseluruhan perkembangan karir. Untuk memenuhi tuntutan
kebutuhan karir siswa, perlu dilakukan pembaharuan layanan bimbingan dan konseling,
terutama dalam pelayanan bimbingan karir pada tiga aspek penting yaitu; perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi. Dalam kehidupan kelak, para siswa tidak hanya memerlukan bekal
siswa Sekolah menenggah terhadap kecakapan hidup di berbagai bidang adalah hal yang harus
terpenuhi. Banyak problem problem para siswa Sekolah menenggah yang berkaitan dengan
persoalan kecakapan hidup yang dimiliki tertinggal dengan alumni-alumni lembaga pendidikan
formal lainnya terutama persoalan dengan nperencanaan karir, maka penting kiranya Sekolah
menenggah untuk mengembangkan layanan bimbingan dan konseling, terutama bimbingan
karir terhadap remaja.

D. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian karir ?
2. Apa yang di maksud perkembangan karir?
3. Bagaimana karakteristik perkembangan karir?
4. Bagaimana perkembangan karir remaja (SMP/SMA)?
5. Apa yang di maksud kemangan karir?

3

BAB II
PEMBAHASAN
A. Karir
1. Pengertian Karir
Surya (1987, dalam Budiman 2004) menyatakan bahwa karir dapat diperoleh melalui
pekerjaan (job) seperti tukang jahit hobi seperti pebulutangkis; profesi seperti dokter atau guru;
dan dapat diperoleh melalui peran hidup seperti pemimpin masyarakat. Menurutnya, bekerja
sebagai apapun yang terpenting ditandai oleh adanya keberhasilan dan kemakmuran personal dan
financial, maka apa yang individu kerjakan dapat disebut sebagai karir.
Menurut Healy (1982) karir dapat terjadi pada sepanjang seseorag yang mencakup sebelum
bekerja (preoccupational), selama bekerja (occupational), dan akhir atau seusai bekerja bekerja
(postoccupational). Lebih lanjut ia menjelaskan posisi preoccupational merupakan posisi yang
sangat penting dalam perjalanan karir seseorang, sebab posisi ini dapat menjadi awal menuju
kesuksesan karir. Artinya, jika pada posisi ini individu mengalami kegamangan karir, maka ia
cenderung mengalami masalah dalam menjalani karirnya. Posisi preoccupational yang dimaksud
dimulai dari rientasi karir, pengambilan keputusan karir yang diwujudkan dengan adanya pilihan
pekerjaan tertentu dan memulai karir dalam bidang pekerjaan tertentu (Healy, 1982).Berdasarkan
uraian-uraian tadi, maka sesuatu disebut karir jika mengimplikasi adanya hal hal sebagai berikut:
(1) pendidikan yang diwujudkan dengan keahlian tertentu
(2) keberhasilan
(3) dedikasi atau komitmen
(4) kebermaknaan personal dan financial.Karir terentang sejak sebelum bekerja, ketika bekerja,
dan masa-masa mengakhiri pekerjaan.Karir dapat dipersiapkan sepanjang kehidupan seseorang
(Budiman, 2004).1

1 Sumber, Indah Lestari, Meningkatkan Karier Remaja Melaluli Bimbingan Karir
Berbasis life skils, Universitas Muria Kudus, di terima April 2017, di setujui Mei 2017,
dipublikan Juni 2017, di akses pada tanggal 14 Oktober 2020
4

B. Perkembangan Karier Remaja
1. pengertian Perkembangan Karier

Perkembangan karir merupakan usaha terorganisir dan terrencana yang terdiri atas aktifitas
atau proses yang terstruktur yang menghasilkan usaha perencanaan karir timbal balik antara
pegawai atau organisasi.

2. karakteristik perkembangan
menurut umam suherman:

1) individu berbeda dalam kamampuan kemampuan, minat- minat dan kepribadian-
kepribadianya

2) dengan sifat sifat yang berbeda individu mempunyai kewenangan untuk melakukan
sejumblah perkerjaan

3) masing masing pekerjaan menutut diapola khas kemauan sifat sifat keperibadian
4) perfensi (pilihan atau kecendrungan akan karir yang di minati )dan kompetisi vokasional

dapat berubah sesui dengan kehidupan
5) proses berubah dapat di rangkum dalam suatu rangkaian kehidupan
6) sifat dan pola karir di tentukan oleh taraf sosioekonomik, mental dan kesempatan yang

terbuka dan korekteristik kepribadian individu.
7) Perkembangan karir adalah fungsi dari kematangan biologis dan realitas dalam

perkembangan konsep dirin
8) Faktor yang banyak menentukan dalam perkembangan karir adalarh perkembangan dan

impelementasi konsep diri
9) Proses pemulihan karir merupakan hasil perpaduan antar faktor individual dan faktor

sosial serta antara konsep diri dan kenyataan
10) Keputusan karir tergantung pada di mana individu menentukan yang memadai bagi

kemampuan, minat, sifat keperibadian dan nilai
11) Taraf kepuasan yang individu peroleh dari perkerjaan sebanding dengan tingkat di mana

mereka telah sangup mengimplentasikan dirinya
12) Pekerjaan dan okupasi menyediakan suatu fokus untuk keperibadian baik pria dan wanta
Super membagi tahap perkembangangan karir remaja menjadi lima tahapan

5

a. Fase pengembangan (growth)
b. Fase eksplorasi (explorasion)
c. Fase pemantapan atau pendirian (establisment)
d. Fase kemunduran (decline)
e. Fase pembinaan (maintance)
Adapun menurut suherman indikator kematangan karir remaja ada 7 aspek yaitu:
a) Aspek perencanaan karir ( career planing)
b) Aspek eksplorasi karir (carear exploration)
c) Pengetahuan tentang membuat keputusan karir ( world of work information)
d) Aspek pengetahuan tentang kelompok perkerjaan yang lebih di sukai (knowledge of

prepered occupational grup)
e) Apek realisme keputusan karir (realism)
f) Aspek orientasi karir (carear orientation)2

3. .Perkembangan Karier Remaja (SMP/SMA)

Pekerjaan di masa depan untuk remaja masa kini Selama hampir setengah abad United States
Bureau of Labor Stastistic telah menerbitkan Occuptional Outlook Handbook, sumber informasi
berharga dari karir. Informasi berikut berasal dari edisi tahun 1992-1993 ( buku tersebut di revisi
setiap dua tahun ). Pergantiam dari dominasi industri manufaktor yang telah begitu lama ke
industri pelayanan akan berlangsung terus. Menjelang tahun 2000 , empat dar lima pekerjaan di
bidang pelayanan seperti perbankan, asuransi , kesehatan, pendidikan, pemrosesan data, dan
konsultasi menejemen.ekspansi sektor pelayanan.
a. Teori perkembangan Ginzberg
Teori perkembangan pemilihan karir merupakan teori dari Eli Ginzberg yang mengatakan bahwa
anak dan remaja melewati tiga tahap pemilihan karir yaitu fantasi,tentatif dan realistis.
b. Teori konsep diri
Teori konsep diri karir adalah teori donald super yang menyatakan bahwa konsep diri individu
memainkan peranan utama dalam pemilihan karir seseorang , super percaya bahwa masa remaja
merupakan saat seseorang membangun konsep diri tentang karir (Super,1967,1976).

2 Slideshere co.id di akses pada tanggal 14 Oktober 2020
6

c. Teori tipe kepribadian holland
Teori tipe kepribadin adalah teori john holland yang menjelaskan perlu di lakukan suatu usaha
agar pilihan karir seseorang sesuai dengan kepribadiannya (Holland,1973,1987).
Dalam konseling karier untuk remaja, American school Counselor Association (ASCA) telah
mengembangkan apa yang dikenal sebagai ASCA National Model (2002). Model ini
menekankan bahwa para konselor sekolah harus memberikan konseling karier berbasis sekolah
dan melibabtkan orang lain, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Cole (1982)
menegaskan bahwa pada tingkat sekolah menengah, aktivitas bimbingan karier harus melibatkan
eksplorasi kesempatan kerja dan evaluasi murid tentang kekuatan dan kelemahan diri mereka
sendiri dalam hubungannya dengan karier yang akan dipilihnya di masa depan. Aset yang harus
disadari para murid dan mulai dievaluasi adalah bakat dan keahlian, kecerdasan umum, tingkat
motivasi, teman-teman, keluarga, pengalaman hidup, penampilan dan kesehatan, Secara umum,
konseling karier pada tingkat sekolah menengah atas mempunyai tiga penekanan : merangsang
perkembangan karier, memberikan perawatan, dan membantu penempatan. lebih spesifiknya,
konselor memberikan kepada murid-murid suatu kenyamanan, informasi, dukungan emosional,
pengetesan realita, strategi perencanaan, klarifikasi sikap, dan pengalam kerja, bergantung pada
kebutuhan murid dan tingkat fungsinya (Herretal., 2004).Selain membantu remaja sekolah,
konselor harus melakukan upaya khusus untuk membantu murid sekolah menengah atas yang
putus sekolah (Rumberger, 1987). Para remaja ini riskan menjadi penggangguran seumur hidup
mereka. Program pendidikan dan pengalaman, seperti four Cs-cash, care, coumputers, and
coalitions dari Mann (1986), dapat membantu siswa berisiko untuk terlibat dalam eksplorasi dan
pengembangan karier. Menurut Bloch ( 1988, 1989), program konseling pendidikan yang sukses
bagi para murid yang berisiko putus sekolah harus mengikuti enam panduan dibawah ini:
a. Menghubungkan antara status siswa kini dan masa depan(misalnya, uang murid dibayar atas
kedatanganya
b. Mengindividualisasikan program dan menunjukan rasa sayan.
c. Membentuk Koalisi yang sukses dengan institusi-institusi komunitas dan bisnis
d. Mengintegrasikan aktivitas pengembangan karier yang berurutan.
e. Menawarkan aktivitas pengembangan karier yang tepat usia dan tepat tahapan.
f. Menggunakan berbagai media dan sumber daya pengembangan karier, termaksut komputer.

7

c. Kematangan Karir

a. Super (Ilfiandra, 1997:53) mendefinisikan kematangan karir sebagai bentuk kongruensi
antara perilaku vokasional individu dengan perilaku vokasional yang diharapkan pada
usianya. Sedangkan

b. Dillard (1985:32) memberikan pendapat mengenai indikasi kematangan karir, bahwa
sikap individu dalam pembuatan keputusan karir ditampilkan oleh tingkat konsistensi
pilihan karir dalam satu 5.

c. Kematangan Karir Super (Ilfiandra, 1997:53) mendefinisikan kematangan karir sebagai
bentuk kongruensi antara perilaku vokasional individu dengan perilaku vokasional yang
diharapkan pada usianya.

d. Dillard (1985:32) memberikan pendapat mengenai indikasi kematangan karir, bahwa
sikap individu dalam pembuatan keputusan karir ditampilkan oleh tingkat konsistensi
pilihan karir dalam satu sifat-sifat dan kecenderungan kecenderungan hipotesis seseorang
yang berkaitan dengan keberhasilan dan kepuasan karir; Informasi, yakni pengetahuan
tentang syarat-syarat pekerjaan, pendidikan atau latihan, dan pengetahuan praktis tentang
pekerjaan; Seleksi Tujuan, yakni nilai-nilai pribadi yang dikejar dalam pekerjaan;
Perencanaan, yakni langkah-langkah logis dalam pengambilan keputusan karir;
Pemecahan, yakni pemecahan masalah dalam proses pengambilan keputusan karir.

e. Crites (Manrihu, 1986) menyatakan bahwa pengukuran kematangan karir mengandung
dua manfaat yaitu

(1) fungsi penelitian, dalam hal ini memungkinkan kita “mengetes” aspek-asek teoretis dari
perkembangan karir

(2) fungsi praktis, yakni menyajikan suatu diagnosis tentang laju dan kemajuan individu,
dank arena itu menyarankan strategi-strategi intervensi guna peningkatan perkembangan
tersebut.

Menurut Super (Manrihu, 1986) pengukuran karir merupakan usaha menilai kesiapan
individu utuk mengambil keputusankeputusan yang diperlukan pada saat tertentu.

8

Crites dalam (Supraptono, 1994:19) juga mengembangkan suatu model komprehenstif yang
ditujukan bagi remaja, dengan merumuskan kematangan karir kedalam empat dimensi, yaitu:

1. Dimensi Konsistensi Pemilihan Karir Dimensi ini mengandung aspekaspek kemantapan
individu untuk mengambil keputusan dalam waktu yang berbeda; kemantapan dalam mengambil
keputusan atas pekerjaan yang dipilihnya; kemantapan dalam mengambil keputusan yang
berhubungan dengan tingkat pekerjaan, kemantapan di dalam memilih pekerjaan dengan adanya
pengaruh keluarga.
2. Dimensi Realisme dalam Pemilihan Karir Dimensi ini mengandung aspek kesesuaian antara
kemampuan individu dengan pekerjaan yang dipilihnya; kemampuan antara keinginan dengan
pekerjaan yang dipilihnya; mampu mengambil keputusan untuk memilih pekerjaan yang
disesuaikan dengan sifat kepribadiannya; dan dapat menyesuaikan antara tingkat status sosial
dengan pekerjaan yang dipilihnya.
3. Dimensi Kompetensi Pemilihan Pekerjaan Dimensi ini memiliki aspekaspek mengenai
kemampuan individu dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan pemilihan
pekerjaan, rencana yang berhubungan dengan pemilihan pekerjaan; memiliki pengetahuan
mengenai pekerjaan yang dipilihnya; mengevaluasi kemampuan diri dalam hubungannya dengan
pemilihan pekerjaan; dan menetapkan ujuan pekerjaan yang hendak dipilihnya.
4. Dimensi Sikap dalam Pemilihan Pekerjaan Dimensi ini mengandung aspekaspek tentang
keaktifan individu dalam proses pengambilan keputusan; bersikap dan berorientasi positif
terhadap pekerjaan dan nilai-nilai kerja yang dipilihnya; tidak bergantung pada orang lain dalam
memilih pekerjaan; mendasarkan factor-faktor tertentu menurut kepentingannya di dalam
memilih pekerjaan; dan memiliki ketepatan konsepsi dalam pengambilan keputusan.

1. Faktor Kematangan Karir

Super dalam Illfiandra (1997:56) mengkalsifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi
kematangan karir kedalam beberapa kelompok sebagai berikut:
a) Faktor Bio-sosial
yaitu informasi yang lebih spesifik, perencanaan, penerimaan, tanggung jawab dalam
perencanaan karir, orientasi pilihan karir berhubungan dengan factor bio-sosial seperti umur dan

9

kecerdasan.
b) Faktor Lingkungan
yaitu indeks kematangan karir individu berkorelasi positif dengan tingkat pekerjaan orang tua,
kurikulum sekolah, stimulasi budaya, dan kohesivitas keluarga.
c) Faktor Kepribadia
meliputi konsep diri, focus kendali, bakat khusus, niali atau norma dan tujuan hidup.
d) Faktor Vokasional
kematangan karir individu berkorelasi positif dengan aspirasi vokasional, tingkat kesesuaian
aspirasi dengan ekspetasi karir.
e) Faktor Prestasi individu
meliputi prestasi akademik, kebebasan partisipasi dalam kegiatan kokurikuler dan
ekstrakulikuler.
Dalam Osipow (1983:161), Super mengemukakan komponen- komponen kematangan karir
sebagai berikut:
1) Orientasi pilihan karir, yaitu berkenaan dengan tingkat kepedulian yang ditampakkan oleh
individu dalam masalah karir dan keefektifannya dalam menggunakan sumber informasi yang
akurat dalam kaitanna dengan pembuatan keputusan karir.
2) Informasi dan perencanaan, yaitu berhubungan dengan informasi yang dimiliki individu
tentang pilihan karir, tingkat kekhususan rencana pilihan karir dan tingkat keterlibatan dalam
aktivitas perencanaan karir.
3) Konsistensi, yaitu konsistensi bidang pilihan karir, konsistensi tingkat pilihan karir, dan tngkat
konsistendi dengan pilihan karir keluarga.
4) Kristalisasi sifat, yang dalam hal ini memiliki beberapa indikator, yaitu minat karir,
kepedulian terhadap kompetensi karir, independensi karir, dan penerimaan tanggung jawab
perencanaan karir
5) Kebijakan pilihan karir, yaitu hubungan antara kemampuan individu dengan pilihan karir,
minat dengan pilihan kair, dan aktivitas dengan pilihan karir. 3

3 Sumber, Indah Lestari, Meningkatkan Karier Remaja Melaluli Bimbingan Karir
Berbasis life skils, Universitas Muria Kudus, di terima April 2017, di setujui Mei 2017,
dipublikan Juni 2017, di akses pada tanggal 14 Oktober 2020

10


Click to View FlipBook Version