The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by robiatulsiti058, 2023-06-12 18:47:36

modul UKIN FLIP BOOK

modul UKIN FLIP BOOK

TEKNOLOGI MENJAHIT


KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rakhmat dan petunjukNya semata, Bahan ajar Kurikulum Merdeka SMK sebagai bagian dari Bahan Ajar Implementasi Kurikuum Merdeka ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Bahan ajar ini disusun untuk menjadi pedoman bagi Bapak/Ibu guru untuk menerapkan kurikulum merdeka di sekolah mulai dari konsep merdeka belajar, penguatan profil pelajar Pancasila dan budaya kerja, struktur kurikulum SMK, capaian pembelajaran SMK, penyusunan ATP dan modul ajar, serta asesmen. Bahan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Bapak/Ibu guru sebagai media belajar mandiri terkait implementasi kurikulum merdeka di SMK. Bahan ajar ini disusun dalam rangka penulis menyelesaikan tugas Praktik Mengajar Aksi 2 di SMK Negeri Puspo. Tujuan penulisan bahan ajar ini adalah menambah pemahaman para Bapak/Ibu guru akan latar belakang perubahan kurikulum hingga penyusunan dokumen kurikulum mulai dari perencanaan pembelajaran hingga penilaian dalam kurikulum merdeka sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat mengembangkan karakter profil pelajar Pancasila. Terwujudnya bahan ajar ini adalah berkat bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada Ibu dosen dan Pamong yang telah membimbing penyusunan bahan ajar ini, juga teman-teman dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu atas bantuan dan motivasi yang diberikan hingga modul ini terselesaikan. Akhir kata, semoga bahan ajar ini berguna bagi Bapak/Ibu guru, khususnya Bapak/Ibu guru yang akan menerapkan kurikulum merdeka dalam pembelajarannya. Bahan ajar ini sangat terbuka terhadap masukan dan saran dari pembaca khususnya Bapak/Ibu guru demi peningkatan kualitas bahan ajar ini. Pasuruan, 2 Januari 2023 Penulis Siti Robiatul A, S.Pd


DAFTAR ISI BAB I............................................................................................................................................... 4 PENDAHULUAN ............................................................................................................................ 4 A. Deskripsi Singkat ................................................................................................................... 4 B. Prasyarat ................................................................................................................................ 4 C. Petunjuk penggnaan Modul.................................................................................................... 4 BAB II.............................................................................................................................................. 5 PEMBAHASAN............................................................................................................................... 5 A. Capaian pembelajaran ............................................................................................................ 5 B. Tujuan pembelajaran .............................................................................................................. 5 C. Pemahama Bermakna ............................................................................................................. 5 BAB III............................................................................................. Error! Bookmark not defined. URAIAN MATERI........................................................................... Error! Bookmark not defined. A. Pengertian saku ...................................................................... Error! Bookmark not defined. B. Jenis-jenis saku ...................................................................... Error! Bookmark not defined. C. Penerapan macam-macam saku pada busana .......................... Error! Bookmark not defined. D. Langkah membuat saku tempel .............................................. Error! Bookmark not defined. E. Langkah membuat saku bobok ( passpoille klep).................... Error! Bookmark not defined. BAB IV ............................................................................................ Error! Bookmark not defined. PENUTUP........................................................................................ Error! Bookmark not defined. A. Rangkuman ............................................................................ Error! Bookmark not defined. B. Evaluasi ................................................................................. Error! Bookmark not defined. C. Kunci Jawaban ....................................................................... Error! Bookmark not defined.


BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Singkat Melalui modul ini peserta didik akan diajak untuk memahami dan mempelajari teknologi menjahit, modul ini disusun dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang macam-macam saku dan penerapan saku pada busana. Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik memiliki wawasan dan dapat kompeten untuk beberapa materi yang tercakup dalam teknologi menjahit. B. Prasyarat Untuk mempelajari bahan ajar ini prasyarat yang harus dimiliki oleh peserta didik adalah: 1. Kompetensi membaca gambar atau desain 2. Kompetensi menjelaskan jenis dan macam saku 3. Kompetensi menerapkan macam saku pada busana 4. Kompetensi menggunakan alat dan bahan untuk membuat fragmen saku paspoile klep 5. Kompetensi membuat fragmen saku paspoile klep dengan berbagai jenis kain C. Petunjuk penggunaan Modul 1. Petunjuk bagi peserta didik Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dalam penggunaan modul ini antara lain: a. Bacalah dan pahami materi yang pada setiap kegiatan bila ada materi yang belum jelas, peserta didik dapat bertanya pada guru b. Kerjakan setiap tugas dan diskusikan yang ada pada odul ini c. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, maka ulangi lagi dan pelajarilah materi atau bertanyalah pada guru 2. Petunjuk bagi guru: Dalam setiap keiatan belajar. Guru berperan untuk: a. Membantu peserta didik dalam merencanakan proses belajar b. Membimbing peserta didik dalam memahami konsep, analisa dan menjawab pertanyaan peserta didik mengenai proses belajar c. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok


BAB II PEMBAHASAN A. Capaian pembelajaran Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan teknik menjahit sesuai dengan jenis bahan B. Tujuan pembelajaran Pengetahuan: 1) Peserta didik dapat menganalisis macam-macam saku dengan benar 2) Peserta didik dapat membandingkan langkah pembuatan saku luar dengan saku dalam dengan benar 3) Peserta didik dapat menerapkan macam-macam saku pada busana dengan benar Keterampilan : 1) Peserta didik dapat menentukan alat dan bahan yang akan dibuat praktik menjahit saku paspoile klep dengan baik 2) Peserta didik dapat membuat fragmen saku paspoile klep dengan baik 3) Peserta didik dapat memodifikasi bentuk klep saku paspoile dengan baik 4) Peserta didik dapat membuat fragmen saku paspoile klep berbagai jenis bahan dengan baik C. Pemahama Bermakna Pengetahuan : 1) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, dapat menguraikan macam-macam saku luar dan saku dalam 2) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, dapat menyusun langkah pembuatan saku tempel, saku sisi, saku vest dan saku paspoile 3) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, dapat merancang saku yang akan diterapkan pada busana pria, wanita dan anak Keterampilan: 1) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan mengetahui dan mampu menentukan alat dan bahan yang akan dibuat praktik menjahit saku paspoile klep 2) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan mengetahui dan mampu membuat fragmen saku paspoile klep 3) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan mengetahui dan mampu memodifikasi bentuk klep saku paspoile 4) Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini, akan mengetahui dan mampu membuat fragmen saku paspoile klep dengan berbagai jenis bahan J. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik


KEGIATAN BELAJAR I PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM KAMPUH Dalam pembuatan busana, kita harus memperhatikan teknik jahit yang akan diterapkan pada busana tersebut, ada berbagai macam teknik yaitu salah satunya penyelesaian kampuh pada busana. Kampuh merupakan penyelesaian tepi kain, agar busana tersebut menjadi rapi tanpa ada tirasan dibagian dalam maupun luar busana. Kampuh mempunyai banyak macam dan tekniknya. 1. Pengertian Kampuh Kampuh (seam allowance) adalah lebihan pada pinggiran panel (bagian potongan kain). Kampuh juga didefinisikan sebagai bagian bahan yang tersisa diluar batas garis jahitan. untuk dijahit menghubungkan dua panel. Misalnya, menghubungkan badan depan dengan badan belakang, rok bagian depan dan bagian belakang dan sebagainya. Lebar kampuh tergantung dari tempat atau posisinya. Lebar kampuh pada pakaian biasanya tidak selalu dibuat sama melainkan dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Meski demikian lebar kampuh standart yang disarankan sebesar 1,5 cm. lebar kampuh sebesar 15 cm cukup aman dalam memegang potongan kain yang akan digabung menggunakan mesin jahit. Kedua bagian yang dihubungkan itu setelah dibantu rekatkan dengan jarum (pentul) atau jahit bantu (dijelujur), selanjutnya harus disetik (stitch) dengan mesin jahit. Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com Untuk bagian tertentu seperti saku. Lebar kampuhnya bisa dibuat kurang dari 1.5 cm. ukuran yang direkomdasikan antara 1.3 cm atau 6 mm. tujuan dibuatnya kampuh lebih kecil ini adalah agar penjahit tidak perlu lagi mengurangi lebar kampuh setelah kegiatan menjahit. Adapun macam-macam kampuh antara lain :


a. Kampuh terbuka. b. Kampuh balik. c. Kampuh pipih. d. Kampuh prancis e. Kampuh sarung f. Kampuh kostum g. Kampuh konveksi 2. Macam-macam Kampuh a. Kampuh Buka Kampuh terbuka merupakan jenis kampuh yang tiras sambungannya terbuka atau dibuka. Kampuh terbuka mudah dikecilkan dan dibesarkan. Kampuh terbuka digunakan untuk menyelesaikan pakaian agar tampak rapih pada bagian muka (tidak terlihat benang setikan). Penambahan lebar kain untuk jahitan kampuh terbuka paling sedikit 2 Cm dan akan jadi 1,5 Cm atau lebih setelah dijahit. Kampuh terbuka banyak dipakai untuk menjahit pakaian luar misalnya gaun rok blus celana mantel dll Bagian-bagian pada pakaian yang diselesaikan dengan kampuh terbuka ialah: garis bahu garis badan sisi sisi rok tengah muka tengah belakang dan sisi lengan. Sedangkan penyelesaian tepi kampuh terbuka bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, yaitu: a) Penyelesaian dengan gunting zig-zag. Dikerjakan pada bahan-bahan yang tidak bertiras seperti bahan sintetis dan bahan stretch


Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com b) Penyelesaian dengan stik mesin Dikerjakan pada bahan-bahan yang berasal dari serat alam maupun semi sintetis atau serat sintesis yang tidak tebal. Penyelesaian dengan cara melipat kecil pinggiran tiras dan disetik dengan mesin sepanjang piggirnya. Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com c) Penyelesaian dengan mesin obras Dapat dikerjakan pada semua jenis bahan, mulai dari bahan tipis sampai bahan tebal. Cara pembuatannya terbilang sangat mudah dan terjangkau. Tetapi penyelesaian dengan mesin obras ini tidak berlaku untuk jenis pakaian bermutu tinggi. Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com


d) Penyelesaian dengan mesin zig-zag Dapat digunakan pada bahan-bahan yang tidak terlalu tebal dari serat alam maupun serat buatan. Cara menjahitnya yaitu dengan melipat kecil pinggiran kain lalu disetik dengan mesin sepanjang lipatan tersebut dengan pola jahitan berbentuk zig-zag Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com e) Penyelesaian dengan bisban / dirompok (kumai serong) Kampuh ini berlaku pada bahan tebal seperti wool / drill dengan model pakaian sejenis mantel atau jas yang bagian dalamnya tidak dilapisi Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com f) Penyelesaian dengan tusuk feston Biasanya hanya dilakukan apabila mesin jahit belum ada atau jika semua jahitan dekerjakan dengan tangan. Cara menjahitnya yaitu tiras kain dijahit dengan tusuk festoon tapi jangan terlalu erat. Penyelesaian ini memerlukan waktu yang lama, tapi tahan cuci


nnnnnnnn Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com g) Kampuh balik Kampuh balik merupakan jenis kampuh pakaian yang paling banyak digunakan untuk menjahit kebaya dengan bahan yang tembus terang. Selain digunakan untuk menjahit kebaya, kampuh balik dapat pula digunakan pada pakaian pesta yang terbuat dari bahan halus untuk menanpilkan kesan rapi dan halus pada sambungan jahitan. Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com Kampuh balik yang memiliki sifat kuat dan rapi digunakan untuk penyelesaian busana anak, kebaya, pakaian dalam dan sebagainya. Tetapi teknik ini memiliki kelemahan yaitu membutuhkan waktu yang lama. Karena sudah dijahit 2 kali tepi kampuh yang dihasilkan nantinya tidak perlu diselesaikan lagi. Tambahan kampuh yang diperlukan 1 Cm, dengan hasil jadi 0,5 Cm atau lebih kecil sedikit. h) Kampuh pipih Kampuh pipih merupakan jenis kampuh pakaian yang mempunyai bekas jahitan pada satu sisi sebanyak dua setikan, dan sisi yang sebelahnya satu setikan. Kampuh pipih umunya banyak digunakan untuk penyelesaian pakaian bayi, kemeja, celana pendek dan celana jeans.


Kampuh jahit yang satu ini diberi nama pipih karena memang bentuknya pipihkan. Ciri paling khas dari kampuh pipih yaitu terdapat 2 jahitan mesin (untuk bagian luar dan bagian dalam sama-sama bersih). Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com i) Kampuh prancis Kampuh prancis merupakan jenis kampuh pakaian yang hanya terdiri dari satu jahitan yang didapatkan dengan cara menyatukan dua lembar kain. Kampuh prancis biasanya lebih sering dipakai untuk menjahit bahan jenis tipis. Dimana hasil dari kampuh prancis ini hanya terdiri dari satu jahitan. Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com j) Kampuh sarung Kampuh sarung merupakan jenis kampuh pakaian yang tampak dari kedua sisinya. Kegunaan dari kampuh sarung ini adalah untuk menjahit kain sarung pelekat (kain sarung bercorak atau kotak-kotak) yang mana motif kotak ini bila disatukan harus bertemu satu dan lainnya. Dengan menerapkan kampuh sarung maka cara menjahit akan lebih tepat. Ciri khas kampuh ini pada bagian buruk dan baik kain jahitan tampak di kedua sisinya. Kampuh sarung lebih menenkankan pada penyelesaian sambungan sarung


Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com k) Kampuh kostum Kampuh kostum merupakan jenis kampuh pakaian yang diselesaikan dengan mesin pada bagian buruk, kemudian tirasnya diselesaikan dengan tangan. Kegunaan kampuh kostum biasanya untuk menyelesaiakan jahitan lengan. Untuk penyelesaian sambungan pinggang dan lain sebagainya. Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com l) Kampuh konveksi Kampuh konveksi merupakan salah satu jenis kampuh yang paling sering digunakan pada pakaian garmen/konveksi. Kampuh ini memiliki bentuk yang paling sederhana dan paling mudah dibuat. Pemakaian kampuh konveksi bisa mempercepat dalam pekerjaan menjahit, lebih hemat waktu dan biaya. Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com Cara membuat kampuh ini sangatlah sederhana yaitu dua sisi kain yang sudah disambung dengan cara dijahit kemudian kemudian sisi kanan dan sisi kiri


dijadikan satu dengan cara diobras dengan mesin obras. Dibalik kemudahan cara pembuatannya kampuh obras ini sayangnya memiliki kelemahan yaitu benangnya jadi mudah terburai jika pakaian sering dicuci. Jika anda memilih kampuh obras untuk penyelesaian tepi busana anda, sebaiknya gunakan benang katun saat proses pengobrasan, agar obrasan lebih tahan lama. 3. Langkah kerja macam-macam kampuh Kampuh merupakan sambungan yang menjadikan kain itu berupa busana yang dapat dikenakan. Fungsinya adalah menyatukan tepi kain atau garis rader yang dibuat berdasarkan pola sesuai dengan model pakaian yang akan dibuat.bahan yang berbeda tentu akan berbeda juga cara penyelesaian kampuhnya. Fungsi kampuh bergantung pada jenis bahan yang digunakan. Berikut adalah langkah pembuatan macam-macam kampuh a. Langkah kerja membuat kampuh buka No Gambar Keterangan 1 Satukan kedua bahan, bagian nuka (baik) kain saling berhadapan, kemudian ujung kampuh disemat dengan jarum pentul pada bagian buruk kain 2 Kampuh bagian tengah disemat jarum pentul dengan teratur 3 Ukurlah lebar kampuh yang telah ditentukan dengan pita ukur, kemudian beri tanda dengan kapur Jahitlah sesuai tanda garis yang telah ditentukan


Setelah kampuh disatukan lalu dibuka dengan jalan diseterika agar terlihat rapi Penyelesaian tiras kampuh tergantung dari asal dan tebal tipisnya bahan serta tenunan. Macam-macam penyelesaian tiras kampuh terbuka yaitu: 1. Penyelesaian dengan gunting zig zag Pada tepi kampuh, gunting menggunakan gunting zig zag. Kampuh ini hanya digunakan untuk bahan yang tidak bertiras misalnya bahan stretch Hasil setelah digunting 2. Penyelesaian dengan stik mesin Lipatlah tepi kain kampuh (bertiras) 2-3 mm dan ditindas dengan mesin Rapikan tepi kampuh yang telah ditindas kemudian digunting Hasil akhir dengan guntingan lurus


3. Penyelesaian dengan mesin obras Selesaikan tiras kampuh dengan mesin obras penyelesaian ini yang banyak dipilih karena mudah, murah dan rapi. Tetapi tidak berlaku untuk jenis pakaian bermutu tinggi. Untuk bahan yang tipis dan tebal (tidak tembus pandang) contoh : katun, linen, silk, poliester, wool dan sejenisnya. 4. Penyelesaian dengan bisban / dirompok (kumai serong) Gunting kumai serong, dengan cara, lipatlah bahan secara diagonal 45 derajat. Setelah digunting serong, buat tanda garis diogonal (miring) dengan jarak / lebar kurang lebih 3 cm Jika kumai serong kurang panjang, sambunglah kumai serong di jahit menurut arah benang lungsin


- Jahitlah kumai serong pada kampuh yang bertiras, dengan lear 0,5 cm. - Lipatlah kumai serong kebelakang kampuh, dengan melipat kecil (0,2 cm) pada sisi satu kumai serong, kemudian semat dengan jarum pentul atau isa dijelujur terleboh dahulu - Jahitlah/ tindas pada garis jahitan sambungan kumai serong 5. Penyelesaian dengan tusuk feston Tiras difeston. Feston jangan terlalu erat. Penyelesaian ini memerlukan waktu lama, tapi tahan cuci. Untuk bahan yang mudah bertiras dari bahan sutera, wool, kapas dan sintetis b. Langkah kerja membuat kampuh balik Teknik menjahit kampuh balik diuraikan sebagai berikut: No Gambar Keterangan Kain disatukan dengan bagian buruk berhadapan, semat pada bagian baik kain dan dijelujur tepat pada garis rader.


Kampuh dijahit dari bagian baik, dengan jarak 0,5 Cm di luar garis jelujuran Tiras kampuh digunting,sisakan 3 mm dari jahitan pertama tadi. Kampuh dimampat / dirapikan dengan seterika dari bagian buruk kain. Kampuh dilipat ke bagian buruk dan jelujurlah pada tepi lipatan. Kampuh dijahit untuk kedua kalinya dari bagian buruk kain dengan jarak 0,5 Cm dari jahitan pertama. Jelujuran dibuka dan kampuh balik diseterika dari bagian kain. Kegunaan kampuh balik: 1. Untuk menjahit kebaya yang terbuat dari bahan yang tipis. 2. Untuk menjahit baju kemeja. 3. Untuk menjahit celana tidur, pakaian anak, pakaian rumah dan sebagainya. c. Teknik menjahit mambuat kampuh pipih Kampuh pipih banyak dipergunakan untuk menyelesaikan pakaian pria, pakaian bayi dan menyambung kain. Tambahan kampuh yang diperlukan paling sedikit 1 Cm dan selesai jadi 1/2 Cm.


Langkah membuat kampuh pipih : No Gamar Keterangan 1. Kampuh disemat dari bagian buruk kain jahitan berhadapan, kemudian dijelujur dan dijahit mesin. Kampuh dimampat kesatu arah pada bagian baik kain. Kampuh bagian bawah digunting sampai kira-kira 3 mm dan kampuh bagian atas dilipat kira-kira sebesar 5 mm, kemudian dijelujur. Tepi kampuh pipih dijahit dari bagian baik. Jelujuran dibuka kemudian kampuh pipih dimampat. Kegunaan kampuh pipih: 1. Penyelesaian lengan kemeja dan piyama. 2. Penyelesaian badan kemeja dan piyama. 3. Penyelesaian macam-macam celana.


d. Langkah kerja membuat kampuh prancis Kegunaan kampuh perancis hanya untuk menjahit bahan yang tipis. Cara menjahit kampuh perancis : 1. Satukan 2 tepi bahan yang tidak sama lebarnya. 2. Lipat tambahan kampuh yang lebih besar satukan dengan sisi lainnya, kemudian jahit dengan lebar kampuh jadi sekitar 3/4 cm. Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com e. Langkah kerja membuat kampuh kostum Teknik menjahit membuat kampuh kostum : 1. Tambahan jahitan dijahit seperti kampuh terbuka dahulu. 2. Kedua tepi kampuh sama-sama dilipat ke dalam 0,5 Cm. 3. Diselesaikan dengan tusuk balut. Gambar 1. Teknik menjahit kampuh Sumber: https://fitinline.com Kegunaan kampuh kostum : a. Untuk menyelesaikan jahitan lengan b. Untuk menyelesaikan sambungan pinggang, dsb. f. Langkah kerja membuat Kampuh Sarung Hasil jahitan sama bagian luar maupun bagian dalam. Kampuh sarung dijahit mulai dari bagian luar, kemudian dari bagian dalam. teknik membuat kampuh sarung adalah :


No Gambar Keterangan 1. Tambahan kampuh 1,5 Cm, tumpukan pada garis tambahan jahitan. Masing-masing kampuh dilipat 0,5 Cm kemudian dijahit 1 dari bagian baik dan 1 lagi dari bagian buruk kain. Benang jelujur dicabut, kampuh dimampat ke satu arah pada bagian buruk. Lihat pada bagian buruk kain. Kampuh yang terletak di bawah, gunting menjadi kira-kira 3 mm Kampuh yang terletak di atas dilipat menjadi kirakira 5 mm, dijelujur kemudian dijahit. Benang jelujuran dijabut dan kampuh sarung dimampat. Hasil jahitan kampuh sarung sama dengan hasil jahitan kedua pada kampuh pipih. Pada sarung sutera asli jahitan pertama dan kedua dikerjakan dengan tangan. Kegunaan kampuh sarung: 1. Untuk menjahit kemeja, piyama, bra dan celana. 2. Untuk menyambung kain sarung


4. Penerapan macam-macam kampuh pada busana kampuh mempunyai banyak bentuk dan fungsinya, kampuh dapat diterapkan pada busana maupun lenan rumah tangga, berikut beberapa macam kampuh yang diterapkan pada busana: 1. Busana pria Busana pria identik dengan khas kekokohan. Busana pria meliputi kemeja, celana, jaket, kaos, jas dll. Berikut adalah penerapan macam-macam kampuh pada busana pria No Jenis kampuh Jenis busana Keterangan 1 Kampuh konveksi Kaos Jenis bahan : Cotton combed Busana ini biasanya menggunakan mesin benang 5. Menggunakan kampuh obras tutup. Karena model ini menggunakan bahan yang sedang dan tidak membutuhkan pengecilan/ pembesaran pada ukuran Training Jenis bahan : Spandex, dryfit, jersey Teknik jahit pada busana ini hampir sama dengan kaos atasan. Bahan yang terbuat dari kaos, menggunakan mesin benang 5. Selain membutuhkan kecepatan dalam menjahit dan membutuhkan jahitan yang kuat. Jadi ketika jahitan utama lepas, masih ada jahitan pada bagian obras. 2 Kampuh buka Celana formal Jenis bahan: Drill, katun Celana formal ini membutuhkan kerapihan, sehingga terlihat formal, sehingga membutuhkan penyelesaian kampuh pada bagian sisi jahitan rapi dan mudah pada waktu penyetrikaan. Celana ini pada umumnya menggunakan


kampuh buka, baik menggunakan kampuh buka obras maupun kampuh buka kumai serong Jas pria Jenis bahan : Drill, silk wool, high twist 3 Kampuh pipih kemeja Jenis bahan : Katun,oxfod,flanel,chambray Celana jeans Jenis bahan : Denim, -


5 Kampuh sarung Sarung Jenis bahan : Katun, tenun, poliester, sutra 2. Busana wanita Busana wanita mempunyai banyak model dan memiliki banyak kesempatan dalam berbusana, busana wanita terdapat 2 jenis yaitu, busana dalam dan busana luar. Berdasarkan kesempatan pemakaiannya, busana wanita dapat digolongkan menjadi busana kerja, busana rumah, busana pesta, busana traveling, busana olahraga dll No Jenis Busana Gambar Keterangan 1 Kampuh buka obras Blus Jenis bahan : Katun, wolfist, crincle, silk,wool Rok Jenis bahan : Katun, wolfist, linen, corduroy


Kampuh balik Kebaya Jenis bahan : Tulle, brokat, lace Dress Jenis bahan : Sifon, organza, sutra Kampuh kostum Busana pesta Jenis bahan : Satin, duches, brokat, organza Kampuh buka dengan rompok Blazer wanita Jenis bahan : Katun, wool, linen, velvet


Kampuh konveksi Celana Jenis bahan : Drill, oxford, linen, katun Jaket Jenis bahan : Drill, kanvas, parasut, corduroy 3. Busana anak Berdasarkan kesempatan pemakaiannya, busana anak dapat digolongkan menjadi busana bermain, busana sekolah, busana pesta, busana olahraga, busana tidur, busana rekreasi. No Jenis Busana Gambar Keterangan Kampuh konveksi Kaos Jenis bahan : Catton combed, baby terry, catton bamboo


Baju renang Jenis bahan : Nylon, lycra,sintetis neoprene Kampuh balik Dress Jenis bahan : Katun, jersey, flanel, fleece Piyama Jenis bahan : Katun, flanel, rayon, sutra Kampuh pipih kemeja Jenis bahan : Katun, flanel, linen, soft denim


Jaket Jenis bahan : Baby terry, baby kanvas, fleece Kampuh prancis Gaun Jenis bahan : Satin, katun, tile, organza, lace Rok Jenis bahan : Katun, lace, tile, organza, wolfist


Daftar Pustaka Ernawati, dkk. 2008. Tata Busana Jilid 3 Untuk Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah, Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan, Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Goet Poespo. 2005. Panduan Teknik Menjahit. Kanisius. Yogyakarta Indria Mustika. 2020. Teknologi Menjahit Untuk kelas x .Astrapedia. Surabaya Wijanti, dkk. 2013. Dasar Teknologi Menjahit II. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK Mengetahui, Kepala Sekolah Dr. Nisful Laily, S.Pd., M.Pd NIP. 19761124 200604 2 022 Puspo, 18 Juli 2022 Guru Mata Pelajaran Siti Robiatul A, S.Pd NIP.199510012022212018


Click to View FlipBook Version