TEKNOLOGI MENJAHIT
MODUL AJAR
Macam-macam saku
Pada Busana
2022/2023
SMK NEGERI PUSPO
X TATA BUSANA
J. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
KEGIATAN BELAJAR
MACAM SAKU DAN TEKNIK JAHIT
Saku merupakan bagian penting dari sebuah pakaian, fungsi utamanya adalah tempat
penyimpanan barang – barang penting yang berukuran tidak terlalu besar. Pada
perkembangannya saku tidak hanya sebagai tempat penyimpanan barang, tapi juga mempunyai
fungsi lain salah satunya sebagai penghias busana.
1. Pengertian saku
Saku adalah lubang pada pakaian yang memiliki kantong, melekat pada pakaian yang
digunakan untuk menyimpan barang yang kecil. Saku diciptakan agar orang bisa menempatkan
barang didalamnya.
Saku adalah salah satu bagian dari busana, biasanya di sebut sebagai kantong kecil rata yang
dijahitkan pada busana. Saku berfungsi untuk menyimpan sesuatu dan juga sebagai hiasan.
Pemasangan saku dapat mempengaruhi penampilan busana secara keseluruhan, misalnya letak
saku terlalu tinggi atau rendah
saku terlalu kecil sehingga tidak dimanfaatkan. Menurut cara pembuatannya saku
dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Saku luar ( saku tempel )
2. Saku dalam ( saku bobok ).
2. Macam-macam saku
1) Saku luar (tempel)
Gambar 1. Saku tempel
Saku luar atau saku tempel adalah saku yang dibuat dengan cara menempelkan
secarik kain pada bagian busana tersebut (Nanie Asri Yuliati, 1993:35). Sedangkan
menurut Tini Sekartini (2000:3), saku luar atau saku tempel adalah saku yang dipasang di
bagian luar pakaian dengan cara disetik pada bagian luar atau disetik pada bagian dalam
saku. Berdasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa saku luar adalah saku
yang dibuat dari secarik kain yang dipasang dibagian luar pakaian dengan cara
disetik.Menurut Nanie Asri Yuliati (1993:35), hal yang harus diperhatikan pada
pembuatan saku luar adalah :
(1) Arah serat.
(2) Motif (misalnya kain garis/berkotak).
(3) Variasi atau modelnya.
menurut Nanie Asri Yuliati (1993:35), macam-macam saku luar adalah:
(1) Saku tempel biasa yaitu saku ini biasa ditempel pada kemeja, rok maupun celana.
(2) Saku tempel bertutup yaitu saku tempel yang letaknnya dibagian luar busana dan
terdapat tutup saku.
(3) Saku cargo atau saku tentara yaitu saku tempel yang mempunyai lipatan pada bagian
tengah yang berfungsi sebagai kelonggaran.
(4) Saku variasi yaitu saku tempel yang divariasi modelnya sehingga berbentuk lebih
menarik dan berbeda. Saku variasai bisa menggunakan bahan lain atau menggunakan
garniture yang sesuai dengan pakaian misalnya renda, bisban, aplikasi, strook, sulam
dan sebagainya.
2) Saku Dalam atau Saku Bobok.
Gambar 2. Saku dalam
Saku dalam adalah saku yang terletak pada bagian dalam pakaian, bagian luar
hanya terlihat lubang atau kelepaknya saja, Saku ini bisa di buat tegak, miring, sudut atau
datar. (Tini Sekartini, 2000:10). Sedangkan menurut Nanie Asri Yuliati saku dalam adalah
saku yang pasti memotong bagian busana itu sendiri. Berdasarkan pendapat di atas maka
dapat disimpulkan bahwa saku dalam adalah saku yang pasti memotong bagian busana
tersebut dan letaknya pada bagian dalam busana yang tampak dari luar hanya lubang atau
kelepaknya saja.
Menurut Nanie Asri Yuliati (1993:35), hal yang harus diperhatikan pada pembuatan saku
dalam adalah :
(1) Mengguntingnya harus berhati-hati, jika tidak akan mengakibatkan kesalahan yang
total.
(2) Harus diperhatikan betul-betul bagian mana dari pakaian itu yang akan diberi saku agar
letaknya pas (sesuai dengan yang diinginkan).
(3) Akan lebih baik jika yang akan diberi saku digaris atau digambar dan setelah itu
dokontrol dahalu
(4) Jika sudah tepat baru kita kerjakan
Macam-macam saku dalam menurut Nanie Asri Yuliati (1993: 36) adalah sebagi berikut:
Gambar 3. Saku sisi variasi (terlihat)
(1) Saku sisi tampak yaitu saku yang sebagian dari saku terlihat dari bagian luar dan
sebagian lagi tidak tampak dari luar. Saku ini biasa ada di saku samping celana maupun
rok
Gambar 4. Saku sisi variasi (terlihat)
(2) Saku sisi tidak tampak/ tersembunyi yaitu saku yang ridak tampak dari luar sehingga
seperti tidak ada sakunya. Saku ini biasa ada di celana, blus maupun rok.
Gambar 5. Saku paspoile
(3) Saku passepoille yaitu jenis saku dalam yang memiliki belahan dua lajur (atas dan
bawah) sementara bagian tengahnya adalah tempat memasukkan tangan. saku yang
pada bagian lubangnya diselesaikan dengan bahan melebar dan kumai serong
Gambar 6. Saku vest
(4) Saku vest yaitu jenis saku pakaian yang memiliki mulut saku atau belahan satu lajur.
Gambar 7. Saku passepoil klep variasi
(5) Saku passepoil klep yaitu saku yang pada bagian lubangnya terdapat klep yang
diarahkan kebawah.
3. Penerapan macam-macam saku pada busana
Saku mempunyai banyak bentuk dan fungsinya, saku dapat diterapkan pada busana maupun
lenan rumah tangga, berikut beberapa macam saku yang diterapkan pada busana:
a. Busana pria
Busana pria identik dengan khas kekokohan. Busana pria meliputi kemeja, celana, jaket,
kaos, jas dll. Berikut adalah penerapan macam-macam saku pada busana pria
No Jenis busana Gambar Keterangan
1 Jas formal - pada bagian atas sebelah kiri
terdapat saku vest dengan lebar
vest 1,75 cm
- pada bagian bawah sebelah
kanan dan sebelah kiri terdapat
saku passepoile klep dengan
lebar klep 5 cm
2 Jas casual - Pada bagian atas sebelah kiri
terdapat saku vest dengan lebar
vest 1,5 cm
- Pada bagian bawah sebelaj
kanan dan kiri terdapat saku
passepoille klep dengan bentuk
klep kotak dan lebar klep 5 cm
3 Kemeja - Terdapat saku tempel dengan
motif kotak aarah diagonal
pada bagian kanan atas kemeja
5 Jaket Terdapat saku dalam pada bagian
6 Celana kiri bawah jaket,arah saku
diagonal dan saku diberi variasi
resliting, sehingga penggunaan
saku lebih aman
- Pada bagian atas depan terdapat
saku dalam yaitu saku sisi
- Pada bagian belakang atas dan
samping celana terdapat saku
cargo dengan variasi kancing
b. Busana wanita
Busana wanita mempunyai banyak model dan memiliki banyak kesempatan dalam
berbusana, busana wanita terdapat 2 jenis yaitu, busana dalam dan busana luar. Berdasarkan
kesempatan pemakaiannya, busana wanita dapat digolongkan menjadi busana kerja, busana
rumah, busana pesta, busana traveling, busana olahraga dll
No Jenis Busana Gambar Keterangan
1 Busana kerja Terdapat saku passepoile klep
dengan bentuk lengkung pada
bagian ujung klep dan lebar klep
5 cm pada bagian bawah jas
(bawah pinggang) sebelah kanan
dan kiri
Busana casual - Pada bagian atas kiri terdapat
Dress saku vest dengan variasi kancing
lubang sengkeling pada bagian
tengah saku
- Pada bagian bawah jas (bawah
pinggang) terdapat saku
passepoille klep denga bentuk
klep lancing pada bagian tengah
dan lengkung pada bagian
samping, saku terdapat variasi
kancing
Terdapat saku tempel variasi
pelet pada bagian atas saku
tempel pada bagian bawah blus (
bawah pinggang) kanan dan kiri
Terdapat saku tempel tutup pada
bagian kanan dan kiri atas
kemeja, bentuk saku tempel
variasi, bentuk saku dan ukuran
tidak pada umumnya,
Terdapat saku dalam pada bagian
sisi rok, saku dalam tidak terlihat
dari depan
Celana Terdapat saku tempel pada
bagian sisi celana dengan variasi
bentuk saku bagian bawah
miring dan penyelesaian saku
dengan dijahit seperti bentuk
jahitan obras
c. Busana anak
Berdasarkan kesempatan pemakaiannya, busana anak dapat digolongkan menjadi busana
bermain, busana sekolah, busana pesta, busana olahraga, busana tidur, busana rekreasi.
No Jenis Busana Gambar Keterangan
Jas - Pada bagian atas kiri terdapat
saku vest dengan lebar vest 1,5
cm
- Pada bagian bawah jas (bawah
pinggang) terdapat saku
passepoille dengan bentuk
lancip pada bagian tengah dan
menyudut pada bagian samping,
terdapat variasi saku pada
bagian tengah saku
- Pada bagian atas tengah baju
terdapat saku tempel
- Pada bagian panggul atas
terdapat saku dalam variasi pada
bagian kanan dan kiri
Terdapat saku tempel pada
bagian rok sebelah kiri bawah
Terdapat saku dalam variasi
karakter pada bagian tengah jaket
yang terdapat lubang pada bagian
kanan dan kiri
d. Lenan rumah tangga
Lenan rumah tangga merupakan suatu barang atau bahan yang berupa kain yang bisa
digunakan untuk keperluan rumah tangga contoh : taplak meja, penutup atas kulkas, sarung
bantal ruang tamu dll.
Gambar 8. Lenan rumah tangga
4. Langkah membuat saku tempel
Teknik pembuatan saku tempel bisa dikategorikan cukup mudah jika dibandingkan dengan
metode pembuatan saku lainnya. Selain mudah dibuat saku pakaian jenis ini juga dapat
dimodifikasi sesuai kebutuhan pemakainya. Berikut langkah membuat saku tempel:
a. Buat potongan saku dari bahan yang sama dengan kain utama sesuai ukuran dan bentuk
yang diinginkan.
Gambar 9. Pola saku tempel
Caranya:
- Letakkan pola diatas bahan dengan memperhatikan lebar kampuh sebesar 1 cm kecuali
lebar pada bagian kelim atas saku ( 4 cm) sesuai kebutuhan
- Gunting bahan sesuai bentuk pola yang telah diberi kampuh
b. Lipat kelim saku sesuai batas garis kelim atas saku, lalu press dengan setrika
Gambar 10. Melipat kelim atas saku
c. Bentuk saku sesuai model dengan melipat kampuh saku ke arah buruk kain, lalu pres dengan
seterika
Gambar 11. Melipat sisi saku
d. Jahit rapi pada bagian kelim saku kemudian letakkan pada bagian baik kain yang akan diberi
tambahan saku. Jika diprlukan sematkan beberapa buah jarum pentul untuk menahan posisi
saku agar tidak bergeser atau berubah
Gambar 12. Menjahit kelim
e. Jahit tepi keliling bentuk saku hingga selesai kecuali bagian atas saku
f.
Gambar13. Menjahit sekeliling tepi saku
g. Untuk mendapatkan hasil yang kuat, buatlah jahitan berbentuk segitiga pada sisi kiri dan
kanan atas saku (pada bagian awal dan akhir saku
5. Langkah membuat saku bobok ( passpoille klep)
a. Pengertian saku passepoile
Menurut Poespo (2005:92), istilah passepoille berasal dari bahasa prancis, sedangkan
nama lain dari passepoille adalah bound opening pocket (saku dengan lajur bukaan).
Passepoille biasa digunakan untuk lubang kancing (bound buttonhole) dan saku dalam
(bound opening pocket). Bahan untuk membuat passepoille disarankan dengan
menggunakan cotton/katun. Saku Passepoille biasa digunakan untuk membuat jas, blazer,
ataupun celana dan identik dengan tailoring.
b. Langkah membuat saku passepoile klep
1. Menyiapkan alat dan bahan
Gambar14. Alat menjahit
a. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan saku passepoille klep adalah
Mesin jahit
Mesin jahit adalah peralatan utama untk menjahit.
Gunting kain
Gunting kain adalah peralatan yang digunakan untuk memotong bahan-bahan
dalam pembuatan pakaian atau passepoille
Kapur jahit
Kapur jahit adalah peralatan yang dibukanan untuk memberi tanda pada kain.
Gunting benang
Gunting benang adalah peralatan yang digunakan saat menjahit untuk
menggunting benang.
Pita ukur
Pita ukur adalah peralatan yang digunakan untuk mengukur saku passepoille
agar terbentuk sesuai ukuran standar.
Jarum mesin
Jarum mesin adalah peralatan tanbahan bila terjadi jarum mesin patah.
Jarum tangan Jarum tangan adalah peralatan yang digunakan untuk
menjelujur bahan agar lurus dan sesui ukuran
b. Bahan yang digunakan
Gambar 15. bahan utama Gambar 16. bahan interlining
Menyiapkan bahan yang sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan, yaitu :
Bahan utama (fragmen)
Interlining (viselin)
Vuring (Kantong)
2. Menggunting bahan dengan ukuran yang telah ditentukan, yaitu
Gambar 17. Bahan fragmen
Bahan utama sebagai fragmen (20 cm x 20 m) dan lapisan viselin bahan utama (18
cm 7 cm)
Gambar 18. Bahan bibir saku
Bahan utama untuk bibir saku ( 18 cm x 10 cm) dan lapisan viselin (18 cm x 10
cm)
Gambar 19. Bahan kantong
Vuring sebagai kantong saku (18 cm x 30 cm
3. Melekatkan viselin
Viselin dilektakan pada bahan utama dan bibir saku , pada bahan utama diletakkan
pada letak bibir saku, sedangkan pada bibir saku dilapis kain viselin secara
keseluruhan. kemudian dipress / diseterika dengan cara ditekan dua kali atau lebih
Gambar 20. Melekatkan viseline pada bahan fragmen dan bibir saku
Catatan:
- Bagian lem viselin diletakkan pada bagian buruk kain
- Cara melekatkan interlining yaitu harus ditekan tidak boleh digosok
4. Membuat garis bibir saku
Setelah dilekatkan viselin, buatlah garis bibir saku dengan ukuran (13 cm x 1 cm)
Gambar 21. Membuat garis kotak untuk bibir saku
Catatan:
- gambar bibir saku di posisi yang ada viselin
- gambar bibir saku berbentu persegi panjang (13 cm x 1 cm), terdapat garis pada
bagian tengah dan terdapat bentuk segitiga pada bagian ujung persegi panjang
5. Menjahit bibir saku
Gambar 22. Meletakkan bibir saku pada fragmen (baik bertemu baik kain)
- Letakkan bibir saku yang telah digambar, diatas bahan utama yang sudah diberi
viselin, jadi baik kain untuk bibir saku bertemu dengan baik kain bahan utama
- semat/jarum pentul pada bahan utama tersebut, untuk mempermudah dalam
proses menjahit
Gambar 23. Menjahit garis kotak bibir saku
- jahit kotak pada garis saku tersebut, dengan lebar yang sudah dutentukan
6. Menggunting tengah passepoille
Menggunting bagian tengah tanda passepoille sepanjang 13 cm dibantu dengan
pendedel atau gunting, mulailah pada bagian garis tengah kotak dan gunting lancip
pada ujung garis kotak ( gunting sesuai bentuk pada kotak dalam passepoile)
Gambar 24. Menggunting ujung dan tengah garus kotak
Catatan:
Gunting yang digunakan sebaiknya pada ujung gunting tajam
7. Memasukkan bibir melalui lubang passepoille
Bibir dimasukkan melalui lubang passepoille, bentuk bibir sampai berukuran 0.5cm
Catatan:
- Semat dengan jarum pentul kemudian dijelujur agar hasilnya lebih baik
- Tutup bibir saku dengan tusuk serong/ balut agar tidak terbuka ketika dipakai
- Pastikan ukuran tetap 0.5cm, ukur dengan menggunakan pita ukur (metlin)
Gambar 25. Memasukkan bibir saku pada lubang passepoille
gambar 26. Membuat bibir saku dan merapikannya dengan diseterika
Gambar 27. Menjahit tangan dengan tusuk balut pada tengah bibir sakun
8. Menjahit passepoille
Menjahit passepoille bagian atas dan bawah tepat pada batas jahitan.
Catatan: Ukur passepoille 0.5cm, kemudian jahit batas jahitan atas dan bawah
passepoille. Jika mendapati kesulitan gunakan jarum pentul/dijelujur terlebih dahulu
untuk mempermudah proses menjahit.
Gambar 28. Menjahit bagian atas dan bawah passepoille
9. Menyambung kantong pada bahan utama
a. Menyambung kantong pada bagian bibir bawah saku
Gambar 29. Menyambung kain kantong pada bibir bawah saku
Catatan:
Letakkan kain kantong pada bagian atas bibir saku pada bagian bawah, kemudian jahit
sesuai garis jahitan
b. Menyambung kantong pada bagian bibir atas saku
Gambar 30. Menyambung tepi kain kantong pada bibir atas saku
Catatan:
Letakkan tepi kain kantong pada bibir atas saku, kemudian jahit sesuai garis jahitan
10. Menjahit guntingan segitiga dan sisi kantong
Guntingan segitiga pada bagian kanan dan kiri passepoille dijahit
Gambar 31. Menjahit segitiga dan sisi kantong
Catatan:
Menjahit segitiga diawali dari ujung atas segitiga sampai bawah (melalui sisi kantong)
11. Langkah membuat klep pada saku passepoile
a. Membuat pola klep
Saku klep mempunyai berbagai bentuk, mulai dari bentuk kotak, lengkung, lancip
dll, buatlah bentuk klep sesuai dengan desain, ukuran lebar klep disesuaikan dengan
lebar saku dikurangi 2-3 ml saja.
b. Memotong interlining klep
Gambar 32. Menggunting bahan interlining klep
Guntinglah sesuai dengan bentuk klep yang telah dibuat polanya, jangan ditambah
kampuh, harus pas, agar tidak bergelembung ketika dipasang pada bibir saku
c. Melekatkan interlining pada bahan utama
Gambar 33. Hasil pelekatan interlining
Lekatkan interlinin pada bahan utama, teknik menyetrika tidak boleh digosok,
ditekan saja 2/3 kali
d. Menjahit sekeliling bentuk klep
Gambar 34. Menjahit sekeliling bentuk klep
Teknik menjahit pada sekeliling bentuk klep yaitu jahitlah pada tepi bentuk klep,
jangan terlalu mepet pada batas interlining atau interlining jangan ikut terjahit. Buat
spasi antara interlining dan jahitan yaitu 1 ml
e. Hasil jadi klep
Sebelum klep dibalik dan telihat rapi. Rapikan pada bagian kampuh dengan cara
menipiskan kampuh dan menggunting rata pada bagian lengkung
f. Memasang klep pada bibir saku atas
Gambar 35. Memasang klep
Letakkan klep pada bagian dalam saku atas, yaitu dengan cara buka bibir saku
kemudian selipkan pada bibir saku atas
g. Menjahit klep pada bibir saku atas
Gambar 36. Menjahit klep pada bibir saku
Jahit klep sesuai tanda yaitu dengan lebar klep kurlep 5/7, jahit pada garis jahitan
passepoile
Daftar Pustaka
Ernawati, dkk. 2008. Tata Busana Jilid 3 Untuk Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat
Pembinaan Sekolah, Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan, Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Goet Poespo. 2005. Panduan Teknik Menjahit. Kanisius. Yogyakarta
Indria Mustika. 2020. Teknologi Menjahit Untuk kelas x .Astrapedia. Surabaya
Wijanti, dkk. 2013. Dasar Teknologi Menjahit II. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK
Mengetahui, Puspo, 18 Juli 2022
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Dr. Nisful Laily, S.Pd., M.Pd Siti Robiatul A, S.Pd
NIP. 19761124 200604 2 022 NIP.199510012022212018