2022
MODUL AJAR Teknik
Dasar Menjahit
SMK FASE E (KELAS X)
SMK NEGERI PUSPO
PASURUAN
2022
KEGIATAN BELAJAR I
MENGOPERASIKAN DAN MEMPERBAIKI MESIN JAHIT
Sebelum mengoperasikan mesin, kita harus mempersiapkan alat-alat jahit serta
mengerti fungsi dari setiap alat jahit agar dalam pengoperasian mesin jahit dapat berjalan
lancar dan menghasilkan sesuatu yang baik. Alat jahit bentuknya beraneka ragam dan
senantiasa selalu berkembang, sejalan dengan lajunya perkembangan tekhnologi industri.
Alat jahit dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu mesin jahit dan perlengkapannya.
Peralatan pokok yang harus ada yaitu mesin jahit. Letakkan mesin jahit pada tempat yang
datar, dengan cahaya matahari atau lampu yang cukup terang ketika menjahit.
1. Mesin Jahit Manual
Gambar 1. Mesin jahit lurus
Gambar 2. Badan mesin
Mesin jahit lurus adalah mesin jahit yang hanya menghasilkan setikan lurus. Untuk
menggunakan mesin jahit tersebut, langkah-langkahnya adalah Memasang jarum mesin,
memasang benang atas, memasang benang pada spul , memasukkan spul kedalam sekoci,
memasukkan sekoci ke dalam rumah sekoci, menaikkan benang bawah, menyetel setikan
mesin, menyetik pada garis lurus, menyetik pada sudut dan mengatur setikan untuk membuat
kerutan.
a. Memasang jarum mesin
Pada pangkal jarum mesin ada bagian yang datar dan bulat. Ketika memasang jarum
harus memperhatikan pengait benang terakhir. Jika pengait benang itu terdapat dibagian
luar, maka pangkal jarum yang bulat juga harus menghadap ke luar atau ke sebelah kiri.
Gambar 3. Memasang jarum mesin
Cara memasang jarum adalah, sekrup jepitan jarum dikendorkan dahulu,
kemudian jarum dimasukkan setinggi-tingginya dan sekrup dikencangkan kembali.
b. Memasang benang atas
Naikkan jarum mesin dan pengungkit benang, masukkan benang, ujung benang
ditarik selipkan pada sangkutan benang. Setelah itu benang tarik ke bawah selipkan
pada sekrup pengatur benang, tarik ke bawah masukkan ke sangkutan benang-benang
menuju ke pengait benang kemudian selipkan pada pengait benang. Masukkan benang
pada lubang jarum.
Gambar 4. Memasang benang atas
Keterangan :
a. Sangkutan benang
b. Penjepit benang
c. Pengait
d. pengait
e. pengangkat benang
f. cantelan
g. pengait
h. jarum
c. Memasang benang pada spul
Untuk memasang benang pada spul, letakkan spul pada tiang bagian atas. Gulungan
dipasang pada cantelan benang menurut gambar. Kemudian masukkanujung benang
pada pada lubang kecil yang ada pada spul, agar benang tidak terlepas dari spul . Isilah
spul dengan cara menjalankan mesin. Perhatikan isi benang padaspul jangan terlalu
penuh. Lihar gambar
Gambar 5. Memasang benang pada kumparan
Gambar 6. Posisi benang dalam kumparan
d. Memasukkan spul kedalam sekoci
Sisakan benang dari kumparan kira-kira 10 cm. Peganglah sepul dengan tangan
kanan, dan sekoci dengan tangan kiri, kemudian masukkan sepul tersebut ke dalam
sekoci. Selanjutnya, sekoci yang berisi spul dimasukkan ke dalam tempat rumah sekoci
pada mesin jahit.
Gambar 7. Memasukkan kumparan ke dalam rumah kumparan
e. Memasukkan sekoci ke dalam rumah sekoci
Pertama bukalah plat tutup rumah sekoci, angkat klep sekoci dengan ibu jari dan
masukkan sekoci ke dalam rumah sekoci dengan tangkai sekoci berada di atas. Tekan
sekoci hingga berbunyi, biarkan benang tergantung kemudian tutup plat sekoci
Gambar 8. Memasukkan sekoci ke dalam rumah sekoci
f. Menaikkan benang bawah
Ujung benang atas dipegang dengan tangan kiri dan jangan ditarik. Roda mesin
dijalankan, sehingga jarum membuat satu setikan. Ketika jarum naik, benang bawah
terkait oleh benang atas dan kemudian benang bawah dapat di ambil. Kemudian mesin
dicoba dengan dua lapis bahan.
Gambar 9. Menaikkan benang bawah
g. Menyetel setikan mesin
Setikan mesin dapat diatur dengan jalan mengatur naik turunnya gigi mesin. Jika
gigi mesin terlalu turun, maka bahan yang dijahit tidak dapat berjalan. Posisi mesin
seperti ini digunakan untuk menisip dan membordir dengan mesin. Apabila kita
menjahit bahan yang tipis, gigi mesin harus dinaikkan. Tiap bahan mempunyai batas
letak tinggi gigi mesin yang berbeda. Hal ini dapat dilihat pada alat pengatur gigi mesin.
Gambar 10. Menyetel setikan mesin
h. Menyetik pada garis lurus
Setelah benang atas dan benang bawah terpasang, maka mulailah kita menjahit.
Bahan jahitan dipegang dan jari jemari kita menuntun jahitan secara ringan mengikuti
jalannya bahan, jangan dipaksa atau ditarik dari mesin. Melepaskan bahan jahitan
dilakukan dengan menarik ke arah belakang dari sebelah kiri jarum, kemudian benang
digunting atau dipotong dengan alat yang terpasang di atas sepatu mesin pada bagian
belakang.
Gambar 11. Alat pemotong benang
Ketika menjahit busana atau benda lainnya, bagian yang lebar kita letakkan
di sebelah kiri dan yang kecil/ pendek atau yang dijahit diletakkan disebelah kanan.
Gambar 12. Menyetik pada garis lurus
i. Menyetik pada garis lengkung
Jahitan dipegang dan jari-jemari menuntun jahitan mengikuti lengkungan-
lengkungan. Jalannya mesin jangan terlalu cepat agar jari-jemari kita dapat mengikuti
garis lengkungan dengan tepat, sehingga hasil setikan baik dan rapi. Halini perlu
dilakukan berulang-ulang untuk memperoleh hasil lengkungan yang baikdan rapi.
Gambar 13. Setikan lengkung
j. Menyetik pada sudut
Jahitan dipegang dan jari-jemari menuntun jahitan. Pada waktu akan menyetik
bagian sudut, jarum dihentikan dengan memegang roda mesin jahit supaya jahitan
terhenti. Kemudian putarlah bahan jahitan tersebut sesuai dengan yang diinginkan dan
diteruskan menjahit seperti biasa.
Gambar 14. Setikan pada sudut
k. Mengatur setikan untuk membuat kerutan
Bila akan membuat kerutan, aturlah pengatur setikan yang terdapat di sebelah
kanan mesin , dengan nomor-nomor setikan dari 1 sampai 20. Batang pengatur
ditempatkan ditengah piring nomor, dan setikan diatur dengan cara menggerakkan
batang pengatur kebawah atau ke atas, ke angka-angka yang menunjukkan jarak
setikan yang diinginkan.
Jahitan untuk kerutan dapat dibuat sebaris dan pada ujung-ujung jahitan harus
ditinggalkan benang yang panjang. Dapat juga jahitan untuk kerutan dibuat duabaris
sehingga hasilnya akan rapi.
Gambar 15. Mengatur setikan untuk membuat kerutan
2. Mesin jahit fortable
Mesin jahit jenis ini baru muncul di awal tahun 2019, sebagai salah satu terobosan
baru, yang memungkinkan mesin jahit digunakan secara berpindah-pindah atau portable
Gambar 16. Mesin Fortable
3. Mesin high speed
Mesin high speed merupakan mesin dengan kecepatan tinggi, biasa dipakai pada
industri pakaian jadi
Gambar 17. Mesin High Speed
Mesin jahit industri adalah mesin jahit yang mempunyai kecepatan tinggi. Digunakan
untuk menjahit lurus. Mesin jahit industri disebut juga high speed sewing machine.
a. Komponen mesin jahit high speed
Gambar 18. Bagian-bagian Mesin High Speed
Keterangan Bagian-bagian mesin high speed
1. Skrup pengatur tekanan sepatu (foot pressure)
2. Alur benang (thread guide)
3. Pelat penutup (face plate)
4. Alur benang (thread guide)
5. Sekrup penguat jarum (needle clamp)
6. Sepatu mesin (foot machine)
7. Plat penutup (face plate)
8. Alur benang (thread guide)
9. Tiang benang (thread pin)
10. Pengecek minyak (oil check)
11. Roda mesin (hand wheel)
12. Pengatur panjang setikan (stick length selector)
13. Pengatur Maju mundur setikan (Back Tack Handle)
14. Badan mesin (body machine)
15. Alur benang (thread guide)
16. Pengatur tegangan benang (needle thread tension)
17. Alur benang (thread guide)
18. Alur benang (thread guide)
19. Skrup penguat jarum (needle clamp)
20. Plat penutup (face plate)
21. Plat mesin (plate machine)
Gambar 19. Meja dan Kelengkapan Mesin High Speed
Keterangan meja dan kelengkapan mesin high speed
1. Meja mesin (machine table)
2. Kaki mesin (machine leg)
3. Laci mesin (drawer)
4. Tempat benang (cotton holder)
5. Dinamo (motor machine)
6. Injakan kaki mesin (pedal)
7. Tombol menghidupkan dan mematikan (switch On/Off)
8. Tuas lutut (knee press)
9. Penggulung benang untuk spul (bobbin winder)
b. Pengoperasian mesin jahit
Mesin Jahit high speed adalah mesin jahit yang dijalankan oleh dynamo yang
mempunyai kecepatan tinggi. Langkah-langkah sebelum mengoperasikan mesin antara
lain menggunakan pakaian kerja yang aman, celemek dan alas kaki, bila perlu masker
hidung. Perhatikan posisi duduknya, duduk badan tegak, perhatikan jarak pandang, dan
posisi kaki. Perhatikan prosedur pengoperasian mesin sesuai standar.
1) Prosedur menghidupkan mesin jahit
a) Menyalakan stop kontak
b) Menyalakan mesin pada posisi ON, pastikan anda siap bekerja, jangan injak
pedal kalau belum siap menjahit
c) Ketika akan menjalankan mesin, posisi kaki kanan mengerem pedal, maka
akan terdengar suara dengungan mesin, bila tidak terdengar maka lakukan cek
kembali pada motor. Apabila keluar angin berarti mesin dalam keadaan benar
untuk menjahit
d) Sebelum anda mematikan mesin, periksa suaranya (masih mengeluarkan
angin atau tidak), untuk memastikan injaklah pedalnya, habiskan energi yang
tertinggal di dalamnya, setelah anda yakin tidak ada suara, maka matikan
mesin dengan segera (OFF) untuk menghindari mesin terbakar
2) Prosedur menjalankan mesin jahit
Dilakukan untuk mengecek performa mesin sebelum digunakan
a) Testing mesin untuk jalan cepat (full speed), jalan sedang (½ full), dan jalan
pelan (slow running)
b) Jalankan mesin pada kain tetapi tanpa benang
c) Mengatur langkah setikan antara 1 – 3 setikan secara berulang-ulang
3) Pemasangan jarum pada mesin jahit
a) Arah cekungan jarum berada di sebelah atas
b) Takeup mesin ada di posisi atas (putar roda keseimbangan untuk
mengangkat batang jarum)
c) Longgarkan sekrup jarum
d) Jarum disesuaikan arah depan dan belakangnya
e) Masukkan tangkai jarum hingga kedasar rongga jarum
f) Kencangkan sekrup jarum
4) Pemasangan benang pada mesin jahit
Setelah jarum terpasang dengan baik, selanjutnya pemasangan benang dapat
dilakukan dengan urutan, sebagai berikut.
a) Tarik ujung benang dari cones yang berada di penyangga benang
b) Masukkan ujung benang melalui jalur benang ke penetral benang pertama
dan kedua
c) Ujung benang dimasukkan pada tension, jalur benang, takeup dan pengaman
benang yang posisinya ada di needle bar (rumah jarum)
d) Benang dimasukkan pada lubang jarum sesuai dengan arah cekungan
benang
e) Mengeluarkan benang bawah dengan cara tekan engkol pengatur maju
mundur setikan (back tack). Roda mesin diputar, tarik kedua benang bagian
atas dan bawah
5) Menggulung benang pada kumparan/spul dan mengeluarkan benang
Taruh kumparan pada winder yang terletak pada bagian kanan mesin. Setelah itu
benang dilewatkan melalui lubang cantelan, lilitkan benang tersebut pada kumparan
beberapa kali dengan tangan. Angkat penekan kumparan sehingga roda berputar,
kumparan mengenai ban dan mulailah kumparan terisi benang.Sebelumnya terlebih
dahulu setel sekrup pengatur benang agar isi kumparan kira- kira 80%. Dengan
sendirinya roda pemutar kumparan akan berhenti, setelah itu penekan roda
diturunkan. Spul terisi benang dan siap untuk dimasukkan kedalam rumah
kumparan (skoci). Selanjutnya untuk mengeluarkan benang, dapat dilakukan
dengan memutar roda dalam sekali putaran, yang disebut ‘memancing benang’.
6) Mengatur jarak setikan
Untuk mengatur jarak setikan pilih pengatur jarak setikan yang sesuai dengan
hasil setikan yang diinginkan. Langkah yang perlu dikuasai untuk menggunakan
mesin industri adalah memasang benang atas dan mengisi kumparan secara cepat
dan tepat.
c. Perbaikan mesin
Mengatasi ganguan pada mesin jahit, berbagai macam jenis gangguan yang dijumpai
pada pemakaian mesin jahit harus di cari penyababnya dan diusahakan perbaikan-
parbaikan agar hasilnya memuaskan. Berikut beberapa pentunjuk untuk mengatasi
gangguan mesin jahit.
1) Mesin tidak lancar dan berisik
Penyebab dari gangguan ini terjadi karena kurang minyak pelumas pada mesin
jahit, selain itu pelumas yang digunakan tidak bermutu baik. Adanya benang-
benang yang lepas menyangkut pada mesin dan juga penumpukan debu dan sisa
serat kain pada gigi mesin. Perbaikan pada gangguan tersebut di mulai dari
membersihkan mesin dari serat-serat kain dan benang yang tertinggal dengan
kuas atau sikat. Memberikan minyak pelumas pada throat plate (penutup gigi)
dengan pelumas yang berkualitas baik
2) Benang jahitan atas sering putus
Penyebab gangguan antara lain benang jahit menyangkut karena menjahit Benang
jahitan atas sering putus dengan arah yang salah. Memasang jarum tidaktepat
pada tempatnya yang menyebabkan jarum cepat tumpul atau bengkok sehingga
ketegangan benang menjadi terlalu besar. Benang terlalu kasar atau terlalu halus
yang tidak sesuai dengan jenis kain yang digunakan. Perbaikan pada gangguan
tersebut dapat dilakukan dengan cara.
a. Menganti jarum dengan jenis yang baik
b. Menyesuaikan nomor benang dengan nomor jarum yang akan digunakan
c. Setel kembali rumah sekoci dan kendurkan tegangan dengan
memperhatikan keseimbangan dengan benang jahit bawah
d. Tarik kain kearah belakang mesin jahit
3) Benang jahit bawah sering putus
Penyebab gangguan antara lain: benang jahit tidak rapi digulung pada
spul/kumparan, tegangan benang pada sekoci (bob bin case) terlalu besar, benang
tidak sempurna lewat rumah sekoci, dan banyak debu terdapat pada mekanisme
mesin. Perbaikan pada gangguan tersebut dapat dilakukan dengan cara.
a. Bersihkan bagian mekanisme mesin
b. Garis tengah sekoci harus rata secara keseluruhan sehingga benang lewat
pada arah yang seharusnya
c. Kurangi ketegangan dan benang dan sesuaikan dengan tegangan benang
atas
4) Benang sering putus
Gangguan terjadi karena jarum tidak pada tempatnya sehingga sering mengenai
hook dan menyebabkan jarum tumpul. Jenis jarum tidak sesuai dengan kain yang
digunakan. Setelah selesai menjahit kain ditarik kearah yang salah. Perbaikan
dapat dilakukan dengan cara.
a. Ganti jarum, sesuikan antara benang jahit, jarum dan kain
b. Pasanglah jarum pada tempat yang tepat
c. Kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan antara benang
atas dan benang bawah jahitan
Penyabab gangguan yang lain: jarum tidak tepat pada tempatnya, jarum tumpul,
ukuran benang tidak sesuai dengan jarum yang digunakan, benang atas tidak
melewati jalan yang benar. Perbaikan pada gangguan tersebut dilakukan dengan
cara.
a. Ganti jarum dengan yang tajam dan pasang pada tempat yang tepat
b. Sesuaikan bengan dengan nomor jarum
c. Pasang benang melewati jalur yang seharusnya
5) Jerat benang mengerut
Penyebab gangguan antara lain: tegangan benang terlalu kuat, benang tidak
melewati jalan yang benar, jarum terlalu besar untuk jenis kain yang digunakan,
dan benang bagian bawah tidak digulung dengan rapi. Perbaikan dapat dilakukan
dengan langkah-langkah, sebagai berikut.
a. Kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan
benang jahitan bawah
b. Sesuaikan jarum sehingga benang atas melewati jalan yang benar
c. Sesuaikan nomor jarum dengan bahan yang digunakan
6) Jerat benang kendur
Penyebab gangguan antara lain: tegangan benang atas terlalu kendur atau terlalu
kencang, pegas pengatur tegangan pada rumah sekoci terlalu besar, dan ukuran
jarum tidak sesuai dengan jenis kain. Perbaikan dapat dilakukan dengan.
a. Kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan
benang jahitan bawah
b. Sesuaikan tegangan benang atas dengan benang bawah
c. Sesuaikan antara benang jahit, jarum dan kain yang akan digunakan
7) Jalannya kain tidak lancar
Penyebab gangguan antara lain: banyaknya serat berkumpul di sekitar gigi
penyuap dan tinggi rendahnya gigi penyuap tidak sasuai Perbaikan dapat
dilakukan dengan cara.
a. Bersihkan bagian gigi penyuap kemudian beri pelumas kemudian tutup
kembali dengan cepat
b. Atur mekanisme dan knop gigi penyuap
Daftar Pustaka
Ernawati, dkk. 2008. Tata Busana Jilid 3 Untuk Menengah Kejuruan. Jakarta:
Direktorat Pembinaan Sekolah, Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal
Manajemen Pendidikan, Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan
Nasional.
Goet Poespo. 2005. Panduan Teknik Menjahit. Kanisius. Yogyakarta
Indria Mustika. 2020. Teknologi Menjahit .Astrapedia. Surabaya
Wijanti, dkk. 2013. Dasar Teknologi Menjahit II. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK
Mengetahui, Puspo, 18 Juli 2022
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Dr. Nisful Laily, S.Pd., M.Pd Siti Robiatul A, S.Pd
NIP. 19761124 200604 2 022 NIP.199510012022212018