Kelas Teks
VII Fabel
Semester Genap oleh : Idfi A.
KD
3.16 Menelaah 4.16 Memerankan isi
struktur dan fabel/legenda daerah
kebahasaan setempat yang dibaca
fabel/legenda dan didengar
daerah setempat
yang dibaca dan
didengar.
IPK
3.16.1 3.16.2 Menelaah 3.16.3 Melengkapi teks
Mengidentifikasi struktur kebahasaan cerita fabel dengan
karakteristik dan
bagian-bagian teks fabel yang memperhatikan pilihan
dibaca atau kata, kelengkapan
struktur cerita didengar. struktur, dan kaidah
fabel. penggunaan kata
kalimat/ tanda
baca/ejaan.
4.16.1 Merekonstruksi isi
fabel dengan intonasi,
gestur, dan aspek
pemeranan lain yang
sesuai.
TEKS FABEL
Teks fabel adalah suatu
cerita yang mengisahkan
dunia hewan yang
perilakunya seperti
manusia. Fabel juga
termasuk cerita fiksi
ataupun hanya dongeng
saja. Pada fabel kadang
juga memasukkan ke
dalam ceritanya perilaku
seseorang manusia.
CIRI-CIRI TEKS
FABEL
1.TOKOH YANG BERFUNGSI SEBAGAI HEWAN.
2. TEMA DARI CERITA FABEL TERSEBUT
UMUMNYA MENGENAI HUBUNGAN SOSIAL.
3 .S EPNE NI NG K A R A K T E R A N Y A N G D I G A M B A R K A N
PADA FABEL MENYERUPAI PERILAKU MANUSIA,
SEPERTI BAIK, BURUK, EGOIS DAN CERDIK.
4. SUDUT PANDANGNYA ADALAH SUDUT
PANDANG DARI PIHAK KETIGA.
5. ALUR CERITA FABEL MENGGUNAKAN ALUR
MAJU.
6. DI DALAM FABEL JUGA TERDAPAT KONFLIK
YANG MELINGKUPI PERMASALAHAN DALAM DUNIA
HEWAN YANG SAMA DENGAN DUNIA MANUSIA.
7. CERITA FABEL JUGA LENGKAP DENGAN
LATAR TEMPAT, WAKTU, SOSIAL DAN LATAR
EMOSIONAL
8. DIDALAMNYA JUGA BERISI MENGENAI AMANAT
ATAU PESAN UNTUK PEMBACA DAN PENDENGAR.
JUMAT
9. BAHASANYA BERSIFAT NARATIF ATAU BERURUTAN,
YANG MANA BERBENTUK KALIMAT LANGSUNG DAN
MEMAKAI BAHASA INFORMAL DIKEHIDUPAN SEHARI-
HARI.
STRUKTUR
TEKS
CERPEN
Orientasi
Orientasi merupakan bagian yang ada
pada awal cerita. Pada bagian tersebut
diuraikan mengenai para tokoh-tokoh
yang ada, suasana, lokasi dan waktu dan
pengenalan background kepada
pembaca maupun pendengar.
Komplikasi
Komplikasi adalah bagian munculnya
permasalahan, dimana tokoh utama
bertentangan dengan konflik. Bagian
komplikasi harus terdapat dalam teks
fabel, apabila tidak terdapat komplikasi
maka masalah harus diciptakan.
Resolusi
Resolusi adalah bagian teks yang
mengandung pemecahan masalah yang
sudah dialami ataupun yang dirasakan
oleh tokoh dalam cerita fabel.
Koda
Koda merupakan bagian akhir yang
biasanya sering diselipkan nilai-nilai
moral maupun amanat yang dapat
diambil dari cerita itu sendiri.
UNSUR KEBAHASAAN
TEKS FABEL
KATA KERJA
INTRANSITIF
KATA KERJA AKTIF INTRANSITIF ADALAH KATA KERJA
YANG TIDAK MEMBUTUHKAN OBJEK DALAM SUATU
KALIMAT. SEPERTI DIAM, BERLALU, BERHEMBUS.
KATA KERJA
TRANSITIF
KATA KERJA AKTIF TRANSITIF ADALAH KATA KERJA YANG
MEMBUTUHKAN OBJEK DALAM SUATU KALIMAT. SEPERTI
MENGANGKAT, MEMEGANG, MENULIS, MEMBAWA.
KATA SANDANG
SI & SANG
PADA TEKS INI NANTI AKAN MENDAPATKAN BERANEKA MACAM
KATA SI DAN SANG. CONTOHNYA SI KANCIL, SANG KACIL, SI
KEPOMPONG, SANG HARIMAU DAN LAIN-LAINNYA.
PENGUNAAN LALU, KATA
HUBUNG DAN AKHIRNYA
KATA LALU DAN KEMUDIAN DIPAKAI MENJADI KATA
PENGHUBUNG INTRAKALIMAT DAN ANTARKALIMAT.
SEMENYARA KATA AKHIRNYA DIPAKAI UNTUK MENGAKHIRI DAN
MERINGKAS INFORMASI DALAM PARAGRAF.
PENGGUNAAN KETERANGAN
TEMPAT DAN WAKTU
DALAM TEKS INI NANTINYA AKAN BERJUMPA DENGAN
BERANEKA MACAM KALIMAT YANG MEMBERITAHUKAN
TEMPAT DAN WAKTU YANG SEDANG BERLANGSUNG
DIDALAM CERITA TERSEBUT.
CONTOH TEKS FABEL
Buaya yang Serakah
Orientasi
Di pinggiran sungai ada seekor buaya yang sedang kelaparan, sudah
tiga hari buaya itu belum makan perutnya terasa la sekali mau tidak
mau hari ini dia harus makan sebab kalau tidak bisa-bisa ia akan mati
kelaparan. Buaya itu segera masuk ke dalam sungai ia berenang
perlahan-lahan menyusuri sungai mencari mangsa.
Komplikasi
Buaya melihat seekor bebek yang juga sedang berenang di sungai,
bebek tahu dia sedang diawasi oleh buaya, dia segera menepi. Melihat
mangsanya akan kabur Buaya segera mengejar dan akhirnya
bebekpun tertangkap.
“Ampun Buaya, tolong jangan mangsa aku, dagingku sedikit, kenapa
kamu tidak memang sa kambing saja di dalam hutan,” ucapnya seraya
menagis ketakutan
“Baik, sekarang kau antar aku ke tempat persembunyian Kambing itu,”
perintah buaya dengan menunjukkan taring yang sangat tajam.
Berada tidak jauh dari tempat itu ada lapangan hijau tempat Kambing
mencari makan, dan benar saja di sana ada banyak Kambing yang
sedang lahap memakan rumput.
“Pergi sanah, aku mau memangsa Kambing saja,” Bebek yang merasa
senang, kemudian berlari dengan kecepatan penuh.
Setelah mengintai beberapa lama, akhirnya Buaya mendapatkan
satu ekor anak Kambing yang siap dia santap. “Tolong, jangan
makan aku, dagingku tidak banyak, aku masih kecil, kenapa kamu
tidak makan gajah saja yang dagingnya lebih banyak, aku bisa
mengantarkan kamu ke sana”.
“Baik, segera antarkan aku ke sana!” Anak Kambing itu mengajak
buaya ke tepi danau yang luas, di sana ada anak Gajah yang
besar. Buaya langsung mengejar dan menggigit kaki anak Gajah
itu. Walau besar, tapi kulit Gajah itu sangat tebal, jadi tidak bisa
melukainya.
Resolusi
Anak Gajah itu berteriak meminta tolong kepada ibunya. Buaya
terus saja berusaha menjatuhkan anak Gajah itu, tapi sayang tetap
tidak bisa. Mendengar teriakan anaknya, sekumpulan Gajah
mendatangi dan menginjak Buaya itu sampai tidak bisa bernafas.
Buaya itu tidak bisa melawan, karena ukuran ibu Gajah itu sangat
besar, ditambah dia juga lemas karena belum makan.
Koda
Buaya itu kehabisan tenaga dan mati.
I.TEKNIK/ASPEK YANG PERLU
DIPERHATIKAN SAAT
MEMERAGAKAN/MENDEMONSTR
ASIKAN CERITA FABEL.
Langkah 1 : Penguasaan Cerita dan alur cerita
Pada saat memerankan fabel yang diperlukan bukan
hanya mengingat tetapi juga memahami. Salah satu
cara yang bisa dilakukan adalah dengan
menggunakan kalimat sendiri yang lebih sederhana,
sehingga lebih mudah dalam memahaminya.
Langkah 2 : Menghayati Penokohan
Dalam menghayati penokohan sebuah fabel maka yang
diperlukan adalah ekspresi, nada suara yang lucu, serta gaya
dapat mendukung penghayatan. Misalnya, pada cerita fabel
Kelinci dan Serigala, dimana suara kelinci harus agak imut
karena sebagai tokoh dalam cerita hewan ia dikenal lucu dan
menggemaskan. Sedangkan suara Serigala harus agak serak
dan nadanya agak tinggi karena serigala pada umumnya sering
mengaung dan dikenal sebagai tokoh antagonis.
Langkah 3 : Menggunakan intonasi dan artikulasi yang baik dan
tepat
Pada saat merekonstruksi/memeragakan cerita fabel tinggi
rendahnya pengucapan harus diperhatikan, selain itu artikulasi
juga harus diperhatikan agar pengucapan atau kalimat yang
diucapkan terdengar oleh penonton.
Langkah 4 : Menjalin Kontak Mata
Pada suatu pertunjukan, pemeran harus menggunakan
kontak mata terhadap pendengar atau penonton. Hal ini
dipastikan bisa meningkatkan daya tarik terhadap cerita
Langkah 5 : Menggunakan Alat Peraga
Pemeran harus bisa menghidupkan suasana, salah satunya bisa
dibantu dengan alat peraga. Dimana, alat peraga dinilai mampu
mendukung pemahaman pendengar atau penonton akan suatu
cerita. Namun jika tidak ada alat peraga, menggunakan gestur
tubuh juga menjadi alternatif.