The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TAKTIK JITU LULUS UJIAN KOMPREHENSIF JURUSAN PAI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aminafifudin6, 2022-03-25 03:25:10

TAKTIK JITU LULUS UJIAN KOMPREHENSIF JURUSAN PAI

TAKTIK JITU LULUS UJIAN KOMPREHENSIF JURUSAN PAI

TAKTIK JITU LULUS UJIAN KOMPREHENSIF JURUSAN PAI
RANGKUMAN KISI-KISI DAN KUNCI JAWABAN

DISUSUN OLEH:

FARCHAN JAOHARI TANTOWI

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN

TAHUN 2020

1

PENGANTAR

Dalam era globalisasi persaingan di segala bidang kehidupan semakin nyata, termasuk
persaingan di dunia pendidikan. Keberadaan satu lembaga pendidikan yang mampu memiliki
standar dan kualitas lebih, akan menjadikan lembaga tersebut tetap survive dan diminati
masyarakat. Hal ini terjadi pada setiap jenjang pendidikan, terlebih pada jenjang Perguruan
Tinggi.

Di Indonesia sudah ada satu standar baku yang mengukur kualitas lembaga pendidikan,
yaitu Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang
system pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut
BNSP Standar Nasional Pendidikan terdiri dari: Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi,
Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan dan Standar Penilaian
Pendidikan.

Fungsi dan Tujuan adanya Standar ini adalah:

1. Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan
nasional yang bermutu.

2. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat.

3. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan
berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan
global.

Sesuai tuntutan globalisasi dan mengacu pada standar pendidikan, jurusan
Pendidikan Agama Islam memiliki semangat menata diri dari berbagai segi
pendukung kemajuan lembaga pendidikan. Dalam kaitan ini, maka keberadaan Kisi-
kisi Ujian Komprehensif yang disusun oleh tim dosen Pendidikan Agama Islam
sangat mendukung kelengkapan jurusan Pendidikan Agama Islam, khususnya Standar
penilaian pendidikan.

Sebagaimana diketahui para Dosen, Ujian Komprehensif di Jurusan Pendidikan
Agama Islam merupakan ujian untuk mengukur kompetensi akademik mahasiswa
yang berkaitan dengan kompetensi bidang keagamaan oleh Penguji I dan kompetensi
di bidang ketarbiyahan oleh Penguji II, yaitu setelah mahasiswa menyelesaikan
seluruh beban akademik baik teori maupun praktik. Ujian Komprehensif juga
merupakan salah satu syarat yang harus dilalui sebelum ujian Munaqosah Skripsi.
Dengan demikian, keberadaan kisi-kisi ujian komprehensif di jurusan Pendidikan
Agama Islam sangat bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan
Agama Islam.

2

Pekalongan, 13 April 2020
Penulis
Farchan Jaohari Tantowi, M.Pd,.

3

KOMPREHENSIF

A. MATERI KEAGAMAAN
1. BTQ

1.) Tuliskan Surat Al-Kautsar dan bacaan surat tersebut dengan baik!

‫اِﻧﱠﺎاَ ْﻋ َﻄ ْﯿﻨَﺎ َك ا ْﻟ َﻜ ْﻮﺛَ ْﺮ‬
‫ﻓَ َﺼ ِّﻞ ِﻟ َﺮ ِﺑّ َﻚ َوا ْﻧ َﺤ ْﺮ‬
‫ِا ﱠن َﺷﺎﻧِﺌَﻚ ُھ َﻮاْﻷَ ْﺑﺘَ ُﺮ‬

2.) Apakah beda Mad Jaiz Munfasil dan Mad Wajib Muttashil terangkan
beserta contohnya…
Mad Wajib Muttashil
Bagian dari Mad Far’I , Mad Wajib Muttashil itu adalah Mad bertemu dengan
hamzah dalam satu kalimat. Untuk ukuran panjangnya enam harakat/tiga alif.
Contoh:

‫ِﻣ ْﻦ َﻣﺂ ِء‬

‫َﺧ ْﯿ ٌﺮاﻟﻨِّ َﺴﺂ ِء‬

‫َو ُھ ْﻢ ﻧَﺂﺋِ ُﻤ ْﻮ َن‬

Mad Jaiz Munfasil

Bagian dari Mad Far’I juga. Mad Jaiz Munfasil adalah, Mad bertemu hamzah
tidak dalam satu kalimat. Panjangnya lima harakat/dua setengah alif.

‫ﯾَﺎاَﯾﱡ َﮭﺎاﻟﱠ ِﺪ ْﯾ َﻦ اَ َﻣﻨُ ْﻮاﻗُ ْﻮاأَ ْﻧﻔُ َﺴ ُﻜ ْﻢ‬

3.) Berikan contoh bacaan izhar
Izhar adalah apabila Nun Mati atau Tanwin menghadapi salah satu huruf Hamzah

‫ اح خ ع غ ه‬maka disebut izhar.

4.) Terangkan 2 macam qolqolah. Berikan contoh masing-masing.
a. Qolqolah Sugra (kecil) matinya asli, cara membacanya kurang dikeraskan
Qolqolahnya.
Contoh:

. ِ‫ َز ْو ِج ﺑَ ِﮭ ْﯿﺞ‬, ‫ أُ ْوﻟُ ْﻮاأﻷَ ْﻟﺒَﺎ ِب‬, ‫َﻣﺎ َﺧﻠَ َﻖ‬

4

b. Qolqolah Kubra (besar) mati karena waqaf. Inilah qolqolah yang paling
utama, cara membacanya dikeraskan qolqolahnya.
Contoh:

‫ َو َﻣﺎأَ ْد َرا َك‬, ‫ أِﻻﱠ ِأ ْﺑ ِﻠ ْﯿ َﺲ‬, ‫ﯾَ ْﻘ َﻄﻌُ ْﻮ َن‬

5.) Huruf syamsiyah dan qomariyah
Alif lam syamsiyah adalah alif lam yang di ikuti oleh huruf syamsiyah.
Huruf syamsiyah ada 14 huruf, contoh huruf syamsiyah adalah :

‫تثدذرزسشصضطظلن‬

Jika ke empat belas hurufnya di dahului oleh alif lam maka hurufnya harus
memakai tasydid baik dalam tulisan ataupun dibaca, tetapi lam nya tidak
dibaca.

Alif lam qomariyah adalah huruf alif lam yang di ikuti oleh huruf qomariyah.
Huruf qomariyah ada 14 huruf, contoh huruf qomariyah adalah:

‫ابجحخعغفقكموهي‬

Jika keempat belas hurufnya di dahului oleh alif lam maka tidak boleh memakai
tasydid, baik dalam tulisan maupun bacaan, tetapi lam nya harus di baca.

6.) Tanda-tanda washol dan waqof
Waqof artinya : berhenti , sedangkan Washol artinya : sebaiknya terus.
Tanda-tandanya yaitu:
Waqaf artinya: berhenti, sedangkan Washol artinya artinya: sebaiknya terus,
tanda-tandanya:

1. ‫ م‬Waqaf Lazim [‫]وﻗﻒ ﻻزم‬Tanda mesti berhenti.
2. ‫ ﻻ‬La Waqfa [‫]ﻻ وﻗﻒ‬Tanda tidak boleh berhenti. (Washol)
3. ‫ ط‬Waqaf Muthlaq [‫]وﻗﻒ ﻣﻄﻠﻖ‬Tanda sempurna berhenti.
4. ‫ ج‬Waqaf Jaiz [‫]وﻗﻒ ﺟﺎﺋﺰ‬Tanda boleh berhenti dan boleh terus.
5. ‫ ز‬Waqaf Mujawwaz [‫]ﻣﺠﻮز‬Tanda boleh berhenti, terus lebih baik (Washol)
6. ‫ ص‬Waqaf Murakh-khash [‫ ]وﻗﻒ ﻣﺮﺧﺺ‬Tanda diringankan (di bolehkan)

berhenti karena mempunyai nafas pendek, terus lebih baik. (Washol).

7. ‫ ﻗﻒ‬Waqaf Mustahab [‫]وﻗﻒ ﻣﺴﺘﺤﺐ‬Tanda berhenti lebih baik, tidak salah

kalau terus.

8. ‫ ﻗﻠﻰ‬Waqaf Aula [‫]وﻗﻒ اوﻟﻰ‬Tanda berhenti lebih baik.

5

9. ‫ ق‬Qila Waqaf Sebagian pendapat, [‫]ﻗﯿﻞ وﻗﻒ‬tanda boleh berhenti. (Washol)
10. ‫ ﺻﻠﻰ‬Washal Aula [‫]وﺻﻞ اوﻟﻰ‬Tanda terus lebih baik. (Washol)
11. ‫ ك‬Kadza lika Muthabiq lima qablahu [‫]ﻛﺬا ﻟﻚ ﻣﻄﺎﺑﻖ ﻟﻤﺎ ﻗﺒﻠﮫ‬Tanda berhenti

seperti pada salah satu titik tiga. Sebelumnya

12. …___... Waqaf Mu’anaqah [‫]وﻗﻒ ﻣﻌﺎ ﻧﻘﮫ‬Tanda boleh berhenti pada salah

satu titik tiga.

13. ‫ﺳﻜﺖ‬/‫ س‬Saktah [‫]ﺳﻜﺘﮫ‬Tanda berhenti sejenak tanpa ambil nafas.

7.) Mad ashli, mad far’i
1. Mad asli itu mad thobi’i, yaitu apabila Alif bertemu fathah, Wawu mati

bertemu dhummah, Ya' mati bertemu kasroh. Contoh: ‫ﻗُ ْﻮﻟُ ْﻮا‬,َ‫ﻗِ ْﯿﻼ‬,‫ﻗَﺎﻟُ ْﻮا‬

Ukuran panjangnya satu alif (Dua Harakat).
2. Mad Far’i itu adalah mad yang lebih dari mad asli, dikarenakan ada hamzah

atau sukun, Contoh: ‫ ﻧَ ْﺴﺘَ ِﻌ ْﯿ ُﻦ‬,‫َﺟﺎ َء‬

Jumlah Mad Far’i semuanya ada lima belas : 1. Mad Wajib Muttasil, 2. Mad
Jaiz Munfasil, 3. Mad ‘Arid Lissukun, 4. Mad Badal, 5. Mad ‘Iwad, 6. Mad
Lazim Mutsaqal Kilmi, 7. Mad Lazim Mukhaffaf kilmi, 8. Mad Lazim Harfi
Mutsaqol’. 9. Mad Lazim Harfi Mukhoffaf, 10. Mad Liin, 11. Mad Sillah
Qasirah, 12. Mad Sillah Tawiilah, 13. Mad Farqi, 14. Mad Tamkin, 15. Mad
Ta’dim,.
8.) Ghunnah, idhgom
Ghunnah: Setiap ada huruf Nun atau Mim yang bertasydid maka hukum
bacannya dinamakan Gunnah.

Contoh: ‫ ﻓَﻠَ ﱠﻤﺎ‬,‫ اِﻧﱠ َﻤﺎ‬, ‫ ﺛُ ﱠﻢ‬, ‫ِا ﱠن‬

Idghom Bighunnah: Apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah

satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 4 huruf, antara lain: ‫ ي ن م و‬atau biasa di

singkat dengan bunyi ‫ﯾَ ْﻨ ُﻤ ْﻮ‬

Contoh ‫َﻣ ْﻦ ﯾَﻘُ ْﻮ ُل ﻓَ ْﺘ َﺤﺎ ُﻣ ِﺒ ْﯿﻨَﺎ ِﻣ ْﻦ ﱠو َرا ِﺋ ِﮭ ْﻢ‬

Idghom Bilaghunnah

Apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hujaiyyah

yang berjumlah 2 huruf, antara lain ‫ ل‬dan ‫ر‬

Contoh: ‫ِﻣ ْﻦ ﻟَﺪُ ْﻧ َﻚ َﻏﻔُ ْﻮ ٌر َر ِﺣ ْﯿ ُﻢ‬

6

Idghom Mitsli (Idghom Mimi) Artinya : apabila ada Mim sukun bertemu

dengan mim.

Contoh: ‫ُﻛ ْﻨﺘُ ْﻢ ُﻣ ْﺴ ِﻠ ِﻤ ْﯿ َﻦ‬

Idghom Mutamatsilain

Jika ada huruf yang sama, yang pertama sukun dan yang kedua hidup.

Contoh: ‫ِا ْﺿ ِﺮ ْب ِﺑﻌَ َﺼﺎ َك‬

Idghom Mutajanisain

Dinamakan Idghom Mutajanisain jika Ta’ sukun bertemu Tha, Tha sukun

bertemu Ta’, Ta’ sukun bertemu Dal, Dal sukun bertemu Ta, Lam sukun bertemu

Ra’, Dzal sukun bertemu Zha.

Contoh:

‫ﻗَﺎﻟَ ْﺖ َطﺎﺋِﻘَﺔُ ﻟَﺌِ ْﻦ ﺑَ َﺴ ْﻄ َﺖ اَﺛْﻘَﻠَ ْﺖ دَ َﻋ َﻮا ﻗَ ْﺪ ﺗَﺒَﯿِّ َﻦ ﻗُ ْﻞ َر ِّب ِا ْذ َظﻠَ ُﻤ ْﻮا‬

Idghom Mutaqorribain

Dinamakan Idghom Mutaqorribain jika Tsa sukun bertemu Dzal, qaf sukun

bertemu Kaf, Ba’ sukun bertemu Mim.

Contoh: ‫ﯾَ ْﻠ َﮭ ْﺚ ذَ ِﻟ َﻚ اِ ْر َﻛ ْﺐ َﻣﻌَﻨَﺎ‬

9.) Idhar halqi, idhar wajib, idhar syafawi
Idhar Halqi
Idhar Halqi, apabila Nun Mati atau Tanwin menghadapi salah satu huruf Hamzah

‫اح خ ع غ ه‬

Idzhar Wajib
Jika ada Nun suskun atau Tanwin bertemu huruf Ya’ atau Wawu dalam satu
kalimat. Cara membacanya; terang atau jelas. Namun, didalam al-Qur’an bacaan
Idzhar Wajib ini hanya ada 4, yaitu:

‫اﻟﺪﱡ ْﻧﯿَﺎ ﺑُ ْﻨﯿَﺎ ٌن ِﺻ ْﻨ َﻮا ٌن ﻗِ ْﻨ َﻮا ٌن‬

Idzhar Syafawi
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain
Mimdan Ba’.

Contoh: ‫ُھ ْﻢ ﻧَﺎ ِﺋ ُﻤ ْﻮ َن اَ ْم ﻟَ ْﻢ ﺗَ ْﻨ ِﺪ ْر ُھ ْﻢ‬

10.) Ikfa’, ikhfa’ syafawi
Ikhfa’ artinya: Apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu
huruf hijaiyyah yang berjumlah 15 huruf, antara lain:

‫تثجدذزسشصضطظفقك‬

7

Contoh: ‫ِﻣ ْﻦ ﺗَ ْﺤ ِﺘ َﮭﺎ َﻣﺎ ْءﺗَ َﺠﺎ ْﺟﺎ اَ ْﻧ َﺠ ْﯿﻨَﺎ ُﻛ ْﻢ ِﻗ ْﻨ َﻮا ٌن دَاﺋِﯿَ ِﺔ َﻣ ْﻦ ذَاﻟﱠ ِﺬ ْي ﯾَ ْﻮ َﻣ ِﺌ ٍﺬ َز ْرﻗًﺎ‬

Ikhfa’ Syafawi Artinya: Apabila ada Mim sukun bertemu dengan Ba’.

Contoh: ‫ﺗَ ْﺮ ِﻣ ْﯿ ِﮭ ْﻢ ِﺑ ِﺤ َﺠﺎ َر ٍة‬

11.) Iqlab

Iqlab, artinya Apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan satu huruf

dari huruf hijaiyyah yaitu: ‫ب‬

Contoh: ‫َﻣ ْﻦ ﺑَ ِﺨ َﻞ َﻋ َﻮا ٌن ﺑَ ْﯿ َﻦ‬

12.) Hukum ra’ (tafkhim dan tarqiq)

Hukum Ro’ ada dua:

Ro’ yang dibaca Tafkhim

Ciri-ciri:

Ro’ fathah, Ro’ fathah tanwin.

Ro’ dhummah, Ro’ dhummah tanwin.

Ro’ sukun didahului fathah atau dhummah.

Ro’ sukun didahului kasrah ada hamzah washal.

Ro’ sukun didahului kasrah bertemu huruf isti’la’.

Contoh:

a.) ‫ ًرا َرﺑﱠﻨَﺎ َﺧ ْﯿ ًﺮا‬-‫َر‬
b.) ‫ ٌر ُر َو ْﯾﺪًا َﻛ ِﺒ ْﯿ ٌﺮ‬-‫ُر‬
c.) ‫اَ ْر َﺳ َﻞ ﻗُ ْﺮاَ َن‬
d.) ‫ا ْر اَ ِﻣ ْﺮﺗَﺎﺑُ ْﻮا اِ ْر ِﺟﻌُ ْﻮا‬
e.) ‫خ ص ض ط ظ غ ق ِﻣ ْﺮ َﺻﺎدٌ ِﻗ ْﺮ َطﺎ ٌس‬-‫ز‬

Ro’ yang dica Tarqiq

Ciri-ciri:

a.) Ro’ kasrah, Ro’ kasrah tanwin.
b.) Ro’ sukun didahului kasrah.
c.) Ro’ hidup didahului Ya’ dibaca waqaf.

Contoh:

a.) ‫ ٍر ِر ْﺟ ٌﺲ ُﺧ ْﺴ ٍﺮ‬-‫ِر‬
b.) ‫ْر ﻓِ ْﺮ َﻋ ْﻮ َن ﻓَ َﻜ ِﺒّ ْﺮ‬
c.) ‫َﺧ ْﯿ ٌﺮ ﺑَ ِﺼ ْﯿ ٍﺮ‬

8

13.) Lafadz Jalalah
Hukum lafadz Allah dibagi dua, yaitu: Dibaca Tafkhim, jika lafadz Allah
didahului harakat fathah atau dhummah.
Contoh:

ِ ّ ‫َو ّ ُ َﻧ ْﺼ ُﺮ‬

Dibaca tarqiq, jika lafadz Allah didahului harakat kasrah.
Contoh:

‫ﺑِ ْﺴ ِﻢ ّ ِ اﻟ ﱠﺮ ْﺣ َﻤ ِﻦ اﻟ ﱠﺮ ِﺣ ْﯿ ِﻢ‬

2. TAFSIR
1. Jelaskan Pengertian Al-Qur’an dari bahasa dan istilah
Dari segi bahasa:
a. Qora’a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun.
b. Qiraah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain
dalam satu ucapan yang tersusun rapi.
c. Qur’an pada mulanya seperti qiraah, yaitu masdar dari kata qara’a, qiraatan,
quranan.

Dari segi istilah:

Ialah kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-
Nya; Muhammad SAW, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat
an-Nas.

2. Terangkan perbedaan wahyu dan ilham
Wahyu adalah suatu pengetahuan yang diperoleh Nabi (Rasul) dengan cara yang
samar serta menyakini bahwa apa yang mereka terima benar-benar datangnya dari
Allah SWT, baik dengan perantaraan ataupun tidak.
Sementara ilham adalah suatu perasaan halus yang diyakini oleh jiwa dan
terdoronglah keinginan untuk memenuhi kehendak ilham itu tanpa merasakan dari
arah mana datangnya. Termasuk pengertian ilham peristiwa mimpi yang dialami
Nabi Ibrahim AS, untuk mengorbankan putranya (Ismain AS). sedangkan ilham
menurut istilah adalah wahyu atau pertolongan dari Allah untuk melakukan suatu
perbuatan. Petunjuk Tuhan yang timbul dari hati; pikiran (angan-angan) yang
timbul dari hati, bisikan hati; sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta
(mengarang syair, lagu, dan sebagainya).

9

3. Terangkan perbedaan anatar tafsir dan terjemah
Tafsir adalah ilmu untuk memahami kitabullah yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW, menjelaskan maknanya serta mengeluarkan hukum dan
hikmahnya.
Terjemah ialah memindahkan pembicaraan dari satu bahasa kedalam bahasa lain.

4. Cara dan proses turunnya Al-Qur’an
Para Ulama’ ahli tafsir menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an memerlukan dalil
Ayat Al-Qur’an dan Riwayat Hadits Shahih melalui tiga tahap yaitu:
Tahap pertama, Al-Qur’an berada di Lauh Mahfuzh, Q.S. Al-Buruuj: 20-22)
Tahap kedua, Al-Qur’an dari Lauh Mahfudzh diturunkan ke langit bumi
(Baitul ‘Izzah) (Q.S. Al-Qadr: ayat 1)
Tahap ketiga, Al-Qur’an diturunkan dari Baitul ‘Izzah kepada Nabi
Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari
dengan cara sebagai berikut :
a. Malaikat memasukkan wahyu itu kedalam hatinya. Dalam hal ini Nabi
SAW tidak ada melihat sesuatu apapun hanya beliau merasa bahwa itu
(wahyu) sudah ada dalam qalbunya. Q.S. Asy Syuuraa : 51)
b. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki
yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga beliau mengetahui
dan hafal benar akan kata-kata itu.
c. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya lonceng. Cara inilah
yang amat berat dirasakan oleh Nabi SAW. Kadang-kadang pada keningnya
berpancaran keringat, meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang
sangat. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena
merasa amat berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai
unta.
d. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi rupanya yang asli. (Q.S.
An-Najm: 13-14.)

5. Proses kondifikasi Al-Qur’an
Kondifikasi pada masa Rosul
Pada masa ini, lebih banyak bergantung kepada hafalan ketimbang tulisan
karena daya ingat para sahabat sangat kuat, mereka sangat cepat dalam menghafal
dan orang yang pandai tulis-baca sangat langka serta terbatasnya alat-alat tulis.
Oleh karena itu, pengkondifikasiannya tidak dimuat di dalam suatu Mushhaf akan
tetapi siapa saja yang mendengar satu ayat, dia lalu menghafalnya atau
menulisnya sebisanya pada pelapah kurma, lembaran pada kulit, batu putih yang
tipis dan tulang pundak (binatang), sedangkan para Qurra’ (pembaca al-Qur’an
dan penghafal) nya banyak sekali.

10

Kondifikasi pada masa Abu Bakar Ash-Shidiq
Sebab utamanya adalah terbunuhnya sejumlah besar para Qurra’ (Penghafal
Qur’an/Hafidz) pada perang Yamamah, diantaranya Salim, Mawia Abu
Hudzaifah yang merupakan salah satu seorang dari kalangan mereka yang Nabi
perintahkan agar al-Qur’an ditransfer darinya.
Lalu Abu Bakar memerintahkan pengkondifikasian al-Qur’an agar tidak lenyap
(dengan banyaknya yang meninggal dari kalangan Qurra’)

Pengkondifikasi pada masa Utsman bin Affan
Sebab utamanya adalah timbulnya beragam versi bacaan terhadap al-Qur’an
sesuai dengan Shuhuf yang berada di tangan para shahabat, sehingga
dikhawatirkan terjadinya fitnah. Oleh karena itu, Utsman bin Affan
memerintahkan agar dilakukan kondifikasi terhadap Shuhuf tersebut sehingga
menjadi satu Mushhaf saja agar manusia tidak berbeda-beda bacaan lagi, yang
dapat mengakibatkan mereka berselisih terhadap Kitabullah dan berpecah-belah.

6. Pengertian Wahyu
Secara bahasa kata “Wahyu” berarti ‘isyarat yang cepat, surat, tulisan, dan
segala sesuatu yang disampaikan kepada orang lain untuk diketahui.
Berkaitan dengan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, maka
segala sesuatu yang disampaikan beliau kepada umatnya dalam kepasitas beliau
sebagai Rasul, adalah wahyu.

7. Pengertian Mukjizat al-Qur’an

Kata Mukjizat, menurut Quraish Shihab berasal dari bahasa Arab ‫ أﻋﺠﺰ‬yang

berarti “melemahkan atau menjadikan tidak mampu:, sedangkan ‫ ة‬ta’ marbutoh

pada kata ‫ ﻣﻌﺠﺰة‬menunjukkan makna mubalaghoh (superlative). Menurut

kamus besar Purwo Darminto adalah “Kejadian ajaib/luar biasa yang sukar
dijangkau oleh kemampuan manusia”. Sedangkan menurut pakar agama Islam
adalah “Suatu hal atau peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seorang yang
disebut Nabi, sebagai bukti kenabiannya yang di tantangkan pada yang
meragukan, untuk melakukan atau mendatangkan hal serupa, namun tidak mampu
melayani tantangan tersebut.” Manna’ Khalil Al-Qattan menjelaskan bahwa
pengertian “Kelemahan” secara umum ialah ketidakmampuan mengerjakan
sesuatu, sehingga nampaklah kemampuan dari “Mu’jis” (sesuatu yang
melemahkan). Dan kata I’jas dalam konteks ini adalah menampakkan kebenaran
Nabi dalam pengakuannya sebagai seorang Rasul dengan menampakkan
kelemahan orang Arab beserta generasi-generasi setelahnya untuk menghadapi
mu’jizatnya yang abadi (al-Qur’an).

11

8. Tujuan Mukjizat al-Qur’an
Petunjuk aqidah dan kepercayaan yang harus dianut oleh manusia yang
tersimpul dalam keimanan akan keesaan tuhan dan kepercayaan akan kepastian
adanya hari pembalasan.
Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-
norma keagamaan dan susila yang harus di ikuti oleh manusia dalam
kehidupannya secara individual atau kolektif.
Petunjuk mengenai syariat dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar
hukum yang harus di ikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan tuhan dan
sesamanya.

9. Segi-segi kemukjizatan al-Qur’an
Segi bahasa dan susunan redaksinya
Segi isyarat ilmiah
Segi pemberitaan yang ghaib
Segi petunjuk penetapan hukum syara’

10. Perbedaan Mukjizat dan Sihir
Mukjizat : dari Allah SWT untuk Nabi dan Rasul, Muncul atas Kehendak Allah,
Karena Ta’ala pada Allah, Membela Al-Haq, Tidak bisa di tiru, Tidak bisa
dipelajari, Tidak bisa diwariskan, Memperkokoh Iman.
Istidraj-Sihir : dari Syetan, untuk wali syetan, Muncul atas kehendak
pemiliknya, Membela yang bathil, Harus bermaksiat, Bisa ditiru, Bisa dipelajari,
Bisa dititiskan/diwariskan, Menambah Sombong.

11. Pengertian Tafsir dari segi bahasa dan istilah
Tafsir menurut bahasa adalah penjelasan atau keterangan, seperti yang bisa
dipahami dari Qur’an Surat Al-Furqon : 33, ucapan yang telah ditafsirkan berarti
ucapan yang tegas dan jelas.
Menurut istilah, pengertian tafsir adalah ilmu yang mempelajari kandungan
kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi SAW, berikut penjelasan maknanya
serta hikmah-hikmahnya. Sebagian ahli tafsir mengemukakan bahwa tafsir adalah
ilmu yang membahas tentang al-Qur’an al-Kariim dari segi pengertiannya
terhadap maksud Allah sesuai dengan kemampuan manusia. Secara lebih
sederhana, tafsir dinyatakan sebagai penjelasan sesuatu yang diinginkan oleh kata.

12. Perbedaan Tafsir dan Takwil
Tafsir menerangkan makna lafal yang telah diterima, juga menetapkan apa yang
dikehendaki ayat.

12

Takwil menetapkan makna yang dikehendaki suatu lafal yang dapat menerima
banyak makna karena didukung oleh dalil/mengoleksi salah satu makna yang
mungkin diterima oleh suatu ayat tanpa menyakinkan bahwa itulah yang
dikehendaki Allah serta menafsirkan batin lafal.

13. Contoh beberapa kitab tafsir dan pengarangnya
Ruhul Ma’ani karya Imam Al Alusi (1217-1270 H)
Mafatihul Ghaib karya Imam Fakhruddin Ar Razi (544-606 H)
Fi Zhilalil Qur’an karya Al-Ustadz Sayyid Quthb (1906-1966 M)
Tafsir al-Tabary karya Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At-Thobary (224-
310 H)
Tafsir Ibnu Katsir: karya Imaduddin Abul Fida’ Ismail bin Amr bin Katsir
(w 774 H)
Tafsir Al-Qurtuby : karya Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-
Qurtuby (w671 H).

14. Pengertian Asbabun Nuzul serta berikan contoh ayatnya
Asbabun Nuzul (Sebab-sebab Turunnya (suatu ayat) ) adalah ilmu Al-Qur’an
yang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa
ayat al-Qur’an diturunkan. Pada umumnya, Asbabun Nuzul memudahkan para
Mufassir untuk menemukan tafsir dan pemahaman suatu ayat dari balik kisah
diturunkannya ayat itu. Selain itu, ada juga yang memahami ilmu ini untuk
menetapkan hukum dari hikmah dibalik kisah diturunkannya suatu ayat.
Asbabun Nuzul (Sebab-sebab Turunnya Ayat) Surat Al-Qadr (1-3)

‫إﻧﺎأﻧﺰﻟﻨﺎه ﻓﻲ ﻟﯿﻠﺔ اﻟﻘﺪر وﻣﺎأدراك ﻣﺎﻟﯿﻠﺔ اﻟﻘﺪر ﻟﯿﻠﺔ اﻟﻘﺪرﺧﯿﺮﻣﻦ اﻟﻒ ﺷﮭﺮ‬
.‫ﺗﻨﺰل اﻟﻤﻼ ﺋﻜﺔ واﻟﺮوح ﻓﯿﮭﺎ ﺑﺈذن رﺑﮭﻢ ﻣﻦ ﻛﻞ أﻣﺮ ﺳﻼم ھﻲ ﺣﺘﻰ ﻣﻄﻠﻊ اﻟﻔﺠﺮ‬

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada malam
kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam
kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-
malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-Nya untuk mengatur segala
urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Q.S. Al-
Qadr: 1-5)
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah SAW, pernah
menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fisabilillah
menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum
muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut. Maka Allah menurunkan
ayat ini (Q.S. Al-Qadr: 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam Lailatul Qadr
lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama seribu bulan itu.

13

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Al Wahidi, yang bersumber dari
Mujahid)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa di kalangan Bani Israil terdapat
seseorang laki-laki yang suka beribadah malam hari hingga pagii dan
berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu
dilakukannya selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan ayat ini (Q.S. Al-
Qadr : 1 – 3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik
daripada amal seribu bulan yang dilakukan oleh seseorang laki-laki dari Bani
Israil tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid)

15. Pengertian Nasikh dan Mansukh dan contoh ayatnya
Nasikh secara etimologi berarti penyalinan atau penukilan, penggantian,
penghilangan atau penghapusan dan pembatalan.
Jadi, nasakh yang umum dikenal kaum muslimin para Ulama’nya ialah proses
penghapusan atau pembatalan hukum syar’I yang telah ada untuk kemudian
digantikan dengan hukum syar’I yang datang kemudian. Hukum syar’I yang
menghapuskan atau membatalkan lazim disebut dengan istilah nasikh;
sementara hukum syar’I yang di hapus atau dibatalkan disebut mansukh.
Sebagai contoh, sebelum turun ayat dalam surat al-Baqarah ayat 144 yang
memerintahkan kiblat sholat kea rah Ka’bah Baitullah di Masjidil Haram, kiblat
kaum muslimin adalah menghadap kearah Masjidil Aqsha, tetapi setelah turun
ayat yang memerintahkan arah kiblat ke Masjidil Haram, maka Nabi Muhammad
beserta umatnya beralih arah kiblatnya ke Masjidil Haram. Dari kasus ini dapat
dikemukakan bahwa menghadap kiblat ke Masjidil Haram adalah Nasikh,
sedangkan menghadap ke Masjidil aqsha adalah Mansukh.
Macam-macam Naskh
1. Nash Yang Mansukh Hukumnya, Namun Lafadznya Tetap
2. Nash Yang Mansukh Lafaznya, Namun Hukumnya Tetap
3. Nash Yang Mansukh Hukumnya dan Lafazhnya

Macam-macam Naskh dilihat dari Nash yang Nasikh (menghapus)-secara
ringkas-ada empat bagian :

1. Al-Qur’an Dimansukh dengan Al-Qur’an
2. Al-Qur’an Dimansukh dengan As-Sunnah.
3. As-Sunnah Dimansukh dengan Al-Qur’an
4. As-Sunnah Dimansukh dengan As-Sunnah.
16. Ayat Makkiyah dan cirinya, ayat Madaniyah dan cirinya;
Makkiyah
1. Ayat-ayatnya pendek
2. Diawali dengan ya ayyuhan-nass (wahai manusia).

14

3. Kebanyakan mengandung masalah tauhid, iman kepada Allah SWT., masalah
surga dan neraka, dan masalah-masalah yang menyangkut kehidupan akhirat
(ukhrawi).
Madaniyah

1. Ayat-ayatnya panjang;
2. Diawali dengan ya ayyuhalladzina amanu (wahai orang-orang yang

beriman)
3. Kebanyakan tentang hukum-hukum agama (syariat), orang-orang yang

berhijrah (muhajirin) dan kaum penolong (anshor), kaum munafik, serta ahli
kitab.

17. Ayat Muhkam dan Mutasyabih, contoh masing-masing..
Muhkam : Ayat yang hanya mempunyai satu arti menurut aturan bahasa arab
atau lainnya, arti ayat itu jelas diketahui.
Mutasyabih : Ayat-ayat yang dapat memiliki banyak arti menurut bahasa arab.
Penunjukan makna ayat ini membutuhkan pemikiran yang dalam sehingga dapat
diterima.
1. Contoh Ayat Muhkam
2. Contoh Ayat Mutasyabih

18. Ayat al-Qur’an tentang Pendidikan beserta Tafsirnya
Q.S Luqman ayat 13-14 tentang konsep Pendidikan orang tua terhadap anak

‫َو ِإ ْذﻗَﺎ َل ﻟُ ْﻘ َﻤﺎ ُن ﻻ ْﺑﻨِ ِﮫ َو ُھ َﻮﯾَ ِﻌ ُﻈﮫُ ﯾَﺎ ﺑُﻨَ ﱠﻲ ﻻَ ﺗُ ْﺸ ِﺮ ُك ﺑِﺎ ّ ِ إِ ﱠن‬
‫اﻟ ِّﺸ ْﺮ َك ﻟَ ُﻈ ْﻠ ٌﻢ َﻋ ِﻈ ْﯿ ٌﻢ‬

Yang Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di
waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah
benar-benar kezaliman yang besar.”

‫َو َو ﱠﺻ ْﯿﻨَﺎ ا ْ ِﻻ ْﻧ َﺴﺎ ِن ﺑِ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ ِﮫ َﺣ َﻤﻠَﺘْﮫُ اُ ﱡﻣﮫُ َو ْھﻨًﺎ َﻋﻠَﻰ َو ْھ ٍﻦ ﱠو ِﻓ َﺼﻠُﮫُ ِﻓ ْﻲ َﻋﺎ‬
‫َﻣ ْﯿ ِﻦ اَ ِن ا ْﺷ ُﻜ ْﺮ ِﻟ ْﻲ َو ِﻟ َﻮا ِﻟﺪَ ْﯾ َﻚ ِاﻟَ ﱠﻲ اْﻟ َﻤ ِﺼ ْﯿ ُﺮ‬

Yang Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik)
kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan
lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun(1180)
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku
kembalimu.

15

(1180) Maksudnya : “Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak
berumur dua tahun.

Q.S. At Taubah 122 : tentang Menuntut ilmu fardhu Kifayah

ٌ‫َو َﻣﺎ َﻛﺎ َن اْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣﻨُ ْﻮ َن ِﻟﯿَ ْﻨ ِﻔ ُﺮ ْوا َﻛﺎﻓﱠﺔً ﻓَﻠَ ْﻮﻻَ ﻧَﻔَ َﺮ ِﻣ ْﻦ ُﻛ ِّﻞ ِﻓ ْﺮﻗَ ٍﺔ ِّﻣ ْﻨ ُﮭ ْﻢ َطﺎﺋِﻔَﺔ‬
. ‫ِﻟّﯿَﺘَﻔَﻘﱠ ُﮭ ْﻮا ﻓِ ْﯿﺎﻟ ِﺪّ ْﯾ ِﻦ َو ِﻟﯿُ ْﻨ ِﺬ ُر ْوا ﻗَ ْﻮ َﻣ ُﮭ ْﻢ اِذَا َر َﺟﻌُ ْﻮا ﻟَ ْﯿ ِﮭ ْﻢ ﻟَﻌَﻠﱠ ُﮭ ْﻢ ﯾَ ْﺤﺬَ ُر ْو َن‬

Yang Artinya : “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke
medan perang), mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara
mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang
agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka
telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

3. HADITS
1.) Jelaskan pengertian dan perbedaan antara hadits, sunnah, khabar,
dan atsar
Hadits : segala perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi
yang dijadikan ketetapan atau hukum agama Islam yang benar selain al-
Qur’an.
Sunnah : segala yang dipindahkan dari Nabi baik merupakan perkataan,
perbuatan maupun taqrir (tercela/terpuji) dari Nabi.
Khabar : secara bahasa, berita yang disampaikan dari seseorang kepada
seseorang.
Atsar : segala yang disandarkan kepada sahabat Nabi atau tabi’in/suatu
perkataan yang berasal dari tabi’in.

2.) Jelaskan pengertian sanad, matan dan rowi
Sanad : segala sesuatu yang diterima oleh sang murid dari gurunya
dengan bertemu secara langsung tanpa perantara.
Matan : isi, pembicaraan atau lafal hadits terletak sesudah rowi dan dari
sanad yang akhir.
Rowi : orang yang menyampaikan/menuliskan dalam suatu kitab, apa
yang pernah didengar dan diterimanya dari seorang guru.

3.) Sebutkan salah satu hadits yang berkaitan dengan Pendidikan….
“Uthlubul ‘ilma minal Mahdi ilal lahdi, Uthlubul ilma walau bissin, “

16

4.) Tadwin Hadits
Ialah Pembukaan (kondifikasi) hadits secara resmi yang berdasarkan
pemerintah kepala negara, dengan melibatkan beberapa personil yang
dibidangnya.

5.) Pengertian Hadits Riwayat dan Hadits Dirayah
Hadits Riwayah : Hadits yang diterima langsung oleh sahabat dari Nabi.
Hadits Dirayah : Pembahasan masalah untuk mengetahui keadaan Rawi
dan yang diriwayatkan, apakah bisa diterima.

6.) Pengertian Hadits Shohih, Hadits Dhoif, Hadits Hasan
1. Hadits Shohih : Sanad (jalur resmi) nya melalui periwayatan
seorang rowi yang adil, dhobit dari periwayatan hingga ke akhir
tanpa adanya syudzudz (kejanggalan) dan juga tanpa ilat (cacat).
2. Hadits Dloif : Hadits yang lemah, hadits ini dikhawatirkan tidak
berasal dari Rasulullah. Dikatakan hadits dloif karena tidak
memiliki sifat-sifat dari hadits shohih dan hasan (terputus
sanadnya), tidak dapat digunakan sebagai dalil, tapi dapat
dijadikan penyemangat.
3. Hadits Hasan : Setiap hadits yang diriwayatkan pada sanadnya
tidak pada periwayat yang tertuduh sebagai pendusta. Hadits ini
tidak janggal dan diriwayatkan lebih dari satu jalur.

7.) Pemanfaatan Hadits Dhoif
Dapat dijadikan hadits penyemangat, missal dalam hal beramal dan
lain-lain.

4. FIQIH
1.) Uraikan perbedaan Fiqih, Ushul Fiqih dan Qowaid Fiqih
a. Fiqih : Suatu ilmu yang mempelajari bermacam-macam syariat atau
hukum Islam yang bersifat amali.
b. Ushul Fiqih : Kaidah-kaidah yang dipergunakan untuk mengeluarkan
hukum dari dalil-dalilnya yang dijadikan dasar bagi fiqih.
c. Qowaid Fiqih : Kaidah yang bersifat universal atau dominan.
Bagiannya adalah beberapa masalah fiqih.

2.) Jelaskan Sumber-sumber Fiqih
Al-Qur’an, Hadits, Sunnah, Ijma’, Qiyas, Ijtihad, Ittiba’, Taklid,
Talfiq.

17

3.) Terangkan apa itu Talfiq ?
Talfiq ialah mengikuti atau mencampur dua madzhab atau lebih dari satu
permasalahan ibadah.

4.) Kebutuhan Fiqih terhadap Ushul Fiqih
Antara fiqih dan ushul fiqih saling berkaitan, kedudukannya seperti
ilmu nahwu terhadap kebenaran dalam berbicara dan menulis, dan juga
ilmu ushul merupakan penengah antara dalil-dalil hukum dan
hukumnya.

5.) Kebutuhan Fiqih terhadap Qawaid Fiqhiyah
Kebutuhan fiqih dengan qawaid fiqih, keduanya saling membutuhkan,
untuk mendekatkan dan memutuskan berbagai persoalan fiqih.

6.) Pengertian ijtihad, ittiba’, taqlid serta membedakan antara ittiba’ dan
taqlid.
a. Ijtihad : Usaha ahli fiqih dalam menggunakan keahliannya secara
sungguh-sungguh untuk menemukan hukum syariat yang amaliah
(hukum fiqih) dari sumbernya dalil-dalil.
b. Taqlid : Mengambil atau menganut madzhab dari seseorang tanpa dalil
dan hujjah.
c. Ittiba’ : Menerima perkataan orang lain dengan mengetahui sumber
dan dalilnya.

7.) Pandangan Ulama’ tentang Taqlid
Al-Ghazali berpendapat : Orang awam harus mengikuti madzhab
tertentu, tidak boleh mengikuti yang ringan baginya karena tidak
mempunyai kemampuan untuk memilih mana yang baik dalam segala
persoalan.
Al-Kaman ibnu Al-Humam : Berpendapat membolehkan talfiq tanpa
syarat dengan maksud mencari yang ringan-ringan sesuai dengan kehendak
sendiri ketika mendapatkan kesempatan.
Al-Qaraji : Berpendapat bahwa membolehkan talfiq dengan syarat tidak
akan menimbulkan pendapat yang bertentangan dengan salah satu madzhab
yang ditalfiqkan.

a. Fiqih Ibadah
1.)Uraikan Rukun Sholat
Niat – sesuai dengan sholat yang akan dikerjakan.
Takbiratul Ihrom – sambil mengangkat tangan.
Berdiri – bagi yang mampu.
Membaca Fatihah – pada setiap rakaat.
I’tidal – dengan tumakninah.

18

Sujud dua kali – dengan tumakninah.
Duduk diantara dua sujud – dengan tumakninah.
Duduk tasyahud akhir – dengan tumakninah.
Membaca doa tasyahus akhir
Membaca sholawat Nabi pada tasyahud akhir
Membaca salam
Tertib, - maksudnya semua itu dilakukan secara berurutan.

2.) Terangkan Macam-macam Sholat Sunnah
1. Sholat Sunnah berjamaah : sholat idul fitri, sholat idul adha, sholat
kusuf/gerhana matahari, sholat khusuf/gerhana bulan, sholat
istisqo’, sholat tarawih, sholat witir.
2. Sholat Sunnah Munfarid : sholat rowatib, sholat tahajud (qiyamul
lail), sholat witir di luar Romadhon, sholat Dhuha, sholat tahiyatul
masjid, sholat Taubat, sholat Tasbih, sholat istikharoh, sholat hajat,
sholat awwabin, sholat sunnah wudhu, sholat sunnah mutlaq.

3.)Terangkan pengertian dan hukum puasa
Puasa ialah, menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan
yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam
matahari untuk meningkatkan ketaqwaan seorang muslim, (Al-Baqarah:183).
Wajib : Pada Bula Suci Ramadhan.
Sunnah : Puasa sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah, puasa enam hari di
bulan syawal, puasa hari arofah, puasa muharrom, puasa asy-syuro, puasa
sya’ban, puasa senin-kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa dawud.
Harom : Puasa Tasrik.
Makruh : Puasa tiap hari.

4.)Terangkan perbedaan Zakat Maal dan Zakat Fitrah
Zakat Maal : Zakat yang di kenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh
individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang
telah ditetapkan secara hukum (syara’),
Zakat Fitrah : Zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan
perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang
ditetapkan. Dikeluarkan pada bulan Ramadhan, paling lambat sebelum sholat
ied, besarnya 2,7 Kg.

5.)Rukun Qobliyah, Fi’liyah, Qouliyah dalam sholat
Rukun Qobliyah : Rukun sholat yang berasaskan kepada hati.

19

Rukun Fi’liyah : Rukun yang berasaskan kepada perbuatan anggota badan,
pergerakan anggota badan, atau tindakan tubuh itu memerihalkan rukun
tersebut.
Rukun Qouliyah : Rukun yang berasaskan kepada bacaan/ucapan.
6.)Sunnah-sunnah Sholat
1. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau sejajar dengan

kuping
2. Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri diatas dada atau di bawah

dada dan diatas pusar
3. Membaca do’a iftitah
4. Membaca istiazah
5. Membaca Aamiin
6. Membaca ayat setelah al-Fatihah
7. Mengeraskan bacaan fatihah dan surat lain pada waktu sholat jahriyah
8. Memanjangkan bacaan pada sholat shubuh
9. Duduk bertumpu pada paha kiri
10. Berdo’a pada waktu sujud
11. Membaca sholawat untuk Nabi SAW pada waktu tasyahud akhir dan

membaca sholawat untuk Nabi SAW.
12. Menoleh sewaktu mengucapkan salam ke sebelah kanan dan kiri.
13. Beberapa dzikir dan do’a setelah salam.
7.)Sunnah Ab’ad dan Sunnah Haiat
a. Sunnah Ab’ad : Sunnah dalam pelaksanaan sholat yang apabila

ditinggalkan dapat diganti dengan sujud syahwi, baik ditinggalkan
dengan sengaja atau sebab lupa.
b. Sunnah Haiat : Amalan sunnah dalam sholat yang apabila terlupa tidak
perlu dilakukan sujud syahwi.
8.)Syarat, sunnah, dan hal-hal yang menyebabkan boleh tidak melakukan
sholat jum’at
a. Syarat sah sholat jumat : Sholat jumat diadakan di tempat yang
memang diperuntukkan untuk sholat jumat. Tidak perlu mengadakan
sholat jumat ditempat sementara seperti tanah kosong, ladang, kebun, dll.
Minimal jumlah jamaah peserta sholat jumat adalah 40 orang, sholat
jumat dilaksanakan pada waktu sholat dzuhur dan setelah dua dzan dan
khotbah.
b. Sunnah Sholat Jum’at : Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan
sholat jumat, memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias
dengan rapi seperti bersisir, mencukur kumis, dan memotong kuku,
memakai pewangi (non alcohol), menyegerakan datang ke tempat sholat

20

jumat, memperbanyak doa dan sholawat Nabi SAW, membaca al-Qur’an
dan dzikir sebelum khotbah jumat.
c. Sebab tidak boleh melaksanakan sholat jum’atan : Orang yang sakit,
musafir, semua orang uzur/berhalangan diberi keringanan oleh syara
untuk seperti lumpur, udara dingin/hujan lebat, mewabahnya wabah virus
menular yang berbahaya. Dsb.
9.)Orang yang berkewajiban Zakat
Orang Islam, merdeka, kepemilikan penuh, sampai nishob, genap satu
tahun.
10.) Harta yang wajib di Zakati
Hewan ternak, Hasil pertanian, emas dan perak, harta perniagaan, hasil
tambang (ma’din), barang temuan (rikaz), zakat profesi.
11.) Zakat Profesi
Ialah Zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah
mencapai nishob.
12.) Nisab Zakat
Ialah jumlah minimal harta kekayaan yang wajib dikeluarkan
zakatnya. Syarat ini berlaku pada uang, emas, perak, barang dagangan, dan
hewan ternak, dan nishob zakat itu sendiri itu berbeda-beda.
13.) Haul
Ialah batas waktu untuk harta yang telah sampai nishobnya untuk
dapat dikeluarkan zakatnya.
14.) Mustahiq Zakat
Ialah penerima zakat yang secara umum ditetapkan dalam 8 golongan/asnaf
(fakir, miskin, amil, mallaf, hamba sahaya, ghorim, fi sabilillah, ibnu sabil.)
15.) Pengertian BAZIS dan LAZIS
BAZIS ialah Badan Amil Zakat Infaq Shodaqoh dan LAZIS ialah Lembaga
Amil Zakat Infaq Shodaqoh; organisasi yang mengelola, menampung dan
menyalurkan zakat.
16.) Orang yang wajib mengeluarkan Zakat
Setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya,
keluarganya, dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik dewasa, anak
kecil, laki-laki maupun wanita.
17.) Waktu mengeluarkan Zakat fitrah
Dikeluarkan pada bulan suci Romadhon, paling lambat sebelum orang
selesai menunaikan sholat ied.
18.) Ukuran Zakat fitrah
Besar zakat yang dikeluarkan 3,5 liter atau 2,5 Kg / 2,7 Kg makanan pokok
(tepung, beras, gandum, kurma, dll).

21

b. Fiqih Muamalah
1.) Uraikan Perbedaan Jual Beli dan Riba
Jual beli ialah menukarkan barang dengan uang dengan jalan melepaskan
hak milik dari yang satu kepada yang lain atas dasar saling merelakan atau
suatu perjanjian tukar menukar benda atau barang yang mempunyai nilai
secara sukarela diantara kedua pihak.
Riba ialah akad yang terjadi atas penukaran barang tertentu yang tidak
diketahui perimbangannya menurut syara’ , ketika berakad atau dengan
mengakhirkan takaran kedua belah pihak atau salah satu keduanya.
2.) Uraikan Rukun Jual Beli
Ada penjual, ada pembeli, ada barang yang diperjual-belikan, ada akad.
3.) Terangkan Mudharabah
Mudharabah ialah akad antara pemilik modal dengan pengelola modal
dengan syarat bahwa keuntungan diperoleh untuk kedua belah pihak sesuai
jumlah kesepakatan.
4.) Prinsip dasar dalam berMuamalat
Hukum Asal dalam Muamalah adalah Mubah (diperbolehkan).
Konsen Fiqih Muamalah untuk Mewujudkan Kemaslahatan
Menetapakan Harga yang Kompetitif
Meninggalkan Intervensi yang Dilarang
Menghindari Eksploitasi
Memberikan Kelenturan dan Toleransi
Jujur dan Amanah
5.) Musyarakah, Murabahah… ??
Musyarakah ialah kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu
usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi
dana dengan keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai
dengan kesepakatan.
Murabahah adalah perjanjian jual beli antara perbankan syariah
dengan nasabah untuk membeli barang yang diperlukan oleh nasabah
kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar
harga perolehan ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati.
6.) Ba’i Salam, Ba’i Istisna’ , Ba’i Bitsaman Ajil
Ba’i salam ialah, akad jual beli dimana pembelian diserahkan kemudian
hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka.
Ba’i istisna’ ialah, akad jual beli antara pemesan dan penerima.
Ba’i bitsaman ajil, ialah akad jual beli dalam transaksi jual beli barang
dengan pembayaran dengan sistem cicilan atau angsuran sesuai dengan
kesepakatan bersama.

22

7.) Hawalah
Ialah akad pemindahan hutang/piutang suatu pihak kepada pihak yang
lain.

8.) Sharf
Ialah jual beli mata uang yang tidak sejenis dan penyerahannya dapat
dilakukan pada waktu yang sama.

9.) Qirad
Ialah sama dengan Mudharabah yaitu akad yang menentukan
seseorang menyerahkan hartanya kepada yang lain.

c. Fiqih Jinayah
1.) Terangkan Pengertian Jinayah
Ialah perbuatan yang diharamkan atau dilarang karena dapat
menimbulkan kerugian atau kerusakan agama, jiwa, akal, harta benda.
2.) Terangkan pengertian dan bagaimana ketentuan Qishas dalam Islam
Qishas ialah balasan (pemberian hukuman) yang diberikan kepada pelaku
Jinayat sesuai dengan perbuatan atau pelanggaran yang telah dilakukan.
Jinayah yaitu penyerangan terhadap manusia.
Jinayah dibagi dua yaitu penyerangan terhadap jiwa (pembunuhan); dan
penyerangan terhadap organ tubuh. Pembunuhan sendiri diklasifikasi
menjadi empat jenis di antaranya:
1. Pembunuhan sengaja;
2. Pembunuhan seperti disengaja;
3. Pembunuhan tidak sengaja;
4. Pembunuhan karena ketidak sengajaan.
Kasus jinayat terhadap jiwa (pembunuhan), sanksinya ada tiga macam:
qishash, diyat, atau kafarah. Pada kasus pembunuhan sengaja, pihak wali
korban memilih antara qishash atau memaafkan dengan mengambil diyat,
atau menyedekahkan diyatnya. Jika pelaku pembunuhan mendapatkan
pemaafan, ia wajib membayar diyat sebanyak 100 ekor onta dan 40 ekor
diantaranya telah bunting.
Sanksi pembunuhan mirip sengaja (syibh al-‘amad) adalah diyat 100 ekor
unta, dan 40 ekor diantaranya bunting.
Adapun pembunuhan tidak sengaja (khatha’) diklasifikasi menjadi dua
macam :
1.) Seseorang melakukan suatu perbuatan yang tidak ditunjukkan untuk
membunuh seseorang, namun tanpa sengaja ternyata mengakibatkan
terbunuhnya seseorang. Misalnya, ada orang memanah burung, namun
terkena manusia hingga mati.

23

2.) Seseorang yang membunuh orang yang dikiranya kafir harbi di dar al-
kufr, tetapi ternyata orang yang dibunuhnya itu telah masuk Islam. Pada
jenis pembunuhan pertama, sanksinya adalah membayar diyat 100 ekor
unta dan membayar kafarah dengan cara membebaskan budak. Jika
tidak memiliki budak, pelaku harus berpuasa selama 2 bulan berturut-
turut.
Adapun jinayah terhadap organ tubuh, baik terhadap organ tubuh
maupun tulang, sanksinya adalah diyat. Tidak ada qishash untuk
penyerangan terhadap organ tubuh maupun tulang secara mutlak,
kecuali pada kasus penyerangan terhadap gigi, dan kasus jarh (pelukaan
di badan). Menurut Fukaha’, jika penyerangannya secara sengaja,
dikenai hukuman qishash; sedangkan jika tidak sengaja, dikenai diyat
yang besarnya telah ditetapkan di dalam As-Sunnah. Jika orang yang
dilukai tidak meminta qishahs, pelaku penyerangan hanya wajib
membayar diyat. Dalam kasus penyerangan pada kepala (Asy-Syijaj),
sanksinya hanyalah diyat, dan tidak ada qishahs.
Kadar diyat atas penyerangan badan dan kepala ada yang telah
ditetapkan di dalam As-Sunnah, ada pula yang belum ditetapkan. Jika
telah ditetapkan dalam As-Sunnah, diyat nya sesuai dengan apa yang
disebut; misalnya pada kasus jaifah dan pelukaan terhadap kelamin anak
perempuan yang masih kecil. Adapun kasus penyerangan terhadap
badan yang kadar diyat-nya tidak disebutkan oleh As-Sunnah, maka
sanksinya adalah hukuman yang adil.

3. Jelaskan perbedaan Jarimah Hudud dan Jarimah Ta’zir
Hudud ialah tindak pidana yang diancam hukuman had, yakni hukuman
yang telah ditentukan macam dan jumlah sanksinya yang menjadi hak
Allah Swt.
Ta’zir ialah hukuman yang tidak ditentukan oleh Al-Qur’an dan Hadits
yang berkaitan dengan kejahatan yang melanggar hak Allah Swt dan hak
hamba yang berfungsi untuk memberi pelajaran kepada si terhukum dan
mencegahnya untuk tidak mengulangi kejahatan serupa. Penentuan jenis
pidana ta’zir ini diserahkan sepenuhnya kepada penguasa sesuai dengan
kemaslahatan manusia.

4. Apa itu Jarimah ?
Jarimah ialah perbuatan pidana atau tindak pidana. Pada umumnya
digunakan untuk semua pelanggaran terhadap perbuatan-perbuatan yang
dilarang oleh syara’ , baik mengenai jiwa ataupun lainnya.

5. Jarimah Qishash
Qishash ialah menghukum disesuaikan dengan sifat jarimahnya,
misalkan membunuh maka hukumannya dibunuh dsb.

24

d. Fiqih Munakahat
1.) Uraikan Rukun Nikah
1. Pengantin Lelaki (zauf)
2. Pengantin Perempuan (zaujah)
3. Wali Pengantin Perempuan
4. Dua orang sanksi (Syahidami ‘adilaini)
5. Ijab dan Qabul (Shighat)
2.) Dua orang Sanksi
Dua orang sanksi harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1.) Islam
2.) Baligh (dewasa)
3.) Berakal Sehat
4.) Tidak sedang ihram, haji, atau umrah
5.) Adil (tidak fasik)
6.) Mengerti maksud akad nikah
7.) Laki-laki
Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi tidak sah. Sabda Nabi
SAW : “Tidak sah nikah melainkan dengan wali dan dua orang
saksi yang adil.” (H.R. Ahmad)
3.) Ijab Qobul
“..Allah Swt dan kamu menghalalkan mereka dengan kalimat Allah.”
(H.R. Muslim)
4.) Ta’liq Talaq
Arti dari pada Ta’liq ialah menggantungkan, jadi pengertian
Ta’liq Talaq ialah suatu talak yang digantungkan pada suatu hal
yang mungkin terjadi yang telah disebutkan dalam suatu
perjanjian yang telah diperjanjikan lebih dahulu.
5.) Talaq dan Rujuk
Talak secara etimologi adalah melepas ikatan, sedangkan secara
terminologi adalah melepas ikatan perkawinan dengan lafadz
talaq atau yang semakna, atau menghilangkan ikatan
perkawinan dengan seketika atau rentang waktu jarak tertentu
dengan menggunakan lafadz tertentu.
Rujuk ialah mengembalikan istri yang telah ditalak pada pernikahan
yang asal sebelum diceraikan. Rujuk menurut bahasa artinya
kembali (mengembalikan).
6.) Iddah Talaq
Yaitu lamanya perempuan (istri) menunggu tidak boleh kawin
setelah kematian suaminya atau setelah berpisah dengan suaminya.

25

e. Fiqih Mawarits
1.) Terangkan sebab-sebab orang mendapatkan Warist.. ?
Sebab-sebab Kewarisan : Kekeluargaan, perkawinan, wala’ (yaitu
berhak mendapat warisan karena memerdekakan hamba sahaya),
hubungan seagama.
2.) Terangkan hal-hal yang harus ditunaikan sebelum pembagian
Waris… ?
Zakat, biaya pengurusan jenazah, uang, wasiat.
3.) Terangkan perbedaan ahli waris: Dzaw al Furud dan Dzaw al
Arham.. ?
a. Dzaw al Furud : Ahli waris yang memperoleh bagian dari harta
warisannya sudah ditentukan oleh syara’
b. Dzaw al Arham : Ahli waris atau orang-orang yang mempunyai
kerabat dengan pewaris, namun tidak dijelaskan bagiannya dalam
al-Qur’an dan Hadits Nabi sebagai dzaw al furud dan tidak pula
termasuk kelompok ashobah.
4.) Furud al Muqaddaroh
Ialah pembagian ahli waris yang telah ditentukan jumlahnya,
merujuk pada 6 jenis pembagian : ½, ¼, 1/8, 2/3, 1/3, 1/6 .

6. AQIDAH AKHLAQ
1.) Jelaskan pengertian Akidah dari segi bahasa dan istilah
Dari segi bahasa berasal dari kata al aqdu (ikatan), artinya
ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang
mengambil keputusan/apa yang telah menjadi ketetapan hati
seseorang secara pasti.
Dari segi istilah ialah perkara yang wajib dibenarkan oleh hati
dan jiwa menjadi tentram karenanya, sehingga menjadi suatu
kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidak tercampuri oleh
keraguan dan kebimbangan.
2.) Sebutkan beberapa aliran aqidah yang ada dalam Islam ?
Khawarij, syiah, murjiah, qadariyah, jabariyah,
mu’tazilah, Aswaja.
3.) Jelaskan pengertian Akhlak menurut Al-Ghazali,
Maskawaih, Ahmad Amin.
Al-Ghazali : Akhlak adalah suatu sikap yang mengakar dalam
jiwa yang darinya lahir berbagai perbuatan dengan mudah dan
gampang, tanpa perlu kepada pikiran dan pertimbangan.

26

Ibn Miskawaih : Akhlak ialah keadaan jiwa seseorang yang
mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa
melalui pertimbangan pikiran lebih dulu.
Prof. Dr. Ahmad Amin : Akhlak ialah kehendak yang
dibiasakan, artinya kehendak itu bila membiasakan sesuatu,
kebiasaan itu dinamakan akhlak.
4.) Apa perbedaan Akhlak dengan Moral dan Etika dan
Watak….
Akhlak bersumber pada agama
Moral berarti adat kebiasaan/susila. Atau moral ialah sesuai
dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia.
Etika sama dengan Moral, tapi moral bersifat teori
sedangkan etika bersifat praktis.
Watak bagian sifat dari seseorang, bawaan sejak lahir.
5.) Uraikan pengertian Baik dan Buruk menurut Religiosisme
Aliran ini berpendapat bahwa yang menjadi ukuran baik dan
buruknya perbuatan manusia adalah didasarkan atas ajaran
Tuhan, apakah perbuatan itu diperintahkan atau dilarang
olehNya.
6.) Rukun iman beserta dalil Naqli baik al-Qur’an dan Hadits
Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Kiamat,
Taqdir. ?
Dalil; Al-Baqarah : 177, Al-Qomar : 49, Surah An-Nisa’ :
136
7.) Aliran Aqidah : Khawarij, Syiah, Murji’ah, Qadariyah,
Mu’tazilah, Aswaja (pengertian, penyebab kelahirannya,
ajaran pokoknya)
Khawarij : Suatu kelompok aliran pengikut Ali bin Abi
Thalib yang keluar meninggalkan barisan karena tidak
sepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima tahkim
dalam perang Siffin tahun 37 H dengan kelompok
pemberontak Muawiyah bin Abi Sofyan.
Ajaran-ajaranya : Imam dipilih secara bebas oleh seluruh
umat Islam, khalifah tidak harus berasal dari keturunan arab,
khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan
adil dan menjalankan syariat Islam (jika ia melakukan
kezaliman, maka ia harus dijatuhkan bahkan dibunuh), Utsman
dan Ali dianggap telah menyeleweng, Muawiyah dianggap
kafir, pasukan perang jamal yang melawan Ali dianggap kafir,
seorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim dan

27

harus dibunuh, setiap muslim harus berhijrah dan bergabung
dengan golongan mereka, seseorang harus menghindar dari
pimpinan yang menyeleweng, orang yang baik masuk sorga
dan orang jahat masuk neraka, amar ma’ruf nahi mungkar,
memalingkan ayat al-Qur’an yang mutasyabihat.

B. Materi Ketarbiyahan
1.) Ilmu Pendidikan

1.) Apa perbedaan antara pendidikan dengan pengajaran ?
Pendidikan /transfer of value merupakan : Upaya nyata untuk memfasilitasi
individu lain dalam mencapai kemandirian serta mematangkan mentalnya
sehingga dapat survive di dalam kompetisi kehidupannya.
Pengajaran Yaitu : Aktifitas nyata mengajarkan/transfer of knowledge
pengetahuan, teknologi, dan keterampilan serta meningkatkan kecerdasan
dan pengendalian emosi sehingga seseorang mampu survive di dalam
kehidupannya.
2.) Jelaskan tentang komponen pendidikan (tujuan, pendidik, peserta didik,

kurikulum, media, metode dan evaluasi) kaitannya dengan pendidikan
sebagai suatu system
Komponen pendidikan memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya suatu
proses KBM untuk mencapai tujuan KBM yang optimal
3.) Jelaskan kompetensi pendidik berkaitan dengan UU No. 14 tahun 2005
tentang guru dan dosen
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :
1. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
2. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuan dengan tugas
mentrasformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan melalui pendidikan, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat.
Menerut Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10
ayat (1) kompetensi guru meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi
Kepribadian, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Profesional yang
diperoleh melalui pendidikan profesi.
a. Kompetensi Pedagogik adalah “Kemampuan mengelola pembelajaran

peserta didik.” Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan
“Kompetensi pengelolaan pembelajaran. Kompetensi ini dapat dilihat
dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar,

28

kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar
mengajar, dan kemampuan melakukan penilaian.
b. Kompetensi Kepribadian adalah “Kemampuan kepribadian yang
mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan
peserta didik.” Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini
sebagai kompetensi personal, yaitu kemampuan pribadi seseorang
guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik.
c. Kompetensi Profesional adalah “Kemampuan penguasaan materi
pelajaran secara luas dan mendalam.” Surya (2003:138)
mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan
yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru
profesional. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian
dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta
metodenya, rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan
dengan sejawat guru lainnya.
d. Kompentensi Sosial adalah “Kemampuan guru untuk berkomunikasi
dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik,
sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.”
Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan
yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan
dengan orang lain. Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan
dalam interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial.
4.) Bagaimana peran “fitrah” berkaitan dengan aliran dalam ilmu
pendidikan
Pandangan Islam Tentang Keberhasilan Pendidikan Islam menyatakan bahwa
manusia lahir di dunia membawa pembawaan yang fitrah. Fitrah ini berisi
potensi untuk berkembang, hal ini dapat berupa keyakinan beragama, prilaku
untuk menjadi baik atupun menjadi buruk dan lain sebagainya yang kesemuanya
harus dikembangkan agar ia bertumbuh secara wajar sebagai hamba Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda :

‫ُﻛ ٌﻞ َﻣ ْﻮ ﻟُ ْﻮ ٍدﯾُ ْﻮﻟَﺪُ َﻋﻠَﻰ ا ْﻟ ِﻔ ْﻄ َﺮ ِة ﻓَﺎَﺑَ َﻮاهُ ﯾُ َﮭ ْﻮدَاﻧِ ِﮫ أَ ْو ﯾُﻨَ ﱠﺼ َﺮاﻧِ ِﮫ أَ ْوﯾُ َﻤ ِّﺠ َﺴﺎﻧِ ِﮫ‬

Artinya : “Semua anak dilahirkan membawa fitrah (bakat keagamaan), maka
terserah kepada kedua oaring tuanya untuk menjadikan beragama Yahudi, atau
Nasrani, atau Majusi. Jadi fitrah manusia untuk ikut aliran apapun sesuai
yang diyakininya.

5.) Bagaimana peran komite sekolah di era otonomi pendidikan
1. Pemberi pertimbangan dalam penentukan dan pelaksanaan kebijakan

pendidikan.
2. Pendukung baik yang berwujud finansial, pemikiran/tenaga

29

3. Mengontrol dalam transparansi dan akuntabilitas.
4. Mediantor antara pemerintah dengan masyarakat.
6.) Pemerintah sudah menganggarkan BOS bagi operasional pendidikan,

tetapi mengapa banyak sekolah yang masih menarik uang iuran dari
pada muridnya..
Mungkin karena masih adanya beberapa sekolah yang curang yang
mengajukanlaporan tidak sesuai dengan realisasinya, atau ada juga mungkin
ada beberapa sekolah yang masih kesulitan menyusun laporan keuangannya, dan
satu lagi yang sering yaitu sering telatnya pencairan dana BOS. Ada juga yang
mengatakan BOS hanya memberi uang tanpa tahu anggaran sekolah yang
berbeda-beda.
7.) Mengapa dewasa ini, proses pembelajaran di sekolah di arahkan pada
Student Oriented ketimbang Teacher Oriented
Teacher Oriented : Guru yang aktif memberikan informasi dalam KBM
Student Oriented : Siswa yang aktif untuk menggali informasi yang belum
diketahuinya. Tujuan nya untuk memberikan pengalaman belajar yang menantang
dan sekaligus menyenangkan.
8.) Mengapa setiap tahun buku pelajaran selalu berganti
Biasanya dengan alasan untuk mendalam materi. Ada juga alasan lain, beli
buku maka boleh ikut pelajaran, dan sebagainya.
9.) Aliran dalam ilmu Pendidikan (Nativisme, Empirisme, Konvergensi)
a. Nativisme (aliran pesimisme paedagogis) : perkembangan manusia
ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir itulah yang
menentukan perkembangannya dalam kehidupan, Tokoh : Schopenhaeur
b. Empirisme (aliran optimisme paedagogis) : perkembangan manusia
ditentukan oleh faktor lingkungan atau pendidikan dan pengalaman
yang diterimanya. Sejak kecil manusia dapat dididik menjadi apa saja (ke
arah yang baik atau kea rah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau
pendidik-pendidiknya. Tokoh : John Locke
c. Konvergensi : perkembangan manusia ditentukan oleh faktor
pembawaan dan lingkungan. Keduanya mempunyai pengaruh yang sama-
sama besar bagi perkembangan anak. Tokoh : William Stren
10.) Paradigma-paradigma proses pembelajaran (active learning,
PAKEM)
Active Learning (belajar aktif) : Belajar sebagai kegiatan membangun
makna/pengertian terhadap pengalaman dan informasi yang dilakukan oleh si
pembelajar, bukan oleh si pengajar serta menganggap mengajar sebagai kegiatan
menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab si
pembelajar sehingga berkeinginan terus untuk belajar selama hidupnya dan tidak
bergantung pada guru atau orang lain bila mereka mempelajari hal-hal yang baru.

30

PAKEM : Merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan.
Secara garis besar, PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman

dan kemampuan mereka dengan menekankan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru menggunakan alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan

semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai media belajar agar
pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar
yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’.
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif, termasuk cara
belajar kelompok.
5. Guru mendorong siswa untuk menentukan caranya sendiri dalam
pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan
melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya (Depdiknas,
2004:III-8).
11.) Isu-isu Kritis dan Kontemporer dalam dunia pendidikan
1. Budaya Mogok Kerja bagi Guru
2. System Akreditasi Pendidikan Tinggi yang Komersial
3. System Evaluasi yang Tidak Akomoditif
4. Industrialisasi Pendidikan
5. Komersialisasi Pendidikan

3. FILSAFAT PENDIDIKAN, STPKI, SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
1.) Bagaimana konsep pendidikan pembebasan menurut Paulo Freire
Pendidikan adalah praktek pembebasan, karena ia membebaskan
pendidik bukan hanya terdidik saja dari perbudakan ganda berupa
kebisuan monolog.
2.) Imam Ghazali membagi ilmu pengetahuan menjadi 2 : ilmu fardhi
‘ain dan ilmu fardhu kifayah, jelaskan !
1. Ilmu fardhu ‘ain yakni : Ilmu yang dibutuhkan untuk melaksanakan
tugas-tugas akhirat dengan baik. Ilmu ini terdiri atas : ilmu tauhid,
ilmu syari’at, ilmu sirri.
2. Ilmu fardhu kifayah yakni : Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan urusan
keduniaan, yang perlu diketahui manusia. Ilmu yang termasuk jenis
fardhu kifayah ialah : “Setiap ilmu yang dibutuhkan demi tegaknya
urusan keduniaan seperti ilmu kedokteran dan aritmatik.
3.) Bagaimana etika murid terhadap guru menurut K.H. Hasyim Asy’ari
1. Membersihkan hati dari gangguan keimanan dan keduniawian
2. Membersihkan Niat

31

3. Tidak menunda-nunda kesempatan belajar
4. Sabar, Qonaah : terhadap segala macam pemberian dan cobaan
5. Mengatur waktu
6. Menyederhanakan makan dan minum
7. Bersikap hati-hati/waro’
8. Menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan

kemalasan yang pada akhirnya menimbulkan kebodohan
9. Menyediakan waktu istirahat selagi tidak merusak kesehatan
10. Meninggalkan hal-hal yang kurang berfaedah bagi diri sendiri
4.) Bagaimana kedudukan Madrasah dan Pesantren dalam UU
No.20/tahun 2003 tentang slsdiknas ?
Pemberlakuan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional telah mengantarkan pendidikan Islam ke dalam
babak sejarah baru, yang antara lain ditandai dengan pengukuhan system
pendidikan Islam sebagai Pranata Pendidikan Nasional. Lembaga-lembaga
pendidikan Islam kini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan
berkembang serta meningkatkan kontribusinya dalam membangun
pendidikan nasional. Di dalam Undang-undang itu setiap kali disebutkan
sekolah, misalnya pada jenjang pendidikan dasar yaitu sekolah dasar,
selalu dikaitkan dengan Madrasah Ibtidaiyah, disebutkan sekolah
menengah pertama dikaitkan dengan Madrasah Tsanawiyah, disebutkan
sekolah menengah atas dikaitkan dengan Madrasah Aliyah, dan lembaga-
lembaga pendidikan lain yang sederajat, begitu pula dengan lembaga
pendidikan non formal.
Madrasah yang merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam,
memiliki kiprah panjang dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pendidikan
madrasah merupakan bagian dari pendidikan nasional yang memiliki
kontribusi tidak kecil dalam pembangunan pendidikan nasional atau
kebijakan pendidikan nasional. Madrasah telah memberikan sumbangan
yang sangat signifikan dalam proses pencerdasan masyarakat dan bangsa,
khususnya dalam konteks perluasan akses dan pemerataan pendidikan.
Dengan biaya yang relative murah dan distribusi lembaga yang
menjangkau daerah-daerah terpencil, madrasah membuka akses atau
kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat miskin dan marginal untuk
mendapatkan pelayanan pendidikan.
Selain itu, lanjutannya, Kedudukan Pesantren telah diakui sebagai
bagian dari Pendidikan Keagamaan, yang akan tetap dilestarikan,
dikembangkan, dan dan ditingkatkan kualitasnya oleh Pemerintah.
Di sisi lain, dari segi subtansial pendidikan agama, kelompok mata

32

pelajaran agama dan akhlak mulia juga telah memperoleh apresiasi
yang sangat tinggi dalam system pendidikan nasional.
5.) Definisi Filsafat Pendidikan
Filsafat Pendidikan adalah merupakan penerapan suatu analisis
filosofis terhadap masalah-masalah yang ada dalam dunia
pendidikan.
6.) Tokoh Filsafat Pendidikan (john dewey, dsb)
John Dewey : Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-
kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah
alam dan sesama manusia.
7.) Tokoh Filsafat Pendidikan Islam (ibnu maskawaih, al-Ghazali, dsb) ?
Ibnu Maskawaih : Pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan
pendidikan akhlak dan manusia. Tujuan pendidikan akhlak yang
dirumuskan Ibnu Maskawaih adalah terwujudnya sikap batin yang mampu
mendorong secara spontan untuk melahirkan perbuatan yang bernilai baik.
Tujuan pendidikan yang ingin dicapai Ibnu Maskawaih bersifat
menyeluruh, yakni mencakup kebahagiaan hidup manusia dalam arti yang
seluas-luasnya.
Al-Ghazali : Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia sejak
masa kejadiannya sampai akhir hayatnya melalui berbagai ilmu
pengetahuan yang disampaikan dalam bentuk pengajaran secara bertahap
dimana proses pengajaran itu menjadi tanggung jawab orang tua dan
masyarakat.
8.) Tokoh Pendidikan Islam Indonesia (HAMKA, Hasyim Asy’ari,
Ahmad Dahlan, dsb)
1. HAMKA : Pendidikan adalah usaha sadar dalam rangka

membentuk manusia menjadi insan kamil.
2. Hasyim Asy’ari : Pendidikan hendaknya mampu menghantarkan

umat manusia menuju kemaslahatan, menuju kebahagiaan dunia
dan akhirat. Pendidikan hendaknya mampu mengembangkan serta
melestarikan nilai-nilai kebajikan dan norma-norma Islam kepada
generasi penerus umat, dan penerus bangsa. Umat Islam harus maju
dan jangan mau dibodohi oleh orang lain, umat Islam harus berjalan
sesuai dengan nilai dan norma-norma Islam.
3. Ahmad Dahlan : Menghilangkan dikotomi ilmu agama dengan
ilmu umum dengan tujuan supaya pendidikan Islam maju.
9.) Dinamika Madrasah dan Pesantren di Indonesia
Madrasah dan Pesantren adalah lembaga pendidikan agama Islam di
Indonesia keduanya memadukan antara ranah kognitif, efektif, dan
psikomotorik dengan ranah pendidikan agama.

33

4. PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.) Bagaimana pengertian Kurikulum dalam paradigma lama dan
paradigm baru
a. Pengertian dalam paradigma lama : Yaitu sejumlah mata
pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk memperoleh
ijazah.
b. Pengertian dalam paradigm baru : Yaitu suatu program
pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai
sejumlah tujuan pendidikan tertentu.
2.) Penjelasan tentang Komponen Kurikulum
Komponen-komponen Kurikulum :
a. Tujuan
b. Bahan Ajar
c. Strategi Mengajar
d. Media
e. Evaluasi
3.) Penjelasan tentang Kurikulum ideal dan Kurikulum actual/real
1. Kurikulum Ideal : Kurikulum yang berisi sesuatu yang baik, yang
diharapkan atau dicita-citakan.
2. Kurikulum Real : Apa yang terlaksana dalam PBM atau yang
menjadi kenyataan dalam kurikulum yang :
- Menimbulkan gairah belajar (interaksi lebih langsung antara
siswa dengan sumber belajar)
- Memungkinkan anak belajar mandiri dengan bakat dan
kemampuan, visual, auditori, dan kinestetiknya
- Memberikan rangsangan yang sama, menyamakan
pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama
4.) Sebutkan macam-macam media pembelajaran berdasarkan fungsi
dan bentuknya
a. Media Hasil Teknologi Cetak
b. Media Hasil Teknologi Audio-Visual
c. Media Hasil Teknologi Berbasis Komputer
d. Media Hasil Gabungan Teknologi Cetak dan Komputer
5.) Uraikan tentang kriteria pemilihan media pembelajaran
a. Kesesuaian dengan tujuan
b. Kesesuaian dengan materi pembelajaran
c. Kesesuaian dengan karakteristik pembelajaran atau siswa
d. Kesesuaian dengan teori
e. Kesesuaian dengan gaya belajar siswa

34

f. Kesesuaian dengan kondisi lingkungan, fasilitas pendukung dan
waktu yang tersedia
Adapun kriteria khusus pemilihan media (ACTION); Access,
Cost, Technology, Interactivity, Organization, Movelty (kebaruan
dari media)

6.) Definisi media pembelajaran
Ialah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pembelajaran.

5. PSIKOLOGI
A. Pengantar Psikologi
1.) Bagaimana urgensi mempelajari Psikologi Umum
- Dapat mengetahui Pertumbuhan dan Perkembangan manusia
- Dapat mengetahui Interaksi individu dengan lingkungan
- Dapat mengetahui Gejala-gejala kejiwaan pada manusia
2.) Uraikan daya jiwa yang dimiliki manusia
Pengamatan : Yaitu daya jiwa untuk memasukan kesan dari luar
melalui alat indra
Ingatan : Yaitu daya jiwa manusia untuk menyimpan dan
memproduksi kesan-kesan.
Perasaan : Yaitu gema psikis yang menyertai satu pengalaman
atau satu kesan.
3.) Mengapa manusia berinteraksi dengan lingkungan
Karena manusia mempunyai nafsu yaitu dorongan dari diri manusia
yang memaksa manusia untuk mendapatkan sesuatu baik
nilai/benda dari luar dari mereka.
4.) Uraikan apa lingkungan dan bagiannya
Lingkungan : Tempat dimana manusia itu ada dan dapat
mempertahankan hidup.
Bagian-bagian lingkungan : Lingkungan alam (fisik: Alam),
lingkungan dalam (lingkungan alam yang sudah masuk dalam
tubuh), lingkungan sosial (situasi yang ada di sosial)
5.) Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
psikologis manusia
Faktor Hereditas
Faktor Lingkungan
Faktor Kematangan

35

6.) Definisi ilmu jiwa umum
Ialah ilmu yang menguraikan/menyelidiki kegiatan psikis pada
manusia dewasa dan normal termasuk kegiatan, pengamatan,
pemikiran, intelegensi, kehendak dll.

7.) Ruang lingkup ilmu jiwa umum
Segala tingkah laku manusia, interaksi manusia, gejala-gejala
kejiwaan.

B. Psikologi Pendidikan
1.) Bagaimana urgensi psikologi pendidikan bagi proses
pembelajaran di kelas…
Dapat mengetahui hubungan psikologi dengan tugas guru
Dapat mengetahui pengelolaan manajemen kelas
Dapat menguraikan masalah kelas dan mencari solusinya
Pertumbuhan, perkembangan, dan pendidikan
Dapat mengetahui motivasi untuk proses pembelajaran
Dapat menjadi Prinsip-prinsip dan evaluasi dan pengukuran
2.) Sebutkan faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi
keberhasilan belajar
Faktor intern (apa yang ada di diri pembelajar : bakat, minat, dan
motivasi).
Faktor ekstern : faktor keluarga, sekolah dan masyarakat.
Faktor pendekatan pembelajaran : Metode sesuai dengan
pembelajaran dan sesuai dengan materi.
3.) Bagaimana cara mendiagnosis kesulitan belajar
- Identifikasi (pengenalan)
- Pengumpulan data (praduga)
- Prognosis
- Threatment (tindakan)
- Evaluasi (follow up/tindakan lanjut)
4.) Bagaimana meminimalisasi lupa dalam belajar
- Jangan belajar saat badan dalam kondisi yang lelah, karena
rasa lelah tidak dapat menerima pengetahuan.
- Banyak siswa yang dalam belajar mengganti mata pelajaran secara
tidak teratur. Maka bila satu pelajaran telah selesai dipelajari,
berikan waktu jeda atau jarak untuk membuka pelajaran yang
lain.
- Pengulangan materi hafalan disertai evaluasi dalam waktu yang
berbeda dapat membantu untuk memantapkan pengetahuan.

36

- Belajar dalam keadaan kondisi jiwa dan mental yang baik,
artinya belajar dalam kondisi/suasana tenang.

- Konsentrasi dan tanggap adalah diantara faktor-faktor penting
untuk mengatasi kelupaan.

- Menggunakan cara dan metode yang tepat dalam menghafal
dapat membantu meningkatkan kemampuan daya ingat otak.

- Hilangkan sikap meremehkan suatu mata pelajaran.
5.) Terangkan aspek-aspek kepribadian manusia

- Aspek biologis
- Aspek sosiologis
- Aspek cultural
6.) Pengertian ilmu jiwa pendidikan
Yaitu cabang dari psikologi yang mempelajari tentang
pertumbuhan dan perkembangan manusia baik fisik/mental yang
berkaitan dengan pendidikan terutama yang mempengaruhi proses
dan keberhasilan pendidikan.
7.) Hereditas dan lingkungan
Hereditas ialah : Perwarisan atau pemindahan biologis,
karakteristik individu dari pihak orang tua terdiri dari dua :
1. Pembawaan : Seluruh kemungkinan atas potensi yang terdapat

pada suatu individu yang dibawa sejak lahir yang selama masa
perkembangannya dapat diwujudkan/direalisasikan.
Pembawaan : Pembawaan jenis, pembawaan ras, pembawaan jenis
kelamin, pembawaan perseorangan.
2. Keturunan : Sifat/ciri yang sama lewat sel kelamin
3. Lingkungan : Tempat dimana suatu individu tinggal untuk
bersosialisasi
8.) Motivasi, Bakat dan Minat
Motivasi : Dorongan yang membuat seseorang ingin melakukan
sesuatu
Bakat : Keahlian yang dimiliki sejak lahir
Minat : Ketertarikan akan suatu keterampilan/keahlian tertentu,
dan kemudian ingin mendalaminya.
9.) Berfikir
Ialah Aktivitas ide yang dimulai dari satu pengertian dan
kemudian menyimpulkan dari satu pengertian itu.
10.) Kecerdasan manusia (IQ, EQ, SQ)
IQ : Berhubungan dengan kemampuan daya fikir seseorang
EQ : Berhubungan dengan tingkat emosional, efektif seseorang

37

SQ : Berhubungan dengan tingkat spiritualitas seseorang dalam
beragama
11.) Belajar dan faktor yang mempengaruhi belajar
Belajar : Perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman
individu dalam lingkungan
Faktor yang mempengaruhi belajar :
- Faktor Intern : Faktor fisiologi dan psikologis
- Faktor ekstren : Lingkungan sekitar
- Faktor pendekatan belajar
12.) Transfer belajar
Ialah pemindahan atau pengalihan hasil belajar dari mapel yang satu
ke maple yang lain atau dari kehidupan sehari-hari diluar sekolah.
13.) Teori belajar
Teori conditioning; belajar adalah suatu proses perubahan yang
terjadi karena adanya syarat-syarat yang kemudian menimbulkan
reaksi.
Teori connectionism;
Teori belajar menurut psikologi bestalt; belajar dapat terjadi apabila
seseorang setelah beberapa saat mencoba memahami suatu masalah,
tiba-tiba muncul adanya kejelasan, terlihat olehnya hubungan antara
unsur-unsur yang satu dengan yang lain, kemudian dipahami sangkut
pautnya, dimengerti maknanya.
14.) The self dan frustasi
The selt : semua anggapan, penghayatan, sikap, dan perasaan-
perasaan baik yang didasari maupun tidak disadari yang ada pada
seseorang tentang dirinya sendiri.
Frustasi : adalah kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang
diharapkan.
15.) Kepribadian
Keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen
seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan temperamen itu akan terwujud
dalam tindakan seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Setiap
orang yang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau pola
dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.

c. Psikologi Perkembangan

38

1.) Sebutkan aspek-aspek perkembangan manusia
a. Perkembangan fisik (misalnya, pertumbuhan badan dan
otak, kapasitas sensori, keterampilan motoric, dan
kesehatan).
b. Perkembangan kognitif (perubahan dan stabilitas pada
kemampuan mental : belajar, ingatan, bahasa, berpikir,
penalaran moral, dan kreativitas).
c. Perkembangan psikososial (perubahan dan stabilitas pada
kepribadian dan relasi sosial).

2.) Sebutkan ciri-ciri perkembangan pada anak, remaja, dewasa..
Anak : Perkembangan jasmani (tubuh atas lebih lamban
perkembangannya dari pada tubuh bawah), perkembangan motoric
baik, perkembangan tanggapan (global, terurai, dan asimilasi),
perkembangan fikiran, perkembangan bahasa, perkembangan
fantasi, perkembangan perasaan, perkembangan
keberagamaan.
Remaja : Perkembangan Bioligis (masa puber), perkembangan
fisik, perkembangan emosi.
Dewasa : Masa dewasa dini (18-40 tahun), masa dewasa madya
(40-60 tahun), masa dewasa lanjut (60 tahun keatas),
perkembangan fisik, perkembangan memori.

3.) Pengertian ilmu jiwa perkembangan
Adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam
perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya.

4.) Urgensi ilmu jiwa perkembangan
Untuk memahami garis besar, pola umum perkembangan dan
pertumbuhan anak pada tiap fasenya.
Dapat memunculkan sikap yang bergaul dengan orang lain,
terutama anak-anak remaja, dengan penuh perhatian kepada
mereka baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun
masyarakat.
Dapat mengarahkan seseorang untuk berbuat dan berprilaku
yang selaras dengan tingkat perkembangan orang lain.
Bagi Pendidik, dapat memahami dan memberi bimbingan
kepada anak sesuai dengan taraf perkembangan anak didiknya
sehingga proses pendidikan akan berjalan dengan sukses dalam
mencapai tujuan.

d. Psikologi Agama

39

1.) Bagaimana perkembangan agama pada masa anak
Sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman yang
dilaluinya. Ada tiga tingkatan : fairy tale stage (dongeng), the
realistic stage (kenyataan), individual stage (individu)

2.) Bagaimana perkembangan keagamaan pada masa remaja
Dipengaruhi oleh perkembangan remaja pada tahap puber. Faktor
yang mempengaruhi agama pada remaja : Pertumbuhan pikiran,
pertumbuhan mental.
Perkembangan agama pada remaja ditandai dengan tingkah remaja
yang berpendapat bahwa agama adalah omong kosong,
mengingkari pentingnya agama dan menolak kepercayaan-
kepercayaan terdahulu.

3.) Bagaimana perkembangan agama pada masa dewasa
Perkembangan keberagamaan pada orang dewasa jauh lebih
mantap ke dalam bentuk tekun beribadah dengan ikhlas. Maka
sikap keberagamaan pada orang dewasa antara lain memiliki ciri-ciri
sebagai berikut : (a) Menerima kebenaran agama berdasarkan
pertimbangan pemikiran yang matang bukan sekedar ikut-ikutan; (b)
Cenderung bersikap realis sehingga norma-norma agama lebih
banyak diaplikasikan dalam sikap dan tingkah laku; (c) Bersikap
positif terhadap ajaran dan norma-norma agama, berusaha untuk
mempelajari dan memperdalam pemahaman keagamaan; (d) Tingkat
ketaatan beragama didasarkan atas pertimbangan dan tanggung jawab
hingga sikap keberagamaan merupakan realisasi dari sikap hidup; (e)
Bersikap lebih kritis terhadap materi ajaran agama sehingga
kemantapan beragama selain di dasarkan atas pertimbangan pikiran
juga didasarkan atas pertimbangan hati nurani; (f) Terlihat adanya
pengaruh kepribadian dalam menerima, memahami dan
melaksanakan ajaran agama yang diyakininya.

4.) Jelaskan tentang rasa dan pengalaman keagamaan seseorang
Pengalaman keagamaan didefinisikan sebagai penyaksian Tuhan
atau perkara-perkara ghaib lainnya. Jika penyaksian itu
berhubungan dengan hal-hal yang bersifat inderawi, maka hal
tersebut disebut dengan pengalaman inderawi. Tetapi jika penyaksian
tersebut berhubungan dengan Tuhan atau hal-hal yang berasal dari-
Nya, maka disebut pengalaman keagamaan.
Pengalaman keagamaan adalah inti dan subtansi agama dengan
tafsiran bahwa Ia merupakan tujuan dan maksud hakiki agama.

40

5.) Mengapa orang melakukan konversi agama
Konversi Agama, pindah dari agama semula ke agama lain, itu
juga karena akibat ketidak mampuan, kejemuan, kepalsuan yang
dirasakan oleh pemeluk agama semula, bahwa agama awalnya
tidak benar, menentang fitrah, tetapi juga karena pengaruh
lingkungan yang menuai rasa bahwa kalau berbeda dengan
lingkungan tidak toleransi. Ada juga karena intimidasi,
intervensi, invasi, disamping karena kesadaran sebagai intelektual
yang haus mencari kebenaran agama. Ada juga karena kebodohan,
terperdaya oleh kondisi yang terjadi, memicu hati bertanya tentang
oknum dan agama. Ada juga oleh sebab bekal pendirian sebagai
orang beragama tidak memadai, sehingga memandang agama
sumbang dan tidak relevan dengan alam kehidupan.
Cara konversi : merekrut dan dakwah

6.) Pengertian ilmu jiwa agama
Ilmu yang meneliti pengaruh agama itu pada sikap dan tingkah
laku seseorang, yang menyangkut cara berfikir, bersikap,
berkreasi, dan bertingkah laku yang tidak dapat terlepas dari
keyakinan agamanya.

7.) Urgensi ilmu jiwa agama
Psikologi Agama tidak mengkaji ajaran agama (kitab suci, hukum,
dan ketentuan agama terhadap dosa pahala, syurga nereka dan akhlak
yang diajarkan agama). Juga tidak mengkaji kepercayaan tiada-
agama dan ideologi yang dianut masing-masing orang. Psikologi
Agama melihat dan mengkaji seberapa jauh pengaruh agama,
kepercayaan atau ideologi terhadap cara berpikir (ways of
thinking) , cara bicara, bertindak / prilaku dan bersikap dalam
kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu semua orang berkepentingan
dengan Psikologi Agama dan dapat memanfaatkannya sesuai dengan
kepentingannya masing-masing.
Bidang pendidikan anak misalnya, apabila si ibu bapak ingin
mendidik anaknya agar kelak menjadi seorang yang taat beragama,
berakhlak terpuji, berguna bagi masyarakat dan negaranya, dia dapat
menggunakan pengetahuannya terhadap Psikologi Agama, disamping
mengetahui sekedarnya tentang perkembangan jiwa anak pada umur
tertentu dan perkembangan ciri remaja. Untuk itu dia dapat membaca
buku tentang Psikologi Anak dan Psikologi Remaja.
Bila para dakwah ingin mengajak umat hidup sesuai dengan
ketentuan agama, taat melaksanakan agama dalam kehidupan mereka,
maka dia dapat menggunakan Psikologi Agama dengan lebih dahulu

41

mengetahui latar belakang kehidupan mereka, lalu menunjukkan
betapa pentingnya ajaran agama dalam kehidupan manusia.
8.) Kebutuhan beragama manusia
Secara Psikologi manusia mempunyai perasaan akan ada kekuatan
ghaib yang menguasai alam dan dirinya yang disusun tata cara
peribadatan / pemujaan terhadap Yang Maha Kuasa. Manusia sebagai
makhluk sosial mutlak memerlukan agama. Kehidupan sosial yang
tidak di atur oleh agama, akan melahirkan kekacauan, dan
menyeret manusia kepada kehidupan ala binatang yang tidak
mengenal nilai-nilai moral, hilang kesopanan dan tiada budi
pekerti yang luhur sehingga mampu menyumbang budaya rogol,
buang bayi, syirik/murtad/bid’ah/khurafat, penjenayah, perompak,
hindonisme (rempit, disko, lepak), kaki arak/dadah/judi, zina dan
lain-lain keruntuhan moralnya di dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara.

6. Strategi Belajar Mengajar (SBM)
1.) Apakah yang dimaksud hakikat belajar dan mengajar
Hakikat belajar ialah Aktivitas yang mengharapkan perubahan
tingkah laku (behavioural change) pada individu yang belajar.
Hakikat mengajar ialah
Membantu peserta didik memperoleh informasi, ide,
keterampilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekspresikan
dirinya, dan cara-cara belajar bagaimana belajar.
2.) Penjelasan tentang variasi metode dalam pembelajaran PAI
Seorang guru dituntut untuk mampu memadukan berbagai metode
yang relevan. Untuk pembelajaran sholat, misalnya, seorang guru
harus mampu menggunakan metode ceramah, tanya jawab, latihan,
serta harus memberi keteladanan bagi anak didiknya. Menurut
ajaran agama Islam, melaksanakan pendidikan agama adalah
merupakan perintah dari Allah dan ibadah kepada-Nya. karena itu
harus dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh guru.
Metode dalam PAI :
Metode Hiwar (percakapan) qur’ani dan nabawi, Kisah-kisah
qur’ani dan nabawi, Teladan, Pembiasaan dan pengamalan,
Ibroh dan Mauidhoh, metode ceramah, tanya jawab,
diskusi/musyawarah atau sarasehan, tugas, permainan dan
simulasi, latihan siap, demonstrasi dan eksperimen, karya
wisata atau sinau wisata, kerja kelompok, sosiodrama dan

42

bermain peran, system belajar beregu, pemecahan masalah,
proyek dan unit, uswatun khasanah, dan metode anugerah.
3.) Upaya untuk mendapatkan umpanbalik dalam pembelajaran
dan lain-lain
Teknik-teknik mendapatkan umpan balik; memancing apresiasi
anak didik, memanfaatkan teknik alat Bantu yang akseptabel,
menggunakan metode yang bervariasi.,
4.) Penjelasan tentang bagaimana belajar dalam PAI
Cara mudah dalam mempelajari (PAI) dengan metode 5M :
- Membaca materi terlebih dahulu
- Memperhatikan penjelasan guru
- Menulis hal-hal yang penting
- Mengulang lagi pelajaran
- Mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari.
5.) Pengertian SBM
Strategi belajar mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk
menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran
tertentu, yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada
siswa.
6.) Ruang lingkup SBM
Ruang lingkup Strategi belajar mengajar tersebut meliputi :
Materi, Media, Pendekatan-pendekatan, Alokasi Waktu, Metode,
Pola Pembinaan Terpadu, Kompetensi Dasar Peserta Didik dan
Evaluasi.
7.) Ciri dan Komponen Belajar Mengajar
CIRI-CIRI BELAJAR MENGAJAR
1. Belajar harus mempunyai tujuan
2. Kegiatan belajar mengajar harus ditandai dengan suatu

penggarapan materi. Materi harus di desain sedemikian rupa
dan cocok untuk mencapai tujuan dan juga harus
memperhatikan komponen-komponen lainnya.
3. Ditandai aktifitas anak didik.
4. Guru berperan sebagai pembimbing yang harus berusaha
menghidupkan dan memberi motivasi agar terjadi proses
interaksi yang kondusif.
5. Dalam proses belajar mengajar membutuhkan kedisiplinan.
6. Ada batas waktu.
7. Evaluasi.

43

KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR
Komponen-komponen tersebut adalah :
1. Tujuan pengajaran.
2. Bahan pelajaran (materi)
3. Guru
4. Peserta didik
5. Metode Pengajaran
6. Media dan alat pengajaran
7. Faktor administrasi dan finansial
8. Evaluasi
8.) Pendekatan dalam belajar mengajar
a. Pendekatan yang berhubungan dengan penyampaian
materi
1. Pendekatan Kompetensi
2. Pendekatan Lingkungan
3. Pendekatan Pemecahan masalah
4. Pendekatan Ketrampilan proses
5. Pendektan Terpadu
6. Pendekatan Keagamaan
7. Pendekatan Kebermaknaan
b. Pendekatan yang berhubungan dengan penciptaan kondisi
pembelajaran
1. Pendekatan Sistem
2. Pendekatan Ketrampilan proses
3. Pendekatan Penularan informasi
4. Pendekatan Individual
5. Pendektan Kelompok
6. Pendekatan Bervariasi
7. Pendekatan Edukatif
9.) Metode Belajar Mengajar
a. Metode belajar mengajar Konvensional
1. Metode Pembiasaan
2. Metode Keteladanan
3. Metode Penghargaan
4. Metode Bercerita
5. Metode Tanya Jawab
6. Metode Demonstrasi
7. Metode Karya wisata
8. Metode Diskusi
9. Metode Proyek

44

10. Metode Eksperimen
11. Metode Hukuman
12. Metode Ceramah
13. Metode Latihan
14. Metode Tugas dan Resitasi
15. Metode Problem Solving
16. Metode Sosiodrama
b. Metode Belajar Mengajar Inkonvensional
1. Metode Pengajaran Modul
2. Metode Pengajaran Berprogram
3. Metode Pengajaran Unit
4. Metode CBSA

Beberapa contoh metode inkonvensional : kartu sortir,
jigsaw learning.
10.) Keberhasilan Belajar Mengajar
Keberhasilan atau kegagalan dalam proses belajar mengajar
merupakan sebuah ukuran atas proses pembelajaran. Apabila
merujuk kepada rumusan operasional keberhasilan belajar, maka
dikatakan berhasil apabila di ikuti ciri-ciri berikut :
1. Daya Serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan
mencapai prestasi tinggi, baik secara individu maupun
kelompok.
2. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran khusus
(TPK) telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun
kelompok.
3. Terjadinya proses pemahaman materi yang secara sekuensial
(sequential) mengantarkan materi tahap berikutnya.
Ketiga ciri keberhasilan belajar di atas bukanlah semata-mata
keberhasilan dari segi kognitif, tetapi mesti melumat aspek-
aspek lain, seperti aspek afektif dan aspek psikomotorik.
Pengevaluasiaan salah satu aspek saja akan menyebabkan
pengajaran kurang memiliki makna bersifat komprehenshif.
Penilaian keberhasilan dalam belajar mengajar dapat
menggunakan tes prestasi belajar untuk mengukur dan
mengevaluasi tingkat keberhasilan. Tes prestasi belajar dapat
digolongkan kedalam jenis penilaian.

45

Demikian, semoga sukses dan bermanfaat. Matursuwun.
46


Click to View FlipBook Version