The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nu2k.win, 2021-05-18 02:57:45

E Modul Bahasa Indonesia SMA Kelas XII

E Modul Bahasa Indonesia SMA Kelas XII

Keywords: E Modul

1

Modul
Bahasa Indonesia

Kelas XII

Penyusun
Nunuk Winarsih, S.Pd.

SMA Al Muslim
2021

E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021

2

PETA KONSEP
TEKS CERITA SEJARAH

KEBAHASAAN

1. Kalimat bermakna lampau
2. Kata yang menyatakan urutan

waktu
3. Kalimat tak langsung
4. Verba mental
5. Verba material
6. Kalimat langsung
7. Kata sifat
8. Kata bermakna kias
9. Kata bermakna peribahasa
10. Penggunaan makna kias

TAHAPAN MENULIS CERITA
SEJARAH PRIBADI

1. Menentukan tema
2. Menyusun kerangka
3. Mencari literatur
4. Mengembangkan kerangka
5. Mencermati kembali
6. Merevisi

3

Pendahuluan

Identitas Modul
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/semester : XII/gasal
Alokasi waktu : 4 x 45 menit

Kompetensi Dasar
3.4 Menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah
4.4 Menulis cerita sejarah pribadi dengan memperhatikan kebahasaan

A. Deskripsi Materi
Asalamualaikum sang pemimpin,
Alquran surat at-Thaaha ayat 99 menyatakan, “Demikianlah kami kisahkan kepadamu
(Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu dan sungguh, telah kami berikan
kepadamu suatu peringatan (Alquran) dari sisi kami. Ayat Quran tersebut memiliki
makna pentingnya belajar berdasarkan kisah atau peristiwa yang telah lalu. Hal ini
disebabkan semua peristiwa yang terjadi di masa lalu itu pasti ada peringatan atau
pelajaran yang bisa diambil untuk kehidupan kita saat ini.
Nah, sejalan dengan ayat tersebut, dalam modul kali ini kalian akan mempelajari teks
cerita sejarah. Dalam teks cerita sejarah ini, kalian akan belajar tentang kebahasaan teks
tersebut. Selanjutnya kalian diminta untuk menulis cerita sejarah pribadi dengan
memperhatikan kebahasaan. Asyik, bukan? Pramoedya Ananta Toer berkata, “Orang
boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam
masyarakat dan dari sejarah”. Oleh karena itu, jadilah diri kalian bagian dari sejarah
sehingga keberadaan kalian akan dikenang sampai kapan pun. Baik, persiapkan diri
kalian untuk menulis. Ikuti setiap langkah yang ada dalam modul ini dengan cermat.

E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021

4

B. Petunjuk

Kalian pasti belajar penuh makna dan berhasil maksimal dengan modul ini. Untuk itu,

ikuti tahapan sebagai berikut.
1. Pastikan kalian memahami kompetensi dasar yang akan dicapai

2. Baca dan pahami materi dengan baik
3. Kerjakan soal latihan secara jujur dan mandiri

• Jika semua soal sudah dikerjakan, cocokkan dengan kunci jawaban yang tersedia di

bagian akhir modul ini. Hitunglah nilai kalian dengan rumus sebagai berikut.

Nilai= Jumlah skor perolehan x 100%
Jumlah skor maksimal

Keterangan

92-100 : sangat baik
84-91 : baik

76-83 : cukup
≥ 76 : kurang

• Jika nilai kalian masih di bawah KKM, baca dan pahami lagi materinya.

Selanjutnya, coba kerjakan lagi soal yang kalian jawab salah. Hitunglah hasilnya

dengan rumus di atas.

• Jika nilai kalian sudah melampaui KKM dengan kategori minimal baik, maka

kalian bisa melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.

C. Materi
Modul ini terdiri dari 2 kegiatan pembelajaran yaitu menganalisis kebahasaan cerita

atau novel sejarah dan menulis cerita sejarah pribadi dengan memperhatikan
kebahasaan. Masing-masing kegiatan pembelajaran memuat materi, soal latihan, dan soal
evaluasi yang berkaitan dengan teks cerita sejarah.

Kalian dapat memahami kaidah kebahasaan dalam teks cerita sejarah melalui modul
ini. Dengan pemahaman yang baik tentang kebahasaan teks cerita sejarah, maka akan
memudahkan kalian dalam menulis cerita sejarah pribadi. Jika ada kata-kata dalam teks
yang tidak kalian pahami, kalian bisa mencari makna kata tersebut di KBBI online.
Mudah sekali, bukan? Selamat belajar dan terus semangat!

5

Kegiatan Pembelajaran I

KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, kalian diharapkan mampu
menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah dengan
menunjukkan sikap kritis, kreatif, komunikatif, jujur , dan mandiri.

Uraian Materi

Penanda kekhasan bahasa yang digunakan dalam karya sastra pada umumnya adalah
menggunakan bahasa konotatif dan emotif. Hal ini berbeda dengan bahasa ilmiah
yang denotatif dan rasional. Meskipun demikian, bahasa dalam cerita sejarah tetap
mengacu kepada bahasa yang digunakan masyarakat (konvensional) agar tetap
dipahami oleh pembacanya. Penggunaan bahasa konotatif dan emotif diwujudkan
pengarang dengan merekayasa bahasa melalui beragam gaya bahasa, pencitraan, dan
pengucapan

A. Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
1. Menggunakan kalimat bermakna lampau
Kalimat yang bermakna lampau ditandai dengan kata-kata yang menyatakan bahwa
kalimat tersebut sudah selesai. Hal tersebut ditandai dengan penggunaan kata telah,
sudah, terbukti, dan lain-lain.

E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021

6

Contoh:
• Prajurit-prajurit yang telah diperintahkan membersihkan gedung bekas asrama

telah menyelesaikan tugasnya.
• Dalam banyak hal, Gajah Mada bahkan sering mengemukakan pendapat-

pendapat yang tidak terduga dan membuat siapa pun yang mendengar akan
terperangah, apalagi bila Gajah Mada berada di tempat berseberangan yang
melawan arus atau pendapat umum dan ternyata Gajah Mada terbukti berada di
pihak yang benar.
2. Menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu
Kalimat tersebut ditandai adanya konjungsi kronologis atau tempora, seperti: sejak
saat itu, setelah itu, mula mula, kemudian.
Contoh:
• Mula-mula pertikaian berkisar pada kelakuan Trenggono yang begitu sampai
hati membunuh abangnya sendiri, kemudian diperkuat ...
• Setelah juara gulat itu pergi Sang Adipati bangkit dan berjalan tenangtenang
masuk ke kadipaten.
3. Menggunakan kalimat tak langsung
Penggunaan kalimat tak langsung ditandai dengan penggunaan kata mengatakan
bahwa, menceritakan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan,
menyatakan, atau menuturkan.
Contoh:
• Mengapa Sultan tak menyatakan sikap menentang usaha Portugis ...
• Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan
Kendit Galih tentang masalah itu.
• Menurut Sang Patih, Galeng telah periksa seluruh kamar Syahbandar dan ia
telah melihat banyak botol dan benda-benda yang ia tak tahu nama dan gunanya.
4. Menggunakan kata kerja (verba) mental
Kata kerja mental merupakan jenis kata kerja yang menyatakan sikap seseorang
terhadap suatu tindakan, keberadaan, atau pengalaman. Kata kerja mental juga
disebut sebagai verba tingkah laku atau kata kerja behavioral yang
menggambarkan perilaku atau tindakan seseorang ketika menghadapi keadaan
tertentu.

7

Contoh:
• Jawaban itu mengecewakan para musafir.
• Gajah Mada sependapat dengan jalan pikiran Senopati Gajah Enggon.
• Melihat itu, tak seorang pun yang menolak karena semua berpikir Patih Daha.
5. Menggunakan kata kerja (verba) material
Kata kerja material merupakan kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan
perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya berlari, menulis, melempar, tersenyum,
menangis dan sebagainya.
Contoh:
• Pada suatu kali, kaki kuda Demak akan mengepulkan debu di seluruh bumi

Jawa. Dan sebagai patih, ia masih tetap memimpin pasukan gajah, maka Kala
Cuwil tak juga terhapus dalam sebutan.
• Sang Adipati telah menjatuhkan titah: kapal-kapal Tuban mendapat perkenan
untuk berlabuh dan berdagang di Malaka ataupun di Pasai.
6. Mengunakan kalimat langsung
Hal ini ditandai kalimat langsung atau dialog.
Contoh:
"Mana surat itu?" ''Ampun, Gusti Adipati, patik takut maka patik bakar:' "Surat
apa, Nyi Gede, lontar ataukah kertas?" "Lon... Ion... Ion... kertas barangkali, Gusti,
patik tak tahu namanya. Bukan lontar:' "Bukankah bukan hanya surat saja telah
kauterima? Adakah real Peranggi pernah kau terima juga?" ''Ada, Gusti real mas,
Patik mohon ampun, karena tiada mengetahui adakah itu real Peranggi atau bukan:'
7. Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau peristiwa.
Kalimat ini menggunakan kata-kata seperti prihatin, khawatir, wibawa dan lain-
lain. Contoh:
Pangeran Seda Lepen? Orang menunggu dan menunggu dengan perasaan prihatin
terhadap keselamatan wanita tua itu.
Gajah Mada mempersiapkan diri sebelum berbicara dan menebar pandangan mata
menyapu wajah semua pimpinan prajurit, pimpinan dari satuan masing-masing.
Dari apa yang terjadi itu terlihat betapa besar wibawa Gajah Mada, bahkan
beberapa prajurit harus mengakui wibawa yang dimiliki Gajah Mada jauh lebih
besar dari wibawa Jayanegara.

E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021

8

8. Penggunaan makna kias

Kata atau frasa bermakna kias ini digunakan penulis untuk membangkitkan

imajinasi pembaca saat membacanya serta memperindah cerita.

Contoh:

Di antara para Ibu Ratu yang terpukul hatinya, hanya Ibu Ratu Rajapatni Biksuni

Gayatri yang bisa berpikir sangat tenang. Terpukul hatinya artinya sangat sedih.

Mampukah Cakradara menjadi tulang punggung mendampingi istrinya

menyelenggarakan pemerintahan?

9. Menggunakan peribahasa, baik yang berbahasa daerah maupun berbahasa

Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperkuat latar waktu dan tempat kejadian

cerita.

Contoh:

Hidup rakyat Majapahit boleh dikata gemah ripah loh jinawi kerta tata raharja,

hukum ditegakkan, keamanan negara dijaga menjadikan siapa pun merasa tenang

dan tenteram hidup di bawah panji gula kelapa. (Peribahasa gemah ripah loh jinawi

kerta tata raharja merupakan peribahasa Jawa, yang artinya hidup makmur aman

tenteram)

B. Rangkuman

Kebahasaan Teks Cerita sejarah
1. Menggunakan kalimat bermakna lampau

Contoh: telah, sudah, terbukti, dan lain-lain
2. Menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu

Contoh: sejak saat itu, setelah itu, mula mula, kemudian
3. Menggunakan kalimat tak langsung

Contoh: Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua
penjelasan Kendit Galih tentang masalah itu.
4. Menggunakan kata kerja (verba) mental
Contoh: mengecewakan, menolak, menyetujui, membanggakan, dan lain-lain
5. Menggunakan kata kerja (verba) material
Contoh: berdagang, membakar, mencuci
6. Mengunakan kalimat langsung
Contoh: "Mana surat itu?" ''Ampun, Gusti Adipati, patik takut maka patik
bakar.”
7. Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau peristiwa.
Contoh: prihatin, khawatir, wibawa dan lain-lain
8. Penggunaan makna kias
Contoh: Di antara para Ibu, Ratu yang terpukul hatinya. (sedih)
9. Menggunakan peribahasa, baik yang berbahasa daerah maupun berbahasa
Indonesia.
Contoh: Hidup rakyat Majapahit boleh dikata gemah ripahloh jinawi kerta tata
raharja, (makmur)

9

C. Menganalisis Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Baik, kalian telah mempelajari kebahasaan teks cerita sejarah. Pemahaman kalian
tentang kaidah kebahasaan teks cerita sejarah ini dapat kalian terapkan untuk
menganalisis teks cerita sejarah. Selanjutnya bacalah teks cerita sejarah berikut,
kemudian analisislah kaidah bahasanya!
Kemelut di Majapahit
Raden Wijaya berhasil menjadi Raja Majapahit pertama. Beliau tidak
melupakan jasa-jasa para senopati yang setia dan banyak membantunya. Ronggo
Lawe diangkat menjadi adipati di Tuban serta yang lainnya diberi pangkat juga.
Sang prabu telah mengawini empat putri mendiang Raja Kertanegara.
Keempat putri itu adalah Dyah Tribunan yang menjadi permaisuri, yang kedua adalah
Dyah Nara Indraduhita, ketiga adalah Dyah Jaya Inderadewi, dan yang juga disebut
Retno Sutawan atau Rajapatni yang berarti “terkasih” karena memang putri bungsu
dari mendiang Kertanegara ini menjadi istri yang paling dikasihinya. Hal ini
dilakukannya karena beliau tidak menghendaki adanya dendam dan perebutan
kekuasaan kelak.
Akan tetapi, datanglah pasukan yang beberapa tahun lalu diutus oleh Sang
Prabu ke negeri Malayu. Pasukan ekspedisi yang berhasil baik ini membawa pulang
dua orang putri bersaudara. Sang prabu terpikat oleh kecantikan putri yang kedua,
yaitu Dara Petak. Maka, diambillah putri itu menjadi istrinya yang kelima.
Terjadilah persaingan diantara para istri, yang dilakukan secara diam-diam
dalam memperebutkan cinta kasih dan perhatian Sri Baginda. Tentu saja, Ronggo
Lawe yang setia sejak zaman Prabu Kertanegara, berpihak kepada Dyah Gayatri.
Namun, persaingan dan kebencian secara diam-diam itu tidak sampai menjalar
menjadi permusuhan terbuka. Sampai akhirnya Sang Prabu mengangkat Senopati
Nambi menjadi pembesar tertinggi dan paling berkuasa sesudah raja, yang tentu saja
membakar hati Ronggo Lawe.
Pengangkatan ini memang banyak terpengaruh oleh bujukan Dara Petak.
Mendengar pengangkatan patih ini, Ronggo Lawe marah bukan main. Nasi yang
sedang dikepalnya dibanting ke atas lantai yang kemudian amblas ke dalam lantai
serta ujung meja yang diremasnya hancur. Kedua istri Ronggo Lawe menghibur
dirinya, akan tetapi Ronggo Lawe bangkit berdiri dan tetap pergi menemui Sang
Prabu.
E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021

10

Pada waktu itu, Sang Prabu sedang dihadap oleh para senopati dan punggawa.
Mereka terkejut sekali ketika melihat Ronggo Lawe datang menghadap Sri Baginda.
Dengan suara yang lantang, Ronggo Lawe melontarkan penolakannya terhadap
pengangkatan Senopati Nambi. Hebat bukan main ucapan Ronggo Lawe, semua
terkejut dan sebagian marah, tetapi mereka tidak berani mencampuri karena
menghormati Sang Prabu. Akan tetapi, Sang Prabu tetap tenang dan bahkan
tersenyum kepada Ronggo Lawe. Sang Prabu menuturkan bahwa pengangkatan
Nambi sebagai Patih Hamangkubumi telah dipertimbangkan masak-masak. Serta
telah mendapat persetujuan dari yang lain. Dengan muka merah berkata lantang
bahwa pengangkatan tersebut menurutnya tidak tepat. Karena menurutnya Nambi
adalah seseorang yang bodoh, lemah, penakut, rendah budi, dan tidak berwibawa.

Rongo Lawe terus mencaci maki karena ia tidak bisa menerima atas keputusan
Sang Prabu mengangkat Nambi sebagai Patih Hamangkubumi. Hari demi hari,
Ronggo Lawe bekerja tidak karuan, uring-uringan dan sebagainya. Berita tersebut
diketahui oleh Raja, lalu suatu hari Raja memanggil Ronggo Lawe untuk
menyampaikan sesuatu yang penting. Akhirnya, Raja memutuskan untuk memecat
Ronggo lawe dari Kerajaan Majapahit.

Tulislah hasil analisis cerita sejarah Kemelut di Majapahit, pada kolom berikut!

No. Kaidah Bahasa Bukti kalimat Keterangan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

11

Setelah kalian mencoba untuk menganalisis cerita sejarah Kemelut di Majapahit,

selanjutnya untuk mengetahui apakah kalian telah mampu menganalisis teks tersebut

berdasarkan kebahasaan dengan tepat atau tidak. Silakan cocokkan hasil analisis

kalian dengan hasil analisis berikut!

No. Kaidah Bahasa Bukti kalimat Keterangan

1. Kalimat Sang prabu telah mengawini empat putri

bermakna lampau mendiang Raja Kertanegara

2. Kata yang Rongo Lawe terus mencaci maki karena
menyatakan ia tidak bisa menerima atas keputusan
urutan waktu Sang Prabu mengangkat Nambi sebagai
Patih Hamangkubumi. Hari demi hari,
3. Kalimat tak Ronggo Lawe bekerja tidak karuan,
langsung uring-uringan dan sebagainya. Berita
tersebut diketahui oleh Raja, lalu suatu
4. Verba mental hari Raja memanggil Ronggo Lawe untuk
menyampaikan sesuatu yang penting.
Akhirnya, Raja memutuskan untuk
memecat Ronggo lawe dari Kerajaan
Majapahit.
Sang Prabu menuturkan bahwa
pengangkatan Nambi sebagai Patih
Hamangkubumi telah dipertimbangkan
masak-masak
Beliau tidak melupakan jasa-jasa para
senopati yang setia dan banyak
membantunya.

5. Verba material Nasi yang sedang dikepalnya dibanting
ke atas lantai yang kemudian amblas ke
6. Kalimat langsung dalam lantai serta ujung meja yang
7. Kata sifat diremasnya hancur.
8. Penggunaan
Tidak ada
makna kias
Akan tetapi, Sang Prabu tetap tenang dan Marah
bahkan tersenyum kepada Ronggo Lawe
Sampai akhirnya Sang Prabu mengangkat
Senopati Nambi menjadi pembesar
tertinggi dan paling berkuasa sesudah
raja, yang tentu saja membakar hati
Ronggo Lawe.

E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021

12

D. Soal Evaluasi
Kerjakan soal berikut secara jujur dan mandiri supaya kalian mengetahui kemampuan
kalian dalam memahami kebahasaan teks cerita sejarah!
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
Bacalah teks cerita sejarah berikut untuk soal no. 1 s.d. 5!
Saat pasukan Austria dan Prancis bertempur sengit. Berujung pada sekitar
40.000 prajurit tergeletak tewas atau dalam kondisi terluka. Henry Dunant, seorang
warga Swiss yang kebetulan melewati daerah itu untuk suatu urusan bisnis, merasa
ngeri menyaksikan pemandangan tersebut. Prajurit menderita tanpa pelayanan medis.
Lalu ia mengajak penduduk setempat merawat mereka, dan menekankan bahwa
prajurit dari kedua belah pihak harus diberi perawatan yang setara. Tak mengenal
kawan atau lawan.
Sekembalinya ke Swiss, Dunant pun menerbitkan sebuah buku berjudul A
Memory of Solferino (Kenangan dari Solferino), yang berisi dua usulan. Pertama, pada
masa damai didirikan perhimpunan-perhimpunan bantuan kemanusiaan yang
memiliki juru rawat yang siap untuk merawat korban luka ketika terjadi perang.
Kedua, para relawan yang akan bertugas membantu dinas medis angkatan bersenjata,
diberi pengakuan dan perlindungan melalui sebuah perjanjian internasional.
Pada 9 Februari tahun 1863, sebuah perkumpulan amal bernama
Perhimpunan Jenewa untuk Kesejahteraan Masyarakat membentuk sebuah komisi
beranggotakan lima orang atau "Committee of the Five" untuk mewujudkan gagasan
Dunant itu. Beranggotakan Gustave Moynier, Guillaume-Henri Dufour, Louis Appia,
Theodore Maunoir, dan Dunant, komisi tersebut kemudian mendirikan Komite
Internasional Pertolongan Korban Luka, yang selanjutnya menjadi Komite
Internasional Palang Merah atau ICRC. Sejak saat itu, mereka terus mengembangkan
gagasan Henry Dunant.

1. Berdasarkan teks cerita sejarah di atas kalimat berikut yang menggunakan verba
material adalah….
A. Prajurit menderita tanpa pelayanan medis.
B. Tak mengenal kawan atau lawan.
C. Lalu ia mengajak penduduk setempat merawat mereka.

13

D. Pada 9 Februari tahun 1863, sebuah perkumpulan amal bernama Perhimpunan
Jenewa untuk Kesejahteraan Masyarakat membentuk sebuah komisi
beranggotakan lima orang atau "Committee of the Five" untuk mewujudkan
gagasan Dunant itu.

E. Sejak saat itu, mereka terus mengembangkan gagasan Henry Dunant.

2. Berdasarkan teks cerita sejarah di atas kalimat berikut yang menggunakan verba
mental adalah….
A. Saat pasukan Austria dan Prancis bertempur sengit.
B. Prajurit menderita tanpa pelayanan medis.
C. Sekembalinya ke Swiss, Dunant pun menerbitkan sebuah buku berjudul A
Memory of Solferino (Kenangan dari Solferino), yang berisi dua usulan.
D. Henry Dunant, seorang warga Swiss yang kebetulan melewati daerah itu untuk
suatu urusan bisnis
E. Kedua, para relawan yang akan bertugas membantu dinas medis angkatan
bersenjata, diberi pengakuan dan perlindungan melalui sebuah perjanjian
internasional.

3. Berdasarkan teks cerita sejarah di atas kalimat berikut yang menyatakan urutan
waktu, kecuali….
A. Saat pasukan Austria dan Prancis bertempur sengit. Berujung pada sekitar
40.000 prajurit tergeletak tewas atau dalam kondisi terluka.
B. Henry Dunant, seorang warga Swiss yang kebetulan melewati daerah itu untuk
suatu urusan bisnis, merasa ngeri menyaksikan pemandangan tersebut.
C. Prajurit menderita tanpa pelayanan medis. Lalu ia mengajak penduduk
setempat merawat mereka, dan menekankan bahwa prajurit dari kedua belah
pihak harus diberi perawatan yang setara.
D. Beranggotakan Gustave Moynier, Guillaume-Henri Dufour, Louis Appia,
Theodore Maunoir, dan Dunant, komisi tersebut kemudian mendirikan Komite
Internasional Pertolongan Korban Luka.
E. Pada 9 Februari tahun 1863, sebuah perkumpulan amal bernama Perhimpunan
Jenewa untuk Kesejahteraan Masyarakat membentuk sebuah komisi yang
selanjutnya menjadi Komite Internasional Palang Merah atau ICRC.
E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021

14

4. Berdasarkan teks cerita sejarah di atas kalimat berikut menggunakan kalimat tak
langsung adalah…
A. Saat pasukan Austria dan Prancis bertempur sengit. Berujung pada sekitar
40.000 prajurit tergeletak tewas atau dalam kondisi terluka.
B. Henry Dunant, seorang warga Swiss yang kebetulan melewati daerah itu untuk
suatu urusan bisnis, merasa ngeri menyaksikan pemandangan tersebut.
C. Sekembalinya ke Swiss, Dunant pun menerbitkan sebuah buku berjudul A
Memory of Solferino (Kenangan dari Solferino), yang berisi dua usulan.
D. Prajurit menderita tanpa pelayanan medis. Lalu ia mengajak penduduk
setempat merawat mereka, dan menekankan bahwa prajurit dari kedua belah
pihak harus diberi perawatan yang setara.
E. Pada 9 Februari tahun 1863, sebuah perkumpulan amal bernama Perhimpunan
Jenewa untuk Kesejahteraan Masyarakat membentuk sebuah komisi
beranggotakan lima orang atau "Committee of the Five" untuk mewujudkan
gagasan Dunant itu.

5. Berdasarkan teks cerita sejarah di atas kalimat berikut menggunakan kata sifat
adalah…
A. Sekembalinya ke Swiss, Dunant pun menerbitkan sebuah buku berjudul A
Memory of Solferino (Kenangan dari Solferino), yang berisi dua usulan.
B. Pertama, pada masa damai didirikan perhimpunan-perhimpunan bantuan
kemanusiaan yang memiliki juru rawat yang siap untuk merawat korban luka
ketika terjadi perang.
C. Kedua, para relawan yang akan bertugas membantu dinas medis angkatan
bersenjata, diberi pengakuan dan perlindungan melalui sebuah perjanjian
internasional.
D. Pada 9 Februari tahun 1863, sebuah perkumpulan amal bernama Perhimpunan
Jenewa untuk Kesejahteraan Masyarakat membentuk sebuah komisi
beranggotakan lima orang atau "Committee of the Five" untuk mewujudkan
gagasan Dunant itu.
E. Beranggotakan Gustave Moynier, Guillaume-Henri Dufour, Louis Appia,
Theodore Maunoir, dan Dunant, komisi tersebut kemudian mendirikan Komite

15

Internasional Pertolongan Korban Luka, yang selanjutnya menjadi Komite
Internasional Palang Merah atau ICRC.
Silakan cocokkan jawaban kalian dengan kunci jawaban berikut. Hitunglah nilai
kalian dengan rumus yang tertera di bagian pendahuluan modul ini.
Kunci jawaban soal evaluasi
No. Jawaban
1. C
2. B
3. B
4. D
5. B

E. Penilaian Diri

Berilah tanda centang (√) pada format di bawah ini sesuai kondisi kalian.

No. Pertanyaan Ya Tidak

1. Saya sangat senang belajar tentang

menganalisis kebahasaan teks

cerita sejarah

2. Penjelasan materi menganalisis

teks cerita sejarah, sangat jelas

3. Saya memahami kaidah

kebahasaan teks cerita sejarah

4. Saya memahami cara menganalisis

kebahasaan teks cerita sejarah

5. Semua kegiatan pembelajaran

tentang menganalisis kebahasaan

teks cerita sejarah yang ada di

modul ini sangat bermanfaat

dalam hidup saya

E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021

16

Kegiatan Pembelajaran II

MENULIS CERITA SEJARAH PRIBADI

Tujuan Pembelajaran
Kalian telah mempelajari kegiatan pembelajaran 1, selanjutnya kalian akan
mempelajari kegiatan pembelajaran II dalam modul ini. Melalui
pembelajaran ini kalian diharapkan mampu menganalisis kebahasaan cerita
atau novel sejarah dengan menunjukkan sikap kritis, kreatif, komunikatif,
jujur, dan mandiri.

Uraian materi

Uraian Materi

Cerita sejarah merupakan teks yang berisi pUernagiaentaMhuaatneraitau uraian tentang kejadian
dan peristiwa yang benar-benar terjadi padaUmraaiasna Mlamatpeariu. Untuk itu, sebelum kalian
menulis cerita sejarah, hal yang harus kalian perhatikan adalah sebagai berikut.
1. Menentukan peristiwa yang terjadi di mUasraailaanluMyaantegriakan kalian kembangkan

menjadi cerita sejarah.
2. Menentukan tema

Sejarah apa yang akan digunakan sebagai latar dan penyokong utama dari teks
cerita sejarah pribadi.
3. Membuat kerangka sejarah terlebih dengan susunan sebagai berikut.
a) kronologis,
b) sebab akibat,
c) tindakan tokoh,
d) urutan tempat,
e) rentetan peristiwa
4. Mencari literatur, sumber sejarah, buku, dan media yang relevan lainnya untuk
mengumpulkan fakta-fakta sejarah.

17

5. Mengembangkan kerangka menjadi cerita sejarah yang diinginkan sesuai dengan
imajinasi.

6. Mencermati kembali teks cerita sejarah yang disusun, baik struktur , isi maupun
kaidah kebahasaanya.

7. Merevisi merupakan kegiatan setelah mencermati kembali. Apabila pada tahap
mencermati terdapat kekeliruan dilakukan perbaikan atau revisi.

A. Menulis Teks Cerita Sejarah Pribadi

Menulis cerita sejarah berarti mengemas fakta sejarah dengan rekaan penulis. Rekaan
yang dimaksud harus didasarkan pengetahuan yang baik dari penulis. Menulis teks
sejarah pribadi bisa bersumber dari biodata diri atau sejarah lain yang kalian alami.
Menulis cerita sejarah pribadi, juga harus memperhatikan struktur teks yaitu
a. Orientasi

Orientasi berisi latar belakang atau pengenalan awal peristiwa sejarah
b. Komplikasi

Komplikasi berisi rangkaian peristiwa cerita sejarah. Bagian ini membahas
seluruh alur cerita sejarah dari awal sampai akhir secara kronologis
c. Resolusi
Resolusi berisi akhir cerita yaitu berupa akibat, simpulan, atau penilaian.
Tulisan cerita sejarah juga harus memperhatikan penulisan paragraf yang baik
dan benar. Paragraf yang baik dan benar, harus mempunyai kelengkapan sejumlah
paragraf di dalamnya yaitu adanya gagasan utama yang merupakan topik utama atau
permasalahan yang hendak dibahas dalam suatu paragraph. Kalimat utama berisi
gagasan utama suatu paragraf dan kalimat penjelas yang merupakan kalimat yang
menjelaskan gagasan utama.
Unsur-Unsur paragraf tersebut harus membentuk satu kesatuan yang padu, yaitu
kalimat penjelas harus mampu menjelaskan gagasan utama yang terkandung dalam
kalimat utama secara tepat. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka sebuah paragraf
belum dikatakan baik dan benar.

B. Penugasan Mandiri

1. Tulislah biodata secara lengkap sampai kalian di kelas XII!
2. Tulislah catatan peristiwa yang kalian anggap bersejarah bagi kehidupan kalian!

E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021

18

3. Perhatikan kriteria penilaian menulis cerita sejarah pribadi berdasarkan rubrik

berikut.

N No. Aspek yang dinilai Kriteria Skor

1.1 1. Struktur Teks cerita sejarah menggunakan struktur 4
yang lengkap, urut, dan padu

Teks cerita sejarah menggunakan struktur 3
yang lengkap tetapi kurang urut dan padu

Teks cerita sejarah menggunakan struktur 2
kurang lengkap tetapi urut dan padu

Teks cerita sejarah menggunakan struktur 1
tidak lengkap, tidak urut, dan tidak padu

2. 2. Kebahasaan Teks cerita sejarah menggunakan 4
kebahasaan yang lengkap dan tepat

Teks cerita sejarah menggunakan 3

kebahasaan yang lengkap, tetapi kurang

tepat

Teks cerita sejarah menggunakan 2

kebahasaan yang tepat, tetapi kurang

lengkap

Teks cerita sejarah tidak menggunakan 1

kebahasaan yang lengkap dan tepat

3. 3. Ejaan dan tanda Tulisan menggunakan ejaan dan tanda 2

baca baca dengan tepat

Tulisan terdapat beberapa ejaan dan tanda 1

baca yang kurang tepat

4. 4. Tulisan Tulisan rapi dan mudah dipahami 2

Tulisan mudah dipahami tetapi kurang 1

rapi

19

C. Penilaian Diri

Berilah tanda centang (√) pada format di bawah ini sesuai kondisi kalian.

No. Pertanyaan Ya Tidak

1. Saya sangat senang belajar tentang menulis teks cerita

sejarah

2. Penjelasan langkah-langkah menulis teks cerita sejarah,

sangat jelas

3. Saya memahami cara menulis teks cerita sejarah pribadi

4. Saya senang dengan pembelajaran menulis teks cerita

sejarah pribadi

5. Semua kegiatan pembelajaran tentang menulis teks

cerita sejarah pribadi yang ada di modul ini sangat

bermanfaat dalam hidup saya

D. Referensi
Suryaman, Maman dkk.2018. Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA Kelas XII. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
https://kbbi.kemdikbud.go.id/
https://tugassekolah2016.wordpress.com/2018/09/12/cerita-majapahit-kemelut-di-
majapahit/
https://www.liputan6.com/global/read/2125835/29-11-1863-sejarah-terbentuknya-
palang-merah-internasional

E Modul Bahasa Indonesia XII SMA Al Muslim 2021


Click to View FlipBook Version