s
Dalam basis data SIG, kedua jenis data ini disimpan secara terpisah dan
dihubungkan melalui ID (identifier) Sumber data untuk SIG bisa berupa peta, daftar
(buku/tabel), buku statistik, buku telepon, citra penginderaan jauh/foto udara (citra
landsat, spot, ikonos, quickbird, smallformat fotri, airborne videography) dan data hasil
survei lapangan (pengukuran dan pemetaan, sensus, dan pengambilan data lainnya
untuk tujuan tertentu). Format data yang sering digunakan dalam SIG secara umum
terdiri dari tiga jenis yaitu dalam bentuk format data fisik (hardcopy) yang bisa terbaca
langsung, format citra analog, dan format digital.
Data dalam bentuk format data fisik (berupa kertas atau film) adalah data yang
berupa peta-peta kertas yang dapat dibaca langsung yang dihasilkan pada proses
pembuatan peta secara manual. Pada masa lalu, data ini penggunaannya sangat intensif
dalam aplikasi SIG. Data ini sudah lama dimanfaatkan untuk metode analisis secara
manual. Pada pengenalan objek tertentu, analisis spasial secara manual dilakukan
dengan menggunakan berbagai macam peta. Cara melakukannya dengan
menginterpretasikan data peta secara visual dan berbasis pengetahuan dari para
pengguna atau oleh para ahli analisis. Pada era komputerisasi seperti sekarang ini,
karena semakin pesatnya perkembangan komputer dan semakin meningkatnya
kebutuhan akan analsisi berbasis computer, maka diperlukan pengkonversian data fisik
ini menjadi format data digital untuk bisa dilakukan untuk keperluan analisis digital.
Data dalam bentuk citra (gambar) bisa berasal dari foto udara hasil pemotretan
udara dengan kamera. Format data seperti ini bisa dinilai sebagai sumber data
permukaan bumi yang terlengkap mengingat berbagai jenis data terdapat didalamnya.
Kenampakan berbagai objek pada foto udara mudah dikenali secara visual maupun
dengan cara stereoskopis seperti kenampakan jaringan jalan, sungai, gunung, danau,
garis pantai, hutan, permukiman, dll. Oleh karena itu, teknologi pemetaan telah
memanfaatkan foto udara sebagai sumber data untuk pemetaan dasar topografi
(pemetaan rupa bumi).
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 42
KELAS XI SMK
s
Data dalam bentuk format digital diperoleh dari proses konvensi data fisik ke
dalam format digital. Data grafis digital hasil konversi data fisik peta dan foto dikenal
dalam dua format yaitu format vektor dan format raster. Data spasial digital yang
tersedia dalam format vektor antara lain meliputi: topologi vektor garis-garis bentuk
suatu objek, non topologi vektor garis, dan layer anotasi. Sedangkan data digital dalam
format raster antara lain mencakup: peta dan foto udara hasil penyimpanan (scanning),
citra penginderaan jauh dari satelit, orthophotography digital, digital elevation models
(data tinggi permukaan bumi dalam format matrik ketinggian). Adapun data atributnya
biasanya dalam bentuk tabel atau daftar teks, sudah banyak tersedia dari berbagai
sumber dalam format data digital yang diperoleh melalui proses entri data secara
manual. Berbagai data atribut digital diperoleh dari berbagai piranti lunak seperti tabel
(spreadsheet) , word processing, atau didapat dari dbase.
Pada pembelajaran 2 ini dapat kita pelajari mulai dari pengertian data spasial &
data non spasial, model-model data spasial & data non spasial, dan sumber data spasial
& data non spasial.
C. URAIAN MATERI
1. PENGERTIAN DATA SPASIAL DAN DATA NON SPASIAL
Data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki sistem
koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting
yang membuatnya berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan
informasi deskriptif (attribute) yang dijelaskan berikut ini:
i. Informasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat
geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya
informasi datum dan proyeksi,
ii. Informasi deskriptif (atribut) atau informasi non spasial, suatu lokasi yang
memiliki beberapa keterangan yang berkaitan dengannya, contohnya: jenis
vegetasi, populasi, luasan, kode pos, dan sebagainya.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 43
KELAS XI SMK
s
Data non spasial yaitu data yang tidak memiliki orientasi keruangan
(geografis) ataupun system koordinat dalam penggambarannya, atau hanya bersifat
sebagai atribut saja (keterangan pelengkap). SIG merupakan suatu kesatuan formal
yang terdiri dari berbagai sumber daya fisik dan logika yang berkenaan dengan
objek-objek yang terdapat di permukaan bumi. Jadi, SIG adalah sistem berbasis
komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-
informasi geografis. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan dan
menganalisis objek-objek dan fenomena dimana lokasi geografis merupakan
karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis.
Dengan demikian, SIG merupakan sistem komputer yang memiliki empat
kemampuan berikut dalam menangani data bereferensi geografi: (a) masukan, (b)
manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan data), (c) analisis dan manipulasi
data, (d) keluaran (Aronoff, 1991 dalam Triyono dan Wahyudi, 2008).
Secara konseptual sebuah teknologi SIG harus mempunyai kemampuan
sebagai berikut:
i. Lokasi, SIG harus mampu menunjukkan lokasi keberadaan suatu objek
berdasarkan gambar yang disajikan pada peta. Lokasi objek didiskripsikan
sebagai cara untuk mencapainya, misalnya nama tempat, kode pos, atau dapat
pula menggunakan kedudukan objek secara geografis seperti garis lintang dan
garis bujur,
ii. Kondisi, sebuah teknologi SIG harus dapat mengetahui kondisi dari suatu objek
yang tergambar dalam peta. Kondisi ini misalnya jenis tanah, keberadaan flora
dan fauna dan sebagainya,
iii. Tren, SIG harus mampu menunjukkan perubahan yang terjadi pada objek
tertentu, setelah selang beberapa waktu,
iv. Pola, SIG harus mampu memberi informasi tentang pola suatu objek pada
daerah tertentu, misalnya pencemaran pada daerah industri, kesibukan lalu lintas
dan sebagainya.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 44
KELAS XI SMK
s
v. Pemodelan, SIG harus mampu membuat suatu pemodelan untuk
mengembangkan sistem, misalnya: apa yang terjadi jika dilakukan penambahan
jaringan jalan. (Prahasta, 2001 dalam Triyono dan Wahyudi, 2008).
SIG merupakan sistem informasi geografi yang berbasis spasial (keruangan)
dengan penyebaran data-data spasial, misalnya data-data lokasi wisata, data-data
lokasi rawan banjir, data-data pertumbuhan penduduk yang semuanya itu
diintegrasikan ke dalam peta sehingga dapat memuat informasi secara holistik,
keruangan (spasial). Data spasial memiliki peran penting dalam setiap aktivitas
pemerintahan. Lebih kurang 90% aktivitas pemerintahan senantiasa terkait dengan
elemen spasial atau lokasi. Pemerintah dalam melaksanakan perencanaan, kegiatan
dan monitoring serta evaluasi tidak dapat lagi bisa hanya berdasarkan data dan
laporan tanpa mengetahui situasi di lapangan. (Anonimus, 2010) Peran data spasial
dalam aktifitas pemerintahan antara lain:
i. Menampilkan (visualisasi) data dan informasi berikut sebarannya, sehingga
memberikan pemahaman yang lebih baik tentang suatu data/informasi
dibandingkan sajian data/informasi hanya dalam bentuk redaksional, tabel atau
grafik,
ii. Digunakan sebagai identifier (common ID) untuk mengintegrasikan berbagai
jenis informasi yang terkait dengan suatu lokasi/wilayah,
iii. Digunakan untuk melakukan analisis yang bersifat keruangan (spatial analysis)
untuk membantu mencari solusi terbaik dari setiap permasalahan terjadi di
berbagai sektor serta mendukung aktifitas pemerintahan khususnya proses
pengambilan keputusan yang efisien dan efektif.
Ketersediaan data dan informasi yang lengkap, terkini dan mudah diakses
merupakan faktor yang sangat menentukan untuk meningkatkan efisiensi dan
efektifitas dalam proses pengambilan keputusan di berbagai sektor. Sebuah sistem
informasi geografis terpadu diperlukan untuk menyajikan data dan informasi yang
lengkap dan siap pakai untuk mendukung berbagai aktifitas pemerintahan dan
proses pengambilan keputusan.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 45
KELAS XI SMK
s
Menurut Karsidi (Anonimus, 2010) menyatakan bahwa ketersediaan data dan
informasi yang lengkap, terkini dan mudah diakses merupakan faktor yang sangat
menentukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses
pengambilan keputusan di berbagai sektor. Oleh karena itu, sebuah informasi
geografis terpadu diperlukan untuk menyajikan data dan informasi yang lengkap
dan siap pakai untuk mendukung berbagai aktivitas pemerintahan dan proses
pengambilan keputusan. Melalui SIGN (Sistem Informasi Geografis Nasional), data
spasial maupun non spasial dari berbagai sumber dapat disajikan melalui sebuah
sistem informasi geografis terpadu berbasis web.
2. MODEL-MODEL DATA SPASIAL DAN DATA NON SPASIAL
a) Model Data Spasial
Terdapat dua model dalam data spasial, yaitu model data raster dan model
data vektor. Kedua model ini memiliki karakteristik yang berbeda, selain itu
dalam pemanfaatannya tergantung dari masukan data dan hasil akhir yang akan
dihasilkan. Model data tersebut merupakan representasi dari obyek-obyek
geografi yang terekam sehingga dapat dikenali dan diproses oleh komputer.
(Nurpilihan Bafdal, dkk, 2011)
i. Model Data Raster
Model data raster mempunyai struktur data yang tersusun dalam
bentuk matriks atau piksel dan membentuk grid. Setiap piksel memiliki
nilai tertentu dan memiliki atribut tersendiri, termasuk nilai koordinat yang
unik. Tingkat keakurasian model ini sangat tergantung pada ukuran piksel
atau biasa disebut dengan resolusi. Model data ini biasanya digunakan
dalam remote sensing yang berbasiskan citra satelit maupun airborne
(pesawat terbang). Selain itu model ini digunakan pula dalam membangun
model ketinggian digital (DEM-Digital Elevatin Model) dan model
permukaan digital (DTM-Digital Terrain Model). Model raster
memberikan informasi spasial terhadap permukaan di bumi dalam bentuk
gambaran yang di generalisasi. 46
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
s
Representasi dunia nyata disajikan sebagai elemen matriks atau piksel
yang membentuk grid yang homogen. Pada setiap piksel mewakili setiap
obyek yang terekam dan ditandai dengan nilai-nilai tertentu. Secara
konseptual, model data raster merupakan model data spasial yang paling
sederhana (Lihat Gambar 23).
Gambar 23. Struktur Model Data Raster
Karakteristik utama data raster adalah bahwa dalam setiap sel/piksel
mempunyai nilai. Nilai sel/piksel merepresentasikan fenomena atau
gambaran dari suatu kategori. Nilai sel/piksel dapat meiliki nilai positif atau
negatif, integer, dan floating point untuk dapat merepresentasikan nilai
cotinuous (Lihat Gambar 23). Data raster disimpan dalam suatu urutan
nilai sel/piksel. Sebagai contoh, 80, 74, 45, 45, 34, dan seterusnya (Gambar
24).
Gambar 24. Struktur Penyimpanan Model Data Raster
Luas suatu area direpresentasikan dalam setiap sel/piksel dengan
lebar dan panjang yang sama. 47
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
s
Sebagai contoh, sebuah data raster yang merepresentasikan
ketinggian permukaan (biasa disebut dengan DEM) dengan luasan sebesar
100 Km2 , apabila terdapat 100 sel/piksel dalam raster, maka dalam setiap
sel/piksel mempunyai ukuran 1 Km2 ( 1 km x 1 km). (Gambar 25)
Gambar 25. Ukuran Sel/Piksel
Dimensi dari setiap sel/piksel dapat ditentukan ukurannya sesuai
dengan kebutuhan. Ukuran sel/piksel menentukan bagaimana kasar atau
halusnya pola atau obyek yang akan di representasikan. Semakin kecil
ukuran sel/piksel, maka akan semakin halus atau lebih detail. Akan tetapi,
semakin besar jumlah sel/piksel yang digunakan maka akan berpengaruh
terhadap penyimpanan dan kecepatan proses. Apabila ukuran sel /piksel
terlalu besar akan tejadi kehilangan informasi atau kehalusan pola akan
terlihat lebih kasar. Sebagai contoh apabila ukuran sel lebih besar dari lebar
jalan, maka jalan tidak akan dapat ditampilkan dalam data raster. Gambar
26 berikut memperlihatkan bagaimana obyek poligon di representasikan
dalam raster dengan berbagai macama ukuran sel/piksel.
Gambar 26. Poligon yang direpresentasikan dalam Berbagai
Macam Ukuran Sel/Piksel
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 48
KELAS XI SMK
s
Lokasi dalam setiap sel/piksel di definisikan dalam bentuk baris dan
kolom dimana didalamnya terdapat informasi mengenai posisi. Apabila sel
memuat sistem koordinat kartesian, dimana setiap baris merupakan paralel
dengan sumbu X (x-axis), dan kolom paralel dengan sumbu Y (y-axis).
Demikian pula apabila sel/piksel memuat sistem koordinat UTM (Universal
Transverse Mercator) dan sel/piksel memiliki ukuran 100, maka lokasi
sel/piksel tersebut pada 300, 500 E (east) dan 5, 900, 600 N (north).
(Gambar 27)
Gambar 27. Atribut Lokasi dalam Setiap Sel/Piksel
Terkadang dibutuhkan informasi spesifik dari luasan suatu raster.
Luasan tersebut dapat didefinisikan pada koordinat bagian atas, bawah,
kanan, dan kiri dari keseluruhan raster, seperti terlihat pada Gambar 28.
Gambar 28. Informasi Luasan Data Raster
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 49
KELAS XI SMK
s
Terdapat beberapa keuntungan dalam menggunakan model raster,
diantaranya adalah:
i. Memiliki struktur data yang sederhana, bentuk sel matriks dengan
nilainya dapat merepresentasikan koordinat dan kadangkala memiliki
link dengan tabel atribut,
ii. Format yang sangat cocok untuk dapat melakukan analisis statistik dan
spasial,
iii. Mempunyai kemampuan dalam merepresentasikan data-data yang
bersifat continous seperti dalam memodelkan permukaan bumi,
iv. Memiliki kemampuan untuk menyimpan titik (point), garis (line), area
(polygon), dan permukaan (surface),
v. Memiliki kemampuan dalam melakukan proses tumpang-tindih
(overlay) secara lebih cepat pada data yang kompleks.
Selain keuntungan dari model raster, terdapat pula beberapa
pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam menggunakan model data
raster dibandingkan dengan data vektor, diantaranya adalah:
i. Terdapat beberapa keterbatasan masalah akurasi dan presisi data
terutama dalam pada saat menentukan ukuran sel/piksel,
ii. Data raster sangat berpotensial dalam menghasilkan ukuran file yang
sangat besar. Peningkatan resolusi akan meningkatan ukuran data, hal
ini akan berdampak pada penyimpanan data dan kecepatan proses. Hal
ini akan sangat bergantung kepada kemampuan hardware yang akan
digunakan.
Pemanfaatan model data raster banyak digunakan dalam berbagai
aplikasi, akan tetapi Environmental Systems Research Institute (ESRI), Inc
(2006) membagi menjadi empat kategori utama, yaitu:
a) Raster sebagai peta dasar
Data raster biasanya digunakan sebagai tampilan latar belakang
(background) untuk suatu layer dari obyek yang lain (vektor). 50
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
s
Sebagai contoh foto udara ortho ditampilkan sebagai latar dari obyek
jalan. Tiga sumber utama dari peta dasar raster adalah foto udara, citra
satelit, dan peta hasil scan.
b) Raster sebagai peta model permukaan
Data raster sangat cocok untuk merepresentasikan data permukaan
bumi. Data dapat menyediakan metode yang efektif dalam menyimpan
informasi nilai ketinggian yang diukur dari permukaan bumi. Selain
dapat merepresentasikan permukaan bumi, data raster dapat pula
merepresentasikan curah hujan, temperatur, konsentrasi, dan kepadatan
populasi. Gambar 29 dan Gambar 30 berikut ini memperlihatkan nilai
ketinggian suatu permukaan bumi. Warna hijau memperlihatkan
permukaan yang rendah, dan berikutnya merah, pink dan putih
menunjukkan permukaan yang semakin tinggi.
Gambar 29. Foto Udara (Raster) ditampilkan Sebagai Latar dari
Layer Jalan (Vektor)
Gambar 30. Data Raster dalam Memodelkan Permukaan Bumi
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 51
KELAS XI SMK
s
c) Raster sebagai peta tematik
Data raster yang merpresentasikan peta tematik dapat diturunkan
dari hasil analisis data lain. Aplikasi analisis yang sering digunakan
adalah dalam melakukan klasifikasi citra satelit untuk menghasilkan
kategori tutupan lahan (land cover). Pada dasarnya aktifitas yang
dilakukan adalah mengelompokan nilai dari data multispektral kedalam
kelas tertentu (seperti tipe vegetasi) dan memberikan nilai terhadap
kategori tersebut.
Peta tematik juga dapat dihasilkan dari operasi geoprocessing
yang dikombinasikan dari berbagai macam sumber, seperti vektor,
raster, dan data permukaan. Sebagai contoh dalam menghaslkan peta
kesesuaian lahan dihasilkan melalui operasi dengan menggunakan data
raster sebagai masukannya. (Gambar 31)
Gambar 31. Data Raster dalam Mengklasifikasi
Data Tutupan Lahan
d) Raster sebagai atribut dari obyek
Data raster dapat pula digunakan sebagai atribut dari suatu
obyek, baik dalam foto digital, dokumen hasil scan atau gambar hasil
scan yang mempunyai hubungan dengan obyek geografi atau lokasi.
Sebagai contoh dokumen kepemilikan persil dapat ditampilkan sebagai
atribut obyek persil.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 52
KELAS XI SMK
s
ii. Model Data Vektor
Model data vektor merupakan model data yang paling banyak
digunakan, model ini berbasiskan pada titik (point) dengan nilai koordinat
(x,y) untuk membangun obyek spasialnya. Obyek yang dibangun terbagi
menjadi tiga bagian lagi yaitu berupa titik (point), garis (line), dan area
(polygon).
Tabel 2. Contoh Representasi Data Vektor dan Atributnya
a) Titik (point)
Titik merupakan representasi grafis yang paling sederhana pada suatu
obyek. Titik tidak mempunyai dimensi tetapi dapat ditampilkan dalam
bentuk simbol baik pada peta maupun dalam layar monitor. Contoh:
lokasi fasilitasi kesehatan, lokasi fasilitas kesehatan.
b) Garis (line)
Garis merupakan bentuk linear yang menghubungkan dua atau lebih
titik dan merepresentasikan obyek dalam satu dimensi. Contoh: jalan
dan sungai.
c) Area (Poligon)
Poligon merupakan representasi obyek dalam dua dimensi. Contoh:
danau dan persil tanah.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 53
KELAS XI SMK
s
Model data vektor terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:
a) Topologi, biasa digunakan dalam analisis spasial dalam SIG. Topologi
merupakan model data vektor yang menunjukkan hubungan spasial
diantara obyek spasial. Salah satu contoh adalah bahwa persimpangan
diantara dua garis di pertemukan dalam bentuk titik, dan kedua garis
tersebut secara explisit dalam atributnya mempunyai informasi sebelah
kiri dan sebelah kanan. Topologi sangat berguna pada saat melakukan
deteksi kesalahan pada saat proses digitasi. Selain itu berguna pula
dalam melakukan proses analisis spasial yang bersifat kompleks dengan
melibatkan data spasial yang cukup besar ukuran filenya. Salah satu
contoh analisis spasial yang dapat dilakukan dalam format topologi
adalah proses tumpang tindih (overlay) dan analisis jaringan (network
analysis) dalam SIG,
b) Non Topologi, merupakan model data yang mempunyai sifat yang lebih
cepat dalam menampilkan, dan yang paling penting dapat digunakan
secara langsung dalam perangkat lunak (software) SIG yang berbeda-
beda. Non-topologi digunakan dalam menampilkan atau memproses
data spasial yang sederhana dan tidak terlalu besar ukuran filenya.
Pengguna hendaknya dapat mengetahui dengaan jelas dari kedua format
ini. Sebagai contoh dalam format produk ESRI, yang dimaksud dengan
fomat non-topologi adalah dalam bentuk shape file, sedangkan format
dalam bentuk topologi adalah coverage. Model data vektor dalam
topologi lebih jauh lagi dapat dikembangkan dalam dua kategori, yaitu
data sederhana (Simple Data) yang merupakan representasi data yang
mengandung tiga jenis data (titik, garis, poligon) secara sederhana.
Sedangkan Data Tingkat Tinggi (Higher Data Level), dikembangkan
lebih jauh dalam melakukan pemodelan secara tiga dimensi (3
Dimensi/3D). Model tersebut adalah dengan menggunakan TIN
(Triangulated Irregular Network).
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 54
KELAS XI SMK
s
Model TIN merupakan suatu set data yang membentuk segitiga dari
suatu data set yang tidak saling bertampalan. Pada setiap segitiga dalam
TIN terdiri dari titik dan garis yang saling terhubungkan sehingga
membentuk segitiga. Model TIN dangta berguna dalam
merepresentasikan ruang (spasial) dalam bentuk 3D, sehingga dapat
mendekati kenyataan dilapangan. Salah satu diantaranya adalah dalam
membangun Model Permukaan Bumi Digital (Digital Terrain
Model/DTM),
c) Region, merupakan sekumpulan poligon, dimana masing-masing
poligon tersebut dapat atau tidak mempunyai keterkaitan diantaranya
akan tetapi saling bertampalan dalam satu data set,
d) Dymanic Segmentation, adalah model data yang dibangun dengan
menggunakan segmen garis dalam rangka membangun model jaringan
(network).
Perbandingan model data raster dan model data vektor yaitu kedua
model data spasial yang telah disebutkan diatas (raster dan vektor)
mempunyai karakteristik yang berbeda dalam mengaplikasikannya. Hal ini
sangat bergantung pada tujuan, analisis, sistem dan aplikasi yang akan
digunakan. Tabel berikut ini memperlihatkan perbandingan diantara kedua
model tersebut.
Tabel 3. Perbandingan struktur data vektor dan raster
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 55
KELAS XI SMK
s
Sumber : Economic and Social Comminssion for Asia and the
Pasific(1996) dan A. Longley, et al. (2001)
b) Model Data Non Spasial
Banyak istilah yang digunakan untuk menyebut data ini. Para pemerhati
SIG ada yang memberi istilah data tekstual dengan istilah umum yang sering
dipakai seperti data atribut, data deskriptif, data semantik, data tabuler, data non
grafis, dan data non spasial. Bahkan mungkin masih ada lagi yang memberi
istilah lain, tergantung dari penulis yang menjelaskan uraian-uraiannya apalagi
sistem ini semakin berkembang pada saat sekarang ini dan kemaungkinan besar
dimasa mendatang. Hal ini bisa dimaklumi mengingat semakin lama semakin
banyak pekerjaan yang bisa ditangani dengan mengaplikasikan SIG. Pada
dasarnya, data tekstual ini menjelaskan data spasialnya. Keterangan yang
berkaitan dengan layer/coverage dari suatu feature geografi disajikan dalam
bentukbentuk non grafis.
Atribut deskriptif yang berkaitan dengan feature peta disimpan pada
komputer sangat mirip dengan bagaimana koordinat titik, garis, maupun area
disimpan. Atribut disimpan sebagai kumpulan bilangan dan karakter. Sebagai
contoh, atribut untuk kumpulan garis yang menyajikan feature jalan meliputi:
Status Jalan:
1 = Jalan Negara
2 = Jalan Propinsi
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 56
KELAS XI SMK
s
3 = Jalan Kabupaten
4 = Jalan Desa
Kualitas Jalan:
1 = Jalan Aspal
2 = Jalan Berbatu
3 = Jalan Tanah
Lebar Jalan – diukur dengan satuan ukuran meter
Jumlah Jalur Jalan – diukur berdasarkan jumlah jalur
Nama Jalan – diukur dengan sebutan nama jalan pada setiap jalan
Para deskriptor data tekstual, untuk setiap segmen jalan (arc) disimpan
pada komputer sebagai deret nilai dalam format yang sudah ditentukan
sebelumnya. Contoh data tekstual dari data jalan tersebut seperti:
2 Aspal 20 2 Jalan Godean
Deret nilai ini mempunyai arti bahwa status jalan adalah jalan provinsi,
kualitas jalannya adalah aspal, lebar jalan 20 meter, jalan 2 jalur, dan nama
jalannya jalan godean. Deskripsi setiap atribut dapat dilihat pada tabel 4 sebagai
berikut:
Tabel 4. Contoh Sebuah Feature dan Deskripsi Atributnya
Contoh lain apabila banyak feature, satu kumpulan atribut disimpan untuk
setiap feature. Contoh tersebut dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini.
Tabel 5. Contoh Banyak Feature dan Kumpulan Atributnya
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 57
KELAS XI SMK
s
Informasi deskriptif untuk suatu feature disimpan pada file data tabuler,
dimana Record menyimpan semua informasi mengenai satu keberadaan feature
(titik, garis, poligon) dan Item menyimpan satu jenis informasi (informasi
atribut) untuk semua feature pada database. File data ini dikenal sebagai feature
atribut table, seperti pada tabel 6 berikut ini:
Tabel 6. Contoh Feature Atribut Table
Seperti telah dikemukakan bahwa kekuatan SIG terletak pada keterkaitan
(link) antara data grafis (spasial) dan data tabuler (tekstual). Terdapat 3 (tiga)
karakteristik yang perlu diketahui tentang hubungan ini, yaitu:
i. Hubungan satu di antara feature pada peta dan record pada tabel attribute
feature,
ii. Keterkaitan di antara feature dan record yang dijaga melalui identifier unik
yang ditentukan untuk setiap feature. Untuk poligon, identifier ditentukan
oleh titik label polygon,
iii. Identifier unik secara fisik disimpan pada dua tempat, pada file yang berisi
pasangan koordinat x,y dan dengan record yang berkaitan pada tabel atribut
feature. Contoh hubungan keterkaitan antara data spasial, data tekstual, dan
atribut feature nya tersebut dapat dilihat pada tabel 7 sebagai berikut.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 58
KELAS XI SMK
s
Tabel 7. Keterkaitan Data Spasial, Data Tekstual , dan
Atribut Feature-nya
3. SUMBER DATA SPASIAL DAN DATA NON SPASIAL
Ada 2 jenis data yang menjadi masukan (input) pada SIG, yaitu data spasial
dan data atribut (non-spasial). Proses input data pada SIG merupakan operasi
pengkodean kedua jenis data tersebut ke dalam format basis data SIG melalui
(Nurpilihan Bafdal, dkk, 2011):
1. Citra satelit, data ini menggunakan satelit sebagai wahananya. Satelit tersebut
menggunakan sensor untuk dapat merekam kondisi atau gambaran dari
permukaan bumi. Umumnya diaplikasikan dalam kegiatan yang berhubungan
dengan pemantauan sumber daya alam di permukaan bumi (bahkan ada
beberapa satelit yang sanggup merekam hingga dibawah permukaan bumi),
studi perubahan lahan dan lingkungan, dan aplikasi lain yang melibatkan
aktifitas manusia di permukaan bumi. Kelebihan dari teknologi terutama dalam
dekade ini adalah dalam kemampuan merakam cakupan wilayah yang luas dan
tingkat resolusi dalam merekam obyek yang sangat tinggi.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 59
KELAS XI SMK
s
Data yang dihasilkan dari citra satelit kemudian diturunkan menjadi data
tematik dan disimpan dalam bentuk basis data untuk digunakan dalam berbagai
macam aplikasi. Mengenai spesifikasi detail dari data citra satelit dan teknologi
yang digunakan akan dibahas dalam bab tersendiri,
Gambar 32. Citra Satelit
2. Peta Analog, sebenarnya jenis data ini merupakan versi awal dari data spasial,
dimana yang mebedakannya adalah hanya dalam bentuk penyimpanannya saja.
Peta analog merupakan bentuk tradisional dari data spasial, dimana data
ditampilkan dalam bentuk kertas atau film. Oleh karena itu, dengan
perkembangan teknologi saat ini peta analog tersebut dapat di scan menjadi
format digital untuk kemudian disimpan dalam basis data,
Gambar 33. Peta Analog
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 60
KELAS XI SMK
s
3. Foto Udara (Aerial Photographs), merupakan salah satu sumber data yang
banyak digunakan untuk menghasilkan data spasial selain dari citra satelit.
Perbedaannya dengan citra satelit adalah hanya pada wahana dan cakupan
wilayahnya. Biasanya foto udara menggunakan pesawat udara. Secara teknis
proses pengambilan atau perekaman datanya hampir sama dengan citra satelit.
Sebelum berkembangan teknologi kamera digital, kamera yang digunakan
adalah menggunakan kamera konvensional menggunakan negatif film, saat ini
sudah menggunakan kamera digital, dimana data hasil perekaman dapat
langsung disimpan dalam basis data. Sedangkan untuk data lama (format foto
film) agar dapat disimpan dalam basis data harus dilakukan conversi dahulu
dengan mengunakan scanner, sehingga dihasilkan foto udara dalam format
digital. Lebih lanjut mengenai spesifikasi foto udara akan dibahas dalam bab
tersendiri,
Gambar 34. Foto Udara (Aerial Photographs)
4. Data Tabular, data ini berfungsi sebagai atribut bagi data spasial. Data ini
umumnya berbentuk tabel. Salah satu contoh data ini yang umumnya digunakan
adalah data sensus penduduk, data sosial, data ekonomi, dll. Data tabulan ini
kemudian di relasikan dengan data spasial untuk menghasilkan tema data
tertentu,
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 61
KELAS XI SMK
s
Gambar 35. Data Tabular
5. Data Survei (Pengamatan atau pengukuran dilapangan), data ini dihasilkan dari
hasil survei atau pengamatan dilapangan. Contohnya adalah pengukuran persil
lahan dengan menggunakan metode survei terestris,
Gambar 36. Data Survei
6. Data Global Positioning System (GPS). Teknologi GPS memberikan terobosan
penting dalam menyediakan data bagi SIG. Keakuratan pengukuran GPS
semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi. Data ini biasanya
direpresentasikan dalam format vektor. Global Positioning System (Sistem
Pencari Posisi Global), adalah suatu jaringan satelit yang secara terus menerus
memancarkan sinyal radio dengan frekuensi yang sangat rendah. Alat penerima
GPS secara pasif menerima sinyal ini, dengan syarat bahwa pandangan ke langit
tidak boleh terhalang, sehingga biasanya alat ini hanya bekerja di ruang terbuka.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 62
KELAS XI SMK
s
Satelit GPS bekerja pada referensi waktu yang sangat teliti dan memancarkan
data yang menunjukkan lokasi dan waktu pada saat itu. Operasi dari seluruh
satelit GPS yang ada disinkronisasi sehingga memancarkan sinyal yang sama.
Alat penerima GPS akan bekerja jika ia menerima sinyal dari sedikitnya 4 buah
satelit GPS, sehingga posisinya dalam tiga dimensi bisa dihitung. Pada saat ini
sedikitnya ada 24 satelit GPS yang beroperasi setiap waktu dan dilengkapi
dengan beberapa cadangan. Satelit tersebut dioperasikan oleh Departemen
Pertahanan Amerika Serikat, mengorbit selama 12 jam (dua orbit per hari) pada
ketinggian sekitar 11.500 mile dan bergerak dengan kecepatan 2000 mil per
jam. Ada stasiun penerima di bumi yang menghitung lintasan orbit setiap satelit
dengan teliti. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima
diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit.
GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat
tinggi. Nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (Navigational Satellite
Timing and Ranging Global Positioning System) ada juga yang mengartikan
"Navigation System Using Timing and Ranging." Dari perbedaan singkatan itu,
orang lebih mengenal cukup dengan nama GPS. GPS mulai diaktifkan untuk
umum 17 Juli 1995.
Gambar 37. Data Global Positioning System (GPS)
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 63
KELAS XI SMK
s
D. RANGKUMAN
Secara garis besar ada dua jenis data yang bisa digunakan untuk masukan dalam
Sistem Informasi Geografis yaitu data spasial dan data tekstual. Data spasial disebut
juga data grafikal, data grafis, dan data keruangan. Data tekstual disebut juga sebagai
data atribut, data deskriptif, data non grafis, data non spasial, data semantik.
Model data spasial terdiri dari dua macam yaitu data vektor dan data raster. Data
vektor bisa berupa titik (point), garis (line), area (polygon). Sedangkan data raster
merupakan kotak-kotak yang biasanya disebut dengan istilah picture element (pixel).
Pada umumnya data vektor diperoleh dari hasil survai lapangan yang disebut
pengumpulan data secara teristris, dan data raster merupakan foto udara atau citra satelit
yang diperoleh dengan metode pengumpulan data secara fotogrametris.
Ciri khusus dari pembangunan sistem informasi geografis terletak pada
pembentukan sistem manajemen basis data nya. Pengelolaan basis data seperti ini pada
dasarnya adalah kegiatan yang dilakukan dengan cara merelasikan atau
menghubungkan antara feature-feature yang ada dalam data spasial dengan atribut-
atribut feature nya pada data atribut. Relasi atau hubungan data spasial dengan data
atribut inilah yang membuat Sistem Informasi geografis menjadi suatu sistem yang
powerful untuk penanganan berbagai kegiatan suatu organisasi.
E. LATIHAN PEMBELAJARAN 2
1. Coba jelaskan pengertian data spasial!
2. Coba jelaskan pengertian data non spasial!
3. Sebutkan dan jelaskan model data spasial?
4. Sebutkan dan jelaskan model data non spasial?
5. Sebutkan dan jelaskan secara singkat sumber data spasial dan data non spasial?
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 64
KELAS XI SMK
s
F. TES FORMATIF 2
Pilihlah B apabila jawaban benar, dan S apabila jawaban salah.
1. Data spasial yaitu data yang tidak memiliki orientasi keruangan (geografis) ataupun
system koordinat dalam penggambarannya, atau hanya bersifat sebagai atribut saja
(keterangan pelengkap). (B/S)
2. Data non spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki sistem
koordinat tertentu sebagai dasar referensinya. (B/S)
3. Informasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat geografi
(lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi datum dan
proyeksi. (B/S)
4. Informasi deskriptif (atribut) atau informasi non spasial, suatu lokasi yang memiliki
beberapa keterangan yang berkaitan dengannya, contohnya : jenis vegetasi, populasi,
luasan, kode pos, dan sebagainya. (B/S)
5. Terdapat dua model dalam data spasial, yaitu model data raster dan model data
vektor. (B/S)
6. Perbandingan model data raster dan model data vektor yaitu kedua model data
spasial yang telah disebutkan diatas (raster dan vektor) mempunyai karakteristik
yang sama dalam mengaplikasikannya. (B/S)
7. Istilah umum yang sering dipakai seperti data atribut, data deskriptif, data semantik,
data tabuler, data non grafis, dan data non spasial. (B/S)
8. Sumber data spasial dan data non spasial hanya melalui citra satelit, peta analog, dan
foto udara (Aerial Photographs) (B/S)
9. Peta analog merupakan bentuk modern dari data spasial, dimana data ditampilkan
bukan dalam bentuk kertas atau film. (B/S)
10. Data tabular berfungsi sebagai atribut bagi data spasial. Data ini umumnya
berbentuk tabel. Salah satu contoh data ini yang umumnya digunakan adalah data
sensus penduduk, data sosial, data ekonomi, dll. (B/S)
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 65
KELAS XI SMK
s
EVALUASI
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memilih salah satu jawaban yang menurut
anda paling benar!
1. Awal mula sejarah perkembangan SIG manusia mulai menggambarkan lingkungan
sekitarnya pada suatu bidang atau yang disebut dengan...
A. Peta sketsa
B. Peta tematik
C. Peta digital
D. Peta statistik
2. Kapan sistem informasi geografis kanada (CGIS: Canadian Geographic Information
System) mulai beroperasi dan kemudian menjadi SIG sesungguhnya yang pertama di
dunia...
A. Tahun 1965
B. Tahun 1964
C. Tahun 1963
D. Tahun 1962
3. Sistem informasi geografis adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk
menyimpan dan memanipulasi informasi geografis, pengertian tersebut menurut para ahli...
A. Menurut burrough
B. Menurut aronoff
C. Menurut ESRI
D. Menurut rhind
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 66
KELAS XI SMK
s
4. Fungsi -fungsi dasar sistem informasi geografis (SIG) adalah....
A. Akuisisi data dan proses awal
B. Pengelolaan database
C. Pengukuran keruangan, analisis, penayangan grafis dan visualisasai
D. a, b, c benar
5. Manfaat sistem informasi geografis (SIG) adalah...
A. Manajemen tata guna lahan dan Inventarisasi sumber daya alam
B. Untuk pengawasan daerah bencana alam
C. Bagi perencanaan wilayah dan kota
D. a, b, c benar
6. Komponen-komponen utama dalam sistem informasi geografis, yaitu....
A. Perangkat keras (Hardware), Perangkat lunak (Software), Data, dan Sumber daya
manusia (People)
B. Perangkat keras (Hardware), Perangkat lunak (Software), Data, Metode/prosedur, dan
Sumber daya manusia (People)
C. Perangkat keras (Hardware), Perangkat lunak (Software), dan Data.
D. Perangkat keras (Hardware), Perangkat lunak (Software), dan Sumber daya manusia
(People)
7. Perangkat keras yang digunakan untuk mengoperasikan SIG dapat di golongkan menjadi 3
(tiga) kelompak dasar / subsistem, yaitu....
A. Input data
B. Manajemen dan analisis data, seta output GIS
C. Input data, manajemen dan analisis data, seta Output GIS
D. a, b, c salah
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 67
KELAS XI SMK
s
8. Persyaratan perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG), yaitu...
A. Pengolahan data grafis dan Pengolahan basis data
B. Pengolahan data grafis, Pengolahan basis data, dan Analisis dan penyajian data
C. Pengolahan data grafis, Pengolahan basis data, Analisis dan penyajian data, dan Operasi
Kartografi.
D. Pengolahan data grafis, pengolahan basis data, analisis dan penyajian data, operasi
kartografi, aplikasi khusus dan pengembangan
9. Secara umum terdapat beberapa macam aplikasi perangkat lunak dalam sistem informasi
geografis (SIG) yaitu yaitu...
A. Arcview Arc
B. ArcGIS
C. Map Server Dan QGIS
D. a, b, c benar
10. Data spasial yaitu...
A. Data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar
referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data
lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute).
B. Data yang tidak memiliki orientasi keruangan (geografis) ataupun system koordinat
dalam penggambarannya, atau hanya bersifat sebagai atribut saja (keterangan
pelengkap).
C. Struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks atau piksel dan membentuk grid.
D. Data yang paling berbasiskan pada titik (point) dengan nilai koordinat (x,y).
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 68
KELAS XI SMK
s
11. Data non spasial yaitu...
A. Data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar
referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data
lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute).
B. Data yang tidak memiliki orientasi keruangan (geografis) ataupun system koordinat
dalam penggambarannya, atau hanya bersifat sebagai atribut saja (keterangan
pelengkap).
C. Struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks atau piksel dan membentuk grid.
D. Data yang paling berbasiskan pada titik (point) dengan nilai koordinat (x,y).
12. Suatu koordinat baik koordinat geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk
diantaranya informasi datum dan proyeksi, yaitu...
A. Data raster
B. Data vektor
C. Informasi lokasi (spasial)
D. Informasi deskriptif (atribut)
13. Suatu lokasi yang memiliki beberapa keterangan yang berkaitan dengan jenis vegetasi,
populasi, luasan, kode pos, dan sebagainya, yaitu...
A. Data raster
B. Data vektor
C. Informasi lokasi (spasial)
D. Informasi deskriptif (atribut)
14. Model dalam data spasial terdiri dari 2 (dua), yaitu...
A. Raster dan vektor
B. Informasi lokasi dan informasi deskriptif
C. Topologi dan non topologi
D. Region dan Dymanic Segmentation
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 69
KELAS XI SMK
s
15. Data raster yaitu...
A. Data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar
referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data
lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute).
B. Data yang tidak memiliki orientasi keruangan (geografis) ataupun system koordinat
dalam penggambarannya, atau hanya bersifat sebagai atribut saja (keterangan
pelengkap).
C. Struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks atau piksel dan membentuk grid
D. Data yang paling banyak digunakan, model ini berbasiskan pada titik (point) dengan
nilai koordinat (x,y) untuk membangun obyek spasialnya
16. Data vektor yaitu...
A. Data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar
referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data
lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute).
B. Data yang tidak memiliki orientasi keruangan (geografis) ataupun system koordinat
dalam penggambarannya, atau hanya bersifat sebagai atribut saja (keterangan
pelengkap).
C. Struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks atau piksel dan membentuk grid
D. Data yang paling banyak digunakan, model ini berbasiskan pada titik (point) dengan
nilai koordinat (x,y) untuk membangun obyek spasialnya
17. Sebuah data raster yang merepresentasikan ketinggian permukaan (biasa disebut dengan
DEM) dengan luasan sebesar 100 Km2 , apabila terdapat 100 sel/piksel dalam raster, maka
dalam setiap sel/piksel mempunyai ukuran....
A. 1 Km2 ( 1 km x 1 km)
B. 100 Km2 ( 10 km x 10 km)
C. 10.000 Km2 ( 100 km x 100 km)
D. 100.000 Km2 ( 1000 km x 1000 km)
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 70
KELAS XI SMK
s
18. Model data vektor terdiri dari 2 (dua), yaitu...
A. Raster dan vektor
B. Informasi lokasi dan informasi deskriptif
C. Topologi dan non topologi
D. Region dan dymanic segmentation
19. Istilah umum yang sering dipakai data non spasial antara lain, yaitu...
A. Data atribut, data deskriptif, data semantik, data tabuler dan data non grafis
B. Data atribut, data deskriptif, data semantik, dan data tabuler
C. Data atribut, data deskriptif, dan data semantik
D. Data atribut dan data deskriptif
20. Sumber data spasial dan data non spasial dalam sistem informasi geografis (SIG)
melalui....
A. Citra satelit, peta analog dan foto udara (aerial photographs)
B. Citra satelit, peta analog, foto udara (aerial photographs), dan data tabular
C. Citra satelit, peta analog, foto udara (aerial photographs), data tabular, dan data survei
(pengamatan atau pengukuran dilapangan)
D. Citra satelit, peta analog, foto udara (aerial photographs), data tabular, data survei
(pengamatan atau pengukuran dilapangan), dan data global positioning system (gps).
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis 71
KELAS XI SMK
s
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2001. Panduan Pengembangan Sistem Informasi Geografis, Bakosurtanal, Rakor
SIGNas VI, Bandung.
Bafdal Nurpilihan, dkk. 2011. Sistem Informasi Geografis. Jurusan teknik manajemen
pertanian FTIP UNPAD. Bandung. ISBN:978-602-9234-00-8
Prahasta, E. 2001. Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. 1st Edition. Informatika.
Bandung. ISBN: 979-9644623.
Prahasta, E. 2002. Sistem Informasi Geografis: Tutorial ArcView. 1st Edition. Informatika.
Bandung. ISBN: 979-3338008.
Surbakti, Medis. 2016. Modul guru pembelajar paket keahlian teknik geomatika
kelompok kompetensi J. PPPPTK BBL Medan, Medan.
https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=ui1LDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR3&dq=b
uku+sistem+informasi+geografis+pdf&ots=90DIRPMsg6&sig=b9AmUQQZDo_B1Ff
_F_cgd6ynon8&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false.
https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=sH06bnsuStcC&oi=fnd&pg=PP2&dq=buku
+sistem+informasi+geografis+pdf&ots=3EDVlvbZEQ&sig=QvisMSYSnWaj7pHDdt-
YHOSrDYw&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false.
https://indrasmansamapin.blogspot.com/2017/08/sistem-informasi-geografis-sig-konsep.html.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
s
Data Atribut GLOSARIUM
Data Spasial
: Data non spasial
Data Non Spasial : Sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki sistem
Geografi
Geografis koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan
mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda
SIG dari data lain yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi
Sistem Informasi Geografis deskriptif (attribute)
: Data yang tidak memiliki orientasi keruangan (geografis)
ataupun system koordinat dalam penggambarannya, atau
hanya bersifat sebagai atribut saja (keterangan pelengkap
: Ilmu yang mempelajari tentang hubungan, persamaan, dan
perbedaan antar ruang di bumi.
: Letak suatu daerah dilihat dari kenyataannya di bumi atau
posisi daerah itu pada bola bumi dibandingkan dengan
posisi daerah lain. Letak geografis ditentukan pula oleh
segi astronomis, geologis, fisiografis dan social budaya
: Sistem informasi geografis
: Sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan,
menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis
dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data
geospasial, untuk mendukung pengambilan keputusan
dalam perencanaan dan pengelolan penggunaan lahan,
sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota,
dan pelayanan umum lainnya.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
s
KUNCI JAWABAN
LATIHAN PEMBELAJARAN 1
1. Geografi merupakan salah satu ilmu yang mengikuti sejarah perkembangan manusia.
Manusia mulai menggambarkan lingkungan sekitarnya pada suatu bidang atau yang disebut
dengan peta sketsa yaitu peta tanpa proyeksi dan skala. Peta generasi kedua ditemukan di
Mesir, yang digambarkan diatas lembaran kertas yang terbuat dari kulit. Peta ini
memperlihatkan persil-persil tanah pertanian yang terdapat di sekitar lembah sungai Nil dan
lokasi-lokasi tambang emas pada masa pemerintahan Rameses II (1292 – 1225 tahun
sebelum masehi. Ilmuwan Eropa mengembangkan perpetaan pada abad 15 setelah
menterjemahkan karya ilmuwan Yunani dan ilmuwan Islam. Perkembangan lebih lanjut
pada awal abad 19, dimana perpetaan banyak digunakan untuk menyampaikan informasi
geografis untuk tujuan pengembangan dan perencanaan. Perkembangan pesat komputer
pada pertengahan abad 20 turut mempengaruhi perkembangan SIG kearah digitalisasi. Pada
tahun 1970-an hingga 1980-an, berbagai sistem telah berevolusi untuk menggantikan
komputasi Kartografi manual. Sistem produksi banyak tersedia di akhir 1970-an dan
pengembangan sistem ini dilanjutkan hingga 1980. Walaupun demikian, di awal 1990-an,
pendekatan yang sempurna terhadap beberapa tugas-tugas Kartografi masih belum
ditemukan. Penyebaran PC memacu operasi-operasi user-friendly dan program yang
mampu dalam memproses pekerjaan yang sebelumnya tak terbayangkan. Peningkatan
kapasitas kemampuan hitungan prosesor mikro mengakibatkan maraknya pemrosesan citra
dijital satelit dan raster lainnya secara komersial pada pertengahan 1980-an. Sistem-sistem
perangkat lunak telah dikembangkan dengan cepat. Sistem-sistem basis data relasional,
seperti dBase dan Oracle yang pertama kali muncul pada akhir 1980-an, sangat berguna di
dalam pemrosesan data Geografi. Perkembangan perangkat lunak SIG semakin baik,
sehingga mudah untuk mendapatkan berbagai Program SIG. Teknologi penyedian data yang
semakin baik, baik data digital spasial maupun data digital non spasial. Berbagai alat
penunjang untuk pekerjaan SIG semakin murah dan tersedia dalam banyak jenis, seperti
perkembangan kartu grafis, memory modul, hard disk, berbagai perangkat komunikasi dan
lain sebagainya.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
s
2. Menurut Burrough (1986) Sistem informasi geografis adalah sekumpulan peralatan untuk
mengumpulkan, menyimpan, mengambil, mentransformasi dan menampilkan data spasial
(keruangan) dari dunia nyata untuk tujuan tertentu. Dapat saya simpulkan bawa menurut
pendapat saya sistem informasi geografis (SIG) adalah seperangkat alat berbasis komputer
yang memungkinkan untuk mengolah data spasial dan non-spasial menjadi informasi yang
berkaitan tentang muka bumi serta digunakan untuk pengumpulan, penyimpanan,
manipulasi, menganalisa dan menampilkan data yang selanjutnya dipakai sebagai bahan
untuk mengambil keputusan/kebijaksanaan
3. Hakekatnya Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu rangkaian kegiatan yang
dilakukan untuk mendapatkan gambaran situasi ruang muka bumi atau informasi tentang
ruang muka bumi yang diperlukan untuk dapat menjawab atau menyelesaikan suatu masalah
yang terdapat dalam ruang muka bumi yang bersangkutan. Adapun fungsi -fungsi dasar
dalam SIG adalah Akuisisi data dan proses awal, Pengelolaan database, Pengukuran
keruangan dan analisis dan Penayangan grafis dan visualisasai. Untuk manfaat sistem
informasi geografis (SIG) adalah Manajemen tata guna lahan, Inventarisasi sumber daya
alam, Untuk Pengawasan Daerah Bencana Alam, dan Bagi Perencanaan Wilayah dan Kota
4. Sistem informasi geografis (SIG) terdiri dari 5 komponen utama, yaitu: (a). Perangkat Keras
(Hardware), (b). Perangkat Lunak (Software), (c). Data, (d) Metode/prosedur, (e). Sumber
daya Manusia (People).
5. Secara umum terdapat beberapa macam aplikasi perangkat lunak dalam sistem informasi
geografis (SIG) yaitu arcview arc, ArcGIS dan Map Server.
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
s
LATIHAN PEMBELAJARAN 2
1. Data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat
tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya
berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute).
2. Data Non Spasial yaitu data yang tidak memiliki orientasi keruangan (geografis) ataupun
system koordinat dalam penggambarannya, atau hanya bersifat sebagai atribut saja
(keterangan pelengkap).
3. Model data spasial, yaitu model data raster dan model data vektor. Model data raster
mempunyai struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks atau piksel dan membentuk
grid. Setiap piksel memiliki nilai tertentu dan memiliki atribut tersendiri, termasuk nilai
koordinat yang unik. Tingkat keakurasian model ini sangat tergantung pada ukuran piksel
atau biasa disebut dengan resolusi. Model data vektor merupakan model data yang paling
banyak digunakan, model ini berbasiskan pada titik (point) dengan nilai koordinat (x,y)
untuk membangun obyek spasialnya. Obyek yang dibangun terbagi menjadi tiga bagian lagi
yaitu berupa titik (point), garis (line), dan area (polygon).
4. Model data non spasial, Para pemerhati SIG ada yang memberi istilah data tekstual dengan
istilah umum yang sering dipakai seperti data atribut, data deskriptif, data semantik, data
tabuler, data non grafis, dan data non spasial. Pada dasarnya, data tekstual ini menjelaskan
data spasialnya. Keterangan yang berkaitan dengan layer/coverage dari suatu feature
geografi disajikan dalam bentukbentuk non grafis. Atribut deskriptif yang berkaitan dengan
feature peta disimpan pada komputer sangat mirip dengan bagaimana koordinat titik, garis,
maupun area disimpan. Atribut disimpan sebagai kumpulan bilangan dan karakter.
5. Ada 2 jenis data yang menjadi masukan (input) pada SIG, yaitu data spasial dan data atribut
(non-spasial). Proses input data pada SIG merupakan operasi pengkodean kedua jenis data
tersebut ke dalam format basis data SIG melalui Citra Satelit, Peta Analog, Foto Udara
(Aerial Photographs), Data Tabular, Data Survei (Pengamatan atau pengukuran dilapangan),
Data Global Positioning System (GPS).
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
s
TES FROMATIF 1
1. Benar
2. Salah
3. Salah
4. Benar
5. Benar
6. Salah
7. Salah
8. Benar
9. Benar
10. Benar
TES FORMATIF 2
1. Salah
2. Salah
3. Benar
4. Benar
5. Benar
6. Salah
7. Benar
8. Salah
9. Salah
10. Benar
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
s
EVALUASI
1. A. Peta Sketsa
2. C. Tahun 1963
3. B. Menurut Aronoff
4. D. a, b, c benar
5. D. a, b, c benar
6. B. Perangkat Keras (Hardware), Perangkat Lunak (Software), Data, Metode/prosedur
dan Sumber daya Manusia (People)
7. C. Input Data, Manajemen dan analisis data, serta Output GIS
8. D. Pengolahan data grafis, Pengolahan basis data, Analisis dan penyajian data, Operasi
Kartografi, Aplikasi khusus dan pengembangan
9. D. a, b, c benar
10. A. Data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar
referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari
data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute).
11. B. Data yang tidak memiliki orientasi keruangan (geografis) ataupun system koordinat
dalam penggambarannya, atau hanya bersifat sebagai atribut saja (keterangan
pelengkap).
12. C. Informasi lokasi (spasial)
13. D. Informasi deskriptif (atribut)
14. A. Raster dan vektor
15. C. Struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks atau piksel dan membentuk grid
16. D. Data yang paling banyak digunakan, model ini berbasiskan pada titik (point) dengan
nilai koordinat (x,y) untuk membangun obyek spasialnya
17. A. Km2 ( 1 km x 1 km)
18. C. Topologi dan non topologi
19. A. Data atribut, data deskriptif, data semantik, data tabuler dan data non grafis
20. D. Citra Satelit, Peta Analog, Foto Udara (Aerial Photographs), Data Tabular, Data
Survei (Pengamatan atau pengukuran dilapangan), dan Data Global Positioning
System (GPS).
Modul Pembelajaran Sistem Informasi Geografis
KELAS XI SMK
Menguasai sistem informasi geografis (SIG) merupakan salah
satu mata pelajaran penting yang wajib untuk diketahui setiap siswa/i
program keahlian teknik geomatika dan geospasial, berdasarkan atas
keperluan itulah modul ini disusun.
Modul ini tersusun berdasarkan silabus pada semester ganjil
yang isinya terdapat dua kompetensi inti mulai dari konsep dasar
sistem informasi geografis dan data spasial & data non spasial.
Pemahaman materi ini dimaksudkan agar siswa lebih mendalami
pembelajaran teori pelajaran sistem informasi geografis (SIG).
Dilengkapi dengan latihan, tes formatif dan evaluasi. Dengan modul
ini, siswa dapat menguasai mata pelajaran yang diharapkan oleh
guru.
MODUL PEMBELAJARAN
Sistem Informasi Geografis
Konsep dasar sistem informasi geografis & Data spasial dan data non spasial
Company Khairunnisa Amri 1
Your Company Name (C) CopyrigPhtem(PbriimntbDinagte:)PArlolfR. EigfhentsdRi Nesaeprivteudpulu, M.Pd
Logotype