The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

kisah sebuah pohon besar yang sombong tidak mau menolong sesama

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Tri Restanti, 2024-03-27 23:46:32

kisah burung pipit, kancil dan pohon besar

kisah sebuah pohon besar yang sombong tidak mau menolong sesama

KISAH BURUNG PIPIT, KANCIL DAN POHON BESAR KISAH BURUNG PIPIT, KANCIL DAN POHON BESAR Oleh : Tri Restanti, S. Pd SD Negeri 1 Bandengan Oleh : Tri Restanti, S. Pd SD Negeri 1 Bandengan


Suatu hari,Ada sebatang pohon sangat besar yang tumbuh di pinggir hutan. pohon tersebut berdaun sangat lebat dan sangat kokoh. Ia adalah satu-satunya pohon yang masih tersisa selama bertahun-tahun. Karena hal itulah, membuat pohon sangat sombong. Setiap kali penduduk hutan meminta bantuan kepadanya, ia selalu menolaknya.


Hai, aku burung pipit Sementara yang diajak berbicara hanya tertawa dengan congkak


Tidak Pipit!... Jika kau hinggap di rantingku, dan meninggalkan kotoranmu. Itu akan membuatku terlihat kumal dan bau. Sebaiknya, cepat kau pergi........ Pohon besar, matarahi sungguh sangat menyengat. Bolehkah aku berteduh sebentar saja?. Aku sudah kelelahan terbang.


Kancil yang tidak berada jauh dari pohon besar mendengar percakapan mereka dan mendatanginya. Wahai Pohon besar, bagaimana rasanya kau berada di cuaca panas seperti ini? Rasanya sangat sejuk Cil! Aku mempunyai daun yang lebat, sehingga aku tidak dapat merasakan panas


Mendengar hal tersebut membuat Kancil sangat kesal Tidak Cil, kau cari saja pohon yang lain Bolehkah aku berlindung disini sebentar saja


Kancil berpura-pura kesakitan karena terkilir, Pohon besar hanya terdiam dan tidak mempunyai niat untuk menolongnya. Aku akan pergi ke hutan seberang. Namun, tiba-tiba kakiku terkilir


Kancil pun langsung berjalan menuju hutan dan menemui Ulat. Kancil meminta bantuan kepadanya untuk memberikan pelajaran kepada pohon besar sombong itu. Hai sahabatku ulat... ada pohon besar yang sombong, bisakah kamu membantuku Iya Cil.. nanti akan ku panggilkan semua temantemanku


Ulat memanggil temantemannya untuk memberi pelajaran untuk si pohon besar yang sombong. Baik Bos, Mari kita makan daunnya sampai dia kapok Hai Temantemanku, ada pohon sombong yang harus kita beri pelajaran


Kancil menunjukkan pohon yang sombong itu Itu Pohon sombong itu....! Tenang Cil..... ayo teman-teman kita habiskan daun pohon sombong itu.....


Akhirnya, Ulat dan temantemannya dan langsung berbondong-bondong mendatangi pohon besar dan memakan dedaunan pohon besar. Hahaa... tenanglah pohon besar, Daunmu sangat enak sekali, Aku akan menghabiskannya Hei kalian, pergilah! Jangan berani-beraninya memakan daunku


Lihatlah pohon besar, sekarang kau tidak dapat sombong lagi! Kau memang benar Cil, aku menyesal... Pohon besar sadar dan menyesal dengan sikap sombongnya


Baiklah, Jangan kamu ulangi sombongmu itu maafkanlah aku ya cil, mulai sekarang aku tidak sombong lagi iya, janganlah kamu sombong


Terima kasih ya ulat, kamu sudah membantuku Sudah kewajiban kita untuk saling tolong menolong Mulai sekarang kalian semua boleh hinggap di ranting/daunku dan berteduh di bawahku....


Akhirnya mereka hidup rukun dan pohon besar semakin lebat daunnya karena mendapat pupuk dari kotoran kancil dan burung pipit


SSEELLEESSAAII


Click to View FlipBook Version