Kulit Saat kita sedang berolahraga ataupun beraktivitas di cuaca yang sangat panas pasti membuat kita berkeringat. Keringat menguap dari permukaan kulit, membuat tubuh menjadi dingin. Selain untuk menjaga suhu tubuh, keringat juga berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme. Kulit berperan dalam pembentukan dan pengeluaran keringat dan juga sebagai organ ekskresi. Kulit juga merupakan jaringan pelindung yang melingdungi dari kerusakan fisik akibat gesekan, sinar dan cahaya, berbagai jenis bakteri serta kuman dan bahan kimia berbahaya. Fungsi yang sama pentingnya dari kulit adalah mengatur suhu tubuh dan kadar air dalam tubuh serta menerima ramgsangan dari luar. Kulit terdiri dari dua lapisan utama yaitu lapisan epidermis dan lapisan dermis.
Lapisan Dermis Stratum korneum, yaitu lapisan zat tandung yang merupakan lapisan terluar, terdiri dari lapisan sel mati yang terus menerus luruh Stratum lucidum, yaitu lapisan yang hanya ditemukan pada kulit yang tebal, seperti telapak kaki dan telapak tangan Stratum granulosum, lapisan yang terdiri atas beberapa lapis sel pipih dan mengandung pigmen Stratum germinativum, lapisan yang terus-menerut membentuk sel-sel baru ke arah luar. Lapisan luar yaitu epidermis (epi= tepi, luar; derm=kulit). Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit, terdiri dari sel-sel epitel yang mengalami keratinisasi. Tidak terdapat pembuluh darah maupun serabut saraf di lapisan epidermis. Pada lapisan epidermis terdapat beberapa lapisan kulit, yaitu: 1. 2. 3. 4.
Lapisan Epidermis Di bawah epidermis terdapat lapisan dermis. Pada lapisan dermis terdapat otot-otot yang menggerakan rambut, pembuluh darah, pembulah limfa, saraf, kelenjar minyak (glandula sebasea) dan kelenjar keringat (glandula sudorifera). Kelenjar keringat berbentuk seperti pembuluh darah panjang. Pangkal kelenjar keringat menggulung dan saling berhubungan dengan kapiler darah dan serabut saraf. Serabut saraf akan meningkatkan aktivitas kelenjar keringat, sehingga akan merangsang produksi keringat. Kelenjar keringat menyerap air, ion-ion, NaCl, dan urea dari darah yang kemudian dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Di bawah lapisan dermis terdapat lapisan hipodermis atau lapisan bawah kulit (subkutan). Lapisan hipodermis bukanlah bagian dari kulit melainkan kumpulan jaringan ikat yang fungsinya menghubungkan kulit dengan otot. Lapisan hipodermis sebagian besar terdiri dari jaringan lemak, karena itu berfungsi menjaga suhu tubuh. Sebagai organ ekskresi, kulit mengeluarkan keringat yang mengandung air, gara, urea, sedikit asam amino, asam lemak dan ammonia. Oleh karena itu, keringat kita terasa sedikit “asin”, sedikit berminyak dan lengket. Terkadang keringat memiliki aroma khas karena adanya mikroorganisme tertenti di kelenjar keringat.