i
i KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan buku yang berjudul “Keanekaragaman Tumbuhan Paku di Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit Desa Gontara Kecamatan Mori Atas”. Buku ini merupakan salah satu sarana informasi yang bertujuan untuk mempermudah mahasiswa dan masyarakat agar mengetahui dan mengenal jenis-jenis tumbuhan paku yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit Desa Gontara Kecamatan Mori Atas serta sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Skripsi atau Tugas Akhir. Oleh karena itu penulis berharap semoga buku ini bisa mempermudah dan bermanfaat bagi pembaca. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa buku ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan buku ini. Palu, Mei 2023 Penulis
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR................................................................................................i DAFTAR ISI...............................................................................................................ii A. PENDAHULUAN.................................................................................................1 B. JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU DI KAWASAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA GONTARA KECAMATAN MORI ATAS............3 1. Dicranopteris pectinata (Willd). Bernh...........................................................3 2. Cystopteris fragilis (L). Bernh .........................................................................4 3. Drynaria quercifolia ........................................................................................5 4. Phymatosorus scolopendria.............................................................................6 5. Asplenium nidus L............................................................................................7 6. Davallia solida.................................................................................................8 7. Davallia canariensis ........................................................................................9 8. Pyrrosia piloselloides ......................................................................................10 9. Davallia denticulate.........................................................................................11 10. Nephrolepis biserrata ......................................................................................12 11. Stenochlaena palustris.....................................................................................13 12. Lygodium microphyllum ..................................................................................14 13. Drynaria spasisora Moore...............................................................................15 14. Vittaria elongata ..............................................................................................16 15. Nephrolepis sp..................................................................................................17 16. Davallia trichnomanoides Blume ....................................................................18 17. Dicranopteris linearis......................................................................................19 18. Lygodium palmatum.........................................................................................20
iii 19. Ophioglossum pendulum L ..............................................................................21 20. Asplenium serratum L......................................................................................22 21. Adiantum petiolantum Desv.............................................................................23 C. PENUTUP.............................................................................................................24 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................25 BIOGRAFI PENULIS ...............................................................................................26
1 A. PENDAHULUAN Indonesia dikenal sebagai salah satu negara mega biodiversitas di dunia karena memiliki keanekaragaman jenis hayati yang tinggi. Bahkan Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati yang kedua terbesar di dunia setelah Brazil (Tupan, 2016). Keanekaragaman hayati di Indonesia dapat ditemukan dalam lingkungan hutan tropis yang memiliki keanekaragaman hayati sekitar 300 kali lebih besar dibandingkan dengan hutan iklim sedang (Restuani & Setyo, 2016). Hutan merupakan sumber daya alam yang harus dikelola dan dimanfaatkan sebaik mungkin serta dijaga kelestariannya agar tetap berfungsi secara baik dan berkelanjutan (Ceri, dkk. 2014). Kabupaten Morowali Utara merupakan salah satu daerah yang ada di Sulawesi Tengah. Secara geografis, Kabupaten Morowali Utara terletak pada 1o 31’ - 3 o 04’ Lintang Selatan dan 1210 02’ – 1230 15’ Bujur Timur (BPK Sulteng, 2015). Desa Gontara merupakan salah satu desa di Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara yang sebagian besar wilayah hutannya sudah dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit merupakan habitat yang cocok untuk pertumbuhan berbagai jenis tumbuhan. Hal ini disebabkan karena perkebunan kelapa sawit memiliki tingkat ekosistem yang cukup kompleks sehingga dapat ditemukan berbagai jenis tanaman seperti herba dan semak. Salah satu jenis tanaman semak yang cukup banyak jumpai di perkebunan kelapa sawit adalah tumbuhan paku. Umumnya tumbuhan paku menyukai tempat yang lembab dikarenakan daerah lembab memiliki
2 tanah yang mengandung humus dan subur (Patigu, dkk. 2019 ). Tumbuhan paku termasuk ke dalam tumbuhan kormus artinya dapat dibedakan antara akar, batang dan daun (Arini & Kinho, 2012). Hasil observasi yang telah dilakukan di kawasan perkebunan kelapa sawit Desa Gontara ditemukan ada 12 jenis tumbuhan paku yang tumbuh di permukaan tanah (terestrial) pada kayu-kayu lapuk, sisa tandan buah yang telah membusuk dan yang tumbuh dengan cara menumpang (epifit) pada batang kelapa sawit. Akan tetapi informasi mengenai jenis dan manfaat tumbuhan paku masih kurang sehingga membuat para petani kelapa sawit Desa Gontara menganggap bahwa tumbuhan paku hanya sebagai tumbuhan yang menganggu lahan perkebunan kelapa sawit karena sering menjadi sarang hama seperti tikus yang akan mengganggu produktivitas buah kelapa sawit. Kurangnya informasi mengenai keanekaragaman tumbuhan paku dikarenakan belum adanya penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam bentuk media pembelajaran kepada masyarakat. Karena itu, hasil dari penelitian ini akan dibuatkan menjadi media pembelajaran berupa Flipbook.
3 B. Jenis-Jenis Tumbuhan Paku di Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit Desa Gontara Kecamatan Mori Atas 1. Dicranopteris pectinata (Willd.) Underw. Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Gleicheniopsida Ordo Gleicheniales Famili Gleicheniaceae Genus Dicranopteris Spesies Dicranopteris pectinata (Willd.) Underw. Gambar 4.1 Dicranopteris pectinata (Willd). Underw. (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat: Terestrial. Akar serabut dengan ukuran panjang sekitar 2 cm dengan warna cokelat. Daun memiliki bentuk seperti menjari, dengan bentuk tepian daun rata, serta permukaan daunnya licin. Daun yang masih muda bentuknya menggulung dan sekelilingnya ditumbuhi oleh rambut halus yang berwarna putih, dan bentuk anak daunnya linear. Sorus terletak dibawah permukaan daun, hanya mengandung sedikit sporangium dengan bentuk bulat, dan sorusnya tidak ditutupi oleh indusium.
4 2. Cystopteris fragilis (L.) Bernh. Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Dryopteridaceae Genus Cystopteris Spesies Cystopteris fragilis (L.) Bernh. Gambar 4.2 Cystopteris fragilis (L.) Bernh (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat terestrial. Tumbuh dalam rumpun kecil yang terbentuk dari rimpang berwarna cokelat.Daun monomorfik, pinnate pinnatifid, daun majemuk, dengan panjang sekitar 30-40 cm. Pinna berbentuk segitiga sempit, meruncing ke ujung runcing. Sorus terletak dibagian bawah daun dan berbentuk bulat.
5 3. Drynaria quercifolia Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Polypodiaceae Genus Drynaria Spesies Drynaria quercifolia Gambar 4.3 Drynaria quercifolia (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat epifit. Ental berupa daun majemuk tipe pinnatifid yang berukuran panjang antara 40-100 cm, berwarna hijau muda hingga hijau tua, serta tepi daun bercangap. Pada ental terdapat anak daun yang berukuran panjang antara 10-30 cm. terdapat daun penyangga/sarang yang pendek dengan bentuk yang melebar, serta panjang hingga 40 cm, tepi berlekuk-lekuk dan berwarna hijau cerah. Batang berupa rimpang yang besar dan menjalar, berwarna cokelat, serta permukaannya tertutupi oleh bulu-bulu halus berwarna cokelat. Akar berupa serabut halus yang tumbuh di sekitar rimpang. Sorus dapat ditemukan pada bagian permukaan bawah ental fertil, yang tersebar secara tidak beraturan diantara anak tulang daun.
6 4. Phymatosorus scolopendria Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Polypodiaceae Genus Phymatosorus Spesies Phimatosorus scolopendria Gambar 4.4 Phimatosorus scolopendria (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat terestrial. Akar serabut, batang rimpang, permukaan berambut. Tangkai daun bulat ditutupi rambut. Daun berwarna hijau, tunggal, bentuk daun menjari, tepi bercangap, ujung dan pangkal daun meruncing. Permukaan daun licin, lebar daun terbesar sekitar 14 cm dan panjang daun terbesar sekitar 16,5 cm. Pada permukaan bawah daun dapat ditemukan sorus berwarna cokelat berbentuk lonjong yang tersusun menyebar. Sorus bulat memanjang dan menyebar di permukaan bawah daun dari sisi tengah tulang daun.
7 5. Asplenium nidus L Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Aspleniaceae Genus Asplenium Spesies Asplenium nidus L. Gambar 4.5 Asplenium nidus L (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat epifit. Rimpang menempel pada tumbuhan inang. Batang tidak nyata karena menyatu dengan tulang daun. Daun tunggal, warna hijau, menyirip, tangkai daun sangat pendek hampir tidak tampak karena tertutup oleh bulu-bulu halus, panjang 16-120 cm, lebar 7-20 cm, ujung daun meruncing. Tepi daun rata dengan permukaan yang beromabk dan mengkilat. Letak daun melingkar berbentuk keranjang (sarang burung). Sorus melekat pada garis-garis anak tulang daun di bawah daun, warna cokelat muda dan berbentuk bangun garis.
8 6. Davallia solida Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Davalliaceae Genus Davallia Spesies Davallia solida Gambar 4.6 Davallia solida (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat Epifit. Helaian daun berbentuk segitiga dengan bentuk tepi bergigit, memiliki tekstur kaku dan kuat, permukaan daun mengkilat. Tangkai berwarna cokelat gelap dan mengkilap. Daun majemuk menyirip ganda dengan helaian daunnya berbentuk segitiga dengan tepi yang beringgit. Rimpang merayap panjang. Entalnya berjumbai dengan panjang mencapai 1 m. ental berbentuk segitiga dan menyirip ganda. Tangkai berwarna cokelat gelap. Sorus berbentuk corong dengan indusium. Spora tetrahedral.
9 7. Davallia canariensis Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Davalliaceae Genus Davallia Spesies Davallia canariensis Gambar 4.7 Davallia canariensis (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat Epifit. Akar berupa serabut. Batang berbentuk rimpang yang merayap dan memperlihatkan batang yang nyata. Rimpangnya kuat, berambut halus yang tersusun rapat dan berwarna cokelat. Tangkainya berwarna cokelat keemasan. Daun menyirip ganda tiga dan berbentuk segitiga dengan urat-urat daun bebas. Daun berwarna keemasan dan bertekstur tipis, tepi daun beringgit, daunnya berjumbai ke bawah, dan permukaannya licin. Sorus terdapat pada ujung anak daun.
10 8. Pyrrosia piloselloides Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Polypodiaceae Genus Pyrrosia Spesies Pyrrosia piloselloides Gambar 4.8 Pyrrosia piloselloides (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat epifit. Akar serabut berwarna cokelat tua, berbentuk ramping memanjang dengan permukaan berambut. Batang berupa rimpang yang menjalar dan berbentuk bulat, bercabang dengan tumbuh ke samping, permukaan bersisik berwarna cokelat tua. Batang muda berwarna hijau muda dab batang tua berwarna cokelat kehitaman. Ental bertipe diformik, daun tunggal dengan duduk daun berseling pada rhizome, tipe daun berdaging dan berwarna hijau muda. Ental steril berupa daun tunggal sederhana dengan panjang antara 1-2 cm, berbentuk oval atau oblong dengan ujung daun membundar dan pangkal daun meruncing, tepi daun rata dan permukaan daun tertutupi bulu-bulu halus. Ental fertil bertipe daun tunggal sederhana, berbentuk daun garis dengan ujung daun membundar dan pangkal daun meruncing. Tangkai daun pendek dan berwarna hijau tua, kaku dan tegak. Sorus berbentuk garis, tersusun memanjang di sepanjang tepi belakang daun fertil, berwarna cokelat.
11 9. Davallia denticulata Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Davalliaceae Genus Davallia Spesies Davallia denticulata Gambar 4.9 Davallia denticulata (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat epifit, batang rimpang dengan permukaan rimpangnya ditutupi rambut berwarna cokelat. Tangkai daun bulat dengan permukaan licin. daun muda berwarna hijau muda dengan ujung menggulung, daun majemuk, bertulang menyirip ganda, bentuk daun segitiga, tepi bergerigi, ujung dan pangkal meruncing. Permukaan daun licin, lebar daun terbesar sekitar 3 cm dan panjang daun terbesar sekitar 4,3 cm. sorus berbentuk bulat sampai memanjang yang dapat ditemukan pada permukaan bawah daun disepanjang tepi daun dan tersusun terpisah.
12 10. Nephrolepis biserrata Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Lomariopsidaceae Genus Nephrolepis Spesies Nephrolepis biserrata Gambar 4.10 Nephrolepis biserrata (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat terestrial. Akar berupa serabut berwarna cokelat. Batang rimpang dengan permukaan ditutupi oleh rambut. Tangkai daun pipih segiempat dengan permukaan berambut. Daun muda berwarna hijau muda dengan ujung menggulung. Daun majemuk, bertulang menyirip, bentuk daun memanjang, tepi bergerigi, ujung dan pangkal meruncing. Permukaan daun berambut, lebar daun terbesar sekitar 2 cm. Sorus berbentuk bulat atau garis dapat ditemukan di bawah permukaan daun yang tersususn sejajar pada tepi.
13 11. Stenochlaena palustris Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Polypodiaceae Genus Stenochlaena Spesies Stenochlaena palustris Gambar 4.11 Stenochlaena palustris (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat epifit. Akar serabut menjalar. Batang rimpang memanjat. Tangkai daun bulat dengan permukaan licin. Daun muda berwarna merah dengan kuncup menggulung. Daun majemuk, pertulangan menyirip, berbentuk memanjang, tepi bergigi, ujung runcing dan pangkal meruncing. Permukaan daun licin, lebar daun terbesar sekitar 2,2 cm dan panjang daun terbesar sekitar 14 cm. sorus dapat ditemukan pada bagian bawah daun fertil.
14 12. Lygodium microphyllum Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Schizaeales Famili Lygodiaceae Genus Lygodium Spesies Lygodium microphyllum Gambar 4.12 Lygodium microphyllum (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat Terestrial. Akar serabut, warna cokelat kehitaman. Rimpang melilit. Batang berbentuk bulat, kecil, permukaan licin. Daun dimorfik dan berbentuk fertil lanset, ujung meruncing, tepi daun bergelombang, dan permukaan licin. Daun steril memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan daun fertil. Daun fertil memiliki bentuk yang lebih lebar sehingga bentuknya hampir membulat serta memiliki gerigi yang lebih dalam. Sorus terletak pada daun fertil disepanjang tepi daun, warna cokelat muda, dan tersusun dua baris.
15 13. Drynaria sparsisora Moore Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Polypodiaceae Genus Drynaria Spesies Drynaria sparsisora Moore Gambar 4.13 Drynaria sparsisora Moore (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat Epifit. Akar serabut dengan rimpang yang menjalar. Tangkai daun berwarna cokelat dengan bentuk setengah lingkaran. Bagian adaksial daun tumbuhan paku ini berwarn hijau tua, sedangkan bagian abaksialnya berwarna hijau muda dengan permukaan daun yang licin. Ental pinatifid, tepi daun bergelombang dengan ujung daun meruncing, venasi menjala. Daun penyanggah atau daun sterilnya pendek dan melebar di bagian tengah dan lebih tipis. Tepi daun fertilnya berbagi. Sorus bulat, cokelat tanpa indusium, pada permukaan abaksial dari ujung hingga ke tengah daun. Sporangiumnya kecil-kecil terletak diantara anak tulang daun fertil dan tersebar tak beraturan.
16 14. Vittaria elongata Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Pteridaceae Genus Vittaria Spesies Vittaria elongata Gambar 4.14 Vittaria elongata (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat epifit. Akar tipe serabut berwarna cokelat. Batang berbentuk rimpang yang merayap, tertutupi sisik-sisik berwarna hitam. Ental berupa daun tunggal, dengan panjang mencapai 70 cm, dan lebar daun sekitar 8-15 mm. tangkai ental/daun kaku, pendek, dan berwarna hijau atau cokelat muda. Helaian daun berbentuk linear yang panjang seperti pita. Warna helaian daun hijau muda hingga hijau tua, dengan kedua permukaan halus dan mengkilap. Sorus terletak di sepanjang kedua sisi tepi daun yang berada di dalam lipatan tipe daun.
17 15. Nephrolepis sp. Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Lindsaeaceae Genus Nephrolepis Spesies Nephrolepis sp. Gambar 4.15 Nephrolepis sp. (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat terestrial, akar berupa serabut, batang berbentuk rimpang yang pendek dan tertutupi oleh tangkai ental. Ental berupa daun majemuk menyirip tunggal, dengan panjang mencapai 120 cm. Ental muda menggulung. Tangkai ental tumbuh tegak di atas permukaan tanah, kaku, berwarna hijau hingga cokelat muda. Anak daun memiliki helaian daun yang berbentuk lanset, berwarna hijau muda hingga hijau tua dengan permukaan halus dan mengkilap. Ental fertil tidak ditemukan.
18 16. Davallia trichomanoides Blume Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Davalliaceae Genus Davallia Spesies Davallia trichomanoides Blume Gambar 4.16 Davallia trichomanoides (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat epifit. Memiliki rimpang yang tahan kering dan menjalar serta menyukai tempat terbuka. Memiliki akar serabut, batang semu (rhizome) bulat, menjalar, tinggi kurang lebih 0,5 mm, sisik berwarna cokelat terang, dan tidak berduri. Memiliki cabang. Tidak mempunyai daun steril, berbentuk segitiga, tipe daun majemuk ganda, ujung dan pangkal meruncing, tepi beringgit, pertulangan daun menyirip ganda rangkap empat, permukaan daun licin dan mengkilat, daun muda berwarna hijau muda dan daun tua berwarna hijau tua, duduk daun berseling. Sorus terletak pada setiap lekukan tepi anak daun, bentuk sorus bulat, dan berwarna orange.
19 17. Dicranopteris linearis Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Gleicheniopsida Ordo Gleicheniales Famili Gleicheniaceae Genus Dicranopteris Spesies Dicranopteris linearis Gambar 4.17 Dicranopteris linearis (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat terestrial, mempunyai akar serabut berwarna cokelat. Batang berupa rimpang berbentuk bulat yang memanjang, tegak dan berwarna kuning kecokelatan. Percabangan batang berupa dikotomi dimana pada cabang terakhir terdapat banyak daun yang berpasangan. Daun berwarna hijau muda hingga tua pada bagian permukaan, dan berwarna hijau pucat di bagian permukaan belakangnya. Ental berupa daun majemuk dengan tiap pinna terdiri atas susunan pinnule yang berukuran kecil. Pasangan pinna yang paling bawah biasanya terletak pada percabangan batang dan berukuran lebih kecil daripada pasangan pinna yang sebelumnya. Sorus terletak di permukaan bawah daun/pinna fertil, tersusun di sepanjang tulang anak daun dan berbentuk menggerombol, berwana kuning kehijauan.
20 18. Lygodium palmatum Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Schizaeales Famili Lygodiaceae Genus Lygodium Spesies Lygodium palmatum Gambar 4.18 Lygodium palmatum (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat Teresterial. Akar rhizome merambat dan hidup di tempat terbuka, tertutup rapat dengan rambut-rambut kehitaman. Batang tipis berwarna cokelat dengan percabangan dikotom. Susunan entalnya menyirip, dengan bentuknya yang menjari tiga, tepi ental rata dan berwarna pucat. Daun berwarna hijau menjari, ujung runcing, dan tepi rata. Pada ental yang subur, sporangianya terletak di tepi ujung-ujung gerigi ental.
21 19. Ophioglossum pendulum L Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Psilotopsida Ordo Ophioglossales Famili Ophioglossaceae Genus Ophioglossum Spesies Ophioglossum pendulum L. Gambar 4.19 Ophioglossum pendulum L. (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat epifit. Rimpang tidak teramati. Ental tampak keluar dari daun sarang Platycerium coronarium, daun tunggal, lanset, berdaging, melinting, tepi rata, ujung bulat rompang. Sorus berderet sepanjang tepi indusium, berwarna kekuningan saat belum matang, mengkilap, indusium berbentuk pita, melinting, agak berdaging, muncul dari tangkai ental. Spora terletak diantara lekukanlekukan bulir yang terdapat pada tangkai ental.
22 20. Asplenium serratum L. Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Aspleniaceae Genus Asplenium Spesies Asplenium serratum L. Gambar 4.20 Asplenium serratum L. (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat epifit. Rhizome menempel pada tumbuhan inang, ditutupi oleh sisik berwarna cokelat dan melingkar membentuk keranjang. Stipes sangat pendek dan tidak nampak karena tertutupi sisik berwarna hitam. Fround pinnatus berwarna hijau, menyirip, tangkai daun sangat pendek tertutup bulu-bulu halus, ujung daun meruncing, tepinya rata dengan permukaan yang beromak dan mengkilat. Spora berbentuk bangun garis dan berwarna cokelat muda letaknya dibawah daun.
23 21. Adiantum petiolantum Desv. Klasifikasi Regnum Plantae Divisi Pteridophyta Kelas Polypodiopsida Ordo Polypodiales Famili Pteridaceae Genus Adiantum Spesies Adiantum petiolantum L. Gambar 4.21 Adiantum petiolantum L. (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Deskripsi Habitat terestrial. Rimpang merayap pendek, ditutupi dengan warna cokelat, mengkilat. Memiliki bentuk tulang daun menyirip, dengan panjang mencapai 10- 40 cm. Tepi daun bergerigi, pinnatifid, bentuk ujung daun meruncing. Bentuk tulang daun melengkung. Sorus terletak di permukaan bawah daun pada tepi daun.
24 C. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 21 jenis tumbuhan paku di kawasan perkebunan kelapa sawit Desa Gontara Kecamatan Mori atas. Spesies tumbuhan paku yang didapatkan terdiri dari 3 kelas, 4 ordo dan 10 famili yaitu Dicranopteris pectinata, Cystopteris fragilis, Drynaria quercyfolia, Phymatosorus scolopendria, Asplenium nidus L, Davallia solida, Davallia canariensis, Pyrrosia piloselloides, Davallia denticulata, Nephropelis biserrata, Stenochlaena palustris, Lygodium microphyllum¸Drynaria sparsisora, Vittaria elongata, Nephrolepis sp, Davallia trichomanoides, Dicranopteris linearis, Lygodium palmatum, Ophioglossum pendulum, Asplenium serratum, dan Adiantum petiolantum Desv.
25 DAFTAR PUSTAKA Arini, D. I. D. & Kinho, J. (2012). The pteridophyta diversity in Gunung Ambang Nature Reserve North Sulawesi. Info BPK Manado, 2(1), 17–40. BPK (2015). “Profil Kabupaten Morowali Utara”. https://sulteng.bpk.go.id/profilkabupatenmorowaliutara/#:text=Secara%20geografis%2C%20Kabupaten%20 Morowali%20Utara,123%C2%b015%E2%80%B2%20Bujur%20Timur diakses pada 31 Januari 2023 pukul 08.22 Ceri, B., Lovadi, I., Riza, L. (2014). Keanekaragaman Jenis Paku-Pakuan (Pteridophyta) di Mangrove Muara Sungai Peniti Kecamatan Segodeng Kabupaten Pontianak. Jurnal Probiont. 3, (2), 240-246. Patigu, R. F., Suleman, S. M. & Budiarsa, I. M. (2019). Analisis Karakter Morfologi sebagai Penentuan Hubungan Kekerabatan Jenis Tumbuhan Paku di Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Mamuang Desa Lalundu. Journal of Biology Science and Education, 7(2), 515-524. Restuani, A. & Setyo, A. (2016). Pengaruh Campuran Ampas Tebu dan Sabut Kelapa sebagai Media Pertumbuhan Alternatif terhadap Kandungan Jamur Tiram ( Pleurotus. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 5(2), 90–92. Tupan, (2016). Analisis Trend Perkembangan Publikasi Internasional Penelitian Bidang Keanekaragaman Hayati Di Indonesia. Visi Pustaka 18(2):85–96.
26 BIOGRAFI PENULIS Rinaldy Kristokam Ranuntu lahir di Gontara, 21 Juli 2001. Menempuh pendidikan Taman Kanak-kanak di TK EBEN HAEZER GONTARA Desa Gontara dan tamat pada tahun 2007, pendidikan Sekolah Dasar di SDN GKST GONTARA dan tamat pada tahun 2013, pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMPN 4 SATAP MORI ATAS dan tamat pada tahun 2016, kemudian lanjut di SMAN 1 PAMONA SELATAN dan tamat pada tahun 2019. Setelah lulus SMA di tahun 2019 kemudian mengikuti pendaftaran masuk perguruan tinggi melalui jalur SBMPTN dan diterima masuk di Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako dan sekarang sementara menjalani proses penyelesaian tugas akhir untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.