The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Desa Ngadas adalah salah satu desa wisata yang bisa Anda kunjungi di wilayah Kecamatan Poncokusumo dan terletak di ujung paling timur Kabupaten Malang, berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by jordimahendra12, 2022-07-06 01:08:00

Desa Wisata Adat Ngadas Malang

Desa Ngadas adalah salah satu desa wisata yang bisa Anda kunjungi di wilayah Kecamatan Poncokusumo dan terletak di ujung paling timur Kabupaten Malang, berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Keywords: desa wisata

Desa wisata
Adat ngadas malang

BAB I

1.1 Pendahuluan
Desa Ngadas merupakan salah satu dari 17 desa di Kecamatan Poncokusumo,

Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa ini termasuk dalam kawasan area teritorial
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di ketinggian 2.150 meter.
Sebelumnya, Wilayah Ngadas mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Namun,
seiring perkembang zaman, Desa Ngadas berkembang menjadi Desa Wisata. Setidaknya
terdapat beberapa destinasi alam yang dijadikan daya tarik, seperti Coban Trisula, Gunung
Bromo, Ranupane dan Edukasi Buah Apel. Selain itu, terdapat dikenal dengan wisata
budaya. Banyak kegiatan masyarakat yang rutin dilakukan sepanjang tahun, misalnya,
Entas-Entas, Wolo Goro (upacara pernikahan), Tugel Kuncung, Tugel Gombag,
Penditanan untuk semua dukun, Sayut (upacara adat 7 bulanan wanita hamil), Kekerik
(upacara lepas pusar bayi) dan Among-among (upacara bagi anak yang sudah mulai bisa
bekerja menghasilkan uang). Tidak hanya itu, Desa Ngadas juga memiliki upacara yang
disakralkan, yakni, Pujan, Hari Raya Kasada, Hari Raya Karo, Unan-Unan, Barikan, Mayu
Dusun dan Galungan. Dengan modal budaya yang dimiliki serta peran serta seluruh
masyarakat untuk terus melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal, September 2019
mendapat penghargaan Desa Wisata Adat oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
lewat Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA). Ajang ISTA sendiri diselenggarakan
oleh Kementerian Pariwisata untuk ketiga kalinya pada tahun ini dan terbuka untuk seluruh
pengelola destinasi Pariwisata baik pengelola kawasan, agen travel, Penyedia jasa,
Yayasan, maupun masyarakat lokal.

BAB II

2.1 Sejarah Desa Adat Ngadas Malang
Desa Ngadas secara administratif berada di wilayah Kecamatan Poncokusumo,

Kabupaten Malang. Ngadas terletak di ujung paling timur Kabupaten Malang dan
berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lumajang. Ngadas merupakan salah
satu dari 36 desa Suku Tengger yang tersebat dalam empat kabupaten/kota. Selain itu,
Desa Ngadas berada di dalam area teritorial Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
(TN BTS) dengan ketinggian sekitar 2.150 mdpl sehingga merupakan desa tertinggi di
Pulau Jawa. Topografi Desa Ngadas sendiri berada di pegunungan dengan iklim
montana dengan suhu berkisar 0-20°C.

Ngadas adalah satu-satunya desa yang didiami Suku Tengger yang berada di
Malang. Suku Tengger sudah menempati kawasan tersebut sejak ratusan tahun lalu dan
turut menjaga keseimbangan alam di sana. Keberadaan mereka dikenal masih
memegang adat istiadat dan budaya meskipun tidak tertulis. Awal mula keberadaan
Desa Ngadas dimulai tahun 1774. Ketika itu, terdapat seorang seorang tokoh bernama
Mbah Sedhek beserta 7 pengikutnya yang membuka Desa Ngadas. Orang-orang
Tengger yang mendiami Ngadas sekarang pun merupakan keturunan Mbah Sedhek
beserta 7 pengikutnya. Desa Ngadas sendiri sebenarnya terdiri dari Dusun Jarak Ijo
yang berada di bawah dan Desa Ngadas itu sendiri.

Desa Ngadas tidak hanya indah secara bentang alam, namun juga keunikan
budaya dan keramahan masyarakatnya membuat setiap pengunjung ingin kembali
mengunjungi Desa Ngadas.. Di perkampungan ini banyak kesenian atau atraksi rakyat
yang masih terjaga yakni Kuda lumping, Bantengan, dan Kuda Kencak. Daerah ini
tergolong subur dan mayoritas penduduknya hidup dari kegiatan berkebun. Komoditi
sayur yang dihasilkan antara lain: kentang, kubis, wortel, daun bawang, bawang merah,
sawi dan lain-lain. Selain berkebun, masyarakat Ngadas juga memiliki pekerjaan
sampingan di bidang peternakan yakni beternak sapi.

Desa Ngadas Malang juga menjadi contoh bagaimana perbedaan tetap bisa
menghadirkan persatuan. Masyarakat desa ini menganut agama yang berbeda, ada yang
Islam, Buddha hingga Hindu. Bahkan ada juga yang dalam satu keluarga yang memeluk
tiga agama berbeda, namun tetap bisa hidup rukun. Masyarakat Ngadas juga masih
mempraktikkan ritual dan upacara kuno yang diyakini membawa mereka pada
keteraturan, nasib baik dan kemakmuran.

2.2 Aksesbilitas

Dari gunung Bromo desa adat Ngadas ini hanya berjarak 7km dan untuk menuju Desa
Ngadas dari Kota Malang yang berjarak sekitar 30 km dibutuhkan waktu sekitar 2 jam
dengan melewati jalanan yang sempit, menanjak dan berliku-liku. Anda bisa
mengambil arah menuju Tumpang dan sekitar 1 jam kemudian akan sampai di desa ini.
Sebaiknya pengunjung membawa kendaraan tipe double cabin karena banyak tanjakan
dan belokan yang cukup sulit dilalui oleh kendaraan biasa. Anda bisa menikmati
pemandangan kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jika beruntung
bakal melihat lutung jawa (Trachypithecus auratus) dan elang jawa (Nisaetus bartelsi).
Lutung biasa berkoloni atau berkelompok untuk mencari pakan. Berbagai dedaunan di
kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kadang lutung bergelayutan
pepohonan yang berada di tepi jalan. jika beruntung Anda bisa melihat elang jawa biasa
terbang melayang tanpa mengepakkan sayap atau soaring pagi mulai pukul 07.30 WIB
sampai Rp 10.00 WIB.

2.3 Amenitas
 Balai Pertemuan
 Jungle Tracking
 Kamar Mandi Umum
 Kios Souvenir
 Tempat Ibadah ( Musholla, Vihara, Pura )
 Selfie Area
 Spot Foto
 Tempat Makan
 Homestay
 Wifi Area

2.4 Atraksi
1. Gunung Bromo
Potensi wisata alam dan pemandangan Gunung Bromo yang cantik menjadi andalan desa
ini . Salah satu jalanan di desa ini memiliki panorama langsung yang menghadap ke
Gunung Bromo. Saat pagi hari, kabut tipis yang menyelimuti desa membuat suasana
makin damai dan sejuk. Desa ini juga merupakan pintu masuk untuk menuju ke Gunung
Bromo melalui Poncokusumo, Kabupaten Malang.

2. Upacara Kasada
Upacara tradisi di Ngadas diikuti seluruh masyarakat termasuk yang bukan pemeluk
agama Hindu.[ Peristiwa pengorbanan Kusuma sebagai sesaji melatarbelakangi Upacara
Kasada yang diikuti oleh seluruh warga Suku Tengger. Upacara Kasada merupakan
upacara adat yang dilaksanakan setiap tanggal 14 atau 15 pada waktu bulan purnama.
Upacara ini dipimpin oleh dukun pandhita dan labuh sebagai upacara puncak. Ngelabuh
hasil bumi serta ongkek yang berisi tanaman ritual dilaksanakan di kawah gunung Bromo
dan diikuti seluruh dukun bawahan dari setiap desa, serta masyarakat pendukungnya.

3. Tradisi Ujung-Ujung
Permainan ujung-ujung adalah suatu tari tradisional khas suku Tengger Desa Ngadas
Kabupaten Malang.Tarian ini dimainkan oleh dua orang pria yang saling bergantian
memukul lawan dengan menggunakan rotan dan diiringi musik gamelan khas suku
Tengger.Tarian ini biasanya diadakan dalam rangka merayakan penutupan upacara hari
raya karo di Desa Ngadas Kabupaten Malang.Upacara Karo biasanya dilaksanakan pada
dua bulan setelah upacara Yadnya Kasada atau bulan kedua menurut penanggalan suku
Tengger.

4. Hari Raya Karo
Hari Raya Karo dilaksanakan mulai tanggal 7 hingga 22 bulan Karo (Karo dimaknai
sebagai bulan kedua dalam kalender Saka), dengan beragam prosesi adat. Hari Raya
Karo bagi suku Tengger merupakan perwujudan syukur atas berkah yang diberikan
Tuhan serta penghormatan kepada leluhur mereka. Dalam tadisi Karo, berbagai
ritual dilakukan antara lain Doa Petren, Kauman, Tayuban, Tumpeng Gede, Sesanti,
Sedekah panggonan (tamping), dan berakhir dengan ritual Sadranan serta Ojung.

5. Edukasi petik apel
Pemandangan perkebunan yang terbentang luas dan hijau bak permadani.
Dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk menanam apel dan dijadikan edukasi
petik apel untuk menambah pendapatan masyarakat di desa adat wisata Ngadas
Malang. Dari kebun apel sejauh mata memandang ke arah timur tampak
pemandangan deretan puncak-puncak Semeru yang selalu mengeluarkan asap dari
puncaknya. Lereng-lereng perbukitan dan lembah yang hijau dengan lengkap kebun
sayur berbentuk terasering akan memanjakan mata Anda. Bila cuaca cerah puncak
Semeru akan terlihat sangat indah dan gagah menjulang disertai awan putih
menyelimuti tubuhnya.

6. Upacara Entas-Entas
upacara yang paling menarik di Ngadas adalah Entas-Entas.Upacara Entas-Entas
secara khusus dilaksanakan untuk menyucikan arwah (roh) orang yang telah
meninggal dunia, yaitu pada hari yang keseribu atau minimal pada hari ke-44
setelah meninggal. Akan tetapi, pelaksanaannya sering diadakan sebelum hari
keseribu untuk meringkas upacara-upacara kematian itu. Upacara Entas-Entas
dimaksudkan untuk menyucikan arwah orang yang telah meninggal dunia agar
dapat masuk surga.

2.5 Harga Tiket Masuk

Untuk kamu yang ingin melihat keindahan desa adat wisata Ngadas Malang secara
langsung tidak akan dikenai biaya tiket. Dan untuk kamu yang ingin berlama lama di desa ini
kamu bisa menyewa penginapan.

Tercatat ada 50 homestay local yang dikelola oleh warga asli desa Ngadas. Menariknya lagi
disetiap homestay dilengkapi dengan air panas yang sengaja disediakan untuk memanjakan
para pengunjung karena hawa disana sangat dingin sekali.

Tarif harga homesatay per malam :

- Standart Room : Rp.200.000
- Family Room : Rp.500.000

Check in dilakukan minimal pukul 13.00 WIB, sedangkan check out maksimal pukul 12.00
WIB.

BAB III

3.1 Harapan

Harapan saya kedepan adalah agar pemerintah daerah memperhatikan dan memperbaiki
sarana dan prasarana di desa adat Ngadas Malang. Karena desa adat ngadas malang ini sangat
berpotensi untuk dijadikan desa wisata adat terfavorit karena letaknya yang stategis dengan
ditambah pemandangan alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang begitu
menakjubkan. Masyarakat harus tetap menjaga kebersihan desa dan juga tidak menambah
bangunan yang tidak begitu penting karena akan mempersempit lahan pertanian uang hijau
enak dipandang mata. Melalui program pemerintah agar desa adat wisata Ngadas Malang bisa

mendorong masyarakat untuk sadar akan potensi ekonomi di desanya dan bisa menjadi penunjang
pendapatan desa.

3.2 Saran

Masyarakat harus memperhatikan pembuangan sampah dan menyediakan tempat sampah
dibeberapa titik untuk memastikan para wisatawan membuang sampah pada tempatnya dan
juga akan terciptanya desa adat wisata yang bersih dan lingkungannya tertata rapi.
meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di daerah. Peningkatan
SDM bisa dilakukan baik dalam bentuk pendidikan vokasi wisata, pelatihan SDM pariwisata,
maupun sertifikasi SDM pariwisata. Masih banyak keluhan wisatawan yang bersumber dari
kualitas SDM yang belum profesional. Karenanya, sertifikasi pekerja di sektor pariwisata
mutlak diperlukan

3.3 Kesan

Desa adat wisata Ngadas Malang merupakan suatu desa adat wisata yang mempunyai

keanekaragaman bentang alam dan tempat bermukimnya suku Tengger yang memegang teguh
adat dan tradisi yang menjadikan daya tarik wisata Desa Ngadas.


Click to View FlipBook Version