The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan Ajar Dinamika Hidrosfer Kelas X Semester Genap

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mardiansyahtrio, 2021-05-01 00:33:55

Dinamika Hidrosfer

Bahan Ajar Dinamika Hidrosfer Kelas X Semester Genap

Oxbow lake terbentuk dari waktu ke waktu sebagai akibat dari erosi
dan sedimentasi dari tanah disekitar sungai meander. Oxbow lake memiliki
banyak sebutan antara lain danau sudetan, danau tapal kuda, danau mati,
danau melengkung, danau ladam dan banyak sebutan lain.
e) River Cliff/Cut Bank (Tebing Sungai)

Tebing Sungai merupakan bagian terluar dari tepi sungai yang secara
terus menerus terkena erosi. Tebing sungai dapat ditemukan pada sungai
tua atau sungai yang telah mengalami proses meandering dan terletak di
sebelah luar dari kelokan sungai, terletak berseberangan dengan slip-off
slope yang terletak pada bagian dalam sungai. Tebing sungai dan slip-off
slope sama-sama terbentuk seperti tebing kecil dan terbentuk karena proses
erosi oleh aliran air sungai yang bertabrakan denga tepi sungai. Berbeda
dengan halnya point bar yang merupakan area pengendapan, tebing sungai
merupakan area erosi pada sebuah sungai.

Gambar 58. Tebing Sungai
Sumber : https://andimanwno.wordpress.com/2021/03/24/perairan-darat-klasifikasi-

jenis-jenis-sungai/

Pada umumnya tebing sungai berbentuk vertikal dan sering kali
memperlihatkan akar tanaman yang tumbuh di atasnya. Saat curah hujan
tinggi dan ketinggian air sungai di atas rata-rata, pohon dan bangunan di
sekitar bantaran sungai (di atas tebing sungai) dapat roboh dan hanyut ke
sungai sebagai akibat dari adanya mass wasting.

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 50

f) Slip Of Slope
Slip-off slope terdapat di sebelah dalam gosong tepi sungai yang

terbentuk dari material-material sedimen yang dibawa oleh sungai
diendapkan sebagai akibat dari aliran air yang melambat karena adanya
kelokan sungai (meander).

Gambar 59. Gosong Tepi Sungai
Sumber : https://andimanwno.wordpress.com/2021/03/24/perairan-darat-klasifikasi-

jenis-jenis-sungai/

Slip-off Slope terletak berlawanan arah dengan tebing sungai yang
terbentuk akibat erosi yang kuat karena aliran air yang cepat pada sisi ini.
Slip-off slope dan tebing sungai banyak dijumpai pada sungai
bermeander.
g) Delta Sungai

Delta adalah lahan basah yang terbentuk saat sungai mengosongkan
airnya dan mengendap ke badan air lain, seperti lautan, danau, atau sungai
lain. Meski sangat jarang, delta juga bisa bermuara di darat.

Tidak semua sungai membentuk delta. Delta akan terbentuk di muara
sungai jika terdapat kondisi sebagai berikut :
a. Kecepatan aliran air di bagian muara sungai rendah sehingga proses

pengendapan cepat terjadi.
b. Material hasil erosi yang terbawa hingga ke muara harus berjumlah

cukup banyak
c. Laut yang berhadapan langsung dengan muara memiliki ombak yang

tenang
d. Morfologi pantai relatif datar atau landau
TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 51

e. Tidak ada aktivitas tektonik yang besar di sekitar sungai karena dapat
meruntuhkan delta.

f. Bahan hasil sedimentasi yang dapat membentuk delta tidak
terpengaruh oleh aktivitas laut.
Sungai yang terdapat di permukaan bumi sangat banyak dan sebagian

di antaranya membentuk delta. Ada banyak jenis-jenis delta, secara umum
dikelompokkan menjadi empat jenis delta yaitu :

• Delta Arcuate, yaitu delta yang memiliki bentuk seperti kipas atau
segitiga. Delta ini merupakan bentuk delta paling umum. Contoh
delta Arcuate adalah Delta Nil dan Mahakam.

Gambar 60. Delta Arcuate
Sumber : https://andimanwno.wordpress.com/2021/03/24/perairan-darat-klasifikasi-

jenis-jenis-sungai/

• Delta Kaki Burung, yaitu delta yeng memiliki bentuk menyerupai
jari yang menyebar dari muara ke arah laut. Contohnya delta kaki
burung adalah delta Citarum dan Mississippi.

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 52

Gambar 61. Delta Kaki Burung
Sumber : https://andimanwno.wordpress.com/2021/03/24/perairan-darat-klasifikasi-

jenis-jenis-sungai/

• Delta Cuspate, yaitu delta yang memiliki bentuk seperti huruf V.
Delta ini terjadi pada daerah dengan garis pantai datar. Contoh delta
cuspate adalah delta Ebro.

Gambar 62. Delta Cuspate
Sumber : https://andimanwno.wordpress.com/2021/03/24/perairan-darat-klasifikasi-

jenis-jenis-sungai/

• Delta Estuarine, yaitu delta yang terbentuk di wilayah muara yang
memanjang dan sempit. Contoh delta estuarine adalah Delta
Amazon dan Pearl.

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 53

Gambar 63. Delta Estuarine
Sumber : https://andimanwno.wordpress.com/2021/03/24/perairan-darat-klasifikasi-

jenis-jenis-sungai/

e) Pola Aliran Sungai
1) Pola aliran dendritik
Sungai yang umum dijumpai. Daerah aliran sungainya luas, aliran sungai
konsekuen, dan anak-anak sungainya mirip cabang atau akar pohon.
Terbentuk pada daerah dengan kemiringan struktur batuan yang hamper
horizontal dan memiliki tingkat resistensi batuan yang seragam.

Gambar 64. Pola aliran dendritik
Sumber : www.lets-sekolah.blogspot.com

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 54

2) Pola aliran trellis
Banyak ditemukan di daerah yang memiliki struktur perlipatan dan daerah
pesisir. Pola trelis terbentuk di area bidang perlapisan yang tersingkap
panjang dan sejajar. Pola ini menunjukkan desain geometris berbentuk
persegi dari jaringan konsekuen dan anak-anak sungai. Anak-anak sungai
ini hampir membentuk sudut 90° terhadap sungai induknya dengan
panjang yang relatif sama.

Gambar 65. Pola aliran trelis
Sumber : www.aditiamuhamad.blogspot.com

3) Pola aliran rectangular
Terbentuk akibat adanya patahan atau rekahan pada permukaan suatu
area. Juga memiliki geometri berbentuk persegi dengan sudut 90° Berbeda
dengan trelis, pola ini sangat dipengaruhi oleh keberadaan struktur batuan
sehingga terkadang tidak ada jaringan antarsungai. Ruang antar sungai
memiliki jarak lebih lebar antara sungai satu dengan berikutnya.

Gambar 66. Pola aliran rektangular

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 55

Sumber : www.lets-sekolah.blogspot.com

4) Pola aliran parallel
Pola aliran sungai yang arah alirannya hampir sejajar dengan sungai
induk. Terbentuk di daerah dengan batuan seragam dengan kemiringan
yang sama. Umumnya terbentuk di wilayah pesisir yang sempit atau
lereng perbukitan yang panjang.

Gambar 67. Pola aliran paralel
Sumber : www.gurugeografi.id

5) Pola aliran radial sentripetal
Pola aliran yang ditemukan di daerah topografi seperti kubah, bukit
terisolasi, atau kerucut vulkanik dengan lereng divergen yang ditemukan
disemua arah. Daerah aliran sungai berasal dari puncak topografi dan
menyebar ke segala arah dari atas dataran tinggi.

Gambar 68. Pola aliran sentripetal
Sumber : www.fastrans.blogspot.com

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 56

6) Pola aliran radial
Terbentuk pada sungai-sungai dari arah yang berbeda bertemu di dalam
satu cekungan, seperti laut pedalaman, danau, atau cekungan struktural.

Gambar 69. Pola aliran radial
Sumber : www.lunu.blogspot.com

7) Pola anular
Pola anular melingkar menunjukkan aliran konsentrasi sungai di sekitar
dataran tinggi. Umumnya terjadi ketika batuan keras dan lunak tersusun
dalam bentuk konsentris di sebuah struktur seperti kubah.

Gambar 70. Pola aliran anular
Sumber : www.lunu.blogspot.com

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 57

8) Pola pinnate
Pola pengaliran anak-anak sungai yang bermuara ke sungai induk
membentuk sudut lancip. Banyak ditemui di daerah yang memiliki
lereng tinggi dan curam.

Gambar 71. Pola aliran pinnate
Sumber : www.lunu.blogspot.com

Pada skala detail sampai semi detail pola aliran dapat memberikan
cerminan tentang karateristik geomorfologi, struktur geologi, batuan, serta
tafsiran lainnya tentang permukaan bumi. Bermacam pola aliran akan menjadi
dasar penafsiran karakteristik keruangan muka bumi. Macam pola aliran telah
dijelaskan pada gambar-gambar diatas, sementara karakteristik dan wilayah
perkembangannya disajikan pada Tabel berikut.

Tabel 2. Macam Pola Aliran, Karakteristik, dan Wilayah Perkembangannya

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 58

E. Daerah Aliran Sungai (DAS)
Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah kesatuan ekosistem yang

dibatasi oleh pemisah topografi, berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan, dan
penyalur air, sedimen, serta unsur hara dalam sistem sungai yang keluar melalui
outlet tunggal (Sudjarwadi,1985). Konsep DAS ini dijadikan sebagai satuan untuk
mengkaji runoff mengingat runoff mengalir dalam jaringan alur sungai. Kata lain
DAS adalah daerah pengaliran sungai (DPS), river basin, drainage basin catchment
area, watershed. Berdasarkan definisinya, DAS dapat dipandang dalam tiga hal
berikut.
1. Bentanglahan (landscape) yang dibatasi oleh pemisah topografi, sebagai

bentang lahan mempunyai fungsi keruangan, produksi, dan habitat.
2. Kesatuan ekosistem, tempat berlangsunganya interaksi, interdependensi dan

interrelasi komponen-komponen lingkungan.
3. Sistem hidrologis, sebagai suatu sistem ada masukan berupa hujan, proses dan

keluaran berupa runoff, sedimen, uap air serta unsur hara.
Gambar 72 berikut dapat memberikan ilustrasi bagaimana konsep tentang ruang
DAS.

Gambar 72. Ilustrasi 2 Buah Daerah Aliran Sungai
Sumber: https://dokumen.tips/documents/morfometri-daerah-aliran-sungai.html

Memperhatikan ilustrasi tersebut dalam DAS nampak ada lembah, sistem
sungai, pegunungan dan igir pegunungan. Igir pegunungan membatasi system
sungai, batas tersebut disebut river divide. Sistem sungai terbagi menjadi 3 bagian.
Pertama adalah daerah upstream berupa daerah pegunungan dan perbukitan yang
merupakan daerah sumber runoff dansedimen. Kedua adalah daerah downstream
berupa dataran yang merupakan daerah transfer runoff dan sedimen. Ketiga daerah

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 59

estuary daerah pertemuan aliran sungai dengan laut pada umumnya berupa delta
sungai.

Kecepatan aliran sungai dipengaruhi oleh topografi wilayah aliran. Pada
wilayah lahan atas atau upstream dengan reliaf bergunung terjal sampai berbukit
akan memiliki aliran yang cepat. Aliran cepat ini akan menggerus dasar sungai
secara vertikal. Hal ini menjadikan lembah-lembah sungai yang sempit dan dalam
yang dikenal dengan lembah bentuk V tajam. Untuk wilayah lahan tengah dengan
relief beregelombang sampai berombak, akan memiliki aliran yang lebih lambat.
Aliran sedang ini akan menggerus dasar sungai secara vertikal membentuk lembah
U tajam.

Untuk wilayah lahan bawah downstream dan estuari dengan reliaf berombak
sampai datar, akan memiliki aliran yang lambat. Aliran lambat ini akan menggerus
dasar sungai secara horisontal sehingga membentuk lembah U halus. Gambar 73
menyajikan ilustrasi topografi DAS beserta penampang reliefnya.

Gambar 73. Ilustrasi Topografi DAS Beserta Penampang Reliefnya
Sumber: https://dokumen.tips/documents/morfometri-daerah-aliran-sungai.html

DAS merupakan sistem jaringan runoff atau sungai. Sebagai sistem jaringan,
maka diperlukan adanya pembagian tingkatan segmen sungai supaya dapat
diidentifikasi secara baik. Hal ini dikenal sebagai orde sungai. Dalam penentuan
orde sungai ada banyak pendapat ahli seperti disajikan Gambar 74 berikut.

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 60

Gambar 74. Orde Sungai berdasarkan pendapat para ahli (a) Strahler, (b) Horton,
(c) Shreve, (d) Scheidegger

Sumber: https://dokumen.tips/documents/morfometri-daerah-aliran-sungai.html

Pada umumnya untuk memahami karakteristik DAS digunakan pendekatan
morfometri. Morfometri berkaitan dengan ukuran bentuklahan atau karakteristik
muka bumi secara kuantitas. Beberapa yang perlu dipertimbangkan dalam
morfometri DAS adalah sebagai berikut.
1. Daerah Pengaliran, mencerminkan volume air yang dapat dihasilkan dari

curah hujan yang jatuh pada wilayah tersebut.
2. Panjang DAS, didefinisikan sebagai jarak yang diukur sepanjang sungai

utama dari outlet hingga batas DAS. Panjang DAS digunakan dalam
perhitungan waktu tempuh yang dibutuhkan oleh air untuk mengalir di dalam
DAS.
3. Kemiringan DAS. Mencerminkan tingkat perubahan elevasi dalam jarak
tertentu sepanjang arah aliran utama.
4. Kerapatan aliran, merupakan ukuran panjang aliran per unit daerah
pengaliran atau sub DAS.
5. Bentuk DAS. Bentuk DAS daat mencerminkan bagaimana aliran air dapat
mencapai outlet DAS (lihat Gambar 75).
6. Unsur non morfometri penting lainnya adalah penggunaan lahan dan curah
hujan di dalam DAS.

Gambar 75. Bentuk DAS (a) bulu burung, (b) radial, (c) paralel
Sumber: Sosrodarsono dan Takeda , 1977

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 61

IV. Perairan Darat Untuk Kehidupan Manusia
A. Konservasi Air Tanah
1) Pengertian Konservasi Air Tanah
Konservasi air tanah adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan
keadaan, sifat, dan fungsi air tanah agar senantiasa dalamkuantitas dan kualitas
yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu
sekarang maupun yang akan datang.
2) Konservasi Air Tanah
Konservasi air tanah antara lain mencakup kegiatan sebagai berikut :
h) Perlindungan air tanah
Upaya perlindungan air tanah dapat dilakukan dengan menetapkan
kawasan lindung air tanah pada suatu wilayah cekungan air tanah atau
kawasan sempadan mata air.
i) Pelestarian air tanah
Upaya – upaya pelestarian air tanah dapat berupa kegiatan pelestarian
fungsi daerah imbuhan air tanah dengan vegetasi (reboisasi, pembuatan
hutan kota, dan pembuatan jalur hijau), dan teknologi (pembuatan sumur
resapan air hujan) serta membuat peraturan tentang luasan lahan
bangunan.
j) Pengawetan air tanah
Upaya- upaya yang dapat dilakukan untuk pengawetan air tanah,antara
lain menghemat penggunaan air tanah, sosialisasi gerakan hemat air,
pemanfaatan air tanah untuk air minum menjadi prioritas utama

B. Konservasi Daerah Aliran Sungai ( DAS )
Konservasi DAS adalah upaya-upaya pelestarian lingkungan DAS dengan

tetap memperhatikan manfaat yang bisa didapatkan pada saat itudengan cara tetap
mempertahankan keberadaan setiap komponen ekosistemnya untuk pemanfaatan
di masa yang akan datang. Tujuan konservasi DAS adalah untuk membina
kelestarian dan keserasian ekosistem DAS serta meningkatkan pemanfaatan
sumberdaya alam bagi manusia secara berkelanjutan.

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 62

C. Manfaat Sungai
Sungai merupakan salah satu sumber air yang dapat digunakan untuk

mencukupi kehidupan manusia. Pemanfaatannyapun cukup mudah karena
merupakan aliran permukaan. Beberapa manfaat sungai bagi manusia antara lain
sebagai berikut :
1) Sumber Pengairan.

Beberapa sungai yang memiliki aliran yang cukup besar dapat dimanfaatkan
sebagai sumber untuk kegiatan pengairan pertanian. Agar dapat mengairi lahan
pertanian yang luas biasanya kemudian dibuat waduk.

Gambar 76. Manfaat Sungai untuk Pengairan

2) Bahan-bahan bangunan.
Material sungai seperti pasir, batu kali, dan kerikil yang dapat dimanfaatkan
sebagai bahan-bahan bangunan.

3) Sumber mata pencarian penduduk
Cukup banyak kegiatan ekonomi penduduk yang memanfaatkan sungai.
Beberapa kegiatan tersebut misalnya penambangan pasir dan batubatu,
pencarian bijih emas, intan, timah aluvial, dan perikanan.

4) Sumber pembangkit tenaga listrik
Air sungai dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik.
Pembangkit tenaga listrik dapat dibangun dengan memanfaatkan air terjun
sungai. Selain itu sungai yang dibendung menjadi waduk, pada saluran
pengeluaran air di bagain bawah juga dapat dimanfaatkan sebagai penggerak
turbin pembangkit listrik.

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 63

Gambar 77. Manfaat Sungai untuk PLTA

5) Menyuburkan tanaman.
Kandungan mineral yang terdapat di dalam air sungai dapat dimanfaatkan oleh
tumbuhan untuk meningkatkan kesuburannya karena unsur-unsur tersebut
sangat dibutuhkan tanaman

6) Dataran aluvial yang subur sebagai hasil pengendapan air sungai dapat
dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

7) Kebutuhan proses industri.
Bagi kelangsungan suatu industri yang banyak memerlukan air, seperti industri
bata dan genting, sungai mempunyai arti yang sangat penting

8) Sarana transportasi.
Pada beberapa sungai yang memiliki debit besar dapat pula dimanfaatkan
sebagai saran transportasi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain,
dengan memanfaatkan perahu.

Gambar 78. Manfaat Sungai untuk Transportasi

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 64

D. Lembaga Yang Menyediakan dan Memanfaatkan Data Hidrologi di
Indonesia
a. Pusat penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Badan penelitian ini
bertugas melaksanakan penelitian, pengembangan serta penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi di bidang sumberdaya air.
b. Balai Besar Wilayah Sungai, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat. Badan ini bertugas mengelola seluruh sungai yang ada di Indonesia.
Contohnya : Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak mengelola Sungai
Progo, Serayu, dan Opak di wilayah DIY. Adapun kegiatan yang dilakukan
antara lain: pengelolaan sumberdaya air, terkait aspek konservasi sumberdaya
air, aspek pendayagunaan sumberdaya air, aspek pengendalian, dan
penanggulangan daya rusak air, aspek peningkatan ketersediaan dan
keterbukaan data dan informasi sumberdaya air, dan aspek pemberdayaan dan
peningkatan peran masyarakat, dunia usaha dan pemerintahan.
c. Badan Informasi Geospasial (BIG)
Badan ini memerlukan data yang terkait dengan hidrologi, curah
hujan,oseanografi yang nantinya dapat digunakan untuk pemetaan dalan kajian
hidrologi.
d. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Badan ini memanfaatkan data terkait hidrologi di suatu wilayah terkait dengan
potensi wilayah yang rawan terhadap bencana, baik bencana banjir, longsor,
maupun kekeringan.
e. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Badan ini memanfaatkan data hidrologi di suatu wilayah yang nantinya dapat
digunakan untuk memberikan data informasi perkiraan iklim, cuaca,
maritim,potensi bencana tsunami di wilayah Indonesia.
f. Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal)Pushidosal
menyediakan data dan informasi hidrooseanografi yang akurat dan mutakhir
sebagai data dasar yang akan digunakan sebagai bahan analisis strategi
pertahanan nasional.

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 65

V. Tes Sumatif
1. Perhatikan gambar berikut!

Pola aliran sungai yang terbentuk di daerah kubah dengan anak sungai
membentuk pola seperti pada gambar tersebut adalah...
a. rektanguler
b. dendritik
c. pinnate
d. anular
e. trellis
2. Perhatikan ciri-ciri aliran sungai berikut.
(1) aliran-aliran sungai meninggalkan pusat
(2) aliran-aliran sungai menuju pusat
(3) pola aliran terbentuk di daerah kubah seperti gunung
(4) pola aliran terbentuk di daerah basin seperti cekungan
Ciri-ciri pola aliran sentrifugal ditunjukkan oleh nomor...
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 1 dan 4
d. 2 dan 3
e. 2 dan 4

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 66

3. Perhatikan gambar berikut.

Pola aliran sungai yang terbentuk di daerah struktur batuan sedimen dengan anak
sungai membentuk pola seperti pada gambar tersebut adalah...
a. rektanguler
b. dendritik
c. anular
d. trellis
e. pinnate
4. Perhatikan gambar berikut.

Pola aliran sungai yang terbentuk di daerah patahan dengan anak sungai
membentuk pola seperti pada gambar tersebut adalah...
a. rektanguler
b. dendritik
c. pinnate
d. anular
e. trellis

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 67

5. Perhatikan gambar berikut.

Pola aliran sungai yang terbentuk di daerah cekungan atau danau dengan anak
sungai membentuk pola seperti gambar tersebut adalah...
a. radial sentrifugal
b. radial sentripetal
c. rektangular
d. dendritik
e. trelis
6. Aliran sungai yang banyak dijumpai di daerah ledok atau cekungan, biasanya
memiliki pola aliran...
a. Anular
b. Pinnate
c. Dendritik
d. Radial sentrifugal
e. Radial sentripetal
7. Pola aliran sungai dipengaruhi oleh morfologi dan struktur geologi. Pola aliran
sungai di wilayah dataran yang relatif landai adalah...
a. Pola dendritik
b. Pola radial
c. Pola annular
d. Pola trellis
e. Pola pinate

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 68

8. Perhatikan gambar berikut.

Sungai-sungai di daerah pada gambar membentuk pola aliran...
a. radial sentripetal
b. radial sentrifugal
c. rektangular
d. dendritik
e. anular
9. Perhatikan gambar pola aliran sungai berikut!

Pola aliran sungai pada gambar terbentuk di daerah....
a. lembah berbentuk cekungan
b. pegunungan lipatan
c. pegunungan tua
d. dataran rendah
e. dataran tinggi

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 69

10. Perhatikan gambar pola aliran berikut.

Pola aliran trelis ditunjukkan angka...
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 70

GLOSARIUM

Airtanah (groundwater) : adalah air yang bergerak dan berada di bawah permukaan
tanah di dalam zona jenuh (saturation zone) dimana tekanan
Akuifer hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer
: batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan air
Akuifug dalam jumlah yang berarti. Contoh : pasir, batupasir, kerikil,
Akuiklud batugamping.
: batuan yang tidak dapat menyimpan dan mengalirkan air.
Akuitar Contoh : granit, batuan beku yang kompak dan padat
: batuan yang mampu menyimpan air tetapi tidak dapat
Aliran dasar (baseflow) mengalirkannya dalam jumlah yang berarti. Contoh :
lempung, lanau, tuf halus, serpih.
Annular : batuan yang mampu menyimpan air tetapi hanya dapat
Centrifugal mengalirkan air secara terbatas. Contoh : pasir lempungan,
Centripetal batupasir lempungan.
Dendritik : adalah aliran air yang berasal dari airtanah (groundwater)
Distributary yang ada dalam akuifer disekitar alur sungai, muncul pada
Evapotranspirasi alur sebagai matair (spring) yang selanjutnya disebut aliran
dasar
: Sungai utama melingar dengan anak sungai yang
membentuk sudut hampir tegak lurus
: Mengalir dari tinggian, kemudian disatukan dalam alur
yang tegak lurus
: Sungai yang mengalir memusat dari berbagi arah
: Pola pengaliran membentuk percabangan menyebar seperti
pohon
: Bersumber dari satu lokasi, alurnya menyebar ke area yang
sama
: adalah gabungan dari Penguapan dari tubuh air di
permukaan seperti laut,danau, sungai dan permukaan
tanaman (evaporasi dengan transpirasi)

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 71

Geohidrologi : khusus mempelajari air dibawah permukaan tanah pada

zone jenuh air.

Hidrometeorologi : khusus mempelajari masalah-masalah yang ada antara

meteorologi dan hidrologi.

Interflow & Throughflow : yaitu aliran air berasal dari lapisan tanah tidak jenuh air

yang muncul kepermukaan lereng dan mengalir menuju alur

sungai, pemunculannya disebut rembesan (seepage)

Kriologi : khusus mempelajari es dan salju.

Limnologi : khusus mempelajari air yang relatif diam seperti air danau.

Overlandflow : adalah aliran air yang mengalir diatas permukaan tanah

menuju alur sungai

Paralel : Anak sungai relatif saling sejajar, bermuara pada sungai

utama cenderung tegak lurus sampai bersudut lancip

Potamologi : khusus mempelajari aliran air permukaan dalam alur

Radial : Mengalir ke segala arah dari satu area

Rectangular : Percabangan sungai membentuk sudut yang hampirtegak

lurus dari dua sisi/arah yang berla wanan

River divide : adalah Igir pegunungan membatasi sistem sungai.

Runoff : adalah bagian dari hujan (hujan dikurangi oleh

evapotranspirasi dan kehilangan air lainnya) yang mengalir

dalam alur sungai karena gaya gravitasi.

Trellis : Percabangan anak sungai dan sungai utama hampir tegak

lurus, sungai-sungai utama sejajar atau hampir sejajar

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 72

DAFTAR PUSTAKA
Anjani, Eni dan Haryanto Tri. 2016. Geografi X Untuk SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan,

Departemen Pendidikan Nasional
Shindu, Yasinto dan Sunaryo. 2016. Mandiri Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta:

Erlangga
Utoyo, Bambang. 2006. Geografi Membuka Cakrawala Dunia. Jakarta: Pusat Perbukuan,

Departemen Pendidikan Nasional
Waluya, Bagja.2009. Memahami Geografi SMA/MA 1 Semester 1dan 2. Jakarta: Pusat

Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Somantri, Lili dan Huda, Nurul. 2016. Aktif dan Kreatif Belajar Geografi untuk SMA/MA

Kelas X Peminatan Ilmu-ilmu Sosial.
Sinartejo, Wisnu. 2019. GEO LEARNING, Bahan Ajar Geografi Kelas X
https://andimanwno.wordpress.com/2021/03/22/perairan-darat-air-tanah-ground-water/

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 73

LAMPIRAN (LKPD & RPP)

Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik 1

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas

Tahun Pelajaran : 2020/2021

Kelas/Semester : X/Genap

Mata Pelajaran : Geografi

Materi Pokok : Dinamika Hidrosfer

Sub Materi : Dinamika Perairan Darat

Tujuan Pembelajaran : Setelah aktifitas pembelajaran berlangsung, Peserta didik mampu

menjelaskan dan menganalisis karakteristik perairan darat, potensi dan

persebaran perairan darat, dan pemanfaatan perairan darat secara aktif,

disiplin, jujur, dan bertangung jawab

Petunjuk:

1. Diskusikanlah bersama kelompok masing-masing dan kerjakan aktivitas berikut dengan

kerjasama yang baik serta rasa tanggung jawab yang tinggi!

Aktivitas:

1) Mengidentifikasi masalah setelah melihat sajian guru berupa gambar/foto/video

tentang perairan darat.

2) Menginventarisasi permasalah yang muncul berkaitan dengan perairan darat

3) Memilih satu permasalah untuk dipecahkan dalam kelompok

4) Menerima satu permasalahan yang telah ditemukan guru

5) Diskusi dan presentasi.

2. Jika ada yang kurang jelas, silakan ditanyakan sebelum menyelesaikan tugas!

Media Yang Digunakan:
A. Gambar/ Foto-foto/Video tentang perairan darat
B. HP/Android, Internet
C. Kertas kerja

Prosedur Kegiatan:

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 74

1. Mengamati kembali gambar/foto-foto/video perairan darat.

2. Isilah!

No Nama Badan Air (Tulis Deskripsi Contoh

nomor dan nama)

Perairan darat di atas permukaan tanah

1 1 (Sungai)

2

3

dst

Perairan darat di bawah permukaan tanah

Perairan Laut

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 75

3. Menguraikan Pola Aliran Sungai Deskripsi Topografi Daratan
No Nama Pola Aliran Sungai yang Sesuai

1

2

3

4

5

6

4. Mengidentifikasi persebaran dan manfaat perairan darat!

No Nama Badan Air Persebaran Pemanfaatan

Perairan darat di atas permukaan tanah

1

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 76

2
3
4

Perairan darat di bawah permukaan tanah
1

2

5. Manfaatkan internet melalui HP/Android atau labtop untuk mencari maupun
melengkapi alternatif pemecahan masalah.

6. Mempresentasikan hasil diskusi/kerja kelompok

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 77

Lembar Kerja Peserta Didik 2

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas

Tahun Pelajaran : 2019/2010

Kelas/Semester : X/Genap

Mata Pelajaran : Geografi

Materi Pokok : Dinamika Hidrosfer

Sub Materi : Dinamika Perairan Darat

Tujuan Pembelajaran : Melalui pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning,

peserta didik mampu menjelaskan macam-macam, karakteristik DAS,

menganalisis pengaruh DAS terhadap potensi banjir, serta

mengidentifikasi lembaga-lembaga yang menyediakan dan

memanfaatkan data hidrologi di Indonesia pemanfaatan perairan darat

secar a aktif, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

Petunjuk:
1. Diskusikanlah bersama kelompok masing-masing dan kerjakan aktivitas berikut dengan

kerjasama yang baik serta rasa tanggung jawab yang tinggi!
Aktivitas:
1) Mengidentifikasi masalah setelah melihat sajian guru berupa gambar/foto/video

tentang Daerah Aliran Sungai (DAS)
2) Menginventarisasi permasalahan yang muncul berkaitan dengan Daerah Aliran

Sungai (DAS)
3) Memilih satu permasalah untuk dipecahkan dalam kelompok
4) Menerima satu permasalahan yang telah ditemukan guru
5) Diskusi dan presentasi.

Media dan alat yang digunakan:
1) Buku Geografi Kelas X
2) HP/Android
3) Internet
4) Kertas kerja

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 78

Prosedur Kegiatan:
1. Menggali informasi melului buku dan internet.
2. Mengidentifikasi bentuk DAS

a) Dengan memperhatikan gambar di atas, rumuskan pengertian DAS menurut Anda!
b) Jelaskan perbedaan antara Sungai dengan Daerah Aliran Sungai (DAS)!

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 79

3. Perhatikan gambar macam DAS berikut!

Nama Bentuk DAS Potensi Banjir Upaya Pemecahan
Masalah

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 80

RPP MERDEKA BELAJAR
KURIKULUM PENYEDERHANAAN/ MASA BELAJAR DI RUMAH

TAHUN 2020/2021

Satuan Pendidikan : SMAS Perguruan Rakyat 3 Jakarta

Mata Pelajaran : Geografi

Kelas/Semester :X/2

Materi : Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Alokasi Waktu : 2 X 45 menit (2 JP)

Tujuan Pembelajaran :

Siswa mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif dalam proses belajar mengajar

melalui model Problem Based Learning sehingga mampu Menjelaskan siklus hidrologi,

Mengklasifikasi ciri dan pola aliran sungai & Menganalisis penyebab kerusakan dan upaya pelestarian

DAS serta contoh penerapannya dalam kehidupan.

KEGIATAN DEKSRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan
1. Memberi salam, cek kehadiran, berdo’a dan mengondisikan suasana 10’

belajar yang menyenangkan; memininta kepada seorang siswa untuk

memberikan kata-kata motivasi pagi/ atau yel-ye IPS jaya/
“keinginanku”/ coffee morning”

2. menyampaikan kompetensi yang akan dicapai

3. menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan

dilakukan; dan

Kegiatan Inti 4. menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan. 60’
1. Tayangan stimulus berupa :

a. Gambar, video dan atau cuplikan berita surat kabar tentang bencana

banjir bandang

b. Peta dan gambar Aliran Sungai

c. Gambar bencana banjir, kerusakan dan pelestarian DAS

2. Mengarahkan siswa dalam diskusi terbuka/terbimbing tentang ruang

lingkup dinamika perairan darat, aliran sungai dan kerusakan DAS

3. Siswa diminta untuk mencari sumber bahan ajar, mempelajarinya,

membuat resume dan membuat laporan tertulis atau pun paparan mandiri

tentang ruang lingkup dinamika perairan darat, aliran sungai dan

kerusakan DAS.

4. Peserta didik menyelesaikan LKPD pengetahuan dasar (terlampir).

5. Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab ruang lingkup dinamika

Penutup perairan darat, aliran sungai dan kerusakan DAS. 20’

1. Umpan balik, tanyakan, akomodir jawaban, beri penguatan
2. Penilaian LKPD, “keren” “mantap” “lebih baik” “saya bangga”

3. Mengingatkan materi dan bahan ajar berikutnya

4. Guru menutup pelajaran dengan hamdalah dan berdoa

Penilaian 1. Sikap : Tabel ceklist sikap

2. Pengetahuan : LKPD

3. Keterampilan : Produk paparan gambar tabel via email atau di google

classroom

Jakarta,15 Juni 2020

Kepala SMAS Perguruan Rakyat 3 Guru Mata Pelajaran Geografi

Dhani Madsyah, S.Pd Trio Mardiansyah, S.Pd
NIP. - NIP. -

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 81

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMAS Perguruan Rakyat 3 Jakarta
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X/Genap
Materi Pokok : Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan

Alokasi Waktu : 7 Minggu x 3 Jam pelajaran @ 45 Menit

A. Kompetensi Inti
• KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.Menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa,
negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
• KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
• KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif,
serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator

3.7. Menganalisis dinamika • Mengamati gambar, foto, dan/atau menyaksikan tayangan video
hidrosfer dan dampaknya tentang dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
terhadap kehidupan
• Mendefinisikan tentang dinamika hidrosfer dan dampaknya
terhadap kehidupan

• Mengidentifikasikan tentang dinamika hidrosfer dan dampaknya
terhadap kehidupan

• Mengidentifikasi jenis perairan darat
• Mendeskripsikan tentang dinamika hidrosfer dan dampaknya

terhadap kehidupan
• Mengklasifikasikan tentang siklus hidrologi
• Mengklasifikasi ciri dan pola aliran sungai
• Menganalisis tabulasi data dan informasi tentang potensi, sebaran,

dan pemanfaatan perairan darat
• Menganalisis penyebab kerusakan dan upaya pelestarian DAS
• Menguraikan hasil analisa data dan informasi tentang konservasi

air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)
• Mengasosiasikan uraian data dan informasi tentang lembaga-

lembaga yang menyediakan dan memanfaatkan data hidrologi di
Indonesia
• Mendiskusikan dan membuat laporan tentang dinamika hidrosfer
dan dampaknya terhadap kehidupan
• Menyimpulkan hasil asosiasi data dan informasi tentang dinamika
hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
• Menjelaskan siklus hidrologi

4.7. Menyajikan proses dinamika • Memverifikasi kesimpulan data dan informasi tentang dinamika
hidrosfer menggunakan peta, hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
bagan, gambar, tabel, grafik,
video, dan/atau animasi • Mempresentasikan hasil verifikasi data tentang dinamika hidrosfer
dan dampaknya terhadap kehidupan

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 82

• Menyampaikan laporan hasil diskusi tentang dinamika hidrosfer
dan dampaknya terhadap kehidupan dilengkapi peta, gambar, tabel,
grafik, video, dan/atau animasi

• Mengomunikasikan hasil analisisnya dalam bentuk tulisan mapun
lisan yang dilengkapi/ dibantu dengan gambar, ilustrasi, Forum
untuk menyampaikan gagasan dapat menggunakan forum diskusi,
diunggah di internet, lomba menulis artikel, dan lain-lain

• Membuat kreativitas animasi atau audio visual tentang dinamika
hidrosfer yang kemudian diunggah di internet.

• Membuat model 3 dimensi daerah aliran sungai (DAS)

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

1. Memahami dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
2. Mengidentifikasi jenis perairan darat
3. Mendeskripsikan tentang dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
4. Mengklasifikasikan tentang siklus hidrologi
5. Mengklasifikasi ciri dan pola aliran sungai
6. Mengklasifikasi jenis-jenis laut
7. Menganalisis tabulasi data dan informasi tentang potensi, sebaran, dan pemanfaatan perairan darat
8. Menganalisis penyebab kerusakan dan upaya pelestarian DAS
9. Menjelaskan siklus hidrologi
10. Menyajikan laporan hasil diskusi tentang dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan

dilengkapi peta, gambar, tabel, grafik, video, dan/atau animasi

D. Materi Pembelajaran

1. Fakta:

- Perairan darat
- Aliran sungai
- Kerusakan DAS

2. Konsep:

- Hidrologi
- DAS

3. Prinsip:

- Siklus hidrologi
- Jenis-jenis perairan darat
- Ciri dan pola aliran sungai

4. Prosedur:

Upaya pelestarian DAS dan pencegahan banjir

- Siklus Hidrologi
- Jenis-Jenis Perairan Darat

1. Air Tanah
2. Danau
3. Rawa
- Jenis-Jenis Perairan Darat
• Sungai
• Daerah Aliran Sungai

E. Metode Pembelajaran : Saintifik
1) Pendekatan : Problem Based Learning (PBL)
2) Model Pembelajaran : Tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran
3) Metode

F. Media, Alat, Bahan dan Sumber Pembelajaran
Media :

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 83

➢ Worksheet atau lembar kerja (siswa)
➢ lembar penilaian
➢ Cetak: buku, modul, brosur, leaflet, dan gambar.
➢ Manusia dalam lingkungan: guru, pustakawan, laboran, dan penutur nativ.

Alat/Bahan :
➢ Penggaris, spidol, papan tulis, Laptop & infocus, Audio: kaset dan CD.
➢ Audio-cetak: kaset atau CD audio yang dilengkapi dengan teks.
➢ Proyeksi visual diam: OUT dan film bingkai.
➢ Proyeksi audio visual: film dan bingkai (slide) bersuara.
➢ Audio visual gerak: VCD, DVD, dan W.
➢ Visual gerak: film bisu.
➢ Objek fisik: Benda nyata, model, dan spesimen.
➢ Komputer.

G. Sumber Belajar
➢ Buku Geografi Siswa Kelas X, Kemendikbud, tahun 2013
➢ Pengalaman peserta didik dan guru

H. Langkah-langkah Pembelajaran

6. Pertemuan Ke-6 (3 x 45 Menit)

Guru : Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
Orientasi
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk
● memulai pembelajaran
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik
Aperpepsi dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
● Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.

● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-
● hari.
Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka
Motivasi peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)




● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
● Mengajukan pertanyaan

Pemberian Acuan

● Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
● Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang

berlangsung

● Pembagian kelompok belajar
● Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

Sintak Model Kegiatan Inti ( 105 Menit )
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN LITERASI

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 84

Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi
(stimullasi/ Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan cara :
pemberian → Melihat (tanpa atau dengan Alat)
rangsangan)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
Problem
statemen → Mengamati
(pertanyaan/
identifikasi ● Lembar kerja materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)
masalah) ● Pemberian contoh-contoh materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Data untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb
collection → Membaca.
(pengumpulan
data) Kegiatan literasi ini dilakukan di rumah dan di sekolah dengan membaca materi dari buku
paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan
Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

→ Menulis

Menulis resume dari hasil pengamatan dan bacaan terkait Konservasi air tanah dan Daerah
Aliran Sungai (DAS)
→ Mendengar

Pemberian materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) oleh guru.

→ Menyimak

Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai
materi :
Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

untuk melatih rasa syukur, kesungguhan dan kedisiplinan, ketelitian, mencari informasi.

CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan
belajar, contohnya :
→ Mengajukan pertanyaan tentang materi :

Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi
tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang
bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan
pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang
hayat.
KEGIATAN LITERASI

Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah
diidentifikasi melalui kegiatan:
→ Mengamati obyek/kejadian

Mengamati dengan seksama materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)
yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi yang disajikan dan
mencoba menginterprestasikannya.

→ Membaca sumber lain selain buku teks

Secara disiplin melakukan kegiatan literasi dengan mencari dan membaca berbagai
referensi dari berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang
materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sedang dipelajari.

→ Aktivitas

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 85

Data Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan
processing mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi
(pengolahan Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sedang dipelajari.
Data) → Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran
Verification Sungai (DAS) yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru.
(pembuktian)
COLLABORATION (KERJASAMA)

Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk:
→ Mendiskusikan

Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai
materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)
→ Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai
(DAS) yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi dan menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
→ Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan materi dengan rasa
percaya diri Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) sesuai dengan
pemahamannya.
→ Saling tukar informasi tentang materi :
Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah
pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan
menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar
kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,
menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan
belajar dan belajar sepanjang hayat.
COLLABORATION (KERJASAMA) dan CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
→ Berdiskusi tentang data dari Materi :

Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

→ Mengolah informasi dari materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)
yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari
kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung
dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.

→ Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi Konservasi air tanah dan Daerah
Aliran Sungai (DAS)

CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya
dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
→ Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat

mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada
yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif
dalam membuktikan tentang materi :
Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 86

Generalization antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal
(menarik kesimpulan) yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)

Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan

→ Menyampaikan hasil diskusi tentang materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran
Sungai (DAS) berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau
media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan.

→ Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang materi :

Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

→ Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentanag materi Konservasi air
tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ditanggapi oleh kelompok yang
mempresentasikan.

→ Bertanya atas presentasi tentang materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai
(DAS) yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.

CREATIVITY (KREATIVITAS)

→ Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran
yang baru dilakukan berupa :
Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi :

Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

→ Menjawab pertanyaan tentang materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai
(DAS) yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah
disediakan.

→ Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan beberapa pertanyaan
kepada siswa berkaitan dengan materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai
(DAS) yang akan selesai dipelajari

→ Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran
Sungai (DAS) yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang
telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi
pelajaran.

Catatan : Selama pembelajaran Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) berlangsung, guru
mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya diri,
berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan

Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik :

● Membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran tentang materi Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang baru
dilakukan.

● Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai
(DAS) yang baru diselesaikan.

● Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada
pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.

Guru :

● Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran Konservasi air tanah
dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

● Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf
serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas

● Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS)
kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 87

I. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Jakarta,15 Juni 2020
1. Teknik Penilaian (terlampir) Guru Mata Pelajaran Geografi

Kepala SMAS Perguruan Rakyat 3 Trio Mardiansyah, S.Pd
NIP. -
Dhani Madsyah, S.Pd
NIP. -

TRIO MARDIANSYAHMATERI AJAR KB 1 MODUL 5 – TRIO MARDIANSYAH 88


Click to View FlipBook Version