The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

3.1 Proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fitra Devita Rahman, 2021-01-02 02:52:28

Proses Masuk dan Perkembangan Penjajahan bangsa Portugis ke Indonesia

3.1 Proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia

Keywords: penjajahan portugis,Penajajahan di Maluku,penjajahan di Sunda Kelapa,Alfonso de Albuquerque,Vasco da Gama

PROSES MASUK DAN
PERKEMBANGAN
PENJAJAHAN
BANGSA PORTUGIS KE
INDONESIA

FITRA DEVITA RAHMAN
(190210302001)

BIODATA
PENULIS

NAMA: FITRA DEVITA RAHMAN
(190210302001)

TEPAT, TANGGAL LAHIR: BANYUWANGI,
10 MEI 2001

RIWAYAT PENDIDIKAN:
MI AL-HIDAYAH 2 (2008-2013)
SMPN 2 SILIRAGUNG (2013-2016)
SMAN 1 PESANGGARAN (2016-2019)
UNIVERSITAS JEMBER (2019-SEKARANG)

KOMPETENSI INTI
DAN KOMPETENSI

DASAR

Kompetensi Inti

3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Kompetensi Dasar

3.1 Menganalisis proses masuk dan perkembangan
penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda,
Inggris) ke Indonesia

PETA
KONSEP

Proses masuk dan
perkembangan

penjajahan bangsa
Portugis ke Indonesia

Proses masuk Perkembangan
bangsa Portugis ke penjajahan bangsa

Indonesia Portugis ke In

DAFTAR
ISI

Biodata penulis 2
3
KI DAN KD 4
5
Peta Konsep
Daftar Isi 6

Proses Masuk bangsa Portugis 8
ke Indonesia 12
12
Perkembangan Penjajahan
bangsa Portugis ke Indonesia
Latiahan Soal
Sumber Rujukan

Proses Masuk bangsa
Portugis ke Indonesia

https://www.travel-in-portugal.com/history/vasco-da-gama.htm

Vasco da Gama

Pada masa pemerintahan Raya Manuel I (1496-1521) meneruskan
kebijakan raja sebelumnya yaitu menemukan Prester John dan
rempah-rempah. Akan tetapi, untuk menuju Asia pertama-tama
harus ditemukan jalan ke India. Vasco da Gama adalah seorang
nahkoda kapal yang memimpin armada yang berlatar dari Lisabon
1497. Armada ini menggunakan pengalaman Bartolomeus Diaz
hingga tiba di Tanjung Harapan. Setelah itu, ia melanjutkan
pelayaran menyusur pantai timur Afrika. Atas bantuan seorang
nahkoda Arab bernama Achmad bin Majid, Vasco da Gama berhasil
menyebrang dari Afrika ke India. Setibanya di Kalikut, para
pedagang Tunisia yang fasih berbahasa Spanyol memberikan respon
buruk atas kedatangan rombongan Vasco da Gama. Vasco da Gama
membawa surat yang ditujukan pada Prester John dan Sultan
Bijapur. Setelah mendapat ijin untuk membuka sebuah kantor di
Kalikut oleh Raja Bijapur, Vasco da Gama kembali ke Lisabon dan
tiba pada tahun 1499. Ia beriat untuk kembali ke Asia dan
mengendalikan perdagangan rempah-rempah disana. Namun, tugas
itu diserahkan kepada perwira yang lebih muda bernama Alfonso de
Albuquerque.

Alfonso de
Albuqueque

Kembalinya Vaso da Gama ke Lisabon, kantor https://www.onthisday.com/people/afonso-de-
dagang Portugis di Kalikut di pindah tangan albuquerque
kepada Alfonso de Albuquerque. Alfonso de
Albuquerque adalah seorang perwira yang
kemudian menjawab sebagai gubernur dari
tahun 1509 hingga 1513. Tindakan pertama yang
dilakukan Alfonso de Albuquerque adalah
merebut Goa pada tahun 1510 yang terletak
dalam wilayah Kerajaan Bijapur. Kota itu
kemudian dikembangkan menjadi pusat
jaringan perdagangan dari pantai Afrika hingga
Makao. Wilayah maritim yang mencakup
seluruh pesisir Asia inilah yang dinakaman
Estado da India. Langsa strategis kedua dari
Alfonso de Albuquerque adalah merebut Malaka
pada tahun 1511. Pada masa Alfonso de
Albuquerque, Malaka terbilang paling kaya di
Asia Tenggara karena perdagangan rempah-
rempahnya. Malaka merupakan sebuah
imporium yang menghubungan peragangan
antara Cina dengan India. Dengan menguasai
Malaka, Portugis berhasil mengendalikan
perdagangan rempah-rempah (lada, dari
Sumatera, cengkeh dari Maluku Utara, dan pala
hungga puli dari Kepulauan Banda).

Pada tahun 1512, Alfonso de Abuquerque
mengirim sebuah kapal yang terdiri dari tiga
buah kapal untuk mencari cengkeh di Maluku.
Dengan menggunakan nahkoda-nahkoda Jawa,
armada tiba di Kepulauan Banda, walaupun
salah satu dari ketiga kapal itu tenggelam di
perairan Madura. Dari Banda kedua kapal itu
berlayar menuju Maluku Utara. Dengan
demikian, orang Portugis menemukan tempat
produksi pala dan cengkih.

https://www.gurupendidikan.co.id/kedatangan-
bangsa-portugis-ke-indonesia/

PERKEMBANGAN PENJAJAHAN
BANGSA PORTUGIS KE
INDONESIA

https://www.gurupendidikan.co.id/kedatangan-
bangsa-portugis-ke-indonesia/

Penduduk ternate menggunakan istilah

MALUKU "Kastela" untuk benten gitu, bahkan

Armada yang dikirim oleh Alfonso de kemudian benteng itu lebih dikenal
Albuquerque untuk merebut daerah-daerah
rempah-rempah dilakukan pada tahun 1512. dengan nama Gamalama. Sejak tahun
Armada yang terdiri dari tiga kapal layar
yang dipimpin oleh Antonio de Abreu. Pada 1570 terjalin suatu hubungan dagang
saat melewati peraiaran Madura, salah satu
dari tiga kapal tersebut tenggelam. Sisa (cengkih) antara Portugis dan Ternate.
armada kembali melakukan pelataran
hingga tiba di Ternate pada tahun yang Ketika Portugis di Ternate juga berusaha
sama. Armada yang pertama tiba di Ternate
berhasil mengadakan hubugan dengan membeli cengkih dari Hitu dan Hoamoal,
Sualtan Aby Lais. Sultan Ternate berjanji
akan menyediakan cengkih bagi portugis tetapi upaya tersebut ditentang oleh
setiap tahun dengan syarat dibagunkan
sebuah benteng di Pulau ternate. Hubungan masyarakat Ternate dengan
dagag dilanjutkan oleh Antonio de Brito.
Pihak Ternate tampa ragu mengizinkan de menempatkan seorang pejabat dari
Brito membangun sebuah benteng pertama
Portugis di Pulau Ternate pada tahun 1522. keluarga Tomaola untuk menguasai

Hoamoal dan sekitarnya. Hitu Pun

akhirnya menolak berhubungan dengan

Portugis. Akhirnya Hitu terpaksa

memindahkan kantor dagangnya dari

Hitu ke Hatiwe di pantai selatan daerah

tersebut. Hitu juga meminta bantuan

kepada kerajaan Demak dan Jepara di

Jawa, sehingga sejak itu agama Islam

mulai menyebar di Hitu dan Hoamoal.

Franciscus
Xaverius

http://xaverianindonesia.org/santo- Sejak pertengahan abad ke-15 jazirah Pulau
conforti/fransiskus-xaverius/ Leitimor (Pulau Ambon) yang telah menjadi pusat
penyebaran agama Katolik. Ketika Franciscus
Perang Besar di Xaverius mengunjungi Ambon pada tahun 1546 ia
Maluku berhasil menyakinkan Ordo Jesuit di Portugal
bahwa Ambon dan sekitarnya dapat dijadikan
daerah musi yang subur. Sejak 50 tahun
berikutnya, desa-desa yang penduduk di Jazirah
Litimor (Pulau Ambon), pulau-pulau Haruku,
Saparua, dan Nusalaut yang belum beragama Islam
menjadi menganut Katolik. Sejak itu pulau-pulau
terbagi menjadi dua , yaitu penduduk beragama
Katolik (Patasiwa) dan penduduk beragama Islam
(Patalima). Di setiap desa Katolik didirikan gereja
dan para roohaniawan selalu disediakan oleh Ordo
Jesuit dari Portugal untuk mengasuh jemaah
tersebut.

Sejak tahun 1522 hingga tahun 1570 terjain hubungan https://pariwisataindonesia.id/ragam/sultan-
dagang (cengkeh) antara Portugis dan Ternate. Sudah baabullah-usir-portugis/
tentu tidak jarang terjadi konflik antara para penguasa
Ternate dengan pihak Portugis yang senantiasa mencoba https://www.pinterest.es/pin/71994269041944017
mendominasi Ternate. Konflik yang sering terjadi antara 8/
Portugis dan sultan Ternate akhirnya meluas menjadi
peperangan besar. Awal peperangan itu adalah
pembunuhan Sultan Khairun. Penghianatan pihak
Portugis membangkitkan perlawanan Sultan Baabullah.
Baabullah mengepung benteng Portugis tersebut selama
lima tahun. Selain itu, Baabullah juga berhasil
mengerahkan daerah-daerah lain di Maluku (kecuali
Tidore) untuk melawan Portugis. Wilayah yang melawan
seperti Bacan dihancurkan. Menyerang desa-desa
berpenduduk Katolik di Ambon. Adanya dualisme
penduduk antara Patasiwa dengan Patalima meluas
menjadi konflik antara Islam dan Katolik. Duaisme
menjadi konflik sejak Baabullah melancarkan perang
kepada Portugis. Untuk melindungi umat katolik dan
para misionaris, para misionaris mengajukan
permohonan pada wakil Raja di Goa agar Ambon
didirikan benteng.

Benteng selesai di bangun pada tahun 1571 yang bernama Nossa Seghora de Anunciada. Sejak
pemerintahan Baabulla, Ternate menjadi pusat perdagangan yang paling ramai di Maluku. Hak
monopoli Portugis di hapus, dijadikan pelabuhan bebas. Sejak benteng di kepung, penduduk di
dalamnya mengalai kekurangan makanan dan berjangkit penyakit. Akhirnya pada tahun 1575
Baabullah mengizinkan orang Portugis meninggalkan benteng. Orang Portugis yang melarikan diri
dari Ternate pada tahun 1575 mendapat perlindungan di benteng Nossa Seghora de Anunciada.

SUNDA KELAPA

https://www.nahimunkar.org/sejarah-kemenangan-fatahillah-mengusir-penjajah-portugis-dari-
sunda-kelapa-jakarta-yang-bersekongkol-dengan-penguasa-lokal/

Armada yang dikirim oleh Alfonso de ALbuquerque selanjutnya menuju ke Sunda Kelapa
untuk mecari lada. Armada yang dikirim ke pelabuhan Sunda Kelapa terdiri dari empat
kapal layar yang dipimpin oleh de Alvin. Sunda Kelapa adalah sebuah pelabuhan dari
kerajaan Pakuan Pajajaran. Armada de Alvin datang ke Sunda Kelapa atas permintaan
Raja Surawisesa yang merasa terancam keamanannya oleh Cirebon yang menganut Islam.
Ia meminta agar Portugis membangun benteng diwilayahnya untuk menghindari bahaya
tersebut dan sebagai imbalannya Portugis akan mendapat prioritas dalam membeli lada.
Pada tahun 1522 sepupu Alfonso de Albuquerque yang menggantikannya sebagai kapitan
Malaka bernama Jorge de Albuquerque, mengirim armada kedua yang dipimpin oleh
Amrique Leme. Tugasnya yaitu membuat perjanjian perdagangan dan persahabatan
dengan prabu Surawisesa dan menentukan tempat terbaik untuk membangun benteng.
Setelah membuat perjanjuan, Raja Sunda mengirim tiga orang pejabat kkerajaan untuk
mengantar Amrique Leme menuju ke tempat yang sudah disediakan untuk membangun
benteng.

FATAHILLAH MENGUSIR
PORTUGIS

Fatahillah adalah pahlawan yang berhasil menggagalka
Portugis membangun benteng di Sunda Kelapa. Rupanya
demak mengetahui niat Portugis untuk merebut mendirikan
benteng, kemudian Demak mengirim pasukan untuk
mencegahnya. Paukan dipimpin oleh Fatahillah dengan
bantuan pasukan Cirebon dan Pasukan Banten. Armada
selanjurnya yang dikirim Portugis untuk membangun benteng
yang dipimpin oleh Fransisco de Saa saat melewati teluk
Jakarta diterjang oleh angin tipan. Kapan yang dipimpin oleh
Coelho serta dua kapal kecil lainnya ditiup angin topan
menuju ke Sunda Kelapa. De Saa berhasil membentuk armada
lainnya dankembali ke Sunda Kelapa. Namun, pasukan
Fatahillah berhasil menghalangi pendaratan tersebut.
Akhirnya de Saa terpaksa kembali ke Malaka.

https://tirto.id/sejarah-hut-jakarta-benarkah-
fatahillah-membantai-rakyat-betawi-crhj

NUSA
TENGGARA
TIMUR

https://www.99.co/blog/indonesia/kayu-cendana-banyak-dicari/

https://khazanah.republika.co.id/berita/pwmsci320/perj
uangan-syekh-sahbudin-bendung-portugis-di-ntt

Kebijakan Alfonso de Albuquerque merencanakan 3 armada untuk merebut perdagangan
di Maluku, Jawa Barat, dan Timor. Armada ke Timor ditunda keberangkatannya sampai
tiga kali karena ketika itu Portugis kekurangan kapal-kapal layar. Orang Portugis
pertama yang sampai di Nusa Tenggara Timur adalah para misionaris dari Ordo
Dominikan yang mendirikan sebuah benteng di sebuah pulau yang dinamakan Pulau
Solor. Selain melaksanakan tugas utamanya, yaitu menyebarkan agama Katolik, para
rohaniawan juga berdagang kayu cendana untuk membiayai kegiatan tersebut. Kegiatan
misi Ordo Dominnikan itu cukup berhasill. Separuh dari penduduk Solor yang
menamakan dirinya kaum Demon menganut Katolik, sedangkan penduduk yang
dinamakan Paji merupakan sebutan bagi penduduk yang beragama Islam. Para
rohaniawan Portugis setiap tahun menjual kayu cendana ke Malaka untuk diteruskan di
China. Kadang kalau ada kapal, perdagangan langsung diadakan dengan Makao.
Keberhasilan para rohaniawan Katolik dalam perdagangan kayu cendana menyebabkan
Portugis mengeluarkan pernyataan bahwa kayu cendana adalah monopoli Portugis.

LATIHAN SOAL

1.Pekembangan penjajahan bangsa Portugis di Nusantara salah satunya di wilayah
Maluku. Deskripsikan perkembangan penjajahan bangsa Portugis di Maluku.

2.Perkembangan bangsa Portugis di Maluku tidak jarang terjadi konflik antara Portugis
dan Ternate. Konflik menjadi peperangan besar ditandai dengan dibunuhnya Sultan
Khairun oleh bangsa Portugis. Jelaskan kronologi perang antara Ternate yang
dipimpin oleh Sultan Baabullah dengan Portugis.

3.Proses masuk bangsa Portugis ke Indonesia diawali oleh Vasco da Gama. Jelaskan
bagaimana pelayaran Vasco da Gama membuka jalan pelayaran hingga tiba di
Nusantara.

4.Perkembangan penjajahan bangsa Portugis di Nusantara salah satunya di Sunda
Kelapa. Deskripsikan proses masuk bangsa Portugis masuk ke Sunda Kelapa.

5.Kedudukan bangsa Portugis di Sunda Kelapa salah satunya dilatarbelakangi atas
undangan dari Raja Surawisesa kepada Portugis untuk datang ke Sunda Kelapa. Hal
itu dikarenakan Raja Surawisesa merasa terancam oleh kerajaan Cerebon sehingga
Raja memberi perintah kepada Portugis untuk membangun benteng. Namin usaha
tersebut digagalkan oleh Fatahillah. Deskripsikan bagaimana usaha Fatahillah
menceganh bangsa Portugis membangun benteng di Sunda Kelapa.

6.Deskripsikan tugas-tugas Alfonso de Albuquerque yang memegang kekuasaan di
Malaka yag mendorong pernjajahan bangsa Portugis di Indonesia.

7.Kedatangan bangsa Portugis di Nusa Tenggara Timur di awali oleh para rohaniawan
dari Ordo Dominikan. Deskripsikan tugas dari para misisonarin di Nusa Tenggara
Timur.

8.Perkembangan agama Katolik di Maluku sangat pesat khususnya di pulau Solor.
Seorang rohaniawan yang menyebarkan agama Katolik dipulau Solor adalah?

9.Peperangan antara Sultan Baabullah dengan orang Portugis salah satunya di
tunjukkan dengan dikepunya benteng Gamalama selama lima tahun dan kemudian
dibebaskan pada tahun 1575. Jelaskan bagaimana kondisi orang Portugis saat
pengepungan benteng dan apa tindakan orang Portugis setelah di bebaskan dari
benteng tersebut.

10.Deskripsikan usaha-usaha yang dilakukan oleh Sultan Baabullah dalam perang antara
Ternate dengan Portugis.

Sumber Rujukan

Poesponegoro. M. D. 2010. Sejarah Nasional Indonesia IV.
Jakarta: Balai Pustaka
Suroyo. A.M., dkk. 2012. Indonesia Dalam Aus Sejarah 4.
Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve.

E-BOOK
PEMBELAJARAN

SEJARAH
INDONESIA


Click to View FlipBook Version