perubahan posisi keuangan dan dapat dinilai dengan satuan moneter. Oleh karena
itu, Anda harus mengidentifikasi transaksi sebelum melakukan pencatatan
sehingga hasil pencatatan nantinya benar. Setelah mengidentifikasi transaksi,
tentukanlah pengaruh nya terhadap posisi keuangan. Untuk mempermudah,
gunakan lah persamaan dasar akuntansi berikut ini.
Aset = Utang + Modal
Ingat dalam satu transaksi, sekurang-kurangnya dia akan memengaruhi dua akun.
4. Contoh Pencatatan Jurnal Umum
Membuat jurnal umum akuntansi sederhana akan sangat mudah, setelah
mengetahui kolom-kolom dalam format jurnal umum yang benar. Formatnya
adalah menulis nama perusahaan dan periode pencatatan, kolom tanggal, no bukti,
nama akun, nomer ref, debit dan kredit.
1. Berisi tanggal, bulan dan tahun kejadian transaksi. Untuk bulan dan tahun
cukup ditulis sekali saja tiap halaman judul, kecuali jika ada pergantian
bulan/tahun.
2. Diisi nomor dokumen bukti transaksi.
3. Diisi oleh akun yang berpengaruh akibat transaksi yang terjadi, yang akan
didebet/dikredit.
4. Kolom referensi diisi dengan kode akun yang angkanya sudah
dipindahkan/tertera di buku besar.
5. Diisi nilai nominal akun yang didebet.
6. Diisi nilai nominal akun yang dikredit.
7. Penambahan keterangan singkat mengenai transaksi (tidak mutlak ada).
Setelah proses pencatatan transaksi pada jurnal umum selesai kemudian
proses pencatatan selanjutnya adalah pemindahan masing-masing akun (posting)
ke dalam buku besar. Petunjuk cara membuat jurnal umum diatas adalah bentuk
jurnal umum, yang sering digunakan pada perusahaan baik dagang atau jasa.
Sistem pencatatan yang dipakai yaitu double-entry system, maksudnya setiap
transaksi yang dicatat akan berdampak pada dua posisi keuangan debit dan
kredit dalam jumlah yang sama.
35
6. Tahapan Pencatatan Buku Besar (Subsidiary Ledger)
a) Pengertian Buku Besar (Subsidiary Ledger)
Informasi akuntansi kumulatif disimpan dalam
buku besar umum dan buku besar pembantu. Buku
besar umum (general ledger) berisi ringkasan level
data untuk setiap akun aktiva, kewajiban, ekuitas,
pendapatan, dan beban organisasi. Buku besar
pembantu (subsidiary ledger) berisi data mendetail
untuk beberapa akun buku besar dengan banyak sub-akun terpisah.
Akun buku besar umum berhubungan dengan buku besar pembantu yang
disebut akun kontrol (control account). Hubungan antara akun control buku besar
umum dan total saldo pada tiap-tiap akun buku besar pembantu membantu menjaga
keakuratan data Sistem Informasi Akuntansi. Khususnya, jumlah dari semua saldo
akun buku besar pembantu yang harus sama dengan control buku besar umum yang
terkait. Perbedaan di antara keduanya mengindikasikan telah terjadi kesalahan
pencatatan.
Posting dalam bidang akuntansi merupakan suatu proses memindahkan
informasi akuntansi seperti pencatatan atau pengelompokan nama-nama akun ke
dalam bagian yang sesuai dari jurnal ke dalam buku besar. Posting dilakukan guna
mendapatkan suatu gambaran pengaruh transaki terhadap setiap akun aset,
kewajiban, ataupun ekuitas. Di akhir periode, jumlah saldo dari setiap akun akan
diringkas untuk penyusunan neraca saldo dan laporan keuangan.
Buku besar adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas
transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan
catatan terakhir dalam akuntansi book of final entry yang menampung ringkasan data
yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal dari jurnal. Buku besar
(ledger) adalah sebuah buku yang berisi kumpulan akun atau perkiraan (accounts).
Akun (rekening) tersebut digunakan untuk mencatat secara terpisah aktiva,
kewajiban, dan ekuitas.
Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing
rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut.
Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke
Buku Besar secara berkala.
b) Klasifikasi Buku Besar
Klasifikasi buku besar yang biasanya digunakan di dalam perusahaan ialah sebagai
berikut:
1. Buku Besar Umum
Buku besar umum seringkali disebut dengan istilah buku besar induk.
Buku besar ini berisi semua perkiraan yang kalian dalam suatu periode tertentu,
seperti kas, piutang usaha, hutang usaha dan juga modal. Perkiraan-perkiraan ini
berdiri sendiri dan berfungsi untuk mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap
perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.
36
2. Buku Besar Pembantu
Buku besar pembantu seringkali disebut dengan istilah buku tambahan,
didalamnya terdapat sekelompok rekening yang khusus untuk mencatat piutang
usaha dan utang usaha secara detail.
Buku besar pembantu dibagi lagi menjadi dua jenis:
1. Buku Besar Pembantu Piutang Usaha
Buku besar pembantu piutang usaha seringkali disebut sebagai buku
piutang yang khusus merinci langganan kredit, kepada siapa perusahaan
melakukan transaksi penjualan secara kredit, dimana lokasi alamat dan
berapa jumlah transaksinya.
2. Buku Besar Pembantu Utang
Buku besar pembantu utang seringkali disebut sebagai buku utang
yang khusus mencatat tiap-tiap pemasok secara terperinci, siapa saja
pemasok yang memberikan pinjaman kredit dan berapa jumlah utangnya.
c) Fungsi Buku Besar
Suatu perusahaan harus mempunyai buku besar, karena buku besar memegang
fungsi yang sangat penting. Buku besar berfungsi untuk merangkum segala jenis
transaksi yang telah dicatat dalam jurnal umum. Selain itu, buku besar juga bisa
digunakan sebagai alat untuk menggolongkan data keuangan, mulai dari jumlah yang
besar hingga terkecil. Dengan demikian kita bisa mengetahui ada atau tidaknya
perbedaan dari semua data keuangan yang masuk. Semua data yang ada dalam buku
besar akan dijadikan sebagai bahan informasi untuk menyusun laporan keuangan.
Fungsi dari Sistem Buku Besar Umum adalah:
1. Mengumpulkan data transaksi.
2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun.
3. Memvalidasikan transaksi yang terkumpul.
4. Meng-update-kan akun Buku Besar Umum dan File transaksi.
5. Mencatatkan penyesuaian terhadap akun.
6. Mempersiapkan laporan keuangan.
Fungsi Buku Besar pembantu adalah:
1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum terdiri
dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi
kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
2. Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo dalam
akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
3. Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengrjaan akuntansi.
4. Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi
kedalam buku pembantu.
5. Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen.
6. untuk pengendalian akuntansi yang banyak elemennya, seperti Hutang, Piutang,
dan Persediaan.
37
d) Tujuan dan Manfaat Buku Besar
Buku besar memiliki sejumlah tujuan seperti:
1. Mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
2. Memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
3. Menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
4. Mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
5. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk
setiap periode akuntansi.
Manfaat Buku Besar
Buku besar memiliki sejumlah manfaat seperti:
1. Mencatat semua transaksi akuntasi dengan akurat.
2. Melakukan posting pada semua transaksi tersebut sesuai dengan akunnya
masing-masing.
3. Menjaga keseimbangan pada perkiraan yang ada baik itu dikolom debit ataupun
kredit.
4. Akomodasi entry jurnal penyesuaian yang diperlukan.
5. Membantu mempersiapkan dan menghasilkan laporan keuangan yang bisa
dipercaya dan bisa disajikan tepat waktu untuk setiap periode akuntansi.
e) Bentuk Buku Besar
Buku besar memiliki bentuk yang beragam, kendati demikian semuanya
sebenarnya mempunyai fungsi yang sama bagi perusahaan. Nah berikut ini ialah
bentuk-bentuk buku besar yang perlu kalian ketahui:
1. Bentuk T (T account)
Akun Buku Besar bentuk T ini terdiri atas dua bagian yang persis sama
sebelah menyebelah. Bagian sebelah kiri disebut sisi Debet dan bagian sebelah
kanan disebut sisi Kredit. Adapun setiap akun memiliki :
a. Judul Akun (Nama dan Nomor Kode Akun)
b. Bagian/kolom penambahan
c. Bagian/kolom pengurangan
Kas No : 111
Bentuk T Account ini dapat dikembangkan menjadi bentuk 2 kolom seperti
berikut.
Tanggal Uraian Ref Debet Tanggal Uraian Ref Kredit
38
2. Bentuk Skontro (Bersaldo)
Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro
artinya sebelah menyebelah (dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.
Bentuk ini disebut Bentuk Bersaldo karena pada bentuk ini disediakan kolom
khusus untuk mencatat sisa atau saldo dari akun tersebut setiap terjadi perubahan
akibat terjadinya suatu transaksi. Bentuk skontro (bersaldo) ini terdiri dari Akun
Bersaldo 3 kolom dan 4 kolom.
1. Bentuk akun bersaldo 3 kolom : Kode Akun : 111
KAS
Kredit Saldo
Tgl Uraian Ref Debet
2. Bentuk akun bersaldo 4 kolom : Kode akun : 111
KAS
Kredit Saldo
Tgl Uraian Ref Debet Debet Kredit
f) Langkah-langkah Pemindahbukuan ( Posting) Di Buku Besar
Posting atau pemindahbukuan adalah memindahkan transaksi yang telah
dicatat dalam jurnal ke dalam setiap akun buku besar yang sesuai.Buku besar ini
merupakan kumpulan akun-akun yang saling berhubungan dan merupakan satu
kesatuan.
1. Rekening yang ada di sisi debet neraca dicatat sebagai saldo debet dan rekening
yang di sisi kredit neraca dicatat sebagai saldo kredit.
2. Pencatatan tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi
pada jurnal, ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan.
3. Pencatatan keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dari jurnal ke
kolom keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan.
4. Pencatatan jumlah debet dalam jurnal ke kolom debet rekening yang
bersangkutan, dan mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit rekening
yang bersangkutan.
5. Pencatatan nomor halaman jurnal ke kolom referensi (Ref) rekening buku besar
yang bersangkutan.
6. Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar, di
kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan.
7. Pencatatan debet akan menambah saldo debet atau mengurangi saldo kredit,
sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi saldo debet atau menambah saldo
kredit.
39
7. Tahapan Pengikhtisaran Dalam Neraca Saldo (Trial Balance)
a) Pengertian Neraca Saldo (Trial Balance)
Setelah tahapan pencatatan ke dalam Jurnal dan Buku Besar dilakukan, tahap
selanjutnya adalah tahap pengikhtisaran, yaitu menghitung saldo-saldo setiap akun
Buku Besar yang ada dalam suatu perusahaan. Saldo setiap akun kemudian
dikumpulkan dalam suatu daftar yang disebut Neraca Saldo. Adanya Neraca Saldo
berguna untuk menentukan :
a. Ketelitian pencatatan dalam Jurnal dan Buku Besar.
b. Kekeliruan yang mungkin terjadi pada proses pencatatan.
c. Mempermudah penyusunan Laporan Keuangan.
Neraca Saldo adalah sebagai suatu daftar yang berisi seluruh jenis nama akun
beserta saldo total dari setiap akun yang disusun secara sistematis sesuai dengan
kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu.
Neraca Saldo mempunyai isi berupa daftar yang menerangkan kumpulan saldo
berasal dari data yang dipunyai oleh setiap rekening dari pihak- pihak terkait.
Neraca saldo biasanya mempunyai beberapa kolom utama yang digunakan dalam
melakukan suatu pendataan. Kolom-kolom tersebut antara lain yaitu kolom neraca
itu sendiri, kolom harga pokok produksi, kolom perkiraan besar kecilnya
keuntungan atau kerugian dari suatu transaksi dan kolom pembelian serta
penjualan.
Neraca saldo (trial balance) adalah suatu buku yang menyediakan informasi
mengenai kumpulan saldo yang berasal dari kata uang dimiliki oleh rekening bank-
bank terkait. Neraca saldo memiliki format beberapa kolom utama yang digunakan
untuk melakukan pecatatan/pendataan berupa nomer akun, nama akun, kolom debet
dan kredit. Jadi Neraca saldo adalah suatu daftar yang berisi kumpulan seluruh jenis
nama akun beserta total saldonya yang dibuat dan diurutkan secara sistematis (urut)
sesuai dengan golongan dan kode akunnya yang bersumber dari buku besar
perusahaan pada perusahaan tertentu.
Neraca Saldo pada umumnya dikeluarkan pada saat periode akhir untuk
digunakan sebagai bahan evaluasi. Hal ini dikarenakan neraca ini akan menunjukan
kesetabilan perekonomian yang didapat melalui suatu kegiatan ekonomi yang
dijalankan selama prosesnya. Ringkasnya neraca saldo disusun setelah penyusunan
buku besar, akun dalam neraca saldo harus dibuat secara sistematis (sesuai dengan
kode akun)/ tidak boleh acak. Bentuk Neraca saldo (Trial balance) Format/bentuk
neraca saldo yang sederhana memiliki 4 kolom utama diantaranya kolom kode
(nomor) akun, kolom nama akun (keterangan), kolom debet dan kredit seperti
gambar berikut ini:
No Nama Akun Debet Kredit
Akun
40
Keterangan :
1. Kolom Kode (nomer) Akun
Kolom tersebut berisi berbagai kode akun dari setiap akun yang terdapat
dalam buku besar perusahaan tersebut. Nomer/kode akun harus ditulis secara
sistematis atau urut mulai dari kode 1 yang menunjukkan kode akun Harta
sampai kode 4 yang menunjukkan kode akun Beban.
2. Kolom Nama Akun
Kolom berikut berisi berbagai nama akun yang tercantum dalam buku
besar perusahaan. penulisan dalam neraca saldo di urutkan dari golongan akun
harta, akun hutang, akun modal, akun pendapatan dan yang terakhir adalah
akun beban.
3. Kolom Debit
Kolom berikut berisi saldo dari setiap akun yang memiliki saldo debet
sesuai dengan buku besar.
4. Kolom Kredit
Kolom berikut berisi saldo setiap akun yang memiliki saldo total kredit
sesuai yang ada di dalam buku besar.
b) Manfaat dan Tujuan Neraca Saldo
Manfaat dari penyusunan neraca saldo bagi suatu perusahaan adalah :
1. Dapat memudahkan melakukan pengecekan terhadap kebenaran buku besar
yang telah dibuat. Ketika jurnal buku besar yang dibuat dengan benar sebagai
dasar penyusunan neraca saldo, maka jumlah total angka kolom debet dan kredit
yang muncul di neraca saldo akan menunjukkan jumlah saldo
yang ballance(sama). Dengan demikian neraca saldo dapat dianggap benar.
2. Penyusunan neraca saldo bermanfaat sebagai sumber pembuatan kertas kerja
(neraca lajur) dan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan.
c) Tujuan dan Fungsi Neraca Saldo
Neraca Saldo mempunyai fungsi untuk mendeteksi setiap kesalahan
matematika yang telah terjadi dalam sistem akuntansi double-entry
yakni pembukuan berpasangan. Dalam neraca bila disediakan dan terdapat total debit
sama dengan total kredit yang dipaparkan secara jelas maka bisa dikatakan bahwa
neraca saldo dianggap seimbang serta tidak boleh ada kesalahan matematika yang
ditemui dalam buku besar akutansi pihak tersebut.
Tapi, ini tidak berarti tidak ada kesalahan dalam suatu sistem akuntansi
perusahaan. misalnya, transaksi diklasifikasikan tidak benar atau mereka hanya
hilang dari sistem masih bisa ada suatu kemungkinan kesalahan akuntansi yakni
berupa materi yang tidak akan terdeteksi oleh prosedur neraca saldo. Neraca saldo
juga bisa berupa sebuah worksheet pembukuan di mana saldo semua buku besar yang
dikompilasi ke dalam kolom debit dan kredit. Suatu perusahaan menyiapkan neraca
saldo secara berkala, biasanya pada akhir setiap periode pelaporan.
Tujuan umum menghasilkan neraca saldo yaitu untuk memastikan entri dalam
sistem pembukuan perusahaan secara matematis dan benar. Neraca saldo biasanya
disiapkan oleh pemegang buku atau akuntan yang sudah menggunakan daybooks
atau buku harian akutansinya untuk mencatat sebuah transaksi keuangan dan
kemudian mempostingnya ke buku besar nominal dan buku besar pribadi. Neraca
41
saldo merupakan bagian dari sistem pembukuan double-entry dan menggunakan
format account ‘T’ klasik untuk menyajikan nilai-nilai yang didapat melalui segala
kegiatan ekonomi yang berupa transaksi debit dan kredit.
d) Fungsi Neraca Saldo
• Fungsi persiapan
Neraca saldo berfungsi untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir
keuangan pada suatu perusahaan baik perusahaan barang atau jasa.
• Fungsi pencatatan
Fungsi pencatatan merupakan fungsi utama dari penerapan ilmu akuntansi
dalam penyajian data pada perusahaan baik perusahaan barang atau jasa. Setiap
data-data pada setiap akun rekening akan dibuat catatannya oleh neraca saldo
dengan penyajian yang ringkas.
• Fungsi koreksi
Neraca saldo merupakan laporan keuangan yang berguna sebagai bahan
evaluasi sebelum pembuatannya hal yang lebih dulu dilakukan yaitu melakukan
koreksi terhadap seluruh catatan serta siklus akuntansi. Inilah yang dimaksud
dengan fungsi koreksi dari neraca saldo.
• Fungsi monitoring
Catatan neraca saldo yang berisi tentang ringkasan data pada setiap akun
selain berfungsi sebagai informasi juga dapat berfungsi sebagai monitoring
keuangan dalam perusahaan baik perusahaan barang atau jasa.
e) Jenis - Jenis Neraca Saldo
Setelah pengertian dan fungsi neraca saldo dipahami, perlu diketahui juga
beberapa jenis neraca saldo. Berikut jenis-jenis dari neraca saldo:
1. Neraca Saldo Belum Disesuaikan
Berisi semua informasi – informasi dari akun buku besar, sehingga mudah
mendeteksi adanya kesalahan pencatatan yang dilakukan maupun kesalahan
saldo setelah tahap pencatatan.
2. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Berisi semua informasi-informasi dari akun buku besar yang telah
diperiksa sesuai standar akuntansi yang ada. Neraca saldo akan disesuaikan
berdasarkan akun riil dan nominal. Akun nominal adalah data-data yang ada di
laporan laba rugi dan akun riil adalah data-data yang ada di laporan neraca.
3. Neraca Saldo Pasca Penutupan
Biasanya dibuat setelah dilakukan jurnal penutupan, dan hanya berisi data-
data saldo akun riil saja karena semua akun nominal sudah ditutup pada jurnal
penutupan.
4. Neraca Saldo Setelah Penutupan
Neraca yang berisi semua daftar akun neraca yang berisi saldo bukan nol
pada akhir periode.
42
8. Tahapan Pengikhtisaran Dalam Jurnal Penyesuaian (Adjusment Journal)
a) Pengertian Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang digunakan untuk melakukan
penyesuaian catatan-catatan dengan keadaan atau fakta yang sebenarnya terjadi pada
akhir periode. Jurnal penyesuaian dibuat pada hakikatnya adalah untuk mengadakan
penyesuaian atau mengoreksi perkiraan-perkiraan tertentu sehingga mencerminkan
keadaan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya yang sebenarnya.
Pencatatan dalam jurnal penyesuaian dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu :
1. Deferral : penangguhan pendapatan dan beban yang sudah dicatat dalam akun.
2. Akrual : pengakuan atas pendapatan dan beban yang masih belum dicatat dalam
akun.
Pencatatan jurnal penyesuaian dilakukan agar laporan keuangan dapat
menyajikan informasi yang benar-benar terjadi. Konsep dasar akuntansi yang
berkaitan dengan jurnal penyesuaian adalah:
a) Konsep akuntansi berbasis akrual (acrual basis of accounting).
Konsep akuntansi berbasis acrual, rekening pendapatan dicatat dalam
laporan laba rugi pada saat pendapatan tersebut dihasilkan. Konsep pengukuran
pendapatan merupakan konsep dimana beban dilaporkan pada periode yang
sama dengan pendapatan yang terkait dengan beban itu. Misalnya gaji karyawan
yang dilaporkan sebagai beban pada periode saat karyawan tersebut
menyediakan jasa untuk pelanggan, pemberian jasa karyawan tersebut tidak
harus sama waktunya dengan gaji yang dibayarkan kepada karyawan itu.
Konsep ini didukung prinsip pemadanan (matching principle) dalam
akuntansi. Dengan dilakukannya matching (pemadanan) antara pendapatan
dengan beban, maka laba bersih untuk peride tersebut harus dilaporkan dengan
benar.
b) Konsep akuntansi berbasis kas (cash basis of accounting)
Pada prinsipnya Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU)
mengharuskan untuk menggunakan acrual basis, meskipun terdapat beberapa
perusahaan yang menggunakan konsep akuntansi berbasis kas dalam praktiknya.
Cash Basis dalam praktiknya melaporan pendapatan dan beban dalam laporan
laba rugi pada periode ketika kas diterima atau dikeluarkan. Misalnya,
pendapatan dilaporkan ketika kas diterima dari pelanggan, sedangkan gaji baru
dilaporkan disaat kas telah dikeluarkan untuk membayarnya kepada karyawan.
Perusahaan yang berskala kecil umumnya menggunakan cash basis karena
memiliki sedikit piutang dan utang, misal rumah makan, dokter, pengacara.
Dapat ditarik kesimpulan, bahwa jurnal penyesuaian adalah jurnal yang
digunakan untuk melakukan proses pemutakhiran beberapa akun sebelum
dilakukan proses penyusunan laporan keuangan sehingga akan memberikan
informasi yang akurat. Tujuan dilakukan penyesuaian adalah:
a. Untuk memastikan agar setiap rekening rill khususnya aktiva dan utang
menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode;
b. Untuk memastikan agar setiap rekening nominal khususnya rekening
pendapatan dan beban menunjukkan keadaan yang seharusnya diakui dalam
suatu pendapatan dan beban dari suatu periode ke periode yang lain.
43
b) Fungsi Jurnal Penyesuaian
Mengapa jurnal penyesuaian dibuat? Ada dua alasan yang mengharuskan
dibuatnya jurnal penyesuaian diantaranya:
1. Keadaan dimana suatu transaksi yang telah terjadi namun informasi ini belum
dicatat dalam perkiraan.
2. Keadaan dimana suatu transaksi telah dicatat dalam perkiraan namun saldo
perkiraan yang bersangkutan tersebut perlu disesuaikan atau dikoreksi untuk
mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
c) Akun-Akun Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan informasi data dari neraca saldo dan
data penyesuaian pada akhir periode. Akun-akun yang perlu dibuatkan jurnal
penyesuaian adalah:
1. Pemakaian Perlengkapan
2. Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima
3. Hutang beban / Beban yang masih harus dibayar
4. Pendapatan diterima dimuka/hutang pendapatan
a. Pendekatan Neraca, saat diterima dicatat sebagai akun pendapatan diterima
dimuka/hutang.
b. Pendekatan Rugi/laba, saat diterima dicatat sebagai akun pendapatan.
5. Beban Dibayar Dimuka
a. Pendekatan Neraca, saat dibayar dicatat sebagai harta.
b. Pendekatan rugi/laba, saat dibayar dicatat sebagai beban.
6. Piutang yang tak tertagih / Kerugian piutang
7. Penyusutan Aktiva Tetap
8. Persediaan Barang Dagangan, metode ikthisar laba rugi dan HPP.
9. Tahapan Pengikhtisaran Penyusunan Kertas Kerja (Work Sheet) / Neraca Lajur
a) Pengertian Kertas Kerja (Work sheet) / Neraca Lajur
Worksheet atau neraca lajur merupakan lembar yang memuat data akuntansi
perusahaan selama satu periode. Penyusunan neraca lajur ini berperan penting bagi
perusahaan karena akan memudahkan dalam rekap data sebelum dilakukan
penyesuaian. Neraca lajur merupakan komponen yang digunakan untuk memeriksa
buku besar setelah mengalami penyesuaian. Pemeriksaan buku besar setelah
penyesuaian ini juga dilakukan guna memastikan bahwa saldonya sudah balance.
Format dari neraca lajur ini terdiri dari 10 kolom guna mencatat nomor dan nama
akun beserta saldo debet kredit. Kolom tersebut digunakan untuk mengentri data
perusahaan mulai dari neraca saldo, penyesuaian, hingga menghasilkan laporan
keuangan terbaru.
b) Tujuan Pembuatan Kertas Kerja (Work sheet) / Neraca Lajur
Berikut adalah beberapa tujuan dari penyusunan neraca lajur, antara lain :
1) Memudahkan Penyusunan Laporan Keuangan
Tujuan pertama dari pembuatan neraca lajur adalah memudahkan untuk
menyusun laporan keuangan. Pembuatan neraca lajur akan dilakukan terlebih
dahulu sebelum menyusun laporan keuangan agar data yang akan digunakan
sudah tersusun secara sistematis. Neraca akan lajur membantu menggolongkan
44
data yang berasal dari buku besar, sehingga tampilannya ringkas. Pembuatan
laporan keuangan bisa langsung melihat neraca lajur tanpa harus mengumpulkan
kembali data pembukuan perusahaan dari awal. Banyak informasi yang akan
dimuat dalam neraca lajur, termasuk data dari penyesuaian. Penyusunan laporan
keuangan bisa dilakukan secara lebih cepat apabila neraca lajur sudah dibuat.
Neraca lajur perusahaan juga akan membantu memudahkan proses auditing.
2) Sarana Menggolongkan dan Meringkas Informasi Neraca Saldo
Informasi neraca saldo merupakan dasar utama yang digunakan untuk
menyusun laporan keuangan. Perusahaan memperoleh informasi neraca saldo ini
dari posting buku besar yang dilakukan setelah pencatatan transaksi. Pembuatan
neraca lajur dalam hal ini akan membantu perusahaan untuk meringkas
informasi neraca saldo agar lebih sederhana.
Di samping itu, komponen ini juga membantu menggolongkan akun-akun
di dalam neraca saldo sesuai dengan kelompoknya, sehingga penyusunannya
akan berurutan. Ringkasan informasi neraca saldo ini akan memudahkan
perusahaan saat melakukan pengecekan buku besar, guna memastikan bahwa
hasilnya sudah balance. Selanjutnya, ringkasan informasi tersebut akan diolah
kembali dalam neraca lajur dengan memasukkan komponen penyesuaian.
3) Meminimalisir Kesalahan
Tujuan dari pembuatan neraca lajur yang berikutnya adalah untuk
meminimalisir adanya kesalahan laporan ke depannya. Format neraca lajur yang
ringkas memudahkan para penggunanya untuk memahami data di dalamnya. Di
samping itu, susunan neraca lajur yang sederhana juga akan membantu
perusahaan menemukan data dengan cepat. Kesalahan pembukuan perusahaan
pada umumnya terjadi pada saat proses penyusunan laporan keuangan akibat
banyaknya komponen yang harus diperhitungkan.
Potensi kesalahan ini akan terjadi ketika pihak yang bersangkutan tidak
teliti dalam menganalisa data pembukuan. Perusahaan bisa meminimalisir
kesalahan tersebut dengan cara membuat laporan keuangan terlebih dahulu.
Laporan keuangan bisa disusun dengan mengacu pada neraca lajur karena tidak
membingungkan untuk dipahami dan tampilannya ringkas, sehingga
meminimalisir adanya kesalahan input.
4) Memperkirakan Hal yang Mungkin Akan Terjadi
Keberlangsungan usaha merupakan salah satu hal yang penting untuk
dipertimbangkan. Perusahaan bisa memperkirakan hal yang mungkin terjadi
dalam keberlangsungan usahanya melalui neraca lajur. Salah satu perkiraan
yang bisa dilihat di dalam neraca lajur adalah saldo kas dan hutang. Pihak
perusahaan bisa memperkirakan bagaimana harus menyalurkan saldo kas
tersebut serta melunasi kewajibannya. Perusahaan juga bisa melihat saldo modal
terbaru dalam neraca lajur untuk digunakan sebagai perputaran operasional.
Nilai saldo yang ada neraca lajur cukup relevan untuk digunakan untuk
memperkirakan hal yang akan terjadi, meskipun laporan keuangan yang lengkap
dan lebih rinci belum selesai dipersiapkan.
45
c) Fungsi Kertas Kerja (Work sheet) / Neraca Lajur
Pembuatan neraca lajur mempunyai beberapa fungsi yang cukup penting dalam
pelaporan keuangan selama satu periode. Berikut adalah beberapa fungsi dari
pembuatan neraca lajur, antara lain :
a. Digunakan untuk Meringkas Data
Fungsi pertama dari pembuatan neraca lajur adalah untuk meringkas data
keuangan perusahaan. Data tersebut bisa dilihat mulai dari jurnal hingga posting
buku besar. Neraca lajur dapat meringkas saldo yang sudah diposting melalui
buku besar tersebut. Data yang ada di dalam buku besar terdiri dari banyak
kolom, sehingga cukup menyulitkan untuk dijadikan sebagai patokan pembuatan
laporan keuangan. Ditambah lagi karena disana ada terlalu banyak lembaran.
Hal ini bisa diatasi dengan keberadaan neraca lajur yang akan meringkas
data dari buku besar tersebut. Ringkasan data yang ada di dalam neraca lajur
sudah cukup mewakili bagaimana kondisi keuangan perusahaan dalam satu
periode. Dokumen pembukuan yang lainnya tetap bisa disimpan untuk
melakukan auditing lebih lanjut.
b. Mengevaluasi Transaksi yang Ada
Evaluasi transaksi yang pernah terjadi perusahaan selama satu periode juga
bisa dilihat di dalam neraca lajur. Cara mengevaluasi transaksi melalui neraca
lajur adalah dengan melihat perubahan saldo yang ada pada setiap akunnya.
Menggunakan neraca saldo sebagai acuan untuk melakukan evaluasi transaksi
akan membuat pemeriksaan semakin efisien.
Perusahaan juga bisa langsung menemukan perubahan saldo pada akun
tertentu dengan cepat. Fungsi dari melakukan evaluasi melalui neraca lajur
adalah agar perusahaan bisa mengetahui perkembangan kegiatan operasional
selama satu periode akuntansi. Hasil evaluasi transaksi yang ada di neraca lajur
bisa digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan.
c. Sarana Menyusun Laporan
Fungsi utama dari pembuatan neraca lajur adalah dijadikan sebagai dasar
untuk menyusun laporan keuangan. Komponen yang akan dimasukkan ke dalam
laporan keuangan sangat banyak, sehingga dibutuhkan neraca lajur agar proses
penyusunan ini bisa lebih efisien. Neraca lajur juga akan membantu membantu
menampilkan data laba rugi dan neraca terkini yang bisa dijadikan sebagai dasar
penyusunan laporan perusahaan. Selanjutnya, perusahaan bisa mulai menyusun
laporan perubahan ekuitas dari laba rugi yang disediakan melalui neraca lajur.
d. Prosedur Perusahaan yang Kreditebel
Neraca lajur termasuk dalam prosedur penyusunan akuntansi yang
kredibel bagi perusahaan. Pencatatan keuangan perusahaan dianggap lengkap
dan mumpuni apabila mencantumkan neraca saldo di dalamnya. Di samping itu,
kualitas pembukuan juga tidak bisa diragukan lagi dengan adanya komponen ini.
Prosedur penyusunan ini sebenarnya harus bisa dipenuhi oleh perusahaan untuk
berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu ada auditing dari pihak eksternal.
Pembuatan neraca lajur ini nantinya akan memudahkan perusahan dalam
menjelaskan perkembangan keuangan dalam satu periode.
46
e. Melihat Kegiatan Harian Perusahaan
Hubungan neraca lajur dengan evaluasi transaksi adalah untuk melihat
kegiatan harian perusahaan. Pada umumnya, perusahaan yang berjalan dengan
baik memiliki catatan transaksi di setiap harinya. Transaksi ini akan lebih
ringkas jika sudah digolongkan melalui neraca lajur. Kegiatan harian perusahaan
pada mulanya akan disertai dengan dokumen pendukung untuk dicatat ke dalam
jurnal.
Selanjutnya, perubahan saldo setiap akun akibat adanya transaksi di dalam
perusahaan akan dipotong ke dalam buku besar. Saldo yang ada di dalam buku
besar inilah sumber untuk melihat kegiatan harian perusahaan dan perubahan
saldo akun. Evaluasi kegiatan harian tersebut bisa digunakan untuk memutuskan
transaksi apalagi yang akan dilakukan perusahaan untuk mendukung kegiatan
operasional.
d) Format Kertas Kerja (Work sheet) / Neraca lajur
Nama Perusahaan
KERTAS KERJA / NERACA LAJUR
Periode ...........................
No Nama Neraca Saldo Penyesuaian Neraca Saldo Laba Rugi Neraca
Akun Akun Setelah Debet Kredit
9 10
Disesuaikan
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
12345678
Keterangan kolom-kolom dalam Neraca Lajur:
1. Nama perkiraan (Account title) adalah kolom untuk nama-nama akun
transaksi yang ada di perusahaan.
2. Neraca saldo (Trial Balance) angkanya diperoleh dari neraca saldo atau dari
saldo akhir masing-masing perkiraan di buku besar.
3. Jurnal Penyesuaian (Adjustment Entries) angkanya diperoleh dari ayat jurnal
penyesuaian.
4. Neraca Saldo Disesuaikan (Adjusted Trial Balance) angkanya diperoleh dari
selisih antara neraca saldo dan jurnal penyesuaian.
5. Perhitungan Laba Rugi (Income statement) angkanya diperoleh dari akun
pendapatan dan biaya.
6. Neraca (Balace Sheet) angkanya diperoleh dari hasil akhir kolom neraca saldo
disesuaikan dengan laba rugi dan perubahan modal.
Kolom debit kredit ini tentu saja dibuat berpasangan untuk setiap komponen
laporan keuangan. Ada 4 komponen yang ada dalam neraca lajur, yaitu neraca
saldo, penyesuaian, neraca setelah penyesuaian, dan laba rugi. Setiap komponen ini
saling berhubungan diarena perhitungannya didasarkan pada neraca saldo dan
penyesuaian. Komponen laba rugi dan neraca lajur akan mengalami penggolongan
berdasarkan tipe akun yang harus ada di dalamnya.
47
10. Tahapan Pengikhtisaran Penyusunan Jurnal Penutup (Closing entries)
a) Pengertian Jurnal Penutup (Closing entries)
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk memindahkan
(menormalkan/meng-nol-kan) saldo perkiraan sementara atau saldo nominal
(nominal account) menjadi nol. Dengan begitu, pada periode selanjutnya semua saldo
nominal jumlah saldonya nol, sehingga perusahaan dapat mengetahui laba-rugi bisnis
selama satu periode. Saldo perkiraan sementara yang dimaksud adalah perkiraan
normal dan perkiraan prive.
Dasar yang digunakan untuk menyusun jurnal penutup yaitu dari kertas kerja
(working paper) kolom laba/rugi. Jurnal penutup melibatkan pemindahan saldo akun
akun pendapatan dan beban, modal melalui ikhtisar laba rugi dan pemindahan saldo
akun prive ke akun modal. Bagaiamana dengan akun riil seperti harta dan kewajiban?
Misalkan, Harta perusahaan senilai 100 juta akan tetap sama nilainya, sampai periode
akuntansi berikutnya. Begitupun kewajiban. Berapapun nilainya, di periode
akuntansi selanjutnya akan tetap menjadi kewajiban yang harus dilunasi perusahaan.
b) Tujuan Jurnal Penutup
Adanya jenis jurnal ini tentu karena dapat memudahkan proses pengerjaan
hal-hal yang berhubungan dengan akuntansi. Berikut ini tujuan dari adanya jurnal
penutup di antaranya:
1) Menutup saldo yang terdapat pada semua perkiraan sementara, sehingga saldo
perkiraan menjadi nol.
2) Untuk menunjukan saldo rekening modal yang sesuai dengan akhir periode.
Contoh, pendapatan perusahaan sebesar 50 juta pada tahun 2020, pendapatan 50
juta ini tidak bisa diakui sebagai pendapatan perusahaan di tahun 2021.
3) Memisahkan transaksi akun beban dan pendapatan dari saldo periode
sebelumnya.
4) Menyajikan informasi keuangan yang sebenarnya dari suatu perusahaan setelah
dilakukan tutup buku. Akun tersebut terdiri atas akun aset, utang, modal.
c) Fungsi Jurnal Penutup
1) Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban.
2) Me-nol-kan saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode
berikutnya.
3) Menghitung modal akhir periode.
d) Ketentuan Akun dalam Pembuatan Jurnal Penutup
Mungkin beberapa orang menanyakan, darimana saja dokumen yang
digunakan sebagai dasar untuk menyusun jurnal penutup?. Jawabannya adalah dari
laporan perubahan modal dan laporan laba rugi. Laporan perubahan modal
digunakan untuk melihat penambahan modal akibat pendapatan atau pengurangan
modal akibat transaksi prive (ingat akun pendapatan dan prive termasuk akun yang
harus ditutup).
Sedangkan laporan laba rugi dibutuhkan untuk melihat pendapatan bersih
perusahaan akibat penjualan, yang mana pendapatan akibat penjualan ini hanya
terjadi pada 1 periode tertentu saja. Artinya tidak akan menjadi pendapatan di masa
yang akan datang. Dalam jurnal penutup tentunya dikenal dengan akun yang
48
merupakan komponen dari bagian jurnal penutup. Berikut ini contoh akun yang harus
ada pada pembuatan jurnal penutup:
1) Akun pendapatan
2) Akun beban
3) Rekening ikhtisar laba/rugi
4) Rekening prive
e) Cara Membuat Jurnal Penutup
Cara membuat jurnal penutup perusahaan bisa dengan mudah kita buat
dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Akun pendapatan yang ada pada laporan laba rugi dicatat di debit dan
mengkredit ikhtisar laba/rugi dengan jumlah yang terdapat di akun pendapatan.
2. Akun biaya-biaya di kredit dengan jumlah masing-masing yang terdapat di
laporan laba/rugi dan mendebit ikhtisar laba rugi sebesar total biaya.
3. Perkiraan prive dengan jumlah yang terdapat di kolom neraca di kredit dan
mendebit akun modal dengan jumlah yang sama.
4. Jika perusahaan memperoleh laba, jurnal yang dibuat adalah jumlah laba
dengan perkiraan ikhtisar laba rugi di debit dan mengkredit akun modal dengan
jumlah yang sama. Begitupun sebaliknya jika perusahaan mengalami rugi.
11. Tahapan Pengikhtisaran Dalam Jurnal Pembalik (Reversing Entries)
a) Pengertian Jurnal Pembalik (Reversing Entries)
Jurnal pembalik adalah ayat jurnal yang dibuat untuk membalikkan jurnal
penyesuaian transaksi tertentu pada awal periode akuntansi. Adapun bentuk dari
jurnal pembalik adalah kebalikan dari jurnal penyesuaian. Jika saldo pada jurnal
penyesuaian di sisi debit maka pada jurnal pembalik dipindahkan (diubah/ditukar) di
sisi kredit.
b) Tujuan Jurnal Pembalik
Meskipun sifatnya opsional, akan tetapi jurnal pembalik memiliki tujuan yang
baik untuk membantu pengelolaan akuntansi keuangan dari bisnis, yakni:
1) Menghindari kesalahan pencatatan pada awal periode akuntansi berikutnya.
2) Mempermudah pencatatan transaksi di awal periode akuntansi yang baru
terutama yang berhubungan langsung dengan jurnal penyesuaian.
3) Menghindari terjadinya double entry (pencatatan berganda) pada periode
selanjutnya.
4) Mempermudah pengawasan dan konsistensi pencatatan.
49
c) Akun dan Jenis Transaksi yang Perlu Dibuat
Terdapat empat jenis akun atau transaksi yang perlu untuk dibuatkan jurnal
pembalik, yakni:
1) Pembayaran beban perusahaan lebih dahulu atau beban yang dibayar di muka
atas persekot biaya.
2) Penerimaan pendapat lebih dahulu atau pendapat diterima dimuka atau utang
pendapatan.
3) Beban yang akan dibayar atau beban yang terutang.
4) Pendapatan yang akan diterima atau piutang pendapatan.
Piutang, utang, pendapatan, dan beban tersebut sebenarnya merupakan
pengakuan pada akhir periode. Oleh karena itu, setiap awal periode perkiraan-
perkiraan yang berhubungan dengan pengakuan pendapatan dan beban harus
dihilangkan atau dinolkan agar tidak terjadi pencatatan ganda pada pencatatan
berikutnya dengan cara menyusun jurnal pembalik (reversing entry).
Jadi, jurnal pembalik (reversing entry) adalah jurnal kebalikan dari jurnal
penyesuaian yang dilakukan pada awal periode berikutnya. Akan tetapi tidak semua
ayat jurnal penyesuaian dibuatkan jurnal pembalik. Jurnal penyesuaian yang
biasanya memerlukan jurnal pembalik antara lain sebagai berikut.
1) Persekot beban atau beban yang dibayar di muka, jika saat pembayaran dicatat
sebagai beban/biaya. Apabila saat pembayaran dicatat sebagai harta, maka jurnal
pembalik tidak ada.
2) Pendapatan diterima di muka atau utang pendapatan, jika saat menerima dicatat
sebagai pendapatan. Apabila saat penerimaan dicatat sebagai utang/kewajiban,
maka jurnal pembalik tidak ada.
3) Beban yang akan dibayar atau utang beban.
4) Pendapatan yang akan diterima atau piutang pendapatan.
12. Tahapan Pelaporan Penyajian Laporan Keuangan
a) Pengertian Laporan Keuangan
Secara umum laporan keuangan adalah laporan yang berisi pencatatan uang
dan transaksi yang terjadi dalam bisnis, baik transaksi pembelian maupun penjualan
dan transaksi lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan moneter. Biasanya laporan
ini dibuat dalam periode tertentu. Penentuannya ditentukan oleh kebijakan
perusahaan apakah dibuat setiap bulan atau setiap satu tahun sekali, terkadang
perusahaan juga menggunakan keduanya. (Sumber : https://cutt.ly/DK0vTAi)
Laporan keuangan dibuat untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan
secara keseluruhan. Sehingga para stakeholder dan pengguna informasi akuntansi
bisa melakukan evaluasi dan cara pencegahan dengan tepat dan cepat jika kondisi
keuangan usaha mengalami masalah atau memerlukan perubahan. Mengingat
pentingnya hal itu, maka laporan ini harus dibuat dengan tepat, cermat dan diperlukan
pertanggungjawaban yang diserahkan secara mutlak kepada orang berkompeten
dibidangnya, seperti seorang akuntan.
Dia yang harus mempresentasikan laporan yang telah dibuatnya dengan detail
di depan para stakeholder yang biasanya ini dilakukan pada saat evaluasi kinerja
keuangan tahunan. Jika melihat dari penjelasan di atas tentu bisa ditarik kesimpulan
kalau pengertian laporan keuangan adalah laporan yang berisi data transaksi
50
keuangan perusahaan pada periode tertentu. Yang mana laporan tersebut harus
dilaporkan dan dipertanggungjawabkan sebagai pembahasan evaluasi untuk
perkembangan usaha ke depan.
b) Jenis-jenis Laporan Keuangan
Terdapat lima jenis laporan keuangan utama pada bisnis. Semuanya
disesuaikan dengan bentuk transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Karena setiap
laporan ini memiliki fungsi dan prinsip yang berbeda, tentu mereka yang membuat
laporan ini harus bisa membedakan pembuatan laporan keuangan yang sesuai dengan
peruntukannya.
1) Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan finansial perusahaan yang dibuat oleh
bisnis untuk mengetahui pengeluaran dan pemasukan bisnis secara mendetail.
Isi dari laporan ini ialah data-data pendapatan sekaligus beban yang ditanggung
oleh perusahaan. Biasanya laporan ini dibuat untuk menjelaskan kondisi
keuangan perusahaan pada periode tertentu. Maka dari itu, sebagian besar
laporan dikerjakan pada akhir tahun atau akhir bulan, sesuai ketentuan di
perusahaan tersebut.
Dengan adanya laporan laba rugi, para stakeholder bisa mengetahui
kondisi finansial perusahaan yang terkini. Sehingga laporan tersebut bisa
dijadikan sebagai dasar evaluasi untuk langkah kebijakan selanjutnya. Terdapat
dua jenis laporan laba rugi yang biasa digunakan oleh bisnis pertama
adalah single step dan kedua adalah multiple step.
Apa itu laba rugi single step?
Laporan laba rugi single step atau langkah tunggal hanya menunjukkan
satu kategori pendapatan dan satu kategori pengeluaran. Laporan ini bersifat
sederhana, tidak berisi detail perputaran keuangan yang terjadi pada perusahaan
tersebut. Persamaan yang digunakan dalam laporan laba rugi single step adalah:
Penghasilan Bersih = (Pendapatan + Keuntungan) – (Beban + Kerugian)
Laporan laba rugi single step menggunakan persamaan dasar akuntansi
langsung dari aktivitas keuangan bisnis Anda. Mudah dipahami dan relatif
mudah dibuat dan cocok untuk bisnis berskala kecil.
(Sumber : https://cutt.ly/DK0vTAi)
51
Apa itu laporan laba rugi multiple step?
Laporan laba rugi multiple step berisi lebih banyak informasi umum
daripada yang disertakan dalam laporan laba rugi single step, tetapi laporan ini
menggunakan banyak persamaan untuk menentukan keseluruan perhitungan
laba rugi. Laporan laba rugi multiple step memecah pendapatan operasional dan
biaya operasional juga pendapatan non-operasional dan biaya non-operasional.
Laporan laba rugi ini memisahkan pendapatan dan pengeluaran yang terkait
langsung dengan operasi bisnis dari yang tidak terkait langsung dengan
operasinya. Laporan laba rugi multiple step menggunakan tiga formula
akuntansi yang berbeda untuk mengetahui nilai akhir pada laba bersih:
1. LABA KOTOR = PENJUALAN BERSIH – BIAYA BARANG
TERJUAL
Harga pokok penjualan dikurangi dari penjualan bersih. Ini
memberikan laba kotor.
2. PENDAPATAN OPERASI = LABA KOTOR – BEBAN OPERASI
Biaya operasional dikurangi dari laba kotor. Ini memberi Anda
penghasilan operasional.
3. PENGHASILAN BERSIH = PENGHASILAN OPERASI + ITEM
NON OPERASI
Pendapatan operasional ditambahkan ke pendapatan non-operasional
bersih, keuntungan, beban dan kerugian. Angka terakhir ini memberikan
laba bersih atau rugi bersih bisnis untuk periode pelaporan.
(Sumber : https://cutt.ly/DK0vTAi)
Tujuan dibuatnya laporan laba rugi baik single step maupun multiple
step adalah untuk mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau
justru kerugian. Efeknya ialah mempertahankan yang untung dan sebisa
mungkin mencari solusi bagaimana yang rugi bisa tertutupi.
52
2) Laporan Arus Kas
Jenis laporan keuangan yang kedua adalah laporan arus kas. Laporan arus
kas atau yang biasa disebut dengan cashflow ini sendiri dapat diartikan sebagai
catatan keuangan yang berisi informasi tentang pemasukan dan pengeluaran
selama satu periode. Laporan ini akan sangat berguna ketika Anda akan
mengevaluasi struktur keuangan (likuiditas dan solvabilitas), serta aktiva bersih
perusahaan. Tak hanya itu, Anda pun bisa memanfaatkannya sebagai strategi
adaptif menghadapi perubahan keadaan dan peluang.
Laporan arus kas juga harus dibuat oleh akuntan atau
bagian finance, setelah itu diserahkan kepada pihak stakeholder agar
ditindaklanjuti untuk memastikan semua pos pengeluaran dan pemasukan
berjalan dengan baik.
Laporan arus kas juga terbagi dua jenis yaitu arus kas langsung dan arus
kas tidak langsung. Laporan arus kas berisi bagian untuk tiga set kegiatan:
operasi, investasi dan pembiayaan. Hanya bagian operasi yang berisi metode
arus kas langsung dan tidak langsung. Dengan membandingkan bagian operasi
dengan laporan laba rugi, maka dapat mengidentifikasi perbedaan waktu antara
pengumpulan pendapatan dan kas.
Perbandingan juga mengungkapkan perbedaan waktu antara pengeluaran
dan pembayaran tunai. Perbedaan besar mungkin mengindikasikan bahwa
perusahaan sangat agresif dalam mengakui pendapatan, atau bahwa perusahaan
menghabiskan banyak kas untuk membeli atau memelihara aset, suatu fakta
yang tidak terlihat dari laporan laba rugi.
a) Arus Kas Metode Langsung
Saat menggunakan metode langsung, yang dilakukan adalah
mendaftar arus kas di bagian operasi dari laporan arus kas. Arus kas akibat
operasi timbul dari pengumpulan piutang pelanggan dan uang
yang dibayarkan kepada pemasok, karyawan, dan lainnya.
Bagian ini juga melaporkan kas yang dibayarkan untuk pajak
penghasilan dan bunga. Masalah dalam menggunakan menggunakan
metode langsung adalah bahwa perusahaan mungkin tidak menyimpan
informasi dalam bentuk yang diperlukan. Misalnya, perusahaan yang
menggunakan akuntansi akrual bersama-sama penjualan tunai dan kredit –
mereka harus membuat ketentuan khusus untuk melacak penjualan tunai
secara terpisah.
53
(Sumber : https://cutt.ly/DK0vTAi)
b) Arus Kas Metode Tidak langsung
Dalam metode tidak langsung, dapat dilakukan dengan
menyesuaikan pendapatan bersih untuk mengubahnya dari basis akrual
menjadi berbasis kas. Hal ini mengharuskan untuk menambah kembali
pengeluaran non tunai seperti depresiasi, amortisasi, provisi kerugian untuk
piutang dagang, dan segala kerugian atas penjualan aset tetap.
Selanjutnya juga menyesuaikan laba bersih untuk perubahan antara
saldo awal dan akhir dalam aset lancar – tidak termasuk uang tunai – dan
kewajiban lancar untuk periode tersebut. Akun-akun ini termasuk piutang,
persediaan, persediaan, aset dibayar di muka, kewajiban hutang, dan
pendapatan yang ditangguhkan.
54
(Sumber : https://cutt.ly/DK0vTAi)
55
Arus Kas Langsung vs Tidak Langsung Perbedaan Utama
• Salah satu perbedaan utama metode langsung vs metode tidak
langsung adalah jenis transaksi yang digunakan untuk menghasilkan
laporan arus kas. Metode tidak langsung menggunakan laba bersih sebagai
basis dan mengubah pendapatan menjadi arus kas melalui penggunaan
penyesuaian. Metode langsung hanya memperhitungkan transaksi tunai dan
menghasilkan arus kas dari operasi.
• Metode tidak langsung memastikan untuk mengkonversi laba
bersih dalam hal arus kas secara otomatis. Metode langsung , di sisi lain,
mencatat transaksi tunai secara terpisah dan kemudian menghasilkan
laporan arus kas.
• Metode tidak langsung membutuhkan persiapan karena penyesuaian
yang dilakukan membutuhkan waktu. Waktu persiapan untuk metode
langsung tidak banyak karena hanya menggunakan transaksi tunai.
• Keakuratan metode tidak langsung sedikit kurang karena menggunakan
penyesuaian. Metode langsung relatif lebih akurat karena penyesuaian tidak
digunakan di sini.
Berbagai Komponen Penyusun Metode Arus Kas Langsung
Lantas setelah mengetahui pengertian kedua arus metode diatas juga
perbedaan diantara keduanya paling mendasar. Maka berikut ini akan disajikan
uraian mengenai apa saja komponen penyusunan dari arus kas metode langsung
itu!
1) Memiliki Sumber Jelas
Untuk komponen dasar dari arus kas metode langsung memang
didalam penyusunan dan pembuatan laporannya didasarkan pada sumber
yang jelas. Dimana biasanya sumber data yang didapatkan untuk metode ini
sendiri merujuk pada data buku kas bank dan buku kas kecil.
Selain itu data dan sumber pembuatan laporan dalam metode
langsung terdiri juga dari rekening koran dan juga struk check yang dimiliki.
Sumber data yang digunakan sendiri harus bisa memberikan informasi
mengenai seluruh data pengeluaran dan pemasukan dari keuangan
perusahaan itu.
Sehingga ketika akan membuat sebuah penyusunan laporannya akan
menjadi jelas. Selain itu ketika ada kegiatan investasi lanjutan dan
pembiayaan datanya tidak bisa juga mampu dipertanggung jawabkan.
2) Terdiri Dari Data Aktivitas Operasional
Untuk komponen lanjutan dari arus kas metode langsung sendiri
terdiri atas aktivitas operasional jalannya perusahaan atau lembaga. Dimana
didalamnya terdiri dari berbagai data pengeluaran, pemasukan, penjualan
produk hingga operasional kerja. Semua data tersebut harus masuk dan
harus ada pencatatannya untuk kemudian dimasukan dalam bagian
penyusunan arus kas. Misalnya saja berisi bukti pengeluaran guna
pembiayaan lokasi kerja atau kendaraan operasional atau data pembelian
suatu produk pendukung kerja.
Aktivitas operasional ini sendiri memang meliputi berbagai
perubahan nilai aset dan keuangan akibat suatu kegiatan. Data operasional
56
ini sendiri menjadi salah satu komponen data yang penting sekali untuk
dihadirkan dalam pembuatan metode kas langsung.
3) Memasukan Data Aktivitas Investasi
Selain memasukan aktivitas operasional maka komponen penting
yang harus ada dalam metode langsung adalah aktivitas investasi. Dimana
dalam data aktifitas ini sendiri berisi mengenai pengeluaran dana atau
pemasukan dana atas pembelian aset jangka panjang.
Singkatnya, data komponen ini sendiri didapatkan dari penjualan
aset untuk dimasukan dalam kas sebagai simpanan jangka panjang.
Kemudian data aktivitas ini juga terdiri dari pengalihan ke aset lain yang
berkaitan dengan perusahaan untuk periode pengembangan jangka panjang.
4) Memasukan Data Aktivitas Pendanaan
Kemudian komponen lainnya yang harus ada dalam arus kas
langsung adalah adanya data aktivitas pendanaan yang jelas dalam
perusahaan. Umumnya komponen ini sendiri terdiri dari transaksi tunai
yang mempengaruhi liabilitas jangka panjang dan juga ekuitas. Dengan
kata lain, komponen ini sendiri terdiri dari berbagai jenis pendanaan seperti
pembelian saham, pengambilan pinjaman.
Kemudian berisi juga data aktivitas pembayaran dividen hingga
data utang piutang dengan jangka panjang. Dimana pada bagian ini sendiri
perusahaan akan berkontribusi pada pendanaan jangka panjang. Meski
bersifat jangka panjang namun dalam penyusunan kas dengan jenis ini
memang aktivitas pendanaan ini harus masuk didalamnya.
5) Menyusun Arus Kas Hasil Data Seluruh Perusahaan
Ketika akan membuat sebuah laporan arus kas metode langsung
maka di dalamnya harus jelas berisi seluruh hasil data kas perusahaan.
Seperti aktivitas operasional, investasi, pendanaan dengan sumber jelas
yang bisa dipertanggung jawabkan. Semua komponen diatas tidak bisa
dihilangkan atau dipangkas jika menggunakan metode yang satu ini.
3) Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal atau ekuitas adalah salah satu jenis laporan
keuangan yang penting terutama untuk perusahaan publik. Tujuan
pembuatannya adalah agar perusahaan dapat menggambarkan peningkatan
maupun penurunan dari aktiva bersih (kekayaan) dalam periode tertentu dengan
prinsip pengukuran tertentu untuk dianut.
Mengapa laporan keuangan ini akan ditemukan pada berbagai perusahaan
besar atau publik? Sebab, sebagian besarnya mempunyai struktur kepemilikan
yang kompleks dalam perubahan-perubahan akun ekuitas di tahun terkait.
Tujuan dari dibentuknya laporan perubahan modal yakni memberi laporan
mengenai perubahan modal kerja dan membuat ikhtisar dari investasi dan dana
yang dihasilkan di dalam suatu periode serta aktiva pembayaran.
57
(Sumber : https://cutt.ly/DK0vTAi)
4) Laporan Neraca
Laporan keuangan yang selanjutnya adalah laporan neraca. Laporan
neraca atau balance sheet biasanya terdapat beberapa informasi mengenai akun-
akun aktiva, serta hal-hal yang menjadi kewajiban perusahaan dalam satu
periode. Dalam penerapannya, laporan neraca terdapat dua macam. Yaitu bentuk
stafel atau vertikal serta bentuk skontro atau horizontal.
Pada hakikatnya, laporan neraca adalah gabungan dari segala laporan
keuangan. Ini juga dibuat dalam waktu tertentu yang normalnya adalah satu
tahun sekali. Tujuannya adalah untuk menentukan langkah terkait finansial di
tahun selanjutnya. Laporan neraca merupakan laporan keuangan yang sangat
penting karena dalam laporan ini terdapat segala informasi terkait siapa
pemegang saham dari suatu perusahaan, siapa kreditur yang ada, peraturan
pemerintah yang ada, dan berbagai kebijakan lainnya.
Beberapa informasi tersebut sangatlah penting, sehingga tidak boleh
bocor, semua informasi tersebut memiliki beberapa peran untuk kemajuan suatu
perusahaan. Jadi hanya orang-orang internal lah yang boleh mengetahui
informasi-informasi tertentu. Selain itu, kegunaan lainnya dari laporan neraca
adalah untuk mengetahui beberapa kondisi keuangan dalam sebuah
perusahaan. Laporan ini menunjukkan apakah perusahaan tersebut memiliki
kondisi yang sehat atau tidak.
Laporan keuangan ini menjadi prioritas di perusahaan. Minimal untuk
mengetahui apakah data laporan secara akumulatif memang sesuai dengan data-
data yang terpisah di laporan-laporan sebelumnya. Data dalam laporan neraca
tidak boleh selisih serupiah pun. Jika ada selisih berarti ada yang salah dan harus
dilakukan revisi. Ini merupakan tugas akuntan atau bagian keuangan yang harus
melakukan revisi sampai waktu yang ditentukan. Jika tidak di revisi akan terjadi
ambiguitas ketika membaca semua laporan keuangan perusahan.
58
(Sumber : https://cutt.ly/DK0vTAi)
59
5) Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan mengacu pada informasi tambahan yang
membantu menjelaskan bagaimana perusahaan sampai pada angka laporan
keuangannya.Catatan ini juga membantu menjelaskan penyimpangan atau
anggapan inkonsistensi dalam metodologi akun tahun ke tahun.
Catatan catatan laporan keuangan bukanlah hal yang wajib , hanya untuk
memberikan kejelasan kepada mereka yang membutuhkannya tanpa memiliki
informasi yang ditempatkan di kolom pernyataan. Namun demikian, informasi
yang termasuk dalam catatan atas laporan keuangan seringkali penting karena
dapat mengungkapkan masalah mendasar terhasap kesehatan keuangan
perusahaan.
(Sumber : https://cutt.ly/DK0vTAi)
c) Fungsi Laporan Keuangan Untuk Bisnis
Laporan keuangan dibuat untuk fungsi tertentu. Yang jelas sebagai sarana
untuk menentukan kebijakan pimpinan terkait perusahaan di periode selanjutnya.
Berikut ini akan dijelaskan fungsi yang lebih lengkap:
1) Untuk Menilai Kondisi Usaha
Seluruh laporan ini berguna sebagai penilai kondisi usaha. Maksudnya jika
dari catatan keuangan terlalu banyak kerugian, berarti perusahaan sedang
mengalami kemunduran. Sebaliknya jika di dalam laporan tersebut banyak data
profit, berarti usaha sedang berkembang. Dengan penilaian ini tentu pihak
pimpinan bisa menentukan sikap melanjutkan usaha atau malah menutupnya
karena kerugian usaha yang kronis.
2) Sebagai Bahan Evaluasi
Laporan keuangan diperlukan untuk bahan evaluasi. Bisa dipastikan jika
tidak ada laporan tersebut, evaluasi yang dilakukan tidak akan maksimal bahkan
seperti melakukan hal yang sia-sia. Seluruh laporan ini adalah parameter
evaluasi untuk menjelaskan permasalahan dan solusinya. Jika terjadi
kemunduran perusahaan, maka bisa ditentukan apa penyebab kemunduran
tersebut dan bagaimana jalan keluarnya.
Jika evaluasi ini berjalan maksimal, tentu kebijakan selanjutnya lebih
mudah. Karena sudah ditemukan penyebab masalahnya dan solusi terbaiknya.
Maka evaluasi yang dilakukan pada periode selanjutnya diharapkan untuk
menuntaskan masalah agar tidak terulang lagi.
3) Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan
Laporan keuangan juga berfungsi sebagai pertanggungjawaban
perusahaan. Baik kepada investor maupun kepada pemerintah yang terkait
dengan pajak dan lain sebagainya. Jika laporan keuangan detail, berarti peruhaan
Anda kredibel di mata para stakeholder. Paling tidak manajemen di dalamnya
memang berjalan dengan baik sesuai degan porsinya masing-masing. Sebaliknya
perusahaan dengan laporan keuangan berantakan bisa dikatakan sebagai badan
usaha yang tidak kredibel dan berpotensi mengalami masalah kedepannya.
60
Nama Guru :
Erief Prio Wibowo, SE
Carilah salah satu contoh usaha Jasa dilingkungan sekitarmu kemudian buatlah
kesimpulan dari pertanyaan karakteristik perusahaan jasa diatas, diskusikan
dengan temanmu, bila mungkin ada karakteristik yang lain silahkan ditulis pada
lembar kerja!
Tugas :
Nama :
Kelas :
No. Absen :
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
61
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
Sumber:
Diisi diperoleh darimana referensi tulisan kesimpulan. Misal : browsing sertakan
linknya.
Kalau mendatangi sebuah perusahaan, tulis nama perusahaan dan alamatnya.
Kalau buku, nama Buku Judul dan halamannya
62
Nama Guru :
Erief Prio Wibowo, SE
Sekarang kalian cari bukti-bukti/ dokumen transaksi yang sudah terisi dengan
browsing lalu kalian telaah termasuk jenis transaksi apa dari bukti tersebut. Bila
kalian kesulitan menelaah bertanyalah kepada guru atau kakak kelas kamu bisa
pula browsing.
Tugas : Bukti transaksi berupa ……………………………...
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Tempel bukti transaksi yang kalian dapatkan dan tentukan termasuk dokumen
transaksi apa, berikan penjelasannya !
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
63
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
Sumber:
Diisi diperoleh darimana referensi tulisan kesimpulan. Misal : browsing sertakan
linknya.
Kalau mendatangi sebuah perusahaan, tulis nama perusahaan dan alamatnya.
Kalau buku, nama Buku Judul dan halamannya
64
GLOSARIUM Jurnal Penyesuaian
Harta/ Aktiva
A Laporan Perubahan Modal
Laporan Arus Kas
Adjusment Journal Jurnal Penutup
Asset
Jurnal Umum
B Laporan Laba Rugi
C
Jurnal Pembalik
Capital Statement Neraca Saldo
Cash Flow Statement
Closing entries 50
D
E
F
G
General Journal
H
I
Income Statement
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
Reversing Entries
S
Trail Balance
U Neraca Lajur
V
W
Worksheet
X
Y
Z
51
DAFTAR PUSTAKA
Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia No
165/M/2021 Tentang Program Sekolah Menengan Kejuruan Pusat Keunggulan
Capaian Kompetensi Akuntansi Keuangan Lembaga, Dasar-dasar Akuntansi dan Keuangan
Lembaga Tahun 2021
Ambarwati, Umi. 2021. Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga untuk SMK Kelas X.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud
52