Warta Jemaat
Gereja Kristen Kemah Daud Jakarta
No. 32/ X / 2022
Minggu, 30 Oktober 2022
Renungan KITA ADALAH PENGELOLA BUKAN PEMILIK
Utama
Ayat Alkitab : KEJADIAN 4 : 3 - 4
Oleh : Pdt. Otto Daniel Panggabean, M.Th
A. Saudaraku, pernahkah terpikirkan siapa yang B. Saudaraku, siapa yang mengajarkan Abraham untuk
memberitahu kepada Kain dan Habel untuk membawa memberikan 10% dari hasil rampasan perang setelah
persembahan kepada Tuhan? Alkitab belum ada, hanya ada mengalahkan Kedarlaomer?
orang tuanya Adam dan Hawa. Bukankah Alkitab belum ada? Hukum Taurat baru ada
Ibrani 11:4 mengatakan Habel membawa persembahan 430 tahun kemudian, lalu siapa yang mengajarkan
karena IMAN. Dan iman timbul dari PENDENGARAN. Jadi Abraham memberikan 10% kepada Melkisek (yang
pasti mereka mendengar bagaimana dulu TUHAN adalah gambaran YESUS - baca Ibrani 7: 2-4)
mengorbankan binatang untuk menebus dosa Adam dan
Hawa ketika memakan buah pengetahuan yang baik dan Lihatlah ceritanya dengan jelas, Abraham dengan 318
buruk. orang pasukannya baru saja mengalahkan pasukan dari
Tapi masalahnya kenapa mereka membawa persembahan kumpulan 4 kerajaan. Diperkirakan jumlah pasukan itu
kepada TUHAN? Kenapa Kain membawa setengah dari hasil tidak kurang dari 28.000- 30.000 orang. Jadi 318 vs
kebunnya dan Habel membawa yang sulung dari kambing 28.000 orang. Satu orang harus mengalahkan 80 orang.
dombanya? Mustahil bukan? Jadi Abraham tahu bahwa
Saudaraku, 1 Korintus 6: 17 mengatakan bahwa ketika lahir kemenangan yang dia dapatkan adalah kemenangan
baru Roh Tuhan menjadi satu dengan roh kita. Dan Roma karena TUHAN.
15: 14 mengatakan bahwa di dalam kita “telah dipenuhi” Lihatlah, 10% yang diberikan Abraham kepada
dengan segala yang baik. Melkisedek adalah karena menyadari akan Kasih BAPA
Karena apa? Karena Roh Kudus tinggal di dalam hati kita. di dalam hidupnya.
Saudaraku, segala kebaikan dan karakter TUHAN telah ada Jadi saudara, masalahnya bukanlah seberapa banyak
di dalam kita. Itu sebabnya Roh yang ada di dalam kita yang kita beri kepada TUHAN, tetapi apakah alasan kita
memampukan kita untuk hidup sama seperti ketika YESUS memberi kepada TUHAN?
hidup di dunia ini.
Saudaraku, buah pertama dari buah-buah Roh adalah
Kasih, dan kita mengasihi karena Allah telah terlebih
dahulu mengasihi kita. Semakin kita merenungkan Kasih
Allah bagi kita maka semakin banyaklah buah-buah Roh
yang keluar dari kita.
Jadi apa alasan Kain dan Habel membawa Persembahan
kepada TUHAN?
Karena Kasih TUHAN.
Renungan
Utama
BAHAN DISKUSI :
1.Menurut pendapat saudara, apa alasan Habel dan
Kain membawa Persembahan kepada TUHAN?
2.Apakah kebaikan itu sesuatu yang harus kita
usahakan? Baca Filipi 4: 8-9.
3.Lalu kenapa orang tidak mau memberi kepada
TUHAN? Coba baca 1 Yohanes 4: 19.
4.Kenapa Abraham membawa Persepuluhan kepada
Melkisedek (YESUS)?
Renungan Renungan Harian Oleh : Bernard Panggabean, M.Th
Harian
Tanggal : 31 Oktober - 06 November 2022
DALAM KRISTUS, KEHIDUPAN
SELESAI LEBIH CEPAT DARI TARGET?
KEKRISTENAN TIDAKLAH SULIT KENAPA TIDAK
1 KORINTUS 5: 3 YOHANES 6: 21
Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-
Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu
Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sampai ke pantai yang mereka tujui.
Mengapa mengasihi itu sulit? Tentu saja karena kita mengandalkan Mukjizat di atas tidak terlalu sering dibahas, padahal ini adalah
kekuatan kita sendiri. Jika kita mengandalkan TUHAN — melalui mukjizat yang sangat penting yaitu PERCEPATAN DALAM
merenungkan firman-NYA — maka kita bisa mengasihi, baik, dapat PEKERJAAN.
mengendalikan diri DENGAN TIDAK TERBATAS. Ketika kita mengerjakan suatu proyek atau tugas dari atasan/
Mengapa kita berbeban berat, merasa bahwa masalah kita terlalu dosen, jangan malah khawatir akan waktu yang tidak cukup. Justru
besar dan tidak kunjung selesai? Jawabannya sudah jelas, yaitu harapkan agar kita selesai lebih cepat dari target.
karena kita belum mengandalkan TUHAN. IA justru yang berkata Apa yang kita ucapkan? Apakah malah keluhan karena rasanya tidak
agar semua orang yang berbeban berat agar datang kepada mungkin selesai on time? Bukankah orang benar HIDUP DENGAN
TUHAN. IMAN (yang adalah dasar dari harapan kita)?
Perintah TUHAN bukanlah sesuatu yang berat, karena TUHAN Allah- Kuncinya sudah dituliskan pada ayat di atas, yaitu MEREKA
lah yang juga mengerjakan KEMAUAN DAN KUASA dalam kita. MENAIKKAN YESUS KE PERAHU MEREKA. Artinya adalah, kita justru
SENIN MEMBAWA TUHAN DALAM SEGALA YANG KITA LAKUKAN.
SELASA
Mengandalkan TUHAN Membuat Perintah-perintah TUHAN Tidak Berat Untuk
Bawalah TUHAN Dalam Segala Sesuatu Yang Kita Lakukan, Maka Harapkan
Dilakukan Dalam Kuasa-NYA Terjadi PERCEPATAN Dalam Apapun Yang Kita Kerjakan
TUHAN TIDAK MAU KITA BERBEBAN BERAT TIDAK ADA YANG MUSTAHIL
IBRANI 12: 1 JIKA KITA PERCAYA
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita,
ROMA 1: 17
marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita,
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan
dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. memimpin kepada iman, seperti ada tertulis:
"Orang benar akan hidup oleh iman."
Tahukah kita bahwa TUHAN TIDAK MAU jika kita berbeban berat,
banyak pikiran atau overthinking? IA mau kita selalu hidup dalam Alkitab menuliskan dengan jelas bahwa TIDAK ADA YANG MUSTAHIL
damai sejahtera, sukacita dan tenang. BAGI MEREKA YANG BERIMAN. Kesembuhan tidak mustahil. TUHAN
Lihatlah ayat di atas, ternyata BEBAN memiliki kesamaan dengan KITA adalah Penyembuh untuk semua penyakit kita. Perhatikanlah
DOSA, yaitu MENJADI RINTANGAN bagi kita. bahwa SEGALA PENYAKIT KITA sudah ada obatnya jika kita
Jadi, ketika kita sedang banyak pikiran dan merasa ada hal yang MENGANDALKAN YESUS. IA adalah dokter terbaik, penyedia jalan
terlalu berat, CARILAH JANJI TUHAN mengenai hal itu karena orang keluar terbaik. Tidak ada masalah yang terlalu besar bagi Allah kita.
benar adalah mereka yang memegang janji TUHAN dalam hidupnya Percayakah kita akan firman Tuhan, akan perkataan PENCIPTA KITA?
(2 Petrus 3-4). Jika iya, maka hidup kita dipenuhi damai sejahtera karena TIDAK
Serahkanlah segala kekhawatiran kita pada TUHAN, karena IA yang ADA YANG MUSTAHIL bagi kita.
memelihara kita karena hidup kita adalah TANGGUNG JAWAB DARI
PEMELIHARA KITA.
RABU
KAMIS
TUHAN Tidak Menghendaki Beban & Dosa Merintangi Pertandingan Iman
Saat Kita Mempercayai Janji TUHAN Maka Hidup Kita
Kita, Karena Itu Berikan Segala Beban Kita Kepada YESUS Dipenuhi Damai Sejahtera-NYA
Renungan Renungan Harian Oleh : Bernard Panggabean, M.Th
Harian
Tanggal : 31 Oktober - 06 November 2022
TERANG DALAM KEDIAMAN KEHIDUPAN YANG PENUH HARAPAN KITA
ORANG PERCAYA YEREMIA 29: 11
KELUARAN 10: 23 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku
mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai
Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat
bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada
sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu
terang di tempat kediamannya. hari depan yang penuh harapan.
Perhatikanlah bagaimana kondisi “dunia” dan anak-anak Tuhan. Pada ayat di atas, HARAPAN SIAPAKAH yang dimaksud? Harapan
Dunia memang mengalami kegelapan. Ya, hidup sebagai orang TUHAN-kah atau harapan kita? Jawabannya adalah HARAPAN KITA.
dunia adalah kehidupan yang berbahaya. Jalan yang disangka orang Mengapa? Karena memang firman Tuhan HARAPAN adalah bagi
luruspun sangat mungkin berakhir pada maut. Kehidupan orang mereka yang belum melihatnya (Roma 8:24). Siapakah yang belum
dunia adalah kehidupan yang mengandalkan diri sendiri, yang justru melihat masa depan kita? Tentu saja KITA.
membawa kutuk dalam kehidupan kita. Berbeda dengan kita, YESUS sudah melihat masa depan kita. DIA
Berbeda dengan orang percaya. Firman Tuhan berkata, jika kita tidak terikat waktu. DIA sudah tahu apa yang akan terjadi. DIA
mengakui TUHAN dalam tindakan kita, maka IA akan meluruskan sudah melihat jauh sebelum kita dilahirkan dan jauh setelah kita
jalan kita. Kehidupan dalam TUHAN justru membawa berkat bagi meninggal. Jadi bukan TUHAN yang berharap pada kita, tapi
kita, membawa kita kepada hari depan yang penuh harapan. KITALAH YANG BERHARAP.
JUMAT Jadi, apa harapan kita akan hari-hari kita? Apa harapan kita akan
SABTU masa depan pekerjaan kita, akan kesembuhan kita?
Saat Kita Hidup Dalam TUHAN, Kehidupan Kita Dipenuhi Terang-NYA Yang
Rancangan TUHAN Bagi Kita Adalah Hari Depan Penuh Dengan Harapan
Penuh Dengan Harapan Yang Terwujud
MINGGU IMAN PERCAYA SELALU PEMBACAAN ALKITAB SETAHUN
MENGHASILKAN TINDAKAN Senin :
Lukas 22 - 24
1 SAMUEL 1: 18 Selasa :
Yohanes 1 - 3
Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas
Rabu :
kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan
Yohanes 4 - 6
mukanya tidak muram lagi. Kamis :
Yohanes 7 - 9
Ayat di atas adalah kejadian yang dialami oleh Hana, ibu dari Jumat :
Samuel. Awalnya dia sangat bersedih hati karena belum memiliki Yohanes 10 - 12
anak. Ia tidak tidak mau makan dan sangat bersusah hati. Ia Sabtu :
kemudian berdoa dirumah Tuhan dan bertemu Imam Eli. Yohanes 13 - 15
Imam Eli memberkati Hana, memberikan IMAN KEPADA HANA. Minggu
Hana yang SUDAH PERCAYA, lalu pulang dan TINDAKANNYA Yohanes 16 - 18
BERUBAH. Ia lalu menjadi mau makan dan mukanya tidak muram
lagi.
Karena percaya, tindakan Hana berubah SEKALIPUN ANAKNYA
BELUM ADA. Iman memang mendahului kenyataan. Justru imanlah
yang mengubahkan kenyataan. Setelah Hana percaya dan
tindakannya berubah, barulah kemudian ia mengandung Samuel.
IMAN Mengubahkan Kenyataan & Tindakan Yang Kita Lakukan
Sebagai Respon Iman
Informasi Informasi Seputar GKKD Jakarta
Informasi Informasi Seputar GKKD Jakarta
Informasi Informasi Seputar GKKD Jakarta