ii
iii
Daftar Isi
Kata Pengantar.......................................................................................................................i
Biodata Penulis.......................................................................................................................ii
Daftar isi...................................................................................................................................Iv
Berkenalan Dengan Drama............................................................................1
A. Ciri-ciri drama.....................................................................................................................1
B. Jenis-jenis drama...............................................................................................................2
Pentingnya Olah Tubuh Dalam Drama.........................................................4
A. Kenapa olah tubuh
penting dalam drama..................................................................4
B. Tujuan dilakukan olah tubuh..........................................................................................4
C. Latihan yang digunakan untuk melatih olah tubuh..................................................5
Olah Vocal Dalam Drama..............................................................................10
A. Latihan olah suara..........................................................................................................11
B. Latihan teknik olah suara..............................................................................................13
C. Latihan diksi.....................................................................................................................13
Pentingnya Olah Rasa Pada Drama.............................................................14
A. Latihan konsentrasi dengan pemain.........................................................................14
B. Latihan imajinasi dengan stimulus.............................................................................15
C. Latihan imajinasi tanpa stimulus................................................................................15
D. Latihan ingatan emosi dengan rasa...........................................................................16
E. Latihan ingatan emosi dengan pemain.....................................................................16
Naskah Drama...............................................................................................17
A. Pengertian naskah drama............................................................................................17
B. Unsur-unsur naskah drama........................................................................................17
C. Istilah-istilah drama........................................................................................................21
Properti...........................................................................................................24
A. Pengertian properti........................................................................................................24
B. Kategori benda yang boleh dijadikan properti........................................................25
C. Contoh properti panggung yang selalu ada di pertunjukan................................25
Daftar Pustaka......................................................................................................................27
IV
Naskah Drama
A. Pengertian Naskah Drama
Naskah adalah teks tertulis, sedangkan drama adalah cerita yang dilukiskan dalam
gerak yang berisi dialog-dialog antar tokoh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), arti kata naskah adalah karangan yang masih ditulis dengan tangan. Drama
dalam KBBI diartikan sebagai komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat
menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting ) atau dialog yang
dipentaskan. Suryaman (2010: 10) menyatakan drama adalah karya sastra yang berupa
dialog-dialog dan memungkinkan untuk ditunjukkan sebagai tontonan.
Menurut wiyanto (2002: 31-32), naskah drama adalah karangan yang berisi cerita
atau lakon. Bentuk naskah drama dan juga susunannya berbeda dengan cerpen atau
novel. Dalam naskah drama untuk menggambarkan cerita tidak digambarkan secara
langsung. Penuturan ceritanya diganti dengan menggunakan dialog antar tokoh. Jadi,
naskah drama lebih mengutamakan ucapan-ucapan atau pembicaraan para tokoh.
Dari pembicaraan para tokoh tersebutlah penonton dapat menangkap dan mengerti
seluruh ceritanya.
B. Unsur-unsur Naskah Drama
Secara umum, sebuah naskah drama terdiri atas unsur intrisik dan unsur
ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah hal-hal terkandung didalam struktur karya sastra
drama, sedangkan unsur ekstrinsik berkaitan dengan faktor-faktor dari luar yang
melatar belakangi karya sastra dram tersebut lahir. Kedua unsur tersebut tidak bisa
dipisahkan.
Waluyo (2003: 4) memaparkan unsur-unsur naskah drama antara lain: (1) Plot
atau alur; (2) Penokohan atau perwatakan; (3) Dialog atau percakapan; (4) Setting; (5)
Tema; (6) Amanat; (7)Petunjuk teknis. Unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan
yang saling melengkapi dalam membentuk sebuah naskah drama yan utuh. Selain
pendapat tersebut, kosasih (2012:135) juga memaparkan beberapa unsur naskah drama
antara lain:
17
Menurut waluyo (2001:8) plot merupakan jalan cerita atau kerangka dari awal
hinga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang berlawanan. Alur
terbagi menjadi tiga yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran.
Pada umumnya para penonton lebih suka melihat jalan cerita yang mengusung
konflik yang berkembang, tidak monoton, dan tidak mudah ditebak jalan ceritanya.
Endraswara (2011: 27-28) memaparkan tiga unsur utama plot,
antara lain:
1) Tegangan suspense, yaitu ketegangan dalam drama
2) Dadakan surprice, yaitu jalan cerita yang tidak disangka-sangka atau bahkan
mengejutkan para penonton
3) Ironi dramatik , yaitu unsur yang diciptakan untuk membuat penonton atau
pembaca lebih penasaran terhadap jalannya cerita.
Unsur-unsur yang terdapat dalam naskah drama tersebut biasanya memiliki
unsur pendukung lainnya, seperti pengenalan, penanjakan, peleraian, klimaks, dan
penyelesaian.
3. Konflik
Menurut Sari dan Fauzi (2006:9) konflik adalah pertentangan antara tokoh-
tokohyang bergulir memikat minat penonton. Konflik dalam drama memungkinkan
para tokoh saling berinteraksi. Konflik tidak selalu berupa pertengkaran, kericuhan ,
atau permusuhan diantara para tokoh. Konflik dapat mebuat penonton tertarik untuk
mengikuti dan menyaksikan pementasan drama.
4. Penokohan
Aminuddin (2009:79) menjelaskan bahwa penokohan adalah cara pengarang
menampilkan tokoh atau pelaku. Tokoh cerita adalah orang yang mengambil bagian
dan mengalami peristiwa-peristiwa atau sebagian peristiwa yang digambarkan
didalam plot. Tokoh yang terdapat dalam naskah drama adalah benda hidup yang
mempunyai tubuh dan watak. Penokohan menggambarkan watak dan kondisi fisik
seorang tokoh dalam drama.
Menurut Wiyanto (2002:27) karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-
ciri jiwa seorang tokoh atau lakon drama. Dari sisi sifatnya dalam cerita, tokoh dapat
dikelompokan menjadi dua, yaitu tokoh mayor, yakni tokoh yang bersifat penting dan
tokoh minor, yakni tokoh yang tidak terlalu penting.
18
plot, penokohan, dialog, latar, konflik, tema, dan pesan. Dalam penulisan sebuah
naskah drama hendaknya dilengkap unsur-unsur tersebut demi terciptanya pesan
kepada pembaca, sutradara atau pemain drama yang akan mementaskan sebuah
drama. Berdasarkan pendapat ahli tersebut, dapat diambil kesimpulan unsur
pembangun dalam sebuah naskah drama antara lain: tema, plot, konflik, penokohan,
setting, teks samping, dan dialog.
Unsur-unsur naskah drama hendaknya menjadi perhatian khusus saat penulis
menulis naskah drama. Kelengkapan unsur-unsur pembangun akan mempengaruhi
kualitas teks drama yang ditulis.
1. Tema
Tema adalah gagasan pokok atau ide yang menjadi dasar pembuatan drama. Tema
yang biasa diangkat dalam drma diantaranya percintaan, kritik sosial, kemiskinan,
penindasan, patriotisme, ketuhanan, dan lain sebagainya. Suharianto (dalam Jingga
2012:34) tema merupakan dasar cerita yaitu pokok permasalahan yang mendominasi
suatu karya sastra.
Unsur buah pikiran atau tema dalam drama terdiri dari maslah, pendapat, dan
peran pengarang. Unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan. Dalam drama, tema akan dikembangkan melalui alur dramatik dalam plot
melalui tokoh-tokoh protagonis dan antagonis dengan perwatakan yang
memungkinkan konflik diformulasikan dalam bentuk dialog (Waluyo 2001:24).
Penggarapan naskah yang berbeda akan mempengaruhi pola penggarapan yang
berbeda pula. Pola penggarapan yang berbeda sangat sah dalam sebuah drama karena
pementasan drama merupakan sebuah karya kolektif yang dikoordinasi oleh
sutradara, sutradara adalah pekerja teater dengan kecakapan dan keahlian
memimpin aktor-aktris, dan pekerja teknis dalam pementasan (Endraswara 2011:38).
Jadi, sangat mungkin para sutradara yang mengkordinasi sebuah pementasan
mempunyai pemikiran yang berbeda dengan sutradara yang lain. Selama hal itu
masih dalam koridor permasalahan atau tema yang ingin disampaikan dalam sebuah
naskah drama.
2. Plot atau Alur
Plot adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalani sedemikian rupa
sehingga menggerakan jalan cerita dari awal, tengah, hingga mencapai klimaks dan
akhir cerita.
19
Waluyo (2001: 16) menyatakan tokoh-tokoh dalam drama dapat diklasifikasikan
menjadi beberapa, seperti berikut ini.
a. Berdasarkan perannya terhadap jalan cerita
- Tokoh protagonis, yaitu tokoh yang mendukung cerita. Biasanya ada satu atau dua
figur tokoh protagonis utama yang dibantu oleh tokoh-tokoh lainnya yang ikut terlibat
sebagai pendukung cerita.
- Toko antagonis, yaitu tokoh penentang cerita. Biasanya ada seorang tokoh utama
yang menentang cerita, dan beberapa figur pembantu yang ikut menentang cerita.
- Tokoh tritagonis, yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun tokoh
antagonis.
b. Berdasarkan perannya dalam lakon serta fungsinya
- Tokoh sentral, yaitu tokoh-tokoh yang paling menentukan gerak lakon. Mereka
merupakan proses perputaran lakon. Tokoh sentral merupakan dalang dari
pertikaian. Dalam hal ini tokoh sentral adalah tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
- Tokoh utama, yaitu tokoh pendukukng atau penentang tokoh sentral. Dapat juga
sebagai perantara tokoh sentral. Dalam hal ini toko tritagonis.
- Tokoh pembantu, yaitu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap atau
tambahan dalam rangkaian cerita.
5. Setting
Waluyo (2001: 23) menyatakan bahwa latar atau tempat kejadian cerita sering
pula disebut latar cerita. Wiyatmi (2006:51) menyatakan latar dalam naskah drama
meliputi latar tempat, waktu dan suasana yang akan ditunjukkan dalam teks samping.
Dalam pentas drama, latar tersebut akan divisualisasikan diatas pentas dengan
tmpilan dan dekorasi yang menunjukkan situasi tertentu. Untuk memahami latar,
maka seorang pembaca naskah drama, juga para aktor dan pekerja teater yang akan
mementaskannya harus memperhatikan keterangan tempat, waktu, dan suasana
yang terdapat pada teks samping atau teks nondialog
6. Teks samping
Teks samping atau petunjuk teknis mempunyai nama lain yaitu kramanggung.
Dalam bahasa inggris sering disebut stage direction atau business ataupun nebentext.
Namun banyak orang yang menggunakanistilah teks samping untuk menyebut
kramagung. Dalam kramagung dibutuhkan pengalaman visual yang kuat untuk
memberi wyjud secara lahir yang bersumber dari lubuk batin, agar drama menjadi
gambaran kehidupan yang seolah-olah nyata untuk pementasan.
20
Teks samping juga berguna sekali untuk memberikan petunjuk kapan aktor harus
diam, pembicaraan pribadi, lama waktu sepi antar kedua pemain, jeda-jeda kecil atau
panjang, dan sebagainya (Waluyo 2001: 29). Biasanya teks samping menguraikan
secara keseluruhan mengenai tokoh-tokoh atau situasi-situasi . beberapa pengarang
juga memberi petunjuk tentang gerak-gerik dan keterangan tentang tentang cara
pengungkapan. Petunjuk pementasan adalah hal yang sangat penting didalam teks
dramatik.
Menurut Suryaman (2010: 11) tekni penulisan naskah drama atau teks drama
memiliki kekhususan jika dibandingkan dengan tekni penulisan puisi atau prosa.
Kerena memiliki kemungkinan untuk dipentaskan, naskah drama memiliki teks
samping dan dialog. Teks samping atau petunjuk teknis sangat berguna begi sutradara
guna menyiasati pementasan. Sutradara yang taat terhadap naskah, akan mengikuti
semua petunjuk yang tertulis dalam teks samping.
7. Dialog
Dialog adalah ekspresi yang diungkapkan oleh tokoh lewat media bahasa. Dialog-
dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan dan dapat
menunjukkan plot lakon drama. Dialog dapat terjadi antara dua tokoh atau lebih yang
memperlihatkan perilaku atau watak masing-masing tokoh. Pada umumnya
peranan dialog dalam teks dramatik adalah untuk menghidupkan tokoh atau
membangun tokoh, watak, ruang, waktu, dan lakuan. Dalam dialog biasanya ada
interaksi timbal balik atau ada reaksi dari lawan main. Hal ini yang sebagai ciri dan
fungsi dari dialog.
Dalam drama ada dua macam cakapan, yaitu dialog dan monolog. Disebut dialog
ketika ada dua orang atau lebih tokoh yang bercakap-cakap. Disebut monolog ketika
seseorang tokoh bercakap-cakap dengan dirinya sendiri. Dialog dan monolog
merupakan bagian penting dalam drama, karena hampir sebagian besar teks
didomisili oleh dialog dan monolog.
C. Istilah-istilah Drama
Untuk menambah pemahamman anda, berikut ini istilah-istilah dalam drama
1) Babak
Babak merupakan bagian dari lakon drama. Dalam satu lakon drama mungkin
saja terdiri dari satu, dua, atau tiga babak.
21
2) Adegan
Adegan adalah bagian dari babak. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu
suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak.
3) Prolog
Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog memainkan peran
yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon (cerita)
yang akan disajikan. Prolog sering berisi sinopsis lakon, perkenalan tokoh-tokoh dan
pemerannya, serta konflik-konflik yang akan terjadi dipanggung.
4) Epilog
Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Biasanya berupa
kesimpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru saja
disajikan.
5) Dialog
Dialog adalah percakap para pemain. Dialog memaikan peran yang sangat penting
karena karena menjadi pengarah lakon drama. Artinya, jalan cerita drma diketahui
oleh penonton lewt dialog para pemainnya.
6) Monolog
Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri
7) Mimik
Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah untuk menunjukkan emosi yang
dialami pemain
8) Pantonim
Pantonim adalah ekpresi gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang
dialami oleh pemain
9) Pantomimik
Pantomimik adalah perpaduan ekspresi gerak-gerik wajah dan gerak-gerik
tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.
10) Gestur
Gestur adalah gerak-gerak besar, yaitu gerakan tangan, kaki, kepala, dan tubuh
pada umumnya yang dilakukan pemain.
11) Bloking
Bloking adalah aturan berpindah tempatditemapt yang satu ketempat yang lain
agar penampilan pemain tidak menjemukan.
22
12) Gait
Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus cara
berjalan dan cara bergerak pemain.
13) Akting
Akting adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud
penghayatan peran yang dimainkannya. Bila gerakan-gerakan itu terlalu banyak,
dinamakan over akting (laku lajak)
14) Aktor
Aktor adalah orang yang melkukan akting, yaitu pemain drama. Pengertian bisa
menjangkau pemain pria dan wanita, khusus pemain wanita disebut aktris.
15) Improvisasi
Improvisasi adalah gerakan atau ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan
suasana dalam pementasan.
16) Ilustrasi
Ilustrasi adalah iringan bunyi-bunyian untuk memperkuat suasana yang sedang
digambarkan dalam pementasan.
17) Kontemporer
Kontemporer adalah lakon atau naskah serba bebas yang tidak terikat aturan atau
kelaziman.
18) Kostum
Kostum adalah pakaian yang digunakan oleh para pemain dalam pementasan.
19) Skenario
Skenario adalah susunan gari-garis besar lakon drama yang akan diperagakan
para pemain.
20) Panggung
Panggung adalah tempat para aktor memainkan sebuah pementasan.
21) Layar
Layar adalah kain putih panggung bagian depan yang dapat dibuka dan ditutup
sesuai kebutuhan disaat melakukan pementasan.
22) Penonton
Penonton adalah semua orang yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan
drama.
23) Sutradara
Sutradara adalah orang yang memimpin dan paling bertanggung jawab dalam
pementasan drama.
23
PROPERTI
A. Pengertian Properti
Properti di dalam drama memiliki arti yaitu sebuah benda mati yang digunakan
di atas panggu untuk membentu settingan cerita, biasanya properti yang digunakan
seperti meja, kursi, pintu, makanan lampu dan perabotan rumah tangga lainnya.
Properi memiliki arti sendiri di dalam sebuah pementasan seni drama, bisa dibilang
properti juga sebagai alat pendukung kesuksesan di dalam seni drama. mengapa
demikian, saya berikan perumpamaan ketika anda sedang memainkan sebuah peran
yang berlokasikan di taman. dan naskah yang anda mainkan sepert petang di taman,
dengan tanggapan penonton sesudah membaca temannya pasti yang di fikirkan
nuansa taman dengan sebuah kursi di tengah hamparan bungga. Properti yang di
dunakan sudah pasti kursi yang biasa kita liat di sebuah taman yang indah.
GAMBAR 1
Dalam seni pementasan properti memilki arti yang sama, tidak hanya di dalam
drama, tetapi dipementasan tari, teater. Semua di gunakan untuk menunjang
pementasan sebuah pementasan seni pertunjukan. Seperti gambar di atas pemera
yang sedang membaca koran dan duduk di atas kursi yang di bariskan memanjang ke
belakang. Properti dapat kita gunaka di atas panggung harus memenuhi syarat
pertunjukan, biasanya ada properti yang di larang di sebuah pementasan, seperti: Api,
air dan bahan yang tidah bisa hilang. Mengapa api tidak di perbolehkan, sebagian
penyelenggara pementasan seni drama biasanya melarang pemain yang di bawah
umur untuk tidak menggunakan api sebagai properti. mengapa air tidak di
perbolehkan juga? Air yang kita maksud akan air yang berlebihan di karenakan akan
24
akan mengganggu pementasan drama, keculai berhubungan dengan naskah yang di
mainkan. Untuk barang yang lengket dapat di kawatirkan akan mengganggu jalannya
pementasan. Ketika kru yang hendang mengganti properti yang di maksudkan
mengganti setting tempat mengalami kesulitan dalam memindahkan ataupun
menghilangkan properti di atas panggung. Bahan yang lengket dapat mengganggu
jalannya pementas dan para memain. Hal ini lah yang membuat penyelenggara tidak
memperbolehkannnya.
B. Kategori benda yang boleh di jadikan properti
Properti yang aman menjadi pilihan jalannya sebuah pementasan drama
contohnya benda yang tidak akan hancur dan membahayakan ketika di mainkan di
atas panggung seperti bahan kaca yang mudah hancur ketika jatuh. Biasanya para
sutradara menyiasati gelas kaca dengan gelas yang terbuah dari plastik. Benda yang
tidak terlalu berat pun menjadi piliha yang baik untuk sebuah pementasan drama.
Dengan alasan memudahkan kru dalam memindahkan properti atau ketika ada
pergantian latar. Masih banyak benda yang dapat di gunakan di dalam pementasan
drama, seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Carilah bahan yang tidak
mengganggu dan mencelakai aktor dan aktris drama.
C. Contoh properti panggung yang selalu ada di pertunjukan
Kategori benda apa saja yang boleh dijadikan sebagai properti pertunjukkan?
Tentu ada kriteria yang perlu di penuhi oleh sebuah properti untuk bisa digunakan
dalam seni pertunjukkan. Salah satunya adalah benda yang tidak mudah hancur
apabila jatuh serta tidak membahayakan saat digunakan diatas panggung. Sebagai
berikut kita akan membahas deretan contoh barang yang masuk dalam kategori
properti panggung. Mari simak.
1.Kostum
Properti pertama yang dibahas adalah kostum atau busana. Pernahkah Anda
melihat sebuah pertunjukkan tanpa mengenakan kostum atau busana yang unik dan
mendukung jalannya cerita? Tentu tidak bukan. Kostum dan busana yang dipilih
sendiri akan disesuaikan dengan karakter si tokoh. Ditambah lagi dengan aksesoris
yang semakin mendukung penampilannya.
25
2.Kelengkapan properti pertunjukkan
Yang dimaksud dengan kelengkapan properti pertunjukkan adalah semua barang
atau benda yang digunakan untuk menghubungkannya dengan peran yang sedang di
bawakan. Misalnya untuk memerankan seorang dokter membutuhkan properti tas
dokter, stetoskop dan lain sebagainya. Sedangkan polisi membutuhkan properti topi
polisi, pistol dan lain sebagainya.
3.Dekorasi atau setting
Berbicara soal dekorasi biasanya yang paling terpenting adalah backgroundnya.
Umumnya untuk memberikan nuansa yang netral, maka akan dipilih background
warna hitam yang bagus memantulkan sinar lampu. Tapi ada juga yang
menggunakan warna putih untuk pertunjukkan khusus. Bagian dekorasi berikutnya
adalah benda benda yang mampu mendukung atau menciptakan situasi atas
gambaran lokasi tertentu.
4.Tata cahaya
Penataaan cahaya adalah hal penting yang perlu diperhatikan khusus dalam
persiapan panggung. Properti panggung yang satu ini bisa memunculkan suasana
tertentu dalam sebuah pertunjukkan. Misalnya ada tiga macam peralatan lampu yakni
lampu berderet atau striplight, lampu memusat atau spotlight serta lampu tanpa filter
atau floodlight.
5.Peralatan musik dan efek bunyi
Biasanya peralatan musik dan efek bunyi yang digunakan dalam sebuah drama
menyesuaikan dengan jenis dramanya. Misalnya untuk drama tradisi akan
membutuhkan alat musik tradisional seperti kendang, ketipung, kentungan juga
seruling dan masih banyak lagi yang lainnya.
Itu lah sedikit materi yang bisa diberikan pada kesempatan kali ini, kesimpulan yang
bisa kita ambil adalah. Properti memiliki peran yang penting di sebuah pementasan
yang bertujuan sebagai alat pendukung di sebuah pementasan drama dan seni
pementasan lainnya. Dengan catatan benda yang di gunakan selama pementasan
tidak membahayakan dan mengganggu jalannya pementasan maupun pemeran
selama pementasan berlangsung.
26
27