The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini adalah modul pembelajaran IPA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by okyervianasafitri, 2021-01-08 11:49:06

Modul Pembelajaran IPA

E-book ini adalah modul pembelajaran IPA

Keywords: E-book IPA

MODUL
PEMBELAJARAN IPA

PENULIS
EKO CAHYONO
OKY ERVIANA S

PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN DAN HEWAN
PERKEMBANGBIAKAN

TUMBUHAN HEWAN

GENERATIF VEGETATIF GENERATIF VEGETATIF

PENYERBUKAN

ALAMI BUATAN

Perkembangbikan adalah kemampuan mahkluk hidup untuk menghasilkan individu
baru yang sifatnya sama atau mirip dengan induknya. Perkembangbiakan mahkluk hidup
memiliki tujuan yaitu untuk mempertahankan generasi atau keturunanya supaya tidak punah
dan untuk menjaga kelestarian alam supaya sistem rantai makanan dan siklus hidup mahkluk
hidup bisa terjaga dengan baik. Perkembangbiakan secara umum yang kita ketahui ada 2
yaitu secara generatif (kawin) dan vegetatif (tidak kawin), kedua perkembangbiakan tersebut
dapat terjadi pada tumbuhan dan hewan. Berikut penjelasan tentang perkembangbiakan
generatif dan vegetatif pada tumbuhan dan hewan.

Sebelum menuju kepenjelasan tentang perkembangbiakan tumbuhan alangkah baiknya
kita memahami betul pengertian dari perkembangbiakan tumbuhan dan alat
perkembangbiakan tumbuhan dalam melakukan perkembangbiakan. Perkembangbiakan
tumbuhan merupakan salah satu ciri dari mahkluk hidup khususnya tumbuhan dalam
mempertahankan jenisnya, oleh sebab itu berkembangbiakan ciri khas yang melekat pada
setiapa jenis atau speies tumbuhan. Artinya selama jenis atau spesies itu mampu melakukan
perkembangbiakan dengan baik maka jenis tersebut akan tetap eksis atau ada, akan tetapi jika
jenis tersebut tidak mampu berkembangbiakan makan jenis tumbuhan tersebut sulit bertahan
atau punah. Perkembangbiakan tumbuhan di bagi menjadi 2 yaitu perkembangbiakan
tumbuhan secara generatif dan vegetatif

Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan sering dialami pada tumbuhan berbiji oleh
sebab itu bunga di jadikan sebagai alat reproduksi perkembangbiakan tumbuhan berbiji. Alat

reproduksi yang di maksud pada bunga adalah putik sebagai alat kelamin betina sedangkan
benang sari merupakan alat kelamin jantan, jadi perkembangbiakan generatif tumbuhan
merupakan perkembangbiakan bertemunya sel kelamin jantan (benang sari) dengan sel
kelamin betina (putik). Perkembangbiakan tumbuhan dapat dilalui dengan cara penyerbukan
dan pembuahan (Pitoyo, 2010)

Gambar 1. Penyerbukan pada tumbuhan
Sumber : https://images.app.goo.gl/JccAMatth2G6UstV9
Penyerbukan merupakan jatuh atau melekatnya serbuk sari di kepala putik, alat
perkembangbiakan dalam melakukan penyerbukan meliputi perhiasan bunga dan alat kelamin
bunga. Perhiasan bunga meliputi kelopak dan mahkota bunga, alat kelamin bunga (putik dan
benang sari). Dalam penyerbukan mahkota berfungsi untuk menarik perhatian serangga untuk
melakukan penyerbukan, di karenakan mahkota bunga memiliki warna-warna yang menarik
(Hamid, 2020). Penyerbukan pada tumbuhan berdasarkan asl serbuk sari di bedakan menjadi
empat macam yaitu :
1. Penyerbukan sendiri (Autogami) merupakan jenis penyerbukan dimana serbuk sari
jatuh pada bunga itu sendiri, tumbuhan yang dapat melakukan penyerbukan sendiri
tidak menghasilkan keturunan yang bervariasi dan tumbuhan yang dapat melakukan
penyerbukan sendiri termasuk tumbuhan yang memiliki bunga lengkap artinya
dalam 1 bunga memiliki putik dan benang sari contoh Bunga sepatu, Bunga telang,
dan Bunga turi

Gambar 2. Penyerbukan sendiri
Sumber : https://images.app.goo.gl/DD4URdGaQbgcQLxb6

2. Penyerbukan tetangga (Geitonogami) merupakan jenis penyerbukan dimana serbuk
sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang masih dalam satu tangkai (dalam satu
tumbuhan. Penyerbukan tetangga ini terjadi karena bunga jantan dan bunga betina
pada tumbuhan tersebut tidak berada dalam satu bunga, sehingga membutuhkan 2
bunga dalam tumbuhan yang sama untuk melakukan proses penyerbukan.Contoh
pada bunga jagung, kelapa, kelapa sawit, bunga mawar.

Gambar 3. Penyerbukan Tetangga
Sumber : https://images.app.goo.gl/DD4URdGaQbgcQLxb6
3. Penyerbukan silang (Alogami) merupakan serbuk sari jatuh pada bunga lain yang
berbeda tumbuhan, namun tumbuhan tersebut masih dalam satu jenis atau spesies.
Penyerbukan silang kerap disebut dengan istilah persilangan atau kawin silang.
Penyerbukan silang umumnya menghasilkan variasi keturunan karena perpaduan
dua sifat tumbuhan induk. Contoh : Mlinjo, bunga mawar, bunga kamboja, pinus.

Gambar 4. Penyerbukan Silang
Sumber : https://images.app.goo.gl/DD4URdGaQbgcQLxb6
4. Penyerbukan bastar (Hybrid) adalah penyerbukan dimana serbuk sari jatuh ke kepala
putik yang berbeda varietas atau berbeda jenis (spesies). Penyerbukan bastar
umumnya akan menghasilkan varietas atau jenis (spesies) baru. Contohnya bunga
mawar merah dengan bunga mawar putih, bunga lili merah dengan bunga lili

kuning, bunga sepatu merah dengan bunga sepatu putih, dan jambu batu merah
dengan jambu batu putih.

Gambar 5. Penyerbukan Bastar
Sumber : https://images.app.goo.gl/DD4URdGaQbgcQLxb6
Penyerbukan pada tumbuhan tidak bisa dilakukan sendiri oleh tumbuhan tersebut,
melainkan dalam penyerbukan membutuhkan perantara sehingga benang sari bisa jatuh di
kepala putik dengan tepat. Penyerbukan berdasarkan perantaranya dibedakan menjadi empat
macam yaitu :
1. Penyerbukan di bantu angin (Anemogami) merupakan penyerbukan yang terjadi
karena bantuan angin. Proses penyerbukan ini terjadi saat angin meniup serbuk sari
sehingga terlepas dari tangkainya sehingga ia dapat masuk ke dalam kepala putik.
Penyerbukan dengan bantuan angin umumnya terjadi pada bunga dengan mahkota
kecil dan warnanya tidak mencolok, Selain itu bunga pada penyerbukan ini biasanya
tidak mempunyai kelenjar madu (nektar), serbuk sarinya ringan, kepala putiknya
besar, mempunyai tangkai sari yang panjang, dan jumlah serbuk sarinya banyak.
Contohnya pada tumbuhan jagung, kelapa, kelapa sawit, rumput-rumputan, padi

Gambar 6. Penyerbukan perantara angin
Sumber : https://images.app.goo.gl/bKM5SzAEwEHUMNFJA

2. Penyerbukan dibantu oleh hewan (Ziodogami) merupakan penyerbukan yang terjadi
karena bantuan oleh hewan. Jenis penyerbukan ini bisa terjadi pada bunga tumbuhan
karena bantuan hewan seperti kupu-kupu, lebah, kelelawar, siput, burung, atau
serangga lainnya. Penyerbukan dengan bantuan hewan umumnya terjadi pada
tumbuhan dengan bunga yang menarik. Ciri-cirinya bunga memiliki mahkota
berukuran besar serta warna mahkotanya yang mencolok dan berwarna-warni. Selain
itu biasanya bunganya memiliki bauh harum dan memiliki kelenjar madu (nektar).
Penyerbukan dengan bantuan hewan termasuk jenis penyerbukan yang paling
banyak terjadi. Contohnya pada tumbuhan bunga sepatu, bunga mawar, bunga
kenanga, bunga melati, bunga kamboja.

Gambar 7. Penyerbukan perantara hewan
Sumber : https://images.app.goo.gl/bKM5SzAEwEHUMNFJA
3. Penyerbukan di bantu oleh air (Hidrogami) merupakan penyerbukan pada bunga
dengan perantara air. Jenis penyerbukan ini bisa terjadi pada bunga tumbuhan karena
air, yang membuat serbuk sari jatuh ke kepala putik. Proses penyerbukan dapat
terjadi karena bunga tumbuhan terendam air, bisa juga terjadi karena terkena air
hujan, atau karena tumpahan air lainnya. Hal ini membuat serbuk sari rontok dan
mendekati kepala putik. Tidak ada ciri khusus bunga yang melakukan penyerbukan
jenis ini. Contohnya pada tumbuhan bunga seroja, teratai, hydrilla, ganggang

Gambar 8. Penyerbukan perantara air
Sumber : https://images.app.goo.gl/bKM5SzAEwEHUMNFJA

4. Penyerbukan dibantu oleh manusia (Antropogami) merupakan penyerbukan pada
bunga dengan bantuan tangan manusia. Terdapat beberapa tumbuhan yang tidak
memungkinkan terjadinya proses penyerbukan jika tidak ada bantuan manusia. Ciri-
ciri tumbuhannya adalah memiliki serbuk sari dan kepala putik yang tidak dalam
satu bunga tunggal, serta serbuk sarinya sulit rontok. Contohnya pada tumbuhan
vanili, buah naga, semangka, salak.

Gambar 9. Penyerbukan perantara manusia
Sumber : https://images.app.goo.gl/bKM5SzAEwEHUMNFJA
Ketika proses penyerbukan sudah terjadi akan terjadilah yang namannya pembuahan.
Pembuahaan bisa disebut juga fertilisasi, Pembuahan (fertilisasi) adalah peristiwa peleburan
sel kelamin jantan (benang sari) dengan sel kelamin betina (putik).Proses ini hanya dapat
terjadi antara bunga yang sejenis.Pada tumbuhan biji pembuahan terjadi diruang bakal biji

Gambar 10. Proses pembuahan pada tumbuhan
Sumber : https://images.app.goo.gl/fjpR88pv5CqwNXev6
Perkembangbiakan pada tumbuhan meskipun ada secara generatif, tumbuhan juga
dalam proses mempertahankan jenis dapat melakukan perkembangbiakan secara vegetatif.
Perkembangbikan vegetatif adalah perkembangbiakan tanpa bertemunya sel kelamin
jantan (benang sari) dengan sel kelamin betina (putik) atau proses perkembangbiakan
tanpa melibatkan penyerbukan dan pembuahan. Tumbuhan baru yang terbentuk berasal
dari pertumbuhan dan perkembangan bagian tubuh tertentu dari induknya. Perkembangbiakan

vegetatif dibagi menjadi dua, yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan
vegetatif buatan (Pitoyo, 2010). Perkembangbiakan vegetatif alami merupakan
perkembangbiakan pada tumbuhan tanpa perantara atau bantuan manusia.
Perkembanbfbiakan vegetatif alami terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya spora, umbi
batang, umbi lapis, tunas, akar tinggal, geragih, dan tunas adventif.

1. Spora merupakan sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan. Ukuran
spora mikroskopis (kecil) dan bentuknya seperti biji. Tumbuhan yang berkembang
biak dengan spora yaitu jamur (spora terletak dibawah tudung jamur), lumut (spora
terletak didalam kotak spora), dan paku-pakuan.

Gambar 11. Spora pada tanaman paku
Sumber : https://images.app.goo.gl/9JrppsdiuYK7mjgd7

Gambar 12. Spora pada jamur
Sumber : https://images.app.goo.gl/Npo3NyC2g88x6vc16

Gambar 13. Spora pada jamur
Sumber : https://images.app.goo.gl/36ZAA8tkUiftysEf7

2. Rhizoma atau akar tinggal merupakan bagian tumbuhan berupa batang yang
menjalar ke dalam tanah. Contoh tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan
seperti ini adalah kunyit, lengkuas, jahe, kencur, temulawak, kencur, bangle,
ganyong dll.

Gambar 14. Rhizoma pada jahe merah
Sumber : https://images.app.goo.gl/aR2ZmJcgM2Uzj3Nm6
3. Umbi lapis merupakan lapisan daun yang menyerupai daging yang memiliki
fungsi sebagai candangan makanan. Tumbuhan yang berkembangbiak dengan
umbi lapis adalah bawang merah, bawang bupih, bawang Bombay, bawang prei,
bunga bakung, bunga lili

Gambar 15. Umbi lapis pada bawang merah
Sumber : https://images.app.goo.gl/LU3xX9R74qat6eCo7
4. Umbi akar merupakan akar yang membengkak dalam tanah yang berisi
cadangan makanan. Contoh tanaman yang berkembangbiak dengan umbi akar
adalah singkong, lobak, wortel, bengkuang, bunga dahlia.

Gambar 16. Umbi akar pada wortel
Sumber : https://images.app.goo.gl/cVRBRR97tcKUuKdh8

5. Umbi batang merupakan batang yang membengkak dalam tanah dan berisi
cadangan makanan atau batang yang tumbuh di dalam tanah. Ujung batangnya
menggembung dan membentuk umbi. Umbi adalah tempat untuk menyimpan
cadangan makanan yang mengandung karbohidrat. Contoh tumbuhan tersebut
adalah ubi jalar, kentang, talas, suweg, gembili

Gambar 17. Umbi batang pada kentang
Sumber : https://images.app.goo.gl/5KinmAkz7AJkLgWV6
6. Stolon atau geragih merupakan batang yang tumbuh dan menjalar datas tanah,
Pada ruas-ruas batang terdapat akar yang akan tumbuh menjadi tunas baru.
Tunas-tunas baru yang terbentuk akan tumbuh menjadi tumbuhan baru yang
tidak bergantung pada induknya. Tanaman yang berkembangbiak dengan stolon
adalah stroberi, sirih, pegagan, apu-apu, rumput teki

Gambar 18. Stolon pada tumbuhan pegagan
Sumber : https://images.app.goo.gl/XcgryPNb4eJx1TMC6
7. Tunas merupakan bagian yang memiliki bakal tunas yang dapat tumbuh
menjadi tunas dan individu baru. Tunas pada tumbuhan di bedakan menjadi 3
yaitu tunas batang, tunas akar, dan tunas daun (adventif).
 Tunas batang contohnya pada tanaman bamboo, pisang, tebu, kelapa
 Tunas akar contohnya pada kesemek, cemara, sukun

 Tunas daun (adventif) contohnya pada bunga wijaya kusuma, cocor
bebek, bunga begonia

Gambar 19. Tunas batang pada pisang
Sumber : https://images.app.goo.gl/bESwgFGnXe1ba2MA8

Gambar 20. Tunas daun (adventif) pada cocor bebek
Sumber : https://images.app.goo.gl/CnoKia1aaDyw3QkE6

Perkembangbiakan vegetatif buatan merupakan perkembangbiakan dengan bantuan

manusia dalam menghasilkan individu baru. Ada beberapa macam cara perkembangbiakan

vegetatif buatan yaitu dengan mencangkok, stek, merunduk (layering), menyambung

(mengenten), menempel (okulasi).

1. Mencangkok merupakan cara perkembangbiakan pada tumbuhan dengan menanam

batang atau dahan yang bertujuan untuk memperbanyak tanaman yang memiliki

sifat yang sama dengan induknya dan cepat menghasilkan. Tumbuhan yang dapat di

cangkok umumnya yang memiliki cambium dan berkayu. Tumbuhan yang dapat di

cangkok sepeerti manga, kedondong, durian, rambutan dll. Sedangkan bunga yang

dapat di cangkok contohnya bunga melati, bunga mawar, bunga soka.

Tabel 1. Keunggulan dan kelemahan mencangkok

Kelebihan Kelemahan

Tumbuhan cepat berbuah Perakaran tidak kuat

Sifat buahnya sama dengan induknya Daun gampang gugur ketika musim kemarau

Tingkat keberhasilan pembibitan lebih tinggi Gampang roboh ketika ada angina kencang

Gambar 21. Mencangkok pada pohon manga
Sumber : https://images.app.goo.gl/whfd5x6Q5K7RrmcR8
Tahap-tahap mencangkok dengan benar, batang yang akan dicangkok dipilih cabang
yang lurus (1). Kulit cabang tersebut kemudian dikerat (2). Selanjutnya, hasil keratan pada
cabang tersebut ditutupi dengan tanah subur (3), kemudian dibungkus menggunakan plastik
atau sabut kelapa(4). Dari cabang tersebut akan tumbuh akar pada kulit cabang yang
dicangkok (5).

Gambar 22. Tahap-tahp mencangkok
Sumber : Pitoyo, 2010

2. Stek dilakukan dengan cara memotong bagian tumbuhan yang akan disetek dan
ditanam di dalam tanah. Bagian tumbuhan dapat berupa batang, daun, atau akar.
Cara ini lebih mudah dilakukan bila dibandingkan dengan perkembangbiakan
vegetatif lainnya. Jika kondisi tanah dan iklim sesuai, maka batang, daun, atau akar
yang ditanam akan membentuk akar baru sehingga tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Berdasarkan bagian tumbuhan yang akan ditanam, setek dapat dibagi menjadi tiga
jenis, yaitu setek batang, setek daun, dan setek akar
 Stek batang : singkong, tebu, sirih
 Stek daun : cocor bebek, begonia, lidah mertua, lidah buaya
 Stek akar : cemara, kesemek, sukun

Tabel 2. Kelebihan dan kelemahan stek

Kelebihan Kelemahan

Tidak terkendala oleh musim/waktu Perakaran lebih lemah

Memiliki umur yang sama dengan induknya Harus memiliki induk yang lebih unggul

Lebih cepat berbuah
Lebih rumit dibandingkan dengan biji

Memiliki sifat yang sama dengan induknya

Gambar 23. Stek batang pada singkong
Sumber : https://images.app.goo.gl/dPdhKHmAy3LFfjB76

Gambar 24. Tahap-tahap stek batang
Sumber : https://images.app.goo.gl/yhfUHLNnzxkBD8na9
3. Merunduk (Layering) merupakan Merunduk (layering) adalah proses
perkembangbiakan vegetatif buatan yang dilakukan pada tumbuhan bercabang
panjang dengan merundukkannya ke tanah. Tumbuhan yang biasa
dikembangbiakkan dengan merunduk adalah tumbuhan yang mempunyai batang
menjulur dan berbuku-buku. Batang yang menjulur dirundukkan ke dalam tanah
dan ditutup kembali dengan tanah. Akar akan tumbuh di bagian ruas batang yang
telah dirundukkan dan ditimbun dengan tanah. Batang yang telah ditumbuhi akar
dapat dipotong dan ditanam menjadi tanaman baru. Syarat dari merunduk yaitu :
 Bercabang panjang
 Bercabang lentur
 Dekat dengan tanah

 Contoh tumbuhan yang dapat di rundukan adalah apel, alamanda, melati,

sirih, selada air, anggur, stroberi, lada

Tabel 3. Kelebihan dan kekurangan merunduk

Kelebihan Kekurangan

Sifatnya sama dengan induknya Tidak bisa banyak bibit yang di hasilkan

Lebih cepat menghasilkan individu baru Hanya bisa untuk tumbuhan tertentu yang
Tingkat keberhasilan dalam menghasilkan memiliki sifat lentur dan dekat dengan tanah
individu baru lebih tinggi

Gambar 25. Merundukan tanaman lada
Sumber : https://images.app.goo.gl/646BimbUT7x1n8uc8

Gambar 26. Proses merundukan tanaman
Sumber : https://images.app.goo.gl/yC7YgcKsVSXqDJn28
4. Menyambung (Mengenten) merupakan menggabungkan batang bawah dan batang
atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-
sifat unggul dari dua tanaman, sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki
sifatsifat unggul. Contohnya tanaman yang dapat dikembangbiakan dengan cara ini
adalah manga, kopi, durian. Contoh manga yang bisa di sambung adalah manga
gadung dengan mangga manalagi, akan menghasilkan individu baru yang berbuah
besar dan rasa serta baunya harum

Tabel 4. Kelebihan dan kekurangan Menyambung

Kelebihan Kekurangan

Tanaman bereproduksi dengan cepat Kadang hasilnya tidak sesuai dengan

keinginan

Memperbaiki jenis tumbuhan yang Perlu adanya uji coba berulang ulang

sebelumnya tidak di inginkan

Mempercepat pertumbuhan pohon Belum tentu ada kecocokan antara

batang atas dan batang bawah

Gambar 27. Menyambung batang mangga
Sumber : https://images.app.goo.gl/rzJqdXWA837vy7v49

Gambar 28. Tahap-tahap Menyambung
Sumber : https://images.app.goo.gl/Sk1VgjmXqyf5HktGA
5. Menempel (Okulasi) dilakukan dengan cara menempelkan mata tunas pada batang
tumbuhan sejenis yang akan dijadikan induk atau batang bawah. Okulasi bertujuan
untuk menggabungkan sifat-sifat unggul dua jenis tumbuhan sebagai tumbuhan
baru. Batang bawah dipilih dari jenis tumbuhan yang memiliki perkaratan dan
batang yang kuat. Selain itu, batang bawah juga tahan terhadap perubahan kondisi
alam. Garis tengah batang tidak kurang dari 1 cm. Mata tunas batang atas dipilih

dari cabang utama (primer). Mata tunas diambil dari tumbuhan yang buahnya enak

dan lebat. Mata tunas tersebut ditempelkan pada batang bawah yang telah disayat

sebagian kulitnya. Tumbuhan hasil okulasi akan berkembang menjadi tumbuhan

baru. Setelah tumbuhan hasil okulasi tumbuh cukup besar, batang bawah dipotong

tepat di atas tumbuhnya okulasi. Contoh tumbuhan yang dapat diokulasi antara lain

mangga, rambutan, durian, dan nangka.

Tabel 5. Kelebihan dan kekurangan Okulasi

Kelebihan Kekurangan

Tanaman memiliki sifat yang unggul Kadang tidak adanya kecocokan antara
mata tunas

Pertumbuhan tanaman lebih beragam Peluang kegagalan cukup besar dalam
proses penempelan

Persiapan benih relative singkat Kadang hasil okulasi tidak normal

Gambar 29. Okulasi pada pohon durian
Sumber : https://images.app.goo.gl/CcDkuNp85YyZz9UHA

Gambar 30. Tahap-tahap okulasi
Sumber : https://images.app.goo.gl/hNa3Svys2aMvtpow9
Jika tumbuhan dapat melakukan perkembangbiakan dengan cara generatif dan vegetatif
begitu pula hewan juga dapat melakukan kedua cara perkembangbiakan tersebut.
Perkembangbiakan pada tumbuhan melibatkan benang sari sebagai sel kelamin jantan dan

putik sebagai sel kelamin betina. Jika pada perkembangbiakan hewan melibatkan sperma
sebagai sel kelamin jantan dan ovum (set telur) sebagai sel kelamin betina.
Perkembangbiakan pada hewan secara generatif adalah perkembangbiakan dengan di dahului
bertemunya sel gamet (pertemuannya sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin
betina(ovum)). Perkembangbiakan hewan secara generatif dibagi menjadi 3 macam yaitu

 Ovipar (Bertelur)
 Vivipar (Melahirkan)
 Ovovivipar (Bertelur-Melahirkan)
1. Ovipar merupakan cara perkembangbiakan pada hewan dengan cara bertelur.
Perkembangbiakan dengan cara ovipar di bedakan menjadi 2 macam yaitu secara
internal (bertemunya sel kelamin jantan/sperma dengan sel kelamin betina/ ovum
berada di dalam tubuh induk betina) contohnya pada hewan ayam, bebek, angsa,
burung elang, burung unta, kasuari dll, sedangkan perkembangbiakan secara
eksternal (bertemunya sel kelamin jantan/ sperma dengan sel kelamin betina/
ovum berada di luar tubuh induk betina) contohnya pada katak dan kodok.

Gambar 31. Fertilisasi eksternal pada katak
Sumber : https://images.app.goo.gl/W5gYXtaboDWH34fb9

Gambar 32. Fertilisasi Internal pada ayam
Sumber : https://images.app.goo.gl/yG6JErYYSgHvD3LH7

2. Vivipar merupakan perkembangbiakan pada hewan dengan cara melahirkan,
perkembangbiakan pada hewan ini termasuk internal karena sel kelamin jantan/
sperma dengan sel kelamin betina/ ovum bertemu di dalam tubuh induk betina.
Perkembangbiakan dimulai dari proses pembuahan (fertilisasi) yaitu betemunya
sel sperma dengan ovumakan berkembang menjadi zigotberkembang
menjadi embrioindividusiap dilahirkan. Kelompok hewan vivipara yaitu
lumba-lumba, paus, kancil, kelinci, tikus, kambing, sapi, domba, kuda, jerapah,
gajah, babi dll

Gambar 33. Kucing termasuk hewan vivipara
Sumber : https://images.app.goo.gl/NGSmPUpNa6GutFME6
3. Ovovivipar merupakan perkembangbiakan pada hewan dengan cara bertelur
selanjutnya melahirkan. Perkembangbiakan ini didahului dengan bertemunya
sel sperma dengan sel ovumterbentuk zigotzigot berkembang berada di
dalam cangkang telur zigot berkembang menjadi embriocangkang telur
pecahkeluarlah individu baru. Contohnya pada ikan pari, hiu, kadal, ular
piton, platypus, bunglon, iguana dll

Gambar 34. Platypus termasuk hewan Ovovivipar
Sumber : https://images.app.goo.gl/Ggg8a1iZgTBSVmyc6

Tabel 6. Ciri-ciri hewan ovipar, vivipara, dan ovovivipar

Ovipar Vivipar Ovovivipar

Tidak memiliki daun telinga Memiliki daun telinga Telur menetas di dalam tubuh
induk betina

Umumnya mengerami Umunya menyusui anaknya Janin mendapatkan makanan
telurnya hingga menatas dari dalam telur

Berbulu Berambut Bersisik dan berambut

Tidak memiliki kelanjar susu Memiliki kelenjar susu Bentuk tubuh sama seperti

Tidak menyusui anaknya Menyusui anaknya induknya

Perkembangbiakan hewan secara vegetatif merupakan perkembangbiakan tanpa

betemunya sel kelamin jantan (sperma) dengan sel kelamin betina (sel telur) atau tanpa

terjadinya pembuahan. Umumnya hewan yang berkembang biak secara vegetatif adalah

hewan tingkatan rendah yang tidak memiliki struktur tubuh yang sempurna dibanding hewan

tingkat tinggi yang memiliki struktur tubuh yang sempurna. Individu yang dihasilkan sama

memiliki sifat yang sama seperti induknya. Perkembangbiakan vegetatif diantaranya sebagai

berikut :

1. Tunas atau Bertunas merupakan cara perkembangbiakan hewan tanpa melalui

proses perkawinan. Hewan yang berkembang biak dengan bertunas memiliki tunas

kecil yang tumbuh di bagian tubuh hewan tingkatan rendah yang sudah dewasa.

Tunas tersebut kemudian akan mulai mencari makanannya sendiri dan

lamakelamaan akan terlepas dari induknya dan menjadi individu yang baru.

Cotohnya pada anemon laut dan hydra

Gambar 35. Anemon Laut
Sumber : https://images.app.goo.gl/C2DpgsELVH2eFiTb8

Gambar 36. Hydra
Sumber : https://images.app.goo.gl/z72JHAeYC2QeH7ZD8

Gambar 37. Proses pertunasan pada hydra
Sumber : https://images.app.goo.gl/npspqB9iis7F9oUSA
2. Membelah diri merupakan membagi tubuh menjadi dua sama besar. Pada tubuh
amoeba, kaki semu yang ada padanya ditarik ke dalam sehinggan bentuk tubuhnya
menjadi bulat. Seketika itu, amoeba membelah dirinya menjadi dua karena inti sel
mulai terbelah dua, contohnya Amoeba, Paramaecium, Euglena

Gambar 38. Amoeba
Sumber : https://images.app.goo.gl/A2G2WTrFxDAPAn3s5

Gambar 39. Tahap membelah diri amoeba
Sumber : https://images.app.goo.gl/MAMgyaGb7xf14fD78

Gambar 40. Paramaecium
Sumber : https://images.app.goo.gl/THgCKoJ2V8bdDsyB8

Gambar 41. Euglena
Sumber : https://images.app.goo.gl/SE1bABvJfrhXwpvXA
3. Fragmentasi merupakan perkembangbiakan dengan cara pemisahan bagian tubuh.
Bagian tubuh yang terpisah tersebut akan menghasilkan individu baru. Contoh
hewan yang berkembang biak dengan cara pemisahan bagian tubuh adalah bintang
laut dan cacing planaria. Bila bintang laut terbelah menjadi dua bagian, maka tiap
bagian tubuhnya itu dapat tumbuh menjadi individu baru. Cacing planaria memiliki
tubuh yang pipih. Bila tubuhnya terpotong justru akan muncul individu baru dari
bagian tubuh yang terpotong tadi. Contohnya bintang laut, cacing planaria,
spyrogira.

Gambar 42. Bintang laut
Sumber : https://images.app.goo.gl/kRHrFT1V9nJ8DALE9

Gambar 43. Fragmentasi bintang laut
Sumber : https://images.app.goo.gl/LpbZ1dLjBEhdVVBX7

Gambar 44. Cacing planaria
Sumber : https://images.app.goo.gl/HBkz1XxwLTV8Uam56

Gambar 45. Fragmentasi cacing planaria
Sumber : https://images.app.goo.gl/SyQgoPQWxdAXRTS18

Gambar 46. Spyrogira dilihat dari mikroskop
Sumber : https://images.app.goo.gl/myuX4KSCXGYGjh3ZA
4. Partenogenesis merupakan jenis reproduksi dimana gamet atau sel telur betina
berkembang menjadi individu tanpa pembuahan atau individu baru terbentuk dari
telur yang tidak dibuahi. Hewan yang mengalami partenogenesis adalah Lebah,
semut, kecoak, komodo.

Gambar 47. Lebah
Sumber : https://images.app.goo.gl/exJHcHKwxSbqGTDx6

Gambar 48. Tahap parthenogenesis lebah
Sumber : https://images.app.goo.gl/pUS7hcvpEYR4n5Gx5

Gambar 49. Komodo
Sumber : https://images.app.goo.gl/TP7FEWiTxRzTXHGG9

Gambar 50. Partenogenesis pada kelompok kadal
Sumber : https://images.app.goo.gl/4YvhrEdtfViRo6R46
Setelah mengetahui cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan secara generatif dan
vegetatif alangkah baiknya kita sebagai sesama mahkluk hidup menjaga kelesatariannya
supaya generasi penerus kita semua bisa belajar dan mengetahui berbagai macam jenis
tumbuhan dan hewan beserta cara perkembangbiakannya, selain itu untuk menjaga siklus
keseimbangan eksosistem. Mahkluk hidup memerlukan tempat tinggal untuk hidup dan
berkembangbiak. Tempat tinggal mahkluk hidup disebut HABITAT, Misalnya hutan. hutan
harus kita jaga agar hewan dan tumbuhan yang tinggal di dalamnya dapat melangsungkan

hidupnya. Keberadaan hewan dan tumbuhan sangat penting dan harus kita lestarikan agar :1)
Tidak punah , 2) Dapat di manfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan atau obatobatan,
3) Menjaga keseimbangan ekosistem antara konsumen dan produsen, 4) Dapat di
manfaatkan sebagai sumber beljar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Pelestarian
hewan dan tumbuhan yaitu suatu kegiatan untuk menjaga secara utuh hewan dan tumbuhan
agar tetap lestari di alamnya.

Upaya-upaya pelestarian Hewan diantaranya sebagai berikut :
1. Memahami pentingnya sebuah pelestarian

 Untuk bisa melestarikan hewan kita harus memahami cara merawatnya
dengan baik, seperti memperhatikan jenis makanana, ukuran kandang, cara
memeliharaan, kebersihan kandang

 Jika itu hewan langka kita tidak boleh mengusik keberadaan hewan tersebut,
serta menjaga habitat aslinya

 Selain itu kita harus mendukung aktivitas pelestarian hewan langka dengan
cara tidak memelihara hewan langka di rumah, jika terlanjur memelihara
serahkan ke balai konservasi sumber daya alam (BKSDA)

Gambar 51. Tidak memperjual belikan hewan langka
Sumber : https://images.app.goo.gl/w9ACyhmgceFvXoRa6

Gambar 52. Tidak memburu hewan langka
Sumber : https://images.app.goo.gl/4HLpdUsEK9ACYgTm9

2. Membuat tempat penangkaran hewan langka
Pembuatan penangkaran bertujuan agar hewan langka dapat berkembangbiak
dengan aman. Setelah cukup umur mereka dilepas Kealam bebas agar hidup secara
alamiah.
Penakaran hewan dapat dilakukan secara EX SITU dan INSITU
• EX SITU artinya penangkaran di luar habitat aslinya seperti kebun binatang,
taman safari, kebun raya
• IN SITU artinya penangkaran di lakukan di dalam habitat aslinya seperti
taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa dan hutan lindung

Gambar 53. Penangkaran Ex situ Kebun Binatang Surabaya
Sumber : https://images.app.goo.gl/D1kZFyPyJV5c1J147

Gambar 54. Penangkaran Ex situ Taman safari Prigen
Sumber : https://images.app.goo.gl/eRfJaecLEesvhiSn9

Gambar 55. Penangkaran In situ Taman Nasional Way kambas, Lampung
Sumber : https://images.app.goo.gl/jMRoUWJZMDHifm5G8

Gambar 55. Penangkaran In situ Taman Nasional Wasur, Papua
Sumber : https://images.app.goo.gl/wzGRUNGbLZUbGzrv9

Gambar 56. Taman Nasional Bawah air Bunaken, Sulawesi Utara
Sumber : https://images.app.goo.gl/YKKqcj6YCzCzRt9t8

3. Tidak melakukan perburuan dan memperjual belikan hewan langka
Berdasarkan UU RI NO.5 Tahun 1990 Pasal 19 setiap orang dilarang melakukan
kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka
alam

4. Menangkap oknum yang menjual belikan hewan langka
Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 1990 tentang
Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dengan hukuman 5 tahun denda
Rp100.000.000,00 (seratus juta)

Gambar 57. Polisi menangkap tersangka menjual belikan hewan langka
Sumber : https://images.app.goo.gl/yr4iw7TrFKAoRTZG8

5. Hewan langka yang di lindungi oleh Negara Indonesia antara lain : Komodo, Merak
jawa, badak bercula satu, cendrawasih, harimau Sumatra, orang utan Kalimantan,
anoa, macan tutul jawa, banteng jawa, gajah sumatera, elang jawa, burung jalak
bali, musang congkok dll.

Gambar 58. Lumba-lumba air tawar (Pesut Mahakam)
Sumber : https://images.app.goo.gl/hgVQdqdaLAhWSymG8
Upaya-upaya pelestarian tumbuhan supaya tetap lestari di alam, diantaranya sebagai
berikut ini :
1. Mengembangbiakan tumbuhan yang sudah kita manfaatkan misalnya
mengembangbiakan secara vegetative alami maupun buatan
2. Tidak menebang pohon sembarangan, alangkah baiknya menebang pohon secara
tebang pilih

Gambar 59. Tidak menebang pohon secara illegal
Sumber : https://images.app.goo.gl/2sxVLwAASK7ko2Zs7
3. Melakukan penghijauan atau reboisasi yaitu menanam kebali pohon yang sudah di
tebang
4. Pelesatarian secara IN SITU (Hutan lindung dan cagar alam), EX SITU (KEBUN
RAYA dan KEBUN KOLEKSI)
5. Mengembangkan tumbuhan langka dengan kultur jaringan yaitu memper banyak
jaringan tumbuhan menjadi tumbuhan baru

Gambar 60. Teknik Kultur Jaringan
Sumber : https://images.app.goo.gl/nyHjuXb8JwmP1DGE8

Gambar 61. Penangkaran In situ, Hutan Lindung Boven Lais, Bengkulu
Sumber : https://images.app.goo.gl/cArgt1aVxUepyuGDA

Gambar 62. Kebun Koleksi kelapa, Bone-bone
Sumber : https://images.app.goo.gl/GqwBFonbDDa4UrrQ8

Gambar 63. Kebun Plasma Nutfah Pisang, Yogyakarta
Sumber : https://images.app.goo.gl/4B6xAjAc952t2xe66

Ayo Berlatih…

1. Apa yang kalian ketahui tentang
perkembangbiakan vegetatif dan
generatif pada hewan dan tumbuha,
jelaskan menggukana bahasamu
sendiri ?

2. Apa yang terjadi jika hewan di muka
bumi ini tidak bisa melakukan
reproduksi ?

3. Apa manfaatnya mempelajari
perkembangbiakan di bidang
pendidikan dan bidang kesehatan ?

4. Menurutmu pentingkah hewan-hewan
langka yang ada di Indonesia di
awetkan dan di pajang di museum
satwa ? jelaskan

HADIST Untuk Materi Perkembangbiakan

ADAPTASI HEWAN
TUMBUHAN

MORFOLOGI BEHAVIORAL FISIOLOGI

Adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan hidupnya. Berdasarkan bentuknya, adaptasi diklasifikasikan menjadi 3,
yakni:adaptasi Morfologi (bentuk tubuh), adaptasi Fisiologi ( fungsi kerja tubuh), serta
adaptasi tingkah laku (behavioral). Tujuan mahkluk hidup melakukan adaptasi diantarnya
yaitu :

1. Melindungi diri dari pemangsa (musuh)
2. Mempertahankan hidupnya
3. Melestarikan jenisnya
4. Untuk memperoleh makanan
5. Untuk menemukan pasangan
Adaptasi Morfologi merupakan penyesuaian diri makhluk hidup yang dipengaruhi oleh
lingkungan sekitarnya yang menyebabkan adanya penyesuaian bentuk organ tubuh agar dapat
bertahan hidup dengan baik atau penyesuaian bentuk tubuh, struktur tubuh, dan alat-alat
tubuh makhluk hidup terhadap lingkungan tempat tinggalnya (Daryadi, 2015)
1. Adaptasi morfologi tumbuhan merupakan suatu perilaku tumbuhan untuk

menyesuaikan diri dengan lingkungan yang di tempati. ada beberapa macam
adaptasi morfologi tumbuhan diantarnya sebagai berikut :
 Xerofit
 Higrofit
 Hidrofit
 Halofit
 Mesofit
 Hidup di daerah kekurangan nitrogen

a) Xerofit Merupakan tumbuhan yang hidup di daerah kering, adapun ciri-cirinya
sebagai berikut :
Tabel 1. Ciri-ciri tumbuhan xerofit
No Ciri-ciri
1 Daun menyerupai duri
2 Permukaan tertutupi lapisan lilin
Memiliki organ untuk memnyimpan cadangan air
3
berupa batang atau lainnya
Memiliki akar yang panjang untuk mencari air yang
4
jauh dan berada di dalam tanah
Contohnya : kaktus, lilin guru, pohon kurma,
5
sansivera, setawar

Gambar 1. Pohon kurma
Sumber : https://images.app.goo.gl/5UxmzLBDeqVr2dGWA

Gambar 2. Lily gurun
Sumber : https://images.app.goo.gl/nCizTsMa91NNUStS6

b) Hidrofit merupakan tumbuhan yang hidup di daerah berair atau basah, adapun
ciri-cirinya sebagai berikut :
Tabel 2. Ciri-ciri tumbuhan Hidrofit
No Ciri-ciri
Batang berongga (berisi udara supaya tidak
1
tenggelam)
2 Memiliki daun tipis dan lebar
Memiliki akar yang lebat dan kuat (supaya tidak
3
terbawa arus air yang deras)
4 Habitat di air
Contohnya : kiambang, eceng gondok, teratai,
5
kangkung, hydrilla, salvinia natans (sejenis paku air)

Gambar 3. Kiambang
Sumber : https://images.app.goo.gl/nfebjxNqJjBnL2Aw9

Gambar 4. Hydrilla
Sumber : https://images.app.goo.gl/T9MdeCzg3rC4pRmN9
c) Higrofit merupakan tumbuhan yang hidup di daerah lembab, adapun ciri-cirinya
sebagai berikut :

Tabel 3. Ciri-ciri tumbuhan higrofit
No Ciri-ciri

Memiliki banyak mulut daun (stomata) sehingga
1

membantu proses percepatan penguapan
2 Daun tipis dan lebar
3 Daun rata-rata di lapisi lilin
4 Habitat di daerah yang lembab

Contohnya : kemunting cina, tanaman paku, lumut,
5

dedalu, daun ungu,

Gamabar 5. Kemunting cina
Sumber : https://images.app.goo.gl/ohuS8SU9XPFUySXf7

Gambar 6. Daun ungu
Sumber : https://images.app.goo.gl/nnRVDF9eCnn7b3MK6
d) Halofit merupakan tanaman yang hidup di daerah kadar garam tinggi, adapun
ciri-cirinya sebagai berikut :
No Ciri-ciri
1 Hidup diderah tepi pantai

Memiliki sejenis saringan di dalam akarnya berguna
2 untuk menyaring kadar garam supaya tidak masuk ke

dalam tubuh tumbuhan

3 Memiliki akar tunjang dan akar nafas
Contohnya : pandan pantai, bakau minyak

4 (Rhizophora apiculata), bakau api-api (vicennia
marina)

Gambar 7. Pandan pantai
Sumber : https://images.app.goo.gl/sYgDptq1JhxC6hxU9

Gambar 8. Bakau api-api
Sumber : https://images.app.goo.gl/CAdYTJsqZCw2PzQW6
e) Mesofit merupakan tumbuhan yang hidup diderah beriklim tropis, adapun ciri-
cirinya sebagai berikut :
No Ciri-ciri

Akar berkembang dengan baik umumnya akarnya
1

tunggang dan serabut
2 Batang berkambium, kadang juga ada yang berair
3 Memiliki stomata
4 Daun kebanyakan berwarna hijau

Contoh : rambutan, mangga, pisang, duriang,
5

kelengkeng dll

Gambar 9. Pohon mangga
Sumber : https://images.app.goo.gl/mWWy6jTttbutkDy47

Gambar 10. Pohon pisang
Sumber : https://images.app.goo.gl/B1piTrVkhJc8UrAy6
f) Hidup didaerah kekurangan nitrogen, ada beberapa spesies tanaman hidup
dengan kekurangan zat nitrogen salah satunya ada kantong semar, kantong
semar akan menjebak mangsanya dengan membukan katup di atasnya dengan
mengeluarkan bau khasnya sehingga serangga akan datang, ketika datang
serangga akan terpeleset masuk kedalam lubang kantong. Di dalam lubang
kantong serangga akan hancurkan oleh enzim-enzim yang ada di dalamnya,
sehingga unsur nitrogen dalam tubuh kantong semar. Tumbuhan yang memakan
serangga di sebut tumbuhan insektivora.

Gambar 11. Kantong semar
Sumber : https://images.app.goo.gl/rmxWuwAzPyuBe52C6

Gambar 12. Venus flytrap
Sumber : https://images.app.goo.gl/hrirLupJW1B5AmcM9

Gambar 13. Bunga Nort American Pitcher
Sumber : https://images.app.goo.gl/4yQByvU2xZR6zSfk7
Selain tumbuhan yang dapat melakukan adaptasi secara morfologi, hewanpun juga bisa
melakukan yang namanya adaptasi morfologi. Kemampuan tersebut memiliki tujuan untuk
menghindari dari suhu ekstrim, menemukan pasangan, mendapatkan makanan dll. Berikut
ini beberapa cara adaptasi morfologi hewan :
 Struktur gigi
 Bentuk paruh
 Bentuk kaki
 Bentuk mulut
 Lidah yang panjang dan lengket
1. Struktur gigi, jika berbicara struktur gigi setiap hewan pasti berbeda karena
tergantung dari makanan yang hewan makan. Hewan herbivore, karnivora, dan
omnivore memiliki struktur gigi yang berbeda. Perbedaan tersebut akan di jelaskan
dibawah ini.
a) Struktur gigi hewan herbivora, kelompok hewan pemakan dedaunan ini dalam
adaptasinya di lengkapi dengan gigi seri dan gigi geraham. Gigi seri berfungsi
untuk memotong dedaunan, sedangkan gigi geraham untuk membantu

mengunyah dedaunan yang di makan. Contoh hewan herbivora seperti kuda,
kambing, sapi, kerbau, kambing, domba dll

Gambar 14. Struktur gigi hewan herbivora
Sumber : Bupena, 2016

b) Struktur gigi hewan karnivora, kelompok hewan pemakan daging ini di
lengkapi dengan gigi taring (meskipun ada sebagian hewan karnivora
menggunakan paruh yang tajam seperti elang). Gigi taring berfungsi untuk
merobek dan mencabik daging mangsanya. Contohnya pada hewan harimau,
beruang, singa, serigala dll

Gambar 15. Struktur gigi karnivora
Sumber : Bupena, 2016

c) Struktur gigi hewan omnivora, hewan omnivora termasuk kedalam hewan
yang memakan segalanya, hewan tersebut di lengkapi dengan gigi seri yang
berguna untuk memotong, gigi taring berfungsi untuk mengoyak makanan, dan
gigi geraham berguna untuk mengunyah makanan. Contoh kera, gorilla, tikus
dll

Gambar 16. Struktur gigi omnivora
Sumber : Bupena, 2016

2. Bentuk paruh, setiap burung memiliki keunikannya masing-masing salah satunya
adalah bentuk paruhnya. Bentuk paruh ini di sesuaikan dengan jenis makanan yang
burung dan tempat untuk mencari makanan. Berikut macam-macam bentuk paruh
burung beserta ciri-cirinya.
Paruh burung pemakan daging terlihat kokoh, runcing, dan tajam,
serta agak melengkung. Paruh tersebut di gunakan untuk merobek
daging mangsa. Contohnya : burung elang, burung hantu, burung
rajawali, burung gagak, burung pemakan bangkai

Burung pemakan madu atau nekatar berbentuk kecil dan
memanjang. Paruh tersebut digunakan untuk menghisap nektar
pada bunga contohnya : burung kolibri, burung madu kelapa, sun
bird

Paruh burung pemakan ikan berbentuk panjang dan
berkantong yang digunakan untuk membawa ikan hasil
tangkapannya. Contohnya : burung pelikan, burung bangau,
burung kormoran burung raja udang

Paruh burung pemakan biji berbentuk pendek, tebal dan kuat
Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis jenis biji-bijian.
Paruh ini berfungsi mengahancurkan biji tersebut. Contohnya
: burung pipit, kakak tua, ayam dll

Paruh burung pemakan serangga berbentuk panjang, runcing
dan kuat . Paruh tersebut untuk mencari serangga yang
bersembunyi di kulit pohon, dalam lubang pohon, atau pada
batang pohon contohnya burung pelatuk, burung cabak,
burung murai

Paruh unggas berbentuk lebar dan memiliki struktur seperti
sisir di bagian pangkalnya. Struktur tersebut berfungsi
sebagi menahan makanan yang licin agar tidak terlepas dan
menyaring makanan dari lumpur contoh bebek, angsa

3. Bentuk kaki, bentuk kaki kelompok burung berbeda-beda tergantung tempat atau
daerah yang di hinggapi, kaki burung selain untuk berjalan juga berfungsi untuk
berenang, bertengger dll. Berikut ini macam-macam bentuk kaki burung.
Kaki burung pemakan daging bentuknya kokoh dan
memiliki kuku tajam yang digunakan untuk
mencengkram dan merobek makanannya contohnya
burung elang

Kaki burung pengais memiliki cakar dengan tiga jari
menghadap kedepan dan satu jari menghadap kebelakang.
Bentuk kaki tersebut digunakan untuk mengais dan
menggali tanah dalam mencari makanan contohnya ayam
dan burung unta

Kaki burung pemakan ikan biasanya memiliki kaki yang
berselaput.kaki ini berguna untuk berenang atau berjalan
di lingkungan yang berlumpur. Contohnya burung
pelikan, bebek dan angsa

Jenis burung pemakan serangga memiliki dua jari kaki
menghadap ke depan dan dua jari menghadap ke belakang
dengan dengan kuku yang tajam.struktur kaki tersebut
digunakan untuk memanjat pohon untuk mencari makan
contohnya : burung pelatuk
4. Bentuk mulut kelompok hewan sangat beragaman khususnya kelompok serangga,
perbedaan tersebut di maksudkan untuk membantu dalam proses mendapatkan
makanan, mencari makanan dll. Berikut ini tipe tipe mulut serangga.
 Tipe Mulut pengunnyah dan penggigit merupakan Kelompok serangga
dengan tipe pengunyah dilengkapi dengan rahang atas dan bawah yang
sangat kuat yang berfungsi sebagai pemotong makanannya seperti
dedaunan yang masih muda contohnya : belalang , capung, kecoa dan
jangkrik

Gambar 17. Tipe mulut pengunyah dan penggigit
Sumber : https://images.app.goo.gl/uE7agVDmDUBnpzJN6

Gambar 18. Belalang
Sumber : https://images.app.goo.gl/XrtH6ixiAfW3LY8JA
 Tipe mulut pengunyah dan penghisap merupakan Tipe mulut pengunyah
dan penghisap dilengkapi dengan rahang atas dan bawah yang kuat serta
dilengkapi flabellum (menyerupai lidah yang berbulu) berfungsi sebagi
menghisap madu.contohnya : lebah

Gambar 19. Tipe mulut pengunyah dan penghisap
Sumber : https://images.app.goo.gl/uE7agVDmDUBnpzJN6

Gambar 20. Lebah
Sumber : https://images.app.goo.gl/ZEapTG3nXZXLbBeL6

 Tipe mulut penjilat dan penghisap merupakan tipe mulut penjilat dan

penghisap pada serangga memiliki ciri terdapatnya alat penyerap yang
mirip spons dan alat ini digunakan untuk menyerap makanan terutama yang
berbentuk cair. Contohnya lalat

Gambar 21. Tipe mulut penjilat dan penghisap
Sumber : https://images.app.goo.gl/uE7agVDmDUBnpzJN6

Gambar 22. Lalat
Sumber : https://images.app.goo.gl/awDBsZ7JB8ZEUPBk9
 Tipe mulut penghisap merupakan mulut pengisap pada serangga bentuknya
seperti belalai yang dapat digulung dan dijulurkan Contohnya kupu-kupu
dan ngengat.

Gambar 23. Tipe mulut penghisap
Sumber : https://images.app.goo.gl/awDBsZ7JB8ZEUPBk9

Gambar 24. Kupu-kupu
Sumber : https://images.app.goo.gl/BzbCEkAvJU36uDYi9

 Tipe mulut penusuk dan penghisap merupakan mulut tipe penusuk-
penghisap mempunyai rahang yang panjang dan runcing contohnya
nyamuk

Gambar 25. Tipe mulut penusuk dan penghisap
Sumber : https://images.app.goo.gl/BzbCEkAvJU36uDYi9

Gambar 26. Nyamuk
Sumber : https://images.app.goo.gl/yvSusASCx1eviboEA
5. Lidah panjang dan lengket dapat di gunakan untuk mencari makanan di sela-sela
bebatuan, kulit pohon dan untuk menangkap mangsa. Contoh bunglon, trenggiling,
cicak, landak semut dll.

Gambar 27. Landak semut
Sumber : https://images.app.goo.gl/QBgk2wbfCEmAjU2G7
Adaptasi behavioral lebih dikenal sebagai adaptasi tingkah laku merupakan salah satu
mekanisme penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan melalui tingkah laku
tertentu. Adaptasi yang dilakukan makhluk hidup bertujuan untuk dapat bertahan hidup dari

kondisi lingkungan yang mungkin kurang menguntungkan. Berikut adaptasi behavioral
(tingkah laku) pada tumbuhan dan hewan.

Adaptasi behavioral pada tumbuhan merupakan bentuk adaptasi untuk
mempertahankan dirinya melalui tingkah laku pada tumbuhan.

1. Nasti merupakan gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi
oleh arah datangnya rangsangan (respon)

2. Seismonasti atau tigmonasti merupakan gerak nasti atau gerak tumbuhan yang
diakibatkan berupa sentuhan atau gerak getaran contoh putri malu yang di sentuh

Gambar 28. Putri malu yang di sentuh
Sumber : https://images.app.goo.gl/eyFzGR2tjdekSCsD7
3. Niktinasi merupakan gerak nasti atau gerakan tumbuhan yang terjadi akibat
pengaruh gelap. Contohnya menutupnya daun petai cina ketika malam hari

Gambar 29. Menutupnya daun petai cina pada malam hari
Sumber : https://images.app.goo.gl/yHZTzJ7eTjL9ppCb9
4. Termonasti merupakan gerak nasti atau gerak tumbuhan yang disebabkan oleh
rangsangan suhu contohnya mekarnya bunga tulip ketika suhu naik

Gambar 30. Mekarnya bunga tulip pada suhu naik
Sumber : https://images.app.goo.gl/iikDmXXHEiUqmU1m9

5. Fotonasti merupakan gerak nasti atau gerak tumbuhan yang disebabkan oleh
rangsangan cahaya. Contohnya mekarnya bunga pukul empat karena rangsangan
cahaya

Gambar 31. Mekarnya bunga pukul empat karena rangsangan matahari
Sumber : https://images.app.goo.gl/KfgkLeMBR4ALnzUk8

6. Tropisme merupakan gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah
datangnya rangsangan (respon).

7. Fototropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan oleh pengaruh
rangsangan cahaya. Contohnya bunga matahari mekar dan batangnya mengarah kea
rah matahari

Gambar 32. Bunga matahari mengarah ke matahari
Sumber : https://images.app.goo.gl/2YmYrnrNoeDwR6jH8
8. Tigmotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan karena rangsangan
sentuhan. Contohnya sulur akan melilit benda yang di sentuhnya

Gambar 33. Sulur melilit bebdayang di sentuh
Sumber : https://images.app.goo.gl/HjqvwigfxoveLzPQA

9. Fotoperiodisme (Menggugurkan daunnya) merupakan bentuk adaptasi pada
tumbuhan untuk mengurangi penguapan yang berlebuhan pada musim kemarau.
Contohnya pohon jati dan pohon randu mengugurkan daunnya ketika musim
kemarau

Gambar 34. Pohon jati mengugurkan daun ketika musim kemarau
Sumber : https://images.app.goo.gl/ERjKij5qMHKijVL29

10. Mematikan daun di atas tanah merupakan merupakan bentuk adaptasi tumbuhan
untuk mengurangi sebuah penguapan yang berlebihan. Contohnya kencur, lengkuas,
kunyit, jahe akan mematikan daunnya di atas tanah ketika musim kemarau

Gambar 35. Tanaman kencur
Sumber : https://images.app.goo.gl/3unWCyEfUVY5g3ge8
11. Menggulungkan daunnya bentuk adaptasi tumbuhan untuk mengurangi sebuah
penguapan yang berlebihan. Contohnya daun pisang, tomat, padi, jagung, cabe akan
menggulungkan daunnya ketika musim panas

Gamabar 36. Daun tomat menggulung musim panas
Sumber : https://images.app.goo.gl/4M2BqyadicyQA7rF9

Selain tumbuhan, hewan juga dapat melakukan adaptasi behavioral. Adaptasi
behavioral hewan sangat bergam tergantung keadaan lingkungan, kondisi dalam menghindar
dari musuh serta untuk mencari makanan, berikut adaptasi morfologi hewan.

1. Ekolokasi merupakan kemampuan untuk mendeteksi mangsa, pemangsa, dan benda
disekitarnya Menggunakan pantulan bunyi (gelombang ultrasonik) yang dikeluarkan
dari hidungnya. Contohnya pada kelelawar, lumba-lumba, paus

Gambar 37. Ekolokasi kelelawar
Sumber : https://images.app.goo.gl/1DHYJANtkfQ2fVPM6
2. Mimikri merupakan teknik manipulasi warna kulit pada binatang seperti misalnya
bunglon yang dapat berubah-ubah sesuai warna benda di sekitarnya agar dapat
mengelabuhi binatang predator / pemangsa sehingga sulit mendeteksi keberadaan
bunglon untuk dimangsa. Jika bunglon dekat dengan dedaunan hijau maka dia akan
berubah warna kulit menjadi hijau, jika dekat batang pohon warna coklat, dia juga
ikut ganti warna menjadi coklat, dan lain sebagainya. Contoh katak pohon, gurita,
rusa kutub, kumbang kura-kura emas dll

Gambar 38. Mimikri pada bunglon
Sumber : https://images.app.goo.gl/pv9WUPukUaN8doND7
3. Autotomi merupakan teknik bertahan hidup dengan cara mengorbankan salah satu
bagian tubuh. Contoh autotomi yaitu pada cicak / cecak yang biasa hidup di dinding
rumah, pohon, dll. Cicak jika merasa terancam ia akan tega memutuskan ekornya
sendiri untuk kabur dari sergapan musuh. Ekor yang putus akan melakukan gerakan-

gerakan yang cukup menarik perhatian sehingga perhatian pemangsa akan fokus ke
ekor yang putus, sehingga cicak pun bisa kabur dengan lebih leluasa. Contohnya
pada kadal, cumi-cumi, salamander, udang

Gambar 39. Autotomi pada cicak
Sumber : https://images.app.goo.gl/2NrrXpJbWnU9cuBW8
4. Hibernasi merupakan Hibernasi adalah teknik bertahan hidup pada lingkungan yang
keras dengan cara tidur panjang ketika musim dingin atau tidak melakukan kegiatan
ketika musim dingin. Contohnya beruang, tupai, kura-kura, kelelawar, lemur dll

Gambar 40. Hibernasi beruang
Sumber : https://images.app.goo.gl/yLZrduuqTo4uxcsk9
5. Estivasi merupakan menonaktifkan diri pada saat kondisi lingkungan tidak
bersahabat pada musim panas. Contohnya siput, lemur cebol, buaya, kadal, kodok

Gambar 41. Estivasi siput
Sumber : https://images.app.goo.gl/tHwwf9My1UHhMJyJ9

Adaptasi fisiologi adalah cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan suatu
lingkungannya melalui fungsi kerja pada organ-organ tubuhnya, dengan suatu tujuan agar
bisa bertahan hidup. Faktor yang mempengaruhi adaptasi fisiologi antara lain :

 Penyesuaian terhadap intesitas cahaya
 Penyesuaian terhadap kadar oksigen
 Penyesuaian terhadap kadar air
 Penyesuaian terhadap kadar garam
Adaptasi fisiologi dapat dilakukan oleh kelompok tumbuhan dan hewan, berikut ini
adaptasi fisiologi tumbuhan :
1. Tumbuhan dikotil, Secara umum tumbuhan dikotil memiliki mahkota bunga dengan
bentuk yang indah dengan warna yang mencolok dan bervariasi. Hal ini berfungsi
untuk menarik perhatian serangga sehingga penyerbukan terbantu dengan adanya
serangga tersebut.

Gambar 42. Bunga mawar berwarna mencolok
Sumber : https://images.app.goo.gl/bS3CoqvMfUf2qKhT6
2. Tumbuhan berbunga, Selain bentuk mahkota yang indah, beberapa jenis tumbuhan
yang berbunga juga melakukan adaptasi. Fisiologi dengan menghasilkan aroma atau
bauk yang khas pada bunganya sehingga menarik perhatian serangga untuk
membantu penyerbukan. Sebagian bunga juga dilengkapi dengan kelenjar madu
atau nectar.

Gambar 43. Bunga melati mengeluarkan
bau harum

Sumber :
https://images.app.goo.gl/GUFGVN9vqs7j
S8fMA

3. Tumbuhan insektivora atau tumbuhan pemakan serangga memiliki penyesusain
tersenderi untuk menarik perhatian mangsanya. Misalnya bunga bangkai
mengeluarkan bau tak sedap untuk menarik perhatian serangga. Dan kantong semar
yang menarik perhatian serangga dengan menghasilkan bau khas. Beberapa
tumbuhan insktivora juga menghasilkan enzim protease untuk menghancurkan
protein dari tubuh mangsanya. Contohnya kantong semar, Bunga Portuguese
sundew, Bunga Nort American Pitcher, Tanaman Cobra, Tanaman Mocassin Plant,
venus flytrap.

Gambar 44. Bunga Portuguese sundew menangkap serangga
Sumber : https://images.app.goo.gl/5BHfpvgtDpSxhjjp6

Adaptasi fisiologi pada hewan juga sangat beragam, berikut cara adaptasi fisiologi
tumbuhan terhadap lingkungan :

1. Adapatsi berdasrkan jenis makananya, Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat
dibedakan menjadi karnivora (pemakan daging). herbivora memakan tumbuhan),
serta omnivora (pemakan daging dan turnbuhan). Penyesuaian hewan-hewan
tersebut terhadap jenis makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus
dan enzim pencernaan yang berbeda.Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya
mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbrvor lebih panjang
daripada usus karnivora.

2. Perbedaan urin ikan air laut dan ikan air tawar, Ikan air laut menghasilkan urine
yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai. Hal ini disebabkan kadar garam
air laut lebih tinggi daripada kadara garam air tawar.

Gambar 45. Ikan mujair (ikan air tawar)
Sumber : https://images.app.goo.gl/rsKMKYHncfVADUMJ9

Gambar 46. Ikan Tuna (Ikan air laut)
Sumber : https://images.app.goo.gl/w9F7E6bAAqNYzp6f9
3. Teredo navalis merupakan mirip cacing yang dapat menghasilkan enzim selulase
sehingga dapat melumatkan kayu kayu kapal

Gambar 47. Teredo navalis
Sumber : https://images.app.goo.gl/QqguVUKHyM6Djqzm7
4. Nyamuk merupakan hewan penghisap darah, karena darah cenderung mengental
maka nyamuk memiliki penyesuaian dengan menghasilkan zat anti pembeku darah
atau yang di kenal dengan sebutan zat antikoagulan


Click to View FlipBook Version