The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TUGAS PROJEK 31 AGUSTUS 2023 RANGKUMAN AGAMA ISLAM M.DAFFA ALRIZKY, SHAFIN MAULANA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by M Daffa Alrizky, 2023-09-06 23:59:43

TUGAS PROJEK 31 AGUSTUS 2023 RANGKUMAN AGAMA ISLAM M.DAFFA ALRIZKY, SHAFIN MAULANA

TUGAS PROJEK 31 AGUSTUS 2023 RANGKUMAN AGAMA ISLAM M.DAFFA ALRIZKY, SHAFIN MAULANA

Rangkuman Buku Agama Islam Semester Gazal Rangkuman Buku Agama Islam Semester Gazal M. Daffa Alrizky & Shafin Maulana


Bab 1 Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai IPTEK 1. Isi kandungan Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191 dan hadis terkait, diantaranya: a) Penciptaan alam semesta, dan silih bergantinya siang dan malam, pusaran angin, keteraturan lintasan bendabenda langit, dan bumi dengan segala isinya, semua itu jangan dijadikan sebagai peristiwa biasa, tanpa hikmah dan tujuan, tetapi harus dipikirkan, sehingga keberadannya dapat diambil sisi positif dan negatifnya melalui akal pikiran serta akal budi yang dimiliki seseorang. b) Kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) harus semakin menumbuhkan kedekatan (taqarrub) kepada Allah Swt. Itu artinya, semakin banyak ilmu yang dimiliki seseorang, hidupnya harus semakin baik dan benar di sisi Allah Swt., termasuk semua nikmat yang diterima, pasti akan diminta pertanggungjawaban. c) Berpikir menjadi ciri khas manusia. Disebabkan kemampuan berpikir, manusia menjadi makhluk yang dimuliakan Allah Swt. d) Peran sebagai khalifah, diamanahkan kepada manusia, karena faktor berpikir juga. Karena kemampuan berpikirlah, ilmu pengetahuan dan teknologi akan diserap didapat dan ditemukan.


2. Isi kandungan Q.S. arl-Rahmān/55: 33 dan hadis terkait, di antaranya: a) Rajin, cinta, dan semangat menuntut ilmu itu mutlak dilakukan, tetapi penting sekali melakukan seleksi ilmu dan guru, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, akibat kebodohan diri, atau dibodohi pihak lain. b) Membaca itu berkaitan dengan qalam (pena) sebagai alat untuk menulis, sehingga tulisan itu menjadi penghubung antar manusia walaupun mereka berjauhan tempat, sebagaimana mereka berhubungan dengan perantaraan lisan. c) Setiap orang harus bercita-cita memiliki iptek yang tinggi, sebagaimana peran para ulama, sehingga sampai kini, meski sudah wafat, ilmu masih bermanfaat untuk generasi akan datang, dan harus menjadi kesadaran bersama, bahwa untuk menjadi ulama itu bukan hal mudah. d) Saat ini, semakin sedikit ulama akibat diwafatkan oleh Allah Swt. dan itu berpengaruh kepada hilangnya ilmu yang dimiliki para ulama yang berakibat bagi kehidupan, sehingga semakin susah menemukan teladan yang dapat dicontoh.


Bab 2 Bukti Beriman: Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, Menutupi Aib Orang Lain 1. Dinul Islam terdiri dari 3 pokok/rukun. - Pertama: Akidah, yaitu pokok-pokok ajaran tentang keimanan yang dikenal dengan sebutan 6 Rukun Iman. - Kedua: Syariah, yakni pokok-pokok ajaran tentang hukum Islam yang dikenal dengan istilah 5 Rukun Islam. - Ketiga: Akhlak, yaitu tata, etika atau moralitas hidup manusia yang bersumber dari wahyu Allah Swt. 2. Iman itu memiliki 63 cabang atau bagian. Di antara cabang iman yang dibahas, sesuai materi ajar ada 4 cabang iman, yakni: (1) Memenuhi Janji, (2) Mensyukuri Nikmat, (3) Memelihara Lisan, dan (4) Menutupi Aib Orang Lain. 3. Memenuhi janji merupakan kewajiban dan menjadi tanda orang itu beriman atau tidak. Janji itu harus ditepati dan dipenuhi, dan setiap janji akan diminta pertanggung jawaban. Memenuhi janji menjadi faktor penting keberhasilan dan kesuksesan seseorang.


4. Syukur merupakan bentuk keridhaan atau pengakuan terhadap rahmat Allah Swt. dengan setulus hati. Bentuk syukur bisa berupa pujian atau pengakuan terhadap segala nikmat Allah Swt. yang dibuktikan dengan kerendahan hati dan ketulusan menerimanya yang diwujudkan melalui ucapan, sikap, dan perilaku. 5. Lidah atau lisan menjadi bagian tubuh yang sangat berharga. Melalui lisan yang tidak tertata, muncul pertengkaran dan perselisihan. Lisan juga, bisa membuat malapetaka yang besar, bahkan pembunuhan yang tidak terkira akibatnya. 6. Sebaliknya, melalui lisan juga, muncul pelbagai macam kedamaian, kesejukan, cinta dan harapan yang tersemai di lubuk jiwa untuk satuan, puluhan, ribuan, jutaan bahkan milyaran umat manusia. Saat ini, masih banyak manusia yang tetap memelihara harapan, meski kondisinya memprihatinkan dan mengenaskan, karena masih percaya kepada janjijanji yang disampaikan.


Bab 3 Menghindari Perkelahian Pelajar, Minuman Keras, dan Narkoba 1. Perkelahian pelajar, dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu: (1) Delikuensi Situasional, yakni perkelahian terjadi karena adanya situasi yang mengharuskan mereka untuk berkelahi, dan (2) Delikuensi Sistematik, yakni: para pelajar yang terlibat dalam perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau Geng. Faktor penting adanya perkelahian pelajar, antara lain: a) Rational Choice, yaitu adanya perkelahian pelajar disebabkan faktor individu. b) Social Disorganization, yaitu adanya perkelahian pelajar disebabkan faktor lingkungan. c) Strain, yaitu adanya perkelahian pelajar disebabkan faktor tekanan yang besar dari masyarakat. d) Differential Association, yaitu adanya perkelahian pelajar disebabkan faktor salah pergaulan. e) Labbeling, yaitu adanya perkelahian pelajar disebabkan faktor terbiasa dicap sebagai pelajar yang nakal.


2. Khamr adalah jenis minuman dan makanan yang dapat memabukkan dan menghilangkan kesadaran seseorang. Makna lain adalah segala apapun yang memabukkan atau merusak akal sehat. Berlandaskan pengertian tersebut, segala jenis narkoba, minuman keras termasuk makna dari khamr. 3. Termasuk jenis khamr adalah alkohol yang merupakan zat kimia yang dipergunakan untuk beragam keperluan di dunia medis, antara lain disinfektan, pembersih, pelarut, bahan bakar, dan sebagai campuran zat kimia lainnya. Penggunaan alkohol dalam makna terakhir, tidak masuk dalam kategori khamr, dan itu berarti diperbolehkan (tidak haram) 4. Tidak pernah coba-coba memakai atau meminum khamr, karena bahaya dan madharatnya sangat besar, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Khamr termasuk rijs, yakni sikap dan perbuatan yang amat sangat tercela, buruk, keji, jijik, kotor, bahkan bisa bermakna najis. 5. Narkoba adalah singkatan dari nar = Narkoba; ko = Psikotropika; dan ba = Bahan-bahan adiktif (alkohol, rokok, kopi, dan lain sebagainya).


6. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. 7. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. 8. Zat Adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang jika dikonsumsi oleh organisme hidup, menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus menerus 9. Segala jenis obat psikotropika dan narkotika, meski tidak mengandung alkohol, ia tetap haram digunakan. Sebab, dampak negatifnya sangat buruk sekali, baik dilihat dari sisi akal pikiran, kesehatan, harta benda maupun kepribadian bagi semua.


Bab 4 Menebarkan Islam dengan Santun dan Damai Melalui Dakwah, Khutbah, dan Tablig 1. Dibanding khutbah dan tablig, cakupan dakwah itu lebih luas, seluas segala aspek kehidupan setiap muslim. Dakwah tidak mesti berbicara dan berceramah, tetapi melakukan perbuatan sehari-hari yang mencerminkan tata nilai Islam, bahkan diam pun demi menegakkan kebenaran, dapat juga bagian dari dakwah. 2. Syarat dai: (a) satunya kata dengan perbuatan (b) memahami objek dakwahnya (c) berani dan tegas, tetapi tetap bijak dan santun dalam berdakwah (d) memiliki ketabahan dan kesabaran yang kokoh (e) tugasnya hanyalah menyampaikan, tidak memastikan hasilnya (f ) terus berdoa agar dakwahnya berhasil. 3. Khutbah jika dikaitkan dengan shalat dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: (a) Khutbah sebelum shalat, misalnya Khutbah Jum’at. (b) Khutbah sesudah shalat, misalnya Khutbah Shalat ’Idain, Shalat Khusuf dan Shalat Kusuf, Shalat Istisqa’ , dan khutbah saat Wukuf di Arafah; (c) Khutbah yang tidak berkaitan dengan shalat, misalnya Khutbah Nikah.


4. Rukun Khutbah: - Membaca hamdalah - membaca shalawat Nabi - berwasiat taqwa kepada diri dan jamaah - membaca satu atau beberapa ayat al-Qur’an - berdoa untuk kaum muslimin dan muslimat. 5. Tablig bukan sekadar ceramah atau pesan biasa, tetapi sebuah ceramah yang datangnya dari Allah Swt. yang disampaikan kepada satu orang atau banyak orang agar mengamalkan pesan tersebut. 6. Ketentuan tablig: (a) menggunakan cara yang sopan, lemah lembut, tidak kasar, dan tidak merusak (b) menggunakan bahasa yang mudah dimengerti (c) mengutamakan musyawarah dan diskusi (d) materinya menggunakan rujukan yang kuat dan jelas sumbernya (e) dilandasi keikhlasan dan kesabaran (f). tidak menghasut untuk bermusuhan, berselisih, merusak, dan mencari-cari kesalahan orang lain.


Click to View FlipBook Version