2. Ancaman Keanekaragaman Hayati di Indonesia Banyak flora dan fauna khas Indonesia yang terancam eksistensinya akibat kegiatan manusia dan bencana alam, seperti penggundulan hutan (deforestasi), kebakaran hutan, banjir dan kekeringan. 3. Pengaruh Manusia terhadap Ekosistem 1). Pertanian dan Produksi Pangan 2). Kerusakan Habitat 3). Polusi 4). Konservasi Untuk pembahasan mengenai pengaruh manusia terhadap ekosistem, maka simaklah video berikut ini BAB II PEMBELAJARAN 37 https://youtu.be/jqf8sWj_eoQ?si=SvxFiUvcr5NIZW9m
BAB II PEMBELAJARAN c. Rangkuman Wallace membagi persebaran fauna di Indonesia menjadi dua wilayah, yaitu fauna wilayah barat (orientalis) dan fauna wilayah timur (australis). Adapun Webber membagi persebaran fauna di Indonesia menjadi tiga wilayah, yaitu fauna wilayah barat, peralihan dan timur. Banyak flora dan fauna khas Indonesia yang terancam eksistensinya akibat kegiatan manusia dan bencana alam, seperti penggundulan hutan (deforestasi), kebakaran hutan, banjir dan kekeringan. Pengaruh Manusia terhadap Ekosistem Pertanian dan Produksi Pangan Kerusakan Habitat Polusi Konservasi d. Tugas Jelaskan perbedaan keanekaragaman hayati di Indonesia dengan di belahan dunia lainnya! 1. Jelaskan dampak dari perbedaan keanekaragaman hayati di Indonesia dengan di belahan dunia lainnya! 2. Jelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia! 3. e. Tes Formatif https://quizizz.com/admin/quiz/65538cfa4c3ee110274daa7f? source=quiz_share 38
BAB II PEMBELAJARAN 39 f. Kunci Jawaban Tes Formatif, Pedoman Penskoran dan Tindak Lanjut NO. Jawaban 1. A 2. A 3. D 4. D Tabel 7. Kunci jawaban Pedoman Penskoran Jumlah Soal = 4 Bobot 1 soal = 25 point Skor maksimum = 100 point Penilaian = Jumlah benar soal yang diperoleh peserta didik x bobot 1 soal
BAB II PEMBELAJARAN Tindak Lanjut 40 Keterangan : Guru diberikan kebebasan untuk melakukan asesmen dalam bentuk lain untuk memastikan setiap peserta didik telah mencapai kriteria yang sudah ditetapkan, dengan melakukan penyesuaian terhadap kondisi kemampuan peserta didik. Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, dapat diajak berdiskusi mengenai kesulitan yang dihadapi dan diberikan pendampingan personal untuk menjelaskan ulang materi terkait. Peserta didik yang sudah melampaui tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, dapat diberi tantangan yang lebih tinggi untuk menjelaskan materi terkait secara lebih kompleks. "Kerja keras mengalahkan bakat ketika bakat tidak bekerja keras."
g. Lembar Kerja Peserta Didik LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PERTEMUAN 3 Nama Kelompok : Anggota Kelompok : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kelas : Hari / tanggal : Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat menganalisis perbedaan keanekaragaman hayati di Indonesia dengan di belahan dunia lainnya BAB II PEMBELAJARAN Orientasi Peserta didik pada Masalah Laju Kepunahan Keanekaragaman Hayati Indonesia Tinggi Gambar 13. Kepunahan keanekaragaman hayati 41
BAB II PEMBELAJARAN REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Peneliti Botani Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tukirin Partomihardjo mengatakan kepunahan keanekaragaman hayati di Indonesia tinggi karena laju kerusakan lingkungan tinggi dan terdapat penurunan areal hutan. "Indonesia itu negara dengan laju kepunahan keragaman hayati cukup tinggi. Tingkat kepunahan tinggi karena laju kerusakan lingkungan dan penurunan areal tutupan hutan tinggi," kata Tukirin dalam diskusi bertajuk 'Keanekaragaman Hayati untuk Kesehatan Manusia' di Jakarta, Rabu (15/4). Penurunan keanekaragaman hayati bumi, ujar dia, kini memang sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan, bahkan ilmuwan memperkirakan sebanyak tiga jenis biota punah setiap jam dan 20 ribu jenis punah per tahunnya. Tukirin menuturkan kepunahan itu mencapai 100 hingga 1000 kali lebih cepat dibandingkan tingkat kepunahan normal, padahal sekali satu jenis tumbuhan atau binatang punah akan mempengaruhi jenis lain. "Kehidupan liar merupakan laboratorium alam yang menyimpan berbagai keunikan dan potensi untuk mempelajari serta melakukan aneka percobaan penyakit manusia, jika jenis itu punah, maka keunikan dan rahasia potensinya akan hilang," kata dia. Sementara pada 2050, perubahan iklim diduga akan mengancam 25 persen semua jenis biota darat menuju kepunahan sehingga ia mengimbau masyarakat, pemerintah dan sektor swasta bergerak membantu mengurangi laju kepunahan keanekaragaman hayati. Cara 42
pertama, ujar dia, adalah melindungi habitat alami termasuk hutan, lahan basah, padang rumput, sungai dan danau dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan. Kedua, menghindari framentasi dan alih fungsi habibat alami serta segera merehabilitasi areal bekas tambang dan lahan terdegradasi lainnya. Selanjutnya, menjaga jenis tumbuhan atau binatang yang berada di luar habitat asli lokal agartetap hidup. Terakhir, menjaga udara, air dan tanah dari kontaminasi meski pada praktiknya sulit, tindakan yang dapat dilakukan setidaknya adalah menekan kontaminasi pada alam. Tindakan itu, ujar dia, penting untuk menjaga keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi kehidupan manusia di beberapa bidang. "Keanekaragaman hayati melindungi tanaman dari ancaman hama dan penyakit serta perubahan iklim," tutur dia Sumber : https://news.republika.co.id/berita/nmukgr/laju-kepunahankeanekaragaman-hayati-indonesia-tinggi Berdasarkan berita yang telah kamu baca, buatlah rumusan masalah dengan jelas dalam bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan wacana diatas! BAB II PEMBELAJARAN 43
Buatlah hipotesis atau dugaan sementara berdasarkan rumusan masalah yang telah Ananda buat! Setelah Ananda mendiskusikan wacana diatas, tentukanla solusi dari permasalahan yang Ananda temukan BAB II PEMBELAJARAN Mengorganisasikan Peserta didik pada Kelompok Belajar Peserta didik diminta untuk duduk dalam kelompok yang telah dibagi dan bekerja sama dengan teman – teman untuk mendiskusikan terkait permasalahan yang ada di LKPD Membimbing Penyelidikan Peserta didik 44
BAB II PEMBELAJARAN Buatlah Poster sederhana mengenai aktivitas manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya Peserta didik bersama kelompoknya mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, bagi kelompok yang tidak presentasi menyimak presentasi kelompok lain, dan di akhir presentasi kelompok yang tidak presentasi diminta memberikan tanggapan, saran, dan pertanyaan Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan Dari Kegiatan yang telah dilakukan, buatlah kesimpulan pemecahan masalah yang di dapatkan! 45
BAB II PEMBELAJARAN 46
BAB II Pembelajaran 4 pentingnya konservasi lingkungan
1.Manfaat Konservasi Konservasi adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang dilakukan secara bijaksana untuk menjaga kesinambungan persediaan hayati dengan meningkatkan dan memelihara kualitas keanekaragaman nilainya. Manfaat konservasi dapat dilihat dari aspek ekologi dan ekonomi. BAB II PEMBELAJARAN a. Tujuan Pembelajaran : Peserta didik menuliskan data pentingnya konservasi lingkungan Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi Manfaat Konservasi Menjelaskan Metode Konservasi b. Uraian Materi 4. Kegiatan Belajar 4 47 Manfaat secara ekologi adalah terlindunginya keanekaragaman hayati melalui keseimbangan ekosistem, sehingga terbebas dari ancaman kepunahan. Manfaat secara ekonomi adalah tersedianya sumber sandang, pangan dan papan yang berkelanjutan. Selain itu jika dikelola dengan baik maka dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan, misalnya dijadikan sebagai tempat ekowisata.
2. Metode Konservasi Secara umum, metode konservasi lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu konservasi secara in-situ dan eks situ. BAB II PEMBELAJARAN 48 Metode Konservasi in-situ adalah upaya pelestarian keanekaragaman hayati, baik berupa flora ataupun fauna, yang dilakukan di habitat asli spesies tersebut. Lingkungan yang akan menjadi lokasi konservasi harus masih berada dalam kondisi yang layak dan terjaga untuk dihuni oleh spesies ttersebut. Metode konservasi eks-situ adalah upaya pelestarian keaneragaman hayati yang dilakukan di luar habitat aslinya. Lingkungan konservasi secara eks-situ merupakan lingkungan buatan manusia. Konservasi eks-situ menjadi alternatif apabila habitat asli dari suatu spesies sudah rusak, sehingga tidak layak lagi untuk dihuni dan apabila ingin mengembalikan fungsinya juga butuh waktu yang lama. c. Rangkuman Konservasi adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang dilakukan secara bijaksana untuk menjaga kesinambungan persediaan hayati dengan meningkatkan dan memelihara kualitas keanekaragaman nilainya. Konservasi merupakan suatu kegiatan memanajemen antara kehidupan manusia dengan sumber daya alam agartercipta kehidupan bisa tetap dipertahankan dan dilestarikan. Manfaat konservasi dapat dilihat dari aspek ekologi dan ekonomi. Manfaat secara ekologi adalah terlindunginya keanekaragaman hayati melalui keseimbangan ekosistem, sehingga terbebas dari ancaman kepunahan. Manfaat secara ekonomi adalah tersedianya sumber sandang, pangan dan papan yang berkelanjuta.
Secara umum, metode konservasi lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu konservasi secara in-situ dan eks situ. Metode Konservasi in-situ adalah upaya pelestarian keanekaragaman hayati, baik berupa flora ataupun fauna, yang dilakukan di habitat asli spesies tersebut. Sedangkan metode konservasi eks-situ adalah upaya pelestarian keaneragaman hayati yang dilakukan di luar habitat aslinya. d. Tugas Mengapa konservasi lingkungan penting untuk menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia? 1. Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia? 2. Bagaimana pendapatmu, mengenai upaya konservasi yang ada di Indonesia ? 3. e. Tes Formatif Password : 08236826 https://kahoot.it/challenge/08236826?challenge-id=c56eba1d-3a97- 43f5-a3cd-a0c98270f1a4_1699972960994 BAB II PEMBELAJARAN 49
BAB II PEMBELAJARAN 50 No. Jabawan 1. c 2. c 3. c 4. c Tabel 7. Kunci jawaban f. Kunci Jawaban Tes Formatif, Pedoman Penskoran dan Tindak Lanjut Pedoman Penskoran Jumlah Soal = 4 Bobot 1 soal = 25 point Skor maksimum = 100 point Penilaian = Jumlah benar soal yang diperoleh peserta didik x bobot 1 soal "Satu-satunya hal terbaik yang dapat mengalahkan nasib sial adalah kerja keras." - Harry Emas
Tindak Lanjut Keterangan : Guru diberikan kebebasan untuk melakukan asesmen dalam bentuk lain untuk memastikan setiap peserta didik telah mencapai kriteria yang sudah ditetapkan, dengan melakukan penyesuaian terhadap kondisi kemampuan peserta didik. BAB II PEMBELAJARAN 51 Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, dapat diajak berdiskusi mengenai kesulitan yang dihadapi dan diberikan pendampingan personal untuk menjelaskan ulang materi terkait. Peserta didik yang sudah melampaui tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, dapat diberi tantangan yang lebih tinggi untuk menjelaskan materi terkait secara lebih kompleks. "Satu-satunya hal terbaik yang dapat mengalahkan nasib sial adalah kerja keras." - Harry Emas
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PERTEMUAN 3 Nama Kelompok : Anggota Kelompok : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kelas : Hari / tanggal : Tujuan Pembelajaran : Peserta didik menuliskan data pentingnya konservasi lingkungan BAB II PEMBELAJARAN g. Lembar Kerja Peserta Didik Orientasi Peserta didik pada Masalah Harimau Sumatera Terancam Punah, Banyak Dibunuh Manusia 52
BAB II PEMBELAJARAN Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 70 persen habitat harimau di Sumatera berada di luar kawasan konservasi sehingga menjadi tantangan tersendiri terkait dengan pelestariannya. Tak hanya itu, DirekturJenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno menjelaskan problem terbesar kerusakan lingkungan dan kematian harimau sumatera ada di faktor manusia. "Keberadaan harimau Sumatera terancam karena manusia. Pada 2020, ditemukan 700 jerat yang dipasang warga di sekitar kawasan konsesi," kata Wiranto mengutip Antara. Menurut Wiranto, selain manusia, masalah utama terkati pelestarian harimau Sumatera adalah sistribusi dan areal jelajah harimau yang tumpang tindih dengan konsesi kehutanan. Pelestarian harimau Sumatera dinilai memiliki tantangan yang berat karena hewan tersebut tidak hanya tinggal di kawasan konservasi, tetapi juga berkeliaran di luar kawasan konservasi, salah satunya tersebar di dalam konsesi hutan tanaman industri (HTI). Menurut dia, perlu kombinasi antara konservasi insitu atau usaha pelestarian alam yang dilakukan dalam habitat aslinya dengan konservasi eksitu atau pelestarian alam yang dilakukan di luar habitat aslinya. "Upaya insitu dan eksitu untuk mengetahui cara membangun, merehabilitasi dan pemanfaatan berkelanjutan," ujarnya. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan bahwa hampir 99 persen harimau sumatera berada di luar kawasan konservasi, terlebih banyaknya konflik harimau 53
sumatera dan manusia. "Ini harus jadi perhatian, tidak mungkin kami bekerja sendirian menangani konflik ini. Karena hampir semuanya berada di luar wilayah konsesi. Kita harus bersama-sama menangani konflik," ujar dia. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Iman Santoso menyebutkan lebih dari 70 persen habitat harimau di Sumatera berada di luar kawasan konservasi. "Pada areal konsesi perlu dialokasikan koridor satwa dan yang terpenting perlu pelibatan pihak swasta terutama di sektor kehutanan dalam mendukung konservasi harimau sumatera di luar kawasan konservasi yang terintegrasi pada skala bentang alam," kata dia. Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200807162828- 199-533334/harimau-sumatera-terancam-punah-banyak-dibunuhmanusia Berdasarkan berita yang telah kamu baca, buatlah rumusan masalah dengan jelas dalam bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan wacana diatas! BAB II PEMBELAJARAN 54
1. Menurut pendapat Ananda, bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan dari wacana di atas ? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 2. Sebagai pelajar, apa yang dapat Ananda lakukan untuk mengatasi permasalahan pada wacana di atas ? ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ BAB II PEMBELAJARAN Mengorganisasikan Peserta didik pada Kelompok Belajar Peserta didik diminta untuk duduk dalam kelompok yang telah dibagi dan bekerja sama dengan teman – teman untuk mendiskusikan terkait permasalahan yang ada di LKPD Membimbing Penyelidikan Peserta didik Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya Peserta didik bersama kelompoknya mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, bagi kelompok yang tidak presentasi menyimak presentasi kelompok lain, dan di akhir presentasi kelompok yang tidak presentasi diminta memberikan tanggapan, saran, dan pertanyaan 55
BAB II PEMBELAJARAN Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah Buatlah kesimpulan yang dapat Ananda ambil dari permasalahan yang telah Ananda diskusikan 56
BAB III Evaluasi
Tingkatan Taksonomi Bloom Proses Kognitif Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia C1 Mengingat Mengingat kembali Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia C2 Memahami Memahami konsep Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia C3 Menerapkan Menerapkan Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia demi kelestarian ekosistem C4 Menganalisis Memecahkan materi ke bagian-bagian yanh lebih sederhana dan bagaimana hubungan antar bagian dan strukturtujuan keseluruhan pembelajaran C5 Menilai Membuat pertimbangan mengenai Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia C6 Mengkreasikan Membuat suatu temuan terbaru mengenai Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia BAB III EVALUASI A. Kognitif Skill Kognitif Skill atau Ranah kognitif meliputi kemampuan dari peserta didik dalam mengulang atau menyatakan kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran yang telah didapatnya. Proses ini berkenaan dengan kemampuan dalam berpikir, kompetensi dalam mengembangkan pengetahuan, pengenalan, pemahaman, konseptualisasi, penentuan, dan penalaran. Tujuan pembelajaran pada ranah kognitif menurut Bloom merupakan segala aktivitas pembelajaran menjadi enam tingkatan sesuai dengan jenjang terendah sampai tertinggi. Tabel 8. Taksonomi bloom 57
B. Psikomotor Skill Psikomotor Skill atau keterampilan proses psikomotor merupakan keterampilan dalam melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota tubuh yang berkaitan dengan gerak fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks, keterampilan pada gerak dasar, perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, ekspresif, dan interperatif. Keterampilan proses psikomotor dapat dilihat pada tabel di bawah. BAB III EVALUASI Tabel 9. Rubrik penilaian Tabel 10. Rubrik penilaian 58
BAB III EVALUASI C. Attitude Skill Attitude Skill atau ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilal. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan Tabel 11. Rubrik penilaian Tabel 12. Rubrik penilaian 59
perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: 1. Receiving atau attending (menerima atua memperhatikan) 2. Responding (menanggapi) mengandung arti "adanya partisipasi aktif" 3. Valuing (menilai atau menghargai) 4. Organization (mengatur atau mengorganisasikan) 5. Characterization by evalue (karakterisasi dg suatu nilai atau komplek nilai). Menggunakan teknik observasi dan instrumen jurnal sikap tentang profil pelajar pancasila yang tertanam meliputi 3 dimensi yaitu : mandiri, bernalar kritis, gotong royong, dan kreatif BAB III EVALUASI Tabel 13. Rubrik penilaian 60
BAB III EVALUASI D. Produk/Output Kerja sesuai Kriteria Standar Link Kuis : https://quizizz.com/join?gc=825061 61 Ayoo kerjakan dengan jujur.....
BAB III EVALUASI Teka-Teki Silang Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia Pertanyaan : A. Mendatar 5. Contoh hewan yang bisa menjadi konsumen puncak di hutan adalah 7. Sawah, kebun dan aquarium adalah contoh ekosistem 10. Konsumen tingkat 3 biasanya adalah hewan pemakan 11. Konsumen tingkat 1 biasanya adalah hewan pemakan 15. Oriental, Australian, dan Tenggara adalah contoh 17. Padi berperan sebagai produsen dalam eksosistem 18. Peran bakteri dalam rantai makanan adalah sebagai 19. Bagian tumbuhan yang menjadi tempat makanan bagi kupu-kupu adalah 20. Siklus makan memakan dalam ekosistem dinamakan rantai B. Menurun 1. Contoh flora di Indonesia bagian barat 2. Contoh komponen biotik di lingkungan sekolah adalah 3. Lingkungan alam yang terdiri dari benda mati dinamakan lingkungan 4. Tikus adalah termasuk hewan yang digolongkan dalam jenis 6. Hubungan antara dua makhluk hidup dimana salah satunya mengalami kerugian dinamakan simbiosis 8. Tempat berlangsungnya hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dinamakan 9. Simbiosis yang terjalin antara kerbau dan burung jalak adalah simbiosis 62
BAB III EVALUASI 12. Contoh komponen abiotik di lingkungan sekolah adalah 13. Hewan yang memakan tikus di sawah adalah 14. Contoh simbiosis komensalisme adalah antara pohon mangga dan bunga 16. Simbiosis mutualisme contoh terjadi antara ikan remora dan ikan Note : Jika jawaban terdiri dari dua kata, jangan diberi spasi (digabung saja) Contoh : Simbiosismutualisme Link teka – teki silang : https://crosswordlabs.com/view/ekologi-dan-keanekaragamanhayati-indonesia-10 Gambar 14. kolom teka-teki silang 63
NO. SOAL BATAS WAKTU PENGERJAAN WAKTU PEMROSESAN 1-20 7 Menit Di akhir pembelajaran TTS 45 menit Di akhir pembelajaran BAB III EVALUASI E. Batasan Waktu Pengerjaan Dalam pengerjaan soal pilihan ganda di atas yang ditugaskan kepada peserta didik sebanyak 20 soal dengan memilih jawaban yang benar maka akan dibuat waktu pengerjaan soal supaya dapat dikerjakan semaksimal mungkin. Dan untuk batas waktu pengerjaan soalnya adalah sebagai berikut: F. Kunci Jawaban/Petunjuk Penilaian, Pedoman Penskoran, Kesimpulan dan Tindak Lanjut Kunci jawaban soal objektif Tabel 14. Batas waktu pengerjaan 64
BAB III EVALUASI Kunci Jawaban TTS 1. Rafflesia 2. Tumbuhan 3. Abiotik 4. Konsumen 5. Harimau 6. Parasitisme 7. Buatan 8. Ekosistem 9. Mutualisme 10. Konsumentingkat2 11. Produsen 12. Gedungbangunan 13. Ular 14. Lebah 15. WilayahbiogeografidiIndonesia 16. Hiu 17. Pertanian 18. Pengurai 19. Bunga 20. Makanan 65
BAB III EVALUASI Pedoman Penskoran 1 soal = 2,5 point 20 soal objektif = 50 point 20 soal TTS = 50 point Jadi, jumlahnya 100 point Gambar 15. Kunci jawaban TTS 66
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Satuan-satuan dalam ekosistem Individu: Satuan terkecil dalam ekosistem yang terdiri dari satu makhluk hidup saja, seperti seekor burung atau satu pohon tertentu. Populasi: Satuan yang terdiri dari beberapa individu dari spesies yang sama yang hidup di suatu wilayah tertentu, seperti populasi kucing liar di suatu kawasan Komunitas: Satuan yang terdiri dari beberapa populasi dari spesies yang berbeda yang hidup di suatu wilayah tertentu, seperti komunitas tumbuhan dan hewan di hutan Ekosistem: Satuan yang terdiri dari komunitas dan lingkungan fisiknya, seperti ekosistem hutan, sungai, atau laut Biosfer: Satuan yang terdiri dari semua ekosistem di Bumi, termasuk atmosfer, hidrosfer, dan litosfer Komponen-komponen dalam ekosistem Komponen biotik: Komponen yang terdiri dari makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme Komponen abiotik: Komponen yang terdiri dari unsur-unsur tak hidup, seperti air, udara, tanah, batu, dan cahaya matahari. Komponen abiotik berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mempengaruhi keberadaan makhluk hidup di dalamnya Ekosistem adalah suatu sistem dimana terjadi hubungan (interaksi) saling ketergantungan antara komponen-komponen di dalamnya, baik 67
BAB IV PENUTUP yang berupa makhluk hidup maupun yang tidak hidup. Di dalam konsep ekologi terdapat tingkatan organisasi kehidupan mulai dari individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer. Rantai makanan adalah proses perpindahan energi dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya melalui peristiwa makan dan dimakan. Tidak semua energi berpindah dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya. Hanya sekitar 10% energi yang berpindah dari satu trofik ke trofik berikutnya. Dan beberapa daur yang terjadi di alam di antaranya siklus air, siklus karbon, siklus, dan siklus nitrogen. Ekosistem tersusun atas komponen biotik dan abiotik. Interaksi dapat juga terjadi antara komponen abiotik dengan abiotik lainnya. Jenisjenis interaksi yang umum terjadi adalah kompetisi, predasi, herbivori dan simbiosis. Aktivitas manusia yang menimbulkan perubahan lingkungan : membuang sampah sembarangan. Penggunaan bahan kimia Kebisingan Polusi termal Perburuan liar Limbah pabrik Limbah pertanian Asap kendaraan Penebangan hutan 68
BAB IV PENUTUP Dampak pencemaran lingkungan Menurunkan kualitas hidup manusia dan hewan. Mengganggu keseimbangan ekosistem. Menyebabkan kerusakan pada tanah, air, dan udara. Menyebabkan berbagai penyakit pada manusia dan hewan. Upaya-upaya pencegahan dan mengatasi pencemaran lingkungan Membiasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Menggunakan bahan kimia secara bijak dan meminimalisir penggunaan bahan kimia. Mengurangi kebisingan dengan cara mengurangi penggunaan mesin-mesin yang berisik. Mengurangi polusi termal dengan cara mengurangi penggunaan energi fosil. Membatasi perburuan liar dan mengurangi limbah pabrik dan pertanian. Mengurangi emisi kendaraan dengan cara menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. Meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan. Wallace membagi persebaran fauna di Indonesia menjadi dua wilayah, yaitu fauna wilayah barat (orientalis) dan fauna wilayah timur (australis). Adapun Webber membagi persebaran fauna di Indonesia menjadi tiga wilayah, yaitu fauna wilayah barat, peralihan dan timur. Banyak flora dan fauna khas Indonesia yang terancam eksistensinya 69
BAB IV PENUTUP akibat kegiatan manusia dan bencana alam, seperti penggundulan hutan (deforestasi), kebakaran hutan, banjir dan kekeringan. Pengaruh Manusia terhadap Ekosistem Pertanian dan Produksi Pangan Kerusakan Habitat Polusi Konservasi Konservasi adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang dilakukan secara bijaksana untuk menjaga kesinambungan persediaan hayati dengan meningkatkan dan memelihara kualitas keanekaragaman nilainya. Konservasi merupakan suatu kegiatan memanajemen antara kehidupan manusia dengan sumber daya alam agartercipta kehidupan bisa tetap dipertahankan dan dilestarikan. Manfaat konservasi dapat dilihat dari aspek ekologi dan ekonomi. Manfaat secara ekologi adalah terlindunginya keanekaragaman hayati melalui keseimbangan ekosistem, sehingga terbebas dari ancaman kepunahan. Manfaat secara ekonomi adalah tersedianya sumber sandang, pangan dan papan yang berkelanjuta. Secara umum, metode konservasi lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu konservasi secara in-situ dan eks situ. Metode Konservasi in-situ adalah upaya pelestarian keanekaragaman hayati, baik berupa flora ataupun fauna, yang dilakukan di habitat asli spesies tersebut. Sedangkan metode konservasi eks-situ adalah upaya pelestarian keaneragaman hayati yang dilakukan di luar habitat aslinya. 70
BAB IV PENUTUP B. Saran Diharapkan dengan adanya e-modul ini, dapat menambah pengetahuan kita mengenai ekologi dan keanekaragaman hayati di Indonesia, dan disarankan para pembaca mencari refrensi lain yang menyangkut dengan materi yang ada pada e-modul ini. Semoga para pembaca memahami serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 71
Campbell, N. e.(2006). Biology Concepts and Connections. Guru, T. A. (2022). Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VII (Kurikulum Merdeka). Erlangga. Hastuti, T. &. (2009). Pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan kontekstual. Jakarta: Karya Mandiri Nusantara. Victoriani Inabuy, d. (2021). ILMU PENGETAHUAN ALAM. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Widodo, W. R. (2017). ) Ilmu Pengetahuan Alam Edisi Revisi. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. DAFTAR PUSTAKA 72