The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mariani.naniyani, 2021-09-03 05:41:06

Modul Pemeliharaan dan Pengelolaaan Tanaman Perkebunan

Pemangkasan Tanaman Kopi

Keywords: Ebook Modul Pemangkasan

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat
dan karunia yang dilimpahkan kepada penulis sehingga modul ini dapat
diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Adapun pokok-pokok
isi dari modul tentang Pemeliharaan dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan yang
telah kami buat yaitu mencakup Pemangkasan Tanaman Perkebunan Tahunan dan
lebih di khususkan pada Tanaman Kopi. Sedangkan tujuan dari pembuatan modul
Pemeliharaan dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan ini, yaitu untuk menambah
literasi para peserta didik .
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu
dalam pembuatan modul ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan modul ini masih banyak
terdapat kekurangan bahkan mungkin kesalahan, baik dalam penyusunan,
penyajian maupun sistematika penulisannya. Oleh karenanya, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak, demi
kesempurnaan penulisan modul ini. Meski demikian, penulis tetap berharap
agar kiranya modul ini dapat bermanfaat bagi pihak lain yang memerlukan.

Sebulu, 27 Juli 2021
Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
PENDAHULUAN ..................................................................................................3

1. Deskripsi .....................................................................................................3
2. Capain Pembelajaran ................................................................................4
URAIAN MATERI................................................................................................5
1. Persyaratan Pemangkasan ........................................................................5
2. Persiapan Peralatan Pemangkasan ........................................................11
3. Pemangkasan Pohon Tanaman Kopi......................................................15
4. Tugas.........................................................................................................27
5. Forum Diskusi ..........................................................................................27
PENUTUP ............................................................................................................28
1. Rangkuman ..............................................................................................28
2. Test Formatif............................................................................................29
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................30

ii

PENDAHULUAN

1. Deskripsi
Secangkir kopi yang kita minum hari ini bukan datang dari langit secara
cuma-cuma, tapi butuh perawatan berkala untuk dapat menghasilkan panen
kopi yang berkualitas, dan tentunya memiliki karakter rasa yang menarik.
Terpujilah para petani kopi yang senantiasa menumbuhkan tanaman kopi
dengan penuh bahagia, walau terkadang masih banyak permasalahan yang
kerap dihadapi petani kopi kita. Berhasilnya suatu budidaya
tanaman kopi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain: iklim,
kesuburan tanah, bahan tanam, pemeliharaan tanaman, dan sebagainya. Salah
satu faktor tindakan budidaya yang penting adalah pemangkasan tanaman
kopi. Buah kopi terbentuk pada cabang-cabang lateral (primer atau sekunder)
yang merupakan produk dari pertumbuhan vegetatif. Pada prinsipnya
pemangkasan tanaman kopi bertujuan untuk mengatur pertumbuhan vegetatif
tanaman kopi ke arah pertumbuhan generatif lebih produktif. Dalam budidaya
tanaman kopi, pemangkasan merupakan tindakan yang tidak boleh diabaikan
dan tidak semudah seperti apa yang diperkirakan orang, sebab kesalahan
dalam melakukan pemangkasan merupakan salah satu penyebab menurunnya
produksi. Oleh sebab itu sebelum melakukan pemangkasan haruslah
diketahui sifat pertumbuhan tanaman kopi sehingga dapat menentukan pelak-
sanaan serta cara pemangkasan yang tepat Tanaman kopi sama kita ketahui
tergolong jenis tanaman semak, tidak seperti pohon-pohon lain yang memiliki
ranting besar dan tumbuh tinggi, tanaman kopi tidaklah tumbuh tinggi di usia
dewasa tanaman ini. Varietas tanaman kopi sangat beragam, dan tentunya
memiliki perbedaan karakter fisik dari varietas satu dengan varietas lainnya.
Bahkan varietas kopi yang sama pun belum tentu memiiki kesamaan karater
fisik, ini disebabkan kondisi tanah kemungkinan tidak terlalu baik walau
dalam satu lahan, atau teknik budidaya yang kurang merata. Oleh karenanya,
sebagai petani kopi haruslah mengerti wawasan agronomi, agar tanaman kopi
yang dirawat berkembang optimal.

3

Faktanya, masih banyak petani kopi tradisional yang masih asing dengan
wawasan seputar tanah untuk pertanian, yang ditemui kebanyakan mereka
bertanam kopi karena ada lahan kosong atau pun sebab turun temurun.
Bahkan tanaman kopi mereka ada yang sudah tidak berbuah selama dua
tahun, kondisi tanaman kopi yang tinggi hampir 2 meter lebih dan sekitar
tanaman telah tumbuh tanaman merambat lain hingga menjalar ke dahan
pohon kopi karena kurangnya perawatan. Kami pu tim Otten terkejut
dengan obrolan mengenai hal ini ketika berkunjung di Starbucks Farmer
Support Center Berastagi beberapa hari lalu. Para praktisi yang ada di
SFSC Berastagi menceritakan bagaimana mereka melakukan pendekatan
kepada petani untuk melakukan pemangkasan, sayangnya hal ini tidak
berjalan dengan mudah, perlu pendekatan yang tidak sebentar. Karena
masih banyak petani kopi tradisional yang beranggapan bahwa
pemangkasan tersebut akan merugikan mereka. Malahan, tindakan ini
sangat bermanfaat untuk meningkatkan hasil panen mereka, antara lain.

2. Capain Pembelajaran
A. Pokok Materi
a. Persyaratan Pemangkasan
b. Persiapan Peralatan Pemangkasan
c. Pemangkasan Pohon Tanaman Kopi
B. Tujuan Pembelajaran
a. Peserta didik mampu menganalisis persyaratan pemangkasan
b. Peserta didik mampu menganalisis peralatan pemangkasan
c. Peserta didik mampu menunjukkan pemangkasaan tanaman kopi
d. Peserta didik mampu menyajikan pemangkasaan tanaman kopi

4

URAIAN MATERI

1. Persyaratan Pemangkasan
Pengerjaan pemangkasan sebelum dilakukan harus terlebih dahulu
mengetahui dan menetapkan persyaratan pemangkasan supaya tidak merusak
tanaman
A. Tujuan Pemangkasan
Pemangkasan tanaman adalah langkah pembuangan beberapa bagian
pada tanaman seperti cabang dan ranting untuk mendapatkan bentuk
tertentu sehingga mencapai tingkat efisiensi yang tinggi agar cahaya
matahari mampu menyinari, mempermudah mendeteksi hama dan
penyakit serta mempermudah proses panen tanaman tersebut.
Pemangkasan tanaman dilakukan dengan tujuan:
a. Untuk mengurangi beban tanaman sehingga keberadaan daun,
ranting, dan buah yang terlampau lebat dapat dikurangi serta
tanaman dapat menghasilkan buah dengan kualitas dan kuantitas
lebih baik
b. Dapat memperbaiki kondisi lingkungan tanaman seperti kelembaban,
udara, cahaya, sirkulasi angin, dan suhu sehingga aktifitas
fotosintesis dapat berlangsung dengan baik, normal, serta produksi
oksigen dari tanaman semakin banyak
c. Memperbaiki kondisi tanaman sehingga sistem pembuahan
terangsang dan produksi pada tanaman semakin meningkat
d. Mengontrol arah pertumbuhan tajuk tanaman, dan
e. Untuk mendapatkan kerangka pohon yang kuat.
Peranan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan perkembangan
tanaman adalah:
a. Untuk tetap tumbuh secara vegetatif pada tanaman muda
b. Untuk mendorong pembungaan
c. Merangsang inisiasi pertumbuhan tunas-tunas
d. Dapat meningkatkan vigor ujung batang.

5

Manfaat pemangkasan tanaman adalah:
a. Merangsang pembungaan dan pembuahan
b. Menambah hormon bagi beberapa tanaman tertentu
c. Mencegah perkembangbiakan berbagai jenis hama dan penyakit

tanaman, hal ini terjadi karena kondisi batang dan daun tanaman
yang dipangkas selalu terbaharui
d. Memperindah tanaman yang memiliki nilai tinggi karena bentuknya
e. Memperkokoh batang pada tanaman-tanaman yang tumbuh dengan
pola percabangan yang membentuk kanopi

B. Jenis Pemangkasan
a. Pemangkasan bentuk
Pemangkasan bentuk dilakukan pada tanaman pembibitan dan
tanaman belum menghasilkan (TBM) dengan tujuan: supaya tanaman
tidak terlalu tinggi; menghasilkan cabang yang kuat; posisi
percabangan teratur; percabangan arahnya menyebar; mempermudah
pemeliharaan dan pemetikan; serta membentuk tajuk tanaman yang
ideal. Bagian yang dipangkas adalah: batang utama, cabang yang
berdempet dan cabang yang terlalu rimbun dan yang tidak diinginkan

Gambar . Pemangkasan bentuk

b. Pemangkasan pemeliharaan
Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada tanaman yang sudah
menghasilkan (TM), dengan tujuan: mengurangi kerimbunan
pohon;

6

supaya sinar matahari cukup; mengurangi kelembaban; dan
mencegah tanaman terserang penyakit jamur dan hama. Bagian yang
dipangkas adalah daun yang sakit, daun yang rimbun, daun yang tua
dan tunas air/wiwil, dan buah serta akar yang berlebihan.

Gambar Pemangkasan pemeliharaan
c. Pemangkasan produksi

Pemangkasan produksi dilakukan pada tanaman yang
sudah menghasilkan (TM) waktu pelaksanaannya setelah panen,
dengan tujuan: untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil buah.
Bagian yang dipangkas adalah memotong cabang yang mati atau
kering, cabang yang tumbuh ke dalam dan ke bawah dan cabang air
yaitu cabang mudayang tidak akan menghasilkan buah.

Gambar. Pemangkasan produksi

7

d. Pemangkasan peremajaan
Pemangkasan peremajaan dilakukan pada saat tanaman mulai tidak
produktif, dengan tujuan: untuk merangsang pertumbuhan
reproduktif secara maksimum. Bagian yang dipangkas adalah batang
atau cabang yang tidak produktif (menghasilkan).

Gambar. Pemangkasan peremajaan
C. Pemeriksaan Pohon/Tanaman

Kunci keberhasilan pada budidaya tanaman perkebunan adalah
pemeliharaan dengan melakukan pemangkasan yang tepat. Apabila
tanaman dibiarkan dari kecil hingga besar sehingga tanaman tersebut
tumbuh semakin tinggi, maka akan menyulitkan dalam pemeliharaan
dan pemungutan hasil, disamping itu produksinya akan berkurang. Oleh
karena itu pemangkasan adalah salah satu kegiatan yang harus
dilaksanakan dalam rangka pemeliharaan. Langkah awal yang harus
dilakukan adalah memeriksa pohon/tanaman yang akan dipangkas
dengan cara mengidentifikasi semua bahan/organ tanaman yang layu
atau matiseperti:daun, ranting, cabang, batang, tunas dan buah.

8

Gambar . Kondisi tanaman yang akan dipangkas

D. Identifikasi Cabang yang Akan Dipangkas
Melakukan pemangkasan tanaman, berarti kita harus memotong atau
membuang bagian-bagian tertentu dari tanaman dengan sedemikian
rupa, sehingga tujuan dari pangkasan dapat tercapai. Disatu pihak
problema yang timbul adalah bagaimana menentukan bagian-bagian
yang tidak dikehendaki itu agar pelaksanaan pemangkasan sejalan
dengan tujuan pangkasan tersebut. Salah satu bagian tanaman yang
tidak dikehendaki adalah cabang. Cabang- cabang tanaman yang akan
dipangkas diidentifikasi sesuai dengan tujuan dan jenis pemangkasan
seperti: tunas air atau tunas sekunder, tunas adventif, tunasatau cabang
menggantung, cabang liar atau cabang balik dan tunas atau cabang yang
terserang hama maupun penyakit

Gambar Tunas air

9

Gambar . Tunas/cabang menggantung

Gambar . Tunas cacing dan tunas mati

Gambar. Cabang balik/tumpang tindih
10

Gambar. Tunas/cabang yang terserang penyakit

2. Persiapan Peralatan Pemangkasan

A. Jenis dan Fungsi Alat Pemangkasan

Alat yang akan dipergunakan dalam pemangkasan tanaman sangat

berpengaruh terhadap hasil pemangkasan. Menggunakan alat yang

berkualitas sangat dianjurkan didalam pemangkasan tanaman. Ada

beberapa persyaratan alat yang dipergunakan didalam pemangkasan

tanaman diantaranya: alat harus tajam; sesuai dengan jenis pemangkasan;

tidak terbuat dari bahan yang berbahaya; bahan harus steril; dan tidak

beracun. Mempergunakan alat dalam setiap pemangkasan dapat berbeda-

beda tergantungdari jenis pemangkasan yang dilakukan, secara garis besar

jenis dan fungsi alat pemangkasan tersaji pada Tabel. di bawah ini.

Tabel. Jenis Dan Fungsi Alat Pemangkasan

No Jenis Alat Fungsi Alat

1. Gunting pangkas Untuk memotong tunas, daun dan

cabang-cabang yang ukurannya kecil

serta untuk memotong percabangan

yang jauh dari jangkauan. Gunting

Sumber: http://www.utomoutomo.id/ pangkas dapat digunakan untuk

memangkas pada tanaman kakao dan

kopi

11

No Jenis Alat Fungsi Alat

2. Gunting pangkas Untuk memotong tunas, daun dan
bergalah cabang-cabang pada tanaman yang
tinggi

Sumber:

http://delijaya.blogspot.com/

3. Gergaji Untuk memotong cabang atau

batang besar, untuk memotong

cabang yang jauh digunakan

gergaji yang mempunyai pegangan

yang panjang, sedangkan untuk

memotong cabang yang dekat dapat

digunakan gergaji yang pendek.

Sumber: gergaji dapat digunakan untuk
http://www.mitratools.com/ memangkas pada tanaman kakao
dan kopi

4. Kampak Untuk memotong cabang atau

batang besar

Sumber:

http://artmindokencana.com

12

No Jenis Alat Fungsi Alat
5. Dodos Untuk memangkas tanaman kelapa
sawit yang rendah dan memanen
tanaman kelapa sawit sampai umur 7
tahun

Sumber: https://www.olx.co.id Untuk memangkas pelepah kelapa
sawit yang tinggi dan memanen buah
6. Egrek kelapa sawit dari pohon muda sampai
yang sudah tua

Sumber: www.indotrading.com Untuk memotong cabang atau batang
yang besar
7 Parang

Sumber: www.amazon.com

Dalam pemangkasan bentuk, peralatan yang dipergunakan sangat bervariasi
karena pemangkasan bentuk sudah dimulai sejak tanaman mulai dipindahkan ke
lahan penanaman, sehingga penggunaan alat pemangkasan pada saat tanaman
masih kecil menggunakan peralatan yang ringan seperti gunting pangkas atau
pisau pangkas, sedangkan pada saat tanaman mulai tumbuh besar maka
pemangkasan dilakukan dengan peralatan yang lebih berat seperti gergaji pangkas,
egrek, dodos dan parang atau kampak. Untuk melakukan pemangkasan
pemeliharaan dipergunakan alat: gunting pangkas, gergaji pangkas dan parang.

13

Alat-alat tersebut sangat efektif dipergunakan untuk melakukan pemangkasan
pemeliharaan dalam kategori pemangkasan berat. Peralatan yang dipergunakan
dalam pemangkasan peremajaan adalah: gergaji potong, kampak, parang dan

cain show, karena umumnya pemangkasan peremajaan dilakukan pada bagian

batang utama tanaman, maka peralatan yangperlukan adalah peralatan berat agar
memudahkan pada saat melakukan pemangkasan, dan hasilnya batang yang
dipangkas tidak rusak, sehingga akan dapat mudah tumbuh tunas-tunas baru
kembali.

B. Pengecekan Kesiapan Alat
Untuk memperlancar dalam melakukan pemangkasan hendaknya digunakan
alat- alat pemangkasan yang sesuai dengan cabang/batang yang akan
dipangkas. Alat-alat pangkas tersebut harus dalam keadaan tidak rusak, tajam
dan bersih. Peralatanpemangkasan yang sudah disiapkan dan akan digunakan
perlu dicek terlebih dahuluapakah alat tersebut dalam keadaan tidak rusak,
tajam, sesuai spesifikasi dan bersih? Untuk memudahkan dalam
pengecekan alat, dibawah ini diuraikan beberapa spesifikasi alat
pemangkasan, yaitu:
a. Gunting pangkas
Pisau gunting terbuat dari bahan besi baja atau besi stainless. Gunting
pangkas mempunyai beberapa type yang dapat digunakan sesuai dengan
fungsinya.
b. Gergaji
Gergaji terbuat dari bahan besi baja, bergagang dari bahan kayu. Untuk
memotong cabang yang jauh digunakan gergaji yang mempunyai
pegangan yang panjang, sedangkan untuk memotong cabang yang dekat
dapat digunakangergaji yang pendek.
c. Dodos
Dodos terbuat dari bahan besi baja, bergagang dengan berbagai ukuran
yaitu3″, 4″, 5″ dan 6″.
d. Egrek
Terbuat dari bahan besi baja, sangat tajam dan tidak mudah tumpul.
Tahanlama dan tidak perlu sering di asah.

14

e. Kampak
Mata kampak terbuat dari besi baja dan gagangnya terbuat dari kayu

f. Parang
Mata parang terbuat dari besi baja dan gagangnya terbuat dari kayu.

Untuk menambah pemahaman tentang Persiapan
Peralatan Pemangkasan

Silahkan klik link ini https://www.youtube.com/watch?v=jL6D0-RphIo
Atau Scan Barqode berikut

3. Pemangkasan Pohon Tanaman Kopi
A. Jenis Pemangkasan Tanaman Kopi
Manfaat dan fungsi pemangkasan pada tanaman kopi umumnya adalah
agar pohon tetap rendah sehingga mudah perawatannya, membentuk
cabang-cabang produksi yang baru, mempermudah masuknya cahaya dan
pengendalian hama dan penyakit.
Pemangkasan sangat diperlukan untuk :
a. Menyediakan batang dan percabangan yang baik untuk buah kopi
fase berikutnya.
b. Menjaga keseimbangan antara total luas daun dan tanaman.
c. Mencegah kelebihan cabang dan kematian tunas.
d. Mengurangi bantalan bunga berlebihan (terutama bantalan bunga
yang telah berusia 2-3 kali panen) pada cabang.
e. Mempertahankan bentuk pohon yang ideal.

15

Pada tanaman kopi dikenal 2 sistem pemangkasan, yaitu sistem
pemangkasan batang tunggal dan pemangkasan batang ganda.
a. Sistem Pemangkasan Batang Tunggal

1) Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan bentuk bertujuan untuk menciptakan bentuk
pohon yang ideal. Pemangkasan dilakukan pada tanaman
berumur 1-3 tahun. Prinsip dasar pemangkasan bentuk
diantaranya
a) Agar pohon tidak terlalu tinggi
b) Agar pertumbuhan cabang-cabang samping lebih kuat dan
panjang untuk mendukung pembuahan
c) Tinggi ideal pohon pangkasan 1,5 - 1,8 m.
d) Cabang primer teratas harus dipotong tinggi satu ruas
e) Cabang sekunder yang tumbuh pada posisi 20 cm harus
dipangkas bersih
f) Pilih 2-3 cabang sekunder yang kuat dan letaknya menyebar
pada setiap cabang primer untuk dipelihara, dan sisanya
dipangkas
g) Pemangkasan dilakukan pada akhir kemarau agar
pertumbuhan cabang lebih baik dan kuat.

Gambar . Ilustrasi Pemangkasan Bentuk

16

2) Pemangkasan Produksi (Pemeliharaan)
Pemangkasan produksi dilakukan untuk menjaga keseimbangan
jumlah daun dengan tanaman. Menciptakan aerasi yang ideal
sehingga kelembaban iklim mikro sekitar cabang terjaga
(menghindarkan penyakit).
Prinsip dasar Pemangkasan produksi : Pembuangan tunas air
(wiwilan) yang tumbuh keatas; Pembuangan cabang cacing dan
cabang balik; Pembuangan cabang-cabang yang terserang hama
dan penyakit; Pemangkasan dilakukan 3-4 kali dalam setahun
dan dilakukan pada awal musim hujan

Gambar . Ilustrasi Pemangkasan Produksi

3) Pemangkasan Rejuvinasi (Peremajaan)
Terdapat dua metode dalam rejuvinasi (peremajaan), yaitu
Metode Side Pruning (pemangkasan sisi) dan metode Full
Stumping (Potong Habis)
a) Metode Side Pruning (Pemangkasan Sisi)
Dilakukan dengan memangkas habis seluruh cabang disatu
sisi dan membiarkan sisi berlawanan normal. Pemangkasan
satu sisi nantinya akan mendorong tumbuhnya tunas pada
sisi yang telah dipangkas. Seleksi satu tunas yang baik
dengan kriteria; berada 30-45 cm dari permukaan tanah,
sehat dan kokoh.

17

Gambar . Pemangkasan Rejuvinasi Metode Side Pruning
b) Metode Full Stumping

Metode ini sebenarnya tidak direkomendasikan pada
tanaman kopi karena dapat menghentikan produksi sampai
2 tahun. Namun metode ini wajib dilakukan bila tanaman
terserang OPT (organisme pengganggu tumbuhan) dan
membuat bagian tanaman atas harus di botong habis.

Gambar . Pemangkasan Rejuvinasi Metode Full Stumping

18

b. Sistem Pemangkasan Batang Ganda
Umumnya pangkasan dengan sistem berbatang ganda tidak
tergantung pada individu pohon, oleh karena itu teknik ini banyak
dikembangkan di negara-negara yang sukar dan mahal tenaga kerja.
Oleh karena itu umumnya perusahaan perkebunan besar di Indonesia
banyak yang menggunakan pemangkasan dengan sistem berbatang
tunggal, sedangkan perkebunan rakyat kebanyakan menggunakan
sistem berbatang ganda. Untuk menentukan sistem yang lebih baik
sangat dipengaruhi oleh kondisi agroekosistem dan jenis kopi yang
ditanam.
Sistem berbatang tunggal lebih sesuai untuk jenis kopi arabika
karena jenis kopi ini banyak membentuk cabang-cabang sekunder
dan sistem ini lebih banyak diarahkan pada pengaturan peremajaan
cabang. Sehubungan dengan hal tersebut, apabila peremajaan cabang
yang merupakan inti dan sistem ini, kurang diperhatikan produksi
akan cepat menurun, karena pohon-pohon menjadi berbentuk
payung. Untuk daerah-daerah yang basah dan letaknya rendah, yang
pertumbuhan batang-batang baru berjalan lebih cepat, sistem
berbatang ganda lebih diarahkan pada peremajaan batang karena
lebih sesuai. Sebaliknya, sistem ini pada umumnya kurang sesuai
untuk pertanaman kopi yang sudah tua yang telah lemah daya
regenerasinya. Untuk negara-negara yang mengalami kendala tenaga
kerja seperti Hawaii, Amerika Tengah/Selatan dan Afrika Timur
sistem ini banyak dikembangkan. Sistem berbatang tunggal lebih
sesuai bagi jenis-jenis kopi yang banyak membentuk cabang-cabang
sekunder misal kopi arabika, karena sistem ini lebih banyak
diarahkan pada pengaturan peremajaan cabang. Sistem berbatang
ganda umumnya kurang sesuai bagi tanaman-tanaman tua yang telah
lemah daya regenerasinya (kecuali apabila tanpa peremajaan
periodik). Sama dengan sistem Pemangkasan Batang
Tunggal, sistem Pemangkasan Batang Ganda juga dikenal tiga
macam pemangkasan yaitu:

19

1) Pemangkasan Bentuk
Tujuan pangkasan bentuk dalam budidaya kopi bertujuan
membentuk kerangka tanaman yang kuat dan seimbang.
Tanaman menjadi tidak terlalu tinggi, cabang-cabang lateral
dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih kuat dan lebih
panjang. Selain itu kanopi pertanaman lebih cepat menutup. Hal
ini penting untuk mencegah rumpai dan erosi.

Gambar . Ilustrasi Pemangkasan Bentuk Batang Ganda

2) Pemangkasan Produksi (Pemangkasan Pemeliharaan)
Pangkasan produksi bertujuan untuk menjaga keseimbangan
kerangka tanaman yang telah diperoleh melalui dari pangkasan
bentuk. Pemangkasan cabang-cabang yang tidak produktif
yang biasanya tumbuh pada cabang primer, dan cabang balik,
cabang cacing (adventif). Pemangkasan cabang-cabang tua
yang tidak produktif biasanya telah berbuah 2-3 kali, hal ini
bertujuan agar dapat memacu pertumbuhan cabang-cabang
produksi. Apabila tidak ada cabang-cabang reproduksi, cabang
tersebut harus dipotong juga agar zat hara dapat dimanfaatkan
untuk pertumbuhan cabang lain yang lebih produktif.
Pemangkasan juga dilakukan terhadap cabang yang terserang
hama hal ini agar tidak menjadi sumber inang.

20

Gambar . Ilustrasi Pemangkasan Produksi

3) Pemangkasan Rejuvinasi (Peremajaan)
Pangkasan rejuvinasi bertujuan untuk memperoleh batang
muda, untuk sistem berbatang ganda pangkasan produksi
adalah juga merupakan pangkasan rejuvinasi. Pangkasan ini
dilakukan apabila produksi rendah tetapi keadaan pohon-pohon
masih cukup baik. Untuk lokasi kebun yang banyak diperoleh
tanaman yang mati (lebih 50%) sebaiknya didongkel dan
dilakukan penanaman ulang (replanting). Pemangkasan ini
dilakukan terhadap batang pada tinggi ± 50 cm, pada
menjelang musim hujan. Apabila batang nampak “halus”,
biasanya wiwilan sukar keluar, kurang lebih 1 tahun sebelum
dilakukan rejuvenasi tanaman harus dipotong (distump). Agar
produksi tidak menurun secara drastis, maka pemangkasan
rejuvinasi hendaknya dilakukan pada akhir tahun panen besar

Gambar . Ilustrasi Pemangkasan Rejuvinasi

21

B. Metode – Metode Pemangaksan Tanaman Kopi
Pemangkasan bentukpada tanaman kopi (Coffae arabica L) berbatang
tunggal adalah memangkas pohon pangkasan setingggi 1,5-1,8 m;
cabang primer teratas dipotong tinggi satu ruas; cabang sekunder yang
tumbuh pada posisi 20 cm dipangkas bersih; memilih 2-3 cabang sekunder
yang kuat dan letaknya menyebar pada setiap cabang primer untuk
dipelihara, dan sisanya dipangkas. Pemangkasan dilakukan pada akhir
musim kemarau agar pertumbuhan cabanglebih baik dan kuat.

Gambar Pemangkasan bentuk tanaman kopi berbatang tunggal
Pada sistem berbatang ganda, pemangkasan bentuk tanaman kopi
ditujukan pada pembentukan suatu tunggul penyangga untuk
menumbuhkan beberapa batang. Untuk pembentukan tunggul penyangga
dan batang dapat dilakukan beberapa cara yaitu:
a. Memelihara beberapa wiwilan pada pangkal batang pokok

(MetodeBanyuwangi)
b. Mencondongkan batang pokok atau menanam batang pokok dengan

arahmiring (Metode Toraja)
c. Merundukkan batang pokok (Metode Agobiada)
d. Menunggul batang pokok (Metode Kandelaber)

22

a. Metode Banyuwangi
Pada metode Banyuwangi ini terdapat dua variasi, yaitu dengan
pemenggalandan dengan tanpa pemenggalan. Peremajaan dilakukan
secara periodik terhadap batang yang telah menurun produksinya.
Metode ini biasanya dilakukan pada tanaman yang berumur kurang
lebih 1 tahun dan dipelihara 2- 4 batang yang terletak berhadapan
pada pangkal batang.

Gambar Pemangkasan tanaman kopi dengan metode Banyuwangi
b. Metode Toraja

Metode ini dilakukan di tanah Toraja-Sulawesi Selatan sejak
permulaan abad 20. Tanaman yang telah berumur kurang lebih 1
tahun, tanaman tersebut dicondongkan kira-kira 45-60 derajat,
dengan membuat lubang pada sisi pangkal batang. Lubang tersebut
kemudian ditimbun supaya pohon tetap dalam posisi condong,
setelah wiwilan keluar 3-4 lalu batang pokoknya dipotong, pohon
dicondongkan dengan cara diikat dengan tali yang diikatkan pada
pasak di tanah. Peremajaan dilakukan dengan secara periodik atau
insidentil.

` Gambar Pemangkasan tanaman kopi dengan metode Toraja

23

c. Metode Agobiamento
Pada tanaman kopi yang berumur 1,5 tahun sampai 2 tahun, pucuk
pohon ditundukkan dengan jalan ditarik dan diikat dengan tali yang
dipasang pasak pada tanah, setelah wiwilan keluar batang pokoknya
dipotong. Peremajaannya dilakukan secara periodik. Metode ini
banyak dipergunakan di Tanzania, Porto Rico dan terkenal dengan
nama metode Agobiamento.

Gambar. Pemangkasan tanaman kopi dengan metode Agobiamento
d. Metode Kandelaber

Metode ini ada dua variasi, yaitu pertama dengan penunggulan dan
yang keduadengan variasi penunggulan diikuti dengan perundukan.
Pada variasi pertama bibit dipotong setinggi 20-30 cm pada umur
antara 3-4 bulan, demikian juga dengan wiwilan yang keluar, hingga
diperoleh 4 atau 8 buah batang. Sistem inikurang disukai sebab letak
batang terlalu berdekatan. Pada variasi kedua, tanaman dipotong
sekitar 30-40cm pada waktu berumur 1 tahun. 2 buah wiwilan yang
tumbuh berhadapan dirundukkan hampir horizontal kemudian
dipotong setelah tumbuh wiwilan diatasnya.

Gambar Pemangkasan kopi dengan metode Kandelaber ditunggul

24

Gambar Pemangkasan kopi dengan metode Kandelaber ditunggul
dan dirundukkan

C. Tanaman Kopi yang Siap dipangkas
Dilakukannya pemangkasan tanaman kopi biasanya pada varietas kopi
yang memiliki karakter fisik yang tinggi. Dan bukan hanya untuk
tanaman yang terlanjur tinggi, tanaman kopi yang tumbuh juga perlu
dipangkas, pemangkasan pertama kali mungkin akan memiliki efek masa
panen yang agak diluar jangka waktu biasanya. Namun setelahnya,
menurut pengalaman petani, buah kopi yang tumbuh pada dahan kopi
yang dilakukan pemangkasan berkala, ternyata memiliki buah kopi yang
dipanen dua kali lipat dibandingkan seperti biasanya.
a. Pemangkasan Bentuk, pemangkasan yang dilakukan saat tanaman
kopi belum berbuah (TBM). Pada tanaman yang berumur ± 1 – 3
tahun
b. Pemangkasan Pemeliharaan, pemangkasan yang dilakukan pada
tamana kopi yang belum menghasilkan (TBM) dan juga pada
tanaman kopi yang menghasilkan (TM). Pemangkasan pemeliharaan
merupakan kelanjutan dari pemangkasan bentuk.
c. Pemangkasan Produksi, pemangkasan yang dilakukan pada
tanaman kopi yang sudah menghasilkan (TM). Kegiatan
pemangkasannya dilakukan setelah panen. Dengan tujuan untuk
meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil buah
d. Pemangkasan Rejuvinasi, pemangkasan yang dilakukan pada
tanaman kopi

25

D. Cabang Tanaman Kopi yang Siap dipangkas
Agar mendapatkan pangkasan yang baik hendaknya diketahui dan dipilih
bagian tanaman yang akan dipangkas/dipotong, seperti:
a) Pemangkasan bentuk, dilakukan pada cabang primer dan cabang
sekundernya maupun. Untuk tanaman yang sudah tumbuh cabang
primernya dipilih cabang mana yang harus dipangkas, disesuaikan
dengan pola yang sudah ditentukan sebelumnya.
b) Pemangkasan pemeliharaan, dilakukan terhadap tunas air, cabang
primer tua dan tidak produktif, cabang primer yang terserang hama
penyakit, cabang balik, cabang liar, cabang menggantung, cabang
kering dan daun yang tumpang tindih.
c) Pemangkasan produksi, dilakukan pada cabang yang mati atau
kering, cabang yang tumbuh ke dalam dan ke bawah, dan cabang air
yaitu cabang muda yang tidak akan menghasilkan buah.
d) Pemangkasan peremajaan, dilakukan terhadap cabang primer dan
batang pokok tanaman yang sudah tua dan tidak berproduktif lagi.

Untuk menambah pemahaman tentang
Pemangkasan Kopi

Silahkan klik link ini https://www.youtube.com/watch?v=NKfZhqVnDYk
Atau Scan Barqode berikut

26

4. Tugas
Amati gambar berikut ini

Tugas :

Berdasarkan gambar pemangaksan pohon kopi di atas, Kegiatan

pemangkasan jenis apakah yang sedang dilakukan? Apa yang menjadi alasan,

kalian memilih jenis pemangkasan tersebut? Apa tujuan yang kalian harapkan

dari kegiatan pemangakasan tersebut?

Penyelesaian :

Sampaikan jawaban dari Tugas Formatif dalam bentuk video pendek yang

kalian bisa unggap pada Classroom mata pelajaran Pemeliharan Tanaman

Perkebunan

Lembar Penilaian

No Indikator Skor

12 34

1 Ketepatan Isi Jawaban

2 Ketepatan waktu penyelesaian tugas

3 Keindahan

4 Kerapian

5 Bahasa

5. Forum Diskusi
Diskusikan dalam forum di classroom yang telah tersedia
Dengan tema “ Pemangkasan Rejuvinasi pada tanaman kopi”

27

PENUTUP

1. Rangkuman
Pemangkasan tanaman adalah langkah pembuangan beberapa bagian

pada tanaman seperti cabang dan ranting untuk mendapatkan bentuk tertentu
sehingga mencapai tingkat efisiensi yang tinggi agar cahaya matahari mampu
menyinari, mempermudah mendeteksi hama dan penyakit serta
mempermudah proses panen tanaman tersebut.

Pengerjaan pemangkasan sebelum dilakukan harus terlebih dahulu
mengetahui dan menetapkan persyaratan pemangkasan supaya tidak merusak
tanaman. Antara lain memahami jenis pemangkasan, pemeeriksaan
pohon/tanaman, identifikasi cabang yang akan dipangkas,

Alat yang akan dipergunakan dalam pemangkasan tanaman sangat
berpengaruhterhadap hasil pemangkasan. Menggunakan alat yang berkualitas
sangat dianjurkan didalam pemangkasan tanaman. Selain memahami
persyaratan pemangkasan, sebelum melakukan pemangkasan harus juga
memahami jenis dan fungsi alat pemangkasan dan pengecekan kesiapan alat,
Pemangkasan Pohon Tanaman Kopi
Untuk pembentukan tunggul penyangga dan batang dapat dilakukan beberapa
cara yaitu:
a. Memelihara beberapa wiwilan pada pangkal batang pokok (Metode

Banyuwangi)
b. Mencondongkan batang pokok atau menanam batang pokok dengan arah

miring (Metode Toraja)
c. Merundukkan batang pokok (Metode Agobiada)
d. Menunggul batang pokok (Metode Kandelaber)

28

2. Test Formatif

Deskripsi

Tanaman kopi telah dilakukan pemanenan dan diharapkan melalui kegiatan

pemangkasan, pemanenan kopi pada tahap selanjutnya akan menghasilkan

produksi yang lebuih baik

Tugas :

Berdasarkan deskripsi tanaman kopi di atas, Kegiatan pemangkasan jenis

apakah seharusnya dilakukan? Apa yang menjadi alasan, kalian memilih jenis

pemangkasan tersebut? Apa tujuan yang kalian harapkan dari kegiatan

pemangakasan tersebut?

Penyelesaian :

Sampaikan jawaban dari Tugas Formatif dalam bentuk video pendek yang

kalian bisa unggap pada Classroom mata pelajaran Pemeliharan Tanaman

Perkebunan

Lembar Penilaian

No Indikator Skor

12 34

1 Ketepatan Isi Jawaban

2 Ketepatan waktu penyelesaian tugas

3 Keindahan

4 Kerapian

5 Bahasa

29

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2020. Menetapkan Persyaratan Pemangkasan.Cianjur:PPPTK
PertanianSuwarto, dkk. 2014. Top 15 Tanaman Perkebunan,
Jakarta:Penebar Swadaya
http://bercocok-tanam-kopi.blogspot.com/2012/08/bab-vi-pemangkasan-tanaman-

kopi.html?m=1
https://majalah.ottencoffee.co.id/pemangkasan-tanaman-kopi-untuk-pertumbuhan-

buah- kopi/
https://pertanianindonesiamandiri.blogspot.com/2015/03/pemangkasan-kopi.html
https://sopokopi.blogspot.com/2014/04/pemangkasan-tanaman-kopi.html
https://tanimedia.blogspot.com/2013/01/tujuan-pemangkasan-tanaman-kopi.html


Click to View FlipBook Version