PROGRAM KOKURIKULER KELAS IXTema: Generasi Sehat dan BugarA. PENDAHULUANKokurikuler adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang dirancang sebagai pelengkap, penguat, sekaligus pengayaan dari kegiatan intrakurikuler. Jika intrakurikuler lebih menitikberatkan pada penyampaian materi di dalam kelas sesuai struktur kurikulum, maka kokurikuler hadir untuk menjembatani teori dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, kokurikuler merupakan wadah belajar yang memungkinkan peserta didik mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap melalui pengalaman yang lebih kontekstual dan bermakna.Selain sebagai pelengkap intrakurikuler, kokurikuler juga berfungsi untuk memperdalam pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran. Kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya mampu menghafal atau memahami konsep, tetapi juga dapat mengaitkan konsep tersebut dengan fenomena nyata di sekitar mereka. Melalui proses inilah, pembelajaran menjadi lebih menyeluruh, karena siswa dilatih berpikir kritis, kreatif, serta mampu menemukan solusi atas permasalahan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.Lebih jauh, kokurikuler menjadi ruang yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kerja sama dapat diinternalisasi melalui berbagai aktivitas kokurikuler. Misalnya, kegiatan proyek kebersihan lingkungan sekolah bukan hanya mengajarkan tentang kesehatan dan sains, tetapi juga melatih siswa bekerja sama, peduli pada lingkungan, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Hal ini membuat kokurikuler tidak sekadar program tambahan, melainkan bagian integral dari pendidikan yang menumbuhkan kepribadian utuh.Kokurikuler juga memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi individu sesuai minat, bakat, dan kebutuhan siswa. Karena bersifat fleksibel, sekolah dapat merancang kegiatan kokurikuler yang kontekstual dengan kondisi lokal maupun kekhasan satuan pendidikan. Fleksibilitas ini memberi kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi bidangbidang tertentu yang sesuai dengan kecenderungan mereka, seperti seni, olahraga, kewirausahaan, teknologi, maupun kegiatan sosial. Dengan demikian, kokurikuler membantu siswa menemukan jati diri dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.Kegiatan kokurikuler penting karena mampu menjembatani teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Banyak siswa yang merasa bahwa apa yang dipelajari di kelas terasa jauh dari kenyataan, namun melalui kokurikuler, konsep-konsep tersebut dapat diuji langsung dalam situasi yang relevan. Hal ini membuat siswa lebih mudah
memahami, mengingat, dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan, sekaligus membangun rasa percaya diri ketika mereka berhasil menerapkan pelajaran dalam konteks nyata.Selain itu, kokurikuler menjadi wadah untuk mengembangkan kompetensi holistik siswa, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Melalui kegiatan ini, siswa berkesempatan untuk mengasah keterampilan berpikir kritis, problem solving, kreativitas, komunikasi, serta kerja sama tim. Semua kemampuan ini sangat dibutuhkan di abad ke-21, sehingga kokurikuler berfungsi sebagai sarana latihan yang mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.Kokurikuler juga penting karena memiliki peran besar dalam pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan gotong royong dapat ditanamkan melalui aktivitas nyata yang melibatkan siswa secara langsung. Misalnya, ketika siswa mengikuti kegiatan sosial seperti kerja bakti atau bakti desa, mereka tidak hanya belajar tentang kebersihan atau lingkungan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama dan pentingnya bekerja sama demi tujuan bersama.Di sisi lain, kegiatan kokurikuler memberi kesempatan pada siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Setiap siswa memiliki potensi unik yang mungkin tidak sepenuhnya terlihat di dalam ruang kelas. Melalui kokurikuler yang fleksibel dan kontekstual, siswa bisa menemukan bidang yang mereka sukai, mengembangkan kemampuan khusus, dan bahkan menumbuhkan motivasi belajar yang lebih tinggi. Dengan cara ini, kokurikuler membantu siswa tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan berdaya saing.Pentingnya kokurikuler terletak pada kontribusinya dalam membangun pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berkesan. Siswa diajak untuk belajar secara aktif, kolaboratif, dan reflektif sehingga pembelajaran tidak terasa sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang.B. LANDASAN HUKUMPelaksanaan kegiatan kokurikuler di SMPN 1 Dawarblandong berpedoman pada berbagai peraturan perundang-undangan yang mengatur sistem pendidikan nasional, standar nasional pendidikan, proses pembelajaran, penilaian, pengelolaan satuan pendidikan, serta pedoman resmi kegiatan ekstrakurikuler/kokurikuler. Landasan hukum tersebut menjadi dasar bagi sekolah dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan kegiatan kokurikuler secara terarah dan sesuai ketentuan.Adapun landasan hukum penyelenggaraan kegiatan kokurikuler adalah sebagai berikut:1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010.3. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.4. Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.5. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian.6. Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana.7. Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023 tentang Pengelolaan pada PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.8. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.9. Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah.10. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 Tahun 2014tentang Bahasa Daerah sebagai Muatan Lokal Wajib.11. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 30 Tahun 2018tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif.12. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Nomor 188.4/039/416-101/2025 tentang Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026.13. Panduan Kokurikuler Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah BSKAPC. TUJUAN KOKURIKULERTujuan utama dari kegiatan kokurikuler adalah mendukung pencapaian kompetensi siswa secara lebih utuh, tidak hanya melalui teori yang diajarkan di kelas, tetapi juga lewat pengalaman nyata yang melibatkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami bahwa ilmu yang mereka pelajari tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan dapat diterapkan untuk memecahkan masalah nyata.Kokurikuler juga bertujuan memperkuat delapan dimensi profil lulusan, yang mencakup keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Delapan dimensi ini menjadi acuan dalam merancang kegiatan sehingga setiap aktivitas yang dijalankan tidak hanya menyenangkan,
tetapi juga memberikan dampak nyata dalam pembentukan karakter. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler tidak sekadar mengisi waktu belajar, melainkan berfungsi sebagai strategi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan pribadi yang utuh dan berintegritas.Selain itu, tujuan kokurikuler adalah menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, mendalam, dan kontekstual bagi siswa. Kegiatan yang dirancang berupaya untuk mengajak siswa berpikir reflektif, memahami makna di balik setiap pembelajaran, dan mampu mengaitkannya dengan nilai-nilai kehidupan. Dengan cara ini, siswa belajar untuk tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menemukan kepuasan dalam proses belajar itu sendiri.Kegiatan kokurikuler juga bertujuan untuk menyiapkan siswa agar lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja. Melalui aktivitas seperti proyek berbasis masalah, kerja sama dengan masyarakat, dan praktik kewirausahaan, siswa akan terbiasa menghadapi tantangan, beradaptasi dengan perubahan, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.D. DIMENSI PROFIL LULUSANPelaksanaan kegiatan kokurikuler di SMPN 1 Dawarblandong diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter, membangun budaya positif di lingkungan sekolah, serta memberikan ruang kepada murid untuk berekspresi, berkreasi, dan berkolaborasi. Selain itu, kegiatan kokurikuler juga bertujuan untuk memperkuat upaya pencapaian profil lulusan yang mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) jenjang SMP. Dalam konteks ini, kegiatan kokurikuler berfungsi sebagai wahana untuk mengembangkan potensi murid secara optimal pada aspek spiritualitas, sosial-emosional, kognitif, bahasa, fisikmotorik, serta nilai dan moral. Kegiatan ini juga diarahkan untuk menguatkan delapan dimensi profil lulusan sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025, yaitu: (1) Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianutnya; (2) Berakhlak mulia; (3) Berkebinekaan global; (4) Bergotong royong; (5) Mandiri; (6) Bernalar kritis; (7) Kreatif; dan (8) Komunikatif.Pembelajaran kokurikuler menghasilkan delapan dimensi profil lulusan peserta didik yang mencerminkan kompetensi utuh sebagai hasil dari proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, yaitu:1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YMEDimensi ini menunjukkan individu yang memiliki keyakinan teguh kepada Tuhan, menghayati nilai-nilai spiritual dalam kehidupan, serta berperilaku berakhlak mulia, penuh kasih, dan bertanggung jawab. Keseimbangan antara pengetahuan,
moralitas, dan hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan menjadi inti dari dimensi ini.2. KewargaanDimensi kewargaan mencerminkan peserta didik yang cinta tanah air, menaati aturan, peduli terhadap lingkungan sosial, serta aktif menyelesaikan masalah nyata demi keberlanjutan. Individu ini menjunjung nilai-nilai Pancasila, bersikap adil, menghormati hak orang lain, dan mencintai keberagaman Indonesia.3. Penalaran KritisDimensi ini mencerminkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis dalam memecahkan masalah. Peserta didik mampu mengevaluasi informasi secara objektif, mempertanyakan asumsi, dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan bukti dan alasan yang kuat.4. KreativitasDimensi ini menunjukkan kemampuan peserta didik dalam menghasilkan ide-ide orisinal, menciptakan solusi inovatif, serta mengekspresikan diri melalui berbagai bentuk karya dan ekspresi. Kreativitas menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan dan tantangan global.5. KolaborasiDimensi ini mengembangkan keterampilan bekerja sama, berkontribusi dalam kelompok, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan sosial yang positif. Peserta didik diajak untuk menjadi bagian dari komunitas pembelajar yang inklusif dan suportif.6. KemandirianDimensi ini menekankan pentingnya kemandirian dalam belajar, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas tindakan dan pilihannya. Peserta didik mampu menetapkan tujuan, mengelola waktu, dan mengevaluasi kemajuan diri secara reflektif.7. KesehatanDimensi ini menekankan pentingnya kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari kehidupan yang seimbang. Peserta didik memahami nilai-nilai gaya hidup sehat, menjaga kebugaran tubuh, serta mampu mengelola emosi dan stres.8. KomunikasiDimensi ini mencakup kemampuan menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara efektif dalam berbagai bentuk dan konteks, baik secara lisan,
tulisan, maupun melalui media digital. Komunikasi yang baik mendukung kolaborasi dan keterlibatan sosial yang produktif.E. MANFAAT DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KOKURIKULERKegiatan kokurikuler memberikan banyak manfaat bagi siswa. Pertama, kegiatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan karena siswa dapat langsung mempraktikkan apa yang dipelajari di kelas. Kedua, kokurikuler melatih siswa untuk lebih percaya diri, karena mereka terbiasa menyampaikan ide, bekerja sama, dan menunjukkan hasil karya di hadapan orang lain. Ketiga, kegiatan ini memperkuat keterampilan hidup (life skills), seperti berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, berkolaborasi, serta mengatur waktu dan tanggung jawab.Selain itu, kokurikuler juga menjadi sarana untuk mengembangkan potensi dan minat siswa. Siswa yang memiliki bakat di bidang seni, olahraga, teknologi, atau kepemimpinan akan mendapatkan ruang untuk berlatih dan berkembang. Dengan mengikuti kokurikuler, siswa tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter yang sehat, disiplin, peduli, dan mandiri.Pelaksanaan kokurikuler diatur melalui jadwal khusus yang sudah disesuaikan dengan kalender akademik sekolah. Jadwal ini bisa berupa kegiatan mingguan, bulanan, atau proyek jangka panjang yang dilaksanakan selama satu semester. Misalnya, setiap hari Jumat setelah jam pelajaran terakhir diadakan sesi kokurikuler seperti senam irama, permainan tradisional, atau lokakarya menulis. Ada juga kegiatan tematik yang berlangsung beberapa minggu berturut-turut, seperti proyek lingkungan atau kampanye gaya hidup sehat.Dalam setiap kelas, dibentuk kelompok-kelompok kecil yang bertugas melaksanakan proyek tertentu. Setiap kelompok memiliki Koordinator Tim Siswa yang dipilih berdasarkan musyawarah atau penunjukan guru. Koordinator ini berfungsi untuk memimpin diskusi, mengatur pembagian tugas, memastikan semua anggota terlibat aktif, dan melaporkan perkembangan kegiatan kepada guru pembimbing.Koordinator Tim Siswa memiliki peran penting dalam kelancaran pelaksanaan kokurikuler. Ia bertugas sebagai penghubung antara guru dan anggota tim, menjaga kekompakan kelompok, serta memastikan target kegiatan tercapai sesuai jadwal.F. BENTUK KEGIATAN KOKURIKULER KELAS 91. Penulisan Teks Deskripsi dan Teks Prosedur Dalam kegiatan kokurikuler, kalian akan berlatih menulis teks deskripsi dan teks prosedur dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, menulis deskripsi tentang suasana kegiatan senam irama atau permainan tradisional di sekolah,
serta menulis prosedur langkah-langkah melakukan gaya hidup bersih dan sehat. Tujuannya agar kalian dapat melatih keterampilan menulis yang jelas, runtut, dan sesuai kaidah, sekaligus menghubungkannya dengan pengalaman nyata.2. Pelaksanaan Senam IramaKegiatan ini bertujuan untuk melatih kebugaran jasmani, kekompakan, serta koordinasi tubuh melalui irama musik. Senam irama dilakukan secara berkelompok sehingga melatih kerja sama, disiplin, dan kedisiplinan gerak. Selain itu, kegiatan ini juga akan menjadi bahan untuk dituliskan dalam bentuk teks deskripsi dan prosedur, sehingga ada keterhubungan antara pembelajaran praktik PJOK dengan keterampilan menulis Bahasa Indonesia.3. Permainan TradisionalPermainan tradisional seperti gobak sodor, engklek, atau bentengan dipilih sebagai sarana melestarikan budaya sekaligus melatih kerja sama, ketangkasan, dan sportivitas. Dari sisi Bahasa Indonesia, siswa dapat membuat teks prosedur tentang aturan dan langkah-langkah permainan tersebut. Dengan begitu, siswa bukan hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mengasah keterampilan menulis dan menyusun teks dengan baik.4. Gaya Hidup Bersih dan SehatKegiatan ini mendorong siswa untuk membiasakan diri hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan memilih makanan bergizi. Aktivitas ini kemudian didokumentasikan dan diubah menjadi teks prosedur atau teks deskripsi yang dapat dibagikan kepada teman atau dipublikasikan di media sekolah. Tujuannya agar siswa terbiasa menulis sekaligus mengampanyekan kebiasaan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.5. Pemanfaatan Teknologi dan Bijak dalam Bermedia SosialDi era digital, siswa perlu belajar menggunakan teknologi dengan bijak. Kegiatan kokurikuler ini berfokus pada cara memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif, seperti membuat konten edukasi tentang gaya hidup sehat atau permainan tradisional. Dari sisi Informatika, siswa akan berlatih membuat konten digital, sedangkan dari sisi Bahasa Indonesia, siswa akan menulis naskah teks deskripsi atau prosedur yang menjadi dasar konten. Kegiatan ini menekankan kolaborasi antarmapel sekaligus membentuk kebiasaan positif dalam penggunaan teknologi.Dengan bentuk kegiatan kokurikuler ini, siswa kelas 9 akan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna, karena menggabungkan teori dari
kelas dengan praktik nyata, melibatkan kerja sama lintas mata pelajaran, serta membentuk keterampilan hidup yang bermanfaat di masa depan.G. RANGKAIAN KEGIATAN KOKURIKULER KELAS 9Rangkaian kegiatan kokurikuler untuk Kelas 9 dirancang untuk mendukung perkembangan kompetensi murid secara lebih mendalam, kontekstual, dan relevan dengan tantangan kehidupan nyata. Kegiatan ini berfokus pada penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kesiapan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Rangkaian kegiatan Kokurikuler kelas 9 (terlampir)H. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN KELAS 9Kegiatan kokurikuler di SMPN 1 Dawarblandong dilaksanakan setiap hari Sabtu pada pukul 07.00–11.30 WIB. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan kesehatan, serta mengembangkan kompetensi murid melalui pembelajaran kontekstual dan lintas disiplin.1. Pukul 07.00 – 08.00 WIB: Pembiasaan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia HebatKegiatan pembiasaan dilakukan melalui tiga aktivitas utama:➢ Beribadah: Sholat dhuha berjamaah sebagai bentuk pembinaan spiritual.➢ Berolahraga: Senam pagi bersama untuk menumbuhkan kebugaran jasmani dan semangat kebersamaan.➢ Makan Bergizi: Sarapan sehat bersama sebagai upaya membiasakan pola hidup sehat.2. Pukul 08.00 – 11.30 WIB: Projek Kokurikuler Lintas Mata PelajaranPada sesi ini, murid mengikuti berbagai bentuk kegiatan projek yang melibatkan kolaborasi lintas mata pelajaran. Kegiatan difokuskan pada pemahaman isu nyata, penerapan konsep akademik, serta pengembangan kreativitas, penalaran kritis, dan kerja sama.I. PESERTA KEGIATANPeserta kegiatan kokurikuler dengan tema “Generasi Sehat dan Bugar” adalah seluruh murid kelas IX yang terlibat secara aktif dalam berbagai rangkaian aktivitas pembelajaran. Tema ini dipilih untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial di tengah tantangan kehidupan remaja. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan tidak hanya memahami konsep hidup sehat, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Selama pelaksanaan kegiatan, para murid didampingi oleh tim kokurikuler kelas IX yang berperan sebagai pembimbing, fasilitator, dan pengarah. Tim ini membantu memastikan setiap kegiatan berjalan dengan aman, terarah, dan sesuai tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai. Pendampingan ini juga menjadi kesempatan bagi murid untuk mengembangkan kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan komunikasi.Kegiatan dalam tema ini dirancang agar memberikan pengalaman langsung melalui aktivitas fisik, penguatan pola hidup sehat, serta refleksi terhadap kebiasaan sehari-hari. Melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, murid diharapkan mampu membangun pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan sebagai bekal dalam menghadapi jenjang pendidikan dan kehidupan selanjutnya.J. PENANGGUNGJAWAB KEGIATANKepala Sekolah : Alim Huda, S.Pd., M.M.Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan: Imam Supardi, S.Pd.Tim Kokurikuler Kelas IX :Koordinator : HERMARISYAHTI , S.Pd.Sekretaris : MIFTAH CHURINNAYAH , S.Pd. Bendahara : ITA NUR FADHILA, S.Pd. Anggota : ASMARI, S.Pd.: FATWATI SUKANINGSIH, S.Pd.: DWI KRISTIAN ANJAR SARI, S.Sos.: HANIFAN AHADI NASRIKIN, S.Pd.: INDRA ARDYANSYAH, S.Pd.: WULYO SIGIT NAWAWI, M.Pd.: MARISANIA PRAMESTI C., S.Kom.K. EVALUASI DAN TINDAK LANJUT KOKURIKULEREvaluasi kegiatan kokurikuler dilakukan untuk menilai ketercapaian tujuan, proses pelaksanaan, serta dampak kegiatan terhadap perkembangan kompetensi dan karakter murid. Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa setiap rangkaian aktivitas memberikan pengalaman belajar yang bermakna, relevan, dan sesuai dengan profil lulusan yang ingin dicapai.1. Evaluasi ProsesEvaluasi proses dilakukan selama kegiatan berlangsung dengan memperhatikan:➢ Partisipasi aktif murid dalam setiap aktivitas.➢ Kedisiplinan dan keterlibatan murid.➢ Kinerja tim pendamping dalam membimbing dan memfasilitasi kegiatan.
➢ Kelancaran pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal.2. Evaluasi HasilEvaluasi hasil berfokus pada capaian kompetensi murid melalui:➢ Produk atau karya yang dihasilkan selama kegiatan.➢ Presentasi atau laporan hasil kegiatan.➢ Sikap dan nilai karakter yang ditunjukkan, seperti kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab.➢ Refleksi diri murid terhadap pembelajaran yang diperoleh.3. Evaluasi DampakEvaluasi dampak dilakukan untuk melihat keberlanjutan hasil kegiatan dengan memperhatikan:➢ Perubahan perilaku murid dalam kehidupan sehari-hari.➢ Peningkatan kesadaran murid terkait tema kegiatan.➢ Kemampuan murid menerapkan nilai-nilai atau keterampilan yang dipelajari dalam konteks lain.4. Instrumen EvaluasiInstrumen yang digunakan meliputi:➢ Lembar observasi➢ Jurnal refleksi murid➢ Portofolio karya➢ Rubrik penilaian presentasi➢ Dokumentasi kegiatan5. Tindak LanjutHasil evaluasi digunakan untuk:➢ Perbaikan perencanaan kegiatan berikutnya.➢ Pemberian umpan balik kepada murid untuk pengembangan diri.➢ Penyusunan laporan kegiatan kokurikuler secara komprehensif.L. PENUTUPKegiatan kokurikuler merupakan bagian integral dari upaya satuan pendidikan dalam membentuk kompetensi dan karakter murid secara utuh. Melalui berbagai aktivitas yang dirancang secara sistematis, kontekstual, dan bermakna, murid mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung, bereksplorasi, bekerja sama, dan mengembangkan nilai-nilai positif.Pelaksanaan kegiatan kokurikuler ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman murid terhadap materi pembelajaran sekaligus menumbuhkan keterampilan abad 21 seperti
komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menginternalisasi Profil Pelajar Pancasila secara berkelanjutan.Dokumen ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan program kokurikuler kelas IX dengan tema Generasi Sehat dan Bugar agar berjalan secara terarah, terukur, dan konsisten. Semoga seluruh pihak yang terlibat—guru, murid, dan orang tua—dapat bekerja sama dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.Akhirnya, besar harapan kami bahwa kegiatan kokurikuler ini dapat memberikan pengalaman bermakna, memperkaya wawasan, serta membentuk karakter murid yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, dan memiliki semangat gotong royong. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan kelancaran dalam setiap pelaksanaan program ini.Mengetahui, Mojokerto, Agustus 2025Kepala SMPN 1 Dawarblandong Koordinator Alim Huda, S.Pd., M.M. HERMARISYAHTI , S.Pd.NIP. 196805091991031006 NIP. -
LAMPIRAN-LAMPIRAN