LAPORAN PELAKSANAAN
KEGIATAN
KKM FROM HOME
POLITEKNIK KEUANGAN
NEGARA STAN
JUDUL KONTEN : E-MADANI : EDUKASI MELALUI MEDIA BUKU SAKU
AKUNTANSI SEBAGAI WUJUD IMPLEMENTASI PSAK 45
DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN MASJID UNTUK
LAPORAN KEUANGAN YANG TRANSPARAN DAN
AKUNTABEL DI MASJID RAHMATULLAH KELURAHAN
PANGLAYUNGAN KECAMATAN CIPEDES TASIKMALAYA
TOPIK KKM : AKUNTANSI MASJID
MEDIA LUARAN : BUKU SAKU
Disusun oleh:
No. Nama Mahasiswa Nomor Pokok Mahasiswa (NPM)
1. Azzahra Fatimah 1302181030
2. Diandra Rachel Sianturi 1302181070
3. Emiliana Ardiyanti 1302180965
4. Karina Puspa Dewi Setiawan 1302181134
5. Khansa Aninditya Putri 1302181079
6. Mitchel Haulgan Siallagan 1302180150
7. Muhammad Alfiandi 1302180157
8. Septiana Rizky 1302180222
9. Syahrul Adryansyah 1302180266
10. Wiwi Kurniasih 1302181040
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
TANGERANG SELATAN
2020
HALAMAN PENGESAHAN
Dengan telah selesainya kegiatan KKM From Home yang kami laksanakan, maka kami:
No. Nama Mahasiswa NPM 1. Tanda Tangan
1. Azzahra Fatimah 1302181030 3. 2.
2. Diandra Rachel Sianturi 1302181070 5. 4.
3. Emiliana Ardiyanti 1302180965 7. 6.
4. Karina Puspa Dewi Setiawan 1302181134 9. 8.
5. Khansa Aninditya Putri 1302181079 10.
6. Mitchel Haulgan Siallagan 1302180150
7. Muhammad Alfiandi 1302180157
8. Septiana Rizky 1302180222
9. Syahrul Adryansyah 1302180266
10. Wiwi Kurniasih 1302181040
Telah menyelesaikan laporan kegiatan kami dengan judul “E-Madani : Edukasi Melalui Media
Buku Saku Akuntansi Sebagai Wujud Implementasi PSAK 45 dalam Pengelolaan Keuangan
Masjid untuk Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel di Masjid Rahmatullah
Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Tasikmalaya”
Mengetahui, Bekasi, 16 September 2020
Dosen Pendamping
Menyetujui,
Ketua Kelompok
Iskandar Septiana Rizky
NIP. NPM. 1302180222
1
I. LATAR BELAKANG
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan kegiatan wajib rutin
yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh mahasiswa/i tingkat dua Politeknik
Keuangan Negara STAN. Adapun tema “Akuntansi Masjid” menjadi salah satu bentuk
konkret dari gagasan pelaksanaan Kegiatan KKM tahun 2020, yaitu Kuliah Kerja
Mahasiswa (KKM) From Home yang Terintegrasi dengan Pengabdian Masyarakat. Hal
ini menunjukkan adanya upaya pemberian edukasi kepada masyarakat khususnya bagi
pengelola keuangan masjid yang mana pengelolaan keuangan masjid yang benar adalah
sebuah kewajiban yang tertuang dalam kitab suci Al-Quran.
Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) diharapkan mahasiswa
dapat lebih meningkatkan kepedulian, empati, serta kerja sama antar mahasiswa dengan
secara langsung memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melihat bagaimana
akuntabilitas pengelolaan keuangan pada masjid dan melihat bagaimana metode
pencatatan terkait dengan standar yang telah ditetapkan dalam PSAK 45 tentang
Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba. Proses pembelajaran melalui Kegiatan Kuliah
Kerja Mahasiswa akan menghasilkan proses pengembangan soft skill yang akan
membentuk kepribadian mahasiswa, antara lain :
a. kepekaan penghayatan atas nilai-nilai kemanusiaan;
b. pengabdian/kepedulian kepada masyarakat;
c. kemampuan berbagi pengetahuan dan pengalaman pengabdian;
d. kemampuan pengidentifikasian masalah dan pengembangan pengetahuan
baru;
e. kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerjasama tim.
Menurut PSAK 45 tetang Entitas Nirlaba, Lembaga Masjid merupakan salah
satu bentuk entitas nonlaba dalam bidang keagamaan. Kewajiban melakukan
pembukuan sendiri tertuang dalam kitab suci Al-Quran dalam Q.S Al-Baqarah ayat 282 :
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak
secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya….”
2
Ayat ini menjelaskan bahwa setiap transaksi hendaknya dibukukan dan ditulis
dengan benar tanpa adanya pengurangan atau penambahan atasnya sedikit pun.
Melihat secara umum perkembangan masjid di masa sekarang, terutama
dalam hal kepengurusan, identik dengan seorang Imam, muadzin, khatib, dan pengurus
lain yang sering disebut juga dengan ta’mir masjid. Ta’mir biasanya tidak memiliki
latar belakang keilmuan yang cukup untuk mengelola keuangan secara profesional. Hal
ini menimbulkan persoalan ketika dana masjid yang diperoleh dari infaq atau
sumbangan para donatur dikelola secara apa adanya tanpa melalui proses pencatatan
keuangan yang semestinya. Banyak masyarakat yang antipati terhadap masjid,
dikarenakan pengurus masjid tidak transparan dalan memberikan laporan keuangan dan
pengelolaan masjid yang tidak baik menyebabkan jamaah masjid banyak yang keluar.
Permasalahan lain yang seringkali muncul yaitu masih banyaknya masjid
yang tidak mencatat secara rinci pemasukan dan pengeluaran kas, biasanya hanya
dicatat sebatas penerimaan dan pengeluaran kas tanpa merinci sumber pemasukan kas
dan penggunaan kas masjid untuk apa saja, sehingga terkadang hal ini menimbulkan
kecurigaan di kalangan masyarakat. Pencatatan keuangan masjid biasanya hanya
mencakup penerimaan dan pengeluaran kas masjid saja tanpa memperlihatkan jumlah
aset yang dimiliki oleh masjid dan berapa nilainya, sehingga banyak kasus hilangnya
aset masjid karena kelemahan sistem pencatatan laporan keuangan. Maka penerapan
sistem keuangan yang baik akan memberikan jawaban yang tepat atas permasalahan
pencatatan keuangan yang masih terjadi dalam pencatatan keuangan masjid.
Berdasarkan permasalaan tersebut, kami memilih topik dengan judul : ”E-
Madani : Edukasi Melalui Media Buku Saku Akuntansi Sebagai Wujud
Implementasi PSAK 45 dalam Pengelolaan Keuangan Masjid Untuk Laporan
Keuangan yang Transparan dan Akuntabel di Masjid Rahmatullah Kelurahan
Panglayungan Kecamatan Cipedes Tasikmalaya” dengan media penyampaian
berupa buku saku yang nantinya akan didistribusikan dan dilakukan sosialisasi kepada
pengurus masjid sehingga terwujudkan pengelolaan keuangan masjid yang benar dan
dapat dipercaya oleh masyarakat.
3
II. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
2.1 Profil Mitra
Untuk melaksanakan kegiatan KKM ini, kelompok KKM 70 telah
memilih Masjid Rahmatullah yang terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat
sebagai mitra. Profil dari masjid tersebut adalah sebagai berikut:
a. Nama Masjid : Masjid Rahmatullah
b. Alamat Masjid : Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes,
c. Ketua Yayasan Tasikmalaya, Jawa Barat
d. Bendahara Masjid : H. Mahmud Darmana
e. Tahun Berdiri : Asep Syaiful Miftah
: 1994
2.2 Rangkaian Kegiatan
Dalam rangka kuliah kerja mahasiswa ini, Kelompok KKM 70
membuat buku saku sebagai keluaran dari kegiatan KKM. Selanjutnya,
Kelompok KKM 70 melakukan beberapa rangkaian kegiatan sebagai tindak
lanjut dari pelaksanaan kegiatan KKM. Berikut adalah rangkaian kegiatan
yang dilakukan oleh Kelompok KKM 70:
a. Pertemuan pertama dengan dosen pembimbing menggunakan media
Zoom untuk perkenalan dan pengarahan mengenai kegiatan KKM.
b. Pertemuan kedua dengan dosen pembimbing melalui media Zoom untuk
membahas cara penggunaan aplikasi akuntansi masjid berbasis excel.
c. Melakukan wawancara kepada mitra untuk mengetahui permasalahan
yang masih dihadapi oleh mitra terkait pencatatan dan pelaporan
keuangan.
d. Pembuatan media keluaran berupa buku saku yang membahas tentang
akuntansi masjid.
e. Melakukan penyerahan dan sosialisasi buku saku kepada mitra.
f. Melakukan wawancara akhir kepada mitra tentang tanggapan terhadap
buku saku dan proses sosialisasi yang telah dilaksanakan
Setelah melakukan wawancara akhir, telah didapat respon dari
Bendahara Masjid Rahmatullah selaku perwakilan mitra dalam kegiatan
sosialisasi yang diadakan. Bendahara masjid mengatakan pendapatnya
4
mengenai buku saku dan sosialisasi yang telah diadakan. Pihak masjid
berpendapat bahwa isi dari buku saku sudah bagus dan telah menjelaskan
dengan baik bagaimana akuntansi masjid menurut prinsip akuntansi secara
seharusnya, secara umum bendahara masjid dapat melihat perbedaan
pelaksanaan akuntansi yang sudah diterapkan di Masjid Rahmatullah dengan
pelaksanaan akuntansi yang seharusnya sesuai PSAK 45. Kemudian, setelah
mendengarkan penjelasan cara penggunaan aplikasi Akuntansi Masjid
berbasis excel, bendahara masjid berpendapat bahwa aplikasi tersebut cukup
praktis dan mudah dipahami untuk melaksanakan akuntansi masjid.
Namun, terdapat kesulitan untuk menerapkan Aplikasi Akuntansi
Masjid berbasis excel, salah satu dari kesulitannya ialah sulitnya untuk
menerapkan Konsep Anggaran per tahun karena kondisi masyarakat sebagai
stakeholder yang bersifat heterogen, sehingga anggaran hanya
memungkinkan dilakukan ketika ada rencana kegiatan yang bersifat
signifikan dan tidak bersifat rutinitas. Masih sedikitnya transaksi yang
dilakukan oleh masjid juga menjadi salah satu alasan bahwa Menerapkan
Akuntansi Masjid berbasis excel menjadi tidak praktis.
2.3 Identifikasi Permasalahan Indikator
No. Permasalahan
1. Laporan keuangan belum tersusun Pengurus masjid belum mencatat laporan keuangan
dengan baik sesuai standar yang ditetapkan, namun baru mencatat
beberapa variasi kas seperti:
1. Kas baitul mal yang terdiri atas zakat, infaq, dan
sedekah di bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri
2. Kas umum/DKM (infaq jum’at, sedekah dari
pengajian, dll) dan zakat mal
3. Kas Peringatan Hari Besar Islam/PHBI
2. Belum adanya pencatatan sumber Pengurus masjid belum mendapatkan donatur tetap
kas masuk rutin yang memberikan sumber pendanaan rutin tiap
tahunnya
3. Laporan aset masih terpisah dari Pengurus masjid tidak melakukan pencatatan aset
laporan keuangan yang dibuat oleh milik masjid pada neraca karena pencatatan aset
pengurus masjid masjid dilakukan oleh pihak yayasan
5
4. Belum dilakukan pencatatan Pengeluaran yang dilakukan oleh masjid disesuaikan
anggaran di awal tahun dengan pendapatan pada tahun tersebut yang tidak
dapat diprediksi pada awal tahun sehingga tidak
membuat pencatatatan anggaran dan juga terdapat
beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan dalam
perencanaan anggaran:
1. Kegiatan yang diadakan hanya bersifat rutinitas
2. Pemasukan yang berasal dari masyarakat tidak
menentu tiap periodenya. Tergantung dari
keinginan dan tujuan masyarakat
3. Belum ada tim penyusun anggaran
4. Belum ada target besar yang ingin dicapai
sehingga tidak ada acuan dalam penganggaran
5. Pencatatan pengeluaran dan Pihak masjid masih belum melakukan pencatatan
pemasukan kas masih dilakukan menggunakan aplikasi dikarenakan ada beberapa
secara manual kendala:
1. Pengurus masjid merasa bahwa pencatatan manual
cukup untuk saat ini
2. Belum ada SDM yang memadai untuk melakukan
pencatatan melalui aplikasi
2.4 Permasalahan dan Alternatif
No.
Permasalahan Solusi yang Alasan
Direkomendasikan
1. Laporan keuangan belum Melakukan sosialisasi kepada Dengan adanya buku saku yang
tersusun dengan baik pengurus masjid bagaimana cara sesuai dengan PSAK 45, maka
membuat laporan keuangan pengurus masjid memiliki
yang baik dengan menggunakan acuan dalam pembuatan
buku saku yang sesuai PSAK 45 laporan keuangan masjid yang
sebagai media sosialisasi. baik dan benar
6
2. Belum adanya pencatatan Melakukan sosialisasi kepada Pada dasarnya menurut PSAK
sumber kas masuk rutin pengurus masjid bahwa 45, seluruh transaksi kas masuk
pencatatan atas setiap kas yang ataupun kas keluar harus
masuk harus dilaksanakan dicatat. Untuk saat ini Masjid
walaupun pendapatan masjid Rahmatullah belum memiliki
masih belum ada yang sifatnya donatur tetap, namun
rutin dari donatur tetap pencatatan dari pendapatan
yang belum rutin harus tetap
dicatat
3. Laporan aset masih Menyarankan untuk mencatat Menurut PSAK 45, aset yang
terpisah dari laporan laporan aset ke dalam neraca dimiliki oleh masjid harus
keuangan yang dibuat milik masjid dicantumkan seluruhnya dalam
oleh pengurus masjid neraca masjid
4. Belum dilakukan Melakukan sosialisasi kepada Dengan adanya buku saku,
pencatatan anggaran di pengurus masjid bagaimana cara maka pengurus masjid
awal tahun membuat anggaran tahunan memiliki acuan dalam
yang baik dan benar dengan pembuatan anggaran tahunan
menggunakan buku saku yang baik dan benar
sebagai media untuk sosialisasi
5. Pencatatan pengeluaran Melakukan sosialisasi kepada Aplikasi akuntansi masjid
dan pemasukan kas pengurus masjid mengenai berbasis excel dapat
masih dilakukan secara kelebihan serta cara penggunaan memudahkan pengurus masjid
manual aplikasi berbasis excel yang dalam melakukan pencatatan
dapat memudahkan proses sehingga metode ini lebih
pencatatan keuangan. Langkah- efisien dibandingkan proses
langkah dari penyusunan pencatatan manual karena
laporan keuangan menggunakan pencatatan keuangan berbasis
aplikasi basis excel juga sudah excel langsung terhubung
tercantum dalam buku saku dengan proses pembuatan
laporan keuangan pada periode
tersebut sehingga tidak perlu
lagi membuat laporan
keuangan secara manual
7
III. PARTISIPASI MAHASISWA
No. Nama Mahasiswa Peran dalam Kelompok Penjelasan Peran
1. Azzahra Fatimah a. Menyusun proposal a. Menyusun proposal bagian
b. Membuat keluaran tujuan dan manfaat dari kegiatan
b. Menyusun keluaran bagian
penjelasan peraturan berkaitan
akuntansi masjid
2. Diandra Rachel Sianturi a. Menyusun proposal a. Menyusun proposal bagian
b. Membuat keluaran tujuan dan manfaat dari kegiatan
b. Menyusun keluaran bagian
materi yang akan dijelaskan
dalam keluaran seperti daftar
akun, sifat akun, jenis akun, dan
laporan keuangan
3. Emiliana Ardiyanti a. Menyusun proposal a. Menyusun proposal bagian
b. Membuat laporan desain kegiatan
b. Membuat laporan kegiatan
4. Karina Puspa Dewi Setiawan a. Menyusun proposal a. Menyusun proposal bagian
b. Melakukan desain kegiatan
wawancara kepada b. Menghubungi serta melakukan
mitra wawancara kepada pihak Masjid
Rahmatullah
5. Khansa Aninditya Putri a. Menyusun proposal a. Menyusun proposal bagian latar
b. Sosialisasi keluaran belakang
b. Melakukan sosialisasi dari buku
saku kepada pihak Masjid
Rahmatullah
6. Mitchel Haulgan Siallagan a. Menyusun proposal a. Menyusun proposal bagian
b. Membuat keluaran keluaran
b. Menyusun keluaran bagian
materi yang akan dijelaskan
dalam keluaran seperti daftar
akun, sifat akun, jenis akun,
8
laporan keuangan, dan jurnal
transaksi
7. Muhammad Alfiandi a. Menyusun proposal a. Menyusun proposal bagian
8. Septiana Rizky b. Menganalisis desain kegiatan
9. Syahrul Adryansyah
penggunaan b. Melakukan analisis aplikasi
10. Wiwi Kurniasih
aplikasi akuntansi akuntansi masjid untuk
masjid dimasukan dalam buku saku dan
mensosialisasikannya
a. Ketua Kelompok a. Menyusun proposal bagian latar
b. Menyusun proposal belakang
c. Membuat keluaran b. Mendesain layout dari keluaran
a. Menyusun proposal a. Menyusun proposal bagian
b. Menganalisis keluaran
penggunaan b. Melakukan analisis aplikasi
aplikasi akuntansi akuntansi masjid untuk
masjid dimasukan dalam buku saku dan
mensosialisasikannya
a. Menyusun proposal a. Menyusun proposal bagian
b. Membuat keluaran keluaran
b. Menyusun keluaran bagian
pengenalan dasar akuntansi dan
akuntansi masjid
9
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Masjid Rahmatullah Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes
Tasikmalaya merupakan masjid yang cukup besar dan telah berdiri sejak tahun
1994. Namun, pencatatan keuangan masjid baru terorganisir dengan tertib
sejak 2003. Walupun pengurus Masjid Rahmatullah telah melakukan proses
pencatatan keuangan cukup lama, namun masih ada beberapa proses
pencatatan keuangan yang belum sesuai dengan PSAK 45. Salah satu proses
pencatatan yang belum sesuai dengan PSAK 45 adalah laporan keuangan
masih belum tersusun dengan baik karena pencatatan hanya berdasarkan
variasi kas seperti kas baitul mal, kas umum/DKM, atau kas Peringatan Hari
Besar Islam/PHBI sehingga belum tercipta pencatatan keuangan yang sesuai
PSAK 45. Perbedaan lain yang masih ada dalam pencatat keuangan adalah
pencatatan pendanaan yang didapat oleh masjid. Masjid mendapatkan
pendanaan yang berasal dari zakat, infaq, maupun donasi. Pendanaan yang
didapat oleh Masjid Rahmatullah pun sudah tergolong banyak, namun Masjid
Rahmatullah belum melakukan pencatatan rutin atas pendapatan donasi yang
berasal dari donatur tetap. Menurut PSAK 45, setiap kas masuk harus
dilakukan pencatatan secara rutin baik dengan metode akrual (saat transaksi
terjadi) maupun metode kas (saat kas diterima).
Perbedaan lain dengan PSAK 45 yang masih ada pada Masjid
Rahmatullah adalah Masjid Rahmatullah belum melakukan penganggaran
di awal periode karena masjid masih mengandalkan pendapatan dari
masyarakat setiap tahunnya yang tidak menentu, tergantung dari keinginan
masyarakat untuk bersedekah pada tahun tersebut. Untuk itu, Masjid
Rahmatullah masih belum dapat melakukan penganggaran. Masjid
Rahmatullah juga belum memasukkan aset milik masjid kedalam neraca
karena aset milik masjid dicatat oleh yayasan.
Selain beberapa perbedaan antara pencatatan yang dilakukan pihak
masjid dengan PSAK 45, Masjid Rahmatullah selama ini masih melakukan
pencatatan transaksi secara manual.
10
4.2 Saran
Beberapa hal mengenai perbedaan pencatatan keuangan pada Masjid
Rahmatullah terhadap PSAK telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
Perbedaan-perbedaan tersebut dapat diatasi dengan beragam cara. Salah satu
cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi terkait cara
menyusun laporan keuangan dan cara menyusun anggaran serta neraca yang
sesuai dengan PSAK 45. Selain pemberian sosialisasi, penyerahan buku saku
sesuai dengan PSAK 45 yang telah disusun oleh Kelompok KKM 70 juga
dapat menjadi solusi atas perbedaan pencatatan tersebut. Dengan adanya buku
saku, pengurus Masjid Rahmatullah dapat menjadikan buku saku sebagai
pedoman dalam pencatatan karena sifat dari buku saku yang praktis sehingga
bisa dilihat kapan saja ketika dibutuhkan dan sifatnya juga lengkap karena
sudah mencakup seluruh isi dari PSAK 45.
Lalu, untuk mempermudah pencatatan dan pembuatan laporan,
disarankan untuk menggunakan aplikasi akuntansi masjid karena setiap
pencatatan keuangan akan langsung terhubung dengan pembuatan laporan
keuangan sehingga pengurus masjid sudah tidak perlu membuat laporan
keuangan secara manual. Untuk itu, Kelompok KKM 70 juga sudah membuat
langkah-langkah pembuatan laporan keuangan menggunakan aplikasi
pencatatan keuangan berbasis excel di dalam buku saku. Sehingga, pengurus
Masjid Rahmatullah bisa melihat langkah-langkah tersebut di buku saku yang
telah disusun oleh Kelompok KKM 70.
11
V. LAMPIRAN
5.1 Dokumentasi Kegiatan
1. Pertemuan pertama dengan dosen pembimbing via Zoom
2. Pertemuan kedua bersama dosen pembimbing via Zoom
12
3. Survei lokasi dan wawancara
4. Penyerahan buku saku kepada perwakilan Masjid Rahmatullah
13
5. Sosialisasi kepada pihak Masjid Rahmatullah
14
15
5.2 Luaran
16
17
18