LISTRIK DINAMIS
(KONSEP LISTRIK DINAMIS)
Oleh : Siti Fatimah, S.Pd
UPTD SMPN 3 Pelaihari
Konsep Listrik Dinamis
1. Arus Listrik
2. Hantaran Listrik
3. Rangkaian Listrik
4. Karakteristik Rangkaian Listrik
5. Sumber Arus Listrik
6. Sumber-sumber Energi Listrik
7. Transmisi Energi Listrik
1. Arus Listrik
++ +++ Muatan positif B > A, artinya B memiliki beda potensial > A
++ - +++ Adanya perbedaan beda potensial menyebabkan
+++ terjadinya arus listrik.
+ B Arus listrik mengalir dari B menuju A (berlawanan aliran elektron)
A Arus listrik dapat mengalir bila ada sumber arus, dan
membentuk rangkaian tertutup.
arah aliran electron
Besarnya arus listrik (kuat arus listrik) I=Q
adalah banyaknya muatan yang t
mengalir melalui penghantar tiap sekon
I = kuat arus listrik (ampere)
Q = muatan listrik (C)
t = waktu (s)
Contoh :
Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar selama 3 menit sebesar 6 A.
Berapakah muatan listrik yang mengalir dalam penghantar tersebut ?
Penyelesaiannya
Diketahui : t = 3 menit = 180 s
I=6A
Ditanya : Q = ….
Jawab :
Q=Ixt
Q = 6 A x 180 s
Q = 1.080 C
2. Hantaran Listrik
Berdasarkan daya hantar listriknya, benda-benda dibedakan menjadi 3 macam :
1. Konduktor yaitu bahan yang mudah menghantarkan arus listrik.
Contoh : perak, tembaga, aluminium, karbon, besi dll.
2. Isolator yaitu bahan yang tidak dapat (sulit) menghantarkan arus listrik
Contoh : plastik, kayu, kertas, kapas, dll
3. Semikonduktor yaitu bahan yang pada suhu rendah bersifat isolator, dan pada suhu
tinggi bersifat konduktor
Contoh : karbon, silikon, germanium
Besar hambatan dalam suatu kawat penghantar dapat diukur menggunakan ohmmeter.
Untuk menentukan besarnya nilai Hambatan adalah
Contoh :
Satu penghantar memiliki luas penampang 0,2 mm2 ,mempunyai panjang 240 m.
Apabila hambatan jenis kawat 0,056 Ωmm2/m. Tentukan hambatan listrik penghantar itu.
Penyelesaian
Diketahui : ρ = 0,056 Ωmm2/m
A = 0,2 mm2
l = 240 m
Ditanya : R = ….
Jawab : R =ρx l
A
R = 0,056 Ωmm2/m x 240 m
0,2 mm2
R = 0,056 Ωmm2/m x 1.200 m/mm2
R = 67,2 Ωmm2 m
m. mm2
R = 67,2 Ω