The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by williamsuhud, 2022-04-20 22:08:56

TEORI ASAM-BASA fix2122

TEORI ASAM-BASA fix2122

TEORI ASAM-BASA

KD
KD 3.10
Menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya
dalam larutan.
KD 4.10
Menganalisa trayek perubahan pH beberapa indikator yang diekstrak dari bahan alam
melalui percobaan.

Warm up

Berdasarkan apa yang pernah kalian pelajari, beri tanda centang pada kolom yang sesuai
dengan pernyataan dibawah!

Pengamatan Asam Basa
Membirukan kertas lakmus merah.
Membuat kulit menjadi licin.
Menghantarkan listrik.
Korosif.

Teori Asam-Basa Arrhenius

Asam : Dalam larutan akan terion dan melepaskan ion H+.

Basa : Dalam larutan akan terion dan melepaskan ion OH─.

Garam : Hasil reaksi asam dan basa (selain air).

Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry

Teori asam-basa Arrhenius kurang dapat menjelaskan beberapa senyawa yang memiliki
sifat asam maupun basa, namun di rumusnya tidak menunjukkan adanya H+ ataupun OH─.

Misalnya senyawa NH3, pada teori Arrhenius digolongkan sebagai molekul senyawa (atau

kalo dipaksa H3N ), namun ternyata NH3 bersifat basa.

Asam : Senyawa yang memiliki tendensi untuk melepas ion hidrogen (proton, H+).
Basa : Senyawa yang memiliki tendensi untuk menerima ion hidrogen.
Amphoteric : Senyawa yang dapat bereaksi dengan asam maupun basa.
Amphiprotic : Senyawa yang dapat melepas maupun menerima proton.

Latihan soal
4. Pada setiap reaksi dibawah ini, berilah label untuk pasangan asam basa konjugasinya.

5. Lengkapi pasangan asam-basa konjugasi dibawah ini.

Asam Basa
H2SO3 CH3-NH2
HCOOH
HCOOH

6. Tuliskan hasil reaksi asam-basa dibawah ini

a. HNO2 + NH3 ⇄
asam basa

b. S2─ + H2O ⇄

c. CH3COOH + H2SO4 ⇄

Teori Asam-Basa Lewis.

Asam : Menerima pasangan elektron bebas.
Basa : Menyumbang pasangan elektron bebas.
Adduct : Hasil penggabungan asam-basa Lewis.

Jenis asam Lewis : - Molekul yang mengalami penataan ulang
- Molekul yang kurang dari oktet

- Kation logam

7. Tentukan asam dan basa pada reaksi dibawah ini
(gambarkan juga prosesnya) :
a. Cl─ + AlCl3 → [AlCl4]─

b. CO2 + H2O → H2CO3

Warm up
Larutan elektrolit adalah :

Apa yang membedakan larutan elektrolit kuat dengan elektrolit lemah?

Kekuatan Asam – Basa.

Dalam bab ini, pembahasan dibatasi pada larutan dengan pelarut air.
Asam kuat :
Basa kuat :
Asam lemah :
Basa lemah :

Ionisasi Air.
Seperti yang kita ketahui, air bersifat amphiprotik. Sebagian kecil air, akan terionisasi.

H2O(l) ⇄ H+ + OH─(aq).
(aq)

Tetapan kesetimbangan ionisasi air di simbolkan dengan Kw

Kw = [H+] [OH─]

Pada suhu 25oC besarnya Kw = 1,0 x 10-14 M2

Jadi [H+] [OH─] = 1,0 x 10-14 M2

Tetapan Kesetimbangan Asam dan Basa Lemah.

Pada pasangan asam-basa konjugasi yang terlarut dalam air :
Ka x Kb = Kw

7. Harga Kb untuk NH3 pada 25oC adalah 2 x 10-5, maka harga Ka dari NH4+ adalah ....

Warmup
Reaksi autoionisasi air adalah reaksi endotermis. Maka jika suhu dinaikkan, harga Kw
akan meningkat atau berkurang?

Pada suhu 25oC besarnya Kw = 1,0 x 10-14 M2, tentukan [H+] dan [OH─] pada suhu ini.

pH, pOH dan pKw.

pH asam kuat dan basa kuat

pH asam lemah dan basa lemah
HX(aq) ⇄ H+(aq) + OH─ (aq)

I
C
E

Asumsi yang digunakan :

Derajat disosiasi (α)

8. Tentukan Harga pH dari senyawa-senyawa dibawah ini pada kondisi RTP.

a. NaOH 0,020 M b. 100 ml HNO3 0,80 M

c. H2SO4 0,0050 M d. Ba(OH)2 2,5 x 10 ̶ 3 M

e. HCOOH 0,4 M0 (Ka = 2,0 x 10 ̶ 4) f. C2H5NH2 0,25 M (Kb = 2,0 x 10 ̶ 4)

9. Tentukan konsentrasi molar dari larutan dibawah ini :
a. Ca(OH)2 dengan pH 12 + log 5

b. asam perklorat dengan pH 0,75 (gunakan kalkulator)

c. piridin (C5H5N, Kb = 2,0 x 10 ̶ 9) dengan pH 9 - log 2.
Dalam perhitungan dibawah ini gunakan

log 2 = 0,3 ; log 3 = 0,48 ; log 5 = 0,7 ; log 7 = 0,85
10. Hitung pH dari 100 ml larutan asam nitrit (HNO2 ; Ka 4,0 x 10 ̶ 4) 0,20 M.

11. Asam sianida merupakan suatu asam lemah dengan pKa = 9,2. Tentukan pH dari
larutan asam sianida 0,25 M

12. Pada suhu tertentu, larutan NaOH 0,05 M memiliki pH 11,7. Tentukan :
a. Tetapan disosiasi air (Kw) pada suhu tersebut.

b. pH dari anilin (C6H5NH2 ; Kb = 4,0 x 10 ̶ 9) pada suhu tersebut.

13. Pada suhu ruangan, aspirin dengan kadar 0,10 M memiliki pH 2,0. Tentukan % ionisasi
dan harga Ka dari aspirin.

14. Asam iodat (HIO3) merupakan asam yang hampir kuat dengan harga Ka = 0,40 pada
298 K. Tentukan pH dari larutan asam iodat 0,1 M.

Molaritas, Pencampuran dan Pengenceran.

Molaritas (M)

= ( ) = = = ( ) • 1000
( ) 3 ( )

Merubah % massa menjadi Molar

= %∙ρ∙10


Dimana ρ adalah massa jenis dalam g/ml

Pengenceran.
Pada waktu diencerkan jumlah mol adalah tetap :

mol 1 = mol 2
× = ×

1 12 2

⮚ Pada pengenceran asam / basa kuat, molaritas ion H+ / OH‒ atau pun molaritas asam /
basa kuat dapat langsung dimasukkan dalam rumus pengenceran.

⮚ Pengenceran asam / basa lemah harus dihitung pada molaritas asam / basanya.

Pencampuran.

Mol total hasil pencampuran = mol 1 + mol 2 + . . .

× = × + × + ∙ ∙ ∙
1 12 2

⮚ Pencampuran asam kuat dengan asam kuat lain atau basa kuat dengan basa kuat lain,
dapat langsung dihitung dari [H+] atau [OH‒]

⮚ Pencampuran asam kuat dengan asam lemah dapat diasumsikan asam lemah tidak
menymbang ion H+, sehingga dihitung seperti pengencean asam kuat. Demikian pula

untuk basa kuat dan basa lemah.

⮚ Pencampuran asam lemah dengan asam lemah lain harus dihitung penggabungan 2

kesetimbangan. (tidak dipelajari).

Soal latihan
log 2 = 0,3 ; log 3 = 0,48 ; log 5 = 0,7 ; log 7 = 0,85

untuk soal 1 – 8 : Larutan A : NaOH 0,01 M Larutan B : Ba(OH)2 pH 12 M

1. Tentukan jumlah mol ion OH ̶ dalam 100 mL larutan B

2. Tentukan jumlah mol ion Ba2+ dalam 100 mL larutan B

3. Tentukan jumlah ion OH ̶ dalam 500 mL larutan A

4. Tentukan jumlah mol ion H+ pada 500 mL larutan A pada kondisi RTP

5. Sebanyak 50 mL larutan A diencerkan dengan air sampai volume 500 mL, tentukan pH
larutan yang dihasilkan.

6. Sebanyak 50mL larutan A dicampurkan dengan 200 mL larutan B, tentukan pH larutan
yang dihasilkan.

7. Tentukan volume larutan A yang harus diambil dan diencerkan, untuk mendapatkan 1 L
larutan dengan pH 10,7.

8. Sebanyak 50 mL larutan B diambil dan diencerkan hingga 500 mL sehingga
menghasilkan larutan C. Kemudian 10 mL larutan C diambil dan diencerkan hingga 1 L
menghasilkan larutan D. Tentukan pH larutan D.

9. Tentukan pH hasil pencampuran 100 mL larutan HCl 0,2 M dengan 150 mL larutan
H2SO4 0,2 M.

10.Tentukan pH hasil pencampuran 100 mL larutan HCl 0,2 M dengan 150 mL larutan
HNO2 (Ka = 5 x 10 ̶ 4) 0,2 M.

11.Asam laktat (HC3H5O3) 2 M memiliki pH 1,4.
a. tentukan Ka dan pKa dari asam laktat.
b. Hitung volume asam laktat 2 M yang harus diencerkan untuk mendapatkan 2 L
larutan asam laktat dengan pH 2,7

Asam Poliprotik.
Kata Protik merujuk ke hidrogen. Jadi asam poliprotik adalah asam yang dapat melepas
lebih dari 1 buah ion H+. Contohnya H3PO4, H2C2O4 dan yang lain. Maka kita dapat
mengatakan HCl sebagai asam monoprotik (ada juga yang mengatakan asam bervalensi 1
atau asam berbasa satu), H2CO3 sebagai asam diprotik (atau asam bervalensi 2 atau asam
berbasa dua) dan seterusnya.

Yang perlu diperhatikan :
Basa seperti Ca(OH)2 merupakan basa bervalensi dua, namun bukan merupakan basa
diprotik. Contoh basa diprotik seperti CO32 ̶ , karena dapat menerima 2 buah H+.

Pada asam poliprotik, untuk menyederhanakan perhitungan, jika Ka1 jauh lebih besar dari
Ka2 dan seterusnya, maka ionisasi ke-2 dan seterusnya dapat diabaikan.

Contoh :
Pada asam lemah H2X 0,01 M , Ka1 = 4,0 x10 ̶ 4; Ka2 = 1,0 x 10 ̶ 7.
Reaksi ionisasi :

Hitung pH dari asam H2X

[ ] + = ×
1

Indikator Asam-Basa

Indikator asam-basa adalah asam organik lemah ( disimbolkan dengan HIn) yang
memiliki warna yang berbeda dengan basa konjugasinya (In‒), dimana perubahan warna
terjadi pada pH yang spesifik danrentan pH yang kecil.

⎡⎣⎢ 3 +⎤⎦⎥• −
[ ]
HIn(aq) + H2O(l) ⇄ In‒(aq) + H3O+(aq) [ ] =


Beberapa indikator asam-basa dan pH nya

Indikator Batas bawah Batas atas

Bromophenol blue (BPB) 3.0 4.6

Metil orange (MO / MJ) 3.1 4.4

Metil merah (MM) 4.4 6.2

Azolitmin (litmus) 4.5 8.3

Bromothymol blue (BTB) 6.0 7.6

Phenolphthalein (PP) 8.3 10.0

Note :
Warna pada pH diantara batas bawah dengan batas atas adalah gabungan kedua warna
batasnya (misalnya BTB pada 6.0 < pH < 8.3 memiliki warna hijau). Namun perubahan
warna pada PP kurang jelas perubahannya untuk pH antara 8.3 - 10.0 dengan pH 10,
sehingga untuk PP, umumnya dipakai : tidak berwarna (pH < 8,3) dan pink (pH > 8,3).

Indikator Universal.
Indikator universal dapat berupa larutan ataupun strip berisi kertas.
Sedangkan kalau dibutuhkan larutannya dapat dibuat dengan
mencampurkan PP, MM, MO, BTB dan thymol blue dan dilarutkan
dalam etanol-air.

pH color
<3
3–6
7
8 - 11
> 11
Indikator alami
● Senyawa anthocyanin
Biasa didapat dari kubis ungu, geranium, bunga sepatu, blueberry dan
masih banyak lagi.

● Litmus
Litmus diekstrak dari beberapa spesies lichen ( algae yang tumbuh secara mutualisme
dengan jamur).

● Turmeric / curcumin
Didapat dari umbi kunir/kunyit. Memiliki range pH 7.4 (kuning) – 8.6
(orange).

Pada pengujian pH dari 2 larutan A dan B dengan beberapa indikator didapat hasil sebagai
berikut :

AB

PP Tidak berwarna Tidak berwarna

BTB kuning biru

MO kuning kuning

MM orange kuning

Tentukan range pH dari larutan A dan B.

Daftar Pustaka.
Chang, Raymond. 2010. “Chang Chemistry 10th Ed”. Mc Graw Hill.

Petrucci, Ralph H, et all. 2011. “General Chemistry : Principles and Modern
Applications 10th Ed ”. Pierson Prentice Hall.

Silberberg, Martin S. 2010. “ Principles of General Chemistry 2nd Ed ”. Mc Graw Hill.


Click to View FlipBook Version