The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by buana01ekonomi, 2021-10-17 02:44:58

Modul Ekonomi Kelas X

E-Modul

Keywords: ekonomi

MODUL EKONOMI
KELAS X SEMESTER 1

OL0EH: ANA EKA SURYATI, S. Pd

LEMBAR PENGESAHAN

I. JUDUL : MODUL PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN : EKONOMI

KELAS :X

SEMESTER :1

II. IDENTITAS GURU MATA PELAJARAN

NAMA : ANA EKA SURYATI, S. Pd

NIP : -

III. IDENTITAS SEKOLAH

NAMA : MAN 2 SLEMAN

DISETUJUI DAN DISAHKAN
DI : SLEMAN
TANGGAL : 20 FEBRUARI 2020

Kepala Madrasah

Drs. Muhammad Wahdan Zani
1

DAFTAR ISI …………………………………………. i
…………………………………………. ii
Kata Pengantar ………………………………………….. 1
Daftar Isi ………………………………………….. 21
Bab 1 Konsep Ilmu Ekonomi ………………………………………….. 35
Bab 2 Masalah Ekonomi Dalam Sistem Ekonomi ………………………………………….. 57
Bab 3 Pelaku Kegiatan EKonomi ………………………………………….. 91
Bab 4 Keseimbangan dan Struktur Pasar
Daftar Pustaka

i

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan
karuniaNya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan buku ini. Kurikulum di Indonesia
selalu mengalami perkembangan dari tahun ketahun. Kurikulum 2013 sebagai merupakan
kurikulum yang pada saat ini tengah berlaku di Indonesia. Kurikulum 2013 ini menekankan pada
pembelajaran saintifik atau saintific approach yang bertujuan menjadikan peserta didik menjadi
pribadi yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, sikap spiritual dan sikap sosial.
Sebagai sarana pembelajaran di sekolah, buku ini berusaha menyajikan materi pembelajaran dan
latihan-latihan yang disusun dengan memperhatikan rambu-rambu atau pedoman-pedoman yang
diamanatkan dalam kurikulum 2013. Dengan demikian buku ini diharapkan menjadi pilihan yang
tepat bagi guru dan siswa sebagai sebagai buku pendamping atau pelengkap dalam menjalankan
proses pembelajaran dan Pendidikan berdasarkan kurikulum 2013
Sebagai edisi pertama buku ini sangat tarbuka dan perlu dilakukan perbaikan dan
penyempurnaan. Oleh karena itu kami memnerima saran dan masukan untuk perbaikan dan
penyempurnaan pada edisi berikutnya. Akhir kata penulis berharap buku ini dapat bermanfaat
dan sesuai dengan harapan.

Penulis

ii

BAB I

KONSEP ILMU EKONOMI

KOMPETENSI DASAR
3.1 Mendeskripsikan konsep ilmu ekonomi
4.1 Mengidentifikasi kelangkaan dan biaya peluang dalam memenuhi kebutuhan
TUJUAN:
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan dapat:

1. mendeskripsikan pengertian ilmu ekonomi
2. mengidentifikasi masalah ekonomi
3. mengidentififikasi pilihan dan skala prioritas kebutuhan
4. mendeskripsikan kebutuhan dan alat pemuas kebutuhan
5. memahami biaya peluang
6. memahami prinsip ekonomi
7. menjelaskan motif ekonomi
8. mendeskripsikan pembagian ilmu ekonomi
9. mendeskripsikan ekonomi Syariah

RINGKASAN MATERI

A. Pengertian Ilmu Ekonomi
Istilah ekonomi merupakan istilah yang sering disebut dalam kehidupan sehari-hari.

Hampir semua aspek kehidupan berkaitan dengan baik langsung atau tidak langsung dengan
istilah tersebut. Istilah ekonomi ini pertama kali duungkapkan oleh Xenopon (430-355 SM)
yang berasal dari Bahasa Yunani, yaitu oikonomia yang terdiri atas kata oikos dan nomos.
Oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti aturan sehingga dalam arti sempit ekonomi
dapat diartikan sebagai aturan dalam rumah tangga. Adapun secara luas ekonomi berkaitan
dengan kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya

Ilmu ekonomi muncul pada abad ke-18, melalui buku Adam Smith yang berjudul An
Inquiri Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776). Itulah sebabnya Adam
Smith dihormati sebagai Bapak Ilmu Ekonomi Modern. Berbeda denga tokoh sebelumnya
pada abad 4 SM yaitu Plato, filsuf Yunani abad ke 4 SM dan Thomas Aquinas, rohaniawan
Kristen abad ke-13 Masehi yang mencoba memecahkan masalah ekonomi dengan
pendekatan moral dan teologis, Smith melihat masalah ekonomi dari sudut rasionalitas,
misalnya, zaman dahulu kemiskinan dianggap sebagai takdir, namun semenjak zaman modern
(abad ke-18) kemiskinan dipandang ada kaitannya dengan ketidakmampuan bekerja produktif
atau karena tidak memiliki tanah. Lebih lanjut Adam Smith menyatakan bahwa seperti alam
semesta yang berjalan serba teratur, sistem ekonomi pun akan mampu memulihkan dirinya
sendiri, karena ada kekuatan pengatur yang disebut sebagai tangantangan tak terlihat
(invisible hands).
B. Masalah ekonomi (kelangkaan dan kebutuhan yang tidak terbatas)

Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk
memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Berdasarkan pengertian tersebut dapat

1

disimpulkan bahwa pusat atau inti permasalahan ekonomi adalah adanya kelangkaan
(scarcity). Kelangkaan dapat diartikan sebagai suatu kondisi ketika kebutuhan manusia sangat
tidak terbatas sementara sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat terbatas
jumlahnya. Kelangkaan mencakup kuantitas, tempat, dan waktu. Barang dan jasa dikatakan
tidak langka kalau jumlah atau kuantitas yang tersedia sesuai dengan kebutuhan. Adanya
kelangkaan disebab kan oleh beberapa hal antara lain.
1. Terbatasnya jumlah sumber daya dan alat pemuas kebutuhan yang disediakan alam.

Sebagian dari alat pemuas kebutuhan manusia yang terdapat di alam dapat langsung
dipakai, tetapi jumlahnya terbatas. Selain itu ada sumber daya yang tidak dapat
diperbaharui (nonrenewable), seperti minyak dan gas bumi.
2. Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya alam. Hal tersebut
dapat disebabkan oleh kurangnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau
kurangnya modal.
3. Adanya eksploitasi manusia terhadap sumber daya alam yang mengakibatkan kerusakan.
Misalnya, penebangan hutan yang berlebihan dan tidak disertai dengan upaya-upaya
perbaikan atau penanaman
4. Peningkatan kebutuhan manusia yang semakin cepat melebihi kemampuan penyediaan
sarana kebutuhan. Misalnya adanya pertambahan penduduk sangat cepat, mengakibatkan
tidak semua ke butuhan penduduk dalam memiliki rumah dapat terlayani.
C. Pilihan (kebutuhan dan keinginan) dan skala prioritas kebutuhan
Adanya keterbatasan sumber daya yang tersedia menyebabkan manusia dihadapkan
pada pilihan-pilihan, baik yang bersifat individu maupun kolektif. Pilihan yang bersifat
individu, misalnya seseorang dihadapkan pada pilihan untuk membeli rumah atau mobil.
Adapun pilihan kolektif, misalnya membangun jalan atau memperbaiki jembatan.
Diantara berbagai pilihan yang dihadapi, manusia dihadapkan pada adanya kebutuhan
dan keginginan. Kebutuhan merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia dan harus
dipenuhi, sedangkan keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki namun tidak harus
dipenuhi. Agar kebutuhan manusia dapat terpanuhi, maka diperlukan adanya penentuan
skala prioritas kebutuhan. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi skala prioritas
kebutuhan.
a. Tingkat kepentingan

Dalam menentukan prioritas kebutuhan perlu ditentukan terlebih dahulu kebutuhan
menurut kepentingannya, kemudian disusun dari yang paling penting ke yang kurang
penting.
b. Kemampuan diri
Dalam penentuan prioritas kebutuhan perlu dipertimbangkan faktor kemampuan diri.
Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda sehingga dalam menentukan
prioritas kebutuhan juga akan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya
c. Pertimbanagan masa depan
Masa depan merupakan faktor yang berpengaruh dalam penentuan skala prioritas.
Pertimbangan ini diperlukan agar kebutuhan masa depan tetap dapat terpenuhi.
Selain adanya skala prioritas yang tepat, perlu adanya pengelolaan keuangan yang tepat
pula sehingga kebutuhan manusia depat terpenuhi dengan baik.

2

D. Kebutuhan dan Alat Pemuas Kebutuhan
1. Kebutuhan Manusia
a. Pengertian Kebutuhan
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang muncul secara naluriah dan sangat
diperlukan oleh manusia untuk mempertahankan hidup. Kebutuhan manusia ini
tersebut dapat berupa barang dan jasa. Barang adalah sesuatu yang berwujud
(tangible), seperti makanan, minuman, pakaian, dan perumahan. Adapun jasa adalah
sesuatu yang tidak berwujud (intangible), seperti pendidikan, kesehatan, hiburan,
dan rekreasi.
Kebutuhan manusia akan barang dan jasa, dari waktu ke waktu selalu
mengalami perubahan. Faktor-faktor yang memengaruhi berkembangnya kebutuhan
manusia di antaranya: sifat manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang
telah mereka peroleh dan mereka miliki, adanya pertumbuhan penduduk dunia yang
tinggi, serta kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas, sedangkan sumber daya
untuk menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia sifatnya
terbatas..
b. Macam-Macam Kebutuhan
Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.
1) Kebutuhan Berdasarkan Intensitas Kegunaanya
Berdasarkan tingkat kepentingannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sebagai
berikut.
a) Kebutuhan Primer atau Kebutuhan Dasar
Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan pokok. Kebutuhan primer
merupakan tuntutan secara alamiah yang harus dipenuhi. Manusia harus
memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti makanan, pakaian, dan perumahan
(sandang, pangan, dan papan) untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya.
b) Kebutuhan Sekunder atau Kebutuhan Pelengkap (Kebutuhan Kultural)
Setelah kebutuhan primer sudah terpenuhi, manusia masih memerlukan
kebutuhan yang lain, yaitu kebutuhan sekunder. Pemenuhan kebutuhan ini
sejalan dengan tingkat kebudayaan (culture) masyarakat tempat seseorang
hidup atau bertempat tinggal Contoh kebutuhan sekunder adalah radio,
televisi, buku, dan alat tulis.
c) Kebutuhan Tersier atau Kebutuhan Luks (Kebutuhan Mewah)
Kebutuhan tersier atau kebutuhan mewah adalah kebutuhan yang hanya
dapat dipenuhi oleh sebagian kecil masyarakat yang memiliki kondisi
ekonomi yang lebih dari cukup. Ukuran mewah ini sifatnya relatif, artinya
satu barang pada satu waktu atau tempat mungkin termasuk kategori
mewah, sedangkan pada tempat atau waktu lain mungkin tidak termasuk
barang mewah. Contohnya, rumah mewah, mobil mewah, dan berlibur ke
luar negeri.
2) Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sebagai berikut.

3

a) Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang dirasakan oleh unsur jasmani
manusia terhadap barang dan jasa. Unsur jasmani terhadap barang,
misalnya, pada saat lapar dan haus, seseorang butuh makan dan minum dan
di waktu udara dingin perlu baju hangat,

b) Kebutuhan Rohani
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berkenaan dengan rohani,
Misalnya, jika seseorang dalam keadaan stress (tekanan jiwa) berat, ia
butuh psikiater atau psikolog. Selain itu untuk menentramkan jiwa dan
rohani manusia butuh beribadah menurut keyakinan agamanya masing-
masing.

3) Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhan
Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sebagai
berikut.
a) Kebutuhan Sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi pada waktu
sekarang dan sifatnya tidak dapat ditunda. Misalnya, bagi pelajar kebutuhan
akan seragam sekolah, sepatu, buku-buku pelajaran, dan alat-alat tulis
merupakan kebutuhan waktu sekarang.
b) Kebutuhan Waktu yang Akan Datang
Kebutuhan yang persiapannya dilakukan pada waktu sebelumnya untuk
digunakan pada waktu yang akan datang. Contohnya, seseorang menabung
untuk memenuhi kebutuhan membangun rumah atau untuk biaya
pendidikan anak-anaknya. Jadi, kebutuhan waktu yang akan dating sifatnya
dapat ditunda.

4) Kebutuhan Berdasarkan Subjek
Berdasarkan subjeknya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
a) Kebutuhan Perorangan/Individu
Kebutuhan perorangan adalah kebutuhan yang pemuasannya ditujukan bagi
kepentingan individu yang bersangkutan. Contohnya, kebutuhan akan obat
bagi penderita penyakit dan kebutuhan buku-buku pelajaran bagi pelajar.
b) Kebutuhan Kelompok/Masyarakat
Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan yang pemuasannya ditujukan bagi
kepentingan bersama (kelompok). Misalnya, Jalan Raya Rumah Sakit,
Jembatan dan lain sebagainya.

c. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan
Kebutuhan setiap manusia dapat berbeda-beda antara yang satu dan lainnya. Berikut
ini faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia
1) Keadaan Alam atau Lingkungan
Keadaan alam akan memengaruhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh, orang
yang tinggal di daerah pegunungan akan berbeda kebutuhannya dengan orang
yang tinggal di daerah pantai. Begitu juga orang yang tinggal di negara beriklim

4

tropis akan ber beda dengan orang yang tinggal di daerah atau negara yang
memi liki empat musim
2) Agama
Agama atau keyakinan yang dianut seseorang akan menyebabkan kebutuhan
setiap orang menjadi berbeda-beda. Contohnya, setiap agama memerlukan alat-
alat tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadahnya.
3) Adat Istiadat
Adat istiadat atau tradisi akan memengaruhi perbedaan kebutuhan setiap orang.
Misalnya, bagi mayoritas masyarakat Indonesia nasi merupakan makanan
pokok, sedangkan bagi masyarakat Eropa dan Amerika roti merupakan makanan
pokok. Adat istiadat masing-masing suku bangsa di Indonesia juga menyebabkan
perbedaan kebutuhan
4) Peradaban
Semakin tinggi peradaban suatu masyarakat, semakin banyak dan semakin tinggi
kualitas barang atau jasa yang dibutuhkan. Pada zaman nenek moyang,
kebutuhan manusia masih sangat sederhana. Misalnya, mereka hanya
memerlukan pakaian yang terbuat dari kulit binatang atau dedaunan, makan
dari hasil berburu, dan tinggal di gua-gua sedangkan Manusia di zaman sekarang
sudah memakai pakaian yang semakin bervariasi, makan enak, dan tinggal di
rumah yang lebih baik atau tinggal di apartemen mewah.

2. Barang dan Jasa Pemuas Kebutuhan
Barang adalah benda-benda yang berwujud, yang digunakan masyarakat untuk

memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi
kebutuhan masyarakat. Contoh barang barang yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat adalah beras, pakaian, dan tempat tinggal. Jasa tidak dapat
digolongkan sebagai suatu barang karena tidak berwujud, tetapi dapat memberikan
kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh jasa adalah jasa perbankan,
jasa bengkel, jasa dokter, dan Pendidikan.

Barang dan jasa pemuas kebutuhan dapat dikelompokkan berdasarkan cara
memperolehnya, kegunaannya dengan barang lain, dan proses produksinya.
a. Berdasarkan Cara Memperolehnya

Berdasarkan cara memperolehnya, barang dan jasa pemuas kebutuhan dibedakan
sebagai berikut.
1) Barang Ekonomi (Economic Goods)

Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperoleh
nya diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi, contohnya, baju,
minuman, dan pakaian. Barang ekonomi dapat dibedakan lagi menjadi barang
konsumsi dan barang produksi. Barang konsumsi adalah barang-barang yang
secara langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia baik yang
tahan lama seperti rumah, tanah, dan kendaraan, maupun yang tidak tahan
lama seperti minuman dan makanan. Adapun barang produksi adalah barang
yang secara tidak langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia

5

karena harus mengalami beberapa proses produksi, misalnya, benang menjadi
kain.
2) Barang Bebas (Free Goods)
Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya
tidak diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi. Oleh karena itu barang
bebas tidak memiliki “harga”. Contohnya, udara, sinar matahari, air di daerah
pedesaan, dan air laut di daerah pantai.
b. Berdasarkan Kegunaan dalam Hubungannya dengan Barang Lain
Berdasarkan kegunaan dalam hubungannya dengan barang lain, barang dan jasa
pemuas kebutuhan dibedakan sebagai berikut:
1) Barang Substitusi
Barang substitusi adalah barang yang memiliki kegunaan untuk menggantikan
barang lain. Misalnya, kopi dapat digantikan teh pena dapat digantikan pensil.
2) Barang Komplementer
Barang komplementer adalah barang yang memiliki kegunaan untuk
melengkapi barang lain. Barang tersebut akan bermanfaat dalam memenuhi
kebutuhan manusia, jika digunakan secara bersama-sama. Contohnya teh
dengan gula, dan sepatu dengan kaos kaki.
c. Berdasarkan Proses Produksinya
Berdasarkan proses produksinya, barang dan jasa pemuas kebutuhan dibedakan
sebagai berikut.
1) Barang Mentah
Barang mentah adalah barang yang belum mengalami proses produksi
(pengolahan). Contohnya rotan, kayu, padi, dan tembakau.
2) Barang Setengah Jadi
Barang setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi,
tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara
sempurna. Contohnya, benang, semen, dan kulit.
3) Barang Jadi
Barang jadi adalah barang dan jasa pemuas kebutuhan manusia yang sudah
mengalami proses produksi secara tuntas atau sempurna dan dapat digunakan
untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya, pakaian, sepatu, kursi, dan lemari.
E. Biaya Peluang (opportunity cost)
Dengan adanya keterbatasan sumber daya (faktor produksi), manusia harus memilih

keputusan ekonomi yang rasional atau menguntungkan dirinya. Pilihan ekonomi tersebut
akan mengorbankan pilihan ekonomi lainnya, dalam ilmu ekonomi dikenal dengan biaya
kesempatan (opportunity cost). Setiap kali keputusan harus dibuat, terkandung biaya
kesempatan. Biaya kesempatan dapat diartikan sebagai nilai alternatif terbaik yang hilang

(dikorbankan).
Misalnya jika Anda dihadapkan pada dua pilihan, yaitu A dan B, kemudian Anda memilih

A, sebenarnya Anda telah kehilangan kesempatan untuk memilih B. Maka dapat diartikan
sebagai kesempatan yang hilang (biaya kesempatan). Misalnya Intan diterima di dua
pekerjaan, Pekerjaan Pertama menjadi pegawai Bank di Surabaya dengan gaji Rp4.000.000,00
per Bulan, dan pilihan pekerjaan yang kedua adalah sebagai Akuntan di perusahaan ternama
di Jakarta dengan penghasilan Rp Rp5.500.000,00. Intan memilih untuk bekerja di Surabaya

dengan gaji Rp4000.000,00 pertimbangan lebih dekat dengan rumah orang tuanya. Dengan

6

Intan kehilangan kesempatan untuk bekerja di Jakarta dengan pengjhasilan Rp5.500.000,
demikian biaya peluangnya adalah Rp5.500.000,00

Untuk membedakan biaya kesempatan dari biaya lain-lainnya Walter Nicholson (2001),
membagi biaya ke dalam tiga konsep yang berbeda, yaitu konsep biaya kesempatan, konsep
biaya ekonomi, dan konsep biaya akuntansi.
a. Konsep Biaya Kesempatan

Konsep biaya kesempatan adalah pendapatan bersih yang dikorbankan atau
penghematan biaya yang tidak jadi diperoleh karena memilih alternative lain.
b. Konsep Biaya Ekonomi
Menurut konsep biaya ekonomi, biaya dianggap sebagai pengeluaran yang sewajarnya
untuk menghasilkan suatu barang dan jasa. Sebagai contoh, untuk membuat satu loyang
kue diperlukan tepung terikgu o,5 kg. Jika penggunaannya melebihi biaya yang
sewajarnya maka dianggap sebagai pemboroasan.
c. Konsep Biaya Akuntansi
Biaya dalam konsep biaya akuntansi dianggap sebagai pengeluaran nyata atau aktual,
biaya perolehan, dan penyusutan serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan
masalah pembukuan. Sebagai contoh, untuk mengecat sebuah papan tulis umumnya
diperlukan satu kaleng cat. Pada kenyataannya habis dua kaleng. Dalam konsep biaya
akuntansi maka biaya yang dikeluarkan sebanyak dua kaleng cat.
F. Tindakan, Prinsip dan Motif Ekonomi
Tindakan ekonomi yang dilakukan tentu memiliki alasan atau tujuan tertentu untuk
disebut motif. Antara satu orang dengan orang lain pasti memiliki motif yang berbeda.
Namun secara umum, manusia selalu berusaha mencapai keuntungan dan menghindari
kerugian. Di sinilah, prinsip ekonomi memegang peranannya. Jika ingin berhasil dalam
kegiatan ekonominya, manusia harus menerapkan prinsip ekonomi.
1. Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi adalah segala tindakan manusia yang dilandasi prinsip ekonomi dalam
rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini menyangkut tindakan yang rasional yang
dapat dilakukan melalui skala prioritas, yaitu mendahulukan kebutuhan yang dianggap
penting dan mendesak. Pada dasarnya kebutuhan manusia memiliki sifat yang tidak
terbatas. Hal ini karena manusia cenderung tidak pernah merasa puas dan selalu merasa
kekurangan. Manusia berusaha mengatasi masalah itu dengan melakukan tindakan
ekonomi. Tindakan ekonomi dilakukan karena manusia ingin mencukupi semua
kebutuhannya sehingga menjadi sejahtera atau makmur. Ukuran kesejahteraan secara
ekonomi bisa disamakan dengan terpenuhinya kebutuhan materiil (fisik). Tindakan
ekonomi yang dilakukan secara terus-menerus (setiap hari) oleh masyarakat ini akhirnya
menjadi suatu aktivitas yang disebut kegiatan ekonomi.
Berikut ini dua bentuk tindakan ekonomi.
a. Tindakan Ekonomi Rasional

Tindakan ekonomi rasional adalah tindakan ekonomi yang didasarkan pada
pertimbangan akal sehat. Manusia selalu mengharapkan keuntungan atau kebaikan
bagi dirinya. Tidak ada orang yang mengharapkan kerugian, kemalangan, atau
keburukan. Dalam dunia ekonomi, manusia rasional adalah manusia yang selalu
berpikir tentang cara ia memperoleh keuntungan yang seoptimal mungkin atas
tindakan ekonomi yang dia lakukan.

7

b. Tindakan Ekonomi Tidak Rasional
Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Apalagi jika ia tidak bisa

membedakan antara kebutuhan dan keinginannya. Manusia yang cenderung mengikuti
keinginan akan bertindak tidak rasional. Tindakan tidak rasional biasanya hanya karena
keinginan semata dan tidak mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki.
2. Motif Ekonomi
Motif merupakan semua kegiatan yang dilakukan orang tentu didorong oleh suatu
alasan. Motif ekonomi adalah faktor-faktor yang mendorong manusia melakukan tindakan
ekonomi. Tindakan ekonomi manusia tersebut didorong oleh motif ekonomi yang beragam.
Motif-motif ekonomi memiliki beberapa macam, yaitu:
a. Motif Ekonomi Produsen

Produsen adalah orang atau badan yang melakukan kegiatan menciptakan atau
menambah nilai guna barang. Beberapa motif tindakan ekonomi produsen sebagai
berikut.
1) Motif Mencari Laba

Motif utama bagi seorang produsen dalam melakukan tidankan ekonomi adalah
mencari laba. Selain mendorong orang untuk melakukan tindakan ekonomi, motif
mencari laba juga mendorong orang untuk melakukan inovasi atau penemuan.
Pada umumnya perusahaan dapat berjaya apabila mereka berhasil melakukan
inovasi. Dengan melakukan inovasi, mereka bisa memenangkan persaingan usaha
dan mendapatkan laba sebanyak-banyaknya.
2) Mencari Kekuasaan Ekonomi

Motif mencari kekuasaan ditujukan untuk memperoleh kekuasaan ekonomi
dalam masyarakat. Misalnya, pengusaha-pengusaha yang relatif sudah makmur
masih terus bekerja keras mengembangkan perusahaan dengan harapan mereka
dapat menguasai perdagangan yang lebih luas.
3) Motif Sosial

Sebagai makhluk sosial, manusia juga harus memperdulikan sesamanya. Motif
sosial muncul karena keinginan untuk menolong sesama manusia, terutama bagi
mereka yang membutuhkan. Tindakan ekonomi yang didorong oleh motif sosial
misalnya seorang pengusaha memberi bantuan kepada orang yang terkena
bencana alam, menyantuni yatim piatu, dan membangun tempat ibadah.
4) Motif Memperoleh Penghargaan

Terkadang, pengusaha tetap melakukan kegiatan ekonomi dengan kerja keras
walaupun keuntungan dan kemakmuran sudah diraihnya. Hal ini dilakukan agar ia
tampil sebagai pengusaha yang andal dan disegani. Prestasi ini tidak jarang
membuahkan penghargaan dari pemerintah maupun kalangan pengusaha.
b. Motif Ekonomi Konsumen
Konsumen pun memiliki motif tertentu dalam melakukantindakan ekonominya. Motif-
motif ekonomi konsumen meliputi sebagai berikut.
1) Memperoleh Kepuasan yang Optimal
Motif utama konsumen dalam mengkonsumsi barang dan jasa untuk memperoleh
kepuasan yang seoptimal mungkin. Kepuasan ini diperoleh karena barang dan jasa

8

memiliki daya guna (kegunaan) yang beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan
manusia. Seorang konsumen yang bertindak rasional hanya akan mengkonsumsi
barang dan jasa yang bermanfaat bagi dirinya. Konsumen tersebut juga berusaha
memaksimalkan kepuasan yang diperoleh dengan memerhatikan kendala yang
ada, yaitu ketersediaan dana.
2) Agar Dapat Bertahan Hidup

Manusia membutuhkan makanan dan minuman yang mengandung zat-zat yang
dibutuhkan dalam metabolisme tubuh manusia. Zatzat tersebut antara lain
karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Selain itu, manusia pun memerlukan
pakaian dan rumah tempat berlindung. Semua kebutuhan tersebut harus dipenuhi
agar manusia dapat bertahan hidup.
3) Agar Diterima dalam Lingkungan Masyarakat

Manusia dapa mengkonsumsi barang dan jasa hanya demi mendapatkan
pengakuan dalam lingkungan tertentu. Misalnya, seorang artis merasa perlu
memakai baju rancangan desainer terkenal agar tetap memiliki citra di kalangan
artis. Kadang pakaian tersebut hanya digunakan untuk satu kali. Tentu hal ini
bersifat pemborosan. Namun, hal tersebut merupakan tuntutan yang tidak bisa
dihindarkan.
4) Agar Status Sosialnya Naik di Mata Masyarakat

Sebagian orang berpendapat bahwa agar menjadi terpandang dan dihargai
dalam masyarakat harus memiliki kekayaan (materi) melebihi orang lain. Hal ini
mendorong mereka untuk melakukan tindakan konsumsi yang berlebihan.
Misalnya memiliki mobil lebih dari kebutuhan, membeli tanah di beberapa tempat,
mengoleksi perhiasan, dan barang-barang mewah lainnya.
c. Motif Ekonomi Distributor
Distribusi adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran barang dan
jasa. Orang atau lembaga yang melakukan distribusi disebut distributor. Para ini
bertugas menyampaikan barang-barang dan jasa dari pihak produsen ke pihak
konsumen. Tidak berbeda dengan produsen, motif distributor dalam melakukan
tindakan ekonomi cara untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya. Para
distributor seperti pedagang mengambil laba dari selisih antara harga jual dengan
harga pokoknya.
Dalam perkembangan selanjutnya, motif ekonomi dibagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Motif intrinsik, yaitu motif yang datang dari dalam dirinya sendiri, misalnya orang
membutuhkan makanan karena lapar.
b. Motif ekstrinsik, yaitu motif yang datang dari luar. Misalnya, seseorang yang
menginginkan makanan dan barang, tetapi karena adanya pengaruh dari orang (pihak)
lain, ia melakukan tindakan ekonomi. Sebagai contoh, seseorang memakai pekaian
mewah karena ingin dipuji oleh lingkungan pergaulannya.
3. Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi adalah pedoman dalam melakukan tindakan ekonomi bagi
produsen, konsumen, dan distributor. Prinsip ekonomi pada dasarnya merupakan
tindakan memperoleh hasil yang maksimal dari pengorbanan yang telah kita lakukan.

9

Selain bertindak atas motif ekonomi, suatu tindakan ekonomi umumnya menganut
prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi ini menjadi landasan bertindak dalam mengambil
keputusan penggunaan atau pengalokasian sumber daya agar dicapai hasil yang optimal.
Intinya penggunaan atau pengalokasian sumber daya itu harus efisien. Dengan kata lain,
efiensi itu pada dasarnya merupakan inti dari prinsip ekonomi.

Prinsip ekonomi berbunyi: “Dengan pengorbanan sekecil-kecilnya berusaha untuk
mendapatkan hasil tertentu atau dengan pengorbanan tertentu berusaha untuk
mendapatkan hasil yang sebesarbesarnya.”

Terdapat beberapa ciri dari tindakan ekonomi yang didasari oleh prinsip ekonomi
sebagai berikut:
1. mengutamakan kebutuhan yang sifatnya lebih penting dan mendesak;
2. bersikap hemat dan tidak boros dalam tindakannya;
3. melakukan tindakan ekonomi dengan pertimbangan yang matang;
4. senantiasa mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap tindakan

ekonomi yang dilakukannya.
Prinsip ekonomi menuntun pelaku ekonomi untuk:
1. berusaha dengan biaya (pengorbanan) tertentu untuk memperoleh hasil yang
sebesar-besarnya, atau
2. berusaha dengan biaya (pengorbanan) sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil
tertentu.

Prinsip ekonomi ini berlaku untuk semua tindakan ekonomi baik produksi,
konsumsi, maupun distribusi.
a. Prinsip Ekonomi Produsen

Kita telah mengetahui bahwa motif utama produsen dalam menghasilkan
barang dan jasa untuk mencari laba seoptimal mungkin. Motif ini tidak akan
terwujud jika produsen tidak memperhitungkan dengan baik antara pengorbanan
dan hasil yang diharapkan. Inilah pentingnya produsen mengetahui dan menerapkan
prinsip ekonominya. Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi menjadi dasar berpikir
dalam menghasilkan barang dan jasa sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi
atau pengorbanan tertentu. Sebaliknya, dengan biaya produksi dan pengorbanan
yang serendah-rendahnya dapat dihasilkan sejumlah barang serta jasa tertentu.

Oleh karena itu, sebelum memulai usaha, produsen harus mempertimbangkan
hal-hal berikut.
1) Barang dan Jasa Apa yang Dibutuhkan oleh Masyarakat?

Produsen harus mampu menyediakan barang yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Apalagi ketika belum ada produsen lain yang bisa menghasilkan barang dan jasa
tersebut.
2) Di Mana Barang dan Jasa Tersebut Dihasilkan?
Kegiatan usaha pasti membutuhkan lahan atau lokasi. Permasalahan yang
muncul adalah menyangkut pemilihan tempat pabrik yang akan dibangun.
Produsen harus mempertimbangkan apakah berdasarkan ketersediaan bahan
baku, kemudahan transportasi, atau kedekatan dengan konsumen (pasar).
Lokasi pabrik tidak strategis bisa mengakibatkan borosnya biaya pengangkutan,

10

yaitu biaya pengangkutan bahan mentah ke pabrik dan biaya pengangkutan
barang ke pasar.
3) Bagaimana Cara Menghasilkan Produk yang Paling Efisien?

Dalam berproduksi produsen selalu berusaha menekan biaya yang serendah-
rendahnya dengan tetap memerhatikan kualitas barang yang dihasilkan.
Produsen tidak mungkin mengurangi penggunaan tenaga kerja atau bahan
mentah di bawah standar kebutuhan produksi. Jadi, produsen harus
mengusahakan teknik produksi yang paling efisien serta menghindari
penggunaan sumberdaya yang sia-sia.
b. Prinsip Ekonomi Konsumen
Konsumen selalu berusaha memenuhi semua kebutuhannya hingga seimbang.
Tentu semua itu tidak bisa diperoleh secara gratis. Konsumen harus memberikan
pengorbanan berupa uang. Padahal, uang atau anggaran yang tersedia untuk
membeli barang dan jasa terbatas. Oleh karena itu, konsumen perlu menerapkan
prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi.
Dengan memegang prinsip ekonomi, konsumen selalu berusaha untuk
memperoleh kepuasan sebesar-besarnya dari penggunaan barang dan jasa dengan
pengorbanan atau anggaran tertentu. Sebaliknya, dengan pengorbanan yang sekecil-
kecilnya, diperoleh tingkat kepuasan tertentu.
Penerapan prinsip tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:
1) Menetapkan Skala Prioritas
Menetapkan skala prioritas perlu dilakukan karena anggaran yang tersedia harus
dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga semua barang dan jasa yang dibutuhkan
bisa terbeli. Sebuah keluarga biasanya telah menetapkan kebutuhan yang penting
dan tidak penting. Kebutuhan terhadap makanan dan pendidikan seharusnya
lebih didahulukan daripada kebutuhan terhadap rekreasi.
2) Memperluas Informasi Mengenai Barang dan Jasa
Barang dan jasa yang disediakan produsen di pasaran sangat banyak. Namun,
tidak semuanya cocok dengan kebutuhan dan kondisi keuangan konsumen. Oleh
karena itu, konsumen perlu mencari informasi mengenai harga, kualitas, serta
karakteristik barang dan jasa tersebut. Tujuannya agar konsumen bisa
memperoleh barang dan jasa yang diinginkan dengan harga murah. Konsumen
perlu memperluas informasi agar tidak mudah terjebak oleh iklan yang digembar-
gemborkan produsen. Selain itu, konsumen tentu menginginkan kualitas yang
bagus untuk semua barang yang dibelinya. Oleh karena itu, konsumen harus
selektif dalam menentukan barang yang akan dibeli.
3) Bersikap Hemat
Bersikap hemat berarti berhati-hati dalam membelanjakan uang atau
pendapatan. Pengeluaran konsumen sebaiknya diatur sedemikian rupa agar
minimal sama dengan pendapatannya. Jangan sampai pengeluaran melebihi
pendapatannya sehingga harus berutang kepada pihak lain. Orang yang berutang
saat ini sama dengan mengurangi kemampuan konsumsi pada masa yang akan

11

datang karena harus membayar cicilan utang. Sikap hidup hemat ini
memungkinkan konsumen untuk menabung demi kebutuhan masa depan.
c. Prinsip Ekonomi Distributor

Distributor memegang peranan dalam penyaluran barang dari produsen ke
konsumen. Prinsip ekonomi pun berlaku dalam kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi
merupakan upaya menyampaikan barang dan jasa dalam jumlah, mutu, serta waktu
yang tepat dengan biaya tertentu. Pada umumnya lokasi tempat barang yang
diproduksi berbeda dengan lokasi tempat tinggal konsumen. Misalnya, sayur-mayur
yang dikonsumsi masyarakat perkotaan dihasilkan dari daerah pegunungan.
Distributor akan memperhitungkan biaya angkut, biaya penyimpanan, dan
pengepakan. Terlebih jika barang-barang yang didistribusikan tidak tahan lama.
Barang-barang tersebut harus segera sampai ke tangan konsumen sebelum
rusak/membusuk.
G. Pembagian Ilmu Ekonomi
Alfred W. Stoiner dan Douglas C. Hagues membagi ilmu ekonomi menjadi tiga bagian,
yaitu sebagai berikut.
1. Ilmu ekonomi deskriptif (Descriptive Ecoomic), yaitu ilmu ekonomi yang mempelajari dan
mengumpulkan fakta-fakta yang ada
2. Ilmu ekonomi terapan (Applied Economic), yaitu ilmu ekonomi yang menggunakan
rangka dasar umum dari analisis yang diberikan oleh ekonomi teori untuk menerangkan
sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli
ekonomi deskriptif.
3. Ilmu ekonomi teori (Economic Theory), yaitu ilmu ekonomi yang memberikan penjelasan
mengenai cara suatu sistem bekerja dan cir-iciri penting dari sistem tersebut.
Ilmu ekonomi teori dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu teori ekonomi mikro dan teori
ekonomi makro. Perbedaan antara teori ekonomi mikro dengan teori ekonomi makro dapat
dilihat dari lingkup analisis, fokus analisis, aspek analisis, tujuan analisis, dan asumsi.
1. Ruang Lingkup Analisis
Teori ekonomi mikro diartikan sebagai bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis
mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Adapun teori
ekonomi makro menganalisis keseluruhan kegiatan perekonomian, bersifat global dan
tidak memerhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam
perekonomian. Misalnya, ekonomi mikro berbicara permintaan dan penawaran suatu
barang tertentu, seperti permintaan beras, minyak dan lain sebagainya. Sedangkan yang
dibahas di dalam ekonomi makro adalah permintaan dan penawaran barang-barang
secara keseluruhan (agregat).
2. Fokus Analisis
Fokus analisis teori ekonomi mikro adalah mengenai perilaku individu seperti
perusahaan (produsen), tenaga kerja, dan konsumen dalam konteks yang terbatas
(industri). Sementara dalam teori ekonomi makro, fokus pembahasannya berkaitan
dengan bagaimana perilaku rumah tangga swasta, pemerintah, dan perdagangan luar
negeri (ekspor-impor) dalam konteks keseluruhan (agregat).

12

3. Aspek Analisis
a. Teori Ekonomi Mikro
Beberapa aspek yang dianalisis teori ekonomi mikro yaitu:
1) proses penentuan tingkat harga dan jumlah barang yang diperjua lbelikan di
pasar (teori harga);
2) perilaku pembeli dan penjual (bagaimana seorang pembeli menggunakan
pendapatannya untuk memenuhi kebutuhannya; dan bagaimana seorang
penjual atau produsen menentukan tingkat produksi yang akan dilakukannya)
3) interaksi produsen dan konsumen di pasar faktor produksi.
b. Teori Ekonomi Makro
Beberapa aspek yang dianalisis dalam teori ekonomi makro, antara lain.
1) menentukan kegiatan perekonomian negara, perubahan harga-harga dan
pengaruh perubahan jumlah uang beredar terhadap pengeluaran agregat;
2) pengeluaran agregat;
3) pengangguran dan inflasi;
4) kebijakan fiskal dan moneter;
5) pertumbuhan ekonomi;
6) permintaan dan penawaran agregat

H. Ekonomi Syari’ah (tujuan, prinsip dan karakteristik)
1. Pengertian Ekonomi Syariah
Ekonomi Syariah adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang berupaya untuk
memandang, menganalisis, dan akhirnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan
ekonomi dengan cara-cara Islam, yaitu berdasarkan atas ajaran agama Islam, yaitu Al
Qur'an dan Sunnah Nabi. Ekonomi syariah memiliki dua hal pokok yang menjadi landasan
hukum sistem ekonomi syariah yaitu Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah, hukum-hukum
yang diambil dari kedua landasan pokok tersebut secara konsep dan prinsip adalah tetap
(tidak dapat berubah kapanpun dan dimana saja).
2. Tujuan Ekonomi Syariah
Tujuan Ekonomi Syariah selaras dengan tujuan dari syariat Islam itu sendiri
(maqashid asy syari’ah), yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah) melalui
suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayyah thayyibah). Tujuan falah yang
ingin dicapai oleh Ekonomi Syariah meliputi aspek mikro ataupun makro, mencakup
horizon waktu dunia atau pun akhirat. Seorang fuqaha asal Mesir bernama Prof.
Muhammad Abu Zahrah mengatakan ada tiga sasaran hukum Islam yang menunjukkan
bahwa Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, yaitu Penyucian jiwa
agar setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya.
Tegaknya keadilan dalam masyarakat. Keadilan yang dimaksud mencakup aspek
kehidupan di bidang hukum dan muamalah. Tercapainya maslahah (merupakan
puncaknya). Para ulama menyepakati bahwa maslahah yang menjad puncak sasaran di
atas mencakup lima jaminan dasar, yaitu: keselamatan keyakinan agama (al din),
kesalamatan jiwa (al nafs), keselamatan akal (al aql), keselamatan keluarga dan
keturunan (al nasl) dan keselamatan harta benda (al mal).
3. Prinsip Ekonomi Syariah

13

Pelaksanaan ekonomi syariah harus menjalankan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah swt

kepada manusia.
2) Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu
3) Kekuatan penggerak utama Ekonomi Syariah adalah kerja sama.
4) Ekonomi Syariah menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh

segelintir orang saja.
5) Ekonomi Syariah menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan

untuk kepentingan banyak orang.
6) Seorang muslim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti.
7) Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab).
8) Islam melarang riba dalam segala bentuk.

Layaknya sebuah bangunan, sistem ekonomi syariah harus memiliki fondasi yang
berguna sebagai landasan dan mampu menopang segala bentuk kegiatan ekonomi guna
mencapai tujuan mulia. Berikut ini merupakan prinsip-prinsip dasar dalam ekonomi
syariah, diantaranya adalah (Zainuddin Ali, 2008):
1) Tidak melakukan penimbunan (Ihtikar). Penimbunan, dalam bahasa Arab disebut

dengan al-ihtikar. Secara umum, ihtikar dapat diartikan sebagai tindakan pembelian
barang dagangan dengan tujuan untuk menahan atau menyimpan barang tersebut
dalam jangka waktu yang lama, sehingga barang tersebut dinyatakan barang langka
dan berharga mahal.
2) Tidak melakukan monopoli. Monopoli adalah kegiatan menahan keberadaan barang
untuk tidak dijual atau tidak diedarkan di pasar, agar harganya menjadi mahal.
Kegiatan monopoli merupakan salah satu hal yang dilarang dalam Islam, apabila
monopoli diciptakan secara sengaja dengan cara menimbun barang dan menaikkan
harga barang.
3) Menghindari jual-beli yang diharamkan. Kegiatan jual-beli yang sesuai dengan prinsip
Islam, adil, halal, dan tidak merugikan salah satu pihak adalah jual-beli yang sangat
diridhai oleh Allah swt. Karena sesungguhnya bahwa segala hal yang mengandung
unsur kemungkaran dan kemaksiatan adalah haram hukumnya.
4. Manfaat Ekonomi Syariah

Apabila mengamalkan ekonomi syariah akan mendatangkan manfaat yang besar
bagi umat muslim dengan sendirinya, yaitu:
a. Mewujudkan integritas seorang muslim yang kaffah, sehingga islam-nya tidak lagi
setengah-setengah. Apabila ditemukan ada umat muslim yang masih bergelut dan
mengamalkan ekonomi konvensional, menunjukkan bahwa keislamannya belum
kaffah.
b. Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah melalui lembaga keuangan islam,
baik berupa bank, asuransi, pegadaian, maupun BMT (Baitul Maal wat Tamwil) akan
mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat. Keuntungan di dunia diperoleh melalui
bagi hasil yang diperoleh, sedangkan keuntungan di akhirat adalah terbebas dari
unsur riba yang diharamkan oleh Allah. Praktik ekonomi berdasarkan syariat islam
mengandung nilai ibadah, karena telah mengamalkan syariat Allah.

14

c. Mengamalkan ekonomi syariah melalui lembaga keuangan syariah, berarti
mendukung kemajuan lembaga ekonomi umat Islam.

d. Mengamalkan ekonomi syariah dengan membuka tabungan, deposito atau menjadi
nasabah asuransi syariah berarti mendukung upaya pemberdayaan ekonomi umat.
Sebab dana yang terkumpul akan dihimpun dan disalurkan melalui sektor
perdagangan riil.

e. Mengamalkan ekonomi syariah berarti ikut mendukung gerakan amar ma'ruf nahi
munkar. Sebab dana yang terkumpul pada lembaga keuangan syariah hanya boleh
disalurkan kepada usaha-usaha dan proyek yang halal.

BELAJAR MANDIRI
Carilah data kebutuhan keluarga dikeluarga anda dan Identifikasi kebutuhan tersebut, mana saja
yang sudah terpenuhi dan yang belum terpenuh kemudian buatlah skala prioritas dari kebutuhan
tersebut! Laporkan hasilnya kepada guru Anda untuk dinilai.

BELAJAR KELOMPOK
Catatlah semua biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang terdapat di sekitar Anda
kemudian kelompokkanlah biaya-biaya tersebut berdasarkan biaya kesempatan dan biaya
ekonomi. Diskusikanlah dengan kelompok lain. Kumpulkan hasilnya kepada guru.

APLIKASI
Pedagang Keluhkan Kelangkaan Beras Medium di Pasar Cipinang

Jakarta- Pasar induk Beras Cipinang mengalami kelangkaan beras medium. Akibatnya,
pedagang harus mengandalkan beras operasi pasar dari Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan
beras medium tersebut. Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang, Zulkifly Rasyid, mengatakan
kelangkaan beras medium terjadi sejak Oktober-November tahun ini. Padahal, biasanya pasokan
beras medium ke pasar induk mencapai 2.000 ton per hari. "Ini sudah sejak dua bulan lalu. Pasar
di sini yang masuk (biasanya) sekitar 3.000 ton, 2.000 ton itu yang beras medium, 1.000 ton
premium," ujar Rasyid di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Dia mengungkapkan, selama dua bulan terakhir, pedagang beras di Pasar Induk Beras
Cipinang terpaksa mengandalkan beras dari operasi pasar yang dilakukan oleh "Beras medium
tidak ada, kami tertolong beras operasi pasar. Yang jelas ada kekhawatiran kami untuk beras
medium," kata dia.Bulog. Namun, stok beras itu pun masih belum mencukupi. Sementara itu,
salah satu pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang, Nellys, menyatakan beras yang digelontorkan
oleh Perum Bulog sangat terbatas. Beras tersebut hanya mampu bertahan dalam empat hari saja.
"Ini harus segera disikapi, solusinya bagaimana, yang kosong medium itu. Itu (beras Bulog) untuk
seminggu cuma bertahan empat-lima hari," tandas dia.

Sumber:http://bisnis.liputan6.com/read/3207235/pedagang-keluhkan-kelangkaan-beras-
medium-di-pasar-cipinan

Berdasarkan berita tersebut:
c. Analisislah kemungkinan faktor penyebab kelangkaan beras tersebut!
d. Apakah akibatnya apabila kelangkaan beras medium tersebut terus terjadi?
e. Langkah apa sajakah yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut!

15

EVALUASI
A. Berilah tanda (X) pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang benar!

1. Inti masalah ekonomi adalah ....

a. kebutuhan yang terbatas 5. Berikut ini yang termasuk kebutuhan

sedangkan alat pemuas kebutuhan berdasarkan sifatnya, yaitu ....

tidak terbatas a. kebutuhan primer, kebutuhan

b. kebutuhan yang terbatas sekunder, dan kebutuhan tersier

sedangkan alat pemuas kebutuhan b. kebutuhan jasmani dan kebutuhan

terbatas rohani

c. kebutuhan yang tidak terbatas c. kebutuhan sekarang dan kebutuhan

sedangkan alat pemuas kebutuhan yang akan dating

terbatas d. kebutuhan individu dan kolektif

d. kebutuhan yang tidak terbatas e. kebutuhan jangka pendek dan

sedangkan alat pemuas kebutuhan kebutuhan jangka panjang

tidak terbatas 6. Investasi dalam bentuk penanaman

e. kebutuhan yang sangat terbatas modal merupakan kebutuhan

sedangkan alat pemuas kebutuhan berdasarkan ....

tak terhingga a. sifatnya

2. Berikut ini adalah faktor yang b. kepentingannya

memengaruhi kelangkaan, kecuali…. c. waktu pemenuhan

a. daya beli masyarakat meningkat d. subjek yang berkepentingan

b. keterbatasan teknologi e. intensitas kegunaannya

c. eksploitasi alam yang berlebihan 7. Pembangunan sarana atau fasilitas

d. pertumbuhan penduduk yang cepat umum merupakan kebutuhan

e. keterbatasan produsen dalam berdasarkan ....

memproduksi a. sifatnya

3. Sebelum ada kendaraan bermotor, b. kepentingannya

udara bersih bukanlah barang langka. c. waktu pemenuhan

Namun, sekarang barang tersebut telah d. subjek yang berkepentingan

menjadi barang yang langka. e. intensitas kegunaannya

Kelangkaan tersebut terjadi akibat . . . . 8. Air mineral kemasan merupakan . . . .

a. jumlah udara yang semakin a. barang ekonomi, jumlah terbatas,

berkurang dan dibutuhkan

b. adanya penurunan kualitas udara b. barang ekonomis, jumlah tidak

c. tidak setiap waktu ada udara terbatas, dan dibutuhkan

d. udara tidak tersedia di setiap tempat c. barang ekonomis, jumlah tidak

e. laju pertumbuhan penduduk terbatas, dan tidak dibutuhkan

4. Kelangkaan sumber daya alam seperti d. barang bebas, jumlah tidak terbatas,

minyak bumi dapat diatasi dengan . . . . dan tidak dibutuhkan

a. menghentikan penggunaan minyak e. barang bebas, jumlah terbatas, dan

bumi dibutuhkan

b. menghentikan penjualan kendaraan 9. Pak Dodi mampu membeli mobil, TV

bermotor berwarna, sepeda motor, dan

c. mencari sumber energi alternatif komputer. Keadaan tersebut

d. menghambat pertumbuhan menggambarkan bahwa Pak Dodi

penduduk mampu memenuhi kebutuhan ....

e. memperbanyak produksi minyak di a. sekunder

seluruh dunia b. primer

16

c. sosial d. Rp2.700.000,00

d. tersier e. Rp4.700.000,00

e. jasmani 13. Dorongan yang menyebabkan manusia

10. Perhatikan pernyataan berikut ini melakukan tindakan ekonomi

1) Semakin tinggi tingkat pendidikan, dinamakan…

semakin beragam kebutuhan a. tindakan ekonomi

seseorang. b. motif ekonomi

2) Kebutuhan fisik meningkat seiring c. landasan ekonomi

perkembangan usia. d. prinsip ekonomi

3) Tinggi rendahnya pendapatan e. bertindak ekonomi

memengaruhi kebutuhan. 14. Dibawah ini adalah contoh motif

4) Perkembangan teknologi ekonomi dalam berbagai tindakan

menghambat kebutuhan. ekonomi manusia sehari&hari kecuali…

5) Kebutuhan akan semakin berkuran a. motif untuk memuaskan

seiring pertambahan penduduk. kebutuhannya sendiri atau

Pernyataan yang benar ditunjukkan keinginan agar hidupnya makmur

oleh nomor….. b. motif untk mendapatkan

a. 1,2 dan 3 penghargaan dari orang lain

b. 1,3, dan 5 c. manusia memiliki sifat ingin

c. 2, 4 dan 5 dihargai oleh orang lain

d. 2, 3 dan 4 d. motif untuk mendapatkan

e. 3, 4, dan 5 kekuasaan

11. Dalam rangka menerapkan konsep e. motif yang bersifat indi'idu

biaya peluang, seseorang akan 15. Bagian ilmu ekonomi yang

mengabaikan alternative lain yang menggambarkan keterangan-

dianggap tidak sesuai. Hal yang menjadi keterangan faktual tentang suatu

pertimbangannya adalah… keadaan ekonomi dalam bentuk angka-

a. alternative pilihan yang dianggap angka, grafik, kurva atau penyajian

sama merupakan pilihan yang salah lainnya, disebut ….

b. pemilihan alternative pilihan yang a. ilmu ekonomi

memberikan kerugian b. ilmu ekonomi deskriptif

c. pemilihan alternative pilihan yang c. teori ekonomi makro

meminimalkan resiko d. ilmu ekonomi terapan

d. keseimbangan alternatif pilihan yang e. teori ekonomi mikro

ada 16. Bagian ilmu ekonomi yang

e. pemilihan alternative pilihan yang mempelajariperilaku unit-unit ekonomi

paling besar resikonya secara individual, disebut ….

12. Fani seorang tenaga kerja berpeluang a. ilmu ekonomi

menjadi penjaga toko dengan gaji b. ilmu ekonomi deskriptif

Rp1.500.000,00/bulan, menjadi sales c. teori ekonomi makro

barang kosmetik dengan gaji d. ilmu ekonomi terapan

Rp1.200.000,00/bulan, dan berpeluang e. teori ekonomi mikro

menjadi karyawan swasta dengan gaji 17. Pendapatan nasional, inflasi,

Rp2.000.000,00. Apabila Fani memilih pengangguran dan kebijakan

menjadi wirausaha maka biaya peluang pemerintah adalah objek pembahasan

yang dikorbankan adalah .... ….

a. Rp1.200.000,00 a. ilmu ekonomi

b. Rp1.500.000,00 b. ilmu ekonomi deskriptif

c. Rp2.000.000,00 c. teori ekonomi makro

17

d. ilmu ekonomi terapan ajaran agama Islam, yaitu Al Qur'an dan

e. teori ekonomi mikro Sunnah Nabi disebut….

18. Perbedaan antara ekonomi mikro dan a. ekonomi keadilan

ekonomi makro dapat dilihat dari …. b. ekonomi syari’ah

a. aspek harga d. aspek pasar c. ekonomi kontemporer

b. unit analisis e. motif ekonomi d. ekonomi liberal

c. tujuan analisis e. ekonomi kerakyatan

19. suatu cabang ilmu pengetahuan yang 20. Salah satu prinsip ekonomi syari’ah

berupaya untuk memandang, adalah melarang adanya riba, dengan

menganalisis, dan akhirnya demikian balas jasa yang diberikan bank

menyelesaikan permasalahan- Syariah sebagai pengganti bunga

permasalahan ekonomi dengan cara- adalah….

cara Islam, yaitu berdasarkan atas a. bagi hasil d. nisab

b. zakat e. diskonto

B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Kelangkaan sumber daya ekonomi menunjukkan bahwa jumlah sumber daya ....
2. Adanya kebutuhan primer, dan sekunder, dan tersier merupakan pembagian kebutuhan
manusia berdasarkan …
3. Barang pemuas kebutuhan yang untuk memperoleh nya diperlukan pengorbanan sumber daya
ekonomi disebut…
4. Barang yang penggunaannya membutuhkan barang lain disebut…….
5. Biaya yang dikeluarkan karena melakukan pilihan terhadap barang atau jasa dengan
mengorbankan barang atau jasa lain, disebut biaya ....
6. Tindakan yang selalu mempertimbangkan antara pengorbanan dengan manfaat yang akan
diperoleh dinamakan …
7. Setiap melakukan pemilihan pasti akan memilih pada hal yang paling menguntungkan atau
paling besar kegunaannya. hal ini berarti manusia bertindak secara …
8. Ilmu ekonomi yang menggunakan rangka dasar umum dari analisis yang diberikan oleh
ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang
dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif …
9. Perilaku individu seperti perusahaan (produsen), tenaga kerja, dan konsumen dalam konteks
yang lebih terbatas (industri) merupakan fokus analisis yang dibahas dalam ilmu ekonomi…
10. Ingin mewujudkan kebaikan hidup dunia akhirat adalah…………ekonomi Syariah

C. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Apakah yang menjadi inti masalah dalam ilmu ekonomi? Uraikan menurut pendapat Anda.
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2. Apakah yang dimaksud dengan biaya oportunitas? Uraikan dengan contohnya.
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3. Jelaskan hubungan antara tindakan motif, dan prinsip ekonomi!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
4. Jelaskan perbedaan ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro!

18

Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5. Bagaimanakah prinsip ekonomi Syariah yang mendasari kegiatan perekonomian manusia di
suatu negara?
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

REMIDI

1. Jelaskan pengertian Ilmu Ekonomi?
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Mengapa kebutuhan manusia dikatakan tidak terbatas?
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

3. Mengapa kebutuhan individu setiap orang berbeda?
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

4. Sebutkan kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

5. Sebutkan jenis-jenis kelangkaan sumber daya dalam ekonomi.
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

6. Bagaimanakah pendapat Anda, ketersediaan sumber daya manusia dan sumber daya alam di
Indonesia?
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

7. Apakah yang dimaksud dengan biaya oportunitas? Uraikan dengan contohnya!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

8. Sebutkan prisip ekonomi bagi konsumen!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

9. Jelaskan pengertian ilmu ekonomi diskriptif!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

10. Jelaskan tujuan ekonomi Syariah!

19

Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Lembar Penilaian

No Aspek Skor Tanda Tangan
1 Kognitif
2 Afektif Guru Orang Tua
3 Psikomotor

20

BAB II

MASALAH EKONOMI DALAM SISTEM EKONOMI

KOMPETENSI DASAR
3.2 Menganalisis masalah ekonomi dalam sistem ekonomi
4.2 Menyajikan hasil analisis masalah ekonomi

TUJUAN:
1. menganalisis permasalahan pokok ekonomi klasik dan moneter
2. mendeskripsikan pengertian sistem ekonomi
3. mengidentifikasi macam-macam sistem ekonomi
4. memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing sistem ekonomi
5. memahami karakteristik perekonomian Indonesia menurut UUD 1945 pasal 33
6. menganalisis nilai-nilai dasar perekonomian Indonesia menurut UUD 1945 pasal 33

RINGKASAN MATERI

A. Masalah Pokok Ekonomi
Inti masalah ekonomi adalah kebutuhan manusia yang sifatnya tidak terbatas sedangkan

alat pemuas kebutuhan manusia terbatas. Dengan keadaan tersebut manusia harus selalu
berfikir mengenai cara memecahkan masalah atau keadaan tersebut dan berusaha mencapai
kemakmuran. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia menurut pandangan ekonomi
klasik diantaranya:
1. Masalah Produksi

Masalah produksi ini berkaitan dengan permasalahan bagaimana memproduksi semua
benda (barang& jasa) yang dibutuhkan oleh masyarakat
2. Masalah distribusi
Masalah distribusi berkaitan dengan bagaimana menyalurkan barang dan jasa dari
produsen kepada konsumen serta saluran distribusi yang digunakan
3. Masalah Konsumsi
Masalah konsumsi merupakan masalah kebutuhan, selera serta daya beli konsumen.
Seiring dengan perkembangan zaman ilmu pengetahuan dan teknologi, masalah ekonomi
klasik kemudian dikembangkan oleh aliran ekonomi modern. Berbagai persoalan ekonomi
yang mendasar ini merupakan masalah ekonomi akan dihadapi oleh setiap masyarakat di
manapun mereka berada dan dengan sistem perekonomian apapun yang mereka jalankan.
Mereka harus menghadapi dan memecahkan tiga masalah ekonomi yang mendasar. Ketiga
masalah pokok ekonomi ini antara satu dan yang lainnya memiliki hubungan yang sangat erat.
Ketiga masalah pokok ekonomi modern yang dimaksud, yaitu sebagai berikut.
1. Barang Apa (What) yang Harus Diproduksi?
Bagi pemerintah atau produsen, masalah ekonomi pertama yang harus dihadapi dan
dipecahkan adalah barang apa yang harus diproduksi dan berapa banyak. Dalam
hubungannya dengan masalah tersebut, pemerintah atau produsen harus memerhatikan
barang apa dan berapa banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat dan apakah telah
tersedia sumber daya untuk menghasilkan barang tersebut.

21

2. Bagaimana (How) Barang Harus Diproduksi?
Masalah ekonomi berikutnya yang harus dihadapi dan dipecahkan adalah bagaimana
(how) barang tersebut harus diproduksi? Masalah ini berkaitan dengan siapa yang akan
memproduksi barang tersebut, dengan menggunakan komposisi sumber daya (faktor-
faktor) produksi apa saja dan menggunakan teknik produksi yang bagaimana. Sebagai
contoh, perushaan memutuskan untuk memproduksi lebih banyak agar dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, perususahaan
mempertimbangkan apakah akan diproduksi secara manual dengan menambah tenaga
kerja atau dengan membeli mesin yang lebih canggih.

3. Untuk Siapa (for Whom) Barang Harus Diproduksi?
Permasalahan berikutnya yang harus dihadapi dan dipecahkan adalah untuk siapa (for
whom) barang itu diproduksi? Masalah ini berkaitan dengan siapa yang akan menikmati
dan memperoleh manfaat dari barang tersebut. Dengan adanya permasalahan ini maka
produsen akan mempertimbangkan jenis dan kualitas barang yang akan diprodukei agar
sesuai dengan pengguna atau yang memperoleh manfaat dari barang tersebut.

Dengan adanya ketiga masalah pokok ekonomi tersebut, setiap manusia dituntut untuk
menentukan pilihan atau keputusan dalam mempergunakan sumber daya atau faktor
produksi sehingga dapat mencari alternatif dalam menghadapi sumber daya yang langka.
Ketiga masalah di atas termasuk ke dalam ruang lingkup ekonomi mikro.

Ahli ekonomi lain seperti Richard Lipsey (1992), menambahkan beberapa permasalahan
ekonomi yang lebih bersifat makro, yaitu sebagai berikut.
a. Tingkat Pengangguran dan Laju Inflasi

Dengan mengambil pelajaran dari negara-negara maju di era depresi besar (Amerika
Serikat, Perancis, dan Jerman), tingginya tingkat pengangguran dan laju in asi
merupakan dua masalah besar yang biasanya dihadapi oleh sebuah perekonomian. Jika
dalam jangka panjang kedua masalah tersebut tidak diatasi, biasanya akan berpengaruh
terhadap aspek-aspek kehidupan yang lebih luas bukan hanya ekonomi, tetapi juga sosial
politik, dan hukum. Untuk mengatasinya diperlukan intervensi kebijakan pemerintah
yang tepat, baik melalui kebijakan fiskal maupun moneter.
b. Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi merupakan jumlah output yang dihasilkan suatu unit usaha. Kapasitas
untuk menghasilkan komoditas dalam rangka me muas kan keinginan manusia
berkembang pesat di beberapa negara, mengalami perlambatan, bahkan penurunan di
beberapa negara lain. Kapasitas produksi ini tentu saja berkaitan dengan tingkat
pendapatan nasional suatu negara. Tidak adanya peningkatan kapasitas produksi yang
cukup, mencerminkan rendahnya pendapatan nasional. Jika demikian suatu negara akan
mengalami berbagai hambatan dalam pembangunan ekonomi.
B. Sistem Ekonomi
Kelangkaan dalam sumber daya ekonomi yang menimbulkan masalah ekonomi seperti
dijelaskan di atas, akan melahirkan tindakan untuk memecahkannya. Suatu negara memiliki
cara tersendiri dalam memecahkan permasalahan ekonomi negaranya yang kemudian
disebut dengan sistem ekonomi.
Secara sederhana, sistem ekonomi didefinisikan sebagai cara pengorganisasian satuan
ekonomi untuk membuat keputusan-keputusan mengenai berbagai masalah ekonomi
masyarakat untuk mencapai kesejahteraan ekonomi yang diharapkan. Gregory Grossman,

22

pakar ekonomi dari Universitas California, AS, dalam bukunya ‘Sistem-Sistem Ekonomi’
mengemukakan pengertian sistem ekonomi sebagai berikut.
“Sekumpulan komponen atau unsur-unsur yang terdiri atas unit-unit dan lembaga-lembaga
ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi, melainkan sampai tingkat
tertentu saling menopang dan memengaruhi”.

Pertimbangan nilai tentang apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai sesuatu yang
paling baik menuntun ke arah timbulnya berbagai perbedaan dalam penerapan sistem
ekonomi di berbagai negara. Di negara manapun tidak ada sistem ekonomi yang secara
mutlak lebih baik daripada sistem ekonomi lainnya. Setiap sistem ekonomi memiliki kekuatan
dan kelemahan. Perbedaan sistem ekonomi terletak pada perbedaan penekanan pada hasil
tertentu. Misalnya, orang Amerika menganggap sistem ekonomi merekalah yang membuat
standar hidup mereka lebih tinggi daripada sistem ekonomi lainnya. Akan tetapi, belum tentu
sistem ekonomi yang diterapkan di Amerika ini sesuai untuk negara seperti Indonesia, Cina,
dan India. Sistem perekonomian melahirkan tindakan untuk memecahkan masalah-masalah
dasar ekonomi dengan cara yang berbeda. Perbedaan dari setiap sistem ekonomi suatu
negara memiliki cara tersendiri dalam mengambil keputusan berdasarkan permasalahan
ekonomi negaranya. Sistem ekonomi tersebut dapat dibedakan menjadi lima, yaitu sistem
ekonomi tradisional, sistem ekonomi pasar (market economy system), sistem ekonomi
komando atau terpimpin (command economy system), sistem ekonomi campuran (mixed
economy system), dan sistem ekonomi syariah.
1. Perekonomian Tradisional

Perekonomian tradisional terdapat pada kehidupan masyarakat yang masih
sederhana. Sumber utama dalam sistem perekonomian ini adalah berasal hasil alam.
Dalam perekonomian ini keluarga bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen,
sehingga setiap keluarga berusaha mencapai kebutuhannya sendiri. Walaupun
dilaksanakan secara sederhana, perekonomian tradisional mempunyai ciri-ciri yang khas.
Adapun ciriciri perekonomian tradisional sebagai berikut:
a. Belum ada pembagian kerja yang jelas dalam masyarakat.
b. Pemenuhan kebutuhan dilaksanakan dengan sistem barter.
c. Hasil produksi dan sistem distribusinya terbentuk karena kebiasaan (tradisi) yang

berlaku.
d. Jenis produksi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga.
e. Kehidupan masyarakat bersifat kekeluargaan.
f. Tanah (alam) adalah sumber kehidupan dan sumber kemakmuran.

Perekonomian tradisional diatur dan dijalankan secara Bersama dan untuk
kepentingan bersama dalam suatu masyarakat. Perekonomian ini mempunyai kelebihan
dan kelemahan.

Kelebihan perekonomian tradisional antara lain:
a. Tidak terjadi persaingan karena semuanya dilakukan berdasarkan kebiasaan.
b. Kegiatan yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sedangkan kelemahan dari perekonomian tradisional antara lain:
a. Keterbatasan hasil produksi, sehingga masyarakat tidak berusaha mencari

keuntungan.
b. Karena pengaruh tradisi, pola pikir masyarakat tidak berkembang.
c. Tidak memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber

23

d. Kegiatan perekonomian yang dilakukan hanya untuk memenuhi
e. kebutuhan hidup, tidak untuk meningkatkan kesejahteraan.

Seiring datangnya proses kemajuan dan perubahan peradaban manusia yang terus
berkembang, perekonomian secara bertahap sudah mulai ditinggalkan. Namun, di
beberapa daerah terpencil perekonomian ini masih berlaku. Walaupun terus tergeser
dengan masuknya sistem ekonomi modern dan perubahan peradaban manusia.
2. Sistem Ekonomi Pasar (Market Economy System)

Dalam sistem perekonomian pasar keputusan mengenai masalah-masalah ekonomi
yang utama merupakan hasil dari keputusan bebas yang dibuat oleh produsen dan
konsumen perorangan. Dengan kata lain, masalah-masalah ekonomi yang utama
tersebut diserahkan kepada pasar. Oleh karena itu, sistem seperti ini dikenal sebagai
ekonomi pasar bebas atau ekonomi pasar. Jika sistem perekonomian komando
ditunjukkan dengan sentralisasi pengambilan keputusan, dalam sistem ekonomi pasar,
keputusan yang berhubungan dengan masalah ekonomi dasar didesentralisasikan, tetapi
tetap terkoordinasi. Sebagai alat koordinasi utama adalah perangkat harga yang
ditentukan oleh mekanisme pasar. Dengan demikian, dalam sistem perekonomian pasar,
produsen dan individu (perseorangan) membuat keputusan-keputusan utama mengenai
produksi dan konsumsi. Produsen berusaha untuk menghasilkan berbagai produk yang
dapat mendatangkan keuntungan sebesar mungkin (menjawab masalah apa), dengan
teknik produksi yang seefisien mungkin (menjawab masalah bagaimana). Di pihak lain,
individu membuat keputusan tentang konsumsi, yaitu keputusan yang menyangkut
bagaimana individu membelanjakan upah dan pendapatannya (menjawab masalah untuk
siapa).

Sistem ekonomi pasar ini pada awalnya dianut negara Amerika Serikat dan sebagian
besar negara-negara liberal di dunia, tetapi secara murni, sekarang ini tidak ada satu pun
negara yang menganut sistem ekonomi pasar

Karakteristik sistem ekonomi pasar antara lain, yaitu:
a. faktor produksi dikuasai dan dikelola oleh individu;
b. kegiatan produksi dilandasi oleh semangat mencari keuntungan maksimum;
c. munculnya persaingan antar pemilik faktor produksi;
d. tidak ada peran pemerintah dalam perekonomian;
e. kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada interakasi permintaan dan

penawaran pasar (mekanisme pasar);
f. percaya bahwa semua yang terlibat dalam kegiatan ekonomi akan diuntungkan,

minimum tidak ada yang dirugikan (win-win solution)
Kelebihan sistem ekonomi Pasar
a. Individu bebas mengatur sumber daya ekonomi. Hal ini mendorong partisipasi

masyarakat dalam perekonomian.
b. Adanya kebebasan individu mendorong kemandirian berusaha dan pencapaian hasil

terbaik
c. Adanya semangat mencari keuntungan maksimum akan meningkatkan motivasi

kerja, inovasi, dan produktivitas kerja.
d. Adanya persaingan sehat berdasarkan mekanisme pasar dapat mendorong kemajuan

dalam usaha.
Kerugian Sistem Ekonomi Pasar

24

a. Persaingan bebas telah menciptakan ketimpangan antara orang kaya dan orang yang
lebih kaya.

b. Kepercayaan bahwa mekanisme pasar dapat menyelesaikan masalah ekonomi hanya
benar pada saat perekonomian berjalan tanpa krisis. Jika terjadi krisis, sistem
ekonomi pasar tidak mampu menyelesaikannya.

3. Sistem Ekonomi Komando (Command Economy System)
Dalam sistem ekonomi komando, perilaku ekonomi ditentukan oleh pemerintah

yang mengambil keputusan atas sebagian besar masalah ekonomi tentang apa yang
harus diproduksi, bagaimana mem produksinya, dan siapa yang mengonsumsinya. Sistem
perekonomian komando ditunjukkan dengan sentralisasi pengambilan keputusan. Para
pemimpin pemerintahan selaku pengambil keputusan, tersentralisasi biasanya
menetapkan rencana yang rinci dan kompleks sehingga memberikan komando ekonomi
kepada segenap bawahan dan rakyat. Oleh karena itu, sistem perekonomian komando
disebut juga dengan sistem ekonomi terpimpin dan sistem ekonomi terencana secara
sentral. Dengan demikian, dalam sistem perekonomian komando, pemerintah hampir
memiliki dan menguasai semua sarana produksi (tanah atau modal). Di samping itu,
pemerintah juga mengatur secara langsung operasi semua perusahaan di berbagai sektor
industri. Jadi, negara merupakan majikan bagi semua angkatan kerja dan menentukan
bagaimana mereka harus melaksanakan pekerjaannya. Pemerintah menentukan juga
komposisi barang yang harus diproduksi dan pendistribusiannya kepada semua anggota
masyarakat. Dalam perekonomian komando, pemerintah merupakan pemegang
pengambilan keputusan secara sentral yang menjawab masalah-masalah ekonomi utama
melalui kepemilikan dan penguasaan atas sumber daya ekonomi melalui kekuasaan
untuk mengambil dan memaksakan keputusan kepada anggota masyarakatnya.

Karakteristik sistem ekonomi komando atau terpusat, yaitu:
a. penguasaan asset ekonomi merupakan kepemilikan bersama;
b. peranan pasar sebagai alat alokasi sumber daya ekonomi digantikan oleh cara

pengesahan (rationing);
c. peranan perencanaan ekonomi oleh negara dalam mengatur perekonomian sangat

penting.
Kelebihan Ekonomi Komando atau Terpusat sebagai berikut:
a. Mudahnya pengawasan pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
b. Negara bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan perekonomian.
c. Terjaminnya pemerataan pendapatan antarlapisan masyarakat.
Kelemahan Sistem Ekonomi Komando, yaitu:
a. Potensi, inisiatif, dan kreativitas masyarakat tidak dapat berkembang.
b. Sering terjadi monopoli oleh pemerintah yang merugikan masyarakat.
c. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam meman faatkan sumber daya.
Sistem ekonomi komando atau terpusat cenderung dipakai oleh negara-negara yang
menganut ideologi sosialis atau komunis. Seperti Kuba, Cina pada masa Mao Zedong, Uni
Soviet, dan negara-negara Eropa Timur sebelum era 1990-an.
4. Sistem Perekonomian Campuran (Mixed Economy System)
Kajian tentang perekonomian pasar, sistem perekonomian komando, dan sistem
perekonomian campuran dimaksudkan untuk mempelajari prinsipprinsip dasar. Dalam
faktanya di dunia ini, tidak ada satu pun negara yang melaksanakan satu sistem

25

perekonomian secara murni. Semua negara menjalankan perekonomian yang merupakan
hasil dari kendali sentral dan penentuan pasar dengan sejumlah perilaku tradisional. Saat
ini semua negara menjalankan perekonomian campuran (mixed economy). Namun,
sistem ini dijalankan sangat bervariasi bergantung pada perpaduan antara sektor yang
satu dan sektor yang lain sehingga ketika membicarakan ekonomi tertentu sebagai
ekonomi komando yang dimaksud hanyalah menekankan ke arah prinsip ekonomi
terpimpin. Sebaliknya, ketika bicara mengenai sistem ekonomi pasar yang dimaksud
adalah perpaduannya sangat condong ke arah pengambilan keputusan terdesentralisasi.
Dengan demikian, semua negara menjalankan sistem perekono mian yang sifatnya
berada di antara perekonomian pasar dan perekonomian komando (terpimpin). Inggris
sebagai negara yang menjalankan mekanisme pasarnya begitu kuat, juga tidak dapat
secara murni menjalankan ekonomi pasar. Demikian juga dengan Amerika. Banyak warga
Amerika mendukung campur tangan pemerintah di dalam pasar untuk akomodasi sewa
swasta (pengendalian sewa) dan produksi pertanian (dukungan harga dan subsidi). Di
samping itu, pemerintah Amerika juga telah menetapkan seperangkat hokum yang
mengatur kehidupan ekonomi, pengawasan terhadap operasi bisnis, dan masalah
pencemaran lingkungan. Di Uni Soviet, mantan Presiden Gorbachev melakukan penataan
kembali dan politik keterbukaan. Negaranegara Eropa Timur telah menetapkan pilihan
untuk bergerak ke arah sistem pasar bebas, untuk memecahkan masalah ekonominya.

Karakteristik sistem ekonomi campuran sebagai berikut:
a. Ada kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh pribadi-pribadi (swasta), dan sebagian

lagi (biasanya pada sektor-sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti
listrik, air minum, telekomunikasi, jalan, jembatan, serta taman-taman kota)
dipegang oleh pemerintah.
b. Sebagian interaksi ekonomi terjadi di pasar. Akan tetapi, masih ada campur tangan
pemerintah dengan berbagai kebijakannya. Misalnya untuk melindungi konsumen,
pemerintah menggunakan kebijakan harga atas (ceiling price). Sedangkan untuk
melindungi golongan produsen, pemerintah sering menggunakan kebijakan harga
dasar (floor price).
c. Persaingan diperbolehkan tetapi gerak-geriknya diawasi agar tidak sampai mengarah
ke bentuk persaingan yang saling merugikan. Intinya, campur tangan pemerintah
dimaksudkan untuk menyehatkan kehidupan ekonomi, mencegah terjadinya
penumpukan atau konsentrasi ekonomi ke satu tangan (monopoli), serta mencegah
dan mengatasi kalau terjadi krisis ekonomi.
Dari uraian tersebut, jelas bahwa ciri yang paling menonjol dari sistem ekonomi
campuran adalah adanya intervensi (campur tangan) pemerintah dalam perekonomian
yang terintegrasi di pasar. Dalam sebuah perekonomian campuran, intervensi
pemerintah tampil dalam kadar atau derajat yang berbeda-beda. Sistem ekonomi yang
campur tangannya lemah berarti mendekati sistem ekonomi pasar, sedangkan yang kuat
mendekati sistem ekonomi perencanaan (terpusat).
5. Sistem Ekonomi Syariah
Sistem ekonomi syariah menarik untuk dikaji karena diharapkan dapat memecahkan
masalah-masalah yang melanda ekonomi dunia. Kemampuan ekonomi syariah di
Indonesia dibuktikan dengan tidak goyahnya Bank Muamalat Indonesia dan lembaga-
lembaga keuangan yang berdasarkan pada syariat Islam dalam menghadapi krisis

26

ekonomi pada 1997 sampai sekarang. Dewasa ini telah banyak bank umum yang
mendirikan bank syariah. Di samping itu, ekonomi syariah sebagai suatu sistem
merupakan cabang ilmu pengetahuan yang dijiwai oleh ajaran Islam.

Dalam kehidupan ekonomi, sistem ekonomi syariah dapat dilihat
penerapannya, yaitu sebagai berikut.
a. Islamic Development Bank (IDB) atau Bank Pembangunan Islam yang tidak

menerapkan sistem bunga (interest) dan ternyata mampu bersaing dengan bank-bank
kapitalis (barat).
b. Bank-bank Islam (Bank Muamalat Indonesia, Bank Perkreditan Rakyat Syariah, dan
lembaga keuangan lain non-bank (pegadaian syariah, dan leasing syariah).
c. Pusat-pusat perdagangan berdasarkan syariah.
Adapun nilai-nilai dasar ekonomi syariah menurut A. M. Saefudin sebagaimana
dikutip oleh Muhammad Daud Ali, yaitu sebagai berikut:
a. Nilai Dasar Pemilikan
Berdasarkan nilai dasar pemilikan nilai-nilai dasar ekonomi Syariah meliputi.
1) Pemilikan bukanlah penguasaan mutlak atas sumber-sumber ekonomi, tetapi

kemampuan untuk memanfaatkannya. Seorang muslim yang tidak
memanfaatkan sumber-sumber ekonomi yang diamanatkan Tuhan kepadanya.
Misalnya, dengan membiarkan lahan atau sebidang tanah tidak diolah
sebagaimana mestinya akan kehilangan hak atas sumbersumber ekonomi.
2) Lama kepemilikan manusia atas sesuatu benda terbatas pada lamanya manusia
itu hidup di dunia ini. Jika seorang manusia meninggal dunia, harta kekayaannya
dibagikan kepada ahli warisnya menurut ketentuan yang telah ditentukan
Tuhan.
3) Sumber daya ekonomi yang menyangkut kepentingan umum atau yang menjadi
hajat hidup orang banyak harus menjadi milik umum atau negara atau sekurang-
kurangnya dikuasai negara untuk kepentingan umum atau orang banyak.
b. Nilai Dasar Keseimbangan
Keseimbangan merupakan nilai dasar yang memengaruhi berbagai aspek tingkah
laku ekonomi seorang muslim. Asas keseimbangan ini, misalnya, terwujud dalam
kesederhanaan, hemat, dan menjauhi pemborosan. Nilai dasar keseimbangan ini
harus dijaga sebaik-baiknya bukan saja antara Ajaran kerja sama dalam ajaran
ekonomi syariah bertujuan:
1) menciptakan kerja sama produktif dalam kehidupan bermasyarakat;
2) meningkatkan kesejahteraan dan mencegah kemiskinan masyarakat;
3) mencegah penindasan ekonomi (distribusi kekayaan) yang tidak merata;
4) melindungi kepentingan golongan ekonomi lemah
c. Peranan Negara
Peranan negara umumnya pemerintah pada khususnya sangat menentukan
dalam pelaksanaan nilai-nilai sistem ekonomi syariah. Peranan itu diperlukan dalam
aspek hukum, perencanaan, dan pengawasan alokasi atau distribusi
C. Sistem Ekonomi di Indonesia
Terdapat dua jenis perekonomian yang pernah dilaksanakan di negara Indonesia
adalah ekonomi liberal dan ekonomi komando. Setiap jenis perekonomian tersebut
memiliki kekuatan dan kelemahan. Kelemahannya yaitu jenis perekonomian ini terlalu

27

merugikan dan liberal di satu pihak, kemudian terlalu bersifat komando di pihak lain. Hal
ini telah menyadarkan bangsa Indonesia bahwa sistem ekonomi Pancasila merupakan
sistem ekonomi yang sesuai dengan kehidupan berbangsa Indonesia pada saat
menyatakan kemerdekaan, benar-benar perlu dilaksanakan secara konsekuen.

Sistem ekonomi Pancasila sebagaimana dikemukakan oleh Mubyarto, yaitu sistem
ekonomi yang khas (berjati diri) Indonesia yang digali dan dikembangkan berdasarkan
kehidupan ekonomi riil (real-life economy) rakyat Indonesia. Ekonomi Pancasila berpijak
pada kombinasi antara gagasangagasan normatif dan fakta-fakta empirik yang telah
dirumuskan oleh bangsa Indonesia dalam wujud sila-sila dalam Pancasila, Pembukaan
UUD 1945, dan pasal-pasal (ekonomi) UUD 1945, yaitu pasal 27, 33, dan 34.

Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem
ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang mengacu pada sila-sila dalam Pancasila
yang terwujud dalam lima landasan ekonomi, yaitu ekonomi moralistik (ber-Ketuhanan),
ekonomi kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi (ekonomi
kerakyatan), dan diarahkan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Boediono memulai dengan menonjolkan lima ciri dari perekonomian Pancasila yang
memiliki kaitan langsung dengan masalah ekonomi makro beserta cara pengendaliannya,
kelima ciri khas tersebut, yaitu sebagai berikut.
a. Peranan dominan dari koperasi, bersama dengan perusahaanperusahaan negara dan

perusahaan swasta.
b. Memandang manusia secara utuh. “... manusia bukan ‘economic man’ tetapi juga

‘social and religious man’ dan sifat manusia yang terakhir ini bisa dilambangkan
setaraf dengan sifat yang pertama sebagai motor penggerak kegiatan duniawi
(ekonomi).
c. Adanya “kehendak sosial yang kuat ke arah egalitarianisme atau kemerataan sosial”.
d. Diberikannya prioritas utama pada terciptanya suatu “perekonomian nasional” yang
tangguh. Konsep “perekonomian nasional” ditafsirkan sebagai pemupukkan
ketahanan nasional dan pemberian prioritas utama pada kepentingan nasional untuk
mencapai suatu perekonomian yang mandiri, tangguh dan terhormat di arena
internasional dan yang didasarkan atas solidaritas dan harmoni dalam negeri.
e. “Pengendalian pada sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatankegiatan
ekonomi, diimbangi dengan perencanaan yang kuat sebagai pemberi arah bagi
perkembangan ekonomi dicerminkan dalam cita-cita koperasi”.
Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila,
yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Karakteristik dan sistem ekonomi
Pancasila, yaitu:
a. peran negara dan swasta penting tetapi tidak dominan dalam mengatur kegiatan
perekonomian;
b. hubungan kerja antarlembaga ekonomi tidak didasarkan pada dominasi modal,
tetapi berdasarkan asas kekeluargaan;
c. masyarakat sebagai suatu kesatuan memegang peran sentral dalam sistem ekonomi;
d. penguasaan sumber-sumber ekonomi yang penting diatur oleh
e. pemerintah dan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
Adapun kelebihan dalam karakteristik sistem ekonomi Pancasila, yaitu sebagai berikut.
a. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak bertentangan dengan
kepentingan masyarakat.

28

b. Potensi, inisiatif, dan kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam
batas tidak merugikan kepentingan umum.

c. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki.
Adapun ciri negatif yang harus dihindari dalam sistem perekonomian kita
karena bersifat kontradiktif dengan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia
adalah sebagai berikut.
a. Sistem ”Free Fight Liberalism”, yang menumbuhkan eksploitasi manusia dan bangsa

lain.
b. Sistem ”Etatisme”, negara sangat dominan serta mematikan potensi dan daya

kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
c. Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang

merugikan masyarakat.
Belajar mandiri
Carilah referensi tentang sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara. Berdasarkan referensi
tersebut buatlah rangkuman. Kemudian hasilnya dikumpulkan kepada guru Anda.

Belajar kelompok
Amatilah kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat sekitar tempat tinggal Anda. Lakukanlah
wawancara dengan pengusaha atau produsen tentang kegiatan ekonomi yang mereka lakukan.
Identifikasikan barang apa yang diproduksi, bagaimana memproduksinya, dan untuk siapa barang
dan jasa diproduksi? Presentasikan hasilnya di depan kelas

Praktikum
PT INKA BANJIR PESANAN KERETA, PENJUALAN TAHUN 2018 INI DITARGETKAN 3,3 TRILIUN

JAKARTA - PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) mendapat berkah proyek pengadaan kereta api.
Banyaknya pesanan tersebut menjadikan INKA optimistis dapat menorehkan pertumbuhan bisnis
yang cukup tinggi. Tahun ini, INKA menargetkan pertumbuhan pendapatan. "Tahun 2018 ini kami
menargetkam sales sekitar Rp 3,3 triliun," ujar M Choliq, Senior Manager Humas INKA. Jumlah itu
naik 27% dibandingkan n realisasi tahun 2017 yang hanya menggapai Rp 2,6 triliun. Tercatat
beberapa proyek yang tengah dikerjakan oleh INKA di tahun ini. Di antaranya, proyek pengadaan
31 rangkaian keretaapi light rail transit (LRT) Jabodebek yang nilainya mencapai Rp 4 triliun.
Pemesanan 438 gerbong dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga turut menjadi penyumbang
pendapatan yang besar bagi INKA. Selain itu, proyek kereta Bandara Internasional Minangkabau,
Sumatra Barat dan Bandara Internasional di Solo, Jawa Tengah turut menambah portofolio
penjualan INKA. Selain pasar domestik, pesanan kereta api INKA dari luar negeri juga bertambah
panjang. Baru-baru ini, INKA menandatangani kontrak pembelian kereta rel diesel (KRD) dengan
Philippine National Railways (PNR). Kontrak itu bernilai PHP 485 juta atau setara dengan Rp 127,3
miliar. Choliq menambahkan, terdapat beberapa langkah yang dilakukan INKA untuk
memaksimalkan pasar ekspor. Salah satunya melalui jalur pemerintah lewat duta besar Indonesia
di negara tujuan ekspor. Selama ini INKA menyasar negara-negara berkembang di kawasan Asia
untuk dimasuki produk kereta api buatan perusahaan plat merah ini. Untuk membekali kompetisi
bisnis dan kinerja penjualan supaya efisien, INKA mengandalkan sinergi antara BUMN.
Sumber: http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/02/01/pt-inka-banjir-pesanan-kereta-
penjualan-tahun-2018-ini-ditargetkan-rp-33-triliun

Berdasarkan artikel diatas, kerjakan soal berikut ini:
a. Lakukan identifikasikanlah kira-kira masalah ekonomi apa yang dihadapi PT INKA, kaitkanlah

hal ini dengan tiga masalah pokok ekonomi modern sesuai materi yang telah dipelajari

29

b. Menurut pendapat Anda, solusi apa yang dapat dilakukan PT INKA dalam menjawab masalah
ekonomi yang dihadapi (sesuai yang telah diidentifikasi pada pertanyaan pertama)!

EVALUASI

D. Berilah tanda (X) pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang benar!

diperinci dengan pertanyaan what

1. Permasalahan pokok ekonomi adalah

muncul, karena .... a. Fira mendirikan usaha fotokopi di

a. adanya kebutuhan manusia yang dekat perkantoran

tidak terbatas b. Mira membuka restoran bagi

b. perekonomian tidak dapat vegetarian

melaksanakan kegiatannya c. Pak Burhan mengolah sawah

dengan baik dengan mesin tractor

c. banyak faktor-faktor produksi d. Wilona memproduksi mebel untuk

yang belum digunakan secara diekspor ke jepang

efisien e. Sinta membuka rekruitmen

d. kebutuhan manusia melebihi karyawan untuk membantunya

kemampuan faktor-faktor mengelola butik

produksi untuk memenuhinya 5. Produsen dituntut melakukan

e. pemerintah campur tangan dalam produksi yang efisien dengan

mekanisme pasar kombinasi penggunaan faktor

2. Menurut Paul Samuelson, terdapat produksi (input) yang optimal,

tiga per masalahan utama yang berkaitan dengan pertanyaan yang

dihadapi dalam perekonomian, yaitu manakah dalam menjawab masalah

…. ekonomi adalah ....

a. kapan, di mana, dan bagaimana a. Bagaimana cara memproduksi?

memproduksi barang dan jasa b. Berapa jumlah barang yang

b. apa, bagaimana, dan untuk siapa diproduksi?

barang dan jasa diproduksi c. Di manakah barang tersebut akan

c. apa, bagaimana, dan mengapa diproduksi?

memproduksi barang dan jasa d. Apa yang dapat diproduksi?

d. apa, di mana, dan mengapa mem e. Untuk siapakah barang tersebut

produksi barang dan jasa diproduksi?

e. bagaimana, di mana, dan 6. Untuk mengatasi masalah pokok

mengapa memproduksi barang dalam ekonomi mengenai for whom

dan jasa (untuk siapa) barang diproduksi, yaitu

3. Untuk mengatasi masalah pokok ....

dalam ekonomi mengenai bagaimana a. efisiensi produksi

cara (how) memproduksi, yaitu .... b. ketersediaan bahan

a. keadaan pesaing c. kebutuhan konsumen
b. efisiensi produksi d. harga barang tersebut
c. kepuasan konsumen e. ketersediaan alat produksi
d. penawaran produsen 7. Dalam perekonomian pasar bebas,
e. kebutuhan konsumen masalah what, how, dan for whom
4. Pernyataan berikut ini yang berkaitan diselesaikan oleh . . . .
dengan permasalahan ekonomi dan a. mekanisme harga

30

b. wakil-wakil pilihan rakyat 5)negara bertanggung jawab penuh

c. suatu komisi perencanaan terhadap kegiatan perekonomian

d. keikutsertaan pemerintah 6) terjaminnya distribusi pendapatan

e. kepala negara antarlapisan masyarakat

8. Tata cara, aturan, dan kebiasaan- Karakteristik yang merupakan

kebiasaan umum, diterima dalam kelemahan sistem ekonomi komando

masyarakat yang mengatur dan atau terpusat adalah ….

mengoordinasikan perilaku warga a. 1, 2, dan 3 d. 2, 3, dan 5

masyarakat (konsumen, produsen, b. 1, 2, dan 4 e. 2, 4, dan 6

pemerintah) dalam menjalankan c. 1, 4, dan 5

kegiatan ekonomi sehingga menjadi 12. Berikut ini adalah keburukan sistem

satu kesatuan yang teratur disebut .... ekonomi.

a. peraturan ekonomi 1)Terjadinya ketidakstabilan ekonomi.

b. ilmu ekonomi 2)Potensi masyarakat tidak

c. hukum ekonomi berkembang.

d. prinsip ekonomi 3)Masyarakat tidak dapat menguasai

e. sistem ekonomi sumber daya.

9. Sistem Ekonomi yang berlaku di 4)Pemusatan kekuatan ekonomi pada

sebuah negara yang dipengaruhi oleh kelompok masyarakat tertentu.

.... 5)Kreativitas terhambat.

a. sejarah Yang termasuk keburukan sistem

b. cita-cita penduduknya ekonomi pasar adalah ....

c. sumber daya alam yang a. 1 dan 2

dimilikinya b. 2 dan 3

d. watak dan kepribadian c. 1 dan 4

pemimpinnya d. 3 dan 5

e. ideologi yang dianut oleh e. 2 dan 5

sebagian besar penduduknya 13. Berikut ini adalah kebaikan sistem

10. Masalah ekonomi ditentukan oleh ekonomi komando/terpusat pada ....

tradisi atau kebiasaan turun temurun a. kehidupan masyarakat dijamin

ada pada sistem ekonomi .... oleh pemerintah

a. terpusat d. campuran b. pemerintah dapat menentukan

b. liberal e. Pancasila jenis-jenis industri/produksi

c. tradisional c. tidak adanya persaingan

11. Beberapa karakteristik sistem d. mudah melaksanakan

ekonomi. pengendalian dan pengawasan

1)potensi, inisiatif dan kreativitas e. mutu barang dan jasa terjamin

masyarakat tidak dapat 14. Sistem ekonomi yang merupakan

berkembang perpaduan antara sistem ekonomi

2)sering terjadi monopoli yang komando dan pasar disebut sistem

merugikan masyarakat ekonomi ....

3)masyarakat tidak memiliki a. Pancasila

kebebasan dalam memanfaatkan b. campuran

sumber daya c. terpimpin

4)mudahnya pengawasan pemerintah d. kapitalisme

dalam kegiatan perekonomian e. merkantilisme

31

15. Berikut yang bukan pelaku utama e. Melakukan kegiatan-kegiatan

dalam sistem demokrasi ekonomi ekonomi yang tidak diminati oleh

Indonesia adalah .... pihak swasta dan koperasi.

a. BUMN 18. Salah satu ciri sistem demokrasi

b. BUMD ekonomi yang harus dihindari adalah

c. Koperasi Etatisme, yang artinya ....

d. Distributor a. negara sangat dominan sehingga

e. BUMS mematikan potensi dan daya

16. Rendahnya inovasi dan produktivitas kreasi

telah menyebabkan kesenjangan b. adanya monopoli kelompok

pendapatan yang makin besar. Hal masyarakat tertentu

tersebut merupakan kelemahan dari c. sebagian masyarakat tersingkirkan

sistem ekonomi .... d. tidak berkembangnya koperasi

a. Pancasila a. pemerintah tidak dapat

b. campuran mengawasi perekonomian

c. komando 19. Tata ekonomi Indonesia disebut juga

d. pasar ....

e. syariah a. ekonomi demokrasi

17. Yang bukan peranan dari b. sistem ekonomi kolektif

BUMN/BUMD dalam perekonomian c. demokrasi ekonomi

Indonesia adalah .... d. tata ekonomi pasar bebas

a. Memperjuangkan ekonomi untuk e. sistem ekonomi campuran

mempertinggi kesejahteraan 20. Landasan pokok perekonomian

rakyat. Indonesia adalah ....

b. Mencegah timbulnya monopoli a. Pasal 23 Ayat 1 dan 2

swasta. b. Pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4

c. Melaksanakan amanat Pasal 33 c. Pasal 29 Ayat 2

UUD 1945. d. Pasal 31 Ayat 1, 2, 3, dan 4

d. Mengembangkan potensi e. Pasal 30 Ayat 1

masyarakat dalam bidang

ekonomi.

E. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Masalah ekonomi menurut pandangan ekonomi klasik berkaitan dengan…………….,
……………….., dan ………………..
2. Permasalahan pokok ekonomi modern yang dihadapi suatu negara diperinci dalam
pertanyaan ………., ……….., dan ………………
3. Permasalahan ekonomi yang berkatitan dengan dengan penggunaan teknik dan metode
produksi yang tepat diperinci dengan pertanyaan…….
4. Ibu Mirna memiliki usaha mebel, karena besarnya permintaan dari luar negeri bu Mirna mulai
mengekspor mebel ke negara lain dengan kualitas yang lebih terjamin. Pernyataan tersebut
sesuai dengan pemecahan masalah ekonomi modern yaitu ……………
5. Adanya pembagian kelas pemilik modal dan kelas pekerja merupakan ciri dari sistem
ekonomi…………
6. Pemerintah berperan penuh dalam mengatur dan mendominasi segala sektor perekonomian
merupakan ciri sistem ekonomi………….

32

7. Pengaturan dan pengelompokan kegiatan ekonomi dalam masyarakat dilakukan pemerintah
dan swasta dengan prinsip tertentu guna meningkatkan kesejahteraan merupakan
karakteristik sistem ekonomi…………

8. Sistem ekonomi yang memiliki tujuan utama mendapatkan ridha Allah SWT adalah sistem
ekonomi………………..

9. Potensi, inisiatif dan daya kreasi dikembangkan dalam batas tidak merugikan kepentingan
orang banyak merupakan ciri positif sistem ekonomi……….

10. Sistem ekonomi yang dianut oleh Negara Republik Indonesia adalah sistem
ekonomi………………

F. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Jelaskan dan berikan contoh masalah ekonomi modern pada kegiatan produksi!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Jelaskan 5 ciri sistem ekonomi tradisional!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
3. Apakah perbedaan utama antara sistem ekonomi pasar dengan sistem ekonomi komando?
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. Sebutkan contoh campur tangan pemerintah dalam sistem ekonomi campuran!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
5. Apakah sistem ekonomi yang diterapkan berpengaruh terhadap keber ha silan pem bangunan
suatu negara? Uraikan pendapat Anda disertai contohnya.
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
REMIDI
1. Deskripsikan masalah-masalah pokok yang dihadapi dalam kegiatan perekonomian!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Masalah apakah yang ingin dipecahkan oleh pertanyaan how?
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
3. Uraikan masalah ekonomi yang berkaitan dengan pertanyaan for whom!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. Apakah yang dimaksud sistem ekonomi?
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

33

5. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi sistem perekonomian suatu negara!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

6. Uraikan kelebihan dan kelemahan sistem ekonomi pasar!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

7. Bagaimanakah penerapan sistem ekonomi terpusat terhadap daya kreatifitas masyarakat?
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

8. Sebutkan perbedaan sistem ekonomi ekonomi Syariah dengan sistem ekonomi campuran!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

9. Jelaskan karakteristik sistem ekonomi demokrasi Pancasila yang diantut oleh negara
Indonesia!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

10. Jelaskan tiga hal yang perlu dihindari dalam penerapan sistem demokrasi ekonomi!
Jawab: ……………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

LEMBAR PENILAIAN

No Aspek Skor Tanda Tangan
1 Kognitif
Guru Orang Tua

2 Afektif

3 Psikomotor

34

BAB III
PELAKU DAN KEGIATAN EKONOMI

KOMPETENSI DASAR
3.3 menganalisis peran pelaku ekonomi dalam kegiatan ekonomi
4.3 menyajikan hsil analisis peran pelaku kegiatan ekonomi
TUJUAN
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu

1. menganalisis kegiatan ekonomi
2. menganalisis kegiatan distribusi
3. menganalisis kegiatan konsumsi
4. mengidentifikasi pelaku-pelaku ekonomi
5. menganalisis peran pelaku ekonomi, dan
6. menyajikan model digram interaksi antarpelaku kegiatan ekonomi

RINGKASAN MATERI
A. Kegiatan Ekonomi

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan manusia terdapat beberapa kegiatan ekonomi,
diantaranya produksi, konsumsi dan distribusi. Kegiatan produksi dilakukan oleh produsen,
kegiatan konsumsi oleh konsumen dan kegiatan distribusi oleh distributor.
1. Kegiatan Produksi

a. Pengertian produksi
Dalam ilmu ekonomi pengertian produksi mengacu pada dua hal, yaitu
1) produksi yang menghasilkan barang dan jasa baru sehingga dapat menambah
jumlah, mengubah bentuk, atau memperbesar ukurannya;
2) produksi yang diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menambah
daya guna suatu barang sehingga lebih bermanfaat.
Dari uraian di atas, secara keseluruhan pengertian produksi adalah setiap usaha
atau kegiatan manusia untuk menciptakan atau menambah daya guna suatu benda
atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Dengan memproduksi barang dan
jasa akan terbuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan. Pendapatan yang
meningkat mendorong pertumbuhan ekonomi yang akhirnya dapat meningkatkan
kemakmuran. Adapun tujuan produksi, antara lain:
1) memperbanyak jumlah barang/jasa;
2) menghasilkan barang/jasa yang berkualitas tinggi;
3) memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan peradaban dan
kebudayaan serta perkembangan teknologi;
4) mengganti barang yang rusak atau habis;
5) memenuhi pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga;
memenuhi pasar internasional; mendapatkan keuntungan; meningkatkan
kemakmuran.

b. Faktor produksi
Untuk melakukan kegiatan produksi diperlukan bahan-bahan yang memungkinkan
dilakukannya produksi, yaitu tanah atau sumber daya alam, tenaga manusia, modal
dalam segala bentuknya, serta kecakapan atau keterampilan tertentu. Semua unsur-

35

unsur tersebut dinamakan faktor-faktor produksi. Jadi, faktor produksi adalah semua
unsur yang menopang usaha memperbesar nilai barang/jasa.
Dalam ilmu ekonomi faktor produksi terdiri dari empat macam, yaitu tanah atau
sumber daya alam (natural resources); tenaga kerja (labour); modal (capital); skill
kewirausahaan (entrepreneurship).
1) Faktor produksi tanah atau sumber daya alam

Faktor produksi tanah mutlak harus ada pada setiap proses produksi. Faktor
produksi tanah adalah segala sesuatu yang berasal dari atau disediakan alam.
Dengan kata lain, segala sumber asli yang bukan berasal dari kegiatan manusia,
seperti; tanah, air/tenaga air, ikan baik dari sungai, danau, maupun ikan dari
laut, iklim cuaca, curah hujan, arah angina, tenaga alam (tenaga penumbuh
misalnya pertanian, perikanan), bahan tambang, bebatuan, dan kayu, binatang
ternak dan bukan ternak. Kepemilikan sumber daya alam yang digunakan untuk
proses produksi akan menerima balas jasa berupa sewa, misalnya sewa tanah.
2) Faktor produksi tenaga kerja

Tenaga kerja menurut kualitasnya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu
sebagai berikut.
a) Tenaga kerja terdidik (skilled labour) adalah tenaga kerja yang memperoleh

pendidikan, seperti guru, dokter, akuntan, dan pengacara.
b) Tenaga kerja terlatih (trained labour) adalah tenaga kerja yang memperoleh

keahlian dari pengalaman dan latihan, seperti montir dan sopir.
c) Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled and untrained

labour) adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan latihan
terlebih dahulu, seperti pesuruh dan buruh kasar.
Pemerintah sangat memerhatikan kesejahteraan tenaga kerja dengan
mengeluarkan peraturan dan perundang-undangan perlindungan tenaga kerja
dan pemberian fasilitas, baik fasilitas kesehatan maupun fasilitas untuk
meningkatkan keterampilan, misalnya dana untuk pendidikan/latihan. Tenaga
kerja yang digunakan untuk proses produksi akan menerima balas jasa berupa
gaji/ upah.
3) Faktor produksi modal
Menurut ilmu ekonomi modal adalah segala sesuatu yang digunakan untuk
proses produksi guna menambah kekayaan. Modal terdiri dari barang-barang
modal (real capital goods) yang meliputi semua jenis barang yang dibuat untuk
menunjang kegiatan produksi barang-barang lain, termasuk yang menghasilkan
jasa dan modal berupa uang) (money capital yang tersedia di perusahaan untuk
membeli mesin-mesin serta faktor-faktor produksi dan modal uang (money
capital) adalah dana yang digunakan untuk membeli barang-barang modal dan
faktor produksi lainnya.
Modal dalam faktor produksi ini adalah barang-barang modal (real capital
goods), yaitu setiap barang yang digunakan dalam kegiatan produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa lain, misalnya mesin-mesin, pembangkit tenaga
listrik, gedung, jalan raya, gudang, serta peralatan-peralatan lainnya. Barang-
barang modal ini dihasilkan oleh proses produksi tidak langsung (indirect

36

production). Penggunaan modal dalam proses produksi akan menghasilkan
balas jasa berupa bunga.
4) Faktor produksi kewirausahaan (entrepreneurship)

Kewirausahaan merupakan faktor produksi yang tidak dapat dilihat,
dihitung, ditakar, diraba, tetapi hanya dapat dirasakan dan diketahui dengan
melihat produk yang dihasilkan. Seorang pengusaha (entrepreneur) adalah orang
yang memiliki kemampuan mengelola, menyatukan faktor-faktor produksi, dan
dapat mengendalikan perusahaan secara baik dengan menghasilkan produk dan
memperoleh keuntungan dan berani menanggung risiko.
Keahlian (skill) yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha terdiri dari:
a) managerial skill, yaitu kemampuan dalam mengorganisasikan semua faktor

produksi agar mencapai tujuan;
b) technical skill, yaitu keahlian yang bersifat teknis dalam pelaksanaan proses

produksi sehingga berjalan dengan baik;
c) organizational skill, yaitu keahlian dalam memimpin berbagai usaha, tidak

hanya intern perusahaan yang brsifat bisnis, tetapi juga organisasi dalam
bentuk lain.
Kewirausahaan/ skill yang digunakan untuk proses produksi akan menerima
balas jasa Laba/ keuntungan.
c. Teori Perilaku Produsen
Produksi merupakan hasil akhir dari proses kegiatan produksi atau aktivitas
ekonomi dengan memanfaatkan beberapa input (faktor produksi). Secara teknis
kegiatan produksi dilakukan dengan mengkombinasikan beberapa input untuk
menghasilkan sejumlah output.
Hubungan teknis antara input dan output dalam proses produksi dinamakan fungsi
produksi.
Fungsi produksi adalah suatu persamaan yang menunjukkan jumlah maksimum
yang dihasilkan dengan mengombinasikan input atau faktor produksi tertentu.
Hubungan antara input dan output diformulasikan dalam sebuah fungsi produksi
secara matematis
sebagai berikut.

Q = f (R, L, K, E ….)

Keterangan
Q = Output
R = Sumber daya alam (resources)
L = Tenaga Kerja (labor)
K = Modal (capital)
E = Keahlian atau kewirausahaan (entrepreneurship)

Apabila input yang dipergunakan dalam proses produksi hanya terdiri atas input
tetap (modal) dan input variabel (tenaga kerja), formula persamaan matematisnya
sebagai berikut

Q = f (K, L)

=

f

37

(
K
,

Keterangan
Q = Output
L = Tenaga Kerja (labor)
K = Modal (capital)

d. Biaya Produksi
Biaya produksi merupakan sebagian keseluruhan faktor produksi yang dikorbankan
dalam proses produksi untuk menghasilkan produk. Dalam kegiatan perusahaan,
biaya produksi dihitung berdasarkan jumlah produk yang siap dijual. Biaya produksi
sering disebut ongkos produksi. Berdasarkan definisi tersebut, pengertian biaya
produksi adalah keseluruhan biaya yang dikorbankan untuk menghasilkan produk
hingga produk itu sampai di pasar, atau sampai ke tangan konsumen.

1) Komponen Biaya Produksi
Berdasarkan komponen yang menyusunnya, biaya produksi meliputi unsur-
unsur:
a) bahan baku atau bahan dasar, termasuk bahan setengah jadi;
b) bahan-bahan pembantu atau bahan penolong;
c) upah tenaga kerja tidak terdidik dan tenaga kerja terdidik;
d) penyusutan peralatan produksi;
e) bunga modal;
f) sewa (gedung atau peralatan yang lain);
g) biaya pemasaran, seperti biaya penelitian dan analisis pasar produk,
h) biaya angkutan dan pengiriman, dan biaya reklame atau iklan;
i) pajak perusahaan.

2) Jenis-Jenis Biaya Produksi
Penggolongan jenis-jenis biaya produksi dapat dikelompokkan menjadi sebagai
berikut.
a) Biaya tetap/fixed cost (FC), yaitu biaya yang dalam periode waktu tertentu
jumlahnya tetap, tidak bergantung pada jumlah produk yang dihasilkan.
Contohnya, penyusutan peralatan, sewa gedung atau penyusutan gedung,
pajak perusahaan, dan biaya administrasi.
b) Biaya variabel/variable cost (VC), yaitu biaya yang jumlahnya berubahubah
sesuai dengan jumlah produk yang dihasilkan. Dalam hal ini, semakin
banyak jumlah produk yang dihasilkan, semakin besar pula jumlah biaya
variabelnya. Contohnya, biaya bahan baku dan upah tenaga kerja yang
dibayar berdasarkan jumlah produk yang dihasilkannya.
c) Biaya total/total cost (TC) adalah jumlah seluruh biaya tetap dan biaya
variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah
produk dalam suatu periode tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut
biaya total dapat dirumuskan sebagai berikut.

TC = FC + VC

Keterangan:
TC = biaya total (total cost)
FC = biaya tetap (fixed cost)
VC = biaya variabel (variable cost)

38

d) Biaya rata-rata/average cost (AC) adalah biaya produksi per unit produk
yang dihasilkan. Besarnya AC dapat dihitung dengan cara membagi
TC dengan Q. Jadi, AC dapat dirumuskan:

TC
AC = Q
Keterangan:
AC = biaya rata-rata (average cost)
TC = biaya total (total cost)
Q = kuantitas barang dan jasa
e) Biaya marjinal/marginal cost (MC) merupakan biaya tambahan yang
diperlukan untuk tambahan satu unit produk yang dihasilkan. Munculnya
MC karena adanya perluasan produksi yang dilakukan perusahaan dalam
rangka menambah jumlah produk yang dihasil kannya. MC dapat dihitung
dengan cara membagi tambahan TC (ΔTC) dengan tambahan Q (ΔQ). Jadi,
MC dapat dirumuskan sebagai berikut.

∆TC
MC = ∆Q

Keterangan:
MC = biaya marjinal (marginal cost)
TC = perubahan biaya total (total cost)
Q = perubahan kuantitas barang dan jasa

e. Penerimaan dan Laba maximum
Penerimaan atau revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan
barang atau outputnya. Jenis-jenis penerimaan sebagai berikut.
1) Total penerimaan (Total Revenue: TR)
Total penerimaan adalah total penerimaan dari hasil penjualan. TR dapat
dirumuskan:

TR = P x Q
Keterangan :
TR = total revenue
P = price (harga barang)
Q = Quantity (jumlah barang)
2) Penerimaan rata-rata (avarege total revenue: AR)
Penerimaan rata-rata adalah penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual
atau dihasilkan. AR dapat dirumuskan:

TR
AR = Q

Keterangan :
AR = avarage revenue

39

TR = total revenue
Q = jumlah barang dan jasa
3) Penerimaan marginal (marginal revenue: MR)
Penerimaan marginal adalah penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat
penambahan satu unit output. MR dapat dirumuskan:

∆TR
MR = ∆Q

Keterangan :
AR = avarage revenue
∆TR = perubahan penerimaan total total revenue
∆Q = perubahan julah barang dan jasa
Laba atau rugi adalah perbedaan antara TR dengan TC, laba atau rugi dapat
dirumuskan

Laba/rugi = TR - TC

Jika TR > TC maka laba
Jika TR < TC maka rugi
Laba maksimum terjadi pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan (MC)
2. Distribusi
a. Pengertian distribusi
Distribusi adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang
dan/atau jasa dari produsen ke konsumen. Orang yang melakukan kegiatan distribusi
disebut distributor. Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani
kegiatan produksi dan konsumsi. Berkat distribusi barang dan jasa dapat sampai ke
tangan konsumen. Dengan demikian kegunaan dari barang dan jasa akan lebih
meningkat setelah dapat dikonsumsi.
b. Faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan distribusi
Faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan distribusi ialah:
1) Faktor Pasar
Saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, yaitu jumlah
konsumen, letak geografis konsumen, jumlah pesanan dan kebiasaan dalam
pembelian.
2) Faktor Barang
Pertimbangan dari segi barang bersangkut-paut dengan nilai unit, besar dan berat
barang, mudah rusaknya barang, standar barang dan pengemasan.
3) Faktor Perusahaan
Pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber dana, pengalaman dan
kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan.
4) Faktor Kebiasaan dalam Pembelian
Pertimbangan yang diperlukan dalam kebiasaan pembelian adalah kegunaan
perantara, sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan
dan ongkos penyaluran barang.
c. Fungsi Distribusi

40

Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:
1) Pengangkutan (Transportasi)

Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal
konsumen, perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya
teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini mengakibatkan barang
yang disalurkan semakin luas, sehingga membutuhkan alat transportasi
(pengangkutan).
2) Penjualan (Selling)
Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh
produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat
dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat
menggunakan barang tersebut.
3) Pembelian (Buying)
Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika penjualan barang
dilakukan oleh produsen, maka pembelian dilakukan oleh orang yang
membutuhkan barang tersebut.
4) Penyimpanan (Stooring)
Sebelum barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih
dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan
barangbarang, perlu adanya penyimpanan (pergudangan).
5) Pembakuan Standar Kualitas Barang
Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli selalu
menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan
diperjualbelikan. Oleh karena itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis,
ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan tersebut.
Pembakuan (standardisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan
dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan.
6) Penanggung Risiko
Barang yang didistribusikan bisa jatuh dan pecah, maka rusaklah barang yang
akan didistribusikan tersebut. Hal ini mungkin saja terjadi pada kegiatan
distribusi, maka seorang distributor tentunya akan menanggung risiko. Pada
jaman sekarang untuk menanggung risiko yang muncul bisa dilakukan kerjasama
dengan lembaga/perusahaan asuransi
d. Saluran distribusi
Terdapat berbagai macam saluran distribusi barang konsumsi, diantaranya
sebagai berikut:
1) Saluran distribusi langsung (Produsen – Konsumen)
Dalam saluran distribusi langsung ini produsen melakukan penjulan langsung
kepada konsumen.
2) Saluran distribusi semi langsung (Produsen – Perantara – Konsumen)
saluran distribusi semi langsung ini merupakan cara mempertemukan produk
dari produsen kepada konsumen melalui para pengecer/ sales.
3) Saluran distribusi tidak langsung (produsen – pedang besar – pedagang kecil –
pedagang eceran- konsumen)

41

Saluran distribusi tidak langsung ini melibatkan beberapa pedagang. Dalam
saluran distribusi ini biasanya produsen memilih pedagang besar untuk
menyalurkan hasil produksinya kepada pedagang kecil yang selanjutnya
disalurkan kepada pengecer untuk dijual kepada konsumen
3. Konsumsi
a. Pengertian Konsumsi
Dalam pengertian ekonomi, konsumsi diartikan sebagai kegiatan manusia
mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus habis. Pihak yang
melakukan konsumsi disebut konsumen.
b. Tujuan Konsumsi
Kegiatan konsumsi yang dilakukan manusia bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan hidup atau untuk memperoleh kepuasan setinggi-tingginya sehingga
tercapai tingkat kemakmuran. Dengan adanya lapisan masyarakat yang berbeda-
beda, tujuan konsumsi juga berbeda pula. Pada masyarakat tradisional yang
ditandai dengan peradaban yang belum maju dan kebutuhan masih sederhana,
kegiatan konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna
mempertahankan kelangsungan hidup. Sedangkan pada masyarakat modern,
tujuan konsumsi sudah berubah bukan hanya sekadar mempertahankan hidup,
tetapi lebih banyak diarahkan untuk kepentingan kesenangan dan prestise (harga
diri).
Dalam kegiatan ekonomi seorang konsumen melakukan kegiatan konsumsi
mempunyai beberapa tujuan. Terdapat empat tujuan kegiatan konsumsi dan ini
juga merupakan pola perilaku dari konsumen yaitu:
1) Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap
Setiap orang yang melakukan konsumsi akan mengurangi nilai guna barang
atau jasa tersebut secara bertahap. Sebagai contohnya ialah seperti memakai
pakaian, kendaraan dan sepatu.
2) Menghabiskan nilai guna barang sekaligus
Konsumen juga dapat menghabiskan nilai guna barang sekaligus. Sebagai
contoh adalah makan dan minum.
3) Memuaskan kebutuhan secara fisik
Seseorang melakukan konsumsi bertujuan untuk mencukupi kebutuhan
mereka secara fisik. Kebutuhan tersebut telah dijelaskan pada pembahasan
bab sebelumnya Contohnya ialah mengenakan pakaian yang bagus agar
penampilannya bertambah baik.
4) Memuaskan kebutuhan rohani
Tidak hanya kebutuhan secara fisik saja tujuan seorang konsumen melakukan
kegiatan konsumsi akan tetapi juga untuk memuaskan kebutuhan rohani
seperti contohnya ialah membeli kitab suci untuk kebutuhan
religiusitas/rohaninya.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi
Besar kecilnya konsumsi yang dilakukan oleh konsumen (perilaku konsumen)
tergantung pada faktor-faktor berikut.
1) Selera (Taste)

42

Selera adalah keinginan yang muncul dari dalam hati seseorang karena adanya
daya tarik/rangsangan terhadap suatu benda atau jasa sangat dipengaruhi oleh
faktor psikologis konsumen. Jika selera rendah, konsumsi pun rendah,
sebaliknya jika selera tinggi, jumlah konsumsi pun akan tinggi pula.
2) Tingkat pendapatan
Besar kecilnya tingkat pendapatan yang diterima oleh seseorang sangat
berpengaruh terhadap besar kecilnya pengeluaran untuk konsumsi.
3) Kebiasan dan sikap hidup
Hal ini menyangkut perilaku yang sering muncul dan dilakukan oleh konsumen,
misalnya hidup hemat atau sebaliknya hidup senang atau boros.
4) Lingkungan tempat tinggal
Manusia selalu hidup beradaptasi atau dipengaruhi oleh lingkungannya
sehingga pola konsumsi pun dapat dipengaruhi oleh lingkungan.
5) Alat distribusi
Pengadaan jumlah barang di suatu tempat tergantung pada alat distribusi yang
digunakan. Semakin baik alat transportasi yang digunakan, semakin besar
pengeluaran yang digunakan untuk konsumsi.
d. Perilaku Konsumen
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus melakukan pilihan. Pilihan
tersebut harus dilakukan agar pemenuhan kebutuhan dapat mencapai utilitas yang
maksimal. Setiap orang berbeda dalam menentukan pilihannya. Sebagai contoh,
apakah Anda akan sarapan pagi dengan makan nasi atau makan roti? Setelah
sarapan pagi, apakah Anda akan minum teh, kopi, susu, atau air putih?
Pengambilan keputusan atas berbagai pilihan yang ada akan membentuk pola
perilaku konsumen.
Dalam teori perilaku konsumen, ada dua pendekatan yang digunakan, yaitu sebagai
berikut.
1) Pendekatan Utilitas Kardinal (Cardinal Approach)

Pendekatan utilitas kardinal menyatakan bahwa utilitas dapat diukur secara
langsung melalui angka-angka. Oleh karena itu, pendekatan ini disebut juga
dengan pendekatan kardinal (cardinal approach). Dalam pendekatan ini,
digunakan konsep Total Utility (TU) dan Marginal Utility (MU). Untuk
memahami penerapan pendekatan utilitas kardinal ini, misalnya setelah
berolahraga, seseorang akan merasa haus. Untuk menghilangkan rasa haus
tersebut, orang memutuskan untuk meminum air dalam gelas. Kali pertama
meminum satu gelas air, akan mendapatkan tingkat utilitas atau utilitas
tertentu. Selanjutnya, meminum air dalam gelas yang kedua. Dengan
mengonsumsi air dalam gelas kedua, total utilitas akan meningkat karena air
dalam gelas kedua memberikan tambahan utilitas. Demikian juga, jika
memutuskan untuk meminum air dalam gelas ketiga, nilai total utility akan
bertambah karena air dalam gelas ketiga memberikan tambahan utilitas.
Tambahan utilitas ini disebut utilitas marjinal atau marginal utility . Sejalan
dengan hukum utilitas marjinal yang semakin berkurang (the law of diminishing
marginal utility), semakin banyak Anda mengonsumsi air, utilitas tambahan
yang diperoleh dari mengonsumsi air tersebut semakin berkurang. Utilitas

43

marjinal yang semakin berkurang muncul dari kenyataan bahwa kenikmatan
yang Anda peroleh dari meminum air tersebut akan menurun sejalan dengan
makin banyaknya air yang dikonsumsi. Dengan semakin berkurangnya utilitas
tambahan tersebut, utilitas total akan meningkat dengan laju yang semakin
menurun. Nilai utilitas total akan maksimum pada saat nilai utilitas marjinal
sama dengan nol (MU = 0).
a) Hukum Gossen I

Berdasarkan pola konsumsi manusia dalam mengonsumsi satu jenis barang
untuk mencapai utilitas maksimum, lahirlah Hukum Gossen I yang
dikemukakan oleh Hermann Heinrich Gossen. Pada intinya, hukum ini
menyatakan:
”Jika pemenuhan kebutuhan akan satu jenis barang dilakukan secara terus-
menerus, utilitas yang dinikmati konsumen akan semakin tinggi, tetapi
setia tambahan konsumsi satu unit barang akan memberikan tambahan
utilitas yang semakin kecil.”
b) Hukum Gossen II
Tidak dapat dipungkiri, manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas.
Manusia memiliki banyak kebutuhan, mulai kebutuhan yang sangat
penting sampai kebutuhan yang kurang atau tidak penting. Mulai dari
kebutuhan primer sampai kebutuhan yang bersifat tersier. Untukitu, H.H.
Gossen mengemukakan lagi teorinya, yang dikenal dengan hukum Gossen
II, yang menyatakan:
“Jika konsumen melakukan pemenuhan kebutuhan akan berbagai jenis
barang dengan tingkat pendapatan dan harga barang tertentu, konsumen
tersebut akan mencapai tingkat optimisasi konsumsinya pada saat rasio
marginal utility (MU) berbanding harga sama untuk semua barang yang
dikonsumsinya.”
2) Pendekatan Utilitas Ordinal (Ordinal Approach)
Kini telah dikembangkan pendekatan baru untuk menjelaskan prinsip
memaksimumkan utilitas oleh seorang konsumen dengan pendapatan yang
terbatas. Teori ini dikenal dengan teori utilitas ordinal, yang menyatakan
bahwa utilitas tidak dapat dihitung, melainkan hanya dapat dibandingkan.
Jadi, menurut teori ini yang berlaku adalah apakah seorang konsumen lebih
menyukai kombinasi barang tertentu daripada kombinasi barang lainnya.
Dalam teori utilitas ordinal digunakan pendekatan kurva utilitas sama
(indifference curve) dan garis anggaran (budget line).
a) Kurva Indiferen (Indifference Curve)
Dalam teori ini terdapat asumsi yang menyatakan bahwa konsumen dapat
memilih kombinasi konsumsi tanpa harus mengatakan bagaimana ia
memilihnya. Sebagai contoh, Anda diberi kombinasi barang tertentu,
misalnya 10 unit pakaian dan 8 unit buku. Kemudian, Anda diberi beberapa
alternatif pilihan kombinasi barang dengan jumlah yang berbeda, misalnya
8 unit pakaian dan 10 unit buku. Jika Anda menilai alternatif yang diberikan
yaitu berupa tambahan 2 unit buku lebih rendah daripada pengurangan 2
unit pakaian, Anda akan memilih kombinasi barang yang pertama. Anda

44

menilai kedua kombinasi barang tersebut tidak berbeda atau indifferen.
Setelah beberapa alternatif kombinasi barang diberikan, Anda
memperoleh beberapa kombinasi barang yang Anda anggap indiferen.
Dengan kata lain, kombinasi barang tersebut menurut Anda akan
memberikan utilitas yang sama
b) Garis Anggaran (Budget Line)
Konsumen yang memiliki pendapatan tetap dalam membelanjakan
uangnya dihadapkan pada berbagai pilihan barang. Misalnya, Anda
memiliki pendapatan tetap sebagai pelajar seperti kiriman uang dari
orangtua Anda sebesar Rp500.000,00 dan uang tersebut Anda belikan
pakaian dan buku pelajaran. Adapun harga pakaian adalah Rp20.000,00
per unit dan harga buku adalah Rp25.000,00 per unit. Anda akan
menghabiskan uang yang ada untuk membeli pakaian dan buku. Anda
dapat membelanjakan uang tersebut untuk membeli berbagai alternative
kombinasi pakaian dan buku. Jika seluruh uang yang ada dibelanjakan
untuk membeli pakaian, Anda dapat membeli 25 potong pakaian. Adapun
jika digunakan untuk membeli buku, Anda dapat membeli 20
buku.
Jika dilihat perilaku konsumen dalam mengonsumsi suatu barang dibedakan
menjadi dua macam, yaitu perilaku konsumen rasional dan perilaku konsumen tidak
rasional.
a) Perilaku Konsumen Rasional
Suatu konsumsi dapat dikatakan rasional jika memerhatikan hal-hal berikut:
(1) barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen;
(2) barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen;
(3) mutu barang terjamin;
(4) harga sesuai dengan kemampuan konsumen.
(5) Perilaku Konsumen tidak Rasional
b) Perilaku tidak rasional
Suatu perilaku dalam mengonsumsi dapat dikatakan tidak rasional jika
konsumen tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih
dahulu. Contohnya, yaitu:
(1) tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik
(2) memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen;
(3) ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon;
(4) prestise atau gengsi
B. Peran Pelaku Kegiatan Ekonomi
1. Rumah Tangga Konsumen (RTK)
Rumah tangga konsumen (RTK) adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan
konsumsi terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri
ataupun keluarga. Rumah tangga juga merupakan kelompok masyarakat sebagai pemilik
faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, dan wirausaha). Untuk melaksanakan
kegiatan konsumsinya, setiap individu/rumah tangga harus memiliki pendapatan.
Pendapatan rumah tangga dapat diperoleh dari perusahaan dengan cara sebagai berikut.

45

a. Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga karena telah
menyewakan tanahnya kepada pihak lain, misalnya perusahaan.

b. Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga karena telah
mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam

c. kegiatan produksi.
Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga dari perusahaan
karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal

d. usaha perusahaan dalam kegiatan produksi.
Laba (profit), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga dari rumah tangga
produsen karena telah mengorbankan tenaga dan pikirannya dalam mengelola
perusahaan sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.

Dengan memerhatikan kegiatan di atas, terlihat di sini bahwa ada interaksi rumah tangga
dengan perusahaan yang menyebabkan terjadinya aliran arus uang dan arus barang/jasa.
Dari kegiatan tersebut dapat kita lihat peranan rumah tangga konsumen sebagai berikut.

a. Rumah tangga konsumen berperan sebagai pemasok faktor-faktor produksi
kepada perusahaan untuk kegiatan produksi.

b. Rumah tangga konsumen berperan sebagai pemakai (konsumen) barang dan
jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

2. Rumah Tangga Produsen (RTP)
Dalam ekonomi, yang dimaksud dengan kegiatan produksi adalah usaha untuk
menghasilkan barang dan jasa guna memenuhi kepentingan orang lain. Kegiatan tersebut
dilakukan oleh perusahaan. Ditinjau dari pemiliknya, perusahaan ada yang dimiliki oleh
pemerintah (negara) dan ada pula yang dimiliki oleh swasta, baik milik perseorangan
maupun milik bersama. Dalam rangkaian kegiatan ekonomi, perusahaan berperan dalam
kegiatan memproduksi barang dan jasa, termasuk distribusinya (memasarkannya), dan
adakalanya perusahaan tersebut tidak memproduksi sendiri barang, misalnya yang
dilakukan oleh perusahaan dagang. Peran perusahaan dalam kegiatan ekonomi adalah
sebagai berikut:
a. Sebagai produsen, dengan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh
rumah tangga keluarga, pemerintah, bahkan masyarakat luar negeri. Oleh sebab
itu, setiap perusahaan harus memerhatikan kualitas dan kuantitas produksinya
sesuai dengan kebutuhan konsumen
b. Sebagai distributor, sebagai mata rantai penyaluran barang dalam rangka
melayani konsumen agar barang yang dibutuhkan sampai pada konsumen tepat
waktu, tepat tempat, tepat sasaran, tepat kuantitas, dan tepat kualitas sehingga
barang yang dibutuhkan masyarakat dengan mudah dapat diperoleh.
c. Sebagai agen pembangunan, kegiatan perusahaan sebagai agen pembangunan
ditujukan untuk meningkatkan produksi melalui penelitian dan pengembangan.
Setiap perusahaan selalu berusaha supaya tidak ketinggalan ilmu dan teknologi
serta dapat mengembangkan diri sesuai dengan kemajuan zaman. Perusahaan
yang mencapai sukses dapat dikatakan berfungsi sebagai agen pembangunan.
Perusahaan yang demikian tidak hanya mengejar keuntungan pemilik modal,
tetapi bertanggung jawab pula atas kesejahteraan karyawan khususnya dan
masyarakat umumnya.

3. Pemerintah/Rumah Tangga Negara (RTN)

46


Click to View FlipBook Version