E. Menunjukkan kesan terhadap buku ilmiah dalam bentuk teks eksplanasi
Buku nonfiksi memuat pengetahuan bagi pembaca. Pengetahuan tersebut
merupakan informasi penting dalam buku pengayaan (nonfiksi). Informasi penting
dalam buku nonfiksi dapat Anda nilai berdasarkan kesan pribadi Anda.
Kesan pribadi bersifat subjektif. Kesan pribadi dapat Anda tuangkan dalam
bentuk teks eksplanasi yang bersifat paparan tentang fenomena alam dan sosial. Anda
dapat menunjukkan kesan pribadi terhadap isi buku dengan mengikuti langkah-
langkah berikut:
1) Menentukan informasi menarik dalam buku nonfiksi yang dibaca
2) Menyimpulkan isi buku dengan mengemukakan aspek menarik dalam buku
nonfiksi disertai alasan
3) Menyampaikan isi buku dan aspek menarik dengan memperhatikan penggunaan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Tugas Mandiri
1. Bacalah sebuah buku nonfiksi yang terdapat di perpustakaan sekolahmu!
2. Identifikasilah buku nonfiksi tersebut.
3. Tulislah hasil identifikasi kamu dan kesan yang diperoleh setelah kamu
membaca buku nonfiksi tersebut.
4. Serahkan hasil tugasmu kepada guru untuk diberi penilaian.
Uji Kompetensi
A. Pilihlah jawaban yang tepat pada a, b, c, d, dan e!
1. Sebuah tulisan atau karangan yang dihasilkan dalam bentuk cerita nyata atau
cerita kehidupan sehari-hari yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Pernyataan
tersebut merupakan dari pengertian . . .
a. buku
b. buku nonfiksi
c. buku fiksi
d. buku pengayaan
e. buku teks
2. Berikut ini termasuk jenis-jenis buku nonfiksi, kecuali . . .
a. artikel
b. tajuk rencana
c. fearture
d. biografi
e. cerita rakyat
3. Langkah-langkah untuk menulis kembali inti sari sebuah buku nonfiksi adalah ...
a. membaca buku secara insentif
b. mengidentifikasi bagian-bagian penting
c. menyusun tulisan menjadi tulisan yang lebih singkat
d. memeriksa dan mengedit untuk merapikan parafrasa yang telah dibuat
e. 5W +1H
4. Agar dapat menemukan hal-hal penting dari sebuah buku nonfiksi yang dibaca,
kita harus dapat mengetahui tentang ...
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 46
a. Sistematika penulisan buku nonfiksi
b. Unsur kebahasaan nonfiksi
c. Struktur buku nonfiksi
d. Isi buku nonfiksi secara keseluruhan
e. Cara melakukan penilaian terhadap buku nonfiksi
5. Perhatikan penggalan paragraf buku nonfiksi berikut
Sebagai rakyat Indonesia, mendengar nama Soekarno tentu bukanlah suatu hal
yang asing lagi. Ir. Soekarno atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno
ini memang cukup populer di Indonesia. Beliau merupakan presiden pertama di
negara Indonesia ini dan juga sebagai bapak Proklamator Indonesia. Beliau
dikenal memiliki gaya berpidato yang bersemangat dan menggebu-gebu sehingga
mampu membakar semangat rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaannya
kala itu. Beliau juga dikenal sebagai tokoh yang sangat diplomatis. Masih banyak
lagi jasa-jasa beliau ukir untuk Indonesia.
Hal penting dalam penggalan teks di atas adalah
a. Soekarno adalah presiden RI
b. Soekarno banyak jasa-jasa yang sudah diukir
c. Soekarno presiden pertama yang memiliki gaya berpidato yang mampu
membakar semangat rakyat.
d. Soekarno memiliki nama populer Bung Karno
e. Soekarno tidak asing agi bagi rakyat Indonesia
6. Dalam membuat laporan yang berbentuk tulisan tidak sembarang, perlu tuntunan
yang sistematis agar . . .
a. Bisa dibaca dan dimengerti oleh pembaca
b. Memuat hal-hal penting
c. Adanya gagasan utama
d. Mengandung ide yang dapat dituangkan dalam sebuah buku
e. Mengandung nilai-nilai kehidupan
7. Baik buku fiksi maupun nonfiksi memiliki tujuan sendiri untuk disampaikan
kepada pembacanya, seperti saat membaca buku budidaya akan memberikan
keterampilan khusus kepada….
a. Masyarakat
b. Pembacanya
c. Pendengar
d. Penulis
e. Editor
8. Salah satu contoh dari buku nonfiksi adalah….
a. Buku biografi
b. Cerpen
c. Novel
d. Puisi
e. Drama
9. Ada banyak jenis buku di Indonesia. Mulai dari buku fiksi yang menghibur hingga
buku nonfiksi yang banyak memberikan …. bagi para pembacanya.
a. Pengetahuan
b. Nilai keidupan
c. Pelajaran hidup
d. Motivasi
e. Pelajaran hidup
10. Berikut ini merupakan pernyataan yang benar tentang buku nonfiksi yaitu . . .
a. Buku nonfiksi dibuat berdasarkan imajinasi penulis
b. Buku nonfiksi termasuk di dalamnya adalah buku sastra
c. Buku nonfiksi merupakan buku yang dibuat berdasarkan kenyataan atau
tekstual
d. Buku nonfiksi merupakan buku hasil rekaan penulis
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 47
e. Buku novel termasuk ke dalam buku nonfiksi
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1. Apa yang dimaksud dengan buku nonfiksi?
2. Sebutkan jenis-jenis buku nonfiksi
3. Tuliskan berbagai unsur yang harus ada dalam buku nonfiksi!
4. Sebutkan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menyimpulkan buku
nonfiksi?
5. Sebutkan langkah-langkah untuk menuliskan kembali inti sari sebuah buku
nonfiksi?
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 48
5 BAB CERITA PENDEK
Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam
berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional,
dan kawasan internasional”.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan.
Kompetensi Dasar
3.8 Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita
pendek yang dibaca.
4.8 Mendemonstrasikan salah satu nilai kehidupan yang dipelajari dalam cerita pendek
3.9 Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam kumpulan cerita
pendek
4.9 Mengonstruksi sebuah cerita pendek dengan memerhatikan unsur-unsur
pembangun cerpen
Materi Pokok
1. Definisi cerita pendek
2. Mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pendek
3. Mendemonstrasikan nilai-nilai kehidupan dalam cerita pendek
4. Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek
5. Mengonstruksi cerita pendek
Petunjuk Penggunaan
1. Bacalah LKPD berikut dengan teliti
2. Ikutilah semua petunjuk dan langkah kerja yang disajikan di dalam LKPD
3. Jika mengalami kendala dalam mengerjakan tugas, bertanyalah kepada guru
Uraian Materi
A. Definisi cerita pendek
Sesuai dengan namanya, cerita pendek (cerpen) merupakan cerita yang
menurut wujud atau struktur fisiknya berbentuk pendek. Ukuran panjang pendeknya
suatu cerita memang relatif. Namum, pada umumnya cerita pendek merupakan cerita
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 49
yang habis dibaca sekitar sepuluh menit sampai setengah jam. Jumlah katanya
kurang dari 10.000 kata. Oleh karena itu, cerita pendek sering diungkapkan dengan
“cerita yang dapat dibaca dalam sekali duduk”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
cerita pendek (cerpen) berarti kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang
memberikan kesan tunggal kata dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh
dalam satu situasi.
Cerpen memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan karya fiksi lainnya. Berikut
ini ciri-ciri cerpen:
1) Jalan ceritanya pendek
2) Jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata
3) Biasanya hanya satu kejadian yang diceritakan
4) Tidak menggambarkan semua kisah tokoh-tokohnya
5) Latar yang dilukiskan hanya sesaat dan dalam lingkungan yang relatif terbatas
6) Kesan cerpen sangat mendalam sehingga pembaca ikut merasakan kisah tersebut
7) Tokoh dalam cerpen mengalami masalah atau konflik hingga pada tahap
penyelesaian.
B. Mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pendek
Cerpen mengandung nilai-nilai yang dapat ditemukan dalam isi ceritanya. Nilai-
nilai tersebut disajikan secara tersirat dalam cerpen. Nilai tersebut dapat diketahui
dari tindakan atau perkataan tokoh dalam suatu cerpen.berikut ini beberapa nilai-nilai
yag terkandung dalam cerpen:
a. Nilai Moral
Nilai moral berkaitan dengan akhlak, budi pekerti, dan tindakan susila manusia.
Nilai moral dapat diketahui diketahui dengan membaca cerpen tersebut. Nilai
moral tersebut. Nilai ini terdapat pada narasi ataupun dialog yang terkandung
dalam cerpen.
b. Nilai Religius
Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan
Tuhan. Nilai religius dalam cerpen dalam cerpen biasanya tergambarkan dalam
perbuatan tokoh ataupun ucapan tokoh.
c. Nilai Budaya
Nilai budaya adalah nilai berhubungan dengan konsep masalah dasar yang sangat
penting dan bernilai dalam kehidupan manusia, misalnya adat istiadat, kesenian,
kepercayaan, dan upacara adat.
d. Nilai Sosial
Nilai sosial adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan tata pergaulan individu di
dalam masyarakat.
e. Nilai Politik
Nilai politik adalah nilai yang berhubungan dengan pemerintahan dalam suatu
daerah. Nilai politik biasanya ditampilkan sebagai pendukung latar waktu atau
latar tempat suatu cerita.
Tugas Mandiri
1. Bacalah salah satu cerpen yang paling kamu sukai!
2. Temukan nilai-nilai kehidupan dalam cerpen tersebut!
3. Tulislah nilai-nilai kehidupan dalam cerpen tersebut!
4. Serahkan hasil pekerjaanmu kepada guru untuk diberikan nilai!
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 50
C. Mendemonstrasikan nilai-nilai kehidupan dalam cerita pendek
Cerpen merupakan salah satu jenis cerita fiksi. Sebagai cerita fiksi cerpen
bersifat didaktis. Artinya, cerpen dapat digunkan sebagai media pendidikan bagi
pembacanya. Pendidikan dalam sebuah cerita pendek dapat diketahui dengan mencari
nilai-nilai kehidupan yang terkandung d dalamnya.
Berikut langkah-langkah mendemostrasikan nilai-nilai dalam cerpen dengan
kehidupan sehari-hari:
a. Membaca cerpen dengan cermat dan teliti
b. Menganalisi nilai-nilai kehidupan dengan mengamati tindakan dan dialog
antartokoh dalam cerita.
c. Menyimpulkan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerpen
d. Menganalisis keterkaitan nilai-nilai kehidupan ang terkandung dalam cerpen
dengan kehidupan masyarakat sekarang.
e. Mempraktikkan nilai-nilai yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.
Cerita yang terdapat dalam cerpen merupakan tiruan dari kehidupan manusia.
Nilai-nilai tersebut seringkali relevan dengan kehidupan masyarakat.
Nilai moral: membantu orang yang sedang mengalami kesulitan
Nirma sedang berjalan pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, dia bertemu
seorang anak kecil yang sedang mengais sampah sambil menangis. Nirma
menghampiri anak kecil itu dan menanyakan alasan menangis. Ternyata, anak
kecil itu menangis karena menahan lapar dan tidak memiliki uang untuk
membeli makan. Tanpa pikir panjang, Nirma mengajak anak itu makan di
warung makan. Setelah selesai makan, Nirma juga memberikan sedikit uang
untuk anak kecil itu.
Nilai moral dalam ilustrasi tersebut masih relevan dengan kehidupan sekarang.
Membantu orang sedang kesusahan masih dapat ditemukan dalam kehidupan zaman
sekarang. Nilai tersebut terlihat dari cara Nirma menolong seorang anak kecil yang
kelaparan dengan sukarela.
Tugas Kelompok
1. Buatlah kelompok yeng terdiri atas 4-5 orang!
2. Bacalah cerpen berikut ini!
Bolos
Suatu hari, ada huru-hara di depan Surau. Beberapa anak-anak berkelahi sampai membuat
kaca jendela pecah. Sudah beberapa hari Laura bolos mengaji. Ibunya sudah kewalahan
menghadapi tingkah anak perempuannya itu. Ada-ada saja alasan ia absen mengaji.
Terkadang ia pura-pura sakit. Pernah sekali ia bersembunyi di bawah tempat tidurnya,
sampai ibunya mengira ia hilang, lain waktu ia pergi ke rumah neneknya dan tidak pulang
semalaman, sampai ibunya harus menjemputnya pagi-pagi untuk berangkat sekolah.
Bapaknya sendiri sudah angkat tangan dengan kelakuan putrinya. Walaupun
sudah di hukum beberapa kali, Laura tampaknya tidak memperlihatkan tanda-tanda akan
jera. Bapak Laura akhirnya sudah tidak ambil pusing dengan tingkah anaknya, ia akan
acuh tak acuh membiarkan Laura membolos begitu saja. Berbeda dengan ibunya, setiap
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 51
hari ia melakukan berbagai cara agar anaknya mau kembali mengaji, sampai membuat
Bapaknya jengah melihat kelakuan istrinya.
”Sudah biarkan saja semaunya dia, Bu. Yang penting dia masih mau bersekolah.”
”Mau jadi apa anak kita kalau tidak punya pendidikan agama, Pak? Agama sebagai fondasi
agar kelakuan anak kita nanti terarah. Percuma nanti anak kita sukses menjadi pejabat
atau menjadi para elite kalau tidak punya pegangan agama, nanti dia akan berbuat
semena-mena pada sesamanya.”
”Sekarang para pejabat dan para elite saja tidak peduli dengan agama, Bu.”
”Husss! Jangan bilang begitu Pak, nanti ada yang dengar.” Tambah istrinya.
”Memang begitu adanya, Bu. Sekarang banyak pejabat mencari uang dengan cara haram,
contohnya saja korupsi di mana-mana, saling tuduh sana sini dan saling menghancurkan
sesamanya demi kepentingan pribadi dan banyak lagi. Jika memang benar, agama adalah
dasar moralitas manusia, tentu mereka tidak melakukannya. Tampaknya pelajaran agama
sudah tidak berfungsi lagi untuk zaman sekarang, Bu.”
”Astagfirullah Pak, jangan berbicara melantur begitu, kita ingin anak kita menjadi sukses,
berguna, dan tetap menjadi anak salehah. Hati-hati dengan ucapanmu, Pak. Ucapan
adalah doa.”
Kalau sudah begitu, bapaknya hanya melengos, meninggalkan istrinya yang sedang
berbicara panjang lebar. Makna agama bagi dirinya kini memang sangat kabur,
kesehariannya sebagai perangkat desa terkadang membuatnya kebingungan membedakan
yang benar dan yang salah. Meski dirinya mengganggap sesuatu hal itu salah, entah
kenapa ia tetap menjalani kesalahan tersebut. Ia bertanya-tanya apakah memang benar
agama menjadi panutan hidup setiap orang dalam bertingkah. Jika memang begitu,
kenapa dirinya dan rekan kerjanya yang notabenenya anak pesantren dan mondok
bertahun-tahun tetap melakukan banyak hal menyimpang.
Bukannya tidak tahu itu salah, tetapi ia tidak tahu cara mengendalikan atau
bahkan menghentikannya. Terlebih lagi mereka berdua melakukannya secara sadar tanpa
rasa takut atau berdosa. Jika pegawai kecil seperti dirinya dan rekannya saja sudah
melakukan korupsi kecil-kecilan, apalagi pejabat besar? Berapa uang yang mereka
kantongi kira-kira? pikirnya suatu ketika. Terkadang ia mencari pembenaran atas
tindakannya yang salah. Ia akan berkata kepada dirinya sendiri bahwa di luar sana
banyak yang mengambil hak rakyat berjuta-juta kali lipat, bahkan mungkin lebih.
Sementara ia hanya memungut uang administrasi Rp 10.000-Rp20.000 saja. Walaupun
pelajaran agama memberi tahu ia akan dibakar di dalam api neraka yang panas, sebesar
apa pun hak orang lain yang ia ambil, sungguh dia tidak lagi peduli.
Namun, ia tetap ingin putrinya menjadi anak yang lebih baik darinya. Ia berharap
Laura tumbuh menjadi gadis yang pintar dan dan berbudi luhur serta selalu taat perintah-
perintah agama untuk menghindari hal-hal yang menyesatkan hidupnya. Sikap buruknya,
ia tak hendak menurunkannya kepada putrinya. Oleh karena itu, ia mengajari hal-hal
yang baik kepada Laura sehingga Laura pun tumbuh menajadi gadis kecil yang cerdas dan
baik prilakunya.
”Laura memang sedikit nakal akhir-akhir ini Bu, dulu ia murid panutan bagi teman-
temannya karena ia anak yang baik,” kata Bu Haji sambil menatap ibu Laura prihatin.
Ibu Laura hanya memijat-mijat keningnya mencoba melepaskan beban yang
membuat kepalanya pusing. Awalnya, Laura memang anak yang baik dan penurut. Ia anak
yang cerdas dan tidak pernah absen mengaji. Namun, akhir-akhir ini, ia mulai
memperlihatkan permusuhan kepada Kiai dan Bu Haji istri guru ngajinya. Beberapa
minggu sebelum ia membolos, Laura sering membuat ulah di Surau. Terkadang ia mencuri
mangga milik Kiai, merusak tanaman Bu Haji, melempari genteng Surau, atau menyamar
menjadi pocong dan membuat teman-temannya terbirit-birit lari ketakutan meninggalkan
Surau.
Laura memang sedikit nakal akhir-akhir ini Bu, dulu ia murid panutan bagi teman-temannya
karena ia anak yang baik.
Lambat laun perangainya mulai diikuti anak-anak lainya. Teman-temannya mulai
membuat ulah pula di sana sini bersamanya. Maka, terbentuklah geng begundal yang
dipimpin Laura, yang selalu membuat naik darah Bu Haji. Suatu hari, ada huru hara di
depan Surau. Beberapa anak-anak berkelahi sampai membuat kaca jendela pecah. Lalu
Kiai dan Bu Haji memanggil semua para santri. Tidak ada yang mau mengaku siapa yang
memecahkan kaca. Anak-anak bandel itu saling lempar kesalahan. Mungkin anak-anak ini
belajar trik dari para elite berdasi dan pejabat tinggi, saling lempar kesalahan ke sana sini,
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 52
merasa paling benar sendiri lalu cuci tangan. Atau mungkin para elite yang seperti anak
kecil, Entahlah.
Oleh karena semua kekacauan yang terjadi, Bu Haji akhirnya mengancam akan
menghukum semua santri jika tidak ada yang mengaku. Tentu saja, di antara mereka
selalu ada penjilat yang berkhianat, mengadu kepada Bu Haji bahwa Laura dan teman-
temanya yang memecahkan kaca. Sama seperti orang-orang dewasa, selalu ada orang yang
cari muka demi mendapat sanjungan. Begitulah memang anak-anak adalah peniru yang
baik.
”Anak-anak begundal itu memang tidak ada jeranya,” kata Bu Haji.
”Sudahlah Bu, namanya juga anak-anak. Memang sedang masa-masanya manjadi
pemberontak,” jelas Kiai kepada istrinya.
”Bapak jangan terlalu memanjakan murid-muridmu, Pak. Apalagi mereka anak-anak
perempuan. Perempuan itu harusnya duduk manis tidak banyak bertingkah, mau jadi apa
mereka?”
”Itu bukanlah hal besar, Bu. Tidak usah memperkeruh suasana?”
”Mereka memecahkan kaca jendela Surau, Pak!”
”Sudahlah Bu, anak-anak sekarang berbeda zaman dengan kita dulu. Jika dulu kita akan
jera dengan hukuman, anak-anak sekarang malah akan semakin bandel.”
Bu Haji hanya menarik napas panjang menghadapi suaminya yang terlalu
bijaksana membela anak-anak nakal itu. Ia kemudian akan melepaskan begitu saja anak-
anak itu walau dengan hati yang kesal. Pelajaran mengaji berjalan seperti biasa tanpa
hukuman atau omelan dari Bu Haji. Jam pelajaran di mulai sehabis Ashar dengan mengaji
kitab, kemudian dilanjutkan Maghrib sampai Isya dengan shalat berjamaah dan belajar
membaca Al Quran.
Walau sudah bebas dari hukuman, anak-anak itu bukannya jera, melainkan satu
per satu mulai sering membolos mengaji. Puncaknya adalah ketika Maulid Nabi, murid-
murid perempuan lebih dari setengahnya membolos. Para orangtua akhirnya turun tangan
menghukum anak-anak nakal itu. Mereka akan mengantarnya sampai Surau dan
memastikan mereka pergi mengaji. Namun, berbeda dengan Laura, ia bahkan bergeming
saat bapaknya murka dan menghukumnya dengan guyuran air. Sampai sekarang Laura
satu-satunya anak yang tidak mau melangkahkan kakinya ke Surau. Ibunya sudah
kehilangan cara menghadapai kelakuan anaknya itu. Suatu hari ia mencoba membujuk
anaknya dengan lemah lembut.
”Laura sayang, ayo kita mengaji, nanti Mama belikan hadiah untuk Laura.”
”Laura tidak mau pergi mengaji, Ma.”
”Kenapa Laura tidak mau mengaji?”
”Karena Laura tidak mau praktik shalat, Ma”
”Lho kenapa, Kiai akan ngajarin shalat yang benar, sayang.”
”Pokonya Laura tidak mau mengaji, titik.” matanya melotot ke arah ibunya.
Lalu ia akan berlari ke rumah neneknya meminta perlindungan. Ibunya hanya
menarik napas panjang dan membiarkanya. Karena mau tidak mau ia harus berdebat
dengan mertuanya jika tetap mengajaknya pergi mengaji. Jarak antara mertua dan
menantu terkadang membuatnya segan. Walau di depan, hubungan mereka baik-baik saja,
tidak jarang mertuanya menggosipkan keburukannya kepada tetangganya. Sejak dulu,
hubungan mertua dan menantu memang selalu punya jarak yang sangat rumit.
Sungguh ia merasa putus asa membujuk anak perempuannya. Sebagai ibu, ia
merasa gagal dibandingkan dengan ibu-ibu lain tetangganya. Walaupun latar belakang
pendidikan mereka masih sangat minim, nyatanya mereka lebih berhasil membujuk anak-
anak mereka yang membolos dari pada ia dan suaminya yang punya latar belakang
pendidikannya yang baik.
”Laura masih tidak mau mengaji, Bu?” tanya seorang tetangganya saat sedang membeli
sayuran bersama.
”Iya Bu, saya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi agar anak itu kembali megaji.”
”Coba Ibu tanya apa yang terjadi kepadanya, mungkin dia bertengkar dengan temanya
atau sesuatu terjadi kepadanya. Kita sebagai orangtua kadang kurang peka terhadap
kenakalan-kenakalan anak kita, Bu.”
”Orangtua terkadang sering menuntut anaknya ini itu tanpa mau peduli apa yang terjadi
kepada anaknya,” jelas tetangganya yang lain.
”Iya Bu, tapi saat saya tanya, alasannya aneh-aneh, katanya dia tidak mau mengaji karena
tidak mau praktik shalat.”
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 53
”Namanya anak-anak, Bu, dulu Ratih saat usianya seperti Laura juga begitu Bu. Hati-hati
Bu, anak-anak sekarang sangat pintar dan penuh tipu daya. Semua anak-anak bilang
begitu kepada orangtuanya, katanya tidak mau praktik shalat karena Kiai meraba-raba
dada dan pinggul mereka saat membetulkan ruku dan sujud. Tidak mungkin juga Kiai
bersikap kurang ajar begitu ya Bu, wong Kiai ilmu agamanya tinggi. anak zaman sekarang
memang pintar sekali mencari alasan. Mereka kerap kali berbohong hanya karena mereka
malas mengaji, Bu.” tambah tetangganya yang lain.
Ibu Laura terenyak mendengar kata-kata tetangganya, tanpa bisa berkata apa-apa ia buru-
buru pergi meninggalkan para tetangganya menuju rumah nenek Laura.
***
Karya Siti Hajar
3. Tentukanlah nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam cerpen tersebut?
4. Analisislah keterkaitan nilai-nilai kehidupan dalam cerpen tersebut dengan
kehidupan zaman sekarang!
D. Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek
Sebuah cerita pendek memiliki unsur-unsur yang saling mengikat dan
membentuk kebersamaan dalam penyajiannya. Unsur pembangun cerpen terdiri atas
dua unsur yaitu unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik.
a. Unsur instrinsik
Unsur instrinsik adalah unsur yang berada di dalam cerita atau unsur yang
membangun cerpen itu sendiri. Unsur instrinsik terdiri dari:
1) Tema
Tema merupakan suatu gagasan pokok masalah yang mendasari sebuah cerita
(gagasan pokok atau dasar cerita). Tema dalam cerita biasanya dituliskan
secara tersirat atau tidak langsung dan dapat ditemukan dengan cara
menyimpulkan keseluruhan cerita. biasanya tema yang digunakan dalam
penulisan cerpen menyangkut persoalan kehidupan seperti masalah
kemanusian, kekuasaan, kasih sayang maupun persahabatan.
2) Alut atau Plot
Alur merupakan jalan cerita yang mempunyai hubungan sebab akibat dalam
setiap rangkaian peristiwa. Alur atau plot terbagi menjadi beberapa tahapan,
yaitu
a) Tahapan pengenalan cerita
b) Tahapan pemunculan konflik
c) Tahapan peningkatan konflik
d) Tahapan klimaks
e) Tahapan penyelesaian
Dari segi penyajiannya alur dibagi menjadi
a) Alur maju
Alur maju merupakan rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan
waktu kejadian atau waktu yang bergerak ke depan.
b) Alur mundur
Alur mundur atau alur sorot balik yaitu rangkaian peristiwa yang
urutannya tidak sesuai dengan urutan kejadian atau cerita bergerak
mundur.
c) Alur campuran
Alur campuran adalah alur atau plot yang mengombinasikan antara alur
maju dan alur mundur sekaligus dalam cerita.
3) Penokohan atau Perwatakan
Penokohan adalah pelukisan gambaran jelas tentang seseorang dalam sebuah
cerita. berdasarkan perwatakannya, tokoh dalam cerpen dapat dibagi menjadi
dua yaitu:
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 54
a) Tokoh protogonis adalah yang mempunyai watak baik. Tokoh ini
memiki/memerankan watak seperti jujur, dapat dipercaya, cepat
tanggapan, dan sebagainya.
b) Tokoh antagonis adalah tokoh yang memerankan/memiliki watak jahat
seperti pendendam, curang, sombong, dan sebagainya.
Dalam mengungkapkan watak tokoh perlu adanya teknik yang digunakan.
Teknik tersebut adalah sebagai berikut:
a) Teknik analitik adalah teknik yang watak tokohnya digambarkan atau
dijelaskan secara langsung oleh pengarang kepada pembaca. Seperti tokoh
yang memiliki sifat pemarah, peramah, tokoh yang bertubuh kurus,
gemuk, berotot.
b) Teknik dramantik adalah tokoh yang digambarkan secara tidak langsung
oleh pengarang. Tokoh digambarkan melalui lukisan fisik, lingkungan
tempat tinggal tokoh, dialog tokoh, dan sebagainya.
4) Latar
Latar merupakan tempat atau lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan
dalam sebuah cerpen. Latar dibagi menjadi:
a) Latar tempat, berkaitan di mana tempat peristiwa dalam cerpen itu terjadi.
b) Latar waktu, berkaitan dengan kapan peristiwa itu terjadi.
c) Latar suasana, digunakan untuk menggambarkan suasana kejadian pada
cerpen. Latar suasana dapat diketahui dengan menganalisis konteks cerita,
seperti tindakan tokoh, dialog, dan konflik tokoh.
d) Latar sosial budaya, mengarah pada unsur-unsur yang berhubungan
dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang
diceritakan dalam cerpen.
5) Sudut Pandang
Sudut pandang adalah cara atau pandangan yang digunakan pengarang
sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa
yang membentuk cerita. sudut pandang dibagi menjadi
a) Sudut pandang orang pertama. Dalam pengisahan cerita mempergunakan
sudut pandang orang pertama narator adalah seseorang yang ikut terlibat
dalam cerita. ia adalah si “aku”, tokoh yang mengisahkan kesadaran diri
sendiri.
b) Sudut pandang orang ketiga. Pada umumnya menggunakan narator adalah
seseorang yang berada di luar cerita yang menyampaikan tokoh-tokoh
cerita dengan menyebut nama diri atau kata ganti orang ketiga seperti
Wati, Nanda, ia, dia, dan mereka.
6) Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Pesan
tersebut dapat disampaikan baik secara eksplisit dan implisit sebagai bahan
pembelajaran bagi pembaca. Amanat dalam cerita biasanya berhubungan
dengan akhlak, budi pekerti, dan susila.
7) Gaya Bahasa
Dalam cerita, penggunaan gaya bahasa berfungsi untuk menciptakan suatu
nada atau suasana persuasif serta merumuskan dialog yang mampu
memperlihatkan hubungan dan interaksi antara sesama tokoh.
b. Unsur ekstrinsik
Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang berada di luar cerpen. Unsur ekstrinsik
secara tidak langsung mempengaruhi latar belakang penulisan cerpen. Adapun
yang termasuk unsur ekstrinsik dalam cerpen adalah
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 55
1) Bahasa
Bahasa merupakan sarana yang digunakan dalam karya sastra. Bahasa yang
digunakan dalam sebuah karya sastra dipengaruhi oleh bahasa pengarang.
Unsur bahasa daerah dimungkinkan masuk ke karya sastra tersebut
2) Latar belakang pengarang
Latar belakang pengarang membentuk ide cerita dan tema dalam cerpen yang
dihasilkan. Latar belakang pengarang terdiri atas biografi pengarang, kondisi
psikologis, latar belakang pendidikan, daerah asal, dan paham sastra yang
dianut pengarang
3) Kondisi masyarakat
Kondisi masyarakat sangat memberikan pengaruh terhadap terbentuknya
sebuah cerpen. Pemahaman itu bisa berupa pengkajian ideologi negara, kondisi
politik negara, kondisi sosial masyarakat, hinggga kondisi ekonomi masyarakat.
Struktur Cerpen
Struktur cerpen merupakan rangkaian kisahan yang membentuk jalinan
cerita. Struktur cerpen tidak lain berupa unsur-unsur jalinan cerita yang terbentuk
oleh hubungan sebab akibat ataupun secara kronologis.
1) Pengenalan situasi cerita (exposition, orientation)
Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan para tokoh, menata adegan dan
hubungan antartokoh.
2) Pengungkapan peristiwa (complication)
Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai
masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagipara tokohnya.
3) Menuju pada adanya konflik (rising action)
Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupunketerlibatan
berbagi situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukarantokoh.
4) Puncak konflik (turning point)
Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang paling besar
dan mendebarkan. Pada bagian pula, ditentukannya perubahan nasib beberapa
tokohnya. Misalnya, apakah dia kemudian berhasil menyelesaikan masalahnya
atau gagal.
5) Penyelesaian (ending atau coda)
Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang sikap ataupun
nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu.
Namun ada pula, cerpen yang penyelesaian akhir ceritanya itu diserahkan
kepada imaji pembaca. Jadi, akhir ceritanya itu dibiarkan menggantung, tanpa
ada penyelesaian.
Kebahasaan Cerpen
Cerpen juga memiliki ciri-ciri kebahasaan seperti berikut.
1) Banyak menggunakan kalimat bermakna lampau, yang ditandai oleh fungsi-
fungsi keterangan yang bermakna kelampauan, seperti ketika itu, beberapa
tahun yang lalu, telah terjadi.
2) Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi
kronologis). Contoh: sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian.
3) Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang
terjadi, seperti menyuruh, membersihkan, menawari, melompat,menghindar.
4) Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung
sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. Contoh:
mengatakan bahwa, menceritakan tentang, mengungkapkan, menanyakan,
menyatakan, menuturkan.
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 56
5) Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang
dipikirkanataudirasakanolehtokoh. Contoh: merasakan, menginginkan,
mengarapkan, mendambakan, mengalami.
6) Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda
(“….”) dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung. Contoh:
a. Alam berkata, “Jangan diam saja, segera temui orang itu!”
b. “Di mana keberadaan temanmu sekarang?” tanya Ani pada temannya.
c. “Tidak. Sekali saya bilang, tidak!” teriak Lani.
7) Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk meng- gambarkan
tokoh, tempat, atau suasana.
Contoh:
Segala sesuatu tampak berada dalam kendali sekarang: Bahkan, kamarnya
sekarang sangat rapi dan bersih. Segalanya tampak tepat berada di
tempatnya sekarang, teratur rapi dan tertata dengan baik. Ia adalah juru
masak terbaik yang pernah dilihatnya, ahli dalam membuat ragam makanan
Timur dan Barat ‘yang sangat sedap’. Ayahnya telah menjadi pencandu
beratnya.
Tugas Kelompok
1. Buatlah kelompok yeng terdiri atas 4-5 orang!
2. Bacalah cerpen berikut dengan cermat!
Robohnya Surau Kami
oleh A.A. Navis
Alangkah tercengangnya Haji Saleh, karena dineraka itu banyak temannya di
dunia terpanggang panas, merintih kesakitan. Dan ia tambah tak mengerti
lagi dengan keadaan dirinya, karena semua orang yang dilihatnya di neraka
tak kurang ibadatnya dari dia sendiri. Bahkan, ada salah seorang yang telah
sampai empat belas kali ke Mekah dan bergelar Syeh pula. Lalu Haji Saleh
mendekati mereka, lalu bertanya kenapa mereka di neraka semuanya. Tetapi
sebagaimana Haji Saleh, orang-orang itu pun tak mengerti juga.
“Bagaimana Tuhan kita ini?” kata Haji Saleh kemudian. “Bukankah kita
disuruh-Nya taat beribadah, teguh beriman? Dan itu semua sudah kita
kerjakan selama hidup kita. Tapi kini kita dimasukkan ke neraka.”
“Ya. Kami juga berpendapat demikian. Tengoklah itu, orang-orang senegeri
kita semua, dan tak kurang ketaatannya beribadat.”
“Ini sungguh tidak adil.”
“Memang tidak adil,” kata orang-orang itu mengulangi ucapan Haji Saleh.
“Kalau begitu, kita harus minta kesaksian kesalahan kita. Kita harus
mengingatkan Tuhan, kalau-kalau ia silap memasukkan kita ke neraka ini.”
“Benar. Benar. Benar,” sorakan yang lain membenarkan Haji Saleh. “Kalau
Tuhan tak mau mengakui kesilapan-Nya, bagaimana?” suatu suara
melengking di dalam kelompok orang banyak itu.“Kita
protes. Kita resolusikan,” kata Haji Saleh.
“Apa kita revolusikan juga?” tanya suara yang lain, yang rupanya didunia
menjadi pemimpin gerakan revolusioner.
“Itu tergantung pada keadaan,” kata Haji Saleh. “Yang penting sekarang,mari
kita berdemonstrasi menghadap Tuhan.”
“Cocok sekali. Di dunia dulu dengan demonstrasi saja, banyak yang kitaperoleh,”
sebuah suara menyela.
“Setuju! Setuju! Setuju!” mereka bersorak beramai-ramai.
Lalu, mereka berangkatlah bersama-sama menghadap Tuhan. Dan Tuhan
bertanya, “ Kalian mau apa?”
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 57
Haji Saleh yang menjadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan
dengan suara yang menggeletar dan berirama indah, ia memulai pidatonya.
“O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah
umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu.
Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji
kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain-lainnya. Kitab- Mu
kami hafal di luar kepala kami. Tak sesat sedikit pun membacanya. Akan
tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa, setelah kami Engkau panggil kemari,
Engkau masukkan kami ke neraka. Maka sebelum terjadi hal- hal yang
tidak diingini, maka di sini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu,
kami menuntut agar hukuman yang Kau jatuhkan kepada kami ditinjau
kembali dan memasukkan kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan
dalam kitab-Mu.”
“Kalian di dunia tinggal di mana?” tanya Tuhan.
“Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku.”
“O, di negeri yang tanahnya subur itu?” “Ya.
Benarlah itu, Tuhanku.”
“Tanahnya yang mahakaya raya, penuh oleh logam, minyak, dan berbagai
bahan tambang lainnya, bukan?”
“Benar. Benar. Benar. Tuhan kami. Itulah negeri kami,” mereka mulai
menjawab serentak. Karena fajar kegembiraan telah membayang di wajahnya
kembali. Dan yakinlah mereka sekarang, bahwa Tuhan telah silap
menjatuhkan hukuman kepada mereka itu.
“Di negeri, di mana tanahnya begitu subur, hingga tanaman tumbuh
tanpa ditanam?”
“Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.”
“Di negeri, di mana penduduknya sendiri melarat itu?” “Ya.
Ya. Ya. Itulah dia negeri kami.”
“Negeri yang lama diperbudak orang lain itu?” “Ya, Tuhanku. Sungguh
laknat penjajah penjajah itu, Tuhanku.”
“Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya dan diangkutnya ke
negerinya, bukan?”
“Benar Tuhanku, hingga kami tidak mendapat apa-apa lagi. Sungguh
laknat mereka itu.”
“Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu
berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya,
bukan?”
“Benar, Tuhanku. Tapi bagi kami soal harta benda itu, kami tak mau
tahu. Yang penting bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau.”
“Engkau rela tetap melarat, bukan?”
“Benar. Kami rela sekali, Tuhanku.”
“Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?”
“Sungguhpun anak cucu kami melarat, tapi mereka semua pintar
mengaji. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala belaka.”
“Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke
hatinya, bukan?”
“Ada, Tuhanku.”
“Kalau ada, mengapa biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya
semua? Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk
anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling
menipu, saling memeras. Aku beri engkau negeri yang kaya raya, tapi kau malas.
Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak
membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di
samping beribadat.
Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin? Engkau kira aku ini
suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji
dan menyembah-Ku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka! Hai
malaikat, halaulah mereka ini kembali ke neraka. Letakkan di keraknya.”
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 58
Semuanya jadi pucat pasi tak berani berkata apa-apa lagi. Tahulah
mereka sekarang apa jalan yang diridai Allah di dunia.
Tetapi Haji Saleh ingin juga kepastian, apakah yang dikerjakannya di
dunia ini salah atau benar. Tetapi ia tak berani bertanya kepada Tuhan, ia
bertanya saja pada malaikat yang menggiring mereka itu.
“Salahkah menurut pendapatmu, kalau kami menyembah Tuhan di
dunia?” tanya Haji Saleh.
“Tidak. Kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu
sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi
engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak
istrimu sendiri, hingga mereka itu kucar-kacir selamanya.. Itulah
kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. Padahal engkau di dunia
berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak mempedulikan mereka
sedikit pun.”
Demikian cerita Ajo Sidi yang kudengar dari Kakek. Cerita yang
memurungkan Kakek.
Dan besoknya, ketika aku mau turun rumah pagi-pagi, istriku berkata
apa aku tak pergi menjenguk.
“Siapa yang meninggal?” tanyaku kaget.
“Kakek.”
“Kakek?”
“Ya. Tadi subuh Kakek kedapatan mati di suraunya dalam keadaan yang
ngeri sekali. Ia menggorok lehernya dengan pisau cukur.”
“Astaga. Ajo Sidi punya gara-gara,” kataku seraya melangkah secepatnya
meninggalkan istriku yang tercengang-cengang.
Aku mencari Ajo Sidi ke rumahnya. Tetapi aku berjumpa sama istrinyasaja.
Lalu aku tanya dia.
“Ia sudah pergi,” jawab istri Ajo Sidi. “Tidak ia tahu Kakek meninggal?”
“Sudah. Dan ia meninggalkan pesan agar dibelikan kafan buat Kakek tujuh
lapis.” “Dan sekarang,” tanyaku kehilangan akal sungguh mendengarsegala
peristiwa oleh perbuatan Ajo Sidi yang tidak sedikit pun bertanggung
jawab,” dan sekarang ke mana dia?”
“Kerja.”
“Kerja?” tanyaku mengulangi hampa.
“Ya. Dia pergi kerja.”***
3. Tentukan unsur instrinsik dan ekstrinsik cerpen tersebut!
4. Tentukan struktur dan kebahasaan cerpen tersebut!
E. Mengonstruksi cerita pendek
Dalam menulis cerpen, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain
sebagai berikut:
1) Tema, yaitu pokok permasalahan yang mendasari cerita
2) Tokoh, yaitu pelaku yang ada dalam cerita.
3) Alur, yaitu rangkaian peristiwa atau urutan jalannya cerita
4) Latar, yaitu tempat, waktu, suasana, dan sosial budaya
5) Amanat, yaitu pesan yang terkandung dalam cerita.
Adapun langkah-langkah ynag harus diperhatikan dalam mengonstruksi cerpen,
anatara lain:
a. Menentukan tema
Tema merupakan pokok pikiran dalam penulisan sebuah cerpen. Dalam menulis
cerita tema harus dihayati dengan baik oleh penulis. Tema yang sering dipakai
dalam penulisan cerpen, seeperti masalah sosial, keagamaan, kemiskinan,
kesenjangan, perjuangan, percintaan, dan lain-lain.
b. Menentukan sudut pandang
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 59
Sudut pandang merupakan cara penulis menempatkan diri dalam cerita. dalam
cerita penulis bisa menempatkan dirinya sebagai tokoh utama atau sebagai
pengamat (pelaku sampingan).
c. Menentukan penokohan
Perwatakan tokoh berkaitan dengan sifat-sifat tokoh yang digambarkan dalam
cerita oleh pengarang. Penggambaran tokoh-tokoh dalam cerita dapat
menggunakan metode analitik dan dramatik.
d. Menentukan alur atau plot
Alur merupakan sebuah langkah atau jalan cerita yang biasanya terjalin atas
urutan waktu, kejadian atau hubungan sebab akibat. Dalam penulisan cerpen,
alur dibuat berdasarkan tahapan-tahapan.
e. Menentukan latar cerita
Pemilihan latar yang tepat menjadi salah satu kunci cerpen yang baik. Latar yang
tepat harus disesuaikan dengan tema dan kejadian yang dialami tokoh.
Tugas Mandiri
1. Buatlah sebuah tema yang menarik!
2. Kembangkan tema tersebut dengan menentukan tokoh dalam cerita yang akan Anda
buat!
3. Tentukan sudut pandang, penokohan, alur, dan latar yang sesuai dengan tema cerita
yang Anda buat!
4. Buatlah kerangka cerpan!
5. Kembangkanlah kerangka cerpen tersebut menjadi sebuah cerpen yang menarik!
Uji Kompetensi
A. Pilihlah jawaban yang tepat pada a, b, c, d, dan e!
1. Berikut ini pernyataan yang benar tentang cerpen, kecuali ...
a. Habis sekali duduk
b. Alurnya sederhana
c. Dalam cerpen biasanya terjadi perubahan nasib para tokoh-tokohnya
d. Terdiri dari sepuluh ribu kata
e. Tokohnya tidak banyak
2. Dalam menulis sebuah cerpen, proses penciptaannya bukan semata-mata
menggambarkan kehidupan nyata, tetapi didasari oleh ....
a. Penilaian penulis
b. Cara menilai seseorang
c. Pandangan pengarang
d. Kehidupan penulis
e. Kemampuan menceritakan kembali
3. Berikut ini termasuk ciri-ciri dari sebuah cerpen, kecuali ...
a. Tidak kurang dari 10.000 kata
b. Bentuk tulisan yang singkat tentunya lebih pendek dari novel
c. Isi dari cerita berasal dari kehidupan sehari-hari
d. Penokohan dalam cerpen sangat sederhana
e. Bersifat nyata
4. Unsur pembangun cerpen terdiri dua unsur yaitu ...
a. Unsur intrinsik dan ekstrinsik
b. Unsur erupsi dan ekstrinsik
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 60
c. Unsur intrinsik dan eksklusif
d. Unsur intrinsik dan formatif
e. Unsur informatif dan ekstrinsik
5. Berikut ini yang termasuk unsur intrinsik dalam cerpen, kecuali ...
a. Tema
b. Alur/plot
c. Biografi penulis
d. Latar
e. Penokohan
6. Bacalah penggalan cerpen berikut!
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang
cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya
menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di
mana mereka sekarang.
Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas
tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis
cantik bunga desa ini, dan merekapun menikah. Gadis cantik itu adalah putri
kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah…
a. Di bawah pohon rindang.
b. Di perkampungan.
c. Di hutan rimba.
d. Di jalan pedasaan.
e. Di kota
7. Perhatikan kutipan cerpen berikut!
“kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih pak,
diah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut
mendampingi dan membantunya ,bukan malah menambah bebanya.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atasa adalah…..
a. Sebagai manusia harus saling tolong-menolong
b. Seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam mengatasi
permasalahan hidup
c. Guru harus bersikap professional dalam mendidik muridnya
d. Guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik
e. Guru harus bersikap adil
8. Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap
memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang
dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di
bangku sekolah.
Di rumah ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya
berpesan, “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa
hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”
Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah ….
a. Budaya
b. Ekonomi
c. Pendidikan
d. Sosial
e. Politik
9. Bacalah cerita berikut dengan seksama
Kita lihat, dari pintu masuk sebuah ruangan di hotel berbintang empat itu, dia
membelok ke arah kiri, dia memilih kursi paling samping dari deretan kursi paling
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 61
belakang. Begitu dia duduk, sejumlah lelaki dekat kursi itu serempak kaasak-
kusuk dalam gelap.
Latar tempat penggalan cerpen tersebut adalah…
a. Pintu masuk
b. Kursi paling belakang
c. Arah kiri
d. Hotel bintang empat
e. Pintu samping hotel
10. Sebuah pesan atau harapan seorang penulis cerita kepada pembaca agar pembaca
mau bertindak atau melakukan sesuatu. Pernyataan tersebut merupakan
pengertian dari ...
a. Sudut pandang
b. Amanat
c. Gaya bahasa
d. Point of view
e. Latar
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal 11 dan 12!
Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian
masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal
kemelaratan! Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata-kata
yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.
11. Pertanyaan yang berkaitan dengan nilai kehidupan pada kutipan cerpen tersebut
adalah...
a. Bagaimana karakter Tuan Wahyono?
b. Siapa saja tokoh dalam kutipan cerpen di atas?
c. Nilai budaya manakah yang ditunjukkan oleh sikap Alwi?
d. Tergolong ke dalam jenis alur apakah konflik yang ada pada kutipan tersebut?
e. Percayakah Anda dengan peristiwa yang diceritakan dalam kutipan cerpen
tersebut?
12. Unsur intrinsik yang tampak dalam kutipan cerpen di atas adalah ...
a. Tema
b. Amanat
c. Latar
d. Penokohan
e. Plot
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal 13 dan 14!
Siang masih terlalu muda. Pada suatu rumah nan besar lagi megah. Kuketuk
pintu. Seorang perempuan tua membuka pintu. Sedikit membungkuk, perempuan
tuan itu mempersilahkan aku masuk ke dalam rumah. Lukisan besar karya Bunga
Jeruk. Di situ aku menunggu. Hanya empat menit.
Berbaju kebaya modern, Susan muncul dari dalam rumah. Di belakangnya
menyusul ayahnya. Tanpa ada sapa, tanpa ada tanya. Langsung Susan duduk di
pinggir. Ayah Susan tepat dihadapanku. Pertemuan pertama yang sungguh kaku,
teramat kaku.
13. Latar tempat dan waktu dalam kutipan tersebut adalah ...
a. di saat bersiap-siap
b. di rumah pada siang hari
c. di rumah dan hanya empat menit
d. di ruang tamu saat menunggu tamu
e. di halaman depan rumah saat siang hari
14. Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
a. cemas
b. senang
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 62
c. bahagia
d. khawatir
e. canggung
15. Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Alam semesta mulai terbangun pada dini hari. Ayam jago berkotek di sana,
brung bercicit di sini. Pring dan gelas beradu-adu di tempat cucian rumah
tetangga dan di garasi mereka para lelaki tua memanasi mesin mobil atau motor.
Nuh, jauh di sana seorang tetangga menyalakan radio dan terdengarlah siaran
khotbah pagi hari. Saat itu cahaya matahari belum sepenuhnya muncul, tapi
butir-butir embun di dedaunan telah berkilap-kilap dan kupu-kupu terbang ke
sana kemari berkejaran. Aku sendiri sudah bangun sepagi itu, berjumpa dengan
kucing kami yang masih menggeliat-geliat di atas keset.
Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian ...
a. pengenalan situasi
b. pengungkapan peristiwa
c. menuju konflik
d. puncak konflik
e. penyelesaian
16. Perhatikan kutipan cerpen berikut!
“kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih pak,
diah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut
mendampingi dan membantunya ,bukan malah menambah bebanya.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atasa adalah ...
a. Sebagai manusia harus saling tolong-menolong
b. Seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam mengatasi
permasalahan hidup
c. Guru harus bersikap professional dalam mendidik muridnya
d. Guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik
e. Guru harus memiliki jiwa patrialisme
17. Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero
tetap memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang
dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di
bangku sekolah.
Di rumah ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang
tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita
tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”
Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah ….
a. Budaya
b. Ekonomi
c. Pendidikan
d. Social
e. Religius
Perhatikan kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 18-20!
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang
berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah
Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang
mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya
melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan
pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat
itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 63
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang
membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain,
semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
18. Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
a. Sosial
b. Politik
c. Agama
d. Ekonomi
e. Pendidikan
19. Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
a. Menakutkan
b. Mengenaskan
c. Mengharukan
d. Menegangkan
e. Membingungkan
20. Sudut pandang dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
a. Orang pertama tunggal
b. Orang pertama jamak
c. Orang ketiga tunggal
d. Orang ketiga jamak
e. Campuran
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Apa yang dimaksud dengan cerpen?
2. Sebutkan ciri-ciri cerita pendek?
3. Jelaskan perbedaan antara unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dalam sebuah
cerpen?
4. Bagaimana cara menemukan nilai-nilai kehidupan dalam sebuah cerpen?
5. Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menganalisis nilai-nilai
kehidupan dalam sebuah cerpen!
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 64
Daftar Pustaka
Desiana, Ainun Dyan dan Artati, Y. Budi. 2020. Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester
1. Yogyakarta: PT. Intan Paliwara
Kosasih, Engkos. 2017. Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:
Penerbit Erlangga
Kemendikbud. 2017. Buku Guru Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK Kelas XI. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang Kemendikbud
Rohmayati, Maya. 2021. Modul Pengayaan Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK
kelas XI Semester 1. Kota Depok: CV. Bina Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Teks_prosedur
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5687993/15-contoh-teks-prosedur-lengkap-
ciri-ciri-dan-jenisnya
https://www.studiobelajar.com/teks-ceramah/
https://belajarbarengbahasaindonesia.blogspot.com/2019/10/kelas-xi-m4-kb-1-buku-
pengayaan-nonfiksi.html
https://www.bospedia.com/2021/01/materi-menemukan-butir-butir-penting-buku-
nonfiksi.ht
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 65
LKPD Bahasa Indonesia SMA Kelas XI Semester 1 66