The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

3.1 Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) ke Indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Arina fitrotha silmy, 2020-12-29 04:59:24

Kekuasaan Kongsi Dagang VOC di Indonesia

3.1 Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) ke Indonesia

Keywords: Kekuasaan Kongsi Dagang VOC di Indonesia,Kongsi Dagang Belanda,VOC,Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC),Kolonialisme dan Imperialisme,Batavia,Banten,Maluku

KEKUASAAN
KONGSI

DAGANG VOC DI
INDONESIA

SEJARAH INDONESIA

SMA/MA/SMAK/MAK
KELAS XI/SEMESTER I

Desember 2020

Profil Penulis

Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Jember

Biografi Singkat

Arina Fitrotha Silmy dilahirkan
di Lumajang, 29 Januari 2001.
Saat ini penulis berstatus
sebagai mahasiswa Pendidikan
Sejarah, Jurusan Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial,
Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas
Jember. Sebagai calon
pendidik filosofi mengajarnya
adalah "Mengajar bukan ARINA FITROTHA SILMY
190210302032

dengan menjejalkan Pelajaran,
tetapi dengan menghidupkan
pengetahuan".

Kata Pengantar

Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah

SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada

penulis sehingga dapat menyelesaikan E-modul berjudul

"Kekuasaan Kongsi Dagang VOC di Indonesia". E-modul ini

disusun berdasarkan standar isi kurikulum 2013 yang lebih

menempatkan peserta didik sebagai pusat kegiatan

pembelajaran (Student Center). E-modul ini dilengkapi

dengan video pembelajaran yang dapat diakses melalui link

yang tersedia, serta latihan soal untuk menguji pemahaman

peserta didik terkait materi yang terdapat pada modul.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam

penyusunan modul ini. Oleh karena itu, penulis sangat

mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan

dalam permbuatan modul ke depannya. Penulis mengucapkan

terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu proses

penyelesaian modul ini, terutama dosen pengampuh matta kuliah

Media Pembelajaran Bidang Studi, Dr. Nurul Umamah, M.Pd dan

Rully Putri Nirmala Puji, S.Pd., M.Pd yang telah membimbing

dalam penyusunan E-modul ini. Semoga E-modul ini bermanfaat

bagi pendidik dan peserta didik sebagai media pembelajaran.

Lumajang, 20 Desember 2020

Penulis

Daftar Isi

Halaman Sampul..................................................... 1
Profil Penulis........................................................... 2
Kata Pengantar........................................................ 3
Daftar Isi.................................................................. 4
KD & Indikator....................................................... 5
Peta Konsep............................................................. 6

Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC)
a) Kelahiran dan Awal Perkembangan VOC.......... 7
b) Perkembangan VOC di Batavia.......................... 9
c) Hubungan VOC dengan Penguasa Lokal.......... 11
d) VOC di Maluku................................................. 12
e) Akhir Riwayat VOC.......................................... 13

Link Video............................................................. 14
Evaluasi.................................................................. 15
Daftar Pustaka........................................................ 17

DESEMBER 2020

KD & Indikator

VERENIGDE OOST INDISCHE COMPAGNIE (VOC)

SEJARAH INDONESIA

Kelas XI
Semester I

KOMPETENSI DASAR

3.1 Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa
Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) ke Indonesia

INDIKATOR

Menganalisis perkembangan penjajahan bangsa Belanda di Indonesia

DESEMBER 2020

Peta Konsep

VERENIGDE OOST INDISCHE COMPAGNIE (VOC)

DESEMBER 2020

Verenigde Oost Indische
Compagnie (VOC)

Kelahiran dan Awal WHAT'S INSIDE THIS
Perkembangan VOC ISSUE?

Abad ke-XVI KONGSI DAGANG
VOC
Pada akhir abad XVI, bangsa Belanda telah jalan menuju Asia yang sejak
awal abad XVI telah dirahasiakan oleh Portugis. Dengan keberadaan 7
Belanda di Indonesia kemudian muncul berbagai armada dagang Belanda
yang memperebutkan lada yang diproduksi di Banten, serta pala dan
cengkih di Maluku.

Sejak akhir abad XVI banyak pengusaha yang terlibat dalam persaingan
perdagangan rempah-rempah. Hal ini mengakibatkan harga rempah-
rempah di Belanda jatuh. Untuk menekan kerugian akibat persaingan
tersebut, maka pada 1602 dengan keterlibatan seorang pejabat
pemerintah di Amsterdam dibentuk sebuah pererikatan yang terdiri dari
berbagai perusahaan dagang di Belanda dengan nama Verenigde Oost
Indische Compagnie (VOC). Kemudian, Voorcompagnien (perusahaan
dagang yang sebelumnya) dibubarkan dan modalnya diserahkan kepada
VOC.

Di tahun yang sama, pemerintah Belanda Sumber: id.wikipedia.org
(Staaten General) memberikan izin dagang Gambar 1. Pieter Both
(octrooi) kepada VOC untuk menjalankan
monopoli perdagangan rempah-rempah Gubernur jenderal VOC
dalam jangka waktu 21 tahun. yang pertama adalah
Berdasarkan izin dagang yang diberikan,
batas wilayah hak monopoli VOC adalah Pieter Both (1602-1614).
antara Tanjung Harapan di Afrika Selatan Sebagai gubernur
dan Selat Magellan di ujung Amerika
Selatan. Selain itu, dalam izin dagang jenderal yang pertama,
tersebut, pemerintah memberikan izin Pieter Both sudah tentu
kepada VOC untuk melakukan perang dan
diplomasi di kawasan Asia. Dikatakan juga harus mulai menata
bahwa octrooi itu selalu bisa diperpanjang organisasi kongsi dagang
setiap 21 tahun sekali (Taufik Abdullah
dan A.B. Lapian, 2012: 22). ini sebaik-baiknya agar
harapan mendapatkan
Sejak saat itu, hanya armada dagang VOC monopoli perdagangan
di Hindia Timur dapat
yang mendapat izin untuk melakukan diwujudkan. Pieter Both
pertama kali mendirikan
perdagangan di Asia. Sedangkan
pos perdagangan di
perusahaan dagang Belanda selain VOC Banten pada tahun 1610.

tidak diperbolehkan melakukan 8

perdagangan di kawasan Asia. Bagi

pemilik modal hanya boleh menyerahkan

modalnya kepada VOC sebagai saham.

Bersamaan dengan dibentuknya VOC,
Belanda berada dalam situasi perang
dengan Spanyol sebagai bangsa yang
menjajahnya. Negara ini akhirnya menjadi
musuh Belanda, karena sejak 1580 Raja
Spanyol juga berkuasa atas Portugal.
Pemerintah Belanda memberi perintah
kepada VOC untuk melakukan perlawanan
terhadap orang-orang Portugis yang ada di
Asia. Inilah alasan mengapa VOC memiliki
alat persenjataan berat. Bahkan di dalam
octrooi tersebut, VOC sebenarnya
mempunyai tentaranya sendiri dengan
struktur komando yang terlepas dari
tentara resmi (Taufik Abdullah dan A.B.
Lapian, 2012: 22).

Perkembangan VOC Sumber: en.wikipedia.org
di Batavia Gambar 2. Laurens Reael

Jayakarta Sumber: indopolitika.com
Gambar 3. J.P. Coen
Jayakarta dipilih VOC sebagai kantor pusat di Asia.
Sebelumnya, kegiatan VOC berlangsung di Banten 9
dan Maluku. Perpindahan ini terjadi akibat adanya
persaingan antara VOC dengan Inggris di Banten
dimana keduanya mendapat ijin untuk mendirikan
loji batu, sehingga persaingan dilanjutkan di
Jayakarta. VOC kemudian berhasil mengusir
Inggris dari Jayakarta karena berhasil
memenangkan persaingan.

Pada masa VOC, Batavia terdiri dari sebuah
benteng yang di sebut Fort Bataiva dan kota yang
bertumbuh selama 2 abad di sebelah benteng.
Sampai pada 1800, Benteng Batavia menjadi pusat
aktivitas VOC. Saat itu, banyak pegawai VOC yang
melakukan pernikahan dengan budak wanita,
setelah mereka bebas dari status budak.
Perkawinan inilah yang melahirkan golongan
meztizo. Banyak dari wanita meztizo yang
kemudian dinikahi oleh para pembesar VOC,
bahkan beberapa gubernur jenderal (Taufik
Abdullah dan A.B. Lapian, 2012: 29).

Masalah yang paling mendesak rakyat Batavia
saat itu adalah dalam Ommelandenn bahan
makanan dan bangunan. Semenjak perginya
orang-orang Sunda dari Jayakarta pada tahun
1619, kawasan kota tidak lagi memiliki sektor
agraris yang mampu
menyajikan bahan makanan. Pada tahun tersebut,
Jan Pieterzoon Coen (J.P. Coen) menggantikan
Laurens Reael sebagai Gubernur Jenederal VOC.
Di wilayah Ommelanden(wilayah pedalaman), para
migran asal Cina membangun perkebunan tebu.
Dengan adanya hal ini, maka para pejabat VOC
melakukan investasi kekayaan terhadap usaha
dalam perkebunan tersebut.

Sumber: id.wikipwdia.org
Gambar 4. Peta Batavia

Pelabuhan-pelabuhan di pantai utara Jawa, mulai dari Cirebon, Madura dan
Banyuwangi, menjadi tempat bergantung penduduk Batavia untuk mendapat bahan
makanan. VOC membeli bahan makanan tersebut, kecuali beras, dari pedagang Cina
yang menguasai perdagangan di wilayah pesisir. Sementara itu, bahan bangunan
didapat dari Jawa Tengah, misalnya kayu jati. Bahan makanan harus dibeli,
sementara bahan bangunan dan beras bisa didapat dari contingentenstelsel, yakni
suatu kewajiban bagi sultan maupun bupati yang pernah mendapat bantuan VOC
untuk menyetorkan bahan makanan tertentu berdasarkan jumlah dan waktu yang
ditentukan.

10

Hubungan VOC dengan Penguasa
Lokal

VOC dan Penguasa Lokal
Hubungan yang terjalin antara VOC dengan penguasa lokal berdasarkan pada
kepentingan masing-masing. Pada 1666-1669, VOC berhasil melumpuhkan
Kesultanan Goa-Tallo dalam perang yang berlangsung pada tahun tersebut,
dengan bantuan pasukan Aru Palaka (Raja Bone yang melarikan diri dari
tawanan Goa dan bergabung dengan VOC).

Sumber: tirto.id
Gambar 5. Aru Palaka

Pasca itu, VOC mendirikan benteng (Fort Rotterdam) di Makassar. Usai perang itu,
Aru Palaka kembali diangkat sebagai Raja Bone. Aru Palaka berhasil menjalin
hubungan baik dengan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan, malalui sistem
kekeluargaan dan intimidasi, hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi VOC,
Selain itu, VOC juga mendirikan benteng di Minahasa yang dinamai dengan Fort
Amsterdam. Para penguasa distrik di wilayah itu berupaya menjalin hubungan
khusus dengan VOC yang tentunya saling menguntungkn bagi keduanya.
Hubungan tersebut disahkan dalam perjanjian pada 1679. VOC juga menjalin
hubungan dengan penguasa di Banjarmasin, Padang, dan Kepualuan Riau. Namun,
belum banyak penelitian yang membahas terkait hal tersebut.

11

VOC di Maluku Sumber: islamtoday.id
Gambar 6. Kesultanan
Maluku Ternate pada abad XVI

Maluku Utara telah terbentuk menjadi Hubungan damai antara VOC
empat kerajaan yang mengekspor dan Hitu rupanya tidak bertahan
cengkih, yakni berpusat di Ternate, lama. Hal ini dapat dilihat dari
Tidore, Bacan, dan Jaololo, sejak abad perlawanan yang dilakukan
XIV. Di antara empat kerajaan tersebut, penduduk Hitu terhadap VOC yang
wilayah di Indonesia Timur dikuasai oleh bermula sejak 1620-an. Untuk
Ternate dan Tidore. Sejak abad XVI meredap perlawanan tersebut,
Ternate menjadi sangat dominan karena pada 1650 VOC mengirim
bersekutu dengan Portugis (1522-1570). sebuah armada perang yang
Hal inilah yang menyebabkan VOC ingin dipimpinan Admiral Arnold de
menjalin kerja sama dengan Ternate. Vlaming van Oudshorn. Menurut
VOC sendiri perang ini terjadi
Hubungan Ternate dan VOC resminya akibat dari adanya kerjasama
bermula pada 1606. Kekuatan pokok penduduk dengan para pedagang
dalam perjanjian pada tahun tersebut yang berasal dari Goa untuk
yaitu VOC akan melindungi Ternate dari menyelundupkan rempah-rempah
ancaman Spanyol. Sebagai balasan, VOC yang seharusnya menjadi monopoli
mendapat hak monopoli perdagangan di VOC berdasarkan perjanjian.
kawasan Kesultanan Ternate. Setelah itu,
VOC mulai membangun benteng, dengan 12
nama Fort Oranje. Pada tahun-tahun
berikutnya, VOC membangun benteng lain
yang lebih kecil di
kawasan Ternate.

Pada 1605 VOC berhasil merebut benteng
Portugis yang berada di Ambon.
Kemenangan ini tidak lepas dari peran
Hitu, yakni sebuah federasi desa di
Jazirah Leihitu, Ambon. Dalam tahun-
tahun berikutnya, VOC mengupayakan
perkebunan cengkih di Ambon, Haruku,
Saparua, dan Nusa Laut.

Akhir Riwayat VOC

Abad ke XVII dan XVIII

Pada abad ke XVII dan XVIII, VOC berhasil menakhlukan penguasa dan kerajaan-
kerajaan lokal di Nusantara. Namun, hal ini justru mengusung banyak masalah,
khususnya masalah sosial yang sangat diperngaruhi oleh jumlah penduduk di pusat
pemerintahan VOC. Kemudian, terjadi perubahan dalam lembaga kepengurusan
VOC, yakni dengan adanya UU yang dikeluarkan oleh Parlemen Belanda pada 27
Maret 1749, yang di dalamnya menetapkan bahwa Raja Willem IV sebagai
penguasa tertinggi VOC.

Sumber: tirto.id
Gambar 7. ilustrasi
keruntuhan VOC

Di samping itu, para pejabat VOC cenderung feodalis. Gubernu Jenderal Henricus
Zwaardecroon mengeluarkan peraturan pada 24 Juni 1719 yang secara rinci berisi
cara penghormatan terhadap Gubernur Jenderal. Selain itu, Gubernur Jenderal Jacob
mengeluarkan ordonansi baru pada 1754. Ordonansi baru ini rupanya sama-sama
menunjukkan sikap dan perilaku gila hormat.

Posisi jabatan dan berbagai simbol kehormatan tersebut dilengkapi dengan
diterapkannya sistem upeti. Hal ini memiliki keterkaitan dengan perubahan jabatan
dalam tubuh VOC. Semua mengandung korupsi, baik oleh Gubernur Jenderal sendiri
maupun para pengurus VOC lainnya. Korupsi ini terjadi akibat sikap gila hormat dan
tersesat dalam kemewahan. Sementara itu, hutang VOC menjadi sangat berat,
hingga akhirnya bangkrut. Bahkan ada sebuah ungkapan, VOC kepanjangan dari
Vergaan Onder Corruptie (tenggelam karena korupsi) (R.Z. Leirissa. “Verenigde Oost
Indische Compagnie (VOC)” dalam Indonesia dalam Arus Sejarah, 2012).

13

LINK VIDEO

KEKUASAAN KONGSI DAGANG VOC DI INDONESIA
Video 1
Judul : Sejarah Lahirnya Indonesia
Channel YouTube: QAGS Histoy
Link YouTube: https://youtu.be/UJupMGe_J1s
Video 2
Judul : Perkembangan VOC di Indonesia
Channel YouTube: Anggrita Slafa
Link YouTube: https://youtu.be/2IAVt9h4HiE
Video 3
Judul : Sejarah Runtuhnya VOC (Kompeni Belanda)
Channel YouTube: Kalatara Channel
Link YouTube: https://youtu.be/omJOTrAgW-E

SILAHKAN AKSES VIDEO PEMBELAJARAN MELALUI LINK
YOUTUBE DI ATAS, KEMUDIAN SIMAK DEN PELAJARI!
Selamat Belajar......

14

EVALUASI

1. Pada akhir abad XVI, bangsa Belanda telah jalan menuju Asia yang sejak
awal abad XVI telah dirahasiakan oleh Portugis. Dengan keberadaan Belanda
di Indonesia kemudian muncul berbagai armada dagang Belanda yang
memperebutkan lada yang diproduksi di Banten, serta pala dan cengkih di
Maluku. Sejak akhir abad XVI banyak pengusaha yang terlibat dalam
persaingan perdagangan rempah-rempah. Bagaimana pengaruh persaingan
dagang tersebut terhadap Belanda? Jelaskan!
2. Berita tentang keuntungan yang melimpah berkat perdagangan rempah-
rempah itu menyebar luas. Dengan demikian, semakin banyak orang-orang
Eropa yang tertarik pergi ke Nusantara. Hal ini kemudian menimbulkan
persaingan dagang hingga mengkibatkan kerugian bagi pihak Belanda pada
abad XVI. Bagaimana upaya yang dilakukan oleh Belanda dalam mengatasi
kerugian akibat persaingan dagang pada abad XVI?
3. Pada 20 Maret 1602 secara resmi dibentuklah persekutuan kongsi
dagang Belanda di Nusantara sebagai hasil fusi antarkongsi yang telah ada.
Kongsi dagang Belanda ini diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie
(VOC) atau dapat disebut dengan “Perserikatan Maskapai Perdagangan
Hindia Timur/Kongsi Dagang India Timur”. Analisislah faktor-faktor yang
melatarbelakangi lahirnya VOC!
4. Pada tahun 1602, pemerintah Belanda (Staaten General) memberikan
izin dagang (octrooi) kepada VOC untuk menjalankan monopoli perdagangan
rempah-rempah dalam jangka waktu 21 tahun. Bagaimana dampak yang
ditimbulkan dari izin dagang yang diberikan oleh Staaten General kepada
VOC?
5. Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) atau dapat disebut dengan
“Perserikatan Maskapai Perdagangan Hindia Timur/Kongsi Dagang India
Timur” merupakan kongsi dagang di bawah pemerintahan Belanda. VOC
merupakan suatu kongsi dagang Belanda, namun mengapa VOC dilengkapi
dengan persenjataan yang lengkap?

15

EVALUASI

6. Sebelumnya, kegiatan VOC berlangsung di Banten dan Maluku. Namun,
kemudian Jayakarta dipilih VOC sebagai kantor pusat di Asia. Analisislah
faktor-faktor penyebab perpindahan VOC dari Banten dan Maluku ke
Jayakarta!
7. Pada masa kekuasaannya, VOC menjalin kerjasama dengan Penguasa
Lokal. Hubungan yang terjalin antara VOC dengan penguasa lokal
berdasarkan pada kepentingan masing-masing. Bagaimana perkembangan
hubungan antara VOC dengan Penguasa Lokal?
8. Maluku Utara telah terbentuk menjadi empat kerajaan yang mengekspor
cengkih, yakni berpusat di Ternate, Tidore, Bacan, dan Jaololo, sejak abad
XIV. Di antara empat kerajaan tersebut, wilayah di Indonesia Timur dikuasai
oleh Ternate dan Tidore. Pada masa itu juga VOC menjalin kerjasama dengan
Kesultanan Ternate. Analisislah faktor-faktor yang melatarbelakangi
terjalinnya hubungan antara VOC dengan kesultanan Ternate!
9. Pada 1605 VOC berhasil merebut benteng Portugis yang berada di
Ambon. Kemenangan ini tidak lepas dari peran Hitu, yakni sebuah federasi
desa di Jazirah Leihitu. Analisislah perkembangan hubungan antara VOC
dengan Hitu!
10. Pada abad XVIII VOC berada pada posisi bangkrut. hingga akhirnya
pada Tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. Analisislah faktor-faktor
yang mempengaruhi berakhirnya VOC!

SELAMAT MENGERJAKAN!!!

16

VERENIGDE OOST INDISCHE COMPAGNIE (VOC)

Daftar Pustaka

Abdullah, Taufik, dan A.B. Lapian. 2012. Indonesia Dalam Arus
Sejarah jilid 4 (Kolonialisasi dan Perlawanan). Jakarta: Ichtiar Baru
van Hoeve.
Ball, G.L. dkk. 2007. The Archiver of the Dutch East India Company
(VOC) and the Local Institutions in Batavia (Jakarta). Netherland:
Library of Congress Cataloging in Public Data.
Osterlet, Adrian. 2001. Asia-Pasifik: Indonesia the Story' of the
Nation. Sydney: Trocadero Publishing.

17

VOC
VERENIGDE OOST INDISCHE COMPAGNIE

SMA/MA/SMK/MAK | KELAS XI | SEMESTER I


Click to View FlipBook Version