The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Panduan Anggota BMT AL IKHWAN revisi 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 007lanina, 2022-02-19 04:18:54

Buku Panduan Anggota BMT AL IKHWAN revisi 1

Buku Panduan Anggota BMT AL IKHWAN revisi 1

PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohiim
Puji dan syukur kita kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah
dianugerahkan kepada kita sekalian, sehingga kita masih bisa
beraktivitas seperti sekarang ini.
Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi
Muhammad SAW, tercurah kepada keluarganya, para sahabatnya, dan
para pengikutnya hingga hari kiamat. Aamiin.
Alhamdulillah telah selesai disusun Buku Panduan Anggota BMT Al
Ikhwan sebagaimana yang sekarang ada di tangan Anda. Buku yang
sangat sederhana ini penting untuk menjadi panduan Anda sebagai
anggota BMT Al Ikhwan sehingga bisa mengenal lebih dalam apa dan
bagaimana BMT Al Ikhwan itu, bisa memudahkan Anda mengetahui
aturan dan kebijakan yang diterapkan oleh BMT Al Ikhwan, serta
mengetahui lebih banyak cara dan bagaimana bertransaksi dengan BMT
Al Ikhwan. Bertransaksi yang tidak sekedar transaksi tetapi transaksi
yang sesuai syariah sehingga bisa terhindar dari dosa dan sekaligus
mengamalkan sunnah.
Kami sangat menyadari bahwa buku panduan ini sangat jauh dari kata
sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran demi sempurnanya
buku kecil ini akan kami terima dengan hati yang lapang.
Akhirnya semoga buku panduan ini bermanfaat bagi Anda sebagai
anggota BMT Al-Ikhwan. Aamiin.

Tim Penyusun

1

DAFTAR ISI
Pengantar ..................................................
Daftar Isi ....................................................
Bab 1. BMT ................................................
Bab 2. Koperasi .........................................
Bab 3. BMT Al Ikhwan ...............................
Bab 4. Pembiayaan Syariah ......................
Bab 5. Simpanan Syariah
Bab 6. SATRIA ...........................................
Bab 7. Al Ikhwan Mitra .............................

2

Bab 1. BMT

BMT (Baitul Maal wat Tamwil) adalah lembaga keuangan non bank
yang terdiri dari lembaga Baitul Maal dan Baitut Tamwil.

• Baitul Maal : usaha pokoknya menerima dan menyalurkan
dana masyarakat (umat Islam) yang bersifat non komersial/non
profit. Sumber dana berasal dari Zakat, Infak, Shodaqoh, Hibah,
Wakaf, Sumbangan, dll. Penyalurannya sesuai aturan syari’ah.

• Baitut Tamwil : usaha pokoknya menghimpun dana dari
anggota dan menyalurkan kepada anggota (Simpanan dan
Pembiayaan) dengan mengharapkan profit (keuntungan)
berdasarkan prinsip syari’ah.

Jadi dalam aktifitasnya, BMT melakukan dua kegiatan sekaligus, yaitu
kegiatan sosial dan kegiatan komersial.
Bentuk Badan Hukum BMT Al Ikhwan adalah Koperasi, sehingga
segala aktifitas/kegiatan yang bersifat komersial (Baitut Tamwil) harus
berlandaskan aturan perkoperasian di Indonesia yaitu UU nomor 25
tahun 1992 Tentang PerKoperasian. Sedangkan untuk kegiatan
sosial dilakukan oleh Baitul Maal Al Ikhwan (BMAI). Dalam legalitasnya,
BMAI bekerja sama dengan :
1. Dompet Dhuafa, sebagai Mitra Pengelola Zakat (MPZ)
2. LAZISMU DIY, sebagai Kantor Layanan LazisMU
3. LAZ-MKU, sebagai Unit LAZ-MKU

Karena aktifitasnya berdasarkan prinsip syari’ah dan badan hukumnya
koperasi, BMT disebut juga Koperasi Syariah.

3

4

Bab 2. Koperasi

UU No 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian
Bab I, Pasal 1, ayat 1 : “Koperasi adalah Badan Usaha yang
beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus
sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.
Bab III, Pasal 5, ayat 1.a : “Keanggotaan koperasi bersifat sukarela
dan terbuka”.
Bab V, Pasal 17, ayat 1 : “Anggota Koperasi adalah pemilik dan
sekaligus pengguna jasa Koperasi”
Artinya, Koperasi hanya boleh menghimpun dana dan menyalurkan
dana kepada anggota. Jadi jika masyarakat ingin menabung/
menyimpan dan meminjam/pembiayaan di koperasi maka terlebih
dahulu harus menjadi anggota koperasi.
Bab V, pasal 18, ayat 1 : “Yang dapat menjadi anggota Koperasi
ialah setiap warga negara Indonesia yang mampu melakukan tindakan
hukum atau Koperasi yang memenuhi persyaratan sebagaimana
ditetapkan dalam Anggaran Dasar”.
Tata cara menjadi anggota koperasi :

- Mengisi formulir permohonan menjadi anggota
a) Bisa dengan datang ke kantor
b) Bisa dengan menghubungi marketing
c) Bisa dengan permohonan online di website BMT

- Membayar Simpanan Pokok Anggota (SPA)
- Membayar Simpanan Wajib Anggota (SWA)

SPA : Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama
banyaknya yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada

5

Koperasi pada saat masuk menjadi anggota.
Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang
bersangkutan masih menjadi anggota.
SWA : Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang tidak
harus sama yang wajib dibayar oleh anggota kepada
Koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan
wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan
masih menjadi anggota.

Anggota yang sudah lunas SPA dan SWA berhak diundang dalam
Rapat Anggota Tahunan (RAT), sehingga berhak menentukan
keputusan dan mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU).

SPA & SWA hanya bisa diambil setelah anggota keluar dari
keanggotaan Koperasi.

RAT atau Rapat Anggota Tahunan (RAT) adalah forum tertinggi bagi
koperasi. Pelaksanaan RAT ini dilakukan setiap tahun di akhir periode
dalam rangka membahas laporan pertanggungjawaban Ketua Umum
pengurus-pengawas, AD/ART, PK, RAPBK, dan lain- lain.
Laporan Pertanggungjawaban
Membahas tentang pertanggungjawaban pengurus dan pengawas
selama satu periode, mulai dari program kerja, kendala, dana yang
terpakai dan sebagainya.
Anggaran Dasar (AD)
Keseluruhan aturan umum tentang organisasi dan hubungan organisasi
dengan anggotanya agar tercipta ketertiban organisasi. AD memuat
ketentuan-ketentuan pokok yang merupakan dasar bagi tata kelola
organisasi dan digunakan sebagai acuan dalam membuat peraturan-
peraturan organisasi secara lebih khusus.

6

Anggaran Rumah Tangga (ART)
Himpunan peraturan yang mengatur urusan rumah tangga sehari-hari,
yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari AD. Garis Besar
Program Kerja (PK)
Membahas tentang tugas fungsi wewenang setiap bidang, yang nanti
kemungkinan dapat berubah. Tujuan jangka Panjang dan pendek dan
rekomendasi tiap-tiap bidang yang nantinya berdasarkan hal tersebut
teman-teman pengurus periode selanjutnya membentuk proker yang
akan dilaksanakan pada periode tersebut.
Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Koperasi (RAPBK)
Membahas tentang anggaran belanja yang nantinya akan dipakai setiap
bidang untuk menjalankan setiap prokernya dan juga anggaran
pendapatan untuk periode selanjutnya. Perencanaan yang akan
dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi masa lalu, saat ini dan masa
yang akan datang.

7

Bab 3. BMT Al Ikhwan

Sejarah BMT Al Ikhwan tidak bisa lepas dari berdirinya Pengajian
Pedagang Pasar Condong Catur (P3CC) pada bulan Februari tahun
1991. Selain aktifitas keagamaan, juga dilaksanakan aktifitas ekonomi
yaitu simpan pinjam untuk permodalan anggota dengan sistem
memberikan jasa secara suka rela.

Kemudian pada tahun 1998, didirikan Lembaga Ekonomi Produktif
Masyarakat Mandiri Pengajian Pedagang Pasar Condong Catur
(LEPMM P3CC) untuk dapat mengakses dana JPS (Jaring Pengaman
Sosial) dari Direktorat Jenderal Fasilitas Pembiayaan dan Simpan
Pinjam Departemen Koperasi.

Pada tahun 2003 mulai diinisiasi pembentukan koperasi, dan pada
bulan Maret tahun 2004 LEPMM P3CC berubah menjadi Koperasi
Serba Usaha (KSU) BMT Al Ikhwan dengan Badan Hukum koperasi
nomor :

178/BH/DP2KPM/III/2004 tanggal 10 Maret 2004

Hingga bulan Februari 2019 telah dilakukan Perubahan Anggaran
Dasar (PAD) sebanyak 2 (dua) kali.

PAD 1 : Nomor 107/PAD/MENEG.1/VIII/2007 tanggal 13
Agustus 2007, memperluas operasi layanan menjadi
koperasi nasional.

PAD 2 : Nomor 928/PAD/M.KUM.2/II/2019 tanggal 11
Februari 2019. Dalam PAD kedua, kelembagaan berubah
dari KSU menjadi KSPPS (Koperasi Simpan Pinjam dan
Pembiayaan Syariah) BMT Al Ikhwan

8

Sampai sekarang BMT Al Ikhwan telah memiliki 3 kantor yaitu :
1. Kantor Pusat : Jln. Flamboyan no 382 Perumnas Condongcatur,

Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta
2. Kantor Cabang Semarang : Jln. Satrio Manah IV/15 A Perumnas

Tlogosari, Semarang
3. Kantor Cabang Mlati : Jln. Kebon Agung 16 B, Bedingin Wetan,

Sumberadi, Mlati, Sleman, D.I. Yogyakarta

Syarat menjadi anggota BMT Al Ikhwan :
1. Mengisi formulir permohonan menjadi anggota
2. Membayar Simpanan Pokok Anggota Rp. 250.000,00*
3. Membayar Simpanan Wajib anggota Rp. 24.000,00/ tahun
4. Membuka rekening simpanan (tabungan)

*harus lunas maksimal 3 bulan setelah terdaftar sebagai anggota. Jika
tidak bisa lunas dalam waktu 3 bulan, dapat ditalangi oleh BMT
kemudian anggota mengangsur setiap bulan sesuai kesepakatan sampai
talangan dari BMT lunas.

Syarat Pengajuan Pembiayaan :
1. Mengisi formulir pengajuan, dengan cara

a) Datang ke kantor
b) Menghubungi marketing
c) Mengisi permohonan online di website
2. FC data diri terbaru dan masih berlaku (Berkas Asli ditunjukkan) :
a. KTP Suami Istri
b. Akta Nikah atau Akta Cerai
c. Kartu Keluarga (KK)
d. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), jika punya
3. FC SK Pengangkatan dan Slip gaji 3 bulan terakhir (untuk
pegawai/karyawan)

9

4. FC Legalitas Usaha, Laporan Keuangan, rekening tabungan dan
bukti pendapatan 3 bulan terakhir (untuk wiraswasta)

5. FC Agunan (Jaminan)*
- Kendaraan : BPKB, STNK dan notice pajak yang masih
berlaku, atau
- Tanah dan bangunan : Sertifikat dan PBB terakhir
*) syarat dan ketentuan jaminan
a) jaminan harus milik sendiri
b) jika jaminan sertifikat tanah, maka harus atas nama
sendiri atau nama pasangan
c) saat realisasi pembiayaan, berkas asli diserahkan ke BMT

10

Bab 4. Pembiayaan Syariah

 Perbedaan konvensional dengan syariah yaitu :

Pada institusi/lembaga konvensional pengambilan keuntungan
adalah berbasis pinjaman/hutang piutang uang dengan tambahan
bunga, sehingga dapat disimpulkan bahwa produk utama adalah
uang sebagai komoditi.

Pada Institusi/lembaga syariah pengambilan keuntungan
berdasarkan aktifitas transaksi riil (jual beli, sewa menyewa dan
kerja sama bagi hasil, dan lain-lain). Bisa disimpulkan bahwa
produknya dapat berupa barang atau jasa.

 Apa yang dimaksud dengan istilah : “sesuai syariah”??

Syariah diartikan sebagai sistem yang mengatur hubungan manusia
dengan Allah, dengan dirinya sendiri, dan dengan sesama manusia.
Suatu transaksi bisa disebut sesuai syariah bila memenuhi kriteria
sebagai berikut :
1. Transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling

Ridho = faham dan tidak ada paksaan
2. Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang obyeknya

halal & baik (thoyib)
3. Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan

pengukur nilai, bukan sebagai komoditas
4. Tidak mengandung unsur riba
5. Tidak mengandung unsur kezaliman
6. Tidak mengandung unsur maysir (untung-

untungan/perjudian)
7. Tidak mengandung unsur gharar (ketidakpastian)
8. Tidak mengandung unsur haram

11

9. Tidak menganut prinsip nilai uang berdasar oleh waktu
(time value of money) karena alasan inflasi.

10. Transaksi dilakukan berdasarkan suatu perjanjian yang jelas
dan benar serta untuk keuntungan semua pihak tanpa
merugikan pihak lain sehingga tidak diperkenankan
menggunakan standar ganda harga untuk satu akad
serta tidak menggunakan dua transaksi bersamaan
yang berkaitan (ta’alluq) dalam satu akad

11. Tidak ada distorsi harga melalui rekayasa permintaan
(najasy), maupun rekayasa penawaran (ihkitar)

12. Tidak mengandung unsur kolusi dengan suap-menyuap
(risywah)

 Akad

Poin penting dalam transaksi syar’i adalah adanya KEJELASAN AKAD.
Tanpa kejelasan akad di awal, bisa rusak/batal amalan setelahnya.

Akad adalah ikatan ijab dengan kabul yang sesuai hukum syara’ yang
menimbulkan akibat hukum pada objek akad. Ada 3 rukun akad :

1. Al Aqidani (2 pihak yang berakad)
2. Mahallul aqad (adanya obyek)
3. Sighot aqad (adanya ijab dan qobul)

Jika 3 hal ini terpenuhi, maka SAH akadnya. Jika tidak sesuai, maka
TIDAK SAH akadnya (bisa jadi batal atau fasad)

 Apa yang dimaksud dengan RIBA??

Riba dalam bahasa Arab berarti “bertambah”

12

Menurut istilah, riba berarti : menambahkan beban kepada pihak
yang berhutang (bunga, jasa dan lain-lain)

Ayat Al Qur’an tentang riba :

- QS Al Baqarah ayat 275 s.d 279.

- QS Ali Imran ayat 130

- Qs Ar Rum ayat 39

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri
melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan
lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian
itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat),
sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-
orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu
terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah
diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya
(terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil
riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah 275)

Ada lebih dari 8 hadits nabi S.A.W yang berkaitan dengan riba.

“Jauhilah oleh kalian semua dosa-dosa yang tidak
diampuni”. Dan beliau menyebutkan salah satunya adalah
memakan riba”. (HR. At-Tabrani)

Allah melaknat orang yang memakan riba, yang memberi
makan dengannya, kedua saksinya, dan penulisnya, lalu
beliau bersabda, “mereka semua itu adalah sama” (HR. Muslim)

13

“Riba itu ada tujuh puluh tiga pintu dan yang paling ringan
adalah seperti seorang laki-laki yang menzinahi ibu
kandungnya sendiri. (HR. Ibnu Majah)

“Satu dirham dari riba yang dimakan oleh seseorang dan ia
tahu itu (riba), maka dosanya lebih besar di sisi Allah dari
pada berzina tiga puluh enam kali” (HR. Imam Ahmad dan
At-Thabrani)

 Apakah Bunga Bank termasuk Riba?

Jawabannya bisa dilihat dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia
Nomor 1 Tahun 2004 tentang Bunga Bank :

.......................

Memutuskan : Fatwa tentang Bunga (Interest / Fa’idah) :

Pertama : Pengertian Bunga (Interest) dan Riba

A. Bunga (Interest/Fa’idah) adalah tambahan yang dikenakan
dalam transaksi pinjaman uang (al-qordh) yang
diperhitungkan dari pokok pinjaman tanpa
mempertimbangkan pemanfaatan/ hasil pokok tersebut,
berdasarkan tempo waktu, diperhitungkan secara pasti di
muka, dan pada umumnya berdasarkan persentase.

B. Riba adalah tambahan (ziyadah) tanpa imbalan yang terjadi
karena penangguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan
sebelumnya, dan inilah yang disebut Riba Nasi’ah.

Kedua : Hukum Bunga (interest)

A. Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria
riba yang terjadi pada jaman Rasulullah SAW, yaitu Riba

14

Nasi’ah. Dengan demikian, praktek pembungaan uang ini
termasuk salah satu bentuk Riba, dan Riba Haram
Hukumnya.

B. Praktek Pembungaan tersebut hukumnya adalah
haram, baik dilakukan oleh Bank, Asuransi, Pasar Modal,
Pegadaian, Koperasi dan Lembaga Keuangan lainnya
maupun dilakukan oleh individu

 Bagaimana agar terhindar dari Riba dan sesuai Syariah?

Dalam transaksi di BMT Al Ikhwan, kita menghindari pinjam
meminjam uang (hutang piutang), tetapi kebutuhan anggota tetap
terpenuhi.

Akadnya sesuai aktifitas riil, antara lain :

1) Jual beli
Semisal, anggota akan membeli suatu barang secara kredit,
kemudian melakukan pengajuan ke BMT. Setelah pengajuan
disetujui maka BMT akan menyediakan barang yang
diinginkan anggota dengan cara membeli barang tersebut dari
pemilik barang*. Setelah barang dimiliki BMT maka anggota
membeli barang tersebut dari BMT secara kredit dengan
tambahan harga. Tambahan harga inilah yang menjadi
keuntungan/margin BMT. Jual beli diwujudkan dengan
menandatangani akad jual beli (Murabahah).
Murabahah : jual beli dimana penjual menyebutkan harga
pembelian dari barang dan dijual dengan tambahan harga
(margin)
Misal : pembelian motor merk X dengan spesifikasi Y
Harga Beli : 15 juta
Kesepakatan yang terjadi antara BMT dengan anggota :

15

Harga Jual : 18 juta
Diangsur : 18x dalam waktu 18 bulan
Jumlah Angsuran : 18 juta / 18 bulan

: 1 juta
*Cara BMT Al Ikhwan menyediakan/ membeli barang yang
dibutuhkan anggota ada 3 :
1. BMT melakukan pembelian langsung ke pemilik barang
2. BMT bersama anggota menemui pemilik barang. Setelah

anggota memastikan barang yang mau dibeli, kemudian
BMT membeli barang tersebut dari pemilik barang.
3. BMT meminta bantuan/ mewakilkan pembelian barang
kepada orang lain (dapat pula diwakilkan kepada
anggota). Setelah barang dibeli oleh wakil kemudian
barang tersebut + nota pembelian diserahkan kepada
BMT. Tempat penyerahan sesuai kesepakatan, tidak
harus di kantor BMT. Setelah itu dilanjutkan akad jual
beli antara BMT dengan anggota.

1

BMT AL IKHWAN ANGGOTA
4
23
Ket :
PEMILIK BARANG 1. Anggota datang ke BMT menyampaikan

kebutuhan barang yang ingin dibeli
2. BMT membeli barang tersebut dari

pemilik barang
3. BMT menerima barang tersebut
4. BMT dan anggota menandatangani

akad jual beli dan melakukan serah
terima barang

16

2) Sewa menyewa
Semisal, anggota akan menyewa sesuatu (tempat usaha,
barang, jasa, sarana pendidikan /sekolah dll) tetapi tidak
memiliki dana/kurang, kemudian melakukan pengajuan ke
BMT. Setelah pengajuan disetujui maka BMT bersama
anggota menemui pemilik objek sewa. Dijelaskan kepada
pemilik objek sewa bahwa BMT akan menyewa secara
cash/tunai, kemudian disewakan kepada orang lain (anggota).
Setelah pemilik objek sewa setuju, kemudian BMT membayar
uang sewa sesuai kesepakatan. Setelah itu objek sewa
disewakan kepada anggota dengan menaikkan harga sewa
dan dibayar secara angsuran. Kenaikan harga sewa inilah
yang menjadi keuntungan BMT. Kesepakatan sewa menyewa
diwujudkan dengan menandatangani akad Ijarah.

1

BMT AL IKHWAN ANGGOTA

3

2 4

PEMILIK OBJEK Ket :
SEWA 1. Anggota datang ke BMT menyampaikan

keinginan menyewa tempat / barang / jasa
2. BMT menyewa tempat / barang / jasa dari

pemilik objek sewa
3. BMT dan anggota menandatangani akad

sewa dan serah terima dokumen
4. Anggota memanfaatkan objek sewa

17

3) Kerja sama bagi hasil
Semisal, anggota mendapat kontrak pekerjaan (proyek). Dalam
melaksanakan proyek butuh modal. Kemudian melakukan
pengajuan ke BMT. Pengajuan disertai dengan SPK Proyek dan
RAB proyek. Setelah pengajuan disetujui dan Nisbah Bagi Hasil
disepakati kemudian BMT dan anggota menandatangani akad kerja
sama (Mudharabah atau Musyarakah). Berikutnya BMT
menyalurkan dana kepada anggota. Setelah itu anggota
mengerjakan proyek. Setelah proyek selesai dan dibayar oleh
pemberi proyek maka dana dari BMT dikembalikan ke BMT.
Keuntungan dari proyek tersebut dibagi sesuai Nisbah (proporsi)
bagi hasil yang telah disepakati.

1

BMT AL IKHWAN 2 ANGGOTA

3 4

5 PROYEK 5

PEMBAYARAN

Ket :
1. Anggota mengajukan pembiayaan ke BMT untuk proyek yang akan dikerjakan
2. BMT & anggota menyepakati porsi modal dan porsi bagi hasil dilanjutkan dgn

melakukan akad
3. BMT menyetorkan modal kepada anggota
4. Anggota menambah modal dan mengerjakan proyek

Setelah proyek selesai & dibayar

5. Pengembalian Modal & pembagian hasil 18

Untuk lebih memahami aktifitas seperti yang dicontohkan di atas maka
anggota harus bertemu langsung dengan pengelola BMT Al Ikhwan
untuk mendapatkan penjelasan lebih detail. BMT juga senantiasa
mengadakan training (pelatihan) “Pengenalan akad-akad Syariah”.
Anggota bisa mengikuti training tersebut pada waktu yang telah
ditentukan.

19

Bab. 5. Simpanan secara Syariah

BMT al Ikhwan menghimpun dana anggota dengan pola Syariah
berupa Simpanan dan Simpanan Berjangka menggunakan prinsip
Wadiah dan Mudharabah.

a. Wadiah
Prinsip titipan / simpanan murni dari anggota ke BMT, yang wajib
dijaga dan dikembalikan kapan saja si anggota menghendaki.

b. Mudharabah
Prinsip kerja sama usaha antara 2 pihak, di mana anggota selaku
shohibul maal (pemilik dana) menitipkan sejumlah dana kepada
BMT selaku mudhorib (pengelola dana), yang digunakan untuk
membiayai usaha anggota lain yang membutuhkan. Pendapatan/
keuntungan dari usaha tersebut akan dibagi sesuai kesepakatan
porsi bagi hasil (nisbah, yaitu porsi yang menjadi hak masing –
masing fihak pada proses distribusi bagi hasi l)

Rukun mudharabah :
1. ada pemilik dana (shohibul maal)
2. ada pengelola dana (mudhorib)
3. ada modal
4. ada usaha/pekerjaan
5. ada keuntungan/kerugian
6. ada ijab kabul.

20

Contoh Kasus
1. Menghitung Bunga Simpanan

Pada tanggal 1 Mei 20x0, Bapak Prapto membuka rekening deposito di
Bank Konvensional sebesar Rp. 10.000.000, dengan jangka waktu 1 bulan.
Diketahui bahwa tingkat bunga pada saat itu 9% p.a.
Berapa bunga yang diperoleh Pak Prapto pada saat jatuh tempo?
JAWAB
Bunga yang diperoleh Bapak Prapto adalah:
Rp. 10.000.000 x 1 bulan x 9% = Rp. 75.000

12 bulan

2. Menghitung Bagi Hasil Simpanan

Pada tanggal 1 Mei 20x0, Bapak Ahmad membuka Simp Berjangka sebesar

Rp. 10.000.000, jangka waktu satu bulan, dengan nisbah bagi hasil antara

anggota dan BMT adalah 57% : 43%.

Jika pendapatan BMT yang diperoleh untuk Simp Berjangka 1bl per 31 Mei

20x0 adalah Rp. 20.000.000 dan total Simp Berjangka 1bl adalah Rp.

950.000.000, berapa bagi hasil yang diperoleh bapak Ahmad?

JAWAB

Jika :

Simp Berjangka 1bl milik P Ahmad Rp. 10.000.000

Total Simp Berjangka 1bl di BMT Rp. 950.000.000

Pendapatan BMT Rp. 20.000.000

nisbah bagi hasil anggota : BMT 57% : 43%.

Maka Bagi hasil yang diperoleh bapak Ahmad adalah:

= Simp Pak Ahmad x pendapatan BMT x nisbah SimpBjk1untuk anggota

Total Simp Bjk 1bl

= (Rp. 10 juta) x Rp. 20 juta x 57%

Rp. 950 juta

= Rp. 120.000

21

Bab. 6. SATRIA

Satria adalah Sistem Aplikasi, Transaksi dan Informasi Anggota. BMT
Al Ikhwan menyediakan fasilitas SATRIA bagi anggota untuk
memudahkan transaksi. Dengan aplikasi SATRIA, anggota BMT Al
Ikhwan dapat :

 Memonitor serta melakukan kroscek transaksi dan saldo simpanan
maupun pembiayaan

 Membayar angsuran pembiayaan*
 Transfer dari semua bank umum ke rekening simpanan BMT

secara realtime*
 Pengajuan pembiayaan dan buka rekening simpanan*
 Membayar tagihan-tagihan (Listrik, Telkom, BPJS, Angsuran

motor : FIF, WOM, BAF dll)*
 Top Up Saldo (OVO, Gopay, Shopee)
 Pembelian pulsa dan paket data

* diaktifkan setelah ada permohonan aktivasi dan telah diverifikasi oleh
petugas BMT.

Cara Aktivasi Satria :
1. Download Aplikasi Satria di Play Store/App Store (Ketik Satria

BMT) - Lalu Instal
2. Buka Aplikasi Mobile Satria yang telah terinstal
3. Klik Setuju dengan Syarat dan Ketentuan untuk melanjutkan masuk

ke beranda Mobile Banking Anggota
4. Pilih menu Aktivasi (di sisi Kanan Bawah)

22

5. Masukkan Nomor Rekening dan Nomor Handphone yang telah
terdaftar di SMS Banking kemudian Klik Aktivasi

6. Buat Username dan Password (Kombinasi Huruf dan Angka
Maksimal 10 Karakter)

7. Dapatkan Kode Aktivasi melalui SMS
8. Masukkan Kode Aktivasi yang diterima kemudian klik Proses
9. Sign In Username dan Password yang telah di bentuk
10.Selamat, sudah bisa menikmati fitur-fitur yang tersedia di Mobile

Anggota

23

Bab 7. Al Ikhwan Mitra

Mobile Al Ikhwan Mitra adalah aplikasi mobile android yang
diperuntukkan bagi mitra untuk membantu BMT Al Ikhwan membangun
jaringan layanan sebagai pengganti kantor kas dan kantor Cabang yang
akan sangat efisien dari aspek investasi dan biaya operasional. Melalui
mobile Al Ikhwan Mitra ini nantinya mitra dapat memberikan layanan
layaknya CS, teller dan Marketing sekaligus karena dapat melayani
transaksi simpanan dan transaksi angsuran. Disamping itu juga dapat
melayani transaksi PPOB seperti bayar PLN, Telkom, Hallo,Tv kabel,
BPJS, pembelian pulsa GSM semua operator, pulsa PLN, Topup e-
wallet (OVO, LinkAja, Gopay, ShopeePay).

Mitra akan mendapatkan fee/komisi dari setiap transaksi yang
dilakukan.

Untuk menjadi Mitra KSPPS BMT Al ikhwan, silahkan datang ke
kantor atau menghubungi marketing untuk melakukan pengajuan dan
pendaftaran sebagai mitra. Setelah mitra di register dan di validasi oleh
Customer Service, Mitra dapat mengakses aplikasi Mobile Al Ikhwan
Mitra untuk melakukan aktivasi.

Berikut panduan untuk Aktivasi Agen:

1. Akses aplikasi Mobile Agen (akses diberikan setelah pengajuan
diterima).

2. Masuk ke menu Aktivasi, di sisi Kanan Bawah.
3. Isikan Username dan No Rekening Simpanan Deposit Agen. Lalu

Klik tombol Aktivasi

24

4. Jika data yang Agen masukan tepat, serta Username kombinasi
dari Huruf dan Angka. Maka akan muncul form lanjutan, untuk
mengisi Token dan Password.

5. Input Token yang Agen dapat melalui Notifikasi Whatsapp.
Selanjutnya ketik Password yang Agen inginkan. Password harus
terdiri dari kombinasi Huruf dan Angka. Lalu isikan kembali
Password, pada kolom ketik ulang password.

6. Jika sudah mengisi semua form, klik Tombol Aktivasi, hingga
muncul pesan Aktivasi Berhasil.

25

26

27

28

29


Click to View FlipBook Version