1
2 DAFTAR ISI DAFTAR ISI..............................................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................3 1.1 Latar Belakang ............................................................................................................3 1.2 Tujuan..........................................................................................................................3 1.3 Sasaran ........................................................................................................................3 1.4 Dasar Hukum...............................................................................................................4 BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................................6 2.1 Pengertian Media Pembelajaran Sederhana ................................................................6 2.2 Jenis-jenis Media Pembelajaran Sederhana ................................................................6 2.3 Manfaat Media Pembelajaran Sederhana....................................................................7 2.4 Prinsip-prinsip Media Pembelajaran Sederhana .........................................................8 2.5 Pemilihan Media Pembelajaran Sederhana .................................................................9 2.6 Langkah-langkah Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana ................................12 2.7 Penerapan Media Pembelajaran Sederhana...............................................................13 PENUTUP................................................................................................................................14 DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................15
3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam suatu proses pembelajaran, terdapat dua unsur yang amat penting yaitu metode dan media pembelajaran. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh pengaruh psikologisterhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran. Disamping membangkitkanmotivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, dan memudahkan penafsiran. 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari penbuatan buku ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian media pembelajaran sederhana; 2. Untuk mengetahui unsur-unsur media pembelajaran sederhana; 3. Untuk mengetahui macam-macam media pembelajaran sederhana; dan 4. Untuk mengetahui cara pembuatan media pembelajaran sederhana. 1.3 Sasaran Media pembelajaran memiliki beberapa sasaran, yaitu: 1. Meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami dan mengaplikasikan materi pelajaran. 2. Mempermudah proses pembelajaran dengan menyajikan materi pelajaran secara visual dan interaktif. 3. Memotivasi siswa untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan menarik. Meningkatkan daya ingat siswa dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam dan menarik. 4. Membantu guru dalam mengajar dengan memberikan alternatif cara penyampaian materi pelajaran yang lebih efektif dan efisien. 5. Menyediakan aksesibilitas dan fleksibilitas pembelajaran bagi siswa dengan berbagai kebutuhan dan preferensi belajar yang berbeda. 6. Meningkatkan partisipasi dan interaksi antara siswa dan guru, serta antara siswa satu sama lain dalam proses pembelajaran. Dalam keseluruhan, sasaran media pembelajara adalah tenaga pendidik dan mahasiswa yang sedang mendalami ilmu pendidikan. Sebagai seorang mediator ilmu pengetahuan seorang tenaga pendidik harus mampu mengenali jenis materi yang ingin disalurkan dan memilih jenis media yang sesuai untuk digunakan. Karena tidak hanya secara teori, penulis juga memaparkan praktik secara langsung berbagai media pembelajaran akan seperti apa jika diterpakan secara langsung dan adanya media
4 pembelajaran untuk membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan mudah dipahami bagi siswa. 1.4 Dasar Hukum Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan dan pemilihan media pembelajaran, antara lain: landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris. 1. Landasan Filosofis Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Benarkah pendapat tersebut? Bukankah dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang lebih sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis. 2. Landasan Psikologis Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, sebagai dasar pemilihan media pembelajaran, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut, perlu: 1. Diadakan pemilihan media pembelajaran yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, 2. Bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat. Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbol, yaitu
5 menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa. Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak. Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbol. 3. Landasan Teknologis Dasar pemilihan media pembelajaran selanjutnya adalah teknologi. Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi sistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-omponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar. 4. Landasan Empiris Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pembelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
6 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Media Pembelajaran Sederhana Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah artinya tengah,perantara atau pengantar. Menurut Djamarah (1995:136) media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu usaha sadar guru atau pengajar untuk membantu siswa atau anak didiknya, agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Media tidak selalu identik dengan harga mahal. Berdasarkan keadaannya, media dibagi atas dua hal yakni media canggih dan media sederhana, dikatakan sederhana, karena dalam media ini tidak berbasis teknologi dan dapat dibuat sendiri. Dalam pembuatannya tidak memerlukan banyak biaya sehingga bersifat ekonomis. Dalam hal ini seorang guru dituntut untuk sekreatif mungkin memanfaatkan barang yang ada sebagai media untuk menyampaikan suatu materi pembelajaran. 2.2 Jenis-jenis Media Pembelajaran Sederhana Media sederhana identik dengan media yang berbasis visual. Berikut macam macamnya: 1. Gambar Gambar yang dimaksud di sini termasuk foto, lukisan/gambar, dan sketsa (gambar garis). Tujuan utama penampilan berbagai jenis gambar ini adalah untuk menvisualisasikan konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa. 2. Grafik Secara fisik bentuk grafik dan chart hampir sama, akan tetapi grafik hanya menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka. Angka-angka tersebut diwakili oleh bentuk visual, misalnya berupa garis, gambar orang, gambar binatang, dan lain-lain. Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas berbeda dengan bagan, grafik disusun berdasarkan prinsipprinsip matematik dan menggunakan data-data komparatif. 3. Relia Media relia adalah benda nyata, yang tidak harus dihadirkan di ruang kelas tetapi siswa dapat melihat langsung ke objek, sehingga dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa.
7 4. Poster Poster adalah media yang bersifat persuasif yang bermaksud menarik perhatian dengan menyatukan gambar, warna, tulisan, dan kata-kata. Poster yang baik harus dinamis, menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara rinci, harus cukup kuat untuk menarik perhatian, bila tidak akan hilang kegunaanya. 5. Chart atau Bagan Chart merupakan presentasi berupa gambar grafis yang menginformasikan hubungan-hubungan. Misalnya: Kronologis, jumlah, dan hierarki. Sebagai media yang baik. bagan haruslah dapat dimengerti, sederhana dan lugas (tidak rumit atau berbelit-belit), diganti pada waktu tertentu agar selain tetap termasa (up to date) juga tak hilang daya tarik. 6. Papan tulis Papan tulis merupakan salah satu dari media pembelajaran sederhana yang paling mudah ditemui. Hampir di setiap sekolah pasti memilikinya. Dalam penggunaanya seorang guru harus bisa menggunakan media ini dengan tepat dan membuat siswa paham akan materi yang disampaikan. Media ini terdiri atas dua bentuk yaitu black board dan white board. 2.3 Manfaat Media Pembelajaran Sederhana Menurut Nasution, manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Pengajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. 2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami siswa, serta memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran dengan baik. 3. Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-semata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, siswa tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga. 4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lainnya. Dapat disimpulkan bahwa, beberapa manfaat dari media pembelajaran, yaitu: 1. Manfaat media pembelajaran bagi guru, yaitu: Memberikan pedoman bagi guru untuk mencapai tujuan pembelajaran sehingga dapat menjelaskan materi pembelajaran dengan urutan yang sistematis dan membantu dalam penyajian materi yang menarik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 2. Manfaat media pembelajaran bagi siswa, yaitu: Dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa sehingga siswa dapat berpikir dan menganalisis materi
8 pelajaran yang diberikan oleh guru dengan baik dengan situasi belajar yang menyenangkan dan siswa dapat memahami materi pelajaran dengan mudah. 2.4 Prinsip-prinsip Media Pembelajaran Sederhana Dalam menentukan maupun memilih media pembelajaran tentunya harus mempertimbangkan beberapa prinsip sebagai acuan dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya adalah: 1. Efektivitas Pemilihan media pembelajaran harus berdasarkan pada ketepatgunaan (efektivitas) dalam pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran atau pembentukan kompetensi. Pendidik harus dapat berusaha agar media pembelajaran yang diperlukan untuk membentuk kompetensi secara optimal dapat digunakan dalam pembelajaran. 2. Relevansi Kesesuaian media pembelajaran yang digunakan dengan tujuan, karakteristik meteri pelajaran, potensi dan perkembangan siswa, serta dengan waktu yang tersedia. 3. Efisiensi Pemilihan dan penggunaan media pembelajaran harus benar-benar memperhatikan bahwa media tersebut murah atau hemat biaya tetapi dapat menyampaikan inti pesan yang dimaksud, persiapan dan penggunaanya relatif memerlukan waktu yang singkat, kemudian hanya memerlukan sedikit tenaga. 4. Dapat digunakan Media pembelajaran yang dipilih harus benar-benar dapat digunakan atau diterapkan dalam pembelajaran, sehingga dapat menambah meningkatkan kualitas pembelajaran. 5. Kontekstual Pemilihan dan penggunaan media pembelajaran harus mengedepankan aspek lingkungan sosial dan budaya dengan mempertimbangkan aspek pengembangan pada pembelajaran life skills. Setelah kita menentukan pilihan media yang akan kita gunakan, maka pada akhirnya kita dituntut untuk dapat memanfaatkannya dalam proses pembelajaran. Media yang baik, belum tentu menjamin keberhasilan belajar pembelajar jika kita tidak dapat menggunakannya dengan baik. Untuk itu, media yang telah kita pilih dengan tepat harus dapat kita manfaatkan dengan sebaik mungkin sesuai prinsipprinsip pemanfaatan media. Ada beberapa prinsip umum yang perlu kita perhatikan dalam pemanfaatan media pembelajaran, yaitu: 1. Setiap jenis media, memiliki kelebihan dan kelemahan. Tidak ada satu jenis media yang cocok untuk semua proses pembelajaran dan dapat mencapai semua tujuan belajar.
9 2. Penggunaan beberapa macam media secara bervariasi memang diperlukan. Namun harap diingat, bahwa penggunaan media yang terlalu banyak sekaligus dalam suatu kegiatan pembelajaran, justru akan membingungkan pebelajar dan tidak akan memperjelas pelajaran. Oleh karena itu gunakan media seperlunya, jangan berlebihan. 3. Penggunaan media harus dapat memperlakukan pembelajar secara aktif. Lebih baik menggunakan media yang sederhana yang dapat mengaktifkan seluruh pembelajar daripada media canggih namun justru membuat pembelajar kita terheran-heran dan pasif. Sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan rencana pembelajaran. Tentukan bagian materi mana saja yang akan kita sajikan dengan bantuan media. Rencanakan bagaimana strategi dan teknik penggunaannya. Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan atau sekedar pengisi waktu kosong saja. Jika pembelajar sadar bahwa media yang digunakan hanya untuk mengisi waktu kosong, maka kesan ini akan selalu muncul setiap kali pembelajar menggunakan media. Penggunaaan media yang sembarangan, asal-asalan, atau "daripada tidak dipakai", akan membawa akibat negatif yang lebih buruk. Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaaan media. Kurangnya persiapan bukan saja membuat proses pembelajaran tidak efektif dan efisien, tetapi justru mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Hal ini perlu diperhatikan ketika kita akan menggunakan media elektronik (Sudjana, Nana. 1989). 2.5 Pemilihan Media Pembelajaran Sederhana Pembelajaran yang efektif tentunya memerlukan perencanaan yang baik. Begitu juga dengan pemilihan media yang akan digunakan dalam pembelajaran akan membutuhkan perencanaan yang baik pula. Media yang beraneka ragam jenisnya tentu tidak akan digunakan semuanya secara serentak dalam kegiatan pembelajaran, namun hanya beberapa saja. Untuk itu perlu dilakukan pemilihan media tersebut. Agar pemilihan media pembelajaran tersebut tepat, maka perlu dipertimbangkan faktor/kriteria-kriteria dan langkah-langkah pemilihan media. Kriteria yang perlu dipertimbangkan guru atau tenaga pendidik dalam memilih media pembelajaran menurut Sudjana (1990) yaitu: 1. Ketepatan media dengan tujuan pengajaran; 2. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran; 3. Kemudahan memperoleh media; 4. Keterampilan guru dalam menggunakannya; 5. Tersedia waktu untuk menggunakannya; dan 6. Sesuai dengan taraf berfikir anak. Menurut Arsyad (2006:75) beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran adalah sebagai berikut:
10 1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan intruksional yang telah ditetapkan secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. 2. Tepat untuk mendukung pembelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa. 3. Praktis, luwes, dan bertahan. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan di mana pun dan kapan pun dengan peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa kemana-mana. 4. Guru terampil menggunakannya. Apapun media itu, guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. 5. Pengelompokkan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil, dan perorangan. Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu. Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran diuraikan sebagai berikut: 1. Tujuan Tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai? Apakah tujuan itu masuk kawasan kognitif, afektif, psikhomotor atau kombinasinya? Jenis rangsangan indera apa yang ditekankan: apakah penglihatan, pendengaran, atau kombinasinya? Jika visual, apakah perlu gerakan atau cukup visual diam? Jawaban atas pertanyaan itu akan mengarahkan guru pada jenis media tertentu, apakah media realia, audio, visual diam, visual gerak, audio visual gerak dan seterusnya. 2. Sasaran didik Siapakah sasaran didik yang akan menggunakan media? Bagaimana karakteristik mereka, berapa jumlahnya, bagaimana latar belakang sosialnya, apakah ada yang berkelainan, bagaimana motivasi dan minat belajarnya? dan seterusnya. Apabila guru mengabaikan kriteria ini, maka media yang guru pilih atau guru buat tentu tak akan banyak gunanya. Mengapa? Karena pada akhirnya sasaran inilah yang akan mengambil manfaat dari media pilihan guru itu. Oleh karena itu, media harus sesuai benar dengan kondisi mereka. 3. Karateristik media yang bersangkutan Bagaimana karakteristik media tersebut? Apa kelebihan dan kelemahannya, sesuaikah media yang akan guru pilih itu dengan tujuan yang akan dicapai? Guru tidak akan dapat memilih media dengan baik jika guru tidak mengenal dengan baik karakteristik masing-masing media. Karena kegiatan memilih pada dasarnya
11 adalah kegiatan membandingkan satu sama lain, mana yang lebih baik dan lebih sesuai dibanding yang lain. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis media tertentu, pahami dengan baik bagaimana karaktristik media tersebut. 4. Waktu Yang dimaksud waktu di sini adalah berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengadakan atau membuat media yang akan guru pilih, serta berapa lama waktu yang tersedia/yang guru memiliki, cukupkah? Pertanyaan lain adalah, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyajikan media tersebut dan berapa lama alokasi waktu yang tersedia dalam proses pembelajaran? Tak ada gunanya guru memilih media yang baik, tetapi guru tidak cukup waktu untuk mengadakannya. Jangan sampai pula terjadi, media yang telah guru buat dengan menyita banyak waktu, tetapi pada saat digunakan dalam pembelajran ternyata guru kekurangan waktu. 5. Biaya Faktor biaya juga merupakan pertanyaan penentu dalam memilih media. Bukankah penggunaan media pada dasarnya dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Apalah artinya guru menggunakan media, jika akibatnya justru pemborosan. Oleh sebab itu, faktor biaya menjadi kriteria yang harus guru pertimbangkan. Berapa biaya yang guru perlukan untuk membuat, membeli atau menyewa media tersebut? Bisakah guru mengusahakan biaya tersebut/apakah besarnya biaya seimbang dengan tujuan belajar yang hendak dicapai? Tidak mungkinkan tujuan belajar itu dapat dicapai tanpa menggunakan media itu, adakah alternatif media lain yang lebih murah namun tetap dapat mencapai tujuan belajar? Media yang mahal, belum tentu lebih efektif untuk mencapai tujuan belajar, dibanding media sederhana yang murah. 6. Ketersediaan Kemudahan dalam memperoleh media juga menjadi pertimbangan guru. Adakah media yang guru butuhkan itu di sekitar guru, di sekolah atau di pasaran? Kalau guru harus membuatnya sendiri, adakah kemampuan, waktu tenaga dan sarana untuk membuatnya? Kalau semua itu ada, petanyaan berikutnya tersediakah sarana yang diperlukan untuk menyajikannya di kelas? Misalnya, untuk menjelaskan tentang proses tejadinya gerhana matahari memang akan lebih efektif jika disajikan melalui media video. Namun karena di sekolah tidak ada aliran listrik atau tidak punya video player, maka sudah cukup bila digunakan alat peraga gerhana matahari. 7. Konteks penggunaan Konteks penggunaan maksudnya adalah dalam kondisi dan strategi bagaimana media tersebut akan digunakan. Misalnya: apakah untuk belajar individual, kelompok kecil, kelompok besar atau masal? Dalam hal ini guru perlu merencanakan strategi pembelajaran secara keseluruhan yang akan guru gunakan
12 dalam proses pembelajaran, sehingga tergambar kapan dan bagaimana konteks penggunaaan media tersebut dalam pembelajaran. 8. Mutu Teknis Kriteria ini terutama untuk memilih/membeli media siap pakai yang telah ada, misalnya program audio, video, grafis atau media cetak lain. Bagaimana mutu teknis media tersebut, apakah visualnya jelas, menarik dan cocok? Apakah suaranya jelas dan enak didengar? Jangan sampai hanya karena keinginan guru untuk menggunakan media saja, lantas media yang kurang bermutu guru paksakan penggunaannya. Perlu diingat bahwa jika program media itu hanya menjajikan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan oleh guru dengan lebih baik, maka media itu tidak perlu lagi guru gunakan. 2.6 Langkah-langkah Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana Pemanfaatan barang bekas dan peralatan sederhana sebagai media bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sebelum pendidikan modern hadir para guru telah menggunakan berbagai media dan alat peraga buatannya sendiri untuk menjelaskan materi pelajarannya. Kegiatan belajar ini akan berusaha menggugah para guru bahwa media sederhana dari barang bekas dan peralatan sederhana tetap dibutuhkan dan dapat berfungsi efektif, tidak kalah dengan media modern, dan bisa menjadi lebih unggul jika penggunaannya tepat dan sesuai. Berdasarkan kesadaran tentang pentingnya media sederhana yang terbuat dari bahan bekas yang terdapat disekitar lingkungan guru dan siswa, kita dapat mencatat tiga tujuan pembuatan media sederhana yang terkait satu dengan lainnya: - Membangun komunikasi berbasis pendidikan kreatif. Pencapaian tujuan ini melibatkan para siswa sedini mungkin dalam pengembangan dan penggunaan media sederhana dari barang bekas dan peralatan sederhana untuk mengembangkan kemampuan berimajinasi. serta mengembangkan keterampilannya sesuai dengan usia dan mata ajaran yang dipelajarinya. Dengan cara demikian guru mencoba memperkenalkan para siswa sedini mungkin pada kondisi dan potensi lingkungannya. Disamping itu juga kegiatan ini bisa memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan eksplorasi di berbagai bidang yang menyangkut pengetahuan, minat dan bakat melalui pengembangan media sederhana yang dibuatnya. - Mengembangkan berbagai alternatif media sederhana yang kreatif dan berkesinambungan sedemikian rupa sehingga mampu membantu anak-anak didik tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang kritis, kreatif, mandiri (otonom). dan peduli terhadap orang lain dan lingkungan. - Mengembangan jaringan kerja (network) para guru dan pendidik untuk menggalang kerja sama dalam upaya mengembangkan berbagai media alternatif
13 yang kreatif, sederhana dan murah sebagai gerakan guru mandiri yang peduli lingkungan sekitar sekolah dan masyarakat. Begitu banyak sumber belajar yang bisa dimanfaatkan. Sekarang tergantung apakah kita bisa mengembangkannya menjadi suatu media yang menarik, kreatif, dan mempermudah proses belajar mengajar sehingga kita tidak akan kekurangan sumber belajar. Guru yang kreatif akan menjadi begitu antusias melihat sumber belajar yang tidak terhingga. 2.7 Penerapan Media Pembelajaran Sederhana Media pembelajaran sederhana dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan memudahkan siswa memahami konsep yang diajarkan. Berikut adalah beberapa contoh penerapan media pembelajaran sederhana: 1. Poster atau Gambar Poster atau gambar dapat digunakan untuk memperjelas konsep atau ide yang diajarkan. Misalnya, poster tentang struktur atom dapat membantu siswa memahami bagaimana atom terdiri dari proton, neutron, dan elektron. 2. Papan tulis interaktif Papan tulis interaktif adalah alat sederhana yang dapat membantu guru dalam mengajar. Guru dapat menulis atau menggambar pada papan tulis interaktif untuk menunjukkan konsep yang sedang diajarkan. 3. Video pendek Video pendek dapat digunakan untuk menggambarkan konsep yang sulit dipahami hanya dengan menggunakan kata-kata. Misalnya, video tentang proses fotosintesis dapat membantu siswa memahami bagaimana tumbuhan membuat makanan. 4. Audio rekaman Audio rekaman dapat digunakan untuk memperjelas materi yang diajarkan. Misalnya, rekaman suara tentang pengucapan kata-kata dalam bahasa Inggris dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan mereka dalam berbicara bahasa Inggris. 5. Permainan edukatif Permainan edukatif dapat digunakan untuk memperkuat konsep yang sudah diajarkan. Misalnya, permainan edukatif tentang matematika dapat membantu siswa memahami konsep angka dan operasi matematika. Penerapan media pembelajaran sederhana ini dapat membantu siswa memahami konsep yang diajarkan dengan lebih baik. Namun, penting untuk memilih media yang tepat dan relevan dengan konsep yang sedang diajarkan.
14 PENUTUP Media pembelajaran merupakan alat yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Dalam era digital seperti sekarang ini, banyak media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan, mulai dari yang sederhana hingga yang canggih. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan relevan dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan memudahkan siswa memahami konsep yang diajarkan. Namun, perlu diingat bahwa media pembelajaran bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran. Guru dan siswa juga memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Guru harus mampu memilih dan mengaplikasikan media pembelajaran yang tepat serta mampu memfasilitasi siswa agar dapat memahami dan mengaplikasikan konsep yang diajarkan. Siswa juga harus aktif dalam proses pembelajaran dan memiliki motivasi untuk belajar. Dengan memanfaatkan media pembelajaran secara optimal, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Hal ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik, tetapi juga dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar. Sebagai pengajar atau pendidik, kita harus terus berinovasi dan mencari media pembelajaran yang tepat untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dan membantu siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik. Pemilihan media itu perlu guru lakukan agar guru dapat menentukan media yang terbaik, tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik. Untuk itu, pemilihan jenis media harus dilakukan dengan prosedur yang benar, karena begitu banyak jenis media dengan berbagai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Adapun prosedur pemilihan media dapat melalui pendekatan flowchart (diagram alur) ataupun pendekatan matrik. Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih media adalah keseuaian media tersebut dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.
15 DAFTAR PUSTAKA Elisa, E. (2022). Prinsip Media Pembelajaran. Ghofur, M. (03 Agustus 2022). Landasan Penggunaan dan Pemilihan Media Pembelajaran dalam Pembelajaran. Maglearning.id. https://maglearning.id/2020/08/03/landasanpenggunaan-dan-pemilihan-media-pembelajaran-dalam-pembelajaran/sama. Junaidi. (2019). Peran Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar. Pendidikan. Nasution. Berbagai Pendekata Dalam Prose Belajar Mengajar (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2013), 2. Nurrita, T. (2018). PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA. Sudjana, Nana. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Widowati, A. (04 Agustus 2008). PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN. Makalah. Microsoft Word - PEMILIHAN MEDIA CLCP FIX (uny.ac.id). ANDRIAN, M. A. (2018). Media Pembelajaran Sederhana. https://www.academia.edu/29051006/Media_Pembelajaran_Sederhana